Pancasila Jangan Hanya Dihafal, Harus Diimplementasikan

Rachmat Hidayat Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kantor DPD PDIP NTB, Ingatkan arti luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat kembali melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pulau Lombok.

Kali ini, kegiatan untuk menumbuhkembangkan pemahaman perihak empat pilar berbangsa dan bernegara tersebut, diadakan oleh Sekretariat MPR RI di Kantor DPD PDIP NTB pada Rabu, (09/11/22).

BACA JUGA: Sosialisasi Empat Pilar, Implementasi Pancasila di Kehidupan Sehari-hari

Rachmat mengatakan, Pancasila jangan hanya dihafal tapi diimplementasikan
Rachmat Hidayat bersama Prof Gatot Dwi Hendro

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga, Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi, Sekretariat Jenderal MPR RI Endang Lestari, S.Sos. 

Hadir pula Sekretaris DPD PDIP NTB Lalu Budi Suryata, seluruh Ketua DPC PDIP se-Pulau Lombok. 

Di antaranya Ketua DPC PDIP Kota Mataram Made Slamet, Ketua DPC PDIP KLU Raden Raden Milling, Ketua DPC PDIP Lombok Barat H. Lalu Muhammad Ismail, Ketua DPC PDIP Lombok Tengah Suhaimi, Ketua DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Sukro. 

Sosialisasi empat pilar kebangsaan memiliki urgensi tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Di hadapan ratusan kader DPD PDIP NTB, Haji Rachmat Hidayat menegaskan,  implementasi penerapan empat pilar kebangsaan itu akan menjadi kunci pedoman dalam membangun karakter bangsa.

Politisi kharismatik  NTB itu menegaskan agar Pancasila tidak hanya dihafal, melainkan juga diimplementasikan.

“Yang paling penting itu dilaksanakan. Tidak hanya sekadar diucapkan dan dihafal. Pancasila hanya ada di Indonesia, itu hebatnya. Jangan hanya debat-debat, tinggal laksanakan. Tolong dicamkan baik, diperhatikan baik-baik, kemudian diimplementasikan,” ucapnya.

Kader-kader PDIP harus menjadikan Pancasila sebagai bintang perjuangan dalam bertindak dan bersikap.

“Implementasi itu, menjadi satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Ketuhanan itu adalah segala-galanya. Disitu, Pancasila harus dipratekkan dalam kehidupan nyata dan keseharian, termasuk dengan alam semesta kita,” tegas Rachmat. 

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB itu mendaku, untuk mencapai hal tersebut, sosialisasi harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. 

Dengan begitu siapa pun tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk, seperti terorisme dan radikalisme.

“Yang pasti, prinsip di mana bumi dipijak disitu langit dijunjung, juga kemanusiaan itu memanusiakan manusia. Inilah maksud persatuan itu jangan ada pecah belah. Maka, membangun karakter bangsa itu tidak ada habisnya, disitu kita penting untuk saling menghargai. Itulah makna implementasi pembangunan karakter akan terus berlanjut sepanjang zaman. Oleh sebab itu, pendekatan yang berbeda diperlukan untuk menghadapi perubahan,” jelas Rachmat. 

Dalam sosialisasi yang dihadiri pengurus dan ratusan kader  PDI Perjuangan NTB itu, menghadirkan narasumber yakni, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo dan dan Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur Jakarta, Dr. Hakam Ali Niazi.

Dalam pemaparannya  Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo menyampaikan pentingnya “Internaliasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari”.

Kaprodi S3 Fakultas Hukum Unram itu melihat ada hubungan yang tidak terpisahkan antara Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika. 

Pancasila adalah landasan ideologi bangsa, alat pemersatu bangsa, sekaligus sebagai sumber dari segala sumber hukum Indonesia.

“Menjaga dan merawat Pancasila itu, bukan hanya dengan dihafalkan tapi harus di ejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini karena Pancasila sesuai kata bung Karno diambil dari jiwa bangsa,” tegas dia. 

Prof Gatot mendaku, kristalisasi Pancasila dan UUD 1954 itu, tercermin dalam pluralisme warganya. Kata dia, dalam ajaran agama Islam, terkandung makna bahwa keberagaman itu adalah sebuah rahmat. 

Untuk itu, sebagai sebuah entitas bangsa plural, tentunya  jika ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sebagai isu komoditas politik. Tentunya, kader PDI Perjuangan diharapkan tidak kepancing pada hal itu. 

“Kita ini bukan negara agama, pendekatan kita sudah jelas adalah Pancasila. Maka, keberagaman sebagai sebuah fakta historis harus kita dudukan pada porsinya. Yakni, agama itu, adalah spirit. Jadi siapapun enggak boleh lagi melakukan praktik mengkonfrontasi, antara agama dan Pancasila,” ujarnya. 

Ia mengajak kader PDI Perjuangan serta warga NTB, agar tidak lagi mau terpengaruh pada sifat-sifat yang mengkonfrontasi antara agama dan Pancasila. 

Sebab, NKRI adalah tempat warga berhimpun untuk menyatukan persepsi dan gagasan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Karena itu, pilihan idiologi Pancasila yang sudah dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia, sudah sangat komplit dan sangat brilian dalam mengatur berbagai sendiri kehidupan warganya. 

Salah satunya, pada rumusan Sila Pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Itu artinya, bangsa Indonesia, sudah sangat yakin pada Tuhan. 

“Semua agama di negara Indonesia tak hanya Islam, menyakini adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. Nah, kalau saya ibaratkan itu, NKRI itu, adalah sebuah kapal besar.  Maka, jangan sampai  ada yang berani coba-coba melobanginya. Sebab, jika sampai ada yang melobangi, tentu kapal besar itu akan bocor dan oleng,” papar Prof Gatot.

Ia berharap para kader PDIP NTB di bawah komando H. Rachmat Hidayat, agar tak henti terus merawat dan menjaga keutuhan NKRI dari jeratan para pihak yang ingin melunturkan rasa nasionalisme warga Indonesia. 

BACA JUGA: Ekonomi NTB Tagguh Hadapi Inflasi

“Tantangan kita semua, termasuk kader PDI Perjuangan adalah melawan para pihak yang ingin terus melunturkan asa nasionalisme. Yang pasti, kegiatan kayak sekarang ini adalah upaya kita untuk terus memberikan pemahaman bahwa idiologi Pancasila, harus terus digelorakan karena Pancasila merupakan cara pandang bangsa yang sudah utuh dengan spirit terkandung didalamnya, adalah mengatur segala lini kehidupan warganya,” jelas Prof Gatot. 

Terakhir, ia memuji kiprah Anggota DPR RI H. Rachmat dan partainya yang dianggap konsisten dalam menjaga pondasi bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika selama ini.(*)

 

 




Sayembara Parade Busana Adat WHDI se Lombok

Rogoh Kocek Pribadi 5 Juta bantu WHDI,  Rachmat Hidayat Gagas Sayembara Parade Berbusana Adat WHDI se-Pulau Lombok

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggota Komisi VIII DPR RI dapil Lombok,  Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat gagas sayembara parade berbusana adat Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) di Pulau Lombok. 

Menariknya, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, menyerahkan secara langsung terkait teknis hingga kriteria penilaian sayembara berbusana adat tersebut pada jajaran WHDI. 

BACA JUGA: Sosialisasi Empat Pilar, Implementasi Pancasila di Kehidupan Sehari-hari

Rachmat Hidayat gagas sayembara parade berbusaha adat WHDI se Lombok
Rachmat Hidayat

“Nanti, semua hadiahnya, mulai dari juara satu, dua dan tiga, dari saya secara langsung. Tapi, tolong para pesertanya itu adalah seluruh Perwakilan WHDI di kecamatan di Pulau Lombok, baik itu Kota Mataram, Lombok Barat (Lobar), Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Tengah (Loteng). Mulai dari sekarang, silahkan digagas sayembara itu,” ujar H. Rachmat Hidayat saat melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama jajaran pengurus WHDI Kota Mataram di lantai II Gedung PHDI NTB di Mataram, Minggu Petang (06/11/22).

Digagasnya sayembara parade berbusana adat WHDI itu, karena Rachmat sangat peduli terhadap keberlangsungan adat istiadat hingga kebudayaan yang menjadi tradisi umat Hindu di Provinsi NTB. 

Selain itu, ia berkeinginan bahwa tradisi kebudayaan itu harus tertanam pada jati diri generasi muda umat Hindu. 

“Jadi, merawat keberagaman dan toleransi beragama itu, adalah semangat kita dalam merawat Kebinekaan yang terkandung dalam ajaran Pancasila,” tegas Rachmat. 

Ia meminta keberagaman kehidupan berbangsa dan bernegara yang sudah digariskan dalam ajaran Pancasila itu, harus diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Utamanya, dari rumah tangga, kampung tempat tinggal hingga saat hendak melaksanakan kegiatan beragama.

Pasalnya, lanjut Rachmat, ia telah memperoleh informasi bahwa, sudah ada sebagian umat Hindu di wilayah Provinsi NTB,  yang kini mulai terpapar paham radikalisme. 

“Implementasi dari nilai Pancasila yang tadi disampaikan oleh Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo, dan Pak Dr. Alfin Syahrin, wajib diejawantahkan dalam kehidupan keseharian kita. Pokoknya saya yakin dan percaya. Bahwa jika ibu-ibu yang bergerak mengamalkan ajaran Pancasila, maka para suami yang sempat terpapar paham radikalisme itu, akan kembali pada ajaran Tri Hita Karana,” papar Haji Rachmat. 

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo mengatakan, nilai ajaran dan Pancasila yang didalamnya terdapat Ketuhanan Yang Maha Esa itu, dipastikan sudah final. 

Menurut dia, filosofi kehidupan beragama sesuai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila, adalah umat yang mayoritas harus mengayomi umat yang minoritas. 

“Kalau soal cara beragama boleh kita beda. Tapi soal Ketuhanan itu, adalah prinsip dasar yang harus dijunjung secara utuh agar enggak ada lagi, kita mengkafir-kafirkan seseorang.  Ini,  karena Pancasila itu landasan Idiologi dalam berbangsa dan bernegara,” tegas Prof Gatot. 

Ketua Program Studi Doktoral Fakultas Hukum Unram itu menegaskan, Pancasila merupakan dasar negara dan idelogi bangsa yang mampu menciptakan kedamaian. Dulu orang tidak berani menguatkan Pancasila, tetapi saat ini zaman keterbukaan dan demokrasi, sehingga Empat Pilar Kebangsaan harus terus ditanamkan dalam setiap individu. 

Dengan adanya fakta, sudah empat kali dilakukan amandemen UUD 1945, maka ada satu semangat beragama bangsa Indonesia yang hilang. Yakni nila kasih sayang. 

“Maka tugas kita bersama untuk mengembalikan bahwa konsep beragama bangsa kita sesuai dalam nilai luhur Pancasila adalah sosialis  relegius. Disitu, enggak bisa ditawar-tawar soal Idiologi itu. 

Maka, untuk mewadahi semangat Nasionalisme gotong royong. Caranya, hanya dengan kembali pada Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa. Serta, terus membumikan 4 Pilar Kebangsaan, seperti kali ini. 

BACA JUGA: Peringatan 53 Tahun RSUD Provinsi NTB

Sumbang  WHDI kota Mataram Rp 5 Juta

Rachmat Hidayat menyempatkan memberikan bantuan senilai Rp 5 juta dari kantong pribadinya untuk organisasi WHDI Kota Mataram.

“Silahkan dipakai uang ini baik-baik dalam rangka menjaga keberlangsungan organisasi dan kehidupan keumatan yang tetap mengamalkan semangat nilai luhur Pancasila dalam kehidupan nyata,” tandas Rachmat Hidayat. (*)

 

 

 




Sosialisasi Empat Pilar, Implementasi Pancasila di Kehidupan Sehari-hari

Saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Prof Gatot Dwi Hendro Wibowo ingatkan, kebinekaan bangsa harus dirawat dan dijaga 

MATARAM.lombokjournal.com ~  Implementasi penerapan empat pilar kebangsaan itu, menjadi kunci pedoman dalam membangun karakter bangsa.

“Implementasi itu jadi satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Ketuhanan itu adalah segala-galanya. Disitu, Pancasila harus dipratekkan dalam kehidupan nyata dan keseharian, termasuk dengan alam semesta kita,” tegas Rachmat Hidayat. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Bantu Ruang Kelas Baru di Ponpes Lotim

Saat sosialisasi Empat Pilar Rachmat ingatkan pentingnya implementasi Pancasila

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat menyampaikan itu saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di daerah pemilihannya. 

Kali ini, Kota Mataram menjadi lokasi pembekalan pemahaman kepada publik tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, Minggu (06/11/22). 

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB itu mengatakan, untuk mencapai hal tersebut, sosialisasi harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Dengan begitu, siapapun tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk, seperti terorisme dan radikalisme.

“Yang pasti, prinsip dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, juga kemanusiaan itu memanusiakan manusia. Inilah maksud persatuan itu jangan ada pecah belah. Maka, membangun karakter bangsa itu tidak ada habisnya,  disitu kita penting untuk saling menghargai. Itulah makna implementasi pembangunan karakter akan terus berlanjut sepanjang zaman. Oleh sebab itu, pendekatan yang berbeda diperlukan untuk menghadapi perubahan,” jelas Rachmat. 

Dalam sosialisasi yang dihadiri puluhan kader dan pengurus PDI Perjuangan Kota Mataram. Dua narasumber dihadirkan. Yakni, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo,  Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram, Dr. Alfin Syahrin dan Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur Jakarta, Dr. Hakam Ali Niazi.

Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo memuji kiprah Anggota DPR RI H. Rachmat dan partainya yang dianggap konsisten dalam menjaga pondasi bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika selama ini. 

“Menjaga dan merawat Pancasila itu, bukan hanya dengan dihafalkan tapi harus di ejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini karena Pancasila sesuai kata bung Karno diambil dari jiwa bangsa,” tegas dia. 

Prof Gatot mendaku, kristalisasi Pancasila dan UUD 1954 itu, tercermin dalam pluralisme warganya. Dalam ajaran agama Islam, terkandung makna bahwa keberagaman itu adalah sebuah rahmat. 

Sebagai sebuah entitas bangsa plural, tentunya  jika ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sebagai isu komoditas politik, kader PDI Perjuangan diharapkan tidak kepancing pada hal itu. 

“Kita ini bukan negara agama, pendekatan kita sudah jelas adalah Pancasila. Maka, keberagaman sebagai sebuah fakta historis harus kita dudukan pada porsinya. Yakni, agama itu, adalah spirit. Jadi siapapun enggak boleh lagi melakukan praktik mengkonfrontasi, antara agama dan Pancasila,” ujar Gatot. 

Ia mengajak kader PDI Perjuangan di Kota Mataram serta warga NTB, agar tidak lagi mau terpengaruh pada sifat-sifat yang mengkonfrontasi antara agama dan Pancasila. 

Sebab,  NKRI adalah tempat warga berhimpun untuk menyatukan persepsi dan gagasan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Karena itu, pilihan idiologi Pancasila yang sudah dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia, sudah sangat komplit dan sangat brilian dalam mengatur berbagai sendiri kehidupan warganya. 

Salah satunya, pada rumusan Sila Pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Itu artinya, bangsa Indonesia, sudah sangat yakin pada Tuhan. 

“Semua agama di negara Indonesia tak hanya Islam, menyakini adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. Nah, kalau saya ibaratkan itu, NKRI itu, adalah sebuah kapal besar.  Maka, jangan sampai  ada yang berani coba-coba melobanginya. Sebab, jika sampai ada yang melobangi, tentu kapal besar itu akan bocor dan oleng,” papar Prof Gatot.

Ia berharap para kader PDIP NTB dibawah komando H. Rachmat Hidayat, agar tak henti terus merawat dan menjaga keutuhan NKRI dari jeratan para pihak yang ingin melunturkan rasa nasionalisme warga Indonesia. 

“Tantangan kita semua, termasuk kader PDI Perjuangan adalah melawan para pihak yang ingin terus melunturkan asas nasionalisme. Yang pasti, kegiatan kayak sekarang ini adalah upaya kita untuk terus memberikan pemahaman bahwa idiologi Pancasila, harus terus digelorakan karena Pancasila merupakan cara pandang bangsa yang sudah utuh dengan spirit terkandung didalamnya, adalah mengatur segala lini kehidupan warganya,” jelas Prof Gatot. 

BACA JUGA: Gubernur Bang Zul Kunjungi BTN Rembige, Mataram

Terpisah, Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram, Dr. Alfin Syahrin, menambahkan, keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa, justru konsepnya digali berdasarkan nilai luhur bangsa Indonesia. 

“Perbedaan itu bukan sumber perpecahan tapi menjadi falsafah bangsa. Kalau ingin bangsa kita terus menghormati nilai luhur bangsa, maka jadikanlah perbedaan itu sebuah khazanah untuk memperkaya dan memperkuat jati diri khazanah bangsa Indonesia,” tandas Alfin Syahrin.(*)

 

 




Ulama Jangan Jauhi Politik, Ini Harapan Bang Zul

Sebagai orang-orang baik, maka ulama diharapkan Bang Zul memberi kontribusi positif terhadap kehidupan politik 

DOMPU.lombokjournal.com ~ Para Ulama diharapkan agar tidak menjauhi politik, sebaliknya sebagai orang-orang baik seharusnya bisa terjun memberikan kontribusi yang positif terhadap politik di negeri ini. 

Hal tersebut disampaikan Bang  Zul, sapaan akrab Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah, saat audiensi bersama Tokoh Masyarakat Desa O’o, Dompu Timur, Selasa (18/10/22).

BACA JUGA: Roadshow Industrialisasi di Kabupaten Dompu

Kata Bang Zul, ulama harus masuk ke politik agar kekuasaan tidak di tangan orang jahat

“Jangan alergi dengan politik, karena kalau orang-orang baik jauh dari politik maka kekuasaan akan berada di tangan orang jahat,” tutur Bang Zul.

Ia menambahkan, dengan memiliki kekuasaan, seorang pemimpin bisa menentukan nasib orang banyak juga menolong orang miskin dan orang yang lemah dengan kekuasaan yang ada. 

Sementara itu, Mantan Ketua Adat Donggo, Dompu, Haidir menyampaikan, seiring dengan meningkatnya Dakwah Islam, kemajuan dari pembinaan moral masyarakat Dompu sangat baik. 

“Cara pandang kami terhadap negara dan politik itu sudah banyak berubah dan kami juga sekarang banyak terlibat untuk membina bersama umat berjuang untuk mempertahankan negeri,” ucap Haidir. 

Di sisi lain, mayoritas penduduk Kabupaten Dompu adalah petani. Masyarakat berharap pemerintah setempat dapat mengantisipasi dan menetapkan harga pupuk yang pasti untuk para tani.

Tahun kemarin pupuk non-subsidi dapat dibeli dengan harga Rp 450.000 per sak, tetapi sekarang naik hingga Rp 600.000 per sak.

Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST., menjelaskan bahwa, untuk stok pupuk para petani sebenarnya sudah cukup, tetapi adanya penjarahan menyebabkan pupuk tidak terdistribusi dengan maksimal. 

BACA JUGA: Program Beasiswa Dikenalkan pada Mahasiswa Dompu

“Para distributor pupuk sudah berjanji, bagi pengecer yang bermain-main akan langsung kami cabut izinnya,” pungkas Syahrul.***

 




Ultah ke 58, Partai Golkar KLU Gelar Jalan Sehat

Memperingati Ultah ke 58, seluruh DPD Partai Golkar seluruh Indonesia melakukan jalan sehat untuk mendekatkan kepada nasyarakat

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 pada tanggal 20 Oktober 2022 mendatang, Partai Golongan Karya (Golkar) menggelar  jalan sehat yang berlangsung di Lapangan Tioq,Tata,Tunaq pada Minggu (16/10/22).

Jalan sehat ini merupakan rentetan kegiatan DPD II Partai Golkar Lombok Utara 

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD II Golkar KLU Mariadi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Lombok Utara, serta diikuti ribuan peserta, kader dan simpatisan partai berlambang pohon beringin tersebut.

BACA JUGA: Festival Lasqi NTB, Tiga Peserta KLU Raih Juara

Pengurus DPD II Partai Golkar Lombok Utara, Mariadi yang ditemui usai kegiatan mengungkapkan, kegiatan ini berlangsung di seluruh Indonesia. 

“Seluruh DPD I dan DPD II Partai Golkar melakukan kegiatan untuk memperkenalkan diri kepada nasyarakat,” katanya. 

Pada puncaknya pada tanggal 20 yang akan datang, baik fraksi, anggota, serta pimpinan golkar di daerah akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti konsolidasi. Acara utamanya,

mendengarkan arahan DPP menyangkut gelaran pesta demokrasi yaitu Pileg, Pilpres, dan juga Pilkada.

“Maka momen ini jadi kepentingan kami untuk mendekatkan partai golkar kepada komponen masyarakat, adapun nanti seperi apa hasilnya maka ini adalah proses politik yang terus berjalan,” ungkap Mariadi.

Pihaknya mengapresiasi masyarakat yang sudah hadir dari lima kecamatan di Lombok Utara. Sebelum jalan sehat, digelar senam sehat, serta disediakan doorprize seperti kulkas, tv, mesin cuci, sepeda gunung, sepeda listrik, kompor, megicom, setrika, sembako dan lainnya. 

Biaya dari kegiatan ini adalah urunan anggota fraksi yang ada. Kegiatan jalan sehat start dari Lapangan Tioq tata tunaq, menuju Karang Raden, terus ke Gubug Baru dan kembali ke lapangan.

“Sesuai tingkatannya DPD I adakan sendiri dan DPD II juga mengadakan sendiri se Indonesia. Saya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar KLU cukup puas dengan kehadiran massa yang cukup banyak karena ini rentetan hut golkar,” jelasnya.

Untuk Pemilihan Legislatif yang akan datang, Mariadi secara tegas menyebutkan Golkar harus menjadi pemenang di Lombok Utara.

Kursi di DPR saat ini tercatat 4 kursi, pada pileg nanti fokusnya yaitu untuk menambah 2 kursi lagi. Jadi masing-masing dapil minimal ditargetkan akan terisi 2 kursi, kemudian untuk dapil III pihaknya berusaha untuk mempertahankan 2 kursi yang sudah ada. 

Dengan demikian, muaranya golkar akan lebih berpeluang untuk tampil di pilkada yang akan datang.

“Karena modal kita pada pileg yang akan datang menargetkan menang pilkada, jadi target kami di masing dapil ada 2 anggota,” tegasnya.

Golkar disebutnya sudah memiliki strategi kendati itu tidak diungkap Mariadi, namun yang jelas pihaknya akan menampilkan kader yang dikehendaki rakyat. Dengan menerapkan standar PDLT yaotu Pendidikan, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela. 

BACA JUGA: Shell Eco Marathon Ditutup, Ini Pesan Bang Zul

Karena itu penting dalam rangka membawa mandat rakyat ketika nanti sudah diamanahkan. Selanjutnya, konsolidasi partai ini tidak akan pernah dihentikan dan ini bagian daripada konsolidasi partai.

“Kemudian nanti akan ada kegiatan-kegiatan di semua kecamatan sampai dengan di desa. Kita harap ini akan menunjang suara golkar,” katanya.***

 

 




Bantuan Kursi Roda di Hari Disabilitas di Lombok

Sambut hari Disabilitas, Rachmat Hidayat mengunjungi warga disabilitas di Dusun Lekong Narmada, Rachmat Hidayat dan bagikan bantuan kursi roda 

LOBAR.lombokjournaL.com ~ Menyongsong Hari Disabilitas Internasional atau International Day of Persons with Disabilities (IDPD) yang jatuh tanggal 3 Desember, Anggota Komisi VIII DPR RI dapil Lombok dari PDI Perjuangan, Rachmat Hidayat  membagikan bantuan kursi roda untuk warga disabilitas, Rabu (12/10/22).

Rachmat Hidayat didampingi Kepala Sentra Paramita, H. Sudirman dan Staff Paramita, Den Ardani AS, mengunjungi warga disabilitas di Dusun Lekong Dendek, Desa Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Lombok Barat,

BACA JUGA: Mulud Adat Bayan, Ini Haraoan Gubernur NTB

Rachmat Hidayat serahkan bantuan kursi roda karena prihatin

Selain itu juga mengunjungi Dusun Kalitemu, Desa Kalianyar, Kecamatan Terara, Lombok Timur.

Di Desa Dasan Tereng, Narmada, Rachmat membagikan kursi roda adaptif yang telah didesain sesuai kebutuhan pengguna.

 Penerima kursi roda tersebut adalah Rayudi Junanda (27) yang mengalami kelumpuhan akibat mengalami pengeroyokan. 

Bagian kepalanya dipukul, sehingga menyebabkan dia mengalami kelumpuhan setelah operasi.

Ibu Rayudi saat ini bekerja di luar negeri, sementara sang kakak berada di tahanan Lapas karena tersangkut kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sementara ayahnya kini menganggur karena harus mengurusi anaknya.

Nurti (51) ayah Rayudi mengatakan anaknya dijemput, lalu tiba-tiba mendapat kabar anaknya dikeroyok oleh orang. Mirisnya, kasus pengeroyokan tersebut belum diusut pihak kepolisian.

“Setelah kejadian itu dia lumpuh. Sampai saat ini kasus itu tidak diproses (di Polsek Narmada),” katanya.

Sedangkan di Dusun Kalianyar, Lombok Timur, Rachmat Hidayat juga membantu memberikan bantuan kursi roda untuk dua kakak beradik penyandang disabilitas. 

Anak pertama bernama Lalu Hakim Wirapaksi (9) mengalami kelumpuhan akibat cerebral palsy (gangguan otot gerak). Dia diberi bantuan kursi roda adaptif. 

Sedangkan anak kedua bernama Baiq Arumi Zahra (1 tahun) yang mengalami epilepsi dan Dandy Walker Sindrom, dia juga diberikan bantuan Backsleep untuk terapi tangan dan kaki. 

Kepala Sentra Paramita, H. Sudirman mengatakan kedua orangtua anak penyandang disabilitas masih hubungan darah. 

Ayahnya berprofesi sebagai buruh harian lepas yang berpendapatan Rp500 per bulan. Sementara ibunya hanya berpenghasilan rata-rata Rp300 ribu per bulan.

“Menurut keterangan pemerintah desa setempat, kedua orangtua anak masih hubungan darah. Kondisi perekonomian mereka tidak cukup untuk membiayai pengobatan anaknya. Sehingga bantuan seperti ini terasa sangat berarti,” katanya.

Sang ayah, Lalu Golan, mengatakan anaknya Lalu Hakim mengalami kejang, kemudian dibawa ke rumah sakit untuk diopname dua malam.

“Namun dalam seminggu sering kejang. Kita tidak punya biaya untuk pengobatan setelah mengetahui hasil scannya radang otak. Sekarang mengalami lumpuh layu,” ujarnya.

Kades Karang Anyar, Lalu Miswan Jayadi mengapresiasi kepedulian Rachmat Hidayat terhadap warganya yang mengalami kelumpuhan.

“Saya atas nama pribadi mewakili masyarakat mengucap beribu terimakasih atas perhatian Rachmat Hidayat yang membantu warga kami,” ujarnya.

Dia mengatakan, selain dua warga yang mengalami kelumpuhan ini, banyak warga juga yang memiliki rumah tidak layak huni dan hidup miskin.

“Bapak Rachmat Hidayat sudah menyuruh saya untuk mendata semua warga miskin dan yang memiliki rumah kumuh untuk selanjutnya akan dibantu,” katanya.

Rasa Kemanusiaan

Rachmat merasa sangat prihatin dengan kondisi perekonomian keluarga dan anak yang mengalami kelumpuhan, sehingga berupaya membantu dengan memberi kursi roda adaptif. Tidak hanya itu, dia dan keluarganya diberikan aneka makanan kaya nutrisi yang membantu gizi keluarga.

Rachmat Hidayat mengatakan, bantuan tersebut semata-mata soal kemanusiaan. Dia juga menugaskan para kader PDIP untuk mendata warga disabilitas dan miskin di desa masing-masing.

“Bantuan ini saya berikan bukan bermaksud apa-apa, tapi karena rasa kemanusiaan. Saya juga meminta para kader PDIP untuk mendata warga disabilitas maupun warga kurang mampu di desa-desa untuk kita upayakan bantuan,” katanya.

Pada dua lokasi tersebut, Rachmat Hidayat membagikan puluhan kursi melalui masing-masing DPC PDIP. Namun sejak jauh hari pembagian kursi roda terus dilakukan mencapai ratusan unit.

Dia mengatakan, bantuan tersebut berkaitan dengan posisinya di Komisi VIII DPR RI yang berkaitan dengan sosial.

“Saya sudah perintahkan pengurus partai dan konstituen untuk mendata warga masyarakat yang miskin, cacat, pedagang kecil, madrasah dan ponpes agar bisa diberikan bantuan langsung secara cepat tanpa prosedur yang berbelit plus tidak ada potongan apapun,” ujarnya.

BACA JUGA: Wagub NTB: Stop Kirim Buruh Migran Ilegal

Rachmat juga minta Kades Karang Anyar, Lalu Miswan Jayadi agar memanfaatkan dirinya sebagai anggota legislatif Dapil Lombok untuk bisa membantu warganya yang miskin. 

“Saya tadi ngomong sama Kades Karang Anyar agar mendata warganya yang rumahnya kurang layak, agar bisa diberikan bantuan Rehab RTLH,” ujarnya.

Dalam penyaluran bantuan sosial tersebut, hadir Ketua DPC PDIP Lombok Barat, HL Muhammad, Anggota DPRD Lombok Barat dari PDIP Dapil Narmada – Lingsar, Sardian, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP NTB, Endang Yulianti, Kasi Disabilitas Dinas Sosial Lombok Timur, Baiq Eni Iswantari dan Wakil Ketua 2 DPC PDIP Lombok Timur, Ahmad Amrullah. (*)

 




Jangan Kaget, Siapa Presiden Pilihan Pengusaha 

Ini jangan kaget, beberapa pengusaha sudah menyebut langsung nama Calon Presiden

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Siapakah calon Presiden RI tahun 2024 yang jadi favorit para pengusaha Indonesia?

Memang banyak nama Calon Presiden yang digadang-gadang Partai Politik. Sebelum usai masa jabatan periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja, bursa Calon Presiden dipenuhi dugaan-dugaan nama dari berbagai kalangan.

Namun kini sudah ada dua nama calon presiden yang telah diumumkan.

BACA JUGA: IronMan 70.3 Lombok,NTB Destinasi Sport Tourism Dunia 

Mereka di antaranya adalah Anies Baswedan yang mendapat dukungan dari partai Nasdem, dan yang terbaru Ganjar Pranowo yang mendapat dukungan dari PSI untuk maju di Pemilu 2024.

Tentu saja para pengusaha punya pandangan sendiri tentang figur yang dinilai pantas masuk panasnya persaingan para ‘calon penerus’ Jokowi.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang perdagangan Kadin Benny Soetrisno berharap, nantinya akan lahir pemimpin yang mampu mengakomodasi dunia usaha.

“Presiden yang mau mendengar dan memberikan ekosistem berusaha, karena belanja negara APBN & APBD sumber utama dari pajak,” ujarnya seperti dilansir CNBC Indonesia, belum lama ini.

Karena nama calon itu sudah mengerucut pada dua nama yakni Anies dan Ganjar, pengusaha senior itu pun menyebut nama calon presiden pilihannya sejak saat ini.

“Kalau objective dari dua kandidat tersebut tentu saya memilih Ganjar, kebetulan usaha saya banyak di Jawa Tengah dan Ganjar deliver apa yang sudah di sepakati atau dijanjikan,” kata Benny yang juga Presiden Direktur PT Apac Inti Corpora.

Benny pun menyampaikan, siapa pun yang akan terpilih sebagai Presiden, maka bakal menghadapi sejumlah tantangan di depan mata. 

Apalagi kondisi saat ini masih dipenuhi ketidakpastian.

“Kestabilan ekonomi menjadi syarat mutlak kestabilan Politik Demokrasi, daya beli masyarakat harus di jaga dengan berbagai bantuan sosial, sehingga putaran aktivitas ekonomi terjaga,” kata Benny.

Melihat pengalaman Pemilu 2014 dan 2019, dunia usaha sempat terguncang akibat ketidakpastian adanya Pemilu. 

BACA JUGA: Andy Wibowo The Firs Male Finisher IronMan 70.3 Lombok

Namun, itu menjadi momentum belajar bagi dunia usaha untuk bersiap-siap dalam mengantisipasinya.

“Antisipasi dalam bentuk koordinasi dan kolaborasi rutin dengan Pemerintah (peraturan / kebijakan) melalui Kadin dan Apindo,” ujar Benny. ***

 




Beasiswa NTB Cara Buka Jendela Dunia, Ini Pesan Bang Zul

Jadi Pemateri Sekolah Politik Kebangsaan, Bang Zul ungkapkan manfaat Beasiswa NTB

MATARAM.lombokjourna;com ~ Banyak manfaat yang dapat diterima oleh siapa saja yang mengikuti Beasiswa NTB, terutama masyarakat NTB yang ingin menjadi tokoh Politik.

Hal tersebut disampaikan Bang Zul sapaan Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat menjadi pemateri dalam kegiatan Sekolah Politik Kebangsaan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram, di Kantor Balai Guru Penggerak NTB, Mataram, Minggu (02/10/22).

BACA JUGA: Bencana Sepakbola, 130 Tewas di Stadion Kanjuruhan

Kata Bang Zul, beasiswa NTB merupakan cara mengenalkan dunia
Gubernur Zulkieflimansyah

Menurut Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB, beasiswa NTB merupakan (salah satu) cara mengumpulkan talenta-talenta di NTB untuk mengenalkan dunia.

“Sehingga ke depan anak-anak NTB mampu mengenggam dunia di masa depan,” katanya.

Relasi atau pertemanan menjadi salah satu peran penting untuk menjadi tokoh politik yang hebat. Melalui Beasiswa NTB, hal ini dapat terwujud.

“Sekolah di luar negeri akan mendapatkan pola pertemanan yang baru dan lebih berwarna, hal ini penting dalam modal berpolitik. Saya berharap 15 hingga 20 tahun mendatang masyarakat NTB dapat menjadi tokoh politik yang hebat serta masyrakatnya tersebar diseluruh dunia,” terangnya.

Selain itu, Bang Zul panggilan akrab Gubernur dalam pemaparannya juga menceritakan kisahnya saat menjadi aktivis di Jakarta hingga pertama kali menjadi calon Leglislatif di Senayan.

Di akhir pemaparannya, ia juga berharap kegiatan seperti ini jangan berhenti namun harus diteruskan. Karena sangat bermanfaat bagi mahasiswa/mahasiswi yang ingin terjun ke dunia politik.

BACA JUGA: Kompetisi Studen Athletics Champion Resmi Dibuka

Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram, Iskandar, S.Sos., MA, mengucapkan terimakasih atas kesempatan Gubernur NTB dapat hadir sekaligus sharing mengenai pengalamannya selama berkarir di dunia politik.

“Terimakasih sudah memberikan imajinasi mengenai politik di masa depan serta pengalaman yang tak kalah menarik selama berkarir di dunia politik. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih,” ucapnya. ***

 

 




Rachmat Hidayat Sosialiasikan Empat Pilar Kebangsaan

Rachmat Hidayat Dorong Empat Pilar Kebangsaan Diamalkan dalam Kehidupan Sehari-Hari Masyarakat Pulau Lombok

LOTENG.lombokjournal.com ~ Angggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Lombok Tengah, Rabu (28/09/22). 

Sosialiasi tersebut bagian dari upaya nyata untuk terus membumikan nilai-nilai kebangsaan di Pulau Seribu Masjid.

“Sosialisasi empat pilar ini penting untuk terus menanamkan kesadaran kepada saudara-saudara kita tentang konsep berbangsa yang penuh toleransi, menghargai perbedaan, welas asih, gotong royong, dan patuh pada hukum,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut.

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Salurkan Banyuan UMKM di Lombok Timur

Rachmat Hidayat ingin empat pilar kebangsaan membumi di pulau Seribu Masjid

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah. 

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah ulama dan tuan guru, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sejumlah akademisi. 

Sementara Rachmat didampingi dua orang Anggota DPRD NTB dari PDIP, yakni H Ruslan Turmuzi dan H Lalu Budi Suryata. Sosialisasi berlangsung sejak pukul 14.00 Wita dan baru berakhir menjelang Magrib.

Rachmat menegaskan, dalam posisinya sebagai Anggota DPR RI yang sekaligus Anggota MPR RI, dirinya mengambil inisiatif untuk terus menggencarkan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. 

Pancasila adalah ideologi dan dasar negara. UUD 1945 adalah konstitusi negara. NKRI sebagai bentuk negara. Dan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara.

Keempat pilar tersebut kata tokoh kharismatik Bumi Gora ini, merupakan tiang penyangga yang menjadi panutan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Itu sebabnya, membumikan Empat Pilar Kebangsaan di Pulau Seribu Masjid sesungguhnya menjadi sebuah keniscayaan.

“Dengan empat pilar kebangsaan inilah kita bisa bersama-sama menjaga keutuhan dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.

Politisi senior kelahiran Lombok Timur ini memberi contoh bagaimana Pancasila mampu merefleksikan nilai luhur bangsa Indonesia, seperti religiusitas, kemanusiaan, nasionalisme, gotong royong, dan keadilan.

“Bung Karno menggali nilai luhur bangsa sehingga lahirlah Pancasila lewat permenungan yang mendalam. Pancasila telah terbukti lintas zaman dan lintas generasi dalam menjawab segala tantangan,” tandasnya.

Rachmat yakin sepenuhnya, tatkala Empat Pilar Kebangsaan ini membumi di tengah-tengah masyarakat, maka akan didapati masyarakat yang memiliki nilai-nilai kebangsaan yang semakin meningkat. 

Masyarakat yang semakin toleran, masyarakat yang merayakan perbedaan, dan sekaligus tentu masyarakat yang mampu membendung dan melawan penyebaran radikalisme di tengah-tengah mereka.

BACA JUGA: Penanganan Stunting Tanpa Pemotongan TPP ASN NTB

“Empat Pilar Kebangsaan ini sama-sama kita ikhtiarkan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

Bersatu dan Kokoh

Ditegaskan Rachmat, untuk terus maju dan berkembang, daerah-daerah di Pulau Lombok mensyaratkan agar masyarakatnya tetap bersatu dan kokoh. Dan penguatan masyarakat sangat ditentukan oleh pilar-pilar kehidupan yang menopangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rachmat mengingatkan, bagaimana Lombok Tengah kini menjadi salah satu daerah yang akan terus memantik perhatian dunia. 

Lombok Tengah yang memiliki Mandalika dimana terdapat Sirkuit MotoGP, tempat berlangsungnya ajang balap motor paling akbar di dunia, adalah magnet utama wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara datang berkunjung ke Pulau Lombok.

Sebagai destinasi wisata kelas dunia, Mandalika kini menjadi daya tarik utama investasi di NTB. 

Triliunan investasi ada di sana yang akan menjadikan Mandalika sebagai pusat ekonomi dan pusat pertumbuhan baru di Lombok dan Bumi Gora, dan akan membuka banyak lapangan kerja.

Tentu saja, kata Rachmat, keberadaan Mandalika adalah jalan untuk menuju kesejahteraan yang telah lama diidamkan. 

Namun, hal tersebut baru bisa akan dicapai, manakala masyarakat Lombok Tengah dan masyarakat NTB secara umum, bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan. Bersama-sama menjaga daerah.

Rachmat menekankan, pentingnya keseimbangan ekonomi. Pentingnya dipastikan agar pertumbuhan ekonomi bisa inklusif dan bukan menghadirkan pertumbuhan yang eksklusif. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tersebut dampaknya bisa dinikmati dan dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat kecil. 

Bukan oleh sebagian masyarakat belaka.

“Agar pembangunan ini bisa menghadirkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, peningkatan kualitas SDM yang merata menjadi sebuah prasyarat,” kata Rachmat.

Pada kesempatan tersebut, Dia juga mengingatkan tentang proses Pesta Demokrasi yang tahapannya kini sudah dimulai dan puncaknya akan berlangsung pada tahun 2024. 

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini ingin Pemilu menghadirkan kegembiraan di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, Pemilu hendaknya dijauhkan dari ajang gontok-gontokan. Dijauhkan dari ajang fitnah memfitnah. Pemilu tidak boleh riuh dengan ujaran kebencian dan berita-berita kebohongan.

“Pemilu yang menghadirkan kegembiraan itulah yang dikehendaki oleh Pancasila yang menjadi falsafah dan dasar negara kita,” katanya.

Dia menekankan, sebagai miniatur Indonesia, masyarakat NTB sungguh diberkahi dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Dan semuanya itu akan menjadi modal besar bagi pembangunan daerah tatkala dirangkai dalam untaian kebangsaan.

BACA JUGA: Pengurus Asprov NTB Jangan Rangkap Jabatan

Rencananya, jika tak ada aral melintang, setelah di Lombok Tengah, sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan akan dilakukan Rachmat di daerah lain di Pulau Lombok. Seperti di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Utara.(*)

 




Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan UMKM di Lombok Timur

Anggota DPR RI Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan UMKM untuk Dua Kecamatan di Lombok Timur

LOTIM.lombokjournal.com ~  Anggota Komisi VIII DPR RI dapil Pulau Lombok, H Rachmat Hidayat menyalurkan dana bantuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ke masyarakat di Pulau Lombok.

Bantuan disalurkan di dua kecamatan di Lombok Timur. Lokasi pertama disalurkan di Dusun Batu Mora Timur, Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Lombok Timur sebanyak 40 pelaku UMKM. 

Sementara lokasi kedua bertempat di Dusun Serumbung, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur sebanyak 48 pelaku UMKM. 

Bantuan UMKMdi Lotim dari Rachmat Hidayat, untuk tingkatkan daya beli masyarakat dan menguatnya UMKM

Bantuan UMKM tersebut disalurkan oleh Ketua DPC PDIP Lombok Timur, Ahmad Sukro dan Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur Bidang Kaderisasi dan Ideologi Ahmad Amrullah pada Rabu, (28/09/22).

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Panta Penyaluran Bantuan BBM di Pulau Lombok

Ketua DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Sukro menyampaikan salam takzim anggota DPR RI Rachmat Hidayat kepada seluruh masyarakat yang hadir. 

Bantuan tunai tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian H Rachmat Hidayat kepada masyarakat pelaku UMKM.

“Salam hormat, beliau (Rachmat Hidayat, red) tidak bisa hadir karena masih di Jakarta. Kami mewakili beliau menyampaikan apa yang menjadi keinginan Bapak/Ibu. Alhamdulillah beliau mampu menunaikannya,” kata Ahmad Sukro.

Pihaknya berpesan, agar pelaku penerima manfaat bantuan dana UMKM dapat memanfaatkan uluran tangan tersebut dengan baik untuk membantu kepentingan usaha dan kehidupan sehari-hari.

Ahmad Sukro menegaskan, kegiatan tersebut akan menjadi silaturrahim pertama dengan masyarakat. Pihaknya berkomitmen untuk terus hadir menjawab persoalan di tengah masyarakat. 

“Ini silaturrahmi kita yang pertama. Ke depan, apa yang bisa kita perjuangkan untuk kemashalahatan akan menjadi bagian dari komunikasi kita secara berkelanjutan,” tegas Ahmad Sukro.

Senada dengan Ahmad Sukro, Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur Bidang Kaderisasi dan Ideologi, Ahmad Amrullah berharap masyarakat pelaku UMKM dapat solid dan berkomitmen melihat siapa saja yang telah berbuat dan membantu masyarakat.

Bantuan UMKM tersebut, kata Amrullah merupakan wujud sinergi dan kepedulian terhadap pembangunan ekonomi kerakyatan, yang harus dilakukan bersama-sama.

“Jika UMKM maju, maka perekonomian daerah pun akan ikut maju. Akibatnya, akan menumbuhkan masyarakat, baik dari ekonomi, kesehatan, maupun sektor lainnya,” jelasnya.

Masyarakat pelaku UMKM, kata Amrullah telah menghadapi masa sulit selama dua tahun pandemi. Pemerintah melalui H Rachmat Hidayat berusaha hadir memberikan bantuan penguatan modal.

“Di masa pandemi Covid-19 yang telah 2 tahun lebih melanda kita, banyak para pelaku UMKM yang terkena imbas sehingga banyak yang mengalami kemunduran, bahkan ada yang tutup, karena itu, H Rachmat Hidayat memberikan bantuan modal kepada masyarakat di Lombok Timur agar dapat survive,” ujarnya.

Ahmad Amrullah ingin bantuan ini tidak dapat disalahgunakan oleh penerima untuk tujuan lain.

“Kami menyadari, para pelaku UMKM ini untuk dapat terus bertahan banyak yang terkendala dengan modal, karena itu kita hadir untuk memenuhi hal tersebut. Kami selaku perpanjangan dari H Rachmat Hidayat mempunya tanggung jawab untuj menyampaikan aspirasi masyarakan untuk ditunaikan,” tukasnya.

Lebih lanjut, Amrullah menuturkan, bantuan yang diberikan dalam rangka menjaga keberlangsungan roda-roda perekonomian yang ada di Lombok Timur. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan Sosial dan Sumur Bor di Lombok Timur

Karena itu, H Rachmat Hidayat ingin membantu secara masif para pelaku ekonomi mikro maupun menengah bagi tumbuh kembang dan semangat pelaku usaha.

Di lokasi kedua, yakni di Desa Pemongkong, Amrullah secara khusus menyampaikan kepada masyarakat bahwa H Rachmat Hidayat merupakan wakil seluruh masyarakat Lombok.

“Beliau menempatkan diri sebagai wakil masyarakat seluruhnya. Kita dibina, tolong kita tunjukkan juga konsistensi kita terhadap beliau,” bebernya.

Ketua Pemuda Desa Montong Baan Muhammad Putrajab menyampaikan apresiasi dan terima kasih tak terhingga kepada Anggota Komisi VIII DPR RI H Rachmat Hidayat yang telah mendengarkan aspirasi masyarakat.

Pihaknya berkomitmen untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan anggota DPR RI kelahiran Lombok Timur.

“Atas nama masyarakat, kami menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada H Rachmat Hidayat atas bantuan yang telah diberikan kepada pelaku UMKM,” katanya.

Pihaknya berharap dapat terus membangun komunikasi yang intens dengan H Rachmat Hidayat.(*)