32 orang petugas upacara, terdiri dari 28 anggota Paskibraka Provinsi NTB dan 4 Komandan Pasukan dari anggota TNI, sebagai pasukan Pengibar Bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi tanggal 17 Agustus 2016 di Lapangan Bumi Gora dikukuhkan Wakil Gubernur NTB, Selasa (16/8) sekitar pukul 19.30 WITA di Pendopo Gubernur NTB,
“Terpilih sebagai anggota Paskibraka adalah suatu prestasi yang patut dibanggakan,” kata Wakil Gubernur, H Muhammad Amin.
asukan Paskibraka ini sebelumnya menjalani pelatihan mulai tanggal 6 Agustus 2016 sampai dengan 16 Agustus 2016. Pengukuhan ini merupakan salah satu unsur kegiatan wajib bagi seorang Paskibraka sebelum mengibarkan duplikat Bendera Merah Putih.
Anggota Paskibraka terpilih melalui proses seleksi ketat, latihan berat yang menyita perhatian, waktu dan energi. “Semoga kebanggaan dan kehormatan sebagai anggota Paskibraka, menjadi motivasi bagi saudara-saudara dalam meraih prestasi gemilang di masa depan,” ujar Wakil Gubernur dengan penuh rasa bangga kepada anggota Paskibraka yang dikukuhkan.
Rer.
Dewan Laporkan Warga, Massa Datangi Kantor DPRD KLU
Massa Juga Protes Anggaran Kunker Dewan
LOMBOK UTARA – lombokjurnal.com
Ratusan massa seruduk Kantor DPRD Kabupaten Lombok Utara, Senin (15/8). Aksi itu buntut lanjutan dari laporan dewan terhadap warga kecamatan Bayan (RAB-red) yang dianggap menghina institusi lembaga DPRD Lombok Utara.
Aksi itu memprotes tindakan dewan yang dianggap terlalu reaktif menyikapi tulisan warga di akun media sosial yang dianggap menghina dan dilaporkan ke kepolisian. Warga yang tergabung beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Lombok Utara itu menggelar aksi menuntut dewan mencabut laporan yang telah dilayangkan ke aparat kepolisian.
Pantauan media ini, warga yang datang dari berbagai wilayah kecamatan itu mulai pukul 22:00 Wita. Kedatangan kali ini sebagai buntut dari adanya pernyataan dewan via pesan singkat yang menganggap LSM dan ormas di KLU tidak berani anarkis sampai menimbulkan kerusakan.
Mereka tak bbisa menahan emosi, masuk ke gedung dewan merusak meja kursi yang ada di ruang rapat utama. Beberapa massa kemudian mencari dan mengejar oknum dewan yang melayangkan pesan via sms tersebut.
Pada aksi tadi malam massa pun yang ikut jauh lebih besar dari kemarin pagi. Penambahan massa aksi ini sebagai bukti janji mereka yang akan menggelar aksi kembali dengan mendatangkan massa jauh lebih besar bila tuntutan mereka tidak direspon.
“Dewan ini tak pernah gubris kemauan kita, malah mereka melayangkan pernyataan menantang, akibatnya ya kami rusak fasilitas kantor ini,” celoteh seorang pendemo dengan nada tinggi.
Tidak Transparan
Massa aksi juga menuntut dewan transparan terhadap penggunaan anggaran kunjungan kerja yang dianggap cuma menghamburkan-hamburkan anggaran daerah. Menurut mereka, hasil kunker selama ini nihil sedangkan anggaran daerah yang terkuras amat besar yaitu Rp. 9,14 miliar tiap tahun.
Terbukti, selama ini dewan sama sekali belum melahirkan usulan peraturan daerah inisiatif. Padahal, anggaran yang dikeluarkan daerah cukup besar. “Dewan terhormat ternyata kedap kritik dan buta realitas. Padahal mereka dipilih oleh masyarakat. Dewan ini sangatlah berlebihan. Sikap ini mencerminkan dewan kita seperti anak kecil,” cetus Anton dalam orasinya.
Menurutnya, RAB yang mengkritik kualitas dewan karena rutin keluar daerah cuma menghabiskan anggaran daerah kurang lebih sebesar Rp. 440 juta setiap kali keluar daerah. Melihat hasil kinerja dewan selama ini belum maksimal dalam merealisasikan Prolegda. Dari 27 usulan eksekutif, dewan baru bisa menyelesaikan 11 Ranperda saja.
Di sisi lain, tidak pernah satu pun Perda diinisiasi Dewan. “Lalu apa kerjaan dewan yang selama satu bulan 4 kali melakukan kunjungan kerja,” teriak Anton.
Kalau memang tidak terima dengan kritikan dari masyarakat, lanjutnya, jangan jadi dewan. Pasalnya, dewan itu wakil rakyat yang dipilih untuk mewakili aspirasi rakyat di pemerintahan. “Jangan lupa, dewan itu dipilih masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya. Jangan marah kalau masyarakat mempertanyakan bagaimana hasil kinerja wakilnya,” ketusnya dengan suara keras.
Senada koordinator Aksi, Agus Salim juga meneriakkan, dewan bukanlah manusia suci yang tidak boleh dikritik rakyat. Upaya represif dewan yang berniat memenjarakan warganya ini sama saja merupakan bentuk penodaan perwakilan rakyat terhadap kebebasan berpendapat yang dijamin oleh Undang-Undang.
“Kami atas nama warga dayan gunung bersatu dalam Aliansi Masyarakat Menolak Kriminalisasi Warga menggelar aksi solidaritas untuk RAB menuntut dewan mencabut laporannya ke polisi itu 1×24 jam,” teriak Agus cukup lantang.
Dewan dihimbau untuk mengurangi kunker yang tidak bermanfaat guna mengefisienkan anggaran daerah. Yang terakhir adalah dewan jangan lagi melakukan kriminalisasi terhadap masyarakat yang memberikan kritik.
djn
PKB Lombok Barat, Siapkan Kader Dampingi Fauzan Halid
LOMBOK BARAT – lombokjournal.com
Masih kosongnya kursi Wakil Bupati, menjadi incaran pollitisi di Lombok Barat yang dulu partainya menjadi partai pengusung BUpati Fauzan Halid. Dari kelima partai pengusung; masing-masing Partai Golkar, Partai Demokrat PDI Perjuangan, PAN dan Partai HANURA muncul tiga jago yang disebut-sebut, yaitu Hj Sumiatun (Golkar), H Umar Said (Golkar), F. Farinduan (non partai), dan belakangan sering disebut, Lalu Sajim Sastrawan.
H Muhammad Jamhur
Di luar partai pengusung, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lombok Barat, juga menyiapkan kadernya. “Sekalipun bukan sebagai partai pengusung, tapi juga menyiapkan kadernya untuk mendampingi bupati,” kata H Jamhur, anggota Komisi III DPRD Lombok Barat, hari Minggu (14/8).
Menurut Jamhur, PKB punya kader yang layak mengisi kursi Wakil Bupati, antara lain, TGH Khudori (DPRD Provinsi NTB) dan Ir Sulhan Muhlis (Wakil ketua DPRD Lombok Barat).
Dari Giri Menang dikabarkan, meski banyak nama muncul hanya dua nama yang akan disodorkan DPRD yang kemudian dipilih Bupati Fauzan Halid untuk proses selanjutnya. Dua nama dari partai pengusung yang santer disebut, yaitu Farinduan dan Hj Sumiatun. Dua nama itu berasal dari internal partai pengusung.
Nama-nama itu segera diverifikasi oleh Panitia Pemilihan (Panlih) yang akan mengirimkan calon Wakil Bupati itu ke Mendagri. Namun saat ini sedang berlangsung proses pembentukan Panlih yang akan menyusun Tatib.
Panlih harus bergegas menyusun tatib. Jangan sampai terlambat, sebab delapan bulan sebelum berakhirnya masa jabatan Bupati, tak bisa lagi mengisi kursi Wakil Bupati. Perlu diketahui, Lombok Barat akan melangsungkan pemilihan Bupati berikutnya pada tahun 2018.
“PKB hanya wait and see. Tapi, posisi PKB bisa menentukan,” kata Jamhur.
Meski bukan partai pengusung, karena umumnya partai menjalankan “demokrasi terpimpin” (ditentukan DPP), bisa jadi kader PKB masuk bursa yang akan mendampingi Fauzan Halid.
Emas F
Baru Di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Terpasang Traffic Light
MATARAM – lombokjournal.com
Kabupaten Lombok Utara (KLU) saat ini baru mempunyai traffic light yang sudah terpasang baru di Kecamatan Pemenang di perempatan Pemenang menuju Bangsal. Di tiga kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Tanjjung, Gangga, Kayangan dan Bayan masih belum terpasang. “Memang sekarang di Pemenang belum berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Sekretaris Dishubkominfo, Ahmad Sujanadi, Minggu (14/3).
Menyinggung tentang kegiatan Penyuluhan Ketertiban Lalu Lintas dan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Transportasi Darat Tingkat Kabupaten Lombok Utara, dikatakan akan dibentuk Forum Pelajar Pelopor Keselamatan Transportasi. Selain itu dikatakannya, pengumuman pemenang Pelajar Pelopor Keselamatan Transportasi akan diumumkan usai upacara peringatan HUT RI ke 71 di Lapangan Tiuq Tata Tunaq, Tanjung.
“Tentang forum itu, maksudnya agar ada duta pelajar yang bisa menjelaskan pentingnya keselamatan transportasi di sekolahnya masing-masing,” terang Ahmad Sujanadi.
Susunan pengurus forum tersebut, masing-masing; Ketua: L.M. Rizal Efendi (SMA 1 Tanjung), Wakil Ketua: Doni Damara (SMA 1 Kayangan), Seretaris: Ayu Soliha (SMA 1 Pemenang), Bendahara: Kinanti Pratiwi (SMA 1 Bayan).
“Sangat diharapkan masing-masing sekolah di tingkat SMA/SMK di Lombok Utara, bisa mentaati aturan lalu lintas,” katanya.
Emas F
Wagub Lantik Pengurus Koordinator Cabang PMII NTB
MATARAM – lombokjournal.com
Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin., SH, M. Si melantik Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Nusa Tenggara Barat, periode 2016-2018, di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur Provinsi NTB, Jum’at (12/8).
PMII NTB diajak terus berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait, mengenai program apa yang akan dilaksanakan, khususnya dalam rangka mendorong tiga juta wisatawan ke NTB.
Wagub juga berpesan agar mahasiswa bisa berkontribusi lebih besar mendorong wisata halal di NTB. Saat ini NTB telah mewmperoleh predikat sebagai halal tourism destination.
“Kritis tetapi tetap solutif dan argumentative. PMII hendaknya jangan hanya mengkritik tetapi juga memberikan solusi dan argumentasi-argumentasi yang membangun”, pungkas wagub.
Rer
Perenang Kota Tarakan Seberangi Gili Trawangan – Bangsal
LOMBOK UTARA – lombokjournal.com
Kabupaten Lombok Utara (KLU) dipilih menjadi salah satu lokasi Ekspedisi Renang oleh perenang Kota Tarakan. Perenang dari Provinsi Kalimantan Utara itu akan melakukan renang solo dari Gili Trawangan Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang, menyeberang menuju Pelabuhan Bangsal Desa Pemenang Timur, hari Sabtu (13/8) pagi.
Bupati KLU, DR H Najmul Ahyar saat menerima Tim Ekspedisi Renang Kota Tarakan di Ruang Rapat Setda Kabupaten Lombok Utara
Ini merupakan kehormatan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kota Tarakan. Tim Ekspedisi Renang dari Kota tarakan itu dipimpin Kamarudin Abham.
Menurut Abham, ekspedisi renang akan dilakukan salah seorang PNS di Sekretariat Dewan Kota Tarakan, Ibrahim Rusli, kelahiran 1965. Ibrahim Rusli, lanjutnya, tidak asing dalam melakukan renang ekstrim melintasi pulau. Ibrahim pernah berenang dari Sebatik Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara menuju Tawau Sabah Malaysia pada Januari 2011.
Ibrahim Rusli juga pernah mencatat sejarah dengan menggondol penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) saat renang melintasi Selat Bali dan Selat Madura dalam sehari pada Desember 2013.
Kegiatan ini dilaksanakan ikut memeriahkan HUT ke-8 Kabupaten Lombok Utara dan HUT Ke-71 RI. “Sekaligus mempromosikan objek wisata di KLU. Tentu kami juga membawa nama baik Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Utara,” tuturnya saat memberikan keterangan pers di Ruang Rapat Setda Kabupaten Lombok Utara, Kamis (11/8).
Jarak yang akan ditempuh dari Gili Trawangan menuju Pelabuhan Bangsal mencapai 7,72 KM, diperkirakan ditempuh dalam waktu tiga hingga empat jam. Dalam ekspedisi kali ini, menurut Kamaludin Abham, pihaknya membutuhkan kerja sama dengan pihak SKPD terkait di Kabupaten Lombok Utara.
Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar menerima Tim Ekspedisi Renang ini didampingi beberapa pejabat Kabupaten Lombok Utara. Bupati Najmul Akhyar menyambut baik kedatangan tim ekspedisi. “Atas nama pemerintah daerah saya mengucapkan selamat.
Terpilihnya KLU sebagai sebagai salah satu lokasi ekspedisi sangat diapresiasinya. “Ini kehormatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Lombok Utara. Dan, selamat melaksanakan ekspedisi, semoga sukses” ucap Bupati yang juga Ketua APKASI Regional Bali Nusra ini.
Meski terkesan mendadak, Pemkab Lombok Utara tetap akan siap mendukung secara teknis melalui Dinas Pariwisata Lombok Utara, RSUD Lombok Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Utara dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Lombok Utara.
“Kami sangat mendukung event ini. Apalagi, beberapa waktu lalu, kami sudah melaunching Lombok Utara sebagai destinasi wisata dunia. Menyangkut hal tehnis, bisa dibicarakan dengan SKPD terkait,” terangnya.
djn
RSUD KLU Dukung Raih Prestasi ‘Adi Pura’
Lombok Utara – lombokjournal.com
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) bergegas melaksanakan slogan bersih, indah, aman dan nyaman (beriman). Manajemen rumah sakit mendukung program Pemkab KLU mengejar prestasi meraih Adi Pura.
Manajemen beserta seluruh pegawai dan karyawan RSUD KLU, Jum’at (12/8), menggelar kegiatan gotong royong membersihkan seluruh area lingkungan rumah sakit. “Gotong royong ini melibatkan seluruh pegawai/karyawan, kecuali pegawai yang melaksanakan tugas pelayanan pada pasien,” ujar Direktur RSUD KLU, dr. L. Bahrudin pada Lombok Journal.
Menurut Bahrudin, kegiatan penting untuk memaknai slogan ‘beriman’. Gerakan kebersihan lingkungan rumah sakit guna mempercepat upaya menciptakan rumah sakit yang indah, sejuk, dan juga berseri. “Ini dipastikan terus berlanjut dan jadi program rutin,” jelasnya.
Tentang perawatan lingkungan rumah sakit agar selalu bersih Direktur RSUD KLU menyatakan, pihaknya akan membuat edaran pada seluruh jajarannya membudayakan gotong royong.
Dikatakan, gotong royong penting membangkitkan kesadaran seluruh pegawai untuk mewujudkan RSUD KLU yang Sehat, Beriman, dan Berseri. Diharapkannya kesadaran itu juga bagi masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan rumah sakit senantiasa bersih.
“Jangan lagi membuang sampah di sembarang tempat di area rumah sakit. Kalau ini belum terlaksana, gerakan kebersihan lingkungan rumah sakit akan sia-sia,” tambahnya sambil menghimbau pegawainya makin peduli kebersihan lingkungan rumah sakit.
Humas RSUD KLU Sarjono yang dihubungi terpisah mengatakan, gotong royong dapat menumbuhkembangkan semangat kebersamaan, kesetiakawanan sosial, kekompakan, silaturahmi, persaudaraan dan kemandirian masyarakat pegawai/karyawan RSUD KLU.
Lingkungan bersih dan sehat juga membantu masyarakat dari terhindar bencana seperti banjir dan penyakit. “Selain menciptakan lingkungan rumah sakit yang bersih dan indah, gotong royomng jadi sarana mewujudkan rumah sakit nyaman, elok dan estetik,” jelas Sarjono.
djn
Wagub Buka Kejurda Muaythai
MATARAM – lombokjournal.com
Wakil Gubernur NTB H. M. Amin, S.H., M.Si membuka kejuaraan daerah (Kejurda) Muaythai Indonesia NTB tahun 2016 di Gelanggang Pemuda Mataram, Kamis (11/8). Kejurda Muaythai yang memperebutkan piala Menpora itu bertujuan menjaring atlet-atlet yang akan dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan pada PON Remaja mendatang dan Eksebisi PON Jawa Barat 2016.
Kejuaraan yang diikuti oleh 115 Atlet dari seluruh Kabupaten-kota se-NTB akan diselenggarakan tanggal 11-14 Agustus 2016. Wagub mengharapkan Kejuaraan ini bisa berjalan baik dan sukses serta mampu menghasilkan atlet-atlet yang bisa bertanding di kejuaraan nasional maupun internasional, dan mampu mengharumkan tidak hanya nama bangsa dan negara.
“Saya meminta para peserta agar menjaga sportifitas yang tinggi dan dapat menjadikan kejuaraan kali ini sebagai ajang melatih diri lebih sportif, berjiwa besar dan menjunjung tinggi kejujuran,” pintanya.
Melepas Kontengen Sekolah
22 orang kontingen yang telah lulus seleksi Tingkat Provinsi ini terdiri dari guru, Kepala Sekolah, pengawas, Kepala Tata Usaha dan pustakawan, akan berangkat mewakili NTB bertanding dengan kandidat dari seluruh Provinsi se Indonesia di Jakarta.
“Jadikan segala prestasi yang sudah diraih ini menjadi spirit untuk lebih mengembangkan diri”, pesan Wagub NTB H Muh. Amin saat melepas kontingen yang akan mewakili Nusa Tenggara Barat di Tingkat Nasional, Kamis (11/8) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.
Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin berpesan untuk senantiasa menjaga nama baik daerah. “Bekali diri dengan menambah pengetahuan dan keterampilan, semoga kontingen NTB dapat meraih prestasi yang membanggakan, ” kata Wagub.
Rer
(Foto : Biro Humas Setda pemprov NTB)
MTQ XXVI Sukses; Apa Yang Perlu Diketahui Setelah Itu?
MATARAM – lombokjournal
Kemeriahan MTQ Nasional XXVI di Mataram sudah berakhir hari Sabtu (6/8) lalu, dan tuan rumah menangguk sukses. Di balik kesuksesan itu, ada berita dari media lokal yang perlu diketahui.
Di kalangan pemerintahan, sukses penyelenggaraan even nasional diukur dari 4 sukses. Pertama, sukses penyelenggaraan; seperti diketahui penyelenggaraan MTQ tahun ini berjalan lancar, dan nyaris tak terdengar komplain dari peserta. Bahkan masyarakat NTB, khususnya warga Pulau Lombok, sangat antusias mengapresiasi hajatan MTQ.
Rekreasi di Islamic Cennter
Pertama,sukses penyelenggaraan; masing-masing SKPD Prov NTB yang bertugas meng-handle rombongan kafilah, mendapat sanjungan. Seremoni pembukaan dan penutupan pun berjalan lancer. Peserta pun menganggap penilaian juri fair dan bisa dipertanggungjawabkan. “Pada waktunya semuanya akan berakhir indah,” kata Wakil Ketua Panitia Daerah yang juga Asisten II Pemprov NTB, Lalu Gita Ariadi.
Meriahnya MTQ XXVI
Kedua, sukses prestasi; target masuk lima besar seperti diharapkan Gubernur TGH M Zainul Majdi, sudah bisa diraih. NTB masuk ranking empat. “NTB gudangnya qori’ dan qori’ah. Jadi untuk masuk lima besar bukan hal sulit,” kata Sekda Pemprov NTB, DR Rosiady Sayuti.
Ketiga, sukses ekonomi; selama pelaksanaan MTQ XXVI, cukup besar pemasukan daerah sebab seluruh hotel dan penginapan di Mataram terisi 100 persen. Bahkan rombongan kafilah ada yang menginap di luar kota. Selama berlangsungnya pameran yang digabung dengan NTB EXPO, transaksi diperkirakan mencapai sekitar 20 miliar rupiah. Dan yang penting, selama penyelenggaraan MTQ, tiap malam ratusan atau ribuan pedagang kecil bisa menangguk rejeki yang tidak sedikit.
Dan yang keempat, sukses pencitraan; tentu tiga sukses yang disebut itu memberikan citra baik bagi NTB. Apalagi di sela-sela penyelenggaraan MTQ, juga berlangsung Konferensi Ulama Islam se Dunia. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin mengatakan, NTB berhasil mengembalikan MTQ sesuai khittahnya.
“Semua dapat nilai seratus. Menurut saya, NTB layak menjadi penyelenggara MTQ internasional,” kata Ketua Dewan Hakim MTQ XXVI, Profesor Sayed Agil Hussein Al Munawar.
Beban Pasca MTQ
Tak bisa dielakkan, untuk suksesnya penyelenggaraan MTQ, tidak sedikit biaya terkuras. Setelah usai MTQ, Dinas Pertamanan Kota Mataram mendapat sorotan wakil rakyat. Pasalnya, dinas di kota itu mengajukan usulan anggaran sebesar Rp5,6 milyar di APBD Perubahan tahun ini. Sebab, Dinas Pertamanan Kota Mataram termasuk berperan besar, berarti harus mengeluarkan anggaran besar, alasannya demi suksesnya MTQ.
“Ini kegiatan sudah dieksekusi tapi kok baru dianggarkan di APBD perubahan,” sindir anggota Komisi II DPRD Mataram, I Wayan Wardhana.
Sindiran itu bukan tanpa alasan. Bukankah anggaran berkaitan MTQ XXVI tidak seharusnya diajukan di APBD Perubahan. Rencana MTQ sudah diketahui lama, semestinya harus dianggarkan di APBD Murni 2016.
Apa benar semua karena MTQ? Dan, adakah SKPD lain – kabupaten/kota atau provinsi — yang juga mengusulkan anggaran untuk MTQ di APBD Perubahan?
Selain itu, masyarakat selama penyelenggaraan MTQ sudah menjelajah sudut-sudut bangunan Islamic Center. Sebagian sudah paham bahwa bangunan megah kebanggaan muslim itu memang belum rampung. Sebagian besar lagi, masyarakat bertanya-tanya, ternyata masih banyak biaya yang harus dikeluarkan daerah untuk membangun masjid terbesar di NTB yang akan menjadi ‘pusat pengembangan peradaban Islam’ di NTB itu.
Setelah MTQ berlangsung meriah, kegiatan besar apa lagi untuk menyibukkan Islamic center itu? Bagaimana biaya perawatan bagunan megah itu kelak, dan masyarakat ‘pihak mana’ yang mendapat kesempatan mengelolanya?
Rer
Pramuka NTB Ikuti Jambore Nasional
MATARAM – lombokjournal
Pramuka Kwartir Daerah NTB (Kwarda) akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) X Tahun 2016 yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, tanggal14-21 Agustus. Rencananya Jambore Nasional tersebut akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia.
Pelepasan kontingen Jambore dari Pramuka Kwarda NTB dilakukan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, Rabu (10/8) pagi di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pada kesempatan itu Gubernur berharap dan yakin, kontingen NTB pasti akan pulang membawa tanda kehormatan dan prestasi-prestasi besar. Gubernur memberi semangat, agar pramuka dari NTB menunjukkan sebagai pramuka yang hebat,
Menutup sambutannya, ia menyelipkan motivasi, “Kecerdasan dan kepintaran tidak cukup untuk membangun Indonesia, yang paling penting kita membutuhkan kepribadian yang kokoh dan mulia,” ujar gubernur memberi motivasi.