Di Timika, TGB Ajak Mensyukuri Keberagaman

Di Kabupaten Timika, Provinsi Papua, TGB mengajak melihat Indonesia dari  sisi keberagaman dan kekayaannya adalah karunia, dan sisi lainnya, Indonesia adalah akumulasi dari hasil perjuangan panjang seluruh anak bangsa

PAPUA.lombokjournal.com —  Ajakan merawat keberagaman disampaikan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB)  dalam dialog dengan Pemerintah Daerah dan Para Tokoh Lintas Agama di Mimika, Jumat  (14/7) malam di Mimika, Papua.

“Kewajiban kita bukan sekedar hanya mensyukurinya tapi juga merawat dan menjaganya dengan sebaik-baiknya,” kata TGB.

Kehadiran TGB diundang oleh MUI dan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Mimika Papua. TGB dalam pertemuan itu disebut Bupati Mimika sebagai tokoh muda, tokoh bangsa dan  tokoh pejuang dari NTB.

“Pertemuan ini sebagai  nikmat dari Tuhan yang harus disyukuri,” kata bupati yang diwakili Asisten I. Dialog juga dihadiri dan Ketua DPRD Mimika, Kakantor Kementrian Agama dan para tokoh lintas Agama.

Visi pemerintah Kabupaten Timika adalah Membangun Timika yang aman, damai dan sejahtera. Mmasyarakat Mimika dari berbagai etnis dengan perbedaan nilai-nilai menjadi kekuatan membangun Timika.

Toleransi umat beragama di Mimika sangat terjaga sejak kabupaten tersebut dibentuk tahun 1996  hingga saat ini.

Menanggapi toleransi di Timika, TGB mengajak belajar dan melihat dari  kondisi beberapa negara lain yang dulunya bersatu dan kuat,  kini terpecah pecah.

“Mereka tidak bisa merawat pebedaan dalam kebersamaan,” ujarnya.

Menurut  TGB keberagaman dalam pandangan agama adalah sunatullah. Menentang keberagaman berarti menentang sunatullah.

Di NTB, mayoritas penduduknya yang beragama muslim,  tidak merusak keharmonisan dalam interaksi dengan umat lain . Kuncinya, terus bersama mencari persamaan-persamaan. Interaksi kita di ruang publik lebih banyak membicarakan petsanaan.

Perbedaan tidak dimunculkan  ke ruang publik. “Perbedaan jangan diperdebatkan, apalagi dibawa ke ranah publik,” ungkapnya.

AYA

 




TGB Disambut Sebagai Tamu Kehormatan, dan Dipasangkan Topi Bulu Cendrawasih

Suku asli Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, menyambut TGB dan rombongan dengan pengalungan tas secara adat, dan pemasangan topi terbuat dari bulu burung Cendrawasih.

PAPUA.lombokjournal.com –  Saat tiba di Bandara Mozes Mimika, sekitar pukul 06.00 WIT, Gubernur NTB, Dr. TGH. M Zainul Majdi dan rombongan  disambut dengan prosesi Tarian adat Kamoro sebuah tarian penyambutan tamu kehormatan

Mengawali kunjungan dua hari (Jumat-Sabtu, (14-15 Juli) Gubernur dijemput Ketua DPRD Provinsi Papua, Elminus B Mom, didampingi Asisten pemerintahan,  Damianus K dan Ketua MUI Ustadz  H.  M Amin.

Penjemputan dengan penyematan Topi bulu burung cendrawasih merupakan simbol kehormatan yang luar biasa atau keberkahan, karena burung Cendrawasih dipercaya sebagai burung  dari surga.

Dari Bandara Mimika TGB bersama rombongan melanjutkan perjalan ke pusat Kabupaten Mimika, mengawali agenda pertama Tanah Papua, menjadi khotib dan iman shalat Jumat di Masjid Babusallam, Masjid terbesar di kabupaten Mimika Papua.

Menguraikan 7 Kebaikan

Dalam khutbahnya, TGB mengajak seluruh jamaah  merawat dan menjaga apa yang sudah diamanatkan oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu Iman dan Taqwa. Wujud dari keimanan dan ketawaan tersebut adalah Mengisi kehidupan dengan kebaikan-kebaiakan.

“Allah cinta kepada orang yang menyebarkan kebaikan,” tuturnya..

Menurut TGB,  Manfaat dari ketakwaan akan kembali pada diri kita sendiri.  Sebaliknya jika kita hidup diatas dunia, hanya mengikuti hawa nafsu, tidak peduli tuntunan agama, tidak peduli halal atau haram,  mudaratnya akan kembali menimpa diri sendiri.

Takwa, menurut TGB, harus diamalkan  dalam wujud menjalani kehidupan di dunia ini dengan penuh kehati hatian dan kewaspadaan. Ucapan harus benar-benar dipastikan adalah ucapan yang baik.

“Perilaku, sikap dan tindakan juga harus memiliki dasar yang baik serta membawa kemaslahatan untuk diri dan orang lain”, jelasnya.

Dalam khutbah TGB juga diuraikan tujuh kebaikan. Yang pertama, menyebarkan  ilmu yang bermanfaat, kemudian orang tua yang mendidik anaknya menjadi anak saleh, orang yang mewariskan mushaf atau kitab-kitab keagamaan.

Kebaikan selanjutnya, yakni orang yang membangun masjid, dan orang yang membangun rumah singgah yang dapat dimanfaatkan oleh para musyafir. Kemudian, orang yang membuat saluran air  untuk kepentingan orang banyak. “Dan terakhir, harta yang disedekahkannya,” kata TGB.

AYA

 

 




Hari Bhayangkara 71, Prestasi Dari Menjaga Kamtibmas Hingga Laka Lantas Turun Drastis

Presiden Jokowi mengapresiasi prestasi atas kerja keras Kepolisian RI, di bulan Ramadhan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) kondusif, dan Lebaran laka lantas (kecelakaan lalu lintas) turun drastis

MATARAM.lombokjoournal.com —  Presiden RI Joko Widodo dalam sambutan tertulis yang dibaca Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau  TGB (Tuan Guru Bajang) mengapresiasi kerja keras kepada Kepolisian RI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Di Bulan Ramadhan dan Lebaran, situasi kamtibmas sangat kondusif dan mudik lebaran juga lancar,” ujar presiden dalam sambutan yang dibaca TGB saat menjadi inspektur Upacara Parade Peringatan Hari Bhayangkara ke 71 di ex Bandara Seleparang Rembiga Kota Mataram, Senin, 10/7-2017.

Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) turun drastis,  serta harga kebutuhan pokok stabi. Polri juga berhasil mengamankan 101 pilkada serentak tahun 2016. Kesuksesan polri tersebut tidak lepas dari bantuan, dukungan, dan kerja sama dari seluruh elemen negara dan elemen masyarakat.

“Ke depannya elemen bangsa semakin diperlukan, karena tantangan yang dihadapi semakin berat,” ujar Gubernur yang  hadir didampingi Hj. Erica Zainul Majdi.  Ditekankan, pentingnya mengembangkan kemampuan polri untuk mampu menjawab tantangan globalisasi, demokratisasi dan teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

Di hari Bhayangkari ke 71, TGB menyematkan Tanda Kehormatan Bintang BHAYANGKARA NARARYA kepada Dirlantas Polda NTB, Kombespol Budi Indra Dermawan, dan Panit1 Unitreskrim Polsek Ampenan, Yustinus Goit.

Kedua Anggota Polri tersebut dinilai berjasa besar dan memiliki keberanian, kebijakan dan kemampuan serta ketabahan yang melampaui panggilan kewajiban yang harus disumbangkannya, dan tidak pernah cacat selama menjadi Polisi.

Gubernur juga menyematkan Penghargaan Satyalencana Pengabdian kepada petugas Polri yang bertugas secara terus-menerus selama 24 tahun kepada Kasibinlat Subditbinsatpam Ditbinmas, Putu Waicaka, 16 tahun kepada Banit 3 Sipatwal Satrolda Dit Polair, Hasan Husin, dan Satyalancana 8 tahun kepada PA OPS subden 2 Den Gegaba Satuan Brimob, Lalu Krisna Seni Wardana.

Pada momen bersejarah bagi anggota Polri tersebut, TGB secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada anggota Bhayangkara Polda NTB. Pesannya, agar segenap Anggota Polda NTB terus meningkatkan semangat perkhidmatan, mengayomi, mencintai, dan mengasihi masyarakat.

Gubernur mengapresiasi  kinerja dan prestasi yang ditorehkan Polda NTB, yaitu penghargaan dari Menteri Pertanian RI Kepada Dir. Reskrimsus Polda NTB sebagai Satgas Terbaik ke-7 se-Indonesia dalam menjaga Stabilitas Pangan yang merupakan program nasional.

“Semoga Polri menjadi kecintaan masyarakat,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur NTB menyerahkan bantuan 25  motor untuk operasional Polda NTB. Bupati Lombok Timur menghibahkan tanah untuk pembangunan Mako Subden 2 Den B Satuan Brimob Polda NTB dan kendaraan bermotor.

Bupati Lombok Barat menghibahkan tanah seluas 3,2 Ha di Dusun Gunung Gundil, Desa Jembatan Kembar, Kec. Lembar untuk pembangunan Polres Lombok Barat. Bupati Lombok Utara menghibahkan tanah seluas 5 Ha di Desa amor-Amor, Kec. Khayangan untuk pembangunan Mako Subden 4 Den B Satuan Brimob Polda NTB.

AYA

 

 




Prestasi Sumbawa Barat, Bukti Komitmen Masyarakatnya

Banyak prestasi yang diukir Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), membuktikan komitmen masyarakatnya  untuk maju

SUMBAWA BARAT.lombokjournasl.com – Gubernur  NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mendorong pemerintah KSB untuk terus berkontribusi dan berprestasi mewujudkan kemajuan pembangunan di berbagai bidang dan sektor.

“Komitmen kita di dunia dalam lingkup apa pun, akan tertunaikan dengan baik kalau ada ta’auwun (gotong royong) kebersamaan saling membantu,” kata Gubernur saat silaturahmi dengan Bupati KSB, Dr.H.Musyafirin dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah KSB, di Pendopo Bupati KSB di Taliwang, Jum’at (7/7) malam.

Geliat pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dari  tahun ke tahun  makin terlihat. Meskipun memiliki jumlah penduduk terkecil dibanding Kabupaten/Kota lain di NTB, tapi KSB memberikan  sumbangsih besar bagi pembangunan  NTB, bahkan nasional.

Di level nasional, KSB telah memberikan sumbangsih pemasukan pajak triliunan rupiah bagi negara pada sektor pertambangan.

“Selama saya di sini, saya menangkap pola interaksi saling mencintai satu sama lain masyarakat, Semua dipersaudarakan,” ungkap Gubernur  yang akrab disapa TGB.

Dengan modal interaksi  yang harmonis itu, TGB semakin optimis, KSB akan semakin maju di masa datang. Mengingat pondasi utama yang dibutuhkan untuk membangun daerah telah dimilki warga KSB, yakni saling mencintai satu sama lain.

“Bupati wajib memformulasi kebijakan agar kepentingan masyarakat terpenuhi, agar tercapai cita-cita bersama,” ujar TGB.

AYA




Rahasia Kekuatan Keberagaman Diungkap TGB

Di balik perbedaan dan keberagaman , terdapat rahasia kekuatan kita  sebagai umat dan bangsa.

SUMBAWA BARAT.lombokjournal.com —  Itu dikatakan Gubernur NTB Dr. TGH M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiah Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

“Cara terbaik menjaga  dan merawat kekuatan itu, dengan jalan menumbuhkan semangat persaudaraan sesama muslim dan membangun silaturrahmi,” kata TGB yang dalam kunjungan itu didampingi  Bupati KSB, Dr.H Musyafirin bersama Jajarannya, di KSB, Jum’at sore (07/07)

Kedatangan TGB disambut pimpinan dan ratusan santri, dan  segenap jajaran Pondok Pesantren dan masyarakat KSB diajak menjaga persatuan dan  merawat keberagaman.

Keberagaman dan perbedaan  yang dimiliki Bangsa Indonesia, menurutnya,  merupakan modal berharga membangun kekuatan. Segala kekurangan anak bangsa ini pun tidak boleh dijadikan bahan perselisihan.

“Justru yang diperlukan adalah saling melengkapi satu sama lain,” ujar TGB.

Gubernur yang juga ahli tafsir Al-quran ini mengajak jama’ah yang hadir saling menghargai perbedaan. Semua anak bangsa, hakekatnya  bersaudara.

“Tidak boleh lah satu atau dua  perbedaan merusak hubungan kasih sayang di antara sesama,” tuturnya.

Ponpes Akselerasi

TGB mengaku terkesan konsep pendidikan yang di Pondok Pesantren tersebut,  karena mengembangkan kurikulum berbasis sistem akselerasi. Terlebih, Pesantren ini memang dikhususkan mencetak kader yang mengabdikan dirinya untuk kepentingan Diin (Agama Islam).

Saat yang sama, TGB menguji hafalan dua orang santri tahfiz al’quran. Setelah menyimak hafalan kedua santri tersebut, TGB pun menyatakan mereka lulus. TGB memberikan hadiah untuk memotivasi semangat belajar santri.

Selain itu, atas nama pemerintah Provinsi NTB, Gubernur memberikan bantuan kepada pesantren tersebut senilai 25 juta rupiah

Sebelumnya, di tempat sama Bupati KSB menegaskan, pertemuan dengan jajaran Pemerintah KSB sengaja dilaksanakan di ponpes dengan cara sederhana.  Bupati sempat melaporkan  kondisi keamanan dan dinamika kehidupan masyarakat KSB yang kondusif.

Menurut Bupati, hal itu berkat saling pengertian antara satu sama lain meski hidup dalam  keberagaman. “Perbedaan ini adalah wadah pemersatu, bukan penghalang untuk kita bersama membangun daerah,” tegasnya.

Pemda KSB juga menyerahkan bantuan dana kepada Ponpes Ukhuwah Islamiah Taliwang sebesar Rp. 250 juta.

AYA




Masyarakat Mau Lapor Apa Saja, Dishub NTB Siapkan Aplikasi Pelor Mas

Aplikasi “Pelor Mas” Atau Pengaduan Online Transportasi Berbasis Masyarakat Dishub NTB Siapkan Aplikasi Pengaduan Masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Bayu Windya, Kepala Dinas Perhubungan NTB mengatakan, selain mempermudah masyarakat menyampaikan pengaduan terkait transportasi di NTB, masyarakat juga bisa mengadukan apa saja.

Bayu Windya, Kepala Dinas Perhubungan NTB (foto: AYA)

“Pengaduan apa saja,” ujarnya di Mataram, Rabu (5/7).

Aplikasi ini sudah dapat diunduh pada playstore, agar masyarakat bisa melaporkan langsung, tanpa harus repot datang ke kantor Dishub NTB.  Tak hanya soal aduan, juga banyak konten tentang perhubungan seperti jadwal penerbangan dan lainnya.

“Jadwal kapal juga akan kita tambah dan sekarang sedang di update,” sambung Bayu.

Bayu minta semua pihak yang terlibat dalam sistem transportasi di NTB bisa menggunakan aplikasi ini sebagai acuan. Pasalnya, aplikasi ini memuat  jadwal penerbangan dan keberangkatan kapal secara real time.  Ini sangat membantu masyarakat mendapatkan informasi dan menyampaikan keluhannya.

“Sopir Blue Bird saja sudah pakai aplikasi ini,” akunya.

Namun terkait keberangkatan bus, pihak Dishub masih kesulitan mendapatkan informasi jadwal. Karena jadwal bus yang berangkat dan tiba saat ini masih belum bisa diprediksi.

Meski belum launching resmi, namun aplikasi cukup diminati masyarakat NTB. Karena data dalam aplikasi tersebut akurat. Seperti jadwal penerbangan, aplikasi tersebut terhubung langsung di lapangan.

“Jika diaplikasi mengatakan penerbangan batal, saya sudah coba hubungi dan memang seperti itu,” pungkasnya.

Aduan Lainnya

Terkait aduan lainnya, masyarakat bisa menggunakan aplikasi ini. Pengaduan lainnya akan dilanjutkan Dishub pada instansi yang bersangkutan.

“Misalnya soal jalan rusak, nanti akan kita forward ke Dinas PUPR,” jelasnya.

Lebih jauh lagi terkait pengaduan lainnya, masyarakat juga bisa mengetahui jika pengaduan sudah ditindak lanjut atau belum. Dalam aplikasi tersebut Dishub juga menyertakan track record dari instansi terkait.

“Jika jalannya sudah diperbaiki akan difoto oleh Dinas PUPR lalu dikirim melalui aplikasi tersebut. Ini akan sangat membantu masyarakat,” tandasnya.

AYA

 




Implementasikan al-Faidzin Untuk Raih keberhasilan

Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Provinsi NTB Diajak  terapkan makna al-Faidzin, baik di tempat kerja maupun dalam  keseharian

MATARAM.lombokjournal.com – Ajakan itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), di hari pertama masuk kerja setelah libur panjang pasca hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah.  TGB memberikan pengarahan pada Upacara Paripurna NTB Gemilang yang dilanjutkan kegiatan Halal Bi Halal, hari Senin (3/7).

Al-Fa’idzin menurut gubernur,  bermakna sebagai keberhasilan.  Maka, meraih keberhasilan ada beberapa syarat dan prasyarat yang harus dipenuhi.

Pertama, harus fokus, yakni mengkonsentrasikan serta mencurahkan tenaga, pikiran dan ilmu untuk mengerjakan kebaikan.

“Seraya meningggalkan hal hal yang tidak baik,” kata TGB di hadapan seluruh ASN di lingkup provinsi yang dihadiri Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH. M. Si, Sekretaris Daerah, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph. D beserta  seluruh pejabat Struktural dan ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTB di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin (03/07/2017).

Syarat kedua, keberhasilan bisa dicapai dengan disiplin.  “Tingkat kedisiplinan ASN Provinsi NTB  berdasarkan data absensi kehadiran masuk dan pulang kerja, dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan,” kata TGB.

Namun diingatkan, kedisiplinan tersebut selayaknya  tidak hanya diukur dengan angka dan data kehadiran di tempat kerja. Tapi juga pengaruhnya terhadap keberhasilan kerja.

Menurut TGB, kehadiran diri ASN harus berpengaruh baik bagi kelangsungan pekerjaan yang ditugaskan.  “Sehingga, proses pencapaian target pembangunan berjalan baik dan lancer,” katanya.

Momen Apel Paripurna itu,  juga dimanfaatkan  gubernur  untuk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh ASN yang hadir. Sebab menurut TGB, bermaaf- maafan merupakan sesuatu yang perlu, karena selama berinteraksi dan memimpin daerah tentu terdapat hal-hal yang kurang sesuai. Bermaafan juga memiliki makna mendukung segala proses yang saat ini berlangsung. Sehingga keberhasilan dan kesuksesan dapat diraih.

TGB juga mengajak seluruh ASN, khususnya yang beragama Islam, menerapkan seluruh pengalaman baik yang diperoleh di bulan Ramadhan dalam kehidupan. Sebab, kebaikan selama Ramdhan akan memberikan dampak baik bagi pekerjaan dan kehidupan sosial.

“Saya mengajak semua menunjukkan hal-hal yang produktif, “ ajak TGB.  ASN diajak mncurahkan sumber daya yang dimiliki, baik pemikiran, tenaga, ilmu, serta  apa pun yang DImiliki untuk menuntaskan tugas bersama.

AYA.

 




Saat Silaturahmi, TGB Puji Kinerja Pembangunan Lombok Tengah

Saat menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) di Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB menilai baik kinerja pembangunan Loteng

MATARAM.lombokjournal.com —  Penilaian itu disampaikan TGB saat silaturahmi Pemkab Loteng yang dihadiri Bupati Loteng, HM Suhaili FT, SH, dan Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri,  di rumah dinas Gubernur NTB di Mataram, Jum’at, (30/6).

“Saya melihat Lombok Tengah sebagai kabupaten yang menunjukkan kinerja yang baik dalam membangun NTB,” ujar TGB.

Silaturahmi yang dihadiri Forkopinda dan Para Kepala SKPD lingkup Pemkab Loteng, disebut TGB untuk penguatan hubungan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB. Gubernur mengucapkan terimakasih atas kedatangan rombongan pemkab Loteng yang berkenan silaturahmi ke Provinsi NTB.

“Saya berharap kunjungan seperti ini bisa ditiru daerah lain. Apalagi saat ini bertepatan dengan bulan Syawal, jadi suasana keakraban lebih terasa dan lebih efektif,” ujar TGB.

Pada saat itu, TGB mengajak segenap Jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk terus memupuk semangat tinggi dalam membangun daerah.

“Kalau kita punya semangat yang tinggi dalam membangun daerah pasti akan terlihat hasilnya,” ucap TGB dalam sambutannya.

Mengakhiri  sambutannya, TGB berharap, agar semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam berpuasa bisa terus diterapkan dalam membangun NTB.

AYA

 

 




Para Santri Diajak Perkuat Kerukunan

Wagub menyerahkan santunan kepada anak yatim dan orang tua jompo, Minggu (18/6) (foto: Dok Humas NTB)

Masyarakat dan para santri diajak terus bersatu menjaga kerukunan​ dan keamanan daerah, sehingga NTB yang beriman, berbudaya berdaya saing dan sejahtera benar benar dapat diwujudkan.

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, H.Muh Amin,SH.M.Si menegaskan itu pada acara silaturahmi di Ponpes AL-Kamal Narmada pimpinan TGH.Mahally Fikri. Silaturahmi dilanjutkan penyerahan santunan kepada 800 anak yatim dan orang tua jompo, Minggu (18/6).

Kemajuan dan perubahan NTB karena Masyarakat mendukung pemerintah daerah. Dengan dukungan keamanan dan kerja keras rakyat, tidak hanya kemajuan pembangunan fisik seperti infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah diwujudkan. Tapi juga kedamaian hidup dan  kesejahteraan rakyat dapat ditingkatkan.

Termasuk sejumlah penghargaan nasional dan internasional dapat diraih, karena dukungan masyarakat.

Indikator kinerja pembangunan NTB dibuktikan tiga parameter yaitu pertumbuhan ekonomi NTB 3 tahun terakhir berada di atas rata rata nasional. Disusul menurunnya jumlah penduduk miskin dan terbukanya lapangan kerja, diikuti berkurangnya jumlah pengangguran.

Namun wagubb juga mengakui, masih banyak kekurangan pembangunan yang perlu terus dilakukan perbaikan.

“Segala kekurangan itu akan terus kita akukan perbaikan secata bertahap dan seluruhnya,” ujar Hwagub. Harapannya semoga mendapat Rido Allah SWT dan dipermudah menyelesaikannya sampai akhir jabatan nanti, imbuhnya

Sebelumnya  Pimpinan Ponpes AL-Kamal Narmada TGH. Mahally Fikri menerangkan, sebayak 2000 orang akan menerima paket santunan. Dikatakannya, menyantuni anak yatim dan para jompo dan fakir merupakan kegiatan rutin yang tiap tahun dilakukannya.

Hadir dalam acara silaturahmi itu sejumlah Kepala OPD provinsi NTB, Tokoh Agama serta masyarakat setempat.

AYA

 




Ali BD Sambangi Gubernur, Katanya Cuma Silaturahmi

Bupati Lombok Timur, Ali Bin Dahlan yang mengaku akan maju dalam bursa Pilgub 2018 dari jalur idependen, tiba-tiba menemui Gubernur TGH M Zainul Majdi

MATARAM.lombokjournal.com — Ali Bin Dahlan menyambangi Gubernur NTB, TGB H Zainul Majdi di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Kamis (15/6). Ditemui media usai menghadap gubernur NTB,  Ali BD enggan mengungkapkan maksudnya.

Namun dengan lugas Ali menegaskan, pertemuannya dengan gubernur sama sekali tak terkait dengan rencananya maju pada Pilgub mendatang. “Cuma silaturrahmi saja,” ujarnya.

Ali BD juga terang-terang mengaku tak akan berubah pikiran, dirinya tetap maju tanpa dukungan formal partai politik alias  jalur independen. Ia tak memungkiri ada partai besar yang menawarkannya, Ali BD mengaku tak menolak dukungan itu.

Namun ia tetap pada keyakinannya untuk memilih jalur independen.

“Kalaupun ada partai yang menawari tetap kita terima, tapi tetap independen yang kita pakai. Tetap kita masukan bahwa partai ini mendukung kita,” bebernya.

Lebih jauh, bupati yang dikenal sering membuat pernyataan kontroversial itu mengutarakan pemikirannya, untuk memajukan suatu daerah memerlukan waktu yang cukup panjang. Pembangunan NTB dinilainya sudah berjalan bagus, namun menjadikan daerah menjadi hebat tak hanya cukup hanya dengan memerintah 10 tahun lamanya.

“Kalau mau hebat perlu kerja panjang. Presiden menjabat 10 tahun saja belum cukup untuk bisa memajukan negeri,” ujarnya

Program kerja yang mumpuni merupakan syarat mutlak untuk memajukan daerah. Sayangnya, Ali BD belum mau membeberkan rencana programnya untuk meraih simpati masyarakat. Setengah bergurau dikatakannya, tidak ingin programnya ditiru kandidat lain maka ia pun masih merahasiakannya.

“Tentu punya program tapi saya tidak bisa menyebutkan prorgam saya,” kata Ali.

Tiap kandidat, menurutnya, pasti punya punya program berbeda. Namun sangat rentan ditiru pesaing politiknya bila dibocorkan visi dan misinya ke depan. Kalau bocor, bisa menjadi bumerang yang tidak menguntungkannya.

“Bahaya nanti itu hak paten saya. Nanti kalau udah pasarnya pilkada, baru kita berargumen,” kilahnya.

Ali BD mengaku sudah memiliki persiapan yang cukup mantap untuk maju di jalur independen.  Segala sesuatu sudah dipersiapkannya. Termasuk prosentase jumlah KTP yang diperlukan sebagai persyaratan maju di jalur independen.

“Saya sudah siapkan semuanya,” tandas Ali.

AYA