Empat Bulan Tak Terima Gaji, Perangkat Desa Sukadana Lapor Inspektorat

Kepala Inspektorat Lombok Utara, H. Zaenal Idrus, mengaku sudah turun ke lapangan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com —  Perangkat desa Sukadana Kecamatan Bayan Lombok Utara, mengadu ke Inspektorat. Pasalnya, dalam empat bulan terakhir di tahun 2018 mereka belum menerima gaji Penghasilan Tetap (Siltap).

“Semua perangkat desa Sukadana belum menerima Siltap sejak Januari lalu. Mulai dari Kepala Desa, Sekdes, para kaur desa, 17 kepala Dusun, termasuk insentif 15 orang guru PAUD. Kondisi ini sudah kami laporkan ke inspektorat,” kata Sekretaris Desa Sukadana, Zul Rahman, Senin (21/05).

Tak hanya itu, Zul juga mengaku jika proposal Alokasi Dana Desa (ADD) yang diajukan pihaknya hingga kini masih ditangguhkan atau belum ditandatangani.

“Semoga ada jalan keluar, mengingat anggaran DD dan ADD tidak bisa diajukan ke BPKAD,” sambungnya.

Lebih jauh Zul, menambahkan, pengajuan Siltap yang hingga kini belum mendapat jawaban disinyalir karena keberadaan seorang perangkat desa yang dianulir oleh Camat Bayan, meski sudah dilantik sejak 2017 lalu.

“Memang di beberapa dokumen pertanggungjawaban anggaran Oktober Desember 2017 yang ditandatangani perangkat desa bersangkutan diterima pihak kecamatan. Tapi untuk pengajuan tahun 2018 ini ditolak, termasuk proposal ADD,” cetusnya.

Menanggapi itu itu, Kepala Inspektorat Lombok Utara, H. Zaenal Idrus, mengaku sudah turun ke lapangan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait.

“Kita sudah minta keterangan Sekdes, Tim Pansel, termasuk pihak-pihak di Kecamatan terkait koronologis persoalan ini. Kita berharap bisa segera diselesaikan mengingat ini menyangkut anggaran desa yang belum bisa dikelola,” paparnya.

Siltap perangkat desa Sukadana yang tertunda sejak Januari sebesar Rp 282,2 juta. Dengan rincian gaji pokok kepala desa sebesar Rp 2,5 juta, Sekdes Rp 2,03 juta, Kepala Dusun Rp 1,35 juta, insentif RT Rp 125 ribu per bulan, tunjangan guru PAUD Rp 300 dan Kader Posyandu Rp 150 ribu per bulan.

DNU




Hanya 19 Dinyatakan Memenuhi Syarat Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI

Pengurangan dukungan tersebut lantaran disebabkan karena terdeteksi memiliki dukungan ganda Eksternal yang setelah diklarifikasi ternyata tidak mengakui dukungannya kepada Bakal Calon.

MATARAM.lombokjournal.com —  Setelah dilakukan proses verifikasi administrasi terhadap bakal calon anggota DPD RI, dari 38 bakal calon sebanyak 19 Bakal Calon dinyatakan Belum Memenuhi Syarat (BMS) dan 19 Bakal Calon dinyatakan memenuhi syarat (MS) dukungan.

Komisioner KPU NTB bidang hukum Ilyas Sarbini mengatakan mereka yang dinyatakan berstatus BMS adalah Bakal Calon yang dukungan tersisa dibawah 2.000 dukungan dan sebaran dukungannya tersisa kurang dari lima Kab/Kota.

“Dari 38 calon setelah kami hitung awalnya itu kami melihat 18 yang BMS, setelah kami lihat lagi ternyata 19 yang BMS,” ujarnya,Kamis (17/5).

Ia menyebutkan, pengurangan dukungan tersebut lantaran disebabkan karena terdeteksi memiliki dukungan ganda Eksternal yang setelah diklarifikasi ternyata tidak mengakui dukungannya kepada Bakal Calon.

Selain itu, banyak dukungan yang terhapus setelah dilakukan penyandingan dukungan dengan DPT. Hal ini disebabkan karena dukungan yang dicantumkan tidak terdata dalam DPT, yang mungkin saja disebabkan karena kurang cermat dalam proses input NIK pendukung.

Factor lain yang cukup berpengaruh terhadap berkurangnya dukungan yaitu adanya dukungan ganda Internal, yaitu satu dukungan dibuat beberapa kali dalam satu dokumen.

“Disengaja atau tidak, hal ini berakibat pada pengurangan dukungan, yaitu satu ganda internal dikurangi sebanyak 50 dukungan. Bahkan terdapat Bakal Calon yang sebagian besar data dukungannya tidak ditandatangani oleh pendukung,” jelasnya.

Nanun, jika  hal-tersebut terbukti dalam dokumen dukungan, maka jelas KPU akan melakukan pencoretan atau mengurangi jumlah dukungan Bakal Calon.

“Yang jelas kita pasti coret itu,” tegasnya

Namun 19 bakal calon anggota DPD RI yang dinyatakan BMS ini memiliki kesempatan untuk melakukan masa perbaikan dukungan selama 7 hari tanggal 14-20 Mei 2018, dengan ketentuan waktu mulai pukul 08.00-16.00 wita. Khusus pada hari terakhir tanggal 20 Mei 2018 bakal calon diberikan kesempatan menyerahkan hasil perbaikan mulai pukul 08.00-24.00 wita.

“Tapi yang sudah MS boleh dia menambah kalau memang dia merasa kurang,  sementara yang TMS ya wajib, kalau dia kurang pesebaranya dia harus nambah jumlah dukungan kabupaten,” bebernya.

Namun lanjut Ilyas, sampai tanggl 17 Mei ini masih belum ada yang datang menyerahkan perbaikan dukungan.

“Ya sampai sekarang belum ada,  tapi yang komfiirmasi baru satu orang saja,” imbuhnya.

Sementara itu Bakal Calon anggota DPD RI Isman Pangeran yang juga dinyatakan BMS mengatakan akan menyerahkan perbaikan dukungan pada hari Sabtu dengan membawa dukungan perbaikan melebihi dari 551 yang dinyatakan MS tersebut.

“InsyaAllah kita akan serahkan dukungan perbaikan lebih dari 551 itu, karena takutnya nanti kurang lagi kita kan mau cari kemana lagi,  makanya kita siapkan lebihlah,” katanya.

Ia menuturkan dari dukungan yang diserahkan sebnyak 2361 dengan sebaran dukungan di sembilan kabupaten/kota, dan jumlah dukungan yang TMS 551, dan jumlah dukungan yang MS itu 1.810.

“ Yang BMS itu dukungan, segingga kita fokos ke dukungannya, tapi kalau maslah sebarannya kita sudah dinyatakan MS, ya segeralah kami akan serahkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelum sejak ditetapkannya 38 orang Bakal Calon DPD yang memenuhi syarat dukungan dan sebaran pada tanggal 27 April 2018 lalu, KPU NTB langsung melakukan verifikasi tahap awal meliputi Verifikasi Administrasi dari tanggal 27-10 Mei 2018.

Analisis Dukungan Ganda baik Potensi Ganda, Ganda Ekternal dan Ganda Internal, serta analisas Dukungan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). dalam masa verifikasi Tahap awal tersebut, KPU Provinsi NTB juga telah menyampaikan Data Dukungan yang terdeteksi sebagai Ganda Ekternal kepada KPU Kabupaten/Kota se NTB untuk dilakukan klarifikasi dukungan di lapangan.

Hasil klarifikasi tersebut telah diterima pada tanggal 10 Mei 2018 dan dipadukan dengan data hasil verifikasi yang dilakukan oleh Tim KPU  NTB.

Dari hasil verifikasi itulah KPU Provinsi NTB menetapkan sebanyak 19 Bakal Calon DPD masih berstatus BMS dan 19 berstatus MS.

AYA




Subuhunnuri Apresiasi Sikap Politik TGB Kampanyekan Zul-Rohmi

Sangat senang dengan strategi politik TGB, lebih-lebih TGB selalu memberikan pendidikan politik bagi masyarakat NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) H.Subuhunnuri mengapresiasi langkah Dr.TGB.H.M Zainul Majdi, MA yang mengkampanyekan pasangan Dr.H.Zulkieflimansyah- Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Politisi muda yang karib disapa Bung Nuri itu menilai kehadiran Tuan Guru Bajang yang lama dinanti masyarakat sangat berdampak positif terhadap kemenangan Zul-Rohmi pada Pilgub NTB 2018.

Dikatakan, elektabilitas pasangan Cagub-Cawagub NTB nomor urut 3 itu langsung meningkat drastis begitu TGB “turun gunung” kampanye untuk Zul-Rohmi.

“Hasil pantauan tim Bung Nuri menunjukkan optimisme yang luar biasa untuk kemenangan Zul-Rohmi pada Pilgub NTB 2018,” ujar Subuhunnuri kepada wartawan di Mataram (15/5).

Sebagai salah satu pendukung Zul-Rohmi, pihaknya tidak tinggal diam dan terus bekerja keras ikut berkampanye. Bahkan, seluruh pasukan Subuhunnuri baik di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa sudah bergerak masif dan terorganisasi dengan baik.

Nuri juga sangat bangga dengan kerja keras seluruh tim Zul-Rohmi yang diusung PKS dan Partai Demokrat itu. Baginya, “TGB efek” sangat memengaruhi psikologi pemilih untuk mengambil sikap politiknya.

“Siapa yang tidak mengenal TGB.H.M Zainul Majdi. Beliau merupakan salah satu tokoh panutan masyarakat NTB yang namanya terus melambung di level nasional. Saya kira sangat wajar jika para pecinta TGB akan memilih apa yang diarahkan TGB pada Pilgub NTB ini,” tandasnya.

Pihaknya juga sangat senang dengan strategi politik TGB. Terlebih, TGB selalu memberikan pendidikan politik bagi masyarakat NTB.

Contohnya, TGB dinilai selalu berpesan untuk tidak melakukan kampanye hitam apalagi sampai merendahkan lawan politiknya.

Bung Nuri juga mengajak seluruh masyarakat NTB menjalankan amanah Gubernur NTB itu untuk memenangkan Zul-Rohmi pada Pilgub NTB 2018. “Iya, apa yang disampaikan TGB itu merupakan amanah yang harus ditindak lanjuti oleh para pecinta TGB,” paparnya.

Disinggung mengenai prosentase elektabilitas Zul-Rohmi terkini, Bung Nuri tidak spesifik memaparkannya secara gamblang. Hanya saja, dia optimistis Zul-Rohmi lah yang akan memenangkan pertarungan politik Pilgub NTB 2018 pada 27 Juni mendatang.

TGB H.M Zainul Majdi MA menggemparkan NTB begitu turun kampanye di Lombok Tengah dan Lombok Utara. Tidak sampai di situ, TGB pun hadir di dua titik di Lombok Timur pada Senin (15/05). Dia berkampanye di Lapangan Sakra dan Lapangan Montong Gading.

Kampanye tersebut dihadiri sejumlah politisi Partai Demokrat dan PKS. Tampak hadir di antaranya juga pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Lombok Timur H.M Syamsul Luthfi dan H.Najamuddin Moestofa.

Pada kesempatan itu, politisi gaek Partai Demokrat Dr.TGB.HM.Zainul Majdi, MA mengimbau masyarakat NTB khususnya di Kabupaten Lombok Timur tidak ragu mencoblos pasangan Zul-Rohmi di Pilgub NTB 2018.

Menurutnya cukup mudah untuk memilih pasangan Zul-Rohmi dan Fiddin untuk Pilbup Lotim.

“Jangan ragu untuk memilih Zul-Rohmi dan Fiddin. Ingat warna hijau ya, kalau pasangan Zul-Rohmi jilbab hijaunya, kalau pasangan Fiddin ingat sorban hijaunya,” papar TGB di hadapan ribuan masa di Lombok Timur.

Apa yang disampaikan Subuhunnuri memang bukan isapan jempol. Kehadiran TGB menjadi magnet politik tersendiri pada kegiatan itu.

Lagi-lagi TGB berpesan, agar masyarakat NTB selalu menjunjung tinggi nilai-nilai politik santun. Artinya, tidak merendahkan Paslon lainnya yang bertarung di Pilgub NTB.

AYA (*)




Debat, mengungkap Visi dan Misi Empat Paslon Pilgub NTB

Debat terbuka bukan untuk berdebat, saling hujat atau mengadu kehebatan, Bupati Lombok Tengah mengaku ingin mencari bekal apabila diberikan kesempatan memimpin NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menghadiri debat terbuka putaran pertama bertajuk “Kesejahteraan Masyarakat dan Pelayanan Publik” di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Sabtu (12/5) malam.

Pada kesempatan pertama, para paslon diberikan waktu 90 detik untuk menyampaikan visi dan misi mereka untuk NTB.

Cagub NTB nomor urut satu, Suhaili, mengatakan, kehadirannya di debat terbuka bukan untuk berdebat, saling hujat atau mengadu kehebatan, Bupati Lombok Tengah itu mengaku ingin mencari bekal apabila diberikan kesempatan untuk menjadi Gubernur di NTB.

“Visi dan misi yang coba akan kami ikhtiarkan di bumi NTB adalah NTB sejahtera, yang mana situasi dan kondisi di mana warga sudah mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, baik material maupun spiritual, meliputi pangan, sandangn, papan, pendidikan, kesehatan, bekerja, rekreasi,” kata Suhaili.

Ia tak sempat meneruskan penjelasan lantaran waktu yang diberikan sudah habis. Suhaili berpasangan dengan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018, Muhammad Amin dengan diusung Partai Golkar, Nasdem, dan PKB.

Cagub NTB nomor urut dua, Ahyar Abduh, menyuarakan slogannya yakni NTB untuk semua yang ia sandarkan kepada semangat dan komitmen seorang kepala daerah bagi warganga.

“Artinya gubernur dan wakil gubernur menjadi pelayanan bagi masyarakat,” kata Ahyar.

Ahyar yang didampingi Mori Hanafi –mantan Wakil Ketua DPRD NTB– menegaskan akan bekerja keras untuk memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat NTB, mulai dari petani, nelayan, buruh masyarakat kecil, para pemuda, perempuan, warga kota, dan warga desa. Bentuk komitmennya diwujudkan dengan menyiapkan kartu petani dan nelayan.

Janji-janji lain dari paslon yang diusung Partai Gerindra, PAN, PPP, Hanura, PDIP, dan PBB ini ialah akan mengalokasikan Rp 200 juta per tahun untuk setiap desa dan kelurahan. Ia menilai, NTB akan maju jika desa dsn kelurahan maju.

“Kami juga akan mengembangkan 100 desa wisata,” ungkap Ahyar yang juga kehabisan waktu menerangkan lebih lanjut soal program tersebut.

Sedangkan, Cagub nomor urut tiga, Zulkieflimansyah atau biasa disapa Dr Zul, mengungkapkan misinya maju di dalam kontestasi Pilgub NTB untuk mewujudkan NTB yang gemilang.

“NTB yang gemilang adalah NTB yang punya daya saing, sekaligus pada saat yang sama menjadi rumah besar yang nyaman, hangat, dan penuh kekeluargaan buat kita bersama,” ujar Dr Zul.

Cara mewujudkannya, kata dia, dengan memastikan bahwa NTB sangat ramah dan kondusif bagi hadirnya investasi dam komunitas bisnis. Baginya hal ini sangat penting karena tugas pemerintah adalah memfasilitasi dunia usaha. Poin kedua, ialah bagaimana pemerintah memiliki kebijakan yang ramah dalam mensejahterakan masyarakatnya sendiri.

Sama seperti dua Cagub sebelumnya, mantan Anggota DPR RI ini juga tak sempat meneruskan pernyataannya lantaran kehabisan waktu.

Dr Zul maju dengan usungan Partai Demokrat dan PKS bersama Cawagub Sitti Rohmi Djalilah yang merupakan kakak kandung dari Gubernur NTB 2008-2018 Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

Cagub nomor urut empat, Ali bin Dahlan atau Ali BD, mengawali perkataan dengan mengungkap misinya untuk maju bersama rakyat untuk membangun NTB yang beradab berkarakter dan berbudaya untuk menyongsong masyarakat NTB yang sejahtera.

“Kenapa mulai dari kata-kata beradab, karena kata itu mengandung nilai dan visi lebih dalam yang melahirkan warga NTB yang mengerti akan perbedaan dan mengerti masa depan,” kata Ali.

Dengan beradab, kata dia, akan lahir sebuah etos kerja yang akan membawa kemakmuran. Ia juga menekankan masyarakat NTB untuk bekerja keras, hidup hemat, dan mengerti akan masa depannya.

Ali BD yang berdampingan bersama Lalu Gede Sakti menjadi satu-satunya paslon yang maju melalui jalur perseorangan.

AYA




Djohan Sjamsu Kini Pimpin PKB Lombok Utara

PKB di bawah pimpinan Djohan Sjamsu tentu bertekat merebut suara sebanyak-banyaknya dalam pesta demokrasi pemilihan legislatif 2019 mendatang

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Mantan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KLU. menggantikan Ali Syahbana, Dalam Musyawarah Cabang Luar Biasa PKB, di Gondang, Sabtu (12/05).

Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB NTB. H. Lalu Hadrian Irfani mengatakan, ditunjuknya H. Djohan Sjamsu sebagai Ketua PKB KLU merupakan inisiatif pengurus dengan harapan dapat mendongkrak suara PKB di Lombok Utara ke depan.

“Pak Djohan Sjamsu adalah tokoh yang dinilai tepat untuk membesarkan PKB di KLU. Jadi bukan karena pak Ali tidak layak atau melanggar aturan partai,” pungkasnya.

Ke depan, sambung Hadrian, PKB di bawah pimpinan Djohan Sjamsu (sebelumnya memimpin Partai Demokrat KLU,red) tentu bertekat merebut suara sebanyak-banyaknya dalam pesta demokrasi pemilihan legislatif 2019 mendatang.

“Target ini cukup berasalan, mengingat pak Djohan pernah membawa Demokrat menjadi partai pemenang di KLU,” katanya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, H. Djohan Sjamsu menegaskan, jika saat ini dirinya akan fokus membesarkan partai, guna bersiap menyambut Pileg dan kontestasi Pilkada 2021 mendatang.

“Saya pindah partai sebagai bagian dari pengabdian saya untuk daerah ini. Bersama teman-teman pengurus lainnya, tentu saya berikhtiar untuk memenangkan PKB,” cetusnya.

Saat ditanya posisi atau sikap PKB terhadap pemerintah di KLU, mantan politisi Demokrat ini menegaskan PKB akan tetap bersikap objektif.

“Jika pemerintahan ini berjalan baik, maka tentu akan kita dukung. Tapi jika sebaliknya, apabila kinerja pemerintah menyimpang, maka harus dikritisi,” gumamnya.

DNU




Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2016 Turun 2 Point

Pembangunan bidang politik tidak mendapat prioritas,terutama jika dibandingkan bidang kesejahteraan masyarakat atau infrastruktur

MATARAM.lombokjournal.com — Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2016 mengalami penurunan sekitar 2 point dari IDI tahun 2015.

Tahun 2016, IDI mencapai 70,09 point, sedangkan IDI tahun 2015 72,82 point. Begitu juga dengan nilai IDI di 15 provinsi mengalami penurunan, sedangkan provinsi NTB terjadi peningkatan kualitas sebesar 0,33 point.

Penurunan IDI provinsi terbesar terjadi di provinsi DKI Jakarta sebesar 14,47 point dan provinsi Sumatera Barat sebesar 13,05 point.

Menurut Deputi Bidang Statistik Sosial BPS RI, M.Sairi Hasbullah, point penting dari IDI 2015-2016 yaitu dengan IDI 2016 yang turun menjadi 70,09, artinya semakin menjauh dari target RPJMN 2019 yang sebesar 75,00 point.

“Lalu ketiga aspek berkontribusi dalam penurunan IIDI,namun lembaga demokrasi mengalami penurunan sebesar 4,82 poin,”ucapnya dalam Workshop Fasilitator FGD dalam rangka penyusunan IDI,Kamis (10/5) pagi di Mataram.

Karena itu, dengan penurunan IDI 2016 tersebut terdapat beberapa provinsi yang indeksnya naik atau turun dengan ekstrims.

“Harus bisa dipastikan apakah sesuai realitas atau karena adanya persoalan pengumpulan data pads IDI 2015-2016,”ungkapnya.

Sementara itu, IDI sebagai pembangunan politik,IDI tercantum dalam RPJMN, namun tidak terkoreksi dengan RPJMD seluruh provinsi, sehingga pembangunan politik seakan hanya tanggungjawab pusat.

Selain itu juga implikasinya pembangunan politik bersifat top down dan daerah kurang memberi respon, target IDI 75.00 point pada tahun 2019 mungkin tercapai dengan sinergi yang baik antara pusat dan daerah.

Lalu pembangunan bidang politik tidak mendapat prioritas,terutama jika dibandingkan bidang kesejahteraan masyarakat atau infrastruktur.

Bahkan, tambahnya, konsep IDI dianggap terlaku liberal, sehingga belum sepenuhnya diterima oleh stakeholder di provinsi.

Sementara itu  peran dari Kabid Sosial dalan pembangunan politik yaitu menjadi leading actor dalan pengumpulan data indeks demokrasi yang akurat dan indepemden,aktif melakukan diseminasi dan sosialisasi IDI di masing masing provinsi.

Selain itu berperan aktif dalam Pokja IDI baik dalan proses pengumpulan data maupun utilisasi data IDI bersama pemda dan instansi terkait lalu mrlajukan berbagai kajian tentang hubungan IDI dengan berbagai indikator lain yang dihasilkan BPS terutama yang terkait dengan kesejahteraan.

Workshop Fasilitator FGD dalam rangka penyusunan IDI yang digelar di Mataram NTB akan berlangsung selama dua hari diikuti oleh Kepala bidang statistik BPS seluruh indonesia dengan menghadirkan pembicara dari BPS Pusat, Dewan Pakar IDI, Prof Maswadi Rauf (peneliti LIPI) dandiwaliki oleh Kemenko Polhukam diwakili oleh Asisten Deputi Bidang Koordinator Demokrasi dan Ormas, Widiyanto Poesoko.

AYA




Kerjasama Millenium Challenge Corporation COMPACT Di NTB Berakhir

NTB dinilai memperlihatkan komitmen yang cukup tinggi dan mengintegrasikan program-program MCC  dengan program-program pembangunan yang sudah ada

MATARAM.lombokjournal.com —  Program kerjasama Millenium Challenge Corporation (MCC) COMPACT antara Pemerintah Amerika Serikat dengan Pemerintah Provinsi NTB telah berakhir.

Delegasi Lembaga Pemerintah Amerika Serikat (AS) MCC bersama Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr. berkesempatan hadir dalam acara penutupan kegiatan MCC di Kantor Gubernur NTB.

Duta Besar  bersama dengan Wakil Presiden dan Sekretaris Dewan MCC Jeanne Hauch serta Wakil Presiden untuk urusan Kongres dan Hubungan Masyarakat Karen Sessions, menyampaikan apresiasi dan penghargaannya kepada Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi, atas kerjasamanya dengan pihak MCC selama kurun waktu lima (5) tahun.

“Saya mengucapkan selamat kepada Gubernur NTB atas segala kemajuan yang diraih oleh Provinsi NTB melalui MCC. Dan kami juga hadir disini untuk melihat secara langsung seluruh pencapaian yang dilakukan oleh MCC termasuk Unit Layanan Pengadaan yang telah berhasil meraih penghargaan terbaiknya selama ini,” ujar Wakil Presiden dan Sekretaris MCC, Jeanne Hauch, kepada sejumlah wartawan di Kantor Gubernur NTB, Senin (07/05).

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr  juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi NTB atas terselenggaranya kerjasama MCC antara Pemerintah AS dengan Pemprov NTB.

“Selama lima tahun, MCC telah bermitra dengan Pemerintah Indonesia dan sudah memberikan dana hibah sebesar Rp5,5 Trilyun untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga mengangkat masyarakat dari kemiskinan,” kata Dubes AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr.

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi NTB selama 5 tahun bekerjasama dengan MCC telah memperlihatkan komitmen yang cukup tinggi dan mengintegrasikan program-program MCC  dengan program-program pembangunan yang sudah ada di Provinsi NTB.

“Dengan ditutupnya program MCC ini, maka kami juga tadi telah membahas keberlanjutan dari sejumlah program yang telah dicapai. Keberhasilan dari MCC Compact ini merefleksikan betapa kuatnya kemitraan strategis antara Pemerintah AS dengan Indonesia. Dan kami nantikan kerjasama lanjutan antara kedua Negara ini dalam program-program kerja lainnya seperti program USAID yang sudah kita laksanakan di seluruh Indonesia dan salah satunya termasuk di NTB,” ucap Joseph R Donovan.

Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi, juga menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Pemerintah AS yang telah melaksanakan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Provinsi NTB.

Menurutnya, ada tiga (3) pokok kerjasama yang dilakukan oleh MCC dengan Pemerintah Provinsi NTB yakni kerjasama dalam aspek Green Prosperity atau Kemakmuran Hijau, kerjasama dalam aspek reformasi unit layanan pengadaan, dan yang ketiga kerjasama dalam aspek stunting.

Menurutnya, ketiga kerjasama ini berjalan sangat baik di Indonesia, khususnya di NTB. Dari kerjasama ini telah meninggalkan satu pondasi yang kuat, khususnya, bagi mitra-mitra lokal untuk meneruskan program-program ini secara lebih baik.

“Salah satu contoh, pembudidaya garam di Lombok Tengah saat sekarang ini kondisinya sudah sangat lebih baik yakni sudah mampu memproduksi garam dengan lebih baik dan produknya sudah menembus pasar serta sudah memiliki branding produk. Jadi ini adalah salah satu bagian dari apa yang kita lakukan dalam kemitraan ini,” pungkasnya.

AYA

 




Kerjasama Millenium Challenge Corporation COMPACT Di NTB Berakhir

Memperlihatkan komitmen yang cukup tinggi dan mengintegrasikan program-program MCC  dengan program-program pembangunan yang sudah ada

MATARAM.lombokjournal.com —  Program kerjasama Millenium Challenge Corporation (MCC) COMPACT antara Pemerintah Amerika Serikat dengan Pemerintah Provinsi NTB telah berakhir.

Delegasi Lembaga Pemerintah Amerika Serikat (AS) MCC bersama Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr. berkesempatan hadir dalam acara penutupan kegiatan MCC di Kantor Gubernur NTB.

Duta Besar  bersama dengan Wakil Presiden dan Sekretaris Dewan MCC Jeanne Hauch serta Wakil Presiden untuk urusan Kongres dan Hubungan Masyarakat Karen Sessions, menyampaikan apresiasi dan penghargaannya kepada Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi, atas kerjasamanya dengan pihak MCC selama kurun waktu lima (5) tahun.

“Saya mengucapkan selamat kepada Gubernur NTB atas segala kemajuan yang diraih oleh Provinsi NTB melalui MCC. Dan kami juga hadir disini untuk melihat secara langsung seluruh pencapaian yang dilakukan oleh MCC termasuk Unit Layanan Pengadaan yang telah berhasil meraih penghargaan terbaiknya selama ini,” ujar Wakil Presiden dan Sekretaris MCC, Jeanne Hauch, kepada sejumlah wartawan di Kantor Gubernur NTB, Senin (07/5 ).

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr  juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi NTB atas terselenggaranya kerjasama MCC antara Pemerintah AS dengan Pemprov NTB.

“Selama lima tahun, MCC telah bermitra dengan Pemerintah Indonesia dan sudah memberikan dana hibah sebesar Rp5,5 Trilyun untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga mengangkat masyarakat dari kemiskinan,” kata Dubes AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr.

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi NTB selama 5 tahun bekerjasama dengan MCC telah memperlihatkan komitmen yang cukup tinggi dan mengintegrasikan program-program MCC  dengan program-program pembangunan yang sudah ada di Provinsi NTB.

“Dengan ditutupnya program MCC ini, maka kami juga tadi telah membahas keberlanjutan dari sejumlah program yang telah dicapai. Keberhasilan dari MCC Compact ini merefleksikan betapa kuatnya kemitraan strategis antara Pemerintah AS dengan Indonesia. Dan kami nantikan kerjasama lanjutan antara kedua Negara ini dalam program-program kerja lainnya seperti program USAID yang sudah kita laksanakan di seluruh Indonesia dan salah satunya termasuk di NTB,” ucap Joseph R Donovan.

Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi, juga menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Pemerintah AS yang telah melaksanakan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Provinsi NTB.

Menurutnya, ada tiga (3) pokok kerjasama yang dilakukan oleh MCC dengan Pemerintah Provinsi NTB yakni kerjasama dalam aspek Green Prosperity atau Kemakmuran Hijau, kerjasama dalam aspek reformasi unit layanan pengadaan, dan yang ketiga kerjasama dalam aspek stunting.

Menurutnya, ketiga kerjasama ini berjalan sangat baik di Indonesia, khususnya di NTB. Dari kerjasama ini telah meninggalkan satu pondasi yang kuat, khususnya, bagi mitra-mitra lokal untuk meneruskan program-program ini secara lebih baik.

“Salah satu contoh, pembudidaya garam di Lombok Tengah saat sekarang ini kondisinya sudah sangat lebih baik yakni sudah mampu memproduksi garam dengan lebih baik dan produknya sudah menembus pasar serta sudah memiliki branding produk. Jadi ini adalah salah satu bagian dari apa yang kita lakukan dalam kemitraan ini,” pungkasnya.

AYA




Partai Berkarya Fokus Ke Legislatif

Partai Berkarya belum menentukan siapa Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan diusung

MATARAM.lombojournal.com — Ketua Dewan Pembina Partai Beringin Karya (Berkarya) hingga kini belum menyatakan akan maju menjadi calon presiden atau wakil presiden di Pilpres 2019. Pasalnya, ia enggan membicarakan soal Calon Presiden maupun Wakil Presiden 2019.

Selaku Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommi Soeharto mengatakan sebagai partai peserta baru di pemilu, mereka masih ingin fokus untuk mendapatkan kursi di parlemen.

Partainya, juga belum menentukan akan menjadi koalisi pemerintah atau oposisi.

“Kalau masalah capres belum, Fokus kami adalah di legislatif dulu, setelah selesai baru bicara capres dan cawapres,” ujarnya usai meresmikan masjid Al-Mabrur dilingkungan Kekalik Timur, Kelurahan Kekalek Jaya,  Kota Mataram, Rabu (02/05).

Ia mengungkapkan, partainya juga belum menentukan siapa calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung Partai Berkarya.

“Belum kita tentukan,”imbuhnya.

Tommi juga mengaku partai Berkarya telah menargetkan dapat menguasai kursi DPR pada masa pemerintahan 2019-2024.

“Ya kita targetkan Partai Berkarya paling sedikit dapat meraih 80 kursi di DPR RI pada pemilihan legislatif 2019 mendatang,” akunya.

Menurut putra bungsu Presiden ke-2 Indonesia Soeharto itu, Juga  telah menyusun sejumlah kriteria bagi kader maupun masyarakat yang ingin maju lewat bendera Berkarya.

“Kita tetap utamakan calon yang sudah mengakar di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.

AYA

 




Tommy Suharto Di Lombok Memotivasi Kader Partai Berkarya

Peluang perekonomian NTB dinilai memiliki potensi besar

MATARAM.lombokjournal.com — Dengan menghadirkan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra di Lombok, seakan menjadi awal baru bagi karir Dewan Pengurus Wilayah Partai Berkarya NTB yang dinahkodai oleh politikus senior H. Dharmawan.

Kedatangan pimpinan tertinggi dari partai berlambang rantai beringin, Rabu (02/05) ini dihajatkan langsung memberikan motivasi dan semangat bagi para kader partai. Sekaligus meraup dukungan masyarakat untuk menggelorakan visi dan misi Partai Berkarya di NTB.

Tommy Soeharto (panggilan akrab Hutomo Mandala Putra) dalam kunjungannya di Masjid Al Mabrur Kekalik Timur Mataram, meminta dukungan seluruh pihak untuk membesarkan Partai Berkarya di seluruh Nusantara, khususnya di Nusa Tenggara Barat.

Ia berharap agar Partai Berkarya dapat memberikan pengaruh dalam pembangunan daerah.

“Dalam kesempatan yang baik ini kami mohon kepada tuan guru dan masyarakat yang hadir untuk memberikan doa mudah-mudahan Partai Berkarya ini menjadi partai yang besar, partai yang amanah, partai yang menjadikan negera ini menjadi lebih baik dan khususnya Nusa Tenggara Barat lebih maju lagi,” kata Tommy.

Di hadapan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh kader partai, Tommy menyinggung peluang perekonomian NTB yang dinilai memiliki potensi besar. Utamanya dibidang keberlangsungan dan peningkatan produksi pangan.

Tommy mengatakan, dengan produktivitas beras yang melimpah NTB seharusnya menyandang gelar sebagai lumbung pangan dunia.

“Karena saya melihat bahwa ntb ini sudah sungguh sangat baik menjadi lumbung pangan nasional. terutama pada beras saya melihat sudah 150 ribu ton beras dari ntb ini sudah didistribusikan ke nasional dan saya yakin dengan cakupan luas lahan 1200 hektar harusnya ntb bisa menghasilkan beras yang lebih banyak lagi. Dan akhirnya nanti ntb bukan hanya menjadi lumbung pangan nasional melainkan juga menjadi lumbung pangan dunia,” katanya.

Bahkan tidak hanya kejayaan beras melimpah yang menjadi perhatian dari putra mantan Presiden Soeharto ini, produksi jagung NTB yang beberapa waktu lalu mengekspor ke Nagera Filipina juga dipandang inspiratif. Sebagai penghasil jagung, NTB harus mandiri dalam eksportir.

Pemanfaatan kapal-kapal besar yang berlabuh dapat di memperlancar eksportir jagung ke Negara pembeli.

“Tidak hanya beras saya melihat jagung juga menjadi komudity unggulan juga di NTB ini. Dengan produktifitas yang besar saya mengharapkan agar eksport jagung ini tidak melalui provinsi tetangga, seharusnya dapat langsung di eksport ke negara Filipina, Korea dan Jepang,” tandas Tommy.

AYA