Jusuf Kalla Janji Bangun Sekolah Dan Rumah Tahan Gempa

Wapres memberikan motivasi bagi semua korban gempa untuk tetap semangat dalam membagun kembali ekonomi menuju kehidupan yang lebih baik

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Wakil Presiden RI H. M. Jusuf Kalla (JK) didampingi Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengunjungi lokasi pengungsian korban gempa bumi di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Selasa, (21/08).

Turut dalam rombongan, Menteri PUPR, Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan RI.  JK menyapa anak-anak yang berada di tenda pengungsian. Dihadapan para anak-anak yang rata-rata masih sekolah itu, orang nomor dua di Indonesia itu berjanji akan segera membangun sekolah dan rumah warga yang rusak akibat gempa 7 SR yang melanda Lombok, NTB.

JK menegaskan, fasilitas sekolah merupakan sarana yang paling utama harus dibangun, agar anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa di sekolah, tidak belajar di dalam tenda lagi.

“Pemerintah melalui Menteri Pendidikan akan segera membangun sekolah, agar anak-anak bisa belajar lagi dengan baik dan nyaman di sekolah,” kata JK.

Sedangkan terkait dengan rekonstruksi rumah warga yang rusak berat, sedang dan ringan, JK berjanji akan membantu masyarakat.

“Dalam proses pembangunan nanti Kemeterian PU akan memberikan pelatihan kepada masyarakat, bagaimana membangun rumah tahan gempa sampai kekuatan 9 SR,” ungkapnya.

Terkait dengan status gempa, wapres mengatakan, status gempa di NTB walaupun tidak berstatus nasional, namun sesungguhnya penanganannya sudah berskala nasional.

Bagi Wapres tidak ditetapkannya bencana gempa lombok sebagai skala nasional, karena pemerintah daerah dan pusat masih mampu menangani dampak dari gempa bumi di NTB.

“Status bencana nasional itu apabila pemerintah tidak bisa berbuat apa apa, sehingga bantuan dari luar negeri kita butuhkan, kalau kita masih mampu tidak perlu jadi bencana nasional,” terang JK.

Dalam kesempatan kunjungan di lokasi pengungsian tersebut, Wapres juga menyerahkan dana santunan bagi keluarga yang meninggal dunia masing-masing sebesar Rp. 15 juta.

Selain itu, bantuan satu unit kendaraan Truk dari Kementerian sosial, diterima langsung Gubernur NTB sebagai kendaraan operasional untuk distribusi bantuan bagi para korban gempa yang berada di tempat-tempat terpencil yang tidak bisa dijangkau.

Di akhir sambutannya Wapres memberikan motivasi bagi semua korban gempa untuk tetap semangat dalam membagun kembali ekonomi menuju kehidupan yang lebih baik.

“Lombok, bangun kembali,” kata JK memberi semangat.

AYA/hms NTB




Gubernur Zainul Majdi Optimis, Lombok Bangkit Dari Keterpurukan

Diyakinkan, sarana umum seperti bandara, pelabuhan, dan jalan-jalan utama yang ada di Pulau Seribu Masjid masih berfungsi dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com – Masyarakat Lombok akan mampu bangkit dari keterpurukan. Meski ada bencana gempa bumi yang luar biasa, dan Lombok dan  NTB akan bangkit lebih baik lagi.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan itu usai Upacara Hari Kemerdekaan  di Mataram, Jum’at (17/08).

TGB juga memiliki keyakinan yang kuat , masyarakat Lombok akan bangkit dari keterp[urukan setelah bencana gempa bumi  yang memporandakan sendi kehidupa sebagian wilayah NtB

“InsyaAllah kami semua, hati kami, jiwa kami penuh dengan optimisme bahwa walaupun ada bencana yang luar basa tapi insyaAllah Lombok dan NTB akan bangkit lebih baik lagi, lebih hebat lagi, lebih maju lagi di masa-masa yang akan datang,” ujarnya.

Terkait bencana gempa bumi itu, TGB mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang menberikan perhatian dan bantuan bagi masyarakat Lombok yang sedang tertimpa musibah.

“Alhamdulillah perhatian dan bantuan sangat besar artinya bagi kami semua. Kami apresiasi dan mendoakan kepada semua yang sudah membantu dengan ketulusan, semoga Tuhan yang maha esa membalasnya,” katanya,

TGB tak memungkiri, bencana gempa yang terjadi secara terus menerus pada beberapa pekan terakhir memiliki daya guncang yang besar.

Namun dikatakannya, nadi kehidupan di Lombok tetap berjalan dengan baik. Ia menyebutkan, sarana umum seperti bandara, pelabuhan, dan jalan-jalan utama yang ada di Pulau Seribu Masjid masih berfungsi dengan baik.

“NTB, khususnya Lombok aman, kondusif dan tetap nyaman untuk semua. Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat jangan khawatir dan jangan ragu untuk datang kembali ke Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Semoga semangat persaudaraan dan ajakan untuk terus mengokohkan silaturahmi bisa terus mendekatkan kita sebagai anak-anak bangsa,” tegas TGB.

Sebelumnya Gubernur NTB menyampaikan Dirgahayu Republik Indonesia ke-73., sambil berharap, Indonesia akan semakin maju dan menghadirkan kebaikan untuk semua wargaya.

AYA/HMS NTB

 

 




Wagub Minta, Kunjungan Komisi VII Mampu Menyerap Aspirasi  NTB

Kedatangan Komisi VII DPR RI diharap jadi wujud perhatian akan usaha pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh masyarakat NTB

MATARAM,lombokjournal.com — Kunjungan Komisi VII Bidang Energi dan Sumber daya Mineral, Riset, Tekhnologi dan Dikti, Lingkungan Hidup dan Kehutanan diharapkan dapat  menampung dan meneruskan aspirasi di daerah ke pusat.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M. Si saat menyampaikan sambutan kunjungan Komisi VII di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Selasa (31/07).

Wagub menegaskan, kunjungan reses ini  diharapkan menangkap aspirasi masyarakat dan kebutuhan pembangunan di NTB. Kemudian aspirasi itu diwujudkan dalam Undang-Undang yang mampu menjembatani hubungan antara pemerintah pusat dengan daerah, dalam mengatasi berbagai hambatan pembangunan.

“Saat kami sedang dilanda musibah, yang berdampak belasan korban dan harta benda serta menyebabkan ribuan orang mengungsi. Hal ini tentu menjadi perhatian kita semua. Kedatangan saudara merupakan wujud perhatian akan usaha pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh masyarakat NTB,” jelas Wagub Amin.

Ketua rombongan yang diwakili Kurtubi  mengatakam, maksud  dan tujuan kunjungan kerja komisi VII DPR RI ke Provinsi NTB memang untuk  menyerap aspirasi, termasuk penyelarasan data.

“Kedatangan kami adalah untuk mendapatkan data dan informasi mengenai permasalahan, solusi dan dukungan dari Mitra terkait pasokan energi dan sumber daya mineral (gas, BBM, dan listrik) di Provinsi NTB,” ucap Kurtubi.

AYA




I Gusti Nyoman Agung Sugantha, ST : Kemenangan Zul Rohmi Beri Spirit Caleg Muda

Dalam politik itu tidak ada yang tidak mungkin, jika strategi pendekatan kepada masyarakat dilakukan dengan cara memahami kondisi wilayah tersebut

I Gusti Nyoman Agung Sugantha, ST

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Momentun Pilgub NTB, Pilwakot Bima maupun Pilbup Lotim, harus dimanfaatkan oleh para caleg jelang Pemilihan Legislatif 2019, sebagai aspirasi rakyat yang memilih perubahan pemimpin di daerahnya.

Spirit perubahan akan berimbas kuat pada Pemilu Legislatif 2019, rakyat diduga akan menjatuhkan pilihan kepada para wakil rakyat yang mampu memperjuangkan aspirasinya.

Menurut Calon Legislatif kota Mataram dapil Cakranegara dari Partai Berkarya, I Gusti Nyoman Agung Sugantha, ST, kemenangan Zul – Rohmi dalam Pilgub NTB menyemangati dan menjadi spirit buat dirinya untuk mendekatkan diri dengan konstituennya.

“Saya akan meniru cara-cara pendekatan ke masyarakat seperti yang dilakukan oleh Zul-Rohmi,” ungkapnya, Senin (30/07)

Bagi I Gusti Nyoman Agung Sugantha, 35 tahun,  meskipun dirinya baru pertama kali menjadi Caleg, tapi tak membuatnya berkecil hati bersaing dengan sejumlah incumben didapilnya.

“Buktinya, siapa sangka Zul-Rohmi bisa menang di Pilgub NTB padahal Paslon yang tidak diunggulkan,” tambahnya .

Caleg Muda yang berprofesi sebagai Arsitek ini mengatakan,  akan berusaha yang terbaik dan berbuat maksimal untuk membesarkan Partai Berkarya yang telah memberikan kepercayaan menjadi Calegnya.

“Saya akan menjaga kepercayaan Partai Berkarya menjadi Caleg yang bisa meraih dukungan pemilih,” ujar Agung Sugantha yang saat ini  menempuh studi di Fakultas Hukum di Unizar .

Agung Sugantha ingin banyak menimba ilmu tentang tehnik dan strategi melakukan pendekatan kepada konstituen.

“Saya pribadi ingin berdialog dan berdiskusi dengan tim Zul Rohmi , bagaimana meraih simpati rakyat dengan benar ,” tuturnya .

Spirit kemenangan Zul-Rohmi , kata Agung Sugantha, setidaknya telah membuka mata hati semua caleg muda atau pemula seperti dirinya.

Dalam politik itu ternyata  tidak ada yang tidak mungkin, semuanya serba mungkin terjadi. Jika strategi pendekatan kepada masyarakat dilakukan dengan cara memahami kondisi wilayah tersebut.

“Sebagai orang awam dalam politik , saya akan memperdalam pengetahuan saya tentang  blusukan yang efektif,” tambah Sugantha.

Dengan latarbelakang Arsitektur, I Gusti Nyoman Agung Sugantha ingin berbuat banyak untuk berbagi pengetahuan dengan konstituennya agar bisa saling membesarkan.

“Jurusan Arsitektur kurang diminati karena persepsi warga masyarakat kurang clear. Padahal menjadi arsitek saat ini sangatlah prospektif,” pungkasnya.

Caleg Muda Berkarya ini dikenal juga sebagai pengusaha muda/ owner Alam Mimpi Hotel Batu Layar dan Tepi Sawah Hotel Lingsar, sekaligus Direktur CV Agung AmerthaJaya Kontraktor.

Me




Kepala OPD Diminta Fokus Bekerja

Kepala OPD juga diminta mencermati faktor-faktor teknis, faktor sosial, agama saat merancang dan melaksanakan program pembangunan di daerah

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) dengan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi NTB, di Ruang Rapat Utama, Senin (23/07), mengingatkan  seluruh Kepala OPD tetap fokus melaksanakan tugas.

Terutama, tugas atau program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti pembenahan infrastruktur yang menyangkut pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun irigasi.

“Kalau ada satu program yang bisa kita masukkan di sana, yaitu program untuk membenahi sarana air bersih atau irigasi, maka cukup satu itu saja. Kalau itu sudah tertangani, maka hal-hal positif, akan terbangun di sana,” tegas Gubernur.

Selain fokus menyelesaikan tugas-tugas yang ada, Gubernur yang akrab dipanggi TGB (Tuan Guru Bajang) itu minta seluruh Kepala OPD untuk mencermati faktor-faktor teknis, faktor sosial, agama saat merancang dan melaksanakan program pembangunan di daerah.

Dengan memperhatikan itu, lanjut TGB, maka pelaksanaan program pembagunan bagi kesejahteraan masyarakat akan berjalan lancar dan sukses.

Termasuk tidak adanya potensi kerawanan sosial yang menyebabkan terjadinya kamandekan pembagunan, yang pada akhirnya masyarakat sendiri yang dirugikan.

“Termasuk memasukkan kapan itu dilaksanakan. Sehingga ada faktor kompensasinya yang dapat meringankan hal-hal yang menimbulkan kerawanan sosial,” ungkap TGB.

Ditegaskannya, Kepala OPD lah yang akan terus menjadi pelaksana program pembagunan di masa yang akan datang.

Rapim dengan agenda Realisasi keuangan dan fisik per OPD. Secara umum, Gubernur mendapat laporan bahwa realisasi keuangan sampai dengan Bulan Juni 2018, sebesar 45,83 persen, dengan proges fisik sebesar 49,42 persen.

Hal ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, pada bulan yang sama dengan realisasi keuangan 40,14 persen dan progres fisik sebesar 42,48 persen.

Dalam Rapim itu hadir Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si dan Sekretaris Daerah (Sekda), Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D.

Dalam arahannya juga, Gubernur NTB dua periode tersebut meminta Kepala OPD untuk memastikan penyelesaian seluruh kerjasama, atau kewajiban-kewajiban dengan berbagai pihak di luar pemerintah atau pihak ketiga, terhadap berbagai kegiatan dan program daerah yang telah dilaksanakan.

Sebab, pihak-pihak lain seperti media, telah memberikan kontribusi bagi terlaksananya pembangunan di NTB. Termasuk saat ini, NTB telah dikenal luas baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sebagai daerah yang mengalami kemajuan pesat.

“Kita tahu bahwa kerjasama itu telah mendatangkan banyak manfaat bagi daerah, yaitu tereksposenya kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi daerah, bahkan untuk bangsa,” tegas TGB.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih dan apreasiasi kepada seluruh Kepala OPD yang telah bekerja sungguh-sungguh bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kita bekerja ini untuk NTB,” pungkas Gubernur.

AYA/hms ntb




Dasawarsa KLU, Momentum Evaluasi Pelayanan Publik

Beberapa program yang sudah berjalan, mulai dari dokter desa, ambulan desa, Jubah, saber drop out, hingga saber gebuk

Parade HUT KLU ke 10

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Peringatan hari jadi Kabupaten Lombok Utara ke-10, Sabtu (21/07) 2018, dijadikan momentum untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan pelayanan publik.

“Ini menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan 10 tahun KLU. Tentu banyak kekurangan-kekurangan, dan itu menjadi motivasi untuk terus melakukan yang terbaik,” kata Bupati KLU, H.Najmul Akhyar, dalam sambutannya saat upacara peringatan HUT Dasawarsa KLU, di lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung, Sabtu (21/7).

Dikatakannya, berbagai raihan prestasi dan penghargaan yang telah diraih Lombok Utara selama ini, tidak terlepas dari kerjasama semua elemen yang ada, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat          hingga media.

“Kita patut bersyukur kepada Allah                                                                                 SWT, di tengah keterbatasan sebagai Semarak ibu-ibu                                                    daerah otonomi baru, yang memiliki                                                                                 kapasitas viskal yang kecil, tapi banyak prestasi yang sudah ditorehkan. Ini kado buat masyarakat KLU,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Najmul juga menyampaikan beberapa program yang sudah berjalan, mulai dari dokter desa, ambulan desa, Jubah, saber drop out, hingga saber gebuk.

Pringatan Dasawarsa KLU dihadiri Wakil Gubernur NTB. H. Moh Amin, Kepala Daerah se -NTB, Mantan bupati KLU pertama, H.Johan Sjamsu, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh adat.

Diakhir acara, masyarakat juga disuguhkan dengan berbagai hiburan, mulai dari atraksi seni bela diri pelajar asal Korea Selatan, pawai budaya dan potensi desa.

DNU




NW Pimpinan Hj Siti Raehanun Tetap Teguh Dukung Jokowi Dua Periode

Selama 4 tahun jalannya  pemerintahan Presiden Jokowi terus bekerja tanpa menghiraukan para pengkritiknya. Karena bagi Jokowi,  kepentingan  rakyat Indonesia lebih utama ketimbang mengurus hal-hal yang tidak bermanfaat

Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Pemuda NW, Nurkholis M.Hum

lombokjournal.com —

MATARAM :   Organisasi Nahdlatul Wathan ( NW) Anjani di bawah kepemimpinan Hj St Raihanun Zainuddin AM kembali menegaskan, akan tetap memberikan dukungan sekaligus memenangkan   Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang, seperti saat mendukung Jokowi – JK  pada Pilpres 2014 silam.

Keteguhan Komitmen Organisasi NW kembali mendukung Jokowi, karena dilihat hasil pada periode sekarang ini, Presiden Jokowi mampu menjalankan pemerintahan dengan baik dengan menjunjung tinggi pemerataan dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sekretaris  Pimpinan Pusat (PP) Pemuda NW, Nurkholis M.Hum melalui siaran pers, Kamis (19/7)

Menurut Nurkholis, relationship yang baik   Jokowi dengan para ulama/pesantren terjaga dan terawat dengan baik tanpa ada permasalahan yang signifikan.

“Ini menunjukkan para ulama dan pesantren mengapresiasi dengan baik kepemimpinan  Jokowi – JK,”  ungkapnya.

Disisi lain  Nurkholis juga membeberkan, informasi saat organisasi NW menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2017 dengan  melihat usul dan saran dari perwakilan 24 Pengurus Wilayah (PW) NW se Indonesia  memutuskan untuk kembali mendukung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

“Kepemimpinan Jokowi perlu diperkuat dan dilanjutkan dua periode agar capaian pembangunan untuk ummat bisa berkelanjutan,” tambah Nurkholis .

Lebih lanjut Nurkholis menambahkan, selama 4 tahun jalannya  pemerintahan Presiden Jokowi terus bekerja tanpa menghiraukan para pengkritiknya. Karena bagi Jokowi,  kepentingan  rakyat Indonesia lebih utama ketimbang mengurus hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Saya melihat presiden Jokowi bersama kabinet kerjanya sangat serius bekerja untuk ksejahteraan rakyat,” tegasnya.

Sejarah Dukungan NW

Sementara itu lanjut Nurkholis, terkait  dukungan dua periode dari Gubernur NTB H Zainul Majdi kepada Presiden Jokowi yang marak dan viral diberbagai media,  dianggap sebagai hal yang wajar.

Hal ini karena Presiden Jokowi selalu mengutamakan dan memperhatikan kemajuan NTB.

“Atensi ini  terlihat dari seringnya Presiden Jokowi mengunjungi NTB, kendati pada Pilpres 2014 Jokowi JK kalah melawan  pasangan Prabowo – Hatta,” imbuhnya.

Bagi Nurkholis dukungan Gubernur NTB meskipun bersifat pribadi patut diapresiasi.

“Tidak ada yang salah terkait dukungan Gubernur NTB itu,” bebernya .

Terakhir kata Nurkholis, Ormas  NW  pimpinan  Hj Siti  Raihanun Zainuddin AM yang sah menurut UU  sesuai  SK Menkumham RI /2016 tetap berkomitmen mengawal pemerintahan Jokowi.

“Sejarah mencatat bahwa  sejak Pilpres 2014, NW tetap tegak  memberikan dukungan penuh kepada Presiden Jokowi untuk tetap tampil dan memenangkan  kontestasi Pilpres 2019 nanti,” pungkasnya

Me




NW Pimpinan Hj Siti Raehanun Tetap Teguh Dukung Jokowi Dua Periode

Selama 4 tahun jalannya pemerintahan Presiden Jokowi terus bekerja tanpa menghiraukan para pengkritiknya. Karena bagi Jokowi, kepentingan rakyat Indonesia lebih utama ketimbang mengurus hal-hal yang tidak bermanfaat

lombokjournal.com —
MATARAM : Organisasi Nahdlatul Wathan ( NW) Anjani di bawah kepemimpinan Hj St Raihanun Zainuddin AM kembali menegaskan, akan tetap memberikan dukungan sekaligus memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang, seperti saat mendukung Jokowi – JK pada Pilpres 2014 silam.

Keteguhan Komitmen Organisasi NW kembali mendukung Jokowi, karena dilihat hasil pada periode sekarang ini, Presiden Jokowi mampu menjalankan pemerintahan dengan baik dengan menjunjung tinggi pemerataan dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Pemuda NW, Nurkholis M.Hum melalui siaran pers, Kamis (19/7)

Menurut Nurkholis, relationship yang baik Jokowi dengan para ulama/pesantren terjaga dan terawat dengan baik tanpa ada permasalahan yang signifikan.

“Ini menunjukkan para ulama dan pesantren mengapresiasi dengan baik kepemimpinan Jokowi – JK,” ungkapnya.

Di sisi lain Nurkholis juga membeberkan, informasi saat organisasi NW menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2017 dengan melihat usul dan saran dari perwakilan 24 Pengurus Wilayah (PW) NW se Indonesia memutuskan untuk kembali mendukung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

“Kepemimpinan Jokowi perlu diperkuat dan dilanjutkan dua periode agar capaian pembangunan untuk ummat bisa berkelanjutan,” tambah Nurkholis .

Lebih lanjut Nurkholis menambahkan, selama 4 tahun jalannya pemerintahan Presiden Jokowi terus bekerja tanpa menghiraukan para pengkritiknya. Karena bagi Jokowi, kepentingan rakyat Indonesia lebih utama ketimbang mengurus hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Saya melihat presiden Jokowi bersama kabinet kerjanya sangat serius bekerja untuk ksejahteraan rakyat,” tegasnya.

Sejarah Dukungan NW

Sementara itu lanjut Nurkholis, terkait dukungan dua periode dari Gubernur NTB H Zainul Majdi kepada Presiden Jokowi yang marak dan viral diberbagai media, dianggap sebagai hal yang wajar.

Hal ini karena Presiden Jokowi selalu mengutamakan dan memperhatikan kemajuan NTB.

“Atensi ini terlihat dari seringnya Presiden Jokowi mengunjungi NTB, kendati pada Pilpres 2014 Jokowi JK kalah melawan pasangan Prabowo – Hatta,” imbuhnya.

Bagi Nurkholis dukungan Gubernur NTB meskipun bersifat pribadi patut diapresiasi.

“Tidak ada yang salah terkait dukungan Gubernur NTB itu,” bebernya .

Terakhir kata Nurkholis, Ormas NW pimpinan Hj Siti Raihanun Zainuddin AM yang sah menurut UU sesuai SK Menkumham RI /2016 tetap berkomitmen mengawal pemerintahan Jokowi.

“Sejarah mencatat bahwa sejak Pilpres 2014, NW tetap tegak memberikan dukungan penuh kepada Presiden Jokowi untuk tetap tampil dan memenangkan kontestasi Pilpres 2019 nanti,” pungkasnya

Me




Para Ulama Deklarasikan Dukungan Jokowi 2 Periode

Keputusan TGB mndukung Jokowi telah dipikirkan secara matang demi kemaslahatan pembangunan dan kesejahteraan bagi warga masyarakat NTB

MATARAM.lombkjournal.com —  Pernyataan sikap dan keputusan TGH Muhammad Zainul Majdi yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) yang mendukung Jokowi dua periode, mendapat sambutan ribuan tokoh dan ulama Nusa Tenggara barat.

Sebelumnya, sikap TGH M Zainul Majdi tentang kebulatan sikap untuk mendukung Jokowi itu sempat menuai kontroversi.

Namun para tokoh dan ulama menilai, sikap  Gubernur NTB dua periode yang akrab disapa TGB itu, merupakan keputusan yang bijak atas dasar prestasi dari era kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo.

“Mendukung Jokowi sebagai Presiden adalah keputusan yang sangat realistis, mengingat pembangunan NTB atas peran pemerintah pusat terus masif dilakukan. Ini menjadi inti dari gerakan kami pada hari ini,” ujar Muhammad Sukro, Ketua Gerakan Muda NTB, saat membuka Pertemuan dan Konsolidasi Masyarakat NTB Bersama Tokoh dan Ulama di Mataram,  Senin (16/07).

Dalam momen orasi politik, Sekretaris PW Nahdlatul Ulama NTB, Lalu Winengan juga menyatakan keberpihakannya terhadap TGB atas bentuk kejujurannya mengungkapkan fakta.

Bersama dengan ungkapannya tersebut, ia mengecam pihak – pihak yang melakukan hujatan atau melontarkan ujaran kebencian kepada TGB, lantaran pilihan politik yang berbeda.

Ia meyakini, keputusan TGB mendukung Jokowi telah dipikirkan secara matang demi kemaslahatan pembangunan dan kesejahteraan bagi warga masyarakat NTB.

”Kami selaku komponen NTB mendukung sepenuhnya terhadap keputusan TGB yang mendukung Jokowi. Kontroversi atas dukungan yang terjadi saat ini, hanya dari sekumpulan oknum yang mengaku kyai dan menyatakan ayat – ayat perang yang menganggap dirinya selalu benar,” ungkapnya.

Winengan juga mengungkapkan jika kelompok – kelompok oknum penghujat tersebut, memiliki kepentingan di balik ucapan buruknya tentang TGB. Bahasa – bahasa yang menciderai kebebasan dan hak politik rakyat, merupakan ayat – ayat perang yang sengaja dikumandangkan untuk memecah belah persatuan umat.

Hal ini dicontohkannya seperti hujatan terhadap Jokowi yang dikatakan kurang bersahabat dengan para ulama.

“Kelompok ini menyatakan Jokowi islamnya tidak bagus tetapi faktanya mereka sendiri mencalonkan Presiden yang belum tentu islamnya lebih bagus dari Jokowi. Jadi mari kita satukan tekad, bersatu, bahwa apa yang menjadi sikap TGB mendukung Jokowi adalah harga mati,” tegasnya.

Senada dengan Winengan, Wakil Rektor 1 Universitas Islam Negeri NTB, Prof Masnun juga melontarkan tausyah atas amanah TGB sebagai Tokoh Ulama yang dimuliakan di Bumi Gora. Ia mengharapkan agar seluruh warga masyarakat tidak terpengaruh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan antar sesama Islam di NTB.

Ia berharap agar perbedaan pandangan saat Pilgub lalu, tak menjadi alasan untuk saling menghujat antara satu sama lain.

“Mari kita berhenti untuk saling menghujat. Kalau kita menghujat maka kita tidak bersatu, maka kita akan mudah untuk berperang. Kemarin memang mashab kita berbeda saat Pilgub, setelah ini harus satu tekad kita untuk Nusa Tenggara Barat. Mari kita kawal kita dukung Gubernur kita pada Pilpres,” katanya.

Konsolidasi Masyarakat NTB Bersama Para Tokoh dan Ulama ini dibarengi dengan deklarasi mendukung keputusan politik TGB demi kemajuan NTB. Melalui deklarasi ini, Tokoh dan Ulama meminta kepada seluruh pihak agar saling menghormati pilihan politik warga masyarakat, terlebih kalangan ulama seperti TGB.

Para ulama dan tokoh masyarakat ini juga menyatakan diri menjadi orang-orang yang sejalan dengan arah keputusan TGB, untuk mendukung Presiden RI Joko Widodo melanjutkan kepemimpinan dua periode.

AYA (*)




Kader Demokrat NTB Kecewa Elit DPP Partai Demokrat Yang Wacanakan Sanksi Untuk TGB

Sebelum pilkada berlangsung TGB selalu menyuarakan partai yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok atau golongan

Nasib Ikroman

lombokjournal.com -–

MATARAM :  Pernyataan  sebagian elit DPP Partai Demokrat yang akan memberi sanksi pada M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), terkait dukungannya pada Joko Widodo untuk presiden dua periode, mendapat respon kader Partai Demokrat di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kader Partai Demokrat NTB,  M Nashib Ikroman, menilai banyak sikap tidak simpatik dari para elit DPP Partai Demokrat dengan hadirnya TGB yang merebut perhatian di pentas poliitik nasional.

“Sebagai kader Demokrat asal NTB, terus terang saya kecewa dengan sikap para elit di DPP Partai Demokrat yang tendensius dan menganaktirikan hadirnya TGB di pentas nasional,” kata Acip, panggilan akrab Nasib Ikroman yang juga Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Daerah Partai Demokrat NTB, Rabu (11/07) di Mataram.

Acip mencontohkan, salah satu petinggi Partai Demokrat seperti Syarif Hasan yang mewacanakan sanksi atas sikap kader partainya, dinilai tidak simpatik dan mengecewakan para kader partai.

Padahal Ketua umum Partai Demokrat, SBY, belum memutuskan apa pun atas sikap yang diambil TGB.

“Tidak hanya di NTB tapi juga di daerah lain (banyak kader kecewa, red), hanya mereka tidak berani bertentangan dengan para elit,” kata Acip.

Menurutnya, seharusnya para elit Partai Demmokrat memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama pada semua kadernya.

“Partai Demokrat sebagai parpol yang memiliki ideologi nasionalis religius, justru menganaktirikan TGB yang jelas-jelas profilnya sangat pas dengan partai Demokrat, sebagai figur yang nasionalis dan religious,” ungkap Acip.

Sejauh ini, apa yang disampaikan TGB dalam pesan tausiyah dan sikap politiknya dalam menghadapi situasi kekinian yakni ‘partai tengah’, menunjukkan sikap relevan yang seharusnya menjadi sikap partai Demokrat.

Kepentingan Bangsa

Lebih jauh Acip mengatakan, bahkan sebelum pilkada berlangsung TGB selalu menyuarakan partai yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok atau golongan.

TGB selalu menyerukan sikap untuk fastabiqul khoirot dalam politik, tidak memecah belah bangsa hanya untuk kepentinngan politik.

“Apa yang disampaikan TGB pas dengan visi patai democrat,” ujar Acip.

Namun disayangkan, kata Acip, justru elit DPP Partai Demokrat mau menjatuhkan sanksi kepada TGB yang sudah membesarkan partai Demokrat di NTB.

“Jadi saya rasa sangat wajar, bila saya sebagai kader Demokjrat kecewa dan bersuara seperti ini,” ujar Acip yang selama ini dikenal sebagai penggerak tim sukses yang memenangkan pasangan Zulkieflimansyah-Sitti Rohmi dalam Pilgub NTB 2018.

Sebagai kader, Acip berharap para elit DPP Partai Demokrat lebih bijak dan mengimplementasikan prinsip-prinsip demokrasi dalam mengemudikan arah partai

“Dan kami yakin, Ketua Umum Partai Demokrat yaitu Bapak SBY melaksanakan prinsip-prinsip demokrasi itu,” pungkasnya

Me