Wagub Hj Rohmi Tentang Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan

Ke depan, jajaran pemerintah provinsi akan terus turun ke desa-desa, tidak hanya membawa anggaran.  Namun membawa konsep serta pemberdayaan bagi masyarakat dan pemerintah desa

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah berbagi tips untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi NTB di bawah kendali Gubernur, Dr. H. Zulkieflimansyah dan dirinya telah menetapkan sejumlah program untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di NTB.

Di antaranya, peningkatan produktifitas pertanian secara umum, oropariwisata dan industrialisasi.

Hal itu ditegaskan  Wakil Gubernur saat Wawancara dengan Tim  Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Mahkota-Jakarta, di Ruang Kerja Gubernur, Senin (08/04) 2019

Wagub Ummi Rohmi mengurangi program unggulan yang sudah ditetapkan itu, kemudian diterjemahkan dalam bentuk program yang lebih kongkrit. Diantaranya, sanitasi air besih, revitalisasi posyandu, zero waste, program desa wisata dan program lainnya.

Untuk memuluskan program tersebut, sesuai harapan bersama, yang paling utamakan adalah membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Terutama pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi NTB. Tidak hanya itu,  pemerintah desa pun menjadi ujung tombak yang harus dilibatkan untuk menyukseskan program itu.

Untuk menjaring aspirasi sekaligus menyamakan persepsi tentang cara penanggulangan kemiskinan, Wagub telah turun ke kabupaten/kota.

Sebab katanya, akan sulit menjalankan sebuah program, apalagi menyangkut kesejahteraan masyarakat apabila tidak ada kesamaan visi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Dalam roadshow itu, saya mendapatkan masukkan,  apa yang kita inginkan, memiliki pandangan yang sama,” jelas Ummi Rohmi.

Untuk pemerintah desa, Wagub Ummi rohmi telah dilibatkan dalam program prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bentuk pelibatannya adalah mengalokasikan APBDes ke sejumlah item program pembangunan.

Bahkan, melalalui bupati/walikota, Wagub telah menandatangani kesepakatan bersama untuk menjalankan program, seperti mitigasi bencana, zero waste, revitalisasi posyandu, desa wisata dan sejumlah program lainnya.

Sesuai pengalaman kata Ummi Rohmi, NTB merupakan daerah yang berhasil menurunkan angka kemiskinan dari, sekitar satu persen setiap tahun.  Dan itu berlangsung dalam kurung waktu sepuluh tahun terakhir. Salah satu yang menjadikan itu sukses adalah kesamaan visi untuk menyejahterakan masyarakat dan komitmen menurunkan angka kemiskinan.

Pemberdayaan Masyarakat

Ke depan kata Wagub, jajaran pemerintah provinsi akan terus turun ke desa-desa, tidak hanya membawa anggaran.  Namun membawa konsep serta pemberdayaan bagi masyarakat dan pemerintah desa.

Selain sinergi, untuk akselerasi penurunan angka kemiskinan di NTB adalah memperbaiki kualitas hidup manusianya. Seperti kualitas kesehatan, pendidikan, pendapatan dan lingkungan.

“Jangan kira bahwa sanitasi air bersih itu tidak ada hubungannya dengan kemiskinan. Kesehatan punya korelasi kuat dengan kemiskinan,” jelas Wagub.

Begitu juga dengan pendidikan, pendapatan dan lingkungan. Bahkan pariwisata pun mempunyai hubungan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

“Desa wisata itu digagas untuk kesejahteraan masyarakat. Potensi-potensi yang ada di desa itu dapat dimanfaatkan dan dikembangkan agar masyarakat memiliki pendapatan,” ungkapnya.

Hadirnya industrialisasi pengolahan di NTB itu, merupakan program baru yang digagas Gubernur dan Wagub. Tujuannya, agar baham baku, seperti hasil pertanian, tidak langsung ekspor.

Namun, akan diolah terlebih dahulu. Sehingga akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat tidak mendapatkan apa-apa. Mereka harus mendapatkan nilai tambah dari apa yang mereka usahakan. Nilai tambahnya harus di NTB,  bukan di daerah lain,” kata Wagub.

Hal lain untuk menurunkan angka kemiskinan kata orang nomor dua di NTB itu adalah dengan memperbaiki data yang ada. Untuk data ini jelas Wagub, akan melibatkan para kader dan pendamping desa.

Sehingga data, termasuk data tentang kemiskinan betul-betul detail. Karena dipotret lebih dekat, hingga ke RT dan dusun. Data tentang ibu hamil, anak yang menderita stunting, yang menderita sakit, rumah tidak layak huni, akan terpotret dengan baik.

Untuk kesejahteraan para kader dan pendamping desa, Pemerintah Provinsi telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyusun gaji atau honor yang layak.

“Gaji yang layak diniatkan, agar mereka memiliki semangat dalam bekerja,” ungkapnya.

Namun, dari sejumlah program itu, yang menjadi kendala saat ini adalah bagaimana merubah mind set atau pola pikir masyarakat.

“Untuk melibatkan masyarakat, kita butuh effort. Menggerakkan mereka itu butuh usaha bersama,” jelasnya.

Karena itu, Wagub menghimbau semua pihak untuk serius memikirkan kesejahteraan masyarakat. Terutama, menurunkan angka kemiskinan.

AYA/Hms NTB

 




Gubernur Zul Peringati Isra’ mi’raj Di Lombok Tengah

Pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal hari libur

LOTENG.lombokjournal.com – Tak ada hari libur untuk menyapa warga dan mendengar aspirasinya. Itu dikatakan Gubernur Zulkielimansyah.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, hari Minggu (07/04) pagi  kembali menyapa masyarakat di Desa Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.

Hari libur pada Minggu pagi ini, Gubernur Zul  bersilaturrahim dengan masyarakat pada acara Peringatan Isra’ mi’raj di Ponpes Riyadlul Ulum As-Syafi’iyah desa Banyu Urip..

Bagi Gubernur Zul, pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal hari libur.

“Masyarakat akan merasa senang apabila didatangi dan disapa oleh pemimpinnya,” katanya..

Rr




Wapres JK Gelar Slaturahmi Kebangsaan  

JK meminta semua pihak untuk bergegas bergerak,  memikirkan seperti apa bangsa ini ke depan serta apa yang perlu dilakukan

Gubernur Zulkieflimansyah

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Presiden RI, H. Muhammad Jusuf Kalla menggelar silaturrahmi kebangsaan didampingi Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah.

Wapres JK menggelar kegiatan itu di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Sabtu (06/04) 2019, sebagai salah satu rangkaian kunjungan kerja pria kelahiran Sulawesi Selatan itu di NTB.

Silaturahmi kebangsaan itu berlangsung usai  orang nomor dua di Indonesia itu meninjau proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Desa Teratan,  Kecamatan Batukkiang,  Kabupaten Lombok Tengah.

Pada silaturrahmi yang diinisiasi Jenggala Center NTB dan Tim Permata tersebut,  Gubernur dan JK tiba di lokasi acara sekitar pukul 16.00 WITA.

Diawali dengan penanyangan video hasil pembangunan pemerintah Jokowi-JK, Gubernur menyampaikan selamat datang kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di NTB.

Doktor Zul,  sapaan akrab Gubernur NTB itu mengaku, Wapres JK merupakan sosok yang tidak hanya tokoh politik.

Namun juga sosok yang mengayomi dan mengajarkan banyak hal kepada para juniornya. JK dinilai merupakan sosok yang hangat, dekat dengan siapa saja serta mudah ditemui oleh siapa pun.

Dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB lanjut Gubernur, Wapres JK telah banyak membantu pemerintah daerah. Sehingga, saat ini proses tersebut dalam berjalan baik dan cepat.

Gubernur mengapreiasi Wakil Presiden yang telah hadir di NTB, menyaksikan dan memantau jalannya proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Wapres JK menegaskan sudah saat masyarakat Indonesia memikirkan kepentingan bangsa.

“Politik itu lima tahun,  tapi persahabatan itu seumur hidup,” ungkap JK di hadapan ratusan masyarakat yang hadir.

Kata JK, bangsa ini harus diutamakan ketimbang mempetentangkan masalah politik. Sebab, berbicara bangsa, berbeda dengan negara.

Negata jelas JK hanya sebatas batas wilayah dan jumlah penduduk.

Namun bangsa, menyangkut persatuan, persahabatan, kemajuan serta kesejahteraan. Maka, JK meminta semua pihak untuk bergegas bergerak,  memikirkan seperti apa bangsa ini ke depan serta apa yang perlu dilakukan.

“Kita memang banyak perbedaan, karena negara kita berbentuk kepulauan. Namun, perbedaan itu bukan halangan untuk bersatu,” jelas pria yang pernah menjawab Wakil Presiden Era SBY itu.

Karena itu,  memomentum pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang merupakan saat yang tepat untuk memilih pemimpin terbaik untuk bangsa ini.

Kata JK, meski mendebarkan, namun Pemilu itu menjadi harapan semua pihak akan masa depan bangsa yang lebih baik.

JK juga mengingatkan, banyak negara di dunia ini yang akhirnya bangkrut,  penuh konflik dan masalah,  lantaran faktor pemimpin yang tidak mementingkan masyarakat.

Terlebih lagi, banyak koruptor yang menghancurkan masa depan bangsa.

Karena itu, JK mengajak masyarakat untuk memiliki pemimpin terbaik bagi masa depan bangsa ini.

AYA

Sumber; Biro Humas  Dan  Protokol Provinsi NTB




Wapres Jusuf Kallah Mulai Kunjungan di NTB

Wapres JK direncanakan akan meninjau proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, dan mengadakan silturahmi kebangsaan di Mataram

MATARAM.lombokjornal.com —  Akhirnya, kunjungan Wakil Presiden RI, H. Muhammad Jusuf Kalla ke Provinsi Nusa Tenggara Barat di mulai hari ini, Sabtu (06/04).

Orang nomor dua di Indonesia itu baru saja tiba di Bandara Internasional Lombok.

Kedatangan tokoh yang juga dikenal sebagai sesepuh Partai Golkar laggsung disambut Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan anggota FKPD Provinsi NTB.

Wajah Jusuf Kalla tampak sumringah saat bersalaman dengan Gubernur Zulkieflimansyah, seteah turun dari pesawat.

Wapres JK direncanakan akan meninjau proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. Kemudian pria kelahiran Sulawesi Selatan itu akan menggelar silaturrahmi kebangsaan di Mataram

Rr/Hms NTB

 




Gubernur Zul Merespon Cepat Aspirasi Yang Disampaikan Warga Binaan Lapas Mataram

Gubernur membeli sebuah lukisan hasil buatan warga binaan Lapas seharga 5 juta rupiah

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi, dengan peran dan tugas yang diembannya, berupaya mengayomi, melindungi, dan memberikan perhatiannya kepada seluruh warga NTB.

Tidak terkecuali warga binaan Lapas kelas IIa Mataram,  hari Jum’at (05/04) 2019, dikunjungi Gubernur Zulkieflimasyah dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Jalilah.

Sellain itu, hampir seluruh jajaran Pemerintah Provinsi NTB melalui kegiatan “Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi (Jangzulmi”.

Bertempat di lapangan Lapas Mataram, Gubernur dan Wakil Gubernur serta para Kepala OPD bersilaturahim dan “Sharing” langsung aspirasi dan keluh kesah para warga binaan Lapas Mataram.

Diawali Lagu “Jangan Menyerah” oleh PRCC band, warga binaan lapas antusias mengikuti acara Jangzulmi. Beberapa ada yang menari, bahkan menangis karena larut dalam lagu yang populer dibawakan D’Masiv ini.

Gubernur mengawali acar ‘Jangzulmi. dengan menyapa warga dan memperkenalkan rombongan. Dari Wagub hingga seluruh kepala OPD diperkenalkan satu persatu.

“Kami datang lengkap, hampir semua kepala dinas datang. Mudah-mudahan ada perubahan yang bisa kami hadirkan utk bapak dan ibu semua disini,” jelas Gubernur dengan senyum khasnya

Gubernur kemudian melanjutkan dengan menceritakan sebuah kisah Inspiratif tentang persahabatan kepada seluruh hadirin.

“Esensinya adalah, dalam hidup tidak ada yang percuma. Semua ada maksud dan tujuannya, Allah lebih mengetahui daripada makhluk nya,” ujar Gubernur memotivasi.

Gubernur mengajak untuk mensyukuri apa yang ada.

“Apa yang ada pada diri kita, adalah Allah hadirkan yang terbaik untuk kita,” tambah nya, diiringi tepuk tangan seluruh warga lapas.

Dalam sesi dialog, warga binaan sangat antusias dan bangga bisa bertemu langsung Gubernur.

Dengan penuh harapan aspirasi dan permasalahan yang mereka sampaikan, akan mendapatkan respon cepat dari pemerintah.

Sebagian pertanyaan yang disampaikan dijawab langsung oleh Gubernur dan Kepala OPD terkait.

Mulai dari masalah kasus yang menjerat, kebutuhan alat olahraga, alat musik hingga alat masak dan pemasaran produk karya warga binaan.

Dari semua permasalahan yang disampaikan, Gubernur langsung menjawab dan akan segera menghadirkan kebutuhan warga lapas seperti alat musik dan olahraga.

Gubernur juga akan mengkaji ulang kasus hukum tentang ilegal logging.

“Saya sudah 4 tahun disni, baru pertama kali kami bisa berdiskusi dan bertatap muka dengan Gubernur. Saya terhenyuh,” ucap salah seorang warga binaan lapas asal Gunung Sari Lombok Barat.

“InshaAllah apa yang sudah disampaikan akan dibantu. Mengenai tataboga dan alat masak juga akan kita bantu,” tambah Wagub menjawab pertanyaan warga.

Sebelumya, Kepala Lapas kelas IIa Mataram, Tri Saptono Sambudji, Bc.Ip, SH, M.AP dalam pengantarnya mengatakan dengan total 1030 orang, kondisi lapas sebenarnya over kapasitas sebanyak 350 persen.

Namun berkat dukungan pemerintah daerah dan para stakeholders, kondisi lapas tetap dalam keadaan kondusif dan warga juga dalam kondisi sehat.

BACA JUGA ; Lapas Kelas I Mataram Sudah Over Kapasitas

Setelah acara Jangzulmi selesai, Gubernur juga melihat lihat hasil kreasi para warga lapas.

Gubernur juga membeli sebuah lukisan hasil buatan warga seharga 5 juta rupiah.

AYA

AFF/Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB




Gubernur Hadiri Undangan Menristekdikti, Wagub Buka Musrenbang Provinsi

Musrenbang yang menjadi elemen penting proses berjalannya pembangunan, diyakini mampu menyerap aspirasi masyarakat secara menyeluruh

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd direncanakan akan hadir membuka dan memberikan arahan umum dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB Tahun 2020 di Mataram.

Karo Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, menegaskan, kehadiran Wagub sesuai perintah langsung Gubernur.

Sedangkan Gubernur DR Zulkieflimansyah diundang langsung dan harus menemui Menristekdikti sesuai Instruksi Presiden beberapa waktu lalu terkait dengan segera beroperasinya secara mandiri 2 Politeknik di Kabupaten Lombok Utara dan di Kabupaten Bima serta proses percepatan Penegerian Universitas Teknologi Sumbawa.

Najam menjelaskan, komitmen peningkatan SDM NTB adalah salah satu Misi Gemilang NTB, Sehat dan Cerdas.

Untuk diketahui, Politeknik di 2 Kabupaten tersebut masih di bawah binaan Unram.

“Gubernur NTB akan hadir didampingi oleh Rektor Unram, Bupati KLU dan Bupati Bima. Kemarin sudah dikoordinasikan dengan Panitia Musrenbang, dua kepala daerah tidak bisa hadir karena menemani gubernur NTB,” jelas Najam.

Tapi gubernur tetap mengawal agenda  Musrenbang.

Sebelumnya,  Gubernur Zul menghadiri langsung Forum Pimpinan Daerah dan Forum Perangkat Daerah 2019.

Bahkan, dalam dua forum tersebut Gubernur menyaksikan langsung  penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi NTB 2020.

Selain itu juga menyaksikan langsung  paparan para Bupati dan Walikota se-NTB tentang isu strategis dan usulan program/kegiatan untuk menjamin sinergitas, sinkronisasi dan keberlanjutan program-program pembangunan antara Pemerintah, Pemprov dan Pemkab/Pemkot,” Jelas Najamuddin Amy.

Najamuddin  optimis, Musrenbang yang menjadi elemen penting dalam proses berjalannya pembangunan, mampu menyerap aspirasi masyarakat secara menyeluruh. Karena tahapannya dilaksanakan secara berjenjang mulai dari ditingkat bawah.

“Semua aspirasi dan masukan yang didapat, bersama-sama pemerintah akan mengintegrasikan hal itu. Musrenbang tahun ini agak unik dan berbeda karena para Kepala OPD dibekali pegetahuan dan metodologi  Balance Score Card (BSC) sehingga bisa mengukur kinerja pembangunan dari perencanaan sampai dengan evaluasinya”, ujar Najamuddin Amy.

Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB




Rakor Untuk Persiapan Kunker Wapres Yusuf Kalla

Rencananya, Jusuf Kalla akan tiba di NTB sekirar pukul 13.10 WITA menggunakan pesawat yang mendarat di Lombok International Airport

lombokjournal.com

JAKARTA ;  Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D, didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol, Najamuddin, S. Sos. M. M menghadiri rapat koordinasi di Sekretariat Wakil Presiden, di Jakarta Selasa (02/04) 2019.

Rakortersebut terkait dengan agenda Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang direncanakan akan melakukan kunjungan kerja di Provinsi NTB pada Sabtu, 6 April 2019. Dan rakor dilakukan untuk mempersiapkan kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu,

“Kami akan siapkan segala keperluan untuk kelancaran kunjungan kerja Wapres ke NTB,” kata Karo Humas Najamuddin Amy, saat ditemui usai rapat Koordinasi dengan pejabat terkait.

Ia menambahkan, beberapa kegiatan yang direncanakan dilaksanakan selama kunjungan kerja Wapres di NTB antara lain, melihat progress dan memantau secara langsung rekonstruksi pasca bencana gempa dan Wapres direncanakan akan menghadiri Silaturrahmi Kebangsaan.

Silaturrahmi Kebangsaan tersebut rencananya digelar di Hotel Lombok Raya, Mataram. Rencananya, Jusuf Kalla akan tiba di NTB sekirar pukul 13.10 WITA menggunakan pesawat yang mendarat di Lombok International Airport.

Hms Pemprov NTB




Gubernur Keluarkan Edaran Gerakan Shalat Berjama’ah

Pimpinan unit kerja diimbau mengajak stafnya untuk shalat berjamaah dan menghentikan atau menunda segala aktifitas bekerja dan segera ke Masjid

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengeluarkan Surat Edaran tentang Gerakan Berjamaah Shalat Fardhu Lima Waktu di Masjid.

Gerakan berjamaah itu dimksudkan sebagai salah satu peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, khususnya bagi umat Muslim di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

Surat Edaran dengan nomor 451/111/kesra  tertanggal 12 Maret Tahun 2019 tentang Shalat Berjamaah Tepat Waktu tersebut, berupa imbauan Gubernur kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov NTB

Hal itu merupakan penjabaran wujud nyata Visi Provinsi  NTB yang “Aman dan Berkah”. Hal itu pun disambut positif berbagai kalangan, khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Provinsi  NTB.

Gerakan Berjamaah Shalat Fardhu Lima Waktu di Masjid/Mushala/Langgar dilakukan dengan menghentikan atau menunda berbagai kegiatan atau aktifitas saat masuk waktu Shalat bagi seluruh pegawai ASN yang beragama Islam.

“Kalau sedang rapat atau ada tamu, ajak sekalian tamu atau peserta rapat nya untuk Shalat Berjamaah,” ujar Karo Humas dan Protokol, Najamuddin Amy saat ditemui.

Demikian pula saat sedang bekerja, lanjut Najamuddin, khususnya di waktu dzuhur dan ashar, pimpinan unit kerja diimbau mengajak stafnya untuk shalat berjamaah dan menghentikan atau menunda segala aktifitas bekerja dan segera ke Masjid.

Jika sedang ada pelayanan diimbau untuk menyampaikannya dengan baik dan sopan kepada pemohon layanan.

“Surat edaran ini sangat tepat dengan momen Isra Miraj yang InshaAllah akan kita rayakan bersama, Kebijakan ini dianjurkan untuk dilaksanakan secara jamaah di Masjid, bukan di Ruang kerja karena bisa lebih mempererat tali silaturahmi antar ASN ,”ujar calon Doktor Unair tersebut

Beberapa kabupaten /kota di NTB sudah melakukan kebijakan serupa.

“Kami sangat mengapresiasi. Ini harus ditingkatkan, mudah – mudahan seluruh kab/kota di NTB melakukan kebijakan serupa. Sehingga NTB Gemilang yang kita cita-citakan dapat terwujud, salah satunya NTB yang aman dan berkah,” kata Najam seperti dalam siaran pers Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB.

AYA




Wujudkan NTB Gemilang, Gubernur Zul Minta Silaturrahim Kepala Daerah Ditingkatkan

Gubernur memaparkan Visi membangun NTB Gemilang dan enam Misi dalam mewujudkan NTB Gemilang pada tahun 2019-2023

Gubernur Zulkieflimansyah

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan, Muara dari semua program ada di kepemimpinan.

Strategi yang menarik bukan pada seberapa bagusnya dokumen, namun kunci sukses adanya kerendahan hati dan kesediaan hati para pemimpin untuk saling bertemu.

Ha itu ditekankan Gubernur Zul, dalam acara pembukaan Forum Pimpinan Daerah dan Forum Perangkat Daerah, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi NTB tahun 2020, di Hotel Lombok Raya, Senin (01/04) 2019.

Menurutnya, Kalau pemimpin-pemimpin sering bertemu tidak ada program yang sulit, karena tidak hal yang baru di bawah matahari.

“Tapi sehebat apa pun program yang kita buat, sehebat apa pun dokumen itu, kalau hati pemimpin jarang bertemu, jarang duduk bersama, hubungannya terlampau formal, kita tidak akan mencapai apa-apa untuk NTB yang Gemilang,” katanya.

Di hadapan para Kepala Daerah se-NTB, Doktor Zul menyampaikan kedepan harus ada Forum kepala daerah sebagai wadah untuk saling bertemu.

Ia meyakini dengan adanya silaturrahim yang intens, maka Insyaalah tidak akan sulit apapun yang kita inginkan.

“NTB bukan hanya akan Allah SWT hadirkan magfirahnya, tapi juga Allah SWT akan menghadirkan berkahnya,” ujarnya.

Gubernur memaparkan Visi membangun NTB Gemilang dan enam Misi dalam mewujudkan NTB Gemilang pada tahun 2019-2023.

Menurutnya, NTB yang gemilang ke depan harus terukur dalam mewujudkan NTB Baldatun Toyyibatun Warabbun Gofur.

Kalimat yang indah itu mengandung makna bukan saja tujuan pembangunan kita akan tercapai, tapi kita menginginkan NTB ini sebagai satu area yang Allah SWT menghadirkan Magfirahnya buat kita semua.

NTB Tangguh dan Mantap sebagai misi pertama, menurutnya Tangguh ini bukan hanya sekedar analogi kuda jantan saja, tapi tangguh adalah kemampuan untuk bangkit.

Jadi tangguh itu adalah orang yang punya kemampuan bangkit delapan kali setelah terjatuh tujuh kali.

Seperti yang dikatakan oleh kepala Negara, NTB sebagai Provinsi yang dilingkipi ring of piyer, yang memungkinkan berbagai macam bentuk bencana bisa terjadi kapan saja menyapa kita.

Kita harus punya daya tahan, tapi juga harus bisa memprediksi dan berdamai ketika bencana itu menyapa kita.

“Kalau kita lihat di negara maju, orang Jepang ada bencana gempa bumi, mereka meresponnya dengan biasa, tahu dan jernih tentang apa yang harus mereka lakukan. Jadi tangguh itu, NTB ini mau banjirkah, tanah longsor, mau gempa bumi, mau apa minimal kita punya kejernihan, tidak panik untuk menghadapi bencana dan punya kemampuan mengantisipasi kira-kira bencana menyapa kita,” paparnya.

Sedangkan NTB mantap, gubernur mengatakan itu adalah ekspresi besar kita untuk menginginkan infrastruktur NTB yang bagus.

“Mudah-mudahan kita tidak menginginkan ada infrastruktur di NTB yang tidak beraspal, semuanya mantap. Infrastruktur mantap bukan hanya ada di Pulau Lombok tapi juga pulau-pulau yang lain di NTB,” ucapnya.

Kedua, NTB bersih dan melayani, menurut gubernur, ini merupakan kata yang gampang diucap, tapi susah untuk dilaksanakan. Siapa yang menjadi gubernur bupati, harus mau melayani dan berinteraksi dengan masyarakat.

“Jadi gak gampang karena godaannya banyak, posisi kita yang mungkin terlena,” ujarnya.

Untuk itu, misi ini betul dijaga agar jangan sampai ada hal-hal yang melukai masyarakat kita dikemudian hari.

“Ini gampang tapi susah, kalau tidak kita saling bertemu dan mengingatkan,” tandasnya.

Ketiga, NTB sehat dan cerdas, segala kemajuan yang ada di NTB saat ini, akan tidak memiliki makna kalau masyarakat sakit, masih ada masyarakat yang meninggal di jalan karena sakit karena tidak ada fasilitas kesehatan yang memadai , dan karena jauhnya pelayanan kesehatan.

“Apa guna kita ada MotoGP, ada Mandalika ada apa,  kalau masyarakat kita sakit, ada yang meninggal di jalan karena tudak menemukan fasilitas kesehatan, ada yang meninggal di jalan karena nggak ada bidan nggak ada dokter,” ujarnya.

Sedangkan untuk NTB cerdas, ia mengatakan, semua masyarakat NTB harus berpendidikan. Karena untuk mendapatkan pendidikan adalah hak bagi siapa saja.

Semua strata sosial berhak untuk mendapatkan pendidikan dasar, begitu juga menengah dan termasuk untuk memperoleh pendidikan tinggi.

Keempat, NTB Asri dan Lestari, dalam mensukseskan misi ini, gubernur meminta pemerintah kabupaten/kota untuk menyediakan kesejukan di Kabupaten/kota dengan menata dan menghadirkan tanaman-tanaman yang asri sehingga di NTB kita bisa menemukan tempat tenang dan nyaman.

“Keasrian ini penting, taman-taman kita indah supaya kabupaten kita tambah bagus,” imbuhnya.

Sedangkan untuk mewujudkan NTB lestari, ia meminta pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian Hutan.

Dengan demikian lingkungan dan alam lestari yang kita dambakan akan terwujud, tentunya kita akan terhindar dari berbagai macam bencana.

Kelima, NTB Sejahtera dan Mandiri, menurut gubernur untuk mewujudkan NTB sejahtera yang menjadi prioritas pemerintah. Kemakmuran, kesejahteraan, daya beli harus diprioritaskan.

Karena kesejahteraan punya korelasi positif dengan akrab dan ramahnya daerah kita pada investor.

“Tidak mungkin ada lapangan kerja, tidak mungkin kita menyelesaikan kemiskinan kalau kita tidak ramah terhadap investasi,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, tidak boleh birokrat dan pimpinan untuk mempersulit hadirnya investasi atau dunia usaha di tempat kita. Justeru sebaliknya apa yang bisa kita lakukan supaya investor merasa betah dan nyaman dibandingkan daerah-daerah yang lain.

“Bila perlu kita menjemput pengusaha yang ada disana itu, untuk hadir di tempat kita, dan itu biasanya karena pertemuan-pertemuan informal, bukan karena yang formal,” tabdasnya.

Sedangkan untuk mandiri mengandung makna yang identik dengan anak-anak muda daerah kita berpartisipasi aktif bukan sebagai penonton tapi sebagai pemain.

“Kita tidak ingin MotoGP, Mandakika, Smelter, kalau semua orang tenaga kerjanya itu dari luar NTB”. ujarnya.

Keenam, NTB Aman dan Berkah, artinya orang yang datang ke NTB tidak merasa takut. Sedangkan berkah itu adalah magfirah Allah SWT akan menyapa kita semua.

“Semua poin itu, kab/kota harus selalu membahas dalam pertemuan intens. Mudah-mudahan dengan sering bertemu banyak hal lain yang bisa kita sampaikan dan selesaikan bersama,” pungkasnya.

AYA/Hms NTB




59 Pejabat Pemprov NTB Dilantik Gubernur  Zul

Pergantian dan pengisian jabatan membutuhkan waktu yang lama. Sebab,  untuk menggantikan pejabat yang dirotasi ke posisi lain membutuhkan kajian

Gubernur  H. Zulkieflimansyah

MATARAM.lombokjournal.com —  Sebanyak5 pejabat Tinggi Pratama,  31 Pejabat Administrator dan 23  Pejabat Pengawas dilantik Gubernur  Dr. H. Zulkieflimansyah,  Jum’at (29/03) malam di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB.

Salah satu pejabat Tinggi Pratama dari 59 pejabat Lingkup Pemerintah Provinsi NTB yang dilantik Gubernur Doktor Zul adalah Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Setda Provinsi NTB,  Najamuddin,  S. Sos., M. M.

Pelantikan yang diawali pengambilan sumpah Jabatan itu,  Gubernur menjelaskan, sebenarnya belum akan melakukan rotasi dan pengisian jabatan hingga selesai Pemilu, 17 April 2019 mendatang.

Namun, berdasarkan diskusi dan masukan,  ada tugas dan kerja besar yang mendesak dilakukan,  maka pelantikan tersebut harus segara dilaksanakan.

“Selamat kepada pejabat yang menempati posisi yang baru. Semoga amanah in dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ucap Doktor Zul.

Dijelaskannya,, kalau pada pelantikan sebelumnya, pejabat yang dilantik sebagian besarnya berasal dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Kali ini yang kita akomodasi adalah yang dari Bappenda. Kalau ada dinas lain yang masih kosong dan belum terisi saat ini,  pada kesempatan lain akan diberikan prioritas sebagaimana Bappenda pada hari ini,” ungkapnya.

Pergantian dan pengisian jabatan membutuhkan waktu yang lama. Sebab,  untuk menggantikan pejabat yang dirotasi ke posisi lain membutuhkan kajian.

Sehingga, penempatan posisi yang ada, benar-benar sesuai dengan kapasitas dan kemampuan seseorang, alias tidak sembarangan.

“Semoga dengan RPJMD yang baru, target yang baru, saya kira akan ada dinamika. Mudah-mudahan NTB Gemilang bisa direalisasikan dengan SDM-SDM di NTB ini yang luar biasa,” harap Gubernur di hadapan pejabat yang dilantik dan kepala OPD yang menyaksikan pelantikan tersebut.

Selain Kepala Biro Humas Protokol, Pejabat Tinggi Pertama yang dilantik Gubernur antara lain, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Wedha Magma Ardi, MT, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang.

Sedangkan Kepala Dinas PUPR yang dilantik adalah Ir. H.  Azhar,  MM. Selanjutnya, Sadimi,  ST.,  MT menduduki Jabatan sebagai Kepala Biro Bina Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa.

Staf Ahli Bidang Ekonomi,  Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan ditempati Chairul Mahsul, SH., MH yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan.

AYA

Biro Humas dan Protokol NTB