Desa Wisata, Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk Percepat Pemulihan Ekonomi

Setelah diguncang musibah gempa bumi, Nusa Tenggara Barat (NTB) menginisiasi program 99 Desa Wisata untuk kebngkitan sektor priwisata, sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Desa wisata merupakan upaya mengoptimalkan potensi desa sebagai destinasi wisata.

Tentu saja, di dalam desa tersebut harus mempunyai daya tarik bagi wisata. Dan pemenuhan fasilitas penunjang, dan kemudahan wisatawan mengakses destinasi itu.

Desa Wisata

Kemudian, semua aset wisata itu disajikan menyatu dengan tata cara dan tradisi warga desa.

Memang, tantangan pengembangan desa wisata secara umum menyangkut aspek kesiapan sumber daya dan kesiapan kelembagaan pengelola destinasi wisata itu. Kemudian, pemenuhan fasilitas pendukung, hingga perluasan kemitraan yang mendukung keberadaan desa wisata itu.

Provinsi Nusa Tenggara Barat menginisiasi program unggulan 99 yang digagas sebagai  jalan keluar pemulihan ekonomi. Khususnya setelah NTB diguncang musibah gempa dan pandemi Covid-19, yang nyaris melumpuhkan semua sendi ekonomi masyarakat.

“Program unggulan 99 Desa Wisata sangat terasa karena sekarang pemulihan ekonomi itu dilakukan dengan pemberdayaan potensi masyarakat sendiri,” ujar Najamudin Amy di Hotel Astoria, Jumat (25/06).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik itu menyebutkan, dengan program itu itu berlangsung pemberdayaan usaha kecil menengah atau UKM/IKM dengan produk lokalnya.

Desa wisata
Njmuddin Amy

Demikian juga, progres pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, sebagai destinasi pariwisata super prioritas dengan agenda event internasional.

Seiring pengembangan KEK Mandalika sebagai tujuan wisata dunia, sekaligus mengembangkan Desa Wisata untuk mendukung kebangkitan pariwisata. Ini akan membangkitkan industri pariwisata sebagai sektor andalan NTB, yang mendatangkan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Sekretaris Dinas Pariwisata NTB, L Hasbul Wadi menyebut Desa Wisata saat ini dihajatkan tidak lagi menjadi alternatif wisata.

Pengembangan Desa Wisata dengan konsep pentahelix harus dikelola bersama oleh kabupaten/ kota, stakeholder terkait, perguruan tinggi, komunitas lokal dan dunia usaha.

Agar menghadirkan pariwisata berkualitas dari jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan.

“Sampai tahun kedua (sejak dimulai program Desa Wisata) ada 41 Desa Wisata yang sudah ada dan 16 di tahun ketiga ini yang disiapkan dengan tata kelola yang baik,” ujar Wadi.

I Made Pari Wijaya, perwakilan ITDC, BUMN yang saat ini mengelola KEK Mandalika menambahkan, pengembangan kawasan Mandalika tidak hanya dilihat dari hasil akhirnya. Namun pengerjaan proyek bernilai triliunan itu menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, dan secara umum masyarakat NTB.

“Terkait Desa Wisata ada tambahan dua hal selain aksesibilitas, keramahan dan atraksi tapi juga promosi. Dan masyarakat agar benar benar siap menjadi tuan rumah dengan memberikan rasa aman bagi wisatawan,” kata Pari Wijaya.

Sementara itu, General Manager Hotel Lombok Astoria, Saeno Kunto mengatakan, faktor keamanan dalam industri pariwisata sangat penting.

Ia menyebut, Lombok Astoria dapat bertahan di masa pandemi tidak dengan melakukan PHK karena dapat mengurangi keamanan dan kenyamanan.

Selain itu dalam mengemas produk, ia menekankan pada promosi by experience karena dengan pengalaman layanan yang baik, tamu akan mengulang kunjungannya.

“Pekerjaan rumah terbesar kita pelaku industri pariwisata adalah bagaimana menjadi tuan rumah yang baik dengan pengelolaan aksi dan aset yang benar”, ucap Kunto.

jm




Pelaku Wisata NTB, Kemenparekraf dan Badan Pelaksana RL-UGGp Gelar ‘Festival Geowisata Virtual’

Para peserta festival akan melibatkan Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Jaringan Geopark Asia Pasifik (APGN) dan Jaringan UNESCO Global Geopark di seluruh dunia

MATARAM.lombokjurnal.com —  Event Festival Geotourism Virtual pertama di Indonesia akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 15-16 Juli 2020.

Kegiatan Festival Geowisata 2020 yang diselenggarakan Badan Pelaksana Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark (RL-UGGp) ini, didukung oleh Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif.

Juga menggandeng kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Bappeda Provinsi NTB, Dinas Pariwisata NTB, Dinas ESDM NTB, Dinas LHK NTB, Dinas Pendidikan & Kebudayaan NTB, Dinas Kominfotik NTB, Dinas Perhubungan NTB,  Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, IAGI NTB, Geopark Tambora & ASTINDO DPD NTB.

Penyelenggaraan acara ini untuk membuktikan, dalam keadaan orang masih bisa terus produktif dengan aneka kreasi dan inovasi. Ini sangat terkait dengan New Normal, mendukung program Zero Waste karena ada kunjungan wisatawan, namun secara virtual, jadi pasti Nol Sampah.

Event virtual tentang geowisata   pertama di Indonesia ini didedikasikan untuk para pelaku wisata, pelaku UMKM dan masyarakat luas di NTB dan Indonesia, yang mau belajar, pantang menyerah dan mau memanfaatkan peluang.

Ketua Panitia Meliawati Ang mengatakan, panitia menyediakan 30 booth virtual untuk para pelaku wisata dan pelaku UMKM yang ada di Lombok dan Sumbawa.

Panitia telah bekerjasama dengan asosiasi travel agent Indonesia ASTINDO DPD NTB untuk  mengisi booth pameran virtual ini.

Untuk pelaku UMKM panitia akan melibatkan para pelaku UMKM binaan instansi-instansi pemerintah seperti Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB dan instansi lainnya.

Ragam acara

Penyenggaraan acaranya meliputi pameran & eksebisi pelaku UMKM dan pelaku wisata, webinar, virtual tour dan pertunjukan budaya & musik jazz.

“Dalam kegiatan Pameran & Eksebisi akan diikuti oleh para pelaku UMKM dan pelaku wisata di NTB yang akan memamerkan aneka produk UMKM dan aneka Produk wisata yang dimiliki,” kata Meliawati Ang dalam siaran persnya yang diterima media, Kamis (09/07/20).

Ia menerangkan untuk acara webinar, akan mengangkat tema tentang geowisata. Terdiri dari tiga sesi dengan topik-topik menarik yang akan disampaikan oleh para praktisi geowisata berskala internasional, yaitu :

Topic 1 :

Geoturism Development in Asia Pacific (Prof. Jin Xiaochi, Presiden Asia Pacific Geoparks Network (APGN). Moderator : Lalu Adi Gunawan, Ph.D.

Topic 2 :

Success Story of Geoturism Development in Japan (Dr. Atsuko Niina & Ms. Yoshie Nakada dari Jaringan Geopark Jepang)  Moderator : Surayani Eka Wijaya, Ph.D.

Topic 3 :

How to Create Geoturism Package (Prof. Noel Scott, dari University of Sunshine Coast – Australia). Moderator : Khusnul Khotimah, S.Pd., M.Pd.

Sedangkan acara Virtual Tour tersedia 7 paket wisata virtual yang bisa dipilih oleh para peserta festival yaitu :

  1. Trail to the most Complete Eruption History of Rinjani – Lokasi Desa Tanak Beak dan Sekitarnya – Lombok Tengah.
  2. A Walk to Remember in Ancient Caldera of Sembalun – Lokasi Desa Sembalun dan sekitarnya – Lombok Timur.
  3. Rinjani Cultural Landscape – Lokasi Desa Senaru dan sekitarnya – Lombok Utara.
  4. Exotic Tambora – Lokasi Gunung Tambora – Dompu.
  5. Wild Life Bird Watching: Transition Type of Asian – Australian Avifauna – Lokasi TWA Kerandangan dan sekitarnya – Lombok Barat.
  6. Poso Lake Virtual Geotour – Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
  7. Trek To The Most Powerful Volcano Eruption in Modern Era – Jalur Pendakian Gunung Rinjani – Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Kegiatan virtual tour ini akan memberdayakan para pelaku wisata yang ada di masing-masing kawasan.

“Mereka akan dilibatkan sebagai Interpreter lokal yang akan memandu wisata virtual secara interaktif dengan para peserta festival,” katanya.

Selain untuk memberdayakan para pelaku wisata, acara ini juga sekaligus untuk memperkenalkan  Virtual Tour sebagai potensi ekonomi baru di bidang pariwisata kepada para seluruh pelaku wisata yang ada di NTB.

Sehingga ke depan, dalam kondisi apapun para pelaku wisata masih tetap bisa produktif dan roda perekonomian di sektor pariwisata akan tetap terus bisa berputar.

Sebagai acara hiburan, diacara virtual ini juga akan ditampilkan acara hiburan berupa pertunjukan seni budaya berkolaborasi dengan penampilan musik jazz.  Selengkapnya acara hiburannya adalah :

  1. Hikayat Samalas, melibatkan pelaku budaya Lombok yang akan membacakan babad lombok.
  2. Cultural Performance & Jazz, kolaborasi antara seniman Lombok dan para pelaku musik Jazz.
  3. The Story of Peresean, Sejarah, filosofi dan teknis pelaksanaan olah raga tradsional Peresean akan disampaikan dalam bentuk video oleh salah seorang tokoh budaya Lombok.
  4. Tarung Peresean, akan menampilkan live performance pertarungan peresean yang akan mempertemukan para pepadu-pepadu terbaik pulau Lombok.

Meliawati mengatakan, para peserta festival akan melibatkan Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Jaringan Geopark Asia Pasifik (APGN) dan Jaringan UNESCO Global Geopark di seluruh dunia.

Selain itu peserta umum lainnya juga akan mengundang kelompok-kelompok komunitas, asosiasi, akademisi, pelajar dan mahasiswa dan masyarakat umum lainnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sehingga target peserta yang akan mengikuti acara Festival Geowisata 2020 ini ditargetkan sejumlah minimal 500-1000 orang. Registrasi peserta sudah mulai dibuka sejak tanggal 23 Juni 2020.

Acara ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh  Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah tanggal 15 Juli 2020 pukul 09.00 WITA yang akan dilakukan secara virtual.

Akan mengundang perwakilan dari kantor UNESCO Paris, Kantor UNESCO Global Geopark Council, Kantor Global Geopark Network,  Kantor UNESCO Jakarta,  Asia Pacific Geopark Network (APGN), Kemenko Maritim & Investasi, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementrian ESDM, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Komite Nasional Indonesia Untuk UNESCO (KNIU), Badan Geologi Bandung, Jaringan Geopark Indonesia (JGI) dan seluruh anggota Jaringan Geopark Indonesia sejumlah 19 geopark.

“Dengan memanfaatkan kemudahan teknologi kita bisa tetap berinteraksi tanpa batas dengan siapapun dan dari belahan bumi manapun dengan mudah, murah dan meriah. Melalui virtual event ini, kita bisa belajar bersama, berbisnis menghasilkan uang  sekaligus berwisata.” tutupnya.

AYA/HmsNTB

 




Presstrip Forum Wartawan, Belajar Desa Wisata di Jateng

Penting pelibatan masyarakat di sekitar Desa Wisata, sehingga mereka berdaya guna dan tidak menjadi penonton tetapi terlibat sebagai pelaku wisata.

lombokjournal.com —

SEMARANG   ;    Cukup banyak keberhasilan yang dicapai Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng).dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Seperti halnya dalam memajukan sektor Pariwisata.

Keberadaan Desa Wisata yang tersebar di 35 kabupaten dan kota telah berkontribusi besar tidak hanya dalam mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga pendapatan masyarakat.

Tidak salah jika rombongan Presstrip Forum Wartawan DPRD NTB dan Biro Humas dan Protokol setda NTB memilih Jawa Tengah sebagai tujuan k belajar dalam mengembangkan Desa Wisata.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah,  Prambudi Trajutrisno mengatakan, pengembangan Desa Wisata di NTB dapat dilakukan dengan melakukan trobosan serta gagasan yang sesuai dengan yang diinginkan.

“Lakukan mapping apa yang ada di daerah kita, kemudian menguatkan dari sisi kelembagaan dilanjutkan dengan penguatan dari sisi paket dan kebutuhan – kebutuhan bagi wisatawan,” paparnya, Rabu (13/11) 2019.

Ia mencontohkan,  wisatawan jangan dipersulit segala sesuatunya yang memang bisa kita berikan kemudahan – kemudahan.

“Selain itu juga bagaimana sustain menjadi berkelanjutan. Jangan sampai nanti satu obyek atau daerah wisata itu hanya sesaat,” sambungnya.

Prambudi mengakui, pelibatan masyarakat di sekitar Desa Wisata sehingga mereka berdaya guna dan tidak menjadi penonton tetapi terlibat sebagai pelaku wisata.

“Nah itu yang membuat obyek atau desa wisata bisa berkembang,” urainya.

Ia  menyatakan, hampir ada kesamaan antara Jawa Tengah dengan NTB, daya tarik wisatant lebih banyak mengandalkan alam dan budaya.

Penguatan SDM pengelola Desa Wisata dalam hal ini mutlak dilakukan yang di awali dari sisi kelembagaan. Sebab jikalau dari sisi pengelolaan sudah baik maka ke depan akan lebih baik lagi.

Kasubbag Hubungan Media Biro Humas dan Protokol setda NTB, Anatul Muslimah Ibrahim selaku pimpinan rombongan menyatakan, belajar ke Pemprov Jateng tentang pengembangan Desa Wisata sangat tepat.

Sebagai provinsi yang konsen dalam pengembangan Desa Wisata dengan berbagai potensi yang ada baik alam, budaya, kuliner dan lainnya membuat pihaknya mendapat pengalaman yang berharga dan bisa di terapkan di NTB.

“Dari berbagai informasi yang kita peroleh di Semarang, pengembangan pariwisatanya cukup pesat maka dari situ kita ingin sharing. Khususnya di NTB sendiri memiliki program unggulan di bidang pariwisata yaitu pembentukan 99 desa wisata,” ungkapnya.

Namun dari Desa Wisata yang ada di NTB baru terdapat satu yang dinilai memiliki progres yang cukup positif, yakni Desa Wisata Kembang Kuning Lombok Timur.

Melalui presstrip ini akan didapatkan formulasi yang nantinya bisa diterapkan sehingga desa–desa wisata di NTB semakin eskis, dan berkembangan sehingga berkontribusi positif dalam menopang kehidupan masyarakat.

AYA/HmsNTB




Jokowi Sebut Lombok Sudah Aman Dikunjungi

Nusa Tenggara Barat mulai pulih setelah mengalami gempa bumi besar beberapa waktu lalu

LOTIM.lombokjournal.com — Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, Pulau Lombok sudah aman dikunjungi oleh para wisatawan pasca diguncang gempa bumi beberapa bulan lalu.

“Pendeknya, Lombok sudah aman untuk dikunjungi,” tulisnya, diakun facebook pribadinya, Presiden Joko Widodo, Sabtu (24/12).

Jokowi menilai, kunjungan wisatawan akan berdampak secara ekonomi terhadap masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

“Kedatangan wisatawan juga akan membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan taman nasional yang sempat lumpuh akibat gempa bumi Agustus lalu,” ucapnya.

Perlahan tapi pasti, Jokowi menegaskan, Nusa Tenggara Barat mulai pulih setelah mengalami gempa bumi besar beberapa waktu lalu.

Salah satu tandanya, yaitu dibukanya pendakian ke Gunung Rinjani untuk wisatawan dan pecinta alam.

“Satu dari empat jalur pendakian ke Gunung Rinjani telah dibuka awal pekan ini. Jalur itu dari arah Desa Aik Berik di Lombok Tengah,” ujarnya.

Sementara jalur pendakian lainnya seperti di Timbanuh, Sembalun, dan Senaru masih ditutup. Lantaran setelah disurvey, ketiga jalur ini masih mengalami kerusakan.

“Tiga lainnya yakni jalur pendakian Timbanuh, dan Sembalun di Lombok Timur, serta Senaru, Lombok Utara. Tiga jalur ini masih ditutup karena rusak berat akibat gempa bumi,” beber Jokowi.

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengajak para wisatawan baik mancanegara maupun lokal agar berkunjung ke NTB untuk menikmati keindahan alam yang ada di Bumi Gora.

“Mari berwisata ke NTB, menikmati keindahan alam, air terjun, dan padang savana, di sepanjang jalan menuju puncak Gunung Rinjani,” serunya.

Razak




Berburu Kuliner dan Sunset di Pantai Impos

Di Impos, pengunjung tak hanya bisa mandi dan berenang, tapi juga dapat berburu kuliner sekaligus kenikmati matahari tenggelam dengan latar gunung agung di arah barat

LOMBOKUTARA. lombokjournal.com — Sekitar satu atau dua dekade lalu, pantai Impos Desa Medana Kecamatan Tanjung mulai ramai dikunjungi warga untuk berwisata.

Meski belum bisa disejajarkan dengan kawasan wisata eksklusif di Lombok Utara, semisal tiga Gili dan kawasan wisata Senaru, namun Impos layak dijadikan lokasi tujuan wisata alternatif bagi warga Tanjung dan Lombok Utara umumnya.

Pantai Impos satu diantara sekian banyak destinasi wisata yang kini mulai dikembangkan pemerintah daerah setempat. Tahun 2017 lalu, melalui dana APBD, Pemda telah menata kawasan tanjungan tersebut dengan berbagai fasilitas, sperti rabat jalan, berugak, MCK dan properti penunjang lainnya guna mempercantik tampilan pantai.

Di Impos, pengunjung tak hanya bisa mandi dan berenang, tapi juga dapat berburu kuliner sekaligus kenikmati matahari tenggelam dengan latar gunung agung di arah barat.

Salah seorang pengunjung, Dewik mengaku sering berwisata bersama keluarga, terutama saat hari libur sekolah.

“Ya sering datang ke sini (Impos,red), sekalian ajak anak-anak bermain dan mandi,” katanya saat datang bersama keluarganya, Minggu (1/4).

Bagi pecinta kuliner, tentu Impos sangat recomended untuk dikunjungi. Di pantai ini juga terdapat lapak-lapak pedegang yang menyediakan berbagai jenis kuliner khas Lombok Utara, mulai dari pelecing Opak, urap-urap, sate ikan, aneka minuman ringan dan banyak lagi pilihan menu lainnya.

“Makanan tinggal pesan di sini. Bisa sambil menikmati sunset. Pemandangannya bagus, dari kejauhan bisa melihat kapal-kapal yacht yang berjejer di pelabuhan Bay Marina Medana,” sambung Dewik.

Tini, pedagang yang sudah lima tahun berjualan di kawasan pantai Impos, mengaku sangat bersyukur karena Impos kini semakin ramai dikunjungi wisatawan.

“Kalau ramai pengunjung saya bisa dapat jualan Rp 200 hingga Rp. 300 ribu. Kan banyak pedagang disini,” ungkapnya.

Sementara, salah seorang pengelola, yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata Karang Anyar, Suhardi, mengatakan pengunjung biasanya ramai saat hari Minggu atau libur sekolah.

“Minggu pasti ramai, pengunjung datang dari pagi hingga sore. Pendapatan dari parkir juga lumayan, tapi kalau hari biasa ya hanya beberapa pengunjung saja,” paparnya.

Setiap hari, lanjut Suhardi, ia bersama anggota kelompok yang lain bertanggung jawab menjaga kebersihan pantai dan sekitarnya.

Di lokasi pantai juga disediakan spot untuk poto selfie bagi para pengunjung, terutama remaja yang datang dengan pasangannya.

DNU




NAM Air Lakukan Penerbangan Rute Lombok-Bima

Penerbangan dari Lombok ke Bima diberangkatkan pada pukul 13.00 WITA dengan membawa 113 penumpang

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com —  Maskapai NAM Air melakukan penerbangan perdana untuk rute Lombok-Bima pada Rabu (07/02).

General Manager Lombok International Airport (LIA), I Gusti Ardita menjelaskan, NAM Air menggunakan Boeing 737-500 dengan kapasitas 120 penumpang, yang tediri atas 8 kursi bisnis dan 112 kursi ekonomi.

Penerbangan perdana ini membawa 119 Penumpang dari Bima dan tiba di Lombok pada pukul 12.40 WITA. Sedangkan, penerbangan dari Lombok ke Bima akan diberangkatkan pada pukul 13.00 WITA dengan membawa 113 penumpang.

Sebelumnya, penerbangan menuju Bima sudah ada dua kali dalam sehari yaitu menggunakan Garuda Indonesia dan Wings Air

“Saya berharap dengan bertambahnya rute menuju Bima dapat meningkatkan jumlah wisatawan di Pulau Lombok ataupun sebaliknya di Pulau Sumbawa, terutama Bima,” kata Ardita di LIA, Lombok Tengah, NTB, Rabu (7/2).

Menurut Ardita, Pulau Sumbawa memiliki potensi keindahan alam dan wisata yang tidak kalah dari Pulau Lombok. Ardita mencatat, pergerakan penumpang rute Lombok-Bima terus meningkat secara signifikan. Pada 2017, penumpang rute Lombok-Bima tercatat sebanyak 168.645 penumpang.

Sebelumnya, LIA juga mendapat tambahan satu penerbangan baru untuk rute Lombok-Kuala Lumpur pada 22 Januari.

Selain penambahan rute baru, LIA juga sedang melakukan beberapa program pekerjaan untuk meningkatkan pelayan serta fasilitas seperti pembangunan selasar dropzone, penambahan apron pesawat, penambahan taxiway dan perluasan terminal.

“Selain itu, segera akan dibuka ruang tunggu lantai 3 pada Februari ini sebagai langkah antisipasi meningkatnya penumpang pada 2018. Karena pada 2017 jumlah penumpang meningkat 5 persen dari tahun 2016 menjadi 3.589.812 penumpang,” ungkap Ardita.

AYA




Penutupan Bandara Menurunkan Kunjungan Wisatawan

Terhambatnya konektivitas, mengakibatkan tingkat okupansi hotel menurun ke angka 42 persen.

Faozal

MATARAM.lombokjournal.com – Penutupan bandara dan pembatalan sejumlah penerbangan selama sepekan terakhir berdampak pada menurunnya tingkat kunjungan wisatawan.

“80 persen turis ke NTB menggunakan penerbangan, yang dihantam dulu oleh erupsi, tidak bisa terbang, baik internasional dan domestik,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Faozal,  Swenin (4/12)

dIcontohkannya, maskapai AirAsia rute Lombok-Kuala Lumpur yang sempat berhenti beroperasi dalam sepekan, menghambat perjalanan 3 ribu penumpang.

Terhambatnya konektivitas, mengakibatkan tingkat okupansi hotel menurun hingga ke angka 42 persen.

Hal ini cukup miris mengingat akhir tahun merupakan masa puncak kunjungan wisatawan. Faozal menjelaskan, pembatalan pemesanan kamar juga diikuti pembatalan perjalanan wisata yang bersifat rombongan besar.

Faozal bersyukur, dalam tiga hari terakhir kondisi di Bandara Internasional Lombok sudah kembali normal, meskipun tidak langsung berdampak signifikan lantaran masih belum lama beroperasi normal.

“Tapi secara umum berwisata di Lombok tidak ada masalah, aman-aman saja,” pungkasnya.

AYA

 




Berkunjung Ke Pantai Unting-Unting, Pantai Bagian Selatan Lombok Tengah

Keindahan pantai di Lombok Tengah, pantai-pantai di bagian selatan Pulau Lombok, ibarat sebagian kecil keindahan sorga yang diperlihatkan di dunia

LOTENG.lombokjournal.com – Banyak pantai indah yang diceritakan. Tapi salah satu lokasi wisata yang belum banyak diketahui orang ini, menyuguhkan pemandangan menakjubkan.

Pantai yang sangat layak dipromosikan sebagai destinasi wisata ini, lokasinya di bagian selatan, tepatnya di Desa Mekar Sari, masih dalam kawasan Selong Belanak, Lombok Tengah.

Mulai dari suara deburan ombak yang ramah, menyapa pegunjungnya. Hamparan pasir putih sebesar merica, memaksa rasa ingin berlama-lama. Dan masih terlihat jejak makhluk Tuhan yang bernama Kura-kura, mengundang rasa penasaran ingin menemukannya.

Tim Lensa Humas Lombok Tengah dibantu warga sekitar salah satunya Andi, anak Kades Selong Belanak, mencoba langsung ketempat yang kebanyakan warga sekitar memanfaatkan  pantai tersebut untuk mencari udang dan ikan.

“Perbekalan yang cukup tentu sangat dibutuhkan, terutama air minum, maklum rutenya selain terjal juga jarak tempuhnya lumayan jauh,” pesan salah seorang Tim Lensa Humas, Loteng, sebelum melakukan perjalanan.

Itu pesan yang bijak. Sebab perjalanan menuju Unting-Unting, memang perjalanan pertama bahkan masyarakat Lombok Tengah sendiri kebanyakan tidak mengenal kokasi ini. Betapa tidak, dari tempat Tim Lensa Humas memarkir kendaraan masih harus menempuh perjalanan sekitar sejam di jalan berliku-liku yang kadang-kadang  melewati tanjakan terjal. Bahkan seluruh Tim Lensa Humas sendiri belum pernah mendatangi pantai ini.

“Perjuangan keras akhirnya mencapai tujuan.  Terbayar segenap perjuangan ke Unting-Unting, dengan suguhan pemandangan ekstra natural,” kata salah seorang.

Lokasi pantai di Desa Mekar Sari  merupakan pantai yang belum terlalu dikenal banyak orang. Untuk mencapai pantai tersebut dibutuhkan tenaga ekstra dan nyali tinggi untuk mencapai lokasi tersebut, dengan  menyusuri perbukitan yang merupakan kawasan hutan lindung, dan membutuhkan waktu satu jam dari tempat parkir di pantai Semeti.

Masyarakat sekitar menyebut pantai tersebut dengan nama pantai Unting-Unting bersebelahan dengan pantai Munah dan pantai Gili Gansing, di tempat ini juga merupakan tempat bertelurnya kura-kura.

Kita juga mendapat disuguhkan deburan ombak seperti air terjun yang mengalir melalui dua celah batu, satu obyek wisata Nambung yang berada di perbatasan Lombok tengah dengan Lombok Barat.

GILANG




Berkunjung Kampung Ekowisata Kerujuk, Destinasi Primadona Baru di Lombok Utara

Ide kreatif pemuda Kampung Kerujuk berhasil mengubah hamparan sawan dan tempat pemancingan menjadi kampung ekowisata yang menyajikan berbagai spot menarik.

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com —

Lukmanul Hakim, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kerujuk Lestari

Ini contoh kekuatan ide dan kreatifikas para pemuda. Di kampung Kerujuk Desa Menggale Kecamatan Pemenang, berkat ide kreatifnya berhasil merubah kawasan yang semula hanya hamparan sawah dan tempat pemancingan, menjadi tempat wisata yang kini jadi primadona baru di Lombok Utara.

Menuju kawasan ekowisata Kerujuk, pengunjung harus melewati jalan setapak yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Di sepanjang perjalanan pengunjung disuguhkan pemandangan hamparan sawah serta gunung yang menjulang tinggi.

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disuguhkan dengan sejuknya pemandangan. Di tempat ini terdapat berbagai spot-spot menarik, yang menjadi primadona wisatawan untuk mengabadikan momen, seperti replika kupu-kupu berukuran 1, 5 meter dan terdapat “taman cinta” yang menjadi tempat favorit para wisatawan untuk mengabadikan momen.

Di lokasi ini terdapat rumah pohon, serta replika pesawat terbang yang terbuat dari kayu. Dan juga menarik, terdapat beberapa spot outbond yang cukup antimainstrem lainnya.

Lukmanul Hakim, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kerujuk Lestari, selaku pengelola menuturkan, kampung ekowisata tersebut merupakan kolam pemancingan. Kolam tersebut dibangun dari dana PNPM. Meski hanya kolam pemancingan, namun ternyata antusias pengunjung semakin tinggi.

“Akhirnya kami perkumpulan anak muda berdiskusi mencari kegiatan lain yang mendukung kolam pemancingan tersebut,” ujarnya.

Dirinya mengaku, Setelah melakukan pemetaan selama 6 bulan, akhirnya mulai terbentuk desain kampung ekowisata. Dirinya tak ingin seperti destinasi wisata kebanyakan lainnya yang hanya mengembangkan hiburan dan rekreasi. Kampung ekowisata Kerujuk juga mengembangkan wisata berbasis lingkungan dan budaya. Selain itu juga pengembangan ekonomi masyarakat lokal.

Pengembangan berbasis lingkungan yang dimaksud adalah pengunjung dapat membawa pohon dan menanamnya di lokasi ekowisata. Sementara budaya dengan melestarikan aneka permainan rakyat yang mulai memudar. Seperti permainan egrang, terompah, dan lainnya.

Sedangkan pengembangan ekonomi masyarakat lokal, di lokasi ini menyediakan aneka kuliner yang dijual masyarakat sekitar. “Ada beragam kuliner juga disediakan,” jelasnya.

Penghasilan dari ekowisata ini terbilang cukup besar. Hal ini dikarenakan pengunjungnya yang cukup banyak, terutama pada Sabtu dan Minggu.

Lukman mengaku, jika dirata-ratakan pengunjung sehari mendekati 100 orang untuk wisatawan lokal. Sementara wisatawan asing per hari bisa mencapai 10 orang.

Terkait pendapatan, ia mengaku pendapatan dari penjualan tiket masuk dan paket wisata yang ditawarkan bisa mencapai Rp 6 juta. Bila saat liburan panjang bisa meningkat dua kali lipatnya.

wisata yang ditawarkan di lokasi ini berupa permainan rakyat, makan, snack dan kopi.

“Sementara ini pendapatan belum masuk pades, tapi kedepannya akan mengarah kesana,” jelasnya.

AYA

 

 

 




“Barapan Ayam”, Permainan Tradisional Yang Jadi Event Wisata di KSB

Jika di lain tempat pertandingan ayam jago dilakukan dengan cara mengadu atau menyabung dua ayam jantan untuk saling bertarung, tapi di daerah Sumbawa Barat, NTB, juga jadi atraksi pariwisata yang menghibur.

SUMBAWA BARAT,lombokjournal.com — Pertandingan ayam jago di sini, justru menyatukan dua ayam jago untuk bisa bekerjasama. Mereka harus bisa berlari cepat, beriringan, dan harus tepat menyasar tujuan, dalam “Barapan Ayam”.

“Tidak. Disini ayam jago tidak diadu untuk bertarung, tapi diadu kecepatan lari. Namanya  Barapan Ayam atau Sampo Ayam,” kata Komaruddin (38), Ketua Panitia perlombaan Barapan Ayam, Kamis sore (6/4) di Desa Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat, NTB.

Perlombaan Barapan Ayam di Desa Tambak Sari, digelar untuk mengisi rangkaian Festival Pesona Tambora 2017. Tapi di luar event Festival, tradisi Barapan Ayam bisa disaksikan setiap Minggu di Kota Taliwang, ibukota Sumbawa Barat.

Komaruddin menjelaskan, dalam Barapan Ayam, dua ekor ayam jantan akan disatukan dengan sebuah kayu yang secara lokal disebut Noga, yang kemudian ujungnya diikat pada masing-masing punggung ayam.

Dua ekor ayam yang sudah disatukan itu kemudian diarahkan oleh joki ayam menggunakan semacam pecut yang terbuat dari rotan yang ujungnya diberi bebunyian dari botol plastik bekas minuman yang disayat-sayat.

“Menggunakan pecut yang disini disebut Lutar, joki ayam harus mengarahkan ayamnya. Pasangan ayam harus berlari cepat dan harus bisa tepat menyentuh kayu Saka di garis finish,” katanya.

Suasana Barapan Ayam di Desa Tambak Sari nampak ramai dan riuh. Ratusan orang berkumpul di lapangan, dimana arena Barapan Ayam didirikan.

Sekitar 160 pasangan ayam akan berlomba di arena. Arena berukuran 20 kali 50 meter dikelilingi dengan kain jaring, agar ayam tidak lari keluar arena. Sementara penonton bisa menyaksikan dari luar arena.

Joki ayam yang dipanggil untuk masuk ke arena, akan membawa dua ayam yang sudah menyatu ke dalam arena.

Dengan kemampuan yang dimiliki, joki harus bisa mengarahkan ayam agar berlari cepat dengan jarak sekitar 50 meter menuju finish.

Sebatang kayu setinggi setengah meter atau disebut Saka, ditancapkan di garis finish. Pasangan ayam baru dinyatakan berhasil finish adalah yang berhasil menyentuh Saka.

“Tidak gampang mainnya, harus banyak latihan baik ayam maupun jokinya. Tapi ini seru, dan selalu bikin penasaran,” kata Muhamad Nursyamsi (28), warga Taliwang yang ikut lomba Barapan Ayam.

Syamsi mengatakan, percaya atau tidak,dalam Barapan Ayam juga diperlukan Sandro, atau dukun yang punya kemampuan khusus. Tugas mereka adalah mengelabui penglihatan ayam agar kayu Saka bisa terlihat mirip binatang buas, atau mahluk lain yang menakutkan.

“Kalau Sandronya hebat, pasti sangat jarang ayam yang bisa tepat menyentuh Saka, karena sudah takut duluan,” katanya.

Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin mengatakan, Barapan Ayam merupakan tradisi masyarakat Sumbawa Barat yang hingga kini masih lestari.

Seperti juga Barapan Kebo, Barapan Ayam di Sumbawa Barat juga menjadi tradisi yang saat ini tengah dikemas sebagai salah satu event atraksi budaya untuk mendukung pariwisata di Kabupaten itu.

“Ya Barapan Ayam ini sangat unik, dan kami yakin ini hanya bisa disaksikan di Sumbawa Barat.Jadi tradisi ini bisa menjadi daya tarik wisata,” kata Musyafirin.

GRA

07/04/17, 13.04 – Jakarta P Panca: IMG-20170407-WA0001.jpg (file terlampir)

BARAPAN AYAM. Permainan tradisi barapan ayam di Sumbawa Barat, yang kini menjadi event pariwisata.(GRA)