Merawat Semangat Kebangsaan Dimulai Dari Sekolah

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr.TGH.M.Zainul Majdi  yang akrab disapa TGB membekali wawasan kebangsaan bagi siswa-siswi dan staf pengajar di SMA- Kesuma (SMA-K) di Cakranegara Kota Mataram, Selasa (18/4).

Mataram.lombokjournal.com —  TGB mengunjungi sekolah Katolik itu merupakan implementasi gagasan ideologis dalam menyuburkan nasionalisme dan kebhinekaan,  sebagai kekuatan membangun  NKRI melalui “Gerakan Merawat Semangat Kebangsaan”.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Drs.H.Suruji, kedatangan TGB disambut hangat Ketua Yayasan dan Kepala SMU-K, Rino bersama  Guru dan ratusan siswa-siswi yang mengelu-elukan kehadirannya. TGB yang datang terlambat menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya.

“Sebenarnya tadi pagi saya telah  janji hadir di sini jam 09.00 Wita, tapi ini lewat 30 menit, saya mohon maaf,”  kata gubernur  saat bicara di lembaga pendidikan yang berdiri sejak tehun 1965 itu.

“Ini tidak baik, jangan ditiru, ya,” pinta TGB, seraya mejelaskan keterlambatannya disebabkan karena ada tamu yang tak mungkin ditinggalkannya.

TGB mengaku sudah sejak puluhan tahun mengetahui yayasan pendidikan SMU-Kesuma itu. Eksistensi Sekolah  itu justru dikenalnya karena prestasi-prestasinya yang luar biasa. Sebelumnya, Kepala SMAK Kesuma banyak prestasi yang sudah dicapai.

“Kalau saat ini kalian berhasil menjadi Juara Basket, Gendang Beleq dan bahkan juara olimpiade sains Provinsi NTB, maka tahun depan jangan mau lagi juara provinsi, tapi jadilah juara nasional. Bahkan saya menantang kalian untuk menjadi duta Indonesia untuk menjadi juara internasional,” ujarnya menyemangati.

Cermin masa depan NTB dan Masa Depan Indonesia yang maju dan kuat, ada di Sekolah ini, tegasnya.  Sekolah ini mencerminkan keragaman yang lengkap. Semua suku, agama, adat istiadat, ras, warna kulit, dan semua perbedaan lainnya, namun Sekolah ini  tetap menjadi tempat belajar yang nyaman, aman dan berhasil meraih prestasi-prestasi yang hebat, ungkap TGB.

“Dari potret pahlawan kita di masa lalu kita dapat melihat keberagaman,” tutur TGB.

Dari segi pakaian, sisi agama, warna kulit dan semua keberagaman lainnya, namun mereka bekerja bersama untuk indonesia. Semua latar belakang yang berbeda tersebut, dikatakan gubernur sebagai modal membangun NTB dan indonesia.

Saat Gubernur menanyakan bagaimana sikap dan cara pandang para siswa menyikapi keberagaman, masing-masing siswa memberikan argumen berbeda. Misalnya, ada yang menekankan saling berhargai, toleransi, memahami dan saling mengerti.

Seorang siswa, bernama Edward, bertanya kepada gubernur bagaimana cara Gubernur menjaga NTB ini ke depan agar tetap aman. Dengan kondisi NTB yang beragam, pasti juga ada potensi chaos atau konflik antar warga.”Bagaimana caranya mencegah,” tanya Edwar.

Gubernur balik melempar untuk mendapat pandangan dari siswa, bagaimana cara mereka mengatasi jika terjadi konflik. Bagi siswa yang berani mengungkapkan pendapatnya gubernur menyediakan hadiah khusus kepada mereka.

Gefi menjawab pentingnya sikap toleransi dan hati-hati serta menjaga sopan santun.  Dedit menambahkan  perlunya saling pengertian. Abre justru melihat pentingnya ada peraturan, karena dari peraturan itu akan menumbuhkan kesadaran disiplin sehingga tercipta keamanan.  Yeni menambahkan pentingnya kesadaran diri, serta sejumlah siswa lain berpendapat pentingnya musyawarah, saling memaafkan,  peran mediator dan menemukan akar permasalahannya.

Jawaban-jawaban siswa itu, menurut gubernur, saling melengkapi satu sama lainnya. Itulah hakekat keberagaman itu, menjadi modal kekuatan bersama.

“Memperbaiki diri dan peraturan, dua-duanya penting,” tegas gubernur..

Dialog wawasan kebangsaan diakhiri dengan penyerahan hadiah berupa beberapa paket buku, tentang Karya Anak Negeri yang memuat 25 kisah inspiratif dari NTB, “Ikhtiar tiada Henti” dan buku “Perempuan yang Hebat.”

Rr.




Kunjungi SMAK Kusuma, TGB Tekankan Semangat Kebangsaan

Saat berkunjung ke SMA Katholik (SMAK) Kusuma, Kota Mataram,   Selasa (18/4), Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menekankan pentingnya menumbuhkan dan merawat semangat dan nilai kebangsaan,

MATARAM.lombokjournal.com — Pesan itu disampaikan Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) di hadapan puluhan siswa SMAK Kusuma. Di sekolah swasta ini muridnya berasal dari etnis dan latar belakang yang beragam.

“Nilai kebangsaan itu kan perlu kita rawat sebagaimana kita merawat diri kita. Apalagi nilai kebangsaan adalah salah satu modal utama merekatkan Republik yang terdiri dari belasan ribu pulau, etnis dan agama yang beragam dari Sabang sampai Merauke,” kata TGB.

Gubernur mengatakan, lembaga pendidikan menjadi wadah paling strategis untuk memupuk dan merawat nilai kebangsaan, dan saling menghormati perbedaan dalam keberagaman antar etnis dan antar agama.

Dipaparkannya, para pelajar yang lulus dari sekolah dan nantinya keluar untuk bekerja akan memiliki dasar yang kuat tentang nilai Kebangsaan yang sudah ditanamkan di sekolah.

“Ketika di sekolah dia mendapatkan nilai kebangsaan yang kuat dan diingatkan untuk ber-Indonesia yang baik. Maka setelah keluarpun dia berkiprah pasti Nasionalisme dan Patriotismenya keluar akan jauh lebih baik dan lebih hebat lagi di masa depan,” katanya.

TGB juga mengingatkan semua pihak bahwa pertahanan dan ketahanan bangsa itu tidak semata menjadi milik pemerintah atau lembaga negara, melainkan tugas yang harus dilaksanakan oleh banyak pihak termasuk lembaga pendidikan dan para orang tua.

“Saya berharap  ketika lembaga pendidikan itu tersemaikan nilai-nilai kebangsaan yang kuat, harus tulus menghargai satu sama lain. Tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lain, semua kita sama. Inilah yang membentuk indonesia,” kata TGB.

AYA

 

 

 




NTB Butuh Inovasi BelajarYang Melibatkan Masyarakat

NTB membutuhkan program pembangunan seperti inovasi belajar (INOBEL) Australia yang menekankan pentingnya pelibatan dan pemberdayaan masyakat setempat.

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr.TGH. M. Zainul Majdi menyatakan, di masa lalu banyak lembaga donor atau NGO yang membantu program di NTB. Namun, sebagian besar program itu tidak berkelanjutan.

“Selesai proyek, selesailah kegiatannya tanpa ada tindak lanjut,” kata Gubernur yang melihat tak adanya sustainable program bantuan seperti itu, sebab tidak adanya pelibatan masyarakat setempat.

Penegasan tersebut disampaikan TGB saat menerima kunjungan Team Leader Program Inovasi Belajar (INOBEL) Australia untuk NTB, Prof. Dr. Fasly Jalal yang juga mantan wakil Menteri Pendidikan RI di era Pemerintahan SBY, di ruang kerja Gubernur NTB, Senin (17/4).

Fasly Jalal hadir didampingi seluruh Tim Project Manager untuk NTB dan Kadis Dikbud NTB, H.Suruji guna melaporkan progres Program inovasi belajar bagi para guru di seluruh Wilayah NTB  atas dukungan dari Program INovasi Indonesia-Australia.

“Saya sangat mengapresiasi dan melihat program ini beda dengan yang lain, yang sejalan dengan kebijakan daerah,” kata gubernur. Pelaksanaan proyek asing harus mengedepankan pemberdayaan masyarakat, ujarnya.

Gubernur mengapresiasi pola Program  INOBEL Australia, karena mengedepankan peran sebagai stimulator dan fasilitator. Mereka tidak datang membawa ideologi baru tetapi berupaya memfasilitasi tumbuhnya berbagai inovasi dan kreasi dari guru-guru itu sendiri, mulai dari analisis masalah, penyusunan rencana dan strategi atau inovasi yang tepat.

Pelibatan dan penghargaan terhadap kreativitas setempat akan merangsang lahirnya inovasi-inovasi  baru sehingga tereflikasi secara  berkelanjutan.  Karenanya, gubernur menyatakan selalu welcome dan menyambut baik tiap program atau kerjasama dengan negara donor yang  bisa merangsang tumbuhnya inovasi masyarakat untuk kemajuan NTB.

“Tidak hanya infrastruktur yang perlu kita bangun,  tetapi juga sumber daya manusia dan masyarakat yang mengelola pembangunan itu perlu ditingkatkan”, tegasnya.

NTB membutuhkan kegiatan seperti ini yang hasil hasilnya nanti  bisa dikembangkan dan direplikasikan secara berkelanjutan oleh masyarakat secara mandiri.

Dijadwalkan, 25 Maret 2017 mendatang Gubernur NTB akan mencanangkan Temu Inovasi Daerah bagi Guru di NTB. Kegiatan itu dimaksudkan merangsang berbagai inovasi dan kreativitas mengatasi berbagai kendala pembelajaran yang masih dihadapi.

Setelah pencanangan Inobel, akan dilanjutkan dengan silaturrahim Gubernur dengan seluruh guru SMA/SMK dan SLB se-NTB.

Pada pertemuan tersebut, Prof. Fasly Jalal melaporkan hasil penelitiannya di seluruh kabupaten/kota se NTB , pendidikan di NTB dikatakan selangkah lebih maju dibandingkan di daerah lain, khususnya dalam menerapkan   metode perencanaan dan inovasi pembelajaran.

“Padahal program ini baru dalam tahap pengenalan,” papar Fasly Jalal.

Rr.

 

 

 




Memangkas Mental Korup Calon Politisi

Politik Cerdas Berintegrasi (PCB) salah satu program pendidikan yang terjun ke dunia politik, mampu memberikan pemahaman yang baik tentang dunia politik bagi calon anggota legislatif. Sekaligus memangkas mental-mental yang koruptif.

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si menganggap pentingnya pembekalan politik cerdas bagi para kader parpol yang ingin menjadi anggota legislatif.

“Sebagai mantan Ketua DPRD Sumbawa, saya melihat pentingnya pembekalan politik cerdas bagi para kader parpol yang ingin menjadi anggota legislatif,” ujar Wagub Amin saat menerima silaturrahmi Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Sujanarko, di ruang kerjanya, Senin (17/4).

Harapannya, di masa depan terbentuk generasi politik baru yang lebih berintegritas.

Wagub menilai, program PCB sejalan dengan langkah Pempprov NTB yang berkomitmen mendidik generasi muda menjadi pemimpin di masa mendatang. Juga sejalan dengan upaya Pemprov NTB  mencegah berbagai praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Saya kira lebih baik kita mencegah terjadinya kasus korupsi melalui pembinaan seperti ini,” tutur pria kelahiran Sumbawa tersebut.

Wagub juga menyampaikan berbagai program kerja instansi yang mengedepankan upaya-upaya pencegahan korupsi mendapatkan apresiasi dan tanggapan positif.

Ia mengapresiasi program PCB dan akan menindaklanjuti ke dinas terkait dalam hal ini Bakesbangpoldagri dan Dikpora.. Sebagai proyek revolusi mental yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, pembinaan seperti ini patut dilakukan untuk menghasilkan generasi muda yang lebih baik.

KPK sejak tahun 2016 melaksanakan program pendidikan Politik Cerdas Berintegrasi (PCB) untuk mendukung terbentuknya generasi politik baru yang lebih berintegritas. Tahap awal program ini baru dilaksanakan di 9 Provinsi, yaitu: Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sualwesi Selatan, dan Papua Barat.

Dari 9 Provinsi tersebut menghasilkan alumni Kelas Politik Cerdas Berintegritas (PCB) berjumlah 434 orang. “Pada tahun 2017 ini, kami berencana menambah jumlah dan memperluas penyebaran alumni kelas Politik Cerdas Berintegritas,” ujar Sujanarko.

Berdasarkan data Tranparancy International Indonesia (TII) tahun 2017, DPR dipersepsikan sebagai lembaga terkorup dengan persentase 54%. Bisa dikatakan hampir separuh dari anggota DPR adalah koruptor. Sejak tahun 2016, tren calon kader partai politik (parpol) adalah pelajar dan mahasiswa. Program PCB ditujukkan untuk pelajar dan mahasiswa yang berumur 15-25 tahun.

“Ini dimaksudkan agar ke depan generasi muda yang ingin terjun ke dunia politik memiliki bekal yang cukup untuk menjadi politikus yang cerdas dan berintegritas,” jelasnya.

Rr




Hari Kedua UNBK di SMAN 5 Berjalan Lancar

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMA sederajat sudah dimulai sejak Senin (10/4) kemarin. Di SMAN 5 Mataram, pelaksanaan UNBK berjalan lancar hingga hari kedua, Selasa (11/4).

Kepala SMAN 5 Mataram, H Nasruddin (foto: AYA)

MATARAM,lombokjournal.com — “Sampai hari kedua UNBK ini, semua masih berjalan normaldan lancar,” kata Kepala SMAN 5 Mataram, H Nasruddin, Selasa (11/4) di Mataram.

Dijelaskan, sekitar 389 orang siswa menjadi peserta UNBK di SMAN 5 Mataram, terdriri dari siswa jurusan IPA dan IPS.

Sejauh ini kelengkapan sarana komputer dan kelistrikan sudah disiapkan pihak sekolah. Untuk mengantisipasi jika terjadi pemadaman listrik, pihak sekolah juga sudah menyediakan satu unit jenset.

“Kita sudah siapkan semuanya, kelengkapan UNBK, dan untuk berjaga- jaga kita sudah siapkan jenset kalau ada listrik padam,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam UNBK kali ini, pihak sekolah membagi tiga jadwal, yakni  pukul 07.30 Wita  – 09.30 Wita, pukul 09.30 – 12.00 Wita, dan pukul 14.00 -16.00 Wita.

Pantauan Lombok Journal di SMAN 5 Mataram, UNBK berlangsung tertib, di setiap ruang ada dua orang petugas yang mengawasi yaitu dari guru pengawas dan dari bagian teknisi.

AYA




Kemkominfo Gelar Pelatihan SKKNI di Mataram

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) menyelenggarakan pelatihan Sertifikasi Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), 10-12 April di Hotel Golden Palace, Mataram.

Anggota DPR RI dapil NTB, H Muhammad Syarifudin ST MM hadir dalam pelatihan SKKI (foto:AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Pelatihan SKKNI melibatkan 75 orang peserta terdiri dari lulusan SMK, D1, D2, D3, yang berasal  dari Mataram dan sekitarnya. Kegiatan tersebut dibuka Kabag Penelitian dan Pengembangan SDM Kemkominfo, Dr Ir Basuki Yusuf Iskandar, Senin (10/4), dan dihadiri anggota DPR RI dapil NTB, H Muhammad Syarifudin ST MM.

Kabag Penelitian dan Pengembangan SDM Kemkominfo, Dr Ir Basuki Yusuf Iskandar menjelaskan, pelatihan SKKNI di bidang komunikasi dan informasi ini dilakukan untuk meningkatkan skill para lulusan muda dan peningkatan kualitas tenaga kerja sehingga bisa bersaing dengan negara lain.

Menurutnya, selain skill atau ketrampilan, pelatihan juga akan diisi dengan peningkatan sikap mental bekerja bagi para peserta.

“Ini difokuskan agar bagaimana kita mengejar ketertinggalan dari negara lain. Kalau secara potensi  anak-anak Indonesia itu hebat – hebat kerjanya bagus bagus, hanya saja masih kurang dalam masalah sikap,” katanya.

Sementara itu anggota DPR RI dapil NTB, H Muhammad Syarifudin ST MM mengatakan, pelatihan seperti itu sangat penting dalam rangka upaya mensetarakan kemampuan generasi muda Indonesia, khususnya yang ada di NTB supaya siap kerja.

“Siap kerja tidak hanya siap yang pas-pasan, tentu siap kerja yang mampu memberikan manfaat lebih buat dia, tentu buat kampung halaman dan Indonesia,” katanya.

Selaku anggota DPR RI yang kebetulan membawahi atau bersama dengan Kominfo yang mempunyai program ini, ia mengajak agar mensetarakan keinginan para lulusan muda ini, di bidang komunikasi dan informatika, supaya  mereka punya skill yang lebih dan ini tidak hanya di NTB, juga seluruh Indonesia.

AYA

 

 




Diikuti 292 Peserta, UNBK di SMKN 1 Lingsar Lancar

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berjalan lancar dan tertib di SMKN 1 Lingsar, Lombok Barat, memasuki hari kedua, Selasa (4/4).

Kasek SMKN 1 Lingsar, Ruju Rahmad. (foto: AYA)

LOMBOK BARAT .lombokjournal.com — “Sejak pertama hingga hari kedua saat ini UNBK berjalan lancar tanpa kendala,”kata Kepala Sekolah SMKN 1 Lingsar, Ruju Rahmad, di sela pelaksanaan UNBK.

Ia menjelaskan, UNBK di SMKN 1 LIngsar tahun ini diikuti oleh sebanyak 292 orang dan keseluruhannya hadir dalam UNBK hingga hari kedua.

Para siswa peserta UNBK terdiri dari beberapa jurusan antara lain, Jurusan Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Multimedia, Akomodasi Perhotelan, Usaha Perjalanan Wisata ( UPW ), dan Jurusan Tata Busana.

Ruju Rahmad menjelaskan, tahun ini UNBK di SMKN 1 Lingsar dilakukandalam tiga sesi.

Sesi pertama dimulai pukul 07.30 Wita, sesi kedua pukul 10.00 Wita, dan sesi ketiga pada pukul 14.00 Wita.

“Kami harap dalam UNBK ini siswa agar selalu jujur, berintegritas agar mampu melatih diri dan  berdaya saing,” katanya.

AYA

 




Wagub Pantau Pelaksanaan UNBK Hari Kedua

Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, Selasa (4/4) turun memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah SMK di Mataram.

MATARAM.lombokjournal.com — Di SMK Pertanian Pembangunan (PP) Mataram, Wagub Amin menyaksikan langsung sejumlah siswa peserta UNBK yang mengikuti ujian didampingi  PLT Kepsek Sugiarta.

PLT Kepala SMK PP Mataram, Sugiharta. (foto: AYA)

“Wagub berharap agar pelaksanaan UNBK hari kedua ini berjalan dengan baik dan lancar hingga Ujian selesai agar bisa menghasilkan Lulusan yang berkualitas tiap tahunnya,” kata Wagub Amin.

Ia mengatakan, UNBK ini bisa melatih kejujuran siswa agar bisa bersaing ditingkat dan jenjang selanjutnya danjuga bisa bersaing dengan daerah – daerah yang lain.

UNBK Berjalan Lancar di SMK PP

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berjalan lancar di SMK Pertanian Pembangunan (PP) Mataram, hingga hari kedua, Selasa (4/4).

Sekitar 101 orang peserta ujian berasal dari  enam jurusan yaitu jurusan Agribisnis Perikanan, Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Perkebunan, Agribisnis Pembibitanan Kultur Jaringan dan Agribisnis Agraria mengikuti  UNBKtahun ini.

Menurut  PLT Kepala Sekolah SMK PP Mataram, Sugiarta Spi Mpd Msi,  semua sarana kelengkapan UNBK di SMK PP Mataram juga sangat siap, baik dari sisi ketersediaan komputer hingga sistem operasi dan pasokan kelistrikan.

“Semua berjalan lancar, seluruh siswa peserta UNBK juga hadir seluruhnya,” katanya.

Jadi listrik maupun komputer semua dalam posisi ON atau siap. Kalau pun terjadi pemadaman listrik pihak sekolah sudah menyiapkan Jenset.

“Kami berupaya agar siswa tidak terganggu dalam melaksanakan ujian,” tukasnya.

AYA




Pawai Ogoh-Ogoh Dilepas Walikota Mataram

 Walikota Mataram, TGH Ahyar Abduh, melepas pawai ogoh-ogoh dalam parade ogoh-ogoh, Senin siang (27/3) di Kota Mataram.

Walikota Mataram, TGH Ahyar Abduh, menyaksikan jalannya pawai ogoh-ogoh di Kota Mataram.(foto: GRA)

MATARAM.lombokjournal.com —  Selain memperkuat silahturahmi antar umat beragama di Kota Mataram, pawai ogoh-ogoh yang sudah rutin terselenggara sejak belasan tahun lalu, saat ini juga menjadi daya tarik wisata tersendiri.

“Ini menjadi ajang silahturahmi masyarakat Kota Mataram, dan NTB secara umum, apapun latar belakang agamanya. Toleransi dan

semangat kebersamaan ini membuktikan bahwa warga Kota Mataram yang heterogen  bisa saling menghargai dan hidup rukun berdampingan antar agama, antar etnis,” kata Ahyar Abduh, saat membuka pawai ogoh-ogoh.

Ahyar mengatakan, seperti tahun sebelumnya, perayaan hari raya Nyepi dan tahun baru Saka 1939, yang jatuh pada Selasa (28/3) di Kota Mataram diharapkan berjalan dengan penuh kedamaian.

“Bagi umat hindu selamat merayakan Nyepi, dan umat lainnya marilah kita ikut menghargai. Sebab sejak dulu pemerintah Kota Mataram sangat mendukung dan respek terhadap perayaan dan hari-hari besar setiap agama,”katanya.

Seremoni pelepasan ogoh-ogoh, Senin (27/3) dilakukan di depan kantor Lurah Cakranegara, Kota Mataram, dihadiri Ketua Pengurus Krama Pura Meru Cakranegara, jajaran PHDI NTB, dan sejumlah pejabat Kota Mataram.

Ratusan ogoh-ogoh melintasi jalur sepanjang 4 Km di jalan Pejanggik hingga jalan Selaparang, yang juga merupakan jalur utama pusat pertokoan di Kota Mataram.

Ribuan penonton memadati sepanjang jalur itu. Para penonton datang dari Kota Mataram, Lombok Tengah dan Lombok Barat, dan juga ada wisatawan domestik dan mancanegara.

Ketua Panitia Ogoh-Ogoh Mataram, Anak Agung Made Jelantik mengatakan, sedikitnya 150 ogoh-ogoh ikut tampil dalam pawai tahun ini. Ini meningkat dibangding tahun lalu yang hanya 125 ogoh-ogoh.

“Dari segi jumlah dan bentuknya, ada peningkatan tahun ini. Kita lihat penonton dan wisatawan yang melihat juga lebih banyak,” kata Anak Agung.

Menurut dia, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, konsep bahan membuat ogoh-ogoh mulai tahun ini juga menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Ketua Majelis Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Provinsi NTB, I Gede Mandra menjelaskan, pawai ogoh-ogoh merupakan rangkaian kegiatan umat Hindu dalam menyembut hari raya Nyepi dan Tahun Baru 1939 Saka.

“Ogoh-ogoh ini merupakan bagian upacaraTawur Kesanga, untuk menyelaraskan hubungan antara manusia dengan alam, manusia dengan manusia, dan manusia dengan Tuhan yang maha kuasa,” katanya.

Dijelaskan, ogoh-ogoh dengan bentuk raksasa atau merupakan simbol “Buta Kala” yang melambangkan ketidakselarasan antara makro kosmos atau alam dengan mikro kosmos atau manusia dan mahluk hidup lainnya. Setelah diarak dalam pawai, ogoh-ogoh akan dimusnahkan di masing-masing pura lingkungan di Kota Mataram.

“Ketidakselarasan ini yang harus kembali diseimbangkan. Ogoh-ogoh yang

melambangkan sifat buruk manusia, selanjutnya akan dilebur dalam upacara Tawur Agung sebelum pelaksaan Nyepi. Ini sebagai bentuk kesyukuran umat pada Tuhan, bahwasanya kita masih diberi kesempatan  memperbaiki diri,”katanya.

Ia menjelaskan, pada Selasa (28/3) atau puncak hari raya Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata yakni Amati Geni (Tidak Menyalakan Api), Amati Karya (Tidak bekerja), Amati Lelungan (Tidak Bepergian),dan Amati Lelanguan (Tidak bersenang-senang).

“Pada saat Nyepi, umat bisa melakukan introspeksi dengan bermeditasi agar ke depan menjadi lebih baik lagi,”katanya.

GRA




Festival Rakyat Bangsal Menggawe, 11 Seniman Berkarya Bersama Masyarakat

BANGSAL MENGGAWE, salah satu program utama Komunitas Pasir Putih (Yayasan Pasir Putih) yang digagas sebagai acara tahunan sejak tahun 2016, menjadi sarana warga masyarakat di Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, menyalurkan ekspresi kulturalnya dalam bentuk Pesta Rakyat.

LOMBOK UTARA — lombokjournal.com

Bangsal Menggawe tahun 2017 akan di selenggarakan di Pelabuhan Bangsal, tanggal 2 April, di Pelabuhan Bangsal mengangkat tema Siq-Siq O Bungkuk. Tema ini di angkat untuk meningkatkan toleransi dan kebersamaan antar warga Pemenang yang memiliki 3 kepercayaan; Islam, Hindu dan Budha.

Dalam siaran pers Yayasan Pasir Putih yang diterima Lombok Journal dijelaskan, Pelabuhan Bangsal dipilih sebagai latar kegiatan karena pelabuhan tersebut menghubungkan narasi dan memori kolektif warga tentang kultur kehidupanya di Pemenang.

Ada banyak kegiatan dari komunitas-komunitas lokal yang masih hidup hingga sekarang di Pemenang, dan semuanya bermula di Pelabuhan Bangsal. Meskipun digagas oleh  Komunitas Pasir Putih, namun Bangsal Menggawe atau Pesta Rakyat Bangsal Menggawe merupakan milik seluruh warga dan penduduk yang ada di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Komunitas Pasir Putih bekerjasama dengan berbagai komunitas lokal lainnya yang ada di Pemenang, serta dengan berbagai lembaga pemerintahan daerah, menjadi fasilitator demi terselenggaranya pesta rakyat tahunan tersebut.

Bangsal Menggawe tahun ini mengundang 11 seniman untuk residensi selama 1 bulan. YakniHaji Muzahar (pelukis), Zakaria (PenariRudat), Ryan Riyadia ka The Popo (senimanjalanan/street artist), Serrum (perupa), Hamdani (Seniman Video), NiaAgustina (Penari), Fatih Kudus Jaelani (Penulis), Irawita (Aktor), Daniel Emet (Street Artist), Citra Sasmita (Pelukis).

11 seniman tersebut akan berkolaborasi membuat karya seni dengan warga Pemenang.

Semua seniman dengan warga sudah mulai menggarap karya mereka seperti Irawita menggali potensi perempuan lewat teater pemberdayaan, citra Sasmita meningkatkan peran perempuan dalam masyarakat dengan membuka kelas kursus bahasa inggris dan karya wayang Kasunda.

Kegiatan Teater Pemberdayaan di Gedung Tempat Evakuasi Seniman (TES) bersama warga Dusun KarangPangsor, oleh seniman teater Irawita

Ada yang menarik bagi wisatawan, yaitu Daniel Emet. Ia menyedot perhatian wisatawan menggunakan cidomo melalui lomba cidomoh hias. Sedang penyair muda Fatih Kudus Jaelani, melakukan  deklarasi Persatuan Pemuda Pemenang melalui buku pemuda Pemenang dan instalasi bola harapan. Tak ketinggalan tokoh seniman Pemenang, Zakaria dengan Tari Rudat masal bersama warga Pemenang.

Demikian pula Hamdani memetakkan potensi warga Pemenang dengan Karyanya 30 hari Pemenang di dalam bingkai kamera. Seorang penari, Nia Agustina melakukan kolaborasi tarian tiga agama. Haji Muzahar dengan lukisan yang mengilustrasikan Siq-Siq o Bungkuk sebagai rasa toleransi dan kebersamaan masyarakat Pemenang. Ryan Ryadi dengan street art bersama warga dan Serrum dengan projek pasar Ilmu melalui FGD (Focus Group Discussion).

Karya seni tersebut akan dipertunjukkan/dipamerkan pada hari puncak Bangsal Menggawe tahun ini.

Ka-eS