Mahasiswa Diminta Proaktif Tangkal Radikalisme

Mahasiswa diminta ikut menjaga keamanan dan ketentraman serta proaktif agar tidak mudah disusupi kelompok-kelompok radikal yang dapat merusak masa depan generasi muda.

MATARAM.lombokjournasl.com — Wakil Gubernur NTB H Muh. Amin SH MSi, menyampaikan itu di hadapan Civitas Akademika UIN Mataram saat tasyakuran tranformasi IAIN Mataram ke UIN di Kampus UIN Mataram, Kamis (25/5)

Wagub Amin berpesan, mahasiswa jangan memberi tempat  oknum maupun golongan yang berniat menggangu stabilitas keamanan. “ Jangan sampai terbujuk berbagai aliran yang menyesatkan, yang tidak sesuai ajaran agama. Atau yang berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat,” tegasnya.

Transformasi IAIN ke UIN melalui perjuangan panjang dan kajian komprehensif, harus  disikapi dengan rasa syukur dan bangga . Khusus bagi keluarga besar UIN, wagub berpesan agar Perwujudan kesyukuran itu ditunjukkan dengan sikap mampu berperan menciptakan perubahan positif, bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan dan negara.

Dengan status sebagai UIN, diharapkan mahasiswa selalu semangat belajar, sehingga kualitas sumber daya manusiankita di daerah ini nantinya akan meningkat dan tak kalah saing dengan daerah lainnya.

Transformasi UIN

Rektor UIN Dr. H. Mutawali M. Ag pada kesempatan yang sama mengungkap, perjuangan transformasi IAIN menjadi UIN mataram tidak mudah. Setelah melalui proses panjang sejak diajukan tahun 2013 lalu, akhirnya pada bulan April 2017, Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 34 / 2017 telah mengubah status hukum lima Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di lima kota di Indonesia menjadi Universitas Islam Negeri, salah satunya UIn Mataram.

Kebijakan ini dilakukan memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan proses integrasi ilmu Agama Islam dengan berbagai rumpun ilmu pengetahuan. Kedepan, UIN yang visi dan misinya mendukung visi dan misi daerah ini diharapkan dapat menjadi elemen penggerak bagi pembangunan SDM di daerah.

“Kami harap Bapak Wakil Gubernur  selalu mendukung program kami nanti,” kata Rektor.

Acara tasyakuran transformasi iain menjadi UIN juga dirangkaikan dengan peluncuran logo UIN secara resmi oleh Wakil Gubernur NTB.

“Semoga logo baru ini menjadi semangat untuk majukan lembaga pendidikan yg kita banggakan ini,” harap Wagub kemudian melepas balon gas sebagai simbolis peluncuran logo UIN.

AYA




Diorama NTB Akan Dibangun Dekat Islamic Center

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan membangun Diorama Sejarah Pembangunan NTB di dekat Islamic Center NTB, mulai tahun 2017.

MATARAM.lombokjournal.com — Diorama modern yang didukung sistem informasi digital itu diharapkan akan menjadi pusat edukasi dan juga rekreasi sejarah dan kebudayaan NTB.

Rencana pembangunan Diorama itu, disampaikan konsultan teknis Diorama dari Bandung, Ir. Irman N. Jati Atmajaya, di hadapan Gubernur NTB, Dr TGH. M. Zainul Majdi didampingi istri Hj. Erica Zainul Majdi, Senin (22/5) dalam pencanangan gerakan masyarakat cinta membaca di Kantor Dinas Perpustakaan Dan Arsip Daerah NTB.

“Diorama NTB membutuhkan lahan 1.200 meter persegi dan ini akan sangat tepat lokasinya di dekat Islamic Center NTB,”kata Irman Jati.

Menurut Irman, Diorama NTB menjadi salah satu dari sedikit Diorama yang saat ini sudah tersedia di Indonesia.

Diorama lainnya yakni Diorama Purwakarta, Jawa Barat, Diorama Semarang di Jawa Tengah, dan Diorama Jenderal Soeharto di Desa Kemukus, Jawa Tengah.

Diorama NTB, papar Irman, akan berisi beragam arsip terkait informasi, data, dan sejarah tentang suatu daerah. Hal ini akan memudahkan masyarakat dan generasi penerus untuk bisa mengenal dan mengetahui catatan sejarah pembangunan di daerah.

“Ini akan melibatkan tujuh disiplin keilmuan. Gambaran Diorama NTB yang lebih detil tentu akan dibahas dalam Forum Group Discution (FGD) ke depan,” kata Irman.

Gubernur NTB, Dr TGH. M. Zainul Majdi  mengapresiasi pembangunan Diorama NTB tersebut.

Gubernur menekankan tiga aspek penting dalam pembangunan Diorama, yakni aspek substansi, aspek narasi,dan juga aspek diksi.

“Aspek substansi itu penting karena Diorama diharapkan menjadi sumber pembelajaran. Yang namanya sumber itu seperti sumber air, mata air itu harus jernih, supaya orang yang meminumnya mendapatkan manfaat. Jangan sampai sumber air itu keruh, apalagi beracun,” kata Gubernur.

Oleh karena itu, tambahnya, substansi itu betul-betul diperhatikan. Substansi itu diharapkan benar-benar mewakili identitas dan jati diri masyarakat NTB. Juga, substansi yang dimuat adalah visi NTB ke depan.

“Kita mau jadikan apa NTB ini. Kita mau bentuk apa NTB ini di masa yang akan datang,”katanya.

Aspek narasi, menurut Gubernur, juga merupakan aspek yang penting karena narasi  adalah tuangan dari konsep substansi yang ada. Sehingga perlu dipastikan isinya ditulis dengan benar.

“Juga diksi atau pilihan kata-kata yang ada haruslah kata-kata yang bisa mengambarkan identitas daerah, dinamika yang terjadi di daerah dan harapan-harapan masyarakat NTB di masa yang akan datang,” katanya.

AYA




Mujitahid, “Masyarakat Selain Memakmurkan Masjid Juga Dimakmurkan Masjid.”

Sangkep Beleq merupakan terobosan pemberdayaan Masyakat Adat Sasak (MAS) berbasis masjid. Diperlukan terobosan agar masjid juga menjadi pusat aktivitas ekonomi

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Pemucuk (sesepuh Majelis Adat Sasak) H.L Mujitahid mengatakan, Sangkep Beleq  mengharapkan, perlu inovasi agar masjid tidak semata-mata menjadi tempat iibadah.

“Perlu ada terobosan-terobosan inovatif untuk menjadikan masjid selain sebagai tempat ibadah juga sebagai pusat aktifitas ekonomi,” kata Mujitahid di tengah-tengah berlangsungnya Sangkep Beleq IV, Majelis Adat Sasak (MAS) di Sembalun, Lombok Timur, Jum’at (19/05) malam.

Mantan Bupati Lombok Barat itu berharap, masyarakat muslim selain memakmurkan masjid juga dimakmurkan masjid.

Sebelumnya, Ketua Harian MAS, L. Bayu Widia dalam laporannya mengatakan Sembalun dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Sangkep Beleq sebagai hadiah.

Dipilihnya Sembalun sebagai lokasi sangkep, karena dinilai mampu melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi kearifan lokal, sehingga berhasil meraih prestasi dunia sebagai the best honeymoon halal tourist destination.

Kegiatan Didalam forum Sangkep adat ini dibahas pandangan kearifan lokal mengatasi permasalah  berbagai isu pembangunan terkini.

Hadir dalam acara tersebut selain tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat, budayawan juga pelaku usaha wisata dari luar NTB.

AYA




Sangkep Beleq ke IV, Majelis Adat Sasak, Merawat Kearifan Lokal Memperkuat NKRI

Sangkep Beleq ke IV, Majelis Adat Sasak, yang berlangsung reguler tiap tahun merupakan tradisi menjaga dan merawat nilai nilai kearifan lokal,  guna merekatkan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Wagub NTB, H Muhammad Amin membuka Sangkep Beleq ke IV (foto: Humas NTB)

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Wagub NTB, H.Nuh Amin, SH.M.Si saat membuka Sangkep Beleq yang berlangsung di Sembalun  Lombok Timur, Jumat malam (19/05) berpesan, agar para tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh komponen masyarakat untuk merawat kearifan budaya daerah demi kekuatan dan keutuhan NKRI.

Ditegaskannya, Pancasila menjadi komitmen bangsa sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila  terbukti mampu  mempersatukan Keberagaman budaya dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas ibadah agama masing-masing dengan baik dan tenang

“Dengan dasar Pancasila, negara menghormati dan mengedepankan pengamalan ajaran agama masing-masing dengan tenang,” kata Amin.

Negara yang berlandaskan salah satu agama saja, belum menjamin warganya menjalankan ibadah dengan tenang. Di Yaman dan Suriah yang merupakan negara agama, warganya terusir dari negaranya sendiri.

Wagub mengajak Para Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat terus membimbing, mengarahkan dan  mengedukasi masyarakat agar tidak terpengaruh paham-paham radikal, paham- paham yang bukan jatidiri bangsa Indonesia.

BACA JUGA: Mujitahid, “Masyarakat Selain Memakmurkan Masjid Juga Dimakmurkan Masjid.”

“Untuk membangun perlu stabilitas keamanan, politik dan ekonomi,” tandas wagub.

Hadir pada pertemuan adat itu, Sesepuh Adat Sasak, H.L. Mujtahid, Ketua Harian Adat Sasak, L. Bayu Windia dan Sesepuh beserta Para Tokoh Adat Sasak lainnya.

AYA/Humas Pemprov NTB




Wagub Membesarkan Semangat Anak-anak Berkebutuhan Khusus

Anak-anak berkebutuhan khusus didorong terus semangat berkompetisi. Wagub NTB, H Muhammad Amin membesarkan hati anak-anak jangan takur bersaing,  jangan jadikan kekurangan sebagai hambatan untuk mencapai cita-cita.

Wagub H Muhammad Amin memberikan pengahargaan anak yang berprestasi (AYA/Humas NTB)

MATARAM.lombokjournal.com – Wagub Amin mengatakan, sejak dalam kandungan anak-anak sudah berkompetisi hingga lahir ke dunia ini.

“Jadi, kita semua adalah pemenang cita-cita, mimpi, dan keinginan,” kata wagub di tengah-tengah dialog dengan Forum Anak NTB di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jumat (19/05).

Anak-anak diberi semangat menjadi pemenang, menjadi orang hebat, berakhlak, sopan dan santun, serta cinta terhadap bangsa dan negara.

Dialog dengan Forum Anak NTB itu dibuka dengan tarian selamat datang yang dipersembahkan oleh anak berkebutuhan khusus (tuna rungu) dan merupakan wakil dari Forum Anak Kabupaten Lombok Timur.

Kepala DP3AP2KB Prov.NTB Ir. Hartina, MM menyampaikan dialog  diikuti oleh anak-anak SMP dan SMA dan menggunakan pakaian adat dari masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi NTB.

“Dialog kali ini mendapatkan animo yang luar biasa, karena kami menargetkan 30 orang namun yang datang lebih dari itu,” terangnya. Kabupaten Sumbawa Barat mendatangkan 10 anak. Dari anak-anak yang hadir dipilih 10 orang sewbagai wakil pada Forum Anak Nasional tahun 2017 yang akan dilaksanakan di Provinsi Riau.

Wagub saat membuka dialog menegaskan,  anak-anak adalah generasi penerus bagi negara dan bangsa Indonesia. “Negara dengan seperangkat kebijakannya berusaha memenuhi kebutuhan pendidikan,” ujar Wakil Gubernur NTB saat  membuka.

Wagub H. M. Amin, SH, M.Si merasa bangga dengan anak-anak yang hadir dengan menggunakan pakaian adat, karena pakaian adat adalah kekayaan daerah yang harus terus dijaga.

Negara memberikan kesempatan kepada anak-anak dari tingkat SD sampai Perguruan tinggi agar memperoleh akses pendidikan. “Kami ingin anak-anak Indonesia memiliki intelektual yang tinggi untuk dapat mengelola SDA Indonesia yang sangat berlimpah,” harapnya.

Terkait pertanyaan mengatasi anak putus sekolah, pemerintah membangun balai pelatihan untuk melatih keterampilan non akademis. Contoh pelatihan guide dan perhotelan bagi anak-anak, mengingat Provinsi NTB sedang menggalakkan sektor patiwisata.

Terkait pernikahan dini, NTB telah membuat regulasi dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengurangi jumlah pernikahan dini di NTB.

Wagub yang didampingi Asisten Tata Praja dan Apartur Setda. Prov. NTB M. Agus Patria, SH, MH memberikan Golden Tiket kepada pemenang Lomba Video Blog dengan tema “Pendewasaan Usia Perkawinan dan Pemerataan Pendidikan di NTB” Ahmad Fadli Syarif Zain dari Forum Anak Kabupaten Lombok Timur.

AYA

 




BERAJAHAKSARA, Riset Kolektif Dan Pengarsipan Situasi Masyarakat

Lokakarya BerajahAksara diselenggarakan Yayasan Pasir Putih (Pemenang, Lombok Utara) bersama Komunitas Ampure (Sesela, Lombok barat) sejak tanggal 26 April lalu, di Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Berbagai ‘temuan’ peristiwa, potensi atau persoalannya dibahas dan didiskusikan bersama masyarakat

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com

LOKAKARYA BERAJAHAKSARA. membaca ulang situasi masyarakat (foto: YP)

Apakah BerajahAksara?

Penggagas lokakarya itu, Yayasan Pasir Putih, menyebutnya sebagai gerakan riset kolektif. Dimaksudkan untuk melihat potensi ruang dan peristiwa massa-melalui pengarsipan dan pembacaan ulang terhadap kenyataan masyarakat.

“Pembacaan tersebut tertuang dalam bentuk tulisan, foto, video dan peristiwa budaya, yang dibingkai  melalui narasi-narasi kecil warga untuk menghasilkan kebaharuan gagasan dan bentuk,” tulis Yayasan Pasir Putih dalam rilis dikirimkan ke Lombok Journal, Jum’at (12/05) malam.

Minggu pertama lokakarya itu diisi pembekalan materi dari pegiat sosial Pasir Putih. Muhammad Ghozali (Ketua Pasir Putih) bicara bagaimana sebuah komunitas mampu bertahan dan konsisten, menciptakan kepercayaan diri dan kepercayaan warga serta peran komunitas ditengah warga.

Materi tentang sejarah, peran media di tengah warga dan bagaimana memberdayakannya agar bermanfaat bagi warga disampaikan Muhammad Sibawaihi (Direktur Program Pasirputih).

Sedang Muhammad Rusli O K A (Direktur Bangsal Menggawe 2017) memberikan materi tentang kamera, penggunaannya ‘dalam ideologi BerajahAksara’, dan bagaimana perlakuan yang baik dan benar tentang kamera.

Meriset dan membingkai temuan persoalan, potensi maupun peristiwa di Desa Sesela. (Foto: YP)

“Berbagai temuan dibahas, diskusikan dan dituang ke dalam Tulisan, Photo mapun Video  hasil bingkaian masing-masing. Hasilnya dipamerkan kepada warga Sesela, melalui acara presentasi publik,” tutur Sibawaihi.

Presentasi Riset

Presentasi publik hasil  lokakarya dilaksanakan hari Sabtu (13/05)  mulai pukul 16.00  higga pukul 23.00.  Tulisan partisipan – yang menjadi  medium latihan membaca dan menuangkan gagasan – ditampilkan agar dapat dibaca warga sebagai pengetahuan warga. Beberapa tulisan, antara lain ‘Aku Dan Desaku’, ‘Sejarah Masjid Nurussalam Sesela’, ‘Sejarah Pendidikan Islam Di Desa Sesela’, “Dia” Perempuan Sesela’..

Bukan hanya tulisan, para partisipan juga membuat beberapa film dokumenter yang berjudul “Cahaya Sesela”. Film itu menarasikan pengungkapan sejarah Sesela yang dikaitkan berberapa ikon sejarah lainnya seperti Makan Sesela, Sumur Masjid Nurusslam, Masjid Nururssalam hingga awal mula masulnya Islam ke Sesela.

Kemudian film “Warisan Sesela” tentang warisan leluhur Sesela yang nyaris terlupakan. Misalnya Seni Bela Diri Pencak Sesela dan Rudat Sesela.

Film ke- 3 merupakan narasi warga tentang  seorang pedagang lontong sayur. Dari film ini juga tergambar perekonomian warga Sesela yang diwakili Pasar Sesela sebagai sental pememenuhan kebutuhan sehari-hari warga.

Selanjutnya film dokumenter “Guratan Kisah Diatas Kayu” menuturkan seni ukir di Desa Sesela, potensi yang telah mengharumkan nama baik desa hingga manca negara. Pembingkaiannya pada penggiat seni ukir. Sejarah ukir Sesela dihadapkan realitas penurunan konsumen ukir sejak terjadinya Bom Bali I & II. film ini berjudul

Dan film yang terakhir “Warna-Warni Pemuda Sesela”,  film ini semacam testimoni 100 pemuda dengan pertanyaan yaitu “ngumbe menurut mek sesele neke?” Hasil pertanyaan ini dijahit menjadi satu kesatuan dan membentuk gagasan real tentang pandangan pemuda terhadap desanya.

Bazar Warga

Hari Jum’at (13/05) di tengah presentasi hasil riset itu akan ada Bazar Pedagang Rumahan. 50 pedagang rumahan (Pedagang Kecil) menjajakan dagangannya saat acara berlangsung.

“Ini  memberikan ruang para pedagang memanfaatkan lokasi acara presentasi publik sebagai ruang publik yang dapat diakses siapa pun,” kata Sibawaihi.

Selama berlangsungnya lokakarya menghasilkan buku berjudul “AKU SESELA (Sebuah Persembahan)”. Buku ini merupakan kumpulan tulisan para partisipan BerajahAksara,  sebagai pengungkapan sejarah, pembacaan realitas dan pengalaman melakukan kegiatan yang dirasakan partisipan. Buku ini didedikasikan kepada warga Sesela.

Pada acara presentasi publik itu ditampilkan beberapa jenis kesenian seperti Hadroh Banu Sanusi, Hadroh Rubath Darul Kholidin dan Sanggar Gitaria Sesela.  Lokakarya ini melibatkan anak-anak, pemuda, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya dan para penggitan kesenian seperti Rudat, seni ukir dan seni bela diri pencak.

Rr




“Menempa Diri Dengan Keras, Dunia Akan Lunak.”

Di momen peringatan Hari Pendidikan Nasional, Selasa (2/5), Gubernur NTB, M Zainul Majdi berpesan agar anak-anak belajar tekun agar tumbuh menjadi generasi cerdas yang berakhlak mulia.“

MATARAM.lombokjournal.com – “Kalau kalian keras pada diri kalian sekarang, maka dunia akan lunak di masa akan dating. Sebaliknya jika kalian lunak pada diri kalian, maka dunia akan keras  di masa mendatang,” pesan Gubernur TGB kepada  Siswa-siswi yang mengikkuti Upacara Hari Pendidikan di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur, Selasa (2/5).

Menjadi generasi yang hebat dan menguasai dunia   maka syaratnya adalah tekun menuntut ilmu dan rajin belajar, serta pandai memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. “Selain menambah ilmu pengetahuan dan  keteramp[ilan, juga mengasah diri dengan akhlak yang baik,” pesan  Gubernur.

Gubernur mengajak masyarakat mewujudkan NTB yang lebih hebat dan gemilang. Terkait itu, pembangunan pendidikan masyarakat NTB harus hebat dan bagus.

‘Visi NTB ke depan, mewujudkan NTB yang hebat dan gemilang, NTB yang bisa membanggakan untuk Indonesia. Visi NTB sekarang adalah mewujudkan NTB yang beriman, berbudaya, berdaya saing dan sejahtera,”  tegasnya.

Pendidik dan guru diharapkan memberi kenyamanan kepada siswa. Sekolah harus jadi tempat menyenangkan bagi anak-anak. Tidak menakutkan, dn guru diharapkan terus mengembangkan inovasi pembelajaran menyenangkan.

“Jadikan anak peserta didik sekolah bukan sekedar murid, tapi adalah anak kita sendiri yang kita asuh dengan hati,” ujar gubernur.

Untuk memajukan dunia pendidikan, gubernur minta, agar guru menjadi teladan mewujudkan sekolah yang nyaman  bagi disable maupun yang normal. Di lain pihak, orang tua dan wali murid, menjadikan  rumah/keluarga  sebagai tempat pembelajaran, tidak hanya belajar ilmu, tetapi akhlak yang baik.

“Semua anak adalah amanah bagi kita semua”, tuturnya.

Gubernur juga berharap, peralihan kewenangan penddikan SMA/SMK/SLB ke Provinsi, sebagai momentum peningkatan mutu pendidikan. “Kewenangan itu harus diisi dengan meningkatkan pembinaan dan dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih positif yang bersifat pemberdayaan,” tzandas Gubernur Majdi.

Rr  .

 




Hardiknas Jadi Motivasi Memajukan Pendidikan NTB

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi berharap agar peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) dijadikan motivasi berkomitmen memajukan sektor pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

MATARAM,lombokjournal.com — “Kita berharap moment peringatan Hardiknas ini bisa menjadi semangat memajukan dunia pendidikan, khususnya di NTB,” kata Gubernur Zainul Majdi, dalam apel peringatan Hardiknas, Selasa (2/5) di lapangan Bumi Gora, kantor Gubernur NTB.

Ia mengatakan, sejauh ini secara umum mutu maupun kualitas dunia pendidikan di NTB terus mengalami peningkatakan.

Bahkan cukup banyak pelajar di NTB yang terus membuktikan diri berlomba dalam meraih segudang prestasi, baik akademik maupun non akademik, di tingkat nasional hingga Internasional.

“Tentu keberhasilan atau peningkatan dan capaian prestasi ini semuanya tidak lepas dari adanya kerja keras, kekompakkan dan kerjasama semua pihak dalam saling mendukung. Terutama peran dari para guru yang sudah baik berkolaborasi dengan orangtua murid,” katanya.

Dalam moment Hardiknas itu, Gubernur juga menekankan agar seluruh anak di NTB mendapat pendidikan yang layak dan berkualitas.

Tidak boleh ada disparitas/perbedaan semua harus mendapatkan dan diperlakukan sama termasuk anak-anak yang ada di Sekolah Luar Biasa (SLB). “Jangan sampai ada terjadi ketimpangan pendidikan untuk semua anak-anak kita,” tegasnya.

AYA

 




Hardiknas, Bupati Lobar Ajak Hayati Konsep Laku Telu

Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid mengajak para guru, murid, dan semua stakeholders pendidikan untuk kembali menghayati konsep Laku Telu atau tiga peran yang dirumuskan Ki Hajar Dewantara dalam dunia pendidikan.

Ribuan guru dari seluruh sekolah di Lombok Barat, ikut menjadi peserta upacara Hardiknas. (Foto: Dok/HUmas Lobar)

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – Hal itu disampaikan Bupati Fauzan dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Selasa (2/5) yang dipusatkan di lapangan Meninting, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.

Konsep Laku Telu ini yaitu Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, dan tut wuri handayani.

“Artinya, apabila di depan memberi teladan, apabila di tengah memberi ilham (inspirasi) dan apabila di belakang memberi dorongan,” kata Fauzan.

Konsep ini, menurut Fauzan perlu dihayati mengingat dunia pendidikan saat ini mengalami krisis keteladanan dan praktek pendidikan tidak lagi menginspirasi.

Begitu pula dorongan dari arah belakang dari kepemimpinan pendidikan tidak disertai arah dan haluan peserta didiknya.

Bupati Fauzan menjelaskan, ketiga peran tersebut harus dilaksanakan secara seksama, baik bergantian maupun serempak dalam tampilan sosok pemimpin pendidikan yang utuh.

“Di sinilah kita diingatkan untuk tidak memenggal dan menerapkan sepenggal-sepenggal tiga laku kepemimpinan tersebut,”katanya.

Upacara peringatan Hardiknas 2017 tingkat Kabupaten Lombok Barat yang dipusatkan di Meninting, Kecamatan Batulayar, Selasa (2/5) dihadiri ribuan guru dan murid dari seluruh sekolah di Lombok Barat.

LJ/Hms

 




Generasi Emas, Generasi Bebas Narkoba

Penyuluhan bahaya narkoba bagi pemuda sangat penting dalam upaya mencapai salah satu program Generasi Emas NTB (GEN) 2025, yaitu generasi yang terbebas dari narkoba

MATARAM.lombokjournal.com – Wagub NTB, H Muh Amin mengatakan saat membuka acara Penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba Bagi Pemuda Tingkat Provinsi NTB Tahun 2017 di Hotel Aston Inn, Rabu (19/4).

Program Generasi Emas NTB (GEN) tahun 2025 merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi NTB. Tujuannya membangun generasi muda yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Untuk mewujudkan program ini, sosialisasi pun terus dikampanyekan secara masif oleh jajaran Pemerintah Provinsi NTB,” ujar Wakil Muh Amin.

Pemerintah memberikan perhatian besar akan penyalahgunaan narkoba. Pemuda diharapkan menjaga diri dari bahaya barang haram tersebut. Kalau dulu perang menggunakan senjata, saat ini perang dilakukan dengan menghancurkan generasi muda, salah satunya dengan narkoba.

“Narkoba menyerang siapa saja, tidak pandang bulu mulai dari politisi, public figure, orang tua, bahkan sampai anak-anak,” ujarnya.

Produsen narkoba makin kreatif dalam membuat varian narkoba, seperti permen dan brownies. Pengedar narkoba banyak menyasar generasi muda, karena jumlahnya cukup besar, yaitu lebih dari 65% dari jumlah penduduk.

Wagub berpesan, peserta penyuluhan harus berani melaporkan pengguna narkoba kepada kepala sekolah dan orang tua, sehingga temannya tersebut mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki generasi muda yang sehat fisik dan mental, dan di mulai dengan remaja yang bebas dari narkoba,” pungkasnya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Husnanidiaty Nurdin menyampaikan permasalahan narkoba sudah dalam fase mengkhawatirkan. Data dari BNN tahun 2015, Pengguna narkoba di Provinsi NTB berjumlah 56.000 orang (dewasa dan remaja).

“Kami ingin mensosialisasikan bahaya narkoba di level remaja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu tujuan penyuluhan adalah memperkuat  siswa/siswi di dalam melakukan penyuluhan, pembinaan, dan pencegahan, serta penanggulangan terhadap bahaya narkoba bagi generasi muda bangsa.

Peserta penyuluhan berjumlah 80 orang dari SMA/SMK, MA sederajat di 10 kabupaten/kota se-provinsi NTB. Ia berharap penyuluhan ini menjadikan remaja sebagai duta anti narkoba di kalangannya.

Rr.