Program Siswa Mengenal Nusantara, Perkuat Keutuhan Bangsa

Pertukaran pelajar antar provinsi se-Indonesia strategis tumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan menjaga keutuhan NKRI

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB,  H. Muh. Amin, SH. M.Si menegaskan itu saat acara penerimaan dan pelepasan 49 orang  Siswa/siswi peserta SMN dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam untuk NTB, dan siswa/siswi dari NTB untuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin, (24/7).

“Selain saling mengenal kebudayaan dan keperibadian satu sama lain, akan lahir  generasi bangsa yang  berwawasan luas,  berkarakter  dan mencintai tanah air dan bangsanya,” kata wagub.

Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) merupakan sinergi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia bersinergi dengan PT Jasa Raharja, PT. Indofarma Tbk dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI), sejak tahun 2015.

Program SMN merupakan kegiatan mengajak ribuan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia untuk saling berkunjung ke berbagai provinsi di tanah air.

Wagub mengapresiasi terlaksananya program ini yang berkelanjutan. “Ini modal bagi kita untuk membangun, menggali informasi, dan mengambil pelajaran dari setiap perjalanan kita,” ujarnya.

Perwakilan NTB untuk Aceh  tahun ini sebanyak dua puluh tiga (20) orang, ditambah pendamping tiga orang. Semua berasal dari siswa siswi SMA, SMK dan SLB. Sedangkan, dari NAD untuk NTB  juga sebanyak  23 orang termasuk pendamping 3 orang.

Perwakilan Kementerian BUMN, Ony Suprihartono memaparkan, Siswa Mengenal Nusantara sudah dimulai sejak 2015 dan merupakan program berkelanjutan. Pihaknya juga meluncurkan program-program bantuan seperti bantuan laboratorium bagi Sekolah Menengah Kejuruan, Bedah Rumah Veteran, Pembinaan Eks. Narapidana, Pembinaan Mantan Atlet, dan Pembinaan Desa Tertinggal.

Program SMN untuk menanamkan sejak dini kepada para siswa-siswi cinta tanah air, menghargai perbedaan dari berbagai macam dan bentuk suku, budaya, ras dan agama. “SMN hadir untuk menjaga kebhinekaan nilai luhur bangsa”, ungkap Ony.

Nantinya program-program yang ingin dicapai dengan adanya SMN adalah, memperoleh wawasan sosial budaya, wawasan pendidikan, wawasan enterpreneurship, dan wawasan pengenalan terhadap BUMN. Program ini hanya berlangsung seminggu saja.

“Ambil nilai positif dari tiap daerah yang dituju, publikasikan dan tulis pengalaman yang dirasakan,” tutur Ony.

Pelepasan dan penerimaan peserta SMN ditandai dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta dari NTB atas nama Arya Nusa Wahyu Nurada, dan dari NAD atas nama Fakhira.

AYA

 




Kata TGB, Besar Pahalanya Mendidik Generasi Muda Sebagai Tahfidz Al Quran

Salah satu Investasi yang besar ganjaran atau pahalanya yaitu mendidik generasi muda sebagai Tahfidz Al Quran atau Hafidz Quran atau penghafal Al Quran

lombokjoournal.com –

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi didaulat dalam acara ‘Ngaji Bareng TGB’ di Ponpes Masyithoh, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto,  Jawa Timur, Sabtu (22/07).

Pimpinan  Ponpes Masyithoh Mojokerto, KH. Abdul Wahid Rozak, menganggap kesyukuran dan kehormatan luar biasa bagi Ponpes yang di pimpinnya, bisa menyelenggarakan acara ngaji bareng dengan tema “Hidup bahagia barokah Al Quran” itu.

Para siswa/siswi atau santrinya akan mendapatkan motivasi langsung dari TGB tentang teknik dan cara mempejari dan memahami Al Qur’an.

“TGB adalah Tokoh pemimpin yang Hebat, beliau seorang Gubernur yang juga Hafiz AlQur’an, patut dijadijan contoh dan diteladani,” kata Kyai Abdul wahid Rozak yang berharap TGB memotivasi para siswa/siswi agar bersemangat mendalami kandungan ayat ayat suci Al Qur’an

Kedatangan TGB di Mojokerto, disambut antusias pimpinan Ponpes bersama para pengajar/ustadz dan ratusan  siswa siswi di Ponpes Masyitoh.

Dalam tausyiahnya, TGB mengagumi kiprah Ponpes yang dipimpin KH Abdul Wahid Rozak. Nama Masyithoh, merupakan nama  seorang wanita yang hidup pada Zaman Fir’aun, terkenal dengan keteguhannya menjaga iman.

Demikian pula semangat Ponpes Masyithoh, salah satu lembaga pendidikan Tahfidz Qur’an yang mencetak generasi yang akan menjadi kekuatan untuk menjaga Al Qur’an.

“Kalau mau berinvestasi maka carilah Investasi yg paling panjang bahkan tidak terputus selama lamanya,” pesan TGB.

TGB menegaskan, siapa yang menjaga dan menghafal Al quran akan dijauhkan dari tempat tempat yang dilarang. Karena Al Quran sebagai penjaga dan benteng diri dari segala keburukan dan maksiat.

“Jika 144 surah atau 30 juz dalam Al Quran di hafal maka makin kokoh benteng dalam diri kita,” tegasnya.

TGB juga mengingatkan para jamaah, generasi yang kita butuhkan ke depan tidak hanya yang pandai berhitung, tapi generasi yang menegakkan amar makruf nahi munkar.

“Setiap huruf dalam Al Quran mendapat ganjaran 10 kali kebaikan. Tidak hanya untuk anaknya yang hafal Quran, tapi juga orang tuanya meraih keberuntungan,” kata TGB.

AYA




Pembudayaan Gemar Membaca, Jangan Lupakan Peran Masjid

Kecilnya indeks minat baca masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), diperlukan pembudayaan gemar membaca terus menerus

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com — Safari gerakan nasional pembudayaan kegemaran membaca di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2017, berlangsung di Alun-alun Tastura, (Jumat 21/7). Kegiatan itu bagian dari “Implementasi revolusi mental melalui gerakan gemar membaca dalam rangka meningkatkan indeks literasi masyarakat.”

Bupati Lombok Tengah H. M. Suhaili FT menegaskan, upaya pembudayaan membaca terus ditingkatkan di Lombok Tengah.  Dicontohkannya,  adanya perubahan signifikan dengan terbentuknya Dinas Perpustaan di Lombok Tengah.

“Sebelumnya masih UPT, kini sudah menjadi Dinas Perpustakaan,” kata Suhaili dalam sambutannya.

Itu juga ditegaskan kembali oleh Kepala Dinas Perpustakaan Lombok Tengah, Lalu Rinjani, dan kenyataan itu sebagai salah satu alasan diselenggarakan kegiatan pembudayaan kegemaran membaca di lombok tengah.

Kegiatan ini dinilai penting, mengingat indeks minat baca masyarakat NTB masih rendah. Hasi survey tentang minat baca di NTB membuktikan, secara umum bahwa indeks minat baca di NTB hanya 6,1 persen.

“Di Lombok Tengah indeks minat bacanya hanya 0,01%,” kata Ketua Dewan Pusat Dapil NTB,, H. M. Helmi Faesal saat memberisambutan.

Tapi ada pesan penting yang disampaikan Helmi Faesal. Untuk meningkatkan minat baca msyarakat hendaknya jangan lupakan untuk memanfaatkan media yang sudah ada seperti Masjid.

“Masjid itu dianggap sebagai media yang sangat efektif (meningkatkan minat baca),” kata Helmi.

Dalam kegiatan safari pembudayaan gemar membaca itu, Bupati Loteng sempat menyerahkan cindera mata kepada utusan Dinas Perpustakaan Nasional, yang diserahkan di Bencingah Alun-Alun Tastura.

Gilang




Guru NU Diminta Proaktif Cegah Radikalisme

Nahdlatul Ulama (NU) selalu kecam radikalisme, karena itu para guru NU harus cegah radikalisme

LOTIM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, SH.M.Si mengapresiasi NU secara regional dan nasional hingga tingkat internasional yang menolak keras dan mengecam radikalisme tersebut.

Karena itu, penggurus dan anggota Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) harus mensosialisasikan bahaya radikalisme untuk keselamatan dan keamanan hidup masyarakat.

“Radikalisme bukan bagian dari Islam, karena Islam agama yang mengutamakan kedamaian dan toleransi,” kata wagub ketika membuka Seminar dan halal bihalal PERGUNU, Sabtu (15/07)  di Aula STIT NU Danger, Kab. Lombok Timur (Lotim).

Para Guru NU, dimintanya untuk terus melakukan langkah langkah preventif agar tidak ada ruang lagi bagi masuknya pengaruh paham radikal. “Sebab Guru memiliki peran penting penjaga moral bangsa,” kata Amin.

Di depan peserta seminat “Penguatan Basis NU Dalam Mendorong Kepemimpinan” tersebut, Wagub H. Muh Amin menyebut PERGUNU sebagai organisasi terbesar kedua setelah PGRI. Semua anggota Pergunu di Lotim diajak membesarkan NU di NTB, dengan  berpegang pada ahlussunah waljamaah.

Wagub mengatakan, kondusifitas masyarakat di NTB yang aman dan tentram  juga berkat dukungan dan peran serta para guru.

Karenanya, ia menyampaikan terima kasih atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan oleh para guru selama ini. Menurutnya, Guru merupakan ujung tombak yang membentuk kepribadian manusia dari kecil sampai dewasa. Maka  dari itu,

“Kepribadian bangsa ini dimasa depan, ditentukan komitmen para guru dalam menjalankan perannya sebagai pembentuk karakter generasi muda kita,’ tegas wagub.

AYA




Ponpes Sirajul Huda Diminta Berdayakan Pengrajin

Kiprah Pondok Pesantren Sirajul Huda mendapat perhatian Pemrov NTB. Pihak Disperindag NTB  dorong Ponpes ini memberdayakan pengrajin

LOTENG.lombokjournal.com —  Kiprah yang dilakukan Ponpes Sirajul Huda di Dusun Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, tidak hanya memikat wisatawan. Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, mulai memberi  perhatian atas inovasi programnya.

Empat orang dari Dinnas perdagangan (Disperindag) NTB, berkunjung ke Ponpes Sirajul Huda, Selasa (11/7). Semula kunjungan itu untuk menindaklanjut pengajuan proposal permohonan pengadaan mesin Jahit,  beberapa waktu sebelumnya.

Namun kedatangan Ponpes di Dusun Paok Dandak itu, mulai melihat potensi yang dimiliki ponpes ini. Apalagi setelah tim survey dari Disperindag itu bertemu dan mendapat masukan dari Ketua harian Yayasan, Ahmad Jumaili dan Kepala SMKI, Suhaili, M. Si.

Hasil pembicaraan itu, kedatangan Tim Diisperindag akhirnya menyatakan kesiapannya untuk pengadaan mesin Jahit. Bukan sebatas itu, bantuan yang diberikan malah berkembang.

“mereka juga akan menyiapkan fasilitator untuk membekali anak-anak untuk aneka kerajinan,” kata Ahmad Jumaili.

Kesediaan pihak Disperindag itu merupakan jawaban spontan atas fakta yang ditemui di lapangan. “Potensi dari beberapa siswa mendapat perhatian,” jelas Jumaili.

Bahkan lebih jauh, pihak Disprindak menyarankan agar pihak Yayasan mengakomudir beberapa pengerajin sekitar. Lebih-lebih dari kalangan wali murid, seharusnya mereka bisa diberdayakan.

“Disperindag menyatakan kesiapannya siap untuk mencarikan pasar untuk semua jenis kreasi kerajinan,”jelas Jumaili..

Menurutnya, kesediaan pihak Disperindag itu merupakan komitmen penting.  Kalau potensi siswa, bahkan masyarakat sekitar ponpes, diberdayakan akan menghasilkan generasi yang mandiri dalam semua aspek.

Misalnya, dengan adanya mesin jahit, para siswa siap memproduksi pakaian seragam sekolah. Bahkan beberapa jenis produksi lainnya, bisa dipasarkan.

Gilang




Tangkal Percalon Penerimaan Siswa Baru, Sekolah Harus Pedomani Aturan

Sejak wewenang penyelenggaraan SMA/SMK diambil alih provinsi, sekolah diminta benar-benar pedomani aturan yang ada

Ilustrasi Percaloan (Foto: Ist)

MATARAM.lombokjournal.com —  Maraknya isu pungutan liardan praktik percaloan saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) , mendapat respon Gubernur NTB, H.M Zainul Majdi di Mataram.

“Supaya tidak tersangkut masalah, sekolah saya minta bisa pedomani semua aturan yang ada. Misalnya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dalam penggunaannya dipedomani betul aturannya,” kata Gubernur Zainul Majdi, Selasa (11/7)

Menghindari penyimpangan yang sering terjadi di sekolah seperti pungutan liar ( pungli ), semua sekolah, khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA)  dan Sekolah menangah kejuruan ( SMK ) sederajat yang kini kewenangannya di ambil alih oleh  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta selalu berpedoman dalam  aturan yang ada dalam membuat setiap kebijakan

“Biasanya kan menjelang penerimaan siswa baru sering terjadi hal seperti itu, ” cetusnya.

ia minta semua guru untuk  benar – benar menjaga dan menjadikan sekolah sebagai tempat terhormat dan dibanggakan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB diminta melakukan pembenahan, menerapkan prinsip akomodatif dan mengakomodir tenaga semua tenaga honorer.

“Pembenahan menyangkut reward dan punishmen, kalau ada yg melakukan pelanggara atau penyimpangan, harus dilakukan tindakan tegas. Tidak ada toleransi bagi yang melakukan pelanggaran,”  kata gubernur.

AYA

 




Wawasan Anti Korupsi Untuk Para Pendidik di NTB

Para Kepala Sekolah, Calon Kepala Sekolah dan Para Pengawas Pendidikan SMA/SMK serta Lembaga Pendidikan di NTB mendapat pembekalan wawasan Anti Korupsi,

MATARAM.lombokjournal.com —  Ini upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mewujudkan pendidikan yang berintegritas.  Para pendidik, mulai Kepala Sekolah, Calon Kepala Sekolah dan Para Pengawas Pendidikan SMA/SMK serta Lembaga Pendidikan di bawah wewenang Pemprov NTB mendapat pembekalan wawasan anti korupsi selama dua hari, Selasa dan Rabu (11-12/7), di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB.

Pembekalan wawasan antikorupsi, terutama mengenai aturan pungutan dan sumbangan pendidikan. Wawasan itu merupakan upaya preventif mencegah kasus kasus pungli (pungutan liar) di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. NTB H. Muh. Suruji, menjelaskan, pembekalan dua hari itu dihajatkan  agar ke depan tidak ada lagi kasus kasus yang menjerat pelaku utama pendidikan dalam mengelola keuangan sekolah.  Dikatakannya, perkembangan penerimaan peserta didik sekolah menengah yang sudah digagas dengan sistem baru (sistem zona).

“Alhamdulillah di NTB berjalan lancar dan aman, tanpa penolakan seperti di daerah lain,” terangnya.

Tim Sauber Pungli dan 4 Rektor PTS terkemuka di NTB didaulat menjadi narasumber, yakni Rektor STKIP Hamzanwadi, Rektor IKIP Mataram, Rektor STKIP Bima dan Rektor UNSA.

Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB, saat membuka acara menegaskan, penyelenggara pendidikan harus memiliki komitmen tinggi menjaga integritas.

“Salah satunya dengan membentengi diri dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di sekolah,” tegasnya.

Diingatkan gubernur, para pendidik agar taat asas dan mengikuti prosedur atau standar standar yang sudah ditetapkan, terutama  dalam pengelolaan keuangan. “Khusus untuk pengelolaan belanja keuangan atau pungutan, jangan ada inovasi,” tegasnya.

Institusi Mulia

Penegasan itu dimaksudkan, jangan sampai institusi pendidikan sebagai tempat mulia, tempat anak-anak menimba ilmu, menjadi tercoreng kepentingan pihak tertentu. Mewujudkan pendidikan yang berintegritas, membutuhkan keteguhan komitmen semua pihak, ungkap gubernur di hadapan 487 kepala sekolah, calon kepala sekolah dan pengawas serta undangan yang hadir.

Gubenur Majdi mengajak seluruh pengelola pendidikan di NTB menyikapi peralihan kewenangan pengelolaan pendidikan tingkat menengah atas (SMU/SMK) ini dengan menampilkan kinerja dan ikhtiar terbaik.

“Pelimpahan kewenangan itu harus dapat secara nyata berkontribusi meningkatkan sektor pendidikan di NTB secara keseluruhan,” tegasnya.

TGB menyebut pendidikan sebagai salah satu sektor dengan regulasi yang cukup kaya. Misalnya, dalam hal penerapan kurikulum, butuh waktu bertahun tahun memutuskan apakah kurikulum tersebut sudah sesuai atau tidak.

Guna  mewujudkan generasi berkualitas dan berkarakter, TGB menitipkan harapan kepada para guru dan kepala sekolah, agar mengintegrasikan 3 hal dalam mendidik.  Yaitu transfer pengetahuan kognitif kepada peserta didik. Kemudian transfer nilai nilai baik, dan yang terakhir guru juga harus mampu mendorong , memotivasi serta memfasilitasi peserta didik melakukan penjelajahan intelektual.

Dalam kesempatan itu, TGB spontan  mengajak undangan berdiri dan menyanyikan lagu hymne guru dan Indonesia Jaya. ” Lagu-lagu yang dapat menggugah kecintaan kita kepada guru dan tanah air”, ungkap TGB mengakhiri sambutannya.

AYA




Agribisnis SMK Islam Sirajul Huda, Loteng, Memikat Bule Austria

Tertarik pengelolaan lahan siswa SMK Islam Sirajul Huda di Lombok Tengah (Loteng), pasangan bule asal Austria tertarik jadi petani

Bule Austria beajar bertani
(foto: Gilang)

LOTENG.lombokjournal.com —  Pasangan bule atau wisatawan asing berkebangsaan Austria, akhirnya  mencopot  alas kakinya turun ke sawah.  Rupanya mereka terkesan saat melihat siswa-siswa SMK Islam di Ponpes Sirajul Huda Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Loteng, sedang mengola lahan persawahan, Selasa (11/7) siang.

Awal ketertarikan pasangan bule Austria sehingga mengunjungi siswa SMK itu, bermula dari cerita yang didengarnya tentang jurusan Agrybisnis di SMK Islam, dengan menyiapkan lahan yang dikelola langsung oleh semua siswa. Tentu, selain itu mereja juga tertarik dengan adanya program Pengkajian islam, kursus beberapa bahasa, dan beberapa program lainya.

Informasi itu diperolehnya saat berkunjung ke salah satu desa yang dinobatkan menjadi Desa Wisata di Lombok Tengah yaitu Desa Mas-Mas, Batu Keliang Utara ( BKU).

Merekamengaku, Lombok merupakan salah satu tempat terindah yang pernah mereka kunjungi. Selain alamnya menyuguhkan panorama yang beraneka ragam, masyarakat yang dijumpainya selalu menyapanya penuh keramahan.

“Masyarakatnya ramah-ramah, dan itu jarang kami jumpai di negeri kami,” tutur bule laki-laki bernama Ploryan, 25 tahun.

Mereka tampak akrab dan berbagi cerita dengan beberapa siswa SMK yang diketuai Khairul Hatoni, yang tahun ini naik kelas III.  Plorya yang datang bersama Isabela, 22 tahun, berjanji untuk berkunjung kembali bersama rombongan atau jumlah lebih besar.

Mereka mengaku sangat terkesan dengan sapaan hangat beberapa siswa yang sempat berkomunikasi meski hanya beberapa saat. Jangan anggap remeh, meski keduanya masih muda mereka adalah para pengajar atau guru bahasa. Di Austria mereka mengaku sebagai Dewan Pengajar Bahasa Jerman dan Bahasa Inggris .

Dalam obrolan akrab dengan beberapa siswa, keduanya sempat memotivasi semua siswa agar lebih giat belajar.  “Di Negeri kami banyak peluang untuk mendapatkan beasiswa,” ujar Ploryan yang langsung diiyakan Isabel..

Baik  Ploriyan dan Isabela, mereka berencana sekitar dua hari lagi di Lombok. Setelah semalam menginap di Senggigi, mereka akan pullang ke negaranya.

“Ya, malam ini kami akan menginap di Senggi,” kata isabel menjawab pertanyaan siswa.

GILANG

 




Program ‘Hafizul Qur’an’ Ponpes Al-Idrisy, Loteng, Kurang Sosialisasi di Daerah Sendiri

Hafizul Qur’an sebagai program pengajaran Pondok Pesantren Al-Idrisy Dusun Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, banyak diminati santri luar daerah

LOTENG.lombok journal —  Banyaknya santri dari luar daerah yang mengikuti program Hafizul Qur’an di pondok pesantren Al-Idrisy Desa Durian, Janapria, Loteng,  harus menjadi tantangan pengurusnya untuk mensosialisasikan di daerah sendiri.

Camat Janapria H. Mahlan, S. Sos, saat menghadiri Pondok Pesantren Al-Idrisy banyak mensosialiasikan programnya di daerah sendiri. “Jangan terkesan program Hafizul Qur’an lebih dikenal di luar daerah,” kata H Mahlan. (foto:Gilang/Lombok Journal)

Himbauan itu disampaikan Camat Janapria H. Mahlan, S. Sos, saat menghadiri Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Al-Idrisy Tahun Ajaran 2017/2018, Selasa (11/7).  “Jangan terkesan program Hafizul Qur’an lebih dikenal di luar daerah,” kata H Mahlan.

Terkait datangnya santri dari luar daerah, Camat berharap jangan sampai perbedaan budaya menjadi penghambat dalam proses belajar. Malah seharusnya dijadikan penambah wawasan.

“Artinya, dengan banyaknya santri yang datanng dari luar, masing-masing  bisa mengetahui keperibadian yang bermacam corak dan warna,” katanya.

Salah satu wali murid yang mengaku dari Flores, NTT mengatakan, motivasinya memondokkan putranya di Ponpes A-idrisy tersebut, ia berharap putranya pendidikan islam yang baik.

“Kami memilih ponpes disini karena sudah terlihat buktinya dan dewan pengajarnya pun tidak dirgukan,” akunya.

Ia mengaku rela datang jauh-jauh meski dalam kondisi ekonomi yang serba kekurangan, dengan harapan putranya memperoleh pendidikan yang baik.

Secara Resmi yang digelar Dusun Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah Selasa, 08 Juni 2017 di Masjid Ponpes Al-Idrisi.

Penerimaan santri baru yang dirangkai acara Halal Bil Halal, dan Musyawwarah Tahunan Wali Santri terkait kebijakan dan peraturan Pondok Pesantren, dihadiri beberapa tokoh masyarakat setempat,  Kepala Dusun durian dan Ratusan wali santri dari berbagai daerah.

Gilang




Pendidikan Karakter, Di NTB Penerapannya Secara Bertahap

Kebijakan penguatan pendidikan karakter merupakan konsep bagus, NTB akan menerapkannya secara bertahap sesuai kesiapan daerah

MATARAM.lombokjournal.com —   Gubernur NTB, TGH M Zainul majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu mengatakannya di sela sela acara Ceramah PPK oleh Mendikbud RI, Muhadjir Effendy di Mataram, Minggu (9/7) malam.

TGB menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap penerapan kebijakan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di seluruh sekolah di Nusa Tenggara Barat.  Program pendidikan karakter itu penerapannya dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan dunia pendidikan di NTB.

“Salah satu fungsi pendidikan adalah membentuk karakter peserta didik,  yang gilirannya akan melahirkan generasi baru yang berkarakter kuat, dan terwujud bangsa yang maju dan berperadaban tinggi,” ujar TGB.

Sebelumnya, Mendikbud dalam ceramahnya di depan 1.275 peserta yang terdiri guru, Kepala Sekolah, Rektor dan para pegiat pendidikan se- Pulau Lombok, salah satu program prioritas pendidikan yang menjadi perhatiannya adalah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Sedangkan prioritas yang lain sudah berjalan dengan baik, yakni evaluasi Ujian Nasional, revitalisasi pendidikan kejuruan dan percepatan akses pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), jelasnya.

Menurut Muhadjir, penguatan pendidikan karakter tahun lalu, baru piloting pada 1.500 sekolah dan berhasil. Tahun ini, diimplementasikan lebih banyak lagi bagi sekolah yang sudah siap.

Mendikbud mengatakan, Permendikbud no 23/2017 sebagai pintu masuk penerapan PPK melalui pengaturan jam kerja guru. Salah satu sentral kesuksesan pendidikan karakter adalah guru.

“Maka beban kerja guru harus diatur sedemikian rupa, sehingga selain dapat memenuhi kewajiban sertifikasi juga menjadi pihak yang harus bisa membangun sinergi tripusat pendidikan,” kata Muhadjir.

Tripusat itu adalah sekolah, masyarakat dan keluarga. Guru harus mampu menjadikannya beririsan satu sama lain, sehingga siswa terbentuk karakternya tidak hanya dari jam tatap muka di kelas saja, tetapi juga dengan lingkungan dan masyarakat, terang Mendikbud yang juga Guru Besar Universitas Negeri Malang ini.

Dalam PPK, lanjut Mendikbud, guru harus mampu mengolah situasi agar siswa memiliki 4C. Yakni, critical thinking, communication skill, creativity and innovation, serta collaboration.

“Pembelajaran tidak hanya mengandalkan kelas. Guru harus bisa mengajak siswa lebih aktif, memecahkan masalah, bekerja dalam tim, saling menghormati dan menghargai, “ ujar Mendikbud.

Dukungan juga diberikan oleh Ketua Yayasan Lentera Hati Mataram, Muazhar Habibi. Menurutnya, di Mataram pendidika karakter sudah jalan. “Jadi kalau ada program Mendikbud seperti ini kita tinggal menyesuaikan saja,” ungkapnya.

Sebelum ceramah PPK Mendikbud sempat mengunjungi tiga sekolah, yakni Lentera Hati boarding School, Ponpes Nurul Jannah Nahdhatul Watan Ampenan, dan Muhammadiyah Boarding School di Mataram.

AYA