Lomba Marching Band dan Gendang Beleq, Mengasah Bakat Siswa

Lomba Gendang Beleq, Marching Band dan Drum Band antar pelajar tingkat SMA/SMK/MA, SMP/MTs dan SD/MI Tahun 2017, dijadikan medium pembinaan mengasah bakat dan minat pelajar dalam berseni-budaya.

Sekda NTB, H Rosiady Sayuti saat pembukaan lomba

MATARAM.lombokjournal.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D  membuka Lomba Gendang Bele’, Marching Band dan Drum Band Tingkat SMA/SMK/MA, SLTP/MTs dan SD/MI di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Kamis (24/08).

Lomba yang digelar itu bertujuan menumbuhsuburkan  semangat cinta tanah air dan membentuk generasi muda yang berkepribadian luhur dan berkarakter budaya.

Sekda menegaskan, berkompetisi tidak hanya untuk mencari juara. Namun, kompetisi  juga harus dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkembangkan bakat yang ada.

“Melalui kompetesi, seluruh bakat yang dimiliki seseorang, khususnya pelajar harus senantiasa diasah. Terlebih bakat yang dimiliki tersebut selalu mendapat pembinaan, baik di lembaga pendidikan formal maupun nonformal,” katanya.

Sekda yang akrab disapa Pak Ros itu lebih lanjut mengatakan, bahwa lomba sangat perlu untuk melihat apakah kita sudah hebat atau masih jalan di tempat.

“Inilah tempat untuk mengetahui apakah kemampuan kita sudah memiliki kemajuan atau tidak,” tegas Sekda di hadapan ratusan peserta lomba yang hadir. Diharapkannya kemampuan yang dimiliki pelajar tersebut dapat berkembang terus sehingga dapat bersaing di tingkat nasional.

Sekda juga menjelaskan Gendang Beleq yang menjadi alat musik kebanggaan suku sasak tersebut merupakan warisan budaya yang harus tetap terjaga. Salah satu cara untuk menjaganya adalah dengan mewariskan kemampuan bermain Gendang Bele’ kepada pelajar.

“Ini adalah aset kita yang dapat menjadi salah satu daya tarik wisata kita,” pungkas Sekda.

Ketua Panitia Penyelenggara, Athar, SH. Melaporkan, penyelenggaraan lomba tersebut agar pembinaan kesenian Gendang Bele’ dan Marching Band dapat terlakasana secara terarah dan berkesinambungan.

Lomba itu digagas Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB, melibatkan sekitar 40 group Gendang Bele’ dan Marching Band dari berbagai tingkatan pendidikan. Waktu efektif lomba itu berlangsung delapan hari. Namun, jadwal display dan penilaiannya akan berangsung empat bulan, yaitu Agustus sampai September 2017.

AYA/Hms

 




NU Tolak Sekolah Lima Hari, TGB Ajak Kokohkan Persatuan

Soal penolakan pemberlakuan Full Day School (FDS) atau dikenal sekolah lima hari yang disampaikan warga Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi NTB, TGB anjurkan banyak diskusi

MATARAM.lombokjournal.com – Penolakan terhadap kebijakan penerapan Full Day School (FDS) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, sangat dihargai Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi

Gubernur  menerima langsung aspirasi tersebut saat unjuk rasa damai di Depan Kantor Gubernur, Rabu (16/08). “Saya sebagai Gubernur menerima secara resmi aspirasi ini dan saya akan sampaikan aspirasi ini sebagai bagian dari aspirasi warga NTB,” ungkap Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si.

Di hadapan ratusan pengurus dan santri yang ikut unjuk rasa, Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan TGB (Tuan Guru Bajang), memandang aspirasi yang disampaikan mengandung pesan dan nilai yang baik bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di pondok pesantren.

“Terlebih aspirasi tersebut disampaikan orang-orang baik dan dengan cara-cara yang baik,” katanya.

Hanya saja, ia menghimbau seluruh warga yang hadir tetap menjaga serta mendoakan bangsa dan daerah agar tetap aman.

“Saya mengajak semua, warga Muhammadiyah, Warga NU, Warga Nahdatul Wathan, dan kita semua sebagai masyarakat NTB, kita jaga NTB kita, kita kokohkan persatuan. Dan kita doakan negara kita agar semakin maju,” harap TGB.

Terkait kebijakan Full Day School tersebut, TGB menyampaikan perlunya komunikasi dan penjelasan secara detail dan utuh kepada seluruh elemen masyarakat tentang esensi kebijakan tersebut. Dengan dialog dan komunikasi yang baik dapat menghilangkan barbagai kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat.

“Ada pemahaman, penguatan pendidikan karakter yang akan diterapkan dalam FDS itu tidak menyebabkan pengaruh buruk terhadap satu insitusi atau sistem pendidikan yang sudah jalan,” Jelas Gubernur.

TGB minta pemerintah, khususnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk lebih mengintensifkan sosialisasi, diskusi dan dialog untuk menerima masukan dari berbagai komponen masyarakat.

“Jadi, lebih banyak diskusilah,” kata TGB.

Dalam aspirasinya, warga NU menolak kebijakan sekolah lima hari tersebut karena dikhawatirkan mengganggu proses pembelajaran yang sudah diterapkan selama ini, khususnya di pondok pesantren.

Dalam aspirasinya, warga NU menolak kebijakan sekolah lima hari tersebut karena dikhawatirkan mengganggu proses pembelajaran yang sudah diterapkan selama ini, khususnya di pondok pesantren.

AYA/Hms




Generasi Sukses Butuh Dukungan Keluarga

Forum Anak Indonesia Provinsi NTB membacakan Suara Anak NTB yang berisi harapan mereka tentang perlindungan, dan dukungan mencapai cita-cita

MATARAM.lombokjournal.com – Dukungan dan peran keluarga sangat diperlukan untuk masa depan anak, hingga mereka tumbuh menjadi generasi yang meraih kesuksesan.

“Keluarga merupakan pilar utama seorang anak mendapatkan pendidikan serta membangun masa depan,” kata Sekretaris Daerah Prov. NTB ir. H. Rosiady H. Sayuti, Ph.D menegaskan hal tersebut saat Puncak Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi NTB di Taman Budaya, Provinsi NTB, Senin (14/8).

Keluarga juga tempat bagi anak mendapatkan perlindungan dari hal-hal yang dapat merusak masa depannya. Sehingga, perlindungan seorang anak berawal dari keluarga, termasuk melindungi dan mewujudkan cita-citanya.

Di hadapan sekitar 2000 anak, Pak Ros sapaan akrab Sekda tersebut memotivasi anak akan pentingnya memiliki cita-cita untuk meraih keberhasilan. “Kita tidak akan berhasil jika kita tidak punya cita-cita,” ujarnya saat itu.

Sekda yang didampingi oleh isteri Hj. Ikhsanti Komala Rimbun Rosiady Sayuti mengatakan anak-anak NTB masih memiliki waktu yang panjang untuk bisa menjadi orang berhasil dan meraih kesuksesan. Karenanya, Sekda meminta anak-anak tersebut untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dengan belajar untuk memperdalam ilmu demi meraih apa yang dicita-citakan.

“Saya doakan supaya anak-anak menjadi anak yang rajin belajar, berhasil mencapai cita-citanya dan selalu bertaqwa kepada Allah SWT,” harapnya.

Saat itu Sekda mengukuhkan Pengurus Forum Anak NTB Periode Tahun 2017-2018. Sebelum dikukuhkan, Forum Anak Indonesia Provinsi NTB membacakan Suara Anak NTB yang telah dirumuskan beberapa waktu lalu, yang berisi harapan mereka tentang perlindungan, dan harapan mencapai cita-cita.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Ir. Hartina, M.M selaku Ketua Panitia menyampaikan, tema yang diusung dalam memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2017 adalah Perlindungan Anak Dimulai Dari Keluarga dengan tagline Saya Anak NTB, Saya Gembira.

“Peserta yang hadir sebanyak 2.000 anak yang terdiri dari siswa PAUD, TK, SMP/Sederajat, SMA/sederajat,” ujar Hartina.

Rangkaian kegiatan Puncak Hari Anak Nasional Tingkat Prov, NTB diramaikan dengan Lomba mewarnai yang diikuti oleh Anak PAUD, TK, dan SD sebanyak 300 anak, Kampung Ramah Anak yang diisi dengan permainan tradisional, Kumpul Bareng Anak yang berisi kegiatan berbagi informasi tentang perlindungan dan pemenuhan hak anak.

AYA/Hms




Sekda NTB Ingatkan Tugas Bersama Menyiapkan Generasi Berkualitas

Di NTB, sejak Juni 2017 sedikitnya terdapat 89 kasus kekerasan terhadap anak

MATARAM.lombokjournal.com — Momentum Hari Anak Nasional menjadi ajang semua prangh untuk saling mengingatkan, tugas pemerintah sama dengan tugas para orang tua dan guru, yakni menyiapkan generasi-generasi yang berkualitas.

Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir. H. Rosiady H. Sayuti menegaskan itu saat membuka acara peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2017 di Balai Sosial Asuhan Anak, Kamis (10/8/17) siang.

Sekda menegaskan, intervensi lembaga keluarga dan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) pun sangat diperlukan. “Terutama guna menjamin tumbuh kembang anak yang searah dan seimbang agar terlahir anak yang sehat, cerdas dan berkualitas,” katanya.

Pada acara bertema”One Day For Children” ini, Sekda NTB berpesan kepada seluruh anak-anak yang hadir agar terus belajar tanpa henti. “Belajarlah sejak dari buaian ibu sampai ke liang lahat,” ajak Pak Ros.

Sebellumnya, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB yang diwakili Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Hj. Fitri menyampaikan, permasalahan sosial pada anak begitu kompleks. Karenanya, diperlukan program berkelanjutan dan peran serta seluruh masyarakat.

“Permasalahan anak di bangsa ini tergolong sebagai status yang luar biasa, dengan demikian harus ada penanganan dan perhatian khusus dari semua pihak,” ujarnya.

Sejak Juni 2017, di NTB tercatat 89 kasus kekerasan terhadap anak.  23 kasus di antaranya adalah pencabulan. permasalahan sosial, kesulitan ekonomi, kemiskinan dan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat menyebabkan ketidak berdayaan keluarga menjalankan peran serta dalam menjaga anak-anak dari keterlantaran, kekerasan dan eksploitasi.

“Setiap anak memiliki kebutuhan akan kasih sayang, kelekatan hubungan dengan orang tuanya, kesejahteraan diri, keselamatan dan pengasuhan yang berkelanjutan,” ungkap Hj. Fitri.

Kepada para orang tua dan Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) sebagai lembaga yang memelihara anak-anak terlantar, diharapkan dapat memberikan bimbingan, pengertian, dan informasi bagaimana terkait cara anak-anak melindungi diri dari tindak kejahatan.

Senada dengan Sekda NTB, Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial RI, Arief Sapta Wijaya pun berharap anak-anak dapat menjaga diri dari pengaruh negatif di lingkungan sekitar, termasuk di rumah.

Ditegaskannya, pentingnya pengawasan terhadap penggunaan media teknologi informasi seperti internet, seperti pemilihan konten dan situs yang sesuai batasan usia dan norma. Demgan demikian tidak mengganggu mental dan tumbuh kembang anak.

“Mari tumbuhkan potensi anak yang ada, agar memiliki mental yang tangguh,” tutupnya.

AYA

 




TGB Ajak Siswa Meneladani Para Tuan Guru

Para Tuan Guru semasa hidupnya memberikan sumbangsih pendidikan

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan guru Bajang (TGB) mengatakan, mengajak siswa serta masyarakat Kelayu untuk senantiasa meneladani kesungguhan para Tuan Guru yang berjuang meraih cita-cita.

“Terutama bagaimana membangun pendidikan semasa hidupnya,” kata TGB saat Tasyakuran dalam rangka Hari Ulang Tahun MSDI- Yayasan Pondok Pesantren Darussa’adatain Nahdlatul Wathan Kelayu, dan pelepasan jamaah haji Kelayu Selong Kabupaten Lombok Timur, Selasa (08/08).

Pada seluruh siswa, TGB sebelumnya menguraikan salah satu yang dianjurkan Islam adalah menanamkan sikap optimisme, serta memiliki keinginan kuat meraih cita-cita setinggi mungkin.

Karena itu, TGB mengajak seluruh santri di Pondok Pesantren Darussa’adatain menggantungkan cita-cita setinggi langit dengan penuh kesungguhan.

“Cita-cita itu perlu kesungguhan dan kerja keras,” hal itu ditegaskan Gubernur TGB sambil menambahkan, kesungguhan dan kerja keras itu bisa diteladani dari para Tuan Guru.

Senada dengan TGB, Ketua Umum Muslimat NW Pusat, Dr. Siti Rohmi Jalilah menyampaikan, kerja keras dan sungguh-sungguh merupakan sikap yang harus dimiliki para kader NW, terutama para santri sebagai generasi penerus organisasi ke depan.

“Belajar sungguh-sungguh dan manfaatkan waktu sebaik mungkin. Jangan kebanyakan main,” pesan Rohmi kepada santri yang hadir.

Tujuannya menurut Rohmi adalah agar bisa memberikan manfaat yang terbaik. Perkembangan sampai saat ini, madrasah semakin baik, begitu juga kader semakin banyak memberikan manfaat.

Setiba di Lokasi, Gubernur Hafizd Al-Qur’an itu disambut Pimpinan Ponpes, TGH. Muh. Haqqi, QH, BA.  Selain pimpinan Ponpes, ratusan masyarakat dan santri penuh, memadati halaman ponpes tersebut, menunggu kahadiran orang nomor satu di NTB tersebut.

Sebelum menyampaikan Tausyiah TGB terlebih dahulu melakukan peletakan batu pertama atas pembangunan salah satu ruang ponpes tersebut. Hadir saat itu sejumlah Tuan Guru, tokoh masyarakat, pemuda dan anggota FKPD lingkup Kabupaten Lombok Timur, termasuk Anggota DPR RI, Syamsul Lutfi.

Di akhir tausiahnya, TGB melepas jamaah calon haji dari Kelayu Selong Kabupaten Lombok Timur.

AYA




Kesenian Dipercaya Bisa Cegah Terorisme dan Paham Radikalisme

Karya seni bisa menyampaikan pesan-pesan penuh makna, sebagai sarana cegah terorisme dan berkembangnya pahan radikalisme

MATARAM.lombokjournal.com — Kesenian memiliki nilai kuat sebagai sarana sosialisasi pencegahan terorisme dan berkembangnya paham radikalisme.  Dengan melibatkan seniman dapat disampaikan pesan-pesan untuk mitigasi tindakan terorisme dan berkembangnya radikaslisme di masyarakat.

Wakil Gubernur NTB. H. Muh. Amin, SH., M.Si menegaskan itu saat membuka dialog pelibatan komunitas seni budaya dalam pencegahan terorisme dengan tema “Sastra cinta damai, cegah faham radikalisme”, di Hotel Grand Legi Mataram, Kamis, (3/8).

Hadir saat itu, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Dr. Hj. Andi Intang Dulung, tokoh agama, tokoh adat, para budayawan dan mahasiswa.

Di depan ratusan peserta tokoh agama, tokoh adat, budayawan dan mahasiswa, wagub menegaskan pentingnya kerjasama berkesinambungan semua pihak, melalui program-program strategis mencegah terorisme dan radikalisme.

“Kita jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan untuk membangun negara dan daerah menjadi lebih maju dan kuat, bukan sebaliknya sebagai sumber perpecahan,”  ajak Wagub sambil mengingatkan  pentingnya mewaspadai adanya sel-sel tidur teroris yang siap bangun.

Pemerintah dan DPR diharapkan segera bersinergi membuat regulasi sebagai payung hukum meminimalisir atau men-zero-kan tindakan terorisme.

Sebelumnya, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Dr. Hj. Andi Intang Dulung menyampaikan, pelibatan komunitas seni budaya dalam pencegahan terorisme merupakan kegiatan sangat strategis dan perlu terus dilakukan.

Pendekatan seni budaya, akan menjadi strategi efektif mengeleminir masuknya faham radikalisme  di kalangan generasi muda. “Melibatkan mereka secara langsung, dan kesenian disenangi oleh banyak pihak,” katanya.

Mitigasi harus mulai dari generasi muda, karena mereka paling aktif berinteraksi dengan media sosial. Generasi muda paling rentan terpapar persoalan radikalisme.

Diharapkan peran tokoh agama dan tokoh adat mencegah tindakan terorisme dan faham radikal. “NTB sebagai daerah yang paling terkenal dengan kepatuhan masyarakatnya terhadap tokoh agama dan kearifan lokal yang ada,” kata Hj. Andi Intang Dulung.

AYA

 




Kalau Terus Sepi Peminat, Sekolah Swasta Akan Ditutup

Kalau tak punya terobosan bisa saja sekolah swasta tak diminati dan terancam gulung tikar

MATARAM.lombokjournal.com — Kalau sekolah swasta minim peminat dan terancam gulung tikar, itu disebabkan ketatnya persaingan baik dengan sesama sekolah swasta maupun sekolah negeri

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, M. Suruji di Mataram, Rabu (2/8).

Suruji mengatakan, agar pihak pengelola atau yayasan sekolah swasta di NTB mempunyai langkah-langkah dan terobosan baru agar bisa diminati siswa.

“Kalau bisa dikelompokan atau digabung dengan sekolah terdekat, sehingga akan lebih mudah diberikan bantuan, khususnya terkait anggaran dalam upaya pengembangan,” tegasnya

Langkah tersebut penting dilakukan, supaya ke depan sekolah swasta yang susah dikembangkan dan dipertahankan kita biarkan saja selesai , tapi bagi sekolah yang memang potensial akan terus dorong

Supaya jangan lembaganya saja yang banyak, tapi tidak ada aktivitas pembelajaran dan peserta didik minim. “Intinya kalau dua tahun gak ada siswanya itu alamat kalau sekolahnya tidak ada peminatnya” tegasnya

Intinya, dari sisi minat masyarakat kalau sekolah itu tidak diminati masyarakat dalam rentan waktu sekian tahun lama lama akan tutup.

“Kalau sudah demikian terus mau nģapain kan sudah pasti tidak ada gurunya, sekolahnya mati nah yang begitu masa mau dipertahankan,” pungkasnya

AYA




Agus Suryadin, S.Pd, Guru Berprestasi Dari Montong Bile, Pernah Belajar ELPSA di Australia

Agus Suryadin, S.Pd. guru  SMPN 6 Kopang, Lombok Tengah dinobatkan menjadi guru berprestasi tingkat Provinsi, sempat membuat panitia tercengang

Agus Suryadin, S.Pd

LOTENG.lombokjounal.com – Bulan Juni lalu, Agus Suryadin terpilih menjadi guru berprestasi tingkat provinsi, dan akan mewakili NTB untuk pemilihan tingkat nasional.  Guru yang masih dipercaya sebagai Ketua MGMP Matematika ini bercerita terkait penilaian guru berprestasi itu, di antaranya tentang karya tulis, presentasi, wawancara, dan portofolio.

Agus sempat mencengangkan juri dan panitia. Saat itu, Agus mengeluarkan sertifikat dari Cambera University, Australia tahun 2015. Ternyata Agus juga pernah belajar ELPSA, Australia tahun 2015 silam, kemudian sempat menjadi tutor ELPSA di Lombok Tengah.

Memang, selama ini Agus termasuk guru penggerak bagi teman sejawat melalui kegiatan sebagai tutor, instruktur di tingkat kabupaten. Di SMPN 6 Kopang pernah menjadi Wakasek Kesiswaan, Wakasek Kurikulum, dan pembimbing Olimpiade Matematika, selain pembina ekstra kurikuler Pramuka.

Semula ia tak begitu tertarik ikut kompetisi guru berprestasi.  Tapi tiba-tiba ia termotivasi.

“Saya membaca surat edaran dari Dinas Pendidikan Lombok Tengah, yang mencantumkan hadiah Umroh bagi yang berhasil. Itu yang membuat saya mantap ikut lomba itu,” tutur Agus, saat dikonfirmasi, Jum’ at (28/7) di ruangannya.

Agus tidak pernah berpikir akan mewakili NTB ke tingkat nasional. Malah ia sempat ragu karena persiapannya apa adanya, dibanding persiapan peserta lainnya yang lengkap. Tapi ia ingat pesan kepala Dinas Pendidikan Loteng,  H. Sumum, S.Pd, SH.M.Pd yang mengatakan,”Yang penting sudah berusaha maksimal, soal hasil kita pasrahkan.”

Menurutnya, keberhasilannya tak lepas dari dukungan teman seprofesinnya khususnya Kepala Sekolah, Lalu Sukmayadi, S.Pd.

“Kami dukung semua guru mengikuti Lomba-loba selama tidak mengganggu tugas pokoknya. Tentu kami sangat bangga jika ada guru yang berprestasi,”  tutur Lalu Sukmayadi saat dikonfirmasi.

Sebab dengan adanya salah satu guru yang bisa meraih prestasi gemilang, guru-guru lainnya  jadi terinspirasi. “Bukan sekedar itu, siswa juga makin giat belajar,” tambahnya.

Termasuk Kepala Dinas Pendidikan Loteng berharap, prestasi ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi guru-guru yang lain. “Kami ingin memberikan kesempatan Agus berbagi pengalaman kepada dewan guru se Loteng sepulangnya dari mengikuti Lomba tingkat Nasional,” H Sumun di ruangannya, Jum’at (28/7).

Agus Suryadinn kelahiran Montong Bile, Desa Pendem, Kacamatan Janapria, Loteng, 18 Agustus 1974, mengaku dengan bermodalkan artikel tentang pengalamannya itulah, ia meraih nilai tertinggi.

Kini, Agus harus mempersiapkan diri menghadapi lomba tingkat nasional,  yang persyaratannya lebih rumit dibandingkan provinsi. Tapi ia kembali ingat pesan Kepala Dinas Pendidikan Loteng.

“Yang penting menyiapkan mental. Karena sudah sampai tingkat nasional, mentalnya juga harus nasional, bahkan internasional,” pesan H Sumun.

GILANG




Munas Jaringan Sekolah Islam Terpadu Berlangsung di Mataram

Munas IV Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) diharap memberi efek positif citra NTB sebagai destinasi wisata halal

MATARAM.lombokjournal.com – Penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) IV JSIT diapresiasi Wagub NTB, saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama stakeholder terkait, sedang fokus pada pengembangan  wisata halal dan  wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Selama dua tahun berturut-turut NTB berhasil meraih penghargaan the Best Halal Tourism dan Best Halal Honeymoon Destination.

“Jadi, bapak/ibu tidak perlu ragu untuk mengadakan pertemuan berskala nasional di tempat kami,” ujar Wagub NTB, H Muhammad Amin saat membuka Munas JSIT dengan Tema “Bersinergi Membangun Bangsa Melalui Pendidikan yang bermutu Religius dan Berdaya Saing Global” di Hotel Lombok Raya Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jum’at (28/7).

Seperti dilaporkan Ketua Panitia L. Muhammad Alfian, ST melaporkan, Munas ke-4 ini diikuti 1.500 orang dari seluruh Indonesia, berlangsung tanggal 27-30 Juli 2017, yang diisi berbagai kegiatan, seperti Talkshow, Seminar, dan dialog kebangsaan.

Wagub berharap event ini memberi efek positif pada citra NTB sebagai distinasi Wisata  halal  terbaik dunia.

Wagub memaparkan, mayoritas penduduk NTB beragama Islam, didukung beragamnya suku Sasak, Samawa, Mbojo dan etnis lainnya, namun rasa kebangsaan dan tingkat toleransi beragama di NTB sangatlah tinggi.

” Mari Kkta tunjukkan kepada dunia, islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin,” ajak Wagub, sambil berpesan agar Sekolah Islam Terpadu (SIT) memberikan pendidikan islam yang baik kepada siswanya sekaligus menangkal paham-paham radikal.

Senada dengan Wagub, Ketua Umum JSIT Indonesia DR. H. Sukro Muhab, M.Si mengatakan,  jumlah Sekolah Islam Terpadu (SIT) semakin meningkat tiap tahun. Ketika Munas pertama tahun 2003, anggota SIT yang terdaftar  baru berjumlah 126 sekola.

Pada tahun 2006 meningkat menjadi  387 sekolah, dan terus mengalami laju pertumbuhan signifikan. Tahun 2009 menjadi 874 sekolah, tahun 2013  berjumlah 1.984  dan hingga pada Munas ke-4 tahun 2017, total anggota  SIT yang terdaftar berjumlah 2.462 sekolah.

“Ini menunjukkan SIT terus dipercaya oleh masyarakat dalam menghadirkan pendidikan islam,” ujarnya.

Terkait radikalisme yang sering melekat pada sekolah Islam, Sukro mengatakan SIT bekerja sama dengan MPR RI dan DPR RI untuk mengadakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Ini menunjukkan bahwa sekolah Islam tidak anti Pancasila dan anti NKRI.

“Bagi kami, NKRI adalah harga mati yang harus dipelihara dan dijaga,” tegasnya.

Oleh karenanya,  ia meminta komitmen seluruh anggota SIT agar benar benar menjadi sekolah yang mengajarkan siswanya untuk sholat dengan rajin, taat kepada Allah dan negara, serta menjunjung tinggi nilai keadilan,” pintanya.

Serangkaian kegiatan, Wagub beserta Ketua Umum JSIT menyerahkan penghargaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Terpadu Guru SIT oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Tampak hadir Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda bersama Wakil Ketua DPRD, H. Abdul Hadi, Rektor Yala Islamic University Thailand, Prof. Dr. Ismail Luthfi Chapakiya, Ketua Majelis Persatuan Pendidikan Islam Malaysia Prof. Dr. Khodori, dan Vice Principle of Attaqwa Islamic College Australia Muhammad Hallak, Med.

AYA/Hms

 




Membekali Siswa Jadi Konsumen Cerdas

Para siswa agar bisa jadi konsumen yang cerdas dan teliti sebelum membeli barang atau produk, apalagi produk-produk yang berasal dari luar negeri.

MATARAM.lombokjournal.com – Sosialisasi perlindungan konsumen terhadap bahan berbahaya bagi Siswa SLTP dan SLTA diselenggarakan Dinas perdagangan Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya, Senin (24/7).

“Mereka diberikan pelatihan bagaimana teliti sebelum membeli. Karena ini efek dari arus globalosasi dan MEA. Jadi semua jasa, semua tenaga kerja semuanya bebas masuk ke indonesia,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provins NTB Hj. Putu Selly Andayani. Berlakunya MEA (masyarakat ekonomi Asean) saat ini, Semua bisa masuk ke indonesia serba bebas.

Sosialisasi pemahaman tentang hak dan kewajiban konsumen khususnya generasi muda itu, diikuti sebanyak 105.  Terdiri siswa perwakilan sebanyak 20 orang, dan masing masing satu guru pembimbing dari SLTP atau SMP yakni SMP 1 dan SMP 7 mataram, dan SLTA ( SMK ) yakni di SMK 4 dan SMK 3.

Sebagai narasumber yakni Haerani, Ketua Harian BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa konsumen), memberikan informasi bagaimanaa menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara konsumen dengan penyedia jasa.

Selain menyampaikan materi tentang hak dan kewajiban konsumen, perlindungan konsumen, narasumber juga memberikan tips-tips sebagai dasar mereka menjadi konsumen yang kritis. Terutama saat melakukan transaksi jual beli.

Materi lainnya yang diberikan adalah bagaimana menumbuhkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri.  “Karena bagaimanapun juga kita harus membantu para pelaku usaha. Siapa lagi yang akan membantu mereka kalau bukan kita sendiri,” tegas Putu Selly.

Dalam kesempatan itu juga diberikan sosialisasi  tentang pembelian barang yang harus sesuai dengan standar SNI sehingga terjamin kualitasnya.

“Selain itu konsumen juga terlindungi dari Keselamatan, Kesehatan, Kenyamanan dan Lingkungan Hidup (K3L),” jelas Puutu Selly.

AYA