PSMTI NTB Bantu Pembangunan Laboratorium Gizi UNU

Kehadiran PSMTI  sebagai bentuk kepedulian terhadap UNU, dan berharap UNU mampu menghasilkan lulusan terbaik dan siap pakai

MATARAM.lombokjournal.com —  Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTB memberikan bantuan pembangunan Laboratorium Gizi Universitas Nahdatul Ulama (UNU) NTB. Bantuan itu diberikan karena merasa memiliki tanggung jawab moral, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTB,

Bantuan berupa dana sebesar Rp271 juta diserahkan langsung Dewan Penasehat PSMTI, Jamal Buyung kepada Rektor UNU NTB, Baiq Mulyana Taqiuddin Mansyur, di hadapan pengurus PSMTI dan Jamaah Nahdliyin di AULA PW NU NTB, Selasa  siang (13/2).

Rektor UNU NTB, Baiq Mulyana dalam sambutannya mengatakan pembangunan sumber daya manusia sesuai dengan Tri Dharma perguruan tingi, yakni hak hidup, hak agama, hak akal, hak regenerasi dan hak ekonomi.

Baiq Mulyana menjelaskan, pengembangan sumber daya manusia merupakan upaya untuk meningkatkan indeks prestasi SDM dan pendidikan di NTB. UNU sebagai salah satu universitas yang konsen dalam pengembangan kualitas pendidikan, turut ambil bagian membantu pemerintah dan tetap memperhatikan segala kebutuhan dan sarana penunjang kegiatan akademik.

UNU mempunyai tanggung jawab memajukan pendidikan di NTB, selalu berusaha meningkatkan sarana dan prasarana penunjang kegiatan akademik.

“Bantuan ini sangat berarti artinya ada kesamaan visi untuk membangun SDM NTB menjadi lebih unggul kedepannya,” ungkap Baiq Yuliana.

Penasehat PSMTI, Jamal Buyung mengatakan, kehadiran PSMTI  sebagai bentuk kepedulian terhadap UNU.

“Kami berharap UNU mampu menghasilkan lulusan terbaik dan siap pakai,”  ujarnnya.

PMSTI lanjutnya akan tetap terbuka dengan semua pihak sehingga harmonisasi kerukunan hidup terjaga.

Sekretaris NU, Lalu Winengan menyambut baik kunjungan dan bantuan tersebut.

“ini suatu bentuk kepedulian dan hubungan timbal balik antara NU dan masyarakat Tionghoa yang baik, tetap terjaga serta tidak akan terlupakan oleh kaum Nahdliyin,” papar Winengan.

Sebelum acara diakhiri, terlebih dahulu dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Ketua PMSTI, Agus Sinta dan Ketua NU NTB, Taqiuddin Mansyur.

Me




BPKP Minta Pemprov NTB Tingkatkan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Diharapkan pada tahun anggaran 2018, NTB juga mendapatkan predikat WTP

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ayi Riyanto meminta kepada Pemerintah Provinsi NTB terus meningkatkan perbaikan pengelolaan pembangunan, terutama bidang pendidikan dan kesehatan

Peningkatan pengelolaan pelayanan bidang pendidikan dan kesehatan itu, rupanya mendapat perhatian khusus, .

“Mungkin itu bisa ditingkatkan. Sudah bagus sebenarnya, hanya saja perlu terus ditingkatkan,” ungkap Riyanto usai menghadap Gubernur,  Rabu (31/01)

Secara umum semua sudah bagus, seperti laporan keuangan, NTB selalu mendapat predikat WTP, artinya goverment sistemnya sudah bagus

Dari sisi pertumbuhan ekonomi NTB, selama ini cukup menggembirakan, termasuk dari sisi gini rasio juga semakin bagus. Artinya ada pemerataan pembangunan yang sudah bagus

Secara umum NTB dinilai sangat kondusif dari kepemimpinan Gubernur TGH M Zainul Majdi. “Dan kami tentu sangat mengapresiasi,” katanya

Terkait masalah aset juga semua sudah tercatat dengan baik, termasuk dalam hal pengelolaanya sudah dan itu bisa dibuktikan dengan predikat WTP yang diperoleh NTB selama lima kali berturut – turut

“Harapan kita, capaian baik yang telah ada bisa terus dipertahankan, supaya pada tahun anggaran 2018 juga bisa mendapatkan predikat WTP kembali,” kata Riyanto.

AYA

 

 




Amir Zaman Fiqrah Ranggabarani, Terpilih Sebagai Ketua FAS

Visi dan misinya menjadikan Anak Samawa yang hebat, bermartabat dan berdaya saing tingg

lombokjournal.com

Amir Zaman Fikhra Ranggabarani

Sorot matanya teduh sesekali mengulas senyum ramahnya. Namanya Amir Zaman Fiqra Ranggabarani, putra Nurdin Ranggabarani.

Amir terpilih sebagai Ketua Forum Anak Samawa (FAS) yang baru dalam pemilihan demokratis di Sekretariat Forum Anak Samawa, jalan Setia Budi Sumbawa Besar, Sabtu (27/01), yang dihadiri Dewan Pembina FAS.

Siswa kelas X SMA 2 Sumbawa ini tampil meyakinkan dalam penyampaian Visi Misi selama periode dua tahun ke depan.  Amir yang gemar menggambar ini ingin memajukan Forum Anak Samawa dengan visi Forum Anak Samawa adalah garda terdepan menuju Anak Samawa yang Hebat Bermartabat dan berdaya saing tinggi.

Bersama (mendiang) Marwah Gilang Roshada

Kepemimpinannya akan menjadikan FAS sebagai wadah anak-anak Samawa menyalurkan aspirasi, inspirasi dan ide-ide sehingga bisa unggul dalam mutu dan prestasi dalam pemenuhan hak anak.

Selain itu, Amir akan mempertahankan hak hak anak sesuai konvensi Hak Anak (KHA) yaitu kelangsungan hidup, perlindungan, tumbuh kembang dan partisipasi. “Karena hal ini selaras pula dengan UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak,”tegasnya.

Dalam pemilihan yang demoratis santun dan saling menghargai itu, dipaparkan misinya untuk menguatkan kerjasama dengan pemerintah daerah dan semua kalangan dalam pengembangan pendidikan, bakat anak serta potensi anak termasuk anak-anak yang tinggal di pelosok pedalaman.

“Kita ingin mendorong agar pemerintah atau siapapun yang berwenang dalam penanganan anak, harus memperhatikan potensi teman teman yang tinggal di remote area atau pedalaman, kita ingin pemerintah memperhatikan kekurangan fasilitas belajar mereka sehingga mereka dapat belajar dengan layak dan wajar,” papar Emir

Penggemar badminton ini ingin mengangkat dan melestarikan tradisi lokal khususnya permainan khas Anak Samawa yang sudah mulai memudar tergantikan tekhnologi canggih atau gadget

Padahal menurut Emil,  produk tekhnologi gadget tidak lebih baik dari permainan anak-anak.

“Saya lihat permainan anak lebih sehat karena memadukan gerakan fisik dan otak sedangkan gadget bisa dikatakan tidak ada gerakan hanya diam ditempat dan memainkan alat alat, tombol belum lagi bahaya radiasi layar screen dan signal wifi,” katanya.

Amir berjanji akan mengembangkan permainan anak Samawa baik skala kecamatan atau nanti kita pertandingkan di tingkat Kabupaten.

Emil yang akan bertugas dalam dua tahun ke depan 2018/2020 ini akan berduet pucuk pimpinan dengan wakilnya Fadly Duransyah siswa kelas 9 SMPN 1 Sumbawa.

Sementara itu ketua Demisioner Salsabila Mistaan (Salsa) dan wakilnya Yosa Amartya Rahmat (Yosa) berharap pada  periode Emil ini,  FAS lebih baik dan semakin banyak prestasi anak Samawa.

Sementara itu Forum Anak Samawa yang sudah terbentuk tingkat kecamatan saat ini Forum Anak Kecamatan Lape, Forum Anak Kecamatan Lopok, Forum Anak Kecamatan Tarano baru Tarano yang sudah dilantik dan diresmikan oleh camatnya.

Terpilihnya Amir Zaman Fiqra Ranggabarani  jadi Ketua FAS Sumbawa tidak lepas dari peran dan motivasi sang kakak mendiang Ocha Matwah Gilang Rosadha Ranggabarani yang berpulang ke Rahmatullah tujuh hari berselang.

“Kakak Ocha yang jadi teman diskusi merumuskan visi misi yang saya sampaikan,” ungkapnyal lirih dan mata meremang sembari mengatakan, mendiang ocha berpesan agar tidak buat malu kakak Ocha kenangnya.

Terakhir dikatakannya, ia ingin mendedikasikan masa baktinya ini  untuk kebahagiaan dan kemulyaan kakak Ocha karena ia juga adalah aktifis di organisasi ini selama hidupnya.

“Saya  sangat terinspirasi dari keaktifan mendiang kakak Ocha,” pungkasnya .

Me

 

 




Wagub; Santri Penghafal Al Qur’an Miliki Ilmu Dunia dan Agama Seimbang

Nilai-nilai budaya, agama serta tradisi kita harus tetap dipertahankan dan tetap menjadi filter bagi tamu-tamu asing yang datang ke NTB

PRAYA.lombokjournal.com –  233 santri yang  berhasil menghafal Al-Qur’an sebanyak 30 Juz, diharapkan merubah para santri menjadi pribadi yang memiliki pemahaman ilmu dunia dan ilmu agama yang seimbang.

“Yang terpenting dalam membaca Al-Qur’an adalah dapat mengerti,  memahami serta mengamalkan isi dan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, S.H., M.Si.

Wagub menyampaikan sambutan di Sidang Terbuka Wisuda yang ke-3 Tahfidz Qur’an Yayasan Pondok Pesantren Nurul Qur’an di Ponpes Nurul Qur’an Desa Mertak Tombok, Praya-Lombok Tengah, Rabu (24/01).

Apresiasi disampaikan pada jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang sukses bersinergi dengan seluruh masyarakat. Program belajar mengajar di Pondok Pesantren Nurul Qur’an dan hari ini telah berhasil mewisuda 233 orang santrinya.

Menurut Wagub,  ini prestasi yang luar biasa di bidang SDM di NTB. Selain pertumbuhan di bidang industri pariwisata, sektor pertanian dan berhasil membuka lapangan pekerjaan.

“Kita sambut baik kedatangan tamu-tamu asing ke NTB ini, namun nilai-nilai budaya, agama serta tradisi kita harus tetap dipertahankan dan tetap menjadi filter bagi tamu-tamu asing yang datang ke NTB,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Ponpes Nurul Qur’an Sekaligus Wakil Bupati Lombok Tengah Fathul Bahri, S.IP menyampaikan, para santri di Ponpes Nurul Qur’an telah menghapal 30 Juz dalam Al-Qur’an selama 1 tahun kurang 7 hari.

Fathul berharap, ke depan Ponpes Nurul Qur’an mendapatkan support dan dukungan yang lebih besar dari pemerintah.

Hadir Wilgo Zaenar, Anggota DPR RI Komisi XI untuk Dapil NTB, dan jajaran pimpinan Forkopimda Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah, serta pimpinan BUMN dan BUMD.

AYA

 




Temu Kangen Siswa-Guru Angkatan 88 SMPN 1 Tanjung Mengharukan

Mantan siswa Angkatan SMP 1 Tanjung banyak yang sudah jadi orang sukses

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — 80 Alumni Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) Negeri 1 Tanjung angkatan 1988 menghadiri reuni sekaligus temu kangen, di Tanjung. Minggu (24/12).

Tidak hanya para alumni,  juga dihadiri beberapa guru pengajar SMPN 1 Tanjung yang masih aktif mengajar hingga saat ini.

“Ini reuni pertama angkatan 88. Dan alhamdulillah banyak yang hadir. Saya mewakili teman-teman alumni menyampaikan banyak terimakasih kepada guru- guru yang sudah mendidik kami dengan penuh sabar,” kata Ardianto, dalam sambutannya sebagai perwakilan alumni.

Ardianto, yang kini juga menjabat sebagai anggota DPRD KLU menambahkan, reuni bertujuan sebagai media silaturahmi, tidak hanya antar alumni tapi juga dengan para guru. Diharapkan di tahun-tahun mendatang lebih banyak yang hadir.

Reun juga dihadiri beberapa alumni terbaik 88, salah satunya Suliarna.S.Ag. yang menjabat sebagai Bimas Agama Budha, Kanwil Kemenag NTB. Juga Dr. Sumiadi. ST. MT, dosen di Universitas Brawijaya.

“Ada juga alumni SMP 1 Tanjung yang jadi pengusaha sukses. Cukup lengkap. Tapi jika dulu kami pernah nakal, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” kelakar Ardianto diukuti riuh tepuk tengan seluruh alumni.

Salah seorang guru yang hadir, Drs. Sukasman, mengaku terharu karena hingga saat ini masih diingat oleh mantan siswa didiknya.

“Terharu sekaligus bangga. Ternyata kami masih diingat, Alhamdulillah banyak yang sudah sukses. Ini bisa menjadi inspirasi generasi muda saat ini,” ungkapnya.

Di akhir acara, para alumni memberikan cindramata sebagai rasa trimakasih kepada para guru yang hadir.

DNU

 




GSMS KLU 2017 Gelar Pameran dan Presentasi Akhir

Dari program Gerakan Seniman Masuk Sekolah, diharapkan muncul mutiara-mutiara muda dari Lombok Utara. “Seni merupakan rasa yang ada dalam jiwa setiap manusia. Sehingga seni memberikan dampak yang besar terhadap prilaku manusia,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbud NTB, Nasib. M.Pd

Masib, M.P.d

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Setelah berproses selama kurang lebih 3 bulan, Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Lombok Utara 2017, akhirnya menggelar pameran atau persentasi akhir yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Gangga, Selasa (12/12).

Enam bidang kesenian yang tergabung dalam program pusat itu di antaranya, Seni Kriya di SDN 3 Genggelang, Seni Musik di SDN 3 Santong, Seni Media di SMPN 1 Bayan, Seni Tari di SMPN 3 Tanjung, Seni Rudat di SMPN 1 Pemenang, dan Seni Teater di SMKN 1 Gangga.

“Kegiatan ini sebagai wadah bagi para generasi muda kita untuk menunjukan diri di bidang seni. Mereka semua antusias mengikuti program ini,” kata Ketua Panitia, Imam Safwan dalam sambutannya.

Bupati KLU Cq. Kasi budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KLU, Aki Kertajati, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan GSMS memberikan peluang dan ruang kepada siswa sekolah khususnya untuk mengekspreaikan kemampuannya di bidang seni.

“Dari kegiatan ini diharapkan muncul mutiara-mutiara muda dari Lombok Utara di bidang seni,” paparnya.

Sementata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbud NTB, Nasib. M.Pd. yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan seni adalah rasa yang ada dalam jiwa setiap manusia. Sehingga seni memberikan dampak yang besar terhadap prilaku manusia.

“Pada dasarnya manusia itu senang yang indah-indah,” tukasnya.

Dia berharap, ke depan program serupa bisa dilaksanakan lagi dengan alokasi anggaran yang lebih besar.

Acara yang berlangsung sejak pukul 16.00 Wita, dimulai dengan pameran seni kriya dan media. Dan malamnya dilanjutkan dengan seni pertunjukan Rudat, tari kreasi dan ditutup dengan pertunjukan teater.

Gerakan Seniman Masuk Sekolah i bertujuan menumbuhkan minat bakat peserta didik di Bidang Seni Budaya. Selain itu, guna menjalin kerjasama dan sinergi antara sekolah dan seniman.

GSMS (Gerakan Seniman Masuk Sekolah) itu sendiri merupakan program yang dijalankan Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemdikbud RI dalam bentuk program seniman mengajar kesenian pada kegiatan ekskul di masing-masing sekolah.

DNU

 




Kongres Nasional Akan Digelar Alumni Doktor Komunikasi UNPAD

Teknologi informasi dan komunikasi melahirkan fenomena dan budaya baru, yang  melahirkan berbagai kecenderungan baru dalam praktik komunikasi.

lombokjournal.com —

Fakultas ilmmu Komunkasi UNPAD

JAKARTA — Lulusan Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) akan menggelar Kongres Nasional Pertama dan Diskusi Ilmiah di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (13/12) 2017 mendatang.

Para Alumni yang menyatakan diri hadir hingga saat ini sudah mencapai sekitar 150 orang. Para alumni yang hadir berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Kongres pertama ini nantinya memilih pengurus yang tergabung dalam Ikatan Alumni Doktor Komunikasi (IADK) Unpad selama tiga tahun.

Menurut Panitia Kongres Dr. Moh. Hafizni, M.I.Kom., kongres dan pembentukan secara resmi wadah atau tempat berkumpulnya para lulusan doktor ilmu komunikasi bertujuan agar para alumni bisa berkontribusi untuk pembangunan bangsa, baik secara akademik maupun sosial.

Peran para ilmuan komunikasi saat ini sangat dibutuhkan karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah melahirkan fenomena dan budaya baru yang  melahirkan berbagai kecenderungan baru dalam praktik komunikasi.

Kecenderungan ini tidak jarang menimbulkan beragam kegagalan komunikasi pada tingkat regional dan nasional. Peran pemerintah sendiri belum cukup memberikan solusi yang tepat dari perspektif komunikasi yang efektif.

Karena iitu perlu kontribusi para ilmuan di bidang komunikasi, dalam hal ini para Doktor bidang Ilmu Komunikasi.

Saat ini, Doktor Ilmu Komunikasi lulusan Universitas Padjadjaran merupakan bagian terbesar dari keseluruhan Doktor bidang Ilmu Komunikasi yang ada di Indonesia.

Mereka terdiri dari para dosen di berbagai Perguruan Tinggi Negeri, Swasta serta para praktisi media.

Visi besar pembentukan komunitas ini juga diharapkan menjadi tempat brainstorming isu-isu komunikasi guna mencari solusi berbagai permasalahan dalam rangka menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa.

“Inilah yang melatarbelakangi penyelenggaraan kongres Komunitas Alumni Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran,” pungkas Hafizni

AYA (*)




Ajakan Boikot film “Naura & Genk Juara” Itu Sikap Intoleran

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia anggap film itu mendidik

lombokjournal.com —

Ajakan untuk memboikot film “Naura & Genk Juara” menunjukkan sikap-sikap intoleren dan cupat (picik) dalam hidup bermasyarakat. Apalagi, sebelumnya film itu sudah dinyatakan lolos sensor oleh Lembaga Sensor Film.

Hal itu dikatakan Hendardi, Ketua Setara Institut, menanggapi kontroversi beredarnya film “Naura & Genk Juara” yang secara sepihak dikatakan kelompok masyarakat sebagai menista agama.

Hendardi menegaskan, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia bahkan sudah menyatakan film tersebut baik dan mendidik.

“Kalau lembaga yang punya otoritas dalam peredaran film sudah menyatakan lolos sensor, kenapa masyarakat masih mempermasalahkan dan meributkan?”, ujar Ketua Setara Institut Hendardi.

Menurut Hendardi, sejak pilkada DKI ada fenomena saling curiga dalam masyarakat. Terlebih jika itu berkait dengan isu SARA.

“Apa pun, tindakan boikot atau petisi terhadap sebuah karya seni, itu tidak bisa dibenarkan. Lebih baik, mereka yg menolak membuat film tandingan,” ujarnya.

Hendardi menyatakan, kebebasan dalam berkarya tidak boleh dibatasi dan diintimidasi dengan ajakan boikot. Meskipun belum terjadi demontrasi jalanan, apa yang dilakukan sebagian masyarakat tersebut telah membuktikan adanya sikap-sikap intoleran, introvert dan kepicikan dalamhidup bermasyarakat

AYA (*).

BACA JUGA :

 




Ketua Lembaga Sensor Film; Tidak Ada Muatan Menista Agama

Kritik terhadap suatu film semestinya sesuai proporsi dan konteks.

lombokjournal.com —

Pihak Lembaga Sensor Film (LSF) angkat bicara soal kontroversi film “Naura & Genk Juara”. Ketua LSF, Ahmad Yani Basuki menegaskan, LSF selaku penanggungjawab yang meloloskan film tersebut, mempunyai standar dasar atau parameter untuk menyensor sebuah film.

Penilaian sensor itu, meliputi judul, tema adegan dan ungkapan dalam film. Dari semua aspek yang yang kita teliti, tak satu pun yang mencitrakan Islam secara negatif.

“Jadi, kalau diarahkan seperti menista agama atau melecehkan, kami tidak sampai kesana. LSF tidak melihat muatan semacam itu,” ujar Ahmad Yani dalam siara pers yang diterima Lombok Journal, Rabu (29/11).

Meski begitu, Ahmad Yani berharap agar orang tua mendampingi anaknya saat menonton film. Menurut Ahmad Yani, orang tua memiliki kewajiban untuk menjelaskan kepada anak, bukan lantas bereaksi berlebihan terhadap sebuah film.

“Itu kan fenomena sosial yang seperti itu bisa saja terjadi. Sama lah ketika film barat, pencurinya yang tentu bukan Islam, misalnya [menyebut] ‘Oh my God!,”

Diakui Ahmad Yani, dalam film tersebut terdapat adegan dimana salah satu penjahat mengucapkan istighfar. Namun, menurutnya ucapan tersebut merupakan ucapan spontanitas yang awam diucapkan oleh orang-orang kebanyakan.

“Dari kacamata LSF melihatnya itu bentuk-bentuk spontanitas, itu bisa terjadi pada siapa saja. Begitu juga, kebetulan itu terjadi di Indonesia, kita tidak fokus pencuri itu Islam atau Kristen, tapi dia kan tidak menggunakan atribut Islam. Dan tampilannya, menurut LSF, adalah tampilan penjahat,” jelasnya.

Bagi LSF, imbuhnya, film yang diloloskan dan dikritisi publik menjadi perhatian badan tersebut. Namun ia menegaskan kritik terhadap suatu film semestinya sesuai proporsi dan konteks.

Terkait kontroversi film Naura & Genk Juara yang belakangan ini menjadi viral di media sosial, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengaku sudah menerima klarifikasi dari Lembaga Sensor Film (LSF).

Wakil Ketua MUI Masduki Baidlawi mengatakan, dalam klarifikasi itu, LSF telah menyatakan bahwa tidak ada permasalahan dalam film yanf saat ini sedang diputar di bioskop-bioskop itu.

“Apalagi, ada penghinaan terhadap agama Islam, ” ujar Masduki saat dihubungi melalui sambungan telpon.

Menurut Wasekjen PBNU itu, sebelum meloloskan film drama musikal anak tersebut LSF telah mengundang sejumlah ahli dan akademisi untuk ikut menyaksikan film. “Bahkan, salah satunya berasal dari MUI. Jadi, sebetulnya sudah clear dan tidak ada masalah,” tegasnya.

Meski begitu, lanjut Masduki, MUI akan menerima permintaan LSF untuk menyaksikan film tersebut dalam rangka melakukan klarifikasi. “Hal itu perlu kami lakukan agar masyarakat menjadi tenang,” tuturnya.

Sembari menunggu sikap resmi MUI, Masduki menghimbau agar masyarakat mampu menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan negatif. “Jangan sedikit-sedikit umat merasa terpojokkan dan seolah-oleh dikepung oleh musuh, padahal sebenarnya tidak ada apa-apa,” pungkas Masduki.

AYA (*)

BACA JUGA :




Kontroversi Film “Naura dan Genk Juara”, Produsernya Jelaskan Ke MUI

Seniman jangan patah semangat, masyarakat dihimbau untuk Tabayyun, menonton dulu baru berpendapat

lombokjournal.com –

Munculnya kontroversi film “Naura & Genk Juara”, yang belakangan menjadi viral di media sosial, mendorong poduser film Naura dan Genk Juara, Amalia Prabowo menemui Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma’ruf Amin, di Bogor, Rabu (27/11).

Kedatangan Amalia untuk menjelaskan latar belakang dibuatnya film ini, dan tidak sedikit pun bertujuan mendiskreditkan pihak tertentu.

Menurut Amalia, film yang dibintangi oleh aktris cilik Adyla Rafa Naura Ayu ini benar-benar bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dan pesan-pesan positif kepada anak-anak Indonesia.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak ditengah sedikitnya film musikal yang ditujukan untuk mereka. Tujuan kami sowan ke Kiai Maruf Amin adalah mengkomunikasikan hal tersebut dan meluruskan pandangan yang berkembang di masyarakat,” ujar perempuan berjilbab ini.

Ketua Umum MUI, KH Maruf Amin mengungkapkan, pihaknya mendukung film Naura dan Genk Juara, bila memang tujuannya memberikan pembelajaran positif bagi anak-anak Indonesia.

MUI, menurut Maruf, juga menghargai mekanisme yang dilakukan Lembaga Sensor Film (LSF) sebelum film ini dirilis, termasuk adanya unsur MUI di dalam proses screening tersebut.

“Kami menghimbau masyarakat untuk Tabayyun, menonton terlebih dahulu baru berpendapat. Jangan hanya melihat dari sosial media. Untuk para pekerja seni, saya himbau jangan patah semangat,” ungkap Maruf.

Amalia menambahkan, setelah menggelar nonton bareng bersama tokoh-tokoh NU dan puluhan anak yatim di Surabaya (25/11), dan puluhan tokoh serta pengurus Muhammadiyah di Jakarta (23/11), pihaknya perlu menyampaikan tanggapan positif para tokoh dan anak yatim tersebut kepada Ketua Umum MUI.

Nobar juga sudah digelar di berbagai kota, seperti Balikpapan, Makasar, Lampung, Bandung, Jakarta, dan sejumlah kota lain dengan respon positif dari orang tua dan anak-anak yang menonton.

“Tanggapan positif tersebut menguatkan kami. Dan semangat positif ini yang juga ingin kami sampaikan kepada Kiai Ma’ruf sebagai tokoh Islam yang sangat kita hormati. Kami juga meminta pendapat dan wejangan dari beliau agar terus bersemangat berkarya untuk anak-anak Indonesia,” ujar sineas yang juga memproduseri film Wonderdul Life ini.

Film yang disutradarai Eugene Panji ini melibatkan 140 pemeran anak dan pengambilan gambar dilakukan selama bulan puasa.

Menurut Amalia, para pemeran cilik tetap berpuasa penuh ditengah jadwal syuting yang padat. Film yang dirilis tanggal 16 November lalu ini juga untuk mengobati kerinduan akan film musikal anak, setelah Petualangan Sherina yang dirilis 17 tahun lalu.

Polemik film drama musikal, Naura dan Genk Juara terus berlanjut di masyarakat. Film garapan sutradara Eugene Panji ini menuai kontroversi lantaran dianggap mendiskreditkan agama Islam. Selain ajakan boikot terhadap film tersebut, muncul juga petisi melalui media digital.

Demikian dikatakan Ketua Lembaga Sensor Film ( LSF ) Ahmad Yani Basuki , Wakil Ketua MUI, Masduki Baidlawi dan Direktur Setara Institute Hendardi melalui siaran pers yang disampaikan ke Media di Mataram , Rabu (29/11).

AYA (*)

BACA JUGA :