Gubernur Motivasi Para Pelajar Hilangkan Trauma, Dan Terus Maju

Remisi diberikap kepada  405 orang narapidana binaan Lembaga Mataram, 10 orang narapidana mendapat pembebasan penahanan

MATARAM.lombokjournal.com – Meski musibah gempa bumi menimpa pulau Lombok beberapa minggu terakhir. Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi berharap, agar musibah ini tidak membuat semua larut dalam kesedihan. Proses belajar mengajar juga dipastikan harus segera mulai berjalan.

Gubernur menghimbau sekaligus memberi motivasi seluruh pelajar di NTB, untuk terus berjuang, demi tercapainya cita-cita menuju bangsa yang maju.

“Buang rasa takut dan kita tidak boleh tertawan oleh rasa trauma. Mari kita songsong NTB agar terus maju,” tegas Gubernur NTB, usai upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur Provinsi NTB, Jum’at (17/08).

Seperti tahun sebelumnya, pembacaan Naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. B. Isvi Rupaedah, MH, dilanjutkan mengheningkan cipta oleh Inspektur upacara, Pengibaran bendera merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera terdiri dari Putra putri terbaik dari 10 kabupaten/kota di bawah binaan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB.

Pada tahun ini, Bunga Oktaviani, siswa SMAN 3 Sumbawa Besar dipercaya membawa Baki Bendera Merah Putih yang akan dikibarkan.

Turut hadir mendampingi Gubernur NTB, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi. Dari barisan undangan yang hadir, tampak Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin beserta istri Hj Syamsiah Muh Amin, anggota Forkopimda Provinsi NTB, Gubernur NTB periode 2003-2008 Wakil Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Azhar periode 1996-2001.

Selain itu juga hadir Sekretaris Daerah Provinsi NTB H. Rosiyadi Sayuti beserta istri Hj. Ikhsanti Komala Rimbun. Peserta upacara terdiri dari para veteran pejuang, TNI/Polri, perwakilan dari OPD Provinsi,  para siswa dan anggota pramuka.

Upacara detik-detik Proklamasi tahun ini juga dirangkaikan dengan pemberian remisi kepada 405 orang narapidana binaan Lembaga Mataram. Sementara, 10 orang narapidana mendapat pembebasan penahanan.

AYA/hms NTB

 

 




Karman Dan Athar Ajak Pemuda Nonton Bareng  Film 22 Menit

Meminimalisir ajaran radikalisme dan terorisme merasuki generasi milenial, diperlukan edukasi yang konstruktif dan terintegrasi secara sistematis dalam pola  pembelajaran

Athar dan Karman (baju putih) nonton bareng

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Film 22 Menit adalah film dokumentasi peristiwa Teror di perempatan Sarinah, jalan Thamrin Jakarta beberapa tahun lalu. Teror itu ditangani secara cepat oleh aparat kepolisian.

Kapolda  Metro Jaya waktu itu dipimpin oleh Jenderal Moh. Tito Karnavian, yang sekarang adalah Kapolri.

Sebagai bentuk apresiasi dan edukasi terhadap nilai-nilai patriotisme yang terkandung dalam Film 22 Menit ,       mantan Ketua DPP Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Karman BM, mengajak nonton bareng sejumlah elemen pemuda, di Studio XXI Epicentrum Mall, Kamis (26/07) .

Karman mengatakan, tujuan utamanya mengajak para pemuda  nonton bareng film 22 menit agar generasi muda bisa meresapi dan menghayati ending dari film tersebut.

“Pemuda NTB tidak boleh terjebak kedalam ideologi terorisme yang tidak menghargai nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Karman yang saat ini menjadi caleg DPR RI dapil NTB 2 (Lombok) dari Partai Perindo menambahkan, lewat film 22 Menit  ini akan dipertontonkan betapa cepat dan tanggapnya kesatuan Kepolisian RI, khususnya Polda Metro Jaya, yang dipimpin oleh Tito Karnavian meringkus dan mengamankan para pelaku teror bom Sarinah dalam tempo 22 Menit.

“Kapolda Metro Jaya beserta jajarannya begitu cepat mengatasi aksi teror tersebut dan memulihkan keadaan,” tukasnya.

Karman melanjutkan, sebagai generasi muda cinta NKRI , dirinya mengaku kagum melihat cara kerja aparat keamanan, khususnya kepolisian dalam memberikan rasa aman dan nyaman untuk semua warga masyarakat NKRI,

“Kita harus objektif, di balik citra negatif akibat prilaku banyak oknum Polisi yang menyimpang, Kepolisian Indonesia di bawah Tito menunjukkan banyak perbaikan dan semakin mendapatkan simpati yang luas dari publik bersama TNI yang tetap setia menjaga ideologi bangsa dan NKRI,”  imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris KNPI NTB, Lalu Athari Fathullah, SE yang ikut mendampingi Karman nonton bareng film 22 Menit mengatakan, ia sangat mengapresiasi dan kagum dengan taktik dan strategi penanganan terorisme bom Sarinah tersebut.

“Aparat keamanan begitu responsif dan cerdik melumpuhkan terorisme itu,” ungkap Athari yang juga Bakal Caleg Propinsi Dapil 8 Lombok Tengah dari Partai Perindo .

Athari menambahkan, generasi muda NTB hendaknya menjauhi ajaran-ajaran radikalisme yang tidak sesuai dengan ideologi negara maupun kaidah agama.

“Perilaku Radikalisme itu berawal dari sikap  dan cara pandang yang tidak toleran terhadap perbedaan,” tambah Bacaleg Muda dapil Lombok Tengah asal Partai Perindo ini.

Baik Karman maupun Athari, sepakat untuk meminimalisir ajaran radikalisme dan terorisme merasuki generasi milenial diperlukan edukasi yang konstruktif dan terintegrasi secara sistematis dalam pola  pembelajaran.

“Tidak ada salahnya materi  Pendidikan Moral Pancasila dan Penataran  P4 dihidupkan lagi yang disesuaikan kurikulum pendidikan saat ini,” lanjut Athar

Terakhir Karman juga menyampaikan terima kasih Kepada jajaran  Polda NTB yang mensupport acara nonton bareng film 22 Menit.

“Polda NTB turut mensupport acara nonton bareng ,” pungkasnya.

Me




Sistim Zonasi Penerimaan Siswa Baru, Banyak Calon Siswa Terpental Dari Sekolah Negeri

Daya tampung penerimaan Siswa Baru SMA/SMK berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan hanya bisa ditolerir sampai dengan dua belas (12) kelas

MATARAM.lombokjournal.com —  Banyak para calon siswa yang tidak lulus dalam penerimaan siswa baru SMA/SMK yang baru saja selesai digelar. Tingginya persaingan dalam penerimaan siswa baru melalui sistim zonasi, mengakibatkan banyak anak-anak terpental dalam seleksi dan terancam tidak bisa bersekolah di sekolah negeri.

Sementara itu, untuk mendaftar ke sekolah di luar zonasi yang tingkat pesaingnya dianggap kurang, justru dihadang oleh aturan sistim zonasi.

Karena itu, ratusan orang tua siswa di Kota Mataram mengadukan nasib anak mereka ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Kamis (12/07)

“Belum lagi banyaknya peminat di zonasi tempat mereka tinggal membuat anak-anak kami harus terpental dan tidak diterima untuk melanjutkan pendidikan di tingkat SMA/SMK Negeri. Kami datang ke Dinas Dikbud NTB ini meminta kebijaksanaan dari Pemerintah untuk kelanjutan sekolah anak-anak kami,” ujar salah seorang orang tua siswa, yang mewakili perasaan ratusan orang tua siswa lainnya di Kantor Dinas Dikbud Provinsi NTB.

Bentuk aksi protes orang tua siswa tersebut merupakan keinginan dan atau harapan dari para orang tua siswa agar anak-anak mereka tetap bisa melanjutkan sekolah di sekolah lanjutan atas seperti SMA/SMK Negeri.

Menanggapi protes ratusan orang tua siswa tersebut, Sekretaris Dinas Dikbud Provinsi NTB, H Syukran, mengatakan hal yang wajar wajar jika para orang tua siswa ini merasa was-was anaknya tidak bisa bersekolah.

“Kita akan mengupayakan suatu solusi agar para orang tua siswa ini tidak lagi merasa was-was anaknya tidak bisa lagi bersekolah. Setelah melakukan pendataan ini, solusi yang kami lakukan adalah bisa saja kita tempatkan mereka ke sebuah sekolah tertentu atau kesekolah tempat mereka mendaftar sebelumnya,” ujar H Syukran di sela-sela dirinya sibuk menyambuat aksi protes orang tua siswa.

Menurut Syukran, daya tampung penerimaan Siswa Baru SMA/SMK berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan hanya bisa ditolerir sampai dengan dua belas (12) kelas. Sedang para peminat melebihi dari kuota kelas yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri.

Disisi lain, menurut Syukran, minat atau animo para orang tua siswa untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SMA/SMK Negeri juga masih sangat besar.

“Padahal banyak juga sekolah-sekolah swasta yang memiliki kualitas yang cukup baik akan tetapi masyarakat masih melihat sekolah-sekolah Negeri sebagai sekolah favorit,” timpalnya.

Wakil Ketua DPRD NTB, H Abdul Hadi, berharap agar apa yang dikeluhkan oleh masyarakat dapat diperhatikan oleh Pemerintah. Terutama dalam upaya memperbaiki sistim zonasi ini ke depannya.

“Jadi antara nilai skill atau prestasi anak dengan nilai perengkingan anak-anak yang mengikuti test ujian masuk itu dapat dipadukan, sehingga ada proporsi penerimaan yang ideal bagi anak-anak yang ingin bersekolah di zonasi nya masing-masing,” pungkasnya.

AYA




Komisi I Akan Panggil Dikpora KLU Terkait Guru Yang Dipecat

Sarbiniwati yang sudah mengabdi sejak 13 tahun itu mengaku pernah beberapa kali mengadukan ke Dikpora dan UPTD setempat, namun tidak kunjung mendapatkan solusi

Ketua Komisi I DPRD KLU. Ardianto.(Foto Danu)

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Komisi I DPRD KLU berencana akan memanggil Dikpora terkait pemecatan Sarbiniwati, seorang guru honorer di SDN 3 Anyar oleh Kepala Sekolahnya beberapa waktu lalu.

“Jika nanti ternyata belum ada solusi, kita akan panggil Dikpora dan UPTD, termasuk guru yang dipecat (Sarbiniwati-red),” kata Ketua Komisi I DPRD KLU, Ardianto, Senin (02/07).

Ardianto, menambahkan, pihaknya meminta Sarbini tetap masuk mengajar sampai dengan keluarnya SK pemberhentian. Karena secara administrasi ia masih tercatat sebagai guru honorer di sekolah tersebut.

“Semestinya persoalan ini bisa diselesaikan diinternal UPTD, sehingga status bu Sarbini tidak menggantung dan bisa mendapatkan hak-haknya,” tukasnya lagi.

Sebelumnya, Sarbiniwati mengaku dipecat secara lisan oleh Kepala Sekolah pada tanggal 7 Juni lalu, setelah menolak ditunjuk sebagai guru agama.

“Hanya pemecatan lisan, belum ada secara tertulis. Saya awalnya guru kelas, dan menolak sebagai guru agama karena itu bukan bidang saya. ” tukasnya.

Perempuan yang sudah mengabdi sejak 13 tahun lalu itu juga mengaku pernah beberapa kali mengadukan persoalan ini ke Dikpora dan UPTD setempat, namun tidak kunjung mendapatkan solusi.

“Honor selama tiga bulan sebelumnya juga belum dibayarkan. Saya berharap bisa kembali mengajar,” harapnya.

Sarbiniwati tercatat sebagai guru honorer di SDN 3 Anyar Kecamatan Bayan sejak tahun 2013 lalu, setelah sebelumnya mengajar di SDN 1 Loloan.

DNU




Sitti Rohmi : Zul-Rohmi Konsisten  Majukan Ekosistem Budaya  Dan Seni NTB

 Di Lombok maupun Sumbawa yang memiliki kekayaan khazanah budaya, harus mendapat perhatian dan atensi  lebih serius.  Sebab, memajukan kebudayaan itu terkait erat dengan penguatan jati diri masyarakat

lombokjournal.com —

MATARAM :

Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah dan DR. Hj Siti Rohmi    memberi perhatian besar pada kemajuan kebudayaan dan seni NTB .

Calon Wakil Gubernur No 3, Hj Siti Rohmi, secara khusus menyebut UU No 5 tahun 2017 tentang  Pemajuan Kebudayaan, yang membuka peluang besar bagi aktivis budaya dan kesenian di komunitas masing-masing.

“Pemerintah berkewajiban memfasilitasi aktivitas dan kreativitas, dan gairah para pegiat budaya dan seniman untuk memajukan budaya khususnya budaya dan kesenian lokal,” ujar Siti Rohmi di Mataram, Kamis (07/06) di Mataram.

Siti Rohmi pun menegaskan, di Lombok maupun Sumbawa yang memiliki kekayaan khazanah budaya, harus mendapat perhatian dan atensi  lebih serius.  Sebab, memajukan kebudayaan itu terkait erat dengan penguatan jati diri masyarakat.

“Karya budaya dalam berbagai bentuknya, yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, harus diangkat dan ditingkatkan upaya pembinaannya.  Selain khazanah budaya itu bisa dimanfaatkan bagi pariwisata,  yang lebih penting lagi kita mengembangkan identitas kita sebagai bangsa yang bermartabat,” tegas Rohmi.

Menurut Rohmi, meski selama ini upaya untuk memajukan kebudayaan telah banyak dilakukan, namun harus ada upaya lebih dalam melakukan perlindungan dan pembinaan.

Ditekankannya,  kalau Paslon Gubernur dan wakil Gubernur No. 3 mendapat kepercayaan masyarakat memimpin NTB, ada beberapa hal yang segera dilakukan untuk memajukan budaya.

Pertama, memfasilitasi para pegiat kebudayaan di komunitasnya masing-masing. Para seniman diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menampilkan karya-karya seninya.

Kedua, akan diberikan penghargaan khusus bagi para kreator  yang benar-benar terbukti  telah bekerja bagi pemajuan budaya dan kesenian di daerah.

” Zul Rohmi akan  memperhatikan kesejahteraan seniman dan pegiat budaya,” tegas Rohmi.

Sementara itu Rohmi mengakui, pemajuan kebudayaan dan kesenian itu harus dilakukan secara komprehensif. Upaya yang dilakukannya adalah menciptakan ekosistem budaya yang lebih baik.

“Memajukan kebudayaan tidak hanya satu sektor, tapi semua sektor yang punya hubungan saling terkait.  Untuk menjaga konsistensi kreatif para seniman harus diperhatikan faktor pendukungnya Contoh sederhananya begini,  kalau mau Cupak Gurantang  atau Rudat tetap bisa ditonton harus dipikirkan tempat pertunjukannya, dan sebagainya,” ujar Rohmi.

Rektor Universitas Hamzanwadi ini mengatakan , lahirnya UU Pemajuan Kebudayaan tahun 2017 merupakan komitmen pemerintah untuk memfasilitasi  kreativitas seniman maupun pegiat budaya yang tercermin dalam  Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).

“Spirit UU No 5/2017 memberikan  kesempatan bagi pegiat budaya dan seniman menyampaikan asprasinya. Kemudian menjadi masukan bagi pemerintah pusat dalam menyusun strategi kebudayaan,” beber Rohmi .

Terakhir  Rohmi mengatakan fasilitas seperti gedung pertunjukan itu memang penting. Tapi lebih penting, sebenarnya meningkatkan aktivitas dan kreativitas para pegiat budaya dan seniman di lingkungan atau komunitasnya masing-masing.

“Kalau di tiap komunitas marak dengan kreativitas para seniman atau pegiat budaya, itu secara langsung akan meningkatkan kkesejahteraan mereka,” pungkasnya

Me (*)




Rohmi Ingin Ada Kampung Bahasa Asing

Bagaimana di kampung tersebut, dari mulai anak kecil, pedagang, pegawai, sampai petani percakapannya dengan bahasa Inggris

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR :  Bahasa asing masih menjadi kendala utama masyarakat NTB. Padahal, penguasaan bahasa asing penting menopang pariwisata NTB yang menggeliat.

Cawagub NTB nomor 3, Hj Sitti Rohmi Djalilah ingin tiap kabupaten/kota di NTB memiliki kampung bahasa asing.

“Jadi konsepnya bukan seperti kursus. Pola pengembangan bahasa asing dengan membuat komunitas,” katanya, Senin (04/06).

Rohmi menjelaskan, komunitas ini yang kemudian membuat semacam kampung bahasa asing. Percakapan sehari-hari memakai Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, dan bahasa asing lainnya.

“Karena menjadi kebutuhan komunikasi sehari-hari, maka kampung bahasa asing ini akan cepat berkembang,” sambungnya.

Pola kampung bahasa asing ini, sambung Rohmi, seperti yang dikembangkan kampung Inggris, di Pare, Jawa Timur. Bagaimana di kampung tersebut, dari mulai anak kecil, pedagang, pegawai, sampai petani percakapannya dengan bahasa Inggris.

“Beda kalau kita menggunakan model kursus. Tanpa diaplikasikan, susah berkembang,” imbuhnya.

Rektor Universitas Hamzanwadi ini menyebut, akan membentuk kampung bahasa asing di masing-masing kabupaten/kota. Bagi masyarakat NTB yang ingin memperdalam bahasa, cukup tinggal disana beberapa waktu, akan cepat menguasai bahasa asing.

“Kita ini kurang mau belajar bahasa asing, karena belum menganggap sebagai kebutuhan,” ucap kakak kandung Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi ini.

Lebih jauh, Rohmi membeberkan, hadirnya kampung bahasa asing akan menyokong SDM warga NTB. Pasalnya, NTB saat ini menjadi destinasi wisata unggulan nasional. Jumlah wisatawan asing yang datang kian banyak.

“Tidak mungkin bisa memberi pelayanan yang baik bagi orang asing, sementara bahasa mereka kita tidak tahu,” terangnya.

Adanya kampung bahasa asing ini, tambah Rohmi, juga bisa dimanfaatkan oleh para pelajar dan mahasiswa memperdalam pengetahuan mengenai bahasa asing. Jika selama ini hanya mendapat teori di kelas, begitu masuk kampung bahasa asing bisa langsung praktik

“Tentu hadirnya kampung bahasa asing tidak bisa seperti sulapan. Kita harus susun instrumennya, di awal satu daerah bisa jadi pilot project,” ucapnya.

Rohmi yakin warga NTB memiliki SDM yang baik asalkan diarahkan. Adanya kampung bahasa asing akan membuat kendala bahasa asing terpecahkan. Dengan begitu, ketika masuk ke berbagai sektor pekerjaan tidak lagi terganggu dengan bahasa asing.

“Ya, intinya buat kami (Zul-Rohmi) SDM menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Me  (*)




Tingkatkan Kualitas SDM, Fiddin Siapkan Program Gema Ampuh

Program jaring pengaman  GEMA AMPUH ini anggarannya dirancang bersumber melalui pembiayaan “Three Partied”, yaitu  penyediaan anggaran melalui kerjasama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur,  dana CSR perusahaan swasta dan Partisipasi wali murid

lombokjournal.com —

SELONG, LOMBOK TIMur :  Kabupaten Lombok Timur kaya potensi alam, wisata, kelautan, pertanian maupun perkebunan. Namun, selama ini sumber daya alam dan hayati tersebut belum dikelola secara maksimal untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Calon Bupati Lombok Timur No 4,  HM. Syamsul Luthfi bertekad  meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) warga  Lombok Timur .  Ke depan, Pemda Lotim mampu mengelola dan memanfaatkan  kekayaan alam untuk kemaslahatan dan kemajuan daerah dengan SDM warga Lotim yang terampil di berbagai bidang kehidupan .

“Sebenarnya Lombok Timur ini daerah yang kaya akan potensi. Hanya saja, kita masih belum bisa memaksimalkan potensi itu dengan baik untuk kemajuan daerah karena keterbatasan SDM. Untuk itu, peningkatan kualitas SDM akan kita lakukan,” kata Syamsul Luthfi kepada awak media di sela-sela kampanye dialogis, Minggu (03/06).

Menurut Luthfi,  banyak cara untuk meningkatkan SDM yang akan dilakukan pasangan Fiddin.  Salah satunya adalah menggulirkan Renstra Fiddin bidang pendidikan, yakni  Program GEMA AMPUH (Gerakan Masyarakat Antisipasi Murid Putus Sekolah).

Lebih jauh Luthfi menjelaskan  program jaring pengaman  GEMA AMPUH ini anggarannya dirancang bersumber melalui pembiayaan “Three Partied”, yaitu  penyediaan anggaran melalui kerjasama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur,  dana CSR perusahaan swasta dan Partisipasi wali murid.

“Ada semacam cross subsidi antara murid yang mampu dan yang tidak mampu,” jelas Luthfi.

Program ini, lanjut Luthfi  didesign untuk  meningkatkan kualitas dan kapasitas  tenaga pengajar agar dapat memberikan pendidikan yang baik kepada pelajar.

“Pelan-pelan, metode ini nanti akan dilaksanakan pada SMA Negeri dan Swasta. Siswa/siswi akan dididik untuk menjadi calon-calon pemimpin agar dapat mengabdikan dirinya untuk daerah dan rakyat Lombok Timur,” ungkapnya .

Cabup Lombok Timur nomor 4  ini  menyadari ,  seiring dengan kemajuan jaman, maka  kehidupan akan terus berputar. Karena hal itu, Pemerintah Daerah harus menyiapkan generasi penerus untuk masa depan.

“Dunia ini kan berputar. Kalau tidak kita siapkan saat ini, mau bagaimana nasib Lombok Timur kedepan?” kata kakak dari Dr. M. Zainul Majdi atau yang lebih dikenal TGB itu.

Bidang pendidikan, ungkap Luthfi, akan menjadi prioritas pembangunan di Lombok Timur ke depan. Masyarakat sebagai motor pembangunan harus mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas akan taraf kehidupan rakyat semakin baik dimasa yang akan datang.

“Kalau kita punya potensi tapi orang lain yang menggarapnya buat apa? Rakyat akan semakin sengsara,” tutup Luthfi.

Me (*)




Bedah Buku: Akulah Istri Teroris

Ciri seseorang yang dapat berbuat radikal dan teror salah satunya adalah suka menyendiri atau menjauh dari pergaulan sosial. Namun yang disayangkan, labelisasi teroris nyaris selalu dilekatkan pada agama tertentu, yang ini tentu saja tidak fair

lombokjournal.com —

MATARAM :  Gerakan Indonesia Membaca bekerjasama dengan UNU NTB menyelenggarakan Bedah Buku/Novel karangan Abidah El Khalieqy, kegiatan ini bertempat di aula UNU NTB, Kamis  (24/5)

Baiq MulianahS.PdI, M.Pd (Rektor UNU NTB) menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini, mengingat maraknya aksi terorisme yang terjadi selama ini.

Rektor Universitas  Bq Mulianah, S.PDi, M.Pd  berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya dalam menangkal faham radikalisme yang dapat menghancurkan Negara ini. Isi dari Novel ini selaras dengan apa yang diperjuangkan oleh Nahdlatul Ulama selama ini, sesuai dengan prinsip Mabadi khairu Ummah yakni Prinsip, assidqu ( kejujuran, transparansi, akuntabilitas), tasmmuh (toleransi), tawazzun (keseimbangan) dan ‘adalah (keadilan).

Narasumber Kegiatan ini adalah Prof.Dr.TGH. Masnun, MA, (Rais Suriah PWNU/WR III UIN Mataram), Bapak Kombes Pol. Drs. Tajudin, MH (Wakapolda NTB) dan Narasumber utama adalah Abidah Elhalieqy (Penulis Novel Akulah istri Teroris)

Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa dan Masyarakat Umum  ini berlangsung menarik lantaran gaya pembicara utamanya, Abid alhaky  sangat luwes saat menguraikan isi buku.

Di awal pemaparan penulis, Abidah El Khalieqy menceritakan proses produksi Novel ini, ia menceritakan saat pertama kali ditunjuk oleh Kapolri untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai konsep jihad kepada kelompok masyarakat   yang terindikasi  memiliki pemahaman radikal, ia juga menuturkan saat pertama kali melakukan wawancara dengan  para istri terduga teroris di kampung janda yang berjarak sekitarnya 6 km dari kota Poso.

Abidah El Khalieqy mengatakan, kenapa dirinya  yang ditunjuk untuk menulis novel, karena ialah yang dianggap tepat dilihat dari sisi, pemahaman agama, pengalaman dalam dunia sastra dan juga dari perspektif gender. media yang tepat adalah menggunakan novel.

“Novel ini bersifat Fiksi ilmiah karena bersumber dari fakta empiris yang terjadi di Indonesia,” ungkapnya .

Wakapolda,  NTB, Kombes Pol Drs Tajudin MH mengungkapkan secara sederhana bagaimana konsep teror yang sebenarnya. Teror merupakan tindakan yang dilakukan untuk menakut-nakuti orang lain.

“Ciri seseorang yang dapat berbuat radikal dan terror salah satunya adalah suka menyendiri atau menjauh dari pergaulan sosial. Namun yang patut disayangkan adalah, labelisasi teroris nyaris selalu dilekatkan pada agama tertentu, yang ini tentu saja tidak fair,” kata Wakapolda NTB

Lebih jauh Kombes Pol Tajudin  menambahkan kondisi Negara Indonesia saat ini sangatlah berbeda, hal ini terlihat pada terjadinya penurunan wawasan kebangsaan generasi muda. “Di samping itu, terdapat sekelompok masyarakat yang tidak mau menerima perbedaan, memiliki rasa egoisme yang tinggi dan merasa kelompoknyalah yang  paling benar,” ujarnya

Menyinggung terkait Rancangan  UU Terorisme, Wakapolda  menyatakan bahwa RUU terorisme ini perlu untuk segera disahkan karena terorisme harus dikawal dari hulu bukan dari hilir dan tentunya yang akan diberantas adalah para pelaku pelanggar hukum.

“Kinerja kepolisian selama ini sama seperti pemadam kebakaran bertindak setelah kebakaran terjadi, kedua hal ini tidak bisa disamakan, tindakan teror apapun bentuknya harus dicegah  sedini mungkin” jelasnya

Saat pemerintah suatu negara bertindak represif, menciptakan ketidak-adilan pada masyarakat muslim dan banyak tersebar fitnah, maka seharusnya kita bertindak, demi mewujudkan ketertiban bersama.

Sementara Prof. Dr. TGH. Masnun, MA menjelaskan, ia telah lama mengikuti karya yang ditulis oleh Abidah El Khalieqy semenjak masih studi di Yogyakarta, bahkan mereka merupakan satu alumni di UIN SUKA Yogyakarta.

Prof. Masnun melihat dari sudut pandang keilmuannya yakni Hukum Keluarga,  yang mana seorang perempuan bisa menjadi istri teroris adalah sebuah pilihan.

“Bisa jadi karena kurangnya pemahaman dlm ilmu agama, faktor ekonomi dan beberapa faktor lainnya,” sambung Prof Mahsun

Ditambahkan oleh Prof Mahsun, seorang istri teroris belum tentu langsung ikut menjadi teroris, walaupun dalam kaidah agama disebutkan bahwa perempuan adalah pasangan & mitra dari laki-laki.

“Namun kaidah ini tidak boleh dimaknai secara teks saja, namun harus dilihat secara konteks dan dari sudut pandang yang lebih luas,” pungkasnya

Me




Debat Pilgub NTB, Mori Soroti Banyaknya Lulusan SMK dan Kuliah Yang Nganggur

Perlu ada pemetaan yang jelas baik dalam jumlah sekolah, siswa, dan guru serta lapangan pekerjaan

MATARAM.lombokjournal.com — Calon wakil gubernur NTB Mori Hanafi menyebutkan masih banyak generasi muda di NTB yang belum mendapatkan pekerjaan. Menurutnya, tidak hanya lulusan SMK yang banyak menganggur, melainkan pengangguran lulusan kuliah yang menurut dia mencapai angka 10 ribu orang setiap tahun.

Pernyataan mantan Wakil Ketua DPRD NTB ini, menjawab pertanyaan yang diajukan moderator dalam debat terbuka putaran pertama Pilgub NTB tentang strategi yang akan dilakukan dalam menguatkan peran pendidikan, terutama SMK.

“Yang bisa ditampung kita semua hanya seribu sampai 2 ribu, sisanya tidak punya pekerjaan, jadi persoalan ini tidak hanya di SMK, tapi adik adik yang lulus kuliah pun banyak yang menganggur, ini persoalan sosial di NTB,” ujarnya saat debat publik putaran bertajuk “Kesejahteraan Masyarakat dan Pelayanan Publik” di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Sabtu (12/5) malam.

Mengenai SMK, Mori menyoroti Pemprov NTB yang ia sebut kurang berpihak dengan wacana ingin mengurangi jumlah SMK.

“Padahal kita butuh, kalau perlu SMK yang dibanyakan ketimbang SMA,” ucap Mori.

Ia menilai perlu ada pemetaan yang jelas baik dalam jumlah sekolah, siswa, dan guru serta lapangan pekerjaan. Mori juga akan mendorong setiap SMK memiliki satu produk unggulan.

“Kita juga harus memastikan SMK kejuruan sesuai dengan lapangan pekerjaan yang kita butuhkan, kalau yang lebih banyak perbengkelan ya bengkel, salon ya salon, restoran ya restoran ini yang selama ini belum ada,” kata Mori menjelaskan.

Mori bersanding dengan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh yang menjadi Cagub NTB dengan diusung Partai Gerindra, PAN, PPP, Hanura, PDIP, dan PBB.

AYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suhaili Janjikan Pupuk bagi Tiap Desa di NTB

 

MATARAM — Sebagian besar masyarakat NTB menggantungkan hidup pada sektor pertanian. NTB sendiri dikenal sejak lama sebagai daerah lumbung padi. Namun, masih cukup banyak persoalan yang membelit para petani, baik dalam aspek kesejahteraan hingga ketersediaan faktor pupuk, benih, pestisida yang kerap kali menghambat produksi.

 

Calon Gubernur NTB nomor urut satu, Suhaili, berkomitmen akan memberikan fasilitasi kepada para petani di NTB untuk bisa berproduksi dengan lebih mudah dan murah serta mendapatkan bibit dan pupuk dengan lebih cepat dan berkualitas.

 

“Selama ini sungguh miris, (pertanian) masih menjadi permainan kadang-kadang distributor pupuk, ke depan kalau diberi amanah menjadi Gubernur NTB, bagaimana pupuk di tiap-tiap desa ada, ada Bumdes yang akan kelola dan jual pupuk,” ujar Suhaili saat menjawab pertanyaan dalam debat terbuka putaran pertama di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Sabtu (12/5) malam.

 

Selain itu, ia akan menyiapkan mesin pengolahan padi yang bisa membantu para petani agar tak lagi produksi padi kering giling, tapi kering panen sehingga akan mengurangi biaya produksi.

 

“Ini salah satu upaya kita, kegiatan pasca produksi juga sehingga padi-padi kita jangan dijual ke luar,” ungkapnya.




10 Lulusan Terbaik SMPN 1 Tanjung, Diberikan Reward

Pemberian reward merupakan inisiatif dari alumni yang kini sudah sukses di instansi pemerintah, swasta maupun di dunia usaha

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Ada yang menarik dalam acara perpisahan atau pelepasan siswa-siswi kelas IX di SMPN 1 Tanjung, Lombok Utara, Sabtu (12/5).

Sejumlah alumni angkatan 1988 sekolah tersebut hadir sekaligus memberikan reward secara simbolis kepada siswa yang masuk dalam 10 besar nilai tertinggi kelulusan tahun ajaran 2017-2018.

Salah satu perwakilan alumni 1988 SMP N 1 Tanjung, Muji Bidawati, mengaku, pemberian reward kepada 10 besar bertujuan menyemangati para siswa untuk terus belajar dan berprestasi, tidak hanya di KLU, tapi juga di tingkat Provinsi dan nasional.

“Total hadiah yang kita berikan sebesar Rp. 8 juta lebih. Selain itu ada juga pemberian penghargaan kepada tiga orang guru favorit. Tapi jangan dilihat dari jumlahnya,” katanya, Sabtu (12/5).

Anggota DPRD KLU, Ardianto, yang juga bagian dari alumni 1988, mengatakan, pemberian reward merupakan inisiatif dari kawan-kawan alumni yang kini sudah sukses di instansi pemerintah, swasta maupun di dunia usaha.

“Kita ingin para siswa agar lebih giat untuk meraih cita-citanya dengan membawa nama besar SMPN 1 Tanjung,” harapnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 1 Tanjung, Johdi. S.Pd, berharap kelulusan tahun ini bisa mencapai 100 persen seperti halnya tahun-tahun seblumnya.

“Tidak hanya tingkat kelulusan, tapi nilai juga tidak kalah penting. Tahun lalu misalnya, SMPN 1 Tanjung meraih nilai tertinggi ujian nasional untuk empat mata pelajaran se-KLU,” paparnya.

Johdi juga menambahkan, tahun 2018 ini pihaknya mendapat bantuan fisik senilai Rp.1 Miliar lebih. Dan akan menjadikan SMPN 1 Tanjung sebagai sekolah termegah di KLU.

“SMPN 1 Tanjung akan menjadi sekolah model SPMI. atau sekolah bertarap nasional. RAB-nya sudah kita susun, anggarannya sekitar Rp. 5 milair, dan akan dianggarkan secara bertahap,” katanya lagi.

Di akhir sambutannya, Johdi juga berpesan kepada semua siswanya agar merayakan kelulusan dengan hal-hal yang positif.

“Rayakan dengan cara positif. Dan saya berharap kalian bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” tutupnya.

Dalam acara yang dihadiri Ketua komite sekolah, perwakilan Dikpora KLU, Kapolsek Tanjung, dan wali murid itu, juga dimeriahkan oleh sejumlah pertunjukan seni yang dibawakan para siswa.

DNU