Pemuda Ini Menemukan Benda Bersejarah Di Desa Sapit, Lombok Timur

Benda-benda bersejarah ini akan disimpan dan rencananya mereka akan membuat musium desa

Batu besar bertuliskan aksara kuno (foto : Jannatan)

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com– Pemuda Desa Sapit Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menemukan benda bersejarah di Dusun Batu Cangku, Desa Sapit, Kamis (20/09) pukul 10.00 Wita.

Benda yang ditemukan di tengah pematang sawah warga Kesubakan Tempos itu berupa kendi, piring, tampungan air atau bong yang di dalamnya ada keris dan bukalan tanah yang belum diketahui jenis apa.

“Kita temukan di sawah  kesubakan tempos Dusun Batu Cangku Desa Sapit Kecamatan Suela,” ungkap Jannatan, pemuda Desa Sapit yang juga ikut menemukann benda bersejarah tersebut, kepada lombokjournal.com, saat ditemui di kediamannya, Jumat (28/09) siang.

Jannatan menjelaskan, penemuan benda bersejarah itu dilakukan dengan cara tidak disengaja, tanpa rencana apa pun.

Awalnya, mereka menggali tanah untuk dijadikan kolam yang rencananya untuk membuka lesehan warung makan agar potensi Desa Sapit bisa dioptimalkan sebagai Desa Ekowisata.

“Bermula saat teman – teman pemuda Pusaka Desa melakukan penggalian potensi desanya. Namun pada pengembangan kali ini teman-teman menggali kolam untuk mempersiapkan pembuatan lesehan,” terangnya.

Entah kenapa pada penggalian satu meter mereka menemukan beberapa jenis artepak yang di perkirakan fase keramik.

“Yang pertama kali menemukan adalah Rony, Akir, Eril, Asrori dan Zul. Kemudian saya dan Raham menyusul,” sebut Jannatan, sapaan akrabnya.

Ternayata tak hanya benda tersebut. Para pemuda Sapit juga menemukan jenis benda kuno. Berupa batu besar yang bertuliskan aksara kuno.

“Di tempat terpisah kami mendapatkan batu yang bertulis, dengan tulisan kuno. Yang kemudian di angkut oleh Maturi, Lopi, Saya dan Rahman,” tutur Jannatan, pria lulusan FATEPA Universitas Mataram ini.

“Penemuan ini pada hari Kamis, tanggal 20 jam 10 (Wita). Kalau yang kendi, piring, bong dan bulatan gumpalan tanah itu banyak. Namun kalau batu cuma satu,” tambahnya.

Selanjutnya, dikatakan Jannatan benda-benda bersejarah ini akan disimpan dan rencananya mereka akan membuat musium desa.

“Rencanaya kita simpan untuk membuat musium desa,” ucapnya singkat.

Saat ditanya apakah sering menemukan benda-benda kuno atau benda bersejarah di Desa? Jannatan kembali menjelaskan, penemuan kali ini bukan pertama kali saja. Namun, jauh sebelumnya benda-benda kuno kerap kali ditemukan di Desa Sapit.

“Sengaja kita sembunyikan semua hasil penemuan kita, untuk kita publikasikan nanti pada pengukuhan lembaga adat Desa Sapit,” jawabnya.

Razak




Beasiswa Ke Luar Negeri Dimulai, Bulan Oktober 21 Mahasiswa Ke Polandia

Pengalaman di luar negeri diyakini akan mampu mengikis sekat-sekat primordial yang masih mengental di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mengirimkan 1.000 mahasiswa beasiswa kuliah S2 keluar negeri tiap tahun. Tahap pertama, ada 21 penerima beasiswa akan dikirim ke Polandia pada Oktober mendatang.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, program beasiswa bagi mahasiswa untuk kuliah keluar negeri bukan persoalan yang sulit  jika ada kemauan. Aanimo masyarakat terbukti cukup tinggi saat program beasiswa dibuka.

“Ada 400 orang yang mendaftar, melalui seleksi ketat dan fair akan dikirimkan 21 orang untuk tahap pertama,” ujarnya,  Kamis (27/09).

Pemprov NTB akan rutin mengirimkan 1.000 mahasiswa kuliah keluar negeri, yang terbagi pada dua tahap setiap tahun. Zul mengaku banyak yang mencibir programnya, namun ia optimistis akan dapat terealisasi.

“Apa betul bisa kirim 1.000 orang setiap tahun, kalau lihat wajah-wajah Anda jangankan 1.000 orang, 2 ribu orang juga bisa,” tegasnya

Zul menilai, kuliah di luar negeri akan memberikan pengalaman yang bagus untuk anak-anak NTB dalam memandang dunia dan meningkatkan wawasan.

Dengan adanya pengalaman tersebut, Zul meyakini akan mampu mengikis sekat-sekat primordial yang masih mengental di NTB.

“Kalau keluar negeri, primordial akan kurang tapi rasa kecintaan dan kebangsaan akan lebih kuat,” katanya.

Mengenai Polandia, Zul menilai karena biaya pendidikan di negara tersebut relatif lebih murah dan berada di jantung Eropa. Tidak menutup kemungkinan, NTB akan mengirimkan mahasiswa ke negara-negara lain.

“(Kenapa Polandia) karena murah saja, ada akses yang dibuka, kualitas bagus. Sebenarnya banyak negara di Eropa gratis (pendidikan),” jelasnya.

Terkait pendanaan untuk beasiswa, kata Zul, tidak menggunakan dana dari APBD, melainkan sponsor dari pelaku usaha.

Menurutnya, kalau menggunakan APBD belum bisa dilakukan karena perlu meyakinkan masyarakat dan anggota DPRD NTB terlebih dahulu bahwa program ini sukses. Sedangkan apa yang ia lakukan masih dalam tahap awal.

 

“Kita cari teman-teman yang bisa sponsori kalau bagus baru kita bisa ngomong ke APBD, kalau belum-belum (pakai) APBD diprotes anggota dewan kita. Coba bayangkan ada 1 000 dunia usaha, apa susah bagi pengusaha kirim satu mahasiswa,” katanya.

AYA




Alunan Budaya Desa ke-4,  Fashion Show Kain Tenun Konsep out door Di Persawahan

Merupakan inovasi dari pemuda desa setempat, agardapat mempromosikan potensi kain tenun Pringgasela kepada masyarakat luas

SELONG.lombokjournal.com – Para pemuda di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur akan menggelar event Alunan Budaya Desa. tahun ke empat, menyajikan fashion show khusus kain tenun

Menenun salah satu budaya yang masih lestari di Kecamatan Pringgasela. Dalam event ini menadikan fashion show khusus kain tenun ini sebagai tema besar.

”Tahun lalu kami menghadirkan setidaknya 1.350 penenun yang dapat disaksikan pada puncak acara. Tahun ini kami akan hadirkan fashion show dengan bahan utama kain tenun,” kata Panitia Alunan Budaya Desa ke empat 2018, Nifo Winona Algosyah S.Pt, Rabu (26/09).

Event ini akan diselenggarakan pada 27 Oktober hingga 3 November , dan untuk fashion show akan dilaksanakan pada 28-31 Oktober.

Ini menari, karena kali pertama fashion show akan diadakan dengan konsep out door di lahan persawahan dengan latar pemandangan Gunung Rinjani. Tema fashion show ini ialah Warna dan Irama Tenun dengan tagar An Elaborate Fashion Show Tenun.

”Ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa kain tenun Pringgasela tidak hanya dibuat menjadi sarung, melainkan beragam barang jadi siap pakai. Seperti pakaian, sepatu, tas dll,” ujarnya.

Fashion show ini dapat diikuti oleh peserta dari mana saja. Dengan syarat, fashion yang akan dipertontonkan berbahan dasar tenun Pringgasela.

Ini akan dibuat seperti kompetisi kain tenun bagi desainer-desainer lokal yang berbakat. Melalui kompetisi ini peserta mampu berkreasi dan berinovasi untuk mendesain kain tenun Pringgasela tersebut menjadi sebuah karya (busana).

Sehingga tidak sebatas memiliki unsur keindahan dan komersil saja, namun juga memiliki nilai kearifan budaya lokal yang tinggi.

Ketua Panitia Alunan Budaya Desa ke empat tahun 2018  Azizan Zuhri S.P mengatakan , event ini merupakan kesempatan yang baik bagi siapa saja untuk menunjukkan kemampuannya dalam merancang desain busana berbahan kain tenun.

Kegiatan ini merupakan inovasi dari pemuda desa setempat, agardapat mempromosikan potensi kain tenun Pringgasela kepada masyarakat luas.

“Kami berharap semakin banyak yang tahu tentang Kain Tenun Pringgasela ini. Dengan demikian, budaya dan kesenian ini bisa terus lestari. Selain itu juga bisa mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain kerajinan tenun, Kecamatan Pringgasela memiliki banyak potensi destinasi wisata. Pendakian Rinjani melalui Jalur Timbanuh, arung jeram di Sungai Mencerit, Kolam Renang Putri Duyung, Air Terjun Mayung Polak, Wisata Pancor Datok dan banyak lainnya.

Meski demikian Alunan Budaya Desa ini tetap menonjolkan budaya asli masyarakat Pringgasela. Karena selain Fashion show, ada pula pagelaran musik, wayang dan tari tradisional.

Ia berharap kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat. Kearifan lokal tetap terjaga, anak muda semakin mencintai budayanya dan memererat tali silaturhami.

Selain itu, ia juga berharap tahun berikutnya Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Pemerintah Provinsi NTB hingga Kementerian dapat membantu mempromosikan kegiatan ini. Sehingga dapat diketahui oleh banyak orang dan wisatawan.

AYA (* ).




Najmul Akhyar;  Edukasi Tentang Mitigasi Perlu Ditingkatkan

Guncangan gempa yang meluluhlantakkan Lombok Utara pada Agustus memberikan pelajaran besar bagi masyarakat untuk memahami tentang kondisi daerahnya

MATARAM.lombokjournal.com – Bupati Lombok Utara, H Najmul Ahyar mengatakan, sosialisasi dan edukasi tentang mitigasi bencana perlu ditingkatkan, Selasa , (25/09)

Sebenarnya, sebelum gempa Pemkab Lombok Utara (KLU) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara telah melakukan program mitigasi bencana ke sekolah-sekolah.

Saat ini, peningkatan pemahaman masyarakat tentang kondisi wilayahnya yang rawan bencana makin menjadi perhatian Pemerintah KLU, yang mengalami gempa hebat dengan korban jiwa yang tidak sedikit.

“Mitigasi bencana menjadi bekal untuk anak-anak dan warga kita untuk menghadapi bencana,” ujar Najmul Akhyar.

Dia menilai, guncangan gempa yang meluluhlantakkan Lombok Utara pada Agustus memberikan pelajaran besar bagi masyarakat untuk memahami tentang kondisi daerahnya.

“Masyarakat secara umum harus dipersiapkan, dengan adanya musibah ini menjadi ruang untuk memberi pemahaman ke masyarakat tentang bencana,” katanya.

Najmul juga akan memasukan materi mitigasi bencana ke kurikulum di seluruh sekolah yang ada di Lombok Utara.

“Rencana, saya masukan kurikulum (mitigasi bencana) dari SD sampai SMA, walau SMA bukan urusan kabupaten tapi dalam konteks kepentingan memahami kebencanaan kami akan masukan nanti dalam tahun ajaran baru,” pungksnya

AYA




Jelang Semesteran, Jadwal Bisa Berubah Tergantung Kesiapan Siswa

Suruji juga mengajak seluruh tenaga pendidik melakukan terobosan  dalam mengejar  ketertinggalan materi pembelajaran  yang belum diajarkan kepada para siswanya

MATARAM.lombokjournal.com – Kesiapan siswa menghadapi ujian semester minggu depan dikhawatirkan, akibat gempa yang mengganggu proses belajar mengajar.

Namun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Muhammad Suruji menjelaskan, nanti  jadwal pelaksaananya dibuat fleksibel, dengan menyesuaikan kesiapan  pihak sekolah dan siswa yang terdampak gempa.

“Seperti diketahui, sudah satu bulan lebih  aktivitas belajar mengajar siswa di laksanakan dalam suasana penuh keterbatasan yakni di gelar di bawah tenda darurat,” ujarnya,  Senin (24/09)

Para siswa dan pihak sekolah dituntut untuk bisa menemukan cara mengejar ketertinggalan materi pelajaran yang sempat terhenti, akibat musibah gempa bumi.

“Masih banyaknya materi pembelajaran yang sempat tertunda  secara tidak langsung akan mengganggu kesiapan siswa  yang dalam waktu dekat ini harus menghadapi jadwal ujian tengah semester,” katanya.

Suruji berharap sekolah dan siswa tidak patah semangat dan mengkhawatirkan kondisi tersebut.

“Siswa harus tetap semangat, tidak perlu khawatir karena kami sudah menyiapkan dengan sebaik mungkin,” terangnya

Suruji menjelaskan, meski dalam kalender akademik ujian tengah semester akan segera di lakukan, namun jadwal tersebut bisa saja berubah tergantung kesiapan masing-masing sekolah maupun siswa.

Ia mengajak seluruh siswa di NTB khususnya Pulau Lombok  untuk bisa bangkit  dan kembali bersemangat  mengikuiti aktivitas sekolah.

Selain itu,  Suruji mengajak seluruh tenaga pendidik  melakukan terobosan  dalam mengejar  ketertinggalan materi pembelajaran  yang belum diajarkan kepada para siswanya

“Salah satu caranya  yakni  dengan  memadatkan atau menambah jam pelajaran,” ujarnya.

AYA




Pemerintah Segera Bangun Sekolah Darurat

Gempa bumi yang mengguncang Lombok-Sumbawa mengakibatkan aktifitas belajar mengajar diliburkan, namun Suruji optimis para siswa mampu mengejar ketertinggalan pelajarannya

MATARAM.lombokjournakl.com — Pemerintah Provinsi NTB melalu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan segera membangun sekolah darurat dan ruang belajar darurat bagi siswa-siswi korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTB, H.M. Suruji pada Rabu (19/09).

“Ini kita lakukan demi kenyaman belajar anak-anak korban gempa, pemerintah segera membangun sekolah darurat dan ruang belajar darurat,” ujarnya.

Ia menyatakan Direktorat SMK Kementerian Pendidikan RI akan segera membangun 75 sekolah darurat dan 135 ruang darurat.

Yang akanfi Fokuskan di KLU, Lombok Barat dan Lombok Timur.

Setelah melalui tahapan evaluasi Kemendagri,  Dinas Pendidikan Provinsi NTB juga akan segera membangun sekolah yang dananya bersumber dari APBD.

Meskipun gempa bumi mengguncang Lombok-Sumbawa beberapa waktu lalu yang juga mengakibatkan aktifitas belajar mengajar diliburkan, namun Suruji optimis para siswa mampu mengejar ketertinggalan pelajarannya.

“Insya Allah anak-anak bisa mengejar, ketertinggalan pelajaran,” optimisnya.

AYA




Konjen Tiongkok Tawarkan Mahasiswa UNU Untuk Belajar di Tiongkok

Untuk menunjukkan kesungguhannya, akan dikirim dosen Bahasa Tiongkok untuk mengajar di UNU NTB di Mataram. Paling lambat tahun depan, dosen yang dimaksud akan mulai mengajar

MATARAM.lombokjournal.com – Konsul Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Gou Haodong, mengatakan akan memprioritaskan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB bila berminat melanjutkan pendidikan di jenjang S2 dan S3 di Tiongkok.

Tawaran itu disampaikan Gou Haodong saat berkesempatan berbicara dengan mahasiswa UNU di Aula UNU di Mataram, Senin (10/09).

“Bukankah ini seperti dikatakan Nabi Muhammad, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China,“ kata Gou Hadong sambil bercanda.

Pembantu Rektor (PR) II, Baiq Mulyana yang mendampingi Gou Haodong saat itu, lantas bertanya apakah mahasiswa tahu hadis tentang belajar ke negeri Cina itu. Dengan fasih semua mahasiswa melafalkan hadis Nabi itu dalam bahasa Arab.

Tawaran menempuh pendidikan di Tiongkok itu, menurut Gou, akan meningkatkan sumberdaya manusia anak muda Lombok. Sebab, hanya dengan pendidikan yang memadai mahasiswa kelak dapat memberi layanan yang baik bagi Negara dan masyarakat.

Dengan sumberdaya manusia yang baik, para mahasiswa kelak akan menjadi professional di berbagai bidang, seperti guru, dosen, pengacara atau politikus. “Kalau menjadi politikus yang baik, akan berkontribusi bagi Negara, seperti Pak Jokowi, “ ujar Gou.

Untuk menunjukkan kesungguhannya, Gou mengatakan akan mengirim dosen Bahasa Tiongkok untuk mengajar di UNU di Mataram. Paling lambat tahun depan, dosen yang dimaksud akan mulai mengajar.

Sebelumnya, Gou mengungkapkan keprihatinannya atas bencana gempa bumi yang menimpa Lombok yang menelan korban jiwa dan harta benda. Sampai saat ini para korban masih mengalami kehidupan yang memprihatinkan.

Di Tiongkok sendiri pernah terjadi gempa bumi dasyat yang menyebabkan jatuhnya korban puluhan ribu jiwa. Arena masyarakat Tiongkok saat ini dapat merasakan apa yang tengah diderita korban gempa di Lombok.

Karena itu, menurut Guo, bila mahasiswa Lombok belajar ilmu mitigasi bencana di Tiongkok, akan memperoleh ilmu untuk diterapkan di Lombok yang kerap dilanda gempa bumi.

Gou Haodong yang didampingi Konsulat RRT di Denpasar bersama rombongan, setelah melakukan kunjungan ke UNU dilanjutkan dengan agenda mengunjungi para korban bencana di Lombom Utara.

Me

 

 

 

 




Apel ‘Gerakan Kembali Ke Sekolah ’ Menggelorakan Semangat ‘NTB Bangkit’

Penyerahan bantuan paket pendidikan secara simbolis kepada siswa siswi perwakilan, dilakukan dengan pemakaian seragam oleh Mendikbud

MATARAM.lombokjournal.com —  Apel Siaga Pencanangan “Gerakan Kembali Sekolah”, Minggu (09/09), berlangsung di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy.

Pemerintah Provinsi NTB menggelar  kegiatan itu untuk menggelorakan ‘NTB Bangkitg’ pasca Gempa Bumi Lombok dan Sumbawa, belum lama ini.

Mendikbud mengajak seluruh peserta apel bersama-sama mengheningkan cipta dan sembari mendoakan seluruh korban gempa baik yang telah meninggal dunia maupun yang terluka agar diberi kekuatan dan ketabahan.

“Semoga dengan cobaan ujian yang diberikan oleh Allah untuk masyarakat NTB justru akan membuat rakyat semakin kuat,” harapnya.

Muhadjir kembali menegaskan komitmen Kemdikbud, bekerjasama dengan dinas terkait untuk membantu NTB semaksimal mungkin.

Ia menjelaskan sejumlah daerah sudah memberi komitmennya membangun kembali sekolah yang terdampak gempa. Di antaranya Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Mendikbud mengatakan, bila perlu sekolah yang dbangun akan diberi nama oleh daerah/provinsi yang membantu.

“Apa pun kondisinya anak NTB tidak boleh berhenti belajar. Mari kita hidupkan kembali semangat untuk kembali sekolah,” tegasnya.

Mewakili Gubernur NTB, Asisten Bidang Administrasi dan Umum, Drs. H. Imhal, berharap pencanangan ini dapat meningkatkan akses dan pembelajaran yang bermutu.

Diuraikannya, Pemerintah Provinsi NTB dalam upaya membantu penanggulangan dampak bencana gempa telah membagi tugas setiap OPD, instansi vertikal, BUMN untuk membantu daerah yang terdampak gempa.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah NTB, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan semua pihak”, ungkapnya.

Pada kegiatan itu, diserahkan juga sejumlah bantuan pendidikan dari Kemdikbud, bantuan logistik sembako, paket peralatan sekolah untuk 4 ribu siswa (SD, SMP, SMA, SMK), bantuan relawan untuk bantuan teknis dan bantuan psikososial, bantuan pengembangan program melalui Bina Kerjasama Sekolah Model antar Provinsi (LPMP).

Sebanyak 21 truk bantuan dilepas ke tujuh kabupaten/kota terdampak di NTB. Dalam truk tersebut berisi paket peralatan sekolah untuk 25 ribu siswa, paket sarana permainan dan kesenian, paket sarana sekolah ATK untuk keperluan masa transisi darurat, tenda, terpal, pakaian, perlengkapan ibadah, tikar, selimut, logistik (sembako), sarana media pembelajaran dari Pustekom.

Tak hanya itu, saat ini juga diberikan bantuan tunjangan khusus sebanyak 5.298 guru.

Penyerahan bantuan paket pendidikan secara simbolis kepada siswa siswi perwakilan dilakukan dengan pemakaian seragam oleh Mendikbud sebagai tanda dimulai Gerakan Kembali Sekolah dan Gerakan NTB Bangkit.

AYA/Hms




Presiden Jokowi Tinjau SMP Di Mataram,  Bernyanyi Bersama Siswa

Proses belajar mengajar tetap berjalan baik, meskipun seluruh proses belajar mengajar dilakukan di luar ruangan dengan menggunakan tenda

Berbincang bersama Walikota Mataram, H AHYAR ABDUH

MATARAM.lombokjournal.com — Selepas Apel Kesiapsiagaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Bumi NTB di Desa Kekait Lombok Barat, Presiden RI Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerjanya di di SMP Negeri 6 Mataram, Senin (03/09).

Tiba Sekolah yang berlokasi di Jalan Udayana itu, Presiden  didampingi Gubernur NTB Dr. TGH. M.Zainul Majdi langsung berkeliling meninjau kelayakan gedung sekolah. Serta menemui para siswa dan guru, untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan baik dan lancar.

Meskipun, sudah beberapa minggu, sejumlah ruang bangunan tidak dapat dipergunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar, akibat gempa bumi.

Namun, proses belajar mengajar tetap berjalan baik. Meskipun, seluruh proses belajar mengajar tersebut dilakukan di luar ruangan dengan menggunakan tenda.

Usai berkeliling sekolah, Presiden disambut siswa-siswi yang saat itu serentak menyanyikan yel yel bernada seperti lagu tema Asean Games “Meraih Bintang”.

Isi lagu menceritakan doa dan harapan seluruh siswa, agar gempa bumi yang melanda Lombok, dapat segera berakhir.

Suasana menjadi meriah, karena Presiden langsung ikut bernyanyi dan berjoget dayung, seperti yang berulangkali dilakukannya saat menyaksikan pembukaan dan penutupan Asean Games, yang viral di sosial media.

Usai mengunjungi SMP 6, Presiden Jokowi melanjutkan peninjauan ke RSUD Mataram yang juga terdampak gempa.

AYA




Mendikbud Muhajir Efendi Minta Ibu-ibu Dorong Anaknya Kembali Belajar

Tenda-tenda kegiatan belajar mengajar akan didirikan di halaman sekolah, bila halaman sekolah juga rusak, pemerintah akan memasang tenda di lokasi pengungsian

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com  — Para orang tua korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB),  Diminta mendorong anak-anaknya agar  tetap belajar meski dalam kondisi yang serba sulit.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Efendi menyampaikan itu saat mengunjungi warga di pengungsian Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (21/08).

“Ibu-ibu, kerasan tinggal di tenda?” tanya Muhajir kepada warga di pengungsian Kekait. Sontak ibu-ibu dan warga di pengungsian menjawab tidak.

“Berarti harus segera bangun rumah yah,” lanjut Muhajir.

Khusus untuk para pelajar yang berada di pengungsian, ia meminta tetap belajar meski sekolah-sekolah yang ada sudah rusak. Kemendikbud, akan terus melakukan pemasangan tenda untuk kegiatan belajar mengajar.

Muhajir mengatakan, hingga saat ini Kemendikbud telah memasang 30 tenda untuk kegiatan belajar mengajar di pengungsian. Rencananya, 50 tenda lainnya akan segera menyusul.

Nantinya, tenda-tenda untuk kegiatan belajar mengajar akan didirikan di halaman sekolah. Namun, bagi sekolah yang halamannya juga rusak, pemerintah akan memasang tenda di lokasi pengungsian.

“Saya mohon putra putri didorong belajar, tidak boleh berhenti belajar dalam keadaan apa pun, kalau terlalu lama berhenti belajar nanti kembali sekolahnya susah. Kita juga akan mengirim guru-guru konsultasi trauma dan guru untuk bimbingan kegiatan belajar mengajar,” jelas Muhajir.

AYA