Pemprov NTB  Siap Kirim 15 Mahasiswa Asal Dompu Dan Bima  Kuliah S2 Di Malaysia

Ke luar negeri untuk memperluas cakrawala berpikir, membangun kepercayaan diri anak-anak muda NTB dalam pergaulan dengan anak-anak muda dari banyak negara di dunia, serta belajar menghargai perbedaan (difference) dan kemajemukan (diversity)

lombokjournal.com 

MATARAM. —  Sebanyak  15 sarjana S1 asal Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat siap berangkat melanjutkan pendidikan jenjang S2 ke Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia mulai Agustus 2019.

Para awardee yang lolos seleksi pada awal tahun 2019 itu akan menempuh pendidikan Master of Education dan Master of Arts di kampus berumur 96 tahun yang terletak di wilayah negara bagian Perak Malaysia itu.

Kerja sama bidang pendidikan yang tercakup dalam Program Beasiswa 1000 Mahasiswa S2 NTB ke Luar Negeri  itu, diperkuat oleh penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) antara Pemerintah Provinsi NTB yang diwakili Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan Kepala Biro Kerjasama Setda NTB, Ahmad Nur Aulia, dengan Chancellor UPSI Prof. Dr. M. Dato’ Shatar bin Sabran pada Senin, (25/02) di Kampus Fakultas Seni dan Musik UPSI, di Malaysia

Gubenur Zulkieflimansyah mengungkapkan, Malaysia dan Indonesia termasuk NTB, punya banyak persamaan. Yaitu sama-sama memiliki perbedaan dan kemajemukan di dalam masyarakatnya.

“Namun dari perbedaan dan kemajemukan itu, Malaysia mampu berkembang dan maju secara harmonis dalam setiap sendi kehidupannya. Termasuk dalam kemajuan sistem dan kualitas pendidikan tingginya,” kata Gubernur Zul dalam sambutan sebelum penandatanganan MoU.

Menurut Gubernur Zul, untuk mendobrak sekat-sekat perbedaan dan kemajemukan supaya tidak jadi penghambat kemajuan, adalah perubahan paradigma berpikir, melalui pendidikan.

Ke luar negeri untuk memperluas cakrawala berpikir, membangun kepercayaan diri anak-anak muda NTB dalam pergaulan dengan anak-anak muda dari banyak negara di dunia, serta belajar menghargai perbedaan (difference) dan kemajemukan (diversity).

Dikatakan Gubernur Zul, kerja sama dengan UPSI ini bukan baru kali ini. Sejak 2017 sudah ada program semacam pertukaran pelajar atau program magang para mahasiswa UPSI untuk belajar seni musik, tari dan kebudayaan ke Lombok.

“Dan dari situ, ketika potensi kerja sama beasiswa pendidikan tingkat Magister dan Doktoral di UPSI terbuka lebar dengan biaya kuliah yang murah tapi berkualitas tinggi, kenapa tidak kita ambil peluang itu?” lanjut Gubernur Zul.

Berikut nama para awardee asal Dompu dan Bima yang telah lolos seleksi beasiswa program pascasarjana ke UPSI Malaysia pada Agustus 2019 mendatang.

  1. Nurul Uyun – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Kala, Donggo, Kab. Bima
  2. Juryatina – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Rada, Bolo, Kab. Bima
  3. Firdaus – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Talabiu, Woha, Kab. Bima
  4. Ice Puspitasari – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Waworada, Langgudu, Kab. Bima
  5. Isbah – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Ntonggu, Palibelo, Kab. Bima
  6. Ruwaidah – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Sie, Monta, Kab. Bima
  7. Mahdin – STKIP Yapis Dompu – Desa Mumbu, Woja, Kab. Dompu
  8. Usnatul Fitriyah – STKIP Yapis Dompu – Desa Kareke, Dompu, Kab. Dompu
  9. Sintya Kurniati – STKIP Yapis Dompu – Desa Adu, Hu’u Kab. Dompu
  10. Bachrizal Bakhtiar D. – STKIP Yapis Dompu – Kelurahan Simpasai, Dompu, Kab. Dompu
  11. Burhanuddin – STISIP Mbojo Bima – Kelurahan Bada, Dompu, Kab. Dompu
  12. Tedy Hartadi – STISIP Mbojo Bima – Kelurahan Tanjung, Rasanae Barat Kota Bima
  13. M. Anis Fuadi – Universitas Jember – Kelurahan Mataka.

AYA/Hms NTB

 




 Wagub NTB Kagumi Aplikasi SIM SPAB Karya Anak Muda NTB

Wagub berharap, aplikasi SIM SPAB ini dapat dikolabirasikan dengan dengan aplikasi SiAGANTB yang menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarat terkait kondisi cuaca di NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Aplikasi SIM SPAB yang memberikan kemudahan pihak Dikbud dalam mengumpulkan data sekolah-sekolah yang telah memberikan edukasi mitigasi bencana bagi guru dan siswanya, merupakan hasil karya anak-anak muda NTB.

Mereka bekerja sama eengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam memberikan pendidikan kebencanaan khususnya bagi tenaga pendidik dan siswa yang ada di NTB.

Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengaku kagum dengan karya anak-anak muda NTB yang mampu menunjukkan jati dirinya dengan berprestasi di tingkat nasional.

“Anak-anak muda NTB hebat, bisa menunjukkan jati diri di tingkat nasional, ini sangat membanggakan”, ungkapnya saat melaunching Aplikasi Sistem Informasi Monev Satuan Pendidikan Aman Bencana (SIM SPAB), di Hotel Astoria, Selasa (26/02).

Data yang bisa diperoleh  dari  Aplikasi SIM SPAB tersebut menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk penanganan dan pencegahan bencana di masa akan datang.

Sebagai aplikasi pertama di Indonesia, Ummi Rohmi mengingatkan yang terpenting adalah penggunaannya yang berkelanjutan dan mendatangkan kemanfaatan bagi masyarakat. Bukan hanya di NTB tapi juga di seluruh Provinsi di Indonesia.

“Yang terpenting penggunaannya yang berkelanjutan, jangan sampai setelah dilaunching tidak diisi dan dimanfaatkan dengan baik,” ingatnya.

Wagub mengajak seluruh kabupaten/kota di NTB, untuk memanfaatkan aplikasi hasil karya anak NTB yang telah diakui oleh pemerintah. Aplikasi  ini sebagai sarana dalam mempermudah sosialisai dan edukasi bencana di NTB.

Dengan tujuan agar Pemda mengerti dan lebih memehami terkait proteksi dan mitigasi bencana di masan yang akan datang.

“Mari kita tunjukkan pada tingkat nasional dan seluruh provinsi di Indonesia, bahwa kita bisa menggunakan ini, dan ini pertama di Indonesia,” ujar Wagub.

Wagub berharap, aplikasi SIM SPAB ini dapat dikolabirasikan dengan dengan aplikasi SiAGANTB yang menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarat terkait kondisi cuaca di NTB. ini sebagai langkah mitigasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana.

Menurutnya, proteksi yang paling penting, tindakan preventif sebisa mungkin jangan ada bencana yang disebabkan tindakan manusia. Kita harus tegas, terutama dalam mengatasi sampah, kita suksekan NTB Zero Waste, kita ubah sampah jadi sumber berkah.

“Semoga aplikasi ini berkah, semoga anak NTB semakin maju dan membawa dampak positif bagi Indonesia,” harapnya.

AYA/Hms NTB




Lawatan Ke Malaysia, Gubernur NTB Dan Dubes RI untuk Malaysia, Bicarakan Beasiswa

Ikatan kesamaan dan kedekatan antara Malaysia dan Indonesia, menjadi salah satu dasar kerja sama bidang pendidikan

lombokjournal.com —

KUALA LUMPUR  ;   Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Malaysia di Kuala Lumpur.

Dalam kunjungan itu DR Zul bersilaturrahim dengan Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana, bersama istri, dan ikut dalam kunjungan sejumlah Kepala OPD Pemprov NTB Senin (25/02)  2019.

Dalam lawatan kali ini, Gubernur Zul  mendiskusikan sejumlah hal dengan Dubes Rusdi Kirana. Upaya membuka pintu kerjasama bidang pendidikan terkait program beasiswa 1000 pelajar NTB ke luar negeri, merupakan salah satu fokus perbincangan.

“Pendidikan menjadi perhatian utama kami saat ini. Setelah berhasil mengirimkan 46 mahasiswa S2 ke tiga universitas di Polandia pada bulan Oktober 2018 dan pertengahan Februari 2019 lalu, kami juga ingin mengirimkan pelajar melanjutkan jenjang S2 di Malaysia” papar Gubernur Zul.

Ikatan kesamaan dan kedekatan antara Malaysia dan Indonesia, menjadi salah satu dasar kerja sama bidang pendidikan.

Begitu juga fasilitas pendidikan seperti perpustakaan dan laboratorium yang lengkap di sejumlah kampus ternama di Malaysia.

Dubes Rusdi Kirana menyambut baik niat tersebut. KBRI di Malaysia akan menjembatani antara Pemprov NTB dengan kampus-kampus di Malaysia yang potensial menyediakan kuota beasiswa bagi mahasiswa dari luar Malaysia.

“Saya sangat gembira dan mendukung program beasiswa 1000 mahasiswa NTB ke luar negeri. Kami akan memfasilitasi dan menghubungkan antara universitas di sini dengan Pemprov NTB, ” kata Dubes Rusdi.

AYA/Hms NTB

 




UNBK Terus Dilakukan Pemerintah Provinsi

Materi pembelajaran dan ujiannya harus sesuai dengan apa yang sudah diberikan guru kepada siswanya

MATARAM.lombokjournal.com — Persiapan menjelang Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA, SMK, dan MA   terus dilakukan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB.

Meskipun beberapa waktu lalu NTB, khususnya Lombok mengalami Musibah gempa namun itu tidak berarti bahwa UNBK tidak digunakan.

“Sekolah yang terkena gempa baik itu  SMA,SMK dan  Madrasah Aliyah Seluruhnya menggunakan UNBK,” ujjar Sekretaris Dinas Pendidikn danKebudayaan, Sakran, Jumat (22/02)

Sakran menjelaskan pihaknya sudah melakukan persiapan baik itu persiapan komputer maupun jenis soal yang akan diberikan kepada siswa yang akan mengikuti UNBK.

Karena seperti diketahui beberapa waktu lalu, Tim Pusat Penilaian Pendidikan Dikbud NTB telah melakukan rapat dengan pihak Kepala Sekolah dan guru agar kualitas soal ujian tidak terlalu sulit.

Dari kesimpulan yang diambil di Pusat Penilaian Pendidikan tentu ada penilaian khusus hingga isi soal tahun ini tidak begitu sulit, karena mengukur dari jenis pembelajaran yang sudah diberikan.

“Iya, tingkat kesulitan soal ujian pada tahun ini memang lebih rendah karena para Tim Penilai melihat dari apa yang disampaikan dan apa yang sudah diajarkan oleh guru kepada siswa,” ujarnya.

Ia menambahkan,  materi pembelajaran dan ujiannya itu harus sesuai dengan apa yang sudah diberikan guru kepada siswanya.

“Harus sesuailah, nanti kita salah kalau menguji seseorang jika tidak pernah diberikan pembelajaran atau penjelasan,kelas itu salah dalam pendidikan, ” terangnya

Seperti diketahui ujian nasional  berbasis komputer  (UNBK ) ini akan dilaksnakan pada bulan April yakni dengan Jadwal ujian terlebih dahulu dilakukan oleh SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)  pada mingggu pertama.

Dan di minggu kedua dilakukan oleh SMA (Sekolah menengah atas ) dan MA (Madrasah Aliyah).

AYA




Ke Malaysia, Pemprov NTB Jalin Kerjasama Dengan Universitas Pendidikan Sultan Idris

Dengan diadakannya kesepakatan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan membentuk kegiatan-kegiatan yang menunjang dalam kerjasama dalam aspek pendidikan, kebudayaan, kesenian dan pariwisata.

MATARAM.lombkjournal.com — Pemerintah Provinsi  NTB akan melakukan munjungan  ke Malaysia kali ini dalam rangka untuk melakukan kerjasama  dengan Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia (UPSI).

Kerjasama tersebut  diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepahaman yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia NTB.

Selain itu untuk, mempererat hubungan baik dengan Malaysia, meningkatkan pembangunan di bidang ekonomi dan memperkenalkan budaya NTB di Malaysia.

Menurut Kabag Kerjasama Pemerintahan Biro Administrasi Kerjasama Setda Pemprov NTB, Lalu Ismunandar,  Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemprov NTB dan UPSI akan dilaksanakan pada hari Senin 25 Februari 2019, bertempat di UPSI yang beralamat di Tanjong Malim, Perak Darul Ridzuan 35900 Malaysia.

“Nota Kesepahaman akan ditandatangani oleh Dr. H. Zulkifliemansyah selaku Gubernur NTB dan Prof Dato’ Dr. Mohammad Shatar Sabran Wakil Rektor UPSI UPSI,” ucapnya dalam jumpa pers yang digelar di kantor Gubermur NTB,Jumat (22/02) pagi.

Seperti diketahui, UPSI adalah salah satu universitas di Malaysia yang didirikan pada 1 Mei 1997 melalui Surat Kerajaan PU (A) 132 & 133, tanggal 24 Februari 1997, UPSI adalah salah satu universitas negeri terkemuka di Malaysia.

UPSI menawarkan 100 program sarjana, pascasarjana, doktoral dan jenjang spesial. UPSI masuk dalam dafar universitas terbaik di Malaysia.

Universitas ini memiliki beberapa fakultas di antaranya Bahasa, Seni & Musik, Ilmu Kognitif & Pengembangan Manusia, Sains & Teknologi, Teknologi informasi & Komunikasi, Bisnis &Ekonomi, Ilmu Olahraga dan Ilmu Sosial &Humaniora.

Dengan diadakannya kesepakatan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan membentuk kegiatan-kegiatan yang menunjang dalam kerjasama dalam aspek pendidikan, kebudayaan, kesenian dan pariwisata.

Salah satunya dengan kegiatan pengembangan sumber daya manusia melalui program pengiriman mahasiswa asal NTB ke UPSI Malaysia, sehingga nantinya program ini akan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Tidak itu saja, selain penandatanganan Nota Kesepahaman di UPSI, nantinya juga di rencanakan gubernur akan melakukan beberapa kegiatan di Malaysia.

Di ataranya mengadakan Pameran/Expo dekranasda, silaturrahmi dengan masyarakat rantau NTB di Malaysia dan pertemuan dengan Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana serta menghadiri penandatanganan dokumen persepahaman antara Posnaker BLKLN Provinsi NTB dan angkasa

AYA




Sekda NTB Tekankan Pentingnya Wawasan Kebangsaan

Diskusi ini mengajak seluruh peserta yang hadir dan masyarakat pada umumnya untuk menjaga kondusifitas dan menjadi pelopor pemilu damai

MATARAM.lombokjournal.com — Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (Sekda NTB), Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan yang digagas oleh Gerakan Suluh Kebangsaan di Golden Palace Mataram, Selasa (12/02).

Sekda menyampaikan bahwa pentingnya wawasan kebangsaan sehingga pendidikan wawasan kebangsaan harus dimulai sejak dini.

“Saya dulu saat menjadi kepala dinas Dikpora Provinsi NTB menekankan pentingnya wawasan kebangsaan, waktu itu saya dipesan langsung oleh Damrem (yang menjabat saat itu), beliau mengatakan bahwa wawasan kebangsaan kita ini sudah terkikis di kalangan pelajar,” ungkap Sekda NTB.

Ditambahnya lagi dalam situasi politik saat ini ia berpesan, sebagai warga negara tidak boleh terjadi perpecahan gara-gara beda pilihan dalam pilpres mendatang.

“Himbauan kami dari pemerintah dalam waktu yang semakin dekat pilpres pemilu ini, suasana kebatinan makin hangat, tetap kita menjaga kepala dingin, tetap menjaga persaudaraan karena siapapun yang terpilih dalam pemilu, mereka tetap saudara kita,” kata H. Rosiady.

Senada dengan Sekda NTB, saat itu Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan  Prof. Mahfud MD mengatakan dalam sambutannya, acara diskusi ini mengajak seluruh peserta yang hadir dan masyarakat pada umumnya untuk menjaga kondusifitas dan menjadi pelopor pemilu damai.

“Kami akan mendorong kebebasan menentukan pilihan secara demokratis tanpa bermusuhan. Kontestasi politik harus diartikan sebagai kepentingan bersama untuk mencari yang terbaik, bukan dilakukan sebagai zero sum game. Itulah gagasan kami terkait Gerakan Suluh Kebangsaan ini,” ungkap Mahfud MD.

Pada penutupan acara tersebut, Sekda NTB mengucapkan terima kasih kepada seluruh organisasi dan instansi yang terlibat dalam acara yang sangat membangun itu.

AYA




Gubernur Launching Buku Sejarah Perjalanan HMI di NTB

Dr. Zul juga mengingatkan anak-anak muda NTB agar terus mengembangkan potensi mereka.

lombokjournal.com —

MATARAM  ;      Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menghadiri puncak perayaan Milad HMI ke 72, Minggu (10/02)  malam di Taman Budaya Mataram.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan launching buku “Pergulatan HMI di Pulau Seribu Masjid, Sejarah dan Aksi”.

Buku ini merupakan catatan penelurusan sejarah perjalanan HMI di NTB sejak kehadirannya pada tahun 1963 silam. Buku karya Darsono Yusin Sali ini menggambarkan peran strategis HMI dalam panggung sejarah perkembangan NTB.

Gubernur NTB, pada kesempatan itu menyambut baik kehadiran buah karya intelektual wartawan salah satu media cetak di NTB ini.

“Luar biasa, hebat. Selamat,” kata Gubernur menyemangati penulis.

Melalui sejarah mahasiswa dapat menimba banyak pelajaran. Di samping itu,  Dr. Zul juga mengingatkan anak-anak muda NTB agar terus mengembangkan potensi mereka.

Kata dia, anak-anak muda NTB sangat potensial asalkan mereka diberi kesempatan berkembang. Mereka juga tidak kalah dengan tokoh-tokoh nasional lainnya. Sehinggga demikian, anak-anak NTB di masa depan tidak boleh hanya jadi penonton saja, tetapi harus jadi penentu.

“Saya tidak mau momentum 2024 anak anak hebat NTB hanya jadi penonton dan jago kandang di NTB saja. Siapapun yang jadi capres di kubu manapun ada anak anak NTB,” ungkap Dr. Zul.

Melalui program pemberian beasiswa keluar negeri kata Dr. Zul, ini jadi salah satu upaya meningkatkan SDM NTB menjadi lebih baik.

Di samping itu, melalui pemberian beasiswa diharapkan mampu melahirkan anak-anak muda hebat tidak saja bisa bicara di tataran lokal tapi juga nasional.

Me

 




Awardee Ke Polandia, Bangga Dan Akan Membangun Daerah

Di Polandia, tidak hanya belajar namun juga bisa membangun jaringan sehingga setelah lulus dapat berkontribusi membangun NTB dan Indonesia yang lebih baik

MATARAM.lombokjournal.com —  Para penerima beasiswa (awardee) itu telah mendapatkan sesuatu yang sudah lama diimpikannya, yang diperoleh tersebut merupakan hasil kerja keras dan doa serta dukungan dari berbagai pihak, seperti orang tua,  sahabat,  masyarakat dan pemerintah daerah.

Perasaan senang dan bahagia terungkap ketika mereka berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, yaitu ke Polandia, di Pendopo Gubernur NTB.

Muhammad Alam Setiawan misalnya. Penerima beasiswa asal Lombok Tengah ini menyampaikan,  melanjutkan pendidikan ke luar negeri merupakan keinginan yang sudah lama dicita-citakannya.

Namun baru kali ini bisa terwujud, saat pemerintah Provinsi NTB memberikan beasiswa ke para pemuda.

“Bersyukur banget,  ini rezeki yang tidak disangka-sangka,” ungkapnya saat Pre-Departure Training (DPT)  Program dan Pelepasan Awardee Batch II Tujuan Polandia, di Pendopo Gubernur NTB.

Harapannya, saat di Polandia, ia tidak hanya belajar namun juga bisa membangun jaringan. Sehingga, setelah lulus nanti, ia dapat berkontribusi membangun NTB dan Indonesia yang lebih baik.

“Membangun daerah tidak harus kembali ke daerah,” jelas alumni Unram yang akan melanjutkan Program Master Tourism and Recreation di Vistula Group of Universities, Polandia.

Awardee lainnya,  Imam Wierawansyah Eltara, dari Sumbawa menyampaikan terima kasih dan rasa bangganya kepada masyarakat dan pemerintah NTB. Sebab menurutnya,  dengan adanya beasiswa itu,  ia bisa melanjutkan pendidikannya ke luar negeri.

“Saya berjanji akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Saya akan berusaha sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan masyarakat NTB,” ungkap pria yang mengambil program Master of Energy Management.

Hal senada juga disampaikan Ita Astuti,  penerima beasiswa asal Kacamatan Keruak,  Kabupaten Lombok Timur. Ia mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak,  terutama masyarakat dan pemerintah NTB atas beasiswa itu.

Pemerintah NTB katanya, telah memberikan kesempatan untuk membangun mimpinya melanjutkan pendidikan ke luar negeri . Sehingga suatu saat nanti dapat berkontribusi bagi masyarakat dan daerah NTB.

“Saya akan menjaga nama baik NTB di Polandia,” ungkapnya. Ia juga berjanji, selepas lulus nanti,  akan membangun Sumber Daya Manusia  (SDM) di bidang pariwisata.

Untuk diketahui,  pada bethc atau tahap II ini,  sebanyak 27 orang pemuda NTB yang akan melanjutkan pendidikan S2 ke Negara Polandia.

Mereka akan diberangkatkan pada tanggal 15 Febuari 2019 mendatang.  Para alumni dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu telah melewati proses seleksi yang ketat. Baik dari segi akademik maupun wawasan keilmuan umum lainnya.

Mereka ini akan menimba ilmu di 4 kampus di Polandia, antara lain Collegium civitas, Warsawa University of Life Science dan Vistula Group of University dan University of Warsawa.

Me




Irzani : Selain Bisa Ngaji, Santri Harus familiar dengan Teknologi

Teknologi diperlukan untuk memperluas cakupan pesantren sebagai media dakwah, bertukar ide dan gagasan dengan dunia luar yang ingin menjadikan pesantren sebagai tempat belajar

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan i harus mulai beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dewasa ini.

Calon Anggota DPD RI Dapil NTB Nomor Urut 30, H Irzani mengatakan, perkembangan teknologi yang sangat pesat, dan mengubah seluruh aspek kehidupan termasuk cara pandang masyarakat terhadap pesantren.

Hal ini membuat pesantren harus mulai adaptif dan familiar  memanfaatkan teknologi.

“Jika kemajuan teknologi tidak direspons dengan agresif, maka pesantren akan tertinggal jauh dengan lembaga pendidikan pada umumnya. Inilah yang kemudian menjadi tantangan pesantren saat ini,” kata Irzani, yang juga Sekretaris Umum NW NTB, Minggu (9/2)

Pesantren adalah lembaga pendidikan yang bertujuan mendidik dan menggembleng para santri, salah satunya dengan menjadikannya juru dakwah agama bagi kalangan masyarakat luas.

Tujuan tersebut tentu harus bersinergi dengan cara yang mestinya dilakukan pesantren dalam mempersiapkan santri kelak setelah kembali ke masyarakat.

Irzani mengatakan, teknologi informasi saat ini telah menjadi bagian gaya hidup sehari-hari banyak orang. Sebut saja sosial media yang telah membagi manusia ke dalam dua dunia: nyata dan maya.

Hal ini penting untuk disikapi pesantren mengingat kemajuan tersebut selalu memiliki dampak negatif disamping positif.

“Teknologi haruslah menjadi media transfomasi nilai-nilai positif dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan secara terus-menerus. Termasuk bagi pesantren,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini membuat pesantren harus merespon kemajuan tersebut dengan bijak. Salah satu pilihannya adalah memanfaatkan teknologi sebagai media untuk memaksimalkan pengembangan keilmuan para santri atau peserta didik, termasuk sebagai media dakwah.

Dengan demikian, santri sebagai produk pesantren haruslah mulai belajar hal-hal baru utamanya teknologi.

“Karena dapat kita definisikan bahwa, santri hari ini bukan hanya santri yang pandai membaca kitab kuning, namun gagap teknologi. Bukan pula mereka yang hanya paham ilmu ulama salaf tanpa tahu ilmu ulama kholaf. Begitulah kurang lebihnya,” katanya.

Bagi Irzani, santri yang baik harus sesuai tuntutan sosial. Mereka harus paham terhadap kenyataan, mengerti situasi kekinian, dapat menyelesaikan problem sosial dengan sikap arif dan dan berlandaskan hukum yang benar, tanpa terlepas dari tradisi yang dipegang oleh ulama terdahulu.

Di sinilah peran pondok pesantren untuk mencetak santri yang diharapkan itu. Sudah waktunya pondok pesantren dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah santri menuntut ilmu, memperluas ruang dawah pesantren dan mempertimbangkan efektivitas belajar,” tukasnya.

Teknologi dan Pesantren

Irzani mengatakan, model pembelajaran efektif diperlukan oleh setiap lembaga pendidikan termasuk pesantren. Mau tidak mau teknologi perlu menjadi penunjang untuk memaksimalkan pembelajaran.

“Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pesantren akan memberikan banyak kemudahan. Seperti fleksibelitas program pendidikan, dakwah syiar Islam dan bahan kajian keilmuan yang dapat dibuat lebih menarik dan berkesan,” katanya.

Irzani menegaskan, kelak hal ini juga yang akan disuarakan jika diberi amanah mewakili masyarakat NTB sebagai Anggota DPD RI.

Dipaparkan, pesantren adalah komunitas yang tidak sekadar tempat berkumpulnya santri. Interaksi antara kyai dan santri atau santri dan ustad merupakan satu transaksi pertukaran ide dan gagasan.

Hal ini dapat dilihat dari tradisi pembelajaran pesantren yang disebut dengan mudzakaroh. Di sinilah perlunya teknologi untuk memperluas cakupan pesantren sebagai media dakwah, bertukar ide dan gagasan dengan dunia luar yang ingin menjadikan pesantren sebagai tempat belajar.

“Pesantren perlu memanfaatkan teknologi untuk memperluas cakrawala dakwah dan keilmuan Islam,” katanya.

Menurutnya, desain pesantren yang ramah teknologi adalah keniscayaan, mengingat diantara hal yang positif akan selalu hadir sisi negatif.

 

Ilmu agama maupun teknologi selalu lahir bersamaan. Pesantren yang merupakan tempat mengaji ilmu agama, juga harus mendapat sentuhan teknologi agar menghasilkan kader-kader yang tak kalah dengan sekolah umum.

“Kehadiran teknologi di pesantren diharapkan memberikan manfaat lebih lantaran selain mendapat sentuhan teknologi, para santri juga memiliki pendalaman agama yang baik,” tukasnya.

Me




Beasiswa Diprioritaskan Bagi Yang Punya Semangat Belajar Tinggi

Peserta yang berminat saat ini sudah mencapai angka 1700 orang.  Mereka akan melewati seleksi kesehatan dan bagi yang sudah siap akan dibekali pelatihan bahasa asing gratis

MATARAM.lombokjournal.com — Mahasiswa yang lulus seleksi bea siswa ke luar negeri hendaknya diprioritaskan bagi yang gigih dan punya semangat belajar tinggi, meski keterampilan bahasanya masih tingkat dasar.

Penegasan itu disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah pada  rapat singkat dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. NTB di Jl.Pendidikan 19A Rabu (30/01)

Ditegaskannya, Program Beasiswa belajar ke luar negeri yang dijalankan pemerintah daerah saat ini, sudah berjalan dengan baik dan lancar.

Menurut Gubernur, dengan modal semangat yang kuat, mahasiswa yang ingin belajar ke luar negeri akan lebih mudah menjalani proses belajar dengan baik.

“Saya ingin jangan sampai anak NTB yang punya kemampuan bahasa minim tidak jadi berangkat,” tegas Doktor Zul

Untuk itu, gubernur mengingatkan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB agar memfasilitasi masyarakat yang ingin belajar ke luar negeri, dengan menyiapkan peserta melalui pelatihan bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Mandarin

Menangapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB H. Muh. Suruji mejelaskan program beasiswa ke luar negeri pemerintah daerah telah berlangsung selama 4 tahun, namun saat ini gubernur memerintahkan agar pelaksanaannya ditingkatkan lagi, sehingga pemuda di NTB lebih banyak lagi belajar ke luar negeri.

Ia menambahkan peserta yang berminat saat ini sudah mencapai angka 1700 orang.  Mereka akan melewati seleksi kesehatan dan bagi yang sudah siap akan dibekali pelatihan bahasa asing gratis.

AYA/Hms