Guru PAUD Asal Sumbawa Studi Banding Ke Malaysia

Sebagian besar para guru itu menyampaikan suka citanya,  baru kali ini mereka mendapat kesempatan melakukan studi banding ke luar negeri

MATARAM.lombokjournal.om — Sebanyak 26 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) asal Kabupaten Sumbawa Barat akan melakukan studi banding ke Malaysia.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi istri, Hj. Niken Saptarini Widiyawati melepas guru-guru tersebut, di Pendopo Gubernur, Sabtu (30/03) malam.

Guru-guru yang akan mengikuti berbagai kegiatan selama lima hari itu, diharapkan menjadi Duta masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTB. Selain menimba ilmu untuk meningkatkan kapasitas diri, mereka dapat menceritakan hal-hal baik tentang NTB.

Gubernur Zul sangat mengapresiasi semangat belajar yang ditunjukkan oleh para guru PAUD yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Sumbawa itu.

“Meski sebagai guru PAUD, mereka perlu pengetahuan apa yang berkembang d luar, sehingga banyak hal positif yang bisa diserap,” kata Gubernur Zul .

Hj Niken Saptarini yang mendampingi Gubernur Zul, tampak banyak berdialog dengan para guru tersebut.  Sebagian besar para guru itu menyampaikan suka citanya. Mereka mengaku,  baru kali ini mereka mendapat kesempatan melakukan studi banding ke luar negeri.

Gubernur Zul mengaku, keempatan yang sama juga aka diiberikan pra guru PAUD dari berbagai daerah lainnya di NTB.

Rr




Gubernur Zul Ingin JSIT Jadi Model Sekolah Islam Terpadu Internasional Di Indonesia

Keberadaan JSIT harus mampu menghadirkan guru matematik sains dan teknologi dengan berpenampilan menarik, artikulasinya memukau, sehingga semua anak NTB pandai agama, pandai hadist tapi juga pandai matematika sains dan teknologi

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, DR Zulkieflimasyah menginginkan,  Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) yang ada di NTB, menjadi salah satu model sekolah islam terpadu yang bertarap internasional di Indonesia.

Harapan Gubermur  NTB itu disampaikan saat mejadi keynot speaker pada acara parenting akbar JSIT (Jaringan Sekolah Islam terpadu) Indonesia, di Ball Room Islamic Center NTB, Kamis, (28/03).

Menghadapi kemajuan pembangunan di NTB, khususnya dengan terpilihnya NTB sebagai tuan rumah penyelenggaraan event internasional MotoGP di Kawasan Mandalika Lombok pada tahun 2021 mendatang, akan berdampak besar terhadap masuknya investor-investor besar dan hebat dari luar negeri.

Kemajuan ini tentu akan sejalan dengan kebutuhan akan pendidikan yang hebat dan tentunya bertarap internasional.

Gubernur menekankan, ke depan tenaga pendidik di Sekolah Islam Terpadu yang ada, dalam proses pendidikan kepada siswa, tidak hanya ditekan untuk pandai menghafal Qur’an, pandai belajar agama, tapi juga harus unggul dan tidak boleh lemah dalam pelajaran matematika sains dan teknologi.

“Salah satu kelemahan dunia Islam, terutama Sekolah Islam di Jakarta dan termasuk di NTB ini, adalah kita pandai menghafal Qur’an, kita pandai belajar agama, tapi biasanya lemah dalam pelajaran matematika sains dan teknologi,”,katanya.

Doktor Zul berharap, ke depan JSIT harus mampu memiliki guru-guru yang mampu menberitakan kepada anak-anak didik kita tentang keagungan Allah SWT, tapi juga mampu menceritakan bagaiman maha besarnya Allah SWT, dengan cerita-cerita indah di dunia Matematika sains dan teknologi.

“Saya menginginkan anak-anak Nusa Tenggara Barat mampu menghafal Qur’an, mampu menghafal Hadist Nabi Muhammad SAW, tapi juga harus mampu menjadi Dokter yang baik, mampu menjadi Bankers, mampu menjadi ekonom, insinyur dan profesi-profesi lainnya”, harapnya.

Bagaimana ke depan membangun strategi untuk membangkitkan rasa cinta kepada anak terhadap sains dan teknologi. Dengan menghadirkan tenaga pendidikan yang baik dan handal.

“Hampir semua tempat di dunia ini alergi dengan Matematika, namun karena gurunya yang baik kita jadi senang memperlajarinya”, ujarnya.

Keberadaan JSIT harus mampu merubah hal itu, dengan menghadirkan guru matematik sains dan teknologi dengan berpenampilan menarik, artikulasinya memukau, sehingga semua anak NTB pandai agama, pandai hadist tapi juga pandai matematika sains dan teknologi.

Menurutnya dalam menunjang hal tersebut, JSIT di Lombok, harus secara berkala dan reguler mengupgrade kemampuan guru-gurunya. Tidak saja dengan ilmu-ilmu agama tapi juga guru-guru berhak menikmati indahnya kehidupan duniawi. Dengan mengirim guru-guru study banding ketempat lain yang lebih indah.

“Dalam waktu dekat saya juga akan mengirim 25 guru PAUD dari Kecamatan Seteluk, Sumbawa Barat, untuk melakukan studi banding terkait pendidikan Anak Usia Dini di Negara Malaysia”, ungkapnya.

Gubernur juga menyerahkan secara simbolis Kunci 25 Rumah guru dan rehab 8 sekolah terdampak gempa yang telah selesai dibangun dan direhab dengan bantuan Jaringan Sekolah Islam Terpadu di Indonesia.

“Mudah-mudahan aksi nyata JSIT ini bahwa keinginan merubah dunia sudah dimulai dengan merubah diri kita sendiri, bermetamorfosis menjadi satu komunitas menjelma menjadi satu gerakan membangun pendidikan sekolah islam terpadu di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Mawardi / Biro Humas dan Protokol Setda NTB




SMKPP Negeri Diharapkan Bangkitkan Animo Generasi Muda Geluti Pertanian

Dengan keberadaan gedung penunjang fasilitas pembelajaran saat ini, diharapkan dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam peningkatan produktivitas dan kreativitas SDM di SMKPP

. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meresmikan tiga Gedung penunjang belajar, dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan kreativitas siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pendidikan Pertanian (SMKPP) Mataram.

Ketiga gedung itu adalah Gedung Technopark “Dewi Sri”,  Gedung Asrama Siswa “Oryza Sativa” SMKPP Negeri dan Gedung Asrama “Gili Nanggu” Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB. Rabu, (27/3).

Dikatakan Wagub, sektor pertanian merupakan salah satu andalan Provinsi NTB, dan dari waktu ke waktu tidak bisa bergeser, karena hal ini infeknya besar bagi pertumbuhan ekonomi di NTB.

Menurutnyai, yang perlu menjadi perhatian bersama saat ini adalah turunnya animo anak-anak muda di NTB untuk belajar dan menggeluti bidang pertanian.

Penyebabnya, karena pertanian masih dianggap sebagai profesi yang tidak menjanjikan.

“Padahal kalau kita Serius dalam pertanian tidak ada kata rugi, kalau kita paham dan mengerti teknologi pertanian tersebut, maka pertanian lebih menjanjikan dari profesi lainnya”, ujarnya.

SMKPP Negeri Mataram dengan fasilitas penunjang yang ada, diharapkan menjadi salah satu sarana untuk membangkitkan kembali animo generasi muda di NTB dalam menggeluti sektor pertanian.

“Animo anak muda NTB menggeluti bidang pertanian harus ditingkatkan. Tidak boleh setengah-setengah dalam pertanian, dan perlu menjadi pertanyaan kenapa animo anak muda NTB dalam pertanian turun”, tandasnya.

Oleh karena itu, perlu pembenahan terhadap sistem pembelajaran, dan sistem belajar juga harus sesuai dengan kemajuan dan perkembangan teknologi di era 4.0 saat ini. Khususnya kemajuan teknologi Ponsel, harus bisa dimanfaatkan sebagai sarana menunjang pembelajaran melalui informasi teknologi yang ada.

Wagub juga mengingatkan agar managemen SMKPP juga harus terus dibenahi. Ia berharap apa yang menjadi kekukarangan harus terus dikorek dan dibenahi.

Dengan keberadaan gedung penunjang fasilitas pembelajaran saat ini, diharapkan mampu dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam peningkatan produktivitas dan kreativitas SDM di SMKPP di masa depan.

“Fasilitas ini mari kita manfaat sebaik-baiknya, khususnya management dan lingkungan harus ditata dengan baik dan asri”, imbuhnya.

Sebelumnya Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB husnul Fauzi dalam laporannya mengatakan, SMKPP sebagai salah satu UPTD di bawah Dibawah dinas pwetanian dan peekenunan memiliki 728 siswa, dengan 8 kopentensi keahlian.

Ia juga berharap dengan adanya Tiga gedung yang diresmikan, dengan anggrana DAK sebesar 5,1 M itu, akan mampu menunjang proses pembelajaran di Sekolah pertanian tersebut.

Di hadapan Wagub ia mengatakan, saat ini SMKPP membutuhkan tenaga-tenaga pendidik yang berkomoetensi. Hal itu untuk menyiapkan lulusan-lulusan yang kompeten dan siap kerja.

“Dengan keberadaan gedung asrama ini diharapkan mampu menampung siswa SMKPP sesuai target yakni 20 persen, dimana saat ini hanya mampu menampung 180 siswa saja,” ujarnya.

AYA/Hms NTB




Wagub Bertemu Direktur Qatar Foundation, Bahas Beasiswa Untuk Para Santri

Diharapkan momentum ini direspon dengan baik oleh Ponpes-ponpes yang ada di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima Audiensi Direktur Qatar Foundation Ms. Suhair Taufiq Salah dan Ms. Sahar J. Bakrie, terkait investasi dalam bidang pendidikan, di ruang kerjanya, Senin, (25/03) 2019.

Qatar Foundation yang telah bekerjasama dengan 200 lebih Universitas di dunia akan melakukan penjajakan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB, khususnya Ponpes-ponpes yang ada di NTB untuk diberikan beasiswa Diploma kepada siswa lulusan SMA/MA,

Syaratnya,  menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Selain beasiswa full, mahasiswa yang lulus juga akan diberikan pekerjaan.

Wagub menyambut baik penjajakan kerja sama dengan Qatar Foundation tersebut, dan berharap momentum ini direspon dengan baik oleh Ponpes-ponpes yang ada di NTB.

Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga akan segera menindak lanjuti dengan berkoordinasi untuk menyelesaikan regulasi-regulasi yang dibutuhkan untuk membangun kerjasama tersebut.

“Saya rasa ini sangat bagus dan profesional, dengan melihat secara langsung gambaran terkait rekrutmen calon penerima beasiswa di NTB,” ujarnya.

AYA

 




UNBK Dimulai, Diikuti 72 Ribu Lebih Siswa SMA Dan SMK

Soal ujian di daerah terdampak gempa juga diberi keringanan dengan tingkat kesukaran soal yang tidak terlalu Rumit

MATARAM.lombokjournal.com —  Ujian Nasional berbasis Komuter (UNBK) mulai dilaksanakan pada Maret hingga April mendatang.

Jumlah siswa  yang mengikuti UNBK untuk  SMA sebanyak 23.234, SMK 20.531,MA 19.870  jadi totalnya ada 72.635 orang siswa untuk 2019.

Hal ini dismoaikan Kepala Dinas pendidikan dn kebudayaan (Dikbud) NTB H. Muhammad Suruji. Dikatakannya, seluruh Sekolah di NTB baik  swasta maupun negeri menggunakan UNBK tanpa terkecuali kabupaten yang terkena musibah gempa bebrapa wktu lalu.

“Seluruhnya menggunakan UNBK, di KLU  dan Lombok Timur yang tekena gempa bebraoa waktu lalu juga menggunakan uNBK,” ujarnya

Dikataknnya, jika UNBK di KLU dan Lombok tumur diatasi dengan cara menggabungkan komputer yang masih bisa dipakai dengan satu sekolah yang lain.

“Bersama sama digunakan, karenAsebenarnya  untuk UNBK tidak mesti semua sekolah memiliki komputer yang cukup untuk yang jumlah siswa siswinya  banyak. Tetapi bisa mengabung artinya di satu tempat bisa bebrapa sekolah melaksankn itu,” terangnya

Terkait Untuk kondisi bangunan tidak layak digunakan di KLU suruji mensiasati dengan menggabungkan tempat ujian, tentunya dengan waktu yang berbeda.

“Gabung ke sekolah lain ada  juga skolah swasta yang tidak punya fasilitas  bukan karena faktor Fisik yang tdak layak tapi juga ada sekolah yang mungkin jumlah  siswanya sedikit.kalau yang ikut ujian Minimal kan 20  orng siswa,” kata Suruji.

Kalau di KLU secara  fisik ujiannya menggunakan bangunan yang sudah dibuat saat ini,  dan komputerisasinya sudah banyak di suport oleh dikbud sebelum ujian jadi UNBK se NTB dilakskan  100 persen  Sekolah negeri maupun swasta .

Selain maslah tempat oelksanaan UNBK, untuk soal ujian di daerah terdampak gempa juga di beri keringanan dengan tinggat kesukaran sil yang tidak terlalu Rumit.

“Soalnya  kita diberikan oleh kementrian itu langsung,dengan tingkat kesukaran yang berbeda, lebih rendah dalam kondisi Normal tanpa ada bencana jadi soal yg sekarang secar umum lebih gampang tingkat kesukaran lebih rendah dibandingkan tahun lalu,” tegasnya

Karena  perbedaan perlakun di daerah bencana  sudah disepakati dan disupervisi dari pusat,  kalau yang tidak terkena bencana soalnya normal,

“Termasuk KLU diberikan soal yang berbeda, beda dengan Mataram karena sekolahnya baik  SMA dan SMK  lebih siap,” jela Suruji.

Perbedaan perlakuan itu sudah standar dilakukan, karena dimana ada bencana yang tentunya mengganggu proses  belajar mengajar terlebih dalam waktu yang lama.

“Karena tidak mungkin kita meminta kondisi dan  kwalitas yang sama  untuk konsisi yang berbeda, itu memng standar di berlakukan kalau ada bencana sepanjang dalam tahun pelajatan pasti akan ada perlakun Khusus,” kata Suruji.

AYA




Wagub Hj Rohmi Pantau Hari Pertama UNBK

ngatasi jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan pihk sekolah sudah menyiapkan Jenset serta beberapa komputer atau laptop

MATARAM.lombokjournal.com — -Wakil Gubernur NTB Hj. sitti Rohmi Djalillah memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK 6 Mataram.

Di hari pertama pelaksanaan UNBK ini, Wagub  sempat memantau  langsung suasana ujian di sekolah tersebut, untuk memastikan pelaksanaan UNBK berjalan lancar termasuk dari segi kelengkapan fasilitas pendukung.

Seperti diketahui, hari ini sampai dengan tanggal 25 maret 2019, seluruh SMK di Indonesia secara serentak melaksanakan UNBK. Termasuk juga sekolah Menengah kejuruan (SMK) di Provinsi NTB.

Dari hasil pantauAnnya, Hj Rohmi menilai pelaksanaan UNBK sudah cukup bagus, serta menghimbau agar koneksi tidak terganggu saat pelaksanan agar tidak mrngganggu konsentrasi siswa.

“Hasil pantauan bagus, yang saya perlu ingatkan tadi koneksi aja, terutama kan yang namanya online jangan sampai mengnggu konsentrasi siswa yang mengerjakan ujian,” tegasnya

Wagub menjelaskan, selain koneksi listrik juga harus disiapkan dengan sebaik-baiknya

“Listrik harus siap jenset, kita gak tau PLN nanti tiba-tiba mati, walaupun Pemprov sudah   koordinasi dengan PLN, semuanya kita sudah persiapkan agar pada saat pelaksaan tidak mengganggu,” harap Wagub.

Sementara itu, Kepala SMK 6 Mataram, Ridha Rosalina SE,menyatakan,  jika jumlah siswa yang mengikuti UNBK sebanyak 89 orang terdiri dari tiga sesion.

Untuk mengatasi jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan pihk sekolah sudah menyiapkan Jenset serta beberapa komputer atau laptop .

“Jadi kami di sini menyiapkan cadangan peserta yang satu ruangn kan 30  orang ,kita siapkan komputer atau laptop ada 35 jika ada yang ngadat jangan smpai terganggu atau dirrugikan,” tutur Ridha

SelAin menyiapkan komputer, laptop dan jenset, pihak sekolah sebelum menjelng UNBK, sudah melakukan simulasi  ujian dengan menggunakan komputer yang tujuannyA untuk mengetahui jika ada atau tidaknya gangguan server.

“Alhmdulilah pada saat pelaksanaan tidak ada kendala, karena pihaknya juga  bersurat ke PLN untuk permakluman ada UNBK,” katanya.

AYA

 

 




DPD IMM NTB Ajak Mahasiswa Ikut Memilih Di Pemilu 2019

Dalam kegiatan ini selain dapat menjadi wadah pendidikan kepemiluan, juga mendorong partisipasi masyarakat dalam ikut memilih dan meminimalisirangka golput di 17 April 2019 mendatang

MATARAM.lombokjournal.com — Dalam Memeriahkan Milad Ke 55, DPD IMM NTB Bersama KPU NTB melaksanakan ‘Kegiatan KPU Goes To campus’ dengan Tema “sosialisasi Hari Pemungutan Suara dan Tata Cara Pindah Memilih”.

Tujuannya memberikan pemahamaman kepada masyarakat, khususnya mahasiswa agar tidak golput.  Harapannya, masyarakat berbondong Bondong memberikan hak pilihnya pada 17 April mendatang.

Disamping itu pesta demokrasi dalam momentum Pilpres dan Pileg per 5 tahun sekali in, hendaknya dijadikan ajang untuk pendidikan, pembenahan dan evaluasi diri bagi semua kalangan, baik pelaksana pemilu maupun masyarakat secara umum.

Karena dapat menjadi ukuran bagian penentu masa depan dan kesejahteraan masyarakat 5 Tahun berikutnya.

Disamping itu poin besar agenda ini, juga merupakan bagian yang di ikhtiar oleh IMM dan KPU dalam memberikan pendidikan Kepemiluan yang disampaikan kepada semua lapisan masyarakat.

Dan kampus menjadi titik sentral dalam menyampaikan informasi baik ini, mengingat kampus adalah wadah yang jauh dari doktrin-doktrin kehidupan politik. Dan masih memiliki kemurnian pikiran dalam melihat dan memperbaiki tatanan kehidupan politik dan keumatan di indonesia umumnya.

Dan harapan DPD IMM NTB, dalam kegiatan ini selain dapat menjadi wadah pendidikan kepemiluan juga bisa mendorong partisipasi masyarakat dalam ikut memilih dan meminimalisir angka golput di 17 April 2019 mendatang.

Dan kegiatan semacam ini harus menjadi tradisi KPU dan siapa pun mengingat ini adalah kegiatan yang sangat produktif dalam membangun wawasan dan pandangan masyarakat umum.

Acara Sosialisasi ini di hadirin oleh Komisioner KPU NTB,  Ir  Syamsudin sebagai narasumber dan Dr. Nurhasanah Dosen Universitas Muhammadiyah.

Acara ’KPU Goes To Campus’ ini dibuka Rektor Ummat, H.Arsyad Gani M.Pd.

“Prestasi Untuk KPU yang melaksanakan kegiatan KPU goes to Campus, ” kata Arsyad Gani.

AYA




Gubernur Zul; Kemajuan KSB  Harus Diiringi Peningkatan Sumber Daya Manusia

Gubernur berharap kesempatan untuk menuntut ilmu di luar negeri dapat dimanfaatkan para pemuda KSB,  mendukung peningkatan SDM

KSB.lombokjournal.com —  Gubernur NTB,  Dr.  Zulkieflimansyah didampingi Bupati KSB,  Dr. H. W.  Musyafirin menyampaikan harapannya terhadap kemajuan KSB, mengingat potensi ekonomi di KSB yang dikenal Pariri Lema Bariri ini cukup besar.

Gubernur Zul menyampaikan itu usai sholat Jum’at di Masjid Besar Nurul Ikhsan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat,  Jum’at (08/03).

“Lima tahun lagi,  kita akan melihat KSB yang beda dengan saat ini. Tentunya akan mengalami kemajuan,” jelas Gubernur di hadapan ratusan masyarakat Jereweh.

Kemajuan KSB  lanjut Doktor Zul, tentu harus diiringi dengan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia. Ketika kemajuan itu datang,  maka bisa langsung terlibat dan tidak menjadi penonton.

“Sekarang kita sudah membuka pendaftaran untuk beasiswa ke luar negeri,” kata Doktor Zul.

Gubernur berharap kesempatan untuk menuntut ilmu di luar negeri itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pemuda KSB.  Hal ini akan mendukung peningkatan kapasitas SDM saat menghadapi kemajuan-kemajuan di KSB dan di NTB di masa depan.

Gebernur  menitip pesan kepada masyarakat Jereweh untuk menghadapi Pemilu 17 April 2019 mendatang dengan penuh kegembiraan.

“Jangan sampai beda pilihan, beda partai menyebabkan suami istri bercera,” Ungkapnya.

Pemilu yang akan datang ini harus disambut layaknya sebuah pesta. Yang namanya pesta jelas Gubernur harus dilaksanakan dengan penuh suka cita.

Satu sama lain saling merangkul dan tidak menebar kebencian. Sehingga,  pesta demokrasi tersebut benar benar berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tidak lupa juga,  Gubernur menyampaikan kegembiraannya bertemu dan bersilaturrahim dengan masyarakat Jereweh.

“Sekarang saya bisa hadir bersama pimpinan-pimpinan OPD, semoga banyak hal yang bisa diselesaikan,” kata Gubernur.

AYA




Caleg Gerindra Apresiasi Nobar Wayang Kulit, Puji HBK Bangkitkan Seni Tradisi Sasak

Sebagai bentuk kepedulian HBK dalam melakukan revitalisasi nilai nilai budaya lokal agar tidak tergerus oleh kemajuan jaman

lombokjournal.com  —

LOMBOK BARAT  ;   Menjelang gelaran Nonton Bareng Wayang Kulit Lalu Nasib di Dasan Tapen , Sabtu Malam (02/03) pukul 22.00 WITA, sejumlah Caleg Partai Gerindra memberikan Apresiasi.

Acara Nobar yg digagas HBK sebagai upaya melestarikan dan membangkitkan  kesenian tradisional suku Sasak  di tengah kemajuan teknologi .

Tunik Haryani , Caleg dapil 4 ( Narmada – Lingsar ) No urut 1 mengatakan, dirinya senang bisa menghadiri acara Nonton Bareng Wayang Kulit sebagai wahana untuk silaturahmi dan membangkitkan kembali kesenian tradisional khas Sasak yANg telah eksis di masyarakat .

“Apa yang dilakukan oleh HBK sebagai wujud kecintaan beliau dalam melestarikan seni tradisional sekaligus sebagai upaya memberikan hiburan kepada warga Lombok barat yang sebelumnya terkena bencana gempa bumi ,” katanya .

Sementara Haji Fathurohman , caleg dapil 5 ( Kediri – Labuapi ) No urut 4 mengatakan, dirinya sengaja menghadiri acara nonton bareng wayang kulit sebagai bentuk dukungannya terhadap HBK.

” Apa yang dilakukan Pak HBK malam ini sebagai hal positif untuk melestarikan kesenian wayang Sasak,” ungkapnya .

Terpisah Hajjah Nur Hidayah , Caleg dapil 3 ( Gunung Sari – Batu Layar ) No Urut 1 melihat acara nobar ini sebagai bentuk kepedulian HBK dalam melakukan revitalisasi nilai nilai budaya lokal agar tidak tergerus oleh kemajuan jaman.

“Dengan acara Nonton Bareng ini makin mendekatkan Gerindra di masyarakat karena ada interaksi langsung antara pengurus/ kader dengan konstituennya yang dikemas dalam bentuk seni hiburan  Wayang khas Sasak ,” ungkap Nur Hidayah yang juga Sekretaris DPC Partai Gerindra Lombok Barat.

Dilain pihak, Farin, caleg DPRD NTB dapil Lobar KLU No urut 4 yang ketempatan tuan rumah Nonton Bareng Wayang menginformasikan, dirinya melalui relawan Semeton Farin telah mengundang relawannya di 10 kecamatan di Lombok Barat agar memeriahkan acara Nonton Bareng ini .

“Dan yang terpenting adalah mendengarkan orasi HBK dalam membangkitkan spirit kemenangan buat Gerindra pada tanggal 17 April 2019 mendatang,” ungkapnya.

Me




Wayang Sasak Hybrid  Bisa Jadi Basis Pengembangan Karakter Dan Moral Generasi Millennial

Melalui pagelaran wayang ini HBK juga ingin menyampaikan pesan dan edukasi tentang pentingnya sektor pertanian untuk terus dikembangkan di Pulau Lombok, NTB

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Setelah sukses menggelar nonton bareng Wayang Kulit bersama dalang kondang H. Lalu Nasib di lapangan Tanjung, Kab. Lombok Utara akhir pekan lalu, kini H. Bambang Kristiono (HBK) akan menggelar nonton bareng serupa di lapangan Desa Dasan Tapen, Gerung, Kab. Lombok Barat pada hari Sabtu, 2 Maret 2019 mendatang.

Sejumlah pihak mengapresiasi upaya petinggi Partai Gerindra ini dalam mendorong semangat melestarikan budaya warisan nenek moyang terutama Wayang Kulit Sasak tersebut.

Sebab, banyak sekali kearifan lokal para leluhur Sasak di Pulau Lombok yang memiliki nilai-nilai sangat tinggi, terutama dalam seni dan atraksi budaya. Seperti juga pegelaran Wayang Kulit Sasak, yang belakangan eksistensinya terus tergerus kemajuan zaman.

Padahal, jika bisa terus dilestarikan Wayang Sasak bisa menjadi benteng yang kuat bagi generasi muda saat ini untuk tetap bersandar pada nilai-nilai baik, termasuk menjadi basis pengembangan karakter dan moral.

“Wayang Sasak dapat menjadi basis pembelajaran dan pengembangan karakter sebagai pertahanan moral generasi muda kita (saat ini)”, kata Sekjen Majelis Pemangku Adat Nusantara Raya (Mapan Raya), Lalu Pharmanegara, Kamis (28/2).

Lalu Pharma  mengatakan, aspek lainnya dari Wayang Sasak di era milenial ini adalah sebagai warisan pengetahuan tentang filsafat,  humaniora, psikologi dan daya budi.

Selain itu, Wayang Sasak juga dapat menjadi pustaka dan panduan moral bagi pola hubungan kemanusiaan yang baik, untuk dapat diproyeksikan di era milenial ini.

“Wayang Sasak adalah wajah keagungan kebudayaan Nusantara, yang dapat memadukan antara pewarisan nilai-nilai budaya, tuntutan keimanan, dan seni pertunjukan yang sangat menghibur”, katanya.

Ia menekankan, kekuatan Wayang Sasak sebenarnya terletak pada kontennya yang timeless, tak lekang oleh waktu maupun zaman.

Sebab, Wayang Sasak adalah wajah masa lalu yang tetap bisa hadir di masa kini, dengan tetap menjaga konsistensinya mengembangkan sumber daya imagologi, dalam bentuk bayangan (shadow), dan irama jiwa yang selaras dengan seni bertimbang khas gaya Sasak.

“Wayang ini memiliki kemampuannya yang luwes untuk memadukan falsafah India, falsafah Islam, dan Falsafah Nusantara dalam suatu sajian seni, dengan menampilkan penokohan lokal seperti Amaq Ocong dan lainnya, sebagai faktor kesadarannya tentang kehadiran (present awaraness), dan pola kesaksian pada perjalanan sejarah manusia”, ujarnya.

Lebih dari itu, papar Lalu Parma, Wayang Sasak adalah sekolah terbuka bagi masyarakat Lombok, untuk dapat memahami berbagai persoalan dalam masyarakatnya, sekaligus memberikan solusi sederhana dalam kehidupan sehari hari.

“Dalam pada itulah, Sang Dalang, bukanlah seni yang jauh kenyataan hidup, namun ia bisa sangat dekat, bahkan dapat merasakan detak kegelisahan yang sedang terjadi pada masyarakat penontonnya,” katanya, sembari mengatakan kepiawaian Dalang yang menjadi kunci keberhasilan sajian seni Wayang Sasak.

Eksistensi Wayang Hybrid

Sementara itu, pegiat seni budaya yang juga pengamat budaya Lombok, H.Ahmad JD menjelaskan untuk mempertahankan eksistensi Wayang Kulit di Pulau Lombok, di tengah kemajuan teknologi saat ini, maka para Dalang harus piawai menyelaraskan kisah pewayangan yang mereka bawa dengan kepentingan dan kebutuhan modern abad ini.

Hal ini membuat tumbuh pagelaran Wayang Hybrid, atau wayang kulit yang kisah pewayangannya sudah dicangkokan dan dikreasikan dengan kondisi dan situasi masyarakat kekinian.

“Wayang Hybrid di Lombok menggunakan cerita-cerita panji purwa yang sudah dipersingkat. Dalang mengembangkan wayang dalam bentukan hybrid, cangkokan atau rekayasa gen. Ini seni menyelaraskan pertumbuhan dunia saat ini dengan sikap dan rumusan dalang”, katanya.

Dijelaskan, eksistensi Wayang Kulit di Lombok masuk pada abad 14-15, dipengaruhi budaya Jawa. Wayang juga menjadi piranti dan sarana dakwah Islam mula-mula di Pulau Seribu Masjid ini.

Pagelaran wayang zaman dulu menjadi wahana efektif untuk bisa mengumpulkan masyarakat dalam jumlah banyak. Dakwah Islam, nilai-nilai keislaman, dan pesan moral membentuk karakter kemudian bisa diselipkan dalam kisah pewayangan.

“Selain untuk menjadi sarana pendidikan masyarakat, wayang dulu juga menjadi sarana pendidikan kepemimpinan. Selain itu eksistensinya yangbisa mengumpulkan banyak orang di tempat umum”, ungkapnya.

Ia menyampaikan sangat mengapresiasi jika ada yang berupaya turut melestarikan wayang ini. Apalagi dari sisi penerimaan masyarakat dan ketahanan wayang itu sendiri, dirasa masih perlu saat ini.

“Masih ada unsur achievment-nya, ketahanannya masih diperlukan, sebagai sarana yang efektif untuk edukasi, selain melestraikan budaya itu sendiri,” katanya.

Dengan genre hybrid tadi, pegelaran wayang dapat digunakan sebagai media penyampai pesan dan informasi, edukasi dan sosialisasi tentang banyak hal yang berkembang saat ini.

Potensi Wayang Kulit Sasak sebagai sarana edukasi dan sosialisasi ini yang membuat HBK  mengadakan seri nonton bareng Wayang Kulit Lalu Nasib.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini berupaya melestarikan budaya ini, dan membangkitkan nostalgia akan wayang kulit. Ada enam  lokasi yang sejatinya menjadi sasaran pementasan di Pulau Lombok. Tak tanggung-tanggung, legenda hidup dalang dari Bumigora Lalu Nasib AR yang dipercaya mengemban misi ini.

“Nobar Wayang Kulit Lalu Nasib ini untuk menggali budaya leluhur yang telah diwariskan. Kearifan lokal yang diwariskan para orang tua tak boleh punah. Generasi kini harus ikut menjaga keberadaan Wayang Sasak ini,” kata HBK.

Selain itu, melalui pagelaran wayang ini HBK juga ingin menyampaikan pesan dan edukasi tentang pentingnya sektor pertanian untuk terus dikembangkan di Pulau Lombok, NTB. Dan yang pasti juga pesan tentang penyelenggaraan Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat.

Me