Rohman Farly : Kota Mataram Harus Beri Ruang Kreasi Anak Muda Yang Produktif

Tidak ada salahnya ruang kreasi anak muda mulai dipikirkan di Kota Mataram

lombokjoural.com —

MATARAM  ;  Kota Mataram sebagai Ibukota NTB ini telah menjelma menjadi kota berkembang yang kian metropolis, sayangnya belum semua warga kota merasakan pesatnya kemajuan.

Menurut tokoh asal Kota Mataram H Rohman Farly, semestinya kemajuan ini dinikmati semua, khususnya bagi anak muda.

“Saya berbincang dengan beberapa remaja, ruang khusus untuk mereka berkreasi belum maksimal di kota,” katanya di Mataram, Selasa (06/08) 2019.

Pria yang kini diamanahi sebagai Sekda Lombok Timur ini tak membantah, Pemkot Mataram sudah memberikan perhatian, namun masih terbatas.

Baru pemenuhan fasilitas olahraga seperti arena basket, skate board, ataupun lapangan sepak bola.

“Ya, itu saja tak cukup. Perlu sentuhan lain juga, karena kesukaan anak muda di kota itu beragam,” bebernya.

Ia memberi contoh, di kota perlu hadir semacam bengkel kreatif. Ruang untuk belajar dan memperdalam kemampuan. Contohnya bidang multimedia, desain grafis, videografi, ataupun digital marketing.

“Pokoknya bidang yang sedang digandrungi dan menjadi hobi anak muda,” ujarnya.

Diceritakan, di kota-kota besar anak muda yang memiliki passion multimedia, desain grafis, videografi, ataupun digital marketing serius memperdalam karena menemukan banyak patner dan mitra.

Ditambah fasilitas disana mendukung. Jadilah kemudian mereka ahli desain kenamaan, pembuat konten video handal, perancang aplikasi digital, hingga influencer kenamaan di media sosial.

“Kalau anak muda di Kota Mataram pasti memandangnya baru sebatas hobi. Kreasi mereka belum bisa dikembangkan,” lanjutnya.

Bagi Rohman Farly, tidak ada salahnya ruang kreasi anak muda mulai dipikirkan. Kota Mataram memiliki enam kecamatan dan 50 kelurahan. Dimulai dengan membangun bengkel kreatif di tiap kecamatan. Dikelola seperti rumah bersama bagi anak muda.

“Kita gali kesukaan anak di masing-masing kecamatan. Setelah pemetaan baru kemudian bengkel kreatif ini menjadi lokasi belajar sesuai dengan karakter anak muda tiap kecamatan,” jelasnya.

Diakuinya, membangun konsep ini tentu tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya manusia (SDM) dari dalam daerah. Perlu juga kontribusi dari para pakar yang sudah mumpuni di kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, ataupun Bandung.

“Saya ada kenal beberapa diantara dari mereka. Dan mereka sangat siap ketika kita ajak bertukar pikiran di daerah,” tambahnya.

Perhatiannya yang besar kepada kalangan muda, tambah Farly, didasari dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Kondisi saat ini, dalam urusan teknologi dan pembangunan anak muda harus dilibatkan.

Bagi kalangan tua, agak susah ketika harus memperdalam bidang teknologi yang kian maju.

“Contoh saja, kita orang tua cari uang masih jadi pegawai atau karyawan terikat. Anak muda, sekarang jadi youtuber atau ahli desain sudah kaya mereka,” ungkapnya.

“Kita mau mengejar itu, menggunakan WhatsApp (WA) saja masih suka bingung,” sambungnga tertawa.

Farly yakin, dari Kota Mataram akan lahir anak muda kreatif dan inovatif yang akan membangun daerah. Kuncinya tentu saja, ada keberpihakan pemerintah kepada generasi muda. Mengarahkan serta memberi ruang yang tepat.

“Anak muda lebih paham kebutuhan sesamanya, dibanding kita yang tua. Jadi jangan lagi (anak muda) disepelekan,” tukasnya.

Me




Wisma Ustaz PMI Dea Malela Bantuan  PLN Peduli, Diresmikan Wapres Jusuf Kalla

Dengan hadirnya fasilitas penunjung tersebut, Wapres pun meyakini PMI Dea malela akan menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul di Tanah Air dan juga dunia internasional

Wpres Jusuf Kalla usai peresmian

Fasilitas Pesantren Modern (PMI)

SUMBAWA.lombokjournal.com  —  Fasilitas di Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu (3/8). diresmikan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla

Salah satu fasilitas yang diresikan wapres  adalah Gedung Wisma Ustaz yang merupakan bantuan dari PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli.

Wapres mengapresiasi PLN yang telah membantu pembangunan fasilitas di PMI Dea Malela.

“Terima kasih karena telah secara bergotong royong untuk membangun fasilitas di pesantren ini,” kata Kalla.

Dengan hadirnya fasilitas penunjung tersebut, Wapres pun meyakini PMI Dea malela akan menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul di Tanah Air dan juga dunia internasional.

“Sehingga Indonesia dapat menjadikan  contoh pendidikan Islam dalam menjawab segala tantangan dan harapan bangsa,” ucap Wapres.

Pembina Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela, Din Syamsuddin menyampaikan terima kasihnya kepada PLN atas bantuan yang telah diberikan.

“Bangunan Wisma Ustaz merupakan bantuan dari PLN, maka dari itu dinamakan The Power Building,” tutur Din.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka berharap bantuan yang diberikan oleh PLN dapat bermanfaat bagi aktifitas pendidikan di PMI Dea Malela dan masyarakat.

“Ustaz ini memiliki peran penting dalam proses pendidikan di pesantren. Kami berharap keberadaan fasilitas wisma ini akan memberikan kenyamanan kepada para pengajar, sehingga dapat lebih semangat dalam mendidik para siswa,” pungkas Rudi.

Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM), PLN juga memberikan bantuan paket sembako bagi 1.000 kaum dhuafa dengan total nilai sebesar Rp 250 juta. Dana tersebut berasal dari hasil pengumpulan zakat pegawai PLN yang dikelola oleh YBM PLN.

AYA

 




Pesan Hj. Niken, Membaca Membentuk  Generasi Bermanfaat Bagi Bangsa Negara

Diingatkan, selain membaca, anak-anak juga diajarkan berdiskusi terkait apa yang telah dibaca untuk meningkatkan kemampuan berpikir anak sejak dini

LOBAR.lombokjournal.com —  Saat menghadiri acara Roah Literasi di Bale Baca Desa Gegerung Lombok Barat, Kamis (01/08) 2019, kepada anak-anak yang hadir diingatkan untuk terus membaca demi masa depan yang cerah.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, M.Sc, menyampaikan itu sebab hanya dengan membaca kita akan menjadi cerdas

Menurutnya, membaca adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan. Diceritakannya sebuah kisah wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad adalah membaca.

“Kita disuruh membaca, dengan membaca kita akan menjadi cerdas, kita adalah satu-satunya mahluk yang dikaruniai kemampuan untuk membaca, bukan hanya sekedar membaca, tapi juga membaca situasi dalam kehidupan kita,” terangnya.

Hj. Niken memberikan semangat kepada anak-anak di Bale Baca untuk merawat buku-buku yang ada  agar bisa dibaca oleh yang lain. Dengan membaca anak-anak menjadi generasi yang  bermanfaat bagi bangsa dan negara khususnya NTB.

Ia berterima kasih kepada pihak yang penyelenggaran acara, diharapkan acara-acara seperti ini dilaksanakan sesering mungkin agar membentuk generasi muda NTB yang berkualitas.

“Saya mengapresiasi yang sebesar-besarnya untuk kerajaan dongeng, para relawan dan orang-orang yang berperan dalam acara ini,” kata Hj. Niken.

Ia berpesan kepada kerajaan dongeng agar selain membaca, anak-anak juga diajarkan berdiskusi terkait apa yang telah dibaca untuk meningkatkan kemampuan berpikir anak sejak dini.

Ibu Khusnul, koordinator relawan di Bale Baca mengungkapkan, semangat membaca anak-anak di Desa Gegerung sangat tinggi. Hal itu yang membuat para relawan bersemangat mendatangkan buku dan memperindah Bale Baca yang sebelumnya kumuh dan banyak sampah.

“Terimakasih kepada Ibu Gubernur karena telah berkesempatan hadir, kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah agar Bale Baca ini menjadi lebih baik lagi,” katanya.

AYA/HmsNTB




Komunitas Pegiat Film Lotim Ikuti Workshop Perfilman di Universitas Hamzanwadi

Pelatihan produksi perfilman ini disambut antusias oleh para peserta

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR – ;  Ratusan peserta dari berbagai komunitas dan pegiat film lokal, Kamis (25/07) mengikuti kegiatan Workshop Perfilman, di Auditorium Universitas Hamzanwadi, Pancor, Lombok Timur.

Kegiatan tiga hari ini akan diisi pula dengan Lomba Karya Film Dokumenter, serta Nonton Bareng Film Dokumenter Pahlawan Nasional.

Hadir sebagai pemateri Ming Muslimin dan beberapa mentor yang memiliki pengalaman di bidang perfilman.

“Kegiatan ini akan berlansgung selama tiga hari, hari pertama para mentor akan menyampaikan teori dasar produksi film dokumenter,” kata Ming Muslimin.

Selanjutnya, tambah Ming, di hari kedua para peserta akan mulai mempraktekan teori, dan langsung turun lapangan untuk belajar produksi film.

“Hari berikutnya editing dan pemutaran hasil produksi para peserta. Hasil produksi ini akan dilombakan juga,” jelas Ming Muslimin.

Pelatihan produksi perfilman ini disambut antusias oleh para peserta.

Irul salah seorang peserta dari Ma’had darul Quran Wal Hadist, sangat senang dan antusias mengikuti penyampaian materi.

“Saya sangat senang mengikuti workshop ini, materinya sangat menarik dan tidak saya dapatkan di tempat lain, saya merasa beruntung bisa diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini,” kata Irul, di sela kegiatan.

Dijumpai terpisah, Kepala Taman Budaya NTB, Baiq Rahmayati M.Si menyampaikan penghargaannya kepada para peserta yang antusias mengikuti kegiatan workshop tersebut.

“Pemerintah akan terus mendorong kegiatan semacam ini. Rangkaian kegiatan workshop dan pemutaran film dokumenter ini kami harap memiliki dampak positif bagi perkembangan kreatifitas generasi muda serta menumbuhkan kesadaaran dan kecintaan terhadap jasa para pahlawan nasional,” kata Maya.

AYA (*)

 




Paskibraka NTB Yang Akan Bertugas di Istana, Diminta Jadi Ambassador NTB

Paskibraka perwakilan NTB diminta menceritakan kepada teman-teman perwakilan lainnya dari seluruh provinsi, NTB sudah pulih dan merupakan daerah yang sangat kaya dan indah

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB memberikan apresiasi kepada Paskibraka NTB yang akan bertugas di Istana Negara pada 17 Agustus 2019 mendatang.

“Melihat kalian berdua seperti melihat NTB itu cerah, harapan saya kalian bisa jadi ambassador untuk NTB,” demikian ungkap Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah saat melepas siswa siswi perwakilan Paskibraka Nasional Tahun 2019, di ruang kerjanya, Rabu (24/07) 2019).

Wagub juga berharap, paskibraka perwakilan NTB nantinya bisa menceritakan kepada teman-teman perwakilan lainnya dari seluruh provinsi, NTB sudah pulih dan merupakan daerah yang sangat kaya dan indah. Dan saat ini NTB sedang gencar kampanye Zero Waste.

“Mudah-mudahan adik-adik juga punya wawasan yang baik mengenai NTB, harus pede, mewakili NTB jangan merasa minder atau kurang, saya yakin kalian berdua mampu menunjukkan yang terbaik,” tambah Wagub.

Diakhir pesannya Hj Rohmi mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan sebab itu menjadi modal selama sebulan sampai tiba hari H.

Prestasi tersebut telah diraih oleh Siswa MAN 2 Kota Bima, Muhammad Adzan dan Shelly Melsyan. S, siswi SMAN 2 Sumbawa Besar. Keduanya lolos setelah melewati tahap seleksi disekolah, tingkat kabupaten/kota.

Terpilihnya dua perwakilan Provinsi NTB ini nantinya akan memulai karantina di ibu Kota pada esok hari sampai tanggal 28 Agustus mendatang.

AYA/HmsNTB

 




ASN Lingkup Pemprov NTB Sudah Mengikuti Training for Trainers (ToT) Di Darwin

ToT sudah berakhir dan para pelatih siap kembali ke NTB untuk menularkan ilmu yang didapat di Darwin

MATARAM.lombokjournal.com —  Penanandatanganan Letter of Intens (LOI) antara Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dengan Linda Reeves, Direktur PT. Global Labour Solutions Australia, Selasa (15/7) lalu,  telah terealisasikan.

Provinsi NTB sudah mengirim ASN lingkup Provinsi NTB untuk mengikuti Training for Trainers (ToT) gratis selama 2 minggu di Darwin.

Kerjasama itu merupakan hasil nyata kunjungan kerja Gubernur Zul yang diundang oleh Konjen RI untuk Northern Terittory Australia.

Kepala Biro Humas dan Prokotol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Ami, menjelaskan itu di kediamannya di sela mengisi hari libur, Minggu (21/07) 2019.

“ASN yang kemarin sudah mengikuti ToT di Darwin sekarang telah berbekal sertifikat trainer yang diakui oleh Pemerintah Australia. Selain bisa melatih, mereka juga dapat menjadi pendamping instruktur teknis untuk tenaga kerja yang akan bekerja di Australia,” ujarnya.

Para pelatih bersertifikat ini, jelas Najamuddin, fokus pada 5 bidang penyiapan tenaga kerja, yaitu hospitality, aged care, child care, vocational education, cattle farm.

Sekarang ToT sudah berakhir dan para pelatih siap kembali ke NTB untuk menularkan ilmu yang didapat di Darwin.

“Alhamdulillah, para ASN ini malam ini akan kembali ke NTB. Saat ini mereka sedang diterima jamuan oleh Konjen RI Northern Teritorry Australia di Darwin. Semoga menjadi manfaat untuk NTB Sejahtera.an Mandiri. Where there is a will There is a Way,” harap Najamuddin.

AYA/Hms NTB




SengKeta Lahan SMAN 1 ALAS BARAT Diselesaikan Gubernur

Menyumbangkan kakayaan terbaik kepada bangsa,  agama dan umat akan lebih bermanfaat ketimbang ditumpuk

SUMBAWA.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah akhirnya mengakhiri sengketa lahan yang 15 are di SMAN 1 Alas Barat.

Sengketa lahan itu hampir 14 tahun dan dimenangkan oleh Drs.H. Nurdin Ending, MM. Tapi setelah melalui silaturrahmi dan komunikasi yang baik yang dilakukan Gubernur Zul, akhirnya di sekolah tersebut bisa diselesaikan.

Penyerahan lahan ke Pemerintah Provinsi NTB itu berlangsung hari Sabtu (20/07) 2019, melalui Penandatanganan dan Penyerahan Hibah dari H. Nurdin Ending kepada Pemerintah Provinsi NTB, di SMAN 1 Alas Barat, Kabupaten Sumbawa Barat.

Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. Rusman, tiba di sekolah tersebut disambut para guru dan siswa sekolah setempat. Tidak ketinggalan, puluhan masyarakat juga hadir menyaksikan kegiatan yang bersejarah tersebut.

“Terima kasih yang tak terhingga, atas nama Pemerintah Provinsi kepada Pak Nurdin, yang dengan kelapangan dada, setelah hampir 14 tahun berperkara,  kemudian tanahnya diserahkan kepada bangsa dan negara,” ungkap Gubernur Zul.

Gubernur menilai, apa yang dilakukan Nurdin Ending merupakan hal yang luar biasa di era modern seperti saat ini.

“Betapa pentingnya sebuah harga diri, betapa pentingnya sebuah kemuliaan. Orang banyak mengorbankan biaya, tenaga, keringat, air mata bahkan darah sekalipun demi menjaga harga diri,” tuturnya.

Orang mulia itu kata Gubernur bukanlah orang yang memiliki banyak tanah, uang atau yang tinggi jabatannya. Namun, orang mulia menurutnya adalah yang mampu memberikan sumbangsih kepada bangsa, agama dan masyarakat di tengah keterbatasan yang dimiliki.

“Saya kira, pak Nurdin memperlihatkan itu kepada kita semua,” ungkapnya.

Gubernur juga mengingatkan, menyumbangkan kakayaan terbaik kepada bangsa,  agama dan umat akan lebih bermanfaat ketimbang ditumpuk. Pada akhirnya, harta itu diperebutkan anak cucu yang menyebabkan hilangnya persaudaraan.

“Terima kasih kepada pak Nurdin. Semoga ini menjadi inspirasi kita, tidak hanya di Alas Barat, namun di seluruh wilayah NTB,” katanya.

Sementara itu, H. Nurdin Ending terlihat haru dan meneteskan air mata ketika menerima penghargaan dari Gubernur Zul.

Gubernur memberikan penghargaan itu atas seluruh perjuangan serta sumbangsihnya bagi pendidikan di NTB.

Nurdin mengaku telah menjalani perkara lahan ini hampir 14 tahun. Akhirnya, di pengadilan ia dinyatakan menang dan berhak atas lahan itu.  Namun, dengan keikhlasan yang tinggi, lahan itu diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTB.

“Alhamdulillah tanah ini sudah saya hibahkan. Saya merasa bersyukur dan lega. Semoga ini beramafaat,” ungkapnya usai acara.

AYA/Hms NTB




Gubernur; Kepala Sekolah Diangkat Berdasarkan Prestasinya

Gubernur mengajak Bupati KSB untuk mengawasi dan memberikan masukan demi kemajuan pendidikan di NTB, meski kewenangan mengurus pendidikan tingkat SMA/SMK di Provinsi

SUMBAWA BARAT.lombokjournal.com —  Kepala Sekolah tingkat SMA/SMK diangkat berdasarkan prestasi, agar bisa meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Nusa Tenggara Barat

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan itu  saat bersilaturrahim dengan Kepala Sekolah SMA/SMK se-kabupaten KSB, di SMA 1 Pototano, Sabtu (20/07) 2019.

Sehingga NTB Sehat dan Cerdas betul-betul terwujud dan memiliki dampak baik bagi indeks pembangunan manusia NTB.

Silaturrahim tersebut digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, dan digelar usai Gubernur Zul menyapa sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran, di Dusun Tengah, Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk,  Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Gubernur menjelaskan, apapun latar belakang suku, agama dan golongan, kalau kepala sekolah itu memiliki prestasi hebat, maka mereka itulah yang layak memimpin sekolah.

“Jadi jangan khawatir diganti,  kalau anda berprestasi, maka akan terbuka, apa pun organisasinya,” jelas Gubernur.

Dalam mengangkat Kepala Sekolah itu, tidak akan melihat faktor kedekatan atau politis. Namun, yang diperhatikan adalah prestasi serta masukan dari para guru dan pengawas.

Menurut gubernur, kalau pengangakatan Kepala Sekolah berdasarkan suka dan tidak suka, atau karena faktor tim sukses, maka pendidikan di NTB tidak akan mengalami perubahan. Justru yang ada katanya adalah kehancuran pendidikan.

“Kepala sekolah itu betul-betul harus digugu dan ditiru. Kita kembalikan kepala sekolah kita ini pada marwah yang mulia,” tegasnya.

Dijelaskan,  sudah saatnya pendidikan di NTB ini menjadi ruang laboratorium utama yang tidak lagi diintervensi oleh siapa pun.

“Kepala sekolah kita dulu luar biasa, tidak hanya menjadi orang tua sekolah itu, namun juga orang tua masyarakat dan kata-katanya di dengar,” ungkap orang nomor satu di NTB itu.

Gubernur mengajak Bupati KSB untuk mengawasi dan memberikan masukan demi kemajuan pendidikan di NTB, meski kewenangan mengurus pendidikan tingkat SMA/SMK di Provinsi.

Pemerintah Kabupaten tetap memiliki penilaian dan kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Kami tidak ingin kebijakan provinsi dirasakan berbeda oleh bupati,” ungkapnya.

AYA/Hms NTB




Gerakan #JamMainKita; Kurangi Ketergantungan Pada Gadget Kembali Ke Permainan Tradisional

Supaya mulai sekarang bisa mengurangi bermain gadget, jangan hanya anak, ayah dan bunda juga harus berani keluar dari rumah meninggalkan gadget

Bermain di luar

MATARAM.lombokjournal.com —  Masyarakat Indonesia diajak mulai mengurangi ketergantungan anak pada gadget.

Dan mengajak anak lebih banyak bermain bersama di luar, dengan permainan tradisional yang ada dan berkembang di daerah masing-masing.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, pada acara perayaan Hari Anak Nasional Provinsi NTB 2019, sekaligus launching Gerakan #JamMainKita, di Mataram, Kamis (18/07) 2019.

“Mulai sekarang, mengajak kepada masyarakat, ayah dan bunda untuk lebih banyak mengajak anak bermain di luar, dengan mempopulerkan kembali permainan tradisional,” kata pria yang akrab dipanggil Kak Seto.

Menurutnya, gerakan #JamMainKita bertujuan untuk membuat anak-anak bisa senang kembali bermain di luar rumah, tidak saja bermain gadget di dalam ruangan dan lainnya.

Tapi bisa lebih banyak memainkan permainan tradisional bersama anak lain di luar rumah.

Sebab, permainan tradisional oleh banyak ahli telah diteliti manfaatnya sangat besar dan positif untuk perkembangan kesehatan dan kecerdasan anak, psikososial, senang bergaul, berteman, bekerja sama dan sebagainya.

“Mohon ini bisa menjadi kegiatan yang bisa terus dikembangkan sampai tingkat RT dan RW. Mudah-mudahan habis kegiatan ini, para bupati dan wali kota bisa menganjurkan seluruh RT dan RW melalui lurah membiasakan anak lebih banyak bermain permainan tradisional, bahkan kalau bisa dilombakan,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mendidik anak perlu kebersamaan orang sekampung.

“Semua harus rukun, jadi jangan sampai tidak rukun mendidik anak, supaya anak tidak lebay dengan senang bermain, sehingga kecerdasan dan kesehatannya juga bisa berkembang,” kata Kak Seto.

Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebutharus bisa dimulai dari ayah dan bunda.

Supaya mulai sekarang bisa mengurangi bermain gadget, jangan hanya anak, ayah dan bunda juga harus berani keluar dari rumah meninggalkan gadget sebagai teladan, presiden sudah, menteri, gubernur, bupati, wali kota, camat, lurah, RT, RW juga harus mengikuti.

“Dengan begitu, orang tua bisa bebas bermain dengan putra putri tercinta, bermain bersama keluarga minimal seminggu sekali,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, permainan tradisional adalah warisan nenek moyang yang sangat berharga. Bahkan di dunia internasional, setiap bulan November di Jepang mengadakan festival permainan tradisional yangg diikuti berbagai Negara.

Dan tentu tidak ada salahnya mempopulerkan kembali permainan tradisional yang telah ada sejak berabad abad.

Gubernur NTB, Zulkiflimansyah, berharap gerakan #JamMainKita bisa menjadi awal untuk kembali mengajak anak lebih banyak bermain di luar dengan permainan tradisional yang sangat positif bagi tumbuh kembang anak, dan mendorong kepekaan sosial dengan lingkungan sekitar.

“Dengan gerakan JamMainKita, juga diharapkan, akan membangkitkan semangat anak NTB untuk tumbuh kembang dengan baik. Sehingga, anak NTB yang sehat dan cerdas bisa menjadi awal yang baik dalam rangka terwujudnya NTB gemilang,” katanya.

AYA (*)




Tes Bahasa Inggris Program Beasiswa Dilaksanakan Di Mataram

Kementerian Pendidikan Malaysia melakukan tes bahasa di NTB, untuk mempermudah proses seleksi test bahasa dan biaya lebih murah

MATARAM.lombokjournal.com — Guna meringankan dan mempermudah test bahasa bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti program beasiswa dari Pemerintah Provinsi NTB, dilakukan secara langsung test bahasa oleh Malaysian University English Test (MUET) di Kota Mataram NTB

Penyelenggaraan test bahasa Inggris bagi mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di Malaysia itu merupakan kerjasama Kementerian Pendidikan Malaysia bersama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP)  NTB.

Pelaksanaan MUET  tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak Pemerintah Provinsi NTB. Asisten I Setda NTB, Baiq Eva  Cahyaningsih mengatakan, kerjsama antara Indonesia dengan Malaysia dipererat  lewat silaturahim.

“Silaturahim ini kita akan memulai dari Provinsi  NTB masuk melalui pendidikan,” ucapnya di Mataram, Sabtu (13/07) 2019 pagi.

Menurutnya, sesuai dengan visi dan misi NTB dalam RPJMD salah satunya adalah NTB Cerdas. Untuk menunjang hal tersebut  berbagai upaya dilakukan untuk mencerdaskan dengan berbagai kerjasama dan salah satunya dengan Malaysia.

Kerjasama dalam program pendidikan yang saat ini sedang berjalan antara pihak pemerintah Malaysia dan Pemerintah Provinsi NTB, ditangani Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB.

Kepala Divisi Kerjsama LPP NTB, Imanuellah Andilolo menjelaskan, kerjasama antara LPP NTB dengan Kementerian Pendidikan Malaysia sudah berlangsung November tahun 2018.

“Yang kami emban amanah dari pak gubernur terkait program beasiswa, salah satunya melanjutkan studi  S2 di Malaysia,”ucapnya.

Lalu ditambahkannya, kenapa pihaknya secarah langsung melakukan MUET  ke NTB hal tersebut untuk mempermudah proses seleksi test bahasa dan biaya lebih murah.

Sedangkan dari pihak Kementerian Pendidikan Malaysia yang diwakili oleh Timbalan Ketua Pengarah Jabatan  Pendidikan Tinggi ,Prof DR Mohd Cairul Iqbal Mohd Amin,mengatakan, pihak  Kementerian Pendidikan Malaysia menyambut baik  kerjasama pendidikan antara Malaysia dengan pemerintah Provinsi NTB.

“Terimah kasih  pada pak  gubernur  yang telah  melihat Malaysia  sebagai destinasi  pendidikan,” ucapnya.

AYA/Hms NTB