Gubernur; Kepala Sekolah Diangkat Berdasarkan Prestasinya

Gubernur mengajak Bupati KSB untuk mengawasi dan memberikan masukan demi kemajuan pendidikan di NTB, meski kewenangan mengurus pendidikan tingkat SMA/SMK di Provinsi

SUMBAWA BARAT.lombokjournal.com —  Kepala Sekolah tingkat SMA/SMK diangkat berdasarkan prestasi, agar bisa meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Nusa Tenggara Barat

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan itu  saat bersilaturrahim dengan Kepala Sekolah SMA/SMK se-kabupaten KSB, di SMA 1 Pototano, Sabtu (20/07) 2019.

Sehingga NTB Sehat dan Cerdas betul-betul terwujud dan memiliki dampak baik bagi indeks pembangunan manusia NTB.

Silaturrahim tersebut digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, dan digelar usai Gubernur Zul menyapa sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran, di Dusun Tengah, Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk,  Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Gubernur menjelaskan, apapun latar belakang suku, agama dan golongan, kalau kepala sekolah itu memiliki prestasi hebat, maka mereka itulah yang layak memimpin sekolah.

“Jadi jangan khawatir diganti,  kalau anda berprestasi, maka akan terbuka, apa pun organisasinya,” jelas Gubernur.

Dalam mengangkat Kepala Sekolah itu, tidak akan melihat faktor kedekatan atau politis. Namun, yang diperhatikan adalah prestasi serta masukan dari para guru dan pengawas.

Menurut gubernur, kalau pengangakatan Kepala Sekolah berdasarkan suka dan tidak suka, atau karena faktor tim sukses, maka pendidikan di NTB tidak akan mengalami perubahan. Justru yang ada katanya adalah kehancuran pendidikan.

“Kepala sekolah itu betul-betul harus digugu dan ditiru. Kita kembalikan kepala sekolah kita ini pada marwah yang mulia,” tegasnya.

Dijelaskan,  sudah saatnya pendidikan di NTB ini menjadi ruang laboratorium utama yang tidak lagi diintervensi oleh siapa pun.

“Kepala sekolah kita dulu luar biasa, tidak hanya menjadi orang tua sekolah itu, namun juga orang tua masyarakat dan kata-katanya di dengar,” ungkap orang nomor satu di NTB itu.

Gubernur mengajak Bupati KSB untuk mengawasi dan memberikan masukan demi kemajuan pendidikan di NTB, meski kewenangan mengurus pendidikan tingkat SMA/SMK di Provinsi.

Pemerintah Kabupaten tetap memiliki penilaian dan kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Kami tidak ingin kebijakan provinsi dirasakan berbeda oleh bupati,” ungkapnya.

AYA/Hms NTB




Gerakan #JamMainKita; Kurangi Ketergantungan Pada Gadget Kembali Ke Permainan Tradisional

Supaya mulai sekarang bisa mengurangi bermain gadget, jangan hanya anak, ayah dan bunda juga harus berani keluar dari rumah meninggalkan gadget

Bermain di luar

MATARAM.lombokjournal.com —  Masyarakat Indonesia diajak mulai mengurangi ketergantungan anak pada gadget.

Dan mengajak anak lebih banyak bermain bersama di luar, dengan permainan tradisional yang ada dan berkembang di daerah masing-masing.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, pada acara perayaan Hari Anak Nasional Provinsi NTB 2019, sekaligus launching Gerakan #JamMainKita, di Mataram, Kamis (18/07) 2019.

“Mulai sekarang, mengajak kepada masyarakat, ayah dan bunda untuk lebih banyak mengajak anak bermain di luar, dengan mempopulerkan kembali permainan tradisional,” kata pria yang akrab dipanggil Kak Seto.

Menurutnya, gerakan #JamMainKita bertujuan untuk membuat anak-anak bisa senang kembali bermain di luar rumah, tidak saja bermain gadget di dalam ruangan dan lainnya.

Tapi bisa lebih banyak memainkan permainan tradisional bersama anak lain di luar rumah.

Sebab, permainan tradisional oleh banyak ahli telah diteliti manfaatnya sangat besar dan positif untuk perkembangan kesehatan dan kecerdasan anak, psikososial, senang bergaul, berteman, bekerja sama dan sebagainya.

“Mohon ini bisa menjadi kegiatan yang bisa terus dikembangkan sampai tingkat RT dan RW. Mudah-mudahan habis kegiatan ini, para bupati dan wali kota bisa menganjurkan seluruh RT dan RW melalui lurah membiasakan anak lebih banyak bermain permainan tradisional, bahkan kalau bisa dilombakan,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mendidik anak perlu kebersamaan orang sekampung.

“Semua harus rukun, jadi jangan sampai tidak rukun mendidik anak, supaya anak tidak lebay dengan senang bermain, sehingga kecerdasan dan kesehatannya juga bisa berkembang,” kata Kak Seto.

Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebutharus bisa dimulai dari ayah dan bunda.

Supaya mulai sekarang bisa mengurangi bermain gadget, jangan hanya anak, ayah dan bunda juga harus berani keluar dari rumah meninggalkan gadget sebagai teladan, presiden sudah, menteri, gubernur, bupati, wali kota, camat, lurah, RT, RW juga harus mengikuti.

“Dengan begitu, orang tua bisa bebas bermain dengan putra putri tercinta, bermain bersama keluarga minimal seminggu sekali,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, permainan tradisional adalah warisan nenek moyang yang sangat berharga. Bahkan di dunia internasional, setiap bulan November di Jepang mengadakan festival permainan tradisional yangg diikuti berbagai Negara.

Dan tentu tidak ada salahnya mempopulerkan kembali permainan tradisional yang telah ada sejak berabad abad.

Gubernur NTB, Zulkiflimansyah, berharap gerakan #JamMainKita bisa menjadi awal untuk kembali mengajak anak lebih banyak bermain di luar dengan permainan tradisional yang sangat positif bagi tumbuh kembang anak, dan mendorong kepekaan sosial dengan lingkungan sekitar.

“Dengan gerakan JamMainKita, juga diharapkan, akan membangkitkan semangat anak NTB untuk tumbuh kembang dengan baik. Sehingga, anak NTB yang sehat dan cerdas bisa menjadi awal yang baik dalam rangka terwujudnya NTB gemilang,” katanya.

AYA (*)




Tes Bahasa Inggris Program Beasiswa Dilaksanakan Di Mataram

Kementerian Pendidikan Malaysia melakukan tes bahasa di NTB, untuk mempermudah proses seleksi test bahasa dan biaya lebih murah

MATARAM.lombokjournal.com — Guna meringankan dan mempermudah test bahasa bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti program beasiswa dari Pemerintah Provinsi NTB, dilakukan secara langsung test bahasa oleh Malaysian University English Test (MUET) di Kota Mataram NTB

Penyelenggaraan test bahasa Inggris bagi mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di Malaysia itu merupakan kerjasama Kementerian Pendidikan Malaysia bersama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP)  NTB.

Pelaksanaan MUET  tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak Pemerintah Provinsi NTB. Asisten I Setda NTB, Baiq Eva  Cahyaningsih mengatakan, kerjsama antara Indonesia dengan Malaysia dipererat  lewat silaturahim.

“Silaturahim ini kita akan memulai dari Provinsi  NTB masuk melalui pendidikan,” ucapnya di Mataram, Sabtu (13/07) 2019 pagi.

Menurutnya, sesuai dengan visi dan misi NTB dalam RPJMD salah satunya adalah NTB Cerdas. Untuk menunjang hal tersebut  berbagai upaya dilakukan untuk mencerdaskan dengan berbagai kerjasama dan salah satunya dengan Malaysia.

Kerjasama dalam program pendidikan yang saat ini sedang berjalan antara pihak pemerintah Malaysia dan Pemerintah Provinsi NTB, ditangani Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB.

Kepala Divisi Kerjsama LPP NTB, Imanuellah Andilolo menjelaskan, kerjasama antara LPP NTB dengan Kementerian Pendidikan Malaysia sudah berlangsung November tahun 2018.

“Yang kami emban amanah dari pak gubernur terkait program beasiswa, salah satunya melanjutkan studi  S2 di Malaysia,”ucapnya.

Lalu ditambahkannya, kenapa pihaknya secarah langsung melakukan MUET  ke NTB hal tersebut untuk mempermudah proses seleksi test bahasa dan biaya lebih murah.

Sedangkan dari pihak Kementerian Pendidikan Malaysia yang diwakili oleh Timbalan Ketua Pengarah Jabatan  Pendidikan Tinggi ,Prof DR Mohd Cairul Iqbal Mohd Amin,mengatakan, pihak  Kementerian Pendidikan Malaysia menyambut baik  kerjasama pendidikan antara Malaysia dengan pemerintah Provinsi NTB.

“Terimah kasih  pada pak  gubernur  yang telah  melihat Malaysia  sebagai destinasi  pendidikan,” ucapnya.

AYA/Hms NTB




Pelaksanaan Program Beasiswa NTB Dinilai Wujud Pemerintahan Yang Bijak dan Arif

Diharapkan kebijakan beasiswa NTB ini dijalankan dengan memperhatikan prinsip keberimbangan

MATARAM.lombokjournal.com — Dukungan dan apresiasi atas program beasiswa NTB sedang dilaksanakan Pemprov NTB terus mengalir.

Program ini dipandang sebagai cerminan kebijaksanaan Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Penilaian itu disampaikan DPO Serikat Tani Nasional (STN-NTB), M. Gazali, baru-baru ini.

“Saya sangat apresiasi atas salah satu program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini, terkait pemberian beasiswa yang diperuntukan bagi masyarakat NTB yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2,” ujar Gazali.

Bagi Gazali, kebijakan Dr. H. Zulkieflimansyah selaku Gubernur NTB saat ini memperlihatkan keberhasilan dalam membentuk pemerintahan yang bijak dan arif.

Menurutnya, kualitas pemerintahan tidak hanya dilihat dari sisi seberapa banyak infrastruktur fisik yang telah dibangun. Selain fisik, pembangunan juga harus dikemas dalam bentuk pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, hal itu dibutuhkan sebagai salah satu penopang untuk percepatan pembangunan atau sebagai sarana dan prasarana untuk mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat NTB.

Gazali menegaskan, suatu pemerintahan yang baik dapat dilihat dari bentuk kebijakannya. Terutama, bila kebijakannya tersebut sudah mencerminkan semangat UUD Negara Republik Indonesia 1945.

“Menurut saya, kebijakan Bapak Dr. Zulkieflimansyah saat ini selaku Gubernur NTB dalam memberikan beasiswa terhadap putra putri NTB adalah suatu kebijakan yang sudah sesuai dengan amanat konstitusi yang harus didukung oleh semua masyarakat NTB,” sebutnya.

Sesuai ketentuan, salah satu tanggungjawab pemerintah, baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah kabupaten/kota adalah menyelenggarakan sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun, selaku warga NTB, Gazali berharap kebijakan beasiswa NTB ini dijalankan dengan memperhatikan prinsip keberimbangan.

“Penerima manfaat tersebut harus merata di semua wilayah kabupaten/kota. Karena bagaimanapun, tanpa terkecuali warga masyarakat NTB adalah rakyatnya Gubernur NTB dan generasi bangsa yang harus mendapatkan pelayanan yang sama,” pungkasnya.

AYA (*)




Ponpes Al Madani Mengasah Keahlian Menulis Para Mahasantri Dan Pembina

Semua pelatihan digital menjadi sangat penting, sebab Ponpes Al Madani akan segera menjadi pilot project industrialisasi pesantren

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR ;  Pondok Pesantren (Ponpes) Al Madani Mamben, Lombok Timur.menggelar pelatihan jurnalistik.

Forum Media Siber (Formasi) NTB itu bertujuan mengasah keahlian menulis peserta yang merupakan mahasantri dan pembina.

Kegiatan ini dimulai sejak Senin (01/06), dan akan berlangsung  selama tiga hari. Sebagian besar akan diisi dengan praktik langsung setelah peserta mendapat bekal teori yang cukup.

Pimpinan Ponpes Al Madani, Tuan Guru Fauzan Zakaria menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan menciptakan hafidz yang juga ahli menulis disamping menguasai teknologi.

Dikatakannya, sejarah penulisan mushaf Alquran menandai dimulainya keseriusan budaya tulis menulis an kewartawanan di dunia islam.  Di zaman Khalifah Utsman bin Affan, khalifah yang ke tiga ide penulisan  mushaf itu dimulai.

Lalu dilanjutkan pada zaman Tabi’in, tidak hanya penulisan Al Qur’an tapi juga penulisan Hadis, dan puncaknya adalah zaman Tabi’ tabi’in para cendikiawan muslim berlomba-loma menulis kitab dalam brbagai disiplin ilmu.

“Itulah yang kita warisi hingga sekarang. Maka para santri tdak cukup mnghafal alqur’an dan pandai baca kitab saja, tapi juga harus terdepan dalam kmmpuan jurnalistik.” kata Fauzan.

Antusiasme peserta tampak begitu tinggi dengan kehadiran beberapa pembina santri.

Dijelaskan Fauzan, para peserta yang hadir ini beberapa waktu lalu juga pernah menerima bekal pelatihan pembuatan video konten digital.

“Lengkap rasanya bila semua peserta ini mendapatkan pelatihan membuat berita online setelah mereka beberapa hari yang lalu dilatih juga untuk membuat konten vidio digital,” ujar konseptor dan inisiafor seribu rumah Tahfidz yang akan segera di luncurkan tahun ini.

Ia menambahkan, semua pelatihan digital menjadi sangat penting. Pasalnya, pesantren yang sudah meluluskan banyak hafidz sejak delapan tahun lalu ini akan segera menjadi pilot project industrialisasi pesantren.

Pondok Pesantren Al Madani akan segera meluncurkan program industrialisasi pesantren. Diharapankan Ponpes Al Madani dapat menginspirasi seluruh Ponpes llainnya. Agar ke depan, lembaga pesantren mmiliki kemandirian ekonomi.

“Al Madani akan menjadi salah satu plopor industralisasi pesantren, sebagai pusat kegiatan industri santri dan masyarakat sekitar, di tahap awal kita fokus produksi konveksi dulu khususnya hijab, mukena, gamis dan pakaian muslim lainnya,” jelas alumni Mesir itu.

Sekretaris Daerah Prov. NTB, H. Iswandi dalam sambutan tertulisnya sangat mengapresiasi keterlibatan Formasi NTB yang mampu mengambil momen dalam melatih penulisan berita di Ponpes Al Madani.

“Saya berharap Sinergisitas Formasi NTB dengan Ponpes yang ada di NTB juga segera dilakukan, karena dunia penulisan jurnalistik ini sangat penting untuk para santri agar mampu mengelola produk tulisan yang baik. Sehingga mereka (santri red.) bisa menilai tulisan atau berita hoax dan berita benar,” pungkas birokrat segudang pengalaman ini.

AYA




Potensi Pelanggaran Lagu-lagu Berbahasa Sasambo Diseminarkan

Para produser diharapkan lebih berhati-hati dalam memilih bahasa yang akan dicantumkan dalam lagu

MATARAM.lombokjournal.com – KPID bersama FKIP Unram mengadakan seminar tentang “Kajian potensi pelanggaran lagu-lagu berbahasa sasambo di televisi dan radio”  di Kampus FKIP Unram Selasa, (02/07) 2019.

seminar meningkatkan kewaspadaan terhadap konten-konten yang berbahaya bagi masyarakat NTB khususnya disiarkan TV dan radio,

Ketua KPID Provinsi NTB Yusron Saudi, S.Pd.,M.Pd menerangkan seminar itu adalah amanat UU 32 tentang SSJ (Sistem Stasiun Jaringan). Salah satu ayatnya mengatur, Negara menguasai spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk penyelenggaraan penyiaran guna sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Menurut Yusron, pelanggaran-pelanggaran cenderung lebih banyak didapat pada lagu.  Masyarakat cenderung menikmati lagu namun tidak mempedulikan apa isi dari lagu tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para produser bisa lebih berhati-hati dalam memilih bahasa yang akan dicantumkan dalam lagu. KPID berkepentingan atau turut serta karena lagu-lagu tersebut disiarkan dengan melalui frekuensi yang ada.

Kegiatan-kegiatan seperti ini akan banyak dilakukan dan tentu saja akan menjadi awal untuk Sasambo tercinta dan tentu saja NTB Gemilang, sesuai tagline KPID, Siaran sehat untuk NTB Gemilang, tegasnya.

Dekan FKIP Unram Prof. Dr. H. A. Wahab Jufri, M.Sc. mengatakan kegiatan seperti ini akan menjadi awal dan tentu saja akan berlanjut.

Untuk mengkaji lagu-lagu dari Sasambo ini kita sudah menghadirkan oran-orang yang berkompeten dalam mengkaji lagu-lagu tersebut, harapnya.

Peran Media sangatlah penting di jaman ini, antara konten dengan bahasa pengantar informasi. Terkadang konten yang diberikan benar namun bahasa pengantar yang diberikan kurang tepat maka konten tersebut akan menjadi tidak benar/tidak baik.

Disinilah peran literasi diperlukan, kita bisa menyatukan makna antara konten, gambar dan bahasa.

Kaum Melinial Cinta Seni Daerah

Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H. mewakili Gubernur menerangkan, saat ini kita dihadapkan perkembangan teknologi informasi yang pesat.

Sehingga sajian informasi sangat mudah didapatkan. Termasuk anak-anak usia belia sekali pun sudah sangat familier dengan  beragam informasi media sosial dan hiburan yang mudah diakses melalui mobile handphone dan fasilitas komunikasi lainnya.

Namun di tengah perkembangan teknologi digital yang cepat itu, menurut Aryadi media televisi dan radio masih menjadi salah satu media komunikasi dan informasi yang efektif. Radio dan TV banyak menyajikan hiburan dan entertaiment lainnya.

Menurutnya, satu hal yang patut disyukuri,  saat ini telah muncul kecintaan kaum melinial terhadap seni budaya daerah, termasuk lagu-lagu daerah (Sasambo).

Terbukti dengan makin banyaknya lagu-lagu sasambo yang digandrungi dan disiarkan di radio maupun TV lokal.

Ditengah semangat berkreativitas seni itu, kata Gde sapaan akrabnya, tentu terkadang muncul ekspresi atau kata-kata dan ungkapan dalam lagu dan seni  tersebut yang kurang selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal, budaya dan agama.

Disinilah peran KPID yang bertugas nengawasi kontens penyiaran untuk mengingatkan lembaga penyiaran publik agar tidak menyiarkan kontens-kontens yang mengandung muatan dan potensi merusak karakter bangsa, tegas Aryadi

Tugas ini tentu tidak mudah, karena tiap daerah memiliki nilai kearifan lokal yang relatif berbeda, Misalnya pada masyarakat Mbojo, sebagai wujud penghormatan kepada orang tua atau orang yang dituakan, seringkali mengganti namanya.

Sebut saja misalnya nama Muhamad, akan lebih sopan di panggil memo. Namun sebaliknya bagi masyarakat di tempat lain, hal semacam itu malah dianggap tidak sopan.

Disinilah pentingnya peran para tokoh budayawan, akademi dan para cerdik pandai memberi kajian akademis dan masukan agar kontens-kontens yang disiarkan tidak menimbulkan konflik. Atau kesalahpahaman ditengah kehidupan masyakat budaya sasambo yang hiterogen, pungkas mantan Irbansus ini.

AYA




Unram dan PT. Angkasa Pura I Jalin MoU Penyelenggaraan Konsentrasi Kebandarudaraan

Konsentrasi Kebandarudaraan ini sangat penting dalam rangka mempersiapkan SDM yang mumpuni di bidang kebandaraan yang sangat dibutuhkan di era saat ini

MATARAM.lombokjournal.com —   Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. Lalu Husni SH., M.Hum menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Direktur PT. Angkasa Pura I (Persero), di Ruang Sidang Rektor, Rabu (19/06) 2019.

Dalan penandatanganan  Penyelenggaraan Program Diploma III Pariwisata Konsentrasi Kebandarudaraan, PT Angkasa Pura  diwakili oleh General Manager Bandara Internasional Lombok, Nugroho Jati.

Melalui kerja sama ini, PT. Angkasa Pura I (Persero) nantinya akan memberikan beasiswa kepada lulusan SMA/SMK berprestasi yang berada di wilayah kerja PT. Angkasa Pura I (Persero), untuk dididik menjadi calon-calon tenaga kerja yang profesional di bidang kebandarudaraan.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Husni dalam sambutannya mengatakan, konsentrasi Kebandarudaraan ini sangat penting dalam rangka mempersiapkan SDM yang mumpuni di bidang kebandaraan yang sangat dibutuhkan di era saat ini.

Bandara memegang peranan yang sangat vital dalam rangka menunjang sektor perekonomian, pemerataan pembangunan, akselerasi pembangunan nasional dan daerah, serta mempersatukan kedaulatan wilayah NKRI.

“Konsentrasi kebandarudaraan ini, berada di bawah Diploma III Pariwisata Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang telah ada saat ini di Unram dan penerimaan mahasiswa konsentrasi kebandarudaraan ini akan mulai pada tahun ini,” terang Prof. Husni.

Ia berharap kerja sama ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, karena tersedianya SDM yang mumpuni di bidang kebandarudaraan sangat diperlukan untuk menunjang operasional bandara. Khususnya Indonesia Tengah dan Timur, mulai dari Bandar Udara Internasional Adisutjipto di Yogyakarta sampai Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak, Papua.

Sumber daya dan kurikulum yang akan diterapkan dalam penyelenggaraan konsentrasi kebandarudaraan ini nantinya akan ditetapkan secara bersama-sama antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan PT. Angkasa Pura I (Persero).

Nugroho Jati saat mewakili Direktur PT. Angkasa Pura I (Persero) menyampaikan sambutan berharap melalui pendidikan yang ditempuh, nantinya penerima beasiswa dapat memiliki kompetensi yang memadai. Baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap/attitude dalam bidang pelayanan, komunikasi, bahasa inggris, dan dalam bidang kebandarudaraan, sehingga nantinya siap bekerja sebagai personil operasional di bandara.

“Seluruh kompetensi tersebut akan dikemas dalam mata kuliah yang diberikan pada Program Diploma III Pariwisata dengan konsentrasi kebandarudaraan yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Unram,” katanya.

Nugroho Jati juga mengungkapkan bahwa PT. Angkasa Pura I (Persero) memilih Unram sebagai tempat pelaksanaan pendidikan bagi peserta penerima beasiswa karena Unram merupakan salah satu universitas di Indonesia yang telah memiliki pengalaman yang sangat panjang, dalam mendidik mahasiswa agar memiliki kompetensi memadai yang dibutuhkan di dunia kerja.

Di samping itu, lokasi Unram yang berada di wilayah kerja PT. Angkasa Pura I (Persero), yaitu Bandara Internasional Lombok dan Eks Bandara Selaparang dipandang dapat memudahkan dalam melakukan koordinasi dan komunikasi dalam pelaksanaannya.

AYA




Pencanangan Gerakan Membaca, Gubernur Zul; Perpustakaan Akan Berevolusi Jadi Smartphone

Gerakan cinta membaca ini penting untuk dilakukan, mengingat masih rendahnya minat baca masyarakat serta semakin menurunnya kecintaan masyarakat terhadap buku

MATARAM.lombokjournal.om – Hari ini, Selasa (18/06) 2019, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mencanangkan Gerakan Cinta Membaca di Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB.

Ke depan, Gerakan Cinta Membaca dipastikan akan menggeliat di berbagai perpustakaan, sekolah atau taman baca yang ada di NTB.  Termasuk perpustakaan yang berada di setiap desa dan kelurahan.

Pada pencanangan Itu, Gubernur Zul menyampaikan, perpusatakaan di masa yang akan datang akan berbeda dengan saat ini.

Cara pandang dan kebutuhan terhadap perpustakaan akan beda. Apalagi dengan perkembangan teknologi, memungkinkan perpustakaan tidak lagi terpaku pada ruangan dan jumlah karyawan yang banyak.

Namun akan berevolusi menjadi sebuah benda yang bernama smartphone, yang memungkinkan seseorang dapat mengakses seluruh perpustakaan di bebagai belahan dunia, kapan saja dan dimana pun seseorang berada.

“Saya membayangkan Perpsutakaan di NTB itu ukuran 2×3 di seluruh desa dan diisi oleh orang hebat yang bisa mengakses seluruh perpustakaan di dunia,” ungkap Gubernur yang pernah mengunjungi perpustakaan terlengkap di Amerika itu.

Pada acara yang mengangkat tema “Gerakan Cinta Membaca dan Peningkatan Literasi untuk Kesejahteraan Masyarakat Untuk Membangun NTB yang Gemilang”, Gubernur Zul menekankan pentingnya membaca untuk menghadapi masa depan.

“Dengan buku kita bisa berselancar dan bertemu dengan siapa saja yang kita inginkan. Dengan buku kita bisa bercerita tentang akhirat dan mengunjungi masa depan. Dengan buku, kita bisa bertemu dengan jagoan-jagoan yang bisa menaklukkan dunia,” Jelas Doktor Zul.

Doktor Zul berharap perpustakaan di NTB ini dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi yang ad.

Sebab, kebutuhan big data, termasuk big data tentang perpustakaan, akan semakin tinggi dan canggih.

Handphone, dengan big data, sekali orang punya mengakses pada handphone, dia tau emosi orang itu dengan apa yang sering dia baca. Dengan analisa big data, semua bisa disederhanakan, dibaca oleh smartphone itu,” jelasnya.

Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca, Perpustakaan Nasional, Deny Kurniadi, M. Hum menjelaskan, peningkatan minat baca bagi masyarakat, terutama anak-anak sangat dipengaruhi oleh orang tua, keluarga dan lingkungan.

Apa yang dilakukan oleh orang tua terhadap buku, akan berpengaruh pada cara pandang anak pada buku dan minat baca.

Di Indonesia katanya, budaya bertutur masih tinggi dibanding dengan budya membaca.

Hal ini terlihat dengan sering masyarakat bercerita atau bertutur di berabagai tempat, seperti warung makan, kedai kopi serta tempat tempat lain yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat.

“Semoga gerakan cinta membaca di NTB ini menjaid inspirasi untuk meningkatkan minat baca di seluruh Indonesia,” harapnya

Kepala DPKP NTB, Dr. Manggaukang menjelaskan, gerakan cinta membaca ini penting untuk dilakukan. Mengingat,  masih rendahnya minat baca masyarakat serta semakin menurunnya kecintaan masyarakat terhadap buku.

Untuk rangkaian kegiatan ini, pihaknya telah menggelar sejumlah lomba

Di antaranya, lomba perpustakaan umum desa dan kelurahan, lomba perpustakaan sekolah, lomba menulis, lomba mendongeng dengan bahasa daerah, lomba bercerita dan lomba mewarnai.

Saat itu, Gubernur juga menyerahkan hadiah untuk para peserta lomba yang berhasil menjadi juara.

iwo/Hms NTB




Naja, Hafidz Quran Asal Mataram, Dapat Kado Spesial

Naja cuma butuh waktu 10 bulan saja untuk menjadi hafiz, hafal Al Quran

MATARAM.lombokjournal.com —  Naja Hudia Afifurrohman, seorang hafiz cilik berusia 9 tahun  yang membuat publik berdecak kagum lantaran mampu menghafal 30 juz Al Quran hanya dalam waktu 10 bulan.

Bocah  cilik asli Nusa Tenggara Barat  yang kini tengah viral karena kemampuannya menghafal Al Quran itu menorehkan kisah inspiratif.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Sekda Provinsi NTB, H. Rosiady Sayuti, Phd memberikan kado spesial kepada Naja berupa Tabungan Pendidikan, Jumat (31/05) 2019.

Bertempat di Masjid Hubhul Wathan Islamic Centre, Rosiady berkesempatan menguji hafalan Quran Naja.

Selain Sekda Provinsi NTB, Imam Shalat Jumat asal Maroko, Ahmed Al-Alaoi juga menguji hafalan Quran Bocah asal Gomong tersebut. Masyaallah, seluruh bacaan yang dilafadzkan Naja tepat, tanpa kesalahan. Selain melanjutkan hafalan, Naja juga memberikan keterangan berupa nama surat,  halaman, hingga posisi ayat di Quran. Menakjubkan!

Pada kesempatan tersebut, Ibunda Naja juga menceritakan perjalanan kisah mereka yang sangat inspiratif.

Sebuah perjalanan yang menghantarkan Naja bisa sampai pada titik ini dan dikenal seluruh masyarakat Indonesia dan dunia. Peserta hafiz Indonesia ini mengidap penyakit cerebral palsy atau lumpuh otak sejak lahir.

Dilansir dari Hello Sehat, cerebral palsy ini terjadi karena adanya cedera pada bagian otak yang mengontrol kemampuan untuk menggunakan otot.

Ketika Naja lahir, sang ibunda, Dahlia Anjani mengaku syok ketika anaknya divonis penyakit berat ini. Meski begitu, sang ibunda sudah pasrah dan melakukan yang terbaik untuk Naja, karena merupakan amanah dari Allah.

“Ketika bayi, Naja selalu berhenti menangis jika didengarkan murottal Quran. Dia diam dan menikmati murottal” jelas sang Ibunda

Ketika masuk sekolah TK, rupanya Naja sudah hafal Al Quran 3 juz, yakni juz 30, 29 dan 28.

“Pas masuk sekolah, gurunya bilang ‘ini Naja sudah hafal 3 juz ma’, katanya gitu, pas masuk TK,” lanjut sang ibunda.

Karena informasi tersebut, sang guru lantas menyarankan agar Naja ini lanjut menghafal Al Quran.

Ternyata, tak butuh waktu setahun bagi Naja untuk menjadi hafiz, atau orang yang menghafal Al Quran. Naja ini cuma butuh waktu 10 bulan saja untuk menjadi hafiz, hafal Al Quran.

“Mulai Februari 2018, Ustaznya nyaranin perdengarkan saja, jangan semua, per halaman satu hari. Klau mampu ditambah satu halaman lagi. Pas November 2018 kemarin, Naja hafal 30 juz,” tutur sang ibunda.

AYA/Hms NTB




NTB Sukses Selenggarakan PTQ Emas 2019 Yang Diikuti 34 Provinsi

Gubernur Zulkieflimansyah saat menutup kegiatan itu menyampaikan terima kasih atas kepercayaan RRI dan Kemenpar yang menjadikan NTB sebagai tuan rumah

Gubernur Zul serahkan bendera pataka PTQ ke Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru

MATARAM.lombokjournal.com – Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) Emas ke-50 tahun 2019 yang digagas RRI bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI itu berlangsung  sukses dan melahirkan qori’ qori’ah terbaik dari berbagai provinsi.

Provinsi NTB selaku tuan rumah yang membuka PTQ sejak 17 Mei lalu, terbilang sukses menyelenggarakannya.

Selama lima hari pelaksanaannya, lantunan suara merdu Al-Qur’an dari para peserta dari 34 provinsi di Indonesia itu, selalu terdengar di Masjid Hubbul Wathan NTB, sebagai venue kegiatan itu.

Apalagi, kegiatan tersebut digelar pada bulan Ramadhan seperti saat ini. Sehingga, menjadi nilai tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah Provinsi NTB.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang menutup kegiatan itu menyampaikan terima kasih atas kepercayaan RRI dan Kemenpar menjadikan NTB sebagai tuan rumah perhelatan itu.

“Kami merasa senang, terima kasih telah datang meramaikan kota kami. Semoga kehadiran para peserta melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an ini menambah keberkahan Provinsi Nusa Tenggara Barat,” kata Gubernur ,

Khusus kepada jajaran RRI, Gubernur Zul menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. RRI memiliki sejarah tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan yang sama,  Gubernur menyerahkan hadiah untuk para juraa lomba yang telah dipertandingkan dalam PTQ tersebut. Di antaranya, lomba tauziyah, lomba tahfiz, tilawah. Masing-masing juara pertama akan mendapat hadiah umrah dan uang pembinaan.

Selain itu, Doktor Zul menyerahkan bendera pataka PTQ kepada Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, selaku tuan rumah kegiatan 2020 mendatang.

Herman Deru menyampaikan tekadnya untuk melaksanakan dan menyukseskan PTQ 2020 di provinsinya. Sebagai daerah dengan predikat zero conflict ,  ia menjamin kegiatan itu akan berhasil dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Ia mengajak seluruh peserta yang mengikuti lomba tersebut untuk datang dan meramaikan PTQ 2020 di Sumatera Selatan.

Penutupan PTQ itu juga dirangkaikan juga dengan Peringatan Nuzulul Qur’an 1440 H. Penceramahnya Ust. Fikri Haikal dan diisi juga oleh penyanyi religi kenamaan, Opick Tombo Ati. Hadir juga Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Resnawan

AYA/Biro Hms-ProtokolNTB