Mahasiswa NTB di Korsel Mengaku Nyaman dan Tidak Terlantar

Beberapa dari para peserta program belajar mengambil pekerjaan paruh waktu, sebagian lainnya diam di asrama  menunggu masuk kampus pada 2 September 2019 

MATARAM.lombokjournal.com — Mahasiswa Penerima Program Belajar di Chodang University di Korea Selatan, menampik kabar menyangkut mahasiswa penerima beasiswa yang dikabarkan telantar di negeri gingseng.

Mereka mengaku menjalani kehidupan yang normal dan nyaman.

Penegasan serupa disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi.

Euis Baiduri, salah seorang mahasiswa Universitas Mataram, salah satu penerima Program Belajar di Chodang University di Korea Selatan menegaskan, saat ini mereka sama sekali tidak telantar.

“Pada intinya, kami di sini sama sekali tidak ada yang ditelantarkan. Bahkan tidak telantar,” ujarnya,

Menurut Euis, kondisi mereka di Korsel saat ini baik-baik saja. Kehidupan yang mereka jalani juga berjalan dengan normal.

“Kami tinggal dengan nyaman di asrama, full Wifi, asrama yang nyaman, makan yang teratur,” ujarnya.

Beberapa dari para peserta program belajar ke Korsel bahkan mengisi liburan mereka dengan mengambil pekerjaan paruh waktu, sebagian lainnya memilih diam di asrama  menunggu waktu masuk kampus pada 2 September 2019 mendatang

“Saya pribadi memilih di asrama, menikmati hari-hari dengan belajar buat persiapan ujian level bulan November depan. Sesekali jalan-jalan,” ujarnya.

Ditemui terpisah, dr. Nurhandini Eka Dewi  menegaskan, Pemprov NTB tidak pernah menelantarkan para penerima beasiswa belajar ke Chodang University, Korea Selatan.

“Jadi tidak ada yang ditelantarkan. Kalau ada yang menyebut bahwa kami menelantarkan, bisa dipastikan itu hoaks. Pemprov NTB tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan yang terjadi dalam proses pengiriman peserta program belajar ini,” tegas dr. Eka.

Ketika penerima program beasiswa mengalami kendala, Pemprov NTB akan berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan.

BACA JUGA ;  Pemprov NTB Bantah Kabar Penerima Beasiswa di Korea Terlantar

Salah satu wujud perhatian Pemerintah Provisi NTB terhadap penerima beasiswa adalah, telah dianggarkannya bantuan beasiswa di Tahun Anggaran 2020 mendatang.

“Jadi kami di Pemprov NTB tetap berkeyakinan bahwa Program Beasiswa NTB adalah salah satu program mulia yang akan memberikan manfaat besar bagi daerah kita. Kalaupun ada kendala dalam pelaksanaannya, kita akan cari jalan keluarnya bersama,” tegasnya.

AYA




Pemprov NTB Bantah Kabar Penerima Beasiswa di Korea Terlantar

Ketika penerima program beasiswa mengalami kendala, Pemprov NTB akan berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi selaku leading sector yang ikut menangani program pengiriman para tenaga kesehatan ke Korsel menegaskan, Pemprov NTB tidak pernah menelantarkan para penerima beasiswa.

Dikatakannya, kalau ada yang mengabarkan ada penerima beasiswa terlantar, bisa di[astikan tidak benar.

“Jadi tidak ada yang ditelantarkan. Kalau ada yang menyebut bahwa kami menelantarkan, bisa dipastikan itu tidak benar. Pemprov NTB tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan yang terjadi dalam proses pengiriman peserta program belajar ini,” tegas dr. Eka, Rabu (28/08) 2019.

Menurut dr. Eka, yang menentukan keberhasilan dan kegagalan setiap peserta program belajar tergantung ketekunan dan kemauan menghadapi persoalan.

Ketika penerima program beasiswa mengalami kendala, Pemprov NTB akan berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan.

BACA JUGA ; Mahasiswa NTB di Korsel Mengaku Nyaman dan Tidak Telantar

Salah satu wujud perhatian Pemerintah Provisi NTB terhadap penerima beasiswa adalah telah dianggarkannya bantuan beasiswa di Tahun Anggaran 2020 mendatang.

“Jadi kami di Pemprov NTB tetap berkeyakinan bahwa Program Beasiswa NTB adalah salah satu program mulia yang akan memberikan manfaat besar bagi daerah kita. Kalaupun ada kendala dalam pelaksanaannya, kita akan cari jalan keluarnya bersama,” tegasnya.

AYA




Gubernur NTB Bersama Menteri Pendidikan Malaysia, Saksikan MoU LPP NTB Dengan 18 Universitas di Malaysia

Ia meyakini, apa yang dilakukan Gubernur NTB bersama jajarannya memang tidak akan nampak hasilnya sekarang. Melainkan 10, 20 atau bahkan 50 tahun dari sekarang

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bertukar cinderamata dengan Menteri Pendidikan Malaysia, Dr. Maszlee Malik

lombokjournal.com —

PUTRAJAYA, MALAYSIA   :   Gubernur NTB, Zulkieflimanyah bersama Menteri Pendidikan Malaysia, Dr. Maszlee Malik, menyaksikan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB menandatangani Memorandum of Understanding dengan 18 Perguruan Tinggi Malaysia, Malaysia di Putrajaya, Jumat (23/08) 2019..

Perguruan tinggi yang telah terikat kesepahaman ini nantinya akan menjadi tujuan belajar para mahasiswa penerima Beasiswa NTB. Para Rektor Perguruan Tinggi Malaysia yang terlibat  kesepakatan itu ikut menyaksikan penandatangan tersebut.

Sekretaris LPP NTB, Sri Hastuti menyebutkan, beberapa perguruan tinggi terbaik di Malaysia ikut serta dalam kesepakatan ini.

Beberapa di antaranya adalah Universiti Malaya, Universiti Putra Malaysia, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Sains Malaysia dan Universiti Teknologi Malaysia.

Ia menjelaskan, tahun ini akan berangkat 152 mahasiswa NTB yang akan menuntut ilmu di Malaysia.

Kesepakatan ini mendapat sambutan positif dari Menteri Pendidikan Malaysia, Dr. Maszlee Malik. Ia mengutarakan, kerjasama ini memiliki makna penting sebagai upaya membangun kehidupan bersama.

“Kita hidup sebagai satu keluarga,” ujar Dr. Maszlee Malik.

Penguatan hubungan Mlaysia-Indonesia

Dr. Maszlee menilai, Provinsi NTB beruntung memiliki Gubernur seperti Dr. Zulkieflimansyah yang menginisiasi kerjasama ini.

“NTB bertuah mendapatkan Gubernur seperti bapak Zulkieflimansyah,” ujarnya.

Ia meyakini, apa yang dilakukan Gubernur NTB bersama jajarannya memang tidak akan nampak hasilnya sekarang. Melainkan 10, 20 atau bahkan 50 tahun dari sekarang.

Dr. Maszlee menilai Gubernur NTB juga memberikan sumbangsih berharga bagi penguatan hubungan kedua negara.

“Beliau dan siswa merupakan aset bagi negara,” ujarnya.

Menurut Maszlee, pada 2025 mendatang Malaysia bertekad menjadi tempat belajar bagi 250.000 pelajar antarbangsa. Dalam pencapaian tujuan tersebut, pelajar antarbangsa dari Indonesia merupakan yang ketiga tertinggi di Malaysia, dengan jumlah mencapai 10.874 pelajar.

“Bilangan ini amat kecil berbanding penduduk Indonesia yang ratusan juta. Kita berharap lebih ramai lagi yang datang ke Malaysia. Begitu juga kita berhasrat untuk mengantar pelajar-pelajar Malaysia melakukan mobility di Indonesia. Begitu juga dosen,” ujarnya.

Karena itulah, setengah berkelakar, Dr. Maszlee mengutarakan keinginannya agar jumlah mahasiswa NTB dilipatgandakan hingga 10 kali lebih banyak.

“Kalau tadi saya bilang ke Bapak Doktor, berapa bilangan, dia bilang 200 kali ini. Mungkin di masa hadapan 2000,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB juga mengutarakan makna penting yang mendasari kerjasama ini.

Ia menegaskan, salah satu manfaat utama dari kerjasama ini adalah memperkuat saling pemahaman antara Indonesia dan Malaysia.

Menurut Gubernur, miskomunikasi dalam sebuah hubungan, seringkali terjadi karena salah satu pihak tidak mengetahui gambaran dan cerita pihak lain secara utuh.

“Kami sangat berminat mengirimkan putra-putri NTB untuk belajar di Malaysia bukan semata mengejar gelar akademis, Pak Menteri. Tapi lebih dari itu, kita berharap dengan mengirimkan mereka belajar ke Malaysia, ada relasi yang lebih dalam antara dua bangsa ini bisa kita ketahui,” ujarnya.

Gubernur Zul mengatakan, para pelajar yang dikirim ini adalah para aktivis pelajar juga.

“Tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga cerdas dalam banyak aspek. Jadi kami berharap di lima atau 10 tahun mendatang, siapapun yang menjadi pemimpin Indonesia, mereka memiliki koneksi dengan Malaysia,” harapnya.

Gubernur berharap, Menteri Pendidikan Malaysia bersama para rektor perguruan tinggi di Malaysia bisa berkunjung ke Lombok. Menikmati destinasi-destinasi wisata di Lombok.

Gubernur menyampaikan terima kasihnya atas sambutan yang luar biasa meriah dari pihak Malaysia.

“Kami merasa terhormat dan merasa dimuliakan dengan hebatnya sambutan yang diberikan jajarannya bersama Pak Rektor. Mudah-mudahan kami juga bisa memberikan sambutan dengan hal yang sama seperti ini ketika Pak Menteri datang ke wilayah kami di Nusa Tenggara Barat.” kata gubernur.

Rektor Universiti Utara Malaysia (UUM), Prof. Dr. Ahmad Bashawir Haji Abdul Ghani mengapresiasi penandatanganan MoU dengan LPP NTB ini.

Menurutnya, kebijakan ini akan menjadi investasi yang bermanfaat bagi upaya membangunan kualitas manusia di NTB.

Bashawir mengemukakan, terobosan kebijakan mengirimkan mahasiswa belajar ke Malaysia  ini juga membuka akses lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk memperoleh pendidikan berkelas dunia dengan biaya yang murah.

Menurutnya, lewat kerjasama ini, pihaknya akan memberikan insentif berupa iuran spesial. Tidak main-main, insentif yang diberikan kepada penerima beasiswa asal NTB adalah berupa diskon biaya pendidikan hingga separuh dari biaya normal.

Ini menjadikan biaya pendidikan di UUM bagi para penerima beasiswa ini dapat menjadi lebih murah daripada di Indonesia.

“Sebenarnya lebih mahal. Tapi karena ini inisiatif pak gubernur, jadi kami dengan senang hati membantu dengan harga spesial,” ujarnya.

AYA/HmsNTB (*)




Asisten III Setda KLU Buka Acara ‘ Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial’

Kabupaten Lombok Utara dijadikan pilot project program inklusi sosial yang ada di NTB bersama Kabupaten Bima

Ir. H. Melta

lombokjournal.com —

TANJUNG  ;   Kementerian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lombok Utara, melaksanakan Pertemuan Multipihak (Stakeholders Meeting) yang dibuka oleh Asisten III Setda KLU Ir. H. Melta di Jenggala Tanjung , Selasa (20/08) 2019..

Acara bertajuk Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial tersebut diikuti beberapa OPD beserta stakeholder terkait. Di antaranya, Klub Baca Perempuan, Bank NTB Cabang Tanjung, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Asisten III Setda KLU Ir. H. Melta, mewakili Bupati Lombok Utara mengatakan, terbentuknya perpuatakaan di berbagai tempat, khususnya di SKPD yang ada di KLU ini diharapkan sudah bisa dimulai

“Dari kegiatan ini, kami harapkan semua SKPD dan stakeholders sudah mulai membuat pojok perpustakaan,” imbuhnya.

Saat yang sama, Kadis Perpustakaan Daerah KLU Ir. H. Lalu Mustain menyampaikan, Kabupaten Lombok Utara dijadikan pilot project program inklusi sosial yang ada di NTB bersama Kabupaten Bima. Melalui kegiatan tersebut diharapkan  memacu peran optimal untuk mengembangkan perpustakaan di KLU, baik di kabupaten dan desa.

Ada enam perpustakaan yang akan mendapatkan bantuan dari anggaran APBD tahun ini, yaitu Desa Senaru, Pendua, Genggelang, Tanjung, Malaka dan Pemenang Barat.

Secara terpisah Pjs Kades Tanjung Abdulis, S.Pd yang turut hadir mengungkapkan, pihaknya mendapat bantuan perpustakaan berupa tiga unit komputer, sedangkan untuk perpustakaan desa disiapkan ruangan khusus.

“Semoga dengan adanya perpustakaan desa, masyarakat bisa lebih gemar membaca di perpustakaan desa,” katanya.

sta/humaspro




Gubernur NTB Ingatkan, Pramuka Tidak Boleh Punya Sifat Putus Asa

Dingingatkan kepada para pembina Pramuka agar terus membina anak-anak dengan baik di Gerakan Pramuka ini, ia meyakini bahwa NTB akan lebih baik jika Gerakan Pramukanya disikapi dan di internalisasi oleh anak-anak muda di NTB ini

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr.H.Zulkieflimansyah, M.Sc mengingatkan  anggota Pramuka, khususnya yang siaga untuk selalu semangat dan tidak mudah berputus asa.

Sebagaimana karakter ini di contoh seekor kura kura dalam sebuah pertandingan lari cepat dalam sebuah dongeng yang memenangkan pertandingan dengan seekor kelinci.

Dikisahkan, dalam pertandingan ini kelinci dengan angkuh menyempatkan diri beristirahat karena yakin kura- kura tak kan mampu menyaingi dirinya karena berjalan lambat, namun dalam cerita tersebut yang lebih dulu mencapai finish adalah si kura kura karena si kelinci tertidur lelap.

“Seorang Anggota Pramuka tidak boleh memiliki sifat putus asa, sebuah cerita tentang perlombaan di hutan, perlombaan tersebut adalah perlombaan lari antara kelinci dan kura-kura,” kata Gubernur Zul  saat menghadiri Gebyar Pesta Siaga dalam  rangka Hari Pramuka ke-58 dan HUT RI ke-74 di Bumi Perkemahan Jaka Mandala, Minggu, (18/08) 2019.

Ia melanjutkan,  cerita tersebut mengandung pelajaran yang sangat besar bagi kehidupan manusia diantaranya adalah kita tidak boleh menyepelekan orang lain karena kekurangannya sementara kita sendiri merasa lebih dari yang lainnya.

“Pesannya sederhana, walaupun kita punya kelebihan, walaupun kita punya keahlian, walaupun kita mampu berlari lebih baik dari teman-teman kita, kita tidak boleh sombong, kita tidak boleh memamerkan kemampuan kita dan kita tetap waspada terhadap apa-apa yang terjadi di Sekitar kita,” lanjut gubernur

Justru dengan kemenangan kura-kura yang dianggap mustahil bisa menang bisa diambil pelajaran bahwa kita tidak boleh pesimis dalam segala hal walaupun orang lain menganggapnya sebagai sebuah hal yang mustahil.

“Ini yang tidak berputus asa, walaupun diejek dan penuh keterbatasan, namun dengan keyakinan yang penuh, sedikit demi sedikit, akhirnya kelinci yang larinya lebih cepat bisa dikalahkan, artinya kalau adik-adik punya masalah sedikit dalam kehidupan, jangan pernah putus asa, setapak demi setapak insyaallah akan ada cahaya diujung terowongan untuk menjadi pemenang dalam hidup dan kehidupan ini,” tambah Gubernur.

Ia mengingatkan kepada para pembina Pramuka agar terus membina anak-anak dengan baik di Gerakan Pramuka ini, ia meyakini bahwa NTB akan lebih baik jika Gerakan Pramukanya disikapi dan di internalisasi oleh anak-anak muda di NTB ini.

Waka Bina Muda kwarda NTB, yang akrab  di sapa Kak Fathul sekaligus Ketua Panitia dalam acara ini menyampaikan terimakasinya kepada Gubernur NTB atas kehadirannya dalam acara gebyar siaga di Buper Jakamandala.

Dan menginformasikan, kegiatan seperti ini akan di laksanakan sebagai agenda tahunan kwarda NTB guna menumbuh kembangkan semangat kebersamaan dan memupuk rasa persaudaraan antar siaga di NTB ini.

Nilai yang akan dicapai dalam acara ini  adalah pembangunan karakter peserta didik dan revitslisasi Gerakan Pramuka dimulai dari tingkatan Siaga, Penggalang, penegak pandega sampai kelak menjadi pramuka dewasa.

“Kita akan memulai dari pondasi kita tingkatan siaga ini sehingga harapan kita, keberlanjutan Gerakan Pramuka ini terus menjadi sesuatu yang kita harapkan bersama memberikan kontribusi pisitif dalam mengisi Pembangunan di daerah yg kita cintai Nusa Tenggara Barat yg gemilang,” pungkasnya.

Di acara gebyar siaga ini berbagai macam permainan dan antraksi diantaranya Antraksi memanah dan Karate yg di persembah oleh adik adik siaga Gugus Depan SDIT Anak sholeh Kabupaten Lombok Tengah.

AYA




Hari Anak Nasional, Wagub Harap Anak-anak Selalu Bersemangat Dan Nikmati Masa sekolahnya

Pesan untuk anak-anak, agar memperhatikan kebersihan agar program Zero Waste bisa terwujud maksimal

MATARAM.lombokjournal.com ataram —  Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri perayaan Hari Anak Nasional di Taman Budaya Mataram, Rabu (14/08) 2019.

Dalam kesempatannya, Wakil Gubernur memberikan motivasi kepada anak-anak yang hadir untuk selalu bersemangat dan menikmati masa-masa sekolahnya.

“Ini adalah hari untuk kalian, kita hari ini meperingati hari anak nasional, seyogyanya anak selalu senang menikmati hari-harinya, dinikmati untuk sekolah, jangan dianggap sekolah sesuatu yang membuat kita capek dan stres,” ungkap Wagub.

Bukan hanya anak-anak yang harus menikmati sekolahnya, Wagub juga memberikan arahan agar sekolah-sekolah juga harus menciptakan suasana yang baik, agar dapat dinikmati oleh murid-muridnya.

Ia menceritakan kehidupannya saat bersekolah, ia mengatakan bahwa jika orang menikmati sekolahnya pasti akan mendapatkan hasil yang bagus.

Salah satu tujuan bersekolah adalah menuntut ilmu untuk meraih cita-cita, Wakil Gubernur memberikan gambaran kepada para siswa yang hadir bahwa apapun cita-citanya, anak-anak NTB harus memiliki jiwa entrepreneur.

Selain sekolah umum, hadir juga anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB), namun memiliki kemampuan-kemampuan hebat dan menunjukan kebolehannya. Melihat semua itu, Wagub mengungkapkan bahwa anak-anak yang sekolah di SLB itu bukan memiliki kekurangan, namun memiliki kelebihan dari yang lainnya.

“Yang merasa diri normal belum tentu lebih normal dari pada anak yang sekolah di SLB, yang kita lihat punya kekurangan, banyak memiliki kelebihan di luar kemampuan kita, banyak anak-anak yang sekolah di SLB yang menorehkan prestasi, jadi sayangi keluarga kita, tetangga-tetangga kita yang mengalami disabilitas”, tambahnya.

Tak lupa, diakhir penyampaian, Wagub berpesan kepada anak-anak yang hadir untuk memperhatikan kebersihan agar program Zero Waste bisa terwujud maksimal.

“Sekolah-sekolah juga harus menerapkan zero waste, semua lingkungan kita harus bersih, tidak boleh ada sampah berserakan, nanti kita akan cek sekolahnya, semangat anak-anak NTB, semoga kalian menjadi anak-anak yang berguna bagi umat dan bangsa,” kata Wagub.

AYA/HmsNTB

 

 




Wagub Rohmi Harapkan  Gerakan Pramuka  Tetap Produktif  Dan Inovatif

Ummi Rohmi menitipkan pesan kepada seluruh gerakan Pramuka untuk mendukung Visi Misi NTB GEMILANG

Wagub Hj Rohmi

Wagub bersama wakil Legiun Veteran NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Pada peringatan Hari Pramuka ke-58, gerakan pramuka diharapkn tetap menjaga semangat, selalu produktif dan inovatif dalam berkarya,

Wakil Gubernur NTB Dr. Sitti Rohmi Dhalilah, M.Pd, yang juga merupakan Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Kuartir Daerah NTB, menyampaikan harapan itu saat bertindak sebagai Pembina Upacara dalam peringatan Hari Pramuka ke-58, di Lapangan Bumi Gora Provinsi NTB, Rabu (14/8).

Peringatan itu dirangkaikan dengan Hari Veteran Nasional.

“Selamat Ulang Tahun ke – 58 Pramuka, semoga gerakan pramuka tetap semangat, selalu produktif dan inovatif dalam berkarya, serta selalu menjadi generasi muda terdepan, untuk Indonesia menjadi semakin hebat,” ujar Wagub Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengatakan, selaku anak bangsa kita memang di tuntut untuk bersama-sama bersinergi, menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi bangsa ini, sebagai wujud kecintaan kita terhadap keutuhan NKRI, lanjut Ummi Rohmi.

Pada upacara yang mengusung tema “bersama segenap komponen bangsa gerakan pramuka siap sedia membangun keutuhan NKRI” tersebut, Ummi Rohmi menitipkan pesan kepada seluruh gerakan Pramuka untuk mendukung Visi Misi NTB GEMILANG.

“Sebagai Praja Muda Karana, atau jiwa muda yang gemar berkarya, diharapkan menjadi terdepan, dalam menyukseskan program-program unggulan Pemerintahan NTB seperti, desa tangguh bencana, NTB bersih, NTB zero waste serta program-program unggulan lainnya .

Tidak lupa, Ummi Rohmi yang tampak Anggun dan Berwibawa dengan mengenakan seragam pramuka lengkapnya, mewakili seluruh masyarakat NTB, juga menyampaikan apresiasinya yang tinggi, kepada para Veteran yang telah mempertaruhkan nyawa untuk membela Indonesia.

“Kita berharap seluruh Anggota Veteran, dengan segala daya dan upaya, tetap bisa mengabdi untuk negeri, tidak lelah mencintai negeri ini. Veteran dapat memberi segala pikiran positifnya, untuk kemajuan masyarakat, daerah, bangsa dan Negara,” harap Ummi Rohmi.

AYA/HmsNTB




Pekan Apresiasi Budaya 2019 Di Lombok Utara, Mensosialikan Norma Dan Kearifan Lokal

Kegiatan Pekan Apresiasi Budaya merupakan event tetap tahunan di Kabupaten Lombok Utara

Bupati Najmu Akhyar

Para tokoh adat

TANJUNG.lombokjournal.com —  Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan Pekan Apresiasi Budaya (PAB) tahun 2019.

Penyelenggaraan PAB di KLU tersebut merupakan apresiasi dan ruang ekspresi kebudayaan berbagai pranata dan institusi budaya yang ada di bumi Tioq Tata Tunaq,

Bupati Lombok Uyara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH saat membuka kegiatan PAB 2019 di Lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung (13/08) mengatakan, pentingnya  mensosialisasikan beragam norma dan kearifan lokal agar dapat diinternalisasi masyarakat.

Tak hanya masyarakat Lombok Utara semata, tetapi masyarakat luas.

Dikatakannya, kegiatan PAB untuk melestarikan secara turun temurun budaya yang hidup di masyarakat adat dan masyarakat pada umumnya.

“Inilah kekhasan Lombok Utara yang kaya akan pranata budaya. Kegiatan seperti ini kita jadikan momentum kembali meneradisikan adat dan budaya kita serta melaksanakan norma-norma yang ada di Lombok Utara,” tutur bupati.

Bupati Najmul menjelaskan, berbagai atraksi prosesi maulid adat, prosesi khitanan, prosesi pengantenan, menunjukkan bahwa budaya memuliakan manusia.

“Segala hidup dan kehidupan masyarakat, tentu mempunyai nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Itulah nilai adat dan budaya,” kata bupati pada wartawan.

Event tetap

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kabid Kebudayaan Disbudpar KLU Arnowadi, S.Pd., menyatakan, kegiatan PAB merupakan event tetap tahunan di KLU.

Dilaksanakan bersamaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-11 KLU dan HUT ke-74 RI. Adapun latar belakang kegiatan dalam upaya melestarikan kearifan budaya lokal. Lantaran KLU terkenal dengan kabupaten berbasis budaya.

“Pelaksanaan kegiatan PAB kali ini, kita mengusung tema Paer Dayan Gunung Meririq Diriq. Diikuti lima kecamatan yang ada di KLU dengan berbagai prosesi pranata kebudayaan yang diatraksikan,” tandasnya.

Tampak prosesi karnaval budaya dari lima kecamatan, yaitu Kecamatan Tanjung dengan prosesi adat Sorong Serah Aji Krama, Kecamatan Pemenang menampilkan prosesi Adat Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Sedangkan Kecamatan Gangga dengan prosesi Nyongkolan, Kecamatan Kayangan melalui prosesi adat Bisoq Beras/Menik serta Kecamatan Bayan dengasn prosesi Maulud Adat.

Berbagai prosesi diselingi penembangan pantun-pantun pesan moril kebudayaan. Pada akhir acara, hadirin disuguhi pentas seni budaya dari peserta masing-masing kecamatan.

Hadir dalam pembukaan tersebut, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH., Wakapolres Lombok Utara Kompol I Dewa Gede Sucipta, S.Pd., Ketua DPRD KLU terpilih Nasrudin, SHI., Wakil Ketua DPRD terpilih H. Burhan M. Nur, SH.,  Beberapa Pimpinan OPD beserta tamu undangan lainnya.

sta/humaspro




Resmikan BI Corner, Gubernur Harap IISBUD Bersemangat

BI Corner merupakan salah satu program BI yang sudah menyebar di hampir semua tempat pendidikan di NTB

Gubernur Zul

SUMBAWA.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkan perasaan bahagianya,  kawasan Olat Maras saat ini sudah mulai ramai dengan aktifitas pendidikan.

Rasa bahagia iu dingkapkan gubernur saat menghadiri peresmian Bank Indonesia Corner di Kampus Institut Ilmu Sosial dan Budaya (IISBUD) di Sumbawa,  Kamis (08/08) 2019.

“Semoga IISBUD tidak menyerah sampai disini. Mudah-mudahan dengan adanya tambahan tanah 5 hektar ini, cara berfikir dan suasana hatinya jadi lebih lapang,” harap Gubernur Zulkieflimansyah.

Gubernur Zul mengungkapkan bunga yang tadinya tidak ada, sekarang sudah mekar berwarna-warni. Suasanya itu sangat menyenangkannya.

Melanjutkan sambutannya, Gubernur mengatakan Bank Indonesia salah satu partner untuk membantu pendidikan di NTB di setiap tahunnya

“Saya dulu di komisi XI di DPR RI bermitra dengan Bank Indonesia, saya tahu betul kinerja Bank Indonesia sejak dulu” ungkapnya.

Di akhir kegiatan Gubernur kemudian secara simbolis menggunting pita sebagai tanda peresmian BI Corner di IISBUD.

“Mudah-mudahan BI Corner ini bisa dimaksimalkan, terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan tempat yang nyaman buat teman-teman untuk sekedar berteduh, merenung, bahkan tidur sejenak,” candanya kepada civitas akademika dan mahasiswa IISBUD.

Di kesempatan yang sama, Rektor Universitas IISBUD, Miftahul Arzak berterima kasih kepada Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB yang telah memberikan bantuannya terhadap BI Corner.

“Semoga kedepannya kita bisa bekerja sama lagi, ada bantuan-bantuan lainnya terutama untuk Seni Musik dan Seni Tari yang saat ini sebagai salah satu prodi yang ada di indonesia bagian timur,” ungkap Rektor IISBUD.

Achris Sarwani, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB menjelaska,n BI Corner merupakan salah satu program BI yang sudah menyebar di hampir semua tempat pendidikan di NTB.

“BI Corner di IISBUD dilengkapi dengan 134 judul buku, 372 eksmplar dan dilengkapi dengan televisi dan internet. Mudah-mudahan jadi tempat berkumpul, belajar bareng dan dapat mendalami berbagai hal” jelasnya.

AYA/HmsNTB




Pesan Umi Rohmi, Mahasiswa Poltekpar  Harus Utamakan Hospitality

Mahasiswa dan Mahasiswi agar  memegang teguh hospitality dalam bentuk yang intangible yakni attitude, skill dan knowledge

Wagub Hj Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com —  Hal terpenting yang harus diutamakan oleh Mahasiswa dan Mahasiswi Poltekpar sebagai kampus yang didesain berkelas dunia adalah keramahan (hospitality), yang terlahir dari dalam hati, sehingga aura yang dikeluarkan positif.

Wakil Gubernur NTB Dr. Sitti Rohmi Dhalilah, M. Pd menyampaikan pesan itu saat mengisi  Studium Generale, menyambut mahasiswa baru dan tahun akademik 2019/2020,  di Rektorat Politeknik Pariwisata Lombok, Kamis (08/08)

Dikatakannya, para mahasiwa dan mahasiswi, harus merasa bangga dan bersyukur, telah lolos dan dapat menimba ilmu di kampus terbaik, yang bahkan hanya ada 6 di Indonesia dan salah satunya, ada di NTB.

“Rasa syukur harus diwujudkan dengan do your best dan memanajemen waktu dengan baik. Bersyukur jangan sampai hanya awalnya saja, akan tetapi diiplementasikan selama berkuliah disini, dengan bertekat I will give my best, sehingga kita dapat mempersembahkan yang terbaik, bagi orangtua dan Indonesia,” ujar Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi memberi nasihat kepada Mahasiswa dan Mahasiswi agar  memegang teguh hospitality dalam bentuk yang intangible yakni attitude, skill dan knowledge.

Pada kesempatan ini, Direktur Poltekpar Lombok Dr. Hamsu Hanafi, MM, menyampaikan, ada 315 mahasiswa baru. Di tahun 2019, telah ada yang lulus kurang lebih 75 mahasiswa, akan tetapi angka tersebut masih jauh dari kebutuhan SDM dari KEK Mandalika.

Hadirnya Moto GP di Mandalika, merupakan suatu daya tarik bagi para wisatawan, sehingga dapat meningkatkan angka wisatawan ke Lombok. Ini membuka banyak peluang, atau lapangan pekerjaan, bagi para alumni-alumni Poltekpar dan juga masyarakat NTB.

AYA/HmsNTB