Pekan Apresiasi Budaya 2019 Di Lombok Utara, Mensosialikan Norma Dan Kearifan Lokal

Kegiatan Pekan Apresiasi Budaya merupakan event tetap tahunan di Kabupaten Lombok Utara

Bupati Najmu Akhyar

Para tokoh adat

TANJUNG.lombokjournal.com —  Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan Pekan Apresiasi Budaya (PAB) tahun 2019.

Penyelenggaraan PAB di KLU tersebut merupakan apresiasi dan ruang ekspresi kebudayaan berbagai pranata dan institusi budaya yang ada di bumi Tioq Tata Tunaq,

Bupati Lombok Uyara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH saat membuka kegiatan PAB 2019 di Lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung (13/08) mengatakan, pentingnya  mensosialisasikan beragam norma dan kearifan lokal agar dapat diinternalisasi masyarakat.

Tak hanya masyarakat Lombok Utara semata, tetapi masyarakat luas.

Dikatakannya, kegiatan PAB untuk melestarikan secara turun temurun budaya yang hidup di masyarakat adat dan masyarakat pada umumnya.

“Inilah kekhasan Lombok Utara yang kaya akan pranata budaya. Kegiatan seperti ini kita jadikan momentum kembali meneradisikan adat dan budaya kita serta melaksanakan norma-norma yang ada di Lombok Utara,” tutur bupati.

Bupati Najmul menjelaskan, berbagai atraksi prosesi maulid adat, prosesi khitanan, prosesi pengantenan, menunjukkan bahwa budaya memuliakan manusia.

“Segala hidup dan kehidupan masyarakat, tentu mempunyai nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Itulah nilai adat dan budaya,” kata bupati pada wartawan.

Event tetap

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kabid Kebudayaan Disbudpar KLU Arnowadi, S.Pd., menyatakan, kegiatan PAB merupakan event tetap tahunan di KLU.

Dilaksanakan bersamaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-11 KLU dan HUT ke-74 RI. Adapun latar belakang kegiatan dalam upaya melestarikan kearifan budaya lokal. Lantaran KLU terkenal dengan kabupaten berbasis budaya.

“Pelaksanaan kegiatan PAB kali ini, kita mengusung tema Paer Dayan Gunung Meririq Diriq. Diikuti lima kecamatan yang ada di KLU dengan berbagai prosesi pranata kebudayaan yang diatraksikan,” tandasnya.

Tampak prosesi karnaval budaya dari lima kecamatan, yaitu Kecamatan Tanjung dengan prosesi adat Sorong Serah Aji Krama, Kecamatan Pemenang menampilkan prosesi Adat Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Sedangkan Kecamatan Gangga dengan prosesi Nyongkolan, Kecamatan Kayangan melalui prosesi adat Bisoq Beras/Menik serta Kecamatan Bayan dengasn prosesi Maulud Adat.

Berbagai prosesi diselingi penembangan pantun-pantun pesan moril kebudayaan. Pada akhir acara, hadirin disuguhi pentas seni budaya dari peserta masing-masing kecamatan.

Hadir dalam pembukaan tersebut, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH., Wakapolres Lombok Utara Kompol I Dewa Gede Sucipta, S.Pd., Ketua DPRD KLU terpilih Nasrudin, SHI., Wakil Ketua DPRD terpilih H. Burhan M. Nur, SH.,  Beberapa Pimpinan OPD beserta tamu undangan lainnya.

sta/humaspro




Resmikan BI Corner, Gubernur Harap IISBUD Bersemangat

BI Corner merupakan salah satu program BI yang sudah menyebar di hampir semua tempat pendidikan di NTB

Gubernur Zul

SUMBAWA.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkan perasaan bahagianya,  kawasan Olat Maras saat ini sudah mulai ramai dengan aktifitas pendidikan.

Rasa bahagia iu dingkapkan gubernur saat menghadiri peresmian Bank Indonesia Corner di Kampus Institut Ilmu Sosial dan Budaya (IISBUD) di Sumbawa,  Kamis (08/08) 2019.

“Semoga IISBUD tidak menyerah sampai disini. Mudah-mudahan dengan adanya tambahan tanah 5 hektar ini, cara berfikir dan suasana hatinya jadi lebih lapang,” harap Gubernur Zulkieflimansyah.

Gubernur Zul mengungkapkan bunga yang tadinya tidak ada, sekarang sudah mekar berwarna-warni. Suasanya itu sangat menyenangkannya.

Melanjutkan sambutannya, Gubernur mengatakan Bank Indonesia salah satu partner untuk membantu pendidikan di NTB di setiap tahunnya

“Saya dulu di komisi XI di DPR RI bermitra dengan Bank Indonesia, saya tahu betul kinerja Bank Indonesia sejak dulu” ungkapnya.

Di akhir kegiatan Gubernur kemudian secara simbolis menggunting pita sebagai tanda peresmian BI Corner di IISBUD.

“Mudah-mudahan BI Corner ini bisa dimaksimalkan, terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan tempat yang nyaman buat teman-teman untuk sekedar berteduh, merenung, bahkan tidur sejenak,” candanya kepada civitas akademika dan mahasiswa IISBUD.

Di kesempatan yang sama, Rektor Universitas IISBUD, Miftahul Arzak berterima kasih kepada Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB yang telah memberikan bantuannya terhadap BI Corner.

“Semoga kedepannya kita bisa bekerja sama lagi, ada bantuan-bantuan lainnya terutama untuk Seni Musik dan Seni Tari yang saat ini sebagai salah satu prodi yang ada di indonesia bagian timur,” ungkap Rektor IISBUD.

Achris Sarwani, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB menjelaska,n BI Corner merupakan salah satu program BI yang sudah menyebar di hampir semua tempat pendidikan di NTB.

“BI Corner di IISBUD dilengkapi dengan 134 judul buku, 372 eksmplar dan dilengkapi dengan televisi dan internet. Mudah-mudahan jadi tempat berkumpul, belajar bareng dan dapat mendalami berbagai hal” jelasnya.

AYA/HmsNTB




Pesan Umi Rohmi, Mahasiswa Poltekpar  Harus Utamakan Hospitality

Mahasiswa dan Mahasiswi agar  memegang teguh hospitality dalam bentuk yang intangible yakni attitude, skill dan knowledge

Wagub Hj Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com —  Hal terpenting yang harus diutamakan oleh Mahasiswa dan Mahasiswi Poltekpar sebagai kampus yang didesain berkelas dunia adalah keramahan (hospitality), yang terlahir dari dalam hati, sehingga aura yang dikeluarkan positif.

Wakil Gubernur NTB Dr. Sitti Rohmi Dhalilah, M. Pd menyampaikan pesan itu saat mengisi  Studium Generale, menyambut mahasiswa baru dan tahun akademik 2019/2020,  di Rektorat Politeknik Pariwisata Lombok, Kamis (08/08)

Dikatakannya, para mahasiwa dan mahasiswi, harus merasa bangga dan bersyukur, telah lolos dan dapat menimba ilmu di kampus terbaik, yang bahkan hanya ada 6 di Indonesia dan salah satunya, ada di NTB.

“Rasa syukur harus diwujudkan dengan do your best dan memanajemen waktu dengan baik. Bersyukur jangan sampai hanya awalnya saja, akan tetapi diiplementasikan selama berkuliah disini, dengan bertekat I will give my best, sehingga kita dapat mempersembahkan yang terbaik, bagi orangtua dan Indonesia,” ujar Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi memberi nasihat kepada Mahasiswa dan Mahasiswi agar  memegang teguh hospitality dalam bentuk yang intangible yakni attitude, skill dan knowledge.

Pada kesempatan ini, Direktur Poltekpar Lombok Dr. Hamsu Hanafi, MM, menyampaikan, ada 315 mahasiswa baru. Di tahun 2019, telah ada yang lulus kurang lebih 75 mahasiswa, akan tetapi angka tersebut masih jauh dari kebutuhan SDM dari KEK Mandalika.

Hadirnya Moto GP di Mandalika, merupakan suatu daya tarik bagi para wisatawan, sehingga dapat meningkatkan angka wisatawan ke Lombok. Ini membuka banyak peluang, atau lapangan pekerjaan, bagi para alumni-alumni Poltekpar dan juga masyarakat NTB.

AYA/HmsNTB




Rohman Farly : Kota Mataram Harus Beri Ruang Kreasi Anak Muda Yang Produktif

Tidak ada salahnya ruang kreasi anak muda mulai dipikirkan di Kota Mataram

lombokjoural.com —

MATARAM  ;  Kota Mataram sebagai Ibukota NTB ini telah menjelma menjadi kota berkembang yang kian metropolis, sayangnya belum semua warga kota merasakan pesatnya kemajuan.

Menurut tokoh asal Kota Mataram H Rohman Farly, semestinya kemajuan ini dinikmati semua, khususnya bagi anak muda.

“Saya berbincang dengan beberapa remaja, ruang khusus untuk mereka berkreasi belum maksimal di kota,” katanya di Mataram, Selasa (06/08) 2019.

Pria yang kini diamanahi sebagai Sekda Lombok Timur ini tak membantah, Pemkot Mataram sudah memberikan perhatian, namun masih terbatas.

Baru pemenuhan fasilitas olahraga seperti arena basket, skate board, ataupun lapangan sepak bola.

“Ya, itu saja tak cukup. Perlu sentuhan lain juga, karena kesukaan anak muda di kota itu beragam,” bebernya.

Ia memberi contoh, di kota perlu hadir semacam bengkel kreatif. Ruang untuk belajar dan memperdalam kemampuan. Contohnya bidang multimedia, desain grafis, videografi, ataupun digital marketing.

“Pokoknya bidang yang sedang digandrungi dan menjadi hobi anak muda,” ujarnya.

Diceritakan, di kota-kota besar anak muda yang memiliki passion multimedia, desain grafis, videografi, ataupun digital marketing serius memperdalam karena menemukan banyak patner dan mitra.

Ditambah fasilitas disana mendukung. Jadilah kemudian mereka ahli desain kenamaan, pembuat konten video handal, perancang aplikasi digital, hingga influencer kenamaan di media sosial.

“Kalau anak muda di Kota Mataram pasti memandangnya baru sebatas hobi. Kreasi mereka belum bisa dikembangkan,” lanjutnya.

Bagi Rohman Farly, tidak ada salahnya ruang kreasi anak muda mulai dipikirkan. Kota Mataram memiliki enam kecamatan dan 50 kelurahan. Dimulai dengan membangun bengkel kreatif di tiap kecamatan. Dikelola seperti rumah bersama bagi anak muda.

“Kita gali kesukaan anak di masing-masing kecamatan. Setelah pemetaan baru kemudian bengkel kreatif ini menjadi lokasi belajar sesuai dengan karakter anak muda tiap kecamatan,” jelasnya.

Diakuinya, membangun konsep ini tentu tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya manusia (SDM) dari dalam daerah. Perlu juga kontribusi dari para pakar yang sudah mumpuni di kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, ataupun Bandung.

“Saya ada kenal beberapa diantara dari mereka. Dan mereka sangat siap ketika kita ajak bertukar pikiran di daerah,” tambahnya.

Perhatiannya yang besar kepada kalangan muda, tambah Farly, didasari dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Kondisi saat ini, dalam urusan teknologi dan pembangunan anak muda harus dilibatkan.

Bagi kalangan tua, agak susah ketika harus memperdalam bidang teknologi yang kian maju.

“Contoh saja, kita orang tua cari uang masih jadi pegawai atau karyawan terikat. Anak muda, sekarang jadi youtuber atau ahli desain sudah kaya mereka,” ungkapnya.

“Kita mau mengejar itu, menggunakan WhatsApp (WA) saja masih suka bingung,” sambungnga tertawa.

Farly yakin, dari Kota Mataram akan lahir anak muda kreatif dan inovatif yang akan membangun daerah. Kuncinya tentu saja, ada keberpihakan pemerintah kepada generasi muda. Mengarahkan serta memberi ruang yang tepat.

“Anak muda lebih paham kebutuhan sesamanya, dibanding kita yang tua. Jadi jangan lagi (anak muda) disepelekan,” tukasnya.

Me




Wisma Ustaz PMI Dea Malela Bantuan  PLN Peduli, Diresmikan Wapres Jusuf Kalla

Dengan hadirnya fasilitas penunjung tersebut, Wapres pun meyakini PMI Dea malela akan menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul di Tanah Air dan juga dunia internasional

Wpres Jusuf Kalla usai peresmian

Fasilitas Pesantren Modern (PMI)

SUMBAWA.lombokjournal.com  —  Fasilitas di Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu (3/8). diresmikan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla

Salah satu fasilitas yang diresikan wapres  adalah Gedung Wisma Ustaz yang merupakan bantuan dari PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli.

Wapres mengapresiasi PLN yang telah membantu pembangunan fasilitas di PMI Dea Malela.

“Terima kasih karena telah secara bergotong royong untuk membangun fasilitas di pesantren ini,” kata Kalla.

Dengan hadirnya fasilitas penunjung tersebut, Wapres pun meyakini PMI Dea malela akan menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul di Tanah Air dan juga dunia internasional.

“Sehingga Indonesia dapat menjadikan  contoh pendidikan Islam dalam menjawab segala tantangan dan harapan bangsa,” ucap Wapres.

Pembina Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela, Din Syamsuddin menyampaikan terima kasihnya kepada PLN atas bantuan yang telah diberikan.

“Bangunan Wisma Ustaz merupakan bantuan dari PLN, maka dari itu dinamakan The Power Building,” tutur Din.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka berharap bantuan yang diberikan oleh PLN dapat bermanfaat bagi aktifitas pendidikan di PMI Dea Malela dan masyarakat.

“Ustaz ini memiliki peran penting dalam proses pendidikan di pesantren. Kami berharap keberadaan fasilitas wisma ini akan memberikan kenyamanan kepada para pengajar, sehingga dapat lebih semangat dalam mendidik para siswa,” pungkas Rudi.

Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM), PLN juga memberikan bantuan paket sembako bagi 1.000 kaum dhuafa dengan total nilai sebesar Rp 250 juta. Dana tersebut berasal dari hasil pengumpulan zakat pegawai PLN yang dikelola oleh YBM PLN.

AYA

 




Pesan Hj. Niken, Membaca Membentuk  Generasi Bermanfaat Bagi Bangsa Negara

Diingatkan, selain membaca, anak-anak juga diajarkan berdiskusi terkait apa yang telah dibaca untuk meningkatkan kemampuan berpikir anak sejak dini

LOBAR.lombokjournal.com —  Saat menghadiri acara Roah Literasi di Bale Baca Desa Gegerung Lombok Barat, Kamis (01/08) 2019, kepada anak-anak yang hadir diingatkan untuk terus membaca demi masa depan yang cerah.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, M.Sc, menyampaikan itu sebab hanya dengan membaca kita akan menjadi cerdas

Menurutnya, membaca adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan. Diceritakannya sebuah kisah wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad adalah membaca.

“Kita disuruh membaca, dengan membaca kita akan menjadi cerdas, kita adalah satu-satunya mahluk yang dikaruniai kemampuan untuk membaca, bukan hanya sekedar membaca, tapi juga membaca situasi dalam kehidupan kita,” terangnya.

Hj. Niken memberikan semangat kepada anak-anak di Bale Baca untuk merawat buku-buku yang ada  agar bisa dibaca oleh yang lain. Dengan membaca anak-anak menjadi generasi yang  bermanfaat bagi bangsa dan negara khususnya NTB.

Ia berterima kasih kepada pihak yang penyelenggaran acara, diharapkan acara-acara seperti ini dilaksanakan sesering mungkin agar membentuk generasi muda NTB yang berkualitas.

“Saya mengapresiasi yang sebesar-besarnya untuk kerajaan dongeng, para relawan dan orang-orang yang berperan dalam acara ini,” kata Hj. Niken.

Ia berpesan kepada kerajaan dongeng agar selain membaca, anak-anak juga diajarkan berdiskusi terkait apa yang telah dibaca untuk meningkatkan kemampuan berpikir anak sejak dini.

Ibu Khusnul, koordinator relawan di Bale Baca mengungkapkan, semangat membaca anak-anak di Desa Gegerung sangat tinggi. Hal itu yang membuat para relawan bersemangat mendatangkan buku dan memperindah Bale Baca yang sebelumnya kumuh dan banyak sampah.

“Terimakasih kepada Ibu Gubernur karena telah berkesempatan hadir, kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah agar Bale Baca ini menjadi lebih baik lagi,” katanya.

AYA/HmsNTB




Komunitas Pegiat Film Lotim Ikuti Workshop Perfilman di Universitas Hamzanwadi

Pelatihan produksi perfilman ini disambut antusias oleh para peserta

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR – ;  Ratusan peserta dari berbagai komunitas dan pegiat film lokal, Kamis (25/07) mengikuti kegiatan Workshop Perfilman, di Auditorium Universitas Hamzanwadi, Pancor, Lombok Timur.

Kegiatan tiga hari ini akan diisi pula dengan Lomba Karya Film Dokumenter, serta Nonton Bareng Film Dokumenter Pahlawan Nasional.

Hadir sebagai pemateri Ming Muslimin dan beberapa mentor yang memiliki pengalaman di bidang perfilman.

“Kegiatan ini akan berlansgung selama tiga hari, hari pertama para mentor akan menyampaikan teori dasar produksi film dokumenter,” kata Ming Muslimin.

Selanjutnya, tambah Ming, di hari kedua para peserta akan mulai mempraktekan teori, dan langsung turun lapangan untuk belajar produksi film.

“Hari berikutnya editing dan pemutaran hasil produksi para peserta. Hasil produksi ini akan dilombakan juga,” jelas Ming Muslimin.

Pelatihan produksi perfilman ini disambut antusias oleh para peserta.

Irul salah seorang peserta dari Ma’had darul Quran Wal Hadist, sangat senang dan antusias mengikuti penyampaian materi.

“Saya sangat senang mengikuti workshop ini, materinya sangat menarik dan tidak saya dapatkan di tempat lain, saya merasa beruntung bisa diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini,” kata Irul, di sela kegiatan.

Dijumpai terpisah, Kepala Taman Budaya NTB, Baiq Rahmayati M.Si menyampaikan penghargaannya kepada para peserta yang antusias mengikuti kegiatan workshop tersebut.

“Pemerintah akan terus mendorong kegiatan semacam ini. Rangkaian kegiatan workshop dan pemutaran film dokumenter ini kami harap memiliki dampak positif bagi perkembangan kreatifitas generasi muda serta menumbuhkan kesadaaran dan kecintaan terhadap jasa para pahlawan nasional,” kata Maya.

AYA (*)

 




Paskibraka NTB Yang Akan Bertugas di Istana, Diminta Jadi Ambassador NTB

Paskibraka perwakilan NTB diminta menceritakan kepada teman-teman perwakilan lainnya dari seluruh provinsi, NTB sudah pulih dan merupakan daerah yang sangat kaya dan indah

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB memberikan apresiasi kepada Paskibraka NTB yang akan bertugas di Istana Negara pada 17 Agustus 2019 mendatang.

“Melihat kalian berdua seperti melihat NTB itu cerah, harapan saya kalian bisa jadi ambassador untuk NTB,” demikian ungkap Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah saat melepas siswa siswi perwakilan Paskibraka Nasional Tahun 2019, di ruang kerjanya, Rabu (24/07) 2019).

Wagub juga berharap, paskibraka perwakilan NTB nantinya bisa menceritakan kepada teman-teman perwakilan lainnya dari seluruh provinsi, NTB sudah pulih dan merupakan daerah yang sangat kaya dan indah. Dan saat ini NTB sedang gencar kampanye Zero Waste.

“Mudah-mudahan adik-adik juga punya wawasan yang baik mengenai NTB, harus pede, mewakili NTB jangan merasa minder atau kurang, saya yakin kalian berdua mampu menunjukkan yang terbaik,” tambah Wagub.

Diakhir pesannya Hj Rohmi mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan sebab itu menjadi modal selama sebulan sampai tiba hari H.

Prestasi tersebut telah diraih oleh Siswa MAN 2 Kota Bima, Muhammad Adzan dan Shelly Melsyan. S, siswi SMAN 2 Sumbawa Besar. Keduanya lolos setelah melewati tahap seleksi disekolah, tingkat kabupaten/kota.

Terpilihnya dua perwakilan Provinsi NTB ini nantinya akan memulai karantina di ibu Kota pada esok hari sampai tanggal 28 Agustus mendatang.

AYA/HmsNTB

 




ASN Lingkup Pemprov NTB Sudah Mengikuti Training for Trainers (ToT) Di Darwin

ToT sudah berakhir dan para pelatih siap kembali ke NTB untuk menularkan ilmu yang didapat di Darwin

MATARAM.lombokjournal.com —  Penanandatanganan Letter of Intens (LOI) antara Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dengan Linda Reeves, Direktur PT. Global Labour Solutions Australia, Selasa (15/7) lalu,  telah terealisasikan.

Provinsi NTB sudah mengirim ASN lingkup Provinsi NTB untuk mengikuti Training for Trainers (ToT) gratis selama 2 minggu di Darwin.

Kerjasama itu merupakan hasil nyata kunjungan kerja Gubernur Zul yang diundang oleh Konjen RI untuk Northern Terittory Australia.

Kepala Biro Humas dan Prokotol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Ami, menjelaskan itu di kediamannya di sela mengisi hari libur, Minggu (21/07) 2019.

“ASN yang kemarin sudah mengikuti ToT di Darwin sekarang telah berbekal sertifikat trainer yang diakui oleh Pemerintah Australia. Selain bisa melatih, mereka juga dapat menjadi pendamping instruktur teknis untuk tenaga kerja yang akan bekerja di Australia,” ujarnya.

Para pelatih bersertifikat ini, jelas Najamuddin, fokus pada 5 bidang penyiapan tenaga kerja, yaitu hospitality, aged care, child care, vocational education, cattle farm.

Sekarang ToT sudah berakhir dan para pelatih siap kembali ke NTB untuk menularkan ilmu yang didapat di Darwin.

“Alhamdulillah, para ASN ini malam ini akan kembali ke NTB. Saat ini mereka sedang diterima jamuan oleh Konjen RI Northern Teritorry Australia di Darwin. Semoga menjadi manfaat untuk NTB Sejahtera.an Mandiri. Where there is a will There is a Way,” harap Najamuddin.

AYA/Hms NTB




SengKeta Lahan SMAN 1 ALAS BARAT Diselesaikan Gubernur

Menyumbangkan kakayaan terbaik kepada bangsa,  agama dan umat akan lebih bermanfaat ketimbang ditumpuk

SUMBAWA.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah akhirnya mengakhiri sengketa lahan yang 15 are di SMAN 1 Alas Barat.

Sengketa lahan itu hampir 14 tahun dan dimenangkan oleh Drs.H. Nurdin Ending, MM. Tapi setelah melalui silaturrahmi dan komunikasi yang baik yang dilakukan Gubernur Zul, akhirnya di sekolah tersebut bisa diselesaikan.

Penyerahan lahan ke Pemerintah Provinsi NTB itu berlangsung hari Sabtu (20/07) 2019, melalui Penandatanganan dan Penyerahan Hibah dari H. Nurdin Ending kepada Pemerintah Provinsi NTB, di SMAN 1 Alas Barat, Kabupaten Sumbawa Barat.

Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. Rusman, tiba di sekolah tersebut disambut para guru dan siswa sekolah setempat. Tidak ketinggalan, puluhan masyarakat juga hadir menyaksikan kegiatan yang bersejarah tersebut.

“Terima kasih yang tak terhingga, atas nama Pemerintah Provinsi kepada Pak Nurdin, yang dengan kelapangan dada, setelah hampir 14 tahun berperkara,  kemudian tanahnya diserahkan kepada bangsa dan negara,” ungkap Gubernur Zul.

Gubernur menilai, apa yang dilakukan Nurdin Ending merupakan hal yang luar biasa di era modern seperti saat ini.

“Betapa pentingnya sebuah harga diri, betapa pentingnya sebuah kemuliaan. Orang banyak mengorbankan biaya, tenaga, keringat, air mata bahkan darah sekalipun demi menjaga harga diri,” tuturnya.

Orang mulia itu kata Gubernur bukanlah orang yang memiliki banyak tanah, uang atau yang tinggi jabatannya. Namun, orang mulia menurutnya adalah yang mampu memberikan sumbangsih kepada bangsa, agama dan masyarakat di tengah keterbatasan yang dimiliki.

“Saya kira, pak Nurdin memperlihatkan itu kepada kita semua,” ungkapnya.

Gubernur juga mengingatkan, menyumbangkan kakayaan terbaik kepada bangsa,  agama dan umat akan lebih bermanfaat ketimbang ditumpuk. Pada akhirnya, harta itu diperebutkan anak cucu yang menyebabkan hilangnya persaudaraan.

“Terima kasih kepada pak Nurdin. Semoga ini menjadi inspirasi kita, tidak hanya di Alas Barat, namun di seluruh wilayah NTB,” katanya.

Sementara itu, H. Nurdin Ending terlihat haru dan meneteskan air mata ketika menerima penghargaan dari Gubernur Zul.

Gubernur memberikan penghargaan itu atas seluruh perjuangan serta sumbangsihnya bagi pendidikan di NTB.

Nurdin mengaku telah menjalani perkara lahan ini hampir 14 tahun. Akhirnya, di pengadilan ia dinyatakan menang dan berhak atas lahan itu.  Namun, dengan keikhlasan yang tinggi, lahan itu diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTB.

“Alhamdulillah tanah ini sudah saya hibahkan. Saya merasa bersyukur dan lega. Semoga ini beramafaat,” ungkapnya usai acara.

AYA/Hms NTB