Pekan Risalah dan Ta’aruf Mahasiswa, Diikuti 823 Mahasiswa Baru UNW
MATARAM.lombbokjoural.com – Sebanyak 820 Mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Wathan Mataram mengikuti kegiatan Pekan Risalah dan Ta’aruf Mahasiswa (Pertama).
Kegiatan itu merupakan kegiatan peserta didik pada jenjang perguruan tinggi di Universitas Nahdlatul Wathan Mataram yang umumnya disebut Ospek, yang akan dilaksanakan selama 3 hari.
Kegiatan tersebut dibuka Rektor UNW Mataram TGH. Lalu Gede M. Aliwirasakti, Ma, di Aula Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, dan dihadiri seluruh civitas akademika dari seluruh Fakultas, Jumat (06/09) 2019.
Rektor UNW Mataram memberikan ucapan selamat datang pada seluruh mahasiswa baru yang mengikuti PERTAMA. Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak Mahasiswa yang berkarakter, sehingga mampu memikirkan kemajuan Bangsa dan Negara.
Dikatakan, melalui kegiatan ini diharapkan mencetak investasi sumber daya bangsa. Diharapkan mahasiswa baru mempunyai fikiran-fikiran ke depan, melakukan hal-hal yang menjadi kemaslahatan orang banyak.
“Tentu juga mampu berjuang untuk kemajuan Bangsa dan Negara, sebagaimana yang diamanatakan oleh pendiri-pendiri bangsa, juga titipan amanat untuk kita semua oleh pendiri Universitas Nahdlatul Mataram, Almaghfurlah Maulanasyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, untuk terus memperjuangkan tatanan sosial kemasyarakatan yang baik,” katanya
Selain itu Gede Sakti (sapaan Akrabnya) menyampaikan pentingnya kegiatan Perkenalan Kampus, sesuai amanat direktur jenderal pembelajaran dan kemahasiswaan riset dikti, No 143/B/SE/VII/2019 tentang sistem pendidikan diindonesia, nilai dan norma kebudayaan, etika, serta Hak dan Kewajiban Mahasiswa selama menempuh perkuliahan di UNW.
Lebih lanjut Rektor UNW mengatakan, ‘Pertama’ merupakan kegiatan awal pada jenjang perkuliahan, untuk memperkenalkan dunia akademik, Hak dan Kewajiban Mahasiswa dan lain sebagainya.
Hal ini sesuai yang tertera pada amanat Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Riset Dikti tahun 2019.
Turut hadir dan berbagi motivasi yaitu Wakil Rektor I, TGH. Lalu Muhyi Abidin, Ma. Ia berharap, mahasiswa mampu berbuat apa yang dikehendaki masyarakat. Mahasiswa dituntut tidak hanya mampu melaksanakan apa yang menjadi disiplin keilmuannya.
Terpisah, Ketua Panitia, M. Lukmanul Hakim menerangkan, kegiatan PERTAMA ini berjalan sesuai harapan. Sesuai dengan kesepakatan, Lukman berarap, mahasiswa baru mampu memajukan UNW Mataram dan Nahdlatul Wathan (NW.
Kegiatan ditutup dengan bersama membaca do’a, dan diakhiri dengan foto bersama Rektor, juga seluruh Civitas akademika dengan Panitia Pelaksana.
Me
Beasiswa Luar Negeri Bukan Meniadakan Dalam Negeri
“Kalau di dalam negeri kedaerahan tetap melekat. rasa NKRI pelajar bisa tertanam di dunia Internasional”
MATARAM.lombokjourna.com — Program beasiswa keluar negeri bukan berarti meniadakan beasiswa pendidikan dalam negeri.
Malah jumlah beasiswa yang bisa dinikmati oleh pelajar NTB di dalam negeri lebih banyak termasuk pos anggarannya bisa masuk dalam nomenklatur Bantuan Sosial (Bansos) yang ada di Pemerintah sendiri.
Hanya saja pemberitaan program beasiswa dalam negeri tidak menjadi sesuatu yang menarik didengar bahkan bagi media sendiri tidak diangkat jadi sebuah berita yang seksi.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menjawab kegelisahan warga NTB yang sedang mengenyam bangku kuliah di dalam negeri dalam acara Leadership Talk yang berlangusng di Jakarta, sabtu (31/08) 2019.
Pemberian beasiswa di dalam negeri oleh pemerintah bukan sesuatu yang spesial diumumkan, bahkan dilihat gubernur sesuatu yang biasa.
Ini akan sangat berbeda dengan kesan adanya program beasiswa keluar negeri.
“Kalau orang NTB banyak ke Luar Negeri ia jadi berita, kalau orang NTB jadi TKI kan biasa,” kata gubernur.
Di NTB sendiri hampir merata ada program beasiwa yang disiapkan. Gubernur menyebutkan di Mataram terdapat di kampus Muhammadiyah, lalu di Sumbawa sendiri beasaiswa ada di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang sangat banyak hampir 1200 an dari segi jumlah.
“Dan itu bukan sesuatu yang wah. Itu biasa tapi ini kesannya pasti berbeda kalau beasiswa keluar negeri,” jelasnya.
“Bansos gubernur juga ada beasisawa untuk dalam negeri,” sebutnya.
Gubernur memastikan, beasiwa luar negeri itu biasa diakses oleh siapa saja. Jika pun dilihat banyak kekurangan tentu hal yang lumrah pasalanya perjalannya program itu oleh Pemprov NTB sendiri baru berjalan satu tahun.
Seiring dengan waktu banyak masukan yang bisa diakomodir oleh pemerintah sendiri demi perbaikan lebih baik.
1000 beasaiwa keluar negeri itu, lanjut gubernur bagIan dari difresnsiasi program (program yang berbeda) dari guberur sebelumnya bahkan program itu tidak semua daerah memiliknya.
Bang Zul sapaan gubernur itu menjelaskan pelajar NTB rata rata cerdas dan survive.
Sehingga akan sangat bagus ketika diperkenalkan dunia internasional. Belajar ke luar negeri tidak hanya akan mendapatkan ilmu pengetahuan dan gelar saja melainkan bagaimana menanamkan rasa NKRI di negera orang.
“Kalau di dalam negeri mental kedaerahan pasti tetap melekat. Nah yang kita harapkan rasa NKRI pelajar NTB bisa tertanama di dunia Internasional,” terang gubernur.
Gubernur juga menyampaikan tidak ada kewajiban bagi setiap pelajar yang dikirim untuk balik ke daerah sebab NTB diumpakan gubernur hanya kolam kecil, namun disisi ikan besar yang giginya tajam.
“Artinya biarkan kalau mereka sudah selesai menjadi warga dunia tidak harus ke daerah. Kalau bisa para pelajar hebat dari NTB ada disemua negara dengan berbagai profesi yang mereka jalani,” terangnya.
Diketahui dalam acara tersebut dua pelajar NTB mengajukan pertanyaan terkait program beasaiwa Pemprov NTB keluar negeri.
Tidak hanya itu mereka juga menanyakan target kontribusi yang diharapkan mereka setelah selesai harus seperti apa.
Kedua pelajar itu mahasiswa asal Bima, Yabani Ibnu Mahasiwa Univeristas Indonesia dan Muhammad Syaiful Mujab asal Lombok yang juga sebagai mahasiswa Universitas Indonesia.
AYA/HmsNTB
Gubernur Zulkieflimansyah; Mahasiswa Harus Berani Hadapi Tantangan Hidup
“Kalau kita sekedar jalan ternyata tidak sesuai dengan yang diprediksikan nggak enak juga. Harus punya target lima tahun kedepan saya itu seperti apa”
lombokjournal.com —
JAKARTA ; Gubernur NTB Zulkiflimansyah memotivasi puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta agar punya keberanian menghadapi tantangan hidup.
Motivasi tersebut disampaikan gubernur dalam kegiatan Leadership Talk yang difasilitasi Badan Penghubung Daerah (BPD) di Wisma NTB di Jakarta sabtu (31/08) 2019.
Ada beberapa hal penting yang disampaikan, di antaranya mendorong puluhan Mahasiswa agar mampu melukis cerita hidup masing masing sesuai dengan latar belakang mereka.
Gubernur mengatakan setiap orang dihadapkan dengan dua pilihan yakni menulis cerita hidup sendiri atau menulis kisah cerita kehidupan orang lain.
Maka orang yang ingin hidup sukses itu tercermin dalam cerita hidup yang akan ia jalani. Cerita hidup itu, lanjut doktor Zul harus dilukiskan hingga akan menemukan ending cerita.
“Harus punya keberanian menulis cerita kehidupan sendiri. Kalau dalam ilmu managemen, kalau kita tidak punya kemampuan nulis cerita sendiri maka cerita kehidupan kita akan ditulis orang lain,” ungkap Gubernur.
“Itu yang pertama berani membuat cerita hidup,” tambah gubernur.
Kedua lanjutnya setiap orang harus menyusun Mental Picture (Gambaran hidup) berjenjang. Setiap orang harus memahami Skenario kedepan lalu membuat langkah tertentu sehingga mengetahui andaikan apa yang diinginkan tidak tercapai.
“Kalau kita sekedar jalan ternyata tidak sesuai dengan yang diprediksikan nggak enak juga. Harus punya target lima tahun kedepan saya itu seperti apa. Ini masuk dalam potret skenario tadi,” terangnya.
Ketiga setiap orang harus mempunyai keahlian tersendiri. Ini didapatkan dengan menggali potensi diri yang berbeda dngan keahlian yang dimiliki orang lain.
“Pertajam potensi diri, kapasitas diri perlu diperkuat dengan kopetensi yang pas,” katanya.
Terakhir gubernur berpesan agar menikmati hidup dengan apa adanya. Setiap orang harus menyadari apa yang direncanakan tidak mesti tercapai. Meski berbagai usaha yang dilakukan namun apa yang didapatkan itu merupakan kehendak Sang Ilahi.
“Sadarilah setiap daun yang jatuh sudah ada yang ngatur sehingga apapun yang terjadi itulah kehendak yang diinginkan Yang Maha Kuasa kuasa. Jangan ada penyesalan,” terangnya.
Salah satu peserta Leadership Talk, Eriska Permatasari sangat mengaku kegiatan yang dihadiri gubernur NTB itu sangat memotivasi para mahasiswa untuk lebih giat dalam menghadapi tantangan hidup di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Acaranya sangat bagus sekali, kita harus berani menulis masa depan kita seperti apa, dan kita juga harus berani mengambil kesimpulan tentang apa saja yang pernah kita lakukan dimasa lalu,” ungkap mahasiswi Universitas Indonesia.
Sementara itu Pembina Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) di Jakarta, Bahtiar Rahman mengatakan, kegiatan yang rutin dilaksanakan satu kali dalam dua bulan ini bertujuan memberikan motivasi dan pengetahuan kepada para mahasiswa untuk menjadi seseorang yang tidak gampang berpuas diri atas apa yang diraih.
“Pemeran hidup ini adalah diri sendiri orang lain itu hanya sebatas hiburan. untuk itu tulislah rencana hidup kalian sesuai dengan yang kalian inginkan” katanya.
Bahtiar juga sangat mengapresiasi ide dan gagasan cemerlang yang dicetuskan gubernur NTB itu tidak mungkin disampaikan semuanya pada kegiatan ini. Dan jika para mahasiswa ingin lebih mengenal sosok sang gubernur ntb lebih jauh, mahasiswa diminta untuk mengikuti media sosial gubernur ntb agar dapat mengetahui setiap kegiatan yang dilakukan
AYA/HmsNTB
Tingkatkan SDM Melalui Pendidikan PAUD Yang Berkualitas
Diharapkan program PAUD HI berkualitas ini tidak hanya berhenti sampai disini saja, tetapi bisa terus berlanjut dan wilayah jangkauan program ini bisa terus bertambah
MATARAM.lombokjournal.com – Pendidikan PAUD membutuhkan perhatian bukan sekedarnya saja, tapi perhatian khusus dan sungguh-sungguh.
“Agar kita bisa menghadirkan pendidikan PAUD yang berkualitas,” kata Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi NTB.
Hj Niken mengatakan itu, saat menggelar Rapat Evaluasi Program PAUD Holistik Integratif (HI) Berkualitas NTB dan Diskusi Publik Beranda PSPK, di Aula Pendopo Timur Gubernur, Rabu (28/08) 2019.
Diketahui sebelumnya, Hj. Niken bersama dengan Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), Kampus Guru Cikal, Yayasan Keluarga Kita dan Pengurus PKK Se-Kabupaten/Kota di Provinsi NTB membentuk program PAUD berkualitas di NTB.
Program ini sudah berjalan selama enam bulan di 50 desa tertinggal 10 Kabupaten/Kota se-NTB.
Program ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di NTB melalui peningkatan kualitas PAUD, khususnya mengintervensi dua kepentingan pemangku utama, yaitu guru dan orang tua serta anak didik.
Saat itu, hadir juga pendiri dan peneliti dari PSPK Najelaa Shihab dan Direktur Pembinaan PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Dan pada kesempatan itu, Najelaa Shihab menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya bisa bekerjasama dengan PKK Pemprov NTB.
“Terima kasih kepada bu Niken, selalu senang hadir di Lombok dan bekerjasama dengan PKK Pemprov NTB.” Ujar Najela Shihab.
Ia memaparkan, sejak awal mengaku sangat bersemangat dan InsyaAllah akan terus komit untuk bekerja dengan Ibu-Ibu PKK, Dinas Pendidikan dan sebagainya.
“Salah satu bagian yang terpenting pembangunan yang akan dilakukan di NTB ini adalah memperbaiki dan mempercepat proses-proses kualitas pendidikan.” kata Najela.
Di akhir acara, Hj. Niken berharap program PAUD HI berkualitas ini tidak hanya berhenti sampai disini saja, tetapi bisa terus berlanjut dan wilayah jangkauan program ini bisa terus bertambah.
Tujuannnya agar bisa melakukan pemerataan pendidikan di Provinsi NTB.
AYA/HmsNTB
Mahasiswa NTB di Korsel Mengaku Nyaman dan Tidak Terlantar
Beberapa dari para peserta program belajar mengambil pekerjaan paruh waktu, sebagian lainnya diam di asrama menunggu masuk kampus pada 2 September 2019
MATARAM.lombokjournal.com — Mahasiswa Penerima Program Belajar di Chodang University di Korea Selatan, menampik kabar menyangkut mahasiswa penerima beasiswa yang dikabarkan telantar di negeri gingseng.
Mereka mengaku menjalani kehidupan yang normal dan nyaman.
Penegasan serupa disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi.
Euis Baiduri, salah seorang mahasiswa Universitas Mataram, salah satu penerima Program Belajar di Chodang University di Korea Selatan menegaskan, saat ini mereka sama sekali tidak telantar.
“Pada intinya, kami di sini sama sekali tidak ada yang ditelantarkan. Bahkan tidak telantar,” ujarnya,
Menurut Euis, kondisi mereka di Korsel saat ini baik-baik saja. Kehidupan yang mereka jalani juga berjalan dengan normal.
“Kami tinggal dengan nyaman di asrama, full Wifi, asrama yang nyaman, makan yang teratur,” ujarnya.
Beberapa dari para peserta program belajar ke Korsel bahkan mengisi liburan mereka dengan mengambil pekerjaan paruh waktu, sebagian lainnya memilih diam di asrama menunggu waktu masuk kampus pada 2 September 2019 mendatang
“Saya pribadi memilih di asrama, menikmati hari-hari dengan belajar buat persiapan ujian level bulan November depan. Sesekali jalan-jalan,” ujarnya.
Ditemui terpisah, dr. Nurhandini Eka Dewi menegaskan, Pemprov NTB tidak pernah menelantarkan para penerima beasiswa belajar ke Chodang University, Korea Selatan.
“Jadi tidak ada yang ditelantarkan. Kalau ada yang menyebut bahwa kami menelantarkan, bisa dipastikan itu hoaks. Pemprov NTB tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan yang terjadi dalam proses pengiriman peserta program belajar ini,” tegas dr. Eka.
Ketika penerima program beasiswa mengalami kendala, Pemprov NTB akan berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan.
Salah satu wujud perhatian Pemerintah Provisi NTB terhadap penerima beasiswa adalah, telah dianggarkannya bantuan beasiswa di Tahun Anggaran 2020 mendatang.
“Jadi kami di Pemprov NTB tetap berkeyakinan bahwa Program Beasiswa NTB adalah salah satu program mulia yang akan memberikan manfaat besar bagi daerah kita. Kalaupun ada kendala dalam pelaksanaannya, kita akan cari jalan keluarnya bersama,” tegasnya.
AYA
Pemprov NTB Bantah Kabar Penerima Beasiswa di Korea Terlantar
Ketika penerima program beasiswa mengalami kendala, Pemprov NTB akan berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan
MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi selaku leading sector yang ikut menangani program pengiriman para tenaga kesehatan ke Korsel menegaskan, Pemprov NTB tidak pernah menelantarkan para penerima beasiswa.
Dikatakannya, kalau ada yang mengabarkan ada penerima beasiswa terlantar, bisa di[astikan tidak benar.
“Jadi tidak ada yang ditelantarkan. Kalau ada yang menyebut bahwa kami menelantarkan, bisa dipastikan itu tidak benar. Pemprov NTB tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan yang terjadi dalam proses pengiriman peserta program belajar ini,” tegas dr. Eka, Rabu (28/08) 2019.
Menurut dr. Eka, yang menentukan keberhasilan dan kegagalan setiap peserta program belajar tergantung ketekunan dan kemauan menghadapi persoalan.
Ketika penerima program beasiswa mengalami kendala, Pemprov NTB akan berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan.
Salah satu wujud perhatian Pemerintah Provisi NTB terhadap penerima beasiswa adalah telah dianggarkannya bantuan beasiswa di Tahun Anggaran 2020 mendatang.
“Jadi kami di Pemprov NTB tetap berkeyakinan bahwa Program Beasiswa NTB adalah salah satu program mulia yang akan memberikan manfaat besar bagi daerah kita. Kalaupun ada kendala dalam pelaksanaannya, kita akan cari jalan keluarnya bersama,” tegasnya.
AYA
Gubernur NTB Bersama Menteri Pendidikan Malaysia, Saksikan MoU LPP NTB Dengan 18 Universitas di Malaysia
Ia meyakini, apa yang dilakukan Gubernur NTB bersama jajarannya memang tidak akan nampak hasilnya sekarang. Melainkan 10, 20 atau bahkan 50 tahun dari sekarang
Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bertukar cinderamata dengan Menteri Pendidikan Malaysia, Dr. Maszlee Malik
lombokjournal.com —
PUTRAJAYA, MALAYSIA : Gubernur NTB, Zulkieflimanyah bersama Menteri Pendidikan Malaysia, Dr. Maszlee Malik, menyaksikan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB menandatangani Memorandum of Understanding dengan 18 Perguruan Tinggi Malaysia, Malaysia di Putrajaya, Jumat (23/08) 2019..
Perguruan tinggi yang telah terikat kesepahaman ini nantinya akan menjadi tujuan belajar para mahasiswa penerima Beasiswa NTB. Para Rektor Perguruan Tinggi Malaysia yang terlibat kesepakatan itu ikut menyaksikan penandatangan tersebut.
Sekretaris LPP NTB, Sri Hastuti menyebutkan, beberapa perguruan tinggi terbaik di Malaysia ikut serta dalam kesepakatan ini.
Beberapa di antaranya adalah Universiti Malaya, Universiti Putra Malaysia, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Sains Malaysia dan Universiti Teknologi Malaysia.
Ia menjelaskan, tahun ini akan berangkat 152 mahasiswa NTB yang akan menuntut ilmu di Malaysia.
Kesepakatan ini mendapat sambutan positif dari Menteri Pendidikan Malaysia, Dr. Maszlee Malik. Ia mengutarakan, kerjasama ini memiliki makna penting sebagai upaya membangun kehidupan bersama.
“Kita hidup sebagai satu keluarga,” ujar Dr. Maszlee Malik.
Penguatan hubungan Mlaysia-Indonesia
Dr. Maszlee menilai, Provinsi NTB beruntung memiliki Gubernur seperti Dr. Zulkieflimansyah yang menginisiasi kerjasama ini.
“NTB bertuah mendapatkan Gubernur seperti bapak Zulkieflimansyah,” ujarnya.
Ia meyakini, apa yang dilakukan Gubernur NTB bersama jajarannya memang tidak akan nampak hasilnya sekarang. Melainkan 10, 20 atau bahkan 50 tahun dari sekarang.
Dr. Maszlee menilai Gubernur NTB juga memberikan sumbangsih berharga bagi penguatan hubungan kedua negara.
“Beliau dan siswa merupakan aset bagi negara,” ujarnya.
Menurut Maszlee, pada 2025 mendatang Malaysia bertekad menjadi tempat belajar bagi 250.000 pelajar antarbangsa. Dalam pencapaian tujuan tersebut, pelajar antarbangsa dari Indonesia merupakan yang ketiga tertinggi di Malaysia, dengan jumlah mencapai 10.874 pelajar.
“Bilangan ini amat kecil berbanding penduduk Indonesia yang ratusan juta. Kita berharap lebih ramai lagi yang datang ke Malaysia. Begitu juga kita berhasrat untuk mengantar pelajar-pelajar Malaysia melakukan mobility di Indonesia. Begitu juga dosen,” ujarnya.
Karena itulah, setengah berkelakar, Dr. Maszlee mengutarakan keinginannya agar jumlah mahasiswa NTB dilipatgandakan hingga 10 kali lebih banyak.
“Kalau tadi saya bilang ke Bapak Doktor, berapa bilangan, dia bilang 200 kali ini. Mungkin di masa hadapan 2000,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur NTB juga mengutarakan makna penting yang mendasari kerjasama ini.
Ia menegaskan, salah satu manfaat utama dari kerjasama ini adalah memperkuat saling pemahaman antara Indonesia dan Malaysia.
Menurut Gubernur, miskomunikasi dalam sebuah hubungan, seringkali terjadi karena salah satu pihak tidak mengetahui gambaran dan cerita pihak lain secara utuh.
“Kami sangat berminat mengirimkan putra-putri NTB untuk belajar di Malaysia bukan semata mengejar gelar akademis, Pak Menteri. Tapi lebih dari itu, kita berharap dengan mengirimkan mereka belajar ke Malaysia, ada relasi yang lebih dalam antara dua bangsa ini bisa kita ketahui,” ujarnya.
Gubernur Zul mengatakan, para pelajar yang dikirim ini adalah para aktivis pelajar juga.
“Tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga cerdas dalam banyak aspek. Jadi kami berharap di lima atau 10 tahun mendatang, siapapun yang menjadi pemimpin Indonesia, mereka memiliki koneksi dengan Malaysia,” harapnya.
Gubernur berharap, Menteri Pendidikan Malaysia bersama para rektor perguruan tinggi di Malaysia bisa berkunjung ke Lombok. Menikmati destinasi-destinasi wisata di Lombok.
Gubernur menyampaikan terima kasihnya atas sambutan yang luar biasa meriah dari pihak Malaysia.
“Kami merasa terhormat dan merasa dimuliakan dengan hebatnya sambutan yang diberikan jajarannya bersama Pak Rektor. Mudah-mudahan kami juga bisa memberikan sambutan dengan hal yang sama seperti ini ketika Pak Menteri datang ke wilayah kami di Nusa Tenggara Barat.” kata gubernur.
Rektor Universiti Utara Malaysia (UUM), Prof. Dr. Ahmad Bashawir Haji Abdul Ghani mengapresiasi penandatanganan MoU dengan LPP NTB ini.
Menurutnya, kebijakan ini akan menjadi investasi yang bermanfaat bagi upaya membangunan kualitas manusia di NTB.
Bashawir mengemukakan, terobosan kebijakan mengirimkan mahasiswa belajar ke Malaysia ini juga membuka akses lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk memperoleh pendidikan berkelas dunia dengan biaya yang murah.
Menurutnya, lewat kerjasama ini, pihaknya akan memberikan insentif berupa iuran spesial. Tidak main-main, insentif yang diberikan kepada penerima beasiswa asal NTB adalah berupa diskon biaya pendidikan hingga separuh dari biaya normal.
Ini menjadikan biaya pendidikan di UUM bagi para penerima beasiswa ini dapat menjadi lebih murah daripada di Indonesia.
“Sebenarnya lebih mahal. Tapi karena ini inisiatif pak gubernur, jadi kami dengan senang hati membantu dengan harga spesial,” ujarnya.
AYA/HmsNTB (*)
Asisten III Setda KLU Buka Acara ‘ Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial’
Kabupaten Lombok Utara dijadikan pilot project program inklusi sosial yang ada di NTB bersama Kabupaten Bima
Ir. H. Melta
lombokjournal.com —
TANJUNG ; Kementerian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lombok Utara, melaksanakan Pertemuan Multipihak (Stakeholders Meeting) yang dibuka oleh Asisten III Setda KLU Ir. H. Melta di Jenggala Tanjung , Selasa (20/08) 2019..
Acara bertajuk Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial tersebut diikuti beberapa OPD beserta stakeholder terkait. Di antaranya, Klub Baca Perempuan, Bank NTB Cabang Tanjung, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Asisten III Setda KLU Ir. H. Melta, mewakili Bupati Lombok Utara mengatakan, terbentuknya perpuatakaan di berbagai tempat, khususnya di SKPD yang ada di KLU ini diharapkan sudah bisa dimulai
“Dari kegiatan ini, kami harapkan semua SKPD dan stakeholders sudah mulai membuat pojok perpustakaan,” imbuhnya.
Saat yang sama, Kadis Perpustakaan Daerah KLU Ir. H. Lalu Mustain menyampaikan, Kabupaten Lombok Utara dijadikan pilot project program inklusi sosial yang ada di NTB bersama Kabupaten Bima. Melalui kegiatan tersebut diharapkan memacu peran optimal untuk mengembangkan perpustakaan di KLU, baik di kabupaten dan desa.
Ada enam perpustakaan yang akan mendapatkan bantuan dari anggaran APBD tahun ini, yaitu Desa Senaru, Pendua, Genggelang, Tanjung, Malaka dan Pemenang Barat.
Secara terpisah Pjs Kades Tanjung Abdulis, S.Pd yang turut hadir mengungkapkan, pihaknya mendapat bantuan perpustakaan berupa tiga unit komputer, sedangkan untuk perpustakaan desa disiapkan ruangan khusus.
“Semoga dengan adanya perpustakaan desa, masyarakat bisa lebih gemar membaca di perpustakaan desa,” katanya.
sta/humaspro
Gubernur NTB Ingatkan, Pramuka Tidak Boleh Punya Sifat Putus Asa
Dingingatkan kepada para pembina Pramuka agar terus membina anak-anak dengan baik di Gerakan Pramuka ini, ia meyakini bahwa NTB akan lebih baik jika Gerakan Pramukanya disikapi dan di internalisasi oleh anak-anak muda di NTB ini
MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr.H.Zulkieflimansyah, M.Sc mengingatkan anggota Pramuka, khususnya yang siaga untuk selalu semangat dan tidak mudah berputus asa.
Sebagaimana karakter ini di contoh seekor kura kura dalam sebuah pertandingan lari cepat dalam sebuah dongeng yang memenangkan pertandingan dengan seekor kelinci.
Dikisahkan, dalam pertandingan ini kelinci dengan angkuh menyempatkan diri beristirahat karena yakin kura- kura tak kan mampu menyaingi dirinya karena berjalan lambat, namun dalam cerita tersebut yang lebih dulu mencapai finish adalah si kura kura karena si kelinci tertidur lelap.
“Seorang Anggota Pramuka tidak boleh memiliki sifat putus asa, sebuah cerita tentang perlombaan di hutan, perlombaan tersebut adalah perlombaan lari antara kelinci dan kura-kura,” kata Gubernur Zul saat menghadiri Gebyar Pesta Siaga dalam rangka Hari Pramuka ke-58 dan HUT RI ke-74 di Bumi Perkemahan Jaka Mandala, Minggu, (18/08) 2019.
Ia melanjutkan, cerita tersebut mengandung pelajaran yang sangat besar bagi kehidupan manusia diantaranya adalah kita tidak boleh menyepelekan orang lain karena kekurangannya sementara kita sendiri merasa lebih dari yang lainnya.
“Pesannya sederhana, walaupun kita punya kelebihan, walaupun kita punya keahlian, walaupun kita mampu berlari lebih baik dari teman-teman kita, kita tidak boleh sombong, kita tidak boleh memamerkan kemampuan kita dan kita tetap waspada terhadap apa-apa yang terjadi di Sekitar kita,” lanjut gubernur
Justru dengan kemenangan kura-kura yang dianggap mustahil bisa menang bisa diambil pelajaran bahwa kita tidak boleh pesimis dalam segala hal walaupun orang lain menganggapnya sebagai sebuah hal yang mustahil.
“Ini yang tidak berputus asa, walaupun diejek dan penuh keterbatasan, namun dengan keyakinan yang penuh, sedikit demi sedikit, akhirnya kelinci yang larinya lebih cepat bisa dikalahkan, artinya kalau adik-adik punya masalah sedikit dalam kehidupan, jangan pernah putus asa, setapak demi setapak insyaallah akan ada cahaya diujung terowongan untuk menjadi pemenang dalam hidup dan kehidupan ini,” tambah Gubernur.
Ia mengingatkan kepada para pembina Pramuka agar terus membina anak-anak dengan baik di Gerakan Pramuka ini, ia meyakini bahwa NTB akan lebih baik jika Gerakan Pramukanya disikapi dan di internalisasi oleh anak-anak muda di NTB ini.
Waka Bina Muda kwarda NTB, yang akrab di sapa Kak Fathul sekaligus Ketua Panitia dalam acara ini menyampaikan terimakasinya kepada Gubernur NTB atas kehadirannya dalam acara gebyar siaga di Buper Jakamandala.
Dan menginformasikan, kegiatan seperti ini akan di laksanakan sebagai agenda tahunan kwarda NTB guna menumbuh kembangkan semangat kebersamaan dan memupuk rasa persaudaraan antar siaga di NTB ini.
Nilai yang akan dicapai dalam acara ini adalah pembangunan karakter peserta didik dan revitslisasi Gerakan Pramuka dimulai dari tingkatan Siaga, Penggalang, penegak pandega sampai kelak menjadi pramuka dewasa.
“Kita akan memulai dari pondasi kita tingkatan siaga ini sehingga harapan kita, keberlanjutan Gerakan Pramuka ini terus menjadi sesuatu yang kita harapkan bersama memberikan kontribusi pisitif dalam mengisi Pembangunan di daerah yg kita cintai Nusa Tenggara Barat yg gemilang,” pungkasnya.
Di acara gebyar siaga ini berbagai macam permainan dan antraksi diantaranya Antraksi memanah dan Karate yg di persembah oleh adik adik siaga Gugus Depan SDIT Anak sholeh Kabupaten Lombok Tengah.
AYA
Hari Anak Nasional, Wagub Harap Anak-anak Selalu Bersemangat Dan Nikmati Masa sekolahnya
Pesan untuk anak-anak, agar memperhatikan kebersihan agar program Zero Waste bisa terwujud maksimal
MATARAM.lombokjournal.com ataram — Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri perayaan Hari Anak Nasional di Taman Budaya Mataram, Rabu (14/08) 2019.
Dalam kesempatannya, Wakil Gubernur memberikan motivasi kepada anak-anak yang hadir untuk selalu bersemangat dan menikmati masa-masa sekolahnya.
“Ini adalah hari untuk kalian, kita hari ini meperingati hari anak nasional, seyogyanya anak selalu senang menikmati hari-harinya, dinikmati untuk sekolah, jangan dianggap sekolah sesuatu yang membuat kita capek dan stres,” ungkap Wagub.
Bukan hanya anak-anak yang harus menikmati sekolahnya, Wagub juga memberikan arahan agar sekolah-sekolah juga harus menciptakan suasana yang baik, agar dapat dinikmati oleh murid-muridnya.
Ia menceritakan kehidupannya saat bersekolah, ia mengatakan bahwa jika orang menikmati sekolahnya pasti akan mendapatkan hasil yang bagus.
Salah satu tujuan bersekolah adalah menuntut ilmu untuk meraih cita-cita, Wakil Gubernur memberikan gambaran kepada para siswa yang hadir bahwa apapun cita-citanya, anak-anak NTB harus memiliki jiwa entrepreneur.
Selain sekolah umum, hadir juga anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB), namun memiliki kemampuan-kemampuan hebat dan menunjukan kebolehannya. Melihat semua itu, Wagub mengungkapkan bahwa anak-anak yang sekolah di SLB itu bukan memiliki kekurangan, namun memiliki kelebihan dari yang lainnya.
“Yang merasa diri normal belum tentu lebih normal dari pada anak yang sekolah di SLB, yang kita lihat punya kekurangan, banyak memiliki kelebihan di luar kemampuan kita, banyak anak-anak yang sekolah di SLB yang menorehkan prestasi, jadi sayangi keluarga kita, tetangga-tetangga kita yang mengalami disabilitas”, tambahnya.
Tak lupa, diakhir penyampaian, Wagub berpesan kepada anak-anak yang hadir untuk memperhatikan kebersihan agar program Zero Waste bisa terwujud maksimal.
“Sekolah-sekolah juga harus menerapkan zero waste, semua lingkungan kita harus bersih, tidak boleh ada sampah berserakan, nanti kita akan cek sekolahnya, semangat anak-anak NTB, semoga kalian menjadi anak-anak yang berguna bagi umat dan bangsa,” kata Wagub.