200 Mahasiswa NTB Akan Dapat Beasiswa Di Institut Agama Islam Tazkia

200 mahasiwa yang akan mendapatkan beasiswa ini, wajib untuk kembali ke daerah

Penandatanganan MoU

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc,  menandatangani  kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) beasiswa, di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Majid (ZAM), Kamis (03/10) 2019 siang.

Penandatanganan MoU terkait Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat itu, sebagai upaya pemberantasan kemiskinan di NTB. Sebanyak 200 Mahasiswa NTB yang akan mendapatkan beasiswa tersebut.

“Insyaallah, Pemprov NTB akan menyeleksi 200 mahasiswa NTB untuk belajar di Tazkia Institut,” ujar Dr. H. Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul.

Bang Zul mengatakan, MoU ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa NTB yang ingin melanjutkan studinya.

Ia berharap kesempatan baik ini, harus dimanfaatkan terlebih oleh Pondok Pesantren yang ada di NTB, untuk bisa mengirimkan anak didiknya, kuliah di Institut Agama Islam Tazkia untuk belajar ekonomi syariah berbasis industri hala. Serta, belajar ekonomi syariah berbasiskan pengembangan teknologi dan industri.

“NTB ini banyak sekali pondok pesantrennya, banyak juga hafiz Qur’an. Ke depan, kami berharap, anak muda NTB tidak hanya Hafiz Qur’an, tapi harus ahli juga di bidang accounting,” ujarnya.

Gubernur meminta anak-anak muda NTB yang ingin melanjutkan kuliah di jenjang S1 maupun S2 ilmu accounting di Tazkia Institut untuk menyiapkan diri dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Murniati menyampaikan,  200 mahasiwa yang akan mendapatkan beasiswa ini, wajib untuk kembali ke daerah.

Dr. Murniati juga mengungkapkan rasa kagumnya terhadap potensi ekonomi yang dimiliki oleh NTB.

“Barusan saja kita telah meninjau pembangunan KEK Mandalika, saya sangat terkagum-kagum dengan perkembangannya yang begitu pesat dimana kita telah mendeklarasikannya sebagai destinasi halal bagi dunia,” tutur Dr. Murniati.

Terakhirdiharapkan  adanya pusat destinasi halal ini, menjadikan pembangunan di Mandalika dan juga pembangunan di NTB makin baik lagi dan  kesejahteraannya berlimpah kepada masyarakatnya.

AYA/HmsNTB




Sekda Lepas Kontingen KLU, Ikuti MTQ XXVIII Provinsi NTB 2019

“Maka kita harus punya mental juara,  karena ketika kita tidak mempunyai mental juara maka kita akan lemah sebelum berjuang. Bahasa laimnya mati sebelum berperang”

Drs. H. Suardi, MH

TANJUNG.lombokjournal.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) Drs. H. Suardi, MH melepas 72 kontingen KLU untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2019, di Aula Bupati Lombok Utara, Rabu (02/10) 2019.

Hadir mendampingi Sekda di antaranya Para asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemda KLU.

Sebelum melepas para kafilah Sekda H. Suardi mewakili Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, mengajak seluruh kafilah bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga para kafilah dapat menghadiri acara pelepasan kontingen KLU untuk mengikuti MTQ XXVIII tingkat Provinsi NTB tahun 2019 di Kabupaten Lombok Barat.

“Visi kita dalam kehidupan ini adalah visi akhirat. Tentu kita ingin surga, maka semua kegiatan kita terutama MTQ ini bertujuan mengharapkan ridho dari Allah SWT,” pesan Sekda.

Menurut H. Suardi, menyongsong pelaksanaan MTQ XXVIII 2019, Pemda KLU telah melaksanakan seleksi di tingkat kabupaten dengan cukup selektif.

Para peserta yang berhasil menjadi jawara dari proses seleksi itulah yang menjadi kafilah untuk mewakili Lombok Utara di ajang MTQ tingkat Provinsi NTB 2019.

Ia berpesan, agar seluruh kontingen KLU mempunyai mental juara, lantaran ketika seseorang tidak punya mental tersebut sama saja dengan lemah sebelum berjuang.

Mental juara itu terlihat saat  para kafilah tetap berlatih dengan giat, tidak merasa cepat puas, dan senantiasa mengitlkuti apa yang disampaikan guru.

Pemda KLU berharap, pada MTQ Provinsi NTB tahun 2019 semua cabang mata lomba bisa dijuarai oleh para kafilah dari KLU, dan sekaligus dapat mewakili NTB di tingkat Nasional

“Maka kita harus punya mental juara,  karena ketika kita tidak mempunyai mental juara maka kita akan lemah sebelum berjuang. Bahasa laimnya mati sebelum berperang,” kata  Suardi.

Ketua Kafilah yang juga  Asisten Bidang Pemerintahan Setda KLU, Kawit Sasmita, SH melaporkan cabang mata lomba yang diikuti oleh KLU.

Secara rinci dilaporkannya, peserta yang mengikuti MTQ XXVIII tingkat Provinsi NTB 2019 berjumlah 52 orang dan pelatih 27 orang dengan jumlah total 79 orang.

Seluruh peserta berasal dari setiap kecamatan di KLU. Cabang mata lomba yang dikompetisikan sebanyak 8 cabang lomba, terdiri dari tilawah dengan peserta 10 orang, qiro’ah 8 orang, tahfiz qur’an 9 orang, tafsir 3 orang, fahmil qur’an 6 orang, syarhil qur’an 6 orang, khatil qur’an 8 orang, serta cabang makalah karya tulis qur’an 2 orang.

“Pendaftaran peserta melalui online sehingga hari ini peserta harus daftar ulang dengan membawa KTP dan KK. Pembukaannya hari Kamis malam Jumat,” urai mantan Kadiskominfo ini.

Pelepasan kafilah ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat berkompetisi sebagai bentuk motivasi kepada kafilah Kabupaten Lombok Utara oleh Sekda diikuti tamu undangan yang hadir.

sta/humaspro

“Maka kita harus punya mental juara,  karena ketika kita tidak mempunyai mental juara maka kita akan lemah sebelum berjuang. Bahasa laimnya mati sebelum berperang”

TANJUNG.lombokjournal.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) Drs. H. Suardi, MH melepas 72 kontingen KLU untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2019, di Aula Bupati Lombok Utara, Rabu (02/10) 2019.

Hadir mendampingi Sekda di antaranya Para asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemda KLU.

Sebelum melepas para kafilah Sekda H. Suardi mewakili Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, mengajak seluruh kafilah bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga para kafilah dapat menghadiri acara pelepasan kontingen KLU untuk mengikuti MTQ XXVIII tingkat Provinsi NTB tahun 2019 di Kabupaten Lombok Barat.

“Visi kita dalam kehidupan ini adalah visi akhirat. Tentu kita ingin surga, maka semua kegiatan kita terutama MTQ ini bertujuan mengharapkan ridho dari Allah SWT,” pesan Sekda.

Menurut H. Suardi, menyongsong pelaksanaan MTQ XXVIII 2019, Pemda KLU telah melaksanakan seleksi di tingkat kabupaten dengan cukup selektif.

Para peserta yang berhasil menjadi jawara dari proses seleksi itulah yang menjadi kafilah untuk mewakili Lombok Utara di ajang MTQ tingkat Provinsi NTB 2019.

Ia berpesan, agar seluruh kontingen KLU mempunyai mental juara, lantaran ketika seseorang tidak punya mental tersebut sama saja dengan lemah sebelum berjuang.

Mental juara itu terlihat saat  para kafilah tetap berlatih dengan giat, tidak merasa cepat puas, dan senantiasa mengitlkuti apa yang disampaikan guru.

Pemda KLU berharap, pada MTQ Provinsi NTB tahun 2019 semua cabang mata lomba bisa dijuarai oleh para kafilah dari KLU, dan sekaligus dapat mewakili NTB di tingkat Nasional

“Maka kita harus punya mental juara,  karena ketika kita tidak mempunyai mental juara maka kita akan lemah sebelum berjuang. Bahasa laimnya mati sebelum berperang,” kata  Suardi.

Ketua Kafilah yang juga  Asisten Bidang Pemerintahan Setda KLU, Kawit Sasmita, SH melaporkan cabang mata lomba yang diikuti oleh KLU.

Secara rinci dilaporkannya, peserta yang mengikuti MTQ XXVIII tingkat Provinsi NTB 2019 berjumlah 52 orang dan pelatih 27 orang dengan jumlah total 79 orang.

Seluruh peserta berasal dari setiap kecamatan di KLU. Cabang mata lomba yang dikompetisikan sebanyak 8 cabang lomba, terdiri dari tilawah dengan peserta 10 orang, qiro’ah 8 orang, tahfiz qur’an 9 orang, tafsir 3 orang, fahmil qur’an 6 orang, syarhil qur’an 6 orang, khatil qur’an 8 orang, serta cabang makalah karya tulis qur’an 2 orang.

“Pendaftaran peserta melalui online sehingga hari ini peserta harus daftar ulang dengan membawa KTP dan KK. Pembukaannya hari Kamis malam Jumat,” urai mantan Kadiskominfo ini.

Pelepasan kafilah ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat berkompetisi sebagai bentuk motivasi kepada kafilah Kabupaten Lombok Utara oleh Sekda diikuti tamu undangan yang hadir.

sta/humaspro




TAFE  Australia Tawarkan Kerjasama Dengan NTB

“Kita berharap ada kerjasama kongkret antara TAFE dengan NTB”

Gubernur Zul dan Daniel Sprague

MATARAM.lombokjournal.com —  Daniel Sprague, Regional Manager, TAFE International Western Australia (TIWA) tertarik dengan program pengiriman para mahasiswa untuk menuntut ilmu di luar negeri yang digagas Pemprov NTB.

Ketertarikannya itu diungkapkan saat bertemu Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, di ruang kerjanya, Selasa (01/10) 2019.

TAFE merupakan lembaga di bawah naungan Kementerian Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Kerja, Pemerintah Australia.

Lembaga ini bergerak di bidang pembinaan dan pelatihan bagi para pemuda, pelajar dan mahasiswa yang hendak mendapatkan pekerjaan atau yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Daniel menawarkan kerjasama di bidang pendidikan bagi anak-anak NTB. Termasuk beasiswa pendidikan, short course dan sejumlah training.

Sehingga, anak-anak NTB, setelah mengikuti kegiatan dan kembali ke daerahnya dapat berkontribusi bagi masyarakat.

Gubernur Zul menjelaskan, pengiriman anak-anak NTB untuk belajar ke luar negeri dihajatkan agar memiliki kepercayaan diri dalam pergaulan internasional.

Termasuk memiliki wawasan dan jaringan yang luas serta menghilangkan rasa primordialisme di antara anak-anak NTB.

Bang Zul bersama Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah telah mengirim 374 anak muda NTB untuk belajar ke berbagai negara.

Terbaru, dikirim 174 mahasiswa NTB ke Malaysia dan Polandia, baik yang mengambil program magister maupun program doktor. Program ini akan terus berlanjut selama periode kepemimpinan Zul-Rohmi.

Usai bertemu Bang Zul menjelaskan, akan membantu meningkatkan kapasitas anak-anak NTB melalui pelatihan. Sehingga mereka memiliki skill untuk menunjang ekonomi masyarakat.

Apalagai NTB merupakan salah satu destinasi wisata terbaik dunia.

“Kita berharap ada kerjasama kongkret antara TAFE dengan NTB,” harapnya.

AYA/HmNTB




Alumni UTS Diajak Ikut  Kembangkan SDM di NTB

Selain berkiprah di dunia kerja, alumni UTS juga banyak tersebar di berbagai universitas di Asia dan Eropa, baik itu di Malaysia, Taiwan, dan Polandia

lombokjournal.com —

SUMBAWA   ;  Mahasiswa yang telah lulus Wisuda Program Sarjana (S-1) Universitas  Teknologi Sumbawa (UTS), diharapkan ikut berkontribusi dalam pembangunan di Provinsi NTB ini, utamanya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Hal itu disampaikan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc saat Sidang Terbuka Senat dan Wisuda Program Sarjana (S-1) Universitas  Teknologi Sumbawa (UTS) tahun 2019 di Sumbawa, Sabtu (28/09) 2019.

Human Development Index di Nusa Tenggara Barat ini masuk dalam kategori rendah. Hal itu bukan karena standar hidup masyarakat yang rendah, namun karena mayoritas anak-anak kita lulusan SMA kuliah di luar daerah seperti Jakarta, Jogja, Malang, Surabaya dan lainnya ,” terang Gubernur.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan cara mengubah taraf pembangunannya dengan membuat lembaga pendidikan tinggi di Indonesia timur, utamanya di NTB.

Lembaga pendidikan harus aktraktif dan inovatif agar seluruh masyarakat Indonesia tertarik untuk menempuh pendidikan tinggi di NTB.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini menuturkan bahwa sebagai kampus baru, UTS harus memiliki ciri khas tersendiri.

“Lembaga baru, kampus baru, tidak boleh menjadi kampus yang biasa, harus menjadi kampus yang istimewa, itulah sebabnya ada jurusan bioteknologi dan lain sebagainya,” ungkap Bang Zul.

Rektor UTS, Dr. Andi Tirta., M.Sc mengucapkan terima kasih atas kedatangan Gubernur NTB, yang juga sebagai inisiator pembangunan UTS dalam acara wisuda ini. Ia mengatakan, UTS adalah salah satu Universitas di Indonesia yang berkembang sangat pesat.

“Pada hari ini UTS mewisuda 324 wisudawan dari berbagai jurusan. Hari ini para alumni UTS telah tersebar di berbagai belahan dunia dengan bekerja di sektor pertambangan, pertanian, perbankan, wirausahawan dan lainnya,” terang Andi.

Ia menambahkan, selain berkiprah di dunia kerja, alumni UTS juga banyak tersebar di berbagai universitas di Asia dan Eropa, baik itu di Malaysia, Taiwan, dan Polandia.

“Dengan melihat lulusan-lulusan UTS yang sukses di dunia kerja, bukan tidak mungkin para wisudawan yang hari ini duduk di tempat ini, sudah banyak perusahaan yang menunggu di dalam maupun di luar negeri,” tuturnya.

AYA/HmsNTB




Gubernur Beri Semangat Untuk Pemburu Beasiswa

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah  membuka event World Indonesia Scholarship (WISH) Festival 2019 NTB, yang terselenggara di Auditorium Yusuf Abu Bakar Unram, Minggu (22/09) 2019.

Dalam kesempatan itu  Gubernur menyemangati para peserta yang hadir untuk menikmati dan berjuang di tiap proses keberhasilannya.

“Kemenangan terbesar itu, tidak dilihat dari hasilnya, akan tetapi proses pencapaiannya,” tutur Gubernur yang sering disapa Bang Zul tersebut.

Gubernur menjelaskan, hal terpenting dari sebuah keberhasilan yakni apa yang bisa dibagikan kepada orang lain.

Pergelaran WISH Festival 2019 NTB ini merupakan kegiatan beasiswa terbesar di Indonesia yang menjembatani para scholarship hunter dengan pemerintah, instansi atau komunitas yang memiliki perhatian khusus pada bidang beasiswa dan pendidikan.

WISH yang mengusung tema “Peran Beasiswa dalam Pembangunan SDM Bangsa di Era Milenial Menuju Indonesia Emas 2045” ini, terlaksana di 21 kota, salah satunya adalah di Kota Mataram, NTB.

Program pemberian beasiswa merupakan salah satu program unggulan dari pemerintahan Zul-Rohmi. Program ini akan berupaya mencetak anak- anak muda yang memiliki pengetahuan di berbagai bidang sekaligus memiliki pengalaman.

Terselenggaranya WISH di daerah ini juga menjadi salah satu kebanggaraan Pemprov NTB.

AYA/HmsNTB




Masa Depan NTB, Ada Pada Anak-Anak Muda yang Kreatif

i Putu Gde Aryadi

Literasi digital melalui lomba mading sekolah.org itu disebutnya sebagai salah satu cara pelajar memanfaatkan kemajuan TIK untuk hal-hal yang positif

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan masa depan Indonesia ada ditangan para pelajar dan generasi muda masa kini.

“Lebih khusus wajah NTB kedepan ada di tangan kalian, anak-anak muda  NTB yang kreatif,” ujar Gubernur dalam sambutannya diwakili Plt. Kepala Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos. MH  pada acara Creatormuda Academy yang diikuti oleh 270 pelajar SMA/SMK dan MA se-Nusa Tenggara Barat di hotel Aston Inn Mataram Kamis (19/09) 2019.

Menurut Gubernur yang lebih akrab disapa Doktor Zul itu, NTB sebagai rumah besar  bersama menyimpan potensi sumber daya yang luar biasa. Ada kekayaan alam, baik potensi agraris, maritim, tambang dan nilai-nilai seni budaya maupun sumberdaya investasi dan pariwisata yang banyak memikat tamu dan investor untuk hadir di NTB.

“Kekayaan alam NTB yang melimpah itu, tidak akan banyak artinya jika anak-anak mudanya hanya menjadi penonton atau berdiam diri tanpa ada kreativitas”, ujarnya.

Karena itu, Gubernur melalui Aryadi menitipkan pesan agar anak-anak muda NTB sejak dini menumbuhkan motivasi yang kuat untuk mengisi hari-harinya dengan berbagai kreativitas sehingga kelak akan menjadi generasi yang mandiri dan memiliki masa depan yang baik.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Maarif Institute, google dan semua pihak yang telah membangun aplikasi mading sekolah.org. Media itu menurutnya sangat produktif  dalam  membangun karakter anak, terutama pengembangan bakat, minat dan kreativitasnya.

“Misalnya lomba vedio, artikel, lagu dan karya seni lainnya maupun produk-produk ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan para pemenangnya, selain mendapatkan hadiah, juga akan menginspirasi siswa lainnya melahirkan karya-karya yang lebih baik lagi”, ujar mantan Kabag Humas Pemkab Bima di Era Bupati Zainul Arifin itu.

Karena itu, semua Sekolah dan guru-guru di NTB diharapkannya akan dapat memanfaatkan aplikasi madding sekolah ini, sebagai salah satu media mengembangkan karakter siswa. Sekaligus juga mereduksi penggunaan akun media sosial untuk kegiatan yang kurang produktif.

“Ada Intagram, Youtube, Facebook atau Whatsup, yang selama ini lebih banyak hanya untuk chating atau menulis status yang kurang bermanfat. Ini perlu diarahkan pada kreatifitas untuk mengekplor  beragam potensi NTB dan juga beauty inner para siswa,” pesannya.

Saat ini, kata Aryadi  dari  total  5,6 juta jiwa penduduk NTB, pengguna internetnya mencapai 3 juta orang. Namun sayangnya hanya 15 persen dari pengguna internet itu yang produktif. Sisanya hanya digunakan untuk hal yang konsumtif. Sedangkan dari sisi Kejatan siber, kata Gede Aryadi, setiap hari hampir 10-15 buah berita hoax, bully atau menyebarkan kebencian, Ini sangat tidak baik, tegasnya.

Ia mengajak para pelajar untuk memanfaatkan kemajuan teknologi digital sebagai peluang menciptakan kreatifitas dan mengembangkan potensi  diri.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah Provinsi NTB dibawah Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, telah menyiapkan 1000 beasiswa pendidikan S1, S2 dan S3 diluar negeri. Maka siapkan diri dan rebut peluang itu untuk masa depan yang gemilang, pungkasnya.

Hal senada diungkapkan  Kepala UPT-PK PLK Dismen Pendidikan Layanan khusus Lombok Barat- Mataram, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Drs. H. Abdur Rasidin, M.Pd.

Literasi digital melalui lomba mading sekolah.org itu disebutnya sebagai salah satu cara pelajar memanfaatkan kemajuan TIK untuk hal-hal yang positif. Sudah banyak kasus dan cerita yang terjadi dan sangat berdampak luas, dan sifatnya dekstruktif lagi.

Menurutnya, hanya gara-gara isu, berita yang tidak jelas, namun menjadi viral dan menarik kesimpulan sendiri, akhirnya bermasalah.

“Ini pekerjaan yang sangat berat bagi kita semua. Bukan saja kami di lingkungan Pendidikan dan kebudayaan, tetapi seluruh elemen masyarakat”, tegasnya.

Ia mengajak semua pihak dan sekolah melalui instrument-instrumen yang ada pada berbagai kegiatan agar selalu menyampaikan penguatan-penguatan Pendidikan karakter, yang menjadi ujung tombak dari anak-anak kita.

“Boleh kurikulum itu berganti nama, tetapi sesunggunya Pendidikan karakter itulah solusinya. Salah satu bagian dari Pendidikan karakter itu adalah kegiatan litersi digital ini,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini, bukan saja dilakukan di Pulau Lombok, namun selenggarakan juga di Pulau Sumbawa. Yakni di Bima dan Dompu serta Sumbawa dan KSB, kata Rasidin.

Sebelumnya,  Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Abdul Rohim Ghazali menjelaskan bahwa acara yang digelar di Pulau Seribu Masjid pada 19-20 September 2019 ini merupakan penyelenggaraan ke-9 dari 10 kota yang direncanakan di seluruh indonesia.

Rohim berharap anak muda dapat terlibat secara aktif dalam upaya-upaya literasi digital. Membuat, mengunggah, dan menyebarluaskannya menjadi hal yang diperlukan. “Berbagai ide segar dan kreatif yang berasal dari anak muda perlu diwujudkan dalam bentuk konten-konten positif, diunggah ke media sosial, dan disebarluaskan secara massif.

Karena hal itulah yang diperlukan untuk konteks sekarang ini. Untuk itu, kami dari MAARIF Institute bersama yang lainnya menginisiasi Creatormuda Academy ini dan menyediakan platform online dalam mading sekolah.id,” pungkasnya.

AYA/HmsNTB 




Gubernur Zul Mengigatkan, Kita Tertinggal Kalau Abaikan Pendidikan

Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Tim Media Grup yang telah membantu membangun sekolah dan fasilitas kesehatan di KLU, Lobar, Lotim dan di daerah lain yang terkena bencana

Sekolaah yang sebelumnya roboh

LOMBOK UTARA.lombokjurnal.com – Perasaan bahagia diungkapkan Gubernur NTB, DR Zulkieflimansyah saat menyaksikan anak anak NTB di sekolah korban bencana gempa bumi, kini mulai bangkit dan bersemangat untuk belajar di sekolah barunya.

Gubernur Zul mengungkapkannya saat meresmikan 6 (enam) unit sekolah yang dibangun dari donasi masyarakat untuk Gempa Lombok NTB sebesar Rp12 miliar lebih, melalui Dompet Kemanusiaan Media Group, Rabu (18/09) 2019.

Masyarakat diingatkan pentingnya pendidikan.

“Kita akan tetap tertinggal kalau kita mengabaikan pendidikan,” tegas Gubernur yang lebih akrab disapa doktor Zul.

Menurutnya,  perhatian masyarakat internasional, pemerintah pusat dan kita semua yang Luar biasa terhadap NTB, membuatnya semakin optimis bahwa rakyat NTB segera bangkit dan maju.

“NTB ini memang milik kita bersama dan dengan kebersamaan itu kita siap bangkit untuk lebih baik di masa yang akan datang”, tegasnya.

Enam sekolah yang dibangun tersebut yakni, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ishlaul Ummah Desa Paok Rempek, SD Negeri 1 Sigar Penjalin, dan SD Negeri 3 Pemenang, ketiganya berada di Kabupaten Lombok Utara.

Berikutnya MI At-Tahzib di Desa Kekait Lombok Barat, SD Negeri 2 Kekait  Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat serta SD Negeri 5 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Sekolah-sekolah tersebut sebelumnya porak poranda akibat diterjang gempa bumi pada Juli dan Agustus tahun lalu, sehingga selama ini siswa-siswi belajar di sekolah darurat. Sekarang, sekolah-sekolah tersebut telah terbangun kembali, dengan kondisi jauh lebih baik dari sebelum gempa.

Dilengkapi delapan ruangan ukuran 9×7,8m dan selasar lebar 1,8 meter. Serta 6 ruang belajar, ditambah satu ruang guru dan ruang Kepala Sekolah, berikut ruang serba guna yang dapat digunakan untuk ruang perpustakaan dan UKS (usaha kesehatan sekolah).

Selain itu juga dilengkapi gudang, sejumlah toilet yang terpisah antara putra dan putri.

Setiap ruangan dilengkapi jendela dan ventilasi udara yang cukup membuat sirkulasi udara dalam ruangan menjadi lancar dan terasa sejuk sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik.

Begitu pula dengan penerangan listrik  masing-masing ruangan terdapat empat titik lampu.

Ketua Yayasan Pendidikan At – Tahzib, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Tuan Guru Haji Zaini, mengaku sangat bersyukur dibangunnya kembali MI At-Tahzib oleh Media Group.

Bangunan lama yang dirintis sejak 1952 lalu dan hancur akibat gempa kini telah terbangun kembali.

Terkait donasi Gempa Lombok, terkumpul Rp.12 miliar atau tepatnya Rp12.144.868.902 yang masuk ke Dompet Kemanusiaan Media Group.

Saldo donasi terbagi dalam tiga rekening, yakni rekening BCA sebesar Rp4.749.274.785, rekening Bank Mandiri sebanyak Rp5.315.467.641 dan sebanyak Rp2.080.126.476 di Bank BRI.

Penggunaan donasi tersebut akan dipertanggungjawabkan melalui proses audit yang salah satunya untuk pembangunan enam unit sekolah.

Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Tim Media Grup yang telah membantu membangun sekolah dan fasilitas kesehatan di KLU, Lobar, Lotim dan di daerah lain yang terkena bencana.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Mengigatkan, Kita Tertinggal Kalau Abaikan Pendidikan

Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Tim Media Grup yang telah membantu membangun sekolah dan fasilitas kesehatan di KLU, Lobar, Lotim dan di daerah lain yang terkena bencana

LOMBOK UTARA.lombokjurnal.com – Perasaan bahagia diungkapkan Gubernur NTB, DR Zulkieflimansyah saat menyaksikan anak anak NTB di sekolah korban bencana gempa bumi, kini mulai bangkit dan bersemangat untuk belajar di sekolah barunya.

Gubernur Zul mengungkapkannya saat meresmikan 6 (enam) unit sekolah yang dibangun dari donasi masyarakat untuk Gempa Lombok NTB sebesar Rp12 miliar lebih, melalui Dompet Kemanusiaan Media Group, Rabu (18/09) 2019.

Masyarakat diingatkan pentingnya pendidikan.

“Kita akan tetap tertinggal kalau kita mengabaikan pendidikan,” tegas Gubernur yang lebih akrab disapa doktor Zul.

Menurutnya,  perhatian masyarakat internasional, pemerintah pusat dan kita semua yang Luar biasa terhadap NTB, membuatnya semakin optimis bahwa rakyat NTB segera bangkit dan maju.

“NTB ini memang milik kita bersama dan dengan kebersamaan itu kita siap bangkit untuk lebih baik di masa yang akan datang”, tegasnya.

Enam sekolah yang dibangun tersebut yakni, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ishlaul Ummah Desa Paok Rempek, SD Negeri 1 Sigar Penjalin, dan SD Negeri 3 Pemenang, ketiganya berada di Kabupaten Lombok Utara.

Berikutnya MI At-Tahzib di Desa Kekait Lombok Barat, SD Negeri 2 Kekait  Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat serta SD Negeri 5 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Sekolah-sekolah tersebut sebelumnya porak poranda akibat diterjang gempa bumi pada Juli dan Agustus tahun lalu, sehingga selama ini siswa-siswi belajar di sekolah darurat. Sekarang, sekolah-sekolah tersebut telah terbangun kembali, dengan kondisi jauh lebih baik dari sebelum gempa.

Dilengkapi delapan ruangan ukuran 9×7,8m dan selasar lebar 1,8 meter. Serta 6 ruang belajar, ditambah satu ruang guru dan ruang Kepala Sekolah, berikut ruang serba guna yang dapat digunakan untuk ruang perpustakaan dan UKS (usaha kesehatan sekolah).

Selain itu juga dilengkapi gudang, sejumlah toilet yang terpisah antara putra dan putri.

Setiap ruangan dilengkapi jendela dan ventilasi udara yang cukup membuat sirkulasi udara dalam ruangan menjadi lancar dan terasa sejuk sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik.

Begitu pula dengan penerangan listrik  masing-masing ruangan terdapat empat titik lampu.

Ketua Yayasan Pendidikan At – Tahzib, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Tuan Guru Haji Zaini, mengaku sangat bersyukur dibangunnya kembali MI At-Tahzib oleh Media Group.

Bangunan lama yang dirintis sejak 1952 lalu dan hancur akibat gempa kini telah terbangun kembali.

Terkait donasi Gempa Lombok, terkumpul Rp.12 miliar atau tepatnya Rp12.144.868.902 yang masuk ke Dompet Kemanusiaan Media Group.

Saldo donasi terbagi dalam tiga rekening, yakni rekening BCA sebesar Rp4.749.274.785, rekening Bank Mandiri sebanyak Rp5.315.467.641 dan sebanyak Rp2.080.126.476 di Bank BRI.

Penggunaan donasi tersebut akan dipertanggungjawabkan melalui proses audit yang salah satunya untuk pembangunan enam unit sekolah.

Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Tim Media Grup yang telah membantu membangun sekolah dan fasilitas kesehatan di KLU, Lobar, Lotim dan di daerah lain yang terkena bencana.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul;  Aktivitas Budaya dan Tradisi Merupakan Aset Budaya

Tahun 2020, diharapkan Pemerintah Daerah punya museum untuk melestarikan keragaman adat dan tradisi yang ada di masyarakat

Gubernur Zulkieflimansyah

LOTIM.lombokjournal.om —  Pariwisata tidak selalu identik dengan laut dan gunung saja.  Berbagai aktivitas seni budaya dan tradisi juga merupakan aset wisata daerah, yang perlu terus diperkaya dan dilestarikan.

Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah menegaskan, NTB  kaya dengan warna warni seni budaya dan tradisi rakyat.

“Hampir di tiap desa wisata tersimpan potensi seni budaya dan tradisi, termasuk kerajinan tenun dan busana yang perlu dieksplore lebih lanjut,” kata Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul, saat menutup Event Kesenian & Budaya Pringgasela, di Kecamatan Pringgasela Lombok Timur, Senin (16/09)2019.

“Prosesi Boteng Tunggul ini yang sudah berusia 8 abad adalah warisan budaya yang luar biasa, harus tetap dijaga,” kata gubernur.

Boteng Tunggul adalah tradisi sakral yang biasa  digelar masyarakat desa Pringgasela Kabupaten Lombok Timur NTB mengiringi upacara adat Gawe Desa.

Boteng berarti berdiri dan Tunggul adalah kain tenun  yang dibuat pertama kali oleh tokoh tenun setempat, yaitu Lebai Nursini.

Kini tunggul tersebut telah berumur ± 850 tahun, yang berarti sudah berada di tangan generasi pewaris ke – 17. Tradisi ini sebagai cermin sejarah perjalanan tenun Pringgasela.

Dalam prosesi adat  Boteng Tunggul adalah kain tenun (Tunggul) yang diikatkan pada sebuah pohon bambu petung, sehingga tampak seperti umbul-umbul.

Kain tunggul itu dipercaya memiliki nilai kesakralan tinggi, sehingga ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi ketika akan mengibarkan dalam suatu kegiatan adat gawe desa.

Demikian juga Bambu petung sebagai tiang Tunggul, selain harus diambil utuh mulai dari bagian akar sampai ujungnya. Orang yang mengikatkan kain itu hanyalah oleh pewaris tradisi, diiringi dengan seni tradisional sasak yaitu Gendang Belek dan kesenian Rantok.

Ketua Panitia Alunan Budaya Desa Pringgasela, Ahmad Feriawan mengatakan, masyarakat Pringgasela menganggap Tunggul ini adalah tenun Pringgasela.

Dan mereka sadar, bahwa mereka dilahirkan dengan tenun. Sehingga harus dijaga sampai kapan pun.

Tunggul ini juga sering digunakan sebagai media pengobatan dengan memanjatkan do’a dan salawat.

Ia menceritakan, Tunggul terakhir kali dikibarkan pada tahun 1979 silam, ketika pewaris dari kain ini menikah. Sejak saat itu, masyarakat sudah tidak pernah melihat tunggul dikibarkan.

 

Seluruh tradisi budaya yang dimiliki masyarakat, harus dilestarikan dan pelestarian itu ada di Kebudayaan.

Karena itu tahun 2020, ia berharap pemerintah daerah punya museum untuk melestarikan keragaman adat dan tradisi yang ada di masyarakat. Terlebih Tunggul yang berusia delapan abad tersebut.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan KebudayaanNTB, Rusman, SH, MH. Dia mengatakan pelestarian budaya adalah bagian yang harus menjadi perhatian. Budaya sebagai cermin dari masyarakat.

“Ini menjadi perhatian kami di Dinas Dikbud, bagaimana ke depan kita bisa mencari format yang baik sehingga budaya yang dimiliki betul betul lestari dan menjadi asset yang berharga,” ujarnya.

Dikatakan, di sekolah kekayaan budaya NTB sudah mulai masuk sebagai pelajaran muatan lokal. Bahkan khusus untuk tenun, SMK 2 Selong membuka jurusan khusus terkait kerajinan Tenun.

Ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat.

Selain upacara adat Boteng Tunggul, Alunan Budaya Desa Pringgasela, juga  menampilkan beragam atraksi seni seperti fashion show kain tenun, Pameran UKM dan Tari Tenun.

Kerajinan tenun sendiri menjadi khas Pringgasela. Produk tenun yang dihasilkan tak hanya beredar di Nusantara, tapi mulai menembus pasar dunia.

AYA/Diskominfotik




Ungkapan Haru dan Bangga Terima Beasiswa Ke Luar Negeri

“Harapan saya terhadap beasiswa NTB ini bisa meningkatakan sumber daya pendidikan dan berorientasi membangun NTB”

MATARAM.lombokjournal.com — Orang tua penerima beasiswa tujuan Polandia dan Malaysia mengungkapkan rasa bangganya, karena anak-anak mereka bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri atas beasiswa Pemerintah Provinsi NTB.

Ungkapan itu disampaikan orang tua usai Gubernur Zulkieflimnsyah melepas 176 mahasiswa penerima beasiswa yang akan belajar di Polandia dan Malaysia, di Gedung Graha Bhakti Praja, Senin (16/09)2019.

Siti Rukaya, orang tua dari Lesti Aseliasa, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Gubernur Zul yang memberi harapan NTB ke depan akan  lebih maju.

“ Harapan saya semoga program beasiswa ini terus berlanjut dan saya sangat terharu serta bangga sebagai orangtua,” ungkap wanita asal Bima tersebut.

Hal yang sama diungkapkan Abu Amin, orang tua dari Yadi Satriadi. Pria asal Sumbawa itu menyampaikan program beasiswa ini sangat membantu, apalagi dirinya berasal dari keluarga yang kurang mampu.

“Saya harap beasiswa NTB ini berlanjut untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Saya bangga dan bersyukur atas lolosnya anak saya di beasiswa NTB ini,” harapnya.

Muhammad Zubair, orang tua salah satu penerima beasiswa menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB yang telah menyediakan program beasiswa ke luar negeri.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan ini merupakan hadiah terbesar bagi kami dan anak-anak kami. Harapan kami ke depannya semoga ditambahkan kuota untuk penerima beasiswa NTB ini dan bukan hanya ke Polandia tapi banyak juga masyarakat yang ingin kuliah di wilayah Timur Tengah,” tuturnya.

Salah satu penerima beasiswa, Firdaus, mengungkapkan rasa bahagianya bisa melanjutkan pedidikan ke luar negeri. Bahkan dia merasa terharu dan tidak menyangka dirinya bisa bersaing dengan ribuan anak NTB yang akan belajar di luar negeri. Apalagi ia berasal dari keluarga yang kurang mampu.

“Saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata karena saya sangat bahagia, bisa melanjutkan studi di luar negeri, apalagi penerima beasiswa seperti saya yang termasuk orang yang ekonominya menengah ke bawah. Harapan saya terhadap beasiswa NTB ini bisa meningkatakan sumber daya pendidikan dan berorientasi membangun NTB,” jelasnya saat diwawancarai.

Rasa bangga dan haru juga dirasakan oleh Arini Salsabila Putri, penerima beasiswa  S2 tujuan Malaysia. Menurutnya beasiswa ini merupakan program yang bagus dan bermanfaat bagi anak-anak NTB. Apalagi negara tujuan beasiswa ini seluruhnya di luar negeri.

BACA JUGA  ;  Pelepasan 176 Penerima Beasiswa Tujuan Polandia dan Malaysia

“Harapan saya beasiswa ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dari semua kalangan. Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan sangat berterima kasih karena ini merupakan salah satu langkah kami untuk membanggakan orang tua dan juga sebagai langkah kita untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” harapnya.

AYA/HmsNTB