MTQ Provinsi NTB Ditutup, Kota Bima Jadi Juara Umum

MTQ, merupakan upaya agar Al-Quran tetap dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

LOBAR.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXVIII Tingkat Provinsi NTB, di Halaman Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (9/10) 2019.

Wagub dalam sambutannya menilai  bahwa pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi NTB cukup baik dan luar biasa. Ini dilihat dari antusiasme masyarakat yang hampir setiap malam selalu memadati lokasi MTQ tersebut.

“Ini semua tidak terlepas dari semua dukungan masyarakat yang masih tetap setia ikut memeriahkan jalannya MTQ dan ini merupakan keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT,” ujarnya

Menurut Wagub, penyelenggaraan MTQ tidak bisa dipandang sebagai sebuah kegiatan seremonial biasa. Sebab, MTQ merupakan satu rangkaian dari syiar agama.

MTQ, merupakan upaya agar Al-Quran tetap dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Agar penutupan MTQ Provinsi NTB kali ini berlangsung semakin sukses, kami mengimbau pengunjung yang hadir agar sama-sama menjaga ketertiban dan menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya,” harap Wagub NTB.

Menurut Wagub, Al-Quran merupakan kalam ilahi yang tidak hanya sekedar dibaca. Tetapi, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memahami kandungan kitab suci Al-Quran.

“Tentu yang terpenting juga adalah kita bisa mengimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari,” imbuhnya. Oleh karena itu, selaku pemerintah daerah Provinsi NTB Wagub sangat mengapresiasi MTQ yang ke-28 ini.

Wagub berharap dengan kegiatan keagamaan, Insya Allah akan membawa seluruh warga NTB menjadi masyarakat yang cinta Al-Quran.

Sebelumnya, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si melaporkan bahwa MTQ tingkat provinsi yang ke-28 ini berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan.

Lebih jauh, H. Fauzan Khalid mengungkapkan keinginannya kepada Wakil Gubernur NTB beserta seluruh Bupati dan Walikota yang hadir pada acara tersebut untuk menandatangani petisi dalam rangka mengusulkan kepada pemerintah pusat agar para juara MTQ tingkat nasional diangkat menjadi PNS. Dan, untuk Juara Provinsi minimal diangkat menjadi pegawai P3K.

“Meski pengangkatan tersebut bukan wewenang Pemerintah Provinsi, tapi saya berharap, kita sama-sama tandatangani petisi tersebut untuk kita usulkan ke pemerintah pusat,” ungkap Bupati Lobar menutup sambutannya.

Di MTQ kali ini, juara umum dimenangkan oleh Kota Bima dengan nilai 67. Peringkat kedua diraih Kabupaten Lombok Timur dengan nilai 64. Peringkat ketiga Kabupaten Lombok Barat dengan nilai 63. Peringkat keempat Kabupaten Bima dan Kota Mataram dengan nilai 50. Peringkat kelima Kabupaten Lombok Tengah dengan nilai 43. Peringkat keenam Kabupaten Sumbawa dengan nilai 30. Peringkat ketujuh Kabupaten Dompu dengan nilai 24. Peringkat kedelapan Kabupaten Lombok Utara dengan nilai 23. Peringkat kesembilan Kabupaten Sumbawa Barat dengan nilai 18.

Kegiatan MTQ dihadiri pula unsur Forkopimda NTB, Bupati Lombok Timur, Asisten 1 Setda Kota Bima, Tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat beserta seluruh perwakilan kafilah se-Nusa Tenggara Barat.

AYA/HmsNTB 




Pelajar dan Guru NTB Punya Kesempatan Belajar di Australia

Diharapkan agar program kerjasama dengan NT terkait Short Australia C ourse dapat segera didetailkan. Sebab, tidak hanya memberikan manfaat bagi NTB, namun juga bagi Australia

Gubernur Zul dan Hon Selena Uibo MLA

MATARAM,lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Dr. H. Iswandi menggelar pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Northern Territory (NT), Hon Selena Uibo MLA.

Pertemuan tersebut berlangsung Senin (06/10/2019) malam, di Hotel Santika, Kota Mataram.

Selain Menteri pendidikan dan Pelatihan Tenaga kerja, hadir juga Cathy White dari Business and Workforce NT dan Rachael Shanahan dari Study NT serta perwakilan dari Charles Darwin University Group Training Northern Territory, Alana Kaye College dan International College of Advance Education.

Bang Zul mengatakan, para pelajar, guru, ustadz dan ustadzah, baik di sekolah umum maupun di pondok pesantren, memiliki kesempatan untuk belajar di NT Australia.

“Anda bisa bayangkan, jika kita bisa mengirim 300 atau 500 pelajar dari tingkat SMA, perguruan tinggi, guru ke North Teritory, untuk mengikuti program singkat, dua atau tiga minggu, akan memiliki dampak besar bagi masyarakat NTB untuk melihat dunia di masa yang akan datang,” jelasnya dalam Bahasa Inggris.

Bang Zul menjelaskan, saat ini masyarakat hidup di tengah era ekonomi yang cukup terbuka. Salah satu tandanya adalah persaingan di bidang industri teknologi.

Persaingan industri ini lanjutnya, adalah kemampuan sebuah negara untuk menghasilkan barang dan layanan sesuai dengan standar pasar internasional.

“Untuk menghasilkan barang dan layanan sesuai dengan standar internasional, kita memerlukan inovasi, kita memerlukan teknologi. Karena, untuk bisa bersaing, kita harus memiliki produk, cara baru untuk melakukan sesuatu dan itu memerlukan teknologi,” ungkap orang nomor satu di NTB tersebut.

Ia menegaskan, pengiriman para pelajar dan mahasiswa ke luar negeri, tidak hanya untuk meraih gelar, atau hanya sekedar untuk meningkatkan kemampuan dan sumber daya manusia.

Namun yang lebih penting katanya adalah mengubah cara pandang terhadap dunia.

Bang Zul berharap, agar program kerjasama dengan NT terkait Short Course dapat segera didetailkan. Sebab, tidak hanya memberikan manfaat bagi NTB, namun juga bagi Australia.

“Malam ini adalah malam bersejarah, jika kita bisa mempercepat proses pengiriman para pelajar ke NT,” katanya.

 

Hon Selena Uibo MLA menjelaskan, Indonesia dan NT sejak lama telah menjalin kerjasama di bidang perdagangan.

Namun, saat ini tidak hanya pedagangan. Indonesia dan NT lanjutnya telah menjalin kerjasama di bidang pendidikan, pelatihan, industri dan teknologi.

“Kerjasama pendidikan, termasuk para pelajar yang belajar di NT dan program pendidikan di NT menyediakan program pendidikan berkualitas bagi masyarakat NTB atau bahkan Indonesia,” katanya.

Saat ini juga katanya, masih banyak anak anak Indonesia yang belajar dan menjalankan program training di NT. Ia berharap dengan pendidikan yang berkualitas di NT, akan banyak anak NTB yang belajar di sana.

Pada pertemuan itu juga, diserahkan sertifikat bagi PNS NTB yang telah menjalani program short course di NT.

AYA/HmsNTB




Gubernur : Lulus Kuliah Harus Berani Ukir Masa Depan Sendiri

lombokjournal.com —

SUMBAWA BARAT  ;    Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc memberi motivasi kepada wisudawan/wisudawati agar tetap berani mengukir masa depannya setelah selesai melaksanakan studinya.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri acara wisuda mahasiswa Universitas Cordova di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Minggu (06/10) 2019.

Gubernur mengutip sebuah cerita motivasi, tentang keberanian seorang yang mengukir cerita hidupnya walaupun dikelilingi oleh berbagai masalah yang berbahaya.

“Para wisudawan dan wisudawati Universitas Cordova harus memiliki keberanian, dan Alhamdulillah keberanian tersebut sudah terlihat dari kehadiran para wisudawan dan wisudawati saat ini,” kata gubernur.

Ia mengungkapkan, perjuangan panjang para wisudawan dan wisudawati, akhirnya berbuah manis pada hari ini. Satu kutipan sederhana yang sering dikatakan orang yaitu perjalanan panjang, memang selalu harus dimulai, dengan langkah pertama.

”Alhamdulillah dengan langkah pertama dan keberanian yang luar biasa, akhirnya semua dapat diwisuda pada hari ini. Kita harus memiliki keberanian menulis cerita dan kesimpulan hidup kita sendiri, karena jika tidak, kesimpulan hidup kita akan ditulis oleh orang lain,” terangnya.

Gubernur Bang Zul menuturkan, ia yakin Universitas Cordova dapat menjadi universitas yang luar biasa dan dapat bersaing dengan universitas-universitas lainnya.

“Adik-adik harus meyakini betul dunia kita sudah dunia berbeda, tidak lagi melihat kampus di mana, tapi pada kemampuan adik-adik untuk menciptakan peluang dan menulis cerita hidupnya sendiri,” tutup Bang Zul.

Rektor Universitas Cordova, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, MM., mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kedatangan Gubernur NTB pada acara wisuda tahun 2019 ini.

“Terimakasih kami ucapkan atas kedatangannya pak Gubernur. Ini adalah bukti perhatiannya terhadap pendidikan di NTB ini,” terangnya.

Turut hadir dalam acara ini, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat dan Kasub Bag. TU dan BMN LLDIKTI Wilayah VIII Dra. Putu Anggraeni Sri Adnyani.

AYA/HmsNTB




Universitas Hamzanwadi Gelar Konferensi, Fokuskan Teknologi Dan Pendidikan

“Dengan adanya Internasional Conference  yang kita utamakan yaitu semangat penelitian. Agar kita bisa menghasilkan penelitian yang berkualitas”

MATARAM.lombokjournal.com — Universitas Hamzanwadi menggelar  konferensi international ke-V bertajuk “International Conference on Technology and Education (HICTE) 2019” di Mataram, Sabtu (05/10) 2019.

“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Universitas Hamzanwadi sebagai ajang bertemunya para peneliti dari berbagai negara dengan berbagai latar belakang keilmuan,” terang Dr. M. Khalqi selaku Humas Universitas Hamzanwadi.

Tahun ini, HICTE mengangkat tema “Advancing Education & Research Capacity with Technology and Computer Science Based through Local_Global Synergy in the Industrial 4.0“.

Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan Internasional Conference pada tahun ini memfokuskan pada  Teknologi dan Pendidikan.

“Seperti kita ketahui sekarang ini di era Four Point Zero ini teknologi menjadi garda terdepan. Tinggal kita manfaatkan teknologi itu dengan baik, jika kita bisa manfaatkan akan menjadi baik dan jika tidak kita habis,” terang Wagub NTB ini.

Konferensi tahun ini diadakan oleh fakultas teknik. Setiap tahun bergiliran dan temanya berbeda-beda.

“Dengan adanya Internasional Conference  yang kita utamakan yaitu semangat penelitian. Agar kita bisa menghasilkan penelitian yang berkualitas. Internasional Conference di adakan tidak asal-asalan tapi Conference ini buat bermutu untuk menghasikan penelitian-penelitian yang bisa di aplikasikan di Nusa Tenggara Barat ini,” sambung Umi rohmi.

Ia menegaskan berbicara tentang Technologi dan Education sangat erat hubungannya, NTB Gemilang tidak bisa di capai tanpa teknologi.

Tetapi tidak itu saja, berbicara tentang Pendidikan, Kesehatan  tidak bisa juga tanpa teknologi dan semua kehidupan kita didunia ini tidak bisa berjalan tanpa teknologi.

“Dari Conference ini kita harapkan  akan lahir penelitian-penelitian untuk NTB dan Indonesia, sehingga bisa diaplikasikan di masyarakat sebagai wujud dari peran tridharma perguruan tinggi,” katanya.

Dalam kesempatan itu hadir sebagai pembicara utama yakni :

  1. Prof. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D dari Indonesia
  2. Assoc. Prof. Ts. Dr Wan Mohd Khairul Wan Mohamed Zin dari Malaysia
  3. Dr. Trudy Sweeney dari Australia
  4. Dr. Meechooke Chodoun dari . Thailand
  5. Dr. L. SIVARAMA KRISHNA dari India

 

Hampir 350 peneliti hadir dalam acara tersebut dan lebih dari 200 hasil penelitian yang akan dipresentasikan oleh para peserta.

AYA




200 Mahasiswa NTB Akan Dapat Beasiswa Di Institut Agama Islam Tazkia

200 mahasiwa yang akan mendapatkan beasiswa ini, wajib untuk kembali ke daerah

Penandatanganan MoU

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc,  menandatangani  kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) beasiswa, di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Majid (ZAM), Kamis (03/10) 2019 siang.

Penandatanganan MoU terkait Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat itu, sebagai upaya pemberantasan kemiskinan di NTB. Sebanyak 200 Mahasiswa NTB yang akan mendapatkan beasiswa tersebut.

“Insyaallah, Pemprov NTB akan menyeleksi 200 mahasiswa NTB untuk belajar di Tazkia Institut,” ujar Dr. H. Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul.

Bang Zul mengatakan, MoU ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa NTB yang ingin melanjutkan studinya.

Ia berharap kesempatan baik ini, harus dimanfaatkan terlebih oleh Pondok Pesantren yang ada di NTB, untuk bisa mengirimkan anak didiknya, kuliah di Institut Agama Islam Tazkia untuk belajar ekonomi syariah berbasis industri hala. Serta, belajar ekonomi syariah berbasiskan pengembangan teknologi dan industri.

“NTB ini banyak sekali pondok pesantrennya, banyak juga hafiz Qur’an. Ke depan, kami berharap, anak muda NTB tidak hanya Hafiz Qur’an, tapi harus ahli juga di bidang accounting,” ujarnya.

Gubernur meminta anak-anak muda NTB yang ingin melanjutkan kuliah di jenjang S1 maupun S2 ilmu accounting di Tazkia Institut untuk menyiapkan diri dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Murniati menyampaikan,  200 mahasiwa yang akan mendapatkan beasiswa ini, wajib untuk kembali ke daerah.

Dr. Murniati juga mengungkapkan rasa kagumnya terhadap potensi ekonomi yang dimiliki oleh NTB.

“Barusan saja kita telah meninjau pembangunan KEK Mandalika, saya sangat terkagum-kagum dengan perkembangannya yang begitu pesat dimana kita telah mendeklarasikannya sebagai destinasi halal bagi dunia,” tutur Dr. Murniati.

Terakhirdiharapkan  adanya pusat destinasi halal ini, menjadikan pembangunan di Mandalika dan juga pembangunan di NTB makin baik lagi dan  kesejahteraannya berlimpah kepada masyarakatnya.

AYA/HmsNTB




Sekda Lepas Kontingen KLU, Ikuti MTQ XXVIII Provinsi NTB 2019

“Maka kita harus punya mental juara,  karena ketika kita tidak mempunyai mental juara maka kita akan lemah sebelum berjuang. Bahasa laimnya mati sebelum berperang”

Drs. H. Suardi, MH

TANJUNG.lombokjournal.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) Drs. H. Suardi, MH melepas 72 kontingen KLU untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2019, di Aula Bupati Lombok Utara, Rabu (02/10) 2019.

Hadir mendampingi Sekda di antaranya Para asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemda KLU.

Sebelum melepas para kafilah Sekda H. Suardi mewakili Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, mengajak seluruh kafilah bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga para kafilah dapat menghadiri acara pelepasan kontingen KLU untuk mengikuti MTQ XXVIII tingkat Provinsi NTB tahun 2019 di Kabupaten Lombok Barat.

“Visi kita dalam kehidupan ini adalah visi akhirat. Tentu kita ingin surga, maka semua kegiatan kita terutama MTQ ini bertujuan mengharapkan ridho dari Allah SWT,” pesan Sekda.

Menurut H. Suardi, menyongsong pelaksanaan MTQ XXVIII 2019, Pemda KLU telah melaksanakan seleksi di tingkat kabupaten dengan cukup selektif.

Para peserta yang berhasil menjadi jawara dari proses seleksi itulah yang menjadi kafilah untuk mewakili Lombok Utara di ajang MTQ tingkat Provinsi NTB 2019.

Ia berpesan, agar seluruh kontingen KLU mempunyai mental juara, lantaran ketika seseorang tidak punya mental tersebut sama saja dengan lemah sebelum berjuang.

Mental juara itu terlihat saat  para kafilah tetap berlatih dengan giat, tidak merasa cepat puas, dan senantiasa mengitlkuti apa yang disampaikan guru.

Pemda KLU berharap, pada MTQ Provinsi NTB tahun 2019 semua cabang mata lomba bisa dijuarai oleh para kafilah dari KLU, dan sekaligus dapat mewakili NTB di tingkat Nasional

“Maka kita harus punya mental juara,  karena ketika kita tidak mempunyai mental juara maka kita akan lemah sebelum berjuang. Bahasa laimnya mati sebelum berperang,” kata  Suardi.

Ketua Kafilah yang juga  Asisten Bidang Pemerintahan Setda KLU, Kawit Sasmita, SH melaporkan cabang mata lomba yang diikuti oleh KLU.

Secara rinci dilaporkannya, peserta yang mengikuti MTQ XXVIII tingkat Provinsi NTB 2019 berjumlah 52 orang dan pelatih 27 orang dengan jumlah total 79 orang.

Seluruh peserta berasal dari setiap kecamatan di KLU. Cabang mata lomba yang dikompetisikan sebanyak 8 cabang lomba, terdiri dari tilawah dengan peserta 10 orang, qiro’ah 8 orang, tahfiz qur’an 9 orang, tafsir 3 orang, fahmil qur’an 6 orang, syarhil qur’an 6 orang, khatil qur’an 8 orang, serta cabang makalah karya tulis qur’an 2 orang.

“Pendaftaran peserta melalui online sehingga hari ini peserta harus daftar ulang dengan membawa KTP dan KK. Pembukaannya hari Kamis malam Jumat,” urai mantan Kadiskominfo ini.

Pelepasan kafilah ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat berkompetisi sebagai bentuk motivasi kepada kafilah Kabupaten Lombok Utara oleh Sekda diikuti tamu undangan yang hadir.

sta/humaspro

“Maka kita harus punya mental juara,  karena ketika kita tidak mempunyai mental juara maka kita akan lemah sebelum berjuang. Bahasa laimnya mati sebelum berperang”

TANJUNG.lombokjournal.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) Drs. H. Suardi, MH melepas 72 kontingen KLU untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2019, di Aula Bupati Lombok Utara, Rabu (02/10) 2019.

Hadir mendampingi Sekda di antaranya Para asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemda KLU.

Sebelum melepas para kafilah Sekda H. Suardi mewakili Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, mengajak seluruh kafilah bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga para kafilah dapat menghadiri acara pelepasan kontingen KLU untuk mengikuti MTQ XXVIII tingkat Provinsi NTB tahun 2019 di Kabupaten Lombok Barat.

“Visi kita dalam kehidupan ini adalah visi akhirat. Tentu kita ingin surga, maka semua kegiatan kita terutama MTQ ini bertujuan mengharapkan ridho dari Allah SWT,” pesan Sekda.

Menurut H. Suardi, menyongsong pelaksanaan MTQ XXVIII 2019, Pemda KLU telah melaksanakan seleksi di tingkat kabupaten dengan cukup selektif.

Para peserta yang berhasil menjadi jawara dari proses seleksi itulah yang menjadi kafilah untuk mewakili Lombok Utara di ajang MTQ tingkat Provinsi NTB 2019.

Ia berpesan, agar seluruh kontingen KLU mempunyai mental juara, lantaran ketika seseorang tidak punya mental tersebut sama saja dengan lemah sebelum berjuang.

Mental juara itu terlihat saat  para kafilah tetap berlatih dengan giat, tidak merasa cepat puas, dan senantiasa mengitlkuti apa yang disampaikan guru.

Pemda KLU berharap, pada MTQ Provinsi NTB tahun 2019 semua cabang mata lomba bisa dijuarai oleh para kafilah dari KLU, dan sekaligus dapat mewakili NTB di tingkat Nasional

“Maka kita harus punya mental juara,  karena ketika kita tidak mempunyai mental juara maka kita akan lemah sebelum berjuang. Bahasa laimnya mati sebelum berperang,” kata  Suardi.

Ketua Kafilah yang juga  Asisten Bidang Pemerintahan Setda KLU, Kawit Sasmita, SH melaporkan cabang mata lomba yang diikuti oleh KLU.

Secara rinci dilaporkannya, peserta yang mengikuti MTQ XXVIII tingkat Provinsi NTB 2019 berjumlah 52 orang dan pelatih 27 orang dengan jumlah total 79 orang.

Seluruh peserta berasal dari setiap kecamatan di KLU. Cabang mata lomba yang dikompetisikan sebanyak 8 cabang lomba, terdiri dari tilawah dengan peserta 10 orang, qiro’ah 8 orang, tahfiz qur’an 9 orang, tafsir 3 orang, fahmil qur’an 6 orang, syarhil qur’an 6 orang, khatil qur’an 8 orang, serta cabang makalah karya tulis qur’an 2 orang.

“Pendaftaran peserta melalui online sehingga hari ini peserta harus daftar ulang dengan membawa KTP dan KK. Pembukaannya hari Kamis malam Jumat,” urai mantan Kadiskominfo ini.

Pelepasan kafilah ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat berkompetisi sebagai bentuk motivasi kepada kafilah Kabupaten Lombok Utara oleh Sekda diikuti tamu undangan yang hadir.

sta/humaspro




TAFE  Australia Tawarkan Kerjasama Dengan NTB

“Kita berharap ada kerjasama kongkret antara TAFE dengan NTB”

Gubernur Zul dan Daniel Sprague

MATARAM.lombokjournal.com —  Daniel Sprague, Regional Manager, TAFE International Western Australia (TIWA) tertarik dengan program pengiriman para mahasiswa untuk menuntut ilmu di luar negeri yang digagas Pemprov NTB.

Ketertarikannya itu diungkapkan saat bertemu Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, di ruang kerjanya, Selasa (01/10) 2019.

TAFE merupakan lembaga di bawah naungan Kementerian Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Kerja, Pemerintah Australia.

Lembaga ini bergerak di bidang pembinaan dan pelatihan bagi para pemuda, pelajar dan mahasiswa yang hendak mendapatkan pekerjaan atau yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Daniel menawarkan kerjasama di bidang pendidikan bagi anak-anak NTB. Termasuk beasiswa pendidikan, short course dan sejumlah training.

Sehingga, anak-anak NTB, setelah mengikuti kegiatan dan kembali ke daerahnya dapat berkontribusi bagi masyarakat.

Gubernur Zul menjelaskan, pengiriman anak-anak NTB untuk belajar ke luar negeri dihajatkan agar memiliki kepercayaan diri dalam pergaulan internasional.

Termasuk memiliki wawasan dan jaringan yang luas serta menghilangkan rasa primordialisme di antara anak-anak NTB.

Bang Zul bersama Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah telah mengirim 374 anak muda NTB untuk belajar ke berbagai negara.

Terbaru, dikirim 174 mahasiswa NTB ke Malaysia dan Polandia, baik yang mengambil program magister maupun program doktor. Program ini akan terus berlanjut selama periode kepemimpinan Zul-Rohmi.

Usai bertemu Bang Zul menjelaskan, akan membantu meningkatkan kapasitas anak-anak NTB melalui pelatihan. Sehingga mereka memiliki skill untuk menunjang ekonomi masyarakat.

Apalagai NTB merupakan salah satu destinasi wisata terbaik dunia.

“Kita berharap ada kerjasama kongkret antara TAFE dengan NTB,” harapnya.

AYA/HmNTB




Alumni UTS Diajak Ikut  Kembangkan SDM di NTB

Selain berkiprah di dunia kerja, alumni UTS juga banyak tersebar di berbagai universitas di Asia dan Eropa, baik itu di Malaysia, Taiwan, dan Polandia

lombokjournal.com —

SUMBAWA   ;  Mahasiswa yang telah lulus Wisuda Program Sarjana (S-1) Universitas  Teknologi Sumbawa (UTS), diharapkan ikut berkontribusi dalam pembangunan di Provinsi NTB ini, utamanya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Hal itu disampaikan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc saat Sidang Terbuka Senat dan Wisuda Program Sarjana (S-1) Universitas  Teknologi Sumbawa (UTS) tahun 2019 di Sumbawa, Sabtu (28/09) 2019.

Human Development Index di Nusa Tenggara Barat ini masuk dalam kategori rendah. Hal itu bukan karena standar hidup masyarakat yang rendah, namun karena mayoritas anak-anak kita lulusan SMA kuliah di luar daerah seperti Jakarta, Jogja, Malang, Surabaya dan lainnya ,” terang Gubernur.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan cara mengubah taraf pembangunannya dengan membuat lembaga pendidikan tinggi di Indonesia timur, utamanya di NTB.

Lembaga pendidikan harus aktraktif dan inovatif agar seluruh masyarakat Indonesia tertarik untuk menempuh pendidikan tinggi di NTB.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini menuturkan bahwa sebagai kampus baru, UTS harus memiliki ciri khas tersendiri.

“Lembaga baru, kampus baru, tidak boleh menjadi kampus yang biasa, harus menjadi kampus yang istimewa, itulah sebabnya ada jurusan bioteknologi dan lain sebagainya,” ungkap Bang Zul.

Rektor UTS, Dr. Andi Tirta., M.Sc mengucapkan terima kasih atas kedatangan Gubernur NTB, yang juga sebagai inisiator pembangunan UTS dalam acara wisuda ini. Ia mengatakan, UTS adalah salah satu Universitas di Indonesia yang berkembang sangat pesat.

“Pada hari ini UTS mewisuda 324 wisudawan dari berbagai jurusan. Hari ini para alumni UTS telah tersebar di berbagai belahan dunia dengan bekerja di sektor pertambangan, pertanian, perbankan, wirausahawan dan lainnya,” terang Andi.

Ia menambahkan, selain berkiprah di dunia kerja, alumni UTS juga banyak tersebar di berbagai universitas di Asia dan Eropa, baik itu di Malaysia, Taiwan, dan Polandia.

“Dengan melihat lulusan-lulusan UTS yang sukses di dunia kerja, bukan tidak mungkin para wisudawan yang hari ini duduk di tempat ini, sudah banyak perusahaan yang menunggu di dalam maupun di luar negeri,” tuturnya.

AYA/HmsNTB




Gubernur Beri Semangat Untuk Pemburu Beasiswa

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah  membuka event World Indonesia Scholarship (WISH) Festival 2019 NTB, yang terselenggara di Auditorium Yusuf Abu Bakar Unram, Minggu (22/09) 2019.

Dalam kesempatan itu  Gubernur menyemangati para peserta yang hadir untuk menikmati dan berjuang di tiap proses keberhasilannya.

“Kemenangan terbesar itu, tidak dilihat dari hasilnya, akan tetapi proses pencapaiannya,” tutur Gubernur yang sering disapa Bang Zul tersebut.

Gubernur menjelaskan, hal terpenting dari sebuah keberhasilan yakni apa yang bisa dibagikan kepada orang lain.

Pergelaran WISH Festival 2019 NTB ini merupakan kegiatan beasiswa terbesar di Indonesia yang menjembatani para scholarship hunter dengan pemerintah, instansi atau komunitas yang memiliki perhatian khusus pada bidang beasiswa dan pendidikan.

WISH yang mengusung tema “Peran Beasiswa dalam Pembangunan SDM Bangsa di Era Milenial Menuju Indonesia Emas 2045” ini, terlaksana di 21 kota, salah satunya adalah di Kota Mataram, NTB.

Program pemberian beasiswa merupakan salah satu program unggulan dari pemerintahan Zul-Rohmi. Program ini akan berupaya mencetak anak- anak muda yang memiliki pengetahuan di berbagai bidang sekaligus memiliki pengalaman.

Terselenggaranya WISH di daerah ini juga menjadi salah satu kebanggaraan Pemprov NTB.

AYA/HmsNTB




Masa Depan NTB, Ada Pada Anak-Anak Muda yang Kreatif

i Putu Gde Aryadi

Literasi digital melalui lomba mading sekolah.org itu disebutnya sebagai salah satu cara pelajar memanfaatkan kemajuan TIK untuk hal-hal yang positif

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan masa depan Indonesia ada ditangan para pelajar dan generasi muda masa kini.

“Lebih khusus wajah NTB kedepan ada di tangan kalian, anak-anak muda  NTB yang kreatif,” ujar Gubernur dalam sambutannya diwakili Plt. Kepala Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos. MH  pada acara Creatormuda Academy yang diikuti oleh 270 pelajar SMA/SMK dan MA se-Nusa Tenggara Barat di hotel Aston Inn Mataram Kamis (19/09) 2019.

Menurut Gubernur yang lebih akrab disapa Doktor Zul itu, NTB sebagai rumah besar  bersama menyimpan potensi sumber daya yang luar biasa. Ada kekayaan alam, baik potensi agraris, maritim, tambang dan nilai-nilai seni budaya maupun sumberdaya investasi dan pariwisata yang banyak memikat tamu dan investor untuk hadir di NTB.

“Kekayaan alam NTB yang melimpah itu, tidak akan banyak artinya jika anak-anak mudanya hanya menjadi penonton atau berdiam diri tanpa ada kreativitas”, ujarnya.

Karena itu, Gubernur melalui Aryadi menitipkan pesan agar anak-anak muda NTB sejak dini menumbuhkan motivasi yang kuat untuk mengisi hari-harinya dengan berbagai kreativitas sehingga kelak akan menjadi generasi yang mandiri dan memiliki masa depan yang baik.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Maarif Institute, google dan semua pihak yang telah membangun aplikasi mading sekolah.org. Media itu menurutnya sangat produktif  dalam  membangun karakter anak, terutama pengembangan bakat, minat dan kreativitasnya.

“Misalnya lomba vedio, artikel, lagu dan karya seni lainnya maupun produk-produk ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan para pemenangnya, selain mendapatkan hadiah, juga akan menginspirasi siswa lainnya melahirkan karya-karya yang lebih baik lagi”, ujar mantan Kabag Humas Pemkab Bima di Era Bupati Zainul Arifin itu.

Karena itu, semua Sekolah dan guru-guru di NTB diharapkannya akan dapat memanfaatkan aplikasi madding sekolah ini, sebagai salah satu media mengembangkan karakter siswa. Sekaligus juga mereduksi penggunaan akun media sosial untuk kegiatan yang kurang produktif.

“Ada Intagram, Youtube, Facebook atau Whatsup, yang selama ini lebih banyak hanya untuk chating atau menulis status yang kurang bermanfat. Ini perlu diarahkan pada kreatifitas untuk mengekplor  beragam potensi NTB dan juga beauty inner para siswa,” pesannya.

Saat ini, kata Aryadi  dari  total  5,6 juta jiwa penduduk NTB, pengguna internetnya mencapai 3 juta orang. Namun sayangnya hanya 15 persen dari pengguna internet itu yang produktif. Sisanya hanya digunakan untuk hal yang konsumtif. Sedangkan dari sisi Kejatan siber, kata Gede Aryadi, setiap hari hampir 10-15 buah berita hoax, bully atau menyebarkan kebencian, Ini sangat tidak baik, tegasnya.

Ia mengajak para pelajar untuk memanfaatkan kemajuan teknologi digital sebagai peluang menciptakan kreatifitas dan mengembangkan potensi  diri.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah Provinsi NTB dibawah Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, telah menyiapkan 1000 beasiswa pendidikan S1, S2 dan S3 diluar negeri. Maka siapkan diri dan rebut peluang itu untuk masa depan yang gemilang, pungkasnya.

Hal senada diungkapkan  Kepala UPT-PK PLK Dismen Pendidikan Layanan khusus Lombok Barat- Mataram, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Drs. H. Abdur Rasidin, M.Pd.

Literasi digital melalui lomba mading sekolah.org itu disebutnya sebagai salah satu cara pelajar memanfaatkan kemajuan TIK untuk hal-hal yang positif. Sudah banyak kasus dan cerita yang terjadi dan sangat berdampak luas, dan sifatnya dekstruktif lagi.

Menurutnya, hanya gara-gara isu, berita yang tidak jelas, namun menjadi viral dan menarik kesimpulan sendiri, akhirnya bermasalah.

“Ini pekerjaan yang sangat berat bagi kita semua. Bukan saja kami di lingkungan Pendidikan dan kebudayaan, tetapi seluruh elemen masyarakat”, tegasnya.

Ia mengajak semua pihak dan sekolah melalui instrument-instrumen yang ada pada berbagai kegiatan agar selalu menyampaikan penguatan-penguatan Pendidikan karakter, yang menjadi ujung tombak dari anak-anak kita.

“Boleh kurikulum itu berganti nama, tetapi sesunggunya Pendidikan karakter itulah solusinya. Salah satu bagian dari Pendidikan karakter itu adalah kegiatan litersi digital ini,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini, bukan saja dilakukan di Pulau Lombok, namun selenggarakan juga di Pulau Sumbawa. Yakni di Bima dan Dompu serta Sumbawa dan KSB, kata Rasidin.

Sebelumnya,  Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Abdul Rohim Ghazali menjelaskan bahwa acara yang digelar di Pulau Seribu Masjid pada 19-20 September 2019 ini merupakan penyelenggaraan ke-9 dari 10 kota yang direncanakan di seluruh indonesia.

Rohim berharap anak muda dapat terlibat secara aktif dalam upaya-upaya literasi digital. Membuat, mengunggah, dan menyebarluaskannya menjadi hal yang diperlukan. “Berbagai ide segar dan kreatif yang berasal dari anak muda perlu diwujudkan dalam bentuk konten-konten positif, diunggah ke media sosial, dan disebarluaskan secara massif.

Karena hal itulah yang diperlukan untuk konteks sekarang ini. Untuk itu, kami dari MAARIF Institute bersama yang lainnya menginisiasi Creatormuda Academy ini dan menyediakan platform online dalam mading sekolah.id,” pungkasnya.

AYA/HmsNTB