Raih Medali Emas Nasional, Gubernur Zul Beri Penghargaan

Bang Zul pun merasa bangga dengan prestasi yang diukir kedua siswa tersebut. Orang nomor satu di NTB itu berharap prestasi yang mengharumkan nama NTB tersebut dapat dipertahankan

MATARAM.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H. Rusman menyambut dua siswa NTB, yang baru saja meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional, Minggu (20/10) 2019.

Kedua siswa yang disambut Gubernur di VIP Bandara Internasional Lombok itu adalah Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) dan Muhammad Farid Andika (Farid).

Dua pelajar SMA 1 Sumbawa ini mempersembahkan Juara 1 Nasional di bidang Matematika Sains dan Teknologi, pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tahun 2019.

Mereka mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian South East Asia Matematic Education Organization (SEAMEO), di Jakarta.

Lomba tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bekerja dengan Lembaga Pendidikan Asia Tenggara.

Keduanya mengusung penelitian berjudul “NOWS (Natural Oil/Water Separator), pembersih tumpahan minyak di air berbahan serat biduri (Calostropis gigantea L)”.

Atas prestasi tersebut Gubernur yang akrab disapa Bang Zul memberikan penghargaan yang diserahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi.

Penghargaan berupa uang tunai itu diberikan Gubernur sebagai bentuk dukungan dan terima kasih kepada anak-anak NTB yang telah berprestasi.

Bang Zul pun merasa bangga dengan prestasi yang diukir kedua siswa tersebut. Orang nomor satu di NTB itu berharap prestasi yang mengharumkan nama NTB tersebut dapat dipertahankan.

Bahkan dapat terus ditingkatkan dan ditularkan kepada anak anak NTB yang lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya ketika menyambut dua siswa berprestasi tersebut.

“Ini membuktikan bahwa NTB tidak boleh dianggap enteng. Harapan kami anak-anak ini bisa menebarkan virus kebaikan kepada yang lain,” ungkapnya.

Mantan Kepala BPSDM NTB itu mengaku optimis, masih banyak anak NTB yang memiliki kemampuan untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Apalagi didukung oleh kemampuan dan kreativitas guru yang mumpuni.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB tetap berkomitmen untuk selalu memberikan penghargaan kepada anak anak NTB yang berprestasi.

Siswa berprestasi, Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang telah memberikan penghargaan kepada mereka. Ia pun mengaku bahagia dan bangga dapat mengharumkan nama NTB di kancah nasional.

Ia berharap, anak-anak NTB yang lain dapat mengikuti jejak mereka untuk selalu melakukan penelitian dan mengembangkan hal hal baru. Sebab bagi gadis yang bercita-cita sebagai Dokter itu, meneliti merupakan hal yang menantang dan seru untuk dilakukan.

“Kami terus berinovasi apa yang bisa kami lakukan,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Muhammad Farid Andika. Ia tidak menyangka penelitiannya bisa mengantarkan mereka bisa meraih peringkat tertinggi di lomba tersebut.

Ia juga menyampaikan tips bagaimana meneliti dan menghasilkan juara.

“Yang pertama sih gigih, jangan mudah menyerah. Kita saja baru dapat medali emas ini setelah berusaha hampir tiga tahun. Pokoknya, usaha, gigih dan do’a,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB

 




Pelajar NTB Asal Sumbawa Raih Juara 1 Nasional Bidang Matematika Sains dan Teknologi

Mereka pernah mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian South Easth Asia Matematic Education Organization (SEAMEO), di Jakarta

MATARAM.lombokjournal.com  —  Dua pelajar  NTB yang berasal dari SMA 1 Sumbawa, Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) dan Muhammad Farid Andika (Farid), meraih Juara 1 Nasional di bidang Matematika Sains dan Teknologi, pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tahun 2019.

Pencapaian dua pelajar SMA 1 Sumbawa ini dimulai dari pengajuan proposal penelitian di bulan April 2019. Keduanya mengusung penelitian berjudul “NOWS (Natural Oil/Water Separator), pembersih tumpahan minyak di air berbahan serat biduri (Calostropis gigantea L)”.

Hal itu dituturkan oleh pendamping mereka, Erna Dewi, S.Pd, Sabtu (19/10) 2019.

Pada awal seleksi, tak kurang 6 ribu proposal masuk bersama proposal Nissa dan Farid. Setelah diseleksi, proposal dari siswa SMA 1 Sumbawa ini masuk di antara 4 ribu proposal yang dapat dilanjutkan ke tahap riset. Keduanya pun mulai melakukan riset.

Setelah riset selesai, peneliti mengirimkan laporan hasil penelitian dan log book atau catatan proses penelitian.

“Dari 1200 laporan yang diterima penyelenggara, siswa kami terpilih sebagai salah satu dari 106 finalis nasional, atau salah satu dari 49 finalis di bidang Matematika Sains dan Teknologi,” tutur Dewi.

Setiap finalis harus membuat video profil yang diunggah ke Youtube. Kemudian, melakukan pameran.

Pada tahap akhir, finalis melakukan presentasi di hadapan dewan juri. Mereka adalah para pakar dari berbagai lembaga dan kampus ternama.

Setelah melalui perjuangan yang cukup berat, seluruh proses itu akhirnya terbayar. Nissa dan Farid akhirnya terpilih menjadi juara 1 dan meraih medali emas di ajang tersebut.

Kepala SMA 1 Sumbawa, Masuji Mando mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya. Apalagi, prestasi ini diraih setelah bersaing dengan para pelajar se-Indonesia.

“Takdir Allah. Ini diraih berkat kerja keras dari siswa, bapak ibu guru, dan orang tua. Mereka berusaha dengan keras, melakukan simulasi dan lain sebagainya.. Saya hanya memfasilitasi mereka berangkat dan pembinaan,” ujar Masuji.

Masuji juga mengapresiasi dukungan Gubernur NTB dalam upaya membangun prestasi anak didiknya.

Menurutnya, kebijakan dana BOS, bersama Peraturan Gubernur yang memperbolehkan mereka memungut BPP dari orang tua siswa, sangat membantu mengembangkan bakat dan potensi anak didik.

“Perolehan hasil ini tidak terlepas dari proses intra dan ekstrakurikuler sekolah, yang dikhususkan pada pembinaan KIR siswa,” tegasnya.

Prestasi ini juga bukan kali pertama diraih oleh Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB. Tahun lalu, Syarifah bersama tiga rekannya, Nadia Safira, Lauhul Afiat Kahfi dari SMA Negeri 1 Sumbawa Besar dan Andrian dari SMK Negeri 3 Sumbawa Besar juga membuat NTB bangga.

Mereka mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian South Easth Asia Matematic Education Organization (SEAMEO), di Jakarta. Lomba tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bekerja dengan Lembaga Pendidikan Asia Tenggara.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menerima Syarifah dan rekan-rekannya, di Pendopo Gubernur, Minggu (14/10) 2018, mengungkapkan harapannya agar prestasi semacam ini bisa dijadikan inspirasi bagi para pemuda dan pendidik di NTB.

Diharapkan, seluruh sekolah di NTB ini dapat berpacu, meningkatkan prestasi. Sehingga siswa NTB yang memiliki kemampuan dan prestasi hebat dapat diikutkan di berbagai lomba di tingkat dunia.

“Kepala sekolah harus mampu menemukan bibit-bibit berprestasi di NTB,” ujar Gubernur di hadapan kepala sekolah dan pembina siswa tersebut.

AYA/HmsNTB

 




LPP-NTB Buka Kesempatan Beasiswa Pendididikan Tujuan China

LPP NTB bekerjasama dengan Dinas Dikbud dan Konsulat Jenderal China di Denpasar membiayai dana keberangkatan dan administrasi bagi penerima beasiswa dan membebaskan SPP tiap tahunnya, dengan syarat dan kondisi tertentu setiap universitas

MATARAM.lombokjournal.com — Lembaga Pengembangan Pendidikan NTB (LPP-NTB) kembali membuka kesempatan untuk mengikuti seleksi program  beasiswa pendidikan luar negeri, khususnya S1 tujuan China.

Dalam roadshow sosialisasi di Gedung Handayani, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, (Selasa, 15/10) 2019 pihak LPP menjelaskan perihal program tersebut di depan puluhan peserta.

Melalui skema beasiswa kategori B (Partial Funding) pemerintah membiayai sebagian pembayaran bagi penerima beasiswa yang dinilai layak.

LPP NTB bekerjasama dengan Dinas Dikbud dan Konsulat Jenderal China di Denpasar membiayai dana keberangkatan dan administrasi bagi penerima beasiswa dan membebaskan SPP tiap tahunnya dengan syarat dan kondisi tertentu setiap universitas.

Batas pendaftaran program Beasiswa S1 Tujuan China yang berakhir pada 30 April 2020, masing masing akan mengirim siswa ke tiga universitas, Yunnan University, Kunming – Yunnan Prov. (100 siswa), Beijing Wuzi University, Beijing (50 siswa) dan Yangzhou University, Yangzhou – Prov. Jiangshu (50 siswa).

Skema pembiayaan

Kepala Divisi Kerjasama Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Imanuela Andilolo dalam presentasinya menjelaskan, pola rekrutmen dan skema pembiayaan hingga profil pembiayaan ketiga universitas yang menjadi tujuan beasiswa.

Termasuk beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pelamar beasiswa di antaranya, Ijazah SMA dan SKHUN asli, terjemahan Bahasa Inggris Ijazah SMA dan SKHUN oleh penerjemah bersumpah, terjemahan nilai Rapor dari Kelas 1-3, Surat Rekomendasi 2 buah ( Rekomendasi dari Kepala Sekolah / Wali kelas / Guru), Rencana Studi S1 (penjabaran jurusan yang diinginkan dengan Bahasa inggris), Surat Pernyataan Orang tua, Passport (jika ada), Sertifikat Bahasa (TOEFL/IELTS/TOEIC) (jika ada), Curriculum Vitae dalam Bahasa Inggris.

“Untuk kriteria seleksi tahap sekolah dapat menyeleksi sepuluh siswa dengan mensyaratakan surat pernyataan kesanggupan biaya dari orangtua, usia minimal 17 tahun dengan prestasi sepuluh besar atau berprestasi dengan keahlian dasar Bahasa inggris serta memiliki pengalaman organisasi,” jelas Ima.

Dari brosur yang dibagikan LPP NTB kepada peserta sosialisasi, tercantum rata rata biaya beasiswa kategori B ini sebesar Rp. 80.000.000 dan yang termurah di Yunnan University sebesar Rp. 65.000.000 selama empat tahun dengan biaya rata rata per bulan yang harus dikeluarkan oleh orangtua antara Rp.1.400.000 hingga Rp.2.000.000.

Biaya kuliah tersebut telah ditanggung SPP dan biaya administrasi serta keberangkatan, sedangkan biaya hidup sekitar Rp.1.800.000 perbulan ditanggung penerima beasiswa bersangkutan.

AYA/jm/HmsNTB

 




Temu Ilmiah APPSANTI Dipusatkan Di Universitas Hamzanwadi

Temu Ilmiah diharapkan bisa memberikan kontribusi pemikiran bagi generasi muda utamanya mahasiswa dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan

lombokjournal.com  —

LOTIM   ;     Temu Ilmiah Nasional yang berlangsung selama 3 hari sejak  hari Senin, 15-17 Oktober, digelar Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi se-Indonesia (APPSANTI), yang dipusatkan di Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Ketua APPSANTI, Ubedilah Badrun menyampaikan, temu ilmiah ini merupakan acara rutin yang dilakukan untuk membahas berbagai dinamika dan tantangan dalam pembelajaran sosiologi dan antropologi di era terkini yakni era industri 4.0 (four point zero) menuju society 5.0 (five point zero).

“Hal itulah yang membuat temu ilmiah saat ini mengangkat tema tantangan pembelajaran sosiologi dan antropologi di era revolusi industri 4.0 menuju society 5.0 dengan diikuti oleh anggota Appsanti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Ubedilah yang juga pengamat politik yang kerap diundang TV swasta nasional itu.

Disebutkan, berbagai rangkaian acara dalam temu ilmiah itu di antaranya Seminar Nasional, Musyawarah Nasional, dan Olimpiade Nasional yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami (APPSANTI) setiap tahun menyelenggarakan kegiatan seperti ini, dan Appsanti ini sudah menyebar di seluruh perguruan tinggi di Indonesia, hanya Papua yang belum kita sentuh tapi insya Allah tahun depan kita akan coba,” ungkap mantan aktivis HMI yang juga dosen UNJ itu.

Humas Universitas Hamzanwadi, Dr. Muhammad Halqi mengatakan, kegiatan ini merupakan acara yang dapat memberikan kontribusi bagi perguruan tinggi terutama untuk kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu sosial.

“Tantangan generasi millenial di era revolusi industri generasi ke empat (4.0) cukup berat. Dimana revolusi ini menitikberatkan pola digitalisasi dengan teknologi canggih dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar Halqi di Selong, Senin (14/10) 2019.

Hal itu lanjut doktor jebolan UNJ ini memiliki dua sisi yang berbeda, satu sisi memberi kemudahan dalam hidup, satu sisi lagi bisa memberikan mudarat dan dampak negatif terutama dalam konteks perilaku.

“Hal ini yang banyak pihak kurang menyadari akan adanya perubahan tersebut terutama di kalangan pendidik, sekaligus semua itu merupakan tantangan generasi millenial yang sulit terelakkan,”  paparnya.

Melalui temu ilmiah Appsanti yang diselenggarakan di Universitas Hamzanwadi pihaknya berharap bisa memberikan kontribusi pemikiran bagi generasi muda utamanya mahasiswa dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan.

“Kami berharap selaku tuan rumah dari acara ini memberikan kontribusi pemikiran untuk kemajuan bersama, baik bagi universitas dan Appsanti, khusunya program studi pendidikan sosiologi Univeritas Hamzanwadi selaku panitia temu ilmiah ini,” pungkas Direktur Lembaga Kerjasama dan Alumni (LKA) itu.

AYA (red)




Gubernur dan Menteri Agama Resmikan Sembilan Gedung Baru UIN Mataram

Dengan kehadiran Gedung baru UIN, diharapkan UIN mampu menghadirkan interaksi yang menyejukkan bagi masyarakat

Gubernur Zul Dan Menteri Agama

Gubernur Zul fdan TGH Turmuzi

MATARAM.lombokjournal.com —   Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berharap Universitas Islam Negeri (UIN) memiliki peran besar di tengah arus informasi dan teknologi yang berkembang pesat saat ini.

Terutama, dapat menjadi penyejuk jiwa yang dapat membimbing seluruh masyarakat ke arah hidup yang lebih baik dan bermanfaat.

Seruan itu disampaikan Gubernur saat Soft Launching Proyek Pembangunan sembilan Gedung Baru dan Infrastruktur Pendukung UIN Mataram, Selasa (15/10/2019).

Sembilan gedung UIN yang diresmikan Menteri Agama bersama Gubernur NTB, Rektor UIN, Prof. Dr. Mutawalli antara lain, Gedung Klinik, Auditorium, Laboratorium, ruang kelas, Perpustakaan, IC City Center, Training Center, Lesson center.

Di hadapan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin dan seluruh civitas academica UIN Mataram, orang nomor satu di NTB itu mengatakan, banyak lulusan perguruan tinggi yang lebih memilih untuk aktif di media sosial.

Maka, kalau tidak hati-hati dalam menyebarkan informasi, masyarakat bisa tersesat.

“Beberapa hari yang lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaksanakan Rekernas di Mandalika Nusa Tenggara Barat. Dimana Ada harapan yang begitu membuncah dari masyarakat, bahwa institusi keagamaan, termasuk UIN ini bisa menjadi mercusuar, yang akan membimbing manusia di abad modern yang gelisah ini,” jelasnya.

Mahasiswa UIN di masa yang akan datang, dengan kemajuan artificial intelligent, harus bisa menjawab tantangan. Sebab di era semacam ini, orang sudah tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang tidak.

“Kemajuan artifical intelligent dan kemajuan teknologi, memerlukan petunjuk agar tidak salah arah,” tegas Gubernur.

Dengan kehadiran Gedung baru UIN, diharapkan UIN mampu menghadirkan interaksi yang menyejukkan bagi masyarakat.

Menteri Agama berharap, di akhir tahun ini pembangunan gedung UIN Mataram bisa diselesaikan 100 persen. Sehingga seluruh gedung yang dibangun di kampus baru tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh civitas academica UIN Mataram.

Ia berpesan kepada seluruh civitas academica UIN Mataram bahwa gedung baru itu dapat dimanfaatkan dengan baik. Sebab, meski benda mati, namun bermanfaat atau tidaknya tergantung sungguh pada seluruh civitas akademika UIN.

Ia mengajak seluruh pihak untuk memaknai gedung baru tersebut dengan merawatnya.

“Launching atau peluncuran gedung ini adalah awal kita untuk memberikan makna kepada gedung baru ini, dengan cara memanfaatkan gedung baru ini sehingga kita bisa merasakan manfaat baik civitas academica maupun masyarakat sekitar. Oleh karena itu saya titipkan, berikan nyawa/ruh kepada gedung ini dengan cara merawat gedung ini sebaik-baiknya dengan menjunjung tinggi kebersamaan,” pesannya.

Lukman juga menambahkan,  seluruh bangunan dan sarana prasarana yang dimiliki oleh kampus ini adalah milik bersama. Maka bangunan beserta sarananya harus dijaga sebaik-baiknya.

Ia juga menyinggung cara mahasiswa menyampaikan aspirasi yang cenderung terpancing emosi bahkan merusak fasilitas umum dan kampus.

Ia berharap kepada mahasiswa agar dalam menyampaikan aspirasi haruslah dengan cara yang intelektual dan tidak berperilaku anarkis yang dapat merusak fasilitas kampus.

AYA/HmsNTB




Korem 162/WB Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan Siswa SMAN 1 Selong

Sosialisasi semacam itu harus terus dilakukan sekaligus untuk menangkal pemahaman-pemahaman yang menyimpang dan bertentangan dengan empat pilar kebangsaan

lombokjournal.com —

LOTIM   ;    Upaya pembinaan terhadap generasi muda penerus bangsa terus dilakukan secara bertahap bertingkat dan berlanjut. Salah satu seperti yang dilakukan Korem 162/WB kepada siswa-siswi SMAN 1 Selong.

Sosialisasi pembinaan wawasan kebangsaan yang diberikan Pasi Wanwil Ster Korem 162/WB Mayor Inf Jalal Bin Saleh bersama Kasdim 1615/Lotim Mayor Inf Arief dan para Danramil maupun Pasi Kodim Lotim dengan materi Bela Negara, Proxy war, wawasan kebangsaan, empat konsensus berbangsa dan bernegara dan bahaya latent komunis.

Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., menyampaikan sosialisasi ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman kepada seluruh komponen bangsa terutama para generasi penerus bangsa.

Menurutnnya, pemberian materi ini sebagai langkah konkrit TNI khususnya Korem 162/WB dan jajaran terhadap generasi muda dari sedini mungkin.

“Mereka harus memiliki wawasan kebangsaan, bela negara dan memahami empat pilar kebangsaan dengan tujuan untuk mencegah degradasi moral anak bangsa dan menumbuh kembangkan kesadaran akan pentingnya rasa memiliki dan jiwa nasionalisme terhadap bangsa dan negara,” terangnya.

Selain itu, lanjut pria kelahiran Taliwang Sumbawa Barat tersebut, ada juga materi Proxy war dan bahaya latent komunis dengan tujuan agar mereka mengetahui kondisi suatu negara yang tidak terlepas dari ancaman dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar negeri.

“Berbagai ancaman yang ada saat ini tidak terlepas dari proxy war yang dilakukan oleh negara yang memiliki kepentingan, bisa melalui state dan non state dengan tujuan untuk menguasai negara yang menjadi sasaran,” jelasnya.

Dahlan juga berkeyakinan bahwa upaya sosialisasi semacam itu harus terus dilakukan sekaligus untuk menangkal pemahaman-pemahaman yang menyimpang dan bertentangan dengan empat pilar kebangsaan.

AYA




MTQ Provinsi NTB Ditutup, Kota Bima Jadi Juara Umum

MTQ, merupakan upaya agar Al-Quran tetap dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

LOBAR.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXVIII Tingkat Provinsi NTB, di Halaman Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (9/10) 2019.

Wagub dalam sambutannya menilai  bahwa pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi NTB cukup baik dan luar biasa. Ini dilihat dari antusiasme masyarakat yang hampir setiap malam selalu memadati lokasi MTQ tersebut.

“Ini semua tidak terlepas dari semua dukungan masyarakat yang masih tetap setia ikut memeriahkan jalannya MTQ dan ini merupakan keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT,” ujarnya

Menurut Wagub, penyelenggaraan MTQ tidak bisa dipandang sebagai sebuah kegiatan seremonial biasa. Sebab, MTQ merupakan satu rangkaian dari syiar agama.

MTQ, merupakan upaya agar Al-Quran tetap dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Agar penutupan MTQ Provinsi NTB kali ini berlangsung semakin sukses, kami mengimbau pengunjung yang hadir agar sama-sama menjaga ketertiban dan menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya,” harap Wagub NTB.

Menurut Wagub, Al-Quran merupakan kalam ilahi yang tidak hanya sekedar dibaca. Tetapi, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memahami kandungan kitab suci Al-Quran.

“Tentu yang terpenting juga adalah kita bisa mengimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari,” imbuhnya. Oleh karena itu, selaku pemerintah daerah Provinsi NTB Wagub sangat mengapresiasi MTQ yang ke-28 ini.

Wagub berharap dengan kegiatan keagamaan, Insya Allah akan membawa seluruh warga NTB menjadi masyarakat yang cinta Al-Quran.

Sebelumnya, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si melaporkan bahwa MTQ tingkat provinsi yang ke-28 ini berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan.

Lebih jauh, H. Fauzan Khalid mengungkapkan keinginannya kepada Wakil Gubernur NTB beserta seluruh Bupati dan Walikota yang hadir pada acara tersebut untuk menandatangani petisi dalam rangka mengusulkan kepada pemerintah pusat agar para juara MTQ tingkat nasional diangkat menjadi PNS. Dan, untuk Juara Provinsi minimal diangkat menjadi pegawai P3K.

“Meski pengangkatan tersebut bukan wewenang Pemerintah Provinsi, tapi saya berharap, kita sama-sama tandatangani petisi tersebut untuk kita usulkan ke pemerintah pusat,” ungkap Bupati Lobar menutup sambutannya.

Di MTQ kali ini, juara umum dimenangkan oleh Kota Bima dengan nilai 67. Peringkat kedua diraih Kabupaten Lombok Timur dengan nilai 64. Peringkat ketiga Kabupaten Lombok Barat dengan nilai 63. Peringkat keempat Kabupaten Bima dan Kota Mataram dengan nilai 50. Peringkat kelima Kabupaten Lombok Tengah dengan nilai 43. Peringkat keenam Kabupaten Sumbawa dengan nilai 30. Peringkat ketujuh Kabupaten Dompu dengan nilai 24. Peringkat kedelapan Kabupaten Lombok Utara dengan nilai 23. Peringkat kesembilan Kabupaten Sumbawa Barat dengan nilai 18.

Kegiatan MTQ dihadiri pula unsur Forkopimda NTB, Bupati Lombok Timur, Asisten 1 Setda Kota Bima, Tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat beserta seluruh perwakilan kafilah se-Nusa Tenggara Barat.

AYA/HmsNTB 




Pelajar dan Guru NTB Punya Kesempatan Belajar di Australia

Diharapkan agar program kerjasama dengan NT terkait Short Australia C ourse dapat segera didetailkan. Sebab, tidak hanya memberikan manfaat bagi NTB, namun juga bagi Australia

Gubernur Zul dan Hon Selena Uibo MLA

MATARAM,lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Dr. H. Iswandi menggelar pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Northern Territory (NT), Hon Selena Uibo MLA.

Pertemuan tersebut berlangsung Senin (06/10/2019) malam, di Hotel Santika, Kota Mataram.

Selain Menteri pendidikan dan Pelatihan Tenaga kerja, hadir juga Cathy White dari Business and Workforce NT dan Rachael Shanahan dari Study NT serta perwakilan dari Charles Darwin University Group Training Northern Territory, Alana Kaye College dan International College of Advance Education.

Bang Zul mengatakan, para pelajar, guru, ustadz dan ustadzah, baik di sekolah umum maupun di pondok pesantren, memiliki kesempatan untuk belajar di NT Australia.

“Anda bisa bayangkan, jika kita bisa mengirim 300 atau 500 pelajar dari tingkat SMA, perguruan tinggi, guru ke North Teritory, untuk mengikuti program singkat, dua atau tiga minggu, akan memiliki dampak besar bagi masyarakat NTB untuk melihat dunia di masa yang akan datang,” jelasnya dalam Bahasa Inggris.

Bang Zul menjelaskan, saat ini masyarakat hidup di tengah era ekonomi yang cukup terbuka. Salah satu tandanya adalah persaingan di bidang industri teknologi.

Persaingan industri ini lanjutnya, adalah kemampuan sebuah negara untuk menghasilkan barang dan layanan sesuai dengan standar pasar internasional.

“Untuk menghasilkan barang dan layanan sesuai dengan standar internasional, kita memerlukan inovasi, kita memerlukan teknologi. Karena, untuk bisa bersaing, kita harus memiliki produk, cara baru untuk melakukan sesuatu dan itu memerlukan teknologi,” ungkap orang nomor satu di NTB tersebut.

Ia menegaskan, pengiriman para pelajar dan mahasiswa ke luar negeri, tidak hanya untuk meraih gelar, atau hanya sekedar untuk meningkatkan kemampuan dan sumber daya manusia.

Namun yang lebih penting katanya adalah mengubah cara pandang terhadap dunia.

Bang Zul berharap, agar program kerjasama dengan NT terkait Short Course dapat segera didetailkan. Sebab, tidak hanya memberikan manfaat bagi NTB, namun juga bagi Australia.

“Malam ini adalah malam bersejarah, jika kita bisa mempercepat proses pengiriman para pelajar ke NT,” katanya.

 

Hon Selena Uibo MLA menjelaskan, Indonesia dan NT sejak lama telah menjalin kerjasama di bidang perdagangan.

Namun, saat ini tidak hanya pedagangan. Indonesia dan NT lanjutnya telah menjalin kerjasama di bidang pendidikan, pelatihan, industri dan teknologi.

“Kerjasama pendidikan, termasuk para pelajar yang belajar di NT dan program pendidikan di NT menyediakan program pendidikan berkualitas bagi masyarakat NTB atau bahkan Indonesia,” katanya.

Saat ini juga katanya, masih banyak anak anak Indonesia yang belajar dan menjalankan program training di NT. Ia berharap dengan pendidikan yang berkualitas di NT, akan banyak anak NTB yang belajar di sana.

Pada pertemuan itu juga, diserahkan sertifikat bagi PNS NTB yang telah menjalani program short course di NT.

AYA/HmsNTB




Gubernur : Lulus Kuliah Harus Berani Ukir Masa Depan Sendiri

lombokjournal.com —

SUMBAWA BARAT  ;    Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc memberi motivasi kepada wisudawan/wisudawati agar tetap berani mengukir masa depannya setelah selesai melaksanakan studinya.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri acara wisuda mahasiswa Universitas Cordova di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Minggu (06/10) 2019.

Gubernur mengutip sebuah cerita motivasi, tentang keberanian seorang yang mengukir cerita hidupnya walaupun dikelilingi oleh berbagai masalah yang berbahaya.

“Para wisudawan dan wisudawati Universitas Cordova harus memiliki keberanian, dan Alhamdulillah keberanian tersebut sudah terlihat dari kehadiran para wisudawan dan wisudawati saat ini,” kata gubernur.

Ia mengungkapkan, perjuangan panjang para wisudawan dan wisudawati, akhirnya berbuah manis pada hari ini. Satu kutipan sederhana yang sering dikatakan orang yaitu perjalanan panjang, memang selalu harus dimulai, dengan langkah pertama.

”Alhamdulillah dengan langkah pertama dan keberanian yang luar biasa, akhirnya semua dapat diwisuda pada hari ini. Kita harus memiliki keberanian menulis cerita dan kesimpulan hidup kita sendiri, karena jika tidak, kesimpulan hidup kita akan ditulis oleh orang lain,” terangnya.

Gubernur Bang Zul menuturkan, ia yakin Universitas Cordova dapat menjadi universitas yang luar biasa dan dapat bersaing dengan universitas-universitas lainnya.

“Adik-adik harus meyakini betul dunia kita sudah dunia berbeda, tidak lagi melihat kampus di mana, tapi pada kemampuan adik-adik untuk menciptakan peluang dan menulis cerita hidupnya sendiri,” tutup Bang Zul.

Rektor Universitas Cordova, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, MM., mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kedatangan Gubernur NTB pada acara wisuda tahun 2019 ini.

“Terimakasih kami ucapkan atas kedatangannya pak Gubernur. Ini adalah bukti perhatiannya terhadap pendidikan di NTB ini,” terangnya.

Turut hadir dalam acara ini, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat dan Kasub Bag. TU dan BMN LLDIKTI Wilayah VIII Dra. Putu Anggraeni Sri Adnyani.

AYA/HmsNTB




Universitas Hamzanwadi Gelar Konferensi, Fokuskan Teknologi Dan Pendidikan

“Dengan adanya Internasional Conference  yang kita utamakan yaitu semangat penelitian. Agar kita bisa menghasilkan penelitian yang berkualitas”

MATARAM.lombokjournal.com — Universitas Hamzanwadi menggelar  konferensi international ke-V bertajuk “International Conference on Technology and Education (HICTE) 2019” di Mataram, Sabtu (05/10) 2019.

“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Universitas Hamzanwadi sebagai ajang bertemunya para peneliti dari berbagai negara dengan berbagai latar belakang keilmuan,” terang Dr. M. Khalqi selaku Humas Universitas Hamzanwadi.

Tahun ini, HICTE mengangkat tema “Advancing Education & Research Capacity with Technology and Computer Science Based through Local_Global Synergy in the Industrial 4.0“.

Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan Internasional Conference pada tahun ini memfokuskan pada  Teknologi dan Pendidikan.

“Seperti kita ketahui sekarang ini di era Four Point Zero ini teknologi menjadi garda terdepan. Tinggal kita manfaatkan teknologi itu dengan baik, jika kita bisa manfaatkan akan menjadi baik dan jika tidak kita habis,” terang Wagub NTB ini.

Konferensi tahun ini diadakan oleh fakultas teknik. Setiap tahun bergiliran dan temanya berbeda-beda.

“Dengan adanya Internasional Conference  yang kita utamakan yaitu semangat penelitian. Agar kita bisa menghasilkan penelitian yang berkualitas. Internasional Conference di adakan tidak asal-asalan tapi Conference ini buat bermutu untuk menghasikan penelitian-penelitian yang bisa di aplikasikan di Nusa Tenggara Barat ini,” sambung Umi rohmi.

Ia menegaskan berbicara tentang Technologi dan Education sangat erat hubungannya, NTB Gemilang tidak bisa di capai tanpa teknologi.

Tetapi tidak itu saja, berbicara tentang Pendidikan, Kesehatan  tidak bisa juga tanpa teknologi dan semua kehidupan kita didunia ini tidak bisa berjalan tanpa teknologi.

“Dari Conference ini kita harapkan  akan lahir penelitian-penelitian untuk NTB dan Indonesia, sehingga bisa diaplikasikan di masyarakat sebagai wujud dari peran tridharma perguruan tinggi,” katanya.

Dalam kesempatan itu hadir sebagai pembicara utama yakni :

  1. Prof. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D dari Indonesia
  2. Assoc. Prof. Ts. Dr Wan Mohd Khairul Wan Mohamed Zin dari Malaysia
  3. Dr. Trudy Sweeney dari Australia
  4. Dr. Meechooke Chodoun dari . Thailand
  5. Dr. L. SIVARAMA KRISHNA dari India

 

Hampir 350 peneliti hadir dalam acara tersebut dan lebih dari 200 hasil penelitian yang akan dipresentasikan oleh para peserta.

AYA