Wagub Minta Duta Forum Pelajar Indonesia Beri Yang  Terbaik untuk NTB

Forum ini bertujuan membuka ruang belajar untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam upaya menumbuhkan karakter kepemimpinan dan integritas pelajar Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah berharap para pelajar yang lolos seleksi dan akan menjadi duta NTB dalam Forum Pelajar Indonesia mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

“Pahami budaya dan masyarakat NTB, dan berikan yang terbaik untuk NTB,” ungkap Wagub.

Hal itu dikatakan Wagub Hj Sitti Rohmi saat menerima audiensi pelajar yang lolos seleksi Forum Pelajar Indonesia, yang diselenggarakan oleh Indonesia Student and Youth Forum (ISYF) di ruang kerjanya, Senin, (28/10) 2019.

Baginya, kolaborasi pelajar se-Indonesia ini dapat memberi pengaruh terhadap pelajar-pelajar lainnya, sebab anak-anak muda adalah generasi penerus yang nantinya mau tidak mau akan mengemban tugas memajukan bangsa.

Sebagai informasi, Forum Pelajar Indonesia adalah forum tahunan yang melibatkan sebanyak 250 pelajar tingkat SMA/SMK/MA dari seluruh Indonesia.

Forum ini bertujuan membuka ruang belajar untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam upaya menumbuhkan karakter kepemimpinan dan integritas pelajar Indonesia.

Adapun outcome-nya adalah para pelajar memahami hak dan kewajiban sebagai pelajar sehingga menjadi agen perubahan. Selain itu dapat menjadi duta promosi kebijakan dalam berbagai bentuk kegiatan positif di daerah masing-masisng.

Kegiatan dari forum ini akan diselenggarakan pada tanggal 6-10 November 2019 di Jakarta.

AYA/HmsNTB




Buka Musda 2019 Gerakan Pramuka Kwarda NTB, Wagub Ajak Pramuka Dukung Program Pemprov

Pramuka dapat mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat terkait program zero waste, dan bersama-sama menuju NTB Gemilang

LOBAR.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Daerah (Musda) 2019 Gerakan Pramuka Kwartir Daerah NTB, yang terselenggara di Hotel Jayakarta, Jumat (25/10/2019) sore.

Dalam Musda yang bertajuk “Kiprah Kwarda Gerakan Pramuka Menyukseskan NTB Gemilang” ini, Wagub menyampaikan, Pramuka sangat strategis, dalam pembentukan karakter bangsa dan Pramuka sangat konsisten dalam hal itu.

“Saya sangat ingin NTB ini juga menjadikan Pramuka, sebagai salah satu kegiata ekstra, yang betul-betul memiliki fungsi strategis, salah satunya pembentukan karakter. Pramuka menjadi tempat yang sangat baik untuk membimbing serta membina mental supaya bisa survive,” lanjut Wagub.

Lebih jauh Wagub menyampaikan rasa terimakasih Pemerintah Provinsi NTB, atas kontribusi  Kwarda NTB selama ini.

“Saya atas nama Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengucapkan terimakasih atas kontribusi Kwarda NTB,” tutur Wagub.

Wagub juga menyampaikan agar Pramuka dapat  mendukung program-program unggulan Pemprov, utamanya yang bersinggungan langsung dengan Pramuka.

“Ke depan kita harus menyediakan mitigasi bencana yang baik, mengingat daerah kita memiliki risiko bencana yang cukup tinggi. Tapi hal itu bukanlah menjadi masalah, akan tetapi hal yang utama adalah bagaimana kita mempersiapakan diri, untuk bisa menghadapi potensi itu dengan tenang serta, tahu apa yang harus dilakukan,” terang Wagub.

Wagub juga berpesan bahwa ke depan, di NTB tidak boleh ada lagi  bangunan dengan struktur dan atap yang tidak baik.  Lebih jauh, Wagub tidak henti-hentinya mengingatkan bahwa terwujudnya program zero waste tidak kalah penting.  Edukasi pemilahan sampah dari rumah amatlah perlu dalam terwujudnya NTB zero waste.

Maka dari itu, kontribusi Pramuka menjadi penting dalam mewujudkan hal tersebut. Dan Pramuka dapat menjadi yang terdepan, dalam mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat, dan bersama-sama menuju NTB Gemilang.

“Semoga membawa berkah, dan mendapatkan ketua yang mau belajar dan memiliki passion di Pramuka sehingga menjalankan tugas dan kewajibannya dengan cinta dan kasih, dan semoga Kwarda NTB, terus menurus dapat memberikan yang terbaik bagi NTB,” harap Wagub sebelum menutup sambutannya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB, Dr. H. Rosiyadi H. Sayuti, menyampaikan ke depan agar Kwarda NTB dapat terlibat dalam kegiatan-kegiatan Nasional dan Internasional.

“Kalau mungkin juga pada 2021 pada saat MotoGP ada di KEK Mandalika, Pramuka juga turut ambil bagian, mengambil salah satu bagian program perkemahan internasional seperti, menjadi tuan rumah perkemahan Pramuka se Asia-Pasifik,” tutup Ketua Kwarda NTB atau akrap disapa Kak Ros.

Pada kegiatan tersebut Wagub menyerahkan piagam penghargaan kepada 10 Kwartir Cabang se-NTB. Yakni, Kwarcab Bima, Kwarcab Kota Bima, Kwarcab Dompu, Kwarcab Sumbawa, Kwarcab Sumbawa Barat, Kwarcab Lotim, Kwarcab Loteng, Kwarcab Lobar, Kwarcab KLU dan Kwarcab Mataram.

AYA/HmsNTB

 




Kunjungi Almamater Jack Ma, Gubernur Zul Ajak HNU dan Alibaba Business School Ke NTB

“Kami ingin anak-anak muda NTB juga menjadi bagian dari pemain pasar ekonomi digital ke depan. Menjadi enterpreneur-enterpreneur muda yang visioner dengan perusahaan-perusahaan UMKM, rintisan (startup), digital maupun konvensional berbasis teknologi digital”

lombokjounal.com —

HANGZHOU, ZHEJIANG, TIONGKOK  —  Kunjungan kerja Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah ke Tiongkok tak melewatkan untuk kunjungan ke Hangzhou Normal University.

Ada alasan kuat bagi Gubernur Zul untuk mengunjungi kampus ini.

Kesuksesan raksasa e-Commerce dari Tiongkok, Alibaba milik Jack Ma, menjadi salah satu alasan bagi Gubernur Zul mengunjungi Hangzhou Normal University (HNU).

Tujuannya menjajaki kerja sama bidang pendidikan, khususnya beasiswa mahasiswa NTB. Hangzhou Normal University (HNU) adalah almamater Jack Ma dan berkolaborasi dengan lini edukasinya, yakni Alibaba Business School.

Rombongan Gubernur NTB bertemu dengan Prof. Zhang Zhijun, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Wu Xiaowei, Wakil Rektor Program Internasional, yang juga adalah dosen pembimbing Jack Ma selama kuliah dan Ma Liying, Direktur Program Internasional Alibaba Business School.

“Selamat datang di kampus kami, universitas yang sudah berusia lebih dari 100 tahun. Memang kami berawal dari jurusan kesehatan, keperawatan dan farmasi. Namun kami terus berkembang, membuka banyak jurusan baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Mulai dari sains dan seni, musik, teknik, teknologi informatika, hukum hingga ekonomi bisnis,” ucap Zhang Zhijun menyambut delegasi NTB di Kampus Bahasa HNU, Hangzhou Jumat (25/10) 2019 sore.

Zhan menuturkan, HNU memiliki lebih dari 20 ribu mahasiswa, lebih dari tiga ribu di antaranya adalah mahasiswa S2 dan S3. Seribu dosen di HNU, terdiri lebih dari 100 orang di antaranya doktor dan 283 lainnya master.

Untuk program internasional, HNU sudah memiliki 125 mahasiswa asing yang kuliah dengan bahasa pengantar Mandarin dan Inggris.

Sementara kolaborasi HNU dengan lini edukasi Alibaba dalam disiplin ekonomi digital, membuat kampus itu menjadi kian populer beriringan dengan semakin pesatnya bisnis perdagangan digital (e-Commerce).

Hal itu jadi alasan Gubernur Zulkieflimansyah antusias mengirim anak-anak muda terbaik NTB untuk mengenyam pendidikan di HNU.

“Kami ingin anak-anak muda NTB juga menjadi bagian dari pemain pasar ekonomi digital ke depan. Menjadi enterpreneur-enterpreneur muda yang visioner dengan perusahaan-perusahaan UMKM, rintisan (startup), digital maupun konvensional berbasis teknologi digital,” kata Gubernur.

Bang Zul ini menyebutkan, program beasiswa 1000 mahasiswa NTB ke luar negeri salah satunya untuk menciptakan para milenials dari Lombok dan Sumbawa yang bisa mandiri.

Bahkan menciptakan lapangan kerja di bidang e-commerce, pariwisata, e-payment maupun sektor pertanian dan peternakan modern.

Pertukaran belajar mengajar

Ia mengajak dua Rektor kampus negeri di NTB untuk merintis kerjasama pendidikan dengan HNU dan Alibaba Business School.

Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Lalu Husni, menyatakan sangat tertarik untuk bekerjasama dalam bidang pengiriman mahasiswa dan dosen maupun pertukaran belajar mengajar sesuai jurusan di kampus.

“Jurusan manajemen bisnis, teknik informatika dan farmasi bisa menjadi pilot project awal kerja sama ini. Apalagi setelah kami ikut tur keliling kampus melihat berbagai fasilitas penunjang kuliah yang begitu lengkap dan bagus. Mulai dari wisma mahasiswa, laboratorium riset hingga aplikasi terapan. Saya optimis ini awal kolaborasi yang baik,” cetus Prof. Husni.

Rektor UIN Mataram, Prof. Mutawali menyebutkan e-Commerce memang menjadi sebuah realitas masif penguasaan teknologi digital atas perekonomian dunia saat ini.

Jurusan Ekonomi Bisnis Syariah di UIN disebutnya bisa berkolaborasi dengan inti kurikulum ekonomi bisnis di HNU maupun Alibaba School Business.

“Tak bisa dipungkiri e-Commerce jadi kekuatan bisnis baru di ekonomi dunia, salah satunya belanja online. Dengan platform yang sesuai Syariah Islam misalnya transaksi non-riba atau tanpa kartu kredit dan pembayarannya menggunakan bank syariah. Banyak yang bisa dilakukan atau dimodifikasi yang baik, sepanjang tidak melanggar aturan-aturan Islam,” jawab Prof. Mutawali.

Bang Zul yang didampingi Kepala Divisi Kerja Sama Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB Immanuela Andi Lolo, langsung mengajak pihak Program Internasional HNU dan Alibaba Business School berkunjung ke NTB sehingga kerja sama segera bisa terealisasikan.

“Tradisi di institusi Tiongkok, biasanya mereka baru mau melakukan kesepakatan kerjasama atau nota kesepahaman jika sudah saling mengunjungi. Jadi kita menunggu mereka melakukan kunjungan balasan ke NTB, sembari kita siapkan segala prasyarat yang dibutuhkan supaya segera konkret kerja sama beasiswa pendidikan ini,” tukas Immanuela.

Bang Zul berharap dari kunjungan kerja itu, NTB mendapatkan kuota puluhan hingga ratusan mahasiswa.

AYA/HmsNTB




Zhejiang Gongshang University, Tujuan Pendidikan Bisnis Program Beasiswa NTB di Tiongkok

Menyambut tawaran kerja sama bidang pendidikan dari Provinsi NTB, mendorong Rektor ZJSU dan jajarannya berencana segera mengadakan kunjungan balasan ke NTB

lombokjournal.com —

ZHEJIANG  ;    Lawatan Kerja Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah ke kampus pertama di Tiongkok adalah Zhejiang Gongshang University (ZJSU) di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang.

Kampus bisnis tertua dalam sejarah Tiongkok modern ini, menempati peringkat pertama untuk jurusan ekonomi dan keuangan di Zhejiang, dan ke-7 di Tiongkok.

ZJSU juga menjadi kampus terbesar yang mendukung perkembangan bisnis e-commerce di Tiongkok, terutama karena keberadaan markas pusat raksasa e-commerce Alibaba milik Jack Ma di Hangzhou.

Pembangunan Hangzhou menjadi kota bisnis sekaligus destinasi wisata, menarik minat Gubernur Zul untuk menjajaki kerja sama dengan kampus Zhejiang. Terutama untuk tujuan program beasiswa pendidikan 1000 sarjana NTB di luar negeri.

Gubernur Zul menyukai kota Hangzhou yang dengan segala kecepatan pembangunannya, tapi tetap cantik, sejuk dan mempertahankan segala tradisi juga seni budayanya.

Ia ingin mengirim mahasiswa NTB ke Zhejiang University untuk tidak hanya belajar bisnis, khususnya e-commerce yang bakal terus bersinar di masa depan. Namun juga bisa belajar bagaimana membangun sebuah kawasan secara komprehensif, baik fisik maupun nonfisik secara bersamaan.

“Sehingga istilahnya, maju dan modern kotanya, selalu bahagia warganya,” ucap Gubernur Zul dalam pidato pembukaannya di depan Rektor Universitas Zhejiang Gongshang, Prof. Chen Shoucan dan jajarannya, di Gedung Administratif Xiasha Hangzhou, Kamis (24/10/2019) waktu setempat.

Jika Provinsi NTB bisa mengirimkan banyak mahasiswa ke ZJSU, lanjut Gubernur Zul, maka selain belajar di kampus, mereka juga bisa menyerap ilmu para birokrat dan teknokrat di provinsi Zhejiang dalam membangun sebuah kota yang maju dan modern, tanpa meninggalkan jati diri dan kearifan lokal daerahnya.

Bagi Rektor ZJSU, Prof. Chen Shoucan, kedatangan rombongan Gubernur NTB merupakan sebuah kebanggaan.

Apalagi ada ratusan mahasiswa Indonesia yang belajar beragam jurusan di ZJSU. Dia berharap akan lebih banyak lagi mahasiswa asal Indonesia yang datang dan mengenyam pendidikan di ZJSU.

Kebutuhan kredibilitas tingkat internasional, mendorong ZJSU juga harus memperbanyak program serta keberadaan siswa intenasional.

“Kami sangat senang dan bangga mendapat kunjungan dari Bapak Gubernur NTB dan rombongan. Apalagi ketika mengetahui bahwa ZJSU menjadi tujuan untuk kerja sama bidang pendidikan. Termasuk beasiswa maupun pertukaran belajar mengajar. Dan sampai saat ini, tercatat ada lebih dari 100 mahasiswa Indonesia yang kuliah di sini, mengambil gelar S1 dan S2 berbagai jurusan. Semakin banyak siswa Indonesia belajar di sini, maka akan sangat menguntungkan bagi kedua pihak,” ungkap Prof. Chen.

Respon para rektor

Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Lalu Husni, dan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Mutawali Abdul Haqqi, menyatakan sangat tertarik untuk membangun kerjasama dengan Zhejiang University.

Sejumlah jurusan seperti pariwisata, perencanaan kota dan pedesaan, teknologi pangan dan bioteknologi menjadi daya tarik bagi dua pimpinan kampus negeri di NTB itu.

Lalu Husni mengatan, Univesitas Mataram punya jurusan pariwisata dan yang terbaru Arsitektur, yang diyakini bisa diperdalam lagi di ZJSU ini.

Apalagi ketika mendengar dari Wakil Gubernur Zhejiang sebelum ke kampus ini, bahwa Hangzhou sebagai sebuah kota mampu menarik 140 juta pengunjung setiap tahunnya.

“Apalagi Zhejiang sebagai provinsi yang dikunjungi 700 juta wisatawan dan pebisnis per tahunnya. Tentu banyak sekali yang bisa dipelajari oleh mahasiswa-mahasiswi kami di bidang turisme dan tata kota yang ingin melanjutkan kuliahnya di tingkat magister maupun doktoral,” ujar Prof. Lalu Husni.

Rektor UIN Mataram menyatakan tertarik dengan keunggulan ZJSU di bidang ekonomi dan bisnis. Menurutnya, UIN Mataram memiliki jurusan yang sangat relevan dengan jurusan utama kampus yang berdiri sejak 1911 itu.

Dikatakan, UIN Mataram punya jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam. Dengan perkembangan dan kelebihan ZJSU di bidang ekonomi bisnis, maka Rektor UIN Matarama sangat berminat untuk mengirimkan pelajar atau dosen untuk mendalami ilmu di bidang ekonomi bisnis itu.

“Mungkin memang ada sedikit perbedaan antara ekonomi bisnis umum dengan program yang kami sebut ekonomi bisnis syariah itu. Namun saya percaya pada dasarnya, kolaborasi dua “aliran” itu bisa dilakukan tanpa harus merusak pondasi ilmu masing-masing,” papar Prof. Mutawali.

Cerita mahasiswa

Dalam pertemuan itu, turut hadir 11 orang perwakilan mahasiswa S1 dan S2 yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Salah satunya adalah Agnes, mahasiswi S2 jurusan bisnis yang berasal dari Surabaya Jawa Timur.

Menurutnya, enak nyaman dan murah menjadi salah satu alasannya kuliah di ZJSU.

“Di sini masih bisa dibilang terjangkau, bahkan ada beberapa yang lebih murah dibandingkan di Surabaya. Misalnya soal transportasi dan makanan. Dengan bujet Rp 2,5 – 3 juta/ bulan, sudah bisa tenang untuk konsentrasi belajar,” cerita Agnes.

Lain lagi kisah Hency, mahasiswi S2 ekonomi bisnis asal Pekalongan Jawa Tengah. Bagi dia yang tidak bisa berbahasa Mandarin, tidak jadi persoalan karena jurusan yang diambilnya diselenggarakan dalam bahasa Inggris.

Hency sebelum masuk ZJSU tidak bisa berbahasa Mandarin, sementara banyak orang bilang harus bisa bahasa Mandarin kalau mau kuliah di Tiongkok. Ternyata jurusannyaa termasuk program internasional, jadi pengantarnya dengan bahasa Inggris.

“Tapi pada akhirnya memang belajar bahasa Mandarin menjadi salah satu nilai tambah ke depannya ketika realitasnya, Tiongkok akan menjadi kekuatan ekonomi nomor satu dunia ke depannya,” terang Hency.

Sementara Lucinda mahasiswi jurusan e-commerce bussiness asal Jakarta bercerita, bahwa kelebihan kampus ZJSU adalah bisa menjamin mahasiswanya belajar di tataran teori dan praktik sekaligus.

Luinda mengatakan, ZJSU cukup sigap dalam menjalin kolaborasi dengan kalangan korporasi di sini, apalagi ketika bisnis e-commerce sekarang menjamur di Hangzhou berkat Alibaba dan banyak perusahaan rintisan (startup) lainnya di provinsi Zhejiang ini.

“Saya bisa belajar teorinya, sekaligus bersamaan melakukan magang untuk mempraktikan ilmu itu di perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang pesat di sini. Apalagi progam internship di perusahaan sini itu dibayar cukup besar hehehe…,” cerita Lucinda sambil terkekeh.

Menyambut tawaran kerja sama bidang pendidikan dari Provinsi NTB, mendorong Rektor ZJSU dan jajarannya berencana segera mengadakan kunjungan balasan ke NTB.

Pembicaraan intens dan dilanjutkan penandatanganan kerja sama bidang pendidikan, bisa disegerakan ketika pihak rektorat ZJSU melihat langsung bagaimana kondisi dan situasi di NTB beserta kampus-kampusnya.

AYA/HmsNTB




Raih Medali Emas Nasional, Gubernur Zul Beri Penghargaan

Bang Zul pun merasa bangga dengan prestasi yang diukir kedua siswa tersebut. Orang nomor satu di NTB itu berharap prestasi yang mengharumkan nama NTB tersebut dapat dipertahankan

MATARAM.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H. Rusman menyambut dua siswa NTB, yang baru saja meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional, Minggu (20/10) 2019.

Kedua siswa yang disambut Gubernur di VIP Bandara Internasional Lombok itu adalah Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) dan Muhammad Farid Andika (Farid).

Dua pelajar SMA 1 Sumbawa ini mempersembahkan Juara 1 Nasional di bidang Matematika Sains dan Teknologi, pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tahun 2019.

Mereka mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian South East Asia Matematic Education Organization (SEAMEO), di Jakarta.

Lomba tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bekerja dengan Lembaga Pendidikan Asia Tenggara.

Keduanya mengusung penelitian berjudul “NOWS (Natural Oil/Water Separator), pembersih tumpahan minyak di air berbahan serat biduri (Calostropis gigantea L)”.

Atas prestasi tersebut Gubernur yang akrab disapa Bang Zul memberikan penghargaan yang diserahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi.

Penghargaan berupa uang tunai itu diberikan Gubernur sebagai bentuk dukungan dan terima kasih kepada anak-anak NTB yang telah berprestasi.

Bang Zul pun merasa bangga dengan prestasi yang diukir kedua siswa tersebut. Orang nomor satu di NTB itu berharap prestasi yang mengharumkan nama NTB tersebut dapat dipertahankan.

Bahkan dapat terus ditingkatkan dan ditularkan kepada anak anak NTB yang lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya ketika menyambut dua siswa berprestasi tersebut.

“Ini membuktikan bahwa NTB tidak boleh dianggap enteng. Harapan kami anak-anak ini bisa menebarkan virus kebaikan kepada yang lain,” ungkapnya.

Mantan Kepala BPSDM NTB itu mengaku optimis, masih banyak anak NTB yang memiliki kemampuan untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Apalagi didukung oleh kemampuan dan kreativitas guru yang mumpuni.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB tetap berkomitmen untuk selalu memberikan penghargaan kepada anak anak NTB yang berprestasi.

Siswa berprestasi, Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang telah memberikan penghargaan kepada mereka. Ia pun mengaku bahagia dan bangga dapat mengharumkan nama NTB di kancah nasional.

Ia berharap, anak-anak NTB yang lain dapat mengikuti jejak mereka untuk selalu melakukan penelitian dan mengembangkan hal hal baru. Sebab bagi gadis yang bercita-cita sebagai Dokter itu, meneliti merupakan hal yang menantang dan seru untuk dilakukan.

“Kami terus berinovasi apa yang bisa kami lakukan,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Muhammad Farid Andika. Ia tidak menyangka penelitiannya bisa mengantarkan mereka bisa meraih peringkat tertinggi di lomba tersebut.

Ia juga menyampaikan tips bagaimana meneliti dan menghasilkan juara.

“Yang pertama sih gigih, jangan mudah menyerah. Kita saja baru dapat medali emas ini setelah berusaha hampir tiga tahun. Pokoknya, usaha, gigih dan do’a,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB

 




Pelajar NTB Asal Sumbawa Raih Juara 1 Nasional Bidang Matematika Sains dan Teknologi

Mereka pernah mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian South Easth Asia Matematic Education Organization (SEAMEO), di Jakarta

MATARAM.lombokjournal.com  —  Dua pelajar  NTB yang berasal dari SMA 1 Sumbawa, Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) dan Muhammad Farid Andika (Farid), meraih Juara 1 Nasional di bidang Matematika Sains dan Teknologi, pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tahun 2019.

Pencapaian dua pelajar SMA 1 Sumbawa ini dimulai dari pengajuan proposal penelitian di bulan April 2019. Keduanya mengusung penelitian berjudul “NOWS (Natural Oil/Water Separator), pembersih tumpahan minyak di air berbahan serat biduri (Calostropis gigantea L)”.

Hal itu dituturkan oleh pendamping mereka, Erna Dewi, S.Pd, Sabtu (19/10) 2019.

Pada awal seleksi, tak kurang 6 ribu proposal masuk bersama proposal Nissa dan Farid. Setelah diseleksi, proposal dari siswa SMA 1 Sumbawa ini masuk di antara 4 ribu proposal yang dapat dilanjutkan ke tahap riset. Keduanya pun mulai melakukan riset.

Setelah riset selesai, peneliti mengirimkan laporan hasil penelitian dan log book atau catatan proses penelitian.

“Dari 1200 laporan yang diterima penyelenggara, siswa kami terpilih sebagai salah satu dari 106 finalis nasional, atau salah satu dari 49 finalis di bidang Matematika Sains dan Teknologi,” tutur Dewi.

Setiap finalis harus membuat video profil yang diunggah ke Youtube. Kemudian, melakukan pameran.

Pada tahap akhir, finalis melakukan presentasi di hadapan dewan juri. Mereka adalah para pakar dari berbagai lembaga dan kampus ternama.

Setelah melalui perjuangan yang cukup berat, seluruh proses itu akhirnya terbayar. Nissa dan Farid akhirnya terpilih menjadi juara 1 dan meraih medali emas di ajang tersebut.

Kepala SMA 1 Sumbawa, Masuji Mando mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya. Apalagi, prestasi ini diraih setelah bersaing dengan para pelajar se-Indonesia.

“Takdir Allah. Ini diraih berkat kerja keras dari siswa, bapak ibu guru, dan orang tua. Mereka berusaha dengan keras, melakukan simulasi dan lain sebagainya.. Saya hanya memfasilitasi mereka berangkat dan pembinaan,” ujar Masuji.

Masuji juga mengapresiasi dukungan Gubernur NTB dalam upaya membangun prestasi anak didiknya.

Menurutnya, kebijakan dana BOS, bersama Peraturan Gubernur yang memperbolehkan mereka memungut BPP dari orang tua siswa, sangat membantu mengembangkan bakat dan potensi anak didik.

“Perolehan hasil ini tidak terlepas dari proses intra dan ekstrakurikuler sekolah, yang dikhususkan pada pembinaan KIR siswa,” tegasnya.

Prestasi ini juga bukan kali pertama diraih oleh Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB. Tahun lalu, Syarifah bersama tiga rekannya, Nadia Safira, Lauhul Afiat Kahfi dari SMA Negeri 1 Sumbawa Besar dan Andrian dari SMK Negeri 3 Sumbawa Besar juga membuat NTB bangga.

Mereka mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian South Easth Asia Matematic Education Organization (SEAMEO), di Jakarta. Lomba tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bekerja dengan Lembaga Pendidikan Asia Tenggara.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menerima Syarifah dan rekan-rekannya, di Pendopo Gubernur, Minggu (14/10) 2018, mengungkapkan harapannya agar prestasi semacam ini bisa dijadikan inspirasi bagi para pemuda dan pendidik di NTB.

Diharapkan, seluruh sekolah di NTB ini dapat berpacu, meningkatkan prestasi. Sehingga siswa NTB yang memiliki kemampuan dan prestasi hebat dapat diikutkan di berbagai lomba di tingkat dunia.

“Kepala sekolah harus mampu menemukan bibit-bibit berprestasi di NTB,” ujar Gubernur di hadapan kepala sekolah dan pembina siswa tersebut.

AYA/HmsNTB

 




LPP-NTB Buka Kesempatan Beasiswa Pendididikan Tujuan China

LPP NTB bekerjasama dengan Dinas Dikbud dan Konsulat Jenderal China di Denpasar membiayai dana keberangkatan dan administrasi bagi penerima beasiswa dan membebaskan SPP tiap tahunnya, dengan syarat dan kondisi tertentu setiap universitas

MATARAM.lombokjournal.com — Lembaga Pengembangan Pendidikan NTB (LPP-NTB) kembali membuka kesempatan untuk mengikuti seleksi program  beasiswa pendidikan luar negeri, khususnya S1 tujuan China.

Dalam roadshow sosialisasi di Gedung Handayani, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, (Selasa, 15/10) 2019 pihak LPP menjelaskan perihal program tersebut di depan puluhan peserta.

Melalui skema beasiswa kategori B (Partial Funding) pemerintah membiayai sebagian pembayaran bagi penerima beasiswa yang dinilai layak.

LPP NTB bekerjasama dengan Dinas Dikbud dan Konsulat Jenderal China di Denpasar membiayai dana keberangkatan dan administrasi bagi penerima beasiswa dan membebaskan SPP tiap tahunnya dengan syarat dan kondisi tertentu setiap universitas.

Batas pendaftaran program Beasiswa S1 Tujuan China yang berakhir pada 30 April 2020, masing masing akan mengirim siswa ke tiga universitas, Yunnan University, Kunming – Yunnan Prov. (100 siswa), Beijing Wuzi University, Beijing (50 siswa) dan Yangzhou University, Yangzhou – Prov. Jiangshu (50 siswa).

Skema pembiayaan

Kepala Divisi Kerjasama Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Imanuela Andilolo dalam presentasinya menjelaskan, pola rekrutmen dan skema pembiayaan hingga profil pembiayaan ketiga universitas yang menjadi tujuan beasiswa.

Termasuk beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pelamar beasiswa di antaranya, Ijazah SMA dan SKHUN asli, terjemahan Bahasa Inggris Ijazah SMA dan SKHUN oleh penerjemah bersumpah, terjemahan nilai Rapor dari Kelas 1-3, Surat Rekomendasi 2 buah ( Rekomendasi dari Kepala Sekolah / Wali kelas / Guru), Rencana Studi S1 (penjabaran jurusan yang diinginkan dengan Bahasa inggris), Surat Pernyataan Orang tua, Passport (jika ada), Sertifikat Bahasa (TOEFL/IELTS/TOEIC) (jika ada), Curriculum Vitae dalam Bahasa Inggris.

“Untuk kriteria seleksi tahap sekolah dapat menyeleksi sepuluh siswa dengan mensyaratakan surat pernyataan kesanggupan biaya dari orangtua, usia minimal 17 tahun dengan prestasi sepuluh besar atau berprestasi dengan keahlian dasar Bahasa inggris serta memiliki pengalaman organisasi,” jelas Ima.

Dari brosur yang dibagikan LPP NTB kepada peserta sosialisasi, tercantum rata rata biaya beasiswa kategori B ini sebesar Rp. 80.000.000 dan yang termurah di Yunnan University sebesar Rp. 65.000.000 selama empat tahun dengan biaya rata rata per bulan yang harus dikeluarkan oleh orangtua antara Rp.1.400.000 hingga Rp.2.000.000.

Biaya kuliah tersebut telah ditanggung SPP dan biaya administrasi serta keberangkatan, sedangkan biaya hidup sekitar Rp.1.800.000 perbulan ditanggung penerima beasiswa bersangkutan.

AYA/jm/HmsNTB

 




Temu Ilmiah APPSANTI Dipusatkan Di Universitas Hamzanwadi

Temu Ilmiah diharapkan bisa memberikan kontribusi pemikiran bagi generasi muda utamanya mahasiswa dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan

lombokjournal.com  —

LOTIM   ;     Temu Ilmiah Nasional yang berlangsung selama 3 hari sejak  hari Senin, 15-17 Oktober, digelar Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi se-Indonesia (APPSANTI), yang dipusatkan di Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Ketua APPSANTI, Ubedilah Badrun menyampaikan, temu ilmiah ini merupakan acara rutin yang dilakukan untuk membahas berbagai dinamika dan tantangan dalam pembelajaran sosiologi dan antropologi di era terkini yakni era industri 4.0 (four point zero) menuju society 5.0 (five point zero).

“Hal itulah yang membuat temu ilmiah saat ini mengangkat tema tantangan pembelajaran sosiologi dan antropologi di era revolusi industri 4.0 menuju society 5.0 dengan diikuti oleh anggota Appsanti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Ubedilah yang juga pengamat politik yang kerap diundang TV swasta nasional itu.

Disebutkan, berbagai rangkaian acara dalam temu ilmiah itu di antaranya Seminar Nasional, Musyawarah Nasional, dan Olimpiade Nasional yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami (APPSANTI) setiap tahun menyelenggarakan kegiatan seperti ini, dan Appsanti ini sudah menyebar di seluruh perguruan tinggi di Indonesia, hanya Papua yang belum kita sentuh tapi insya Allah tahun depan kita akan coba,” ungkap mantan aktivis HMI yang juga dosen UNJ itu.

Humas Universitas Hamzanwadi, Dr. Muhammad Halqi mengatakan, kegiatan ini merupakan acara yang dapat memberikan kontribusi bagi perguruan tinggi terutama untuk kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu sosial.

“Tantangan generasi millenial di era revolusi industri generasi ke empat (4.0) cukup berat. Dimana revolusi ini menitikberatkan pola digitalisasi dengan teknologi canggih dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar Halqi di Selong, Senin (14/10) 2019.

Hal itu lanjut doktor jebolan UNJ ini memiliki dua sisi yang berbeda, satu sisi memberi kemudahan dalam hidup, satu sisi lagi bisa memberikan mudarat dan dampak negatif terutama dalam konteks perilaku.

“Hal ini yang banyak pihak kurang menyadari akan adanya perubahan tersebut terutama di kalangan pendidik, sekaligus semua itu merupakan tantangan generasi millenial yang sulit terelakkan,”  paparnya.

Melalui temu ilmiah Appsanti yang diselenggarakan di Universitas Hamzanwadi pihaknya berharap bisa memberikan kontribusi pemikiran bagi generasi muda utamanya mahasiswa dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan.

“Kami berharap selaku tuan rumah dari acara ini memberikan kontribusi pemikiran untuk kemajuan bersama, baik bagi universitas dan Appsanti, khusunya program studi pendidikan sosiologi Univeritas Hamzanwadi selaku panitia temu ilmiah ini,” pungkas Direktur Lembaga Kerjasama dan Alumni (LKA) itu.

AYA (red)




Gubernur dan Menteri Agama Resmikan Sembilan Gedung Baru UIN Mataram

Dengan kehadiran Gedung baru UIN, diharapkan UIN mampu menghadirkan interaksi yang menyejukkan bagi masyarakat

Gubernur Zul Dan Menteri Agama

Gubernur Zul fdan TGH Turmuzi

MATARAM.lombokjournal.com —   Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berharap Universitas Islam Negeri (UIN) memiliki peran besar di tengah arus informasi dan teknologi yang berkembang pesat saat ini.

Terutama, dapat menjadi penyejuk jiwa yang dapat membimbing seluruh masyarakat ke arah hidup yang lebih baik dan bermanfaat.

Seruan itu disampaikan Gubernur saat Soft Launching Proyek Pembangunan sembilan Gedung Baru dan Infrastruktur Pendukung UIN Mataram, Selasa (15/10/2019).

Sembilan gedung UIN yang diresmikan Menteri Agama bersama Gubernur NTB, Rektor UIN, Prof. Dr. Mutawalli antara lain, Gedung Klinik, Auditorium, Laboratorium, ruang kelas, Perpustakaan, IC City Center, Training Center, Lesson center.

Di hadapan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin dan seluruh civitas academica UIN Mataram, orang nomor satu di NTB itu mengatakan, banyak lulusan perguruan tinggi yang lebih memilih untuk aktif di media sosial.

Maka, kalau tidak hati-hati dalam menyebarkan informasi, masyarakat bisa tersesat.

“Beberapa hari yang lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaksanakan Rekernas di Mandalika Nusa Tenggara Barat. Dimana Ada harapan yang begitu membuncah dari masyarakat, bahwa institusi keagamaan, termasuk UIN ini bisa menjadi mercusuar, yang akan membimbing manusia di abad modern yang gelisah ini,” jelasnya.

Mahasiswa UIN di masa yang akan datang, dengan kemajuan artificial intelligent, harus bisa menjawab tantangan. Sebab di era semacam ini, orang sudah tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang tidak.

“Kemajuan artifical intelligent dan kemajuan teknologi, memerlukan petunjuk agar tidak salah arah,” tegas Gubernur.

Dengan kehadiran Gedung baru UIN, diharapkan UIN mampu menghadirkan interaksi yang menyejukkan bagi masyarakat.

Menteri Agama berharap, di akhir tahun ini pembangunan gedung UIN Mataram bisa diselesaikan 100 persen. Sehingga seluruh gedung yang dibangun di kampus baru tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh civitas academica UIN Mataram.

Ia berpesan kepada seluruh civitas academica UIN Mataram bahwa gedung baru itu dapat dimanfaatkan dengan baik. Sebab, meski benda mati, namun bermanfaat atau tidaknya tergantung sungguh pada seluruh civitas akademika UIN.

Ia mengajak seluruh pihak untuk memaknai gedung baru tersebut dengan merawatnya.

“Launching atau peluncuran gedung ini adalah awal kita untuk memberikan makna kepada gedung baru ini, dengan cara memanfaatkan gedung baru ini sehingga kita bisa merasakan manfaat baik civitas academica maupun masyarakat sekitar. Oleh karena itu saya titipkan, berikan nyawa/ruh kepada gedung ini dengan cara merawat gedung ini sebaik-baiknya dengan menjunjung tinggi kebersamaan,” pesannya.

Lukman juga menambahkan,  seluruh bangunan dan sarana prasarana yang dimiliki oleh kampus ini adalah milik bersama. Maka bangunan beserta sarananya harus dijaga sebaik-baiknya.

Ia juga menyinggung cara mahasiswa menyampaikan aspirasi yang cenderung terpancing emosi bahkan merusak fasilitas umum dan kampus.

Ia berharap kepada mahasiswa agar dalam menyampaikan aspirasi haruslah dengan cara yang intelektual dan tidak berperilaku anarkis yang dapat merusak fasilitas kampus.

AYA/HmsNTB




Korem 162/WB Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan Siswa SMAN 1 Selong

Sosialisasi semacam itu harus terus dilakukan sekaligus untuk menangkal pemahaman-pemahaman yang menyimpang dan bertentangan dengan empat pilar kebangsaan

lombokjournal.com —

LOTIM   ;    Upaya pembinaan terhadap generasi muda penerus bangsa terus dilakukan secara bertahap bertingkat dan berlanjut. Salah satu seperti yang dilakukan Korem 162/WB kepada siswa-siswi SMAN 1 Selong.

Sosialisasi pembinaan wawasan kebangsaan yang diberikan Pasi Wanwil Ster Korem 162/WB Mayor Inf Jalal Bin Saleh bersama Kasdim 1615/Lotim Mayor Inf Arief dan para Danramil maupun Pasi Kodim Lotim dengan materi Bela Negara, Proxy war, wawasan kebangsaan, empat konsensus berbangsa dan bernegara dan bahaya latent komunis.

Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., menyampaikan sosialisasi ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman kepada seluruh komponen bangsa terutama para generasi penerus bangsa.

Menurutnnya, pemberian materi ini sebagai langkah konkrit TNI khususnya Korem 162/WB dan jajaran terhadap generasi muda dari sedini mungkin.

“Mereka harus memiliki wawasan kebangsaan, bela negara dan memahami empat pilar kebangsaan dengan tujuan untuk mencegah degradasi moral anak bangsa dan menumbuh kembangkan kesadaran akan pentingnya rasa memiliki dan jiwa nasionalisme terhadap bangsa dan negara,” terangnya.

Selain itu, lanjut pria kelahiran Taliwang Sumbawa Barat tersebut, ada juga materi Proxy war dan bahaya latent komunis dengan tujuan agar mereka mengetahui kondisi suatu negara yang tidak terlepas dari ancaman dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar negeri.

“Berbagai ancaman yang ada saat ini tidak terlepas dari proxy war yang dilakukan oleh negara yang memiliki kepentingan, bisa melalui state dan non state dengan tujuan untuk menguasai negara yang menjadi sasaran,” jelasnya.

Dahlan juga berkeyakinan bahwa upaya sosialisasi semacam itu harus terus dilakukan sekaligus untuk menangkal pemahaman-pemahaman yang menyimpang dan bertentangan dengan empat pilar kebangsaan.

AYA