Najwa Shihab Datang, Ajak Masyarakat NTB Gemar Membaca

Di era digital, membaca menjadi elemen penting untuk meningkatkan kemampuan analisis terutama mengenali berita bohong atau hoax

MATARAMlombokjournal..com — Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab dihadirkan secara langsung sebagai pembicara. Dalm talk show interaktif yang dilaksanakan di Graha Bhakti Praja, Jumat (15/11) 2019.

Najwa Shihab

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya  Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong masyarakat semakin gemar membaca. Termasuk menumbuhkan minat anak untuk memiliki sikap tersebut.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Dr.Ir. H. Iswandi, M.Si yang membuka kegiatan tersebut berharap kehadiran Najwa Shihab bisa memberi  motivasi kepada masyarakat NTB untuk gemar membaca.

“Mewujudkan masyarakat NTB Gemilang adalah melalui misi NTB Sehat dan Cerdas. Untuk itu mewujudkan masyarakat yang gemar membaca akan berkontribusi dalam mewujudkan visi dan misi NTB Gemilang ini,” katanya

Iswandi berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan berlanjut dari waktu ke waktu.

“Kami atas nama Gubernur menyampaikan terima kasih dan berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dari waktu ke waktu. Jangan hanya karena Mbak Nana datang baru diselenggarakan” kata Iswandi.

Najwa Shihab mengatakan, ia sudah banyak berkeliling ke pelosok-pelosok Tanah Air untuk mengajak warga Indonesia gemar membaca.

“Tugas Saya sebagai duta baca Indonesia adalah mengajak orang jatuh cinta pada membaca..” jelasnya diiringi tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, generasi muda selaku penerus bangsa menjadi target utama akan budaya gemar membaca.

Pemandu acara “Mata Najwa” ini berharap kegiatan membaca bisa menjadi bagian kehidupan, bahkan bagian dari rutinitas sehari-sehari.

Di era digital, membaca menjadi elemen penting untuk meningkatkan kemampuan analisis terutama mengenali berita bohong atau hoax.

“Ini sangat penting, harus cerdas memilih dan memilah mana yang benar dan mana yang bohong. Karena maraknya berita hoax tidak hanya di Indonesia, namun hampir di seluruh negara,” ujar Najwa menjelaskan.

Najwa menambahkan, dengan generasi yang gemar membaca akan menghasilkan generasi yang tidak mudah diprovokasi, tidak mudah memaki, dan yang punya hati.

“Mari masukkan jadwal membaca dalam kehidupan sehari-hari. Idealnya minimal 20 menit sehari. Membaca seperti olahraga, semakin sering kita olahraga  semakin kuat. Membaca juga seperti itu. Membaca adalah syarat utama menjadi orang berhasil,” kata Najwa.

Menurutnya, persoalan saat ini adalah kemampuan menghadapi tantangan literasi digital.

“Kita tidak tahu mana yang sampah, mana yang berlian. Karena kita tidak pernah  melatih diri kita, sehingga kita harus bisa membedakan fakta dan hoax” tegasnya.

AYA/HmsNTB




Gubernur Sambut Antusias Rencana Pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan

“Pembangunan ini akan mendatangnya banyak manfaat bagi kita, salah satunya agar tidak menjadikan anak daerah hanya sebagai penonton, tapi dapat menjadi pemain utama di daerahnya sendiri”

MATARAM.lombokjournal – Rencana pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan dibicarakan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah saat bertemu Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) Kementerian ESDM, di ruang kerja Gubernur, Senin (11/11) 2019 pagi.

Bang Zul mengaku sangat bersemangat dan antusias dalam rencana pembangunan ini, serta menyatakan kesiapannya.

“Kami siap, kami sadar, NTB dapat maju hanya dengan pendidikan yang baik,” ujar gubernur.

Ia menyampaikan,  hal ini juga merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas anak anak muda di NTB.

“Pembangunan ini akan mendatangnya banyak manfaat bagi kita, salah satunya agar tidak menjadikan anak daerah hanya sebagai penonton, tapi dapat menjadi pemain utama di daerahnya sendiri,” tutur gubernur.

Pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan ini, kemungkinan besar akan dibangun di Pulau Sumbawa dengan lahan seluas 10 hektar. Diperkirakan 2020 akan mulai diproses.

Akan ada pembentukan tim khusus dalam proses pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan ini nantinya.

AYA/HmsNTB




Perpustakaan NTB Akan Datangkan Duta Baca Indonesia, Najwa Sihab Untuk Tingkatkan Minat Baca

“Semoga dengan kedatangan Duta Baca di NTB ini bisa membuat masyarakat untuk tertarik dalam membaca”

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB Manggaukang Raba menyebutkan tingkat minat baca masyarakat NTB masih rendah.

Hal itu  Dibuktikan dengan beberapa survei yang menunjukkan bahwa minat baca masyarakat NTB masih berada pada urutan 10 besar terbawah dari 34 provinsi di Indonesia.

Salah satu tantangan bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah masih rendahnya minat baca masyarakat NTB.

Sehingga ini menjadi tugas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB untuk bagaimana meningkatkan minat baca masyarakat NTB

Manggaukang mengatakan ada beberapa terobosan yang akan dilakukan tahun ini untuk meningkatkan minat baca masyarakat NTB.

Di antaranya adalah dengan meningkatkan pelayanan perpustakaan terhadap masyarakat yang ingin meminjam buku di perpustakaan daerah.

Dan ini yang menarik, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB akan mendatngkan secara langsung duta Baca indonesia yang seklilgus menjadi presenter tanah air,  Najwa Sihab.

“Kita akan mendatangkan presenter kondang, Najwa Shihab ke NTB yang saat ini menjadi Duta Baca Indonesia yang kehadirannya kali ini   dalam rangka menghadiri acara pembudayaan gemar membaca,” kata Manggaukang

Kedatangan Najwa Shihab ke NTB untuk menghadiri kegiatan talkshow yg akan diselenggarakan di gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB, sekaligus menghadiri pembudayaan gemar membaca.

“Semoga dengan kedatangan Duta Baca di NTB ini bisa membuat masyarakat untuk tertarik dalam membaca,” kata Manggaukang.




Kunjungan Bang Zul  Di SMAN 1 Mataram, Guru Dan Siswa Mendapat Motivasi  

Bang Zul mengatakan kepada para siswa dan guru, untuk tidak memikirkan hal-hal berat saat belajar. Apalagi, tidak sempat merasakan kebahagiaan dalam hidup

MATARAM.lombokjournal.com – Guru dan siswa SMA Negeri 1 Kota Mataram yang sedang melaksanakan kegiatan Imtaq memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, kaget sekaligus senang dikunjungi Gubernur NTB,  Dr. H. Zulkieflimansyah di sekolah mereka,  Jumat (08/11) 2019.

Tak disangka, di tengah agenda yang padat, gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu, masih sempat bersilaturrahim sekaligus memberikan motivasi kepada guru dan siswa di sekolah tersebut.

Bagi Kepala SMAN 1 Mataram,  Drs. H. Muh. Jauhari, MM, sosok Bang Zul, disamping sebagai Kepala Daerah, juga merupakan orang tua bagi siswa-siswinya.

“Beliau sosok yang luar biasa. Anak anak kami merasa senang dan ingin sekali bertemu Gubernur. Mereka ingin motivasi dan petuah, apalagi bagi anak anak kelas XII,” kata Jauhari.

Katanya, seluruh jajarannya sedang mempersiapkan siswa yang akan belajar di luar negeri, khususnya di negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Sebab, program yang digagas Gubernur ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Hal yang sama juga dirasakan Dra. Hj. Toyyibah Bage, M.Pdi ketika menyambut kahadiran Gubernur di sekolahnya. Guru senior yang mengajar Pendidikan Agama Islam itu merasa mendapatkan motivasi besar atas kehadiran Gubernur Bang Zul.

Apalagi yang disampaikan Gubernur dinilai bermanfaat untuk meningkatkan motivasi diri.

“Ceramahnya itu mengena, bagaimana kami terus berpegang teguh pada agama tapi dengan tetap hidup bahagia,” katanya.

Ia menilai apa yang disampaikan Gubernur pada silaturrahim itu tidak hanya membangkitkan semangat siswa dan guru beragama Islam. Namun menurutnya, motivasi itu membangkitkan seluruh siswa, termasuk bagi yang beragama non muslim.

Ketua Osis SMAN 1 Mataram, Muhammad Azzim Billah merasa senang dan tersadarkan dengan motivasi yang disampaikan Bang Zul. Menurut siswa kelas XI MIPA II itu, kata-kata Gubernur itu mampu membangkitkan semangat diri dan teman-temannya.

“Kita sebagai anak muda tidak harus fokus pada satu hal. Tapi kita juga harus bisa bersenang-senang, tidak merasa tertekan dengan pelajaran,” ungkap remaja yang menyukai traveling itu.

Pada silaturrahmi itu, Bang Zul mengatakan kepada para siswa dan guru, untuk tidak memikirkan hal-hal berat saat belajar. Apalagi, tidak sempat merasakan kebahagiaan dalam hidup.

Terutama siswa yang setiap hari bergelut dengan berbagai mata pelajaran.

Menurutnya, siswa harus tetap mengisi hari-harinya dengan belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Namun, tidak boleh juga melupakan kebahagiaan dan rasa senang meski harus tetap mengerjakan tugas sekolah.

“Anda boleh saja berinteraksi dengan siapa pun, mengunjungi berbagai tempat apa pun, namun tidak boleh melupakan identitas diri,” katanya.

AYA/HmsNTB




Wagub Apresiasi Pelaksanaan Program Inovasi

“Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, pasti support dan berada di depan, sehingga program ini dapat berlanjut dan membawa berkah bagi Pemerintahan NTB”

MATARAM.lombokjournal,com —  Program Inovasi yang telah terlaksana di NTB, yang telah tercanangkan pada 2016, dinilai sangat bagus dan menyentuh pendidikan dasar.

“Ini program yang sangat bagus karena menyentuh pendidikan dasar dan kita tahu literasi, numerasi dan inklusi ini menjadi isu yang penting, penting tapi sering kali kita abaikan,” ungkap Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah, saat membuka pertemuan steering committee program Inovasi di Nusa Tenggara Barat, di Ruang Rapat Utama Gubernur NTB, Kamis (31/10) 2019.

Dikatakan wagub,  pada era 4.0 anak-anak lebih gemar bermain gawai, sehingga lambat untuk menulis, dan lebih tertarik pada gambar. Dengan fenomena itu Wagub mengajak untuk lebih peduli.

“Bagaimana kita proteksi, supaya anak-anak kita betul-betul bisa belajar dari rumahnya (tematik) dua arah. Kemudian numerasi, bagaimana mereka mencintai matematika dan belajar menggunakan logika, sehingga benar-benar dari pemahaman dan kuat dasarnya,” tambah Wagub.

Program ini dinilai sangat bagus, karena mengikutsertakan perguruan tinggi dan memberdayakan sumber daya di daerah yang menjadi hal yang penting dan merupakan ujung tombak bagi Wagub dalam melanjutkan program nantinya.

“Saya yakin, universitas-universitas di NTB sudah semakin bagus ke depan dan dapat diberdayakan untuk mendampingi program ini,” tutur Wagub.

Wagub Hj Sitti Rohmi berharap. agar program ini dapat dilanjutkan dan dilaksanakan tidak hanya di enam kabupaten/kota tetapi bisa menyeluruh di 10 kabupaten/kota di NTB.

“Kami Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, pasti support dan berada di depan, sehingga program ini dapat berlanjut dan membawa berkah bagi Pemerintahan NTB,” tutup Wagub.

Program Director Inovasi, Mark Heyward menyampaikan,  pihaknya siap untuk melanjutkan kerjasama, mendesain bersama program yang dapat ditindaklanjuti sendiri.

“Kita siap untuk kerjasama dan bersama-sama kita akan cari bagaimana untuk peningkatannya dan Kabupaten/kota yang tidak mengikuti tahap awal program ini, kita harap juga nantinya akan turut berpartisipasi menjadi bagian dalam program ini,” ungkap Mark.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Rusman, SH, MH mengajak kabupaten/kota untuk bersama-sama berinovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Saya berharap Inovasi menggerakkan kita untuk bagaimana hal-hal biasa kita jadikan hal yang tak biasa atau out of the box, untuk menemukan cara-cara luar biasa dan bersama kabupaten/kota kita membangun kemitraan yang baik dalam peningkatan pendidikan kita,” tutup Rusman.

AYA/HmsNTB




Lawatan Gubernur Zul Ke Tiongkok, UNRAM dan UIN Mataram Tanda Tangani MoU Dengan Beijing Wuzi University

Penandatanganan MoU dengan Unram dan UIN Mataram akan menambah kredibilitas maupun akreditasi Beijing Wuzi University (BWU) melalui peningkatan jumlah kerja sama dengan kampus dan keberadaan mahasiswa asing di BWU

lombokjournal.com —

BEIJING   ;   Penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU).antara Universitas Mataram (Unram) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Dengan Beijing Wuzi University (BWU) berkangsung di Kampus Ekonomi BWU, Senin (28/10) 2019 siang waktu setempat.

Gubernur Zul dan Rektor BWU

Kesepakat melakukan kerja sama bidang itu dilakukan oleh Rektor Unram, Prof. Lalu Husni dan Rektor UIN Mataram, Prof. Mutawali Abdul Haqqi dengan Rektor BWU, Prof. Wenju Wang, disaksikan oleh Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan delegasi dari kedua pihak.

Kerja sama yang disepakati mencakup pengiriman mahasiswa dari dua Universitas NTB tersebut ke BWU dengan skema beasiswa pendidikan, pertukaran pelajar dan dosen, kolaborasi dalam bidang penelitian dan seminar ilmiah bersama.

Termasuk pengembangan atau promosi bersama dalam bidang lainnya, seperti seni budaya maupun pariwisata.

“Hari ini menjadi momen yang paling penting, menyenangkan dan membanggakan dalam lawatan kerja kami dari Nusa Tenggara Barat. Dua universitas negeri di NTB, yaitu Unram dan UIN Mataram telah bersepakat menandatangani nota kesepahaman dengan Beijing Wuzi University. Saat ini sudah ada 3 mahasiswi asal NTB yang berkuliah di BWU melalui program beasiswa NTB,” kata Gubernur Zulkieflimansyah.

Ke depan, gubernur  berharap akan ada puluhan hingga ratusan anak-anak muda NTB yang kuliah S1 hingga S3 manajemen logistik ataupun prodi lainnya di BWU dari rintisan kerja sama ini.

“Bahkan kalau perlu seluruh kampus di NTB ikut dalam program yang sama,” kata Gubernur Zulkieflimansyah dalam penandatanganan MoU di kampus BWU, Distrik Thongzhou, Beijing.

Rektor Unram, Prof. Lalu Husni menyatakan sangat senang bisa melakukan kerja sama dalam berbagai bidang pendidikan dengan BWU.

Menurutnya, program studi yang paling banyak mahasiswa di Unram adalah Ekonomi dan Bisnis, di samping Teknologi Informatika dan Ilmu Komunikasi.

Prof Lalu Husni mwengaku bahagia dengan penandatangan nota kesepahaman itu. Tadi sudah sempat melihat-lihat beberapa ruang kelas, simulasi dan laboratorium riset dan pengembangan fakultas bisnis dan manajemen logistik, yang menjadi andalan dari BWU.

“Sangat lengkap canggih dan berorientasi pada teknologi digital masa depan. Saya terus berharap kerja sama beasiswa pendidikan dengan BWU ke depannya, termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen maupun riset dan publikasi, bisa dikembangkan lebih luas ke depannya,” ujar Prof. Lalu Husni.

Rektor UIN Mataram Prof. Mutawali Abdul Haqqi juga sangat senang, karena ini adalah kerja sama kedua antara UIN Mataram dengan universita di Tiongkok. Sebelumnya, UIN Mataram juga bekerja sama dengan Wuyi University of Guangzhou pada 2016.

Dikatakannya, UIN Mataram memang sebuah perguruan tinggi agama namun terbuka untuk semua kalangan. Program studi yang berorientasi pada pengembangan bisnis, yang sesuai dengan prodi di BWU adalah Ekonomi dan Bisnis Syariah. S

“Salah satunya turunan dari Ekonomi dan Bisnis itu adalah pengembangan pariwisata dengan kebutuhan aplikasi layanan jasa dan produk pariwisata, yang saya pikir relevan dengan prodi sistem dan teknologi logistik maupun manajemen rantai pasok dari BWU,” ucap Prof. Mutawali.

Bagi Rektor BWU Prof. Wenju Wang, penandatanganan MoU dengan Unram dan UIN Mataram akan menambah kredibilitas maupun akreditasi BWU melalui peningkatan jumlah kerja sama dengan kampus dan keberadaan mahasiswa asing di BWU.

Menurut Wenju, platform kebijakan One Belt One Road Initiative Pemerintah RRT yang mencakup Indonesia sebagai mitra, menjadi dasar yang memudahkan kerja sama dengan pihak-pihak dari Indonesia.

“Orientasi pendidikan kami saat ini dan ke depannya adalah yang termasuk dalam One Belt One Road Initiative (OBORI) RRT. Indonesia adalah negara sahabat yang termasuk dalam OBORI, sehingga kami sangat senang hati berkolaborasi dalam sektor pendidikan sebagaimana yang kita sepakati,” kata Wenju.

AYA/HmsNTB




Wagub Minta Duta Forum Pelajar Indonesia Beri Yang  Terbaik untuk NTB

Forum ini bertujuan membuka ruang belajar untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam upaya menumbuhkan karakter kepemimpinan dan integritas pelajar Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah berharap para pelajar yang lolos seleksi dan akan menjadi duta NTB dalam Forum Pelajar Indonesia mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

“Pahami budaya dan masyarakat NTB, dan berikan yang terbaik untuk NTB,” ungkap Wagub.

Hal itu dikatakan Wagub Hj Sitti Rohmi saat menerima audiensi pelajar yang lolos seleksi Forum Pelajar Indonesia, yang diselenggarakan oleh Indonesia Student and Youth Forum (ISYF) di ruang kerjanya, Senin, (28/10) 2019.

Baginya, kolaborasi pelajar se-Indonesia ini dapat memberi pengaruh terhadap pelajar-pelajar lainnya, sebab anak-anak muda adalah generasi penerus yang nantinya mau tidak mau akan mengemban tugas memajukan bangsa.

Sebagai informasi, Forum Pelajar Indonesia adalah forum tahunan yang melibatkan sebanyak 250 pelajar tingkat SMA/SMK/MA dari seluruh Indonesia.

Forum ini bertujuan membuka ruang belajar untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam upaya menumbuhkan karakter kepemimpinan dan integritas pelajar Indonesia.

Adapun outcome-nya adalah para pelajar memahami hak dan kewajiban sebagai pelajar sehingga menjadi agen perubahan. Selain itu dapat menjadi duta promosi kebijakan dalam berbagai bentuk kegiatan positif di daerah masing-masisng.

Kegiatan dari forum ini akan diselenggarakan pada tanggal 6-10 November 2019 di Jakarta.

AYA/HmsNTB




Buka Musda 2019 Gerakan Pramuka Kwarda NTB, Wagub Ajak Pramuka Dukung Program Pemprov

Pramuka dapat mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat terkait program zero waste, dan bersama-sama menuju NTB Gemilang

LOBAR.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Daerah (Musda) 2019 Gerakan Pramuka Kwartir Daerah NTB, yang terselenggara di Hotel Jayakarta, Jumat (25/10/2019) sore.

Dalam Musda yang bertajuk “Kiprah Kwarda Gerakan Pramuka Menyukseskan NTB Gemilang” ini, Wagub menyampaikan, Pramuka sangat strategis, dalam pembentukan karakter bangsa dan Pramuka sangat konsisten dalam hal itu.

“Saya sangat ingin NTB ini juga menjadikan Pramuka, sebagai salah satu kegiata ekstra, yang betul-betul memiliki fungsi strategis, salah satunya pembentukan karakter. Pramuka menjadi tempat yang sangat baik untuk membimbing serta membina mental supaya bisa survive,” lanjut Wagub.

Lebih jauh Wagub menyampaikan rasa terimakasih Pemerintah Provinsi NTB, atas kontribusi  Kwarda NTB selama ini.

“Saya atas nama Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengucapkan terimakasih atas kontribusi Kwarda NTB,” tutur Wagub.

Wagub juga menyampaikan agar Pramuka dapat  mendukung program-program unggulan Pemprov, utamanya yang bersinggungan langsung dengan Pramuka.

“Ke depan kita harus menyediakan mitigasi bencana yang baik, mengingat daerah kita memiliki risiko bencana yang cukup tinggi. Tapi hal itu bukanlah menjadi masalah, akan tetapi hal yang utama adalah bagaimana kita mempersiapakan diri, untuk bisa menghadapi potensi itu dengan tenang serta, tahu apa yang harus dilakukan,” terang Wagub.

Wagub juga berpesan bahwa ke depan, di NTB tidak boleh ada lagi  bangunan dengan struktur dan atap yang tidak baik.  Lebih jauh, Wagub tidak henti-hentinya mengingatkan bahwa terwujudnya program zero waste tidak kalah penting.  Edukasi pemilahan sampah dari rumah amatlah perlu dalam terwujudnya NTB zero waste.

Maka dari itu, kontribusi Pramuka menjadi penting dalam mewujudkan hal tersebut. Dan Pramuka dapat menjadi yang terdepan, dalam mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat, dan bersama-sama menuju NTB Gemilang.

“Semoga membawa berkah, dan mendapatkan ketua yang mau belajar dan memiliki passion di Pramuka sehingga menjalankan tugas dan kewajibannya dengan cinta dan kasih, dan semoga Kwarda NTB, terus menurus dapat memberikan yang terbaik bagi NTB,” harap Wagub sebelum menutup sambutannya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB, Dr. H. Rosiyadi H. Sayuti, menyampaikan ke depan agar Kwarda NTB dapat terlibat dalam kegiatan-kegiatan Nasional dan Internasional.

“Kalau mungkin juga pada 2021 pada saat MotoGP ada di KEK Mandalika, Pramuka juga turut ambil bagian, mengambil salah satu bagian program perkemahan internasional seperti, menjadi tuan rumah perkemahan Pramuka se Asia-Pasifik,” tutup Ketua Kwarda NTB atau akrap disapa Kak Ros.

Pada kegiatan tersebut Wagub menyerahkan piagam penghargaan kepada 10 Kwartir Cabang se-NTB. Yakni, Kwarcab Bima, Kwarcab Kota Bima, Kwarcab Dompu, Kwarcab Sumbawa, Kwarcab Sumbawa Barat, Kwarcab Lotim, Kwarcab Loteng, Kwarcab Lobar, Kwarcab KLU dan Kwarcab Mataram.

AYA/HmsNTB

 




Kunjungi Almamater Jack Ma, Gubernur Zul Ajak HNU dan Alibaba Business School Ke NTB

“Kami ingin anak-anak muda NTB juga menjadi bagian dari pemain pasar ekonomi digital ke depan. Menjadi enterpreneur-enterpreneur muda yang visioner dengan perusahaan-perusahaan UMKM, rintisan (startup), digital maupun konvensional berbasis teknologi digital”

lombokjounal.com —

HANGZHOU, ZHEJIANG, TIONGKOK  —  Kunjungan kerja Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah ke Tiongkok tak melewatkan untuk kunjungan ke Hangzhou Normal University.

Ada alasan kuat bagi Gubernur Zul untuk mengunjungi kampus ini.

Kesuksesan raksasa e-Commerce dari Tiongkok, Alibaba milik Jack Ma, menjadi salah satu alasan bagi Gubernur Zul mengunjungi Hangzhou Normal University (HNU).

Tujuannya menjajaki kerja sama bidang pendidikan, khususnya beasiswa mahasiswa NTB. Hangzhou Normal University (HNU) adalah almamater Jack Ma dan berkolaborasi dengan lini edukasinya, yakni Alibaba Business School.

Rombongan Gubernur NTB bertemu dengan Prof. Zhang Zhijun, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Wu Xiaowei, Wakil Rektor Program Internasional, yang juga adalah dosen pembimbing Jack Ma selama kuliah dan Ma Liying, Direktur Program Internasional Alibaba Business School.

“Selamat datang di kampus kami, universitas yang sudah berusia lebih dari 100 tahun. Memang kami berawal dari jurusan kesehatan, keperawatan dan farmasi. Namun kami terus berkembang, membuka banyak jurusan baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Mulai dari sains dan seni, musik, teknik, teknologi informatika, hukum hingga ekonomi bisnis,” ucap Zhang Zhijun menyambut delegasi NTB di Kampus Bahasa HNU, Hangzhou Jumat (25/10) 2019 sore.

Zhan menuturkan, HNU memiliki lebih dari 20 ribu mahasiswa, lebih dari tiga ribu di antaranya adalah mahasiswa S2 dan S3. Seribu dosen di HNU, terdiri lebih dari 100 orang di antaranya doktor dan 283 lainnya master.

Untuk program internasional, HNU sudah memiliki 125 mahasiswa asing yang kuliah dengan bahasa pengantar Mandarin dan Inggris.

Sementara kolaborasi HNU dengan lini edukasi Alibaba dalam disiplin ekonomi digital, membuat kampus itu menjadi kian populer beriringan dengan semakin pesatnya bisnis perdagangan digital (e-Commerce).

Hal itu jadi alasan Gubernur Zulkieflimansyah antusias mengirim anak-anak muda terbaik NTB untuk mengenyam pendidikan di HNU.

“Kami ingin anak-anak muda NTB juga menjadi bagian dari pemain pasar ekonomi digital ke depan. Menjadi enterpreneur-enterpreneur muda yang visioner dengan perusahaan-perusahaan UMKM, rintisan (startup), digital maupun konvensional berbasis teknologi digital,” kata Gubernur.

Bang Zul ini menyebutkan, program beasiswa 1000 mahasiswa NTB ke luar negeri salah satunya untuk menciptakan para milenials dari Lombok dan Sumbawa yang bisa mandiri.

Bahkan menciptakan lapangan kerja di bidang e-commerce, pariwisata, e-payment maupun sektor pertanian dan peternakan modern.

Pertukaran belajar mengajar

Ia mengajak dua Rektor kampus negeri di NTB untuk merintis kerjasama pendidikan dengan HNU dan Alibaba Business School.

Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Lalu Husni, menyatakan sangat tertarik untuk bekerjasama dalam bidang pengiriman mahasiswa dan dosen maupun pertukaran belajar mengajar sesuai jurusan di kampus.

“Jurusan manajemen bisnis, teknik informatika dan farmasi bisa menjadi pilot project awal kerja sama ini. Apalagi setelah kami ikut tur keliling kampus melihat berbagai fasilitas penunjang kuliah yang begitu lengkap dan bagus. Mulai dari wisma mahasiswa, laboratorium riset hingga aplikasi terapan. Saya optimis ini awal kolaborasi yang baik,” cetus Prof. Husni.

Rektor UIN Mataram, Prof. Mutawali menyebutkan e-Commerce memang menjadi sebuah realitas masif penguasaan teknologi digital atas perekonomian dunia saat ini.

Jurusan Ekonomi Bisnis Syariah di UIN disebutnya bisa berkolaborasi dengan inti kurikulum ekonomi bisnis di HNU maupun Alibaba School Business.

“Tak bisa dipungkiri e-Commerce jadi kekuatan bisnis baru di ekonomi dunia, salah satunya belanja online. Dengan platform yang sesuai Syariah Islam misalnya transaksi non-riba atau tanpa kartu kredit dan pembayarannya menggunakan bank syariah. Banyak yang bisa dilakukan atau dimodifikasi yang baik, sepanjang tidak melanggar aturan-aturan Islam,” jawab Prof. Mutawali.

Bang Zul yang didampingi Kepala Divisi Kerja Sama Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB Immanuela Andi Lolo, langsung mengajak pihak Program Internasional HNU dan Alibaba Business School berkunjung ke NTB sehingga kerja sama segera bisa terealisasikan.

“Tradisi di institusi Tiongkok, biasanya mereka baru mau melakukan kesepakatan kerjasama atau nota kesepahaman jika sudah saling mengunjungi. Jadi kita menunggu mereka melakukan kunjungan balasan ke NTB, sembari kita siapkan segala prasyarat yang dibutuhkan supaya segera konkret kerja sama beasiswa pendidikan ini,” tukas Immanuela.

Bang Zul berharap dari kunjungan kerja itu, NTB mendapatkan kuota puluhan hingga ratusan mahasiswa.

AYA/HmsNTB




Zhejiang Gongshang University, Tujuan Pendidikan Bisnis Program Beasiswa NTB di Tiongkok

Menyambut tawaran kerja sama bidang pendidikan dari Provinsi NTB, mendorong Rektor ZJSU dan jajarannya berencana segera mengadakan kunjungan balasan ke NTB

lombokjournal.com —

ZHEJIANG  ;    Lawatan Kerja Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah ke kampus pertama di Tiongkok adalah Zhejiang Gongshang University (ZJSU) di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang.

Kampus bisnis tertua dalam sejarah Tiongkok modern ini, menempati peringkat pertama untuk jurusan ekonomi dan keuangan di Zhejiang, dan ke-7 di Tiongkok.

ZJSU juga menjadi kampus terbesar yang mendukung perkembangan bisnis e-commerce di Tiongkok, terutama karena keberadaan markas pusat raksasa e-commerce Alibaba milik Jack Ma di Hangzhou.

Pembangunan Hangzhou menjadi kota bisnis sekaligus destinasi wisata, menarik minat Gubernur Zul untuk menjajaki kerja sama dengan kampus Zhejiang. Terutama untuk tujuan program beasiswa pendidikan 1000 sarjana NTB di luar negeri.

Gubernur Zul menyukai kota Hangzhou yang dengan segala kecepatan pembangunannya, tapi tetap cantik, sejuk dan mempertahankan segala tradisi juga seni budayanya.

Ia ingin mengirim mahasiswa NTB ke Zhejiang University untuk tidak hanya belajar bisnis, khususnya e-commerce yang bakal terus bersinar di masa depan. Namun juga bisa belajar bagaimana membangun sebuah kawasan secara komprehensif, baik fisik maupun nonfisik secara bersamaan.

“Sehingga istilahnya, maju dan modern kotanya, selalu bahagia warganya,” ucap Gubernur Zul dalam pidato pembukaannya di depan Rektor Universitas Zhejiang Gongshang, Prof. Chen Shoucan dan jajarannya, di Gedung Administratif Xiasha Hangzhou, Kamis (24/10/2019) waktu setempat.

Jika Provinsi NTB bisa mengirimkan banyak mahasiswa ke ZJSU, lanjut Gubernur Zul, maka selain belajar di kampus, mereka juga bisa menyerap ilmu para birokrat dan teknokrat di provinsi Zhejiang dalam membangun sebuah kota yang maju dan modern, tanpa meninggalkan jati diri dan kearifan lokal daerahnya.

Bagi Rektor ZJSU, Prof. Chen Shoucan, kedatangan rombongan Gubernur NTB merupakan sebuah kebanggaan.

Apalagi ada ratusan mahasiswa Indonesia yang belajar beragam jurusan di ZJSU. Dia berharap akan lebih banyak lagi mahasiswa asal Indonesia yang datang dan mengenyam pendidikan di ZJSU.

Kebutuhan kredibilitas tingkat internasional, mendorong ZJSU juga harus memperbanyak program serta keberadaan siswa intenasional.

“Kami sangat senang dan bangga mendapat kunjungan dari Bapak Gubernur NTB dan rombongan. Apalagi ketika mengetahui bahwa ZJSU menjadi tujuan untuk kerja sama bidang pendidikan. Termasuk beasiswa maupun pertukaran belajar mengajar. Dan sampai saat ini, tercatat ada lebih dari 100 mahasiswa Indonesia yang kuliah di sini, mengambil gelar S1 dan S2 berbagai jurusan. Semakin banyak siswa Indonesia belajar di sini, maka akan sangat menguntungkan bagi kedua pihak,” ungkap Prof. Chen.

Respon para rektor

Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Lalu Husni, dan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Mutawali Abdul Haqqi, menyatakan sangat tertarik untuk membangun kerjasama dengan Zhejiang University.

Sejumlah jurusan seperti pariwisata, perencanaan kota dan pedesaan, teknologi pangan dan bioteknologi menjadi daya tarik bagi dua pimpinan kampus negeri di NTB itu.

Lalu Husni mengatan, Univesitas Mataram punya jurusan pariwisata dan yang terbaru Arsitektur, yang diyakini bisa diperdalam lagi di ZJSU ini.

Apalagi ketika mendengar dari Wakil Gubernur Zhejiang sebelum ke kampus ini, bahwa Hangzhou sebagai sebuah kota mampu menarik 140 juta pengunjung setiap tahunnya.

“Apalagi Zhejiang sebagai provinsi yang dikunjungi 700 juta wisatawan dan pebisnis per tahunnya. Tentu banyak sekali yang bisa dipelajari oleh mahasiswa-mahasiswi kami di bidang turisme dan tata kota yang ingin melanjutkan kuliahnya di tingkat magister maupun doktoral,” ujar Prof. Lalu Husni.

Rektor UIN Mataram menyatakan tertarik dengan keunggulan ZJSU di bidang ekonomi dan bisnis. Menurutnya, UIN Mataram memiliki jurusan yang sangat relevan dengan jurusan utama kampus yang berdiri sejak 1911 itu.

Dikatakan, UIN Mataram punya jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam. Dengan perkembangan dan kelebihan ZJSU di bidang ekonomi bisnis, maka Rektor UIN Matarama sangat berminat untuk mengirimkan pelajar atau dosen untuk mendalami ilmu di bidang ekonomi bisnis itu.

“Mungkin memang ada sedikit perbedaan antara ekonomi bisnis umum dengan program yang kami sebut ekonomi bisnis syariah itu. Namun saya percaya pada dasarnya, kolaborasi dua “aliran” itu bisa dilakukan tanpa harus merusak pondasi ilmu masing-masing,” papar Prof. Mutawali.

Cerita mahasiswa

Dalam pertemuan itu, turut hadir 11 orang perwakilan mahasiswa S1 dan S2 yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Salah satunya adalah Agnes, mahasiswi S2 jurusan bisnis yang berasal dari Surabaya Jawa Timur.

Menurutnya, enak nyaman dan murah menjadi salah satu alasannya kuliah di ZJSU.

“Di sini masih bisa dibilang terjangkau, bahkan ada beberapa yang lebih murah dibandingkan di Surabaya. Misalnya soal transportasi dan makanan. Dengan bujet Rp 2,5 – 3 juta/ bulan, sudah bisa tenang untuk konsentrasi belajar,” cerita Agnes.

Lain lagi kisah Hency, mahasiswi S2 ekonomi bisnis asal Pekalongan Jawa Tengah. Bagi dia yang tidak bisa berbahasa Mandarin, tidak jadi persoalan karena jurusan yang diambilnya diselenggarakan dalam bahasa Inggris.

Hency sebelum masuk ZJSU tidak bisa berbahasa Mandarin, sementara banyak orang bilang harus bisa bahasa Mandarin kalau mau kuliah di Tiongkok. Ternyata jurusannyaa termasuk program internasional, jadi pengantarnya dengan bahasa Inggris.

“Tapi pada akhirnya memang belajar bahasa Mandarin menjadi salah satu nilai tambah ke depannya ketika realitasnya, Tiongkok akan menjadi kekuatan ekonomi nomor satu dunia ke depannya,” terang Hency.

Sementara Lucinda mahasiswi jurusan e-commerce bussiness asal Jakarta bercerita, bahwa kelebihan kampus ZJSU adalah bisa menjamin mahasiswanya belajar di tataran teori dan praktik sekaligus.

Luinda mengatakan, ZJSU cukup sigap dalam menjalin kolaborasi dengan kalangan korporasi di sini, apalagi ketika bisnis e-commerce sekarang menjamur di Hangzhou berkat Alibaba dan banyak perusahaan rintisan (startup) lainnya di provinsi Zhejiang ini.

“Saya bisa belajar teorinya, sekaligus bersamaan melakukan magang untuk mempraktikan ilmu itu di perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang pesat di sini. Apalagi progam internship di perusahaan sini itu dibayar cukup besar hehehe…,” cerita Lucinda sambil terkekeh.

Menyambut tawaran kerja sama bidang pendidikan dari Provinsi NTB, mendorong Rektor ZJSU dan jajarannya berencana segera mengadakan kunjungan balasan ke NTB.

Pembicaraan intens dan dilanjutkan penandatanganan kerja sama bidang pendidikan, bisa disegerakan ketika pihak rektorat ZJSU melihat langsung bagaimana kondisi dan situasi di NTB beserta kampus-kampusnya.

AYA/HmsNTB