Selain Giat Pelajari Al-Qur’an, Santri Didorong Giat Belajar Matematika

Kemampuan menguasai Al-Qur’an harus dapat dikombinasikan dengan penguasaan terhadap ilmu berhitung. Karena ilmu matematika juga merupakan dasar sukses untuk ilmu yang lainnya

LOTENG.lombokjournal.com —  Pembangunan Ponpes di NTB ke depan, jangan berkonsentrasi pada fisik saja, misalnya dengan membangun gedung yang megah.

Tapi pembangunan yang berorientasi peningkatan sumberdaya, menjadi hal yang utama yang harus diperhatikan.

Menurut Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, dalam upaya meningkatkan SDM para santri, selain fokus dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an, santri diminta harus belajar ilmu matematika.

Gubernur Zullkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul mengatakan itu saat menghadiri Kajian Umum dan Silaturrahmi di Pondok Pesantren Al-Qur’an Ibnu Masykur Halimatussa’diyah, Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (25/11) 2019.

Acara ini dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Sebagai bekal membangun pribadi yang unggul”.

Bang Zul mengajak segenap keluarga besar Ponpes Ibnu Masykur, meneladani Akhlak Rasulullah SAW di dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kemampuan menguasai Al-Qur’an harus dapat dikombinasikan dengan penguasaan terhadap ilmu berhitung. Karena ilmu matematika juga merupakan dasar sukses untuk ilmu yang lainnya.

“Santri bisa jadi dokter, bisa jadi ahli hukum, dan ahli pertanian dengan menguasai ilmu matematika,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta Ponpes dapat menghadirkan guru matematika yang andal dan bagus. Sehingga akan menjadi motivasi bagi para santri untuk senang belajar ilmu yang terbilang sulit itu.

“Hadirkan guru yang menarik dan punya teknik mengajar yang baik, sehingga ilmu matematika gampang dipahami dan tidak menakutkan,” ujarnya.

Bang Zul meminta manjemen Pondok Pesantren harus bisa menentramkan murid, guru, masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikannya.

Ponpes juga diminta untuk lebih peduli dan memberikan perhatian kepada kondisi sosial masyarakat lingkungan sekitarnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai ada Pondok besar dan megah, namun masih ada orang miskin dan anak yatim tidak bisa sekolah di sekitarnya.

“Jangan sampai anak yatim tidak bisa sekolah karena biaya. Makmurkan pondok dengan menghibur anak yatim di sekitar kita. Agar senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT,” kata gubernur.

AYA/HmsNTB




Bupati Najmul Resmikan PAUD Hibah Rotary NTB

Kepala Dinas Dikpora diminta mencari guru-guru ke pengungsian, sehingga jeda anak-anak tidak sekolah hanya dua pekan. Setelah itu mereka bisa belajar di tenda-tenda dan di mana pun

KAYANGAN.lombokjournal.com —  Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH bersama Distric Gubernur (DG) 3420 Rotary NTB, Febri meresmikan tiga PAUD di dua Kecamatan.

Masing-masing PAUD Aisyah di Dusun Tanak Muat Kecamatan Bayan, PAUD Karya Lotara Dusun Temuan Sari dan PAUD Nurul Huda Dusun Rebakong.  Acara peresmian dipusatkan di Dusun Rebakong Kecamatan Kayangan, Jumat (22/11) 2019.

Rotary International atau Rotary Club adalah sebuah club yang tersebar di seluruh dunia, dan anggotanya dipanggil Rotarian adalah pemimpin bisnis dan profesional yang memberikan jasa kemanusiaan, yang mendorong adanya standar etika yang tinggi dalam setiap kegiatan sukarela.

Rotary Club membantu membangun kebersamaan dan kedamaian di dunia dengan motto “service above self“, yaitu mementingkan kegiatan saling membantu tinimbang kepentingan diri sendiri.

Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar sebelum meresmikan ketiga PAUD mengungkapkan rasa bangga bersama pelbagai komponen yang mengikuti acara tersebut.

Dikatakan, meskipun musibah menimpa semua lapisan masyarakat tapi Allah SWT tidak mematikan mimpi bersama. Justru mengganti dengan mimpi yang lebih besar dan hikmahnya luar biasa.

Masyarakat Lombok Utara bisa bersilaturahmi dengan saudara-saudaranya yang lain dari berbagai penjuru yang datang ke Lombok Utara.

Mengetuk pintu Allah

Bupati menguraikan cerita menarik saat kejadian gempa di wilayah setempat. Saat masyarakat masih tinggal di tenda pengungsian dan masih membutuhkan bantuan lalu terjadi gempa di Palu.

Warga setempat menyikapinya dengan humanis. Anak-anak SD setempat turun membawa kotak meminta donasi bukan untuk Lombok Utara tetapi untuk Palu.

Begitu pula masyarakat di Desa Gumantar mengumpulkan hasil bumi dengan jumlah yang cukup banyak lalu dijual, dan semua hasil penjualannya disumbangkan ke Palu. Padahal pada saat itu masyarakat setempat tinggal di tenda pengungsian.

“Kami juga dari pemerintah dan masyarakat lainnya mengumpulkan donasi dengan mendatangkan Kyai Abdullah Bin Bahtiar. Alhamdulillah kita dapat jumlah yang cukup besar dan kami kirim ke palu,” ujar Najmul menceritakan.

Dikatakan bupati, itulah cara pemda dan masyarakat bumi Tioq Tata Tunaq belajar mengetuk pintu Allah di langit, sehingga Allah ridho membuka pintu kemurahan-Nya di bumi. Salah satu pintu Allah itu, sambungnya, dengan datangnya para filantropi dari Rotary Club memberikan bantuan.

“Saya terinspirasi saat bom Nagasaki dan Hiroshima yang paling pertama ditanya itu adalah berapa guru yang masih tersisa,” kata Bupati Najmul. .

Kepala Dinas Dikpora diminta mencari guru-guru ke pengungsian, sehingga jeda anak-anak tidak sekolah hanya dua pekan. Setelah itu mereka bisa belajar di tenda-tenda dan di mana pun,  dengan siapa saja guru-guru yang ada, serta tidak membedakan SD atau SMP.

“Itulah cara-cara yang kami tempuh dalam memperhatikan dunia pendidikan. Tidak boleh ada kegiatan belajar yang berhenti. Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Rotary Club, adik-adik dari internasional school dan semua yang hadir di sini,” tutup Doktor Ilmu Hukum ini.

Distric Gubernur (DG) Rotary NTB Febri menyampaikan syukur yang mendalam lantaran Rotary Club sudah bekerja sama khusus di bidang pendididkan.

Presiden Rotary Indonesia, Ace Robinson mendapat penghargaan dari Rotary Internasional dan PBB sebagai Srikandi A People Action, orang yang peduli terhadap penggungsi di Lombok, seraya berharap kehadiran pihaknya di KLU bisa memberikan manfaat untuk  semua lapisan masyarakat.

Menurut Febri, organisasi Rotary adalah organisari tertua di dunia yang bekerja sama di bidang pendidikan dengan 6 fokus kerja yang semuanya berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan masyarakat KLU yang telah bekerjasama dan menerima Rotary Club dengan terbuka. Ke depan diharapkan kerjasama tersebut dapat terus berlanjut secara kontinyu.

“Atas nama Distric 3420 Rotary Indonesia saya mengucapkan terima kasih atas semuanya. Di sini kami belajar ketegaran, Insya Allah Rotary akan selalu siap,” kata Febri..

Peresmian ketiga PAUD tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati dan Distrik Gubernur (DG) 3420 Rotary.

sta/humaspro




Hj. Niken Dikukuhkan Sebagai Bunda PAUD Berprestasi Tingkat Nasional

Cita-cita PAUD HI sendiri, menurut istri Gubernur Dr.Zulkieflimansyah ini adalah berkolaborasinya 3 lembaga pendidikan, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB), dan POSYANDU di satu atap

lombokjournal.com —

JAKARTA   Hj. Niken Saptarini Widyawati SE, M.Sc selaku Bunda PAUD Provinsi NTB dikukuhkan sebagai Bunda PAUD  berprestasi tingkat Nasional.

Hj Niken

Pemasangan selempang dan penyematan PIN kebanggaan PAUD se Nusantara langsung dilakukan oleh Ibu Hj. Wury Estu Handayani Ma’ruf Amin dalam acara “Apresiasi Bunda Paud Tingkat Nasional Tahun 2019” di Balai Kartini Jakarta, Senin  (18/11)  2019.

Bunda Niken tersebut berhak mendapatkan penghargaan bergengsi ini karena inovasi kegiatannya memajukan pendidikan anak usia dini (PAUD) di daerah. Ia dinilai mampu melaksanakan tugas dengan baik pada satu tahun pertama kepemimpinannya.

Diawali pelaksanaan program  di 50 Desa prioritas sebagai pilot project percepatan penanggulangan kemiskinan, menjadi poin penting dalam memajukan dunia pendidikan anak-anak usia dini.

Niken juga rajin turun ke masyarakat, berkomunikasi dan melihat langsung masalah-masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat desa dan dusun. Kemudian mencoba mencarikan solusinya.

Menurut  Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini kemendikbud RI, DR. Muhamad Hasbi, langkah tersebut tidak banyak dilakukan oleh para pemimpin daerah.

“Hanya pemimpin yang berjiwa besarlah yang berani mengambil langkah besar dengan resiko yang tidak sedikit”, tegasnya

Selain mengintervensi 50 PAUD di daerah tertinggal, terdepan dan terluar  (3T) yang berada di 10 Kab/Kota se-NTB,  Hj. Niken dinilai sangat serius mengimplementasikan program PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) serta Pendidikan karakter di NTB.

Program itu tidak mungkin dapat dikerjakan sendiri tanpa dukungan dan kerja sama dari pemerintah kabupaten/kota dan stakeholder terkait lainnya.

Maka komunikasi dan kerja sama kemitraan dengan bunda PAUD Kabupaten/Kota se-NTB terus dibangun dan disinergikan semua program-programnya.

Kerja sama itu diawali dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) bersama Bunda Paud 10 Kab/Kota dan seluruh stake holder terkait lainnya.

Semua komponen di NTB bergerak untuk mendukung dan memajukan dunia pendidikan anak dan membekali mereka dengan pendidikan karakter dan akhlak mulia.

Cita-cita PAUD HI sendiri, menurut istri Gubernur Dr.Zulkieflimansyah ini adalah berkolaborasinya 3 lembaga pendidikan.  Yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB), dan POSYANDU di satu atap.

Terintegrasinya ketiga lembaga pendidikan itu, sangat memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

Ia optimis, cita-cita ini akan sejalan dengan program unggulan Pemerintah Prov NTB yang saat ini sedang giat-giatnya melaksanakan kegiatan Revitalisasi Posyandu menjadi Posyandu keluarga, sebagai unit pelayanan terdepan yang terintegrasi.

Tidak hanya untuk layanan kesehatan, tetapi juga pendidikan, posyandu lansia, remaja, posbindu, dan berbagai persoalan sosial ekonomi lainnya.

Pokja PAUD maupun PKK NTB, yang dipimpinnya, berkomitmen tinggi dan siap untuk berkolaborasi untuk menggapai cita-cita NTB Gemilang.

AYA/HmsNTB




Gedung SDN 2 Malaka Diresmikan Pimred Harian KOMPAS Bersama Sekda KLU

“Saya merasa senang melihat anak-anak di sini tetap semangat, walaupun selama ini sekolah mereka rusak. Pagi ini saya menyerahkan bantuan sekolah ini dari pembaca Harian KOMPAS”

PEMENANG.lombokjournal.com – Gedung SDN 2 Malaka di Pemenang, Lombok Utara yang dibangun Yayasan Dana Kemanusian KOMPAS (YDKK) pasca gempa, merupakan kepedulian pembaca Harian KOMPAS terhadap pendidikan di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Ninuk Mardiana Pambudy

Peresmian dan serah terima bangunan gedung sekolah itu, dilakukan Pemimpin Redaksi Harian KOMPAS, Ninuk Mardiana Pambudy, dan Ketua YDKK, Rusdi Amral kepada Pemda Lombok Utara di Pemenang, Kamis (14/11) 2019..

Sekretaris Daerah Drs. H. Suardi, MH mengawali sambutan mewakili Bupati Lombok Utara mengatakan, pemerintah daerah dan segenap lapisan masyarakat menyampaikan selamat datang di KLU kepada jajaran Haian Kompas.

Gedung SDN 2 Malaka yang diresmikan tersebut, dibangun dari bantuan YDKK. Bentuk komitmen KOMPAS dalam mencerdaskan bangsa, melahirkan generasi bangsa yang cerdas, bermoral dan taat pada pelbagai aturan.

H Suardi

Dikatakan Suardi, wujud peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta didik di antaranya meningkatkan kualitas belajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan daya saing sumber daya manusia.

Sekolah setempat tentunya menjadi dambaan bagi semua pihak untuk menempa dan mencetak anak didik yang bermutu, unggul dan berdaya saing ke depan dengan tetap memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik.

“Kami informasikan, Pemda KLU juga telah menjalin kemitraan dengan inovasi. Alhamdulillah telah memberi andil nyata dalam peningkatan proses dan output pendidikan di daerah ini. SDN 2 Malaka ini menjadi salah satu sekolah dampingan inovasi. Program inovasi adalah program kemitraan yang penting antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia,” terangnya.

Suardi berpesan diresmikannya gedung SDN 2 Malaka itu dapat digunakan secara maksimal untuk meningkatkan prestasi peserta didik, lokus maupun sarana pengembangan kreativitas anak dan potensi diri siswa serta pihak sekolah secara keseluruhan.

Sekda yang dikenal murah senyum ini mengajak semua pihak untuk menjaga dan memelihara gedung sekolah tersebut dengan sebaik-baiknya, agar bisa memberikan manfaat  sebesar-besarnya.

“Semoga amal bapak/ibu para penderma sekalian mendapatkan balasan yang tiada putus dari Allah SWT, Tuhan YME seiring kemanfaatan sekolah ini,” harapnya.

Mengakhiri sambutannya, Sekda Suardi menutupnya dengan pantun motivasi dari Bupati Lombok Utara yang dibacakannya bagi dewan guru, siswa-siswi dan segenap warga SDN 2 Malaka:

Memetik buah ambillah gula//Jolok ke atas dengan sejajar

Berdiri megah gedung SDN 2 Malaka //Tambahlah semangat dalam belajar.

Sungguh manis buah Pepaya//Berbuah lebat siapa yang punya

Sekian sambutan dari saya//Terima kasih atas perhatiannya”

Harapan, ada fillantropi lain

Pemimpin Redaksi Harian KOMPAS Ninuk Mardiana Pambudy senang melihat siswa-siswi SDN 2 Malaka yang ceria dan tetap semangat dalam belajar.

“Saya merasa senang melihat anak-anak di sini tetap semangat, walaupun selama ini sekolah mereka rusak. Pagi ini saya menyerahkan bantuan sekolah ini dari pembaca Harian KOMPAS”, ucapnya.

Ninuk menceritakan, ketika gempa terjadi dan melanda Lombok, para pembaca Harian KOMPAS menyumbangkan dana untuk disalurkan ke SDN 2 Malaka.

“Sebelumnya kami juga sudah membangun puskesmas di Pemenang dan telah digunakan sejak bulan Juni lalu. Kami juga telah mendirikan sekolah negeri di Lombok Barat dan Lombok Timur. Jadi, kami sudah mendirikan tiga sekolah dan satu puskesmas,” papar Ninuk di hadapan Sekda KLU dan hadirin.

Pihaknya mendapat informasi dari Sekda KLU, lebih dari 200 unit sekolah rusak dan belum terbangun, khususnya di KLU. Saat ini pihak KOMPAS hanya mampu membantu empat unit bangunan saja di Lombok, sembari berharap adanya filantropi lain yang bersedia membantu.

“Pesan kami mohon sekolah ini dipelihara, karena kita tidak mengenal siapa yang membantu tetapi mereka bersedia menyumbang dengan harapan supaya muncul pemimpin-pemimpin masa depan dari sekolah ini,” tutup Pimred Harian KOMPAS tersebut.

Rangkaian acara dilanjutkan peresmian SDN 2 Malaka ditandai penandatanganan prasasti oleh Sekda Drs. H. Suardi, MH dan Pemimpin Redaksi Harian KOMPAS Ninuk Mardiana Pambudy, disaksikan oleh Ketua YDKK Rusdi Amral dan Kadis Dikpora Dr. Fauzan, M.Pd.

Kemudian pemberian plakat terima kasih dari Pemda KLU kepada KOMPAS dan YDKK serta pengguntingan pita peresmian sekolah secara bersama disaksikan hadirin.

sta/humaspro




Najwa Shihab Datang, Ajak Masyarakat NTB Gemar Membaca

Di era digital, membaca menjadi elemen penting untuk meningkatkan kemampuan analisis terutama mengenali berita bohong atau hoax

MATARAMlombokjournal..com — Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab dihadirkan secara langsung sebagai pembicara. Dalm talk show interaktif yang dilaksanakan di Graha Bhakti Praja, Jumat (15/11) 2019.

Najwa Shihab

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya  Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong masyarakat semakin gemar membaca. Termasuk menumbuhkan minat anak untuk memiliki sikap tersebut.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Dr.Ir. H. Iswandi, M.Si yang membuka kegiatan tersebut berharap kehadiran Najwa Shihab bisa memberi  motivasi kepada masyarakat NTB untuk gemar membaca.

“Mewujudkan masyarakat NTB Gemilang adalah melalui misi NTB Sehat dan Cerdas. Untuk itu mewujudkan masyarakat yang gemar membaca akan berkontribusi dalam mewujudkan visi dan misi NTB Gemilang ini,” katanya

Iswandi berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan berlanjut dari waktu ke waktu.

“Kami atas nama Gubernur menyampaikan terima kasih dan berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dari waktu ke waktu. Jangan hanya karena Mbak Nana datang baru diselenggarakan” kata Iswandi.

Najwa Shihab mengatakan, ia sudah banyak berkeliling ke pelosok-pelosok Tanah Air untuk mengajak warga Indonesia gemar membaca.

“Tugas Saya sebagai duta baca Indonesia adalah mengajak orang jatuh cinta pada membaca..” jelasnya diiringi tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, generasi muda selaku penerus bangsa menjadi target utama akan budaya gemar membaca.

Pemandu acara “Mata Najwa” ini berharap kegiatan membaca bisa menjadi bagian kehidupan, bahkan bagian dari rutinitas sehari-sehari.

Di era digital, membaca menjadi elemen penting untuk meningkatkan kemampuan analisis terutama mengenali berita bohong atau hoax.

“Ini sangat penting, harus cerdas memilih dan memilah mana yang benar dan mana yang bohong. Karena maraknya berita hoax tidak hanya di Indonesia, namun hampir di seluruh negara,” ujar Najwa menjelaskan.

Najwa menambahkan, dengan generasi yang gemar membaca akan menghasilkan generasi yang tidak mudah diprovokasi, tidak mudah memaki, dan yang punya hati.

“Mari masukkan jadwal membaca dalam kehidupan sehari-hari. Idealnya minimal 20 menit sehari. Membaca seperti olahraga, semakin sering kita olahraga  semakin kuat. Membaca juga seperti itu. Membaca adalah syarat utama menjadi orang berhasil,” kata Najwa.

Menurutnya, persoalan saat ini adalah kemampuan menghadapi tantangan literasi digital.

“Kita tidak tahu mana yang sampah, mana yang berlian. Karena kita tidak pernah  melatih diri kita, sehingga kita harus bisa membedakan fakta dan hoax” tegasnya.

AYA/HmsNTB




Gubernur Sambut Antusias Rencana Pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan

“Pembangunan ini akan mendatangnya banyak manfaat bagi kita, salah satunya agar tidak menjadikan anak daerah hanya sebagai penonton, tapi dapat menjadi pemain utama di daerahnya sendiri”

MATARAM.lombokjournal – Rencana pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan dibicarakan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah saat bertemu Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) Kementerian ESDM, di ruang kerja Gubernur, Senin (11/11) 2019 pagi.

Bang Zul mengaku sangat bersemangat dan antusias dalam rencana pembangunan ini, serta menyatakan kesiapannya.

“Kami siap, kami sadar, NTB dapat maju hanya dengan pendidikan yang baik,” ujar gubernur.

Ia menyampaikan,  hal ini juga merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas anak anak muda di NTB.

“Pembangunan ini akan mendatangnya banyak manfaat bagi kita, salah satunya agar tidak menjadikan anak daerah hanya sebagai penonton, tapi dapat menjadi pemain utama di daerahnya sendiri,” tutur gubernur.

Pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan ini, kemungkinan besar akan dibangun di Pulau Sumbawa dengan lahan seluas 10 hektar. Diperkirakan 2020 akan mulai diproses.

Akan ada pembentukan tim khusus dalam proses pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan ini nantinya.

AYA/HmsNTB




Perpustakaan NTB Akan Datangkan Duta Baca Indonesia, Najwa Sihab Untuk Tingkatkan Minat Baca

“Semoga dengan kedatangan Duta Baca di NTB ini bisa membuat masyarakat untuk tertarik dalam membaca”

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB Manggaukang Raba menyebutkan tingkat minat baca masyarakat NTB masih rendah.

Hal itu  Dibuktikan dengan beberapa survei yang menunjukkan bahwa minat baca masyarakat NTB masih berada pada urutan 10 besar terbawah dari 34 provinsi di Indonesia.

Salah satu tantangan bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah masih rendahnya minat baca masyarakat NTB.

Sehingga ini menjadi tugas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB untuk bagaimana meningkatkan minat baca masyarakat NTB

Manggaukang mengatakan ada beberapa terobosan yang akan dilakukan tahun ini untuk meningkatkan minat baca masyarakat NTB.

Di antaranya adalah dengan meningkatkan pelayanan perpustakaan terhadap masyarakat yang ingin meminjam buku di perpustakaan daerah.

Dan ini yang menarik, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB akan mendatngkan secara langsung duta Baca indonesia yang seklilgus menjadi presenter tanah air,  Najwa Sihab.

“Kita akan mendatangkan presenter kondang, Najwa Shihab ke NTB yang saat ini menjadi Duta Baca Indonesia yang kehadirannya kali ini   dalam rangka menghadiri acara pembudayaan gemar membaca,” kata Manggaukang

Kedatangan Najwa Shihab ke NTB untuk menghadiri kegiatan talkshow yg akan diselenggarakan di gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB, sekaligus menghadiri pembudayaan gemar membaca.

“Semoga dengan kedatangan Duta Baca di NTB ini bisa membuat masyarakat untuk tertarik dalam membaca,” kata Manggaukang.




Kunjungan Bang Zul  Di SMAN 1 Mataram, Guru Dan Siswa Mendapat Motivasi  

Bang Zul mengatakan kepada para siswa dan guru, untuk tidak memikirkan hal-hal berat saat belajar. Apalagi, tidak sempat merasakan kebahagiaan dalam hidup

MATARAM.lombokjournal.com – Guru dan siswa SMA Negeri 1 Kota Mataram yang sedang melaksanakan kegiatan Imtaq memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, kaget sekaligus senang dikunjungi Gubernur NTB,  Dr. H. Zulkieflimansyah di sekolah mereka,  Jumat (08/11) 2019.

Tak disangka, di tengah agenda yang padat, gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu, masih sempat bersilaturrahim sekaligus memberikan motivasi kepada guru dan siswa di sekolah tersebut.

Bagi Kepala SMAN 1 Mataram,  Drs. H. Muh. Jauhari, MM, sosok Bang Zul, disamping sebagai Kepala Daerah, juga merupakan orang tua bagi siswa-siswinya.

“Beliau sosok yang luar biasa. Anak anak kami merasa senang dan ingin sekali bertemu Gubernur. Mereka ingin motivasi dan petuah, apalagi bagi anak anak kelas XII,” kata Jauhari.

Katanya, seluruh jajarannya sedang mempersiapkan siswa yang akan belajar di luar negeri, khususnya di negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Sebab, program yang digagas Gubernur ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Hal yang sama juga dirasakan Dra. Hj. Toyyibah Bage, M.Pdi ketika menyambut kahadiran Gubernur di sekolahnya. Guru senior yang mengajar Pendidikan Agama Islam itu merasa mendapatkan motivasi besar atas kehadiran Gubernur Bang Zul.

Apalagi yang disampaikan Gubernur dinilai bermanfaat untuk meningkatkan motivasi diri.

“Ceramahnya itu mengena, bagaimana kami terus berpegang teguh pada agama tapi dengan tetap hidup bahagia,” katanya.

Ia menilai apa yang disampaikan Gubernur pada silaturrahim itu tidak hanya membangkitkan semangat siswa dan guru beragama Islam. Namun menurutnya, motivasi itu membangkitkan seluruh siswa, termasuk bagi yang beragama non muslim.

Ketua Osis SMAN 1 Mataram, Muhammad Azzim Billah merasa senang dan tersadarkan dengan motivasi yang disampaikan Bang Zul. Menurut siswa kelas XI MIPA II itu, kata-kata Gubernur itu mampu membangkitkan semangat diri dan teman-temannya.

“Kita sebagai anak muda tidak harus fokus pada satu hal. Tapi kita juga harus bisa bersenang-senang, tidak merasa tertekan dengan pelajaran,” ungkap remaja yang menyukai traveling itu.

Pada silaturrahmi itu, Bang Zul mengatakan kepada para siswa dan guru, untuk tidak memikirkan hal-hal berat saat belajar. Apalagi, tidak sempat merasakan kebahagiaan dalam hidup.

Terutama siswa yang setiap hari bergelut dengan berbagai mata pelajaran.

Menurutnya, siswa harus tetap mengisi hari-harinya dengan belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Namun, tidak boleh juga melupakan kebahagiaan dan rasa senang meski harus tetap mengerjakan tugas sekolah.

“Anda boleh saja berinteraksi dengan siapa pun, mengunjungi berbagai tempat apa pun, namun tidak boleh melupakan identitas diri,” katanya.

AYA/HmsNTB




Wagub Apresiasi Pelaksanaan Program Inovasi

“Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, pasti support dan berada di depan, sehingga program ini dapat berlanjut dan membawa berkah bagi Pemerintahan NTB”

MATARAM.lombokjournal,com —  Program Inovasi yang telah terlaksana di NTB, yang telah tercanangkan pada 2016, dinilai sangat bagus dan menyentuh pendidikan dasar.

“Ini program yang sangat bagus karena menyentuh pendidikan dasar dan kita tahu literasi, numerasi dan inklusi ini menjadi isu yang penting, penting tapi sering kali kita abaikan,” ungkap Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah, saat membuka pertemuan steering committee program Inovasi di Nusa Tenggara Barat, di Ruang Rapat Utama Gubernur NTB, Kamis (31/10) 2019.

Dikatakan wagub,  pada era 4.0 anak-anak lebih gemar bermain gawai, sehingga lambat untuk menulis, dan lebih tertarik pada gambar. Dengan fenomena itu Wagub mengajak untuk lebih peduli.

“Bagaimana kita proteksi, supaya anak-anak kita betul-betul bisa belajar dari rumahnya (tematik) dua arah. Kemudian numerasi, bagaimana mereka mencintai matematika dan belajar menggunakan logika, sehingga benar-benar dari pemahaman dan kuat dasarnya,” tambah Wagub.

Program ini dinilai sangat bagus, karena mengikutsertakan perguruan tinggi dan memberdayakan sumber daya di daerah yang menjadi hal yang penting dan merupakan ujung tombak bagi Wagub dalam melanjutkan program nantinya.

“Saya yakin, universitas-universitas di NTB sudah semakin bagus ke depan dan dapat diberdayakan untuk mendampingi program ini,” tutur Wagub.

Wagub Hj Sitti Rohmi berharap. agar program ini dapat dilanjutkan dan dilaksanakan tidak hanya di enam kabupaten/kota tetapi bisa menyeluruh di 10 kabupaten/kota di NTB.

“Kami Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, pasti support dan berada di depan, sehingga program ini dapat berlanjut dan membawa berkah bagi Pemerintahan NTB,” tutup Wagub.

Program Director Inovasi, Mark Heyward menyampaikan,  pihaknya siap untuk melanjutkan kerjasama, mendesain bersama program yang dapat ditindaklanjuti sendiri.

“Kita siap untuk kerjasama dan bersama-sama kita akan cari bagaimana untuk peningkatannya dan Kabupaten/kota yang tidak mengikuti tahap awal program ini, kita harap juga nantinya akan turut berpartisipasi menjadi bagian dalam program ini,” ungkap Mark.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Rusman, SH, MH mengajak kabupaten/kota untuk bersama-sama berinovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Saya berharap Inovasi menggerakkan kita untuk bagaimana hal-hal biasa kita jadikan hal yang tak biasa atau out of the box, untuk menemukan cara-cara luar biasa dan bersama kabupaten/kota kita membangun kemitraan yang baik dalam peningkatan pendidikan kita,” tutup Rusman.

AYA/HmsNTB




Lawatan Gubernur Zul Ke Tiongkok, UNRAM dan UIN Mataram Tanda Tangani MoU Dengan Beijing Wuzi University

Penandatanganan MoU dengan Unram dan UIN Mataram akan menambah kredibilitas maupun akreditasi Beijing Wuzi University (BWU) melalui peningkatan jumlah kerja sama dengan kampus dan keberadaan mahasiswa asing di BWU

lombokjournal.com —

BEIJING   ;   Penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU).antara Universitas Mataram (Unram) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Dengan Beijing Wuzi University (BWU) berkangsung di Kampus Ekonomi BWU, Senin (28/10) 2019 siang waktu setempat.

Gubernur Zul dan Rektor BWU

Kesepakat melakukan kerja sama bidang itu dilakukan oleh Rektor Unram, Prof. Lalu Husni dan Rektor UIN Mataram, Prof. Mutawali Abdul Haqqi dengan Rektor BWU, Prof. Wenju Wang, disaksikan oleh Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan delegasi dari kedua pihak.

Kerja sama yang disepakati mencakup pengiriman mahasiswa dari dua Universitas NTB tersebut ke BWU dengan skema beasiswa pendidikan, pertukaran pelajar dan dosen, kolaborasi dalam bidang penelitian dan seminar ilmiah bersama.

Termasuk pengembangan atau promosi bersama dalam bidang lainnya, seperti seni budaya maupun pariwisata.

“Hari ini menjadi momen yang paling penting, menyenangkan dan membanggakan dalam lawatan kerja kami dari Nusa Tenggara Barat. Dua universitas negeri di NTB, yaitu Unram dan UIN Mataram telah bersepakat menandatangani nota kesepahaman dengan Beijing Wuzi University. Saat ini sudah ada 3 mahasiswi asal NTB yang berkuliah di BWU melalui program beasiswa NTB,” kata Gubernur Zulkieflimansyah.

Ke depan, gubernur  berharap akan ada puluhan hingga ratusan anak-anak muda NTB yang kuliah S1 hingga S3 manajemen logistik ataupun prodi lainnya di BWU dari rintisan kerja sama ini.

“Bahkan kalau perlu seluruh kampus di NTB ikut dalam program yang sama,” kata Gubernur Zulkieflimansyah dalam penandatanganan MoU di kampus BWU, Distrik Thongzhou, Beijing.

Rektor Unram, Prof. Lalu Husni menyatakan sangat senang bisa melakukan kerja sama dalam berbagai bidang pendidikan dengan BWU.

Menurutnya, program studi yang paling banyak mahasiswa di Unram adalah Ekonomi dan Bisnis, di samping Teknologi Informatika dan Ilmu Komunikasi.

Prof Lalu Husni mwengaku bahagia dengan penandatangan nota kesepahaman itu. Tadi sudah sempat melihat-lihat beberapa ruang kelas, simulasi dan laboratorium riset dan pengembangan fakultas bisnis dan manajemen logistik, yang menjadi andalan dari BWU.

“Sangat lengkap canggih dan berorientasi pada teknologi digital masa depan. Saya terus berharap kerja sama beasiswa pendidikan dengan BWU ke depannya, termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen maupun riset dan publikasi, bisa dikembangkan lebih luas ke depannya,” ujar Prof. Lalu Husni.

Rektor UIN Mataram Prof. Mutawali Abdul Haqqi juga sangat senang, karena ini adalah kerja sama kedua antara UIN Mataram dengan universita di Tiongkok. Sebelumnya, UIN Mataram juga bekerja sama dengan Wuyi University of Guangzhou pada 2016.

Dikatakannya, UIN Mataram memang sebuah perguruan tinggi agama namun terbuka untuk semua kalangan. Program studi yang berorientasi pada pengembangan bisnis, yang sesuai dengan prodi di BWU adalah Ekonomi dan Bisnis Syariah. S

“Salah satunya turunan dari Ekonomi dan Bisnis itu adalah pengembangan pariwisata dengan kebutuhan aplikasi layanan jasa dan produk pariwisata, yang saya pikir relevan dengan prodi sistem dan teknologi logistik maupun manajemen rantai pasok dari BWU,” ucap Prof. Mutawali.

Bagi Rektor BWU Prof. Wenju Wang, penandatanganan MoU dengan Unram dan UIN Mataram akan menambah kredibilitas maupun akreditasi BWU melalui peningkatan jumlah kerja sama dengan kampus dan keberadaan mahasiswa asing di BWU.

Menurut Wenju, platform kebijakan One Belt One Road Initiative Pemerintah RRT yang mencakup Indonesia sebagai mitra, menjadi dasar yang memudahkan kerja sama dengan pihak-pihak dari Indonesia.

“Orientasi pendidikan kami saat ini dan ke depannya adalah yang termasuk dalam One Belt One Road Initiative (OBORI) RRT. Indonesia adalah negara sahabat yang termasuk dalam OBORI, sehingga kami sangat senang hati berkolaborasi dalam sektor pendidikan sebagaimana yang kita sepakati,” kata Wenju.

AYA/HmsNTB