STIPark Adakan Lomba Karya Ilmiah, Untuk Kembangkan Kreativitas Pelajar Di Bidang Industri

“Kita tidak menyangka banyak sekali potensi-potensi anak-anak kita yang bisa dikatakan luar biasa. Karya-karya dari lomba ini akan dikembangkan secara sempurna dan direncanakan akan diproduksi”

LOBAR.lombokjournal.com —   Untuk mengembangkan kreativitas pelajar NTB di bidang industri, Science Technology and Industrial Park (STIPark) mengadakan Lomba Karya Ilmiah STIPark 2019 yang pertama kalinya di kantor STIPark, Senin (09/12/2019).

“Kita ingin ide-ide kreatif dalam bidang industrialisasi termasuk industri permesinan, pengolahan makanan, pengolahan sampah hingga pariwisata lahir dari sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK,” ungkap Direktur STIPark M. Khaerul Ihwan, MT.

Menurutnya, selama ini ide-ide kreatif yang dimiliki oleh anak-anak tingkat SMA/SMK ini kurang terfasilitasi dengan baik. Karenanya, STIPark memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan anak-anak NTB untuk mengembangkan kreatifitasnya.

Peserta yang mendaftarkan diri pada kegiatan ini sebanyak 57 orang yang berasal dari SMA, SMK, Madrasah Aliyah baik Negeri maupun Swasta di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Barat.  Peserta yang mengirimkan berkas untuk 4 dan kategori lomba.

Di antara 4 kategori tersebut, sebanyak 32 orang dengan masing-masing di antaranya Kategori Olahan Pangan sebanyak 13 Peserta, Kategori Mesin Pengolahan sebanyak 4 Peserta, Kategori Pengolahan Sampah sebanyak 7 Peserta dan Kategori Pariwisata sebanyak 8 Peserta.

“Kita tidak menyangka banyak sekali potensi-potensi anak-anak kita yang bisa dikatakan luar biasa. Karya-karya dari lomba ini akan dikembangkan secara sempurna dan direncanakan akan diproduksi,” terang Ikhwan.

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi NTB akan membantu pengembangan hasil karya industri ini, hingga dapat diproduksi masal yang kemudian akan didistribusikan kepada masyarakat, sehingga tidak bergantung lagi dengan produk luar.

“Ke depan mungkin dari anak-anak kita, selain lahir inovasi baru, lahir juga pengusaha baru. Kalaupun mereka melanjutkan ke jenjang S1, S2 dan seterusnya, kita harapkan mereka menjadi agen-agen yang akan membawa perubahan di masa yang akan datang,” harapnya.

Salah satu Juri dalam lomba ini, Prof. Ir. H. Muhammad Sarjan mengungkapkan, penilaian yang dilakukan adalah penilaian standar baku dari LIPI yang sering digunakan dalam tiap lomba.

Kriteria yang dinilai antara lain penyajian materi meliputi isi, sistematika, penyajian materi, desain presentasi, alat bantu. Cara penyampaian meliputi bahasa yang komunikatif dan gesture tubuh saat presentasi serta kemampuan berargumentasi.

Siswa-siswi yang menjadi pemenang dalam kategori mesin yaitu Hilman Syarif dari SMK Ondak Jaya sebagai juara 1, Muhamad Zakiudin dari SMKN 2 Kuripan sebagai juara 2, Ma’ratul Mufarrihah dari SMAN 1 Bolo sebagai juara 3.

Pemenang lomba kategori pengolahan makanan antara lain, Yumna Aulia Hani SMAN 1 Selong sebagai juara satu, Tasya Putri Aulia Azahra SMAN 1 Bolo sebagai juara 2, Rachmania Ulwani SMAN 1 Selong sebagai juara 3.

Kategori pengelolaan sampah dimenangkan oleh  Dinda Liya Zafirah SMAN 1 Selong sebagai juara 1, Laili Fitri SMAN 2 Selong sebagai juara 2, I Gede Mantra SMKN 2 Kuripan sebagai juara 3.

Untuk kategori industri pariwisata dimenangkan oleh Adila Rizki Batari MAN 2 Mataram sebagai juara 1, Andri Cahaya Putra SMAN 1 Seteluk sebagai juara 2, Ilham Saputra SMA Muhammadiyah Alas sebagai juara 3.

AYA/HmsNTB




Meski Baru Terbentuk, Pangkalan SWBB BPPAUD Dan Dikmas NTB Meraih Prestasi Kepramukaan

Setelah melalui proses seleksi, akhirnya mampu berprestasi sebagai juara harapan 3 dari perwakilan ke 33 provinsi di Indonesia

MATARAM.ombokjournal.com — Meskipun belum lama terbentuk, Pangkalan Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (BPPAUD) dan Pendidikan  Masyarakat (Dikmas)  Nusa Tenggara Barat, mampu meraih prestasi di bidang kepramukaan.

Prestasi itu membanggakan, mengingat pangkalan SWBB belum lama terbentuk.

Hal ini disampaikan salah satu Pamong Saka puteri Tri Sari Wijayanti, S.Pd, M.Pd, saat mengikuti ajang  bergengsi Lomba Pangkalan Saka Berprestasi (Pasasi) Widya Budaya Bakti Tingkat Nasional Tahun 2019 di Yogyakarta, tanggal 2-4 Desember 2019, bersama instruktur saka H. M. Irfan, S.Pd, MM dan ketua dewan saka M. Erwin.

Pangkalan SWBB BPPAUD dan Dikmas Nusa  Tenggara Barat, sudah mampu mengembangkan 5 krida dan mengajak 5 kwartir cabang di Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, juga mengajak 8 gugus depan di 8 sekolah SMA & SMK di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat untuk  bergabung di Saka Widya Budaya Bakti (SWBB)  secara offline maupun online.

Keberhasilan SWBB pangkalan BPPAUD dan Dikmas Nusa Tenggara Barat tak luput berkat dukungan dan bantuan Kepala BPPAUD & Dikmas NTB, Drs. H. Suka, M.Pd, Mabisaka Hizbul Maududi, SS, Kwartir Daerah Nusa Tenggara Barat dan Kwartir Cabang Kota Mataram.

Kedua sangat mendukung dalam persiapan dan pelaksanaan lomba pangkalan sampai akhirnya mewakili Nusa Tenggara Barat di perhelatan nasional.

Setelah melalui proses seleksi, akhirnya mampu berprestasi sebagai juara harapan 3 dari perwakilan ke 33 provinsi di Indonesia.

“Hasil ini sungguh menggembirakan karena baru pertama kali NTB mengikuti perlombaan dan mampu mengalahkan beberapa provinsi besar yang tentunya sudah berpengalaman,” ujar Tri sari.

Hasil ini sekaligus memberikan motivasi ke depan untuk meraih prestasi yang lebih maksimal.

AYA




Peringatan Hari Guru 2019, Bupati Ingatkan Pentingnya Literasi Digital Bagi Guru

“Mari kita bangun kesadaran bersama, ruang kelas bukan lagi satu-satunya ruang untuk belajar. Guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi dan ilmu pengetahuan”

TANJUNG.lombokjournal.com —  Memperingati hari ulang tahun (HUT) KORPRI, PGRI, dan Hari Guru Nasional (HGN) masing-masing ke-48 dan ke-74 di Kabupaten Lombok Utara (KLU), digelar di lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung., Jum’at (29/11/2019).

Penyerahan Piagam Purna Bhakti PNS KLU

Peringatan HUT KORPRI, PGRI dan HGN itu dirangkaikan dengan upacara paripurna bulanan Pemerintah Daerah Lombok Utara, dengan inspektur upacara Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH.

Membacakan amanat Ketua Umum PB PGRI, Bupati Najmul meyampaikan, seluruh elemen bangsa perlu mendefragmentasi ingatan kolektif guna mengenang kembali spirit dan niat mulia para guru di seluruh tanah air.

Pada tanggal 25 november 1945, puluhan organisasi guru yang berbeda faham dan golongan sepakat melebur menjadi satu kemudian melahirkan wadah persatuan guru republik indonesia (PGRI).

Dengan dijiwai semangat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, PGRI hadir sebagai wadah perjuangan guru, pendidik dan tenaga kependidikan, memperjuangkan kedaulatan NKRI, berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, serta berkhidmat dalam memajukan pendidikan nasional.

Bupati Njml Akhyar  menyampaikan terima kasih yang tulus kepada pemerintah Indonesia yang memberikan penghargaan terhadap perjuangan para guru, pendidik formal/non formal, dan tenaga kependidikan dengan menetapkan tanggal 25 November sebagai hari guru nasional.

Ditambahkan, setelah 74 tahun Indonesia merdeka, jati diri PGRI sebagai organisasi profesi yang independen, unitaristik dan non partisan mesti selalu dijaga dan melekat di dada pengurus, pejuang aktivis dan para guru sebagai rumah besar perjuangan guru, pendidik dan tenaga kependidikan.

“PGRI harus terus bergerak, mengabdi dan memperbarui diri agar bisa adaptif dan responsif terhadap setiap dinamika perubahan,” kata bupati.

Kemajuan teknologi informaso membawa dampak positif dan negatif, berirama secara beriringan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, tidak terkecuali dalam proses pembelajaran di sekolah.

PGRI harus tetap berkomitmen terhadap pentingnya literasi, utamanya literasi digital bagi guru, siswa dan orang tua.

“Mari kita bangun kesadaran bersama, ruang kelas bukan lagi satu-satunya ruang untuk belajar. Guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi dan ilmu pengetahuan,” ajak bupati.

Guru profesional dan berintegritas

Dikatakan, pergeseran peran guru di era digital sebagai fasilitator pembelajaran, menantang rasa ingin tahu siswa, sehingga terdorong menjadikan proses pembelajaran mandiri sepanjang hayat.

“Formula ini yang harus terus-menerus kita tanamkan. Mesti jadi kesadaran bagi guru dalam menjalankan tugas utama sebagai pendidik dan pengajar,” pesan bupati..

Betapa pun majunya teknologi dengan segala turunannya, tapi sejatinya guru tidak pernah dapat digantikan oleh teknologi.

Hal itu mengandung makna, guru profesional dan berintegritas akan terus menjadi isu global dan perhatian dunia tak terkecuali Indonesia.

“Guru yang mencintai pekerjaannya, mengabdikan dirinya bagi kemajuan peserta didik, memperbaiki kualitas diri dan terus berinovasi guna memperoleh praktek terbaik dalam melaksanakan tugasnya. Menjadikan ilmunya sebagai penerang hati dan kemanusiaan. Sadar sepenuhnya bahwa perilakunya dijadikan contoh bagi siswanya,” terangnya.

Najmul mengharapkan para pemangku pembangunan daerah agar responsif atas permasalahan guru yang diperjuangkan PGRI di KLU.

“Suatu hal yang wajar apabila berbagai pihak memberikan atensi serius terhadap kesehjateraan dan peningkatan kualitas guru,” katanya.

Saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang diperjuangkan PGRI terutama di KLU. Bupati Najmul lantas berharap pengurus PGRI KLU agar bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas, menjadi contoh dalam pendidikan karakter dan tidak mudah meninggalkan kelas.

“Saya minta agar para pengurus PGRI di berbagai tingkatan mulai dari pengurus kabupaten hingga ranting bekerja keras, bertungkus lumus dan berlintang pukang mengawal perjuangan dan aspirasi anggotanya,” pintanya.

Usai upacara dilanjutkan dengan penyerahan Piagam Purna Bhakti PNS KLU yang memasuki batas usia pensiun 1 Januari 2020 oleh Bupati Najmul kepada Zainul Idrus, SH Inspektur Inspektorat KLU dan H.M. Thohir, S.Sos Camat Kayangan.

Hadir dalam upacara bendera ini, antara lain Wakil Ketua DPRD Lombok Utara H. Burhan M. Nur, SH, Kapolres Lombok Utara AKBP Herman Suriyono, SIK, MH, Pabung Kodim 1606/Lobar Mayor Inf R. Sugondo, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH, pejabat teras lingkup Pemda KLU, para ASN dan para Guru.

Upacara berlangsung khidmat dengan komandan Abdur Rais, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Pol PP dan Damkar KLU.

sta/humaspro




Bupati Najmul Akhyar Buka Temu Publik dan Pameran Tenun Lombok

“Harapan saya untuk penenun, supaya bisa berkolaborasi dengan penenun lain. Intinya, bagaimana perkakas budaya bisa bermanfaat tak hanya pada aspek sosial tetapi juga aspek ekonomi”

TANJUNG.lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, membuka Temu Publik dan Pameran Program Pemulihan Pascagempa bagi Penenun Lombok, Kamis (28/11/2019).

Kegiatan tersebut diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Bappeda berkerja sama dengan Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Bidang Sosial dan Budaya (UNESCO).

Bupati Najmul mengatakan, perlunya para pihak berbicara masalah tenun secara holistik dalam konteks ruang yang lebih luas dan bukan hanya di Lombok Utara.

Hal ini perlu dipahami secara komprehensif lantaran pihaknya tidak memandang para pengrajin tenun hanya dalam koridor pelaku ekonomi semata, tetapi lebih sebagai pahlawan.

“Kami lihat beliau-beliau bukan hanya jadi pelaku ekonomi tetapi kami menganggap mereka sebagai pahlawan sehingga Pemda KLU memberikan suport kepada mereka,” kata Bupati Najmul.

Menurutnya, diskusi publik tersebut dipandang sangat strategis dan punya makna penting sehingga diharapkan bisa berdampak pada peningkatan ekonomi.

“Khusus kami di Lombok Utara, Kepala Dinas kami punya kebijakan hari Kamis harus menggunakan pakaian adat. Kebijakan ini berdampak pada pelaku usaha tenun dan penenun,” Jelas bupati.

Pengaturan kebijakan penggunaan pakaian adat bagi aparatur Pemda KLU akan diatur melalui peraturan bupati (Perbup). Saat ini, Pemda KLU melalui OPD leading sektor sedang menggodok ragangan Perbup dimaksud.

Di samping itu, bupati juga berencana mengundang para kepala OPD dan Kepala Sekolah untuk menandatangani MoU penggunaan tenun agar bisa berdampak langsung terhadap para penenun.

Ekspektasinya, kain tenun ini tidak hanya menjadi pakaian formal saja tetapi juga bisa dipakai oleh para milienial sehingga bisa membangkitkan semangat anak muda untuk menggunakan tenun.

“Harapan saya untuk penenun, supaya bisa berkolaborasi dengan penenun lain. Intinya, bagaimana perkakas budaya bisa bermanfaat tak hanya pada aspek sosial tetapi juga aspek ekonomi,” harap bupati.

Nilai-nilai kultural

Ketua BPMB Bali I Made Darma Suteja, SS, M.Si di hadapan Bupati Lombok Utara dan peserta pertemuan mengharapkan, kehadiran para desainer dari Jakarta dapat membantu sekaligus mengangkat ekonomi penenun dan pelaku usaha tenun Lombok Utara.

Menurut Suteja, kain tenun merupakan prouduk yang dekat dengan manusia sehingga ketika seseorang berbicara tenun pada hahekatnya tidak hanya berbicara ekonomi tetapi ada nilai-nilai kultural yang memiliki makna penting dan perlu dipelajari dengan pendekatan kultural.

“Berbicara fashion kita sangat bangga karena kain tenun Pringgasela telah jadi warisan budaya Indonesia. Semoga kehadiran UNESCO bisa membawa kain tenun menjadi kekayaan dunia,” katanya.

Ditambahkannya, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tradisi lisan yaitu manuscrif, adat istiadat, situs, teknologi tradisional dan rumah adat yang perlu diidentifikasi secara bersama-sama. Perkakas budaya bukan hanya berupa benda saja tetapi mencakup pellbagai unsur kebudayaan.

Dicontohkan, bilamana seseorang mengenakan kain londong abang berarti ia boleh ikut melakanakan ritual adat. Pun dalam konteks teknologi juga ada teknologi tradisional untuk tools pembuatan beragam produk tenun.

Kain tenun ini tak hanya berfaedah untuk pembungkus badan, tetapi punya simbol tersendiri terkait dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

“Harapan kami agar tidak ada klaim mengklaim sehingga kita harus menginventarisirnya,” harap Suteja.

Kepala Unit Bidang Budaya UNESCO, Moe Chiba menjawab pertanyaan wartawan terkait tenun Bayan mengatakan, dalam otoritasnya sebagai Kepala Unit Kebudayaan UNESCO, setiap kali mendampingi penenun dari seluruh dunia, ia selalu tertarik dengan tekstil tradisional atau kain tenun tradisional.

Banyak hal yang dapat diilhami seperti budaya, selera, cara membuat dan ritualnya dan nilai-nilai kearifan lokal lainnya.

“Terkait harapan supaya penenun Bayan perlu meneruskan kepandaian dan ide-idenya, UNESCO tidak bisa melanjutkan pendampiangan dan berharap amitra-mitra yang lain untuk membantu,” ujar Diana Setiawati, Project Coordinator UNESCO Jakarta.

Kaban Bappeda Heriyanto, SP yang juga Panitia Penyelenggara melaporkan, pascagempa bumi meratakan Lombok Utara, sejak saat itu pula konsentrasi pemerintah daerah, relawan dan masyarakat beralih pada recovery baik itu fisik, ekonomi dan juga budaya.

Diceritakan Heryanto, Januari 2011 datang kunjungan dari UNESCO untuk memberi dukungan khususnya recovery ekonomi dan budaya. Kegiatan UNESCO, mendapatkan dukungan pendanaan dari berbagai pihak, sehingga  pada bulan Maret UNESCO memberikan bantuan alat tenun, los kerja serta pelatihan desain di Jogja. Selain itu juga, digelar lokakarya dan pameran di Francis.

“Dalam kesempatan yang baik ini kami sampaikan terima kasih kepada UNESCO dan BPMB. Saya harap tetap ada dukungan untuk KLU sampai bisa mandiriM,” kata Heryanto.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Kantor Bupati Lombok Utara tersebut juga ditampilkan fashion show kolaborasi tenun Bayan dan tenun Pringgasela, pameran tenun penenun Pringgasela dan Bayan serta diisi talkshow program disampaikan oleh Moe Chiba.

Kegiatan tersebut dihadiri para Kepala OPD, Tokoh Adat, Budayawan, Pengrajin Tenun dan pihak UNESCO.

sta/humaspro




Nelayan Adalah Pejuang Optimistis

Kepala Museum Negeri NTB, Zubair Muslim mengungkapkan, peran nelayan sangat optimis dan luar biasa untuk kehidupan di masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com — Nelayan adalah sosok yang memiliki pekerjaan yang tidak berhenti untuk optimis, meski mereka tidak tahu apa yang akan didapatkannya hari ini atau esok.

Rusman

“Tapi mereka terus mencari cara untuk bisa mendapat ikan yang banyak, tetapi karena optimis maka semangat hidupnya terus berkembang,” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Rusman, SH., MH.

Rusman menyampaikan itu dalam pembukaan Pameran Kontemporer Alat Penangkapan Ikan Di Laut yang bertajuk “Perkembangan Teknologi Alat Penangkapan Ikan Pada Nelayan Pesisir Pulau Lombok” yang berlangsung di Museum Negeri NTB, Rabu (27/11/2019).

Ia berharap adanya cara, praktek dan inovasi baru yang dapat dipersembahkan Museum Negeri agar dapat menjadi Museum hebat.

“Terus ikhtiarkan agar museum dapat terus berkembang , ada acara– cara baik, dan inovasi baik yang membuat orang mengatakan bahwa ternyata memang museum ini memang hebat,” jelasnya.

Kepala Museum Negeri NTB, Zubair Muslim mengungkapkan, peran nelayan sangat optimis dan luar biasa untuk kehidupan di masyarakat.

“Hal ini juga didukung dengan fasilitas sarana yang dulu seadanya, namun semakin maju zaman maka semakin maju fasilitas yang digunakannya” tuturnya.

Selain itu, sebanyak 7.695 Koleksi warisan budaya yang terdapat di Museum Negeri NTB, sekitar 2 persen koleksi yang dikeluarkan dalam Pameran kontemporer Alat Penangkapan Ikan Di Laut.

Zubair menjelaskan, pengumpulan koleksi yang ada di Pameran didapat dari berbagai penjuru.

“Alat – alat yang ada disini sebagian didapat dari warisan nenek moyang, ada juga dari nelayan yang memberikan langsung alat yang mereka punya” jelasnya.

Zubair menegaskan, museum memiliki tugas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat adanya benda – benda penginggalan pada zaman dahulu agar dapat diketahui oleh masyarakat pada masa kini.

“Kebesaran nilai usaha orang dulu sangat luar biasa dan patut dihargai,  Itu merupakan kearifan budaya zaman dahulu. Masyarakat sekarang harus tahu agar dapat menegtahui bagaimana perjuangan mancing dapat menangkap ikan dengan alat sedehrana,” jelasnya.

AYA

 

 




Masyarakat Lombok Utara Diajak Gemar Makan Ikan

Sosialisasi gemar makan ikan dilaksanakan di PAUD-PAUD karena di PAUD terdapat generasi-generasi masa depan bangsa yang sedang menimba ilmu dasar

KLU.lombokjournal.com —  Salah satu tantangan di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk meningkatkan SDM, tentunya perlu asupan gizi yang tinggi. Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, M.Sc meminta kepada masyarakat untuk terus meningkatkan konsumsi ikan yang memiliki protein tinggi.

“Mulai sekarang, kita akan lebih banyak memberikan pengetahuan tentang pentingnya mengonsumsi ikan kepada anak-anak dan orang tua yang ada di PAUD,” kata Hj. Niken saat Road Show TP-PKK Provinsi NTB terakhir di Desa Medana Kabupaten Lombok Utara, Selasa (26/11) 2019.

Alasan mengapa sosialisasi gemar makan ikan dilaksanakan di PAUD-PAUD adalah, karena di PAUD terdapat generasi-generasi masa depan bangsa yang sedang menimba ilmu dasar.

“Perhatian PAUD adalah sangat penting, dan kita akan terus meningkatkan kualitas guru-guru PAUD kita, agar mereka lebih baik, lebih cerdas, dan lebih memahami bagaimana mendidik anak PAUD hingga mereka berkembang menjadi anak-anak yang baik,” terang Bunda Niken yang baru saja meraih penghargaan Bunda PAUD terbaik se-Indonesia.

Mengingat Kabupaten Lombok Utara adalah kabupaten yang memiliki jumlah PAUD terbanyak di NTB, dengan jumlah PAUD yang banyak ini, pastilah memerlukan perhatian yang lebih dari segi kualitas.

“Saya meminta kepada PKK Lombok Utara untuk terus ikut berperan dalam meningkatkan kualitas PAUD yang ada di Lombok Utara ini,” tambah Bunda Niken.

Di akhir penyampaiannya, ia berpesan kepada masyarakat agar menjalankan program revitalisasi Posyandu.

“Dalam PKK ada Pokja 4 yang turut mendukung program revitalisasi Posyandu, yaitu menjadikan Posyandu bukah hanya sebagai tempat pemeriksaan ibu hamil dan Balita, melainkan menjadi Posyandu yang dapat melayani keluarga,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Asisten 1 Kabupaten Lombok Utara, Kawit Sasmita SH, Ketua TP-PKK Lombok Utara, Hj. Rohani Najmul Akhyar, Kepala Dinas P2KBPMD Lombok Utara, Drs. H Holidi, Camat Tanjung, Syamsul Bahri, Sos, MM.

AYA/HmsNTB




Selain Giat Pelajari Al-Qur’an, Santri Didorong Giat Belajar Matematika

Kemampuan menguasai Al-Qur’an harus dapat dikombinasikan dengan penguasaan terhadap ilmu berhitung. Karena ilmu matematika juga merupakan dasar sukses untuk ilmu yang lainnya

LOTENG.lombokjournal.com —  Pembangunan Ponpes di NTB ke depan, jangan berkonsentrasi pada fisik saja, misalnya dengan membangun gedung yang megah.

Tapi pembangunan yang berorientasi peningkatan sumberdaya, menjadi hal yang utama yang harus diperhatikan.

Menurut Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, dalam upaya meningkatkan SDM para santri, selain fokus dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an, santri diminta harus belajar ilmu matematika.

Gubernur Zullkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul mengatakan itu saat menghadiri Kajian Umum dan Silaturrahmi di Pondok Pesantren Al-Qur’an Ibnu Masykur Halimatussa’diyah, Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (25/11) 2019.

Acara ini dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Sebagai bekal membangun pribadi yang unggul”.

Bang Zul mengajak segenap keluarga besar Ponpes Ibnu Masykur, meneladani Akhlak Rasulullah SAW di dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kemampuan menguasai Al-Qur’an harus dapat dikombinasikan dengan penguasaan terhadap ilmu berhitung. Karena ilmu matematika juga merupakan dasar sukses untuk ilmu yang lainnya.

“Santri bisa jadi dokter, bisa jadi ahli hukum, dan ahli pertanian dengan menguasai ilmu matematika,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta Ponpes dapat menghadirkan guru matematika yang andal dan bagus. Sehingga akan menjadi motivasi bagi para santri untuk senang belajar ilmu yang terbilang sulit itu.

“Hadirkan guru yang menarik dan punya teknik mengajar yang baik, sehingga ilmu matematika gampang dipahami dan tidak menakutkan,” ujarnya.

Bang Zul meminta manjemen Pondok Pesantren harus bisa menentramkan murid, guru, masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikannya.

Ponpes juga diminta untuk lebih peduli dan memberikan perhatian kepada kondisi sosial masyarakat lingkungan sekitarnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai ada Pondok besar dan megah, namun masih ada orang miskin dan anak yatim tidak bisa sekolah di sekitarnya.

“Jangan sampai anak yatim tidak bisa sekolah karena biaya. Makmurkan pondok dengan menghibur anak yatim di sekitar kita. Agar senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT,” kata gubernur.

AYA/HmsNTB




Bupati Najmul Resmikan PAUD Hibah Rotary NTB

Kepala Dinas Dikpora diminta mencari guru-guru ke pengungsian, sehingga jeda anak-anak tidak sekolah hanya dua pekan. Setelah itu mereka bisa belajar di tenda-tenda dan di mana pun

KAYANGAN.lombokjournal.com —  Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH bersama Distric Gubernur (DG) 3420 Rotary NTB, Febri meresmikan tiga PAUD di dua Kecamatan.

Masing-masing PAUD Aisyah di Dusun Tanak Muat Kecamatan Bayan, PAUD Karya Lotara Dusun Temuan Sari dan PAUD Nurul Huda Dusun Rebakong.  Acara peresmian dipusatkan di Dusun Rebakong Kecamatan Kayangan, Jumat (22/11) 2019.

Rotary International atau Rotary Club adalah sebuah club yang tersebar di seluruh dunia, dan anggotanya dipanggil Rotarian adalah pemimpin bisnis dan profesional yang memberikan jasa kemanusiaan, yang mendorong adanya standar etika yang tinggi dalam setiap kegiatan sukarela.

Rotary Club membantu membangun kebersamaan dan kedamaian di dunia dengan motto “service above self“, yaitu mementingkan kegiatan saling membantu tinimbang kepentingan diri sendiri.

Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar sebelum meresmikan ketiga PAUD mengungkapkan rasa bangga bersama pelbagai komponen yang mengikuti acara tersebut.

Dikatakan, meskipun musibah menimpa semua lapisan masyarakat tapi Allah SWT tidak mematikan mimpi bersama. Justru mengganti dengan mimpi yang lebih besar dan hikmahnya luar biasa.

Masyarakat Lombok Utara bisa bersilaturahmi dengan saudara-saudaranya yang lain dari berbagai penjuru yang datang ke Lombok Utara.

Mengetuk pintu Allah

Bupati menguraikan cerita menarik saat kejadian gempa di wilayah setempat. Saat masyarakat masih tinggal di tenda pengungsian dan masih membutuhkan bantuan lalu terjadi gempa di Palu.

Warga setempat menyikapinya dengan humanis. Anak-anak SD setempat turun membawa kotak meminta donasi bukan untuk Lombok Utara tetapi untuk Palu.

Begitu pula masyarakat di Desa Gumantar mengumpulkan hasil bumi dengan jumlah yang cukup banyak lalu dijual, dan semua hasil penjualannya disumbangkan ke Palu. Padahal pada saat itu masyarakat setempat tinggal di tenda pengungsian.

“Kami juga dari pemerintah dan masyarakat lainnya mengumpulkan donasi dengan mendatangkan Kyai Abdullah Bin Bahtiar. Alhamdulillah kita dapat jumlah yang cukup besar dan kami kirim ke palu,” ujar Najmul menceritakan.

Dikatakan bupati, itulah cara pemda dan masyarakat bumi Tioq Tata Tunaq belajar mengetuk pintu Allah di langit, sehingga Allah ridho membuka pintu kemurahan-Nya di bumi. Salah satu pintu Allah itu, sambungnya, dengan datangnya para filantropi dari Rotary Club memberikan bantuan.

“Saya terinspirasi saat bom Nagasaki dan Hiroshima yang paling pertama ditanya itu adalah berapa guru yang masih tersisa,” kata Bupati Najmul. .

Kepala Dinas Dikpora diminta mencari guru-guru ke pengungsian, sehingga jeda anak-anak tidak sekolah hanya dua pekan. Setelah itu mereka bisa belajar di tenda-tenda dan di mana pun,  dengan siapa saja guru-guru yang ada, serta tidak membedakan SD atau SMP.

“Itulah cara-cara yang kami tempuh dalam memperhatikan dunia pendidikan. Tidak boleh ada kegiatan belajar yang berhenti. Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Rotary Club, adik-adik dari internasional school dan semua yang hadir di sini,” tutup Doktor Ilmu Hukum ini.

Distric Gubernur (DG) Rotary NTB Febri menyampaikan syukur yang mendalam lantaran Rotary Club sudah bekerja sama khusus di bidang pendididkan.

Presiden Rotary Indonesia, Ace Robinson mendapat penghargaan dari Rotary Internasional dan PBB sebagai Srikandi A People Action, orang yang peduli terhadap penggungsi di Lombok, seraya berharap kehadiran pihaknya di KLU bisa memberikan manfaat untuk  semua lapisan masyarakat.

Menurut Febri, organisasi Rotary adalah organisari tertua di dunia yang bekerja sama di bidang pendidikan dengan 6 fokus kerja yang semuanya berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan masyarakat KLU yang telah bekerjasama dan menerima Rotary Club dengan terbuka. Ke depan diharapkan kerjasama tersebut dapat terus berlanjut secara kontinyu.

“Atas nama Distric 3420 Rotary Indonesia saya mengucapkan terima kasih atas semuanya. Di sini kami belajar ketegaran, Insya Allah Rotary akan selalu siap,” kata Febri..

Peresmian ketiga PAUD tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati dan Distrik Gubernur (DG) 3420 Rotary.

sta/humaspro




Hj. Niken Dikukuhkan Sebagai Bunda PAUD Berprestasi Tingkat Nasional

Cita-cita PAUD HI sendiri, menurut istri Gubernur Dr.Zulkieflimansyah ini adalah berkolaborasinya 3 lembaga pendidikan, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB), dan POSYANDU di satu atap

lombokjournal.com —

JAKARTA   Hj. Niken Saptarini Widyawati SE, M.Sc selaku Bunda PAUD Provinsi NTB dikukuhkan sebagai Bunda PAUD  berprestasi tingkat Nasional.

Hj Niken

Pemasangan selempang dan penyematan PIN kebanggaan PAUD se Nusantara langsung dilakukan oleh Ibu Hj. Wury Estu Handayani Ma’ruf Amin dalam acara “Apresiasi Bunda Paud Tingkat Nasional Tahun 2019” di Balai Kartini Jakarta, Senin  (18/11)  2019.

Bunda Niken tersebut berhak mendapatkan penghargaan bergengsi ini karena inovasi kegiatannya memajukan pendidikan anak usia dini (PAUD) di daerah. Ia dinilai mampu melaksanakan tugas dengan baik pada satu tahun pertama kepemimpinannya.

Diawali pelaksanaan program  di 50 Desa prioritas sebagai pilot project percepatan penanggulangan kemiskinan, menjadi poin penting dalam memajukan dunia pendidikan anak-anak usia dini.

Niken juga rajin turun ke masyarakat, berkomunikasi dan melihat langsung masalah-masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat desa dan dusun. Kemudian mencoba mencarikan solusinya.

Menurut  Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini kemendikbud RI, DR. Muhamad Hasbi, langkah tersebut tidak banyak dilakukan oleh para pemimpin daerah.

“Hanya pemimpin yang berjiwa besarlah yang berani mengambil langkah besar dengan resiko yang tidak sedikit”, tegasnya

Selain mengintervensi 50 PAUD di daerah tertinggal, terdepan dan terluar  (3T) yang berada di 10 Kab/Kota se-NTB,  Hj. Niken dinilai sangat serius mengimplementasikan program PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) serta Pendidikan karakter di NTB.

Program itu tidak mungkin dapat dikerjakan sendiri tanpa dukungan dan kerja sama dari pemerintah kabupaten/kota dan stakeholder terkait lainnya.

Maka komunikasi dan kerja sama kemitraan dengan bunda PAUD Kabupaten/Kota se-NTB terus dibangun dan disinergikan semua program-programnya.

Kerja sama itu diawali dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) bersama Bunda Paud 10 Kab/Kota dan seluruh stake holder terkait lainnya.

Semua komponen di NTB bergerak untuk mendukung dan memajukan dunia pendidikan anak dan membekali mereka dengan pendidikan karakter dan akhlak mulia.

Cita-cita PAUD HI sendiri, menurut istri Gubernur Dr.Zulkieflimansyah ini adalah berkolaborasinya 3 lembaga pendidikan.  Yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB), dan POSYANDU di satu atap.

Terintegrasinya ketiga lembaga pendidikan itu, sangat memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

Ia optimis, cita-cita ini akan sejalan dengan program unggulan Pemerintah Prov NTB yang saat ini sedang giat-giatnya melaksanakan kegiatan Revitalisasi Posyandu menjadi Posyandu keluarga, sebagai unit pelayanan terdepan yang terintegrasi.

Tidak hanya untuk layanan kesehatan, tetapi juga pendidikan, posyandu lansia, remaja, posbindu, dan berbagai persoalan sosial ekonomi lainnya.

Pokja PAUD maupun PKK NTB, yang dipimpinnya, berkomitmen tinggi dan siap untuk berkolaborasi untuk menggapai cita-cita NTB Gemilang.

AYA/HmsNTB




Gedung SDN 2 Malaka Diresmikan Pimred Harian KOMPAS Bersama Sekda KLU

“Saya merasa senang melihat anak-anak di sini tetap semangat, walaupun selama ini sekolah mereka rusak. Pagi ini saya menyerahkan bantuan sekolah ini dari pembaca Harian KOMPAS”

PEMENANG.lombokjournal.com – Gedung SDN 2 Malaka di Pemenang, Lombok Utara yang dibangun Yayasan Dana Kemanusian KOMPAS (YDKK) pasca gempa, merupakan kepedulian pembaca Harian KOMPAS terhadap pendidikan di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Ninuk Mardiana Pambudy

Peresmian dan serah terima bangunan gedung sekolah itu, dilakukan Pemimpin Redaksi Harian KOMPAS, Ninuk Mardiana Pambudy, dan Ketua YDKK, Rusdi Amral kepada Pemda Lombok Utara di Pemenang, Kamis (14/11) 2019..

Sekretaris Daerah Drs. H. Suardi, MH mengawali sambutan mewakili Bupati Lombok Utara mengatakan, pemerintah daerah dan segenap lapisan masyarakat menyampaikan selamat datang di KLU kepada jajaran Haian Kompas.

Gedung SDN 2 Malaka yang diresmikan tersebut, dibangun dari bantuan YDKK. Bentuk komitmen KOMPAS dalam mencerdaskan bangsa, melahirkan generasi bangsa yang cerdas, bermoral dan taat pada pelbagai aturan.

H Suardi

Dikatakan Suardi, wujud peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta didik di antaranya meningkatkan kualitas belajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan daya saing sumber daya manusia.

Sekolah setempat tentunya menjadi dambaan bagi semua pihak untuk menempa dan mencetak anak didik yang bermutu, unggul dan berdaya saing ke depan dengan tetap memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik.

“Kami informasikan, Pemda KLU juga telah menjalin kemitraan dengan inovasi. Alhamdulillah telah memberi andil nyata dalam peningkatan proses dan output pendidikan di daerah ini. SDN 2 Malaka ini menjadi salah satu sekolah dampingan inovasi. Program inovasi adalah program kemitraan yang penting antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia,” terangnya.

Suardi berpesan diresmikannya gedung SDN 2 Malaka itu dapat digunakan secara maksimal untuk meningkatkan prestasi peserta didik, lokus maupun sarana pengembangan kreativitas anak dan potensi diri siswa serta pihak sekolah secara keseluruhan.

Sekda yang dikenal murah senyum ini mengajak semua pihak untuk menjaga dan memelihara gedung sekolah tersebut dengan sebaik-baiknya, agar bisa memberikan manfaat  sebesar-besarnya.

“Semoga amal bapak/ibu para penderma sekalian mendapatkan balasan yang tiada putus dari Allah SWT, Tuhan YME seiring kemanfaatan sekolah ini,” harapnya.

Mengakhiri sambutannya, Sekda Suardi menutupnya dengan pantun motivasi dari Bupati Lombok Utara yang dibacakannya bagi dewan guru, siswa-siswi dan segenap warga SDN 2 Malaka:

Memetik buah ambillah gula//Jolok ke atas dengan sejajar

Berdiri megah gedung SDN 2 Malaka //Tambahlah semangat dalam belajar.

Sungguh manis buah Pepaya//Berbuah lebat siapa yang punya

Sekian sambutan dari saya//Terima kasih atas perhatiannya”

Harapan, ada fillantropi lain

Pemimpin Redaksi Harian KOMPAS Ninuk Mardiana Pambudy senang melihat siswa-siswi SDN 2 Malaka yang ceria dan tetap semangat dalam belajar.

“Saya merasa senang melihat anak-anak di sini tetap semangat, walaupun selama ini sekolah mereka rusak. Pagi ini saya menyerahkan bantuan sekolah ini dari pembaca Harian KOMPAS”, ucapnya.

Ninuk menceritakan, ketika gempa terjadi dan melanda Lombok, para pembaca Harian KOMPAS menyumbangkan dana untuk disalurkan ke SDN 2 Malaka.

“Sebelumnya kami juga sudah membangun puskesmas di Pemenang dan telah digunakan sejak bulan Juni lalu. Kami juga telah mendirikan sekolah negeri di Lombok Barat dan Lombok Timur. Jadi, kami sudah mendirikan tiga sekolah dan satu puskesmas,” papar Ninuk di hadapan Sekda KLU dan hadirin.

Pihaknya mendapat informasi dari Sekda KLU, lebih dari 200 unit sekolah rusak dan belum terbangun, khususnya di KLU. Saat ini pihak KOMPAS hanya mampu membantu empat unit bangunan saja di Lombok, sembari berharap adanya filantropi lain yang bersedia membantu.

“Pesan kami mohon sekolah ini dipelihara, karena kita tidak mengenal siapa yang membantu tetapi mereka bersedia menyumbang dengan harapan supaya muncul pemimpin-pemimpin masa depan dari sekolah ini,” tutup Pimred Harian KOMPAS tersebut.

Rangkaian acara dilanjutkan peresmian SDN 2 Malaka ditandai penandatanganan prasasti oleh Sekda Drs. H. Suardi, MH dan Pemimpin Redaksi Harian KOMPAS Ninuk Mardiana Pambudy, disaksikan oleh Ketua YDKK Rusdi Amral dan Kadis Dikpora Dr. Fauzan, M.Pd.

Kemudian pemberian plakat terima kasih dari Pemda KLU kepada KOMPAS dan YDKK serta pengguntingan pita peresmian sekolah secara bersama disaksikan hadirin.

sta/humaspro