Sekolah Di NTB Diminta Terapkan Konsep Zero Waste

“Tahun 2020 ini target kita seluruh SMA-SMK di NTB harus menjadi sekolah yang bersih dan sehat, dan melibatkan keluarga dalam pendidikan itu sendiri”

LOBAR.lombokjournal.com —  Sekolah di Provinsi NTB menciptakan lingkungan yang hijau, bersih dan sehat melalui aksi zero waste atau bebas sampah. Lingkungan yang bersih dan hijau akan mendukung suasana belajar yang menyenangkan.

Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan itu saat mengahadiri acara launching program sekolah bersih dan sehat melalui kegiatan Zero Waste, sekaligus peresmian Kegiatan Pelaksanaan Pendidikan Keluarga di SMAN 1 Gerung, Sabtu, (01/02/2020).

“Dengan kondisi sekolah yang hijau, diharapkan prestasi pelajar semakin meningkat serta menambah jiwa kreativitas serta wirausaha bagi pelajar dalam menghadapi tantangan global,” kata Wakil Gubernur

Sekolah merupakan tempat yang menyenangka, tempat anak-anak bergembira. Murid dan guru merasa senang dalam menjalankan proses belajar mengajar.

“Salah satu keberhasilan sekolah adalah ketika murid-muridnya senang dan gembira berada di sekolah tersebut,” ujar wagub.

Umi Rohmi mengatakan, sekolah yang bersih dan sehat adalah kebutuhan dan kewajiban. Apalagi ditambah keterlibatan keluarga, keduanya harus komplit, harus tetap bersinergi dalam menjaga pendidikan anak.

“Sekolah bersih dan sehat merupakan pondasi untuk mendidik anak yang berkarakter dan berahlak mulia,” tambahnya.

Konsep sekolah yang bersih dan sehat dengan melibatkan keluarga mulai diterapkan di seluruh sekolah di NTB tahun ini.

“Tahun 2020 ini target kita seluruh SMA-SMK di NTB harus menjadi sekolah yang bersih dan sehat, dan melibatkan keluarga dalam pendidikan itu sendiri,” ujarnya.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang juga hadir mengatakan, tanggung jawab pendidikan pada awal dan akhir adalah tanggung jawab orang tua.

Ketika anak-anak sudah disekolahkan, orang tua merasa lepas dalam pendidikan tersebut, padahal tanggung jawab pendidikan tidak pernah bisa putus dalam pelibatan keluarga.

Bunda Niken menegaskan, dalam paradigma yang benar, keluarga adalah pendidikan dalam sekolah.

“Keluarga dan sekolah harus bisa bersinergi dalam mewujudkan pendidikan yang luar biasa. Saya harapkan ini bisa dimulai di seluruh sekolah yang ada di NTB,” katanya.

Dengan keterlibatan sekolah dan orang tua, optimis anak-nak muda NTB akan terlahir menjadi generasi tangguh.

“Orang tua hebat, orang tua yang terlibat,” ujar Bunda Niken.

Dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur NTB bersama Ketua TP-PKK Provinsi NTB meninjau stand kerajinan dan pabrik kompos di SMAN 1 Gerung.

AYA/HmsNTB




Sekolah Mandiri Energi Diresmikan Gubernur Di Lingsar

“Karcis masuk untuk dapat pekerjaan saat ini bukan lagi ijazah, yang ditanya adalah punya sertifikat kompetensi atau tidak, untuk itu kita juga perlu menggunakan strategi agar 1 tahun setelah lulus bisa mendapatkan pekerjaan”

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE, M. Sc meresmikan SMKN 1 Lingsar sebagai Sekolah Mandiri Energi Melalui Program Teknik Energi Terbarukan (TET) di SMKN 1 Lingsar, Jumat (31/01/20).

Gubernur mengatakan, Pendidikan Vokasi, termasuk SMK dipandang sangat penting. Karena NTB tengah berupaya agar dapat menyelenggarakan Pendidikan Vokasi di beberapa tempat.

Dengan adanya penyelenggaran pendidikan vokasi yang merata, diharapkan dapat menghasilkan perubahan signifkan bagi masyarakat di NTB.

“SMK itu seperti CEO, pemimpin perusahaan yang karyawannya hebat-hebat, apalagi ke depan rencananya SMK akan diintegrasikan dengan kampus, kita doakan pak Dirjen sehat dan akan banyak membantu NTB, dan selamat kepada SMKN 1 Lingsar menjelma menjadi sekolah mandiri energi dan semoga bisa diikuti dengan SMK yang lain,” ungkap Gubernur Zul.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI diharapkan senantiasa  membantu pengembangan Pendidikan Vokasi di NTB, agar terus berkelanjutan dan berkesinambungan.

Sebelumnya, senada dengan Gubernur, Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Ir. Patdono Suwignjo M. Eng, SC, juga bertekad untuk mengembankan pendidikan vokasi, mulai dari pelatihan, kursus, sampai dengan politeknik.

“Sekarang adalah bagaimana meningkatkan mutu pendidikannya,” ujar Suwignjo.

Patdono juga menambahkan bahwa, Pendidikan Vokasi nantinya dapat menghasilkan lulusan yang terampil dan siap kerja.

“Karcis masuk untuk dapat pekerjaan saat ini bukan lagi ijazah, yang ditanya adalah punya sertifikat kompetensi atau tidak, untuk itu kita juga perlu menggunakan strategi agar 1 tahun setelah lulus bisa mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.

Dirjen Vokasi itu juga menyampaikan, akan diusahakan ada program pengambilan sertifikat kompetensi yang dibiayai oleh pemerintah sebelum siswa SMK dan mahasiswa poltek lulus. “Kini, program dari Kementerian adalah, semua SMK dan guru-guru yang mengajar, harus memiliki sertifikat kompetensi”, tutupnya.

Usai peresmian, Gubernur beserta rombongan meninjau instalasi panel surya pencacah sampah energi surya dan kendaraan panel surya.

Saat itu, Kepala SMKN 1 Lingsar Ruju Rahmad, S.Pd., MT, yang menemani menjelaskan bahwa, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lingsar Kecamatan Narmada, saat ini tengah memanfaatkan energi diperbarukan dengan menggunakan energi tenaga surya. “Energi terbarukan yang dihasilkan adalah dengan membuat rangkaian energi listrik tenaga kincir, yang digerakkan oleh angin, turbin air dan tenaga surya”, jelasnya.

AYA/HmsNTB

 

 




Mahasiswa Penerima Awardee NTB Di Wuhan China, Kondisinya Aman

“Sejauh ini dua awardee kita dalam keadaan tidak sakit atau dalam kondisi sehat”

MATARAM. lombokjournal.com  —  Mahasiswa penerima awardee beasiswa NTB yang menempuh pendidikan di Kota Wuhan, China dilaporkan masih dalam kondisi aman.

Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Provinsi NTB tetap melakukan koordinasi dengan pihak KBRI terkait dengan upaya perlindungan mahasiswa NTB di kota tersebut.

Ketua Divisi Kerjasama LPP NTB, Imanuella Andilolo, M.Sc mengatakan, sejauh ini memang Pemerintah China belum memberi akses masuk ke Wuhan lantaran masih dalam kondisi terisolasi untuk menghindari penyebaran virus corona.

“Kalau ada perkembangan kami di LPP akan segera dihubungi dan kami akan selalu monitor,” kata Imanuella Andilolo, Minggu (26/01/2020).

Di Kota Wuhan, ada empat orang penerima awardee beasiswa NTB. Dari empat orang tersebut sebanyak dua orang sudah berada di Indonesia, serta dua orang lainnya masih berada di Wuhan.

Dua orang mahasiswa penerima beasiswa NTB yang sudah berada di Indonesia tersebut memang kebetulan sedang berada di luar Wuhan sebelum kota tersebut ditutup aksesnya oleh pemerintah China.

“Mereka kebetulan sudah keluar dari Wuhan sebelum akses ditutup untuk berlibur karena sekarang sedang liburan Tahun Baru China” terangnya.

Sementara dua orang awardee beasiswa NTB yang lain masih tetap tinggal di Wuhan. Mereka saat ini berada di asrama kampus dan difasilitasi oleh pihak kampus.

Kantin yang tadinya tutup selama musim liburan ini sudah kembali dibuka agar mahasiswa yang tinggal di asrama tidak perlu keluar asrama untuk mencari makanan.

Di sana kata Imanuella, setiap hari dilakukan pengecekan suhu tubuh, karena symptom utama adalah demam.

“ Sejauh ini dua awardee kita dalam keadaan tidak sakit atau dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Terkait awardee Beasiswa NTB di lokasi lain di China, LPP juga terus berkoordinasi dengan pihak kampus masing-masing dan KBRI.

“Situasi saat ini masih kondusif namun untuk antisipasi jadwal sekolah diundur sehingga disarankan oleh pihak KBRI dan sekolah untuk pulang saja kalau bisa mumpung libur panjang. Tapi stay di asrama juga tidak apa-apa karena langkah-langkah antisipatif sudah ditetapkan. Anak-anak diwajibkan untuk selalu ikut arahan Kepala Asramanya,” tegasnya.

Imanuella juga meluruskan informasi yang dimuat di sebuah media online yang menyebutkan bahwa mahasiswa NTB yang sedang menempuh pendidikan di China akan dipulangkan semuanya oleh LPP.

”Bahwa tidak benar statement yang muncul seperti itu,” terangnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy S.Sos MM mengatakan, Pemprov NTB saat ini terus mamantau perkembangan kondisi awardee NTB di Kota Wuhan. Yang pasti dua orang awardee NTB yang masih tinggal di sana dalam kondisi aman dan sehat.

” LPP NTB juga pro aktif memantau kondisi mereka.” terangnya.

AYA/HmsNTB




Harlah Ponpes Qomarul Huda Bagu, Ini Ungkapan Danrem

Satu tahun yang lalu, Danrem 162/WB juga pernah mensosialisasikan ke  Ponpes, bila para santri yang akan mendaftarkan diri menjadi Prajurit TNI AD dan mampu menghapal 30 juz Alquran, maka akan diberikan priorotas baginya untuk menjadi anggota TNI AD

LOTENG.lombokjournal.com – Keberadaan Pondok Pesantren (Ponpes) Qomarul Huda Bagu, di tengah-tengah masyarakat sangat berperan aktif  dalam  memberikan,  mengajarkan, membimbing maupun mencerdaskan  masyarakat.

Semua menuju ke arah yang lebih baik bagi perkembangan kehidupan masyarakat, khususnya di Pulau Lombok dan NTB pada umumnya.

Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani dan TGH. H.L. Turmudzi

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., mengugkapkan itu saat memberikan sambutan pada acara Haul Syeh Abdul Qadir Jaelani, Gus Dur dan Saleh Hambali Bengkel.

Kegiatan itu dirangkaikan dengan  Harlah Ponpes Qamarul Huda Bagu yang ke 59, dan Harlah NU ke 94 tahun 2020, di yayasan Ponpes Qomarul Huda Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Loteng, Sabtu (25/01/20).

Danrem membanggakan keberadaan Ponpes Qomarul Huda mengingat banyak alumni santri Ponpes Qomarul Huda yang menjadi anggota TNI khususnya TNI AD.

“Seperti diketahui bersama, Panglima Besar Jenderal Sudirman juga seorang ulama dan kiyai yang menjadi tauladan bagi kami Prajurit TNI sehingga diharapkan kedepan banyak santri-santri yang masuk menjadi anggota TNI AD,” paparnya.

Satu tahun yang lalu, Danrem 162/WB juga pernah mensosialisasikan ke  Ponpes, bila para santri yang akan mendaftarkan diri menjadi Prajurit TNI AD dan mampu menghapal 30 juz Alquran, maka akan diberikan priorotas baginya untuk menjadi anggota TNI AD.

Sebelumnya, Pimpinan Ponpes Qomarul Huda Bagu TGH. H.L. Turmudzi Badaruddin mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir, dan ikut memeriahkan Haul Syeh Abdul Qadir Jaelani, Gus Dur, Saleh Hambali Bengkel yang dirangkai dengan Harlah Ponpes Qamarul Huda Bagu yang ke 59.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Provinsi NTB H.L. Gita Ariadi. M. Si., menyambut baik tradisi yang berlaku di jajaran NU, yakni Haul Syeh Abdul Qadir Jaelani, Gusdur, Saleh Hambali Bengkel yang dirangkai dengan Harlah Ponpes Qamarul Huda Bagu yang ke 59.

“Peringatan Haul ini sangat baik untuk dijadikan cermin bagi kita semua yang hadir dan bisa dijadikan sebagai contoh kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Dikatakan, Pemda NTB siap untuk membina Ponpes Qomarul Huda menjadi ponpes yang berkembang pesat, terkenal dan menjadi kebanggaan bersama.

Acara Haul yang dihadiri Dir Binmas Polda NTB Kombes Pol Beny Basir., Pembina Ponpes Manhalul Ma’arif Darek TGh. Ma’arif Makmun, para Pengurus PBNU wilayah NTB, rombongan keluarga dari Jawa Timur KH. Zaini., Kasdim 1620/Loteng Mayor Inf Dian Asmiyandita, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para santri Ponpes Qomarul Huda Bagu dilanjutkan dengan tausiah oleh Ketua Lembaga Dakwah PBNU Pusat Prof. Dr. KH. Manarul Hidayat.

AYA

 




APBD 2020, 39 Miliar Untuk Beasiswa

Pemda punya kewajiban mem-back up kebutuhan masyarakatnya, yang lahir dari aspirasi kebutuhahan masyarakat yang disampaikan secara langsung dalam kegiatan Jumpa Bang Zul Umi Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com — Untuk memuluskan niat pengiriman beasiswa ke luar negeri tahun ini sebanyak RP 39 Miliar disiapkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Namun anggaran itu tidak murni untuk ke luar negeri, pemerintah juga merancang untuk beasiswa dalam negeri.

Anggaran yang cukup pantastis itu ada dalam DIPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB.

“Tahun ini ada 39 Miliar dalam DIPA Dilkbud untuk beasiswa,” ungkap Plt Kepala Dinas Dikbud NTB, Aidy Furqan pada Rabu (22/1)

Furqan menjelaskan, dari anggaran tersebut sekitar 18 miliar dialokasikan untuk luar negeri kategori berprestasi dan 18 sekian yang sisanya untuk beasiswa miskin (tidak mampu).

Dengan ketentuan mereka sedang menjalankan pendidikan entah di luar negeri maupun dalam negeri. Untuk beasiswa luar negeri, diakuinya sudah berjalan bahkan hingga saat ini sebanyak 300 orang telah dikirim.

“Sementara beasiswa miskin belum kita ekseksui, insya Allah segera lah,” kata Furqan.

Untuk mengeskusi beasiswa tersebut, gubernur telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur semuanya.

Dalam Pergub itu juga disebutkan pemberian beasiswa melanjutkan ke perguruan tinggi.

Kategori berprestasi itu bisa dilihat dari akademik seperti IPK, atau prestasi skala provinsi maupun nasional.

“Kalau (kataegori) miskin yaitu mereka tidak mampu tetapi sedang melanjutkan pendidikan baik luar maupun dalam negeri. Yang penting orang NTB,” terangnya.

Dalam RPJMD di Dikbud tertera 1000 cendikia sampai akhir masa jabatan gubernur. Fuqan optimis visi misi itu bisa tuntas.

Alokasi beasiswa diberikan tidak sepenuhnya alias tidak fulI funded tentunya akan dilihat dari kebutuhan, misalnya di Malaysia satu mahasiwa membutuhkan Rp 8  juta  atau di Polandia satu mahasiswa membutuhkan Rp 12 juta.

Begitu juga dengan komponennya misalnya twisen fee saja, atau diberikan beasiswa pendidikan saja atau juga bisa sharing dengan penerima beasiswa.

“Nanti masyarakat bisa sharing nggak. Yang jelas tidak full (utuh),” terangnya.

Disinggung dengan adaya anggaran dari APBD padahal sebelumnya gubernur tidak ingin menggunakan dana daerah, Furqan menjelaskan komitmen awal guberur mengirim putra putri ke luar daerah dan saat itu bantuannya dari pihak ketiga.

Namun adanya anggaran APBD itu karena Pemda juga punya kewajiban mem-back up kebutuhan masyarakatnya. Hal itu pun lahir dari aspirasi kebutuhahan masyarakat yang disampaikan secara langsung dalam kegiatan Jumpa Bang Zul Umi Rohmi.

“Sehingga alokasi APBD ini tidak saja untuk keluar negeri tetapi juga dalam negeri,” paparnya.

Untuk menjalankan program tersebut, pihaknya menggandeng Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) provinsi NTB yang bertugas melakukan rekrutmen, menyeleksi dan menghubungkan negara mana saja yang pas dan sesuai dengan anggaran yang dimiliki daerah.

“LPP secara khusus rekrutmen dan penyaluran,” katanya.

Sebagai penunjang program tersebut Pemprov membuat rumah bahasa yang saat ini sudah berjalan dimana tahun ini akan kembali dikembangkannya.

Rumah bahasa tidak hanya melatih bahasa asing untuk persiapan melanjtukan studi tetapi Dikbud juga membuka peluang bagi yang mau menyiapkan diri untuk bekerja di perusahaan asing sehingga rumah bahasa akan lebih luas jangkauannya.

Disinggung dengan jatah masing masing anggota dewan 10 orang, Furqan sendiri belum mengetahui hal tersebut dan pola pemberian jatahnya seperti apa.

Namun yang pasti semua dilakukan dalam seleksi. Pemerintah akan mengirim ke luar negeri bagi yang memenuhi kwalifikasi.

“Meski ada sepuluh orang tapi hanya dua yang memenuhi syarat maka dua itu yang akan dikirim,” jelasnya.

AYA




Komunitas Yuk Ngaji Lombok Apresiasi Dukungan Pemprov NTB Untuk Dakwah

“Saya berharap dakwah ini bisa berkembang di sekolah dan kampus-kampus, karena saat ini generasi milenial harus di dekati dengan persuasif dan aktif. Kita datangi, buat kajian ilmu disana. Insha Allah banyak peminatnya”

MATARAM.lombokjournal.com – Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, menerima audiensi dari ‘Komunitas Yuk Ngaji’ Lombok, yang berlangsung di Pendopo Gubernur, Rabu (15/1/2020) ini berlangsung santai dan akrab.

Audiensi yang dilaksanakan Komunitas Yuk Ngaji Lombok guna mengenalkan kegiatan-kegiatan yang sudah dan akan dilakukan dengan harapan dapat bersinergi dengan misi Pemprov NTB, yakni NTB yang Aman dan Berkah.

Hj. Niken sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Yuk Ngaji Lombok, dan siap membantu agar kegiatan positif tersebut tetap berlanjut di dalam masyarakat khususnya kalangan milenial NTB.

“Saya insyaallah akan suport kegiatan Yuk Ngaji Lombok, jika niatnya baik tetap kami dukung karena orang-orang baik insyaallah akan menerima baik juga,” ungkap Hj. Niken.

Ia berharap, Komunitas Yuk Ngaji Lombok bisa merangkul sekolah dan kampus-kampus di NTB.

“Saya berharap dakwah ini bisa berkembang di sekolah dan kampus-kampus, karena saat ini generasi milenial harus di dekati dengan persuasif dan aktif. Kita datangi, buat kajian ilmu disana. Insha Allah banyak peminatnya. Terlebih tampilan Yuk Ngaji yang sangat milenial,” harap Hj. Niken

Koordinator Yuk Ngaji Lombok, Edy Haryanto menjelaskan, komunitas Yuk Ngaji senantiasa siap berkontribusi mewujudkan NTB yang aman dan berkah, juga Zero waste yang menjadi program prioritas Provinsi NTB.

“Alhamdulillah setiap kajian pekanan Yuk Ngaji, kami selalu menghimbau jamaah membawa tumbler sendiri. Ini adalah langkah dan dakwah kami agar umat senantiasa peduli pada lingkungan,” ujarnya.

Edy berterimakasih bunda Niken yang men-support kegiatannya, bahkan Pendopo Gubernur sudah berkenan diadakan kajian tiap pekan Yuk Ngaji, hingga hadir ratusan jemaah.

“Ini adalah bentuk perhatian Pemerintah kepada dakwah. Semoga Allah SWT senantiasa membalas kebaikan Ibu dan Bapak Gubernur. Mohon doanya agar mampu istiqomah,” kata Edy.

AYA/HmsNTB

 

 




H Rusman Mundur Sebagai Kadis Dikbud NTB,  Aidy Furqon Jadi Plt Kadis

Hingga kini belum diketahui alasan pasti pengunduran H Rusman sebagai Kadis Dikbud NTB

MATARAMlombokjurnal.com — Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dikbud NTB, H. Aidy Furqon, resmi ditunjuk menjadi pelaksana tugas (Plt)  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB.

Ditunjuknya Aidy Furqon sebagai Plt Kadis untuk mengisi kekosongan jabatan,  pasca mundurnya H.Rusman sebagai kadis dikbud NTB.

Surat Perintah tugas yang ditandatangani Sekretaris Daerah NTB,  Lalu Gita Aryadi, tertanggal 13 januari 2020, menetapkan H.Aidy Furqon sebagai Plt Kadis Dinas Dikbud NTB

Aidy Furqon yang dikonfirmasi  menegaskan tugas sebagai Plt Kadis secara amanah dan penuh integritas.

Ia mengatakan,  meski hanya bersatus sebagai pelaksana tugas  namun dirinya berkomitmen untuk menjawab kepercayaan ini  dengan berupaya memajukan dunia pendidikan di NTB.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, ia  berharap mendapat dukungan penuh dari semua pihak  terutama dukungan dari para Pengawas Pendidikan,  Kepala Sekolah serta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di NTB.

Untuk diketahui  jabatan Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan NTB saat ini tengah lowong ,

Jabatan Kadis Dikbud lowong karena mundurnya H Rusman mengundurkan diri, yang hingga kini belum diketahui alasan pasti pengunduran dirinya.

sempt tersiar kabar, H Rusman tidak mengundurkan diri sebagai Kadis Dikbud NTB  melainkan diberhentikan oleh Gubernur NTB selaku pejabat pembina kepegawaian.

AYA




Sektor Pendidikan Jadi Laporan Tertinggi, Ini Catatan Ombudsman NTB

karena sektor pendidikan menjadi isu yang masih dikaitkan dengan pendekatan politik

MATARAM.Lombokjournal.com — Sepanjang tahun 2019 Sektor pendidikan menjadi kasus yang paling  banyak dilaporkan masyarakat sepanjang tahun 2019.

Selain itu, sektor pertanahan, kepolisian, kesehatan serta kepegawaian juga masuk dalam substansi laporan tertinggi dalam catatan Ombudsman RI Perwakilan NTB.

Kepala Ombudsman RI, Adhar Hakim menjelaskan, sepanjang tahun 2019 Ombudsman RI perwakilan NTB mencatat lima substansi laporan tertinggi yang ditangani Ombudsman RI perwakilan NTB.

Lima substansi laporan tertinggi itu adalah sektor pendidikan sebanyak 40 laporan,  sektor pertanahan sebanyak 13 laporan, kepolisian 13 laporan, sektor kesehatan 12 laporan, dan sektor kepegawaian sebanyak 10 laporan,” ujar Adhar Hakim, Jum’at (03/01/2019).

Masih tingginya laporan di sektor pendidikan masih dilihat sebagai sebuah obyek yang menguntungkan secara personal maupun kelembagaan.

Menurut Adhar, hal itu disebabkan faktor keterbatasan mindset yang tidak berubah. Masih tingginya laporan di sektor pendidikan, karena sektor pendidikan menjadi isu yang masih dikaitkan dengan pendekatan politik.

Memang jumlah laporan pada sektor pendidikan turun dari tahun 2018 yang sebelumnya berjumlah 70 laporan turun menjadi 40 laporan pada tahun 2019, tapi tetap menduduki peringkat pertama dengan laporan terbanyak yang berkaitan dengan pungutan liar.

Seperti pemotongan beasiswa bidik misi, pemotongan beasiswa perogram Indonesia pintar pungutan uang prakerin serta uang komite.

“Selain itu pungutan liar yang juga kerap dilakukan pihak sekolah yakni pelaksanaan PPDB penahanan ijazah di sejumlah sekolah serta penjualan buku oleh guru atau sekolah,” ungkapnya.

AYA




Training Nasional Smart Reading 4.0, Untuk Pelajar Dan Mahasiswa

“Kita harapkan seluruh sekolah dapat mengirimkan delegasinya, karena akan diajarkan langsung oleh foundernya”

MATARAM.lombokjournal.com — Training Nasional Smart Reading 4.0 bagi para peserta yang berasal dari SMA dan mahasiwa di NTB, akan diseleggarakan Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) NTB dan Yayasan Islam Lentera Hati, di Aula BP PAUDNI NTB tanggal 29 Desember 2019.

Rencana penyelenggaraan Training Nasional Smart Reading 4.0 itu diungkapkan Sekretaris Panitia dari GARBI NTB, Muhammad Robbi Setiawan, usai menghadap dan melaksanakan audien dengan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jumat (13/12/2019).

Ia menghadap Wagub yang akrab Umi Rohmi, melaporkan sekaligus memaparkan tujuan penyelenggaraan training  guna membangkitkan semangat milenial di NTB untuk gemar membaca.

Menurut Setiawan, promosi untuk training ini sendiri sudah dilaksanakan sejak bulan November lalu melalui social media.

Surat undangan juga sudah disebarkan ke berbagai sekolah baik di Kota Mataram maupun di Kabupaten/Kota se-pulau Lombok.

Biaya pendaftarannya pun menurut Roby Setiawan cukup terjangkau, hanya Rp50.000 bagi siswa dan Rp100.000 bagi mahasiswa.

“Kita harapkan seluruh sekolah dapat mengirimkan delegasinya, karena akan diajarkan langsung oleh foundernya,” pungkasnya

Smart Reading 4.0 adalah metode khatam cepat, yakni penggabungan dari teknik membaca cepat, memahami lebih dalam, sekaligus menguasai secara detail isi dari sebuah buku atau bacaan yang ingin dipahami dengan mengkombinasikan antara kemampuan baca cepat dengan smartphone.

Metode ini sendiri ditemukan oleh Irwan, S.T, dari Makassar dan telah teruji kemanfaatannya.

Dengan menggunakan smart reading 4.0, Mantan politikus DPRD Makassar itu berhasil menamatkan 100 buku dalam waktu hanya 100 hari.

Meningkatkan minat baca

Wagub Umi Rohmi  menyambut baik rencana peyelenggaraan kegiatan  tersebut. Di tengah masih minimnya budaya literasi di NTB, kata Wagub acara itu dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Mantan Rektor Universitas Hamzanwadi Lombok Timur tersebut bahkan mengaku tertarik mengikuti trainingnya.

“Budaya literasi kita kan masih sangat kurang. Orang-orang seringkali lebih tertarik , hanya melihat gambar dan mendengarkan dari pada membaca. Dengan smart reading 4.0 ini mungkin bisa jadi solusinya untuk membuat masyarakat khususnya kaum milenial gemar membaca,” tuturnya

Terlebih penguatan literasi media dan literasi digital menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB, yang salah satu kunci suksesnya adalah membangkitkan kembali semangat milenial untuk gemar membaca.

“Mengatasi kondisi itu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Tetapi dibutuhkan kerjasama semua pihak, termasuk lembaga non pemerintah,” ujar Wagub.

AYA

 

(




Kualitas Sama Dengan STP, Masuk Poltekpar Lombok Lebih Murah

Sejak didirikan pada 2016, Poltekpar Lombok yang merupakan Sekolah Tinggi Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata menerima sektar 118 orang Mahasiswa dari 190 orang yang mendaftar

LOTENG.lombokjournal.com —  Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Dr. Hamsu Hanafi mengatakan,  animo masyarakat mendaftar di Poltekpar tiap tahun meningkat, Senin (09/12/2019).

Menurutnya, di samping kualitas SDM pengajar yang handal terus ditingkatkan, biaya di Polektar  termasuk murah.

“Karena disubsidi pemerintah dengan uang persemester dua jutaan dan uang praktik sekitar empat jutaan,  bayangkan saja di Universitas Trisakti untuk jurusan pariwisata uang masuknya saja sampai empatpuluh juta,” terang Hamsu.

Hamsu tak merinci biaya masuk Poltekpar tapi menegaskan, dengan kualitas pendidikan pariwisata yang sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, dan STP yang ada Poltekpar lebih murah.

Dalam kegiatan Forum Kehumasan, di Poltekpar Lombok itu Hamsu menjelaskan, saat ini Poltekpar Lombok menyediakan 4 Program Studi, yakni Prodi D4 Usaha Perjalanan Wisata, Prodi D3 Seni Kuliner, Prodi D3 Tata Hidang, dan Prodi D3 Divisi Kamar.

Untuk menambah Prodi lainnya, seperti Prodi MICE dan Manajemen Destinasi Pariwisata, Poltekpar masih harus memenuhi beberapa persyaratan dari Dirjen Pendidikan Tinggi. Salah satunya mensyaratkan minimal enam orang Dosen di satu Prodi harus S2 kepariwisataan.

“Sehingga, saat ini sejumlah tenaga pengajar kami kirim keluar untuk ambil S2 Vokasi,” kata Hamsu.

Ia memperkirakan Prodi baru akan bisa dimulai paling cepat 2021 mendatang.

Hamsu menjelaskan, animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Poltekpar Lombok meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir.

Sejak didirikan pada 2016, Poltekpar Lombok yang merupakan Sekolah Tinggi Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata menerima sektar 118 orang Mahasiswa dari 190 orang yang mendaftar.

Sementara di tahun kedua, Poltekpar Lombok menerima 370 mahasiswa dari 500 orang pendaftar.

Jumlah tersebut meningkat signifikan di tahun 2018, jumlah pendaftar mencapai 1.200 orang, dan Poltekpar menerima sekitar 343 mahasiswa.

“Tahun 2019, jumlah pendaftar juga cukup banyak sekitar 1.200 lebih, dan kami terima 310 orang mahasiswa,” katanya.

Hamsu memaparkan, dari jumlah pendaftar setiap tahun, bisa dilihat animo masyarakat cukup tinggi.

Bahkan jumlah pendaftar di Poltekpar Lombok, bisa melampaui jumlah pendaftar di Poltekpar Medan yang lebih dulu berdiri.

“Saat ini dari jumlah mahasiswa Poltekpar 1.144 orang tersisa 1119 karena ada yang gugur dalam perjalanan. Insya Allah para mahasiswa ini akan menjadi profesional di bidang kepariwisataan nantinya,” katanya.

Poltekpar Lombok merupakan salah satu dari enam Sekolah Tinggi Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata RI. Lima lainnya antara lain Poltepar Bandung, STP Nusa Dua Bali yang kini menjadi Poltekpar Bali, Poltekpar Medan, Poltekpar Makassar, dan Poltekpar Palembang.

Sekda Lombok Tengah, H Muhammad Nursiah MSi mengapresiasi kiprah Poltekpar Lombok dalam beberapa tahun terakhir.

“Lokasinya memang di Lombok Tengah menjadi kebanggaan kami. Tetapi kiprah kinerja Poltekpar ini untuk NTB, memajukan SDM di sektor pariwisata Lombok dan NTB secara umum,” katanya.

Kegiatan Forum Kehumasan dihadiri Sekda Lombok Tengah, H Muhammad Nusiah MSi, Kepala Bidang Dokumentasi Humas Pemprov NTB, Heri Agustiadi, serta sejumlah wartawan pariwisata cetak dan elektronik.

AYA