Guru PAUD Dibekali Metode PHBK

Pendididkan holistic tak hanya untuk membentuk akhlak, daya pikir kritis, dan kreatifitas anak, namun juga menyumbangkan andil dalam upaya mengentaskan angka stunting yang masih terjadi di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Sebanyak 1400 Guru PAUD dari 750 sekolah PAUD di NTB diberi bekal pelatihan Metode Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) untuk anak Usia Dini (PAUD).

Pelatihan Akbar PHBK dengan tema “Pendekatan Efektif dan Saintifik Untuk Membentuk Akhlak, Daya Pikir Kritis, Dan Kreatifitas Anak” tersebut  berlangsung di Ballroom Islamic Center, Masjid Hubbul Wathon Mataram, (Selasa, 11/02/2020).

Akan berlangsung selama tiga hari, berkat kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) dan Indonesia Heritage Foundation (IHF), menghadirkan Hj. Niken Saptarini Widyawati, Bunda PAUD terbaik nasional tahun 2019.

“Usia anak-anak saat PAUD adalah usia emas dimana kita bisa mengantarkan mereka menjadi generasi yang lebih baik di masa depan. Dan guru-guru PAUD yang hadir di sini merupakan pasukan garda terdepan untuk mewujudkan Generasi Emas NTB di tahun 2045 mendatang,” tutur Bunda PAUD NTB.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan NTB  Dr. H. Aidy Furqon, S.Pd., M.Pd., dalam sambutan pembukaannya mengatakan, untuk mempersiapkan generasi bangsa menghadapi bonus demografi Indonesia di masa depan, maka perlu meningkatkan kualitas tenaga pendidik sejak dini.

Khususnya, kompetensi guru PAUD yang merupakan guru sekolah pertama bagi anak-anak. Ia menjelaskan, para guru harus mampu menciptakan generasi yang berkarakter mulai dari aspek fisik, emosi, sosial, kreatifitas, spiritual dan intelektual.

“Ini seperti dua sisi mata uang yang sama pentingnya. Ahlak dan ilmu harus jalan bersama,” tutur Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dikbud NTB tersebut.

Sementara itu, pelopor pendidikan holistik di Indonesia, Ratna Megawangi dalam materinya menyampaikan pentingnya pendidikan holistic.

Dikatakannya, pendididkan holistic tak hanya untuk membentuk akhlak, daya pikir kritis, dan kreatifitas anak, namun juga menyumbangkan andil dalam upaya mengentaskan angka stunting yang masih terjadi di NTB.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa stunting tak hanya terjadi pada anak dari keluarga menengah ke bawah. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, 30 persen anak penderita stunting juga terjadi pada anak dari keluarga menengah ke atas.

Hal tersebut terjadi karena minimnya pengetahuan orangtua tentang cara mengolah makanan, serta pengaruh kebahagian anak saat di usia balita.

“Anak yang bahagia akan mempengaruhi proses metabolismenya, sehingga dapat menyerap makanan dengan baik. Karena itu, penting bagi guru PAUD untuk terus meningkagkan kapasitasnya untuk membuat anak didiknya bahagia dalam belajar,” tutur dosen di Institut Pertanian Bogor tersebut.

Sejak tahun 2016, Pelatihan PHBK telah digelar sebanyak 98 kali di seluruh Indonesia dan Provinsi NTB mendapat kehormatan menjadi daerah pertama penyelenggaraan pelatihan PHBK di tahun 2020 ini.

AYA




Wagub Apresiasi Wayang Berbahan Sampah

Ummi Rohmi menilai yang dilakukan siswa SMAN 1 Mataram saat ini sudah baik, namun perlu terus diperluas lagi

MATARAM.lombokjournal.com —  Pementasan Wayang dari bahan limbah dengan tema “Indonesia Darurat Sampah”,  dibuka Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE. M.Sc, di Aula Rinjani SMA Negeri 1 Mataram, Rabu (12/02/2020).

Penonton yang terdiri dari siswa PAUD, TK, SD dan SMA menikmati pertunjukan itu dengan rasa senang, riang dan gembira.

Wagub menyambut baik dan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan siswa SMAN 1 Mataram, yang memanfaatkan limbah sampah sebagai bahan pembuatan wayang.

Hal  itu dinilai akan menjadi saranana edukasi yang tepat dan efektif terhadap siswa PAUD, TK dan SD.

Umi Rohmi berharap, ke depan akan membagun kesadaran bagi generasi Indonesia, khususnya di NTB untuk selalu menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah dan mampu mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai guna tinggi.

“Umi mau bertanya, Lombok- Sumbawa ini indah gak? NTB ini Sungai-nya indah, Pantainya indah, Gunung-nya juga indah. Kita harus jaga semua keindahannya itu,” ujarnya di hadapan siswa.

Di hadapan anak-anak usia dini yang hadir, dijelaskan arti pentingnya menjaga lingkungan. Agar terhindar dari segala macam bencana, seperti banjir, tanah longsor dan lainnya.

Umi Rohmi menekankan perlunya menghadirkan fasilitas yang kuat, aman dan tahan gempa. Dan kita harus mengambil pelajaran berharga dari peristiwa gempa bumi yang kita alami.

“Bangunan sekolah, rumah dan fasilitas lainnya, strukturnya harus kuat dan tahan gempa, tidak boleh lagi hanya mementingkan keindahan,” ucapnya.

Edukasi terkait apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana menjadi hal yang sangat penting. Sekolah-sekolah diminta melakukan simulasi terkait penanggulangan bencana di sekolah. Terutama untuk bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami.

“Persiapan itu adalah simulasi terhadap bencana yang tidak bisa kita prediksi,” ujarnya.

Diharapkan, SMAN 1 Mataram harus menjadi pioner untuk NTB bersih.

Ummi Rohmi menilai yang dilakukan siswa SMAN 1 Mataram saat ini sudah baik, namun perlu terus diperluas lagi, seperti bagaimana mengelola sampah dan memilah sampah dengan baik, sehingga semua bisa menjadi hal yang bernilai guna.

Pihak SMAN 1 Mataram diminta menjadikan pemanfaatan bahan sampah sebagai parameter penilaian, sehingga sekolah kita menjadi bersih dan sehat.

“Semoga ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di NTB,” harapnya.

AYA/HmsNTB

 




Penting, Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini

Para guru PAUD perlu diberikan pelatihan sebagai bekal mereka untuk mendidik anak

MATARAM.lombokjoura.com —  Pendidikan karakter bagi anak perlu dibentuk dan ditanamkan sejak usia dini, yang merupakan masa emas bagi pembentukan karakter.

Penanaman moral sedini mugkin adalah kunci utama membangun bangsa dan daerah.

Bunda PAUD NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE, M. Sc mengatakan ini dalam acara Pelatihan Akbar di Ballroom Islamic Center NTB, Selasa (11/02/2020).

Menurutnya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika mereka tumbuh di lingkungan yang berkarakter.

Fitrah anak yang terlahir suci dapat dikembangakan secara optimal. Tentunya saja, ini memerlukan peran serta semua pihak seperti keluarga, sekolah dan seluruh komponen yang ada dalam masyarakat.

Salah satu yang paling berperan dalam pembentukan karakter tersebut, selain orang tua, adalah guru. Khususnya para guru yang berdedikasi di Pendidik Anak Usia Dini (PAUD).

“Karena itu kami akan terus berupaya membekali para guru tersebut dengan pelatihan-pelatihan berkualitas. Yaitu dengan menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya,” kata Hj. Niken.

Pelatihan Akbar Pendidikan Holistik Berbasis Karakter digelar atas kerjasama Pamerintah Provinsi NTB, TP PKK NTB, Indonesian Heritage Foundation, Himpaudni, Bunda Paud, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju, Ikatan Guru Raudhatul Athfal dan Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia.

Tema yang diangkat adalah “Pendekatan Efektif dan Saintifik untuk Membentuk Akhlak, Daya Pikir Kritis, dan Kreativitas Anak”.

Meurut Hj. Niken yang juga menjabat Ketua TP PKK NTB, para guru PAUD perlu diberikan pelatihan sebagai bekal mereka untuk mendidik anak.

Meski tidak mudah, melalui tangan-tangan terampil guru PAUD akan lahir generasi Emas NTB Gemilang.

“Mewakili isi hati guru, kami sangat ingin mendapatkan pelatihan seperti ini, khususnya bagi guru PAUD se-NTB,” ungkapnya di hadapan tidak kurang 1.400 peserta pelatihan.

Bunda PAUD NTB itu menegaskan, pelatihan bagi guru PAUD akan terus diprogramkan, baik di Pulau Lombok maupun yang ada di Pulau Sumbawa.

Dengan harapan ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan ketika kembali ke sekolah masing-masing.

Harapanya,  kerjasama dengan seluruh pihak, terutama Indonesia Heritage Foundation, dapat terus dilakukan.

AYA/HmsNTB




UTS Gelar Kolaborasi Riset dengan Peneliti Luar Negeri Berbasis Edukasi

“Salah satu strategi pembangunan industri lokal adalah dengan mengirim dosen dan mahasiswa untuk belajar di negara-negara Eropa. Salah satunya Rusia, yang akan dimulai tahun ini”

SUMBAWA.lombokjournal.com —  Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) melakukan kolaborasi riset dengan para peneliti dari mancanegara, untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hal itu ditandai dengan agenda Pembukaan Riset Berbasis Edukasi Pada Bidang Lingkungan dan Pertanian yang berlangsung di Kampus UTS, Selasa, (11/02/2020).

Fokus utama riset meliputi wastewater (pengolahan air limbah), illegal mining, dan perkebunan sayur-sayuran.

Nantinya, di Sumbawa akan ada proyek percontohan untuk diimplementasikan di daerah lain atau negara lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, sebelas anggota riset dari Rusia, Perancis, Vietnam, dan Thailand berkunjung ke Sumbawa guna melaksanakan observasi lebih lanjut.

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah yang hadir pada acara tersebut, mengapresiasi adanya kolaborasi riset  ini.

Ini bisa menjadi ruang pertukaran pemikiran antara peneliti dalam negeri dan luar, dan diharapkan bisa melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Gubernur Zul menyinggung soal program industrialisasi yang sedang dilaksanakan oleh Pemprov NTB.

Salah satu strategi dalam industrialisasi adalah dengan mengirim dosen ataupun mahasiswa menimba ilmu di negara negara Eropa.

“Salah satu strategi pembangunan industri lokal adalah dengan mengirim dosen dan mahasiswa untuk belajar di negara-negara Eropa. Salah satunya Rusia, yang akan dimulai tahun ini,” ujarnya.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur mengatakan, pendidikan di Indonesia bukan berarti kurang bagus, namun dengan dikirimnya mahasiswa NTB menimba ilmu ke Eropa, wawasan dan cara pandang mereka akan menjadi lebih luas.

“Bukan semata-mata karena pendidikan di indonesia kurang bagus, tapi begitu kembali mereka membawa paradigma yang baru untuk mengembangkan daerah mereka (NTB).” kata Bang Zul.

AYA/HmsNTB

 

 

 




Hj. Niken Hadiri Khataman Dan Imtihan Tartil Al-Qur’an Metode Ummi

“Kita masih memerlukan lagi para penghafal Al-Qur’an, para pengkhatam Al-Qur’an dan pengamal Al-Qur’an, karena masa depan yang semakin tidak pasti memerlukan petunjuk-petunjuk yang akan senantiasa mengarahkan kita ke jalan kebenaran”

MATARAM.lombokjournal.com – “Anak-anak yang soleh seperti ini adalah bibit-bibit unggul yang tentu saja kita harapkan tidak hanya sampai disini saja. Kita harus dampingi mereka, kita harus bimbing mereka menjadi pemimpin-pemimpin yang akan menggantikan kita nanti di masa yang akan datang,” Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati.

Hj. Niken mengatakan itu saat menghadiri acara khataman dan imtihan tartil Al-Qur’an dengan metode Ummi, di Gedung Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Minggu (9/2/2020).

Hj Niken

Ditegaskannya, generasi Al-Qur’an adalah masa depan bangsa.

Mendengar lantunan-lantunan ayat suci Al-Quran, membuatnya terharu karena di usia yang begitu dini, anak-anak binaan ini sudah mampu mengaji dengan suara yang sangat merdu.

Ia menuturkan, hari ini adalah hari kebanggaan untuk anak-anak dan para orang tua karena telah berhasil mendidik mereka dengan baik.

“Saya terharu mendengar anak-anak melantunkan Al-Qur’an dengan begitu semangat dan begitu indahnya. Kepada anak-anakku yang saya banggakan, saya ucapkan barokallohuufiikum, Alhamdulillah kalian telah melewati hari ini dengan memberikan kebanggaan kepada ustadz dan ustadzah serta orang tua kalian,” kata Hj. Niken.

Generasi sekarang ini memerlukan lebih banyak lagi orang yang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pengarah masyarakat agar tidak keluar dari koridor yang telah ditentukan oleh agama.

“Kita masih memerlukan lagi para penghafal Al-Qur’an, para pengkhatam Al-Qur’an dan pengamal Al-Qur’an, karena masa depan yang semakin tidak pasti memerlukan petunjuk-petunjuk yang akan senantiasa mengarahkan kita ke jalan kebenaran,” tuturnya.

Bunda Niken sapaan akrabnya, menyampaikan apresiasinya kepada Ummi Foundation karena telah mencetak generasi-generasi Al-Qur’an yang kelak diharapkan dapat menjadi pemimpin-pemimpin bangsa.

ia juga berterimakasih kepada para ustadz dan ustadzah yang dengan sabarnya menghadapi berbagai macam karakter anak-anak binaan hingga dapat menguasai ilmu Al-Qur’an dengan baik.

AYA/HmsNTB




Menutup Tanwir IMM, Gubernur Zul Minta Generasi Muda Muhammadiyah Berpikiran Maju

 Dengan terbukanya wawasan dan rasa nasionalisme generasi muda, diharapkan tidak ada lagi sikap-sikap kesukuan, kedaerahan dalam diri generasi muda, namun yang ada adalah rasa ke Indonesiaan

MATARAM.lombokjounal.com –  Kemajuan teknologi menuntut kita untuk selalu berpikiran maju,  yang tidak lagi memiliki berpola pikir lama dalam meraih  cita-cita.

“Sekarang tidak lagi zamannya kita berpikir meraih sesuatu dengan demonstrasi. Zaman sudah berubah dengan kemajuan teknologi, sebentar lagi kita akan punya mobil listrik dan kemajuan teknologi lainnya,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bersama Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, didampingi Kapolda NTB, saat menutup Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke XXVIII, di Hotel Santika, Sabtu (08/02/2020).

Gubernur Zul minta generasi muda Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memperkaya diri dengan peningkatan kemampuan yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Pengurus IMM harus mampu memperkaya pengetahuan dan mengimpelentasikan ide dan gagasan yang ada dalam pikirannya untuk kemajuan  bangsa.

Hal inilah yang menjadi pemikiran pemerintah untuk mengirim mahasiswa NTB menempuh pendidikan di luar negeri.

Selain untuk memperluas wawasan, juga untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kebangsaan yang tinggi kepada generasi muda Indonesia.

Dengan terbukanya wawasan dan rasa nasionalisme generasi muda, ia berharap tidak ada lagi sikap-sikap kesukuan, kedaerahan dalam diri generasi muda, namun yang ada adalah rasa ke Indonesiaan.

Sehingga tidak ada lagi sikap primordialisme pada generasi muda di Indonesia.

“Kita mengirim generasi muda bersekolah ke luar negeri, bukan karena kualitas pendidikan  dalam negeri tidak bagus. Kualitas pendidikan kita luar biasa di dunia, namun ini untuk menambah wawasan dan rasa nasionalisme generasi muda kita,” ujarnya.

Gubernur Zul berharap, generasi muda Muhammadiyah akan mampu memberikan kontribusi besar dengan mampu menangkap sinyal-sinyal perubahan agar tampil sebagai agen perubahan bagi kemajuan bangsa.

Selain itu, diharapkan kegiatan Tanwir IMM ke XXVIII di NTB, memiliki kesan baik yang mendalam bagi peserta dari luar daerah untuk kemudian dapat diceritakan di daerahnya masing-masing.

Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono dalam kuliah umumnya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Gubernur NTB saat ini.

Dengan melakukan pengiriman mahasiswa keluar negeri adalah hal yang luar biasa, untuk membangun rasa nasionalisme dan menghilangkan sikap primordialisme generasi muda.

“Seribu mahasiswa keluar bersekolah ke luar negeri, ini luar biasa,” ujarnya.

Menurut Wakapolri, program ini patut untuk dicontoh, untuk terus membangun wawasan yang luas bagi generasi muda, serta untuk membangun rasa nasionalisme yang tinggi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada generasi muda Muhammadiyah yang telah melaksanakan musyawarah, merumuskan permasalahan dengan aman dan damai.

Menurutnya hal ini harus dicontohi dalam kehidupan bangsa kita, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan dengan beradab.

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. H. Arsyad Gani memberikan apresiasi atas terselenggaranya Tanwir IMM di NTB dengan aman dan damai.

“Ini Tanwir IMM tercepat di Indonesia, hanya dua hari bisa selesai dengan aman dan damai,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur NTB dan Kapolda, yang telah membuat NTB aman dan nyaman, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.

Menurutnya, NTB bisa jadi contoh dalam menyelesaikan dan merumuskan penyelesaian masalah dengan baik, dengan mengedepankan  musyawarah dan diskusi.

Baginya hal ini sangat penting untuk terus dijaga agar kerukunan terus dapat terpelihara, sehingga dapat menyelesaikan segala masalah dengan cara yang beradab.

 AYA/HmsNTB

 




Peletakkan Batu Pertama Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah

Muhammadiyah diminta terus mempererat hubungan dengan organisasi lainnya sehingga mampu berkolaborasi, bersinergi dan berikhtiar dalam pembangunan di Nusa Tenggara Barat

LOBAR.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri, SH melakukann peletakan batu pertama (Ground Breaking) pembangunan  Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah,  bersamaan kegiatan Milad Muhammadiyah ke-107 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Kamis (06/02/2020).

Peletakan batu pertama pembangunan Boarding School, acara ini juga diisi dengan pengajian dan rangkaian kegiatan lainnya.

Ahmad Masyhuri, SH menyambut kedatangan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Ketua Pimpinan Pusat Aisiyah beserta rombongan yang hadir mengunjungi NTB.

Pembangunan Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah diharapkan dapat membawa keberkahan.

“Selamat dan penghargaan yang tinggi tidak lupa pula saya sampaikan atas dimulainya peletakan batu pertama pembangunan asrama sekolah Muhammadiyah di Narmada Kabupaten Lombok Barat,” kata Ahmad Masyhuri .

Masyhuri mengatakan, sejak dulu Muhammadiyah dengan idealisme dakwahnya merupakan salah satu ujung tombak bagi pencerahan kepada umat.

Di usianya kini, tentu Muhammadiyah diharapkan terus aktif mengembangkan nilai-nilai Islam. Selain itu juga, Muhammadiyah diminta terus mempererat hubungan dengan organisasi lainnya sehingga mampu berkolaborasi, bersinergi dan berikhtiar dalam pembangunan di Nusa Tenggara Barat.

Muhammadiyah sendiri tercatat sebagai salah satu organisasi Islam tertua di NTB. Sejak berkembang di NTB pada tahun 1918, Muhammadiyah terus memperkuat pengaruhnya melalui kegiatan dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

“Tentu saja hal ini menunjukkan komitmen kuat Muhammadiyah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kader Muhammadiyah,” lanjut Masyhuri.

Menurutnya, penerapan Boarding School juga dianggap sangat efektif dalam membentuk karakter individu yang ber-akhlakul kharimah. Ia sangat mendukung pembangunan sekolah tersebut.

“Semoga Boarding School Mu’allimin ini akan bisa menjadi Boarding School terbaik, tidak hanya di daerah kita tapi juga di Indonesia,” katanya.

AYA/HmsNTB

 




Sekolah Di NTB Diminta Terapkan Konsep Zero Waste

“Tahun 2020 ini target kita seluruh SMA-SMK di NTB harus menjadi sekolah yang bersih dan sehat, dan melibatkan keluarga dalam pendidikan itu sendiri”

LOBAR.lombokjournal.com —  Sekolah di Provinsi NTB menciptakan lingkungan yang hijau, bersih dan sehat melalui aksi zero waste atau bebas sampah. Lingkungan yang bersih dan hijau akan mendukung suasana belajar yang menyenangkan.

Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan itu saat mengahadiri acara launching program sekolah bersih dan sehat melalui kegiatan Zero Waste, sekaligus peresmian Kegiatan Pelaksanaan Pendidikan Keluarga di SMAN 1 Gerung, Sabtu, (01/02/2020).

“Dengan kondisi sekolah yang hijau, diharapkan prestasi pelajar semakin meningkat serta menambah jiwa kreativitas serta wirausaha bagi pelajar dalam menghadapi tantangan global,” kata Wakil Gubernur

Sekolah merupakan tempat yang menyenangka, tempat anak-anak bergembira. Murid dan guru merasa senang dalam menjalankan proses belajar mengajar.

“Salah satu keberhasilan sekolah adalah ketika murid-muridnya senang dan gembira berada di sekolah tersebut,” ujar wagub.

Umi Rohmi mengatakan, sekolah yang bersih dan sehat adalah kebutuhan dan kewajiban. Apalagi ditambah keterlibatan keluarga, keduanya harus komplit, harus tetap bersinergi dalam menjaga pendidikan anak.

“Sekolah bersih dan sehat merupakan pondasi untuk mendidik anak yang berkarakter dan berahlak mulia,” tambahnya.

Konsep sekolah yang bersih dan sehat dengan melibatkan keluarga mulai diterapkan di seluruh sekolah di NTB tahun ini.

“Tahun 2020 ini target kita seluruh SMA-SMK di NTB harus menjadi sekolah yang bersih dan sehat, dan melibatkan keluarga dalam pendidikan itu sendiri,” ujarnya.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang juga hadir mengatakan, tanggung jawab pendidikan pada awal dan akhir adalah tanggung jawab orang tua.

Ketika anak-anak sudah disekolahkan, orang tua merasa lepas dalam pendidikan tersebut, padahal tanggung jawab pendidikan tidak pernah bisa putus dalam pelibatan keluarga.

Bunda Niken menegaskan, dalam paradigma yang benar, keluarga adalah pendidikan dalam sekolah.

“Keluarga dan sekolah harus bisa bersinergi dalam mewujudkan pendidikan yang luar biasa. Saya harapkan ini bisa dimulai di seluruh sekolah yang ada di NTB,” katanya.

Dengan keterlibatan sekolah dan orang tua, optimis anak-nak muda NTB akan terlahir menjadi generasi tangguh.

“Orang tua hebat, orang tua yang terlibat,” ujar Bunda Niken.

Dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur NTB bersama Ketua TP-PKK Provinsi NTB meninjau stand kerajinan dan pabrik kompos di SMAN 1 Gerung.

AYA/HmsNTB




Sekolah Mandiri Energi Diresmikan Gubernur Di Lingsar

“Karcis masuk untuk dapat pekerjaan saat ini bukan lagi ijazah, yang ditanya adalah punya sertifikat kompetensi atau tidak, untuk itu kita juga perlu menggunakan strategi agar 1 tahun setelah lulus bisa mendapatkan pekerjaan”

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE, M. Sc meresmikan SMKN 1 Lingsar sebagai Sekolah Mandiri Energi Melalui Program Teknik Energi Terbarukan (TET) di SMKN 1 Lingsar, Jumat (31/01/20).

Gubernur mengatakan, Pendidikan Vokasi, termasuk SMK dipandang sangat penting. Karena NTB tengah berupaya agar dapat menyelenggarakan Pendidikan Vokasi di beberapa tempat.

Dengan adanya penyelenggaran pendidikan vokasi yang merata, diharapkan dapat menghasilkan perubahan signifkan bagi masyarakat di NTB.

“SMK itu seperti CEO, pemimpin perusahaan yang karyawannya hebat-hebat, apalagi ke depan rencananya SMK akan diintegrasikan dengan kampus, kita doakan pak Dirjen sehat dan akan banyak membantu NTB, dan selamat kepada SMKN 1 Lingsar menjelma menjadi sekolah mandiri energi dan semoga bisa diikuti dengan SMK yang lain,” ungkap Gubernur Zul.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI diharapkan senantiasa  membantu pengembangan Pendidikan Vokasi di NTB, agar terus berkelanjutan dan berkesinambungan.

Sebelumnya, senada dengan Gubernur, Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Ir. Patdono Suwignjo M. Eng, SC, juga bertekad untuk mengembankan pendidikan vokasi, mulai dari pelatihan, kursus, sampai dengan politeknik.

“Sekarang adalah bagaimana meningkatkan mutu pendidikannya,” ujar Suwignjo.

Patdono juga menambahkan bahwa, Pendidikan Vokasi nantinya dapat menghasilkan lulusan yang terampil dan siap kerja.

“Karcis masuk untuk dapat pekerjaan saat ini bukan lagi ijazah, yang ditanya adalah punya sertifikat kompetensi atau tidak, untuk itu kita juga perlu menggunakan strategi agar 1 tahun setelah lulus bisa mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.

Dirjen Vokasi itu juga menyampaikan, akan diusahakan ada program pengambilan sertifikat kompetensi yang dibiayai oleh pemerintah sebelum siswa SMK dan mahasiswa poltek lulus. “Kini, program dari Kementerian adalah, semua SMK dan guru-guru yang mengajar, harus memiliki sertifikat kompetensi”, tutupnya.

Usai peresmian, Gubernur beserta rombongan meninjau instalasi panel surya pencacah sampah energi surya dan kendaraan panel surya.

Saat itu, Kepala SMKN 1 Lingsar Ruju Rahmad, S.Pd., MT, yang menemani menjelaskan bahwa, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lingsar Kecamatan Narmada, saat ini tengah memanfaatkan energi diperbarukan dengan menggunakan energi tenaga surya. “Energi terbarukan yang dihasilkan adalah dengan membuat rangkaian energi listrik tenaga kincir, yang digerakkan oleh angin, turbin air dan tenaga surya”, jelasnya.

AYA/HmsNTB

 

 




Mahasiswa Penerima Awardee NTB Di Wuhan China, Kondisinya Aman

“Sejauh ini dua awardee kita dalam keadaan tidak sakit atau dalam kondisi sehat”

MATARAM. lombokjournal.com  —  Mahasiswa penerima awardee beasiswa NTB yang menempuh pendidikan di Kota Wuhan, China dilaporkan masih dalam kondisi aman.

Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Provinsi NTB tetap melakukan koordinasi dengan pihak KBRI terkait dengan upaya perlindungan mahasiswa NTB di kota tersebut.

Ketua Divisi Kerjasama LPP NTB, Imanuella Andilolo, M.Sc mengatakan, sejauh ini memang Pemerintah China belum memberi akses masuk ke Wuhan lantaran masih dalam kondisi terisolasi untuk menghindari penyebaran virus corona.

“Kalau ada perkembangan kami di LPP akan segera dihubungi dan kami akan selalu monitor,” kata Imanuella Andilolo, Minggu (26/01/2020).

Di Kota Wuhan, ada empat orang penerima awardee beasiswa NTB. Dari empat orang tersebut sebanyak dua orang sudah berada di Indonesia, serta dua orang lainnya masih berada di Wuhan.

Dua orang mahasiswa penerima beasiswa NTB yang sudah berada di Indonesia tersebut memang kebetulan sedang berada di luar Wuhan sebelum kota tersebut ditutup aksesnya oleh pemerintah China.

“Mereka kebetulan sudah keluar dari Wuhan sebelum akses ditutup untuk berlibur karena sekarang sedang liburan Tahun Baru China” terangnya.

Sementara dua orang awardee beasiswa NTB yang lain masih tetap tinggal di Wuhan. Mereka saat ini berada di asrama kampus dan difasilitasi oleh pihak kampus.

Kantin yang tadinya tutup selama musim liburan ini sudah kembali dibuka agar mahasiswa yang tinggal di asrama tidak perlu keluar asrama untuk mencari makanan.

Di sana kata Imanuella, setiap hari dilakukan pengecekan suhu tubuh, karena symptom utama adalah demam.

“ Sejauh ini dua awardee kita dalam keadaan tidak sakit atau dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Terkait awardee Beasiswa NTB di lokasi lain di China, LPP juga terus berkoordinasi dengan pihak kampus masing-masing dan KBRI.

“Situasi saat ini masih kondusif namun untuk antisipasi jadwal sekolah diundur sehingga disarankan oleh pihak KBRI dan sekolah untuk pulang saja kalau bisa mumpung libur panjang. Tapi stay di asrama juga tidak apa-apa karena langkah-langkah antisipatif sudah ditetapkan. Anak-anak diwajibkan untuk selalu ikut arahan Kepala Asramanya,” tegasnya.

Imanuella juga meluruskan informasi yang dimuat di sebuah media online yang menyebutkan bahwa mahasiswa NTB yang sedang menempuh pendidikan di China akan dipulangkan semuanya oleh LPP.

”Bahwa tidak benar statement yang muncul seperti itu,” terangnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy S.Sos MM mengatakan, Pemprov NTB saat ini terus mamantau perkembangan kondisi awardee NTB di Kota Wuhan. Yang pasti dua orang awardee NTB yang masih tinggal di sana dalam kondisi aman dan sehat.

” LPP NTB juga pro aktif memantau kondisi mereka.” terangnya.

AYA/HmsNTB