UTS Gelar Kolaborasi Riset dengan Peneliti Luar Negeri Berbasis Edukasi

“Salah satu strategi pembangunan industri lokal adalah dengan mengirim dosen dan mahasiswa untuk belajar di negara-negara Eropa. Salah satunya Rusia, yang akan dimulai tahun ini”

SUMBAWA.lombokjournal.com —  Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) melakukan kolaborasi riset dengan para peneliti dari mancanegara, untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hal itu ditandai dengan agenda Pembukaan Riset Berbasis Edukasi Pada Bidang Lingkungan dan Pertanian yang berlangsung di Kampus UTS, Selasa, (11/02/2020).

Fokus utama riset meliputi wastewater (pengolahan air limbah), illegal mining, dan perkebunan sayur-sayuran.

Nantinya, di Sumbawa akan ada proyek percontohan untuk diimplementasikan di daerah lain atau negara lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, sebelas anggota riset dari Rusia, Perancis, Vietnam, dan Thailand berkunjung ke Sumbawa guna melaksanakan observasi lebih lanjut.

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah yang hadir pada acara tersebut, mengapresiasi adanya kolaborasi riset  ini.

Ini bisa menjadi ruang pertukaran pemikiran antara peneliti dalam negeri dan luar, dan diharapkan bisa melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Gubernur Zul menyinggung soal program industrialisasi yang sedang dilaksanakan oleh Pemprov NTB.

Salah satu strategi dalam industrialisasi adalah dengan mengirim dosen ataupun mahasiswa menimba ilmu di negara negara Eropa.

“Salah satu strategi pembangunan industri lokal adalah dengan mengirim dosen dan mahasiswa untuk belajar di negara-negara Eropa. Salah satunya Rusia, yang akan dimulai tahun ini,” ujarnya.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur mengatakan, pendidikan di Indonesia bukan berarti kurang bagus, namun dengan dikirimnya mahasiswa NTB menimba ilmu ke Eropa, wawasan dan cara pandang mereka akan menjadi lebih luas.

“Bukan semata-mata karena pendidikan di indonesia kurang bagus, tapi begitu kembali mereka membawa paradigma yang baru untuk mengembangkan daerah mereka (NTB).” kata Bang Zul.

AYA/HmsNTB

 

 

 




Hj. Niken Hadiri Khataman Dan Imtihan Tartil Al-Qur’an Metode Ummi

“Kita masih memerlukan lagi para penghafal Al-Qur’an, para pengkhatam Al-Qur’an dan pengamal Al-Qur’an, karena masa depan yang semakin tidak pasti memerlukan petunjuk-petunjuk yang akan senantiasa mengarahkan kita ke jalan kebenaran”

MATARAM.lombokjournal.com – “Anak-anak yang soleh seperti ini adalah bibit-bibit unggul yang tentu saja kita harapkan tidak hanya sampai disini saja. Kita harus dampingi mereka, kita harus bimbing mereka menjadi pemimpin-pemimpin yang akan menggantikan kita nanti di masa yang akan datang,” Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati.

Hj. Niken mengatakan itu saat menghadiri acara khataman dan imtihan tartil Al-Qur’an dengan metode Ummi, di Gedung Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Minggu (9/2/2020).

Hj Niken

Ditegaskannya, generasi Al-Qur’an adalah masa depan bangsa.

Mendengar lantunan-lantunan ayat suci Al-Quran, membuatnya terharu karena di usia yang begitu dini, anak-anak binaan ini sudah mampu mengaji dengan suara yang sangat merdu.

Ia menuturkan, hari ini adalah hari kebanggaan untuk anak-anak dan para orang tua karena telah berhasil mendidik mereka dengan baik.

“Saya terharu mendengar anak-anak melantunkan Al-Qur’an dengan begitu semangat dan begitu indahnya. Kepada anak-anakku yang saya banggakan, saya ucapkan barokallohuufiikum, Alhamdulillah kalian telah melewati hari ini dengan memberikan kebanggaan kepada ustadz dan ustadzah serta orang tua kalian,” kata Hj. Niken.

Generasi sekarang ini memerlukan lebih banyak lagi orang yang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pengarah masyarakat agar tidak keluar dari koridor yang telah ditentukan oleh agama.

“Kita masih memerlukan lagi para penghafal Al-Qur’an, para pengkhatam Al-Qur’an dan pengamal Al-Qur’an, karena masa depan yang semakin tidak pasti memerlukan petunjuk-petunjuk yang akan senantiasa mengarahkan kita ke jalan kebenaran,” tuturnya.

Bunda Niken sapaan akrabnya, menyampaikan apresiasinya kepada Ummi Foundation karena telah mencetak generasi-generasi Al-Qur’an yang kelak diharapkan dapat menjadi pemimpin-pemimpin bangsa.

ia juga berterimakasih kepada para ustadz dan ustadzah yang dengan sabarnya menghadapi berbagai macam karakter anak-anak binaan hingga dapat menguasai ilmu Al-Qur’an dengan baik.

AYA/HmsNTB




Menutup Tanwir IMM, Gubernur Zul Minta Generasi Muda Muhammadiyah Berpikiran Maju

 Dengan terbukanya wawasan dan rasa nasionalisme generasi muda, diharapkan tidak ada lagi sikap-sikap kesukuan, kedaerahan dalam diri generasi muda, namun yang ada adalah rasa ke Indonesiaan

MATARAM.lombokjounal.com –  Kemajuan teknologi menuntut kita untuk selalu berpikiran maju,  yang tidak lagi memiliki berpola pikir lama dalam meraih  cita-cita.

“Sekarang tidak lagi zamannya kita berpikir meraih sesuatu dengan demonstrasi. Zaman sudah berubah dengan kemajuan teknologi, sebentar lagi kita akan punya mobil listrik dan kemajuan teknologi lainnya,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bersama Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, didampingi Kapolda NTB, saat menutup Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke XXVIII, di Hotel Santika, Sabtu (08/02/2020).

Gubernur Zul minta generasi muda Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memperkaya diri dengan peningkatan kemampuan yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Pengurus IMM harus mampu memperkaya pengetahuan dan mengimpelentasikan ide dan gagasan yang ada dalam pikirannya untuk kemajuan  bangsa.

Hal inilah yang menjadi pemikiran pemerintah untuk mengirim mahasiswa NTB menempuh pendidikan di luar negeri.

Selain untuk memperluas wawasan, juga untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kebangsaan yang tinggi kepada generasi muda Indonesia.

Dengan terbukanya wawasan dan rasa nasionalisme generasi muda, ia berharap tidak ada lagi sikap-sikap kesukuan, kedaerahan dalam diri generasi muda, namun yang ada adalah rasa ke Indonesiaan.

Sehingga tidak ada lagi sikap primordialisme pada generasi muda di Indonesia.

“Kita mengirim generasi muda bersekolah ke luar negeri, bukan karena kualitas pendidikan  dalam negeri tidak bagus. Kualitas pendidikan kita luar biasa di dunia, namun ini untuk menambah wawasan dan rasa nasionalisme generasi muda kita,” ujarnya.

Gubernur Zul berharap, generasi muda Muhammadiyah akan mampu memberikan kontribusi besar dengan mampu menangkap sinyal-sinyal perubahan agar tampil sebagai agen perubahan bagi kemajuan bangsa.

Selain itu, diharapkan kegiatan Tanwir IMM ke XXVIII di NTB, memiliki kesan baik yang mendalam bagi peserta dari luar daerah untuk kemudian dapat diceritakan di daerahnya masing-masing.

Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono dalam kuliah umumnya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Gubernur NTB saat ini.

Dengan melakukan pengiriman mahasiswa keluar negeri adalah hal yang luar biasa, untuk membangun rasa nasionalisme dan menghilangkan sikap primordialisme generasi muda.

“Seribu mahasiswa keluar bersekolah ke luar negeri, ini luar biasa,” ujarnya.

Menurut Wakapolri, program ini patut untuk dicontoh, untuk terus membangun wawasan yang luas bagi generasi muda, serta untuk membangun rasa nasionalisme yang tinggi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada generasi muda Muhammadiyah yang telah melaksanakan musyawarah, merumuskan permasalahan dengan aman dan damai.

Menurutnya hal ini harus dicontohi dalam kehidupan bangsa kita, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan dengan beradab.

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. H. Arsyad Gani memberikan apresiasi atas terselenggaranya Tanwir IMM di NTB dengan aman dan damai.

“Ini Tanwir IMM tercepat di Indonesia, hanya dua hari bisa selesai dengan aman dan damai,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur NTB dan Kapolda, yang telah membuat NTB aman dan nyaman, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.

Menurutnya, NTB bisa jadi contoh dalam menyelesaikan dan merumuskan penyelesaian masalah dengan baik, dengan mengedepankan  musyawarah dan diskusi.

Baginya hal ini sangat penting untuk terus dijaga agar kerukunan terus dapat terpelihara, sehingga dapat menyelesaikan segala masalah dengan cara yang beradab.

 AYA/HmsNTB

 




Peletakkan Batu Pertama Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah

Muhammadiyah diminta terus mempererat hubungan dengan organisasi lainnya sehingga mampu berkolaborasi, bersinergi dan berikhtiar dalam pembangunan di Nusa Tenggara Barat

LOBAR.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri, SH melakukann peletakan batu pertama (Ground Breaking) pembangunan  Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah,  bersamaan kegiatan Milad Muhammadiyah ke-107 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Kamis (06/02/2020).

Peletakan batu pertama pembangunan Boarding School, acara ini juga diisi dengan pengajian dan rangkaian kegiatan lainnya.

Ahmad Masyhuri, SH menyambut kedatangan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Ketua Pimpinan Pusat Aisiyah beserta rombongan yang hadir mengunjungi NTB.

Pembangunan Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah diharapkan dapat membawa keberkahan.

“Selamat dan penghargaan yang tinggi tidak lupa pula saya sampaikan atas dimulainya peletakan batu pertama pembangunan asrama sekolah Muhammadiyah di Narmada Kabupaten Lombok Barat,” kata Ahmad Masyhuri .

Masyhuri mengatakan, sejak dulu Muhammadiyah dengan idealisme dakwahnya merupakan salah satu ujung tombak bagi pencerahan kepada umat.

Di usianya kini, tentu Muhammadiyah diharapkan terus aktif mengembangkan nilai-nilai Islam. Selain itu juga, Muhammadiyah diminta terus mempererat hubungan dengan organisasi lainnya sehingga mampu berkolaborasi, bersinergi dan berikhtiar dalam pembangunan di Nusa Tenggara Barat.

Muhammadiyah sendiri tercatat sebagai salah satu organisasi Islam tertua di NTB. Sejak berkembang di NTB pada tahun 1918, Muhammadiyah terus memperkuat pengaruhnya melalui kegiatan dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

“Tentu saja hal ini menunjukkan komitmen kuat Muhammadiyah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kader Muhammadiyah,” lanjut Masyhuri.

Menurutnya, penerapan Boarding School juga dianggap sangat efektif dalam membentuk karakter individu yang ber-akhlakul kharimah. Ia sangat mendukung pembangunan sekolah tersebut.

“Semoga Boarding School Mu’allimin ini akan bisa menjadi Boarding School terbaik, tidak hanya di daerah kita tapi juga di Indonesia,” katanya.

AYA/HmsNTB

 




Sekolah Di NTB Diminta Terapkan Konsep Zero Waste

“Tahun 2020 ini target kita seluruh SMA-SMK di NTB harus menjadi sekolah yang bersih dan sehat, dan melibatkan keluarga dalam pendidikan itu sendiri”

LOBAR.lombokjournal.com —  Sekolah di Provinsi NTB menciptakan lingkungan yang hijau, bersih dan sehat melalui aksi zero waste atau bebas sampah. Lingkungan yang bersih dan hijau akan mendukung suasana belajar yang menyenangkan.

Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan itu saat mengahadiri acara launching program sekolah bersih dan sehat melalui kegiatan Zero Waste, sekaligus peresmian Kegiatan Pelaksanaan Pendidikan Keluarga di SMAN 1 Gerung, Sabtu, (01/02/2020).

“Dengan kondisi sekolah yang hijau, diharapkan prestasi pelajar semakin meningkat serta menambah jiwa kreativitas serta wirausaha bagi pelajar dalam menghadapi tantangan global,” kata Wakil Gubernur

Sekolah merupakan tempat yang menyenangka, tempat anak-anak bergembira. Murid dan guru merasa senang dalam menjalankan proses belajar mengajar.

“Salah satu keberhasilan sekolah adalah ketika murid-muridnya senang dan gembira berada di sekolah tersebut,” ujar wagub.

Umi Rohmi mengatakan, sekolah yang bersih dan sehat adalah kebutuhan dan kewajiban. Apalagi ditambah keterlibatan keluarga, keduanya harus komplit, harus tetap bersinergi dalam menjaga pendidikan anak.

“Sekolah bersih dan sehat merupakan pondasi untuk mendidik anak yang berkarakter dan berahlak mulia,” tambahnya.

Konsep sekolah yang bersih dan sehat dengan melibatkan keluarga mulai diterapkan di seluruh sekolah di NTB tahun ini.

“Tahun 2020 ini target kita seluruh SMA-SMK di NTB harus menjadi sekolah yang bersih dan sehat, dan melibatkan keluarga dalam pendidikan itu sendiri,” ujarnya.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang juga hadir mengatakan, tanggung jawab pendidikan pada awal dan akhir adalah tanggung jawab orang tua.

Ketika anak-anak sudah disekolahkan, orang tua merasa lepas dalam pendidikan tersebut, padahal tanggung jawab pendidikan tidak pernah bisa putus dalam pelibatan keluarga.

Bunda Niken menegaskan, dalam paradigma yang benar, keluarga adalah pendidikan dalam sekolah.

“Keluarga dan sekolah harus bisa bersinergi dalam mewujudkan pendidikan yang luar biasa. Saya harapkan ini bisa dimulai di seluruh sekolah yang ada di NTB,” katanya.

Dengan keterlibatan sekolah dan orang tua, optimis anak-nak muda NTB akan terlahir menjadi generasi tangguh.

“Orang tua hebat, orang tua yang terlibat,” ujar Bunda Niken.

Dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur NTB bersama Ketua TP-PKK Provinsi NTB meninjau stand kerajinan dan pabrik kompos di SMAN 1 Gerung.

AYA/HmsNTB




Sekolah Mandiri Energi Diresmikan Gubernur Di Lingsar

“Karcis masuk untuk dapat pekerjaan saat ini bukan lagi ijazah, yang ditanya adalah punya sertifikat kompetensi atau tidak, untuk itu kita juga perlu menggunakan strategi agar 1 tahun setelah lulus bisa mendapatkan pekerjaan”

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE, M. Sc meresmikan SMKN 1 Lingsar sebagai Sekolah Mandiri Energi Melalui Program Teknik Energi Terbarukan (TET) di SMKN 1 Lingsar, Jumat (31/01/20).

Gubernur mengatakan, Pendidikan Vokasi, termasuk SMK dipandang sangat penting. Karena NTB tengah berupaya agar dapat menyelenggarakan Pendidikan Vokasi di beberapa tempat.

Dengan adanya penyelenggaran pendidikan vokasi yang merata, diharapkan dapat menghasilkan perubahan signifkan bagi masyarakat di NTB.

“SMK itu seperti CEO, pemimpin perusahaan yang karyawannya hebat-hebat, apalagi ke depan rencananya SMK akan diintegrasikan dengan kampus, kita doakan pak Dirjen sehat dan akan banyak membantu NTB, dan selamat kepada SMKN 1 Lingsar menjelma menjadi sekolah mandiri energi dan semoga bisa diikuti dengan SMK yang lain,” ungkap Gubernur Zul.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI diharapkan senantiasa  membantu pengembangan Pendidikan Vokasi di NTB, agar terus berkelanjutan dan berkesinambungan.

Sebelumnya, senada dengan Gubernur, Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Ir. Patdono Suwignjo M. Eng, SC, juga bertekad untuk mengembankan pendidikan vokasi, mulai dari pelatihan, kursus, sampai dengan politeknik.

“Sekarang adalah bagaimana meningkatkan mutu pendidikannya,” ujar Suwignjo.

Patdono juga menambahkan bahwa, Pendidikan Vokasi nantinya dapat menghasilkan lulusan yang terampil dan siap kerja.

“Karcis masuk untuk dapat pekerjaan saat ini bukan lagi ijazah, yang ditanya adalah punya sertifikat kompetensi atau tidak, untuk itu kita juga perlu menggunakan strategi agar 1 tahun setelah lulus bisa mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.

Dirjen Vokasi itu juga menyampaikan, akan diusahakan ada program pengambilan sertifikat kompetensi yang dibiayai oleh pemerintah sebelum siswa SMK dan mahasiswa poltek lulus. “Kini, program dari Kementerian adalah, semua SMK dan guru-guru yang mengajar, harus memiliki sertifikat kompetensi”, tutupnya.

Usai peresmian, Gubernur beserta rombongan meninjau instalasi panel surya pencacah sampah energi surya dan kendaraan panel surya.

Saat itu, Kepala SMKN 1 Lingsar Ruju Rahmad, S.Pd., MT, yang menemani menjelaskan bahwa, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lingsar Kecamatan Narmada, saat ini tengah memanfaatkan energi diperbarukan dengan menggunakan energi tenaga surya. “Energi terbarukan yang dihasilkan adalah dengan membuat rangkaian energi listrik tenaga kincir, yang digerakkan oleh angin, turbin air dan tenaga surya”, jelasnya.

AYA/HmsNTB

 

 




Mahasiswa Penerima Awardee NTB Di Wuhan China, Kondisinya Aman

“Sejauh ini dua awardee kita dalam keadaan tidak sakit atau dalam kondisi sehat”

MATARAM. lombokjournal.com  —  Mahasiswa penerima awardee beasiswa NTB yang menempuh pendidikan di Kota Wuhan, China dilaporkan masih dalam kondisi aman.

Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Provinsi NTB tetap melakukan koordinasi dengan pihak KBRI terkait dengan upaya perlindungan mahasiswa NTB di kota tersebut.

Ketua Divisi Kerjasama LPP NTB, Imanuella Andilolo, M.Sc mengatakan, sejauh ini memang Pemerintah China belum memberi akses masuk ke Wuhan lantaran masih dalam kondisi terisolasi untuk menghindari penyebaran virus corona.

“Kalau ada perkembangan kami di LPP akan segera dihubungi dan kami akan selalu monitor,” kata Imanuella Andilolo, Minggu (26/01/2020).

Di Kota Wuhan, ada empat orang penerima awardee beasiswa NTB. Dari empat orang tersebut sebanyak dua orang sudah berada di Indonesia, serta dua orang lainnya masih berada di Wuhan.

Dua orang mahasiswa penerima beasiswa NTB yang sudah berada di Indonesia tersebut memang kebetulan sedang berada di luar Wuhan sebelum kota tersebut ditutup aksesnya oleh pemerintah China.

“Mereka kebetulan sudah keluar dari Wuhan sebelum akses ditutup untuk berlibur karena sekarang sedang liburan Tahun Baru China” terangnya.

Sementara dua orang awardee beasiswa NTB yang lain masih tetap tinggal di Wuhan. Mereka saat ini berada di asrama kampus dan difasilitasi oleh pihak kampus.

Kantin yang tadinya tutup selama musim liburan ini sudah kembali dibuka agar mahasiswa yang tinggal di asrama tidak perlu keluar asrama untuk mencari makanan.

Di sana kata Imanuella, setiap hari dilakukan pengecekan suhu tubuh, karena symptom utama adalah demam.

“ Sejauh ini dua awardee kita dalam keadaan tidak sakit atau dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Terkait awardee Beasiswa NTB di lokasi lain di China, LPP juga terus berkoordinasi dengan pihak kampus masing-masing dan KBRI.

“Situasi saat ini masih kondusif namun untuk antisipasi jadwal sekolah diundur sehingga disarankan oleh pihak KBRI dan sekolah untuk pulang saja kalau bisa mumpung libur panjang. Tapi stay di asrama juga tidak apa-apa karena langkah-langkah antisipatif sudah ditetapkan. Anak-anak diwajibkan untuk selalu ikut arahan Kepala Asramanya,” tegasnya.

Imanuella juga meluruskan informasi yang dimuat di sebuah media online yang menyebutkan bahwa mahasiswa NTB yang sedang menempuh pendidikan di China akan dipulangkan semuanya oleh LPP.

”Bahwa tidak benar statement yang muncul seperti itu,” terangnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy S.Sos MM mengatakan, Pemprov NTB saat ini terus mamantau perkembangan kondisi awardee NTB di Kota Wuhan. Yang pasti dua orang awardee NTB yang masih tinggal di sana dalam kondisi aman dan sehat.

” LPP NTB juga pro aktif memantau kondisi mereka.” terangnya.

AYA/HmsNTB




Harlah Ponpes Qomarul Huda Bagu, Ini Ungkapan Danrem

Satu tahun yang lalu, Danrem 162/WB juga pernah mensosialisasikan ke  Ponpes, bila para santri yang akan mendaftarkan diri menjadi Prajurit TNI AD dan mampu menghapal 30 juz Alquran, maka akan diberikan priorotas baginya untuk menjadi anggota TNI AD

LOTENG.lombokjournal.com – Keberadaan Pondok Pesantren (Ponpes) Qomarul Huda Bagu, di tengah-tengah masyarakat sangat berperan aktif  dalam  memberikan,  mengajarkan, membimbing maupun mencerdaskan  masyarakat.

Semua menuju ke arah yang lebih baik bagi perkembangan kehidupan masyarakat, khususnya di Pulau Lombok dan NTB pada umumnya.

Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani dan TGH. H.L. Turmudzi

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., mengugkapkan itu saat memberikan sambutan pada acara Haul Syeh Abdul Qadir Jaelani, Gus Dur dan Saleh Hambali Bengkel.

Kegiatan itu dirangkaikan dengan  Harlah Ponpes Qamarul Huda Bagu yang ke 59, dan Harlah NU ke 94 tahun 2020, di yayasan Ponpes Qomarul Huda Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Loteng, Sabtu (25/01/20).

Danrem membanggakan keberadaan Ponpes Qomarul Huda mengingat banyak alumni santri Ponpes Qomarul Huda yang menjadi anggota TNI khususnya TNI AD.

“Seperti diketahui bersama, Panglima Besar Jenderal Sudirman juga seorang ulama dan kiyai yang menjadi tauladan bagi kami Prajurit TNI sehingga diharapkan kedepan banyak santri-santri yang masuk menjadi anggota TNI AD,” paparnya.

Satu tahun yang lalu, Danrem 162/WB juga pernah mensosialisasikan ke  Ponpes, bila para santri yang akan mendaftarkan diri menjadi Prajurit TNI AD dan mampu menghapal 30 juz Alquran, maka akan diberikan priorotas baginya untuk menjadi anggota TNI AD.

Sebelumnya, Pimpinan Ponpes Qomarul Huda Bagu TGH. H.L. Turmudzi Badaruddin mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir, dan ikut memeriahkan Haul Syeh Abdul Qadir Jaelani, Gus Dur, Saleh Hambali Bengkel yang dirangkai dengan Harlah Ponpes Qamarul Huda Bagu yang ke 59.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Provinsi NTB H.L. Gita Ariadi. M. Si., menyambut baik tradisi yang berlaku di jajaran NU, yakni Haul Syeh Abdul Qadir Jaelani, Gusdur, Saleh Hambali Bengkel yang dirangkai dengan Harlah Ponpes Qamarul Huda Bagu yang ke 59.

“Peringatan Haul ini sangat baik untuk dijadikan cermin bagi kita semua yang hadir dan bisa dijadikan sebagai contoh kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Dikatakan, Pemda NTB siap untuk membina Ponpes Qomarul Huda menjadi ponpes yang berkembang pesat, terkenal dan menjadi kebanggaan bersama.

Acara Haul yang dihadiri Dir Binmas Polda NTB Kombes Pol Beny Basir., Pembina Ponpes Manhalul Ma’arif Darek TGh. Ma’arif Makmun, para Pengurus PBNU wilayah NTB, rombongan keluarga dari Jawa Timur KH. Zaini., Kasdim 1620/Loteng Mayor Inf Dian Asmiyandita, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para santri Ponpes Qomarul Huda Bagu dilanjutkan dengan tausiah oleh Ketua Lembaga Dakwah PBNU Pusat Prof. Dr. KH. Manarul Hidayat.

AYA

 




APBD 2020, 39 Miliar Untuk Beasiswa

Pemda punya kewajiban mem-back up kebutuhan masyarakatnya, yang lahir dari aspirasi kebutuhahan masyarakat yang disampaikan secara langsung dalam kegiatan Jumpa Bang Zul Umi Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com — Untuk memuluskan niat pengiriman beasiswa ke luar negeri tahun ini sebanyak RP 39 Miliar disiapkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Namun anggaran itu tidak murni untuk ke luar negeri, pemerintah juga merancang untuk beasiswa dalam negeri.

Anggaran yang cukup pantastis itu ada dalam DIPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB.

“Tahun ini ada 39 Miliar dalam DIPA Dilkbud untuk beasiswa,” ungkap Plt Kepala Dinas Dikbud NTB, Aidy Furqan pada Rabu (22/1)

Furqan menjelaskan, dari anggaran tersebut sekitar 18 miliar dialokasikan untuk luar negeri kategori berprestasi dan 18 sekian yang sisanya untuk beasiswa miskin (tidak mampu).

Dengan ketentuan mereka sedang menjalankan pendidikan entah di luar negeri maupun dalam negeri. Untuk beasiswa luar negeri, diakuinya sudah berjalan bahkan hingga saat ini sebanyak 300 orang telah dikirim.

“Sementara beasiswa miskin belum kita ekseksui, insya Allah segera lah,” kata Furqan.

Untuk mengeskusi beasiswa tersebut, gubernur telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur semuanya.

Dalam Pergub itu juga disebutkan pemberian beasiswa melanjutkan ke perguruan tinggi.

Kategori berprestasi itu bisa dilihat dari akademik seperti IPK, atau prestasi skala provinsi maupun nasional.

“Kalau (kataegori) miskin yaitu mereka tidak mampu tetapi sedang melanjutkan pendidikan baik luar maupun dalam negeri. Yang penting orang NTB,” terangnya.

Dalam RPJMD di Dikbud tertera 1000 cendikia sampai akhir masa jabatan gubernur. Fuqan optimis visi misi itu bisa tuntas.

Alokasi beasiswa diberikan tidak sepenuhnya alias tidak fulI funded tentunya akan dilihat dari kebutuhan, misalnya di Malaysia satu mahasiwa membutuhkan Rp 8  juta  atau di Polandia satu mahasiswa membutuhkan Rp 12 juta.

Begitu juga dengan komponennya misalnya twisen fee saja, atau diberikan beasiswa pendidikan saja atau juga bisa sharing dengan penerima beasiswa.

“Nanti masyarakat bisa sharing nggak. Yang jelas tidak full (utuh),” terangnya.

Disinggung dengan adaya anggaran dari APBD padahal sebelumnya gubernur tidak ingin menggunakan dana daerah, Furqan menjelaskan komitmen awal guberur mengirim putra putri ke luar daerah dan saat itu bantuannya dari pihak ketiga.

Namun adanya anggaran APBD itu karena Pemda juga punya kewajiban mem-back up kebutuhan masyarakatnya. Hal itu pun lahir dari aspirasi kebutuhahan masyarakat yang disampaikan secara langsung dalam kegiatan Jumpa Bang Zul Umi Rohmi.

“Sehingga alokasi APBD ini tidak saja untuk keluar negeri tetapi juga dalam negeri,” paparnya.

Untuk menjalankan program tersebut, pihaknya menggandeng Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) provinsi NTB yang bertugas melakukan rekrutmen, menyeleksi dan menghubungkan negara mana saja yang pas dan sesuai dengan anggaran yang dimiliki daerah.

“LPP secara khusus rekrutmen dan penyaluran,” katanya.

Sebagai penunjang program tersebut Pemprov membuat rumah bahasa yang saat ini sudah berjalan dimana tahun ini akan kembali dikembangkannya.

Rumah bahasa tidak hanya melatih bahasa asing untuk persiapan melanjtukan studi tetapi Dikbud juga membuka peluang bagi yang mau menyiapkan diri untuk bekerja di perusahaan asing sehingga rumah bahasa akan lebih luas jangkauannya.

Disinggung dengan jatah masing masing anggota dewan 10 orang, Furqan sendiri belum mengetahui hal tersebut dan pola pemberian jatahnya seperti apa.

Namun yang pasti semua dilakukan dalam seleksi. Pemerintah akan mengirim ke luar negeri bagi yang memenuhi kwalifikasi.

“Meski ada sepuluh orang tapi hanya dua yang memenuhi syarat maka dua itu yang akan dikirim,” jelasnya.

AYA




Komunitas Yuk Ngaji Lombok Apresiasi Dukungan Pemprov NTB Untuk Dakwah

“Saya berharap dakwah ini bisa berkembang di sekolah dan kampus-kampus, karena saat ini generasi milenial harus di dekati dengan persuasif dan aktif. Kita datangi, buat kajian ilmu disana. Insha Allah banyak peminatnya”

MATARAM.lombokjournal.com – Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, menerima audiensi dari ‘Komunitas Yuk Ngaji’ Lombok, yang berlangsung di Pendopo Gubernur, Rabu (15/1/2020) ini berlangsung santai dan akrab.

Audiensi yang dilaksanakan Komunitas Yuk Ngaji Lombok guna mengenalkan kegiatan-kegiatan yang sudah dan akan dilakukan dengan harapan dapat bersinergi dengan misi Pemprov NTB, yakni NTB yang Aman dan Berkah.

Hj. Niken sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Yuk Ngaji Lombok, dan siap membantu agar kegiatan positif tersebut tetap berlanjut di dalam masyarakat khususnya kalangan milenial NTB.

“Saya insyaallah akan suport kegiatan Yuk Ngaji Lombok, jika niatnya baik tetap kami dukung karena orang-orang baik insyaallah akan menerima baik juga,” ungkap Hj. Niken.

Ia berharap, Komunitas Yuk Ngaji Lombok bisa merangkul sekolah dan kampus-kampus di NTB.

“Saya berharap dakwah ini bisa berkembang di sekolah dan kampus-kampus, karena saat ini generasi milenial harus di dekati dengan persuasif dan aktif. Kita datangi, buat kajian ilmu disana. Insha Allah banyak peminatnya. Terlebih tampilan Yuk Ngaji yang sangat milenial,” harap Hj. Niken

Koordinator Yuk Ngaji Lombok, Edy Haryanto menjelaskan, komunitas Yuk Ngaji senantiasa siap berkontribusi mewujudkan NTB yang aman dan berkah, juga Zero waste yang menjadi program prioritas Provinsi NTB.

“Alhamdulillah setiap kajian pekanan Yuk Ngaji, kami selalu menghimbau jamaah membawa tumbler sendiri. Ini adalah langkah dan dakwah kami agar umat senantiasa peduli pada lingkungan,” ujarnya.

Edy berterimakasih bunda Niken yang men-support kegiatannya, bahkan Pendopo Gubernur sudah berkenan diadakan kajian tiap pekan Yuk Ngaji, hingga hadir ratusan jemaah.

“Ini adalah bentuk perhatian Pemerintah kepada dakwah. Semoga Allah SWT senantiasa membalas kebaikan Ibu dan Bapak Gubernur. Mohon doanya agar mampu istiqomah,” kata Edy.

AYA/HmsNTB