Gubernur NTB Bantu Mahasiswa di Asrama STAHN Gde Pudja

“Jangan sampai kita meninggal bukan karena virusnya tetapi karena tekanan sosialnya, selamat melanjutkan hidup buat teman-teman, sekali lagi apabila ada yang dibutuhkan kami dengan senang hati membantu,” kata Gubernur Zul

MATARAM.lombokjournal.com — Pandemi irus Corona yang melanda dunia, tentu melahirkan berbagai dampak ekonomi maupun kesehatan.

Dampak itu juga dirasakan oleh para mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di NTB.

Karena Iitu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH, memberikan bantuan sosial kepada asrama mahasiswa Sekolah Tinggi Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja, Mataram, Jumat (29/05/20). Siang.

Sebanyak 62 orang yang menempati asrama tersebut berasal dari berbagai daerah yakni, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku, Banyuwangi, Lampung dan Palembang.

Gubernur Zul mengaku sangat senang berkesempatan bertemu secara langsung dengan para mahasiswa.

“Ini kondisinya memang tidak biasa, mudah-mudahan rasa saling senasib dan sepenanggungan bisa terus terasa,” ungkap Gubernur saat menyerahkan bantuan.

Lebih jauh, Gubernur Zul juga mengingatkan apabila ada yang terjangkit Covid-19 ini, agar tidak dikucilkan sehingga menimbulkan stigma negatif.

“Jangan sampai kita meninggal bukan karena virusnya tetapi karena tekanan sosialnya, selamat melanjutkan hidup buat teman-teman, sekali lagi apabila ada yang dibutuhkan kami dengan senang hati membantu,” kata Gubernur Zul.

Direktur Asrama STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Drs. I Wayan Kariyadi, S.Ag, M.Ag mengungkapkan rasa terimakasihnya atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah provinsi NTB kepada asramanya.

Ia mengaku bahwa bantuan yang diterimanya ini, akan sangat bermanfaat bagi warga asrama.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Gubernur NTB yang telah memperhatikan kami, peduli dengan kami,” terangnya.

Senada dengan itu, Eka salah satu mahasiswi mengungkapkan rasa bahagia dan terimakasih atas bantuan yang didapatkannya.

“Kami merasa sangat diperhatikan, bantuan yang diberikan ini akan sangat berguna bagi kami, terimakasih pak Gubernur,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




Gubernur NTB: Inovasi Teknologi Kunci Industrialisasi

Kontribusi dari kampus adalah menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang akan terjun ke dunia industri, agar lulusan kampus tidak merasa asing dengan teknologi di dunia industri.

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan bahwa inovasi teknologi adalah kunci industrialisasi. Sebab teknologi merupakan faktor terpenting dalam industrialisasi.

Seiring berjalannya waktu, teknologi dapat berkembang sesuai kebutuhan industrialisasi.

Dikatakan, tidak mungkin suatu daerah mencicipi kemakmuran dan  kesejahteraan tanpa inovasi teknologi, inovasi teknologi adalah key driver dari industrialisasi.

“Dengan kata lain tidak mungkin ada peningkatan nilai tambah suatu komoditas tanpa inovasi teknologi. Jadinya tidak mungkin ada industrialisasi tanpa inovasi teknologi,” terang Gubernur Zul saat mengunjungi Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram, Jumat (29/05/20 ).

Menurutnya, pemain utama dari inovasi teknologi bukanlah kampus ataupun riset center, melainkan dunia usaha.

Karena itu, untuk mengembangkan inovasi teknologi, perlu membentuk hubungan dengan perusahaan industri yang mampu mengakselerasi pembelajaran teknologi dan inovasi.

Bang Zul, sapaan akrab gubernur mengatakan, kontribusi dari kampus adalah menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang akan terjun ke dunia industry, agar lulusan kampus tidak merasa asing dengan teknologi di dunia industri.

“Tugas kampus adalah bagaimana menyiapkan anak-anak kita supaya mereka betul-betul familiar dengan instrumen-instrumen yang digunakan di dunia industri, bukan menghasilkan produk-produk yang diharapkan masyarakat. Yang menghasilkan produk-produk tersebut adalah dunia usaha,” paparnya.

STPark NTB dibentuk agar pihak kampus selaku penyedia SDM dapat dekat dengan dunia usaha melalui penelitian-penelitian yang dilakukan pihak kampus.

“Sains Tekno Park adalah upaya kita untuk memfasilitasi mahasiswa-mahasiwa dan dosen-dosen kita yang punya ide brilian namun tidak memiliki fasilitas,” tuturnya.

Selain itu, STPark juga membantu kampus, baik itu mahasiswa maupun dosen yang memiliki kemampuan menciptakan inovasi teknologi untuk mendapatkan kesempatan masuk ke dunia industri.

“Fasilitas disediakan oleh sains tekno park, yang urus ruangannya, yang urus izinnya dan yang cari pasarnya adalah Sains Tekno Park,” kata Bang Zul.

Sehingga ketika dosen atau mahasiswa yang mengembangkan inovasi teknologi sudah menemukan pasarnya, dan sudah memiliki kemampuan untuk menjalankan usaha industri, maka itu adalah suatu bentuk keberhasilan STPark.

Bang Zul berharap STPark NTB dan Universitas Mataram dapat menjalankan kerjasama dalam pengembangan inovasi teknologi agar NTB dapat mandiri dalam hal teknologi industri.

“Saya berharap sains Tekno Park dengan Unram itu menyatu, menciptakan inovasi-inovasi teknologi yang baru,” ungkap Bang Zul.

AYA/HmsNTB




Peserta KKN Tematik Diminta Berkontribusi Pada Penanganan Covid-19

Mahasiswa diharapkan mampu berkolaborasi dengan Satgas desa maupun kecamatan untuk membantu mambuat pemetaan kondisi masyarakat desa, baik yang terkait dengan ODP maupun PDP Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com — Para mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang merupakan bagian Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh daerah, diharapkan bisa menjadi modal yang besar untuk menuntaskan pandemi Covid-19 ini.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan itu saat melepas KKN Tematik Tanggap Kebencanaan Unram Priode Mei – Agustus 2020 yang berlangsung secara daring, di Ruang Kerja Gubernur, Senin (18/05/20) memberikan motivasi agar peserta KKN tetap kreatif di tengah pandemi.

Gubernur Zulkieflimansyah

Mahasiswa Unram yang baru mulai melakukan KKN Tematik secara daring di tahun 2020,  diharapkan memiliki andil terhadap penanganan pandemi ini.

Gubernur Zul mengapreasiasi Unram atas kontribusi serta kerja kerasnya dalam membantu pemerintah menangani Covid-19.

“Fakultas Kedokteran kita di Unram, dengan SDMnya yang luar biasa mampu melakukan tes (swab) yang di provinsi lain belum bisa dilakukan,” ungkapnya.

Gubernur berharap agar kerjasama atau kolaborasi Unram dengan para pelaku industri atau IKM/UKM di Provinsi NTB dalam berbagai hal.

Begitu juga kolaborasi dibutuhkan dengan rumah sakit dan sekolah kesehatan lainnya untuk sama-sama memajukan Provinsi NTB.

Di Banyumulek Lombok Barat misalnya, Provinsi NTB memiliki Science Technology, Industrial Park (STIP). Dengan hadirnya lembaga tersebut Gubernur Zul  berharap para dosen dan juga mahasiwa  Unram dapat mengoptimalkannya untuk berbagai keperluan edukasi.

“Kalau Fakultas Teknik bisa menghasilkan prototipe dan pengusaha baru di bidang engineering, Insya Allah kita akan meng-upgrade kemampuan masyarakat kita untuk maju lebih baik di masa yang akan datang. Begitu juga dengan Prodi-Prodi yang lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, KKN yang dilaksanakan dalam kondisi yang tidak biasa ini dapat menjadi puncak pembelajaran yang tidak biasa.

Semua relasi kemanusiaan yang dipelajari akan lebih mudah dipraktekkan di desa-desa.

“Oleh karenanya berdayakan desa dan mudah-mudahan dengan kehadiran pemimpin masa depan NTB, Indonesia bahkan dunia ini, mampu menggairahkan desa di tengah kejenuhan masyarakat dengam hadirnya virus corona ini, menerangi banyak wajah dan menghadirkan banyak senyuman baru diantara masyarakat kita,” harap Gubernur Zul.

Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. H. Lalu Husni menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur Zul yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan semangat kepada para mahasiswa yang akan mengikuti KKN.

Pelaksanaan KKN Tematik Tanggap Kebancanaan Covid-19 ini dilaksanakan di 32 desa dengan melibatkan 1.360 mahasiswa.

“KKN Tematik Tanggap Kebencanaan ini akan dilaksanakan secara daring. Mahasiswa akan melaksanakan KKN dari rumah masing-masing, untuk memberikan edukasi pencegahan Covid-19 kepada keluarga dan tetangga sekitar,” terangnya.

Mahasiswa diharapkan mampu berkolaborasi dengan Satgas desa maupun kecamatan untuk membantu mambuat pemetaan kondisi masyarakat desa, baik yang terkait dengan ODP maupun PDP Covid-19.

“Kami berharap kepada mahasiswa agar terus memacu semangat dan dapat melaksanakan KKN ini dengan sebaik-sebaiknya, berkoordinasi dengan pemerintahan daerah setempat, selalu menjalin komunikasi dengan dosen pembimbing dan yang terpenting adalah mentaati protokol kesehatan Covid-19,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Wagub Paparkan Penanganan Covid-19 di NTB, Pada Para Awardee Beasiswa NTB

“Sekeras apa pun usaha pemerintah melawan Covid 19, tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat menjalankan protrokol kesehatan, semua tak akan berarti. Kesadaran kita bersama adalah suatu  berkah yang indah bagi kehidupan,” kata Hj Sitti Rohmmi

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah memberikan materi kuliah umum secara daring kepada para awardee beasiswa NTB di luar negeri terkait penanganan wabah Covid-19 pada Kamis (14/5/2020).

Pada kuliah umum yang diinisiasi oleh awardee di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) itu Wakil Gubernur secara umum memaparkan penanganan Covid-19 di NTB.

“Peran masyarakat adalah hal terpenting dalam penanganan Covid-19 ini. Kerja keras pemerintah tidak akan bisa maksimal jika masyarakat tidak ikut berperan dalam penanganan wabah Covid-19 ini,” kata Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi.

Peran yang dimaksud, adalah pentingnya kedisiplinan masyarakat untuk mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah guna mencegah penularan virus ini.

Peran yang sangat penting dilakukan yaitu tetap menjaga jarak (physical distancing), memakai masker,

Wagub memaparkan sejumlah upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Ia menjelaskan, pemerintah Provinsi NTB melaksanakan tiga tahap dalam penanganan pandemi ini.

“Pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran Covid -19 ini, kita bagi menjadi tiga bagian, melakukan proteksi, melakukan deteksi, kemudian melakukan respon,” ungkapnya.

Proteksi dilakukan dalam bentuk gerakan hidup sehat, sosialisasi dan edukasi yang massif terkait Covid -19, dan menyiapkan masker bagi masyarakat.

Untuk pendeteksian, pemerintah menyediakan tiga laboratorium dalam daerah yaitu di rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB, di Rumah Sakit Unram dan STP Sumbawa.

Laboratorium di rumah sakit ini mampu melakukan pemeriksaan hingga 264 pemeriksaan per hari, sehingga keluar angka yang jelas terkait jumlah kasus Covid-19 di Provinsi NTB.

Pemerintah kemudian melaksanakan respon dengan menyiapkan 20 tempat karantina dan isolasi yang tersebar di beberapa wilayah di NTB ini.

“Jika ada kasus, cepat kita deteksi cepat kita lokalisir, cepat kita lakukan penanganan. Penanganan tersebut dilakukan sesuai standar. Kita siapkan 20 tempat karantina dan isolasi, selain adanya rumah sakit. Untuk masyarakat yang rapid tesnya reaktif, ini sangat membantu untuk mempercepat pemutusan mata rantai Covid-19,” papar Wagub.

Dikatakan, dalam melaksanakan penanganan ini, pemerintah mempunyai beberapa kendala. Di antaranya, masyarakat  yang kurang kooperatif tidak mau memeriksakan diri, tidak melakukan isolasi mandiri.

Dan pada beberapa kasus orang takut memeriksakan diri karena stigma negatif terhadap pasien Covid-19.

Di akhir penyampaiannya, Wagub minta  seluruh peserta kuliah umum dan masyarakat luas agar tetap mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah untuk kepentingan bersama.

“Sekeras apa pun usaha pemerintah melawan Covid 19, tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat menjalankan protrokol kesehatan, semua tak akan berarti. Kesadaran kita bersama adalah suatu  berkah yang indah bagi kehidupan,” kata Hj Sitti Rohmmi.

AYA/HmsNTB




Naja, Hafiz Cilik Yang Menjadi Inspirasi dan Motivasi dalam Hal Pendidikan Anak

Sejak kecil Naja telah divonis oleh dokter sebagai penderita kelumpuhan otak, Naja tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena gangguan di saraf motoriknya

MATARAM.lombokjournal.com —   Muhammad Naja Hudia Afifurrohman, anak usia 10 tahun yang telah menjadi Hafiz Al Qur’an 30 Juz , menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak lain dalam hal pendidikan.

Muhammad Naja Hudia Afifurrohman atau yang biasa disapa Naja ini ditemani oleh Kepala Dinas DP3AP2KB Provinsi Hj. Putu Selly Andayani bertemu dengan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (12/05/2020).

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB mengaku kaget sekaligus sangat bangga dengan sosok Naja yang bukan hanya mampu menghafal Al-Qur’an saja, tetapi juga mengetahui arti dari ayat-ayat yang dibacanya.

Gubernur mengaku penasaran terkait dengan metode atau cara belajar Naja sehingga dalam waktu yang relatif singkat telah mampu menghafal 30 juz Al Qur’an.

Gubernur Zul juga berbincang dengan Naja terkait dengan cita-citanya kelak setelah dewasa.

Dan terkait dengan penyakit yang sedang dideritanya, Pemerintah Provinsi NTB kata Gubernur dengan tangan terbuka akan membantu Naja dalam proses pemulihannya.

Menurutnya, anak yang cerdas seperti Naja tidak hanya diajarkan tentang Al-Qur’an dan Hadits saja tetapi juga bisa diajarkan tentang banyak hal yang mungkin saja Naja memiliki kelebihan-kelebihan yang lain, misalnya dalam hal penguasaan bahasa asing.

“Bisa bahasa Inggris? Habis ini belajar bahasa Inggris dan bahasa Mandarin ya,” ucap Gubernur.

Sementara itu Ibu Naja, Dahlia Andayani menjelaskan bahwa sejak kecil Naja telah divonis oleh dokter sebagai penderita kelumpuhan otak. Dimana Naja tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena gangguan di saraf motoriknya.

“Namun sejak kecil sering didengarkan ayat-ayat Al-Quran kepada Naja. Dari situ saya tahu bahwa Naja memiliki kelebihan di indera pendengarannya,” jelasnya.

AYA/HmsNTB

 




Gubernur Bangga SMKN 4 Mataram Bisa Produksi APD

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mengaku sangat bangga dengan hasil karya Siswa SMKN 4 Mataram yang bisa memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) dalam menghadapi wabah Virus Corona (Covid-19) di NTB.

Hal itu diungkapkan Gubernur Zukiefimansyah saat menerima APD hasil karya anak SMKN 4 Mataram yang diserahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, di Kantor Dikbud NTB, Rabu (22/04/20).

Gubernur Zul akan menyerahkan APD sumbangan dari SMKN 4 Mataram ini kepada tenaga-tenaga-yenaga yang berjuang tanpa kenal lelah di garda terdepan dalam penangnanan wabah Virus Corona di NTB.

“Anak-anak SMK kita memang luar biasa,” ujarnya.

Selain penyerahan APD, dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan 2.000 Masker kapada Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTB.

Selain itu, juga dilakukan penyerahan 1.165 pake Sembako secara simbolis kepada cleaning service, Satpam, tukang kebun sekolah, penjaga sekolah dan masyarakat sekitar kantor DIKBUD NTB.

Selanjutnya paket bantuan sembako nantinya akan di distribusikan melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di masing-masing Kabupaten/Kota se NTB.

AYA/HmsNTB




Hadiri Panen Hydroponic SMKN 1 Kuripan, Gubernur Zul Tekankan Penerapan Teknologi Pertanian

Terapan teknologi pertanian dan peternakan dengan memanfaatkan sistem pertanian terpadu yang dihasilkan siswa-siswi SMK 1 Kuripan, juga dapat diproduksi dan dimanfaatkan oleh petani dan peternak di NTB

LOBAR.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., saat hadir untuk panen perdana tanaman hydroponic sayur-sayuran sekaligus panen telur ayam, mengapresiasi hasil produksi SMKN 1 Kuripan, Lombok Barat, Senin (20/04/2020).

Doktor Zul sapaan akrabnya,  meminta SMK-SMK di NTB terus berinovasi mengembangkan sistem pertanian terpadu dalam budidaya dan penerapan teknologi pertanian, mengingat sektor pertanian di Provinsi NTB merupakan sektor andalan dengan potensi paling besar.

Selain itu juga untuk membiasakan petani bersentuhan dengan teknologi.

Hydroponic sayur-sayuran

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kuripan Kabupaten Lombok Barat, mengembangkan sistem pertanian terpadu yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan dan ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan.

Sebagai sekolah menengah vokasi yang konsen di bidang pertanian, diharapkan pola pertanian terpadu seperti ini dapat menghasilkan pembelajaran tentang pertanian yang konprehensif serta saling menguatkan antar sub sektor pertanian yang ada.

Pola Sistem Pertanian Terpadu yang diterapkan oleh SMKN 1 Kuripan ini, mampu meningkatkan produksi tanaman holtikultura seperti cabe, tomat dan terong, serta aneka sayuran dengan pola tanam dengan menggunakan system hydroponic.

Termasuk dalam peningkatan produktifitas ayam petelur untuk dipasarkan dan pemanfaatan pupuk dari limbah peternakan ayam.

Menurut Dr. Zul, terapan teknologi pertanian dan peternakan dengan memanfaatkan sistem pertanian terpadu yang dihasilkan siswa-siswi SMK 1 Kuripan, juga dapat diproduksi dan dimanfaatkan oleh petani dan peternak di NTB.

Ia menilai, banyak petani di NTB tertinggal dan hasil produksinya tidak berkembang, karena produk dan proses pertaniannya tidak berinovasi dengan teknologi dengan memanfaatkan sistem pertanian terpadu.

“Kenapa petani kita miskin karena tidak bersentuhan dengan teknologi yang sedang berkembang,” jelasnya

Gubernur juga menilai, untuk bisa memajukan wilayah-wilayah terpencil di NTB salah satunya adalah dengan membangun SMK-SMK pertanian di wilayah tersebut.

Sehingga Dr. Zul memberi tantangan kepada Kadis Dikbud NTB, Dr.H. Aidy Furqan, yang mendampinginya, untuk bisa membangun SMK pertanian di 10 Kabupaten/Kota di NTB.

“Saya berharap SMK Pertanian juga dibangun 1 di Bima, Dompu, Sumbawa dan KSB,” tuturnya di depan Kabid SMK dan jajaran Dikbud NTB.

Membangunn sekolah kejuruan

Kadis Dikbud NTB, Dr.H. Aidy Furqan, menjelaskan, SMKN 1 Kuripan yang dibuka tahun 1998 ini terus mengalami perkembangan. SMKN 1 Kuripan juga sudah mengembangkan budidaya pengembang tanaman pangan yang memiliki sentuhan teknologi.

“Di NTB ada 171 SMA dan ada 97 SMK, ke depan Sekolah Kejuruan ini akan terus dibangun,” kata Kadis Dikbud.

Sedangkan Kepala Sekolah SMKN 1 Kuripan, H. Hairul Ahmad, SP., M.Pd., menjelaskan ada 3 jurusan di sekolah tersebut. Antara, bidang keahlian Agribisnis dan Agroteknologi, bidang Teknologi dan rekayasa serta bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Sedangkan untuk kompetensi keahlian ada 6 kompetensi, yaitu pertama Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), kedua Agribisnis Pengelola Hasil Pertanian (APHP), ketiga Agribisnis Ternak Unggas (ATU), keempat Kesehatan Hewan (KH), kelima Teknis dan Bisnis Sepeda Motor dan keenam Teknik Komputer dan Jaringan.

“Ke depan, rencananya akan dikembangkan program-program unggulan di SMKN ini. Mulai dari tanaman hingga pengolahan hasil pertanian. Kita juga sudah punya hasil produksi dan merk. Misalnya minuman berbentuk jahe instan, roti manis  dan nata de coco,” terangnya.

Kunjungan kerja Gubernur Zul kali ini juga diikuti oleh Kadis Pertanian Provinsi NTB, Kadis Peternakan, Kadis Tanaman Pangan, Inspektur dan Kadis Perindustrian.

AYA/HmsNTB

 




Cold Storage Karya Siswa SMKN 2 Gerung, Pemprov Pesan 2O Unit

Dalam waktu dekat alat ini akan segera diproduksi, sebagai tahap ujicoba untuk digunakan oleh nelayan dan petani NTB

LOBAR.lombokjournal.com —  20 unit cold storage karya Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Gerung, Lombok Barat dipesan PemerintaH Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB).

Pesanan ruang pendingin untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan nelayan itu sebagai dukungan Pemprov NTB pada siswa-siswi SMKN) 2 Gerung yang berhasil menciptakan cold storage.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengapresiasi teknologi yang diciptakan siswa-siswi yang tengah mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.

Bang Zul panggilan akrab gubernur, mengapresiasi hasil karya putra-putri NTB. Dan itu berarti program industrialisasi yang digaungkan terlihat sudah berjalan baik, terbukti dengan banyaknya karya-karya yang baru muncul

untuk tahap awal. Kedepannya, alat ini akan dikembangkan sehingga penggunaan alat ini tidak lagi memakai energi listrik langsung,  melainkan menggunakan solar cell atau tenaga surya.

“Kita jangan terlampau lama mengerjakan hal ini, mulailah produksi untuk nelayan kita agar dapat digunakan secepatnya. Kita juga berharap alat ini bisa membantu nelayan di tengah wabah Covid-19, agar hasil tangkapan ikan mereka tidak cepat busuk,” kata  Bang Zul saat meninjau cold storage karya SMKN 2 Gerung, Senin (20/04/2020).

Cold storage merupakan media penyimpanan yang dirancang dengan kondisi suhu tertentu, agar dapat mempertahankan kesegaran suatu produk.

Hadirnya alat ini diciptakan sebagai upaya menjawab kebutuhan pertanian dan nelayan di NTB. Sebagai tahap awal, alat ini hanya untuk memenuhi kebutuhan di lingkungan sekitar.

“Kita berharap alat ini segera dikembangkan dengan teknologi ramah lingkungan, agar dapat dipergunakan seluruh petani dan nelayan kita di NTB,” lanjut Bang Zul.

Juga untuk menyimpan sayur dan buah

Wakil Kepala Mutu SMKN 2 Gerung, Andi Sudrajad mengungkapkan bahwa cold storage ini akan dibuat dengan beberapa ukuran dengan masing-masing fungsi.

“Untuk alat yang kami buat ini, bukan hanya bisa digunakan sebagai penyimpanan hasil tangkapan ikan, namun bisa juga untuk penyimpanan sayur dan buah-buahan karena dilengkapi dengan beberapa item tambahan,” terangnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat alat ini akan segera diproduksi, sebagai tahap ujicoba untuk digunakan oleh nelayan dan petani NTB.

Usai melihat karya siswa-siswi SMKN 2 Gerung, Gubernur Zul beranjak menuju SMKN 1 Kuripan untuk meninjau hidroponik sayur-sayuran dan panen telur ayam yang dikembangkan oleh sekolah tersebut.

AYA/HmsNTB




Bilik Sterilisator Cegah Penyebaran Covid-19, Inovasi Mahasiswa Fakultas Tehnik UNHAM

“Jadi fungsi alat ini memang bukan untuk mengobati tapi meminimalisir virus yang menempel baik di tas, baju atau helm. Karya ini adalah inovasi adik-adik mahasiswa FT Universitas Hamzanwadi, belum dikatakan 100 persen standar industri,” jelas Indra

LOTIM.lombokjournal.com –  Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi (UNHAM) membuat inovasi sterilisasi dari virus atau bakteri, Kamis (09/04/20).

Alat yang dihajadkan untuk mencegah penyebaran virus ini diberi nama Bilik Sterilisator, dengan inovasi baru yakni membuat alat penyemprotan cairan antiseptic.

Bilik ini menggunakan pompa dan alat yang dapat mendeteksi jarak tertentu serta menyemprotkan cairan secara otomatis.

Proses pembuatan Bilik Sterilisator yang menghabiskan waktu hampir tiga pekan ini melibatkan 11 mahasiswa.

Idenya muncul dari rasa khawatir akan penyebaran virus Corona di Lombok Timur, karena pasien positif Covid-19 terus bertambah.

Ketua BEM Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi, Febrian Hidayat menyampaikan, inovasi ini sebagai bentuk kepedulian mahasiswa juga kepada bangsa dan masyarakat.

Menurutnya, siapapun kita semua harus berkontribusi dengan potensi yang kita miliki masing-masing.

“Kami ingin membuktikan bahwa kami (mahasiswa) ada untuk masyarakat. Kami berinovasi untuk kebutuhan kita semua dan berharap alat ini bisa digunakan disetiap desa untuk antisipasi penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Dikatakan, Inovasi itu mendapat rekomendasi dari sejumlah dosen Fakultas Teknik kepada mahasiswa. Mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan alat Sterilisator demi kepentingan kemanusiaan, khususnya  mengurangi risiko penularan Covid-19.

Indra Gunawan, ST, M.Kom salah satu dosen di Fakultas Teknik juga menjelaskan, imbauan WHO penggunaan disinfektan berbahan klorin atau biasa dipakai di pemutih dan lainnya ke tubuh manusia, tidak direkomendasikan.

Sebab bisa berbahaya jika mengenai kulit (sensitif) atau lendir di kelopak mata, tapi berdasarkan penggunaan secara SOP masih bisa dipergunakan.

Berdasarkan hal tersebut, bilik yang dibuat oleh mahasiswa Fakultas Teknik ini konsepnya menggunakan disinfektan berbahan alami yaitu menggunakan campuran beberapa sendok cuka, dengan air bisa ditambah tetesan atau perasan jeruk nipis, daun sirih juga sabun dettol body wash.

Walaupun begitu memang bahan ini belum diuji secara klinis, tapi dari berbagai referensi yang ada bahan tersebut bisa digunakan.

“Jadi fungsi alat ini memang bukan untuk mengobati tapi meminimalisir virus yang menempel baik di tas, baju atau helm. Karya ini adalah inovasi adik-adik mahasiswa FT Universitas Hamzanwadi, belum dikatakan 100 persen standar industri,” jelas Indra.

Indra menambahkan, jika ingin dikembangkan kami terbuka lebar untuk pengembangan ke arah produk standar industri dengan dukungan baik dana maupun support semua pihak tentunya. Dengan begitu bisa digunakan oleh masyarakat secara luas.

Ketua Program Studi Teknik Informatika FT Universitas Hamzanwadi, Aris Sudianto, M. Kom saat dikonfirmasi juga menyampaikan, alat yang dibuat oleh mahasiswa ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi lembaga.

Terlebih kondisi di daerah ini (Lotim, red ) Zona Merah Covid-19 dan sangat membutuhkan alat Bilik Sterilisator ini.

“Kampus sangat mendukung penuh atas apa yang sudah dibuat ini, jika seandainya mau dibuat versi patennya, kampus siap mendanai hal tersebut. Selain itu para dosen yang kompeten dibidang teknologi tersebut juga siap memberikan support kepada mahasiswa dengan memberikan bimbingan atau yang lainnya,” pungkasnya.

AYA

 




Waspada Corona, Sekolah dan Kampus di NTB Diliburkan Dua Pekan

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Nusa Tenggara Barat resmi meliburkan sekolah dan kampus di NTB selama dua pekan untuk menghindari wabah Corona.

Hal itu ditetapkan dalam rapat terbatas mengantisipasi penyebaran Coronavirus COVID-19, Minggu (15/03/20).

Kepala Dinas Kominfotik NTB, I Putu Gede Aryadi, yang tergabung dalam Posko Waspada Virus Corona NTB, mengatakan meliburkan sekolah dan kampus selama dua pekan kecuali yang tengah mengadakan ujian nasional.

“Meliburkan sekolah dan perguruan tinggi di NTB selama dua pekan, kecuali yang sedang mengadakan ujian nasional,” kata Gede Aryadi.

Pengumuman libur akan diputuskan oleh Gubernur untuk SMA dan SMK. SD dan SMP diputuskan Bupati atau Walikota.

Sementara untuk MI/MTS/MA dan dan Pondok diputuskan Kementerian Agama. Sedangkan untuk perguruan tinggi diputuskan masing-masing rektor.

“Surat edaran akan diumumkan besok Senin,” ujarnya.

AYA

BACA JUGA ;

Waspada Corona, Akses Masuk Gili Trawangan, Gili Meno Dan Gili Air  Ditutup Dua Pekan

Gubernur Dan Wagub NTB Bersama Bupati/Walikota Gelar Rapat Antisipasi Virus Corona