Karya Putra Putri NTB Justru Tercipta Di Masa Pandemi

Masa pandemi ini jangan kita ratapi, tapi justru kita pakai untuk membangkitkan kemandirian kita dalam segala hal, termasuk memberi tempat bagi produk-prosuk NTB, produk-produk SMK kita untuk kita gunakan masuk dalam industri, tentunya difasilitasi oleh pemerintah,” pesan Ummi Rohmi

 MATARAM.lombokjournal.com —  Di masa pandemi Covid-19,  justru banyak karya yang diciptakan oleh putra-putri NTB. Karya tersebut adalah bentuk kesungguhan masyarakat NTB untuk mewujudkan program industrialisasi.

“Banyak karya-karya anak NTB seperti motor listrik, mesin-mesin olahan , prototipe permesinan, semua itu akan kita gunakan di NTB,” kata Wakil Gubernur, Hj Sitti Rohmi Djalilaah, dalam acara Webinar IKA MP S3 UNJ Pusat dan Wilayah NTB bertema “Tantangan Pendidikan Tinggi dalam Menghadapi Era Pandemi dan Teknologi Global” tersebut, Kamis (11/06/20).

Untuk mempertahankan produk mesin di NTB, Pemerintah melakukan stimulus IKM yang memproduksi mesin-mesin dengan melaksanakan pabrikasi sebanyak 2.133 unit mesin karya anak-anak NTB.

“Kalau bukan kita yang memulai membeli, siapa lagi yang akan menghargai produk-produk anak-anak kita, dan itu luar biasa sekali,” tuturnya.

Ia berpesan agar pemerintah dan masyarakat dapat memanfaatkan Pandemi ini untuk meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Jangan Ratapi

“Masa pandemi ini jangan kita ratapi, tapi justri kita pakai untuk membangkitkan kemandirian kita dalam segala hal, termasuk memberi tempat bagi produk-prosuk NTB, produk-produk SMK kita untuk kita gunakan masuk dalam industri, tentunya difasilitasi oleh pemerintah,” pesannya.

Sebelumnya Ummi Rohmi mengatakan, nyaris semua kegiatan terganggu atau setidaknya tidak bisa dilakukan secara normal, salah satunya adalah kegiatan pendidikan.

“Untuk kegiatan belajar mengajar, dilakukan dari rumah secara online, semi online dan konvensional. Untuk daerah-daerah yang pelosok dilaksanakan secara semi online dan konvensional,” kata Wakil Gubernur

Untuk memastikan proses belajar mengajar itu terealisasi, Pemerintah memberikan fasilitas paket internet pada momen-momen tertentu seperti saat ujian dan kegiatan belajar mengajar lainnya.

AYA/ HmsNTB




Wagub Paparkan Kebijakan Strategis Pendidikan di NTB Melalui Webinar Ikatan Alumni S3 UNJ

Sekolah Perjumpaan merupakan layanan akses pendidikan yang berkeadilan dan menjadi salah satu strategi Pemerintah untuk memberikan informasi, pengetahuan dan keterampilan dari instansi pemerintah maupun masyarakat, dilakukan melalui kelompok masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —   Ada 6 misi NTB Gemilang yang sedang dijalankan, salah satunya adalah misi NTB Sehat dan Cerdas. Misi ini berkaitan dengan pendidikan di NTB.

Pembangunan SDM melalui investasi di bidang pebdidikan ditekankan harus menyesuaikan dengan kebutuhan daerah dan negara

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah memberikan pemaparan langkah-langkah strategis Pemprov NTB dalam rangka peningkatan SDM masyarakat melalui pendidikan.

Pemaparan disampaikan melalui Webinar Ikatan Alumni S3 UNJ, Kamis (11/06/20).

Ummi Rohmi

“Berbicara pendidikan, tentunya kita melihat misi NTB Gemilang yang ke-3 yaitu Sehat dan Cerdas. Berbicara arah kebijakan pendidikan di NTB, sesuai dengan Perda Nomor 7 tahun 2018, ada tiga hal, mewujudkan akses pendidikan yang berkeadilan, meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan, serta meningkatkan peran serta masyarakat,” terangnya.

Dalam mewujudkan layanan akses pendidikan yang berkeadilan, Wakil Gubernur menyampaikan, ada beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.

Diantaranya, membangun Rumah Bahasa, SMA Terbuka, Beasiswa berprestasi dalam negeri, layanan sekolah inklusi, dan menciptakan program sekolah perjumpaan.

Rumah Bahasa diniatkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing bagi warga NTB, terutama para pelajar/mahasiswa.

Kegiatan ini bekerjasama dengan kabupaten/kota se-NTB, menyediakan kursus Toefl dan IELTS bagi masyarakat NTB.

“Kita harapkan masyarakat NTB memiliki kemampuan dalam berbahasa asing, dan yang ingin melanjutkan pendidikan juga memiliki akses, bagi yang mengalami masalah finansial bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” terangnya.

Sekolah Terbuka adalah salah satu cara pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang putus sekolah untuk melanjutkan pendidikannya.

Selain itu, layanan sekolah inklusi dikhususkan untuk siswa-siswi yang memiliki kebutuhan khusus dalam mengikuti pendidikan di sekolah reguler untuk menggali potensi mereka.

“Anak-anak dengan kebutuhan khusus adalah bukan anak yang kurang, namun memiliki kelebihan-kelebihan yang harus dieksplor,” kata Umi Rohmi, sapaan akrabnya.

Umi Rohmi mengatakan, Sekolah Perjumpaan merupakan layanan akses pendidikan yang berkeadilan dan menjadi salah satu strategi Pemerintah untuk memberikan informasi, pengetahuan dan keterampilan dari instansi pemerintah maupun masyarakat, dilakukan melalui kelompok masyarakat.

“Sekolah Perjumpaan diniatkan untuk memfasilitasi pertemuan-pertemuan, baik itu dalam lingkup masyarakat maupun institusi pendidikan,” jelasnya.

Untuk meningkatkan mutu daya saing, Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan sekolah mandiri teknologi, program teaching factory, STIPark NTB, Sekolah Bersih dan Sehat, dan Beasiswa NTB.

“Kita memiliki program unggulan yaitu industrialisasi, yang mana tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah dari seluruh produk NTB,” tuturnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, program teaching factory dan tempat pratek yaitu STIPark NTB disediakan oleh pemerintah. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat NTB dapat mengembangkan kemampuannya di bidang industri.

“Masyarakat tidak boleh lagi sedikit-sedikit mengirim barang mentah baik itu dari hasil pertanian, peternakan, perikanan dan hasil-hasil karya. Harus dilakukan pengolahan dahulu untuk meningkatkan nilai tambah,” terang Alumni S3 di UNJ ini.

Dalam hal mewujudkan peningkatan pendidikan, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Pemerintah provinsi NTB mendorong terlibatnya keluarga dalam pendidikan, program belajar dari rumah serta sekolah perjumpaan.

Dalam proses pendidikan, sambungnya, Pemerintah provinsi NTB melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan materi muatan lokal yang sesuai dengan budaya di NTB, baik itu budaya Sasak, Samawa, maupun Mbojo yang salah satu bentuknya adalah kompetisi game tradisional.

Satu hal lagi yang disampaikan Wagub dalam kesempatan tersebut yaitu di masa pandemi Covid-19 ini, ia mengajak semua pihak untuk tidak meratapi keadaan ini.

“Tapi justru momentum ini kita pakai untuk membangkitkan kemandirian kita dalam segala hal, termasuk memberi tempat bagi produk-produk SMK kita untuk kita gunakan dan harus masuk dalam industri dengan difasilitasi oleh pemerintah,” ujarnya

AYA/(HmsNTB

 




Bang Zul  Terbuka Hadirnya Teknologi dan Inovasi  Yang Bermanfaat Bagi Masyarakat

“Konsep yang indah tadi, segera datang kesini, lengkapi, kalau terasa manfaatnya, bisa mengekspresikan manfaatnya, biaya bukan masalah, namun harus ada manfaat yang dirasakan,” ujar Bang Zul

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, sangat peduli dengan kepentingan masyarakatnya, termasuk pilihan berbagai teknologi yang ditawarkan dan yang akan diterapkan di daerah yang dipimpinnya.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul, berdiskusi melalui telekonferensi tentang Teknologi Pendidikan dengan Chroomebook dari Google, di ruang kerjanya, Senin (08/06/20).

Gubernur Zulkieflimansyah

Menanggapi diskusi tersebut, Bang  Zul menyambut baik dan berterimakasih atas ide yang sangat menarik.

“Kalau berbicara teknologi dan inovasi kami sangat terbuka, karena NTB tahun 2021 juga akan menjadi tuan rumah Moto GP dan Lombok dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia,” ungkapnya.

Tidak menutup diri, Bang Zul secara tegas mengatakan, jika hasilnya dapat dirasakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, segera saja untuk dilengkapi apa yang dibutuhkan.

“Konsep yang indah tadi, segera datang kesini, lengkapi, kalau terasa manfaatnya, bisa mengekspresikan manfaatnya, biaya bukan masalah, namun harus ada manfaat yang dirasakan,” ujar Bang Zul.

“Untuk itu, peningkatan tenaga lokal itu yang pertama, Sumber Daya Manusia kita sangat mampu, tinggal diberi pencerahan saja,” lanjutnya menutup telekonferensi.

Dalam diskusi tersebut disampaikan, Google untuk Pendidikan atau Google For Education merupakan gabungan perangkat pendidikan yang dapat digunakan secara bersama.

Aplikasi kolaborasi dan pendukungan pembelajaran yang dapat digunakan dengan cepat dan mudah oleh guru dan siswa.

Beberapa teknologi yang termasuk dalam Google For Education sendiri adalah, aplikasi produktivitas dengan G-Suite for Education, Perangkat Pendidikan dengan Google Chromebook dan Aplikasi Interaksi Kelas dengan Google Classroom.

Hal ini merupakan solusi Pendidikan dengan Teknologi Google yang juga dapat mendukung Peningkatan Mutu Pengajaran dengan menggunakan Google yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan sekolah. Di antaranya adalah Program Pelatihan dan Sertifikasi untuk Pengajar, dan Komunitas Pengajar Google (Google Educator Group).

AYA/HmsNTB




Beasiswa S3 Ilmu Hukum Disiapkan Untuk Mahasiswa NTB di Jabodetabek

Pemprov NTB telah memberikan banyak beasiswa kepada mahasiswa NTB untuk belajar ke luar negeri

MATARAM.lombokjournal.com —  Salah satu visi Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah yaitu meningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pondasi daya saing daerah.

Melalui visi itu, program pemberian beasiswa pendidikan sudah dijalankan sejak awal pemerintahan Zul-Rohmi.

Pemprov NTB menyiapkan beasiswa S3 kepada mahasiswa NTB untuk belajar hukum di Jabodetabek.

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan itu saat mengikuti kegiatan Halal bi Halal secara virtual bersama Himalo (Himpunan Masyarakat Lombok) wilayah Jabodetabek. Sabtu (06/06/20).

Gubernur Zulkieflimansyah

“Saya menantang teman-teman NTB untuk belajar hukum S3 di Jabodetabek. Kalau memang nanti setelah pascasarjana S3 ini tidak pulang ke NTB, kami harap teman-teman menjadi tokoh besar di Jabodetabek,” kata Gubernur Zul.

Dikatakan, Pemprov NTB telah memberikan banyak beasiswa kepada mahasiswa NTB untuk belajar ke luar negeri.

Menurutnya,  mengirim putra putri NTB untuk belajar ke luar negeri bukan berarti kampus di dalam negeri tidak bagus. Tapi, itu semua di lakukan agar anak-anak NTB memiliki karakter dan cara pandang yang semakin luas.

“Kita berharap, orang-orang hebat yang kita kirim ke luar negeri ini tidak pulang ke NTB. Harapan kita, mereka semua bisa menjadi tokoh nasional, bahkan menjadi tokoh dunia di masa yang akan datang,” harap Gubernur.

Pandemi Covid-19 saat ini membuat banyak kekalutan untuk NTB. Namun atas kerja keras yang baik antara provinsi dan kabupaten/kota di NTB, muncul satu geliat baru di dalam masyarakat terhadap berdayanya UKM lokal di Provinsi NTB.

“Alhamdulillah, di tengah pandemi Covid-19 ini. Masker, Alat Pelindung Diri (APD), Cold Storage,bahkan motor listrik mampu dilahirkan oleh tangan-tangan terbaik anak-anak NTB,” tambah Gubenur Zul sambil meminta do’a kepada keluarga besar Himalo agar pandemi Covid-19 cepat berakhir.

Pemprov NTB melalui Biro Kerjasama akan berkoordinasi dengan lima kabupaten/kota di pulau Lombok dengan harapan Himalo memiliki rumah bersama selain Wisma NTB.

“Kami usahakan masyarkat Lombok di Jabodetabek punya tempat untuk selalu mengadakan pertemuan bersama secara rutin, sehingga rasa senasip sepenanggungan bisa di rasakan di Jabodetabek,” Tutup Bang Zul

Sejalan dengan Gubernur Zul, Bupati Kabupaten Lombok timur, H.M Sukiman Azmi yang juga merupakan dewan pembina Himalo mengungkapkan, kebutuhan semacam sekretariat tempat berhimpunnya masyarakat Lombok di Jakarta memang sangat penting.

“Siapa pun dia, jika dia merupakan masyarakat Lombok. Maka, sekretariat tersebut akan menjadi rumah bersama mereka,” Ujar Bupati Lotim mendukung Gubernur NTB membuat sekretariat Himalo.

Bupati Sukiman mengatakan, tidak sulit jika lima kabupaten/kota di pulau Lombok ini bersatu mewujudkan sekretariat kepada masyarakat Lombok yang ada di Jabodetabek. Apalagi, itu semua dibantu dan difasilitasi oleh Gubernur NTB.

“InsyaAllah, Lombok Timur selalu siap mewujudkan keinginan teman-teman Himalo. Mudah-mudahan wujud kebersamaan kita ini bisa kita dukung bersama,” tutup Bupati Lombok Timur.

Sebelumnya, TGH.Muslihan Habib selaku Ketua Umum Himalo meminta dukungan kepada Pemprov NTB dan kabupaten/kota yang ada di pulau Lombok untuk mewujudkan sekretariat Himalo di Jakarta.

Karena menurutnya, dengan adanya sekretariat tersebut akan menjadi tempat musyawarah dan tentunya banyak meringankan beban mahasiswa yang sedang menimba ilmu di Jabodetabek.

“Semoga keinginan Himalo memiliki sekretariat segera terwujud, InsyaAllah itu semua akan menjadi nilai ibadah untuk kita semua,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Mobil Listrik SMKN 1 Lingsar, Bisa Dihadirkan di Destinasi Wisata

Gubernur Zul menilai karya putra-putra NTB ini merupakan sesuatu yang luar biasa

LOBAR.lombokjournal.com –   Mobil listrik karya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Narmada yang dikelola dengan SMKN 1 Lingsar, sangat menarik jika bisa dihadirkan di loasi wisata seperti di gili atau desa wisata.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan itu usai menjajal mobil listrik itu berbicara bersama, Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE. M.Sc. menjajal, Sabtu (6/6/20).

Meski mobil listri masih membutuhkan penyempurnaan, namun Gubernur Zul menilai karya putra-putra NTB ini merupakan sesuatu yang luar biasa.

Memang masih membutuhkan proses dan waktu, namun harapannya kendaraan listrik ini nanti bisa digunakan di berbagai tempat tujuan wisata yang ada di NTB.

Menurut Bang Zul, penggunaan mobil listrik yang ramah lingkungan ini akan mengurangi polusi udara.

“Mobil listrik seperti mobil golf, tanpa suara dan tanpa pelindung,” kata Gubernur Zul.

Penggunaan motor dan mobil listrik di NTB, akan membuat Lingkungan tetap bersih, asri dan lestari.

“Dengan motor dan mobil listrik, lingkungan kita akan tetap diperbaiki asri dan lestari,” kata gubernur.

AYA / HmsNTB




NgebUTS Diluncurkan, UTS Kembangkan Sepeda Motor Listrik Asli Buatan NTB

Kecepatan dari sepeda motor NgebUTS dapat dipengaruhi oleh berat beban pengendara

lombokjournal.com —

SUMBAWA   ;   Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) telah berhasil mengembangkan motor listrik yang ramah lingkungan.

Pengembangan motor listrik ini membuktikan,  anak NTB mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa dan tidak kalah dari daerah lain. Karena itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yakin industrialisasi di NTB berjalan dengan lancar.

“Ini sebenarnya pesannya sederhana, jangankan permen susu, jangankan jadi pekerja tambang, orang NTB bisa bikin motor listrik sekali pun yang sangat canggih, jadi tidak ada yang tidak mungkin, itu semangatnya sebenarnya,” tegas Gubernur saat soft launching NgebUTS di Kantor Bupati Kabupaten Sumbawa, Jumat (05/06/2020).

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB.

Sebagai bentuk apresiasinya, Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul ini telah memesan motor listrik produksi UTS ini sebanyak 20 unit. Diharapkan, motor listrik buatan asli anak NTB ini dapat diminati semua kalangan.

“Saya sudah pernah coba sebelumnya, enak sekali mengendarai motor ini. Saya membayangkan jika ada tamu dari luar kota, oleh-olehnya bukan hanya susu sapi khas Sumbawa, tapi juga motor listrik buatan Sumbawa ini,” tuturnya.

Tempuh Jarak 30 km

Motor listrik yang diberi nama NgebUTS ini dapat bertahan sampai 30 km tanpa menggunakan pedal dan 40-60 km apabila pedalnya dikayuh.

Kecepatan dari sepeda motor NgebUTS dapat dipengaruhi oleh berat beban pengendara.

Sepeda motor listrik ini selain menggunakan tenaga listrik dari PLN sebagai sumber energinya, juga menggunakan solar power sebagai tenaga pengganti listrik PLN pada motor yang sudah terpasang instalasi solar power.

Kendaraan ini di-charge dengan biaya yang rendah yaitu jika dirupiahkan hanya menghabiskan Rp 1.500 dalam sekali pengisian.

Ke depan sepeda motor listrik NgebUTS akan diproduksi  lebih banyak lagi oleh tim NgebUTS. Motor Listrik juga akan terus diproduksi sebagai bentuk dukungan Universitas Teknologi Sumbawa terhadap event MotoGP Mandalika.

Rektor UTS, Dr. Chairul Hudaya dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa motor listrik ini adalah buah dari tantangan Gubernur untuk UTS beberapa waktu yang lalu. Dan dibuktikan, anak-anak NTB dapat bersaing dengan daerah lain di bidang engineering.

“Universitas Teknologi Sumbawa pada awalnya 3 bulan yang lalu Gubernur memberikan sebuah challenge bagi civitas akademika  Universitas Teknologi Sumbawa untuk mengembangkan motor listrik, dan akhirnya kita menjawab challenge tersebut,” kata Chairul Hudaya.

Chairul mengatakan, UTS betul-betul ingin menciptakan dunia industri di NTB yang mengedepankan kreativitas IKM/UMKM sesuai dengan visi Gubernur.

“Motor listrik ini adalah hasil dari civitas akademika berkolaborasi dengan UMKM lokal, hal ini membuktikan bahwa anak-anak putra putri terbaik di Sumbawa ini bisa berkarya,” tegasnya.

Ke depan,  UMKM yang ada di Kabupaten Sumbawa dapat menciptakan inovasi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Sumbawa dan NTB pada umumnya.

Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal yang hadir dalam acara peresmian itu mencoba mengendarai sepeda motor listrik tersebut. Ia mengatakan bahwa sepeda motor listrik ini adalah karya yang berbeda dari motor listrik lainnya.

“Ini hebat, spektakuler, saya pernah menggunakan sepeda motor listrik sebelumnya, tapi ini beda, ini membuktikan bahwa Sumbawa hebat, the best,” kata Kapolda NTB dengan ekspresi riang.

AYA/HmsNTB




Gubernur NTB Bantu Mahasiswa di Asrama STAHN Gde Pudja

“Jangan sampai kita meninggal bukan karena virusnya tetapi karena tekanan sosialnya, selamat melanjutkan hidup buat teman-teman, sekali lagi apabila ada yang dibutuhkan kami dengan senang hati membantu,” kata Gubernur Zul

MATARAM.lombokjournal.com — Pandemi irus Corona yang melanda dunia, tentu melahirkan berbagai dampak ekonomi maupun kesehatan.

Dampak itu juga dirasakan oleh para mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di NTB.

Karena Iitu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH, memberikan bantuan sosial kepada asrama mahasiswa Sekolah Tinggi Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja, Mataram, Jumat (29/05/20). Siang.

Sebanyak 62 orang yang menempati asrama tersebut berasal dari berbagai daerah yakni, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku, Banyuwangi, Lampung dan Palembang.

Gubernur Zul mengaku sangat senang berkesempatan bertemu secara langsung dengan para mahasiswa.

“Ini kondisinya memang tidak biasa, mudah-mudahan rasa saling senasib dan sepenanggungan bisa terus terasa,” ungkap Gubernur saat menyerahkan bantuan.

Lebih jauh, Gubernur Zul juga mengingatkan apabila ada yang terjangkit Covid-19 ini, agar tidak dikucilkan sehingga menimbulkan stigma negatif.

“Jangan sampai kita meninggal bukan karena virusnya tetapi karena tekanan sosialnya, selamat melanjutkan hidup buat teman-teman, sekali lagi apabila ada yang dibutuhkan kami dengan senang hati membantu,” kata Gubernur Zul.

Direktur Asrama STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Drs. I Wayan Kariyadi, S.Ag, M.Ag mengungkapkan rasa terimakasihnya atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah provinsi NTB kepada asramanya.

Ia mengaku bahwa bantuan yang diterimanya ini, akan sangat bermanfaat bagi warga asrama.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Gubernur NTB yang telah memperhatikan kami, peduli dengan kami,” terangnya.

Senada dengan itu, Eka salah satu mahasiswi mengungkapkan rasa bahagia dan terimakasih atas bantuan yang didapatkannya.

“Kami merasa sangat diperhatikan, bantuan yang diberikan ini akan sangat berguna bagi kami, terimakasih pak Gubernur,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




Gubernur NTB: Inovasi Teknologi Kunci Industrialisasi

Kontribusi dari kampus adalah menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang akan terjun ke dunia industri, agar lulusan kampus tidak merasa asing dengan teknologi di dunia industri.

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan bahwa inovasi teknologi adalah kunci industrialisasi. Sebab teknologi merupakan faktor terpenting dalam industrialisasi.

Seiring berjalannya waktu, teknologi dapat berkembang sesuai kebutuhan industrialisasi.

Dikatakan, tidak mungkin suatu daerah mencicipi kemakmuran dan  kesejahteraan tanpa inovasi teknologi, inovasi teknologi adalah key driver dari industrialisasi.

“Dengan kata lain tidak mungkin ada peningkatan nilai tambah suatu komoditas tanpa inovasi teknologi. Jadinya tidak mungkin ada industrialisasi tanpa inovasi teknologi,” terang Gubernur Zul saat mengunjungi Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram, Jumat (29/05/20 ).

Menurutnya, pemain utama dari inovasi teknologi bukanlah kampus ataupun riset center, melainkan dunia usaha.

Karena itu, untuk mengembangkan inovasi teknologi, perlu membentuk hubungan dengan perusahaan industri yang mampu mengakselerasi pembelajaran teknologi dan inovasi.

Bang Zul, sapaan akrab gubernur mengatakan, kontribusi dari kampus adalah menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang akan terjun ke dunia industry, agar lulusan kampus tidak merasa asing dengan teknologi di dunia industri.

“Tugas kampus adalah bagaimana menyiapkan anak-anak kita supaya mereka betul-betul familiar dengan instrumen-instrumen yang digunakan di dunia industri, bukan menghasilkan produk-produk yang diharapkan masyarakat. Yang menghasilkan produk-produk tersebut adalah dunia usaha,” paparnya.

STPark NTB dibentuk agar pihak kampus selaku penyedia SDM dapat dekat dengan dunia usaha melalui penelitian-penelitian yang dilakukan pihak kampus.

“Sains Tekno Park adalah upaya kita untuk memfasilitasi mahasiswa-mahasiwa dan dosen-dosen kita yang punya ide brilian namun tidak memiliki fasilitas,” tuturnya.

Selain itu, STPark juga membantu kampus, baik itu mahasiswa maupun dosen yang memiliki kemampuan menciptakan inovasi teknologi untuk mendapatkan kesempatan masuk ke dunia industri.

“Fasilitas disediakan oleh sains tekno park, yang urus ruangannya, yang urus izinnya dan yang cari pasarnya adalah Sains Tekno Park,” kata Bang Zul.

Sehingga ketika dosen atau mahasiswa yang mengembangkan inovasi teknologi sudah menemukan pasarnya, dan sudah memiliki kemampuan untuk menjalankan usaha industri, maka itu adalah suatu bentuk keberhasilan STPark.

Bang Zul berharap STPark NTB dan Universitas Mataram dapat menjalankan kerjasama dalam pengembangan inovasi teknologi agar NTB dapat mandiri dalam hal teknologi industri.

“Saya berharap sains Tekno Park dengan Unram itu menyatu, menciptakan inovasi-inovasi teknologi yang baru,” ungkap Bang Zul.

AYA/HmsNTB




Peserta KKN Tematik Diminta Berkontribusi Pada Penanganan Covid-19

Mahasiswa diharapkan mampu berkolaborasi dengan Satgas desa maupun kecamatan untuk membantu mambuat pemetaan kondisi masyarakat desa, baik yang terkait dengan ODP maupun PDP Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com — Para mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang merupakan bagian Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh daerah, diharapkan bisa menjadi modal yang besar untuk menuntaskan pandemi Covid-19 ini.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan itu saat melepas KKN Tematik Tanggap Kebencanaan Unram Priode Mei – Agustus 2020 yang berlangsung secara daring, di Ruang Kerja Gubernur, Senin (18/05/20) memberikan motivasi agar peserta KKN tetap kreatif di tengah pandemi.

Gubernur Zulkieflimansyah

Mahasiswa Unram yang baru mulai melakukan KKN Tematik secara daring di tahun 2020,  diharapkan memiliki andil terhadap penanganan pandemi ini.

Gubernur Zul mengapreasiasi Unram atas kontribusi serta kerja kerasnya dalam membantu pemerintah menangani Covid-19.

“Fakultas Kedokteran kita di Unram, dengan SDMnya yang luar biasa mampu melakukan tes (swab) yang di provinsi lain belum bisa dilakukan,” ungkapnya.

Gubernur berharap agar kerjasama atau kolaborasi Unram dengan para pelaku industri atau IKM/UKM di Provinsi NTB dalam berbagai hal.

Begitu juga kolaborasi dibutuhkan dengan rumah sakit dan sekolah kesehatan lainnya untuk sama-sama memajukan Provinsi NTB.

Di Banyumulek Lombok Barat misalnya, Provinsi NTB memiliki Science Technology, Industrial Park (STIP). Dengan hadirnya lembaga tersebut Gubernur Zul  berharap para dosen dan juga mahasiwa  Unram dapat mengoptimalkannya untuk berbagai keperluan edukasi.

“Kalau Fakultas Teknik bisa menghasilkan prototipe dan pengusaha baru di bidang engineering, Insya Allah kita akan meng-upgrade kemampuan masyarakat kita untuk maju lebih baik di masa yang akan datang. Begitu juga dengan Prodi-Prodi yang lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, KKN yang dilaksanakan dalam kondisi yang tidak biasa ini dapat menjadi puncak pembelajaran yang tidak biasa.

Semua relasi kemanusiaan yang dipelajari akan lebih mudah dipraktekkan di desa-desa.

“Oleh karenanya berdayakan desa dan mudah-mudahan dengan kehadiran pemimpin masa depan NTB, Indonesia bahkan dunia ini, mampu menggairahkan desa di tengah kejenuhan masyarakat dengam hadirnya virus corona ini, menerangi banyak wajah dan menghadirkan banyak senyuman baru diantara masyarakat kita,” harap Gubernur Zul.

Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. H. Lalu Husni menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur Zul yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan semangat kepada para mahasiswa yang akan mengikuti KKN.

Pelaksanaan KKN Tematik Tanggap Kebancanaan Covid-19 ini dilaksanakan di 32 desa dengan melibatkan 1.360 mahasiswa.

“KKN Tematik Tanggap Kebencanaan ini akan dilaksanakan secara daring. Mahasiswa akan melaksanakan KKN dari rumah masing-masing, untuk memberikan edukasi pencegahan Covid-19 kepada keluarga dan tetangga sekitar,” terangnya.

Mahasiswa diharapkan mampu berkolaborasi dengan Satgas desa maupun kecamatan untuk membantu mambuat pemetaan kondisi masyarakat desa, baik yang terkait dengan ODP maupun PDP Covid-19.

“Kami berharap kepada mahasiswa agar terus memacu semangat dan dapat melaksanakan KKN ini dengan sebaik-sebaiknya, berkoordinasi dengan pemerintahan daerah setempat, selalu menjalin komunikasi dengan dosen pembimbing dan yang terpenting adalah mentaati protokol kesehatan Covid-19,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Wagub Paparkan Penanganan Covid-19 di NTB, Pada Para Awardee Beasiswa NTB

“Sekeras apa pun usaha pemerintah melawan Covid 19, tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat menjalankan protrokol kesehatan, semua tak akan berarti. Kesadaran kita bersama adalah suatu  berkah yang indah bagi kehidupan,” kata Hj Sitti Rohmmi

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah memberikan materi kuliah umum secara daring kepada para awardee beasiswa NTB di luar negeri terkait penanganan wabah Covid-19 pada Kamis (14/5/2020).

Pada kuliah umum yang diinisiasi oleh awardee di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) itu Wakil Gubernur secara umum memaparkan penanganan Covid-19 di NTB.

“Peran masyarakat adalah hal terpenting dalam penanganan Covid-19 ini. Kerja keras pemerintah tidak akan bisa maksimal jika masyarakat tidak ikut berperan dalam penanganan wabah Covid-19 ini,” kata Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi.

Peran yang dimaksud, adalah pentingnya kedisiplinan masyarakat untuk mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah guna mencegah penularan virus ini.

Peran yang sangat penting dilakukan yaitu tetap menjaga jarak (physical distancing), memakai masker,

Wagub memaparkan sejumlah upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Ia menjelaskan, pemerintah Provinsi NTB melaksanakan tiga tahap dalam penanganan pandemi ini.

“Pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran Covid -19 ini, kita bagi menjadi tiga bagian, melakukan proteksi, melakukan deteksi, kemudian melakukan respon,” ungkapnya.

Proteksi dilakukan dalam bentuk gerakan hidup sehat, sosialisasi dan edukasi yang massif terkait Covid -19, dan menyiapkan masker bagi masyarakat.

Untuk pendeteksian, pemerintah menyediakan tiga laboratorium dalam daerah yaitu di rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB, di Rumah Sakit Unram dan STP Sumbawa.

Laboratorium di rumah sakit ini mampu melakukan pemeriksaan hingga 264 pemeriksaan per hari, sehingga keluar angka yang jelas terkait jumlah kasus Covid-19 di Provinsi NTB.

Pemerintah kemudian melaksanakan respon dengan menyiapkan 20 tempat karantina dan isolasi yang tersebar di beberapa wilayah di NTB ini.

“Jika ada kasus, cepat kita deteksi cepat kita lokalisir, cepat kita lakukan penanganan. Penanganan tersebut dilakukan sesuai standar. Kita siapkan 20 tempat karantina dan isolasi, selain adanya rumah sakit. Untuk masyarakat yang rapid tesnya reaktif, ini sangat membantu untuk mempercepat pemutusan mata rantai Covid-19,” papar Wagub.

Dikatakan, dalam melaksanakan penanganan ini, pemerintah mempunyai beberapa kendala. Di antaranya, masyarakat  yang kurang kooperatif tidak mau memeriksakan diri, tidak melakukan isolasi mandiri.

Dan pada beberapa kasus orang takut memeriksakan diri karena stigma negatif terhadap pasien Covid-19.

Di akhir penyampaiannya, Wagub minta  seluruh peserta kuliah umum dan masyarakat luas agar tetap mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah untuk kepentingan bersama.

“Sekeras apa pun usaha pemerintah melawan Covid 19, tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat menjalankan protrokol kesehatan, semua tak akan berarti. Kesadaran kita bersama adalah suatu  berkah yang indah bagi kehidupan,” kata Hj Sitti Rohmmi.

AYA/HmsNTB