Tahun Ajaran Baru PAUD, di Era Tatanan Baru

MATARAM.lombokjournal.com — Menyongsong tatanan baru yang memaksa masyarakat untuk hidup beradaptasi dengan covid-19, Direktur Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas NTB menggelar Rapat Koordinasi Pelaksaksanaan Program Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas NTB yang dilakukan secara daring, Kamis (01/07/20).

Rapat yang menghadirkan Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud, Dr. Muhammad Hasbi sebagai pemateri tersebut dipimpin oleh Kepala BP Paud dan Dikmas NTB, Drs. Sukma, M.Pd.

Dan dihadiri oleh Bunda PAUD Nasional sekaligus Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, beserta seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten Kota serta Organisasi Mitra.

Rakor tersebut membahas pelaksanaan program apa saja yang akan dijalankan selama tahun ajaran baru 2020-2021.

Tahun ajaran baru untuk jenjang PAUD akan tetap digelar dengan catatan, untuk daerah yang berada di daerah kuning, oranye, dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

Satuan pada zona pendidikan tersebut tetap menlanjutkan Belajar Dari Rumah (BSD).

Untuk menyongsong Tatatan Baru tersebut, BP PAUD dan Dikmas NTB sendiri telah melakukan pelatihan terhadap 150 Guru PAUD secara daring se-Provinsi NTB. Guru masa kini tidak hanya mengandalkan media pembelajaran manual lagi saat mengajar.

Kondisi saat ini membuat para guru dan siswa beradaptasi dalam proses belajar mengajar. Guru yang semula hanya mengandalkan buku dan papan tulis atau media manual lainnya kini banyak menyesuaikan pembelajaran menggunakan teknologi.

Selain memberikan pelatihan daring kepada guru PAUD se-NTB, Direktorat PAUD Kemendikbud melalui BP PAUD dan Dikmas NTB juga akan memberikan pelatihan kepada orangtua siswa melalui Kelas Orangtua Berbagi untuk orangtua siswa PAUD se-Provinsi NTB Dalam Waktu dekat.

Pelatihan ini akan menyasar 500-1000 orangtua.

Berat, pembelajaran dari rumah

Bunda PAUD NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menyambut baik hal tersebut. Bunda Niken panggilan akrabnya memaparkan, selama pandemi 3 bulan terakhir ini adalah waktu yang cukup berat bagi guru dan orangtua dalam mendidik anak dari dan di rumah.

Bunda Niken berharap agar guru dan orangtua di Tatanan Baru ini dapat segera beradaptasi sehingga pendidikan bagi anak PAUD bisa tetap berjalan dengan cara yang baru.

“Saya harap PAUD NTB bisa mendukung layanan PAUD di masing tempat. Serta dapat mengaktifkan Bunda PAUD di masing-masing Kabupaten dan Kota,” pesan Bunda Niken.

Kepala BP PAUD dan Dikmas NTB, Drs. Sukma, M.Pd, memaparkan bahwa sesulit apapun tantangan di era Tatanan Baru ini BP PAUD dan Dikmas NTB tetap harus menjalankan program kerja yang telah disampaikan Direktorat Jenderal PAUD.

“Meski banyak kegiatan yang kita lakukan secara daring, namun pendidikan PAUD tetap harus berjalan,” tegasnya. (@diskominfotikntb)




Kota Mataram Masih Zona Merah,  Siswa SD/SMP Belajar Dari Rumah

Hingga kini Dinas Pendidikan Kota Mataram belum memastikan kapan pembelajaran tatap muka dimulai

MATARAN.lombokJournal.com — Kota Mataram yang masih  zona merah dalam peta penyebaran virus Corona (Covid-19), membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram melarang sistem pembelajaran tatap muka bagi guru dan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Untuk semetara,  sistem pembelajaran tatap muka akan digantikan dengan sistem Belajar Dari Rumah (BDR).

“Kita mempersiapkan modul pembelajaran dengan daring (dalam jaringan),” ujar Kepala Disdik Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd pada wartawan, Rabu (01/06/2020).

Dijelaskan Lalu Fatwir, saat ini pihaknya sedang gencar mempersiapkan modul pembelajaran dalam jaringan (Daring) sebagai syarat memulai sistem belajar dari rumah.

Sistem BDR dalam bentuk Daring menjadi solusi yang harus diambil Dikdis Kota Mataram karena kondisi yang  tidak membolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Mengenai kapan sistem pembelajaran tatap muka bisa dimulai, Lalu Fatwir menjelaskan bahawa hingga  ini pihaknya belum bisa memberikan jawaban pasti karena masih menunggu arahan dari Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19.

Yang jelas, pihaknya tetap berkomitmen, pembelajaran, apa pun bentuk dan mekanismenya harus tetap maksimal diberikan kepada peserta didik.

“Oktober, November atau mungkin satu Januari, tapi kita tetap mempersiapkan modul pembelajaran dengan Daring,” katanya.

Perlu diketahui, sesuai hasil keputusan Kemendikbud bersama Satgas Covid-19, Kemenko PMK, Kemenag, Kemenkes, Kemendagri, BNPB dan Komisi X DPR RI, hari Senin (15/06/20) yang lalu mengumumkan, tahun ajaran baru bagi PAUD, SD dan SMP dimulai bulan Juli 2020.

Namun bagi daerah dengan zona kuning, oranye dan merah dilarang melakukan pembelajaran dengan sistem tatap muka.

Ast




Dikbud Provinsi Bantah Cakranegara Tak Masuk Zonasi Semua SMA Negeri di Mataram

Sudah dibangun satu SMA di Kecamatan Cakranegara sejak satu tahun yang lalu. Saat ini siswanya masih dititip di SMA Negeri 6 Mataram

MATARAM.lombokJournal.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Dr. H. Aidi Furqan, S.Pd.,M.Pd menyampaikanm Kecamatan Cakranegara masuk zonasi di tiga SMA Negeri di Kota Mataram.

Pihaknya membantah tudingan yang menyatakan bahwa Kecamatan Cakranegara tidak masuk zonasi semua SMA Negeri di Kota Mataram.

“(SMA) 11, 6 ke selatan itu masuk zona (Cakranegara,” ujarnya.

Selain Zonasi, terang Aidi, Kecamatan Cakranegara juga masuk pada zona irisan. Zona irisan adalah daerah yang tidak termasuk ke dalam Zonasi tetapi daerahnya mendekati.

“Masuk irisan. Ada di SMA 6. Zona irisan SMA 6 sampai pinggiran Lingsar sana,” katanya.

Terkait desakan beberapa pihak yang menginginkan agar dibangun satu SMA Negeri di Kecamatan Cakranegara, Aidi mengatakan bahwa sudah dibangun satu sekolah di Kecamatan Cakranegara sejak satu tahun yang lalu. Saat ini siswanya masih dititip di SMA Negeri 6 Mataram.

“Insyaallah tahun ini (siswa) sudah bisa pindah. Lokasinya di belakang makam pahlawan,” katanya.

Untuk diketahui, sebelumnya anggota DPRD Provinsi NTB Dapil I Kota Mataram Ir. Made Slamet menyampaikan bahwa banyak keluhan dari masyarakat Kecamatan Cakranegara. Katanya, Kecamatan Cakraegara tidak masuk di semua zonasi SMA Negeri yang ada di Kota Mataram.

Ast




Warga Cakranegara Tak Masuk Zonasi Semua SMA Negeri di Kota Mataram

Karena sistem Zonasi, calon peserta didik baru yang dari Kelurahan Dasan Agung bisa memilih beberapa sekolah sebagai pilihan tempat belajar, seperti di SMA Negeri 2, SMA Negeri 5 dan SMA Negeri 1 Mataram

MATARAM.lombokjournal.com —  Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru.(PDPB) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Mataram, membuat cemburu orang tua murid yang berasal dari Kecamatan Cakranegara.

Pasalnya, tak satu pun Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri terdapat di Kecamatan tersebut.

Sistem zonasi sendiri mengatur 50 persen peserta didik harus berasal dari kelurahan yang dekat dengan lokasi sekolah.

Dan karena Kecamatan Cakranegara tidak memiliki satu pun SMA Negeri di wilayahnya, maka secara otomatis, semua peserta didik baru dari kecamatan tersebut tidak masuk dalam semua zonasi SMA di Kota Mataram.

“Mana ada SMA di Kecamatan Cakra? Ndak ada,” ujar Anggota DPRD Provinsi NTB Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Mataram, Ir I Made Slamet, MM kepada lombokjournal.com, Selasa (30/06/20).

Menurut Made Slamet, yang paling diuntungkan dengan adanya sistem zonasi SMA di Mataram adalah mereka yang wilayahnya dekat dengan banyak lokasi SMA.

Ia memberikan contoh Kelurahan Dasan Agung. Karena sistem Zonasi, calon peserta didik baru yang dari Kelurahan Dasan Agung bisa memilih beberapa sekolah sebagai pilihan tempat belajar, seperti di SMA Negeri 2, SMA Negeri 5 dan SMA Negeri 1 Mataram.

“Mereka mau sekolah di mana saja bisa,” katanya.

Menurut Made, selain merugikan, hal itu mengindikasikan, perencanaan sistem zonasi luput mempertimbangkan aspek tidak meratanya penyebaran sekolah. Slamet minta pemerintah untuk mempertimbangkan ulang kebijakan zonasi tersebut.

Hal lain yang perlu pemerintah segera lakukan, tambah Made, agar segera membangun SMA Negeri di setiap kecamatan yang ada di Kota Mataram, termasuk Kecamatan Cakranegara.

Hal itu penting guna menghindari “kecemburuan” di masyarakat.

“Dengan sistem zona, pemerintah harus distribusikan sekolahnya. Jangan numplek (numpuk). Kecamatan Cakra mana SMAnya? SMA Negeri 6 Mataram Selagalas, masuk Sandubaye,” terangnya.

Untuk diketahui sstem zonasi menjadi kebijakan Menteri Pendidikan era Muhadjir Effendy, tujuannya memberikan akses pendidikan berkualitas. Dan mewujudkan Tripusat Pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat) dengan bersekolah di lingkungan tempat tinggal.

Ast




Wagub: Orang Hebat, Dibesarkan Oleh Kesulitan Hidup

Bagi Ummi Rohmi, kesulitan hidup adalah tempaan yang telah melahirkan banyak orang-orang hebat

MATARAM.lombokjournal.com — Berkunjung ke Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Paramita Mataram, Selasa (30/06/20), Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengaku merasa tenang melihat perkembangan Balai Paramita, yang menunjukkan bahwa balai tersebut berfungsi dengan baik.

“Dari segi kemampuan, dari background pendidikan sudah sangat baik. Semua saya lihat sudah berjalan on the right track,” jelas Wagub.

Kunjungan ini juga turut didampingi oleh Asisten I Setda NTB, Hj. Baiq Eva Cahyaningsih, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Ahsanul Khalik dan Kepala Dinas DP3AP2KB, Hj. Putu Selly Andayani.

Wagub Umi Rohmi menyampaikan kepada semua anak-anak, sebaik-baiknya manusia yang bermanfaat bagi sesama dan bagaimana cara memaknai dan menyikapi permasalahan untuk jauh lebih baik ke depan.

Di usia yang masih terbilang muda dalam menjalani hidup akan ada cobaan, halangan bahkan duri mungkin bisa saja menjadi halangan. Namun, berpikiran positif juga harus dijaga untuk modal dalam menjalani hidup.

Bagi Ummi Rohmi, kesulitan hidup adalah tempaan yang melahirkan banyak orang-orang hebat.

“Karena banyak orang-orang hebat berangkat dari masalah yang sangat sulit, orang-orang sukses berangkat dari kehancuran. Itu betul-betul menjadi pelajaran untuk kita,” pesannya.

Umi Rohmi menginginkan,r apa yang dihasilkan dapat dikenal oleh masyarakat NTB bahkan Indonesia dan dapat bermanfaat dan semakin berkembang.

“Percayalah jalan hidup kita tergantung daripada doa dan ikhtiar kita. Tak bisa itu salah satunya, harus kedua-duanya untuk berusaha bagaimana caranya supaya kehidupan kita lebih baik lagi,” tutup Umi Rohmi.

Kepala BRSAMPK Paramita Mataram, I Ketut Supena mengatakan, Balai Paramita bahu-membahu dan bersinergi dengan Dinas Sosial untuk meningkatkan kerja sama terkait program-program dari Kementerian Sosial.

“Suatu kebahagiaan untuk kami, orang-orang yang masuk kesini harus bahagia, maka anak-anak kami 100 persen dari NTB penuh kebahagiaan apa pun masalahnya, di sini ditemukan solusinya,” jelasnya.

Setelah keluar dari Balai Anak Paramitha diharapkan telah memiliki skill dan kompetensi untuk mulai berwirausaha di dunia luar atau membentuk kelompok usaha di luar.

“Kita hanya mengawal dan memberikan stimulus kepada adik-adik kami,” katanya.

Setelah diskusi tersebut, Wakil Gubernur NTB dan rombongan diajak untuk berkeliling di Balai Anak Paramita untuk melihat usaha ekonomi produksi, yang hampir semua pekerjanya adalah anak-anak dari Balai tersebut.

Aya/HmsNTB




Rapid Test Untuk Pelajar, Santri dan Mahasiswa Tak Dipungut Biaya

Surat Edaran Gubernur NTB memberikan pembebasan biaya rapid tes Covid 19 untuk pelajar, santri dan mahasiswa yang belajar ke luar daerah

MATARAM.lombkjournal.com — Pemprov NTB membebaskan biaya rapid tes untuk para pelajar dan mahasiswa yang akan belajar keluar daerah.

Pembebasan biaya ini sebagai salah satu upaya pencegahan Covid 19, serta memudahkan para pelajar untuk melanjutkan pendidikannya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan itu kepada media, Senin (29/06/20) di kantor Bappeda NTB.

Ia mengatakan, aturan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk melakukan rapid tes atau swab sebelum berpergian sebagai salah satu langkah untuk mencegah penularan virus.

Terkait dengan biaya yang cukup mahal, dimaksudkan agar masyarakat enggan untuk berpergian pada masa pandemi ini. Sehingga aktifitas masyarakat di luar bisa diminimalisir.

Ditambahkan Dr. Zul, masuknya tahun ajaran baru tahun 2020/2021 ini, banyak pelajar yang akan melanjutkan pendidikanya ke luar daerah. Dengan demikian, pemerintah daerah membebaskan biaya rapid tes ini untuk bisa mempermudah para pelajar.

“Pembebasan biaya ini juga harus diterapkan oleh kabupaten/kota di NTB,” ujarnya

Hal ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur NTB tentang pembebasan biaya rapid tes Covid 19 di Provinsi NTB. Dalam SE itu, Pemprov memberikan pembebasan biaya rapid tes Covid 19 untuk pelajar, santri dan mahasiswa yang belajar ke luar daerah.

Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan jadwal yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Syarat untuk bisa mendapatkan pembebasan biaya rapid tes dengan membawa kartu pelajar.

Pemeriksaannya, akan dilakukan secara berkelompok baik pelajar, santri dan mahasiswa yang dikoordinir oleh perwakilan masing – masing sekolah maupun universitas.

Rapid tes ini dilakukan di fasilitas kesehatan pada masing – masing kabupaten/kota.

AYA/HmsNTB




Mahasiswa UIN Jalankan KKN Dari Rumah, Wagub Minta Edukasi Masyarakat Tetap dilakukan

Mahasiswa diminta untuk membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan kegiatan akademik wajib bagi mahasiswa. Namun kali ini menjadi menarik, mengingat dilaksanakan dalam kondisi pandemi virus covid-19.

Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang menggelar Kuliah Kerja Partisipatif (KKP), sejenis KKN, namun dari rumah mahasiswa saja atau KKP DR (Kuliah Kerja Partisipatif Dari Rumah).

Meski dilakukan dari rumah, mahasiswa KKP DR UIN Mataram diharapkan dapat mengedukasi masyarakat agar disiplin menjalankan protokol kesehatan covid-19.

Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalilah, Rabu (24/06/20) pagi, secara daring kepada 2394 mahasiswa yang siap mengikuti KKP DR.

2394 mahasiswa tersebut terdiri dari mahasiswi sebanyak 1541 dan mahasiswa sebanyak 853.

Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi tersebut berpesan kepada mahasiswa, saat mengedukasi masyarakat kiranya tidak memaksa, melainkan memberikan pemahaman bahwa disiplin menjalankan protokol kesehatan covid-19 demi adalah kebaikan bersama.

“Jika masayarakat bisa disiplin, maka kehidupan new normal bisa di jalankan dan roda perekonomian bisa kembali berputar,” jelas Ummi Rohmi.

Wagub Hj Sitti Rohmi yang pernah menyenyam pendidikan di Universitas Indonesia tersebut juga berpesan, agar edukasi dan sosialisasi terkait protokol kesehatan covid-19 kepada masyarakat, hendaknya dikemas mahasiswa secara kreatif dan inovatif agar bisa diterima oleh masyarakat.

Mahasiswa dikenal sebagai generasi milenial yang aktif dan kreatif sehingga diminta untuk bisa mengemas materi tersebut melalui  infografis, video menarik, atau apapun yang bisa dilakukan dari rumah.

Muhammad Liwa Irrubai, Ketua LP2M Mataram yang mewakiki Rektor UIN Mataram, meminta mahasiswa untuk dapat mengabdi kepada masyatakat meski dijalanlan dari rumah.

Mahasiswa diminta untuk membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19.

“Berikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam disiplinkan menerapkan protokol Covid-19,” pesannya.

AYA/HmsNTB

 




Bang Zul Semangati Remaja NTB untuk Terus Berkarya

Para remaja ini perlu mencoba terobosan-terobosan baru tanpa harus takut melakukan kesalahan

MATARAM.lomnokjournal.com — Kedatangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah halalbihalal sekaligus pembinaan ASN disambut beberapa karya SMK, SMA dan SLB di Dinas Kebudayaan Provinsi NTB.

Mulai dari motor anti maling, lampu, hingga persembahan lukisan batik Sasambo untuk Gubernur NTB.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut merasa bangga dan terus mendorong anak-anak muda NTB untuk berkarya dan berinovasi di tengah pandemi Covid-19.

“Kami bangga kepada anak-anak muda NTB. Meski belajar dari rumah, mereka semua tetap bisa berkarya, yang kita lihat hari ini menjadi salah satu bukti bahwa anak-anak muda NTB cerdas dan penuh kreativitas,” ungkap Bang Zul, Kamis (18/05/20).

Bang Zul mengatakan, jangan sampai  karya belum sempurna, namun semangat telah terlanjur patah dan berhenti berkarya.

Di masa inilah, para remaja ini perlu mencoba terobosan-terobosan baru tanpa harus takut melakukan kesalahan.

“Adik-adikku semua. Percayalah, benturan membuat kalian terbentuk. Mulai sekarang, tugas kita semua kampenyakan hasil karya anak-anak kita, kita buktikan, anak-anak muda NTB bisa,” ungkap Bang Zul,memberikan semangat kepada siswa-siswi yang hadir pada acara halalbihalal tersebut.

Orang nomor satu di Pemprov NTB tersebut berpesan kepada seluruh ASN Dikbud NTB untuk terus memperbanyak tali silaturahmi. Apapun akan terasa ringan jika tali silaturahmi terus terjalin sesama pegawai.

“Sederhana saja, dalam segala tugas yang kita kerjakan. Kuncinya satu, kita perbanyak silaturrahim, dengan begitu, apapun yang kita kerjakan bisa berjalan dengan ringan,” tutup Bang Zul.

Bang Zul menyerahkan secara simbolis paket Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang kepada Guru Tidak Tetap.

Dalam kegiatan itu Gubernur Zul  didampingi Asisten I dan Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTB, Kasatpol PP NTB, Kepala BKD NTB, Kadis Dikbud NTB, serta ASN lainnya di lingkup Pemprov NTB,

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Puji Semangat Pendiri Yayasan Sinar Muslim Sejati Indonesia

“Kita bagus itu bukan karena gedungnya atau bagus orang orangnya, tetapi karena cita cita yang besar di dalam dada Sinar Cendikia,” kata Gubernur Zul

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama istri Hj. Niken Saptarini Widyawati S.E., M.Sc menghadiri halalbihalal keluarga besar Yayasan Sinar Muslim Sejati Indonesia secara daring di Pendopo Gubernur NTB Rabu (17/06/20).

Sebagai penasihat Yayasan Sinar Muslim Sejati Indonesia, Gubernur Zul mengaku gembira dapat bersilaturrahmi kembali bersama seluruh pengurus dan tenaga pendidik yayasan tersebut.

Gubernur Zul mengapresiasi lima pengurus yang juga merupakan pendiri Sinar Cendikia Islamic School, yakni Hj. Niken Saptarini Widyawati, Rika Hardani, Ervin Hidayati, Munasri Hadini dan Kusuma Dewi.

Bang Zul mengapresiasi semangat dan kerja keras kelima pemerempuan hebat tersebut.

“Satu pelajaran penting, where there is a will, there is a way. Kalau ada keinginan pasti akan Allah bukakan jalan yang membentang buat kita semua,” ucap Bang Zul.

Ia mengatakan, semakin mapan suatu institusi, semakin matang manajemennya. Namun terkadang semangat mulai meredup.

Karena itulah ia berharap dengan halalbihalal ini dapat membakar lagi semangat para pengelola dan para pengajar dalam membina masyarakat dan membina umat.

“Kita bagus itu bukan karena gedungnya atau bagus orang orangnya, tetapi karena cita cita yang besar di dalam dada Sinar Cendikia, jadi mudah mudahan dalam halalbihalal ini, kembali diingatkan bahwa perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama. Dan langkah pertama menghadirkan kemaslahatan di Tanggerang Selatan telah kita mulai di Sinar Cendikia,” katanya.

Pada kesempata itu, Hj. Niken Saptarini Widyawati yang juga merupakan Direktur Keuangan dan Pengembangan Bahasa Inggris di Sinar Cendikia Islamic School mengaku sangat bahagia dan juga mengapresiasi para tenaga pengajar yang tetap semangat mengajar meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, meskipun belajar mengajar berlangsung secara online, lembaga pendidikan ini tetap menorehkan prestasi, yakni tetap menghasilkan hafiz dan hafizah.

Hal itu diakui Bunda Niken suatu hal yang patut dibanggakan dan terus di tingkatkan dikemudian hari.

Senada dengan hal itu, Rika Hardani, S.P selaku Ketua Yayasan Sinar Muslim Sejati Indonesia turut memberikan semangat kepada seluruh tenaga pengajar,

“Jangan lelah untuk terus ikhlas dalam melimpahkan ilmu ilmu kepada semua anak didik,” katanya.

AYA/HmsNTB




Gubernur: Saatnya Membumikan Hasil Karya IPTEK Kampus di Dunia Kerja

Mahasiswa-mahasiswa Unram harus dididik menjadi pengusaha atau UKM dan IKM yang dapat memanfaatkan bahan lokal

MATARAM.lombokjournal.com  —  Fakultas Pertanian, Peternakan dan Fakultas Teknik  merupakan program studi di Universitas Mataram (UNRAM) yang banyak menghasilkan produk produk riset dan inovasi teknologi untuk masyarakat.

Kedua Fakultas merupakan kampus pertama di indonesia yang berhasil mengembangkan teknologi pembuahan, tanaman buah di luar musim.

Juga temuan sejumlah varietas/bibit unggul  seperti jagung, kentang, bawang, padi dan tanaman palawija serta beragam holtikultura lainnya.

Poduk lain dari fakultas pertanian di antaranya pupuk cair, sabun aroma terapi, alat pengering gabah, untuk panen padi dan sejumlah produk-produk pertanian dan perkebunan lainnya.

Di bidang peternakan, Unram juga berhasil mengembangkan teknologi budidaya bibit sapi. Dan budibaya Madu Trigona terpilih sebagai salah satu produk unggulan.

Karena dari madu ini dapat menghasilkan beragam produk turunannya seperti madu, pollen dan propolis yang memiliki prospek usaha yang baik dalam menggerakkan ekonomi di pedesaan.

“Madu ini merupakan salah satu produk yang berguna memperkuat imun tubuh ditengah pandemic Covid-19,” ungkap Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah di hadapan Rektor Unram, Dekan, Civitas Akademika dan Kepala Dinas Pemprov. NTB saat berkunjung di Kampus Unram Jalan Pendidikan Mataram, Jum’at (12/06/20).

Selain bermanfaat untuk meningkatan imun tubuh, budidaya lebah madu Trigona juga memiliki prospek usaha yang baik bagi masyarakat, untuk usaha di bidang pengolahan dan pembibitan koloni lebah, terang Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul tersebut.

Putra terbaik bangsa kelahiran Sumbawa ini berharap, hasil riset dan inovasi dari IPTEK anak-anak Unram ini dapat dibumikan dan dimanfaatkan didunia kerja untuk mendorong dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Inovasi teknologi ini sangatlah dibutuhkan oleh para petani kita,” tegasnya.

Mahasiswa Dididik Jadi Pengusaha

Salah satu langkah membumikan karya berupa ilmu dan teknologi dari dunia kampus, menurut Gubernur Dr. Zul adalah dengan menyiapkan SDM yang siap menjadi petani dan peternak.

Mahasiswa-mahasiswa Unram harus dididik menjadi pengusaha atau UKM dan IKM yang dapat memanfaatkan bahan lokal.

“Saya minta rektor Unram siapkan 10-20 orang mahasiswa untuk berwirausaha. Ajari dan didik mereka untuk menjadi pengusaha, baik dipertanian atau peternakan di desanya, nanti kita kasih modal,” ajak pria yang akrab dipanggil bang Zul.

Menurutnya, pemerintah daerah dan kampus harus membangun kesadaran masyarakat tentang perlunya memanfaatkan buah dari hasil Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) .

Sehingga dapat mendorong kreatifitas dan inovasi masyarakat dibidang Pertanian, Peternakan maupun Teknik. Ia juga meminta Kepala Dinas terkait untuk membangun komunikasi dan kerjasama untuk pengembangan hasil kajian dan riset serta inovasi Unram untuk membangun NTB.

Rektor Unram Prof. Lalu Husni, SH., M.Hum menyambut antusias  gagasan untuk memanfaatkan hasil penelitian dan karya mahasiswa dan dosen  Unram bagi dunia usaha da pembangunan daerah.

Rektor menambahkan,  NTB sudah memiliki sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang berlimpah.

Tugas selanjutnya bagaimana memanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Ke depan kerjasama Unram dan Pemerintah daerah akan terus ditingkatkan untuk memajukan dunia usaha. Juga petani, peternak dan usaha di bidang lainnya demi tercapainya kesejahteraan masyarakat, tegas Dr. L. Husni.

Usai mengunjungi hasil produk dan inovasi di Fakultas Pertanian dan Peternakan, Gubernur mengunjungi Fakultas Teknik melihat laboraturium bio energi.

Di akhir kunjungan tersebut Gubernur juga menerima penyerahan perdana alkohol sebagai bahan pembuatan sanitizer, dan disinfektan dari Rektor Unram untuk kebutuhan daerah.

Hasil laboraturium berupa alkohol 70-80 persen merupakan bahan pembuatan sanitizer dan disenfektan  hasil olahan laboraturium Fakultas Teknik dari limbah sari tebu yang diberikan oleh PT. SMS yang memproduksi gula di Dompu.

AYA