Gubernur Berharap Unram Terus Bersinergi Membangun Daerah

Kolaborasi dan komunikasi yang baik antara masyarakat dan kampus, maka ke depan akan lebih banyak lagi hal positif yang dapat dihasilkan

MATARAM.lombokjournal.com — Pembangunan suatu daerah tidak bisa lepas dari peran anak-anak mudanya.

Karenanya, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkelanjutan menjadi hal yang wajib dilakukan tiap daerah.

Kehadiran sekolah dan perguruan tinggi kemudian dinilai sangat berpengaruh atas sukses tidaknya hal tersebut.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan itu saat  mengikuti Rapat Senat Terbuka Universitas Mataram, dalam rangka Dies Natalis Unram ke-58 yang berlangsung secara virtual bertempat di Pendopo Gubernur, Jumat (02/10/20).

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengucapkan selamat kepada Unram yang saat ini menyambut hari lahir yang ke-58.

Unram disebutnya telah melahirkan banyak putra-putri yang telah berkontribusi dalam pembangunan di Provinsi NTB.

“Alhamdulillah kita di NTB ini dengan kehadiran Universitas Mataram betul-betul membantu mengupgrade kapasitas kapabilitas dari SDM yang ada di Provinsi kita ini,” ucapnya.

Bang Zul sapaan akrabnya, berharap di usia ke-58 tahun, Unram dapat terus aktif bersinergi untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat di Provinsi NTB.

Ia yakin dengan kolaborasi dan komunikasi yang baik antara masyarakat dan kampus, maka ke depan akan lebih banyak lagi hal positif yang dapat dihasilkan.

Bang Zul optimis, program Merdeka Belajar yang merupakan inisiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dapat segera diwujudkan di NTB.

“Mudah-mudahan dengan Merdeka Belajar kita bisa berkolaborasi dan bekerja sama untuk menghasilkan kemaslahatan bagi masyarakat yang ada di NTB,” tambahnya.

Bang Zul mengajak seluruh jajaran Unram serta mahasiswa agar terus membangun kekompakan dalam mewujudkan NTB Gemilang.

“Atas nama masyarakat NTB, kami mengucapkan selamat Dies Natalis Ke-58, mudah-mudahan Unram jaya selalu, bisa menjadi universitas kelas satu dan kelas atas di Indonesia,” pungkas Bang Zul.

HmsNTB




Menag RI bersama Gubernur NTB Resmikan Gedung Baru UIN Mataram

Fachrur Razi berharap bukan hanya dari sisi bangunan saja yang luar biasa, namun kualitas SDM  Mahasiswanya juga harus lebih luar biasa

MATARAM.lmbokjournal.com — Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, S.I.P., S.H., M.H, bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, meresmikan gedung baru Rektorat, Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Kamis (17/09/20).

Dalam peresmian itu, yang ikut mendampini Menag Fachrur Razi yaitu Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Dr. Mutawalli, M.Ag, dan Anggota Komisi VIII DPR RI, Ir asal NTB, H. Nanang Samoedra.

UIN Mataram memiliki gedung besar dan mewah. Pembangunan gedung tersebut sempat terhenti tahun 2005. Dan oleh Rektor Prof. Dr. Mutawalli, berhasil dilanjutkan hingga diresmikan saat ini.

Atas peresmian gedung UIN Mataram itu, Menteri Agama mengapresiasi dan merasa bangga atas penyelesaian pembangunan gedung UIN Mataram yang pernah mangkrak tersebut.

“Senang sekali saya bisa berada di tengah-tengah keluarga UIN, karena ketika saya datang ke UIN atau pesantren ada sesuatu yang berbeda. Kita masuk ke tempat akademik dengan Imtaq yang tinggi, Imtek yang tinggi juga. Dikarenakan Imtaqnya tinggi, pasti wawasan keislaman dan kebangsaan sangat tinggi,” kata Menag Fachrul Razi.

Menag juga merasa kagum atas bangunan yang sudah dinanti-nanti selama 6 tahun, sejak tahun 2015 silam. Ia berharap bukan hanya dari sisi bangunan saja yang luar biasa, namun kualitas SDM  Mahasiswanya juga harus lebih luar biasa.

Ia minta bangunan gedung ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, untuk berbuat sesuatu bukan hanya untuk kemajuan UIN, tapi juga untuk kemajuan daerah maupun Negara Indonesia.

“Ketika saya masuk ke UIN, saya sangat kagum sekali dengan bangunan-bangunan yang ada. melihat aspek dari pembangunan fisik kita tidak ketinggalan. Oleh sebab itu kita memiliki tantangan supaya tidak dari fisik saja tetapi juga non-fisiknya luar biasa,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB dalam sambutannya mengatakan, di tengah kemewahan dan kemegahan gedung Kampus UIN Mataram, ada hal yang paling esensial dan menjadi tanggungjawab bersama.

Disampaikan gubernur,  gedung besar, mewah dan megah itu, harus mampu diisi oleh orang-orang hebat di dalamnya.

Gubernur mengingatkan, jangan sampai gedung mewah tersebut kehilangan ruhnya, jangan sampai gedung ini menjadi kumuh, karena di dalam gedung ini kita tidak mampu hadirkan atau mengisinya dengan orang-orang hebat, yang akan mampu mengharumkan nama UIN Mataram ini hingga ke seluruh penjuru negeri bahkan dunia.

Seperti kata bijak dari China, “Gunung itu tidak harus tinggi, yang penting ada Dewanya. Sungai itu tidak perlu dalam, yang penting ada Naganya,” ujarnya.

BACA JUGA;

Untuk itu ke depan gubernur berharap,  Kementerian Agama RI harus punya terobosan baru, dengan melakukan pertukaran tenaga-tenaga Dosen ke seluruh ke seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini dinilai sebagai langkah strategis, untuk menggodok proses pendidikan di Indonesia.

“Dengan demikian cita-cita Presiden Jokowi menjadikan Indonesia pusat peradaban Islam akan menjadi kenyataan,” tutupnya.

HmsNTB




Gubernur Tegaskan,  Bersaing di Masa Depan Butuh inovasi

UTS untuk pertama kalinya mewisuda 36 wisudawan dan wisudawati Pascasarjana Magister Manajemen Inovasi

SUMBAWA.lmbokjournal.com —   Program Pascasarjana Magister Manajemen Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) untuk pertama kalinya melaksanakan Wisuda, Sabtu (12/09/20).

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir pada wisuda ini mengatakan, inovasi adalah salah satu kebutuhan dalam menyongsong masa depan.

“Kita butuh inovasi.Inovasi itu adalah kebutuhan akibat perubahan zaman, perubahan lingkungan terutama inovasi teknologi. Mau inovasi atau ketinggalan, inovasi atau mati, untuk survive, untuk mampu bersaing di masa depan, kita butuh inovasi,” kata Gubernur.

Gubernur mengukapkan, program Magister Inovasi ini dibuat bukan dengan tujuan yang biasa, namun memiliki tujuan yang besar.

Magister Management Inovasi ini adalah program Pascasarjana satu-satunya di Indonesia.

Ia mencontohkan, inovasi dalam bisnis yang memiliki tiga indikator, yaitu perubahan produk menjadi lebih baik, proses produksi yang lebih efisien baik waktu maupun biaya dan yang terakhir yakni pelayanan yang lebih baik.

“Untuk memiliki produk yang lebih baik, proses yang lebih baik atau melayani pasar yang lebih baik butuh inovasi teknologi,” terang Gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini.

Bang Zul menuturkan, inovasi bukan sebuah hal yang gampang. Inovasi butuh waktu yang lama dan butuh biaya yang tidak sedikit, walaupun perubahan yang terlihat sangat kecil.

“Inovasi itu butuh waktu, tidak tiba-tiba, butuh keteladanan, butuh pemaksaan dan lain sebagainya, jalannya panjang, berliku dan mendaki,” kata Bang Zul.

Disamping itu, Gubernur lulusan Harvard University ini mengingatkan kepada para wisudawan wisudawati, inovasi itu berbeda-beda di setiap tempat.

Karena itu, ia meminta kepada lulusan Pascasarjana ini untuk meningkatkan kemampuan di masing-masing tempat.

“Setiap industri, setiap sektor punya inovasi yang berbeda. Bukan berarti anda jadi Magister Inovasi, anda jadi ahli inovasi yang sama, minimal general teorinya sama, tetapi inoasi di setiap sektor itu punya cara yang berbeda-beda,” jelasnya.

Inovasi, lanjutannya, tidak hadir dalam suatu kevakuman. Inovasi dipengaruhi oleh banyak faktor.

Hal ini yang disebut dengan sistem inovasi yang mana di dalamnya ada unsur pemerintah, industri, kampus, sekolah dan lembaga penelitian.

inovasi butuh menejemen yang harus dipelajari.

“Inovasi harus diatur dikelola dengan baik, dan cara mengelola inovasi yang rumit inilah yang dipelajari dalam manajemen inovasi ini,” ungkap Bang Zul.

Proses menejemen inovasi adalah sebuah proses besar dalam merencanakan inovasi itu, mengumpulkan semua sumber daya yang ada, mengarahkan agar inovasi itu menjadi nyata, dan pada akhirnya mengevaluasi agar inovasi yang direncanakan berbuah manis di ujungnya.

“Kita berharap mudah-mudahan makin lama  dan mudah-mudahan di masa yang akan datang, program Magister Manajemen Inovasi ukan hanya mendatangkan peserta didik dari Indonesia, tetapi juga mendatangkan peserta didik dari luar negeri,” harapnya.

Rektor UTS, Khairul Hudaya.,Ph.D mengungkapkan, hari ini UTS untuk pertama kalinya mewisuda 36 wisudawan dan wisudawati Pascasarjana Magister Manajemen Inovasi.

jumlah total yang telah diwisuda sejak tahun 2017 adalah 1.142. UTS juga membuka pendaftaran mahasiswa dari luar negeri dan ada 176 mahasiswa baru dari 86 negara berbeda yang sudah mendaftar.

HmsNTB




Wagub  Apresiasi Program Merdeka Belajar Jarak Jauh dari PT. Telkomsel

Untuk tahap awal PT Telkomsel menyiapkan 170 ribu kartu untuk bisa diberikan secara gratis agar bisa jadi fasilitas belajar jarak jauh. Di dalamnya sudah ada kuota 10 GB untuk proses belajar mengajar

MATARAM.lmbokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengapresiasi program Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ) dari PT. Telkomsel.

Program itu  bentuk kepedulian PT Telkomsel terhadap dunia pendidikan dalam proses daring di masa pandemi Covid 19, dan diharapkan program bantuan ini tepat sasaran.

Umi Rohmi mengatakannya saat menerima audiensi PT. Telkomsel di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Rabu, (09/09/20).

“Karena memang saat ini, kita mencari bagaimana suatu program dapat menyelesaikan masalah, dan ini merupakan salah satu solusi untuk pemerataan akses pendidikan secara daring dalam situasi Pandemi Covid-19, Yang kita sasar pertama adalah anak – anak sekolah  yang ekonominya menengah ke bawah, supaya apa yang dihajatkan pemerintah itu tepat sasaran,” kata wagub.

Pimpinan PT. Telkomsel Mataram menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB yang telah menyambut baik program dari Telkomsel. Program ini jadi solusi pembelajaran jarak jauh untuk para pelajar di masa pandemi Covid-19. .

“Terimakasih atas sambutan baik Pemerintah Provinsi NTB, kami dari PT. Telkomsel ingin berpartisipasi dalam mendukung proses pendidikan jarak jauh khusus di wilayah NTB ini, dalam bentuk kartu perdana maupun kuota,” jelas.

Dan dikatakan, untuk tahap awal PT Telkomsel menyiapkan 170 ribu kartu untuk bisa diberikan secara gratis agar bisa jadi fasilitas belajar jarak jauh. Di dalamnya sudah ada kuota 10 GB untuk proses belajar mengajar termasuk komunikasi seperti Zoom, Google meet.

Harapannya nanti jika didaftarkan di dapodik nomornya nanti bisa dapat subsidi pemerintah tambahan 35 GB untuk proses belajar mengajar ini,” Jelasnya.

Untuk diketahui, terkait Program Merdeka Jarak Jauh tersebut, kuota 10 GB yang diberikan dipergunakan untuk menikmati kemudahan akses ke sejumlah platform aplikasi belajar daring dan konferensi video yang ada di paket llmupedia dan Conference, seperti Rumah Belajar, Zenius, Quipper, Zoom, CloudX, UMeetMe, Microsoft Teams, Google Meet, Google Classroom.

Serta ratusan situs belajar daring yang dikelola kampus dan sekolah hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Menutup acara audiensi tersebut, Paket kartu perdana Merdeka Belajar diserahkan Telkomsel secara simbolik kepada Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Dan akan dibagikan gratis melalui Dinas Pendidikan Provinsi kepada beberapa sekolah di NTB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M,Si dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd, M.Pd.

HmsNTB




Peringatan HUT RI Ke-75 Pesantren Ma’rifatul Falah Berlangsung Meriah

Momentum perayaan HUT RI ke 75 kita gunakan sebagai ajang memupuk kembali rasa nasionalisme sebagai rakyat Indonesia

BANYUMULEK.lombokjournal.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-75 di Pondok Pesantren Ma’rifatul Falah Banyumulek, Kediri, Lombok Barat,  NTB, Senin (17/08/20), tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi virus corona Covid-19 yang masih melanda Tanah Air membuat peringatan HUT RI di pondok itu berlangsung dengan segala keunikan, kesederhanaan, kebersamaan namun tetap berjalan khidmat.

Berbagai kegiatan dilaksanakan seperti do’a dan istigosah bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga dimeriahkan oleh group khadrah Ma’rifatul Falah dengan acara maulidan dan menyanyikan lagu mars Ya Lal Waton.

“Berbagai kegiatan guna memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Pihak pesantren juga menyiapkan tempat cuci tangan dan handsinitizer,” ujar ketua panitia penyelenggara Ustadz. Burhanudin,S.Pd didampingi Ust. Ahmad Baehaqi.

Ust. Ahmad Baehaqi menambahkan, Pondok Pesantren Ma’rifatul Falah memberikan kesempatan masyarakat pesantren untuk mengikuti do’a bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta makan bersama. Hal ini semata mata sebagai wujud kecintaan terhadap agama dan bangsa.

“Acara tersebut juga untuk memeriahkan dan menghilangkan kejenuhan para santri, dikarenakan selama ini terus belajar, terutama belajar dan mengajar secara Daring, yang terus menerus menggunakan jaringan internet, mudah – mudahan dengan adanya acara semacam ini, kejenuhan dan kesetresan akibat pembelajaraan bisa berkurang, sehingga pada saat kembali belajar bisa nornal kembali,”tuturnya.

Ust. Muhammad Arifin.M.Pd selaku pengasuh pesantren Ma’rifatul Falah melalui Vidio Telecomfrence dari Jember Jatim menyampaikan, momentum perayaan HUT RI ke 75 kita gunakan sebagai ajang memupuk kembali rasa nasionalisme sebagai rakyat Indonesia.

ia juga berpesan jadilah santri yang ramah toleran dan menghormati perbedaan, jaga persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa. Indonesia maju Indonesia bersatu.

Arf




Hajjah Selly, Istiqomah Menyelamatkan Pendidikan Anak-Anak

Hajjah Selly  menerjunkan relawan Volunter Nusantara untuk melakukan pendampingan pembelajaran pada anak-anak

lombokjournal.com —

MATARAM;   Bakal Calon Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani istiqomah menyelamatkan pendidikan anak-anak Kota Mataram masa pandemi Covid-19.

Anak-anak Mataram tak hanya butuh akses internet gratis. Mereka juga butuh pendampingan dalam belajar.

Hajjah Selly menyemengati anak-anak Suradadi Barat, Kelurahan Karang Baru, Kota Mataram, Kamis (27/08/20). Anak-anak di Karang Baru itu dengan riang menyambut kedatangan Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 itu.

Anak-anak Suradadi Barat memang sedang bersuka cita. Mereka baru menyelesaikan program Sekolah Ceria yang digagas Volunter Nusantara.

Para siswa tersebut merupakan murid-murid sekolah yang kesulitan belajar daring selama pandemi Covid-19. Ada yang duduk di bangku SD, ada pula yan duduk di SMP.

“Anak-anak kita bukan hanya butuh fasilitas internet yang tidak berbayar. Tapi mereka juga butuh pendampingan saat belajar,” kata Hajjah Selly yang dikelilingi anak-anak dengan mata berbinar.

Hajjah Selly pun menerjunkan relawan Volunter Nusantara untuk melakukan pendampingan pembelajaran pada anak-anak ini.

Pendampingian dilakukan khusus pada mata pelajaran inti pada jenjang pendidikan yang sedang mereka tempuh.

Hajjah Selly adalah Pembina Volunter Nusantara. Ia menyerahkan alat-alat tulis dan buku, beserta sertifikat tanda anak-anak itu telah menyelesaikan program Sekolah Ceria Volunter Nusantara.

Selly menegaskan, bagi sebagian anak, belajar di rumah dengan dibimbing oleh orang tua adalah sebuah kemewahan. Sebab, banyak orang tua yang tak bisa melakukannya.

Sebagian orang tua harus keluar rumah untuk mencari nafkah. Sebagian lagi, orang tua memang tak memiliki pengetahuan yang memadai untuk membimbing anak-anak belajar.

Kata Hajjah Selly, jika hanya menyediakan akses internet gratis semata, hal tersebut tak akan menyelesaikan persoalan.

Melalui Sekolah Ceria yang digagas Volunter Nusantara, Hajjah Selly menerangkan, para siswa ini selain mendapat bimbingan belajar langsung selama pelajaran daring dari relawan, mereka juga menikmati suasana belajar yang menyenangkan.

Sekolah Ceria ini juga membuat nuansa kebiasaan anak-anak selama bersolah sebelumnya tidak terputus.

“Jadi, mereka bisa menambah pengalaman dan pengetahuan dengan asyik dan menyenangkan,” katanya.

Me




Wagub Ajak Pramuka Edukasi Pentingnya Protokol Kesehatan

Untuk program unggulan Pemprov NTB, Pramuka adalah mitra yang sangat baik untuk menyukseskannya

MATARAM.lombokjournal.com — Pada peringatan Hari Pramuka ke-59 ini, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berpesan kepada seluruh anggota pramuka, tetap istiqomah di garis depan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan.

Hari Pramuka Nasional diperingati tiap tanggal 14 Agustus.

“Saya sangat yakin, Pramuka bisa diandalkan dalam menyosialisasikan pentingnya protokol kesehatan,” ujar Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Ummi Rohmi menyampaikannya saat menjadi pembina upacara pada peringatan HUT Pramuka bertempat di Bukit Perkemahan Jakamandala, Jumat (14/08/20).

Dikatakan, bicara protokol kesehatan tampak sangat sederhana, mudah, murah. Tapi masih ada masyarakat yang belum patuh dan tidak mau melakukannya.

Karena itu, Pramuka harus terus sampaikan kepada masyarakat.

“Protokol kesehatan ini mudah, tidak membutuhkan biaya banyak. pakai masker dan mencuci tangan tentu bukan hal yang sulit,” tambah Kak Rohmi, sapaan akrab wagub di Kwarda Pramuka NTB.

Ummi Rohmi menambahkan, untuk program unggulan Pemprov NTB, Pramuka adalah mitra yang sangat baik untuk menyukseskannya.

Wagub optimis, bersama pramuka, program-program di NTB bisa dijalankan dengan baik dan sempurna.

“InsyaAllah, dengan menggandeng Pramuka, Program desa tangguh bencana, Program NTB Bersih, Program NTB Hijau, serta program lainnya bisa di selesaikan dengan sangat baik,” tambahnya.

Program-program tersebut, lanjut Umi Rohmi, tidak hanya untuk jangka pendek, tapi juga untuk jangka panjang. Tentu menjalankan program tersebut tidak mudah. Tapi, dengan kerja bersama, kita yakin, pasti ada kemudahan dalam ikhtiar yang kita lakukan.

“Selamat Hari Pramuka, semoga pramuka semakin Jaya,” tutup Cucu Pahlawan Nasional tersebut mengakhiri amanatnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB juga menganugerahkan tanda penghargaan orang dewasa gerakan pramuka kwartir NTB kepada Drs. H. Fathul Ghani, M.Si, atas jasanya bagi pembinaan dan perkembangan gerakan pramuka.

AYA/HmsNTB




Pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka KLU Masa Bakti 2019-2024 Dilantik

Pramuka harus mampu jadi teladan dalam menerapkan kebiasan hidup sehat sebagaimana protokol Corona

TANJUNG.lombokjourna.com — Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) Gerakan Pramuka Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, yang diwakili oleh Sekretaris Mabincab, Drs. HR Nurjati, berlangsung melantik Ketua dan jajaran Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lombok Utara, masa bakti 2019-2024, di aula kantor bupati setempat, Kamis (13/08/20).

Sebelum pengukuhan dan pelantikan pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Lombok Utara, digelar pengukuhan dan pelantikan Ketua dan Pengurus Majelis Pembina Cabang (Mabincab) oleh Ketua Kwarda Provinsi NTB, Drs. H. Fathul Gani, M.Si

Usai acara pelantikan, Ketua Kwarda Provinsi NTB H. Fathul Gani menuturkan harapan terhadap semboyan Jamnas tahun 1986 yang “satu utuh berkarya”.

“Satu harapan kami bahwa semboyan Jamnas tahun 1986. Satu utuh, kompak utuh dalam suasana ceria dan dilandasi dengan karya harus diterapkan dalam gerakan pramuka,” ujar Fathul.

Dikatakannya, kondisi pramuka saat ini memang jauh berbeda jika dibayangkan dengan masa 30 tahun lalu.

Waktu itu sangat terasa tapi seiring revitalisasi gerakan pramuka kondisinya pun berubah.

Ia menambahkan, kehadiran gerakan pramuka harus dirasakan sebagai manfaat bukan dirasakan beban masalah.

“Terima kasih kanda Dr. Fauzan yang memberikan saya dukungan penuh untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Kwarda NTB,” ujarnya.

Ketua Mabincab Gerakan Pramuka Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH diwakili oleh Sekretaris Mabincab Drs. HR. Nurjati mengatakan, sejumlah pihak dapat menyaksikan proses pelantikan orang-orang yang akan melaksanakan amanah dan tanggungjawab memimpin dan mengendalikan organisasi kegiatan Pramuka di KLU.

“Saya menyadari bahwa tugas kakak-kakak tidaklah mudah sebagai wadah pendidikan karakter generasi muda. Tentu akan dihadapkan pada tantangan yang terus berkembang, tapi saya meyakini dengan pendidikan yang dikemas dalam kegiatan yang menantang, menarik, dan menyenangkan,” ujar Nurjati.

Kegiatan gerakan pramuka menjadi ciri khas dan selalu dapat menjadi wadah yang dapat diandalkan serta mampu membawa pemuda Indonesia menatap ke masa depan yang lebih cerah, terangnya.

Diterangkan Nurjati, saat ini Indonesia bahkan dunia mengalami dampak akibat pandemi Covid-19.

Pramuka harus mampu jadi teladan dalam menerapkan kebiasan hidup sehat sebagaimana protokol Corona. Pramuka diharapkan mampu menginspirasi dan memberikan kontribusi yang positif dalam usaha penanggulangan bencana.

Selaku salah satu unsur Mabincab, Nurjati menyampaikan terima kasih kepada pengurus sebelumnya yang telah memberi segenap perhatian dan bakti sehingga pendidikan kepramukaan di KLU bisa terus berkembang dengan baik.

“Apa yang dicapai dalam 5 tahun ini sangt kami apresiasi semoga kerjasama ini dapat dipelihara dengan baik. Sehingga percepatan pembangunan khususnya di Lombok Utara bisa tercapai. Atas nama Pemda KLU mengucapkan selamat hari Pramuka ke-59,” kata Penjabat Sekda KLU ini.

Mendata yang tidak berijazah

Terpisah Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Lombok Utara terpilih Dr. Fauzan, M.Pd usai pelantikan menyebutkan, tema ulang tahun Pramuka ke-59 tahun 2020 terkait kontribusi dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19 yaitu Kita Menolong dengan Ikhlas dan Tabah.

“Semoga ini bisa menjadi contoh bagi pemuda kita. Kita harus ikhlas dalam membantu sesama. Mari berbuat yang baik walau sekecil apapun,” ujar mantan Sekretaris Bappeda KLU itu.

Menjawab pertanyaan awak media menyangkut usia Pramuka ke-59, apakah masyarakat Lombok Utara sudah mendapatkan hak pendidikannya, Kadis Dikpora KLU inn menegaskan Pemkab Lombok Utara memiliiki inovasi yang tidak dilakukan oleh daerah lain seraya mencontohkan terobosan Saber DO.

“Hanya Pemda KLU yang betul-betul mencari masyarakat usia sekolah bekerjasama dengan pramuka untuk mencari mereka supaya mengikuti pendidikan kesetaraan yaitu paket A, B dan C. Supaya mereka memiliki hak-hak sipil seperti masyarakat lainnya. Dengan harapan ke depan jangan sampai kita menjadi penonton di rumah kita sendiri lantaran tidak punya ijazah akibat tidak sekolah,” pungkasnya.

Dijelaskan Dr. Fauzan, tahun 2019 pihaknya menerapkan dua langkah nyata untuk meningkatkan SDM daerah, yaitu mendata masyarakat yang tidak memiliki ijazah.

Pihaknya berhasil menghimpun 2.500 peserta program kesetaraan yang dibiayai oleh Pemda KLU. Dengan upaya itu, KLU mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat dengan mengirimkan operator yang bertugas memasukan data-data pendidikan kelompok belajar masyarakat (PKBM) yang ada.

Kemudian yang kedua, lanjutnya, Pemda KLU memberi beasiswa transisi, beasiswa retripal, baju-baju seragam, bantuan bagi yang berprestasi, bantuan kepada Hafiz/Hafizah, bantuan kepada anak Lombok Utara yang tengah menempuh studi S1, S2 dan S3 bekerjasama dengan LPDP.

“Satu-satunya kabupaten di NTB yang mendapatkan kerjasama dengan LPDP adalah KLU dengan menggratiskan test toefel dan test bahasa Inggris. Kita juga bekerjasama dengan Universitas Mataram dengan mendirikan Vokasi. Pendidikan itu adalah pintu yang paling cepat menuju kemajuan. Supaya bisa sejajar atau menjadi di depan dengan daerah-daerah lainnya,” jelasnya.

Kegiatan pengukuhan dan pelantikan Kwarcab Gerakan Pramuka KLU tersebut dihadiri oleh pengurus Mabincab, para kepala OPD lingkup Pemda KLU, pengurus Kwarcab Pramuka KLU kemudian diakhiri dengan foto bersama.

api




Webinar Alumni SMAN 1 Selong, Wagub Ajak Para Alumni Sukseskan NTB Gemilang

Dari Webinar ini diharapkan menghasilkan satu buah pemikiran yang dapat membantu pemerintah daerah mewujudkan NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengajak seluruh alumni SMAN 1 Selong berperan aktif dalam mensukseskan program-program NTB Gemilang sesuai dengan kapasitas dan keilmuan masing-masing.

Hal tersebut diungkapkan Wagub saat membuka acara Webinar Alumni SMAN 1 Selong, Kamis (13/08/20).

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalilah

“Kami dari Pemprov, karena SMA adalah supervisi dari kami, sangat mengharapkan SMAN 1 Selong ikut serta mensukseskan program-program unggulan di NTB,” ajak Wagub saat membuka Webinar.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB sangat mendukung SMA 1 Selong yang dikenal dengan basis risetnya.

Namun pesan wagub, agar pendidikan tidak meninggalkan pelajaran budi pekerti.

Sehingga SMAN 1 Selong tetap menjadi sekolah yang memiliki alumni yang berkualitas, bukan hanya dari sisi ilmu pengetahuan saja.

Wagub menginginkan lulusan SMAN 1 Selong tidak hanya penuh kepalanya dengan ilmu, namun juga memiliki sifat yang positif.

“Sehingga pada saat di masyarakat, ia menjadi pemecah masalah,” tuturnya.

Dalam Webinar yang bertajuk “Revitalisasi Intelektual Alumni” ini, Wagub juga meminta agar SMAN 1 Selong tidak mudah puas dengan prestasi alumni yang sudah diraih.

Ia mengapresiasi para alumni SMAN 1 Selong, karena banyak di antara mereka yang sukses di berbagai bidang.

“Karena itu SMAN Selong harus dapat memberikan contoh bagi sekolah lainnya, terlebih sekolah ini menjadi salah satu sekolah yang dipandang bagus, khususnya di Lombok Timur,” katanya.

Wagub juga mengigatkan pentingnya para alumni dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, mengingat NTB adalah salah satu provinsi yang terkenal dengan keindahan alamnya.

“Kita ingin sekolah kita menjadi agen yang dapat memberikan contoh bagi lingkungan sekitar bagaimana mengelola lingkungan dengan baik, daerah kita adalah daerah yang subur, tentunya kita harus menjaganya,” ungkapnya.

Ketua IKA SMAN 1 Selong, Prof. Dr. H. Muhammad Sarjan yang juga Guru Besar di Unram mengakatakan, webinar ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi emas NTB yang dapat membawa provinsi tercinta ini menjadi yang lebih maju dari daerah lainnya.

Webinar ini diikuti oleh berbagai macam kalangan yang bergelut dalam bidang riset baik dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, maupun NGO yang semuanya adalah alumni SMAN 1 Selong.

Dari Webinar ini diharapkan menghasilkan satu buah pemikiran yang dapat membantu pemerintah daerah mewujudkan NTB Gemilang.

AYA/HmsNTB




Belajar Tatap Muka di Sekolah, Segera Diberlakukan di NTB

Harapan Dikbud agar orang tua murid teribat aktif mendampingi anaknya untuk belajar di rumah dilihat tidak berjalan baik. Bahkan banyak ditemukan orang tua murid yang abai mendampingi anaknya ketika belajar di rumah

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Pendidikan (Dikbud) Provinsi NTB dalam waktu dekat akan segera menerapkan sistem pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah yang daerahnya termasuk zona kuning dan zona hijau penyebaran Covid-19.

Hal tersebut dimungkinkan berdasar pada keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang membolehkan pelajaran dengan sistem tatap muka, diberlakukan di wilayah yang masuk zona kuning dan zona hijau.

Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB Dr. H. Aidi Furqan, S.Pd,. M.Pd kepada LombokJournal.com menjelaskan,  pihaknya akan melakukan pembahasan terkait kapan sistem tatap muka tersebut dilaksanakan pada Senin (10/08/20), besok.

Setelah pembahasan, tahap selanjutnya adalah memerintahkan kepada semua sekolah yang bernaung di bawah Dikbud Provinsi NTB, untuk langsung menjalankan mekanisme pembelajaran tatap muka tersebut.

“Kemarin, (Jum’at, 07/08/2020) ini dicabut) pukul lima sore bahwa tatap muka itu sudah boleh dengan sistem sift bagi sekolah yang berada di zona kuning dan hijau. Sehingga Senin besok saya akan membahas itu di kantor,” katanya, Minggu (09/08/2020).

Sistem belajar tatap muka sendiri dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Untuk itu, sekolah diwajibkan menggilir kedatangan siswa yang akan belajar di sekolah.

“Secara bergilir, secara bertahap dan sistem shift,” ujarnya.

Penjelasan dari guru

Sekolah dengan sistem tatap muka sendiri diakui Aidi menjadi permintaan sebagian besar orang tua murid.

Alasannya karena BDR yang diterapkan selama ini belum bisa mengakomodir kebutuhan siswa untuk mendapat penjelasan dan praktik langsung bersama guru.

Interaksi langsung antara guru dan murid yang terhambat dengan sistem belajar BDR tersebut menyebabkan tidak efektifnya proses pembelajaran.

Selain itu, terbatasnya durasi belajar dengan menggunakan sistem Daring yang disebabkan oleh keterbatasan kuota internet juga menjadi alasan Dikbud segera menerapkan sistem belajar tatap muka.

Di luar itu, harapan Dikbud agar orang tua murid teribat aktif mendampingi anaknya untuk belajar di rumah dilihat tidak berjalan baik. Bahkan banyak ditemukan orang tua murid yang abai mendampingi anaknya ketika belajar di rumah.

Hal-hal tersebut kemudian menjadi perhatian serius pemerintah sehingga sampai pada kesimpulan segera menerapkan sistem pelajaran tatap muka langsung kendati karena alasan Covid-19, sistem belajar tatap muka tidak bisa dijalankan sebagaimana kondisi normal dahulu.

“Karena tidak bisa kita melakukan pendidikan secara sungguh-sungguh tanpa bertatap muka dengan pendidik,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, pihaknya mengatakan tidak bisa menyalahkan sistem yang digunakan saat ini karena menjadi keputusan terbaik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Perlu diketahui, sebelumnya, salah seorang anggota Komisi V DPRD NTB yang menaungi Bidang Pendidikan dan Kebudayaan meminta Dikbud Provinsi NTB segera membuka kelas reguler dengan mekanisme tatap muka di semua sekolah di NTB.

“Saya kira Daring ini ndak efektif dia. Pertama persoalan tekhnis, sinyal dan sebagainya kan. Yang ke dua, kalau dia punya HP kan, belum pulsa,” ujar anggota Komisi V Bidang Pendidikan Saefudin Zohri kepada LombokJournal.com, Jumat, (07/08/2020) yang lalu.

Saefudin menilai, dari sisi psikologis siswa, tatap muka antara guru dengan murid yang terjadi di kelas jauh lebih efektif dalam hal transfer pengetahuan. Hal tersebut menjadi penting terutama untuk materi pelajaran yang tergolong rumit dan butuh penjelasan langsung.

“Tidak interaktif. Bisa-bisa siswa salah menangkap penjelasan,” tuturnya.

Aidi sendiri mengaku sepakat dengan pernyataan Saefudin tersebut, bahkan pihaknya menyatakan sudah berkali-kali menyampaikan hal itu dalam pertemuan-pertemuan bersama Komisi V.

BACA JUGA;

Di Tengah Pandemi Covid-19, Dikbud  NTB Berlakukan Tiga Mekanisme Belajar Dari Rumah

Tetapi sesuai aturan birokasi, pihaknya tentu tidak bisa menerapkan kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Betul kalau secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau secara Daring tidak efektif karena  kendalanya tidak sederhana kan. Saya tidak menolak itu karena saya sendiri juga melihat. Tapi ini kebijakan nasional kita tidak boleh melakukan tatap muka dulu,” jelasnya.

Ast