Wagub Ajak Pramuka Edukasi Pentingnya Protokol Kesehatan

Untuk program unggulan Pemprov NTB, Pramuka adalah mitra yang sangat baik untuk menyukseskannya

MATARAM.lombokjournal.com — Pada peringatan Hari Pramuka ke-59 ini, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berpesan kepada seluruh anggota pramuka, tetap istiqomah di garis depan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan.

Hari Pramuka Nasional diperingati tiap tanggal 14 Agustus.

“Saya sangat yakin, Pramuka bisa diandalkan dalam menyosialisasikan pentingnya protokol kesehatan,” ujar Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Ummi Rohmi menyampaikannya saat menjadi pembina upacara pada peringatan HUT Pramuka bertempat di Bukit Perkemahan Jakamandala, Jumat (14/08/20).

Dikatakan, bicara protokol kesehatan tampak sangat sederhana, mudah, murah. Tapi masih ada masyarakat yang belum patuh dan tidak mau melakukannya.

Karena itu, Pramuka harus terus sampaikan kepada masyarakat.

“Protokol kesehatan ini mudah, tidak membutuhkan biaya banyak. pakai masker dan mencuci tangan tentu bukan hal yang sulit,” tambah Kak Rohmi, sapaan akrab wagub di Kwarda Pramuka NTB.

Ummi Rohmi menambahkan, untuk program unggulan Pemprov NTB, Pramuka adalah mitra yang sangat baik untuk menyukseskannya.

Wagub optimis, bersama pramuka, program-program di NTB bisa dijalankan dengan baik dan sempurna.

“InsyaAllah, dengan menggandeng Pramuka, Program desa tangguh bencana, Program NTB Bersih, Program NTB Hijau, serta program lainnya bisa di selesaikan dengan sangat baik,” tambahnya.

Program-program tersebut, lanjut Umi Rohmi, tidak hanya untuk jangka pendek, tapi juga untuk jangka panjang. Tentu menjalankan program tersebut tidak mudah. Tapi, dengan kerja bersama, kita yakin, pasti ada kemudahan dalam ikhtiar yang kita lakukan.

“Selamat Hari Pramuka, semoga pramuka semakin Jaya,” tutup Cucu Pahlawan Nasional tersebut mengakhiri amanatnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB juga menganugerahkan tanda penghargaan orang dewasa gerakan pramuka kwartir NTB kepada Drs. H. Fathul Ghani, M.Si, atas jasanya bagi pembinaan dan perkembangan gerakan pramuka.

AYA/HmsNTB




Pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka KLU Masa Bakti 2019-2024 Dilantik

Pramuka harus mampu jadi teladan dalam menerapkan kebiasan hidup sehat sebagaimana protokol Corona

TANJUNG.lombokjourna.com — Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) Gerakan Pramuka Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, yang diwakili oleh Sekretaris Mabincab, Drs. HR Nurjati, berlangsung melantik Ketua dan jajaran Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lombok Utara, masa bakti 2019-2024, di aula kantor bupati setempat, Kamis (13/08/20).

Sebelum pengukuhan dan pelantikan pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Lombok Utara, digelar pengukuhan dan pelantikan Ketua dan Pengurus Majelis Pembina Cabang (Mabincab) oleh Ketua Kwarda Provinsi NTB, Drs. H. Fathul Gani, M.Si

Usai acara pelantikan, Ketua Kwarda Provinsi NTB H. Fathul Gani menuturkan harapan terhadap semboyan Jamnas tahun 1986 yang “satu utuh berkarya”.

“Satu harapan kami bahwa semboyan Jamnas tahun 1986. Satu utuh, kompak utuh dalam suasana ceria dan dilandasi dengan karya harus diterapkan dalam gerakan pramuka,” ujar Fathul.

Dikatakannya, kondisi pramuka saat ini memang jauh berbeda jika dibayangkan dengan masa 30 tahun lalu.

Waktu itu sangat terasa tapi seiring revitalisasi gerakan pramuka kondisinya pun berubah.

Ia menambahkan, kehadiran gerakan pramuka harus dirasakan sebagai manfaat bukan dirasakan beban masalah.

“Terima kasih kanda Dr. Fauzan yang memberikan saya dukungan penuh untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Kwarda NTB,” ujarnya.

Ketua Mabincab Gerakan Pramuka Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH diwakili oleh Sekretaris Mabincab Drs. HR. Nurjati mengatakan, sejumlah pihak dapat menyaksikan proses pelantikan orang-orang yang akan melaksanakan amanah dan tanggungjawab memimpin dan mengendalikan organisasi kegiatan Pramuka di KLU.

“Saya menyadari bahwa tugas kakak-kakak tidaklah mudah sebagai wadah pendidikan karakter generasi muda. Tentu akan dihadapkan pada tantangan yang terus berkembang, tapi saya meyakini dengan pendidikan yang dikemas dalam kegiatan yang menantang, menarik, dan menyenangkan,” ujar Nurjati.

Kegiatan gerakan pramuka menjadi ciri khas dan selalu dapat menjadi wadah yang dapat diandalkan serta mampu membawa pemuda Indonesia menatap ke masa depan yang lebih cerah, terangnya.

Diterangkan Nurjati, saat ini Indonesia bahkan dunia mengalami dampak akibat pandemi Covid-19.

Pramuka harus mampu jadi teladan dalam menerapkan kebiasan hidup sehat sebagaimana protokol Corona. Pramuka diharapkan mampu menginspirasi dan memberikan kontribusi yang positif dalam usaha penanggulangan bencana.

Selaku salah satu unsur Mabincab, Nurjati menyampaikan terima kasih kepada pengurus sebelumnya yang telah memberi segenap perhatian dan bakti sehingga pendidikan kepramukaan di KLU bisa terus berkembang dengan baik.

“Apa yang dicapai dalam 5 tahun ini sangt kami apresiasi semoga kerjasama ini dapat dipelihara dengan baik. Sehingga percepatan pembangunan khususnya di Lombok Utara bisa tercapai. Atas nama Pemda KLU mengucapkan selamat hari Pramuka ke-59,” kata Penjabat Sekda KLU ini.

Mendata yang tidak berijazah

Terpisah Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Lombok Utara terpilih Dr. Fauzan, M.Pd usai pelantikan menyebutkan, tema ulang tahun Pramuka ke-59 tahun 2020 terkait kontribusi dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19 yaitu Kita Menolong dengan Ikhlas dan Tabah.

“Semoga ini bisa menjadi contoh bagi pemuda kita. Kita harus ikhlas dalam membantu sesama. Mari berbuat yang baik walau sekecil apapun,” ujar mantan Sekretaris Bappeda KLU itu.

Menjawab pertanyaan awak media menyangkut usia Pramuka ke-59, apakah masyarakat Lombok Utara sudah mendapatkan hak pendidikannya, Kadis Dikpora KLU inn menegaskan Pemkab Lombok Utara memiliiki inovasi yang tidak dilakukan oleh daerah lain seraya mencontohkan terobosan Saber DO.

“Hanya Pemda KLU yang betul-betul mencari masyarakat usia sekolah bekerjasama dengan pramuka untuk mencari mereka supaya mengikuti pendidikan kesetaraan yaitu paket A, B dan C. Supaya mereka memiliki hak-hak sipil seperti masyarakat lainnya. Dengan harapan ke depan jangan sampai kita menjadi penonton di rumah kita sendiri lantaran tidak punya ijazah akibat tidak sekolah,” pungkasnya.

Dijelaskan Dr. Fauzan, tahun 2019 pihaknya menerapkan dua langkah nyata untuk meningkatkan SDM daerah, yaitu mendata masyarakat yang tidak memiliki ijazah.

Pihaknya berhasil menghimpun 2.500 peserta program kesetaraan yang dibiayai oleh Pemda KLU. Dengan upaya itu, KLU mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat dengan mengirimkan operator yang bertugas memasukan data-data pendidikan kelompok belajar masyarakat (PKBM) yang ada.

Kemudian yang kedua, lanjutnya, Pemda KLU memberi beasiswa transisi, beasiswa retripal, baju-baju seragam, bantuan bagi yang berprestasi, bantuan kepada Hafiz/Hafizah, bantuan kepada anak Lombok Utara yang tengah menempuh studi S1, S2 dan S3 bekerjasama dengan LPDP.

“Satu-satunya kabupaten di NTB yang mendapatkan kerjasama dengan LPDP adalah KLU dengan menggratiskan test toefel dan test bahasa Inggris. Kita juga bekerjasama dengan Universitas Mataram dengan mendirikan Vokasi. Pendidikan itu adalah pintu yang paling cepat menuju kemajuan. Supaya bisa sejajar atau menjadi di depan dengan daerah-daerah lainnya,” jelasnya.

Kegiatan pengukuhan dan pelantikan Kwarcab Gerakan Pramuka KLU tersebut dihadiri oleh pengurus Mabincab, para kepala OPD lingkup Pemda KLU, pengurus Kwarcab Pramuka KLU kemudian diakhiri dengan foto bersama.

api




Webinar Alumni SMAN 1 Selong, Wagub Ajak Para Alumni Sukseskan NTB Gemilang

Dari Webinar ini diharapkan menghasilkan satu buah pemikiran yang dapat membantu pemerintah daerah mewujudkan NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengajak seluruh alumni SMAN 1 Selong berperan aktif dalam mensukseskan program-program NTB Gemilang sesuai dengan kapasitas dan keilmuan masing-masing.

Hal tersebut diungkapkan Wagub saat membuka acara Webinar Alumni SMAN 1 Selong, Kamis (13/08/20).

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalilah

“Kami dari Pemprov, karena SMA adalah supervisi dari kami, sangat mengharapkan SMAN 1 Selong ikut serta mensukseskan program-program unggulan di NTB,” ajak Wagub saat membuka Webinar.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB sangat mendukung SMA 1 Selong yang dikenal dengan basis risetnya.

Namun pesan wagub, agar pendidikan tidak meninggalkan pelajaran budi pekerti.

Sehingga SMAN 1 Selong tetap menjadi sekolah yang memiliki alumni yang berkualitas, bukan hanya dari sisi ilmu pengetahuan saja.

Wagub menginginkan lulusan SMAN 1 Selong tidak hanya penuh kepalanya dengan ilmu, namun juga memiliki sifat yang positif.

“Sehingga pada saat di masyarakat, ia menjadi pemecah masalah,” tuturnya.

Dalam Webinar yang bertajuk “Revitalisasi Intelektual Alumni” ini, Wagub juga meminta agar SMAN 1 Selong tidak mudah puas dengan prestasi alumni yang sudah diraih.

Ia mengapresiasi para alumni SMAN 1 Selong, karena banyak di antara mereka yang sukses di berbagai bidang.

“Karena itu SMAN Selong harus dapat memberikan contoh bagi sekolah lainnya, terlebih sekolah ini menjadi salah satu sekolah yang dipandang bagus, khususnya di Lombok Timur,” katanya.

Wagub juga mengigatkan pentingnya para alumni dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, mengingat NTB adalah salah satu provinsi yang terkenal dengan keindahan alamnya.

“Kita ingin sekolah kita menjadi agen yang dapat memberikan contoh bagi lingkungan sekitar bagaimana mengelola lingkungan dengan baik, daerah kita adalah daerah yang subur, tentunya kita harus menjaganya,” ungkapnya.

Ketua IKA SMAN 1 Selong, Prof. Dr. H. Muhammad Sarjan yang juga Guru Besar di Unram mengakatakan, webinar ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi emas NTB yang dapat membawa provinsi tercinta ini menjadi yang lebih maju dari daerah lainnya.

Webinar ini diikuti oleh berbagai macam kalangan yang bergelut dalam bidang riset baik dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, maupun NGO yang semuanya adalah alumni SMAN 1 Selong.

Dari Webinar ini diharapkan menghasilkan satu buah pemikiran yang dapat membantu pemerintah daerah mewujudkan NTB Gemilang.

AYA/HmsNTB




Belajar Tatap Muka di Sekolah, Segera Diberlakukan di NTB

Harapan Dikbud agar orang tua murid teribat aktif mendampingi anaknya untuk belajar di rumah dilihat tidak berjalan baik. Bahkan banyak ditemukan orang tua murid yang abai mendampingi anaknya ketika belajar di rumah

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Pendidikan (Dikbud) Provinsi NTB dalam waktu dekat akan segera menerapkan sistem pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah yang daerahnya termasuk zona kuning dan zona hijau penyebaran Covid-19.

Hal tersebut dimungkinkan berdasar pada keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang membolehkan pelajaran dengan sistem tatap muka, diberlakukan di wilayah yang masuk zona kuning dan zona hijau.

Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB Dr. H. Aidi Furqan, S.Pd,. M.Pd kepada LombokJournal.com menjelaskan,  pihaknya akan melakukan pembahasan terkait kapan sistem tatap muka tersebut dilaksanakan pada Senin (10/08/20), besok.

Setelah pembahasan, tahap selanjutnya adalah memerintahkan kepada semua sekolah yang bernaung di bawah Dikbud Provinsi NTB, untuk langsung menjalankan mekanisme pembelajaran tatap muka tersebut.

“Kemarin, (Jum’at, 07/08/2020) ini dicabut) pukul lima sore bahwa tatap muka itu sudah boleh dengan sistem sift bagi sekolah yang berada di zona kuning dan hijau. Sehingga Senin besok saya akan membahas itu di kantor,” katanya, Minggu (09/08/2020).

Sistem belajar tatap muka sendiri dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Untuk itu, sekolah diwajibkan menggilir kedatangan siswa yang akan belajar di sekolah.

“Secara bergilir, secara bertahap dan sistem shift,” ujarnya.

Penjelasan dari guru

Sekolah dengan sistem tatap muka sendiri diakui Aidi menjadi permintaan sebagian besar orang tua murid.

Alasannya karena BDR yang diterapkan selama ini belum bisa mengakomodir kebutuhan siswa untuk mendapat penjelasan dan praktik langsung bersama guru.

Interaksi langsung antara guru dan murid yang terhambat dengan sistem belajar BDR tersebut menyebabkan tidak efektifnya proses pembelajaran.

Selain itu, terbatasnya durasi belajar dengan menggunakan sistem Daring yang disebabkan oleh keterbatasan kuota internet juga menjadi alasan Dikbud segera menerapkan sistem belajar tatap muka.

Di luar itu, harapan Dikbud agar orang tua murid teribat aktif mendampingi anaknya untuk belajar di rumah dilihat tidak berjalan baik. Bahkan banyak ditemukan orang tua murid yang abai mendampingi anaknya ketika belajar di rumah.

Hal-hal tersebut kemudian menjadi perhatian serius pemerintah sehingga sampai pada kesimpulan segera menerapkan sistem pelajaran tatap muka langsung kendati karena alasan Covid-19, sistem belajar tatap muka tidak bisa dijalankan sebagaimana kondisi normal dahulu.

“Karena tidak bisa kita melakukan pendidikan secara sungguh-sungguh tanpa bertatap muka dengan pendidik,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, pihaknya mengatakan tidak bisa menyalahkan sistem yang digunakan saat ini karena menjadi keputusan terbaik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Perlu diketahui, sebelumnya, salah seorang anggota Komisi V DPRD NTB yang menaungi Bidang Pendidikan dan Kebudayaan meminta Dikbud Provinsi NTB segera membuka kelas reguler dengan mekanisme tatap muka di semua sekolah di NTB.

“Saya kira Daring ini ndak efektif dia. Pertama persoalan tekhnis, sinyal dan sebagainya kan. Yang ke dua, kalau dia punya HP kan, belum pulsa,” ujar anggota Komisi V Bidang Pendidikan Saefudin Zohri kepada LombokJournal.com, Jumat, (07/08/2020) yang lalu.

Saefudin menilai, dari sisi psikologis siswa, tatap muka antara guru dengan murid yang terjadi di kelas jauh lebih efektif dalam hal transfer pengetahuan. Hal tersebut menjadi penting terutama untuk materi pelajaran yang tergolong rumit dan butuh penjelasan langsung.

“Tidak interaktif. Bisa-bisa siswa salah menangkap penjelasan,” tuturnya.

Aidi sendiri mengaku sepakat dengan pernyataan Saefudin tersebut, bahkan pihaknya menyatakan sudah berkali-kali menyampaikan hal itu dalam pertemuan-pertemuan bersama Komisi V.

BACA JUGA;

Di Tengah Pandemi Covid-19, Dikbud  NTB Berlakukan Tiga Mekanisme Belajar Dari Rumah

Tetapi sesuai aturan birokasi, pihaknya tentu tidak bisa menerapkan kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Betul kalau secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau secara Daring tidak efektif karena  kendalanya tidak sederhana kan. Saya tidak menolak itu karena saya sendiri juga melihat. Tapi ini kebijakan nasional kita tidak boleh melakukan tatap muka dulu,” jelasnya.

Ast




Di Tengah Pandemi Covid-19, Dikbud NTB Berlakukan Tiga Mekanisme Belajar Dari Rumah

Semua guru dan siswa diharuskan melek tekhnologi guna memudahkan transpormasi pembelajaran

MATARAM.lombokjournal.com —  Menjawab tantangan pembelajaran yang aman dan efektif di tengah pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB berlakukan tiga mekanisme untuk kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR).

Selain mekanisme belajar Dalam Jaringan (Daring), dua mekanisme lain adalah semi Daring dan Guru Kunjung.

Disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dikbud Provinsi NTB Dr. H. Aidi Furqan, S.Pd,. M.Pd kepada LombokJournal.com, tiga mekanisme tersebut dipilih dengan mempertimbangkan beberapa alasan.

Salah satunya, masih banyak para siswa yang secara tekhnis memiliki keterbatasan fasilitas tekhnologi,  sehingga proses belajar-mengajar menggunakan sistem Daring tidak berjalan efektif.

“Belajar dari Rumah (BDR ) itu opsinya adalah dengan online (Daring), semi online dan tatap muka, atau guru kunjung,” terangnya. Minggu (09/08/2020).

Dijelaskan, tiga mekanisme tersebut diberlakukan tergantung pada kesiapan sekolah, kesiapan siswa dan lokasi sekolah.

“Jadi kalau onlinenya tidak bisa, gunakanlah semi online, semi online itu satu arah, kalau semi online tidak bisa maka gunakanlah guru kunjung atau visit, terutama bagi anak-anak yang tidak punya fasilitas pembelajaran seperti smartphone, dan bagi anak-anak yang ada di zona blank spot” paparnya.

Terkait sistem pembelajaran tatap muka di sekolah yang sejauh ini banyak diatensi orang tua murid, pihaknya menyampaikan akan segera diberlakukan.

Hal tersebut dimungkinkan terutama karena Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang peraturan tata pembelajaran di masa Covid-19 sudah direvisi.

Sementara untuk waktu pelaksanaan dijelaskan akan ditetapkan setelah Dikbud selesai melakukan pembahasan pada Senin (10/08/20) besok.

“Kemarin, (Jum’at, 07/08/2020) ini dicabut pukul lima sore. Tatap muka itu sudah boleh dengan sistem sift bagi sekolah yang berada di zona kuning dan hijau. Sehingga Senin besok saya akan membahas itu di kantor,” katanya.

Alasan direvisinya SKB Empat Menteri tersebut, disebabkan sistem BDR yang diterapkan sekolah selama ini belum menyentuh fungsi pokok guru sebagai pendidik. Sebab tidak terjadi interaksi langsung antara guru dan murid.

BDR tidak bisa mengakomodir pembelajaran yang butuh penjelasan langsung oleh guru dan pembelajaran praktikum di laboratorium.

BACA JUGA ;  Belajar Tatap Muka di Sekolah Segera Diberlakukan di NTB

“Agar fungsi pendidikannya itu berjalan. Selama ini melalui BDR, online itu baru tugas pengajar saja, tapi fungsi mendidiknya yang dirasakan hilang oleh masyarakat,” jelasnya.

Sementara untuk mekanisme belajar Daring, kendati nantinya situasi kembali normal, sistem pembelajaran tersebut akan tetap diberlakukan guna menyesuaikan pendidikan dengan konteks zaman. Di mana semua guru dan siswa diharuskan melek tekhnologi guna memudahkan transpormasi pembelajaran.

“Meskipun nanti kasus Covid-19 zero, akan tetap dijalankan,” pungkasnya.

Ast




Belajar Daring Dinilai Tak Efektif, Dewan  Minta Belajar Tatap Muka Dimulai

Agar tetap mematuhi protokol Covid-19, disarankan agar sekolah menyederhanakan jumlah jam sekolah dan menggilir jam kedatangan siswa ke sekolah

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Teggara Barat didesak segera membuka kelas reguler dengan mekanisme tatap muka di semua sekolah di NTB.

Keprihatinan atas program Belajar dari Rumah (BDR) dengan media dalam jaringan (Daring) itu, karena melihat kondisi sebagian besar siswa yang tidak memiliki fasilitas memadai untuk melangsungkan proses belajar.

Desakan itu disampaikan anggota Komisi V  DPRD NTB yang menaungi Bidang Pendidikan, Saefuddin Zohri.

“Saya kira daring ini ndak efektif. Pertama persoalan tekhnis, sinyal dan sebagainya kan. Yang ke dua, kalau dia punya HP kan, belum pulsa,” ujar anggota Komisi V Bidang Pendidikan Saefudin Zohri kepada LombokJournal.com, Jumat, (07/08/2020).

Saefudin menilai, dari sisi psikologis siswa, tatap muka antara guru dengan siswa yang terjadi di kelas jauh lebih efektif dalam hal transfer pengetahuan.

Hal tersebut menjadi penting terutama untuk materi pelajaran yang tergolong rumit dan butuh penjelasan langsung.

“Tidak interaktif. Bisa-bisa siswa salah menangkap penjelasan,” tuturnya.

Dijelaskan, jika sekolah tatap muka tidak segera digelar, maka kerugian akan sangat dirasakan oleh siswa. Baik dari segi ketertinggalan materi pelajaran maupun waktu yang terbuang.

Maka dari itu, sudah sepantasnya Dikbud menyumbangkan keahliannya dalam menyusun program yang efektif di masa krisis seperti saat ini.

“Kita minta berpikirlah Dikbud itu cari jalan keluar terbaik. Kan nanti bisa dievauasi,” pintanya.

Terkait dengan mekanisme sekolah tatap muka agar tidak melanggar protokol Covid-19, ia menyarankan agar sekolah menyederhanakan jumlah jam sekolah dan menggilir jam kedatangan siswa ke sekolah.

“Kan bisa dengan ada yang masuk pagi dan masuk siang. Tentu tetap dengan protokol Kesehatan,” saran Zohri.

Ast




Sekda Kunjungi  SMKN 1 Lingsar, Tinjau Perkembangan Sepeda dan Mobil Listrik Tenaga Surya

Tugas SMK membekali siswa siswi kita akrab dengan potensi alam dan bisa memenuhi kebutuhan masa depan

LOBAR.lombokjournal.com —  Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi melakukan kunjungan ke SMKN 1 Lingsar, untuk meninjau perkembangan pembuatan sepeda listrik dan mobil listrik tenaga surya, Selasa (04/08/20).

Mik Gita, sapaan Sekda NTB mengatakan, Pemerintah Provinsi sangat serius dalam mengembangkan industrialisasi.

Momentum perhelatan berskala internasional di NTB pada 2021 harus dimanfaatkan baik oleh pemerintah maupun masyarakat sekitar.

“Komitmen pemerintah sudah sangat kuat. Memanfaatkan momentum terlebih ada momentum yang sangat besar dunia yang akan kita laksanakan di bidang otomatif dengan memadukan potensi alam, pariwisata, Indonesia tuan rumah event MotoGP,” terangnya.

Banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mempersiapkan NTB menjadi tuan rumah MotoGP.

Mik Gita menyampaikan, jangan sampai masyarakat NTB hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

“Bukan hanya sebagai penyelenggara dan hanya menikmati asap tapi ternyata kita juga  familiar dengan hal-hal otomotif energi,” tuturnya.

Tugas SMK, lanjutnnya, untuk membekali siswa siswi kita akrab dengan potensi alam dan bisa memenuhi kebutuhan masa depan. Potensi ada angin, air, surya yang bisa menjadi sumber energi bagi kehidupan yang ramah lingkungan.

“Ini perlunya jangan ikuti era industrialisasi yang diterapkan oleh negara industri lainnya, tetapi kita harus pandai berkreasi memanfaatkan sumber daya yang  ramah lingkungan kita berkompetisi manfaatkan green energy- green teknlogi,” jelasnya.

Hal ini sangat diatensi oleh Sekda. Ia berharap produk-produk otomotif yang dikeluarkan oleh SMK yang ada di NTB ini.

“Esok dengan adanya pangsa pasar yang bagus motor dan mobil listrik akan jadi primadona,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Sekda Minta Sekolah yang Selenggarakan  MPLS, Segera Dihentikan

Perda akan disusun mulai awal Agustus mendatang. Dalam perda tersebut juga diatur denda yang akan diberikan bagi siapa pun yang melanggar

MATARAM.lombokjournal.com  — Sekertaris Daerah (Sekda) NTB, H.L. Gita Aryadi meminta kepada sekolah yang melakukan Masa pengenalan Lingkungan sekolah (MPLS) di masa pandemi untuk sementara di hentikan sampai batas waktu yang ditentukan.

Hal ini sesuai dengan surat Edaran Gubernur yang sudah disebarkan ke seLuruh sekolah yang ada di Kabupaten/ Kota di NTB.

“Sudah minta melakukan penutupan karena kondisi kita seperti itu, kita minta untuk ditutup,” ujar Lalu Gita Aryadi pada, Jumat (24/07/20).

Lalu Gita menjelasakan, hingga kini Pemerintah Provinsi sedang menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) terkait kegiatan yang dilakukan di sekolah selama pandemi Covid-19 ini masih berlangsung.

“Dengan segala kesadaran kita minta ditutup dulu kegiatan yang menimbulkn keramaian disekolah, dan berkaitan dengan  itu kita akan menyusun perda, sampai ada denda,” tegasnya.

Sekda memaparkan, di era pandemi ini sudah menjadi tanggung jawab kita agar bagaimana kita bisa semua bisa patuh dalam segala aturan, karena itu demi kesehatan kita bersama.

Perda akan disusun mulai awal Agustus mendatang. Dalam perda tersebut juga diatur denda yang akan diberikan bagi siapa pun yang melanggar.

“Perda mulai Agustus mudahan bisa ditetapkan di DPR akan diatur berupa denda agar bisa memberikan efek jera. Tujuannya  agar keselamatan tetap terjaga, sekali lagi meskipun belum adanya perda kita tentunya harus selalu patuh mentaati ptotokol kesehatan,” kata Sekda,

AYA




Pemprov NTB Didesak Bantu Biaya Kuliah Mahasiswa, yang Ekonomi Keluarganya Terdampak Covid-19

Dalam rapat Komisi V DPRD NTB dengan para rektor,  akan didata berapa banyak mahasiswa yang tidak bisa bayar kuliah

MATARAM.lmbokjournal.com —  Salah satu aspek yang paling merasakan ganasnya dampak pandemi Covid-19 selain aspek kesehatan dan aspek ekonomi adalah aspek pendidikan.

Khususnya aspek pendidikan tinggi, banyak dari mahasiswa di NTB tidak mampu membayar uang kuliah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, Hj. Bq. Isvie Rupaeda menyampaikan, Jumat, (17/07/2020), telah melakukan koordinasi dengan rektor seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di NTB.

Koordinasi dilakukan guna mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar memberikan bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa yang orang tua/walinya mengalami kesulitan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Pasti kalau DPR jelas mendorong jangan sampai ada putus kuliah karena Covid,” ujar Isvie kepada wartawan.

Dijelaskan, bentuk komitmen tersebut dibuktikan DPRD NTB, beberapa waktu lalu komisi V DPRD NTB yang membidangi persoalan pendidikan mengundang semua rektor PTN dan PTS yang ada di provinsi NTB guna membahas permasalahan tersebut.

Beberapa poin yang dibahas dan disepakati untuk ditindaklanjuti ke Pemprov NTB adalah pemberian bantuan pembiayaan kuliah mahasiwa.

Saat ini, pihak DPRD NTB sendiri tinggal menunggu diserahkannya dokumen berisi daftar nama-nama mahasiswa yang nantinya menerima bantuan.

“Dalam rapat komisi V dengan para rektor kita minta datanya dulu berapa banyak sih mahasiswa yang tidak bisa bayar kuliah. Kan kita tidak tahu mana mahasiswanya,” terangnya.

Ditegaskan, pihak DPRD selaku mitra PTN dan PTS akan mengawal penuh permintaan perguruan tinggi di NTB tersebut dengan memastikan Pemprov segera realisasikan dana bantuan.

“Kita sudah bahas dan masih menunggu data dari universitas untuk kita bicara lebih lanjut dengan pemerintah provinsi,” katanya.

Perlu diketahui, setelah DPRD lakukan pertemuan dengan para rektor, digelar beberapa aksi demonstrasi mahasiwa dari lintas perguruan tinnggi di depan kantor DPRD NTB menuntut anggota dewan segera realisasikan hasil pertemuan mereka dengan para rektor tersebut.

Salah satu yang paling anyar adalah demonstrasi pada hari Kamis (16/07/20). Saat itu, beberapa mahasiswa bahkan ‘menodong’ salah seorang perwakilan DPRD yang menemui mereka dengan membuat kesepakatan tenggat waktu keputusan pencairan dana bantuan.

Jika Pemprov tidak merealisasikan bantuan tersebut pada tenggat waktu yang ditetapkan, para demonstran mengancam akan melakukan aksi dengan masa yang jauh lebih besar.

Ast




Disiapkan100 Beasiswa untuk Mahasiswa di Kampus Swasta

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi NTB akan menyiapkan beasiswa kepada 100 mahasiswa yang kuliah di berbagai perguruan tinggi swasta.

Beasiswa itu diprioritaskan bagi kampus yang memiliki jurusan langka/unik dan sangat dibutuhkan oleh daerah untuk percepatan potensi spesifik yang dimilikinya.

Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah didampingi Sekda NTB, H.L. Gita Ariadi mengungkapkan itu saat menerima silaturahmi sejumlah Rektor Perguruan Tinggi swasta, di ruang kerjanya, Jum’at (10/07/20).

Beasiswa yang ditawarkan, khusus untuk kampus yang memiliki jurusan-jurusan unik, dan diharapkan mampu mendorong dan memberikan kontribusi besar bagi daerah sesuai dengan potensi obyektif yang ada di NTB.

Doktor Zul mencontohkan, di Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) ditawarkan untuk jurusan pertambangan khusus bagi orang Dompu.

Asumsinya untuk 5-6 tahun kedepan ketika Sumbawa Maining tambang beroperasi di Dompu,  tidak ada lagi keributan karena tidak dilibatkannya masyarakat lokal untuk mencicipi manfaat ekonomi dari aktivitas tambang tersebut.

“Bersahabat dengan investasi adalah kejernihan pemerintah daerah untuk menyiapkan SDM sejak dini, agar tidak menjadi penonton didaerahnya,” kata gubernur.

Kampus-kampus yang lain, Persyaratannya adalah harus memiliki jurusan yang spesifik yang diandalkan dan punya potensi pengembangan diwilayah tersebut.

“Universitas Sumbawa misalnya mempunyai keunggulan, satu-satunya pergurung tinggi swasta yang memiliki jurusan Peternakan maka butuh beasiswa untuk mahasiwanya sehingga melahirkan SDM handal dibidang peternakan,karena pengembangan wilayah peternakan cukup memadai disana,” tuturnya.

Diakuinya dibutuhkan kepiawaian dalam mengelola kampus sehingga mampu memenuhi kebutuhan kekinian dan jauh kedepan.

“Kalau hanya diberikan bantuan, kampus hanya biasa-biasa saja, tidak ada tantangannya,” ujar Gubernur Zul.

Ia mengakui, mengelola kampus swasta tidaklah mudah. Tapi dibutuhkan  manajemen yang handal.

Gubernur sempat menceritakan pengalaman panjangnya mengelola kampus swasta.  Sehingga Dr. Zul sangat memaklumi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh para pengelola kampus swasta, yang jauh beda dengan kampus negeri.

Diharapkan kepada Pemda Kabupaten/Kota juga ikut mencari cara supaya dapat berkontribusi juga pada perguruang tinggi swasta di daerahnya masing-masing.

100 mahasiswa

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Dr. H. Aidy Furqan menjelaskan  bantuan yang akan diberikan kepada perguruan tinggi ada dua, yaitu bantuan sosial dan beasiswa.

Sesuai Pergub No. 2 tahun 2020  tentang bantuan beasiswa, Aidy Furqon menyebut 2 jenis beasiswa yaitu beasiswa umum untuk mahasiswa luar negeri dan beasiswa miskin tapi berprestasi bagi seluruh perguruan tinggi di NTB.

Beasiswa ini diberikan maksimal kepada 100 mahasiswa di perguruan tinggi yang memiliki jurusan tertentu, dengan tetap memperhatikan persyaratan dan mekanismenya.

“Apabila jumlah beasiswa untuk 100 orang mahasiswa itu belum tercapai , maka pemenuhan kapasitas selanjutnya akan dilanjutkan pada tahun berikutnya hingga mencapai 100 mahasiwa,”katanya.

Sedangkan kriteria kampus yang menerima beasiswa miskin dan berprestasi adalah kampus yang membuka prodi atau jurusan yang mendukung pembangunan daerah dan jurusan atau prodi harus berakreditasi.

“Disamping kebijakan dan otonomi kampus yang akan menetukan syarat mahasiswa yang akan memperoleh beasiswa tersebut,” ucap Kadis Dikbud.

Beasiswa miskin ini dibagi lagi menjadi 3 jenis, beasiswa miskin berprestasi,  beasiswa stimulant, dan beasiswa afirmasi.

“Semua kampus di NTB dapat mengusulkan mahasiswanya sesuai aturan yang ada,” kata Aidy Furqan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor dan perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas NU, Universitas Hamzanwadi, Universitas NW, Universitas Sumbawa, Universitas Cordova KSB dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

AYA/HmsNTB