Rakor Bunda PAUD, Membahas  Tugas dan Tanggung Jawab Bunda PAUD

Bunda PAUD memiliki peran sebagai figur dan tokoh sentral Gerakan Nasional PAUD Berkualitas

MATARAM.lombokjournal.com

Rapat Koordinasi (Rakor)  Bunda PAUD se Provinsi NTB berlangsung di Hotel Aston Inn, Mataram, Rabu (14/10/2020) .

Tugas dan tanggung jawab seorang Bunda PAUD menjdi pembahasan Rakor untuk  meningkatkan pelayanan PAUD yang berkualitas Rakor tersebut membahas.

Ketua Bunda PAUD Provinsi NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE, M.Sc mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyusun sebuah buku saku Bunda PAUD.

Itulah yang menjadi topik pembahasan serta disosialisasikan kepada Bunda PAUD se NTB.

“Alhamdulillah layanan PAUD sudah ada di seluruh pelosok di daerah kita ini, namun yang menjadi masalah adalah bagaimana kita memberikan layanan PAUD yang berkualitas.” ujarnya.

Bunda Niken mengatakan, semua orang memahami bahwa investasi terbaik adalah investasi bidang pendidikan, termasuk pada Pendidikan Anak Usia Dini.

Ketika anak-anak sedang bertumbuh, maka di saat itulah kita berikan stimulus yang terbaik bagi anak anak PAUD.

Ia menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas dukungannya memajukan program Bunda PAUD di Provinsi NTB.

“Allhamdulillah dengan dukungan dari Kementerian kami di provinsi kemarin membentuk kerja Bunda PAUD dan sudah dibuat SK-nya oleh Gubernur.” lanjutnya.

Ia mengatakan, Bunda PAUD memiliki peran sebagai figur dan tokoh sentral Gerakan Nasional PAUD Berkualitas dengan cara memberikan sumbangan pemikiran, sosialisasi dan advokasi pelaksanaan Gerakan PAUD Berkualitas.

Kerjasama mulai provinsi hingga desa

Suprihatin Sugianto selaku Ketua Panitia Penyelenggara menjelaskan,  tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kerjasama para pemangku kepentingan, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, sampai desa/kelurahan.

Kerjasama sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia sejak usia dini melalui PAUD yang berkualitas.

Selain itu, tujuan khusus dari kegiatan ini yaitu tersosialisasinya pedoman peran Bunda PAUD sebagai pedoman pelaksanaan Bunda PAUD di Daerah, tersosialisasinya revisi peraturan Gubernur Nomor 23 tahun 2013 tentang PAUD HI, terbentuknya pengurus POKJA Bunda PAUD di kabupaten/kota se-NTB sampai pengurus POKJA PAUD desa dan kelurahan.

Rr/HmsNTB




Humas PTS di NTB Tukar Ide dan Gagasan Majukan Lembaga Pendidikan Swasta

Maju dan tidaknya Universitas, dikenal atau tidaknya Universitas tergantung dari Humas

MATARAM.lombokjournal.com

Para Humas Perguruan Tinggi Swasta di Nusa Tenggara Barat bertemu untuk bertukar pikiran, ide dan konsep memajukan Lembaga pendidikan terutama Perguruan Tinggi Swasta (PTS), di Ruang Peradilan, Universitas Islam Al-Azhar, Senin (12/10/20).

Pertemuan para Humas yang dikemas dalam  silaturahmi itu dibuka Rektor Universitas Islam Al-Azhar, Dr. Ir. Muh Ansyar, M.P.

Di hadapan para Humas PTS, sapaan Ansyar itu mengatakan, sangat mendukung ide Humas PTS untuk perkuat silaturahim tersebut karena, maju dan tidaknya Universitas, dikenal atau tidaknya Universitas tergantung dari Humas. Karena, Humas merupakan Etalase sebuah lembaga.

“Ke depan para Universitas bukan lagi berkompetisi melainkan berkolaborasi. Majunya PTS tergantung kolaborasi, oleh sebab itu, saya sangat mendukung pertemuan Humas ini sebagai ajang berdiskusi memajukan Kampus masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Ansyar, silaturahim ini bisa memecahkan masalah di Kampus masing-masing, apalagi para Humas bersatu saling memberikan pemikiran untuk kemajuan lembaga pendidikan.

“Kita bersama majukan lembaga pendidikan, Humas itu etalase perguruan tinggi, perannya sangat penting dan saya sangat mendukung penuh langkah Humas,” katanya.

Ansyar menambahkan, rata-rata PTS di NTB cukup bagus baik infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya.

Sehingga, perlu diperkuat dengan keberadaan forum Humas PTS kemudian perbanyak silaturahmi, tukar ide, gagasan dan pemikiran. Bila perlu berkolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Apa yang disampaikan Rektor Unizar itu disambut baik Kepala Biro Humas Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram, Ismail Marzuki.

Sapaan Bang Is itu mengatakan, pertemuan perdana ini bentuk silaturahmi untuk menukar pikiran, ide, konsep dan gagasan bagaimana para PTS bisa bersaing dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di NTB.

“Sebenarnya kita tidak kalah dengan PTN, tergantung bagaimana kita perkuat diri dan membangun kolaborasi menyangkut pendidikan,” ujarnya.

Bang Is menambahkan, akan agendakan pertemuan berikutnya dengan para Humas PTS karena, informasi diterima, beberapa Humas PTS di Pulau Sumbawa siap hadir.

Terkait lanjut Bang Ismail, point diskusi dengan perwakilan Humas PTS tersebut yakni, akan upayakan ada kerjasama antar PTS yang belum memiliki kerjasama.

Kemudian, mengupayakan ada Webinar bertema “Peran strategis  Humas di PTS”, dimana rencana akan hadirkan nara sumber seperti Kepala LLDIKTI, Ketua Aptisi NTB, Pimpinan PTS atau perwakilan.

“Pertemuan perdana ini sangat bermanfaat dan mendapatkan beberapa ide untuk memajukan Lembaga pendidikan swasta,” tutupnya.

AYA (*)




Gubernur Motivasi Para Penerima Beasiswa

Awardee merupakan duta masa depan untuk membela Indonesia dan membawa nama NTB yang nantinya bermanfaat bagi umat manusia

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengunjungi dan memberikan motivasi kepada para penerima Beasiswa NTB di Rumah Bahasa NTB, Sabtu, (03/10/20).

Bang Zul dengan santai bercerita tentang telur elang yang menetas dan hidup bersama ayam.

Menurutnya, para awardee yang akan melanjutkan studinya ke Polandia dan Ceko ini adalah seekor elang yang diharapkan mampu mengepakkan sayapnya lebih lebar dan dapat bermanfaat bagi sesama.

“Bukan hanya melampaui bukit lembah dan lautan, tapi anda mampu menjangkau langit dengan tidak terbatas untuk kemudian menghadirkan kebaikan kepada umat manusia di kemudian hari,” pesan Bang Zul.

Bang Zul yang didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol ini mengatakan, negara-negara tujuan beasiswa seperti Polandia, Ceko dan Rusia dijadikan sebagai salah satu wahana untuk membuka mata bahwa dunia begitu luas untuk ditelusuri.

“Anda dikirim keluar negeri supaya anda sadar, anda elang yang bisa menjadi tokoh dunia dan anda bisa bekerja di World Bank, New York, dan anda bisa bekerja dimana saja di seluruh dunia yang menghadirkan kebaikan untuk NTB,” tutur Bang Zul.

Setelah mampu bekerja di seluruh dunia, awardee  diminta dapat memberikan inspirasi kepada anak-anak muda NTB.

Sebab, awardee merupakan duta masa depan untuk membela Indonesia dan membawa nama NTB yang nantinya bermanfaat bagi umat manusia.

“Jadi selamat, jaga nama baik NTB. Kuliah di luar negeri itu bukan gaya-gayaan tetapi menghadirkan cara pandang yang berbeda untuk menyikapi kesuksesan,” tutup Bang Zul.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqon mengatakan, di penghujung 2020 ini, para awardee ini telah sukses menunjukan kemampuan awal menjadi pemenang dari sekian banyak calon yang diseleksi dengan ketat dan kuat.

“Tentu sebuah kebanggaan bagi kami, telah lahir anak-anak NTB yang menambah jumlah target dari Provinsi NTB,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Ia berharap kepada para awardee untuk tetap menjaga dan membawa karakter ke-NTB-annya agar membanggakan nama NTB dan Indonesia.

Selain itu juga, Ia berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan kultur dan kebiasaan belajar di luar negeri.

“Selamat kepada adik-adik yang mendapatkan beasiswa tujuan Polandia, Ceko dan Rusia,” ujarnya. Kita harus bersyukur Allah telah mempertemukan kita di satu Provinsi yang bernama NTB,” tutupnya.

HmsNTB

 




Bunda Niken Tegaskan Peran Penting Orang Tua Membimbing Belajar Dari Rumah

Orang tua berperanan penting dalam mendidik anak di masa pandemi, terutama penyediaan fasilitas dan menjamin lingkungan untuk mendukung anak belajar dari rumah

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bunda Niken, mengapresiasi kegiatan Pojok Ekspresi yang berlangsung di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Jum’at (02/10/20).

Pojok Ekspresi adalah ruang kreativitas dan inovasi bagi sekolah yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.  Ini upaya melestarikan permainan tradisional guna mengundang ketertarikan masyarakat untuk menyaksikan permainan tersebut.

Hj. Niken pada kesempatan itu menjadi narasumber membahas “Peran Keluarga dalam Mendidik di Masa Pandemi Covid-19”.

Menurutnya, orang tua berperanan penting dalam mendidik anak di masa pandemi, terutama penyediaan fasilitas dan menjamin lingkungan untuk mendukung anak belajar dari rumah.

“Peran orang tua sangat besar untuk membimbing anak-anaknya ketika belajar di rumah, dengan belajar di rumah bukan berarti putus belajar, melainkan semangat belajar,” jelas Bunda Niken.

Guru dan siswa didorong memanfaatkan masa pandemi ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas diri dan terus bersemangat.

“Artinya kita diberikan kesempatan untuk menjadi orang-orang yang terus meningkatakan kualitas dirinya dengan belajar,” jelas Bunda Niken.

Bunda Niken berharap beberapa sekolah yang dijadikan sekolah percobaan, dibuka di masa pandemi ini untuk tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Mudah-mudahan dilakukan terus dengan lancar, teman-teman di berbagai daerah semoga sekolah percobaannya bisa lancar,” tutup Bunda Niken.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqon mengaku terpukau dan terpaku dengan seni kreasi tradisional yang ditampilkan oleh SMA Negeri 7 Mataram dan SMK Negeri 1 Batu Kliang yang turut memeriahkan Pojok Ekspresi.

“Kami yakin, ini adalah salah satu langkah kita meningkatkan indeks kebudayaan yang juga merupakan tanggung jawab dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” tuturnya dengan penuh semangat.

HmsNTB




Gubernur Berharap Unram Terus Bersinergi Membangun Daerah

Kolaborasi dan komunikasi yang baik antara masyarakat dan kampus, maka ke depan akan lebih banyak lagi hal positif yang dapat dihasilkan

MATARAM.lombokjournal.com — Pembangunan suatu daerah tidak bisa lepas dari peran anak-anak mudanya.

Karenanya, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkelanjutan menjadi hal yang wajib dilakukan tiap daerah.

Kehadiran sekolah dan perguruan tinggi kemudian dinilai sangat berpengaruh atas sukses tidaknya hal tersebut.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan itu saat  mengikuti Rapat Senat Terbuka Universitas Mataram, dalam rangka Dies Natalis Unram ke-58 yang berlangsung secara virtual bertempat di Pendopo Gubernur, Jumat (02/10/20).

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengucapkan selamat kepada Unram yang saat ini menyambut hari lahir yang ke-58.

Unram disebutnya telah melahirkan banyak putra-putri yang telah berkontribusi dalam pembangunan di Provinsi NTB.

“Alhamdulillah kita di NTB ini dengan kehadiran Universitas Mataram betul-betul membantu mengupgrade kapasitas kapabilitas dari SDM yang ada di Provinsi kita ini,” ucapnya.

Bang Zul sapaan akrabnya, berharap di usia ke-58 tahun, Unram dapat terus aktif bersinergi untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat di Provinsi NTB.

Ia yakin dengan kolaborasi dan komunikasi yang baik antara masyarakat dan kampus, maka ke depan akan lebih banyak lagi hal positif yang dapat dihasilkan.

Bang Zul optimis, program Merdeka Belajar yang merupakan inisiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dapat segera diwujudkan di NTB.

“Mudah-mudahan dengan Merdeka Belajar kita bisa berkolaborasi dan bekerja sama untuk menghasilkan kemaslahatan bagi masyarakat yang ada di NTB,” tambahnya.

Bang Zul mengajak seluruh jajaran Unram serta mahasiswa agar terus membangun kekompakan dalam mewujudkan NTB Gemilang.

“Atas nama masyarakat NTB, kami mengucapkan selamat Dies Natalis Ke-58, mudah-mudahan Unram jaya selalu, bisa menjadi universitas kelas satu dan kelas atas di Indonesia,” pungkas Bang Zul.

HmsNTB




Menag RI bersama Gubernur NTB Resmikan Gedung Baru UIN Mataram

Fachrur Razi berharap bukan hanya dari sisi bangunan saja yang luar biasa, namun kualitas SDM  Mahasiswanya juga harus lebih luar biasa

MATARAM.lmbokjournal.com — Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, S.I.P., S.H., M.H, bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, meresmikan gedung baru Rektorat, Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Kamis (17/09/20).

Dalam peresmian itu, yang ikut mendampini Menag Fachrur Razi yaitu Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Dr. Mutawalli, M.Ag, dan Anggota Komisi VIII DPR RI, Ir asal NTB, H. Nanang Samoedra.

UIN Mataram memiliki gedung besar dan mewah. Pembangunan gedung tersebut sempat terhenti tahun 2005. Dan oleh Rektor Prof. Dr. Mutawalli, berhasil dilanjutkan hingga diresmikan saat ini.

Atas peresmian gedung UIN Mataram itu, Menteri Agama mengapresiasi dan merasa bangga atas penyelesaian pembangunan gedung UIN Mataram yang pernah mangkrak tersebut.

“Senang sekali saya bisa berada di tengah-tengah keluarga UIN, karena ketika saya datang ke UIN atau pesantren ada sesuatu yang berbeda. Kita masuk ke tempat akademik dengan Imtaq yang tinggi, Imtek yang tinggi juga. Dikarenakan Imtaqnya tinggi, pasti wawasan keislaman dan kebangsaan sangat tinggi,” kata Menag Fachrul Razi.

Menag juga merasa kagum atas bangunan yang sudah dinanti-nanti selama 6 tahun, sejak tahun 2015 silam. Ia berharap bukan hanya dari sisi bangunan saja yang luar biasa, namun kualitas SDM  Mahasiswanya juga harus lebih luar biasa.

Ia minta bangunan gedung ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, untuk berbuat sesuatu bukan hanya untuk kemajuan UIN, tapi juga untuk kemajuan daerah maupun Negara Indonesia.

“Ketika saya masuk ke UIN, saya sangat kagum sekali dengan bangunan-bangunan yang ada. melihat aspek dari pembangunan fisik kita tidak ketinggalan. Oleh sebab itu kita memiliki tantangan supaya tidak dari fisik saja tetapi juga non-fisiknya luar biasa,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB dalam sambutannya mengatakan, di tengah kemewahan dan kemegahan gedung Kampus UIN Mataram, ada hal yang paling esensial dan menjadi tanggungjawab bersama.

Disampaikan gubernur,  gedung besar, mewah dan megah itu, harus mampu diisi oleh orang-orang hebat di dalamnya.

Gubernur mengingatkan, jangan sampai gedung mewah tersebut kehilangan ruhnya, jangan sampai gedung ini menjadi kumuh, karena di dalam gedung ini kita tidak mampu hadirkan atau mengisinya dengan orang-orang hebat, yang akan mampu mengharumkan nama UIN Mataram ini hingga ke seluruh penjuru negeri bahkan dunia.

Seperti kata bijak dari China, “Gunung itu tidak harus tinggi, yang penting ada Dewanya. Sungai itu tidak perlu dalam, yang penting ada Naganya,” ujarnya.

BACA JUGA;

Untuk itu ke depan gubernur berharap,  Kementerian Agama RI harus punya terobosan baru, dengan melakukan pertukaran tenaga-tenaga Dosen ke seluruh ke seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini dinilai sebagai langkah strategis, untuk menggodok proses pendidikan di Indonesia.

“Dengan demikian cita-cita Presiden Jokowi menjadikan Indonesia pusat peradaban Islam akan menjadi kenyataan,” tutupnya.

HmsNTB




Gubernur Tegaskan,  Bersaing di Masa Depan Butuh inovasi

UTS untuk pertama kalinya mewisuda 36 wisudawan dan wisudawati Pascasarjana Magister Manajemen Inovasi

SUMBAWA.lmbokjournal.com —   Program Pascasarjana Magister Manajemen Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) untuk pertama kalinya melaksanakan Wisuda, Sabtu (12/09/20).

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir pada wisuda ini mengatakan, inovasi adalah salah satu kebutuhan dalam menyongsong masa depan.

“Kita butuh inovasi.Inovasi itu adalah kebutuhan akibat perubahan zaman, perubahan lingkungan terutama inovasi teknologi. Mau inovasi atau ketinggalan, inovasi atau mati, untuk survive, untuk mampu bersaing di masa depan, kita butuh inovasi,” kata Gubernur.

Gubernur mengukapkan, program Magister Inovasi ini dibuat bukan dengan tujuan yang biasa, namun memiliki tujuan yang besar.

Magister Management Inovasi ini adalah program Pascasarjana satu-satunya di Indonesia.

Ia mencontohkan, inovasi dalam bisnis yang memiliki tiga indikator, yaitu perubahan produk menjadi lebih baik, proses produksi yang lebih efisien baik waktu maupun biaya dan yang terakhir yakni pelayanan yang lebih baik.

“Untuk memiliki produk yang lebih baik, proses yang lebih baik atau melayani pasar yang lebih baik butuh inovasi teknologi,” terang Gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini.

Bang Zul menuturkan, inovasi bukan sebuah hal yang gampang. Inovasi butuh waktu yang lama dan butuh biaya yang tidak sedikit, walaupun perubahan yang terlihat sangat kecil.

“Inovasi itu butuh waktu, tidak tiba-tiba, butuh keteladanan, butuh pemaksaan dan lain sebagainya, jalannya panjang, berliku dan mendaki,” kata Bang Zul.

Disamping itu, Gubernur lulusan Harvard University ini mengingatkan kepada para wisudawan wisudawati, inovasi itu berbeda-beda di setiap tempat.

Karena itu, ia meminta kepada lulusan Pascasarjana ini untuk meningkatkan kemampuan di masing-masing tempat.

“Setiap industri, setiap sektor punya inovasi yang berbeda. Bukan berarti anda jadi Magister Inovasi, anda jadi ahli inovasi yang sama, minimal general teorinya sama, tetapi inoasi di setiap sektor itu punya cara yang berbeda-beda,” jelasnya.

Inovasi, lanjutannya, tidak hadir dalam suatu kevakuman. Inovasi dipengaruhi oleh banyak faktor.

Hal ini yang disebut dengan sistem inovasi yang mana di dalamnya ada unsur pemerintah, industri, kampus, sekolah dan lembaga penelitian.

inovasi butuh menejemen yang harus dipelajari.

“Inovasi harus diatur dikelola dengan baik, dan cara mengelola inovasi yang rumit inilah yang dipelajari dalam manajemen inovasi ini,” ungkap Bang Zul.

Proses menejemen inovasi adalah sebuah proses besar dalam merencanakan inovasi itu, mengumpulkan semua sumber daya yang ada, mengarahkan agar inovasi itu menjadi nyata, dan pada akhirnya mengevaluasi agar inovasi yang direncanakan berbuah manis di ujungnya.

“Kita berharap mudah-mudahan makin lama  dan mudah-mudahan di masa yang akan datang, program Magister Manajemen Inovasi ukan hanya mendatangkan peserta didik dari Indonesia, tetapi juga mendatangkan peserta didik dari luar negeri,” harapnya.

Rektor UTS, Khairul Hudaya.,Ph.D mengungkapkan, hari ini UTS untuk pertama kalinya mewisuda 36 wisudawan dan wisudawati Pascasarjana Magister Manajemen Inovasi.

jumlah total yang telah diwisuda sejak tahun 2017 adalah 1.142. UTS juga membuka pendaftaran mahasiswa dari luar negeri dan ada 176 mahasiswa baru dari 86 negara berbeda yang sudah mendaftar.

HmsNTB




Wagub  Apresiasi Program Merdeka Belajar Jarak Jauh dari PT. Telkomsel

Untuk tahap awal PT Telkomsel menyiapkan 170 ribu kartu untuk bisa diberikan secara gratis agar bisa jadi fasilitas belajar jarak jauh. Di dalamnya sudah ada kuota 10 GB untuk proses belajar mengajar

MATARAM.lmbokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengapresiasi program Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ) dari PT. Telkomsel.

Program itu  bentuk kepedulian PT Telkomsel terhadap dunia pendidikan dalam proses daring di masa pandemi Covid 19, dan diharapkan program bantuan ini tepat sasaran.

Umi Rohmi mengatakannya saat menerima audiensi PT. Telkomsel di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Rabu, (09/09/20).

“Karena memang saat ini, kita mencari bagaimana suatu program dapat menyelesaikan masalah, dan ini merupakan salah satu solusi untuk pemerataan akses pendidikan secara daring dalam situasi Pandemi Covid-19, Yang kita sasar pertama adalah anak – anak sekolah  yang ekonominya menengah ke bawah, supaya apa yang dihajatkan pemerintah itu tepat sasaran,” kata wagub.

Pimpinan PT. Telkomsel Mataram menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB yang telah menyambut baik program dari Telkomsel. Program ini jadi solusi pembelajaran jarak jauh untuk para pelajar di masa pandemi Covid-19. .

“Terimakasih atas sambutan baik Pemerintah Provinsi NTB, kami dari PT. Telkomsel ingin berpartisipasi dalam mendukung proses pendidikan jarak jauh khusus di wilayah NTB ini, dalam bentuk kartu perdana maupun kuota,” jelas.

Dan dikatakan, untuk tahap awal PT Telkomsel menyiapkan 170 ribu kartu untuk bisa diberikan secara gratis agar bisa jadi fasilitas belajar jarak jauh. Di dalamnya sudah ada kuota 10 GB untuk proses belajar mengajar termasuk komunikasi seperti Zoom, Google meet.

Harapannya nanti jika didaftarkan di dapodik nomornya nanti bisa dapat subsidi pemerintah tambahan 35 GB untuk proses belajar mengajar ini,” Jelasnya.

Untuk diketahui, terkait Program Merdeka Jarak Jauh tersebut, kuota 10 GB yang diberikan dipergunakan untuk menikmati kemudahan akses ke sejumlah platform aplikasi belajar daring dan konferensi video yang ada di paket llmupedia dan Conference, seperti Rumah Belajar, Zenius, Quipper, Zoom, CloudX, UMeetMe, Microsoft Teams, Google Meet, Google Classroom.

Serta ratusan situs belajar daring yang dikelola kampus dan sekolah hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Menutup acara audiensi tersebut, Paket kartu perdana Merdeka Belajar diserahkan Telkomsel secara simbolik kepada Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Dan akan dibagikan gratis melalui Dinas Pendidikan Provinsi kepada beberapa sekolah di NTB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M,Si dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd, M.Pd.

HmsNTB




Peringatan HUT RI Ke-75 Pesantren Ma’rifatul Falah Berlangsung Meriah

Momentum perayaan HUT RI ke 75 kita gunakan sebagai ajang memupuk kembali rasa nasionalisme sebagai rakyat Indonesia

BANYUMULEK.lombokjournal.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-75 di Pondok Pesantren Ma’rifatul Falah Banyumulek, Kediri, Lombok Barat,  NTB, Senin (17/08/20), tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi virus corona Covid-19 yang masih melanda Tanah Air membuat peringatan HUT RI di pondok itu berlangsung dengan segala keunikan, kesederhanaan, kebersamaan namun tetap berjalan khidmat.

Berbagai kegiatan dilaksanakan seperti do’a dan istigosah bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga dimeriahkan oleh group khadrah Ma’rifatul Falah dengan acara maulidan dan menyanyikan lagu mars Ya Lal Waton.

“Berbagai kegiatan guna memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Pihak pesantren juga menyiapkan tempat cuci tangan dan handsinitizer,” ujar ketua panitia penyelenggara Ustadz. Burhanudin,S.Pd didampingi Ust. Ahmad Baehaqi.

Ust. Ahmad Baehaqi menambahkan, Pondok Pesantren Ma’rifatul Falah memberikan kesempatan masyarakat pesantren untuk mengikuti do’a bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta makan bersama. Hal ini semata mata sebagai wujud kecintaan terhadap agama dan bangsa.

“Acara tersebut juga untuk memeriahkan dan menghilangkan kejenuhan para santri, dikarenakan selama ini terus belajar, terutama belajar dan mengajar secara Daring, yang terus menerus menggunakan jaringan internet, mudah – mudahan dengan adanya acara semacam ini, kejenuhan dan kesetresan akibat pembelajaraan bisa berkurang, sehingga pada saat kembali belajar bisa nornal kembali,”tuturnya.

Ust. Muhammad Arifin.M.Pd selaku pengasuh pesantren Ma’rifatul Falah melalui Vidio Telecomfrence dari Jember Jatim menyampaikan, momentum perayaan HUT RI ke 75 kita gunakan sebagai ajang memupuk kembali rasa nasionalisme sebagai rakyat Indonesia.

ia juga berpesan jadilah santri yang ramah toleran dan menghormati perbedaan, jaga persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa. Indonesia maju Indonesia bersatu.

Arf




Hajjah Selly, Istiqomah Menyelamatkan Pendidikan Anak-Anak

Hajjah Selly  menerjunkan relawan Volunter Nusantara untuk melakukan pendampingan pembelajaran pada anak-anak

lombokjournal.com —

MATARAM;   Bakal Calon Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani istiqomah menyelamatkan pendidikan anak-anak Kota Mataram masa pandemi Covid-19.

Anak-anak Mataram tak hanya butuh akses internet gratis. Mereka juga butuh pendampingan dalam belajar.

Hajjah Selly menyemengati anak-anak Suradadi Barat, Kelurahan Karang Baru, Kota Mataram, Kamis (27/08/20). Anak-anak di Karang Baru itu dengan riang menyambut kedatangan Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 itu.

Anak-anak Suradadi Barat memang sedang bersuka cita. Mereka baru menyelesaikan program Sekolah Ceria yang digagas Volunter Nusantara.

Para siswa tersebut merupakan murid-murid sekolah yang kesulitan belajar daring selama pandemi Covid-19. Ada yang duduk di bangku SD, ada pula yan duduk di SMP.

“Anak-anak kita bukan hanya butuh fasilitas internet yang tidak berbayar. Tapi mereka juga butuh pendampingan saat belajar,” kata Hajjah Selly yang dikelilingi anak-anak dengan mata berbinar.

Hajjah Selly pun menerjunkan relawan Volunter Nusantara untuk melakukan pendampingan pembelajaran pada anak-anak ini.

Pendampingian dilakukan khusus pada mata pelajaran inti pada jenjang pendidikan yang sedang mereka tempuh.

Hajjah Selly adalah Pembina Volunter Nusantara. Ia menyerahkan alat-alat tulis dan buku, beserta sertifikat tanda anak-anak itu telah menyelesaikan program Sekolah Ceria Volunter Nusantara.

Selly menegaskan, bagi sebagian anak, belajar di rumah dengan dibimbing oleh orang tua adalah sebuah kemewahan. Sebab, banyak orang tua yang tak bisa melakukannya.

Sebagian orang tua harus keluar rumah untuk mencari nafkah. Sebagian lagi, orang tua memang tak memiliki pengetahuan yang memadai untuk membimbing anak-anak belajar.

Kata Hajjah Selly, jika hanya menyediakan akses internet gratis semata, hal tersebut tak akan menyelesaikan persoalan.

Melalui Sekolah Ceria yang digagas Volunter Nusantara, Hajjah Selly menerangkan, para siswa ini selain mendapat bimbingan belajar langsung selama pelajaran daring dari relawan, mereka juga menikmati suasana belajar yang menyenangkan.

Sekolah Ceria ini juga membuat nuansa kebiasaan anak-anak selama bersolah sebelumnya tidak terputus.

“Jadi, mereka bisa menambah pengalaman dan pengetahuan dengan asyik dan menyenangkan,” katanya.

Me