Audensi Dewan Masjid Indonesia, Gubernur Sarankan Buat Program yang Milenial
MATARAM.lombokjournal.com –
Dewan Masjid Indonesia (DMI) wilayah NTB melakukan audensi dengan Gubernur NTB, Dr. H Zulkieflimansyah, memperkenalkan rencana program DMI seperti PAUD Percontohan dan Ekonomi Syariah berbasis masjid di NTB, di ruang kerjanya, Selasa (19/01/21).
Dalam kesempatan tersebut Gubernur menyambut baik rencana program DMI wilayah NTB terkait PAUD Percontohan dan melanjutkan ekonomi syariah berbasis masjid tersebut.
Gubernur menyarankan agar DMI nantinya bisa membuat program yang milenial agar menarik remaja untuk berdatangan ke masjid. Salah satu contoh program yang milenial seperti memberikan layanan free WiFi di tiap masjid.
“Sudah saatnya Dewan Masjid memiliki program yang milenial, sehingga anak muda bisa mengikuti atau tertarik berdatangan ke masjid,” saran Gubernur.
Salah seorang pengurus DMI Wilayah NTB periode 2021-2025 menuturkan, beberapa program ke depan, terutama PAUD Percontohan akan menjadi program yang akan diperkenalkan pada saat pelantikan pengurus baru yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Nantinya akan kita perkenalkan saat pelantikan pengurus DMI,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Gubernur berharap agar Pemprov NTB bisa terus bersinergi dengan DMI NTB.
Rr/BiroAdpim
Pemprov Siap Fasilitasi Program Pembelajaran Inklusi
MATARAM.lombokjournal.com —
Pemerintah Provinsi NTB siap memfasilitasi kolaborasi strategis dan sinergi berbagai program pembelajaran inklusi untuk mewujudkan misi NTB Sehat dan Cerdas.
Melalui Komite Pengarah Provinsi NTB akan memfasilitasi berbagai pemangku kepentingan potensial, baik antar OPD maupun pihak potensial lainnya seperti LPTK, NGO/LSM, Ormas, sektor usaha dan industri terkait pembelajaran inklusi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., saat membuka acara Pertemuan Komite Pengarah Program INOVASI Provinsi NTB melalui video conference, di Pendopo Wagub, Selasa (12/01/21).
“Dukungan kami untuk peningkatan kompetensi guru sebagai faktor kunci dalam pelaksanaan pembelajaran bermutu, peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan inklusif, dan hal-hal lainnya yang dapat mendukung terwujudnya NTB yang sehat dan cerdas,” jelas Ummi Rohmi Sapaan akrab Wagub.
Wagub menyampaikannya, dalam kegiatan yang bertema “Mewujudkan Pendidikan Inklusif di NTB: Membangun Kecakapan Dasar Kelompok Siswa SD/MI” dengan kesulitan belajar terberat tersebut.
Ummi Rohmi menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Australia atas kemitraan dan dukungan terhadap pembangunan di NTB melalui berbagai bantuan program, khususnya pembangunan dalam bidang pendidikan.
“Kepercayaan Pemerintah Australia untuk melanjutkan program INOVASI Fase II di NTB akan kami manfaatkan secara maksimal agar dapat menjangkau sasaran yang lebih luas dan memberi dampak manfaat yang lebih besar bagi semua anak di NTB,” ungkapnya.
Wakil Gubernur perempuan pertama di NTB tersebut juga mengungkapkan apresiasinya kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Agama Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kota, berbagai LPTK dan NGO yang bergerak memajukan pendidikan di NTB.
Ummi Rohmi juga menyampaikan apresiasinya atas kemitraan INOVASI dengan Nahdlatul Wathan. Program INOVASI Fase II ini diharapkan akan menjangkau lebih banyak sekolah/madrasah di NTB.
“Kami berharap kemitraan ini menjadi pintu masuk untuk membangun kemitraan yang lebih luas dengan berbagai pihak di Kabupaten Lombok Timur sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar dengan jumlah sekolah/madrasah terbanyak di NTB,” harapnya.
Daniel Woods, Konselor Pembangunan Manusia di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, mengungkapkan Pemerintah Australia telah menjalin serta memelihara kemitraan yang baik dan produktif dengan NTB selama beberapa tahun.
Melalui berbagai program pembangunan, khususnya pada bidang pendidikan, peningkatan yang signifikan dalam keterampilan literasi dan numerasi dasar siswa kelas awal berhasil diraih.
“Perkembangan dan pencapaian pada tahap awal Fase II ini memberi banyak harapan. Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama dan Bappenas, DFAT berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan NTB dalam meningkatkan hasil belajar siswa khususnya dibidang literasi, numerasi, dan pendidikan karakter melalui INOVASI Fase II,” jelas Daniel Woods.
Program INOVASI sendiri fokus pada jenjang pendidikan dasar sebagai pondasi untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Fokus program ini adalah untuk mencari solusi yang relevan dan sesuai dengan tantangan pembelajaran yang ada di daerah masing-masing dan meningkatkan kemampuan literasi serta numerasi anak sekolah dasar.
Bentuk dukungan INOVASI yang telah diberikan seleama ini, di antaranya mendukung pengembangan kebijakan pada sektor pendidikan baik secara umum maupun inklusi.
Mendukung Pemerintah dan Mitra Pemerintah untuk merintis dan menguji coba gagasan dan pendekatan baru. Menyediakan konsultasi saran dan dukungan teknis. Dan mengkomunikasikan hasil program serta berbagai pengetahuan dan praktik baik.
Serta membina hubungan dan kerja sama antar institusi serta membangun kemitraan dan koalisi serta melaksanakan kajian analisis yang responsive.
Acara tersebut juga diikuti oleh Konselor Bidang Pembangunan Manusia, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia /Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Sekretaris Daerah Provinsi NTB.
Juga diikuti Bupati Bima, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara dan Sumbawa beserta jajarannya serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTB, Kepala BAPPEDA & Litbang Provinsi NTB, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Ketua PWNW Provinsi NTB, dan Dekan FKIP UNRAM.
@DiskominfotikNTB
Beasiswa Ke Sudan, Diharapkan Jadi Pribadi Unggul
Beasiswa dari LAZ Dasi NTB, penerimanya diharapkan menghadirkan keberkahan bukan hanya untuk NTB, tapi juga untuk Republik Indonesia
“Jangan jadikan Sudan sebagai terminal akhir, tapi jadikan Sudan sebagai pintu masuk untuk mengenal bumi Allah yang lain, yang lebih luas,” pesan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.
Motivasi itu disampaikan Gubernur saat membuka pembekalan calon mahasiswa International University of Afrika (IUA) Sudan, melalui aplikasi Zoom pada Kamis, (31/12/20) di Pendopo Gubernur NTB.
Penerima Beasiswa ke Sudan,mendapat pembekalan dari Gubernur NTB melalui aplikasi Zoom
Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul itu berharap, agar para penerima beasiswa LAZ Dasi NTB ini nantinya memiliki pemikiran besar yang akan memberi manfaat bagi masyarakat.
Pengalaman yang diperoleh di Sudan harus dijadikan modal untuk menembak belahan dunia yang lain, yang jauh lebih menantang.
Bang Zul berpesan, agar para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan berharga tersebut dengan baik.
“Tidak Semua orang punya kesempatan untuk studi ke luar daerah, apalagi ini keluar negeri, karena itu bersyukurlah dan gunakanlah waktu sebaik-baiknya,” ujarnya
Diharapkan, para pemuda penerima beasiswa ini dapat sukses menjadi pribadi-pribadi unggul yang akan menghadirkan keberkahan, bukan hanya untuk NTB, tapi juga untuk Republik Indonesia.
Kepada LAZ Dasi NTB, Gubernur mengucapkan selamat atas apa yang diraih selama ini.
“Selamat kepada LAZ Dasi NTB, terus ditunggu kiprahnya untuk kejayaan NTB, juga Indonesia, bahkan dunia,” kata Bang Zul di akahir sambutannya.
Direktur LAZ Dasi NTB, Tarsito menjelaskan, beasiswa ini merupakan salah satu program unggulan LAZ Dasi NTB, yakni Bina Insan Cerdas yang mana senantiasa mewujudkan program-program terkait dengan pendidikan.
“Agar anak-anak NTB menjadi anak kebanggaan, dengan kemampuan-kemampuan keilmuan yang ada,” ujarnya.
Sebanyak 15 pemuda/pemudi NTB yang akan menuntut ilmu di Sudan dan akan berangkat pada bulan Februari 2021 mendatang.
“Harapan kami, bahwa tahun depan kita bisa memberangkatkan lebih banyak lagi, sesuai dengan target mungkin 20 orang anak,” ujarnya.
LAZ Dasi NTB mengucapkan rasa terimakasihnya atas dukungan dan bantuan Pemerintah Provinsi dalam mewujudkan beasiswa tersebut.
Acara yang berlangsung secara virtual itu, diikuti pula oleh Kepala Dinas Perindustrian NTB dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB.
Rr/HmsNTB
Wisuda ke-XXXI, UNW Mataram Berkomitmen Berkhidmat untuk Negeri
UNW Mataram membuktikan mampu menjadi PTS yang siap sebagai Institusi yang mengabdi dan berkhidmat untuk kemajuan Bangsa dan Negara
MATARAM.lombokjournal.com –
Universitas Nadlatul Wathan (UNW) Mataram menggelar wisuda sarjana strata satu dan program diploma tiga yang ke XXXI dengan jumlah 456 peserta di Ballroom Hotel Grandlegi Mataram, Rabu (23/12/20).
Dr. TGH. Lalu M. Abdul Muhyi Abidin MA
Rektor UNW Mataram, Dr. TGH. Lalu M. Abdul Muhyi Abidinn MA mengucapkan selamat kepada seluruh peserta wisuda atas penyelesaian studinya di UNW Mataram.
“Akhirnya, hari ini merupakan Momentum yang sangat dinantikan oleh seluruh Mahasiswa, kami ucapkan selamat kepada adik-adik peserta Wisuda atas telah dinyatakan lulus sebagai Penyandang Gelar Sarjana di Universitas Nahdlatul Wathan Mataram,” ungkapnya
Ucapan terimakasihnya juga disampaikan kepada seluruh Civitas Akademika dan seluruh jajaran Panitia yang telah bekerja secara ikhlas hingga terlaksananya kegiatan Rapat Senat Tebuka yang ke XXXI tersebut.
“Terimakasih dan selamat kepada seluruh dosen dan karyawan UNW Mataram atas komitmen dalam melaksanakan tugas secara ikhlas, yakin dan Istiqomah dalam mendidik, membimbing serta melayani mahasiswa hingga menyelsaikan studinya semua itu demi kemajuan organisasi dalam bidang Pendidikan dan kepada seluruh Jajaran kepanitiaan yang telah menyukseskan kegiatan ini, insyallah semoga bakti semua pihak tercatat sebagai amal jariah,” ucapnya
TGH. Muhyi juga mengungkap, pekan Lalu UNW Mataram telah berhasil meraih predikat ke III untuk Kategori Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan Perolehan hibah penelitian dan pengabdian masyararakat terbanyak tahun 2020 dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII.
Menurutnya, dengan Raihan Predikat tersebut, UNW Mataram telah membuktikan diri mampu menjadi PTS yang siap dan Siaga mengabdikan diri sebagai Institusi yang mengabdi dan berkhidmat untuk kemajuan Bangsa dan Negara.
“Alhamdulillah UNW Mataram telah berhasil meraih predikat III untuk PTS penerima Hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2020” ungkapanya
Selain itu, saat ini UNW Mataram telah mempunyai sebanyak 9 Orang Kandidat Doktor yang akan menyelesaikan studinya diberbagai Perguruan tinggi baik di Luar Maupun dalam Negeri, karena itu UNW Mataram akan menambahkan Program Si S1 Kesehatan, Profesi dan Pasca Sarjana Sosial.
“Saat ini UNW Mataram sedang menyiapkan berkas untuk penambahan Prodi S1 Kesehatan, Profesi dan Pasca Sarjana Sosial karena saat ini sebanyak 9 kandidat Doktor UNW Mataram sedang berjuang menyelesaikan Studinya” Paparnya
Menutup Pidatonya, TGH. Muhyi juga menitipkan pesan kepada Seluruh peserta Wisuda untuk Para Orang Tua dan Wali Mereka yang Saat ini tidak bisa mendampingi secara Langsung Prosesi Wisuda kali ini terkait Pandemi Covid-19, Namun ia meyakinkan Seluruh peserta Wisuda Bahwa UNW Mataram merupakan Kampus tempat bernaungnya Keberkahan Ilmu, karena Berkah dari Pendiri UNW yang merupakan Seorang Ulama Tersohor di Tanah Air bahkan Dunia.
‘’ Menuntut Ilmu di UNW Mataram adalah keberkahan, inysallah biiznillah semua barokah ilmunya dan Hidupnya, sebagaimana yang kita ketahui Bahwa Pendiri dari UNW adalah seorang Ulama tersohor di Tanah Air bahkan dunia, juga merupakan Pahlawan Nasional Asal NTB yang telah menjadi Milik semua Masyarakat di Tanah Air tercinta, Sampaikan Salam permohonan Kami kepada para Orang Tua dan Wali adik-adik Sekalian terkait Kendala Pandemi ini sehingga tidak bisa menemani keberlangsungan Acara Wisuda kali ini, harapan kami teruslah berbakti kepada Orang Tua, Agama, Negara dan Bangsa dimanapun Kalian Berada,’’ harapnya
Sementara Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa dalam Sambutannya melalu Sambungan virtual mengucapkan Selamat kepada Seluruh peserta Wisuda dan Sivitas akademika UNW Mataram atas terlaksananya Wisuda ke XXXI .
“Prosesi Wisuda yang dilaksanakan hari ini telah membuktikan UNW Mataram sebagai Perguruan Tinggi yang mampu terus berjalan di tengah Pandemi Covid-19,” ungkapnya
Nengah Juga Mengingatkan untuk Peserta Wisuda agar terus berupaya untuk survive dan Kreatif ditengah Perkembangan dan tantangan Zaman yang berubah begitu Cepat.
“Pesan saya jangan pernah takut, hari ini telah mengantarkan kalian untuk dua Hal yakni menrima pekerjaan atau menciptakan pekerjaan, teruslah berkarya dan berkontribusi, jika tidak dapat pekerjaan Ciptakanlah Pekerjaan,” cetusnya
Dalam kesempatan Rapat Senat Terbuka tersebut, hadir Pula secara Virtul, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, Raden Tuan Guru Bajang Kyai H. Lalu Gede M. Zainuddin Atsani. Dalam sambutannya Ketum PBNW turut mengucapkan Selamat kepada seluruh peserta Wisuda UNW Mataram yang ke XXXI.
“Selamat kepada seluruh Mahasiswa yang telah dinyatakan Lulus, selepas ini kembalilah mengabdikan diri kepada Masyarakat sesuai pesan dan Ketauladan dari Pendiri UNW Mataram Ninikda Maulanasyaikh TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid,” ungkapanya
Ketum PBNW juga mengingatkan kepada semua Hadirin untuk meletakkan Akhlak menjadi Pondasi dalam melakukan suatu tindakan, karena menurutnya Semua tindakan tanpa Akhlak tidak akan berguna.
“Sehebat apapun jika tidak didasari dengan akhlak yang baik tidak ada artinya. UNW Mataram ini mengajarkan akhlak yang baik untuk itu mari tebarkan kabaikan di masyarakat” lanjutnya
Di sisi lain, Peserta Wisuda M. Khairul Fatihin, meyakini, UNW Mataram merupakan Kampus yang berbeda dari yang lainnya, menurutnya, selama ia mengenyam pendidikan di UNW Mataram Banyak Hal yang berbeda dari Perguruan Tinggi lainnya.
“saya mempunyai keyakinan siapapun yang menuntut ilmu di UNW Mataram maka dia mendapatkan keberkahan. inilah kesan saya pertama masuk di UNW Mataram, belajar di UNW Mataram sesungguhnya tersambungnya mata rantai keilmuan sampai Rasulullah SAW, Saya berharap UNW Mataram menjadi universitas yang unggul sesuai dengan harapan kita bersama,’’ ucapnya
Fatihin juga merasa bangga telah Lulus di Perguruan Tinggi yang didirikan oleh Ulama Masyhur sekaligus Pahlwan Nasional dari NTB. Almaghfurlah Maulanasyaikh TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid.
“Tentu saya merasa bangga telah diwisudakan dikampus yang penuh keberkahan, dikampus yang didirikan oleh Pahlawan Nasional, Ulama besar” tandasnya
Wisuda kali ini juga dirangkaikan dengan Penyerahan Penghargaan kepada Ketua Yayasan Pendidikan Darul Mujahidin Nahdlatul Wathan” Umi Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid yang telah berjuang sepenuh Ikhlas memperjuangkan Cita-cita dari Ayahandanya TGKH M Zainuddin Abdul Madjid selaku pendiri UNW Mataram dalam meningkatkan Mutu pendidikan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan Negara.
Me (*)
HUT ke-62 NTB, Wagub Berikan Apresiasi Guru Inovatif dan Kreatif
MATARAM.lombokjournal.com —
Dalam rangka menyambut perayaan hari ulang tahun (HUT) ke 62 Provinsi NTB, hari Kamis, 17 Desember 2020, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, memberikan apresiasi kepada guru inovatif dan kreatif di NTB. Pemberian apresiasi berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Rabu (16/12/20).
Dalam kegiatan itu Wagub didampingi Kepala Dikbud Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan,
Selain penyerahan apresiasi kepada guru inovatif dan kreatif, juga dilakukan serah terima hasil pekerjaan dana alokasi khusus (DAK) fisik/nonfisik dan penyerahan beasiswa luar dan dalam negeri tahun 2020.
Wagub mengatakan, pemberian apresiasi ini menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di NTB.
Wagub mengingatkan, agar pembangunan infrastruktur pendidikan harus selalu sejalan dengan pembangunan Sumber Daya Manusia.
“Kalau kita bangun infrastruktur tanpa membangun SDM maka akan sia-sia,” ujarnya.
Ke depan, Wagub meyakini, universitas-universitas di NTB akan terus berbenah dan meningkatkan kualitasnya.
Begitu juga dengan SMA/SMK, agar terus melakukan inovasi dan menghasilkan temuan-temuan yang luar biasa.
Ia berharap, hasil karya-karya luar biasa ini harus terus kita keluarkan, untuk meningkatkan kepercayaan diri kita, sehingga mampu bersaing dengan negara lain.
“Percaya diri sebagai modal kita untuk bersaing dengan negara lain,” ujarnya.
Wagub mengajak semua pihak, jangan membesar-besarkan kekurangan, namun sesungguhnya prestasi, inovasi dan hasil karya inilah yang harus dibesarkan.
Ditekankan, dalam melakukan pembangunan pendidikan jangan hanya terpaku pada fisik, dengan sarana prasarana yang mewah, namun kualitas SDMnya rendah.
“Pembangunan sarana fisik harus sejalan dengan peningakatan kualitas SDM,” pintanya.
Wagub juga selalu mengingatkan agar dalam setiap kegiatan selalu menerapkan protokol kesehatan. Karena dengan penerapan prokes di setiap aktivitas sehari-hari kita akan membuat kita bisa produktif di masa pandemi saat ini.
“Mudah-mudahan semua ini cepat berlalu, dan ini kuncinya adalah kedisiplinan kita semua. Selamat HUT NTB ke-62, terimakasih atas kontribusi seluruh pihak atas pembangunan di NTB,” tutupnya.
Kepala Dikbud Provinsi NTB, dalam laporannya mengatakan, pemberian apresiasi kepada guru inovatif dan kreatif di NTB, merupakan hadiah di ulang tahun NTB ke-62.
Apresiasi guru inovatif dan kreatif bidang teknologi, sebanyak 17 temuan teknologi tempat guna yang dihasilkan SMK di NTB. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada guru dan Kepala sekolah dengan hasil karya berupa penulis buku.
“Guru berprestasi yang kreatif dan inovatif ini kita harapkan kedepan, bisa menjadi fasilitator bagi guru-guru lain di NTB,” ujarnya.
Dijelaskan, selain pemberian apresiasi kepada guru inovatif dan kreatif, juga dilakukan serah terima hasil pekerjaan dana alokasi khusus (DAK) fisik/nonfisik dan penyerahan beasiswa luar negeri dan dalam negeri tahun 2020.
“Total serapan beasiswa NTB sampai dengan tahun 2020 sebanyak 1.371 orang. Dengan rincian sebanyak 551 orang untuk beasiswa luar negeri, Beasiswa Miskin Berprestasi sebanya 330 orang dan Beasiswa Stimulan sebanyak 490 orang,” jelasnya.
Rr/HmsNTB
NTB Dapat Jatah 5 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Semua Jenjang
Saat ini NTB masih kekurangan guru produktif, saat jumlahnya masih sebesar 1.400 orang terdiri dari ahli mesin, ahli tanah ahli boga dan lain sebagainyan
MATARAM.lombokjournal.com –
Pemerintah Provinsi NTB tahun 2021 akan mendapatkan jatah lima ribu Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).
Peserta P3K yang sudah terbit SK-nya tahap satu dan dua jumlahnya sebanyak 2.555 orang, untuk tahap ketiga jumlahnya sekitar 1.200 orang, yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di NTB
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Aidy Furqon dI Mataram, Senin (14/12/20).
Aidy menyebutkan, Pemerintah Pusat memberikan jatah P3K Provinsi NTB untuk semua jenjang sebanyak lima ribu orang. Kabar ini sekaligus akan menjadi angin segar bagi para tenaga guru honorer untuk mendapatkan gaji atau upah yang layak.
Sebelum difasilitasi oleh Pemerintah Pusat, pihak Dikbud NTB tetap menerbitkan SK Penugasan oleh Gubernur kepada Guru Honorer yang sudah diumumkan pada tanggal 17 Desember mendatang, yakni sekitar 1.200 orang yang sudah memenuhi standar dari tiga ribu lebih peserta yang terdaftar.
Dikbud NTB tidak memungkiri, saat ini NTB masih kekurangan guru produktif. Berdasarkan data yang dimiliki saat ini, NTB memiliki guru produktif sebesar 1.400 orang terdiri dari ahli mesin, ahli tanah ahli boga dan lain sebagainya.
Sedangkan guru SLB termasuk SLB yang paling banyak dimiliki saat ini, yaitu guru umum seperti guru Matematika, PKN dan Bahasa.
“Melalui SK gubernur yang sudah terbit ini, nantinya akan memberikan ruang kepada para guru yang sudah terdaftar di didata pokok Pendidikan. Dengan demikian berhak untuk ikut pelatihan peningkatan kompetensi guru dan telah memiliki sertifikat pendidik artinya memiliki hak atas tunjangan sertifikasi yang besaranya satu kali gaji,” jelas Aidy.
Aya
Pembelajaran Tatap Muka di NTB Dimulai Tahun 2021
Sistem shift yang dimaksudkan yakni pembatasan pertama separuh dulu, yaitu lama belajar maksimal tiga setengah jam dibagi menjadi dua bagian
MATARAM.lombokjournal.com –
Awal pembelajaran baru pada tahun 2021 mendatang, NTB langsung menerapkan pemebelajaran tatap muka secara langsung.
Penerapan pembelajaran tatap muka itu tetap dengan melaksanakan protokol Covid-19 meskipun daerah masih atau sudah dalam Zona Merah, kuning atau Hijau.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Aidy Furqon mengungkapkan itu pada wartawan di Mataram, Senin,(14 /12/20).
Aidy Furqon menegaskan, status zona yang dikeluarkan Gugus Tugas Pusat itu tidak menjadi kriteria karena dilakukan dengan standar operasional SOP)serta dengan sistem shift .
“Jadi mau zon Hijau, kuning, atau orange, merata bisa tatap muka tapi dengan sistem shift. Januari nanti tidak lagi simulasi, tapi sudah layanan tatap muka langsung. Cuman dibatasi ini sesuai dengan revisi sistem kegiatan belajar (SKB), ” terang Aidy.
Menurutnya, sistem shift yang dimaksudkan yakni pembatasan pertama separuh dulu, yaitu lama belajar maksimal tiga setengah jam dibagi menjadi dua bagian.
“Misalnya pembelajaran pertama dimulai p ukul 7.30 sampai 10.30, shift kedua dimulai jam 10.00 sampai jam 2 siang,”ujarnya
Selain pembatasan dalam pembelajaran, pembatasan juga dilakukan dalam pelajaran olahraga.
“Olahraga yang sifatnya berpindah tangan gak boleh, misAlnya basket. Tapi kalau senam boleh, lari juga ,pokoknya aktifitas yang ada kaitannya pindah tangan itu gak boleh,” jelasnya.
Aidy Furqon menegaskan, pembatasannya akan terus dilakukan hingga vaksin bisa ditemukan.
Aya
Apresiasi Difabel Berprestasi Nasional, Bang Zul Tawarkan Beasiswa
MATARAM.lomokjournal.com –
Bang Zul dan Bunda Niken, sapaan akrab Gubernur NTB dan istri Gubernur NTB, menerima silaturahmi Baiq Tina, Nurlaily, Bachtiar, Zainudin dan Ketut Suara Putra, pagi ini di Ruang Tamu Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (12/12/20).
Zainuddin dan Ketut merupakan difabel yang berprestasi dan membawa nama harum NTB di tingkat Nasional.
Zainuddin sudah beberapa kali membawa nama NTB di lomba tingkat nasional, seperti Lomba Pantomim 2010, FSL2N tahun 2010 dan Lomba Desain Grafis (kominfo) tingkat Nasional tahun 2020 dengan memperoleh juara satu.
Dan di bidang lain, Ketut mengharumkan nama NTB di bidang melukis dan menjadi Juara 1 tingkat Nasional.
Bang Zul dan Bunda Niken memberikan apresiasi kepada seluruh difabel di NTB, terutama yang sudah membawa harum nama NTB di kancah Nasional.
“Ke depan, penyandang disabilitas yang masih SMA/SMK dan mau melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi akan diberikan beasiswa di Universitas Teknologi Sumbawa atau di Universitas lain yang menerima mahasiswa penyandang disabilitas,” kata Bang Zul
Rr/HmsNTB
Wagub Sampaikan Kuliah Umum untuk Alumni Teknik Kimia ITS
Umi Rohmi mengatakan politik membutuhkan sosok yang memiliki idealisme yang baik, memiliki kemampuan berpikir yang baik dan butuh sosok yang mencintai rakyat, daerah dan negaranya
MATARAM.lombokjournal.com –
Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjadi keynote speaker pada kuliah umum online yang diselenggarakan oleh Alumni Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Minggu (06/12/20).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Chemical Engineer is A Leader by Nature”.
Wagub NTB adalah salah satu alumni terbaik ITS angkatan 27 yang mengawali karirnya di bidang pertambangan pada salah satu perusahaan tambang kelas dunia.
Wagub pada kesempatan tersebut mengatakan, sejak kecil selalu ditanamkan oleh kedua orang tuanya, untuk selalu bersyukur dalam menjalani segala sesuatu dan melihat dari sisi positifnya.
“Jadi jangan menghargai segala sesuatu dari menterengnya atau dari titlenya. Tapi dilihat dari manfaatnya,” jelasnya.
Hampir 10 tahun terjun di dunia tambang membuat Wagub nyaman dan menikmati pekerjaan tersebut.
Namun, ketika sang adik Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih dikenal TGB terpilih sebagai Gubernur NTB tahun 2008, membuatnya berputar haluan untuk meninggalkan pekerjaan profesionalnya dan bertanggung jawab untuk melanjutkan yayasan pendidikan yang dimiliki oleh sang keluarga.
“Sehingga saya diberikan nasihat dan pemahaman oleh keluarga, sekarang sudah saatnya saya untuk berbuat untuk masyarakat,” ceritanya.
Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi tersebut mengaku setelah menjadi Wakil Gubernur dan masuk ke dalam dunia pemerintahan, Ia merasakan peran besar dalam menentukan arah kebijakan dan menentukan nahkoda NTB.
“Saya bersyukur kepada Allah SWT karena diletakkan pada posisi ini bukan karena posisinya, tetapi karena apa yang bisa saya kontribusikan untuk daerah yang saya cintai ini khusunya untuk Indonesia,” tuturnya.
Di akhir, Umi Rohmi mengatakan politik membutuhkan sosok yang memiliki idealisme yang baik, memiliki kemampuan berpikir yang baik dan butuh sosok yang mencintai rakyat, daerah dan negaranya. Selain itu, yang terpenting adalah sosok yang ingin bekerja sama dengan banyak pihak.
“Tidak hanya sekedar menyuruh tetapi juga mau berpikir, waktu demi waktu dari suatu kondisi ke kondisi yang lain. Kerja keras untuk bisa membawa daerahnya menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.
Rr/HmsNTB
Gubernur Buka Lomba Lomba Baca Kitab Kuning
Lomba baca kitab kuning merupakan awal, sehingga apa yang diucapkan dalam keseharian para santri mulai diungkap dan diekspresikan
MATARAM.lombokjournal.com –
Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) merupakan sarana bagi generasi muda PKS untuk mengekspresikan apa yang ada dalam hatinya secara eksplisit. Memahami suasana batin dan kultur, terutama yang berasal dari pondok Islam tradisional.
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan itu saat membuka Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK), yang berlangsung di Aula Kantor DPW PKS NTB, Kamis (03/12/20).
“Yang paham tentang pondok, tentu yang pernah berjuang untuk pondok,” ujarnya.
Terselenggaranya LBKK, Gubernur berharap jembatan pengertian akan terbangun dengan komunitas Islam tradisional, agar kecurigan pada Partai Keadilan Sejahtera semakin mentipis.
“Betapa program sederhana yang mampu menghilangkan keraguan antara kita,” ujar Gubernur.
Menurutnya, LBKK ini bukan terminal akhir, justru merupakan awal. sehingga apa yang diucapkan dalam keseharian para santri mulai diungkap dan diekspresikan. Sehingga PKS tidak punya jarak dengan komunitas Islam tradisional.
“PKS tidak akan menang, tidak akan besar, sebelum mampu merangkul komunitas pondok dan Islam tradisional,” ungkapnya.
Ia mengingatkan, tantangan ke depan semakin kompleks dan luar biasa. Gubernur inta para tokoh, Tuan Guru, untuk aktif turun mendatangi pondok, untuk menghilangkan keraguan kepada PKS.
“Banyak orang curiga, kalau Gubernurnya dari PKS nanti tidak toleran, namun ketika kader PKS jadi pemimpin, jangankan Islam tradisional, umat non Islam pun kita rangkul,” tegasnya.
Ke depan harus lebih banyak lagi dihadirkan lomba-lomba yang lain, yang mampu melibatkan anak-anak pondok. Agar semua pondok dan madrasah di NTB merasa bahwa PKS adalah rumahnya sendiri.
“Kita harus menjadikan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Partai boleh beda, tapi rahmatan lil alamin, tetap menjadi spirit yang harus kita bagikan kepada ummat di seluruh dunia,” kata Gubernur.