NTB Gemilang Dikritik Mahasiswa, Ini Respon Kadis Dikbud NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat (Dikbud NTB), DR.H. Aidy Furqan, S.PD,M.PD seolah-olah sedang menghadapi aksi mahasiswa.

Dalam acara ‘Ngaji Refleksi’ BEM NTB Raya dan OKP se Kota Mataram, di Kedai Bawah Pohon, di Kekalik Mataram, Sabtu (01/05/21) malam, Aidy Furqan dihujani kritik tajam dan lugas yang disampaikan mahasiswa dari berbagai elemen OKP se Kota Mataram.

Sebelumnya, Korda BEM Raya NTB yang memandu dialog malam itu mengatakan, acara Ngaji Refleksi dihajatkan untuk mendialogkan isu-isu kedaerahan. Dan secara khusus mengevaluasi capaian-capaian enam program unggulan untuk mewujudkan tagline ’NTB Gemilang’.

Bukan sebatas sektor Pendidikan, kritik mahasiswa juga melebar ke ekonomi, Pariwisata, Kesehatan, lingkungan hidup, kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk perlakuan terhadap disabilitas.

Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), DR Safril yang malam itu juga menjadi nara sumber, menyebut beberapa program sebenarnya belum terlalu penting, misalnya program Zero Waste.

BACA JUGA: Pemprov NTB Minta SSJ Perbanyak Konten Lokal

Selain itu ia juga mempertanyakan apakah program sepeda dan motor listrik itu benar-benar dibutuhkan untuk saat ini di NTB. Sebab NTB bukanlah Jakarta yang tingkat polusinya sangat tinggi sehingga dibutuhkan kendaraan listrik.

“Apakah program itu memang dibutuhkan masyarakat, atau sekedar pencitraan,” kata Safril

Gubernur Zulkieflimansyah yang diharapkan hadir sedang melakukan perjalanan dinas ke Jawa Timur, salah satunya menemui keluarga dari salah satu prajurit yang menjadi korban musibah KRI Nanggala 402.

Sedang anggota DPRD NTB, Mori Hanafi, yang diundang juga tak kunjung datang tanpa penjelasan.

Ketidak hadiran keduanya memicu kritik, sebab mahasiswa menghendaki dialog langsung dengan Gubernur Zukieflimansyah. Rupanya ketidak hadiran gubernur itu memicu kekesalan mahasiswa.

“Saya harapkan gubernur yang malam ini menemui mahasiswa. Kita ingin menyampaikan langsung, bahwa NTB gagal gemilang. Yang berhasil hanya pencitraan,” kata mahasiswa yang mengaku dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Akhirnya H AIDY Furqan yang malam itu menjadi nara sumber mewakili gubernur, merespon mahasiswa yang mengevaluasi capaian progam-program strategis kepemimpinan Zul-Rohmi.

“Saya merasakan apa yang kini dirasakan adik-adik mahasiswa. Semua masukan itu akan menjadi rekomendasi,” kata Aidy Furqan yang pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Uniersitas Matara semasa menjadi mahasiswa FKIP.

Ia menjawab kritik tentang angka drop out SMA maupun program 100 cendekia dan bea siswa, dengan menyodorkan data-data capaian target Pendidikan. Furqan juga sempat menyinggung revitalisasi Posyandu Keluarga, termasuk memperhatikan masukan perlunya tempat ibadah yang ramah disabilitas.

Terkait tagline NTB Gemilang Aidy Furqan menjelaskan, bahwa itu menjadi pendorong semangat bahwa apa yang bisa dilakukan daerah, NTB juga bisa melakukan hal yang sama. NTB juga bisa.

“Kita mendorong, termasuk melalui program-program unggulan. Apa pun hasilnya, yang jelas saat ini kita sedang berproses. Karena itu, masukan-masukan yang baik itu, sampaikan secara tertulis,” kata Aidy Furqan.

Acara Ngaji Refeksi itu dihadiri perwakila OKP dari IMM, KAMMI, GMNI, HIMMA NW, HMI MPO, LMND dan BEM NTB Raya.

Rr




Wagub Harapkan NWDI Hadirkan Manfaat Bagi Pembangunan

MATARAM.lombokjournal.com

Hadirnya berbagai organisasi kemasyarakatan sejatinya harus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, dan membantu terwujudnya pembangunan daerah yang dicita-citakan.

Demikian pula NWDI, kehadirannya juga diharapkan dapat memberikan kemanfaatan yang luas bagi pembangunan.

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang besar di NTB, NWDI diharapkan dapat berkolaborasi dengan semua organisasi guna mewujudkan Kota Mataram yang Harmonis, Aman, Ramah, Unggul dan Mandiri (Harum) serta produktif.

“NWDI dapat berkolaborasi dengan seluruh organisasi seperti NU, Muhamadiyah, Nahdatul Wathan saudara kita, semua organisasi untuk mewujudkan Kota Mataram yang ‘Harum’, yang konkrit yang langsung menukik dan langsung ada actionnya,” tutur Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd..

Itu disampaikannya pada Musyawarah Daerah (Musda) 2021 Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kota Mataram, yang berlangsung di Hotel Aston Inn, Jumat (30/04/21).

Umi Rohmi sapaan hangat Wagub ini menegaskan,  pentingnya sinergi, kekompakan, keutuhan dan kesatuan harus benar – benar dapat diwujudkan.

BACA JUGA:

“Tidak bisa kita menemukan sesuatu di setiap elemen, pasti ada lebih dan kurangnya. Namun bagaimana kita meramu semua kelebihan tersebut menjadi kekuatan yang dahsyat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburrahman berharap agar hasil dari kegiatan  Musda NWDI Kota Mataram menghadirkan kepengurusan baru yang memperkokoh dan memberikan semangat kepada kader – kader NWDI di Kota Mataram.

“Semoga dengan kepengurusan baru dapat  terus memperkokoh dan seluruh kader dapat  melanjutkan perjuangan yang suci dan mulia ini,” tutur Wakil Walikota Mataram.

Ia melanjutkan, NWDI adalah organisasi yang populer, dimana – mana masyarakat mengenal NWDI. Tapi tidak hanya populer melainkan banyak kebaikan – kebaikan yang jadi arah perjuangan NWDI.

“Popularitas dan kebaikan adalah dua hal yang harus beriringan. Popularitas tanpa kebaikan tidak bermakna apa – apa,” ungkapnya.

Ketua pengurus daerah NWDI Kota Mataram, H. Irzanni., M.Si., pada kesempatan itu mengungkapkan, ikhtiar Musda NWDI Kota Mataram untuk memperkuat dan memperkokoh NWDI di Kota Mataram.

“NWDI Kota Mataram siap bersinergi dengan Pemerintah Kota,  sehingga pada kegiatan Musda ini simpel kita wujudkan Kita Mataram Harum,” katanya.

Musda NWDI Kota Mataram ini, dihadiri oleh  seluruh pengurus NWDI, Forkopimda dan berbagai instansi terkait.

Ser

diskominfotik




10 Ribu Peserta Semarakkan Nuzulul Quran PBNW

lombokjournal.com

LOMBOK TIMUR:   Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) menggelar peringatan Nuzulul Quran yang dirangkai pembacaan Al-Qur’an sebanyak 10 ribu peserta se-Indonesia secara offline dan online pada Kamis (29/04/21).

Untuk kegiatan offline dipusatkan di halaman Masjid Jamik Mahad Darul Quran wal Hadits NW Anjani, dengan peserta terbatas dan melaksanakan prokes Covid-19.

Kegiatan ini juga dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko. PMK) Prof. Dr Muhajir Efendi via daring dan seorang guru hafiz Masjidil Haram dan Madrasah Assaulatiyah Makkah, Syaikh Ahmad Muhammad Yar.

Dalam sambutannya, Menko PMK menyampaikan rasa bahagia bisa hadir walaupun tidak secara langsung bersama para Tuan Guru para santri Pondok Pesantren Syekh Zainuddin Anjani dalam acara Nuzulul Quran.

“Berbahagia juga rasanya bisa bersilaturrahim dengan keluarga besar Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid, selaku Pahlawan Nasional dan Pendiri Organisasi Nahdlatul Wathan yang selalu bersama pemerintah dalam membangun negara dan bangsa,” ungkapnya.

Lanjutnya, tegaknya agama Islam di Nusantara adalah karena eksisnya pondok pesantren. Eksistensi pondok pesantren bermakna eksistensi agama Islam.

Kekuatan Pesantren telah terbukti merupakan poros tegaknya negara. Laskar Pesantren telah melahirkan kekuatan besar yang mampu mengusir penjajah.

“Dalam sejarah Indonesia perayaan heroik Hari Pahlawan tidak bisa dilepaskan dengan hari Santri Nasional. Kepahlawanan santri adalah nasionalisme terdepan dalam perjuangan bangsa Indonesia,”ucapnya.

Jika seluruh santri di Indonesia, kata Muhajir, mengingat tentang proklamasi kemerdekaan maka pasti di setiap ramadhan para santri akan merayakan hari lahir bangsa Indonesia karena pembacaan proklamasi kemerdekaan republik Indonesia oleh Soekarno dan Hatta terjadi pada tanggal 9 Ramadhan 1364 hijriah.

“Mari kita bersama-sama berdoa di bulan Romadhon ini, bulan turunnya Alquran, bulan kemerdekaan bangsa kita, semoga negara Indonesia aman tenteram, terhindar dari marabahaya dan wabah COVID-19 segera berlalu,”ajaknya..

Ia juga berpesan khusus kepada seluruh santri dan para pengasuh untuk senantiasa menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa yang majemuk, menghargai perbedaan dan selalu bersikap tasamuh yakni menghormati ragam kepercayaan dan menghargai kekayaan pendapat.

“Hanya dengan persatuan dan kesatuan lah kita bisa membangun bangsa ini dengan sebaik-baiknya,” ingatnya.

BACA JUGA:

“Saya berbangga hati karena organisasi NW telah berkiprah lama menjadi Mitra pemerintah membangun negara di bidang pendidikan sosial dan dakwah. Madrasah dan sekolah NW sudah ada hampir di seluruh provinsi di Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atasni, menyampaikan ucapakan terima kasih kepada Menko. PMK yang bersedia menghadiri acara pembacaan Al-Quran oleh 10 ribu peserta dari seluruh Indonesia via zoom, dalam rangka peringatan Nuzulul Quran di Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani dan daring.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menko PMK Muhajir Efendi yang bersedia mengahadiri acara kami kendati via daring, karena masih dalam pandemi Covid-19,” ucapnya.

Syaikhuna panggilan akrabnya, juga berharap kepada pemerintaah agar terus memberikaan perhatian kepada pondok pesantren dan madrasah, karena menurutnya, para ulama dan santri menjadi garda terdepan dalam merebut kemerdekaan RI.

“Bahkan setelah kemerdekaanpun pondok pesantren dan santrinya terus merawat keutuhan persatuan bangsa di dalam negara yang majmuk ini,” tandasnya.

Me (*)




Menjiplak juga Merugikan Diri Sendiri

MATARAM.lombokjournal.com

Menjiplak tidak pernah boleh — orang berhak mendapatkan pujian atas ide-idenya sendiri. Bagaimana perasaan Anda jika Anda telah bekerja keras pada sebuah makalah, dan orang lain mencoba untuk menganggapnya sebagai milik mereka?

Tentu saja, orang yang melakukan penjiplakan juga dirugikan oleh tindakan tersebut. Mereka kehilangan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan berpikir dan menulis mereka sendiri.

Bagaimana Anda bisa menghindari plagiarisme? Percaya atau tidak, mudah untuk menjiplak secara tidak sengaja dengan lupa mengutip sumber atau memparafrasakan secara buruk.

Selalu periksa kembali apakah Anda telah memasukkan kutipan dari orang lain dalam tanda kutip. Selain itu, pastikan Anda telah mengutip sumber baik di makalah itu sendiri maupun di halaman kutipan karya.

Terkait parafrasa, jangan hanya menyalin karya orang lain lalu mengubah beberapa kata. Sebaliknya, bacalah karya mereka dan luangkan waktu untuk memikirkan apa yang dikatakannya.

Anda perlu memahami ide sepenuhnya untuk memparafrasekannya dengan baik. Setelah Anda memikirkannya, jelaskan ide tersebut dengan kata-kata Anda sendiri. Dan jangan lupa mengutip karya yang Anda parafrase!

BACA JUGA:

Plagiarisme memiliki konsekuensi. Siswa dapat memperoleh nilai yang buruk dan mendapat banyak masalah di sekolah. Ketika orang dewasa melakukan plagiarisme, mereka bisa kehilangan pekerjaan. Mereka juga bisa menghadapi tuntutan hukum. Plagiarisme juga dapat merusak reputasi siapa pun.

Setiap orang harus mendapatkan pujian atas pekerjaan mereka sendiri. Lagi pula, ada banyak ide bagus yang beredar di kepala Anda!

BACA JUGA:

Kami pikir semua Wonder Friends kami memiliki pemikiran yang layak untuk dibagikan. Menempatkan ide-ide itu di atas kertas dapat membantu Anda mengembangkannya lebih jauh dan membagikannya kepada dunia.

Wonderopolis

Baca Hal:   1  /  2 

Baca hal sebelumnya: Apa Itu Plagiarisme atau Menjiplak?




Apa Itu Plagiarisme atau Menjiplak?

MATARAM.lombokjournal.com

Bayangkan: Ini hampir waktunya tidur, dan Anda telah mengerjakan laporan buku Anda selama berjam-jam. Anda hampir selesai. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menulis kesimpulan yang sempurna.

Anda mencoba menemukan kata yang tepat saat ada ide lain yang muncul. Mengapa tidak hanya menyalin dan menempel paragraf kesimpulan dari artikel online tentang buku itu? Anda menulis sendiri sisa laporannya, jadi menyalin satu paragraf ini tidak apa-apa, bukan?

Salah! Itu adalah bentuk plagiarisme — tindakan menampilkan karya orang lain sebagai milik Anda. Saat ini, ada banyak sekali blog dan artikel online. Banyak siswa merasa tergoda untuk hanya menyalin karya orang lain dan menyerahkannya. Namun melakukan plagiarisme tidak pernah boleh.

Plagiarisme datang dalam berbagai bentuk. Yang kami gambarkan adalah plagiarisme langsung, yang terjadi ketika seseorang mengambil karya orang lain kata demi kata. Bentuk lainnya adalah plagiarisme tambal sulam.

Ini adalah saat seseorang menyalin bagian dari banyak artikel. Mereka menggabungkan semuanya untuk membentuk sebuah karya baru.

Parafrase yang buruk adalah bentuk lain dari plagiarisme. Beberapa orang berpikir mereka dapat meniru karya orang lain jika mereka mengubah beberapa kata atau memindahkan beberapa kalimat. Tapi itu tidak benar.

Tidak masalah untuk memparafrasekan ide orang lain, tetapi Anda harus menjelaskannya dengan kata-kata Anda sendiri. Anda juga harus menghargai orang lain dengan mengutip karyanya. Gagal mengutip sumber adalah cara lain untuk menjiplak.

Baca juga: 

Tahukah Anda bahwa Anda bahkan dapat menjiplak karya Anda sendiri? Itu benar! Itu disebut plagiarisme diri. Ini adalah saat seseorang mencoba memberikan kertas lama sebagai bagian yang sama sekali baru.

BACA JUGA: 

Selain itu, beberapa orang melakukan penjiplakan dengan membayar orang lain untuk menulis makalah untuk mereka. Itu tetap salah, meskipun orang lain tahu Anda menggunakan karyanya.

wonderopolis

Baca Hal:   1  /  Menjiplak juga Merugikan Diri Sendiri

 

 

 




Sampul Buku (Tidak Selalu) Menentukan Isinya

MATARAM.lombokjournal.com

Apakah Anda punya buku favorit untuk dibaca? Tentang Kisah Tenggelamnya Kapal Selam? Cerita  Perkawinan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah? Atau buku lainnya, yang penting design sampulnya menarik, tebal yang melindungi buku favorit dari kerusakan?

Sekarang lebih banyak cara untuk membaca buku daripada sebelumnya. Selain perpustakaan dan toko buku tradisional, buku sekarang dapat dibeli secara online dan langsung diunduh ke semua jenis perangkat.

Anak-anak saat ini memiliki lebih banyak pilihan daripada yang dilakukan orang di masa lalu. Pilihan ini terkadang bisa membuat kewalahan. Dengan begitu banyak pilihan, bagaimana memilih buku yang akan Anda baca?

Saat Anda mencari buku baru, bisa jadi hal pertama Anda lihat adalah sampul bukunya.

Sampul buku seperti iklan. Ini seharusnya membuat Anda penasaran, memberi Anda gambaran isi buku itu, dan membujuk Anda melihatnya lebih dekat.

Manakah dari buku berikut yang pernah Anda baca? Apakah sampulnya berhasil menarik pembaca dan memberi mereka gambaran tentang isi buku itu?

Anda mungkin mendengar orang-orang memperingatkan agar tidak melakukannya. Peringatan ini biasanya berupa “Jangan menilai buku dari sampulnya”, “Anda tidak bisa menilai buku dari sampulnya”, atau “Jangan menilai buku dari sampulnya”.

Mengapa orang mengatakan kepada Anda untuk tidak menilai buku dari sampulnya? Ucapan ini adalah idiom. Artinya, Anda tidak boleh menilai nilai atau nilai sesuatu hanya berdasarkan penampilan luar.

Dalam kehidupan secara umum, ini adalah nasihat yang bagus. Penampilan dapat menipu. Sebelum Anda dapat membuat penilaian tentang nilai sesuatu, Anda perlu meluangkan waktu menyelidikinya sepenuhnya.

Perhatikan lebih dalam, lebih dekat. Anda mungkin terkejut dengan apa yang Anda temukan. Nilai sebenarnya tidak selalu terlihat jelas saat kita hanya melihat permukaannya.

Jika Anda banyak membaca, kemungkinan besar Anda akan menemukan buku yang tidak mengasyikkan seperti yang Anda kira berdasarkan sampulnya yang penuh warna dan menarik. Demikian pula, Anda mungkin pernah mengambil buku dengan sampul membosankan yang ternyata sangat bagus.

BACA JUGA:

Jadi pepatah lama memang berlaku berkali-kali: Anda tidak bisa serta merta menilai buku dari sampulnya.

BACA JUGA:

Jika Anda melihat buku yang sampulnya menarik bagi Anda, lihat lebih dekat. Mungkin ini akan menjadi favorit baru! Namun jangan lupa bahwa sampul yang kurang menarik, bukan berarti isinya tidak menyenangkan.

wonderopolis

 




Gubernur Pesan, Agar Peradah NTB Bersinergi Dengan Seluruh Elemen Untuk Membangun NTB Gemilang

Peradah dapat bersinergi dan bersatu dengan berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, seperti; Nahdlatul Wathan, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah

MATARAM.lombokjournal.com

Usai menggelar konferensi daerah atau Loka Sabha IV, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH) NTB bersilaturrahmi ke Gubernur NTB, Selasa (20/4/2021), di Pendopo Gubernur NTB.

Menerima kunjungan tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., berpesan agar generasi muda selalu belajar serta menyesuaikan diri dengan dinamika modern dan perkembangan global.

“Terlebih, PERADAH didominasi oleh intelektual muda Hindu,” ujar Gubernur .

Gubernur ketika itu juga banyak memberikan solusi agar program dan kegiatan Peradah dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB dan dapat bekerjasama di segala bidang.

Demikian juga dengan kiprah Peradah, Gubernur yang sering disapa Doktor Zul ini ingin agar Peradah dapat bersinergi dan bersatu dengan berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan yang ada di NTB, seperti Nahdlatul Wathan, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk bersama-sama membangun NTB.

Menanggapi pesan Gubernur, Ketua Peradah NTB, I Gede Purnama Mahendra Arta, mengatakan siap bersinergi untuk bersama berjuang membangun visi NTB Gemilang. Oleh karenanya, ia berjanji akan merumuskan dan melaksanakan program-program yang berkaitan dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat.

“Program kemasyarakatan ini yang harus dapat dirasakan oleh masyarakat dengan kehadiran PERADAH dan organisasi pemuda lainnya selain isu toleransi yang harus terus diperkuat,” tegas Gede Purnama.

Sebelumnya, Loka Sabha ke-VI DPP Peradah diharapkan dapat melahirkan pemimpin dan pengurus menghasilkan program kerja yang dapat bersinergi dengan Pemprov NTB. Sehingga  fokus memberikan kontribusi untuk menyukseskan program NTB Gemilang, demi kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGAPemprov NTB Ajak Peradah Bersinergi Dukung NTB Gemilang

Apalagi visi misi Peradah fokus pada leadership dan enterpreneurship, sejalan dengan program strategis Pemrov. NTB. Pengembangan membangun SDM dan wirausaha dengan penguatan UMKM.

jm




Menyongsong Munas IKA Unram, Ini Kata Alumni

MATARAM.lombokjournal.com

Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) direncanakan akan digelar secara hybrid pada 29-30 Mei 2021.

Berbagai persiapan telah dilakukan panitia mengyongsong Munas yang digelar empat tahun tersebut.

Ketua Panitia Munas IKA Unram, Lalu Athari Fathullah menjelaskan kegiatan Munas akan dilaksanakan secara offline sesuai protokol kesehatan  mengingat masih Pandemi Covid-19.

Menurutnya, selain evaluasi dan perencanaan program ke depan, dalam Munas juga akan dilaksanakan pemilihan Ketua Umum dan jajaran kepengurusan IKA Unram untuk periode 2020-2024.

Athar mengatakan pendaftaran ketua umum saat ini belum dibuka. Panitia katanya masih melakukan persiapan.

“Kita berharap banyak alumni yang ikut ambil bagian untuk ramaikan Munas nanti, sebagai wujud kepedulian alumni terhadap almamater,” ujarnya, selasa ( 21/4 ).

Dijelaskan, nantinya panitia SC dan OC akan membuka pendaftaran calon ketua umum sesuai AD/ART dan PO organisasi.

“Organisasi ini adalah organisasi guyup, jadi membutuhkan figur yang sukarela untuk melakukan pengabdian sesuai tridharma perguruan tinggi,” jelasnya.

Sementara itu Alumni Fakultas Hukum Unram yang juga masuk dalam IKA Unram Jabodetabek, Didi Aulia Harahap, mengatakan IKA Unram ke depannya harus dapat mandiri untuk setiap kegiatan. Dia berharap dapat melakukan crowdfunding atau urunan dana yang mampu sukseskan setiap kegiatan.

“Kerjakan sesuai kemampuan dan libatkan sebanyak banyaknya alumni yang bisa membantu. Mulailah dengan crowdfunding yg akuntabel karena IKA ini harus punya uang buat jalan,” ujarnya, Senin, 19 April 2021.

Dia juga berharap IKA Unram memiliki banyak cabang yang dapat diakses alumni. Juga memiliki big data yang mudah diakses.

“(Berharap) punya sekretariat di Unram dan di kota-kota cabang yang bisa diakses. Kembangkan sistem digitalisasi dan buatlah big data yang aksestable untuk pengembangan potensi alumni,” katanya.

D.A Malik, Alumni Unram yang kini menjadi pengacara sukses mengucapkan terimakasih terhadap kepemimpinan IKA Unram Sirra Prayuna. Dia mengatakan, di kepemimpinan Sirra, IKA Unram dapat melejit di tingkat nasional.

“Yang pertama atas nama pengurus kami ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada pengurus dan semua pihak yang telah membantu proses dinamika IKA Unram,” ucapnya.

“Terimakasih pada kepemimpinan Ketum IKA Bapak Sirra Prayuna. IKA sudah bisa dibawa ke tingkat nasional dan telah disejajarkan dengan alumni-alumni di seluruh perguruan tinggi negeri se-Indonesia,” katanya.

Dia berharap pemilihan Ketum dalam Munas IKA Unram bisa menjadi regenerasi yang melahirkan profesional dan progresif yang dapat membawa IKA memiliki jaringan luas.

“Tentu untuk proses pemilihan IKA nantinya perlu regenerasi kepimpinan IKA Unram dengan melibatkan rekan-rekan muda yang profesional dan progresif serta memiliki jejaring luas,” ujarnya.

Dia berharap semua pihak dapat bersinergi dalam mengelola IKA Unram dan menyukseskan Munas tahun ini.

Panitia Harus Terbuka

Berbeda dengan yang lain, alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram, M. Fihirudin, meminta Panitia Munas IKA Unram, meminta agar panitia lebih terbuka mengumumkan pendaftaran bakal calon dan mekanisme lainnya.

“Kita meminta panitia secara terbuka membuka pandaftaran bakal calon, persyaratannya seperti apa dan mekanisme pemilihannya. Siapa saja yang memiliki hak suara penuh,” tegas Fihir.

Direktur Lombok Global Institut (Logis) ini mengatakan suksesnya Munas IKA Unram ada pada keterbukaan dan transparansi panitia. Dia berharap panitia tidak menjadikan Munas ini sebagai ajang yang disebut “jual karcis”.

“Jangan sampai kesannya panitia Munas menjual karcis ke bakal calon seperti Munas IKA sebelumnya,” cetusnya.

Kendati demikian, Fihir berharap Munas IKA Unram pada 20-30 Mei mendatang dapat melahirkan sosok yang mampu membawa IKA Unram lebih maju dan progresif. Dia berharap IKA tidak hanya dijadikan kekuatan politik semata, namun bisa menjadi wadah untuk pengabdian kepada masyarakat.

Setali tiga uang dengannya, mantan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Unram periode 1993 – 1994 dan 1994 – 1995, Muhammad Ihwan alias Iwan Slenk, berharap Munas tahun ini berjalan lancar sesuai mekanisme.

“Sebagai alumni kami hanya berdoa dan berharap agar perhelatan tersebut berjalan dengan baik sesuai mekanisme yang telah diatur dalam AD/ART dan PO organisasi,” katanya.

Dia berharap pemimpin baru dapat menjalankan estafet kepemimpinan sebelumnya.

“Tentu berharap juga lahir pemimpin baru yang bisa menjalankan estafet kepemimpinan selanjutnya,” katanya.

Pengacara PBNW ini mengaku tidak tahu banyak tentang IKA Unram. Namun dia berharap IKA dapat bermanfaat di khalayak.

“Saya tidak banyak paham tentang IKA Unram ini, karena setelah tamat lalu bayar uang alumni terus selesai, gak ada kontak atau komunikasi dengan IKA walaupun sampai hari ini masih mengantongi KTA IKA,” katanya.

“Mudahan saja ke depan IKA Unram ini bisa memiliki manfaat guna bagi alumni sendiri, juga bagi Unram dan bagi masyarakat secara luas,” ujarnya.

Iwan menambahkan, “Jangan seperti yang sudah-sudah, alumni saja gak tahu apa saja kegiatan, program yang sudah dibuat dan dilaksanakan oleh IKA Unram ini. Yang kami kenang hanya ada nama IKA Unram, kemudian kami juga tahu bahwa kami juga bagian dari anggotanya, selain itu tidak ada,” ujarnya.

Basri Mulyani, alumni Unram yang kini menjadi Dekan Fakultas Hukum UGR ini, mengatakan momentum Munas nanti dapat digunakan kampus untuk tiga hal:

(1) Mengetahui stakeholder satisfaction, dalam hal ini lulusan, terkait dengan learning experiences yang mereka alami, untuk dijadikan alat evaluator kinerja institusi;

(2) Mendapatkan masukan yang relevan sebagai dasar pijakan pengembangan institusi, terkait dengan kemampuan bersaing, kualitas, dan working experiences lulusan yang bisa digunakan untuk menangkap kesempatan dan menanggulangi ancaman ke depan;

(3) Meningkatkan hubungan lulusan dan almamater, karena apabila dilihat dari pengalaman institusi-institusi pendidikan terkenal, ikatan lulusan dan almamater yang kuat akan banyak membawa banyak manfaat kepada almamater seiring dengan diakuinya kiprah lulusan di masyarakat.

“Jadi tidak boleh sembunyi-sembunyi harus terbuka dan calon Ketum harus jelas visi misinya dan yang penting harus paham apa visi misi Unram jangan sampai bertolak belakang,” ujarnya.




Pemprov NTB Ajak Peradah Bersinergi Dukung NTB Gemilang

Pemuda Peradah harus dapat memberikan kontribusi membangun UMKM yang bergerak di semua bidang usaha

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., mengajak Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH) Provinsi NTB untuk bersinergi, berperan serta dan memberikan kontribusinya untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Hal tersebut dikatakannya dalam acara Loka Sabha VI yang dilangsungkan di Gedung Rektorat Lantai III IAHN Pudja Mataram, Minggu (18/4/2021).

Gde yang mewakili Gubernur NTB berharap agar berbagai tahapan proses Loka Sabha ini dapat melahirkan pemimpin dan pengurus agar menghasilkan program kerja yang dapat bersinergi dengan Pemrov. NTB. Sehingga  fokus memberikan kontribusi untuk mensukseskan program NTB Gemilang, demi kesejahteraan masyarakat.

I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami menyampaikan selamat atas terselenggaranya LOKA SABHA (Konferensi Daerah) yang ke-6, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Peradah Provinsi NTB,” ucap Gede.

Apalagi visi mvisi Perada fokus pada leadership dan entrepreneurship, sejalan dengan program strategis Pemrov. NTB, yakni pengembangan SDM wirausaha dan penguatan UMKM.

Menurutnya, di NTB banyak event nasional maupun internasional. Jadi menghadapi itu pemuda Peradah harus dapat memberikan kontribusi untuk membangun UMKM, yang bergerak disemua bidang usaha.

“Jadi, jiwa usaha ini harus dibangun dan dilatih, agar menjadi entrepreneurship,” ajak Gede.

Selain itu, Ia juga menjelaskan bahwa dalam setiap organisasi, pengurusnya dilatih untuk memiliki jiwa leadership. Menjadi seorang pemimpin harus komplit, tidak hanya cerdas saja, tapi memiliki kepedulian dan membangun komunikasi dengan semua pihak.

“Disamping itu rasa percaya diri dan tetap teguh pada keyakinan dan kebenaran,” tegasnya.

Di era globalisasi dengan kemajuan dan perkembangan teknologi IT, semua orang dituntut mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi. Era revolusi 4.0 saat ini, persaingan yang kompetitif terjadi pada semua lini dan sendi kehidupan. Sehingga menghadapi itu semua butuh keyakinan, keimanan dan ketakwaan. Ini yang menyempurnakan semuanya.

Sebagai penutup, Gede menyampaikan, “Ingat, menjadi pemimpin adalah teladan. Apa yang dilakukan pemimpin akan menjadi contoh bagi masyarakat,”.

BACA JUGA:

Senada dengan hal tersebut, Ketua PHDI NTB, Ida Made Santi Adnya SH.,MH., menuturkan bahwa dewasa ini program pemerintah provinsi maupun pusat sedang getolnya membangun ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.

“Maka Peradah harus melihat ini sebagai peluang, untuk mendukung, dan bersinergi untuk mensukseskan program pemerintah,” katanya.

Ini sejalan dengan prioritas Peradah, harus dimanfaatkan benar oleh pemuda, sebagai upaya mendorong jiwa kewirausahaannya.  Untuk membangun generasi Hindu di masa IT dituntut memiliki jiwa kreatif dan inovatif.

“Sehingga harus fokus menciptakan lapangan kerja, harus cerdas, pandai mencari peluang, terampil dan mengusai teknologi,” tegasnya.

Begitupun, terpilihnya pemimpin yang dapat membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Menjadi agent of change, dengan membawa perubahan bagi kebaikan bangsa dan negara.

“Namun, pemimpin yang dilandasi dengan dharma bakti dan ahlak yang baik,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Peradah Indonesia, I Gede Ariawan S.IP.,M.IP mengakui bahwa walaupun di tengah pandemi, Loka Sabha masih dapat dilaksanakan, walaupun terbatas tapi tidak mengurangi esensi kegiatan.

Peradah merupakan satu-satunya ormas pemuda Hindu yang diakui pemerintah. Pengurusnya ada di 32 provinsi. Sesuai Munas 2018, ada 117 cabang kab/kota serta 250 komisariat di kecamatan/desa se-Indonesia.

Sehingga Peradah dituntut untuk tetap membangun sinergi dengan semua pihak. Termasuk dengan pemerintah dan organisasi hindu lainnnya.

Ia berharap Ketua Peradah Provinsi NTB, I Gede Purnama Mahendra Arta, bisa meneruskan program terbaik dan membangun sinergi dan kompak memajukan organisasi.

“Terus fokus cetak pemimpin masa depan dan wirausaha muda,”mengakhiri sambutannya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Perwakilan anggota DPRD Kota Mataram, perwakilan Pemkota Mataram, Plt. Rektor IAHN, Kabid Bimas Hindu Kanwil Depag NTB, Tokoh PHDI NTB, tokoh agama Hindu, pemuda Hindu dan peserta Loka Sabha se-NTB.

edy@diskominfotikntb




Cinta Alquran, Indikator Kedekatan Hamba dengan Allah SWT

Alquran akan menjadi syafaat kelak di akhirat bagi mereka yang membacanya

MATARAM.lombokjournal.com

Alquran lebih tinggi daripada kalam lainnya. Membaca, mengamalkan, dan mengajarkan Alquran itu lebih utama daripada segalanya.

Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Ali bin Thalib, barangsiapa yang mempelajari Alquran maka ia telah menyimpan ilmu kenabian dalam kepalanya.

Sahal Tusturi mengatakan, “Tanda tanda cinta kepada Allah SWT adalah tertanamnya rasa cinta terhadap Alquran di dalam hati.”

Diterangkan dalam Syarah Al-Ihya bahwa di antara golongan orang yang mendapat naungan Arsy Ilahi ketika hari kiamat yang penuh ketakutan adalah orang yang mengajarkan Alquran kepada anak-anak dan orang yang mempelajari Alquran ketika anak-anak dan selalu membaca hingga masa tuanya.

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Dari Utsman bin Affan, Baginda Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, dari Kitab At-Targhib).

BACA JUGA:

Wagub NTB: Generasi Muda Harus Cinta Al Qu’an

Syekh Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi, dalam kitabnya Fadhilah Amal menjelaskan tentang faedah hadits tersebut, dalam sebagian besar kitab, kata dia, hadits ini diriwayatkan dengan menggunakan huruf (waw artinya dan) sebagaimana terjemah di atas.

Maka keutamaan yang disebutkan menurut terjemah di atas diperuntukkan bagi orang yang belajar Alquran “dan” selepas itu mengajarkannya kepada orang lain. Namun, dalam beberapa kitab lainnya ada yang diriwayatkan dengan menggunakan huruf (aw maknanya atau).

Sehingga apabila diterjemahkan akan memiliki arti, “yang terbaik adalah yang belajar Alquran atau yang mengerjakan Alquran.” Masing-masing dari keduanya memiliki kebaikan dan keutamaan tersendiri.

Alquran, kata, Muhammad Zakariyya merupakan inti agama. Menjaga dan menyebarkannya berarti menegakkan agama, Sehingga sangat jelas keutamaan mempelajari dan mengajarkannya meskipun bentuknya berbeda-beda.

Derajat yang paling sempurna dalam mempelajari maksud dan kandungannya. “Derajat yang terendah adalah hanya mempelajari bacaannya saja,” katanya.

Hadits di atas yang disampaikan (Dari Sayyidina Utsman bahwa Baginda Rasulullah mengatakan sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya) ini dikuatkan dengan hadits mursal yang diriwayatkan oleh Syekh Said bin Sulaim yaitu Baginda Rasulullah bersabda.

BACA JUGA:

“Barangsiapa yang telah mempelajari Alquran tetapi ia menganggap bahwa orang lain yang diberi kelebihan lain (kenikmatan dunia) lebih utama dari nya berarti ia telah meremehkan nikmat Allah yang dikaruniai kepadanya.”

Hadits mursal adalah hadits yang diriwayatkan  seorang tabiin, dari Rasulullah SAW tetapi tanpa menyebut perawi sahabat.

Rs

(sumber: Republika)