Munculnya berbagai masalah di masyarakat seperti berbagai tindakan kriminal dan memalukan adalah akibat dari kelakuan orang tidak terdidik. Masalah seperti korupsi, kolusi dan nepotisme masih saja terjadi di tengah semakin tingginya pendidikan warga negara Indonesia, mengapa demikian?
Orang Pintar Belum Tentu Terdidik
Banyak orang yang telah menempuh Pendidikan tinggi, hingga bergelar doctor atau bahkan professor, nyatanya belum tentu mampu mengubah kelakuan seseorang.
Mungkin sekolah tinggi di Indonesia telah berhasil menghasilkan orang-orang pintar namun tidak terdidik. Buktinya masih banyak penjahat yang bergelar sarjana bahkan professor yang harus mendekam di penjara.
Pola pendidikan formal di Indonesia memang hanya mengajarkan bidang keilmuan pengetahuan dan teknologi saja yang membuat orang semakin pintar. Namun sayangnya, dalam hal budi pekerti yang membuat orang menjadi terdidik tidak diajarkan. Dari situlah sebabnya mengapa orang pintar masih banyak yang melakukan tindakan memalukan seperti korupsi.
Mungkin memang hanya di Indonesia mantan narapidana korupsi masih bisa dijadikan pemimpin sebuah instansi. Hal ini bukankah seharusnya menjadi hal yang memalukan bagi semua pihak, padahal masih banyak orang yang terdidik di luar sana tapi tidak dipilih.
Revisi Sistem Pendidikan Formal Bisa Jadi Solusi
Jika sistem pendidikan formal di Indonesia segera di revisi dengan mementingkan proses tidak hanya hasil, akan mencetak orang-orang terdidik. Bagi orang yang terbiasa dididik dengan melihat hasil saja memang tidak akan mempedulikan bagaimana cara atau proses mendapatkannya. Tidak peduli cara benar atau tidak yang ditempuh yang penting hasilnya sesuai dengan yang diinginkan.
Di situlah letak kesalahan sistem di negeri ini, yang membiarkan anak didiknya menggunakan segala cara untuk memperoleh hasil yang ditargetkan. Padahal cara yang ditempuh seharusnya juga masuk ke dalam penilaian apakah caranya benar atau caranya salah. Dengan demikian artinya memperhatikan proses untuk memperoleh hasil yang diinginkan.
Impact dari sistem pendidikan yang mementingkan proses adalah lahir orang-orang pintar yang terdidik, bukan orang pintar yang sok pintar. Jika Indonesia mampu mengubah sistem pendidikannya menjadi seperti ini, maka bukan tidak mungkin jika Indonesia akan bersih dari korupsi.
Saatnya semua pihak berjuang dan mewujudkan Indonesia bersih dari korupsi melalui bidang pendidikan. Pendidikan bisa dimulai dari usia dini di rumah, orang tua di rumah harusnya juga berusaha menciptakan calon orang terdidik bukan hanya orang pintar.***
Bahasa Indonesia Mulai Terkikis
Zia Ulhaq, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram
Bahasa Indonesia merupakan perwujudan atas kesadaran dan keunggulan yang dimiliki oleh bangsa yang bernama bangsa Indonesia.
Namun sayang, agaknya di era sekarang ini, kesadaran bangsa kita untuk terus membudayakan bahasa Indonesia di kehidupan sehari-hari mulai terkikis, alias dilupakan oleh penutur aslinya (rakyat Indonesia). Ironisnya, yang penulis lihat saat ini malah menunjukkan bahwa bahasa asing seringkali kita gunakan dalam percakapan sehari-hari, meskipun tidak ada yang melarangnya.
Padahal kalau kita kembali pada hakikat dari sumpah pemuda yang sudah diikrarkan pada tanggal 28 Oktober tahun 1928 silam, pada kalimat ke-3 yang berbunyi “KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA” sudah menjadi titik terang bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan di Indonesia, negeri kita. Tetapi kini hakikat bahasa Indonesia sebagai persatuan antara bahasa Indonesia dengan kita seakan sudah tenggelam di lautan yang dalam.
Maka dari sinilah, penulis sangat “bersedih” ketika melihat nasib bahasa Indonesia di era sekarang ini. Alasan kesedihan penulist erdukung ketika penulis melihat di kehidupan sehari-hari, banyak kaum muda yang bangga menggunakan bahasa asing dibandingkan menggunakan bahasa kita sendiri.
Bahkan tidak hanya itu, banyak para elit-elit negeri ini yang lebih suka berbahasa asing “inggris” daripada berbahasa dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Begitu juga media-media komersial yang ada di tanah air inijuga seringkali memberikan kita “suplai makanan” bahasa dengan istilah asing dari pada mencari khazanah bahasa negeri kita sendiri.
Kalau benar bahwa penggunaan bahasa Indonesia di negara Indonesia semakin hari semakin terkikis, maka memang benar sebuah teori yang disampaikan oleh Kloss, bahwa ada tipe utama kepunahan bahasa, salah satunya dikarenakan ada sebuah pergeseran Bahasa. Artinya, bahasa tersebut telah menyerah pada pertentangan budaya modern.
Mungkin saja bahasa Indonesia kini sudah mengalami pergeseran bahasa dengan budaya modern, karena bahasa adalah budaya. Artinya, bahasa Indonesia seakan sudah kalah dengan bahasa lain yang jauh lebih “modern” dari bahasa Indonesia. Maka seumpama kita berandai-andai saja, dimana para bapak bangsa kita yang telah memperjuangkan bahasa Indonesia masih hidup, saya sangat yakin mereka akan sangat kecewa dengan kondisi ini.
Jika dikatakan pergesaran bahasa tentu sangat dekat dengan kondisi sekarang ini, karena di era sekarang ini mau tidak mau percaturan budaya (bahasa) sangat luar biasa. Dan sangat memungkinan kalau bahasa Indonesia akan semakin mendekati kepunahan karena kalah dalam percaturan budaya.
Jika situasi ini terus berlanjut, maka jelas kebanggaan akan budaya (bahasa) sendiri akan tenggelam alias akan hilang dan musnah. Sebab kebudayaan dalam tulisan ini diwakili oleh bahasa.
Jika untuk mengamalkanya dalam berkehidupan saja, masyarakat Indonesia enggan atau bahkan malu menggunakan bahasa Indonesia, maka tak ayal lagi, kebudayaan (bahasa) Indonesia tak kira sudah semakin terkikis.
Memang tidak bisa di pungkiri, keberadaan negara maju dengan kemajuan globalisasi dan tren akan semakin membawa budaya bahasanya di tanah air kita. Namun jangan lantas masyarakat Indonesia terjebak atas globalisasi tersebut sebagai proyek meratakan bahasa.
Karena itu di era globalisasi ini bahasa Indonesia selain harus berkembang juga harus dilestarikan oleh kita. Melestarikan, Menjaga dan Mencintai Bahasa Indonesia Dari masalah diatas, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk tetap melestarikan, Menjaga dan mencintai bahasa Indonesia sampai kapanpun.
Maka menurut Muhibah (2009) bangsa kita perlu kembali pada fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, karena fungsi itu akan menghasilkan dua hal yaitu:
Sikap kebanggaan bahasa; sikap bangga bahasa Indonesia akan muncul ketika ada perasaan yang mendukung bahwa Indonesia dapat mengungkapkan konsep rumit secara cermat dan isi hati yang sehalus-halusnya.
Sikap kesetiaan bahasa: sikap kesetiaan terhadap bahasa Indonesia terlihat ketika sesorang lebih suka menggunakan bahasa Indonesia saat melakukan berbagai kegiatan dan komunikasi dengan antar golongan, dan bersedia untuk menjaga bahasa Indonesia agar tidak terpengaruh dengan bahasa asing secara berlebihan.
Dari sikap kedua tersebut apabila dari masing-masing individu mampu menerapkan hal tersebut, maka akan dengan mudah kita menjaga bahasa yang kita miliki dan akan terkurangi juga resiko kepunahan dan terkikisnya bahasa Indonesia.
Tetapi yang jelas pentingnya sebuah keutuhan bahasa Indonesia dan lestarinya bahasa Indonesia tidak mungkin lepas dari peran masyarakat Indonesia. Mengingat hal ini merupakan sebuah manajemen untuk tetap melastarikan bahasa Indonesia sampai kapan pun.
Mengakhiri tulisan ini, kita perlu merenungi bahwa terkikisnya bahasa Indonesia sekarang ini di sebabkan karena kita telah terhipnotis dengan budaya modern (bahasa asing). Kalau tidak segera disadarkan, takutnya ini menjadi ancaman bagi keberadaan bahasa Indonesia kedapanya.
Sehingga perlu pembenahan sejak dini untuk menanamkan rasa cinta terhadap bahasa resmi negara kita yaitu bahasa Indonesia.
Demikian pula sebuah perlindungan terhadap Bahasa Nasional dengan langkah menertibkan undang-undang bahasa juga sangat diperlukan sekali, agar generasi muda tidak semakin meninggalkan bahasa tanah airnya.
Semoga dengan tulisan ini (kita) seluruh masyarakat Indonesia kembali menggunakan bahasa Indonesisa dengan benar, dan semakin mencintai bahasa Indonesia. Karena kita dan bahasa Indonesia adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.***
Pendidikan Daring di Masa Covid-19
Sefyandi, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sudah lebih dari satu tahun terakhir ini, berdampak terhadap perubahan aktifitas belajar-mengajar.
Tak terkecuali di negeri ini, sejak priode Maret 2020 aktifitas pembelajaran dilakukan secara daring (online learning) menjadi sebuah pilihan dan keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 semakin meluas.
Praktik pendidikan secara daring (online learning) ini dilakukan oleh berbagai tingkatan jenjang pendidikan sejak tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Tidak ada lagi aktifitas pembelajaran di ruang-ruang kelas sebagaimana lazim dilakukan oleh tenaga pendidik: guru maupun dosen. Langkah yang tepat namun tanpa persiapan yang memadai.
Akibatnya banyak tenaga pendidik yang tidak siap menghadapi perubahan drastis ini. Sementara itu, tidak ada cara lain untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 selain dengan membatasi perkumpulan manusia dalam jumlah yang banyak.
Pemerintah pun membatasi perkumpulan, maksimal 30-40 orang. Itupun dengan mematuhi protokol kesehatan yang sangat ketat: penggunaan masker, menjaga jarak minimal 1,5 meter, mencuci tangan memakai sabun.
Hal ini didasarkan pada pendapat para ahli kesehatan di seluruh dunia setelah mereka melakukan riset atau penelitian bagaimana cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Kegagapan pendidikan daring
Area sekolah, sebagai ruang belajar mengajar antara murid dengan guru, mahasiswa dengan dosen pun pada akhirnya dilarang melakukan kegiatan proses belajar mengajar secara langsung atau luring. Sebagai gantinya kegiatan proses belajar mengajar di lakukan secara daring.
Perubahan yang signifikan ini terjadi tanpa adanya persiapan yang memadai sebelumnya, akibatnya banyak tenaga pendidik yang tidak siap untuk menghadapi peruban tersebut. Hal ini pun diakui oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.
Nadiem berpendapat, “kita harus jujur proses adaptasi ke online learning juga sangat sulit. Paling tidak masih ada pembelajaran terjadi daripada sama sekali tidak ada pembelajaran”.
Statemen pelipur lara, ketimbang langkah cepat menyiapkan infrastruktur.
Sayangnya hingga memasuki tahun ajaran baru ini pun belum nampak gerak revolusioner dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan maupun jajaran kementeriannya dalam menyiapi sarana-prasarana pembelajaran daring.***
RA Kartini Pelopor Dunia Pendidikan
MARLINA, mahasiswa Prodi Admiiniistrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universita Muhammadiyah Mataram
Tanggal 21 April kita sudah memperingati hari lahirnya Raden Ajeng Kartini atau disingkat R.A Kartini. Bahkan kita juga ikut turun ke jalan guna membagi bunga untuk memperingati hari lahirnya R.A Kartini, Hadir saat itu Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ummat pada hari Kamis, 10 April 2021 sebelum hari lahirnya R.A Kartini.
R.A Kartini dikenal sebagai sosok seorang pahlawan nasional yang berjuang membela hak-hak kaum perempuan untuk memperoleh kebebasan, terutama dalam dunia Pendidikan. Sebagai seorang perempuan kita didorong mampu memperjuangkan hak-hak seperti yang dilakukan oleh R.A Kartini.
Menanamkan sikap kebebasan di dalam diri kita sebagai seorang perempuan yang tangguh, perempuan yang mampu melawan dalam garis perjuangan, bukan hanya sebagai wacana tetapi mampu untuk kita pertanggungjawabkan.
Seperti salah satu contoh kasus yang tejadi di bulan Mei kemarin, seoarang gadis perempuan yang terkenal dengan keberaniannya berusia 19 tahun yang bernama Angel yang ikut bergabung dengan para pengunjuk rasa dalam kudeta di Myanmar, ia tewas terbunuh oleh tembakan yang ada di kepalanya.
Dari kasus tersebut kita sudah mengetahui, dia melakukan itu semua bukan karena ingin bergaya, bukan juga ingin dikenang oleh banyak orang. Melainkan jiwanya terpanggil dan bahkan dia berada di garda paling depan.
Karena itu, kita sebagai seorang perempuan harus mampu menanamkan kebebasan di dalam diri kita, agar kita tidak dipandang lemah. Sejatinya seorang perempuan juga mampu menjadi pemimpin buat orang lain.
Karena Perempuan juga berhak mempertahankan hak dan kebebasan yang ada didalam dirinya, jika hak dan kebebasan itu direngut oleh orang lain.
Maka kita berhak melakukan tindakan Emansipasi, bahwa kebebasan dan kesejahteraan dalam diri perempuan harus dikembalikan.
Bukti nyata, seseorang perempuan pernah menjadi seorang pemimpin pada masa pemerintahan ibu Megawati, yang menjadi sosok seorang pemimpin yang tangguh, berani, dan mampu membawa perubahan didalam dirinya dan orang lain.
Karena itu, kualitas perempuan tidak seperti laki-laki, sebab dari sejarah pun perempuan memang selalu dibatasi. Bahkan seseorang perempuan tidak boleh menjadi sosok pemimpin, bearti kebebasan di dalam dirinya secara tidak sadar dibatasi oleh permasalah tersebut.
Dan saya kadang-kadang berpikir, apakah perempuan tidak bisa menjadi seorang pemimpin? Dan apakah hanya para laki-laki yang bisa memimpim seorang perempuan? Apakah mereka merasa tersaingi oleh sosok perempuan?
Karena pada dasarnya perempuan juga berhak mendapatkan kebebasan atas dirinya.Karena kunci dari kesuksesan seorang perempuan adalah kerja keras, komitmen, dan tetap konsisten serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berbaur sesaat.
PR terbesar bagi saya sendiri dan beserta perempuan lainnya adalah memperbaiki kualitasnya melalui membaca, berdiskusi, dan menulis. Karena dengan cara itulah kita mampu menjadi sosok perempuan yang akan menuntut terhadap keadilan dan kebenaran untuk mengikuti perjuangan dari R.A Kartini.
Saya sendiri merasa bangga karena ditakdirkan sebagai seorang perempuan.***
Dampak Puasa Bagi Kesehatan
Raudatul Jannah, mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Fakultas Fisipol, Universitas Muhammadiyah Mataram
Puasa menurut syariat Islam adalah amalan ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum atau perbuatan buruk lainnya dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.
Selama berabad-abad, puasa merupakan salah satu ritual yang dijalani oleh sebagian masyarakat untuk memenuhi tuntutan agama atau tradisi. Bagi umat Islam, puasa merupakan sebuah ibadah yang wajib dijalani tiap hari selama bulan Ramadhan.
Seperti yang kita ketahui, puasa itu memiliki banyak keutamaan, salah satunya diampuni dosanya, doanya tidak akan di tolak dan akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu ketika berbuka dan sahur.
Tidak hanya memiliki keutamaan, berpuasa juga sangat baik bagi kesehatan kita yaitu secara psikis puasa dapat menanggulangi stres dan depresi untuk beberapa orang karena mereka belajar untuk mengendalikan diri. Selain itu, setelah beberapa hari berpuasa tubuh akan mengalami peningkatan endorfin dalam darah yang memberikan perasaan sehat secara mental.
Tidak hanya secara psikis, secara fisik berpuasa juga sangat bermanfaat yaitu, dapat mengontrol gula darah, mengurangi peradangan, meningkatkan kesehatan jantung, dapat meningkatkan kesehatan otak kita dan dapat menurunkan berat badan jadi, bagi yang ingin menurunkan berat badan maka lakukanlah dengan berpuasa.
Pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2015, menemukan bahwa puasa dapat membantu menurunkan berat badan hingga 7% dan menurunkan lemak tubuh hingga 5kg. Pada saat puasa, terdapat perubahan sumber utama yang digunakan untuk pembentukan energi dari glukosa menjadi lemak. Penggunaan lemak yang diubah menjadi energi dapat membantu menurunkan berat badan.
Selain itu berkurangnya asupan cairan selama berpuasa juga mempengaruhi penurunan berat badan. Penurunan berat badan dapat mempengaruhi penurunan kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.
Namun, penurunan berat badan selama berpuasa dapat diperoleh kembali dengan cepat sehingga perlu konsisten melakukan perubahan gaya hidup untuk menjaga berat badan tetap normal dalam jangka yang panjang. Dalam diet puasa, pada saat berbuka, kita perlu membatasi asupan kalori yaitu hanya sekitar 500-600 kalori saja.
Namun, selain memilik manfaat berpuasa juga dapat berbahaya bagi kondisi kita jika kita tidak sahur atau saat kondisi tubuh kita tidak sehat. Dan resikonya dapat menyebabkan tekanan darah rendah atau hipotensi dan juga dapat menyebabkan gangguan fungsi kekebalan tubuh.
Jadi berpuasa memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan kita baik secara psikis atau fisik, dan tidak hanya bermanfaat, berpuasa juga ada bahayanya jika kita tidak bisa menjaga kondisi kita dengan benar***
Terpisah, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IKA Unram, Sirra Prayuna mengatakan Jadi pengurus IKA itu musti kreatif agar tidak semata mata menggantungkan pada sumbangan.
Apalagi dengan kondisi pandemi saat ini, sulit berharap pada sumbangan konvensional lagi. Biasanya yang jadi Ketum Ikatan Alumni dimana mana, maka yang sebaiknya yang jadi Ketum IKA secara finansial di level cukup agar tidak membebani organisasi.
Problem IKA saat ini terkait mengintegrasikan program kampus, misalnya soal Akreditasi perlu dibicarakan lebih lanjut mengingat IKA ini organisasi yang karakternya guyup yang tidak punya kewajiban pertanggungjawaban secara struktural ke institusi Universitas Mataram.
“Justru orang yang di IKA itu punya kesediaan mengabdi secaea totalitas baik pikiran, tenaga dan finansialnya dengan segala kelebihan yang dimiliki. Tidak cukup hanya bermodalkan semangat seperti Ormas karena karakteristik kelembagaannya berbeda,” ulas Sirra Prayuna.
Mengingat organisasi Alumni bersifat Guyup, maka diperlukan orang orang yg memiliki komitmen tinggi yang punya landasan kebathinan yang kuat mengabdi dan membesarkan kampus.
“Dan itu tidak cukup dengan hanya bermodalkan gagasan semata, contoh soal tehnologi. Ditengah pergeseran interaksi sosial di masyarakat,yang biasanya hidup bersilaturahmi/ sering bertemu, sekarang dengan tehnologi merubah kebiasaan tersebut. Zoom, webinar , video conference, dan lain lain salah satu akibat dari kemajuan tehnologi yang memperpendek interaksi ruang ruang sosial tersebut,. Tentu ada sisi positif dan negatifnya, Untuk diperlukan orang2. Untuk itu dibutuhkan orang orang yg memiliki gagasan inovatif kreatif memanfaatkan tehnologi sebagai salah satu basic perubahan sosial,” ulas Sirra .
Terkait Pemilihan Ketum IKA Unram, Sirra menambahkan dirinya menyambut baik ada orang-orang yang memiliki kesungguhan dalam membesarkan IKA Unram yang basisnya dalam kebersediaan mengabdi.
“Maka diksi yang dimunculkan bukan Kompetisi dalam pemilihan Ketum IKA mendatang. Basicnya kebersediaan mengabdi secara totalitas dalam memperkuat hubungan alumni dengan kampus, alumni dengan masyarakat, alumni dengan state,” tandas Sirra.
Sirra masih mempertimbangkan apakah maju atau tidak dalam pemilihan Ketum IKA mendatang.
Alasannya jika ada calon Ketum IKA yang lebih baik dari dirinya, ia siap dan legowo menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan.
“Kalau tidak aklamasi, saya tidak ingin berkompetisi untuk hal tersebut. Saya juga tidak mau ngoyo-ngoyo juga untuk maju. Karena di IKA ini ikhtiar saya hanya semata-mata jalan moral, yakni membesarkan Alumni dan Almamater agar dipandang dan bermartabat,” ujar Sirra Prayuna, Alumni Fakultas Hukum Angkatan 89 ini.
Diakhir rapat, ada hal yang unik dan menarik yakni, baik Sekjend IKA Unram maupun WR III Unram, Prof, Dr Hj Enny Yuliani menyampaikan amanat dan pesan yang harus disampaikan ke forum rapat dari kandidat calon Ketum PP IKA Unram yang hendak maju dalam bursa pemilihan di Munas IV IKA Unram mendatang.
Cukup Wibowo menyampaikan pesan lisan dari Andi Hadiyanto yang bertekad dan serius maju dalam pemilihan Ketua Umum IKA Unram. Pesan ini, lanjut Cukup merupakan penegasan sikap Andi Hadiyanto untuk berkompetisi dalam bursa pencalonan Ketum IKA Unram.
“Pak Andi mengutarakan maksudnya tersebut semata mata untuk memajukan IKA Unram agar lebih baik kinerja organisasi ke depannya,” papar Cukup menirukan pesan lisan dari Andi Hadiyanto.
Sementara itu WR III Unram mendapat pesan via ponselnya yakni dari Rosiadi Sayuti (Mantan Sekda NTB) yang mendukung dan mengajukan nama Ketua DPRD NTB, Baiq Isvi Rupaida untuk dicalonkan sebagai Ketum IKA Unram.
Pertimbangannya, dengan kapasitas yang dimiliki, roda organisasi IKA Unram bisa berjalan dengan baik.
Ketua IKA Fakultas MIPA Unram, Murzal Ghazali berharap agar IKA pusat memiliki sinergi dengan IKA kabupaten/kota dan juga fakultas. Karena menurutnya, ikatan alumni di fakultas justru tidak memiliki peranan.
“Terus terang siapa yang melantik IKA fakultas kami enggak tahu. Pada saat itu di MIPA yang mengeluarkan SK Dekan. Model seperti apa antara ikatan di fakultas dan di pusat? Karena yang paling banyak punya peran IKA pusat dan daerah,” ujarnya.
Sementara Sekretaris IKA FKIP, Dr Gito Hadiprayitno merefleksikan sejarah panjang IKA Unram. Sejak dulu dia mengatakan memang tidak ada yang berminat menjadi pengurus IKA. Banyak alumni fokus pada karier mereka masing-masing.
“Berangkat dari sejarah panjang Munas IKA, yang jadi penerus IKA memang tidak ada peminat. Tidak digaji dan bahkan keluarkan biaya sendiri,” katanya.
Untuk itu, dia berharap IKA Unram saat ini dapat berubah dan berinovasi. Dia berharap pengurus IKA ke depan tidak berpaku pada program lama.
“Melihat perkembangan yang ada sekarang arah dan orientasi kegiatan IKA memang harus berubah, tidak bisa berpatokan pada kegiatan lama,” ujarnya.
Karena faktanya, IKA sangat dibutuhkan universitas untuk mendongkrak akreditasi universitas. Sehingga IKA harus mampu tumbuh berinovasi untuk mendongkrak akreditasi.
“Karena IKA sangat dibutuhkan mendongkrak akreditasi bisa A. Ini harus jadi satu pandangan antara IKA baru harus satu visi dengan universitas. Kegiatan IKA harus memiliki kontribusi untuk akreditasi,” terangnya.
Beberapa masukan diberikan untuk kemandirian IKA Unram. Salah satunya adalah dengan membuat chanel ofisial youtube IKA dan memiliki banyak subscribe. Dia berharap pendapat Adsense youtube mampu membuat IKA mandiri.
“Official YouTube yang subscribe kita banyak. Kita tinggal pekerjakan dua tiga orang. Kita gaji mereka dari pendapatan YouTube. Jadi tidak perlu iuran,” tandasnya.
Selanjutnya Ketua IKA Fakultas Peternakan (Faterna), HL Makmur Said, memberikan masukan agar alumni pensiunan dapat didata. Itu kemudian dibuat sejenis kartu yang dapat memberikan mereka kemudahan di Taspen maupun keringanan pajak bumi dan bangunan.
“Kami punya alumni pensiunan. Kami menawarkan ketika berkumpul minta data,” ujarnya.
“Kami ingin pensiunan mau menjadi anggota. Kami punya syarat yang bisa kita pakai berhubungan dengan Taspen. Tinggal kita minta NIK. Kartu bisa sebagai pengganti KTP dan bisa mendapatkan pelayanan rumah sakit. Bahkan kami menawarkan untuk mendapatkan 50 persen PBB,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekjend IKA Unram, Cukup Wibowo, mengatakan tantangan IKA ke depannya adalah bagaimana bisa sejajar dengan universitas lain di Indonesia.
“Organisasi yang memiliki kesungguhan tidak mudah. Bagaimana Unram bisa sejajar dengan ITB gak gampang. Fakta objektif kami memerlukan alasan untuk sejajar,” imbuhnya.
Dia berharap, di tangan pengurus baru nantinya, nama IKA Unram dapat besar dan tentu saja berguna bagi universitas dan bangsa.
MATARAM: Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) bersama Panitia Munas IKA Unram, menggelar rapat pembahasan rencana kegiatan Munas IKA Unram, Selasa (11/05/21) di gedung Rektorat Unram, Kota Mataram.
Rapat dipimpin Sekjend IKA Unram, Cukup Wibowo dihadiri Wakil Rektor III Universitas Mataram, Prof. Dr. Ir. Hj. Enny Yuliani, Ketua Panitia Munas IKA Unram Lalu Athari Fathullah, Bendum IKA , Nasiva dan jajaran pengurus IKA Fakultas Unram lainnya.
Sekjen IKA Unram Cukup Wibowo mengatakan, Munas IKA Unram tahun ini akan menjadi perekat sinergitas antar alumni Unram ke depan.
“Saat ini sudah terbentuk juga IKA Unram perwakilan Gerbang Kertasusila di Jawa Timur dan di beberapa daerah lain juga akan dikukuhkan. Ini menunjukkan semangat sinergitas alumni Unram yang luar biasa,” kata Cukup Wibowo.
Dipaparkan, Munas IKA Unram akan dilaksanakan akhir Mei 2021 di Hotel Same, Kota Mataram. Diperkirakan kegiatan yang digelar akan dihadiri sekitar kurang dari 100 orang secara offline.
“Kita sudah koordinasi dengan Satgas Covid-19. Munas akan digelar di Hotel Same dengan menerapkan standar prokes yang ketat, jumlahnya juga kurang dari 100 orang,” ujarnya.
Wakil Rektor III Universitas Mataram, Prof. Dr. Ir. Hj. Enny Yuliani mengapresiasi kinerja pengurus IKA Unram.
Menurutnya, saat ini dalam empat tahun terakhir IKA Unram sudah memiliki pondasi yang kuat untuk pengembangan organisasi ke depan.
“Mengelola IKA Unram memang berat, tetapi pengurus saat ini sudah bekerja maksimal. Dan IKA Unram sudah punya pondasi yang kuat,” katanya sembari mengatakan agar Munas IKA Unram bisa terselenggara dengan baik.
Ketua Panitia Munas IKA Unram, Lalu Athari Fathullah menyampaikan, sejauh ini persiapan Munas IKA Unram sudah berjalan sekitar 65-70 persen.
Ia mengatakan, persiapan pematangan selanjutnya akan dikebut setelah hari raya Idul Fitri mendatang.
Terkait pendaftaran calon Ketum PP IKA Unram, Athari memastikan panitia akan membuka H – 10 sebelum Munas IKA berlangsung. Hal ini agar Calon Ketum IKA Unram memiliki waktu dan kesempatan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan pemilihnya.
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiayah Sakra timur mengadakan kegiatan Gebyar Berkah Ramadhan (GBR) dengan tema “Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membentuk generasi Islam”.
Kegiatan berlangsung tanggal 8-9 Mei 2021, di Pondok pesantren Darul Al Istiqomah NWDI Juet. Kegiatannya berupa lomba-lomba yang diikuti tiap perwakilan madrasah di kecamatan Sakra timur.
Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiayah Sakra Timur, Muhammad Rizwansyah, mengatakan program ini untuk mewadahi minat dan bakat para pelajar untuk percaya diri tampil menjadi depan.
“Tujuan program ini yaitu ajang melatih mental setiap pelajar untuk berani tampil di depan sebagai generasi,” katanya.
Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari Pimpinan Daerah IPNWDI, Perwakilan Pondok Pesantren dan OKP yang ada di Sakra Timur.
Kegiatan ini di sambut baik oleh pihak Pondok Pesantren, yang diwakili ustadz Ahmad Sya’roni.
Dikatakan, kegiatan seperti ini merupakan role model untuk memperlihatkan semangat para kader.
“Penanaman keorganisasian harus ditanamkan sejak dini sehingga para kader tataa’luqfilmasayaikh dan nahdliyah,” katanya.
Sedangkan dari pihak Pimpinan Daerah IPNWDI mengharapkan, kegiatan seperti ini terus dilanjutkan terutama tentang semangat keorganisasian dan public speaking.
Kegiatan ini bukan hanya lomba saja, tapi dirangkai dengan kegiatan ziarah makam, sharing season, buka bersama, sahur bersama sebagai bekal para pelajar yang ikut .
Gebyar Berkah Ramadhan resmi ditutup dengan pembagian hadiah bagi pemenang lomba. Kegiatan ini resmi di tutup oleh Dewan Pembina Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiayah Sakra Timur, Ustadz Abdullah.
Dalam penyampaian singkatnya dikatakan, semangat giroh perjuangan dan mengikuti kegiatan seperti GBR ini adalah ibadah. Diambil arti pada ayat hizib, yaitu Yaayyuhallazinaamanuwaamilussoliha merupakan ayat ruh perjuangan untuk terus semangat sebagai anjum-anjum NWDI.
“Dalam ayat hizib Yaayyuhallazinaamanuwaamilussoliha adalah ruh perjuangan. Organisasi adalah ibadah, tanamkan niat ibadah dalam setiap langkah berorganisasi,” tuturnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian hadiah kepada pemenang lomba dan pembagian sertifikat dan takjil.