Gubernur Zul Ajak Mahasiswa Aktif Berorganisasi

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), DR. H. Zulkieflimansyah mengajak mahasiswa aktif berorganisasi. Hal ini bertujuan agar melatih komunikasi publik mahasiswa sebagai sarana pembekalan diri berkarier di berbagai bidang.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, saat menjadi narasumber pada acara AIESEC In Trisaksi yang bertajuk “Recruitment 101: Walkthrough CV and Interview Hacks from HR Perceptio” secara daring, Minggu (06/06/2021).

“Komunikasi itu harus dilatih, ada orang yang IP nya 4 saja ketika disuruh berbicara ke audiens masih terbata-bata, apabila tidak pernah dilatih, tetapi jika anda berkecimpung pada dunia organisasi sejak selama menjadi mahasiswa anda akan dilatih untuk menyampaikan berbagai ide dan gagasan,” tutur Doktor Zul.

BACA JUGA: Bupati Djohan Singgung Pembangunan Kantor Bupati

Bang Zul menceritakan pengalaman semasa menjadi seorang mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Semasa menjadi mahasiswa, ia pernah menjabat sebagai Ketua Senat UI dan Ketua BEM UI.

Mengikuti berbagai organisasi menyadarkan bahwa sebuah perguruan tinggi adalah entitas replika bangsa Indonesia. Banyak orang dari berbagai daerah maupun negara berkumpul menjadi satu, berbagai fakultas dengan cara pandang yang berbeda.

“Perbedaan cara pandang tersebut dapat memperkaya batin, sehingga harus berhadapan dengan sesuatu yang beda cara pandangnya, bahwa memang pendidikan dan pengalaman merubah cara pandang orang, tugas kita bukan memenangkan suatu hal atau ide kita yang terbaik, tetapi orang punya cara pandang tersendiri ” ungkap Doktor Zul.

Bang Zul menilai bahwa dengan terjun di dunia organisasi menjadikan mahasiswa sebagai orang yang autentik. Yakni menjadi orang yang apa adanya, memiliki empati, kemampuan berkomunikasi dan membaca pikiran.

“Dalami dunia aktifis mahasiswa harus sepenuh jiwa, bukan dalam rangka kemampuan menulis CV atau keahlian dalam interview tetapi menyelami jiwa manusia itu penting, orang autentik selalu mempunyai kesinambungan perjalanan hidup dalam karir jauh lebih panjang,” tutur Gubernur.

BACA JUGATips dari Doktor Zul Agar Organisasi Awet

Ser@diskominfotikntb




Gubernur Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Finansial

LOBAR.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajarkan Pondok Pesantren (ponpes) memanfaatkan instrumen keuangan sehingga melek tentang ilmu keuangan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Provinsi NTB, DR. Zulkieflimansyah pada acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), Minggu (6/6/2021), di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri-Lombok Barat.

“Karena pengamatan kami, banyak tuan guru, santri-santri, hafal Al Qur’an, Hadist, melek ilmu agama tapi minim ilmu keuangan,” kata Doktor Zul.

BACA JUGATips dari Doktor Zul Agar Organisasi Awet

Sejak masih di DPR RI, Doktor Zul telah meminta OJK untuk mengajak para tenaga pengajar di bidang agama atau pondok untuk melek finansial. Karena menurutnya, jangan sampai banyak hak umat islam tidak dimanfaatkan secara optimal. Seperti wakaf dan bank wakaf.

“Ini yang harus kita pahami dan pelajari,” tutup Gubernur yang datang bersama isteri, Hj. Niken Saptarini Widyati.

BACA JUGA: Gubernur Zul Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nurul Hakim

edy@diskominfotik_ntb




Tips dari Doktor Zul Agar Organisasi Awet

LOBAR.lombokjournal.com

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diberkati dengan banyaknya pondok pesantren (Ponpes) yang berumur panjang. Sementara di belahan bumi yang lain, apalagi di tengah pandemi Covid-19, usia sebuah organisasi makin lama makin pendek.

Karena itu, Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc, memberikan tipsnya.

“Setelah diteliti ada rahasia dan tips organisasi berumur panjang,” ungkap Doktor Zul sapaan akrab Gubernur pada acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), Minggu (6/6/2021) di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri-Lombok Barat.

Pertama, karakternya sensitif atau adaptif terhadap perubahan lingkungan. Dalam hidupnya tidak monoton. Tidak hanya menjadi kiyai, tuan guru, tapi ada yang menjadi politisi, tentara atau polisi, asn, akademisi dan lain-lain.

BACA JUGA: Gubernur Zul Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nrul Hakim

“Selalu mampu membaca tanda-tanda zaman, saya senang Nurul Hakim punya karakter ini,” puji Doktor Zul.

Kemudian ciri ke-dua, memiliki personal identity atau ciri khas personal. Dari cara ceramah, membawa pengajian, ayat-ayat yang dibaca. Harus terus dipelihara.

Yang ke-tiga lanjutnya, tidak mematikan ide-ide yang beda dengan mainstream. Jadi tidak selamanya cara berpikir orang-orang dalam sebuah perkumpulan itu seragam.

“Kalau ada ide-ide yang berbeda sedikit, bisa jadi dapat memperpanjang organisasi, karena menghadirkan satu konstruktif, feedback bagi organisasi,” jelasnya.

BACA JUGABang Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Finansial

Dan yang ke-empat, konservatif insiment, tidak boros menghabiskan uang. Organisasi yang tidak pandai memelihara uang, cepat megah dan majunya tapi cepat juga hilang.

“Jadi kita perlu memiliki bendahara yang senang memelihara uangnya, jangan terlampau jor-joran,” pintanya.

Di tengah krisis ini, jelas Bang Zul, orang menghitung usia hidup sebuah organisasi atau perkumpulan sampai usia 1,5 tahun saja. Bahkan dengan era digital rata-rata usia perusahaan industri bertahan 2,5 tahun.

Namun dengan kemajuan ilmu pengetahuan sekarang, tingkat mortalitas manusia makin panjang. Jarang sekali yang meninggal di usia dini.

“TGH. Muharrar Mahfudz, sekarang umurnya 69 tahun, masih muda, kalau kita bandingkan dengan Mahatir Muhammad misalnya, umur 94 tahun masih bisa jadi Perdana Menteri lagi,” tutur Bang Zul.

edy@diskominfotik_ntb




Gubernur NTB Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nurul Hakim

LOBAR.lombokjournal.com

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), DR. Zulkieflimansyah mengapresiasi peran serta Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hakim yang turut mewarnai pembangunan daerah.

Ada yang berkiprah menjadi politisi, akademisi, polisi, tentara, pemerintahan, sektor usaha, UMKM dan terus berdakwah dengan membangun ponpes.

“Salah satunya, ada alumni Nurul Hakim yang menjadi anggota DPRD Provinsi NTB,” kata bang Zul sapaannya, saat menghadiri Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), Minggu (6/6/2021) di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri-Lombok Barat.

Bahkan, ada yang digadang-gadang akan menjadi calon Bupati Lombok Barat. Begitupun banyak anggota TNI maupun Polri di NTB merupakan alumni juga.

“Keberadaan Ponpes yang memiliki ribuan alumni di berbagai belahan dunia ini, telah mampu memberikan manfaat untuk kemaslahatan umat manusia,” pungkas Doktor Zul.

BACA JUGA: IKAPPNH Bersinergi Sukseskan Program Unggulan Pemerintah NTB

Sementara itu, Pengasuh Ponses TGH. Muharar Mahfuz mengatakan alumni Ponpes Nurul Hakim di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menekankan untuk ikut serta memberikan peran dan kontribusinya.

“Termasuk mampu menghadirkan ulama dan umarah untuk hadir di acara ini, bukti bahwa sinergi dan kolaborasi yang baik demi membangun daerah,” jelasnya.

BACA JUGA: Tips Gubernur Agar Organisasi Awet

Pendiri Ponpes Nurul Hakim juga mengapresiasi IKAPPNH, yang terus membangun silaturahmi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, TNI/Polri dan berbagai sektor dalam sendi kehidupan.

edy@diskominfotik_ntb




IKAPPNH Bersinergi Sukseskan Program Unggulan Pemerintah NTB

LOBAR.lombokjournal.com

Salah satu misi Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH) adalah terus bersinergi dan berkolaborasi mendukung setiap program unggulan Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal tersebut disampaikan Karman BM, ketua panitia acara, usai Halal Bihalal IKAPPNH di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri-Lombok Barat, Minggu (6/6/2021).

Diakuinya, berbagai program unggulan Pemerintah NTB sejalan dengan visi misi IKAPPNH, sehingga bisa didukung penuh proses eksekusinya. Salah satunya adalah program unggulan Beasiswa NTB.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Finansial

“Ini merupakan salah satu program untuk mencetak SDM yang berkualitas,” ucapnya pada acara yang dihadiri Gubernur NTB DR. H. Zulkieflimansyah, Kapolda NTB, Danrem 162, Sekda Lombok Barat, Pengasuh Ponses TGH. Muharar Mahfuz dan alumni se-dunia yang mengikuti secara daring.

Sehingga melalui beasiswa NTB, alumni Ponpes tak hanya paham segi keagamaan, namun juga dapat memahami secara luas tentang ilmu pengetahuan lain.

“Kami berharap adik-adik kami yang telah lulus dari Nurul Hakim dan memiliki kualifikasi diberikan ruang untuk menjadi penerima beasiswa,” kata Karman.

Dijelaskan Karman, rangkaian kegiatan ini dilakukan selama 2 hari, setelah halal bihalal, ada seminar Internasional di Ponpes Nurul Hakim, secara Hibrid dan live di platform media sosial.

BACA JUGAGubernur NTB Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nurul Hakim

Menghadirkan pembicara seperti Muhammad Syaroni Rofii, Ph.D (Dosen SKSG Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Alumni Marmara University Turki, Dr. Mohammad Mohiuddin (Mahi) – Founder Chairman, Global Philanthropic Planet (GPP) Foundation -Advisor, Islamic Economics Association, Kuwait University,  Tokoh Muda Palestina, CEO Palestinian Cultural Organization Malaysia  dan Dr. Ahmad Musaddad, alumni NH, tinggal di Makkah.

edy@diskominfotik_ntb




Konferensi Internasional FK Unram Bisa Hidupkan Pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. DR. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.  mendukung penuh konferensi internasional yang akan segera digelar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mataram (Unram). Meski digelar secara daring, namun kegiatan tersebut dapat memberikan “multiplayer effect” atau efek ganda khususnya bagi pariwisata NTB.

“Insya Allah untuk acara konferensi ini saya akan hadir, event ini tentu memberikan multiplayer effect yang sangat menjanjikan, bahkan NTB sebagai salah satu tempat yang sangat nyaman bagi para wisatawan maupun bagi pendatang yang hadir ke NTB,” pungkas Sitti Rohmi saat menerima audiensi FK Unram di Ruang Rapat Anggrek, Jum’at (04/06/2021).

Konferensi tersebut yakni “6th ORL-HN Oncology Conference” yang akan diadakan pada Tanggal 23-25 Juli 2021 dan “2th Global Health And Inovation Conference” yang akan diadakan pada tanggal 30-31 Juli 2021.

BACA JUGAFK Unram Barometer Kualitas SDM Kesehatan di NTB

Sementara itu, Dekan FK Unram, dr. Hamsu Kadriyan, Sp. THT-KL(K)., M.Kes menjelaskan, tujuan konferensi yang akan diadakan sebagai sarana berbagi kepada para tenaga kesehatan dan masyarakat.

“Event ini sebagai sarana berbagi pengetahuan, pengalaman mengenai penanganan di bidang penyakit THT dan berbagi mengenai global health, yakni penyakit yang bisa saja masuk ke NTB, salah satunya Covid – 19,” jelasnya.

Jika tidak pandemi, kegiatan ini akan berlangsung secara offline dan diikuti oleh seribu peserta dari berbagai negara. Hal ini akan memunculkan multiplayer effect bagi NTB, banyak hotel terisi, pariwisata ramai dikunjungi, tetapi pandemi Covid – 19 yang terjadi mengharuskan kegiatan secara online.

BACA JUGA; SMK Gemilang Karya, Tingkatkan Kualitas Sekolah Kejuruan

“Inilah kesempatan kita untuk mempromosikan NTB, sehingga nanti begitu pandemi Covid – 19 selesai harapannya akan banyak datang berbondong-bondong wisatawan ke NTB dari Indonesia maupun mancanegara,” tutup Dekan FK Unram.

Ser

diskominfotikNTB




FK Unram Barometer Kualitas SDM Kesehatan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mataram (Unram) sebagai barometer kualitas SDM kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dapat mencetak lulusan tenaga kesehatan yang memiliki kualitas dan berdedikasi tinggi dalam melayani masyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur NTB, DR. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. saat menerima audiensi Dekan FK Unram di Ruang Rapat Anggrek kantor Gubernur NTB, Jum’at (04/06/2021).

Audiensi tersebut dilakukan terkait akan diadakannya kegiatan 6’th ORL-HN Oncology Confederence dan 2’th Global Health And Inovation Conference pada Tanggal 23-25 Juli dan 30-31 Juli mendatang di Mataram.

DR. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

“Tenaga kesehatan, seperti perawat, bidan, dan dokter harus memiliki kualitas dan kompetensi yang sesuai standar kesehatan. Hal ini berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan,” ujar Sitti Rohmi.

Sitti Rohmi menuturkan, NTB terus berupaya dalam menopang pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pemerintah tidak dapat bergerak sendiri, diperlukan sinergitas bersama dalam memberikan kesejahteraan kesehatan bagi masyarakat.

“Untuk memperjuangkan kesehatan kita tidak bisa setengah-setengah dan dibutuhkan support dari bebagai stakeholder, tentunya peran tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam memberika pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Sementara itu dr. Hamsu Kadriyan, Sp. THT-KL(K)., M.Kes, Dekan FK Unram, menjelaskan bahwa FK Unram memiliki akreditasi A yang merupakan akreditasi tertinggi dalam perguruan tinggi yang diberikan lembaga Akreditasi Mandisi Kesehatan.

“FK Unram menghasilkan SDM yang unggul dan mampu berdaya saing, baik secara nasional maupun internasional, banyak mahasiswa kita yang melanjutkan sekolah di luar negeri, maupun di dalam negeri, bisa membuat perusahan skala internasional.

Kita punya peran yang sangat besar untuk memberikan derajat kesehatan masyarakat sekaligus membuka lapangan usaha,” tutur Hamsu.

ser@diskominfotikntb




SMK Gemilang Karya, Tingkatkan Kualitas Sekolah Kejuruan

MATARAM.lombokjournal.com

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus melakukan inovasi, salah satunya adalah mewujudkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Gemilang Karya. Sekolah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas SMK di NTB dalam mewujudkan Project Based dan Production Based Learning (PBPBL).

DR. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Dinas Dikbud NTB Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd, M.Pd di hadapan Wagub NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah pada pertemuan dengan pejabat struktural Dikbud NTB di Pendopo Wagub NTB, Kamis (3/6/2021).

Pada kesempatan tersebut Aidy Furqan menyampaikan arah kebijakan pendidikan NTB tahun 2018-2023, yakni mewujudkan layanan pendidikan yang berkeadilan, meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat.

Aidy Furqan juga memaparkan berbagai rencana kerja Dikbud NTB tahun 2021. Di antaranya, bidang Pembinaan SMK yakni; Re-Engineering SMK (Revitalisasi & Refocussing Core SMK), SMK BLUD (LSP, Gerai SMK, AISLAH, SMK Expo) Teaching Factory & STEM (Science Techology Engineering & Mathematics), Kelas Industri (Guru Tamu, Kelas Dunia Kerja, Kelas Wirausaha, Bursa Kerja Khusus (BKK) Online , Edu Wisata STIPARK NTB, SMK Pusat Keunggulan Daerah dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Pada Bidang Pembinaan SMA yaitu, SMA Terbuka Vokasi, SMA SKS SMA Berinovasi, Literasi Digital, Sister School, Jambore Prestasi, Sekolah Penggerak, Edu Wisata SMA dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Di tahun 2021, ini, Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan merencanakan adanya Guru Kunjung, Guru Tamu Guru Penggerak, Guru Lalu Lintas, Peningkatan Kompetensi, Gerakan Ayo Bercita-Cita, Sekolah Zona Integritas – Wilayah Bebas Korupsi (Sekolah ZI-WBK).

Sedangkan untuk rencana kerja Bidang Pembinaan PK-PLK adalah, Vokasi Literasi SLB, Aksi Ceria SLB, Pusat Layanan Autis .

BACA JUGAWagub NTB Minta Pendamping Desa Memutahirkan Data Kemiskinan

Sementara itu, Asisten I Setda Prov NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si, kepada Wagub menambahkan bahwa untuk bidang kebudayaan memiliki rencana kerja.

Di antaranya, Wisata Belajar, GEMAR GATRA (Olahraga Tradisional, Permainan Rakyat), Desa Pemajuan Kebudayaan, Gelar Budaya NTB Gemilang – Kompetisi Pojok Ekspresi, Sahabat Museum, Budaya Literasi, Sekolah Filologika (Museum NTB), Aplikasi MUSELOG (Museum LOG), Taman Budaya Menyapa, Sekolah Olah Seni (Taman Budaya), Politik Edukasi, Seragam Sekolah Bernuansa Lokal.

BACA JUGA: Gubernur NTB Siap Berikan Beasiswa Atlet Berprestasi

Sedangkan untuk rencana kerja Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BPTP) Provinsi NTB di antaranya, PPDB Online, Optimalisasi Portal Web Dikbud, E-Office, Pelatihan Media untuk siswa, Penguatan SDM bidang PPID, Publikasi Kegiatan Unggulan Sekolah, Literasi Digital, Portal Informasi Sekolah, Diseminasi akun domain belajar.id, Pemanfaatan Sistem Tata Naskah Dinas dan Bahan Ajar Digital.

diskominfotikntb




Wakil Gubernur NTB: Literasi Kunci Pengembangan SDM

lombokjournal.com

JAKARTA : Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Siti Rohmi Djalilah mengatakan, literasi merupakan kunci pengembangan sumbedaya manusia.

Ummi Rohmi mengatakan itu saat kunjungan kerja di Perpustakaan Nasional RI, Rabu (02/06/21), atas prakarsa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB.

Menurut Julmansyah, S. Hut., MAP, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Prov NTB, ini merupakan upaya di tengah terbatasnya anggaran.

Pihak Kabupaten/kota di NTB menyampaikan usulan kegiatan DAK 2022 maupun Dana Dekosentrasi, termasuk pengembangan transformasi Perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Ummi Rohmi memimpin rombongan yang terdiri dari Bupati Lombok Barat, Wakil Bupati Sumbawa, Kadis Perpustkaan dan Kearsipan NTB, Asisten III Lombok Barat dan Kadis Perpustakaan Kearsipan Lombok Barat, melakukan audiensi dengan Kepala Perpustakaan Nasional dan para deputi.

BACA JUGA:

Beasiswa NTB Juga Untuk Penggiat NGO 

Pihak Perpustakaan Nasional menyambut baik kedatangan Wakil Gubernur dan para Bupati/Wakil Bupati.

Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando mengatakan, literasi bukan hanya soal baca tulia tapi lebih dari itu. Perlu keberpihakan di sisi hulu yakni perpustakaan.

Syarif Bando mengatakan, rasio buku dengan jumlah penduduk Indonesia 0,09, dimana 1 buah buku direbut oleh 90 orang pembaca. Belum lagi masih terbatasnya sarana prasarana perpustakaan.

BACA JUGA:

Wabup Danny Karter Melepasliarkan Puluhan Anak Penyu

Di akhir acara, Perpustakaan Nasional menyerahkan mobil perpustakaan keliling sebagai apresiasi pada NTB, yang diterima Wakil Gubernur NTB.

Rr




Beri Perhatian Saat Anak Pegang Handphone

Jaka Prawira Dirja, mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, penggunaan handphone  di kalangan perlajar dan mahasiswa tidak dapat dihindari. Mulai dari anak di bawah 10 tahun pun sudah memiliki handphone atau HP atau tepon genggam, setidaknya ia mulai diberi keleluasaan pegang pernangkat komunikasi itu.

Sebab bagi pelajar maupun mahasiswa di awal tahun 2021, semua proses pembelajaran dilakukan secara daring.

Penggunaan telpon genggam dalam waktu yang lama dapat membuat mata menjadi sakit. Apalagi bila digunakan selama berjam-jam. Bukankah anak-anak di masa sekarang sering sekali menggunakan telpon dalam jangka waktu yang cukup lama.

BACA JUGA:

Media Sosial Pengaruhi Perilaku Remaja

Karena beragam alasan, biasanya orang tua pun tidak menegur. Justru (biasanya) membiarkan anaknya menggunakan alat komunikasi itu hampir tanpa batas waktu. Padahal, kalau anak-anak semakin diberi kebebasan seperti itu, maka anak-anak semakin tergantung dan dikendalikan oleh telpon genggam.

Orang tuanya juga membiarkan anaknya fokus dengan HP-nya, alasannya karena anaknya lebih diam di rumah dan tidak keluyuran. Padahal sebenarnya itu akan membahayakan dan juga dapat menyebabkan anaknya jadi kurang bergaul. Dan cenderung apatis alias kurang menjalin komunikasi dengan masyarakat di sekitarnya. Ini merupakan tanda-tanda seorang anak yang kecanduan.

Kecanduan terhadap telpon dapat mempengaruhi pola makan dan juga pola pikir anak. Tanda-tanda yang jelas, anak-anak jadi kurang nafsu makan (bahkan bisa jadi kurang tidur) karena terlalu fokus dengan HP-nya. Kita pun bisa langsung merasakan bahwa memandang layar HP yang berlebihan bisa menyebabkan terganggunya saraf mata dan otak. Karena jam tidur terganggu dan juga mata kurang istirahat.

Ada beberapa kasus, berlama-lama fokus dengan HP menyebabkan gangguan jiwa hingga kebutaan anak-anak di bawah umur. Sebagian besar orang sebenarnya sudah mengetahui, HP yang diberikan pada anaknya hanya sedikit waktu yang digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas dari sekolah. Justru waktu yang lama digunakan untuk bermain game online dan yang lainnya.

Disini peran orang tua sangat penting dan dibutuhkan dalam mengawasi dan juga mengamati kegiatan anaknya saat bermain telpon. Apakah mereka hanya membuka situs belajar atau yang lainnya.

BACA JUGA:

Pengurus IKA Unram Luar NTB Keluar Barisan

Tetapi seringkali (karena berbagai alas an, orang tua suka lalai. Sehingga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk penanganannya menurut saya pribadi, harus ada perhatian dan memberi batas waktu bermain HP anaknya. Kesadaran dini dari orang tua diperlukan, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan menimpah anak-anak yang kita cintai.***