Vaksinasi Mahasiswa Menyiapkan Calon Pemimpin yang Sehat

Vaksinasi bagi mahasiswa, selain menjadi contoh bagi masyarakat juga menyiapkan mereka sebagai calon pemimpin masa depan yang sehat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, mengungkapkan hal tersebut dalam kegiatan vaksinasi massal di lingkungan kampus yang bertema “Vaksinasi Presisi Merdeka”, di kampus Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma), Rabu (04/08).

Sitti Rohmi mengatakan, tugas mahasiswa jauh lebih ringan dari pada para tenaga kesehatan. Vaksinasi bagi mahasiswa, selain diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat juga mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan yang sehat. Ummi Rohmi juga mengingatkan, .

Vaksinasi sebagai salah satu ikhtiar pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Jika prosedur kesehatan (prokes) tidak diterapkan dan kasus terpapar covid masih tetap tinggi maka sulit mengharapkan aktifitas kampus kembali normal.

“Oleh karena itu ayo berpartisipasi ikut vaksinasi massal di kampus agar bisa berkegiatan seperti dulu. Dan tetap patuhi prokes meski sudah divaksin”, himbau Sitti Rohmi.

Sementara itu, Rektor Undikma, Prof. Drs. Kusno, mengatakan, kegiatan vaksinasi yang terdaftar hari ini sudah melampaui target penyelenggara, yaitu 1000 dosis vaksin. Selain mahasiswa juga terdapat masyarakat umum yang mendaftar.

“Semua elemen sudah mencoba mulai pencegahan, pengobatan dan yang tersulit adalah pengendalian, sebab akhirnya yang dikendalikan adalah perilaku manusia bukan langsung penyakitnya”, tutur Prof. Kusno.

BACA JUGAPosyandu Keluarga Solusi Untuk Mencegah Stunting

Vaksinasi goes to campus yang digelar di sejumlah universitas di Mataram menargetkan sebanyak 3000 orang. Saat ini vaksinasi yang sudah dilakukan di NTB, dengan jumlah penduduknya lima juta, baru mencapai 16 persen.

jm




Posyandu Keluarga Solusi Untuk Mencegah Stunting

Posyandu Keluarga adalah solusi dari aneka permasalahan kesehatan di NTB, salah satunya mengedukasi masyarakat terkait pencegahan stunting.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, mengatakan hal tersebut saat memberikan pemaparan tentang penanganan stunting di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam acara Pembekalan Program Kerja Kuliah Nyata Muhammadiyah-Aisyah (KKN MAs) Tahun 2021, yang berlangsung secara virtual, Rabu (4/8).

“Revitalisasi posyandu ini bertujuan untuk meningkatkan angka posyandu secara bertahap, menuju posyandu keluarga serta deteksi dini berbagai persoalan sosial, sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat berbasis dusun menuju pertahanan keluarga,” ujar Sitti Rohmi

Berdasarkan data dari Riskesdas jumlah stunting di Provinsi NTB dari tahun 2018 – Juli 2021 sebanyak 33.49%. Sitti Rohmi menilai bahwa setiap tahunnya dapat dilakukan rekapitulasi data dari seluruh posyandu dan puskesmas di NTB.

“Sehingga kita bisa mendapatkan by name by address, penanganan yang jauh lebih komprehensif dan efektif. Agar di NTB ini melihat posyandu menjadi sesuatu yang betul-betul harus diintervensi dengan baik,” jelasnya.

Sitti Rohmi menegaskan bahwa masalah stunting tidak hanya berbicara tentang bayi dan ibu hamil, tetapi juga bagaimana mengedukasi remaja kita sehingga dia nanti siap menjadi calon ibu serta memahami kesehatan reproduksi dan lain sebagainya.

“Kita juga harus mengedukasi masyarakat karena stunting juga sangat tergantung dari lingkungan. Sehingga kita harapkan penanganan stunting ini bisa sangat komprehensif, karena kita tahu penanganan stunting tidak hanya bicara tentang gizi tetapi sangat erat juga hubungannya dengan sanitiasi,” tuturnya.

ser




Mahasiswa Unram Latih Wirausaha Ibu-ibu di Santong

Mahasiswa yang melakukan KKN tematik, menorong semangat masyarakat Santong untuk mengolah kopinya menjadi produk olahan

SANTONG, KLU.lombokjournal.com Masyarakat desa Santong yang masih butuh perhatian di sektor UMKM atau kewirausahan, mendapat angin segar hadirnya Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Universitas Mataram tahun 2021.

Mahasiswa Unram KKN Tematik

Dalam KKN tematik itu, para mahasiswa Universitas Mataram yang KKN mengadakan berbagai pelatihan bagi para pelaku UMKM yang berhubungan dengan kewirausahaan.

Menurut Abdul Khaliq, ketua kelompok KKN Universitas Mataram 2021, pelatihan yang dilakukan merupakan hasil dari observasi yang dilakukan sebelumnya.

“Pelatihan yang kami lakukan merupakan hasil observasi dan wawancara dengan beberapa tokoh di desa Santong. Pelatihan ini juga sebagai sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang kami dapatkan dibangku kuliah sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.” jelas Khaliq.

BACA JUGA: Nakes NTB, Insentifnya Sudah Dibayar Hingga Bulan Juni

Salah satu pelatihan yang dilakukan ialah pelatihan pembuatan cookies kopi yang dilaksanakan di aula Kantor Desa Santong.

Pesertanya terdiri dari ibu-ibu PKK Desa Santong, pelaku UMKM dan tokoh pemuda desa Santong, diberikan pelatihan cara membuat cookies basah dan cookies kering.

KKN Universitas Mataram 2021 mendatangkan tutor yang merupakan tokoh UMKM dari Lombok Timur, Nani Mulyana, pemilik UKM Balen Jaja di Wanasaba. Nani merupakan penemu atau pembuat cookies kopi pertama kali.

Menurut Ni Luh Nindi, salah satu anggota KKN Universitas Mataram 2021 menjelaskan, pelatihan pembuatan cookies kopi merupakan inovasi terbaru bagi para pelaku UMKM di Desa Santong.

Selain bisa menambah ragam jenis jajanan khas desa Santong, pelatihan tersebut juga bisa menjadi langkah baru bagi pemuda yang ingin memulai wirausaha dengan bahan dasar kopi.

BACA JUGA: Bupati Djohan Ajak Kuatkan Komitmen Majukan Lombok Utara

“Pelatihan ini didasari hasil observasi kami terkait hasil bumi di desa santong ini ternyata banyak didapatkan kopi. Tapi masih hanya sebatas dijual dalam bentuk serbuk atau biji, belum ada inovasi pengolahan kopi yang dilakukan.” kata Nindi

Pelatihan yang dilakukan KKN Universitas Mataram 2021 diharapkan mengurangi pengangguran yang ada di desa Santong, terutama di saat pandemi.

“Dengan adanya pelatihan inovasi produk ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat Santong untuk mengolah kopinya menjadi produk olahan, sehingga bisa mengurangi pengangguran.” kata Nindi

Pada kesempatan lain, ketua KKN Universitas Mataram 2021, Abdul Khaliq menyampaikan, keluhan dari pelaku UMKM di desa Santong terkait wirausaha yang dilakukan saat menghadapi pandemi.

Banyak dari para pelaku UMKM yang terpaksa mengurangi pembuatan produk karena sulitnya beberapa akses saat pandemi.

Menghadapi pandemi Covid-19 saat ini rata2 UMKM banyak mengeluh, menurut pengakuan dari beberapa perwakilan UMKM banyak yang berhenti bermitra maupun pesanan juga berkurang,” tutur Khaliq.

Han




Bunda Niken Wisuda 34 Anak Berkebutuhan Khusus

Bunda Niken mengapresiasi para siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya, diharapkan dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi

“Trus maju trus semangat. Perjalanan masih panjang. Tidak ada yang bisa membatasi kemampuan kalian,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Bunda Niken memberi semangat saat mewisuda 34 murid dan siswa, SD, SMP, dan SMA, di Sekolah Luar Biasa (SLB) 2 Mataram, Kamis (01/07/21).

Acara wisuda yang dirangkaikan dengan Ajang Pentas Seni tersebut, Bunda Niken mengapresiasi para siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya.

BACA JUGA: Investasi Bisa Lancar Jika Ada Sinergi Antar Stakeholder

Bunda Niken juga mengapresiasi para pengajar SLB 2 Mataram dan orangtua, yang telah berdedikasi mendidik siswa siswi disabilitas hingga mampu menyelesaikan pendidikannya.

Karena dengan dedikasi guru dan orangtua, siswa siswi penyandang disabilitas bisa berkontribusi baik bagi dirinya, keluarganya, masyarakat, daerah, dan negara.

Acara wisuda tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian cindera mata kepada Bunda Niken berupa lukisan oleh salah seorang murid berprestasi SLB 2 Mataram. Jessica, pemenang pertama Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di bidang melukis untuk penyandang disabilitas.

Kepala Sekolah, H. Winarna menjelaskan, SLB 2 Mataram hingga tahun ajaran 2020-2021 ini memiliki murid dan siswa sebanyak 160 ABK. Yang tersebar dari Taman Kanak-Kanak hingga jenjang SMA. 34 ABK yang lulus merupakan murid dan siswa dari SD, SMP, dan SMA.

“Kami berharap mereka bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi,” tutur Kepsek.

BACA JUGA: 100 Hari Kerja, Upaya KLU Atasi Dampak Gempabumi dan Panemi

Selain dihadiri oleh Ketua TP PKK NTB, acara tersebut juga dihadiri oleh Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, serta Kepala Bidang Pembinaan PK-PLK Dinas Dikbud NTB.

Rr

diskominfotikntb




Pelajar NTB yang Berangkat Kuliah ke Sudan dilepas Gubernur

14 pelajar asal NTB akan menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di Sudan, Afrika. Gubernur NTB menginginkan agar mereka di Sudan, menjaga nama baik NTB dan Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Para pelajar yang akan kuliah di Sudan, ini, secara resmi dilakukan acara pelepasan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, di Gedung Graha Bhakti Praja, Senin (28/6).

Pelajar NTB
H. Zulkieflimansyah

“Awalnya semula berat merekomendasikan anak-anak kita ini untuk belajar ke Sudan. Tapi karena kegigihan para Tuan Guru ataupun para alumni dan lainnya yang pernah belajar di Sudan agar ada generasi-generasi NTB juga bisa menimba ilmu di Sudan, saya akhirnya luluh juga dan secara tulus hati untuk melepas anak-anak NTB ini ke Sudan,” tutur Zulkieflimasyah, dihadapan para Tuan Guru, alumni Sudan, beserta keluarganya.

Gubernur menitip pesan kepada para pelajar bahwa selama belajar di Sudan, perkenalkan NTB dan Indonesia dengan segala potensi keindahan alam, agama, dan, keberagaman budayanya.

BACA JUGAPosyandu Keluarga di Lombok Timur sudah 100 Persen

herikp@diskominfotik




Gunung itu Tidak Harus Tinggi, yang Penting ada Dewanya

Pepatah Cina mengatakan, Gunung itu tidak harus tinggi, yang penting ada Dewanya. Dan, Sungai itu tidak harus dalam, yang penting ada Naganya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Inilah kalimat pengandaian yang disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, kepada hadirin Milad atau perayaan Ulang Tahun Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) ke-41, di Auditorium Anwar Ikraman, UMMAT, Sabtu (26/6).

Gubernur menggunakan pepatah Cina, ini, untuk menjelaskan pentingnya tindakan berani menghadirkan sesuatu yang baru dalam pengelolaan kampus. Maksudnya, jika mau dan mampu mengubah persepsi atau cara berpikir dan berinovasi dalam membangun image kampusnya, maka UMMAT atau PTS lain akan maju.

Gunung Pepatah Cina
H. Zulkieflimansyah

“Saya percaya Rektor UMMAT bisa mendatangkan Hamdan Zoelva atau Profesor Din Syamsudin, misalnya sebagai dekan atau dosen terbang,” ujar Zulkieflimansyah.

Maka, tanpa promosipun orang akan banyak yang datang belajar di UMMAT. Inilah yang dimakud berinovasi menghadirkan hal yang baru, sehingga dengan adanya guru besar atau profesor dan pakar di bidangnya akan terbangun nama kampus.

Selain itu, UMMAT kalau mau maju, ke depan tidak boleh tergantung kepada bantuan pemerintah. UMMAT tidak akan maju, kalau keuangannya tergantung dari bayaran mahasiswa-mahasiswinya.

BACA JUGA:

Sementara itu, Rektor UMMAT, DR. H. Arsyad Abdul Gani, menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas pengabdian dan kerja keras civitas akademika sehingga mengantarkan UMMAT di usia yang 41 Tahun yang islami dan unggul sesuai misi kampus UMMAT.

“Berbagai infrastruktur dan fasilitas  terus dilengkapi dan dibenahi dalam rangka daya dukung kampus untuk melahirkan mahasiswa UMMAT yang berkualitas, termasuk tenaga pengajarnya yang berkompetensi sesuai disiplin ilmu dan bidangnya” jelasnya.

edy




Medsos Bisa Sasar Milenial Agar Datang Belajar ke Kampus

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, berpesan agar UMMAT memanfaatkan medsos (media sosial) di era teknologi IT untuk menyapa anak muda.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal ini dituturkan gubernur dalam pidato sambutannya pada acara Milad atau Ulang Tahun Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) ke-41,  di Auditorium Anwar Ikraman, UMMAT, Sabtu (26/6).

Gubernur Zulkieflimansyah, menguraikan, saat ini orang sudah berada di satu masa atau dunia yang berbeda. Anak-anak muda dan milenial sekarang masih banyak yang belum kenal siapa menterinya, apalagi gubernur atau bupati.

Medsos Bisa Sasar Milenial
H. Zulkieflimansyah

“Pimpinan kampus terutama swasta harus melihat ini sebagai kesempatan (oportunity). Satu kesempatan baru untuk merengkuh anak muda agar hadir di tempat pembelajaran kampus,” kata Zulkieflimansyah.

Tentu tidak mungkin menyapa anak muda, kalau para civitas akademika di UMMAT, ini, hanya main Facebook, yang menurut anak-anak muda dan milenial saat ini di sebut sebagai media sosial orang tua.

“Jarang anak milenial itu main facebook, kenapa, orang tua kita ada di sana. Jadi yang main facebook itu biasanya usia 40 tahun ke atas,” ujarnya.

Anak-anak muda atau milenial punya media sosialnya sendiri dan memiliki cara berpikir serta terminologi sendiri.

“Mereka sudah main IG (instagram), youtube dan media sosial lainnya, ini yang harus disentuh, agar mereka tertarik melihat kampus kita,” tutur gubernur.

BACA JUGA:

edy




Beasiswa NTB, Program Unggulan yang Dapat Pujian UMMAT

Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), DR. H. Arsyad Abdul Gani, memuji program unggulan Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB), yaitu; Beasiswa NTB, yang memberi kesempatan mahasiswa melanjutkan pendidikan Strata-2 (S2) di luar negeri.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Keberhasilan mahasiswa alumni UMMAT dalam studi lanjut ke luar negeri merupakan kerja keras dalam mengikuti berbagai proses tahapan dan syarat agar lolos memperoleh beasiswa tersebut.

Beasiswa NTB
DR. Arsyad Abdul Gani

“Terimakasih Pak Gubernur Zulkieflimansyah, beberapa alumni kampus UMMAT lolos pada seleksi untuk mengikuti program 1000 beasiswa ke luar negeri,” kata Arsyad Gani.

Selain itu, menurutnya, UMMAT juga mendapatkan beasiswa dalam daerah dari pemda, untuk jurusan teknik pertambangan, yang merupakan jurusan khusus di UMMAT untuk mendukung pembangunan daerah.

“Setahun yang lalu, ada 48 mahasiswa yang mendapat beasiswa. Harapan kami tahun ini gubernur menggenapkannya menjadi 100 mahasiswa.,” ujarnya.

BACA JUGA:

Harapan UMMAT, ini, sesuai komitmen gubernur, di mana ketika tambang di Dompu dibuka misalnya, maka SDM-nya sudah disiapkan sejak saat ini.

“Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa asal Bima dan Dompu, karena banyak tambang emas akan di buka di sana,” tandasnya.

Rektor UMMAT mendukung setiap langkah dan upaya pemerintah mencetak SDM serta generasi handal dan berkualitas guna membangun NTB lebih gemilang di masa depan.

edy




Transformasi Harus Dilakukan Sebab Zaman Terus Berevolusi

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, mengharapkan kampus UMMAT dan kampus swasta lainnya melakukan transformasi untuk mengikuti arah dan perkembangan zaman.

MATARAM.lombokjournal.com ~ “Zaman terus berevolusi, maka kita harus mampu beradaptasi, transformasi, untuk mengikuti kemajuan dunia,” pesan Zulkieflimansyah, saat membuka perayaan Milad atau ulang tahun Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) yang ke-41, di Auditorium Anwar Ikraman, UMMAT, Sabtu (26/6).

Saat ini kita dihadapkan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, invensi dan inovasi, dengan laju yang cepat. Akibat dari kemajuan IPTEK, terjadi perubahan besar dan cepat dalam bidang ekonomi, sosial  dan budaya yang memasuki berbagai sendi kehidupan manusia.

Menurut penjelasan gubernur, perubahan itu terjadi dalam rentang waktu begitu cepat, hingga terjadi revolusi industri 4.0. Akan banyak pekerjaan dan cara kerja lama lenyap digantikan oleh teknologi dan mesin-mesin cerdas.

Melihat fenomena itu, mau tidak mau, kampus wajib terus berubah mengikuti perkembangan dunia, agar SDM yang dihasilkan mampu bersaing dan terpakai.

“Tidak hanya untuk mahasiswa, namun dosen dan civitas akademika juga,” ujarnya.

BACA JUGAKampus Tidak Akan Hebat Jika Internalnya Rebutan Jabatan

Gubernur Zulkieflimansyah mengakui bahwa dibutuhkan kepiawaian dalam mengelola kampus sehingga mampu memenuhi kebutuhan kekinian. Mengelola kampus swasta tidaklah mudah, tapi dibutuhkan manajemen yang andal.

“Maka manajemen pengelolaan dan strategis perubahan yang arah yang lebih baik, wajib dilakukan,” tutur Zulkieflimansyah.

BACA JUGABeasiswa NTB, Program Unggulan yang Dapat Pujian UMMAT

edy




Kampus Tidak Akan Hebat Jika Internalnya Rebutan Jabatan

Kalau orang-orangnya politiking secara internal, masih berebut jabatan; ketua prodi, dekan dan sebagainnya, maka kampus ini tidak akan hebat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Inilah salah satu pernyataan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), DR. H. Zulkieflimansyah, saat menyampaikan ceramahnya dalam perayaan Milad atau ulang tahun Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) yang ke-41, di Auditorium Anwar Ikraman, UMMAT, Sabtu (26/6).

kampus
H. Zulkieflimansyah

Gubernur bercerita tentang bagaimana lembaga pendidikan tinggi atau kampus di luar negeri. Jika di negara kita, ruangan dekan itu lebih besar dari ruangan dosen biasa, dan ruangan rektor lebih besar dari ruangan dekan. Sehingga orang akhirnya karena tampilan fisik berlomba dengan segala cara untuk merebut itu.

“Saya pernah hadir di Dekan Harvest University, bosnya hanya punya satu ruangan yang kecil dan satu meja. Itu Dekan loh,” tutur Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul.

Selanjutnya Doktor Zul menitipkan pesan kepada Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) agar bisa menjadi inisiator Perguruan Tinggi Swasta (PTS) bahwa menjadi pemimpin di kampus, baik rektor maupun dekan, tidak harus memiliki fasilitas yang megah dan berlebihan.

Menjadi dekan, wakil pimpinan atau rektor adalah orang yang memiliki kerendahan hati untuk menjadi teladan dan berani berkorban. Apabila ini sudah tertanam di hati pemimpin, maka akan menjadi kado ulang tahun yang istimewa bagi kampus UMMAT.

Pada Milad tahun ini hal itu harus mulai dipikirkan bersama sebab tantangan dunia semakin besar, dengan merubah cara-cara lama agar sederhana dan kompatibel terhadap zaman.

“Saya bayangkan setelah Milad ke-41 tahun ini, ruang Rektor UMMAT, kecil saja. Tapi di depan ruang rektor ada satu alat yang mampu menjangkau seluruh dosen, mahasiswa, NTB dan bahkan mampu menyapa dan menjangkau seluruh dunia. Selamat Milad ke-41, semoga terus mencetak anak bangsa yang berprestasi untuk membangun daerah dan bangsa” ujar Doktor Zul.

BACA JUGATransformasi Harus Dilakukan Sebab Zaman Terus Berevolusi

Sementara itu, Rektor Ummat, DR. H. Arsyad Abdul Gani, mengatakan, usia ke-41 merupakan lambang kematangan diri, sehingga UMMAT akan terus berbenah dan menata diri.

Semoga kerja keras yang iklas menjadi pintu gerbang menuju keberhasilan yang gemilang di masa yang akan datang,” kata Doktor Arsyad.

BACA JUGABeasiswa NTB, Program Unggulan yang Dapat Pujian UMMAT

edy