Bupati Djohan Terima KKN Mahasiswa Muhammadiyah Aisyiyah

Mahasiswa 40 perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang melaksanakan KKN di Lombok Utara diterima Bupati Djohan Sjamsu

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH menerima KKN Mahasiswa Muhammadiyah Aisyiyah di Kabupaten Lombok Utara, Senin (09/08/21).

Mahasiswa Muhammadiyah dan Aisyiyah yang diterima Bupati Lombok Utara

Dalam kegiatan itu hadir Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr H Arsyad A Ghani MPd dan unsur perwakilan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah.

Selain itu hadir pua Kepala LPPM berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, unsur pimpinan OPD, juga para camat, beberapa Kades se-KLU serta tamu undangan lainnya.

Bupati Djohan menyampaikan selamat datang di Lombok Utara. Kabupaten yang baru berusia 13 tahun, namun kaya potensi pariwisata dengan aneka wisatanya. Ada wisata pantai, wisata gunung, dan wisata budaya.

Dijelaskan Bupati Djohan, Lombok Utara daerah yang kecil dengan penduduk berkisar 260 ribu, 43 desa dengan 5 kecamatan.

Pada tahun 2018 silam, daerah mengalami musibah gempa bumi hingga kini dampak yang ditimbulkan belum dapat terselesaikan. Misalnya, sekitar 18 ribu rumah. Selanjutnya, tahun 2019 pandemi Covid melanda Lombok Utara.

BACA JUGA: Generasi Muda, Aktor Utama  Adaptasi dan Mitigasi Bencana

Sehingga keberadaan mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat tentang pandemi covid.

“Sebagai orang beragama, kita harus berserah diri kepada Allah yang menentukan segala. Namun kita manusia tetap wajib berikhtiar, berusaha menghindari dan mengatasi apa yang terjadi,” imbuhnya.

Menurut Bupati Djohan, akibat Covid banyak sendi sendi ekonomi usaha kecil dan menengah gulung tikar. Intinya taraf ekonomi masyarakat kurang baik.

“Doa kita semua, mahasiswa dan masyarakat Lombok Utara. Semoga pademi Covid segera berakhir. Tugas yang akan dilaksanakan sekiranya bisa membantu sosialisasi dan penanganan Covid-19 dalam menuntaskan tugas terakhir di perguruan tinggi masing-masing,” tuturnya.

Pada akhir sambutannya, Bupati Djohan berharap agar para mahasiswa melaksanakan KKN dengan sungguh-sungguh.

“Baru kali ini, Pemda KLU menerima peserta KKN yang relatif banyak, 40 perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Terima kasih pada keluarga besar Muhammadiyah yang memilih KLU sebagai lokasi KKN pada 20 desa,” imbuhnya.

Rektor UMMAT Dr H Arsyad A Ghani MPd berterima kasih pada bupati dan jajarannya yang telah menerima mahasiswa sebagai lokasi KKNMas. Mengingat pertama kalinya universitas melaksanakan KKN gabungan antara Muhammadiyah dan Aisyiyah.

“Alhamdulillah Lombok Utara dan Lombok Barat menerima mahasiswa kami, walaupun dalam kondisi pandemi. Peserta KKN sekaligus bertindak sebagai relawan Covid-19 membantu masyarakat dalam sosialisasi, terkait masalah pandemi Covid sekaligus melaksanakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat di desa,” kata Arsyad Gani.

Dituturkannya, tugas penunjang lain dilaksanakannya KKN adalah belajar memahami budaya dan tata krama yang ada di wilayah Lombok Utara. kknmas berlangsung mulai tanggal 9 Agustus hingga 12 September 2021.

“Harapan kami, mohon bupati dan semua jajarannya membina dan mengawasi keberadaan peserta selama di lokasi KKN, agar ke depan terbangun kolaborasi antara Pemda dan perguruan tinggi,” ujarnya.

BACA JUGA: Senyum Abadi dari Sang ‘Smiling Politician’

Kegiatan berjalan lancar dan khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dilanjutkan dengan foto bersama.

wld




Aplikasi NTBelib, Pemprov NTB Siapkan Perpustakaan Digital

Aplikasi NTBelib cukup interaktif, punya beberapa fitur, termasuk ada fitur yang dapat menulis gagasan kemudian dapat dikirim ke berbagai platform media sosial

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB telah menyediakan aplikasi NTBelib bagi masyarakat.

NTBelib merupakan layanan membaca atau perpustakaan digital yang disiapkan oleh pemerintah di tengah pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di NTB sejak 05 sampai 20 Juli mendatang.

Aplikasi NTBelib merupakan layanan perpustakaan digital
Aplikasi NTBelib

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov NTB, Julmansyah, S.Hut., MAP menjelaskan, salah satu impact dari PPKM adalah terhentinya seluruh proses pendidikan terutama dibatasinya kegiatan membaca di perpustakaan.

Sehingga terhenti juga upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan sisiwa/mahasiswa di tengah pandemi. Meski begitu, bukan berarti kesempatan meminjam, menambah wawasan dan membaca buku terhenti.

BACA JUGA: Senyum Abadi dari Sang ‘Smiling Politician’

“Kami berusaha hadir secepatnya dalam menjawab kondisi saat ini. Alhamdulillah Kami telah menyediakan layanan perpustakaan Digital yang diberi nama “NTBelib,” ungkapnya di Mataram, Selasa (13/07/21).

Lebih Lanjut Julmansyah mengatakan, inovasi ini salah satu ikhtiar NTB Gemilang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat di tengah Pandemi yang mengancam.

Karena mengingat era digital mengharuskan semua layanan instansi pemerintah maupun dunia bisnis untuk memanfaatkan teknologi informasi.

Dan ikhtiar ini baru terwujud di era pemerintahan Dr. Zulkiefliamansyah dan Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

“Layanan aplikasi ini menyediakan bahan bacaan bagi siswa SD, SMP serta SMA/SMK. Aplikasi ini bisa didownload di playstore bagi yang memiliki android dan sebentar lagi juga akan rilis di App store bagi pengguna Apple,” jelasnya.

Dijelaskannya, pada aplikasi ini terdapat koleksi bacaan pada fitur SMP BSE sekitar 227 koleksi yang dapat dipinjam, SD BSE ada 350 koleksi, SMA BSE 111 Koleksi yang terkait buku pelajaran sekolah, disediakan oleh perpustakaan digital ini.

Sementara untuk koleksi umum tersedia 395 koleksi yang masing-masing judul ada 4 copiannya.

“Ke depan kami akan terus memberi fasilitas layanan koleksi yang sesuai dengan era-nya. Kami hadir menjangkau anak SD dan SMA dan masyarakat desa terpencil sekalipun sejauh ada signal,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB menyediakan akses dan layanan bahan bacaan berbasis digital tersebut. Diharapkan terbentuk budaya gemar membaca dan indeks literasi NTB meningkat dan akhirnya dapat memacu literasi untuk kesejahteraan.

Selain itu, aplikasi ini cukup interaktif, punya beberapa fitur, termasuk ada fitur yang dapat menulis gagasan kemudian dapat disimpan bahkan di kirim ke berbagai platform media sosial.

“Tentu ini belum sempurna, sebagai langkah awal kami harus mulai melayani warga NTB dimana saja tanpa harus beranjak meninggalkan tempat,” tegasnya.

Sedangkan untuk menjadi anggota NTBelib, lanjutnya, ini sangat mudah, mereka yang ingin menjadi anggota NTBelib cukup daftar dengan nama dan alamat email ketika registrasi.

BACA JUGA: Mutasi Pejabat, yang Dilantik Harus Mampu Lakukan Percepatan

Bahkan menurutnya beberapa pengguna aplikasi telah memberikan testimoni bahwa aplikasi youtube pada handphone anak-anaknya siswa SD sudah diganti dengan aplikasi NTBelib.

Menurutnya, salah satu atensi gubernur NTB terkait aplikasi ini adalah agar aplikasi perpustakaan digital ini dapat menyediakan ebook tentang sains ilmu pengetahuan terkait anak atau siswa SD dan SMP. Sehingga semangat mereka dapat menumbuhkan kecintaan akan sains pengetahuan sejak dini.

Aplikasi ini baru rilis dua hari lalu dan Insya Allah dalam waktu dekat akan di launching oleh Gubernur, Wakil Gubernur bersama Kepala Perpustakan Nasional.

Manikp

@kominfo




Mahasiswa Pelopor Intelektual Gerakan Vaksinasi dan Prokes

Mahasiswa bisa menjadi pelopor intelektual dalam melakukan gerakan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalillah, menegaskan hal itu saat meninjau kegiatan Vaksinasi Presisi Merdeka “Goes To Campus”, Sinergitas TNI-Polri bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dan Cipayung Plus, di kampus UIN Mataram, Kamis (5/8).

Wagub menilai mahasiswa merupakan garda terdepan dalam melawan Covid dan meyakinkan masyarakat untuk tetap menjaga disiplin dalam prokes.

“Kami optimis, masa depan daerah dan bangsa ini tergantung apa yang dilakukan dan dicontohkan mahasiswa,” kata Sitti Rohmi.

Sehingga, lanjut Wagub, kehidupan masyarakat berjalan sesuai keinginan bersama. Aktifitas ekononi bergeliat, penyelenggaraan pendidikan berjalan dan suasana kehidupan kembali, dengan era menurut tatanan baru.

“Tidak ada lagi penyekatan, PPKM dan termasuk kuliah online dan lain sebagainya,” tuturnya.

Hal yang serupa disampaikan Kapolda NTB, Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, yang mengatakan bahwa kenapa kampus jadi target vaksin, karena mahasiswa adalah agen of change. Mahasiswa membawa perubahan ke arah lebih baik ke depan, termasuk juga sebagai penjaga moral bangsa ini.

“Kalau adik-adik mahasiswa divaksin maka akan diikuti oleh masyarakat, ini point pentingnya,”ungkap Iqbal.

edy




Vaksinasi Mahasiswa Menyiapkan Calon Pemimpin yang Sehat

Vaksinasi bagi mahasiswa, selain menjadi contoh bagi masyarakat juga menyiapkan mereka sebagai calon pemimpin masa depan yang sehat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, mengungkapkan hal tersebut dalam kegiatan vaksinasi massal di lingkungan kampus yang bertema “Vaksinasi Presisi Merdeka”, di kampus Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma), Rabu (04/08).

Sitti Rohmi mengatakan, tugas mahasiswa jauh lebih ringan dari pada para tenaga kesehatan. Vaksinasi bagi mahasiswa, selain diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat juga mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan yang sehat. Ummi Rohmi juga mengingatkan, .

Vaksinasi sebagai salah satu ikhtiar pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Jika prosedur kesehatan (prokes) tidak diterapkan dan kasus terpapar covid masih tetap tinggi maka sulit mengharapkan aktifitas kampus kembali normal.

“Oleh karena itu ayo berpartisipasi ikut vaksinasi massal di kampus agar bisa berkegiatan seperti dulu. Dan tetap patuhi prokes meski sudah divaksin”, himbau Sitti Rohmi.

Sementara itu, Rektor Undikma, Prof. Drs. Kusno, mengatakan, kegiatan vaksinasi yang terdaftar hari ini sudah melampaui target penyelenggara, yaitu 1000 dosis vaksin. Selain mahasiswa juga terdapat masyarakat umum yang mendaftar.

“Semua elemen sudah mencoba mulai pencegahan, pengobatan dan yang tersulit adalah pengendalian, sebab akhirnya yang dikendalikan adalah perilaku manusia bukan langsung penyakitnya”, tutur Prof. Kusno.

BACA JUGAPosyandu Keluarga Solusi Untuk Mencegah Stunting

Vaksinasi goes to campus yang digelar di sejumlah universitas di Mataram menargetkan sebanyak 3000 orang. Saat ini vaksinasi yang sudah dilakukan di NTB, dengan jumlah penduduknya lima juta, baru mencapai 16 persen.

jm




Posyandu Keluarga Solusi Untuk Mencegah Stunting

Posyandu Keluarga adalah solusi dari aneka permasalahan kesehatan di NTB, salah satunya mengedukasi masyarakat terkait pencegahan stunting.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, mengatakan hal tersebut saat memberikan pemaparan tentang penanganan stunting di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam acara Pembekalan Program Kerja Kuliah Nyata Muhammadiyah-Aisyah (KKN MAs) Tahun 2021, yang berlangsung secara virtual, Rabu (4/8).

“Revitalisasi posyandu ini bertujuan untuk meningkatkan angka posyandu secara bertahap, menuju posyandu keluarga serta deteksi dini berbagai persoalan sosial, sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat berbasis dusun menuju pertahanan keluarga,” ujar Sitti Rohmi

Berdasarkan data dari Riskesdas jumlah stunting di Provinsi NTB dari tahun 2018 – Juli 2021 sebanyak 33.49%. Sitti Rohmi menilai bahwa setiap tahunnya dapat dilakukan rekapitulasi data dari seluruh posyandu dan puskesmas di NTB.

“Sehingga kita bisa mendapatkan by name by address, penanganan yang jauh lebih komprehensif dan efektif. Agar di NTB ini melihat posyandu menjadi sesuatu yang betul-betul harus diintervensi dengan baik,” jelasnya.

Sitti Rohmi menegaskan bahwa masalah stunting tidak hanya berbicara tentang bayi dan ibu hamil, tetapi juga bagaimana mengedukasi remaja kita sehingga dia nanti siap menjadi calon ibu serta memahami kesehatan reproduksi dan lain sebagainya.

“Kita juga harus mengedukasi masyarakat karena stunting juga sangat tergantung dari lingkungan. Sehingga kita harapkan penanganan stunting ini bisa sangat komprehensif, karena kita tahu penanganan stunting tidak hanya bicara tentang gizi tetapi sangat erat juga hubungannya dengan sanitiasi,” tuturnya.

ser




Mahasiswa Unram Latih Wirausaha Ibu-ibu di Santong

Mahasiswa yang melakukan KKN tematik, menorong semangat masyarakat Santong untuk mengolah kopinya menjadi produk olahan

SANTONG, KLU.lombokjournal.com Masyarakat desa Santong yang masih butuh perhatian di sektor UMKM atau kewirausahan, mendapat angin segar hadirnya Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Universitas Mataram tahun 2021.

Mahasiswa Unram KKN Tematik

Dalam KKN tematik itu, para mahasiswa Universitas Mataram yang KKN mengadakan berbagai pelatihan bagi para pelaku UMKM yang berhubungan dengan kewirausahaan.

Menurut Abdul Khaliq, ketua kelompok KKN Universitas Mataram 2021, pelatihan yang dilakukan merupakan hasil dari observasi yang dilakukan sebelumnya.

“Pelatihan yang kami lakukan merupakan hasil observasi dan wawancara dengan beberapa tokoh di desa Santong. Pelatihan ini juga sebagai sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang kami dapatkan dibangku kuliah sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.” jelas Khaliq.

BACA JUGA: Nakes NTB, Insentifnya Sudah Dibayar Hingga Bulan Juni

Salah satu pelatihan yang dilakukan ialah pelatihan pembuatan cookies kopi yang dilaksanakan di aula Kantor Desa Santong.

Pesertanya terdiri dari ibu-ibu PKK Desa Santong, pelaku UMKM dan tokoh pemuda desa Santong, diberikan pelatihan cara membuat cookies basah dan cookies kering.

KKN Universitas Mataram 2021 mendatangkan tutor yang merupakan tokoh UMKM dari Lombok Timur, Nani Mulyana, pemilik UKM Balen Jaja di Wanasaba. Nani merupakan penemu atau pembuat cookies kopi pertama kali.

Menurut Ni Luh Nindi, salah satu anggota KKN Universitas Mataram 2021 menjelaskan, pelatihan pembuatan cookies kopi merupakan inovasi terbaru bagi para pelaku UMKM di Desa Santong.

Selain bisa menambah ragam jenis jajanan khas desa Santong, pelatihan tersebut juga bisa menjadi langkah baru bagi pemuda yang ingin memulai wirausaha dengan bahan dasar kopi.

BACA JUGA: Bupati Djohan Ajak Kuatkan Komitmen Majukan Lombok Utara

“Pelatihan ini didasari hasil observasi kami terkait hasil bumi di desa santong ini ternyata banyak didapatkan kopi. Tapi masih hanya sebatas dijual dalam bentuk serbuk atau biji, belum ada inovasi pengolahan kopi yang dilakukan.” kata Nindi

Pelatihan yang dilakukan KKN Universitas Mataram 2021 diharapkan mengurangi pengangguran yang ada di desa Santong, terutama di saat pandemi.

“Dengan adanya pelatihan inovasi produk ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat Santong untuk mengolah kopinya menjadi produk olahan, sehingga bisa mengurangi pengangguran.” kata Nindi

Pada kesempatan lain, ketua KKN Universitas Mataram 2021, Abdul Khaliq menyampaikan, keluhan dari pelaku UMKM di desa Santong terkait wirausaha yang dilakukan saat menghadapi pandemi.

Banyak dari para pelaku UMKM yang terpaksa mengurangi pembuatan produk karena sulitnya beberapa akses saat pandemi.

Menghadapi pandemi Covid-19 saat ini rata2 UMKM banyak mengeluh, menurut pengakuan dari beberapa perwakilan UMKM banyak yang berhenti bermitra maupun pesanan juga berkurang,” tutur Khaliq.

Han




Bunda Niken Wisuda 34 Anak Berkebutuhan Khusus

Bunda Niken mengapresiasi para siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya, diharapkan dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi

“Trus maju trus semangat. Perjalanan masih panjang. Tidak ada yang bisa membatasi kemampuan kalian,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Bunda Niken memberi semangat saat mewisuda 34 murid dan siswa, SD, SMP, dan SMA, di Sekolah Luar Biasa (SLB) 2 Mataram, Kamis (01/07/21).

Acara wisuda yang dirangkaikan dengan Ajang Pentas Seni tersebut, Bunda Niken mengapresiasi para siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya.

BACA JUGA: Investasi Bisa Lancar Jika Ada Sinergi Antar Stakeholder

Bunda Niken juga mengapresiasi para pengajar SLB 2 Mataram dan orangtua, yang telah berdedikasi mendidik siswa siswi disabilitas hingga mampu menyelesaikan pendidikannya.

Karena dengan dedikasi guru dan orangtua, siswa siswi penyandang disabilitas bisa berkontribusi baik bagi dirinya, keluarganya, masyarakat, daerah, dan negara.

Acara wisuda tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian cindera mata kepada Bunda Niken berupa lukisan oleh salah seorang murid berprestasi SLB 2 Mataram. Jessica, pemenang pertama Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di bidang melukis untuk penyandang disabilitas.

Kepala Sekolah, H. Winarna menjelaskan, SLB 2 Mataram hingga tahun ajaran 2020-2021 ini memiliki murid dan siswa sebanyak 160 ABK. Yang tersebar dari Taman Kanak-Kanak hingga jenjang SMA. 34 ABK yang lulus merupakan murid dan siswa dari SD, SMP, dan SMA.

“Kami berharap mereka bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi,” tutur Kepsek.

BACA JUGA: 100 Hari Kerja, Upaya KLU Atasi Dampak Gempabumi dan Panemi

Selain dihadiri oleh Ketua TP PKK NTB, acara tersebut juga dihadiri oleh Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, serta Kepala Bidang Pembinaan PK-PLK Dinas Dikbud NTB.

Rr

diskominfotikntb




Pelajar NTB yang Berangkat Kuliah ke Sudan dilepas Gubernur

14 pelajar asal NTB akan menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di Sudan, Afrika. Gubernur NTB menginginkan agar mereka di Sudan, menjaga nama baik NTB dan Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Para pelajar yang akan kuliah di Sudan, ini, secara resmi dilakukan acara pelepasan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, di Gedung Graha Bhakti Praja, Senin (28/6).

Pelajar NTB
H. Zulkieflimansyah

“Awalnya semula berat merekomendasikan anak-anak kita ini untuk belajar ke Sudan. Tapi karena kegigihan para Tuan Guru ataupun para alumni dan lainnya yang pernah belajar di Sudan agar ada generasi-generasi NTB juga bisa menimba ilmu di Sudan, saya akhirnya luluh juga dan secara tulus hati untuk melepas anak-anak NTB ini ke Sudan,” tutur Zulkieflimasyah, dihadapan para Tuan Guru, alumni Sudan, beserta keluarganya.

Gubernur menitip pesan kepada para pelajar bahwa selama belajar di Sudan, perkenalkan NTB dan Indonesia dengan segala potensi keindahan alam, agama, dan, keberagaman budayanya.

BACA JUGAPosyandu Keluarga di Lombok Timur sudah 100 Persen

herikp@diskominfotik




Gunung itu Tidak Harus Tinggi, yang Penting ada Dewanya

Pepatah Cina mengatakan, Gunung itu tidak harus tinggi, yang penting ada Dewanya. Dan, Sungai itu tidak harus dalam, yang penting ada Naganya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Inilah kalimat pengandaian yang disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, kepada hadirin Milad atau perayaan Ulang Tahun Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) ke-41, di Auditorium Anwar Ikraman, UMMAT, Sabtu (26/6).

Gubernur menggunakan pepatah Cina, ini, untuk menjelaskan pentingnya tindakan berani menghadirkan sesuatu yang baru dalam pengelolaan kampus. Maksudnya, jika mau dan mampu mengubah persepsi atau cara berpikir dan berinovasi dalam membangun image kampusnya, maka UMMAT atau PTS lain akan maju.

Gunung Pepatah Cina
H. Zulkieflimansyah

“Saya percaya Rektor UMMAT bisa mendatangkan Hamdan Zoelva atau Profesor Din Syamsudin, misalnya sebagai dekan atau dosen terbang,” ujar Zulkieflimansyah.

Maka, tanpa promosipun orang akan banyak yang datang belajar di UMMAT. Inilah yang dimakud berinovasi menghadirkan hal yang baru, sehingga dengan adanya guru besar atau profesor dan pakar di bidangnya akan terbangun nama kampus.

Selain itu, UMMAT kalau mau maju, ke depan tidak boleh tergantung kepada bantuan pemerintah. UMMAT tidak akan maju, kalau keuangannya tergantung dari bayaran mahasiswa-mahasiswinya.

BACA JUGA:

Sementara itu, Rektor UMMAT, DR. H. Arsyad Abdul Gani, menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas pengabdian dan kerja keras civitas akademika sehingga mengantarkan UMMAT di usia yang 41 Tahun yang islami dan unggul sesuai misi kampus UMMAT.

“Berbagai infrastruktur dan fasilitas  terus dilengkapi dan dibenahi dalam rangka daya dukung kampus untuk melahirkan mahasiswa UMMAT yang berkualitas, termasuk tenaga pengajarnya yang berkompetensi sesuai disiplin ilmu dan bidangnya” jelasnya.

edy




Medsos Bisa Sasar Milenial Agar Datang Belajar ke Kampus

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, berpesan agar UMMAT memanfaatkan medsos (media sosial) di era teknologi IT untuk menyapa anak muda.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal ini dituturkan gubernur dalam pidato sambutannya pada acara Milad atau Ulang Tahun Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) ke-41,  di Auditorium Anwar Ikraman, UMMAT, Sabtu (26/6).

Gubernur Zulkieflimansyah, menguraikan, saat ini orang sudah berada di satu masa atau dunia yang berbeda. Anak-anak muda dan milenial sekarang masih banyak yang belum kenal siapa menterinya, apalagi gubernur atau bupati.

Medsos Bisa Sasar Milenial
H. Zulkieflimansyah

“Pimpinan kampus terutama swasta harus melihat ini sebagai kesempatan (oportunity). Satu kesempatan baru untuk merengkuh anak muda agar hadir di tempat pembelajaran kampus,” kata Zulkieflimansyah.

Tentu tidak mungkin menyapa anak muda, kalau para civitas akademika di UMMAT, ini, hanya main Facebook, yang menurut anak-anak muda dan milenial saat ini di sebut sebagai media sosial orang tua.

“Jarang anak milenial itu main facebook, kenapa, orang tua kita ada di sana. Jadi yang main facebook itu biasanya usia 40 tahun ke atas,” ujarnya.

Anak-anak muda atau milenial punya media sosialnya sendiri dan memiliki cara berpikir serta terminologi sendiri.

“Mereka sudah main IG (instagram), youtube dan media sosial lainnya, ini yang harus disentuh, agar mereka tertarik melihat kampus kita,” tutur gubernur.

BACA JUGA:

edy