Wisuda Perdana STP Mataram, SDM Pariwisata Siap Kerja

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram NTB menggelar wisuda perdana bagi 356 mahasiswanya yang menyelesaikan studi strata-1 (S1).

MATARAM.lombokjournal.com ~ 71 Sarjana (S1) Pariwisata di antaranya siap berkiprah di event World Superbike (WSBK) 2021 di sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain berbekal ilmu pengetahuan dan keterampilan, para wisudawan STP juga sarat dengan pengalaman sehingga siap kerja.

“Saya jamin, lulusan STP Mataram siap menghadapi dunia kerja. Kami sudah membekali mahasiswa kami dengan ilmu dan wawasan. Keterampilan, sikap, sigap dan kaya akan pengalaman. Bekal ilmu dan pengalaman ini, menjadikan mahasiswa kami terampil di bidangnya masing-masing,” ujar Ketua STP Mataram, Halus Mandala.

Dalam wisuda perdana STP Mataram yang digelar di Hotel Lombok Raya, Sabtu (25/9), ini, terdapat 356 wisudawan yang terdiri dari 71 mahasiswa S-1 Pariwisata, 34 mahasiswa program 1 tahun, D-3 Perhotelan sejumlah 224 orang dan 27 mahasiswa D-3 Usaha Perjalanan Wisata (UPW).

Wisuda
Putri Ayu Marta Tila’a

Tampil sebagai wisudawan terbaik S-1 Pariwisata, Putri Ayu Marta Tila’ar, dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3, 94 atau predikat cumlaude. Putri adalah mahasiswa berprestasi yang pernah meraih juara 1 memasak tingkat nasional di Istana Negara-Jakarta. Putri berharap bisa memanfaatkan ilmu dan pengalamannya untuk kemajuan pariwisata NTB.

“Menjadi kebanggaan tersendiri. Saya pernah tampil dalam lomba memasak di Istana Kepresidenan, disaksikan dan dicicipi Presiden RI Joko Widodo,” tutur Putri.

Selain itu terdapat wisudawan terbaik lainnya dari D-3 UPW yang bernama Joni Fitrianto. Joni mengambil perhatian banyak hadirin berkat prestasi dalam program studinya yang berhasil meraih nilai IPK tertinggi, yaitu 4,00.

Wisuda perdana S1 pariwisata STP Mataram digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Panitia membatasi kehadiran pengantar para wisudawan ke dalam ruangan di mana acara wisuda berlangsung. Pihak hotel menyediakan fasilitas zoom meeting bagi para keluarga para wisudawan yang ada di luar lokasi, agar dapat mengikuti acara wisuda.

01




Bupati Minta Naskah Kuno di Lombok Utara Diperbanyak

Dinas Dispurarsip KLU diminta Bupati Djohan Sjamsu memperbanyak naskah kuno yang syarat nilai sejarah, dan dibagikan kepada masyarakat

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Utara (Dispurarsip KLU) menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) “Pemeliharaan dan Pelestarian Naskah Kuno Kabupaten Lombok Utara” di Lesehan Sasak Narmada Tanjung, Senin (20/09/21).

Kegiatan Bimtek yang rencananya akan dilangsungkan selama tiga hari itu (20 – 22 September) dibuka Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH.

Pada kesempatan itu, H. Djohan dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan semacam ini perlu digalakkan. Di era teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini, generasi milenial makin terkikis minatnya untuk mengenal lebih jauh tentang histori budaya yang dimiliki

“Saya melihat saudara-saudara sekalian, anak-anak kita sekarang ini seperti tidak berminat. Nah ini yang perlu digalakkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, supaya adalah perhatian anak-anak kita terhadap naskah-naskah kuno,” kata Bupati Djohan

Peserta bimtek di Dinas Perpustakaan dan Arsip yang dibuka Bupati Djohan

Bupati minta kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispurarsip), agar naskah yang masih ada diperbanyak. Kemudian disimpan di Perpustakaan Daerah dan sebagian lagi dibagikan ke kelompok-kelompok masyarakat adat di Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA:

Talkshow Karang Taruna di Sesait Mengupas Budaya Lokal

“Harapan saya, supaya naskah-naskah kuno, naskah-naskah adat kita bisa di copy atau diperbanyak kemudian disimpan. Sebagian disimpan di perpustakaan dan sebagian ada di kelompok-kelompok adat, kelompok masyarakat. Karena itu sejarah, kita tidak boleh meninggalkan sejarah,” ujar Bupati H. Djohan Sjamsu.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dispurarsip KLU Ir. Lalu Mustain, MM. melaporkan, sejauh ini jumlah naskah kuno yang ada di Kabupaten Lombok Utara sekitar 37 naskah, 4 di antaranya sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Ditambahkan L. Mustain, melihat kandungan isi yang beragam pada naskah kuno tersebut, mendorong pihak Dispurarsip KLU untuk menginisiasi perlunya dilaksanakan kegiatan Bimtek bagi para tokoh yang memegang dan menyimpan beberapa naskah-naskah kuno di tiap kecamatan di Lombok Utara.

“Isinya beragam, mulai dari budaya, hukum, adat-istiadat, agama menyangkut syariat, tarekat bahkan. Jadi sangat detail dan beragam isi dari naskah kuno tersebut sehingga kami anggap sangat perlu dilestarikan,” jelasnya.

Mustain berharap kepada para peserta yang memegang naskah kuno baik dalam bentuk kertas atau lontar, agar bisa menjaga dan menyimpan dengan baik aset budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Lombok Utara itu.

Merespon kegiatan bimtek tersebut, Ahmad Subhan Hadi salah satu peserta dari Desa Sesait sangat mengapresiasi langkah yang telah dilakukan itu, yang dinilai penting dalam menjaga kelestarian naskah kuno.

Menurutnya, perlu ada tindaklanjut dari pihak dinas untuk menjalin kolaborasi dengan para tokoh adat, untuk memberikan edukasi kepada anak-anak muda melalui sebuah kelompok yang dibentuk di setiap dusun.

Diharapkan ada perhatian di anggaran perubahan, agar para tokoh adat mengajarkan di tiap dusun sekaligus. Mungkin di setiap kelompok ada 10 orang disitu untuk menumbuhkan minat bacanya.

BACA JUGA: Berwisata ke Desa Wisata Senaru di Lombok Utara

“Bahkan di Sesait sudah dilakukan tetapi hanya beberapa kelompok dan ada di Desa Pendua. Mohon harapan kami jangan sampai kita hanya bimtek disini saja,” kata Ahmad.

@ng




Talkshow Karang Taruna di Desa Sesait Mengupas Budaya Lokal

Anggota Karang Taruna dari empat desa di Kecamatan Kayangan menyelenggarakan talkshow mengupas sejarah, budaya dan adat Lombok Utara

KAYANGAN.lombokjournal.com ~ Talkshow dengan tajuk “Desa Sesait Dalam Sesaat”, diselenggarakan atas kolaborasi Karang Taruna dari empat desa di Kecamatan Kayangan, Kabupten Lombok Utara.

Talkshow Karang Taruna di Desa Sesait

Keempat Karang Taruna itu masing-masing Desa Santong, Desa Pendua, Desa Sesait dan Desa Santong Mulia, yang berlokasi di “Bale Sangkep Adat Sesait”, Minggu (19/09/21).

Agenda talk show itu berangkat dari  kegelisahan para pengurus Karang Taruna atas minimnya pengetahuan generasi milenial terkait sejarah, adat dan budaya yang ada di kabupaten Lombok Utara, khususnya di Kecamatan kayangan.

Pengurus Karang Taruna lintas dan tiap element kepemudaan yang terlibat dalam giat itu diharapkan menjadi pemantik semangat generasi milenial dalam melestarikan adat dan budaya di kabupaten Lombok Utara.

Tema talk show budaya itu mengangkat sejarah adat dan budaya Desa Sesait sebagai langkah awal. Kemudian dihadirkan narasumber yang memang kompeten di bidang sejarah adat dan budaya Desa Sesait.

Hadir sebagai narasumber, H. Djekat selaku tokoh adat, Susianto, M.Pd selaku pemusungan Desa Sesait, dan TGH. Sukarman Azahar Ali selaku tokoh agama.

Para narasumber memaparkan penjelasan beragam terkait adat dan budaya desa Sesait dari berbagai sudut pandang.

“Hasil riset terbaru pada tahun 2008 bahwa tulisan tangan dari Alqur’an yang ada di desa Sesait berumur 600 tahun, yang menunjukkan bahwa agama Islam di KLU yang pertama kali itu dari Desa Sesait. Tapi itu versi kami dan tanpa menyalahkan versi yang lain.” ujar Susianto

Penjelasan Pemusungan Desa Sesait terkait sejarah islam di KLU itu,  menjadi refrensi baru bagi para pemuda dalam mengkaji sejarah terkait desa Sesait.

BACA JUGA: Berwisata ke Desa Wisata Senaru di Lombok Utara

Kemudian dijelaskan, beberapa posisi pengurus adat di Desa Sesait haruslah sesuai keturunan, dan tidak bisa dirubah oleh siapapun karena sidah menjadi aturan adat.

Pada kesempatan tersebut, H. Djekat selaku narasumber menjelaskan bahwa tiap hal yang merupakan peninggalan nenek moyang haruslah dijaga nilai-nilainya.

Generasi muda diminta memahami apa saja yang menjadi tanggung jawabnya dalam melestarikan nilai-nilai dari adat dan budaya yang ada di desa Sesait.

“Kita jangan sampai hanya mengatakan berbagai hal tentang adat, tapi tidak mengerti nilai-nilai yang tertanam di dalamnya. Adat dan budaya penting untuk dilestarikan tapi lebih penting juga untuk mengkaji dan memahami nilai-nilai yamg terkandung didalamnya.” jelsa Djekat

Kemudian pada penghujug acara, TGH. Sukarman selaku narasumber menjelaskan terkait adat dan budaya dalam perspektif agama.

Setiap ajaran yang ditinggalkan oleh para leluhur tentunya sudah melalui proses panjang dalam penanaman nilai-nilai islam di tiap aspeknya.

BACA JUGA: Setelah Vaksin Harus Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

“Kita harus bangga menunjukan adat dan budaya kita dan tentunya harus sesuai syariat islam. Setiap apa yang diwariskan sudah mengikuti syariat islam, hanya saja kita perlu memahami lebih dalam agar tidak salah faham dengan segala hal yang berhubungan dengan adat dan budaya di desa Sesait ini, mulai dari masjid, pakaian, hingga gamelannya.” ujar TGH. Sukarman.

Han




Perkemahan Sabtu Minggu, Semarakkan ToT Kwarda NTB

Penyelenggaraan Perkemahan Sabtu Minggu berlangsung di tengah giat Training of Trainers (TOT) agar para peserta bersemangat mengikuti  materi yang diberikan

MATARAM.lombokjournal.com ~  Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) dilaksanakan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka NTB, agar para peserta Training of Trainers (TOT)  bersemangat.

Puslitda Kwarda NTB menyelenggarakan ToT sejak tanggal hari Jum’at tanggal 17 hingga hari Minggu 19 September 2021 di Bumi Perkemahan Jakamandala, Mataram.

Ketua Kwarda NTB Drs. H. Fathul Gani, M. Si berharap dengan diselenggarakan kegiatan ini, para peserta TOT dapat semakin bersemangat dalam mengikuti berbagai materi yang diberikan.

Selain itu kegiatan Persami kali ini juga tetap diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang tertib.

“Alhamdulillah kegiatan persami ini bisa terlaksana dengan prokes yang baik. Semoga dengan kegiatan ini para peserta ToT makin bersemangat,” ujar Kak Fathul sapaan akrabnya.

Menurut Kak Fathul, TOT ini sangat penting dilakukan, khususnya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas para pelatih sehingga terbentuk tim pelatih Puslitda NTB yang tangguh dan mantap.

“Selain untuk upgrading capacity, kegiatan Ini juga kami hajatkan dalam rangka percepatan peningkatan jumlah Pramuka Garuda di masing masing Kwartir Cabang,” jelas Kak Fathul sapaan akrabnya.

BACA JUGA: Berwisata ke Desa Wisata Senaru di Lombok Utara

Pramuka Garuda sendiri merupakan tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka. Pramuka Garuda diatur dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 038 tahun 2017 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pramuka Garuda.

Kegiatan TOT ini sendiri diselenggarakan atas amanat Jukran No.048 th 2018 tentang Sistem Pendidikan Pelatihan dan Materi kegiatan antara lain Growth Main set, andragogi, Best Practise, Pendidikan Abad 21, pembelajaran digital, metode kepramukaan dan lain-lain.

Dalam kegiatan tersebut diampu oleh Nara sumber dari Pusdikltada Kwarda NTB antaran lain Kak Agus Fathurrahman, Kak Sutikno, Kak Aminullah dan Pelatih lainnya.

Turut hadir beberapa Andalan serta Waka Binawasa, Waka Abdimasgana, Kapusdiklatda, Kapuslitbangda dan jajaran Humas Kwarda NTB.

nn




Bupati Djohan Lantik Pejabat Struktural dan Kepsek se-KLU

Kabupaten Lombok Utara yang dilantik, Bupati Djohan mengingatkan abatan bukanlah hak tetapi amanah tanggung jawab

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melantik pejabat struktural sekaligus mengukuhkan Kepala Sekolah SMP dan SD se-Kabupaten Lombok Utara, di halaman kantor bupati, Rabu (15/09/21).

Tampak hadir Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R ST MEng, Wakapolres Kompol Setia Wijatono SH, Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan H Simparudin SH, Para Asisten lingkup Setda KLU, Plt Kadis Dikbudpora Adenan MPd, Plt Kepala BKD PSDM Tri Darma Sudiana SSTP, dan Kepala UPTD Dikbudpora se-KLU.

Bupati saat pelantikan pejabat struktural Pelantikan dan pembacaan sumpah pejabat dilakukan Bupati Lombok Utara

Pelantikan dan pengukuhan pejabat struktural sesuai Keputusan Bupati Lombok Utara Nomor: 342/394/BKPSDM/2021 tentang Jabatan Pengawas Lingkup Pemda KLU.

Adapun pejabat yang dilantik terdiri dari Budi SPd sebagai Kasi Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial P3A, I Nengah Patra Husada Kasi Pencegahan Bencana pada BPBD KLU.

Sementara Keputusan Bupati Lombok Utara Nomor: 341/293/BKDPSDM/2021 tentang Pemberhentian dan Pemberian Tugas Tambahan sebagai Kepala Sekolah SD, SMP di Lingkungan Dinas Dikbudpora KLU sebayak 158 orang.

Usai pelantikan dan pengukuhan pejabat pengawas dan kepala sekolah, Bupati Djohan menyampaikan, jabatan bukanlah hak tetapi amanah tanggung jawab kepada yang diberikan tali mandat.

BACA JUGA:

Vaksinasi Ibu Hamil, Wabup Danny: Komitmen Sukseskan Target Vaksinasi

“Harapan saya kepada kepala sekolah laksanakan amanah itu dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab sehingga tugas pokok kita dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di KLU bisa kita wujudkan,” tandas Bupati Djohan.

Dikatakan bupati, dalam limitasi tahun anggaran 2021 sampai 2024, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek akan menyelenggarakan sekolah penggerak di wilayah Lombok Utara.

Suatu saat nanti akan diadakan evaluasi untuk semua sekolah yang memenuhi syarat dari tingkat TK sampai SMA.

“Karena ini tugas tambahan mulai 2021 sampai 2024, maka saya harapkan ikuti dengan baik evaluasi yang diberikan Kemendikbudristek, supaya sekolah yang lolos seleksi yang akan melaksanakan sekolah penggerak,” harapnya.

Menurut bupati, tugas Kepala Sekolah dan Guru-guru di Lombok Utara dihadapkan dengan banyak tantangan yang perlu diatasi dan antisipasi, terlebih di era digitalisasi yang semakin pesat.

Dikatakan pula, teknologi tidak bisa ditolak tapi bagaimana kita menyikapi teknologi itu agar bermanfaat bagi anak-anak dan semua lapisan masyarakat.

“Tanggung jawab ini ada dibahu saudara-saudara,” ucapnya mengingatkan.

Bupati Djohan juga menegaskan agar melaksanakan program dengan tanggung jawab sesuai mandat.

“Apa yang ditugaskan kepada saudara adalah sesuatu yang bernilai ibadah yang hanya Allah yang membalasnya,” pungkasnya.

BACA JUGA: Pabrik Pengolah Limbah Medis, Menjadikan NTB Asri dan Lestari

Orang nomor satu di Lombok Utara ini menyampaikan selamat bekerja dengan baik, melakukan apa yang perlu dilakukan dalam rangka memajukan daerah guna meningkatkan kemampuan anak didik.

@ng




Partisipasi PAUD NTB di atas Rata-rata Nasional

Bunda PAUD NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyatakan, partisipasi warga NTB dalam mengikutsertakan anaknya dalam pendidikan usia dini cukup tinggi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Partisipasi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) cukup tinggi, bahkan angkanya di atas rata rata nasional.

Bnda PAUD NTB menegaskan, partisipasi PAUD NTB masyarakat cukup tinggi
Hj Niken Hj Niken Saptarini Widyawati

Sedikitnya 37 persen dari orang tua yang memiliki anak usia PAUD berminat memasukkan anaknya ke PAUD.

Pernyataan itu disampaikan Bunda Niken selaku Bunda PAUD NTB di Pendopo Gubernur, Kamis (09/09/21).

Namun diakuinya bahwa angka ini masih selalu fluktuatif.

“Alasan orangtua memasukkan anaknya ke PAUD belum stabil dari tahun ke tahun,” ujar Bunda Niken.

Ketua TP PKK NTB ini menambahkan, di masa pandemi menjadi catatan khusus karena situasi. Namun demikian, Bunda Niken berharap peran Bunda PAUD dapat menaikkan angka partisipasi ini selain peningkatan kualitas PAUD holistik integratif sebagai investasi generasi masa depan.

Ia berharap pada Bunda PAUD kabupaten/ kota agar setidaknya minimal satu PAUD HI di tiap desa.

BACA JUGA: Sekolah Jadi Pusat Edukasi Lingkungan, Wujudkan NTB Bersih

Sekretaris Daerah, HL Gita Ariadi mewakili Gubernur mengatakan, komitmen kuat untuk melandaikan pandemi tetap menjadi prioritas. Sektor pendidikan dengan belajar tatap muka harus tetap dalam pengawasan dan evaluasi.

“Begitu juga dengan penyelenggaraan PAUD dapat tetap terkontrol,” ujar Sekda.

BACA JUGA: Integritas Keilmuan Diharapkan Lahir dari UDG XIV Nasional

Sebanyak sembilan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kabupaten/kota dilantik dan dikukuhkan oleh Bunda PAUD NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah. Mereka adalah Kepala Daerah dan istri Kepala Daerah.

jm




Sekolah Jadi Pusat Edukasi Lingkungan, Wujudkan NTB Bersih

Seluruh sekolah SMA, SMK dan SLB yang berada dalam koordinasi pemprov NTB, menjadi pusat edukasi terkait masalah lingkungan yang ada di sekitarnya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalillah menyatakan hal tersebut saat membuka kegiatan Jambore IBBS 2021 Special Series : Ecoranger Talkshow Series 4.0 Potret KSPN Mandalika, NTB: “Menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas Yang Ramah Lingkungan dan Bebas Sampah”, secara virtual, di ruang kerja Wagub, Kamis (9/9).

“Mereka harus bisa mempengaruhi lingkungan sekitarnya untuk menyadari pentingnya mewujudkan NTB Bersih dan Hijau, maka semua sekolah kita wajibkan mengelola lingkungannya dengan baik dan mengelola bank sampah,” kata Sitti Rohmi.

Sitti Rohmi menjelaskan bahwa terdapat 468 bank sampah yang tersebar di NTB telah memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Kehadirannya sebagai media pengelolaan sampah, menjadikan sampah bernilai sebagai sumberdaya dan dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Selain itu, pemprov terus mendorong seluruh kabupaten/kota untuk sama-sama mengelola lingkungan agar asri dan lestari. Salah satunya yang ada di kabupaten Lombok Tengah, tepatnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Agar pengunjung yang datang dapat merasakan keindahan Mandalika didukung dengan kebersihan lingkungan dan kehijauan lingkungan yang ada di sekitarnya,” ujar Sitti Rohmi.

BACA JUGAVaksinasi Berbasis Wilayah, Strategi Percepatan Serapan

ser




Mahasiswa Muhammadiyah-Aisyiyah Akhiri KKN di Lombok Utara

Setelah satu bulan melakukan KKN MAS di Lombok Utara, Bupati Djohan Sjamsu harapkan mahasiswa sinergikan hasil KKN dengan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH melepas secara resmi akhir Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Muhammadiyah Aisyiyah (MAS) seluruh Indonesia di Kantor PD Muhammadiyah Dusun Lekok Desa Gondang, Kamis (09/09/21).

Acara pelepasan akhir KKN MAS yang diikuti mahasiswa Muhammadiyah-Aisyiyah

Hadir dalam acara itu Kepala Dinas Koperindag Drs Abdul Hamid, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, unsur perwakilan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, Peserta KKN MAS serta undangan lainnya.

Bupati Djohan mengatakan, setelah satu bulan melakukan KKN MAS, dan pada hari ini saatnya melepas mahasiswa kembali ke perguruan tinggi masing-masing.

Dengan pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama KKN, bisa disenergikan dengan ilmu dari perguruan tinggi, sebelum kembali ke tengah masyarakat.

“Pengalaman selama KKN di Lombok Utara akan menjadi pengalaman berharga untuk kalian nanti ketika sudah usai masa di perguruan tinggi, dan menjadi pemimpin masyarakat, bangsa dan negara,” tuturnya.

BACA JUGA: NTB Dapat Tambahan Vaksin dari DPR untuk Sambut WSBK

Diungkapkan bupati, Lombok Utara baru 13 tahun namun di usianya yang masih muda banyak hal yang berhasil dilakukan. Meski selama 13 tahun sudah dua kali terkena gempa bumi pada 2013 dan 2018, bahkan saat ini bencana pandemi Covid-19 melanda Lombok Utara.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat KLU mengucapkan terima kasih kepada anak-anak saya, mahasiswa KKN yang selama sebulan berbaur dan tinggal di tengah masyarakat. Banyak hal yang kalian peroleh, begitu pula sebaliknya sebagai seorang mahasiswa banyak kenangan yang kalian tinggalkan untuk masyarakat Lombok Utara. Semoga apa yang kalian dapatkan bermaanfaat ke depan,” kata bupati.

Kordinator Panitia KKN Muhammadiyah-Aisyiyah, Dr.Suarno menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat Lombok Utara, yang menjadi tuan rumah Kuliah Kerja Nyata selama sebulan.

BACA JUGA: Penanganan Covid-19 di NTB Terkendali Sebab Patuh Prokes

KKN itu dimulai dari 8 Agustus lalu meski masih dalam suasana pandemi Covid 19. Meski demikian, seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah bisa berada di Lombok dan ini KKN-MAS yang pertama.

“KKN Mas kita jadikan sebagai wadah silaturahmi, ke depan angkatan muda Muhammadiyah bisa menjadi kader-kader Muhammadiyah,” ungkap Suarno.

@ng




Penerima Beasiswa NTB agar Jelajahi Dunia dengan Cinta

Penerima beasiswa NTB agar menjelajahi dunia dengan rasa cinta dan takjub, sehingga prestasi yang diraih dapat menginspirasi banyak orang.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah, menyampaikan pesan tersebut kepada penerima Beasiswa NTB dalam acara Pelatihan Kepemimpinan Awardee NTB, yang berlangsung di Gedung Graha Bakti Praja, kantor gubernur, Rabu (8/9).

Penerima

“Saya tidak mewajibkan suatu saat teman–teman kembali ke NTB, awardee yang menempuh pendidikan di Jakarta maupun di luar negeri. Jelajahi seluruh dunia dengan rasa cinta dan takjub, dan menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya,” ujar Zulkieflimansyah.

Gubernur menuturkan bahwa yang dikirim ke luar negeri ini adalah mahasiswa pilihan yang kita siapkan bukan hanya menjadi pemimpin di NTB, tetapi juga pemimpin dunia. Pada tahun 2021 ini, sebanyak 89 orang awardee NTB yang akan berangkat pendidikan S2 ke Polandia, Ceko dan Malaysia. Sedangkan total keseluruhan awardee NTB sebanyak 595 awardee NTB sejak tahun 2018 – 2021.

Salah satu awardee NTB, Rani Farinda, mengatakan bahwa kesempatan yang diraih untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri menjadi pengalaman luar biasa yang akan dimanfaatkan secara maksimal. Mahasiswi yang akan melanjutkan S2 di Vistula University Polandia, ini berharap seluruh awardee NTB dapat terus berkontribusi untuk membangun NTB dan Indonesia dengan ilmu dan pengalaman yang didapat di tempat studi.

BACA JUGAAtasi Kemacetan, Jalan Raya Kediri akan Dibangun Dua Jalur

ser




Pupuk Organik Berkualitas, Inovasi UNW Mataram

Saat peringatan Hari Ulang Tahun ke 35 Universitas Nahdlatul Wathan, Fakutas Peranian dan Fakultas Peternakan menunjukkan inovasi pupuk organik berkualitas

MATARAM.lombokjournal.com ~  Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram, menghasilkan produk pupuk organik.

Penemuan ini merupakan gebrakan yang ditunjukkan saat Peringatan Hari Ulang Tahun ke 35, Sabtu 4 September 2021 di aula kampus setempat.

Fakultas Pertanian UNW Mataram berinovasi dengan menghasilkan pupuk organik cair

Rektor UNW Mataram, Dr TGH. Lalu Muhyi Abidin, MA mengatakan, puncak ulang tahun UNW Mataram menjadi hari yang luar biasa dan istimewa. Civitas akademika UNW Mataram menghasilkan inovasi pupuk organik berkualitas tinggi.

“Sebelumnya UNW belum pernah mengadakan kegiatan-kegiatan seperti ini hingga akhirnya saat ini kami mampu menunjukkan eksistensi UNW Mataram,” katanya kepada hadirin.

Dijelaskan, UNW Mataram telah melahirkan alumni-alumni yang membanggakan. Jajaran kampus pun terus berupaya menghasilkan temuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA: Pernikahan Anak Turut Serta Meningkatkan Angka Kemiskinan

“Salah satunya kado HUT UNW adalah pupuk cair dan padat dengan nama Bio Rinjani. Ini merupakan produk pupuk organik berkualitas tinggi dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan UNW,” tambahnya.

Selaku Rektor UNW Mataram, ia berharap pupuk cair dan padat yang dihasilkan dapat membawa manfaat bagi dunia pertanian di NTB.

Hadir dalam HUT UNW Mataram Sekda Provinsi NTB HL Gita Aryadi serta Wakil Wali Kota Mataram TGH. Mujiburahman.

Sekda Provinsi NTB HL Gita Aryadi dalam sambutannya memberi ucapan selamat kepada UNW Mataram. Ia mendoakan salah satu kampus swasta terbaik ini tetap jaya.

“Momentum ulang tahun ini menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan UNW Mataram. Atas nama Pemprov menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada UNW Mataram yang telah berkontribusi untuk membangun negeri,” katanya

Sementara itu, Wakil Walikota Mataram TGH Mujiburahman mengatakan, 35 tahun lalu ketika masih SMP sering berjalan-jalan di depan Kampus UNW Mataram.

“Saat ini dan sekarang saya bisa berdiri disini,” kata dia.

Ia berharap, di usia yang ke 35 ini UNW Mataram mampu memberikan hal-hal yang mampu membawa kebermanfaatan untuk Masyarakat Kota Mataram dan NTB.

“Ke depannya kita bisa membangun Komunikasi yang lebih Komunikatif secara teknis dengan UNW Mataram,” ujarnya.

Kepala Desa Melake Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara, Akmaluddin Ikhwan menyambut baik pupuk organik ini. Diakuinya, harga dari pupuk ini terjangkau bagi masyarakat.

“Menurut saya ini sangat bagus, Secara kualitas dari paparan saat launching tadi kan tidak kalah saing dengan produk lainnya,” katanya.

Inovasi Fakultas Pertanian UNW Mataram diharapkan bisa menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di NTB. Ia juga akan berupaya bekerjasama antara Pemerintah Desa Melake dan UNW Mataram untuk produksi dan penggunaan pupuk organik UNW Mataram.

“Harapan kita juga bisa bekerjasama untuk produksi. Supaya ini juga menjadi nilai tambah meningkatkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

BACA JUGA: Program Kerja Disnaker Diharapkan Terintegrasi Posyandu

Kegiatan Hari Ulang Tahun ke 35 UNW Mataram selain peluncuran Pupuk Organik Cair dan Padat Bio Rinjani, sebelumnya menggelar bakti sosial membagikan sembako ke masyarakat kurang mampu.

Me (**)