Menko PMK Sarankan Cari Guru yang Paham STEM

Menko PMK, Muhadjir Effendy mengingatkan, kelemahan lembaga pendidikan islam di Indonesia  hanya memprioritaskan pelajaran ilmu-ilmu agama

LOBAR.lombokjournal.com ~  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, lembaga pendidikan berbasis agama Islam di Indonesia harus memiliki dua pijakan, yakni keislaman dan keindonesiaan. Menurutnya, lembaga pendidikan Islam harus mengimbangi dua pijakan tersebut.

Menko PMK meresmikan Lenterahati Islamic Boarding School, Menko PMK menjelaskan pentingya penguasaan ilmu dunia

“Jangan sampai tidak imbang antara dua ini.  Keislamannya kuat, tapi keIndonesiaannya juga harus kuat. Kita ini berislam di Indonesia. Dua-duanya tidak boleh saling menegasikan, tetapi bersanding dan saling memperkuat,” ujar Menko PMK.

BACA JUGA: Bekali Santri Masa Kini dengan Ilmu Masa Depan

Hal itu dikatakannya saat peletakan batu pertama Lenterahati Islamic Boarding School, Lombok Barat, NTB, pada Minggu (05/12/21).

Muhadjir menyampaikan, selain mengajarkan ilmu-ilmu agama, lembaga pendidikan Islam juga harus menyediakan guru kompeten yang mampu mengajarkan materi ilmu umum atau ilmu dunia.

“Saran saya, cari guru pintar yang cakap, yang menguasai bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics),” ucapnya.

Muhadjir mengungkapkan, kelemahan lembaga pendidikan islam di Indonesia saat ini masih banyak yang hanya memprioritaskan pelajaran ilmu-ilmu agama.

Sedangkan ilmu dunia dan ilmu-ilmu terapan banyak dikesampingkan. Banyak lembaga pendidikan Islam yang memiliki moto ilmu agama jauh lebih penting.

Menko PMK berujar, agar para santi mampu meraih sukses di dunia dan akhirat, maka lembaga pendidikan islam harus menyeimbangkan antara pelajaran ilmu agama dan ilmu dunia. Para santri harus mampu menguasai kedua ilmu itu dengan baik.

Menurutnya, penguasaan ilmu dunia diimbangi dengan ilmu akhirat akan menjadi modal meraih akhirat yang bahagia.

BACA JUGA: Kader PKK Jadi Fasilitator Administrasi Masyarakat

“Anak-anak harus di dorong untuk berhasil di dunia. Karena keberhasilan di dunia ini modal dasar untuk meraih akhirat. Kalau ini dilaksanakan dengan baik, maka akan lahir kader hebat dari Yayasan Lenterahati,” tandas Menko PMK.

Dalam kesempatan itu turut hadir Ketua Yayasan Lenterahati Lombok Barat Muazar Habibi, Kepala Kanwil Kemenag NTB Muhammad Zaidi Abdad, Komandan Korem (Danrem) 162 Wira Bhakti (Danrem 162/WB) Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Deputi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto, serta para asatidz, santri, dan wali santri.

Sebelumnya, di Minggu Pagi, Menko PMK juga melaksanakan kegiatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) bersepeda santai bersama warga Kota Lombok dan komunitas Lombok Medical Comunity (LMC).

Selain itu, di sela kegiatan Germas, Menko PMK juga membagikan sembako Kemenko PMK peduli kepada penyapu jalanan, tukang parkir, dan masyarakat yang membutuhkan. (*)

Nn

 




Bekali Santri Masa Kini Dengan Ilmu Masa Depan

Menko PMK Muhadjir Effendy saat bersilaturahmi ke Ponpes Nurul Hakim, Lombok Barat, minta agar santri tak hanya diajarkan imu agama, tapi juga immu bekal masa depan

LOBAR.lombokjournal.com ~ Pondok Pesantren tidak boleh eksklusif hanya mengajarkan materi agama kepada para santri.

Pondok Pesantren diminta mengikuti perkembangan zaman dan mengajarkan ilmu-ilmu terapan termasuk teknologi informasi.

Santri harus juga dibekali ilmu masa depan

Menko PMK minta santri bukan hanya dibekali ilmu agama

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Hakim, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (04/12/21).

BACA JUGA: ASDEKSI Adakan Workshop Nasional Peran Sekretariat DPRD

Dalam silaturahminya itu Menko PMK disambut pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hakim TGH. Muharrar Mahfudz, serta menyampaikan tausyiah di hadapan Santri dan Asatidz Pondok Pesantren Nurul Hakim.

“Bekalilah santri ini bukan hanya ilmu agama, tetapi bekal ilmu umum terutama ilmu masa depan dan teknologi informasi agar mereka betul-betul siap berkompetisi dengan lulusan lain untuk memajukan Indonesia,” ujarnya.

Menko Muhadjir menyampaikan, tantangan santri masa kini harus mampu menyeimbangkan penguasaan ilmu agama dengan penguasaan ilmu umum dan teknologi informasi.

“Berarti jadi santri sekarang lebih berat daripada santri jaman dulu. Kemampuan santri harus lebih unggul, memadai, dan menguasai teknologi informasi,” ujarnya.

“Para santri harus bekerja ekstra. Untuk mereka yang sekolah tidak berbasis agama bisa fokus ke penguasaan ilmu umum. Sementara santri harus menguasai dua hal itu,” imbuhnya.

Pondok Pesantren Nurul Hakim Lombok Barat, kata Muhadjir, adalah contoh teladan pondok pesantren yang mampu bertransformasi menjadi inklusif dan menyeimbangkan materi ilmu akhirat dan ilmu dunia.

Penyeimbangan ilmu akhirat dan ilmu dunia, menurut Muhadjir, adalah wujud keyakinan terhadap Islam Rahmatan lil’alamin yang cinta damai dan ikut menjadikan Indonesia Maju.

BACA JUGA: Ramainya Even Internasional, NTB Harus Siapkan Infrastruktur

“Jika umat islam atau santri mampu melakukannya, maka kalian akan menjadi investasi dunia. Dan keberhasilan dunia akan menentukan keberhasilan di akhirat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pondok Pesantren Nurul Hakim dibangun pada tahun 1948 pimpinan Tuan Guru Muharrar Mahfudz. Selain melayani pendidikan agama, di pesantren yang berdiri diatas lahan 9.2 hektar itu juga melaksanakan pendidikan reguler mulai TK sampai Perguruan Tinggi. (*)

Nn




PAUD Rinjani Tetebatu Harapan Jadi Generasi Cerdas

Bunda PAUD NTB yakin bahwa PAUD Rinjani dapat memberikan pengetahuan dasar yang baik dan memberikan pemahaman untuk generasi cerdas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bunda Niken berharap pengelolaan Paud konsepnya lebih akrab dengan alam, sehingga kedepan menjadikan generasi cerdas dan peduli.

“Sekolah yang berada di daerah wisata ini sayang kalau tidak diperhatikan, karenanya perlu pembinaan dan perhatian khusus untuk pengembangan sumber daya manusia yang hebat dan berkualitas,” ucap Bunda Niken.

Harapan Bunda PAUD tentang Generasi Cerdas Berharap lahirnya generasi cerdas

BACA JUGA: Wanita Gantung Diri di Pohon Ketapang Pinggir Pantai

Bunda Niken, sapaan akrab Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Zulkiflimansyah memuji PAUD Rinjani Tetebatu sebagai harapan generasi cerdas

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi PAUD Rinjani di dusun Orong Gerisak Desa Tete Batu Kec. Sikur Kabupaten Lombok Timur, Selasa (30/11/21).

Bunda Niken yang merupakan Bunda PAUD NTB tersebut juga yakin bahwa PAUD Rinjani dapat memberikan pengetahuan dasar yang baik dan memberikan pemahaman untuk generasi cerdas

” InsyaAllah, Paud ini akan memberikan yang terbaik untuk melahirkan generasi yang gemilang, wadah  menjadikan anak Pintar dan Soleh, berguna untuk agama bangsa dan Negara,” katanya usai menyerahkan paket sekolah sehat kepada pengurus PAUD.

BACA JUGA:  MotoGP dan MXGP Sudah Pasti di NTB, Giliran F-1 Diperjuangkan

Pada Kesempatan tersebut, Bunda Niken turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. NTB H.Adi Furqon dan Ketua TP.PKK Kab. Lotim Hj. Suhartatik Sukiman Azmi.

EDT. Mas

 




Program Beasiswa NTB, Investasi Dunia Pendidikan

Memang ada beasiswa NTB untuk luar negeri, tapi beasiswa dalam negeri tentu tidak dilupakan, bahkan jumlahnya lebih banyak

MATARAM.lombokjornal.com ~ Program beasiswa NTB merupakan sebuah investasi dalam dunia pendidikan yang tidak lekang oleh zaman.

Gubernur bicara tentang beasiswa NTB

“Investasi kita di dunia pendidikan ini tidak akan lekang oleh zaman,” kata Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, M. Sc saat menghadiri acara Workshop Beasiswa NTB Tahun 2021 yang bertempat di Hotel Aruna Senggigi, Minggu (28/11/21).

BACA JUGA; Gubernur Hadiri HU PGRI dan Hari Guru Nasionnal di Sumbawa

Kegiatan workshop yang berlangsung mulai tanggal 28 November hingga 30 November 2021 tersebut, mengangkat tema Beasiswa NTB On The Move, dengan tujuan untuk membentuk generasi kreatif dan inovatif demi terwujudnya NTB Gemilang.

Rangkaian kegiatannya, yaitu sharing tentang Leadership Talks, Capacity Building Talks, Inspiring Talks, Scholarship Exhibition dan akan ditutup dengan acara Nonton Bareng Film 1000 Cendikia.

Program Beasiswa NTB sendiri tidak hanya diberikan kepada mereka yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, tapi pemerintah Provinsi NTB juga memberikan kesempatan yang sama bagi putra-putri terbaik NTB untuk melanjutkan pendidikannya di dalam negeri.

Bang Zul mengungkapkan, sejauh ini total awardee untuk penerima Beasiswa NTB dalam negeri telah mencapai 2000 orang.

“Jadi betul, kita ada beasiswa NTB untuk luar negeri, tapi beasiswa dalam negeri tentu tidak kami lupakan. Bahkan jumlahnya lebih banyak, sudah 2000an,” ungkapnya.

Dalam workshop yang juga dihadiri LPP dan Awardee Beasiswa NTB Dalam Negeri tersebut, Bang Zul berhap, dengan adanya program beasiswa NTB, seluruh awardee nantinya dapat menyikapi hidup mereka dengan cara-cara yang lebih baru.

“Dengan pendidikan yang lebih baik, akan ada cara baru bagi anak-anak kita dalam mensikapi hidup ini. Sehingga mereka akan mampu mengalir sampai jauh,” tuturnya.

BACA JUGA: Ini Kalau Wabup Danny Diskusi dengan Para Pewarta

Turut hadir dalam acara tersebut, yaitu Kepala Biro Kesra Provinsi NTB, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB serta Ketua STKIP Yapis Dompu.

Nn

Diskominfotikntb

 




Mobil Listrik Karya SMKN 3 Mataram Tampil di IEMS 2021

Mobil listrik karya SMKN 3 hasil binaa PLN Peduli melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara itu merupakan satu satunya Sekolah Menengah yang mendapat undangan dari BRIN

TANGERANG.lombokjournal.com ~ R-One SMEKTI, mobil listrik dengan konsep E-Formula karya SMKN 3 Mataram, ikut meramaikan pameran mobil eletkrik nasional, Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021 yang digelar kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/112) – Jumat (26/11) 2021.

Mobil Listrik hasil garapan siswa – siswa SMK ini tampil dengan mengusung konsep mobil E-Formula.

Mobil listri karya SMK Matara Mobil listik hasil binaan PLN Peduli

Pameran dibuka oleh Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Jenderal (Purn) Moeldoko.

BACA JUGA: Sukses Selenggarakan IATC dan WASBK, Ini Persiapan Berikutnya

Mobil Listrik (Molis) yang dibina oleh PLN Peduli melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara itu mendapat perhatian dan antusiasme dari pengunjung.

SMKN 3 Mataram menjadi satu satunya Sekolah Menengah yang mendapat undangan dari BRIN untuk ikut memamerkan hasil karyanya pada ajang yang bertaraf nasional tersebut.

General Manager UIP Nusra, Josua Simanungkalit mengatakan, keikutsertaan molis R-One SMEKTI pada ajang nasional tersebut merupakan wujud nyata dukungan PLN melalui PLN Peduli pada dunia pendidikan. Program ini sejalan dengan transformasi PLN dalam mengkampanyekan program electrifying lifestyle.

“Apabila melihat era ke depan, kendaraan listrik menjadi sebuah keniscayaan, dan apa yang ditunjukkan oleh anak-anak SMK ini menunjukkan bahwa SDM kita itu siap untuk era electric vehicle,” kata Josua.

Prof Dr Eniya L Dewi, peneliti senior BRIN menuturkan, hasil karya SMKN 3 Mataram ini menunjukkan bahwa kita sudah mampu melakukan konversi dari teknologi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik.

“Pendekatan seperti ini yang harus diperbanyak, kemudian dikembangkan, kemampuan untuk mengkonversi menjadi awal untuk memulai, dan apresiasi untuk PLN yang bersedia mendukung pengembangan ini dan dimulai di dunia sekolah menengah,” tutur Eniya.

Hal senada juga disampaikan peneliti senior BPPT, Ganesha Tri Chandrasa, inisiasi untuk memulai konversi kendaraan konvensional  dimulai dari dunia pendidikan.

“Ke depan, SMKN 3 Mataram  akan kita coba proyeksikan untuk menjadi pilot projek dalam hal mengkonversi kendaraan listrik di Indonesia timur, dan PLN telah memulainya. Saya berharap kolaborasi kedepan jadi lebih mantap,” sebut Ganesha.

Sementara itu, Kepala sekolah SMKN 3 Mataram, Ruju Rahmad menambahkan bahwa suatu kebanggan tersendiri anak – anak didik kami ikut ambil  bagian pada even yang bertaraf nasional.

BACA JUGA: Bupati Djohan Tebar Benur Ikan Vaname di Lempenge

“Tentunya ini merupakan sebuah kebanggan tersendiri. Kami  berterimakasih kepada PLN yang sejak awal mendukung kami dan ambil bagian dalam proses pengembangan siswa di sekolah kami,” kata Ruju.

Untuk diketahui, mobil listrik karya siswa SMKN 3 Mataram memiliki spesifikasi dengan kapasitas motor penggerak 5 KW, dengan kapasitas baterai 72 V/100 ah dan tenaga disalurkan ke sistem penggerak depan 4 kecepatan, memiliki kemampuan kecepatan 50 – 60 km/h dengan jarak tempuh mencapai 90 km. (*)

Nn

 




Gubernur Hadiri HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Sumbawa

gubenurPeringatan Hari Ulang Tahun ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional 2021 merupakan rangkaian kunjungan gubernur ke Pulau Sumbawa

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional 2021, yang dipusatkan di Taman Sangaria Utan, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Kamis (25/11/21).

Gubernur dialog dengan guru saat HUT PGRI
Gubernur Zulkieflimansyah

Kegiatan tersebut didampingi Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah dan Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rofiq, Camat Utan, Danramil Utan, Polsek Utan serta Perangkat Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Guru-guru se-Kabupaten Sumbawa.

“Rasanya bangga bisa berdialog dengan guru-guru kita di Sumbawa. Terima kasih atas masukan-masukan yang luar biasa,” ungkap Bang Zul.

Kegiatan upacara berlangsung dengan khidmat saat dibacakan sejarah perjalanan PGRI dan kontribusinya membangun kecerdasan generasi bangsa, sejak didirikan pada tanggal 25 November 1945 silam hingga kini.

BACA JUGA: Ummi Rohmi: 2050, NTB Siap Terapkan Zero Emission

Usai memperingati HUT PGRI, kegiatan dilanjutkan dengan Temu Wicara antara Gubernur NTB, Bupati Sumbawa, Ketua DPRD Sumbawa bersama dengan para guru. Tema dialog “Guru di Jantung Pemulihan Menuju NTB Gemilang”.

Kegiatan memperingati HUT PGRI di Sumbawa merupakan rangkaian kunjungan Bang Zul di Pulau Sumbawa.

Sehari Sebelumnya, gubernur juga bertemu dengan masyarakat Desa Tente Kabupaten Bima.

BACA JUGA: Sekda: Pendapatan NTB Maksimal untuk Membangun Daerah

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelantikan Lembaga Adat Masyarakat Donggo (Lamdo) di Pendopo Bupati Dompu, sekaligus bertemu dan menyapa masyarakat desa-desa yang ada di Kecamatan Dompu.

Ikp

Kominfo

 




Pondok Pesantren Nurul Bayan, Cahaya dari Utara

Menghadiri perayaan 30 tahun perjalanan Pondok Pesantren Nurul Bayan, Gubernur Zulkiflimansyah mengapresiasi peran kyai dan ustadz

KLU.lombokjournal.com ~ Apresiasi Gubernur H Zulkieflimansyah atas  kontribusi para kyai dan ustadz dalam pembangunan NTB diungkapkan saat mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Bayan, Telaga Bagek, Anyar, Bayan, Lombok Utara, Selasa (09/11/21).

Gubernur menyebut Pondok Pesantren Nurul Bayan yang didirikan KH Abdul Karim Abdul Ghofur, sebagai cahaya dari utara.

Gubernur menyebut Podok Pesantren Nurl Bayan sebagai Cahaya dari utara

Gubernur meyampaikan sambutan di Pondok Pesantren Nurul Bayan

Hal itu diungkapkan di tengah perayaan 30 tahun perjalanan Pondok Pesantren Nurul Bayan.

“Semoga dapat menyuluh ummat di tengah tantangan modern yang makin kompleks,” ujar Gubernur dalam acara Kesyukuran di Bayan, Lombok Utara,

Dikatakan Gubernur, peran agama dan kyai mengarahkan batin ummat agar pemimpin masa depan yang lahir dari pesantren memiliki jiwa yang tak hampa oleh kemajuan dan persoalan dunia.

BACA JUGA: Bunda Niken Mendorong Museum Jadi Etalase Budaya

Perjalanan panjang Pondok Pesantren Nurul Bayan berhasil membuktikan bahwa setiap capaian yang sukses selalu dimulai dengan langkah pertama.

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Nurul Bayan KH Abdul Karim Abdul Ghofur mengatakan, sikap istiqomah atau komitmen kuat membangun ummat dan masyarakat melalui pesantren adalah syarat keberhasilan.

Berikutnya adalah rasa syukur dalam setiap proses yang dilalui.

“Yang paling penting adalah bersyukur bahwa dalam setiap langkah dan proses dinamikanya selalu diridhoi Allah,” ujar  Kyai Karim.

Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan, dalam rentang waktu yang panjang, masih banyak yang harus dikerjakan.

Namun saat yang sama, sudah banyak pula yang telah dilakukan sebagai kontribusi membangun ummat dan peradaban terutama Islam.

BACA JUGA: Tiga Desa di Lombok, NTB, Memikat Kunjungan Menparekraf

Acara Kesyukuran 30 Tahun Pondok Pesantren Nurul Bayan bertema “Menguatkan Sistem dan  Distribusi Nilai Nurul Bayan”,  selain dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Gontor, Ketua Forum Alumni Pondok Pesantren Darussalam Gontor, juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara.

Nn

Diskominfotik

 




Prof Bambang Hari Kusumo, Siap Kembalikan Martabat Unram

Prof Bambang pernah membuat Perdana Menteri  Selandia Baru John Key terkesima, saat ia menyampaikan briefing proyek kerja sama Universitas Mataram dengan Massey University

MATARAM.lombokjournal.com ~ Prof Bambang Hari Kusumo disegani berkat riset dan karyanya di jurnal ilmiah oleh para akademisi di dalam dan di luar negeri.

Ia membuat nama Unram harum di forum-forum dunia. Ia juga mengarsiteki berbagai riset aplikatif yang menjadikan komoditas andalan NTB bernilai tambah tinggi.

Prof Bambang alumni Massey University
Prof Bambang Hari Kusumo

Prof Bambang siap membawa Unram menonjol dan bermartabat kembali.

Syahdan, Perdana Menteri Selandia Baru John Key terkesima. Orang nomor satu di salah satu negara maju dunia tersebut tak sedikitpun beranjak.

Dengan saksama, dia memperhatikan briefing yang diberikan Prof Bambang Hari Kusumo tentang proyek kerja sama Universitas Mataram dengan Massey University, salah satu universitas terbaik di Selandia Baru.

Briefing usai, dengan hangat, John Key menyalami dan memberi selamat pada Prof Bambang. Keduanya kemudian berbincang sejenak.

BACA JUGA: PLN Diminta Tuntaskan Daerah yang Belum Teraliri Listrik 

Perdana Menteri ke-38 Selandia Baru tersebut kian surprise manakala mengetahui, Guru Besar Universitas Mataram kelahiran Lombok Timur tahun 1965 tersebut adalah alumni Massey University.

Prof Bambang tak akan pernah lupa masa di mana dia memberi briefing pemimpin Selandia Baru yang disegani dunia tersebut.

Kala itu awal tahun 2016. John Key sedang dielu-elukan di negaranya. Dia mendulang pujian karena keberhasilannya dalam menangani keterpurukan ekonomi Selandia Baru paska krisis global.

Ia juga disanjung karena berhasil menangani dua gempa bumi besar yang melanda negara tersebut.

“Saya tak akan pernah lupa respons dan antusiasme beliau,” kata Prof Bambang akhir pekan lalu.

Di sela kesibukannya menuntaskan laporan penelitian strategis Kemendikbud Ristek, ayah empat anak ini banyak berbagi cerita.

Di Negeri Kiwi, Prof Bambang memang memiliki rekam jejak yang panjang. Dia menamatkan pendidikan doktoralnya di Massey University dengan beasiswa dari Pemerintah Selandia Baru.

Program doktoral diselesaikannya dengan predikat luar biasa. Pria yang kini menjabat Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Mataram ini meraih penghargaan kelulusan sempurna tanpa ada perbaikan untuk kategori penulisan disertasi terbaik.

Jangan heran, sebagai akademisi, namanya begitu masyhur di negeri ujung selatan bumi tersebut.

Semenjak 2017 hingga saat ini, Prof Bambang pun menjadi Adjunct Lecturer di Massey University. Sebagai Profesor Tamu, salah satu tugasnya adalah sebagai penguji disertasi mahasiswa S3 di perguruan tinggi yang masuk rangking 250 besar dunia tersebut.

Usai menuntaskan S3 dan Post Doctoral, pada 2015, Prof Bambang kembali ke Unram. Sungguh dia begitu produktif dalam berbagai riset dalam bidang Ilmu Tanah dan sektor pertanian dan pangan.

Riset-riset tersebut menjadikannya acap diundang di berbagai forum bergengsi tingkat dunia. Dia misalnya menjadi pembicara di forum yang digelar organisasi pangan dunia, FAO, di Roma, Italia.

BACA JUGA: Pengurus Karang Taruna Kayangan Dikukuhkan

Karena itu, begitu namanya muncul dalam bursa kandidat Rektor Universitas Mataram periode 2022-2026, Prof Bambang membetot perhatian.

Bersama Prof HL Husni, Rektor Unram petahana, dan Dr Djumardin, mereka akan menjalani pemilihan pada rentang waktu 3 Januari hingga 27 Februari 2022.

Akan ada 32 suara dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang akan diperebutkan selain 60 suara dari Anggota Senat Universitas Mataram. Ketiga kandidat pekan lalu telah mencabut nomor urut. Prof Bambang mendapat nomor urut 2.

Prof Bambang menegaskan kesiapannya untuk mengemban amanah memimpin Unram empat tahun mendatang.

Dia pun sudah menyiapkan sejumlah strategis untuk mengembalikan Unram sebagai perguruan tinggi yang bermartabat dan menonjol di level nasional maupun internasional. (*)

Me




Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Proyek UNDP di KLU Diresmikan Bupati

12 bangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) adalah Project dukungan Pemerintah Federal Jerman dan KFW untuk pemulihan pasca bencana gempa bumi  2018

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH mengapresiasi kepedulian Pemerintah Jerman melalui UNDP Petra, totalnya ada 14 bangunan yang diberikan pada NTB.

Bupati resmikan fasilitas kesehatan dan pendidikan

Sebanyak 12 di antaranya ada di KLU, yaitu bangunan 4 SMK dan 8 Pustu.

Hal itu dikatakan Bupati Djohan Sjamsu saat meresmikan 8 fasilitas kesehatan di Lombok Utara proyek UNDP-PETRA secara simbolis, di Puskesmas Pembantu (Pustu) Rangsot Desa Singgar Penjalin, Tanjung (01/11/21).

Dalam peresmian itu hadir anggota DPRD KLU Adam Malik SIP, Perwakilan UNDP Petra Nurjanah, Plt. Kadis Kesehatan KLU dr. H. Abdul Kadir, Kalaksa BPBD KLU M Zaldy Rahadian ST, Para Kepala Puskesmas, Kepala Desa Singgar Penjalin Zawil Fadli serta undangan lainnya.

BACA JUGA: Strategi Wujudkan NTB Gemilang, Ini Kata Wagub

“Kami atas nama Pemda menyampaikan terimakasih pada para Donatur dan Para lembaga Internasional dan Nasional lebih khusus pada UNDP Petra yang memberikan perhatian dan membantu percepatan pemulihan pasca bencana di KLU ini,”ungkapnya

Tugas daerah melalui Dinas Kesehatan nantinya dengan adanya Bangunan Pustu menempatkan tenaga kesehatan dan melengkapi alat-alat medis yang dibutuhkan, supaya masyarakat yang ada disekitar wilayah Dusun Rangsot jika ada keluhan atau sakit bisa kesini tidak langsung ke Puskesmas atau RSUD KLU.

“Dengan adanya Pustu yang dibangun mempermudah pelayanan masyarakat di Desa masing-masing mudah dijangkau oleh masyarakat,” ungkapnya

Dalam kesempata sama, Stakeholder Liaison Associate UNDP Petra, Nurjanah mengungkapkan, 12 bangunan yang ada di Lombok Utara adalah Project dukungan dari pemerintah federal Jerman dan KFW untuk pemulihan pasca bencana gempa bumi tahun 2018.

Awalnya yang diminta 15 Pustu, tapi yang disetujui hanya 8 bangunan.

BACA JUGA: Wabup Danny Resmikan Rumah Layak Huni untuk Lansia Terlantar

”Harapan kami pembangunan Pustu ini berguna dengan baik mengingat pustu ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat terkait dengan layanan kesehatan,” harapnya.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Prasasti dan pemotongan Pita oleh Bupati yang disaksikan oleh undangan lainnya.

@ng




Bupati Djohan Terima KKN Tematik Mahasiswa STP Mataram

Sebanyak 77 mahasiswa STP Mataram yang melakukan KKN tematik di enam desa diterima Bupati Djohan Sjamsu dan diminta meihat potensi lokasi KKN

TANJUNG.lombokjournal.com  ~ Sebanyak 77 Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Utara diterima  langsung oleh Bupati H. Djohan Sjamsu SH, bertempat di Aula Bupati, Jum.at (29/10/21).

Hadir dalam penerimaan itu Ketua STP Dr. Halus Mandala MHum, Plt Kadis Parawisata KLU Drs.Ainal Yakin, Keordinator Kompak KLU, Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Kepala Desa Malaka H. Akmaludin Ichwan MAP, serta undangan lainnya.

77 mahasiswa STP Mataram diterima bupati

Bupati terima 77 mahasiswa STP Mataram
Bupati H. Djohan Sjamsu

Bupati Djohan menyambut baik hadirnya 77 mahasiswa STP Mataram yang melaksanakan KKN tematik di enam desa wisata di Lombok Utara. KKN tematik merupakan tindak lanjut kerjasama antara Pemda KLU dengan STP Mataram Tahun 2020 yang lalu.

BACA JUGA: Tokoh ‘Wet Adat Sesait’ Lakukan ‘Meriri Bale Makam Bayan’ 

“Harapan saya pada mahasiswa sebagai agen pembaharuan niscaya mampu memposisikan dan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan masyarakat yang ada di Lombok Utara,” harap Bupati Djohan.

Peran mahasiswa sebagai pemberi informasi, motivator dan penghubung serta fasilitator tentu peran ini tidak mudah, karena permasalahan di masyarakat sangat kompleks dan beragam, sebagai dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Lombok Utara hampir semua memiliki tempat wisata unggulan dan menjadi daya tarik tersendiri dengan keindahan yang dimiliki.

“Semoga anak-anak saya dari mahasiswa bisa melihat potensi yang dimiliki di lokasi KKN agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan selama 2 bulan ini dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pengembangan diri mahasiswa sendiri dan bagi desa tempat KKN,” tuturnya.

Mahasiswa diminta mampu melakukan pemberdayaan potensi masyarakat desa menuju peningkatan kesejahteraan yang lebih baik, dengan meningkatkan kepedulian dan empati atas permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Mahasiswa bisa mendorong perubahan perilaku sebagai proses perubahan masyarakat untuk menjadi lebih baik.

“Manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar di tengah-tengah masyarakat bukan hanya belajar teori seperti yang dilakukan sekarang, tapi belajar praktik dalam melihat dan memahami kondisi Masyarakat khususnya masyarakat yang ada di Lombok Utara ini,” tutupnya

Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala menyampaikan KKN tematik khususnya untuk membangun Desa Wisata.

Jadi pekerjaannya tidak biasa-biasa saja, tapi khususnya membuat desa wisata itu yang awalnya dari rintisan upayakan untuk menjadi desa wisata maju dan mandiri.

“Sebanyak 77 mahasiswa yang melakukan KKN untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan tempat KKN masing-masing. Anggaplah rumah sendiri dan bangunlah desa tempat KKN seperti membangun Dasa anda sendiri,” ungkapnya.

Komitmen dalam membantu Desa Wisata serta membangun tempat wisata,

Kegiatan ini atas kerjasama dengan Pemda serta Kompak yang memberikan dukungannya, sehingga segala bentuk pelaksanaan kegiatan tidak ada hambatan yang berarti.

BACA JUGA: Peresmian Homestay dan Bimtek Pelaku Pariwisata di Senaru

“Kerjasama luar biasa ini patut kita teruskan dan ditingkatkan agar terus bersinergi lebih baik bisa membangun desa wisata dengan pola desa tematik kemudian dengan desa binaan,” tuturya.

Lokasi KKN di enam Desa wisata yaitu Desa Senaru, Bayan, Karang Bajo, Genggelang, Medana dan Malaka.

@ng