Tim Olimpiade MAN 2 Mataram Raih 35 Medali

Awal 2022, Tim Olimpiade Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 2 Mataram mengukir prestasi, menyabet medali National Science and Social Competition 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Prestasi menakjubkan diraih Tim Olimpiade MAN 2 Mataram. 

Mereka meraih 35 Medali pada empat even sekaligus. Event yang dimaksud, yakni: 24 medali NSCC, empat medali OBN, enam medali Expert Olympiad dan satu medali International Science Mathematic Olympiad. 

Prestasi di awal tahun ini melengkapi koleksi  221 medali Nasional yang diraih tahun lalu.

NSCC atau National Science and Social Competition merupakan salah satu event bergengsi di Indonesia yang selalu ditunggu dan diburu para siswa berprestasi spesialis olimpiade

Ajang ini diikuti oleh siswa dari jenjang SD, SMP, SMA, dan mahasiswa seluruh Indonesia. Pelaksanaannya sekali dalam setahun.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Menghasilkan Mega Proyek di KSB

Tahun ini, pelaksanaan NSCC mulai dari pendaftaran sampai pengumuman berlangsung pada bulan Januari sampai 2 Februari. Pelaksanaan lomba dilakukan selama tiga hari secara online. 

“Alhamdulillah, Tim Olimpiade MAN 2 Mataram tahun ini meraih 24 medali NSCC, terdiri atas 8 emas, 8 perak, dan 8 perunggu. 24 medali ini diraih pada 9 mata pelajaran dari 11 bidang yang dilombakan,” terang salah satu anggota Pelatih Tim Olimpiade MAN 2 Mataram, Meci Karimah Kasipahu di Mataram, Minggu (13/02/22).

Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, MAN 2 Mataram meraih medali emas (Selvi Mandasari) dan perunggu (Marselena Primasati Utari). 

Dua medali perak diraih pada mata pelajaran Ekonomi, atas nama Hafizhah Yustia Ayu dan Irna Salsabila. 

Sementara untuk mapel Fisika, Alya Dwi Pangesti meraih medali emas, Faiqa Wizda Nailah meraih perunggu, dan Ahmad Amartia Nurfiqri juga meraih perunggu. 

Mata pelajaran Kimia menyumbang empat medali, yakni: Tazkia Adlina (emas), Lalu Asryl Wahyu Ramdani (emas), Muhsin Al Haddar (perak), dan Olyvia Syafira Putri Jayanti (perak). 

Tiga medali disumbang dari mata pelajaran Astronomi, diraih oleh Putri Kurnia Chairunnisa (emas), Azizah Tasyarani Khairunnisa (perak), dan Kawaita (Perak). Mapel Biologi menyumbang dua medali, yaitu: Diva Aulia Safitri (emas) dan Hilma Alifah Baskoro (perak).

Ada empat medali dari mata pelajaran Bahasa Inggris, diraih oleh Selvi Mandasari (emas), Hilmi Wahyuni Satriawan (perak), Naylla Salsabila Putri (perunggu), dan M Daffa Hendriyanto (perunggu). Untuk Mapel Matematika, diraih dua medali perunggu oleh  Enggar Tri Putra Raharja dan Imas Nazalia Rahmawati. Dua medali juga diraih dari mapel Sosiologi, oleh Aisyah Nurfiani Maulani (emas) dan Ayu Sugi Ratna Dewi (perunggu).

Prestasi juga diraih Tim Olimpiade MAN 2 Mataram pada Olimpiade Biologi Nasional (OBN) yang diselenggarakan oleh Liga Olimpiade. 

Ada tiga siswa yang beruntung mendapatkan medali pada ajang ini. Mereka adalah: Hilma Alifah Baskoro, Ahmad Rofiq Amanatullah dan Baiq Widya Kaweryan. Hilma meraih dua medali sekaligus yaitu medali emas pada kategori Biologi dan perak pada Kategori Kedokteran.

BACA JUGA: Event MotoGP Harus Tonjolkan Budaya Sasak

“Even ini merupakan ajang yang khusus melombakan bidang Biologi dan Kedokteran. Dalam lomba ini juga, semua peserta dilatih bagaimana memecahkan masalah melalui eksperimen, kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mampu bekerja dalam tim (kolaboratif),” terang Meci Karimah Kasipahu.

Pada Event Expert Olympiad, lanjut Karimah, Tim  Olimpiade MAN 2 Mataram menyumbang enam medali perunggu yang diraih semuanya oleh kelas X. Mereka adalah: Yazid Aqila Haikal (Informatika), Fani Aulia Azzahra (Biologi), Muhammad Rafa Aldino (Ekonomi), Muhammad Dhiya Ulhaq (Matematika), Azisyah Zuleyka Zahrani (Geografi) dan Mutia Audi Paramitha (Kimia).

Sedang pada ajang International Science Mathematic Olympiad, Tim Olimpiade MAN 2 Mataram menyumbang medali Perak pada mata pelajaran Biologi atas nama Baiq Widya Kaweryan. 

“Semua torehan medali yang berjumlah 35 ini hanya diraih dalam dua hari oleh siswa-siswa  hebat MAN 2 Mataram,” tegas Karimah.

Kepala MAN 2 Mataram Lalu Syauki MS,  bersyukur dan mengapresiasi prestasi Tim Olimpiade madrasah yang dipimpinnya. 

Apresiasi juga dia sampaikan atas dedikasi dan loyalitas tim pembina dan pelatih dalam membimbing dan membina para siswa. 

“Tim ini tidak pernah mengenal lelah dan kata menyerah. Salut buat semuanya,” tuturnya. 

“Selamat buat anak-anak hebat dan bapak ibu guru pembimbing KSM (Kompetisi Sains Madrasah) yang luar biasa,” sambungnya. 

Lalu Syauki berharap Tim Olimpiade MAN 2 Mataram terus melebarkan sayapnya ke tingkat International. Menurutnya, tidak ada hal yang mustahil, selama semuanya memiliki visi dan misi yang sama. 

“Insya Allah akan terwujud. Mari jadikan prestasi sebagai sebuah tradisi. Jika semangat ini sudah diimplementasikan, maka lambat laun siswa akan semakin bangga menjadi anak madrasah. Ayo belajar di madrasah!,” tandasnya. (Siti Rahmi) ***

 




Profesi Guru Harus Jadi Passion, Ini kata Wagub Sitti Rohmi

Menjadikan profesi guru sebagai passion berarti menumbuhkan gairah besar mencapai tujuan pendidikan, sehingga menjadi guru merupakan jalan ibadah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah berharap agar profesi guru dijadikan sebagai passion. 

Dengan demikian akan tumbuh rasa cinta pada profesi menjadi seorang guru.

 

Meningkatkan motivasi profesi guru dalam Musyawarah Pengurus Asosiasi LPTK NTB

“Menjadi profesi guru harus dijadikan pasion. Jadi cinta profesi ini. Sehingga menjadi seorang guru adalah sebuah jalan ibadah. Dengan begitu hal serupa dapat dirasakan oleh anak didiknya dan akan menghasilkan anak didik yang punya kompetensi yang baik dan berkualitas.” ungkap Wagub.

Itu dikatakannya saat membuka kegiatan Musyawarah Pengurus Asosiasi LPTK NTB di Hotel Lombok Raya, Sabtu (12/02/22).

Tahun 2019-2021 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB mengalami peningkatan hingga pada angka 68,65%. 

Dari sektor Pendidikan hal ini tidak terlepas dari kolaborasi antara Pemprov NTB, LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) NTB dan INOVASI diharapkan terus terjalin. Contohnya menciptakan guru-guru yang berkualitas.

BACA JUGA: Perempuan di NTB Didorong Jangan Takut Masuk Politik

Wagub berharap LPTK dan INOVASI dapat menciptakan tenaga pendidik yang memiliki karakter untuk menghadirkan kesenangan dalam suasana belajar. 

“Ini juga merupakan tanggung jawab LPTK dan Inovasi untuk mencetak guru-guru atau tenaga pendidik yang menghadirkan kesenangan bagi anak didiknya sehingga anak didik punya rasa keinginan tinggi untuk bersekolah. Insyaallah akan menciptakan lulusan yang berkualitas dan berkarakter mulia. Sesuai dengan misi kami NTB Sehat dan Cerdas.” kata Wagub.

Ketua Asosiasi LPTK NTB Prof. Dr. A. Wahab Jufri, M.Sc mengapresiasi salah satu misi NTB, yaitu NTB Sehat dan Cerdas. 

Menurutnya hal ini dapat membantu NTB dalam meningkatkan level pendidikan di Provinsi NTB.

“Kami selalu mendukung program-program dari Provinsi dan kabupaten/kota. Salah satunya NTB Cerdas. Karena tupoksi LPTK adalah mendidik calon pendidik masa depan yang memiliki kompetensi dan berkualitas. Hal tersebut sejalan dengan NTB Gemilang.” tuturnya.

profesi guru dalam musyawarah

BACA JUGA: Masyarakat Rambitan Siap Sukseskan Event MotoGP

Senada dengan hal tersebut, Provincial Manager Program INOVASI NTB, Sri Widuri menyampaikan, akan selalu mendukung program-program yang dicanangkan oleh Pemprov NTB. Terlebih lagi mengenai memajukan dunia pendidikan.

“Kolaborasi antara INOVASI, LPTK dan Pemprov NTB telah terjalin dan banyak hal positif yang didapat. Kami berharap kemitraan ini terus berlanjut demi memajukan pendidikan di NTB.” ungkapnya.***

 




Muktamar I NWDI, Gubernur NTB Bicara Karakter Organisasi 

Dalam Muktamar NWDI di Pancor, Gubernur Zul membacakan puisi untuk NWDI

LOTIM.lombokjournal.com ~ Empat karakter utama yang membuat organisasi tetap eksis dan berumur panjang, sudah dimiliki NWDI (Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah).

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyatakan itu saat menghadiri pembukaan Muktamar I NWDI (Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah) di Pancor, Minggu (30/01/22).

TGB menyampaikan sambtan pembukaan muktamar
TGB KH Zainul Majdi

Bang Zul sapaan Gubernur NTB mengatakan, tetap eksis menghadirkan dan memberikan kemaslahatan untuk masyarakat, tidak gampang bagi sebuah organisasi. 

“Sehingga diperlukan empat karakter utama agar organisasi tersebut punya umur panjang,” kata Bang Zul.

Dijelaskan, empat karakter utama yang dimaksud ialah, adaptif terhadap lingkungan, memiliki identitas, memberikan ruang terhadap ide-ide marginal, serta konservatif di bidang keuangan.

“Empat karakter tersebut, yaitu mampu adaptif terhadap perubahan lingkungan, punya cara dan strategi untuk tetap survive dan unggul terhadap perubahan lingkungan itu. Punya identity, artinya punya karakter tersendiri yg tidak dimiliki organisasi lain. Kemudian memberikan ruang pada ide-ide marginal untuk eksis. Terakhir adalah mampu konservatif di bidang keuangan,” jelasnya.

Menurutnya, NWDI adalah organisasi yang punya empat karakter tadi. NWDI merupakan wadah untuk berkhidmat. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Bukan Fun Bike, Gowes Bersama Tiga Kepala Derah

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami menyambut baik misi dan visi besar dari NWDI,” kata Bang Zul. 

Ia berharap, dengan sinergi dan silaturrahmi yang baik, NTB Gemilang bukan lagi sekedar kata-kata. Tapi suatu hal suci yang bisa kita aplikasikan di kehidupan.

Menutup sambutannya, Bang Zul membacakan puisi: 

Umat Muhtadin akan selalu berziarah di NWDI induk madrasah, secara barirah dan rohaniah membawa berkat dan sinar Ka’bah

Berbondong-bondong, berfirqah-firqah setiap waktu dan setiap saat, banjiri Pancor menuju madrasah, seakan kita menuju kota Ka’bah Baitullah

Gubernur Zul juga menyempatkan diri berbincang dengan Ketua Alumni Al-Azhar Kairo, Mesir, TGB KH Zainul Majdi, terkait Program Unggulan Beasiswa NTB.

Gubernur berjalan menuju tempat mukamar

“Insya Allah, Beasiswa NTB mulai tahun ini akan mengalokasikan 20 beasiswa kepada anak-anak NTB untuk kuliah di Al Azhar Kairo Mesir. Teknisnya segera akan ditindaklanjuti oleh Tim LPP Beasiswa NTB,” tutur Gubernur Zul.

BACA JUGA: Perubahan Warna dan Bentuk Mata, Ini Harus Diwaspadai

Turut hadir dalam acara Muktamar tersebut, yaitu Presiden RI (virtual), Menteri Kabinet Indonesia Maju (virtual), Wakil Gubernur NTB, Ketum PB NWDI, Bupati/Walikota NTB, Kapolda NTB, Danrem 162 NTB, serta beberapa anggota DPRD NTB.***

 




Praja IPDN Laksanakan “Bhakti Karya Praja” di Lotim

Implementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, 18 Praja IPDN melakukan pengabdian masyarakat 

LOTIM.lombokjournal.com ~ Sebanyak 18 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal pendaftaran Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan Bhakti Karya Praja (BKP), tahun akademik 2021/2022 di wilayah Kabupaten Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB. 

BKP sendiri merupakan wujud implementasi tri dharma perguruan tinggi, khususnya dharma pengabdian pada masyarakat.

Praja IPDN saat gotong royong di Ponpes

Tujuan kegiatan tersebut dharapkan, para praja IPDN memperoleh pengalaman praktis dengan mengetahui secara langsung berbagai aktifitas penyelenggaraan pemerintahan,  pembangunan dan kemasyarakatan, yang dilakukan pada tingkat kecamatan, desa dan masyarakat.

“Maksud diselenggarakan BKP ini selain bagi praja itu sendiri bertujuan juga untuk pihak IPDN agar mampu meningkatkan hubungan dan kerjasama yang harmonis dengan pemerintah daerah,” jelas Dr. Helianus Rudianto, M.Si, Wakil Direktur III Fakultas Manajemen Pemerintahan yang mewakili Rektor IPDN.

Ia menjelaskan itu saat melakukan monitoring evaluasi di Lombok Timur, Kamis (27/01/22).

Menurutnya, selain itu penyelenggaraan BKP juga diharapkan dapat tertatanya penyelenggaraan pemerintahan sesuai undang-undang yang berlaku.

Helianus menjelaskan, sebelum para Praja dikirim ke Lombok Timur, mereka terlebih dahulu juga mendapatkan pengarahan oleh Kepala BKD yang diwakili Sekretaris Dinas di BKD Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Program Industrialisasi di NTB Disupport UNDO PBB

BKP ini sendiri terdiri terdiri dari 14 praja putra, dan 4 praja putri. Para praja ini merupakan asal pendaftaran langsung dari Nusa Tenggara Barat (NTB) Angkatan 29 dan akan melaksanakan selama 14 hari kedepan di Lombok Timur. 

Selain itu, mewakili Menteri Dalam Negeri dan Rektor IPDN, Dr. Helianus  menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. 

Karena ikut berkontribusi, dalam keikutsertaannya membesarkan IPDN melalui  kegiatan pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan dalam bentuk sumbangan tenaga dan pikiran. 

“Terimakasih saya sampaikan, Pemda Lombok Timur selama ini telah menjadi laboratorium pemerintahan dalam kegiatan praktek lapangan sejak awal keberadaan IPDN berdiri hingga terlaksananya kegiatan BKP ini,” ucap Doktor Helianus. 

Ia berharap, kegiatan ini dapat dijadikan momentum sebagai media pembelajaran untuk mengetahui dan menerapkan metode pengajaran, pelatihan dan pengasuhan, yang selama ini diperoleh dengan kenyataan-kenyataan di lapangan. 

BACA JUGA: NTB Siap Kerjasama Energi Terbarukan dengan Denmark

Beberapa kegiatan yang dilakukan kepada masyarakat antara lain sosialisasi SPCP IPDN, kerja bhakti pembangunan gedung tahfidz al-quran Ponpes Darul Abror NW Kecamatan Sakra Barat, serta kegiatan bidang pemerintahan dan sosial lainnya***

 




Gubernur NTB Apresiasi Penyelenggaraan Biotech Open Camp 

Penyelenggaraan BOC diapresiasi Gubernur Zul karena media informasi perkembangan bioteknologi di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Biotech Open Camp (BOC) 2022 yang diselenggarakan oleh Universitas Teknologi Sumbawa, mendapat apresiasi Gubernur NTB Zulkieflimansyah. 

BOC merupakan wadah atau tempat berkumpulnya saintis-saintis muda di NTB, dan jadi media informasi mengenai perkembangan bioteknologi di NTB.

Gubernur Zul secara daring membuka BOC

Menurut Gubernur Zul, Biotech Open Camp ini jadi wadah yang tepat guna menyaring bakat anak-anak NTB yang ingin mengetahui dan bahkan menjadi saintis muda di bidang bioteknologi.

BACA JUGA: Korban Gempa Resah, Ada Isu Pemotongan Bantuan Rehab Rumah

“Ini juga dapat menjadi media informasi mengenai bioteknologi, demi kemajuan bioteknologi khususnya di NTB.” ungkapnya.

Gubernur Zul mengungkapkannya saat membuka acara Biotech Open Camp 2022 secara daring di Pendopo Gubernur, Minggu (23/01/22)..

Gubernur berharap, dengan bimbingan langsung dari dosen-dosen Universitas Teknologi Sumbawa, acara BOC 2022 ini akan menciptakan saintis muda lokal yang berkualitas.

“Saya yakin nantinya dengan bimbingan dosen-dosen UTS hebat ini, saintis muda khususnya yang berasal dari  NTB akan mendapat banyak ilmu dan tentunya menjadi saintis yang berkualitas. Dan tidak menutup kemungkinan UTS akan menjadi salah satu kampus di bidang bioteknologi yang akan diperhatikan dan diperhitungkan di negeri ini.” katanya.

BOC menjadi salah satu ajang menumbuhkan minat para pelajar mengembangkan potensi sumber daya alam melalui bidang bioteknologi. 

Dengan tujuan tersebut BOC merupakan wujud nyata misi NTB Sehat dan Cerdas.

BACA JUGA: Kepala Daerah Diminta Antisipasi Korupsi Pengadaan Barang

Senada hal itu, Rektor Universitas Teknologi Sumbawa Chairul Hudaya, Ph.D menerangkan betapa pentingnya peran bioteknologi di NTB ini. 

“Saat ini bioteknologi berkembang sangat pesat. Berbagai sektor dipengaruhi oleh bioteknologi misalnya saja, sektor pangan, lingkungan, industri dan kesehatan. Jika kita dapat menumbuhkan minat adik-adik kita ini mengenai bioteknologi, niscaya NTB nantinya akan memiliki saintis-saaintis yang berpenagruh bagi NTB bahkan dunia”. ungkapnya.

Biotech Open Camp (BOC) 2022 mengangkat tema “Be The Golden Generation With Biotechnology”.Kegiatan ini dilaksanakan hingga 23-28 Januari 2022 yang diiukiti 191 peserta SMA/SMK/MA di seluruh Provinsi NTB.***

 




Wagub NTB Ajak Santri Kampanye Cegah Pernikahan Dini

Saat bicara pada haul ke-14 Ponpes Nurul Mukhlisin NWDI Pringgarata, Wagub NTB ajak santri kamanye Cegah Pernikahan dini

LOTENG,lombokjournal.com ~ Santri Pondok Pesantren Nurul Mukhlisin NWDI diajak mulai mengkampanyekan “cegah nikah dini”. 

Ajakan itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalilah, saat menghadiri haul ke-14 Ponpes Nurul Mukhlisin NWDI Pringgarata, Lombok Tengah, Minggu (23/01/22).  

Wagub saat bicara dengan Santri
Wagub Hj Sitti Rohmi (kiri)

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub, juga mengimbau para santri menghindari pernikahan dini 

BACA JUGA: Cegah Perkawinan Anak, Tingkatkan Kesehatan Anak

Menurut wagub, ini penting untuk menghindari stunting dan resiko kematian ibu dan bayi. 

“Anak-anakku semua, hindari pernikahan dini, jangan sampai, baru lulus dari madrasah, kalian menikah, itu tidak baik untuk kesehatan kalian semua,” pesan Wagub.

Menuntut ilmu adalah wajib hukumnya, karena itu Ummi Rohmi memotivasi santri melanjutkan studinya. 

“Pemerintah telah menyiapkan banyak beasiswa,” ujar wagub.

Menurutnya, setiap niat yang baik, akan selalu dapat kemudahan dari Alloh SWT.

“Tanamkan niat baik dari sekarang, untuk menimba ilmu setinggi mungkin,” ujar wagub. 

BACA JUGA: Omicron Masuk NTB, Sekda se NTB Diajak Percepat Vaksinasi

Dijelaskan, Provinsi NTB sendiri di tahun 2021 lalu telah memiliki Perda tentang Pencegahan dan Perkawinan Anak. 

Perda ini dibuat menyusul tingginya angka perkawinan anak di NTB. Pemprov NTB menerbitkan Perda itu sebagai upaya menekan laju pernikahan usia anak

TGB bersama Wagub Sitti Rohmi jadi pembicara dalam haul NWDI

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, pada 5 tahun terakhir, angka pernikahan usia anak di NTB. Untuk tahun 2020 saja, kup tinggi.perkawinan anak di bawah umur tingkat SMA/SMK sederajat mencapai 874 kasus.

BACA JUGA: Produk Shogum, Dari Makanan Ternak ke Produk Ekspor

Acara haul ke 14 Ponpes Nurul Mukhlisin NWDI juga ikut bicara pada santri, Ketua Umum PB NWDI Dr.TGB. Muhammad Zainul Majdi bersama istri Hj Erica Zainul Majdi, beserta jajaran pimpinan ponpes dan tokoh masyarakat lainnya. ***

 




Mahasiswa KKN Unram, Adakan Penyuluhan Stunting di Loteng

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa Unram mengadakan penyuluhan stunting dan pemberian makanan tambahan gandeng DP3AP2KB Kabupaten Lombok Tengah.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram mengajak masyarakat Desa Beber, Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah ikut andil dalam kegiatan penyuluhan stunting dan pembagian makanan tambahan (PMT), Kamis (20/01/22)

Kegiatan ini untuk memberi pemahaman masyarakat dalam mencegah stunting pada anak di Desa Beber.

Mahasiswa KKN unrm melakukan penyuluhan stunting dan pmberian makanan tambahan
Penyuluhan stunting

Penyuluhan ini mendorong masyarakat di Desa Beber melawan dan memberikan pemahaman tentang stunting kepada masyarakat. 

Dengan demikian masyarakat dapat memanfaatkan pengetahuan seputar stunting, sekaligus memanfaatkan hasil tani, daun kelor dan penciptaan lingkungan yang bersih. 

“Agar masyarakat mudah mencegah stunting pada anak,” ungkap Ketua Kelompok KKN-Tematik Desa Beber, Afran, Kamis (20/01/22).

Afran berharap, masyarakat Desa Beber dapat mengatasi masalah stunting dan memutuskan rantai penyebarannya di Desa Beber dengan mandiri, dalam kurun waktu yang lama. 

“Dan ke depan generasi Desa Beber menjadi anak-anak yang berkualitas dan melanjutkan estapet kepemimpinan dan berguna bagi nusa dan bangsa,”.lanjut Afran,

BACA JUGA: Gubernur NTB Dukung Mataram, Tuan Rumah Muktamar IDI 2024

Penyuluhan stunting dan Pembagian Makanan Tambahan (PMT) ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang bertema ‘Stunting’ di Desa Beber kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Pencegahan stunting

Kegiatan mahasiswa KKN Tematik itu menggandeng narasumber dari DP3AP2KB Kabupaten Lombok Tengah, H. Dim Junaidin, SK.,MM.

Dim Junaidin menjelaskan beberapa point penting pencegahan stunting pada anak, yang harus dimulai sejak calon pengantin, ibu hamil dan sampai pada anak dikategorikan stunting.

Menurutnya, penyuluhan stunting dan pembagian makanan tambahan (PMT) yang dibuat oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram di Desa Beber sangat bagus.

Karena tujuannya membantu mencegah, dan mengatasi permasalahan stunting di Desa Beber. Pencegahan stunting juga menjadi program kerja dari DP3AP2KB Kabupaten Lombok Tengah.

“Dan kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan penyuluhan stunting dan pembagian makanan tambahan (PMT) ini,” katanya.

Ia menjelaskaN, pencegahan stunting menjadi program kerja unggulan dari Pemerintah Pusat. 

“Keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan stunting,” tegasnya.

BACAJUGA: Wagub Ummi Rohmi Ajak Kader Himmah NWDI Jadi Enterpreneur

Dikatakan Junaidin, salah satu cara atau pencegahan stunting adalah memperhatikan asupan gizi pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) pada balita sejak mulai dari dalam kandungan hingga anak berusia 24 bulan, pengASIHan dan pengASAHan pada balita dengan teratur. 

Pemerintahan Desa dan masyarakat Desa Beber sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan stunting dan pembagian makanan tambahan (PMT) yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Beber tersebut..

Kepala Desa Bapak Ersan Julianto sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa KKN bertemakan stunting. 

Menurutnya, hal itu membantu mencegah masalah stunting yang juga menjadi salah satu program kerja di Desa Beber. Dan ia mengajak masyarakat agar memperhatikan dengan baik materi selama kegiatan penyuluhan berlangsung, agar masyarakat bisa mandiri dalam melawan stunting.

“Harapan kami semoga dengan adanya kegiatan penyuluhan stunting oleh Kelompok KKN-Tematik Universitas Mataram ini, memberikan manfaat yang baik terhadap masyarakat guna melawan stunting hingga waktu yang lama,”.ungkap Ersan Julianto, Kepala Desa Beber.***.

 




Wagub Minta APWI NTB Fokus Pada Sinergi, Inovasi, dan TI

Wagub Hj Sitti Rohmi minta pengurus APWI yang baru dilantik meningkatkan peran Widyaiswara menghasilkan SDM yang profesional

MATARAM.lombokjournal.com ~ Keberadaan Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) Provinsi Nusa Tenggara Barat dinilai strategis.

Dan kehadirannya diharapkan makin meningkatkan fungsi dan peran Widyaiswara dalam menghasilkan SDM yang profesional.

Pengurus APWI NTB dilantik Wagub
Pengurus APWI NTB

Hal itu diungkapkan Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Jalillah saat Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD APWI NTB Periode 2020-2024, Kamis (20/0/22) di Wisma Tambora BPSDMD Provinsi NTB.

Menurutnya APWI strategis bila dikaitkan dengan misi kedua Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu bersih dan melayani terutama pada sisi sumber daya manusianya.

“Keberadaan APWI NTB tentu diharapkan makin bisa meningkatkan fungsi dan peran widyaiswara dalam menghasilkan SDM yang professional,” kata wagub.

Dikatakan, APWI penting fokus pada 3 hal, pertama, .seluruh SDM yang diberi pelatihan bisa bersinergi satu sama lain.

Kedua, pentingnya inovasi di era sekarang.  Setelah diterpa bencana gempa, kemudian pandemi, senyatanya Pemda NTB berjalan dengan kondisi bencana.

BACA JUGA: Wagub: SDM Penggerak Utama Tercapainya NTB Gemilang

“Semua tidak akan bisa berjalan lancar kecuali dengan kesanggupan terus melakukan inovasi,” ujar wagub.

Pesan wagub ketiga, perlu terus dikembangkan melek teknologi.

“Karena dengan teknologi semua urusan bisa efektif dan sekaligus bisa menjangkau wilayah lebih luas. APWI NTB hendaknya bisa merealisasikan semua itu untuk kemajuan daerah menuju NTB Gemilang.,” kata wagub.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APWI, Dr. Budiarso Teguh Widodo, M.E. dalam sambutannya secara virtual dari Jakarta,menguraikan terkait Jabatan FugsionalWidyaiswara.

Dikatakan, dengan kehadiran Permen PAN-RB Nomor 42 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara, telah mengubah secara mendasar peran strategis profesi Widyaiswara ke depan.

Penaandatanganan pelantikan di depan wagub

Menurut Budiarso, Widyaiswara tak lagi fokus hanya pada kegiatan Dikjartih ASN serta Evaluasi dan Pengembangan Diklat.

Sekarang Widyaiswara menjadi pelaksana teknis fungsional di bidang pelatihan, pengembangan pelatihan, dan penjaminan mutu pelatihan di lembaga penyelenggara pelatihan.

Semua itu untuk pengembangan kompetensi pada lembaga penyelenggara pelatihan.

Itu sebabnya, diperlukan Empat Atap sebagai Sasaran Utama Profesi Widyaiswara, yaitu Pengembangan Kompetensi Profesi Widyaiswara, Peningkatan Kualitas Pelatihan, Pengembangan Pelatihan, dan Penjaminan Mutu Pelatihan

Budiarso, yang saat itu mengenakan pakaian adat berpesan kepada pengurus DPD APWI, agar segera menyusun dan melaksanakan berbagai program kegiatan yang kreatif, produktif, dan inovatif, Sehingga mendukung proses transformasi dan rebranding profesi dan organisasi profesi Widyaiswara, “Terutama dalam meningkatkan kompetensi profesi ASN sesuai dengan tuntutan stakeholders dan perubahan era digital (disrupsi) untuk mewujudkan SDM Unggul menuju Birokrasi Berkelas Dunia,”  kata Budiarso.

BACA JUGA: Jelang Moto3 2022, Ramai-ramai Dukung “Super Mario”

Program pendampingan

Dalam kesempatan sama, Ketua DPD APWI NTB, Ir. H. Akhmad Makchul, M.Si, menyampaikan, di tahun 2022. telah merencanakan melanjutkan program pendampingan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

“Kelanjutan program ini, dimaksudkan untuk makin mengoptimalkan kinerja organisasi melalui peningkatan kompetensi aparatur yang telah berjalan baik di tahun sebelumnya,” ungkap Makchul..

Program lainnya, lnjut Makchul, rencana pendampingan untuk mengawal program-program strategis daerah dan nasional, .

Selain itu, menginisiasi terbentuknya lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM – APWI) agar dapat terwujudnya wadah kerjasama antar lembaga dalam pelaksanaan pelatihan dan bimtek bagi anggota DPRD kabupaten/kota maupun berbagai kegiatan sosio-kultural dengan stakeholder lainnya.

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala BPSDMD Provinsi NTB, Ir Lalu Hamdi, M.Si dan Koordinator Wilayah IV Regional Bali dan Nusa Tenggara, Dr H. Lalu Sajim Sastrawan, SH, MH. Saat itu keduanya berpakaian adat Nusantara, demiian pula pengurus juga berbusana adat saat pelantikan yang dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum DPP APWI.***

 




Wagub: SDM Penggerak Utama Tercapainya NTB Gemilang

Wagub NTB menekankan, seluruh pelatihan SDM yang diberikan agar menekankan sisi sinergi 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sumber Daya Manusia (SDM) harus ditempatkan pada posisi utama, karena SDM jadi penggerak utama tercapainya visi NTB Gemilang dengan baik.

Penekanan itu diungkapkan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah pada pengukuhan dan pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) di Aula Wisma Tambora BPSDM NTB, Kamis (20/01/22).

Wagub saat pelantikan

Wagub berharap kuallitas Widyaiswara terus meningkat dan proses-proses dalam menghasilkan SDM juga makin  berkualitas. 

“Dalam proses-proses itu, terutama pada sisi pemerintahan ini betul-betul tercapai dengan baik,” Wagub mengingatkan.

Sitti Rohmi juga berpesan pada Widyaiswara, agar seluruh pelatihan SDM yang diberikan agar sisi sinergi menjadi penekanan penting. 

“Artinya dalam bekerja, tidak mungkin bisa bekerja sendiri, sehingga sinergi paling penting ditekankan dalam pelatihan-pelatihan yang dilakukan,” kata Wagub.

Menuutnyat, banyak sekali pekerjaan yang tidak dibarengi dengan sinergi dan kurangnya kalaborasi sehingga hasil capaiannya kurang baik. 

Maka diharapkan SDM di Pemprov NTB harus memiliki kemampuan atau kepiawaian bersinergi dan berkolaborasi.

BACA JUGA: Wagub Minta APWI NTB Fokus Pada Sinergi, Inovasi dan TI

Hal strategis yang menjadi catatan Wagub yakni mengajak kepada Widyaiswara berinovasi. Karena tanpa inovasi NTB tidak bisa survive di masa-masa yang sulit, dari bencana alam gempa bumi 2018, disusul Covid-19  selama dua tahun. 

“Semua itu tidak terlepas dari inovasi yang terus menerus dilakukan oleh perangkat daerah NTB.  Selain itu setiap ASN Pemprov NTB harus melek teknologi, dimana semua pekerjaan bisa dilakukan dengan kecanggihan teknologi yang begitu efektif dan memuliki jangkauan yang lebih luas.

“Saya yakin kehadiran APWI NTB bisa merealisasikan SDM yang berkualitasi. Selamat pada APWI NTB yang dilantik, semoga terus bisa berkiprah dengan untuk mewujudkan NTB yang gemilang,” pungkasnya.

wagub melantik pengurus APWI NTB

Ketua Umum DPP APWI Budiarso Teguh Widodo dalam sambutannya secara virtual menyampaikan, Pelantikan DPD APWI NTB merupakan pelantikan ke 27 sejak tranformasi kelembagaan dari IWI menjadi APWI.  

BACA JUGA: Sinergi Pemprov dan PLN. Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

Ini dimkasudkan untuk menjadikan organisasi profesi yang modern dan berkelas dunia.

“Widyaiswara tidak lagi fokus pada kegiatan kerja ASN serta evaluasi dari pengembangan Diklat, melainkan lebih pada pelaksana tehnis fungsional pada bidang pelatihan pengembangan pelatihan dan penjaminan mutu pelatihan di lembaga penyelenggara pelatihan,” jelasnya.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut Koordinator Wilayah IV Bali Nusra Dr.HL. Sajim Sastrawan MH dan pejabat struktural dan Kepala OPD lingkup Pemprov NTB.***

 

 




Pembangunan Pondok Tahfidz Bidayatul Qur’an Al-Pandani 

Saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama putri Pondok Tahfidz, bupati ingatkan dampak negatif perkembangan teknologi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati H Djohan Sjamsu melakukan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Putri Pondok Tahfidz Bidayatul Qur’an Al-Pandani Dusun Pendanan, Desa Malaka, Lombok Utara, Selasa (19/01/22).

Dalam Sambutannya Bupati Djohan menyampaikan pembangunan Pondok Tahfidz  sangat membantu kelancaran ilmu agama bagi Anak-anak kita ke depan.

menjelang acara peletakan batu pertama        Santri menyaksikan peletakan btu pertama

Jika kita melihat  perkembangan Teknologi komunikasi khususnya handphone  sungguh luar biasa manfaatnya, namun juga memberikan dampak negatif pada anak-anak.

Bupati berpesan agar hati-hati terhadap dampak perkembangan teknologi ini.

“Kegiatan hari ini  bagian dari ikhtiar kita dalam rangka memberikan pendidikan pada anak-anak, jika semua pondok di KLU Tahfidz Quran, saya yakin dan percaya luar biasa kehidupan kita ke depan menjadi lebih baik,” ujarnya

Kegiatan Peletakan Batu pertama juga dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi NTB H Raden Nuna Abriadi, Anggota DPRD KLU Zainuddin,Kasi Bimas Islam Kemenag KLU H.Sulhi Akbar, Camat Pemenang Datu Aryanata Bayuaji SIP, Kades Malaka H. Akmaludin Ichwan, S. AP,M.M, Pimpinan Pondok Tahfidz TGH. Muhammad Sidiq serta undangan lainnya.***