Membangun Jaringan Sehat, Kunci Sukses Jalankan organisasi
Salah satu kunci sukses jadi pemimpin sukses dalam menjalankan organisasi yaitu membangun jaringan yang sehat
MATARAM.lombokjournal.com ~ Membangun jaringan dengan berbagai kalangan, potensi bekerjasama untuk kemaslahatan masyarakat dapat dengan mudah terjalin.
Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menjadi Narasumber pada acara Seminar Online ‘Peningkatan Kapasitas Diri dengan tema Optimalisasi Relasi, Kemitraan dan Jejaring Organisasi’ yang digelar Women Leadership Forum, Sabtu (12/03/22).
Namun Bang Zul sapaan Gubernur NTB mengingatkan, membangun jaringan haruslah dibarengi dengan ketulusan.
Agar hubungan yang terjalin dapat memberi manfaat kepada kedua belah pihak, dan tidak membuat salah satu pihak dirugikan.
Gubernur Zul
“Membangun jaringan itu harus tulus. Jangan membangun relasi itu hanya ingin memanfaatkan. Kalau bisa tangan kita harus lebih sering di atas,” pesan Bang Zul
Ditambahkan, sebelum membangun jaringan diperlukan pengenalan diri yang dalam. Jika seseorang mengenal dirinya dengan baik, maka dengan mudah orang tersebut mampu mengupgrade kemampuannya.
Kerut di wajah Basri tak membuat semangatnya pudar. Gairahnya tetap menyala ketika harus memacu sepeda motornya setiap hari menelusuri jalanan hutan Pusuk yang berkelok-kelok. lombokjournal.com ~ Tidak kurang dari 40 kilometer harus ditempuhnya demi menuntut ilmu. Bolak balik Tanjung Lombok Utara menuju Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, tidak membuat Basri, kakek berusia 61 tahun menyerah.
Sejak tahun 2015 ia menjalani masa kuliahnya di Fakultas Agama Islam jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dengan segala keterbatasannya. Dan di tahun 2020 lalu, ia lulus sebagai Sarjana tertua di kampus itu dengan predikat Mahasiswa Inspiratif Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) tahun 2019/2020.
Menarik mengulik semangat kakek yang tak kenal putus asa ini. Meskipun menjadi mahasiswa tertua di kampus itu, Basri yang lulus PGA tahun 1978, senantiasa berusaha keras mengikuti perkembangan dan menyesuaikan dirinya dengan rekan-rekan kampusnya yang nota bene masih muda.
Ia tak sedikit pun malu duduk bersama dengan mahasiswa lainnya bahkan dosen yang usianya jauh lebih muda dari dirinya. Memutuskan kuliah di usia senja tersebut baginya sederhana saja, agar ia bisa lancar berbahasa arab dan harapannya kelak ia bisa menjadi seorang pendakwah.
“Saya ingin sekali bisa berbahasa Arab dan ingin berdakwah,” ungkap Basri.
Ketika pertama kali mendaftar di kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, Basri mengaku tidak minder. Ia santai saja berbaur dengan para mahasiswa baru yang seusia dengan anaknya atau bahkan usia cucunya.
Begitu juga ketika ia pertama kali masuk kelas dan menjalani kuliah untuk pertama kali, ia duduk bersama anak-anak muda meski ia mengaku awalnya tak punya bayangan tentang kuliah itu seperti apa.
Baginya, ia hanya ingin menuntut ilmu agama, tidak peduli bagaimana kesulitan-kesulitan yang akan ia hadapi saat menjalani kuliah itu hingga ia menjadi sarjana.
Ia berusaha keras menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus dengan cara alami saja. Basri bahkan mengaku tak terpikir tentang bagaimana menyesuaikan diri, ia beradaptasi dengan cepat.
Basri beruntung karena kawan-kawan kuliahnya menerima dengan sangat baik keberadaannya, menganggapknya sebagai rekan kuliah tanpa melihat usianya yang sudah sepuh. Mereka juga bersedia membantunya dalam banyak hal. Penuh semangat dan rajin kuliah, itulah ciri khasnya.
Di mata Yusron Hadi, ST., M.Pd., dosen pengajar yang juga pembimbing skripsinya, Basri adalah mahasiswa yang rajin dan bersungguh-sungguh dalam menempuh perkuliahan.
Jarak yang jauh – ia tinggal di Tanjung, Lombok Utara – yang harus ditempuhnya untuk bisa mengikuti kuliah di Mataram, membuatnya beberapa kali tertidur di kelas karena kelelahan. Dan ini dimaklumi oleh dosen dan juga rekan-rekan sesama mahasiswanya.
“Saya sering menemukannya tertidur di kelas karena kelelahan, namun kami memaklumi itu, sebab semangat kuliah Pak Basri sangat luar biasa. Ini yang harus menjadi contoh bagi kita semua,” ungkap Yusron Hadi.
Jarak yang jauh dan keterbatasan biaya untuk perjalanan menuju kampus, tidak membuat semangatnya lemah. Agar tidak absen kuliah, ia sering menginap di masjid-masjid yang ada di Mataram jika memang kuliahnya padat.
Ia tidak ingin melewatkan waktu sia-sia untuk beroleh ilmu. Kisah menginap di masjid juga bukan hanya karena padatnya jadwal kuliah melainkan ia sering tak memiliki uang untuk membeli bensin motor.
Meski ia mendapatkan keringanan dengan kuliah gratis di kampus UMMAT, Basri yang hanya seorang tukang (apa saja dikerjakanannya secara serabutan) ini harus mengeluarkan biaya untuk operasional lainnya. Ia membiayai sendiri semua itu dari hasil yang tidak seberapa sebagai tukang dan penjual bibit buah-buahan.
Basri terbilang gigih. Ia tak malu untuk bertanya pada rekan-rekannya termasuk kepada dosen jika ada yang tidak diketahuinya. Di dalam kelas, ia mahasiswa yang sangat aktif.
Nyaris tidak ada momen kuliah tanpa ia bertanya ketika dosen membuka sesi mahasiswa bertanya. Ia sangat ingin mengetahui hal-hal detil dari ilmu yang baru saja dipelajarinya.
“Pak Basri sosok yang sangat gigih dan tidak pernah malu untuk bertanya, baik kepada rekan-rekannya maupun kami sebagai dosen. Aktif bertanya jika ia tak pahami sesuatu,” kata Yusron.
Marbot masjid yang menjadi Ketua Forum Silaturrahmi Marbot Masjid se-Lombok Utara ini, merupakan tipe yang pantang menyerah. Meski tertinggal terutama dalam hal teknologi operasional komputer, ia beruntung memiliki banyak kawan yang bisa membantunya sehingga ia bisa menulis skripsi dengan judul “Peran Forum Silaturahmi Marbot Masjid Dalam Meningkatkan Suasana Ibadah” dan ia mampu menyelesaikannya hingga lulus ujian.
Kisah di balik perjuangannya menulis skripsi ini juga tidak mudah. Bukan hanya persoalan mengoperasionalkan komputer dan mencari materi serta konsultasi dengan dosen pembimbing, melainkan sebuah peristiwa kecelakaan pernah hampir membuatnya gagal menyelesaikan skripsinya.
Ia mengalami kecelakaan sepeda motor saat getol-getolnya menyusun skripsi. Tidak kurang dari enam hari, Basri tak sadarkan diri di rumah sakit akibat kecelakaan itu. Hal itu bahkan membuat Basri sempat kehilangan sebagian memorinya.
Ia banyak tidak mengingat apa isi skripsinya begitu juga dengan dosen-dosennya. Namun, bekal semangat pantang menyerah yang dimilikinya membuat Basri terus maju untuk menyelesaikan skripsi tersebut. Kehilangan ingatan ini membuat dosen pembimbingnya sempat kesulitan melanjutkan bimbingan skripsinya.
Akan tetapi, sekali lagi ia beruntung mendapatkan dosen pembimbing yang memahami kondisinya itu dan ingin melihat Basri bisa berdiri di podium wisuda sarjana.
“Membimbing skripsi Pak Basri setelah kecelakaan itu sangat tidak mudah, sebab Pak Basri banyak lupa dan tidak ingat pula dengan dosen-dosennya. Tapi ia tetap tak menyerah, kegigihannya mengalahkan tantangan yang dihadapi. Ini pelajaran penting untuk kita dari Pak Basri,” kata Yusron yang mengagumi kegigihan mahasiswanya itu.
Basri, S.Sos
Dan pada akhir Maret 2020 lalu, Basri benar-benar membuktikan dirinya sebagai ciptaan Allah SWT yang terlahir tanpa menyia-siakan waktu, ia sukses mengikuti prosesi wisuda sebagai wisudawan tertua Universitas Muhammadiyah Mataram.
Bagi Basri, S. Sos., Demi Masa, waktu tidaklah boleh dibuang percuma sebab itulah hal yang paling berharga dalam hidupnya. Ia pantang menyerah sebelum Sarjana. ***
Wagub NTB Tinjau Sekolah di Bayan, Lombok Utara
Saat meninjau kondisi sekolah di Bayan, KLU, Wagub Sitti Rohmi menekankan pendidikan yang menyenangkan
KLU.lombokjournal.com ~ Kalau siswa-siswi sudah merasa senang berada di sekolah, maka guru pun bisa dikatakan sukses.
“Karena pendidikan yang baik adalah pendidikan yang menyenangkan, dan [tentunya] berkualitas,” kata Wagub, Hj Sitti Rohmi Jalillah.
Wagub Sitti Rohmi [kiri]Ia menyatakan itu di hadapan siswa-siswi SMAN 1 Bayan dan SMAN 2 Bayan saat kunjungan kerjanya di Kabupaten Lombok Utara, Kamis (10/03/22).
Saat berkunjung ke SMAN 2 Bayan, Wagub NTB mengapresiasi penampilan budaya yang disuguhkan oleh siswa-siswi. Salah satu contohnya adalah proses menutu yang terdapat di acara Maulid Adat Bayan.
“Sekolah ini hebat, memiliki kekayaan budaya yang luar biasa,” ucapnya.
Setelah itu, Ummi Rohmi panggilan akrab Wagub, berkesempatan bersilaturahmi ke SMAN 1 Bayan. Dengan tujuan yang sama, meninjau situasi sekolah dan berdialog dengan siswa-siswi dan guru-guru.
“Siswa-siswi disini punya cita-cita yang bermacam-macam. Mulai dari dokter hingga menjadi seorang pengusaha. Apapun cita-citanya , teruslah belajar dengan baik dan giat, dan tidak lupa minat doa kepada orang tua dan guru di sekolah ini,” ungkapnya.
Dalam kunjungannya ke SMAN 1 dan SMAN 2 Bayan ini, Wagub juga melihat kondisi lingkungan dan taman sekolah masing-masing.
Menurutnya lingkungan dan penataan taman sudah rapi dan cantik.
Ia berpesan, agar siswa-siswi dan guru selalu dapat menjaga lingkungan sekolahsupaya lebih cantik, lebih hijau dan makin bersih.
Dan tentunya kalau bisa sudah terintegrasi dengan bank sampah.
“Jadi tidak ada istilah kita tidak kelola sampah dengan baik. Karena barometernya sekolah kita harus asri dan lestari. Alangkah baiknya jika sekolah juga dapat dihubungkan dengan bank sampah. Jika sudah dihubungkan sampah tersebut akan bermanfaat,” harapnya.
Di akhir kunjungannya Wagub menyerahkan bantuan terhadap SMAN 1 Bayan dan SMAN 2 Bayan.
Ia berharap dengan bantuan ini akan dibangun fasilitas laboratorium beserta perlengkapannya. Sehingga dapat meningkatkan kompetensi siswa-siswi di SMAN 1 dan SMAN 2 Bayan.***
Musrenbang untuk Antisipasi Isu Perempuan dan Anak di KLU
PelaksanaanMusrenbang perempuan, anak, remaja, lansia, dan disabilitas untuk mendapatkan masukan guna penyempurnaan rancangan awal RKPD
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Musrenbang kali ini sangat penting untuk bersama-sama merumuskan rencana dan solusi bagi berbagai isu krusial terkait perempuan, ibu, anak, remaja, lansia, dan disabilitas yang masih dihadapi Lombok Utara.
Dan pelaksanaan musrenbang ini tidak terpisahkan dari musrenbang reguler Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2023 Kabupaten Lombok Utara, yang akan dilaksanakan tanggal 23 Maret mendatang,
Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Utara Parihin, S.Sos, selaku Ketua Pelaksana Musrenbang perempuan, ibu, anak, remaja, lansia, dan disabilitas Kabupaten Lombok Utara Tahun Perencanaan 2023, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu [09/03/22] pagi.
Kpela Bappeda KLU, Parihin, S.Sos
Parihin mengungkapkan beberapa isu, antara lain Indeks Pembangunan Gender KLU terendah di NTB meskipun terjadi peningkatan dar 84,01 di Tahun 2015 menjadi 85,44 di Tahun 2020,semetara IPG NTB adalah 90,45.
Perempuan Lombok Utara tertinggal dari sisi Pendidikan, dan Ekonomi , sementara Usia Harapan Hidup Perempuan NTB tahun 2021 lebih panjang (68,66 tahun) dibandingkan dengan laki-laki (64,81 tahun).
Masa Pandemi Covid-19 Kemiskinan Lombok Utara naik sedikit sebesar 0,05% pada tahun 2021 yaitu menjadi sebesar 27,04%.
Tahun 2020 perempuan sebagai Kepala Keluarga sebesar 14,46%. Masih terdapat kasus kematian ibu hamil (3 orang di tahun 2021).
Selain itu Parihin juga mengungkapkan, tingginya kasus kematian bayi (baik neonatal maupun sampai usia 1 tahun) dengan jumlah kasus 60 orang di tahun 2021.
Kehamilan usia remaja (< 19th) mengalami penurunan, namun jumlahnya masih tinggi,yaitu pada tahun 2021 terjadi 337 kasus.
Persalinan pada usia < 19th juga mengalami penurunan, namun jumlahnya juga masih tinggi yaitu pada tahun 2021 terjadi 313 kasus.
Sementara itu, terkait stunting, memang berhasil diturunkan secara sangat signifikan dari 44,22% di tahun 2021.
Rumah tangga dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat masih rendah.
“Perempuan menghabiskan waktu tiga kali lebih banyak dari laki-laki untuk mengurus rumah tangga,” ungkap Parihin.
Belum Layak Anak
Parihin juga menyinggung, Lombok Utara belum mewujudkan sebagai Kabupaten Layak Anak, dengan 5 Kluster Konvensi Hak Anak. Lebih dari itu, masih tingginya kasus pernikahan usia anak.
“Di Lombok Utara masih tinggi anak-anak usia sekolah yang drop out,” kata Parihin.
Di sektor pendidikan juga diungkapkan, belum optimalnya partisipasi pendidikan menengah dan rendahnya Pendidikan Tinggi.
Ancaman kasus kekerasan Fisik dan Verbal terhadap Perempuan dan Anak. Sementara Lansia dan Disabilitas belum mendapatkan perlindungan sosial dan pendampingan dan perlindungan yang memadai.
Dikatakan Parihin, pelaksanaan Musrenbang Perempuan, Anak, Lansia, Dan Disabilitas untuk mewujudkan perencanaan dan penganggaran pembangunan yang berperspektif gender.
Dan responsif terhadap kebutuhan perempuan maupun laki-laki, perlindungan anak, pemuda, pelajar, dan mahasiswa. Yang dilakukan melalui pengintegrasian pengalaman, aspirasi, kebutuhan, potensi dan penyelesaian permasalahan.
“Tujuan musrenbang adalah mendapatkan masukan atas partisipasi perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas untuk penyempurnaan rancangan awal RKPD,” katanya..
Melalui musrenbang dipastikan adanya isu-isu perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas tertuang dalam dokumen perencanaan, terealisasi dan tersedia alokasi anggaran dalam perencanaan dan penganggaran yang berspektif gender, inklusif dan pro poor mulai dari desa-kabupaten.
Pelaksanaan Musrenbang Perempuan, Anak, Lansia, dan Penyandang Disabilitas Kabupaten Lombok Utara ini berlangsung selama 1 (satu) hari, tanggal 9 Maret 2022 bertempat di Aula Kantor Bupati Lombok Utara.
Isu Utama yang akan dibahas dan didiskusikan yakni, “Penguatan peran ibu, keluarga, lingkungan dalam pendidikan dan pengasuhan keluarga, Mencegah perkawinan usia anak dan pekerja anak, Perlindungan sosial dan pengembangan kemandirian penyandang disabilitas dan Pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan”.
Dalam musrenbang yang melibatkan peserta inti sebanyak 125 orang ini, berasal dari organisasi perempuan, organisasi keagamaan, sekolah, PKK Kecamatan dan Desa, Pelaku Kewirausahaan LSM/NGO, Organisasi Kepemudaan, Forum Anak, Perwakilan penyandang Disabilitas, Narasumber, fasilitator dan panitia serta unsur Perangkat Daerah.
Mengakomodir Perempuan
Ketua PKK GOW KLU, Yunita Aprilina Danny Karter
Ketua PKK GOW KLU, Yunita Aprilina Danny Karter, ST.,M.Eng, selaku ketua Gerakan Organisasi Wanita Kabupaten Lombok Utara mengapresiasi Pemkab Lombok Utara yang mengakomodir kaum perempuan.
“Bagaimana kita melibatkan seluruh unsur dalam proses menginisiasi pembangunan ini,” katanya.
Menurutnya, semua bisa berperan dan bisa berpartisipasi, dalam kontek Musrenbang Perempuan,Anak, Lansia dan Penyandang Disabilitas Kabupaten Lombok Utara Tahun Perencanaan 2023.
“Jika kita mengajak lebih banyak orang untuk berpikir maka hasilnya pun akan lebih baik,” tegas Yunita.
Menurutnya, perempuan merupakan simpul yang wajib kita ajak komunikasi. Karena aspek-aspek yang berdampak dari proses pembangunan lebih banyak dipikirkan oleh perempuan.
Dan perempuan Lombok Utara masih tertinggal dalam pendidikan dan ekonomi. Namun pada bidang kesehatan umur perempuan lebih panjang daripada laki-laki, usia harapan hidup perempuan sebesar 68 tahun.
“Itulah alasan logisnya perempuan juga harus diperhatikan dalam konteks pembangunan,” katanya. ***
Wagub NTB: Pendidikan Harus Humanis dan Berkualitas
Proses pendidikan yang diinginkan adalah proses pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas, kata Wagub NTB
LOTIM.lombokjournal.com ~ Keberhasilan suatu proses pendidikan harus dijalankan secara humanis dan berkualitas.
Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu saat memberikan Kuliah Umum dengan tema “Kebijakan Pendidikan Provinsi NTB: Pendidikan Karakter sebagai Pondasi” di Universitas Hamzanwadi, Pancor, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (05/03/22).
Dikatakan, proses pendidikan dinginkan adalah proses pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas.
“Tidak ada intimidasi, semua proses itu harus dijalankan secara humanis dan berkualitas, karena ujung-ujungnya suatu proses pendidikan,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.
Pada Kuliah Umum, sekaligus launching Program Klinik Riset 2022 di Universitas Hamzanwadi tersebut Ummi Rohmi menjelaskan, pendidikan dikatakan berhasil kalau yang mengikuti pendidikan tersebut senang menjalani proses pendidikan itu.
Tidak ada intimidasi, semua proses itu harus dijalankan dengan humanis dan berkualitas.
Karena ujung-ujungnya suatu proses pendidikan dikatakan berhasil kalau yang mengikuti pendidikan tersebut senang menjalani proses pendidikan itu, tambahnya.
Ummi Rohmi juga menjelaskan 3 arah penyelenggaraan pendidikan di NTB, yaitu mewujudkan layanan akses pendidikan yang berkeadilan, meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan dan meningkatkan peran serta masyarakat.
Tiga arah penyelenggaraan pendidikan di NTB, yaitu bagaimana mewujudkan layanan akses pendidikan yang berkeadilan, dimana semua masyarakat bisa mendapatkan layanan pendidikan.
“Kemudian bagaimana meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan baik nasional maupun internasional. Terakhir, bagaimana meningkatkan peran serta masyarakat karena pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Jadi harus menggandeng seluruh stakeholders untuk berkolaborasi,” jelas Ummi Rohmi.
Ada strategi 4P untuk mewujudkan pendidikan di NTB yang membanggakan. The Power of 4P tersebut yaitu profil, pelayanan, penampilan dan prestasi.
“Ada The Power of 4P untuk mewujudkan pendidikan NTB yang membanggakan. Pertama Profil, seluruh data-data yang bersangkutan dengan sekolah harus lengkap. Selanjutnya Pelayanan, bagaimana pelayanan sekolah, sarana program, dan layanan informasi. Kemudian Penampilan, ada identitas sekolah, informasi program sekolah, tata tertib, slogan dan himbauan. Terakhir yaitu Prestasi, yang meliputi prestasi akademik maupun non-akademik,” jelas Ummi Rohmi.
Terkait program-program inovasi NTB dalam pengimplementasian 5 nilai utama pendidikan melalui beberapa program.
Di antaranya Sekolah Bersih dan Sehat, Sabtu Budaya dan Pojok Kreasi, Spiritual Camp, Sub Vokasi Afirmasi Difabel, Kompetensi Sains dan Non-Sains dan Jejak Alumni.
“Program-program inovasi di NTB dalam rangka penerapan 5 nilai utama pendidikan, seperti Program Sekolah Bersih dan Sehat, Sabtu Budaya dan Pojok Kreasi, Spiritual Camp, Sub Vokasi Afirmasi Difabel, Kompetensi Sains dan Non-Sains Debating, dan Jejak Alumni/Tracer Study,” jelas Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur periode 2009-2013 tersebut. ***
Mahasiswa UNW Mataram Menjadi Duta Inspirasi NTB
Dua mahasiswa UNW berprestasi sebagai Duta Inspirasi dan Second Runner Up dalam School and Varsity Debating Championship
MATARAM.lombokjournal.com ~ Mahasiswa Universitas Nahdltul Wathan MataRam (UNW) raih prestasi pada dua ajang yang berbeda,
Rani Pranita dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNW Mataram menjadi Duta Inspirasi Indonesia Perwakilan NTB 2022.
Duta Inspirasi didukung penuh oleh Kemenpora yang memiliki fokus pada pengembangan pemuda Indonesia.
Melalui ajang ini dirinya ingin memberikan kontribusi dan semangat kepada banyak orang yang sedang mengalami permasalahan melalui platform media sosial
“Harapan saya ke depannya saya tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga mampu memberikan perubahan secara nyata kepada orang lain” ujar gadis yang juga pernah menjadi Finalis duta Bahasa NTB 2020 ini.
Selanjutnya Rani Pranita akan mengabdi menjadi Duta Inspirasi Indonesia selama tiga bulan ke depan dengan menerapkan lima program yang dicanangkan oleh Duta Inspirasi Indonesia, Indonesian Event TikTok, Indonesia Event YouTube, Duta Inspirasi Library Linkedin, Duta Inspirasi Podcast, dan Millenials Menginspirasi.
Prestasi lain atas nama Ilman dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dan Nurul Hidayati dari Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNW Mataram.
Keduanya meraih Second Runner Up dalam School and Varsity Debating Championship (SAVEDC). Kegiatan diselenggarakan Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram.
“Lomba ini digelar secara daring, pada tanggal 26-27 Februari lalu,” kata Nurul Hidayati Yuliana.
Pada kompetisi ini, UNW Mataram menyingkirkan empat tim, dengan setiap tim terdiri dari dua debaters yang diwakili oleh mahasiswa lintas jurusan.
Para mahasiswa peserta lomba ini tergabung dalam UKM ASC. Ini merupakan wadah mahasiswa UNW untuk belajar debat Bahasa Inggris.
Rani Pranita Nurul Hidayati Yuliana dan Ilman mendapat dukungan dan apresiasi dari Rektor Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
“Selamat kepada Rani, Nurul, dan Ilman, mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi kampus, dan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain,” terang Dr. H. Lalu Abdul Muhyi Abidin, MA, Rektor UNW. ***
Guru Tidak Tetap Terima CSR dari Bank BNI Cabang Mataram
Sebanyak 15 Guru Tidak Tetap menerima Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BNI Cabang Mataram
TANJUNG.lombokjournal.cm ~ Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Lombok Utara (Disbudpora), Adnan, SPd, Mpd memfasilitasi 15 Guru Tidak Tetap (GTT) dengan pihak Perbankan di Aula Kantor Disbudpora KLU, Rabu (02/03/22).
Adnan di depan Bupati Lombok Utara, mengapresiasi pihak perbankan, dalam hal ini Bank BNI Cbang Mataaram, yang peduli dan memberikan bantuan CSR sebesar Rp 5.000.000 per orang.
Karena hal ini dilakukan di saat kondisi pendapatan daerah menurun akibat Covid – 19.
Diharapkan, ada lagi lembaga perbankan lainnya yang membantu GTT yang sudah cukup lama mengabdi di bidang pendidikan.
Pihak Bank BNI Cabang Mataram menyalurkan dana CSR sebesar Rp 75.000.000 Juta untuk 15 orang Guru Tidak Tetap.
Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh pihak perbankan dan disaksikan Bupati Lombok Utara di Aula Kantor Dikbudpora KLU.
Sementara pihak Bank BNI mengungkapkan, bantuan Rp 5 Juta kepada masing masing GTT merupakan wujud kepedulian.
“Jangan dilihat jumlahnya yang tidak seberapa, namun yang terpenting adalah niatnya dalam membantu GTT,” ungkapnya.
Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu,SH, mengungkapkan, persoalan daerah yang sangat komplek.
Djohan juga menyampaikan terima kasih kepada Bank BNI yang telah menyalurkan bantuan CSR kepada 15 GTT di KLU.
Dan ia berharap, agar dapat memberikan semangat kerja dalam mendidik anak anak sekolah di tempat tugas masing masing.
“Ini adalah perjalanan kehidupan yang kita saling menjaga. Maka dari itu, kami terus mendorong GTT untuk lebih profesional,” jelas Bupati Djohan. ***
Wagub NTB Jelaskan Program Sabtu Budaya di Sekolah
Pembentukan karakter siswa di sekolah diaplikasikan melalui program Sabtu Budaya, Siswa diajak menghormati dan bangga dengan budaya lokal
BIMA.lombokjournal.com ~ Program Sabtu Budaya di lingkungan satuan pendidikan, merupakan wadah pembentukan karakter siswa, melalui berbagai kegiatan positif dan menyenangkan sekaligus bermanfaat di sekolah.
Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan itu, saat meninjau vaksinasi di SMAN 4 Kota Bima, Jum’at (25/02/22).
“Sehingga membentuk karakter mulia anak-anak yang akan menjadi generasi masa depan,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub.
Dijelaskannya, kegiatan Sabtu Budaya mengajak siswa belajar memiliki rasa kasih sayang, cinta kasih, rasa peduli, toleransi, hormat menghormati dan bangga dengan budaya lokal dan tradisional.
“Berbagai aktivitas dan kegiatan yang dikemas pada acara Sabtu Budaya, seperti gotong royong, olahraga tradisional, permainan rakyat, seni budaya, harus terus berjalan dan berkesinambungan untuk dapat mengubah pola pikir atau perilaku siswa,” jelas Wagub didampingi Kadis Dikbud Provinsi NTB, Aidy Furqon.
Wagub mencontohkan, misalnya cara pandang siswa tentang arti pentingnya menjaga lingkungan, tidak membuah sampah sembarangan hingga memanfaatkan sampah dan mengolahnya, menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Tadi Saya lihat hasil karya kreatifitas siswa memanfaatkan limbah sampah dari botol plastik dan gelas plastik sangat luar biasa ” pujinya.
Selain itu, cucu pahlawan asal NTB ini juga berpesan agar siswa dan guru segera divaksin untuk menjaga dari penyebaran Covid-19.
“Karena Covid-19 hanya bisa dihadapi dengan vaksin dan memakai masker,” tutup Ummi Rohmi.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Waka Polres Kota Bima, Dandim, Asisten 1, Kadis DLHK, Kadis PMPD Dukcapil, Kadikes, Karo Kesra, dan Asisten 1 Kota Bima.***
Wagub Sitti Rohmi Mengaku Belajar dari Siswa SLB
Menurut wagub, anak-anak yang belajar di SLB bukan kurang dari kita tapi mereka diberikan hal yang berbeda
DOMPU.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengaku banyak belajar dari para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Dompu yang dikunjunginya.
“Ada hal- hal yang kita punya, mereka tidak punya. Namun banyak yang mereka punya dan bisa sedangkan kita tidak. Kami yang sebenarnya belajar banyak,” ucap Ummi Rohmi, Kamis (24/02/22) di SLB Negeri Dompu.
Ummi Rohmi juga memuji para guru dan siswa SLB Negeri Dompu, tak terkecuali Iza Tunnafsia, yang menyambut rombongan dengan puisi berjudul “Setitik Cahaya”.
Bahkan Ummi Rohmi, Bupati Dompu dan Istri juga terlihat sempat menitikkan air mata saat mendengarkan puisi indah tersebut.
“Mereka bukan kurang dari kita, namun Allah SWT menitipkan hal berbeda kepada mereka. Kalian hebat kalian luar biasa..” puji Ummi Rohmi.
“Terima kasih sudah memberikan pelajaran berharga kepada kami..” tutup Wagub diiringi tepuk tangan undangan dan tamu yang hadir.
Sementara itu Bupati Dompu Kader Jaelani mengungkapkan, pengalaman pertama mengunjungi SLB Negeri Dompu ini adalah pelajaran untuk terus bersyukuratas nikmat Allah SWT.
“Mereka mungkin memiliki keterbatasan. Tidak bisa melihat, keterbatasan kaki atau tangan. Namun mereka bisa menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT. Ini adalah pembelajaran bagi kita semua yang diberikan nikmat sehat,” ucap Bupati.
Terakhir Bupati mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan Wakil Gubernur di Dompu.
“Saya merasa bangga kepada bu Wagub yang sudah hadir disini. Saya berterima kasih banyak.. Mudah-mudahan kehadiran Bu Wagub membawanya berkah bagi daerah kami” katanya.***
Awardee Beasiswa NTB Terpilih Pimpin Mahasiswa Internasional
Terbukti, awardee beasiswa NTB bukan hanya aspek akademik dan bahasa saja, tapi juga menguasai aspek kepemimpinan
MALAYSIA.lombokjournal.com ~ Kualitas penerima Beasiswa NTB kembali berhasil membuktikan kualitasnya.
Pasalnya, Nurul Anwar, salah seorang awardee, menjadi pimpinan sementara komunitas mahasiswa Internasional (International Student Society(ISS)) Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia.
Keputusan ini dihasilkan setelah pihak Pusat Internasional (International Centre) UniSZa mengadakan dialog bersama 30 orang mahasiswa Internasional, di Dewan Kuliah Utama, UniSZA, Selasa (15/02/22) .
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, H. Wirawan Ahmad, menyebutkan prestasi yang diraih awardee Beasiswa NTB tersebut menunjukkan, proses seleksi yang dilakukan oleh Pemprov NTB melalui LPP sudah berada pada jalur yang benar sehingga menghasilkan awardee berkualitas.
“Kriteria seleksi tidak hanya berdasar pada kemampuan akademik dan bahasa semata, tapi juga aspek kepemimpinan,” sebutnya.
Wirawan menambahkan, pola seleksi beasiswa yang telah dijalankan akan diteruskan dalam menjadikan program beasiswa NTB sebagai salah satu kanal rekrutmen pemimpin di masa depan.
Senada dengan hal tersebut, Sri Hastuti Novila Anggraini Saiful, M.TESOL selaku Kepala Sub Bidang Peningkatan Kapasitas Sumber Daya dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIDA NTB, mengaku bangga atas prestasi yang diraih Nurul Anwar.
Nurul Anwar membuktikan, anak daerah mampu menunjukkan taring di kancah internasional.
“Pada intinya kami bangga dengan prestasi anak2 NTB di tempat studi.
Mereka gak kalah hebat dengan yang lain,” tandasnya.
Beasiswa NTB atau 1000 Cendikia sendiri adalah program unggulan Pemerintah Provinsi NTB melalui LPP NTB yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di NTB.
Beasiswa NTB terus konsisten mengirim dan membiayai anak daerah berprestasi ke luar negeri untuk melanjutkan studinya, baik itu untuk jenjang S1, S2 maupun S3. ***