Joki Cilik Ramai Dibahas dalam Program Kabar Bunda Niken

Resiko terjadi kecelakaan san eksploitasi anak sebagai Joki cilik, diperbincangkan dalam diskusi bersama Bunda Niken 

Bima.lombokjournal.com ~ Para orang tua joki cilik di Bima diminta membatasi buah hatinya menjadi joki pada pacuan kuda.

“Orang tua harus bergerak hatinya, untuk membatasi anak yang masih di bawah umur 10 misalnya untuk tidak menjadi joki,” kata Ketua TP. PKKB Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah.

Ia mengatakan itu saat roadshow di Kabupaten Bima, dalam program Kabar Bunda Niken (KBN) dengan mengusung  tema “Joki Cilik, secara off line dan hybrid”, Selasa (24/05/22) di Aula pendopo Bupati Dompu.

Hj Niken memberikan edukasi dan pemahaman kepada keluarga baik anak maupun bapak sebagai kepala rumah tangga, agar mengutamakan pendidikan bagi masa depan anaknya.

Mempertanyan profesi Joki Cilik

“Karena informasinya, saat lomba pacuan kuda, joki cilik ini tidak masuk sekolah,” kata Hj Niken.

BACA JUGA: Tour De Moyo, Menyelesaikan Perrsiapan Event MXGP

Persoalan lain yang dihadapi joki cilik saat pacuan, misalnya resiko kemungkinan  terjadi kecelakaan. Termasuk bila ada transaksi taruhan, merupakan bentuk eksploitasi terhadap anak. 

Hal lain juga yang harus diperhatikan adalah  ada 10 hak anak yang harus dijamin oleh semua pihak.  Salah satunya adalah pendidikan dan kesehatan.

Diakuinya, Joki cilik adalah masalah kompleks yang terjadi di NTB. Namun menurutnya harus ada perlindungan khusus terhadap anak sebagai joki cilik. 

“Walaupun Pacuan kuda sebagai tradisi dan budaya di Bima,” katanya.

Sedangkan Ketua TP. PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan, S. Pd, juga mengaku sangat khawatir keberadaan joki cilik ini. 

Menurutnya ada 3 hal yang harus diperhatikan mengenai persoalan joki cilik ini. Pertama terkait ekonomi, kedua pendidikan dan ketiga terkait hobi.

Kondisi ekonomi memaksa anak-anak ini menjadi joki cilik. Tergiur dengan bayaran yang hanya sedikit dibanding keselamatannya. 

Begitupun persoalan pendidikan, menjadi terbengkalai akibat anak tidak masuk sekolah. Tidak hanya itu, hobi turun temurun jadi faktor seorang anak berani menjadi joki.

“Disinilah peran orang tua untuk melarang anaknya menjadi joki karena masih terlalu kecil,” kata istri Wabup Bima.

Ditambahkan oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bima, Nurdin, S.Sos, terkait joki cilik harus diatur khusus dengan regulasi.

“Misalnya joki colik harus diatas 10 tahun atau 15 tahun,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu pemerhati anak Kabupaten Bima, Rufidah mengatakan, profesi joki cilik ini termasuk penggadean terhadap jiwa anak. 

“Karena pengaruhnya dan akibatnya  terhadap keamanan, pendidikan dan hak anak,” ujarnya 

Maka, semua pihak harus ikut peduli terhadap bentuk eksploitasi  anak ini. Baik itu orang tua joki, pemerintah, organisasi Pordasi Kabupayen Bima dan semua komponen masyarakat.

Regulasi Joki Cilik

Solusi lain yang mengemuka pada acara tersebut disampaikan salahsatu anggota pengurus Pordasi Kabupaten Bima, Drs. Irfan.

 Ia bersama pengurus daerah maupun pusat terus mengatur regulasi tentang kategori pacuan kuda tradisional ini.

“Misalnya joki harus sesuai kelas dan ukuran kuda, memakai pengaman lengkap saat latihan maupun pertandingan dan diasuransi,” terangnya.

Study and Development Institue, Ir. Irwan salah satu pemerhati anak NTB juga mengingatkan, agar permasalahan joki cilik ini minimal harus diatur oleh regulasi.

“Minimal Perbup atau Pergub, untuk mengatur dan melindungi para joki cilik ini,” tambah Irwan.

BACA JUGA: Gaya Rambut Pria yang nge-Tren Tahun 2022

Di akhir acara tersebut, Bunda Niken juga sempat berbicara dan ngobrol dengan orang tua joki cilik dan 4 anak yang berprofesi joki cilik.

Hadir pada kegiatan tersebut Camat dan ketua TP. PKK Kecamatan se Kabupaten Bima. ***

 

 




Wagub NTB dan Dirjen PAUD Diskusi Kondisi Pendidikan di NTB

Sambut Kunjungan Dirjen PAUD, Wagub berharap peningkatan literasi dan numerasi di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (Dirjen PAUD) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Jumeri, S.TP. M.Si, mendiskusikan mengenai kondisi pendidikan di wilayah NTB, termasuk bagaimana cara peningkatan literasi dan numerasi di NTB.

Wagub menjelaskan Revitalisasi Posyandu
Wagub NTB dan Dirjen PAUD

“Kami ingin dan mudah-mudahan literasi dan numerasi di NTB terdapat peningkatan, maka dari itu semua elemen-elemen untuk meningkatkan kedua hal tersebut harus dibenahi segera,” ucap Wagub Sitti Rohmi.

Ia menyampaikan itu dalam diskusi menyambut  kunjungan kerja (Kunker) Dirjen PAUDdi Aula Pendopo Wagub, Mataram, Selasa (24/05/22).

BACA JUGA: Tour De Moyo, Meenyelesaikan Persiapan Event MXGP

Ummi Rohmi panggilan akrab Wagub memaparkan, Provinsi NTB memiliki program unggulan yaitu Revitalisasi Posyandu, dan peran PAUD turut serta dalam menyukseskan program ini.

Dijelaskan, dalam program unggulan Revitalisasi Posyandu, Posyandu merupakan pusat edukasi berbasis dusun, mulai dari masalah kesehatan, pendidikan dan sebagainya. 

“Disana kami juga menggandeng PAUD guna menyukseskan program ini,” terangnya.

Sementara itu, Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri, S.TP. M.Si, mengatakan, kunjungannya bersama tim di Provinsi NTB untuk memastikan kerjasama antara Pemerintah Pusat dengan daerah berjalan baik. 

“Kunjungan kerja kami disini tentu untuk memastikan kerjasama antara pemerintah pusat dengan daerah berjalan dengan baik. Tugas kami membantu daerah agar pelayanannya membaik, tentunya terkait dengan pelayanan pendidikannya,” katanya. 

Ia berharap kerjasama dan kolaborasi akan tetap terjalin dengan baik antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Ditjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbudristek RI.

BACA JUGA: Penting, Museum Mengenang Letusan Rinjani dan Tambora

“Terimakasih sebelumnya bu Wagub telah menerima kami dengan baik, tak lupa juga agar kita terus menjalin kerjasama dan berkolaborasi untuk meningkatkan pendidikan di NTB,” harapnya.

Turut hadir dalam pertemuan, Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB bersama jajaranya dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB. ***

 




Rumah Bahasa 2022, Ada Kelas Khusus Pelaku UMKM dan Pariwisata  

BRIDA NTB dan LPPNTB melakukan launching Rumah Bahasa 2022, kegiatan tahun ini tak hanya berfokus kelas TOEFL dan IELTS

MATARAM.lombokjournal.com ~ Launching Rumah Bahasa tahun 2022 di Aula Gedung Rumah Bahasa, berlangsung hari Senin (23/05/22).

BRIDA NTB yang resmi melaunching kegiatan kegiatan rumah bahasa tahun 2022, tidak hanya berfokus pada kelas TOEFL dan IELTS.

Melihat kebutuhan di Nusa Tenggara Barat (NTB), saat ini terdapat kelas General English yang dikhususkan kepada pelaku UMKM dan Pariwisata. 

Rumah bahasa 2022, kesempatan untu pelaku UMKM dan Pariwisata

Peningkatan kualitas bahasa asing bagi pelaku UMKM dan Pariwisata diharapkan dapat menunjang kegiatan-kegiatan internasional di NTB ke depan. 

Program Rumah Bahasa kali ini diikuti 450 peserta yang terdiri dari 50 Peserta Kelas IELTS, 250 Kelas TOEFL, dan 150 kelas General English yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat. 

BACA JUGA: Pengurus DPW Ikatan Alumni UII NTB Dilantik

Sebanyak 450 Peserta ini merupakan masyarakat NTB yang telah melalui berbagai proses seleksi, sehingga ditetapkan sebagai Peserta Rumah Bahasa tahun 2022.

Sejak pertama kali diselenggarakannya Rumah Bahasa sebagai Program Unggulan dalam Visi Misi NTB Sehat dan Cerdas, tercatat sebanyak 1860 orang Masyarakat NTB yang telah mengikuti kegiatan Rumah Bahasa, dan sudah tersertifikasi secara official. 

Dari data tersebut tentunya dapat memberikan gambaran peningkatan kualitas SDM masyarakat NTB dari segi penguasaan bahasa asing

Hal ini tentunya sejalan dengan harapan dari Pemerintah Daerah Provinsi NTB

Ahmad Muslim selaku Kabid PSDI BRIDA NTB menyampaikan harapannya, mengenai Program Rumah Bahasa NTB. 

Terserap di luar NTB

Melalui program ini Alumni Rumah Bahasa yang sudah tersertifikasi tidak hanya terserap di NTB saja. 

Namun juga dapat memberikan kesempatan yang lebih kepada mereka  untuk berkarya di luar NTB. Bahkan dapat melanjutkan studi keluar negeri, termasuk terlibat pada event – event Internasional yg di gelar di NTB. 

Selanjutnya, Rumah Bahasa pada gelombang ini akan diselenggarakan selama 3 bulan sejak Mei sampai Juli. 

Pada akhir pelatihan akan diadakan Test Official untuk seluruh peserta Rumah Bahasa.

BACA JUGA: Gelar Event Internasional, Seluruh Elemen Diminta Berbenah

Acara launching rumah bahasa tahun 2022 ini, dihadiri oleh Kepala Bidang PSDI BRIDA NTB Ahmad Muslim, S.Pd, Direktur LPPNTB Lalu Lauhul Hamdi, S.PD dan Kepala Divisi Pelatihan Sumber Daya Manusia LPPNTB Mahurni, M.TESOL.***

 

 




Pengurus DPW Ikatan Alumni UII NTB Dilantik 

Saat pelantikan Pengurus DPW IKA UII NTB, Gubernur NTB sampaikan keinginan pendirian kampus terbaik ada di Wilayah Indonesia Timur

LOBAR.lombokjournal.com ~ Pendirian kampus Universitas Indonesia (UII)  tidak hanya didirikan di wilayah pulau Jawa. 

Namun kampus-kampus terbaik tersebut bisa dikembangkan di wilayah Indonesia Bagian Timur, termasuk di Nusa Tenggara Barat.

Gubernur NTB saat pelantikan pengurus DPW IKA NTB
Gubernur Zulkieflimansyah

“Sehingga ke depan, orang-orang Indonesia barat bisa kuliah di Indonesia timur termasuk di NTB,” kata Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Zul pada Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Alumni  (IKA) Universitas Islam Indonesia  (UII) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Periode 2021-2026 di Hotel Aruna Senggigi Lombok Barat, Senin (23/05/22).

Acara itu dirangkaikan dengan launching Kartu Tanda Anggota (KTA).

BACA JUGA:  Gelar Evebt Internasional, Seluruh Elemen Diminta Berbenah

“Jadi bukan lagi zamannya anak-anak Indonesia timur kuliah di Yogyakarta, Malang, Jakarta, Bogor dan Bandung, tetapi kita punya cita-cita agar orang Indonesia barat seperti Aceh Palembang bisa kuliah di tempat kita,” jelasnya.

Bagi Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB, kehadiran Ketua MA ke NTB, diharapkan menjadi inspirasi bagi alumni-alumni UII di NTB untuk berkiprah berkontribusi pada lembaga dan institusi yang ada.

“Saya bersyukur menjadi kebanggaan tersendiri, Ketua Umum pusat IKA UII ini adalah orang yang dimuliakan dan dihormati ditingkat nasional sebagai ketua Mahkamah Agung RI,” sanjung Bang Zul.

Seperti diketahui organisasi IKA UII adalah sebuah wadah berkumpulnya para alumni Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, antar fakultas dan juga lintas angkatan. 

Lahirnya Keluarga Alumni juga dilatar belakangi dorongan kuat untuk saling membantu sesama alumni, serta rasa tanggung jawab para alumni untuk ikut membina dan membangun almamaternya.

Menanggapi keinginan keinginan tersebut, Ketua Umum DPP IKA UII Prof. Dr. Syarifuddin, S.H., M.H. memberi apresiasi atas keinginan Gubernur untuk mendirikan dan mengembangkan kampus UII bisa berdiri di Provinsi NTB. 

“Beberapa waktu lalu, bersama para alumni UII bahwasanya ingin mengembangkan kampus UII bisa berdiri di Pekan Baru, apa salahnya dibangun juga di NTB,” jawabnya.

Selain itu ia menyampaikan pesan kepada para pengurus IKA UII yang baru saja dilantik, agar tetap menjaga kekompakan apapun kondisinya, menjaga almamater dan nama baik kampus serta nama baik organisasi. 

“Jangan lupa melakukan kerjasama yang baik dengan bapak Gubernur, agar bisa memberikan kontribusi dan arah yang benar sehingga bisa bermanfaat bagi provinsi NTB,” pesannya.

Ketua Pengurus Dewan Wilayah Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII NTB, H. Muhammad Ramadhani berharap, IKA UII NTB dapat berkontribusi, berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se NTB. 

BACA JUGA: Sport Tourisma Diharapkan Jadi Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Khususnya mensukseskan program-program Pemerintah Daerah. 

Terlebih dengan suksesnya penyelenggaraan event MotoGP di NTB, ada MXGP sebentar lagi di selenggarakan di Samota Sumbawa.

“Dengan ikut terlibat memberikan kontribusi tersebut dalam mendukung program pemerintah. Sehingga alumni Ull turut andil untuk kemajuan daerah sesuai program mewujudkan visi NTB Gemilang,” tandasnya. ***

 

 




Santri Manba’ul Qur’an Didorong Belajar ke Luar Negeri

Mengaji, azan, dan berbagai skill yang dimiliki santri sangat dibutuhkan di luar negeri

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah para kyai dan ustadz dan semua yang hadir memotivasi Santri Manba’ul Qur’an mau belajar ke Luar Negeri.

Hal Itu disampaikan Gubernur NTB menghadiri dan memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Manba’ul Qur’an, Dusun Batu Ngulik, Desa  Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (21/05/22). 

Karena berdasarkan pengalaman Gubernur NTB sendiri yang telah menuntut ilmu di berbagai belahan dunia tersebut, anak NTB kebanyakan sukses sekokah di luar negeri. Anak NTB tak kalah dibandingkan dengan anak daerah lainnya  bahkan dengan anak-anak di luar negeri sekali pun. 

Gubernur Zulkieflimansyah

“Makanya kami Pemprov NTB rajin mengirim anak-anak di NTB ini belajar ke luar negeri. Karena jika di luar negeri anak NTB pasti sejahtera,” tutur Bang Zul. 

BACA JUGA: Membaca Sastra, Alternatif Menangkal Terorisme dan Radikalisasi

Dijelaskan, anak NTB khususnya para santri memiliki berbagai skill dapat bermanfaat di negeri rantau. 

Mengaji, azan, dan berbagai skill lainnya sangat dibutuhkan di sana, tutur gubernur. 

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Pendidikan Manba’ul Qur’an, Ustadz Ilham Fahmi dalam sambutannya mengapresiasi kedatangan Bang Zul dalam peletakan batu pertama Yayasan Pendidikan Manba’ul Qur’an.

Sejalan dengan harapan Gubernur Zul agar anak-anak NTB mau belajar ke luar negeri, Ustad Ilham juga berharap para santri di Yayasan Manba’ul Qur’an dapat menjadi generasi qurani yang mendunia. 

Mendorong santri belajar ke luar negeri

“Kita akan bangun generasi quraani yang gemilang sampai ke seluruh dunia,” harapnya.***

BACA JUGA: Kanal NTB Care Hadir, Dipuji Relawan Bumi Gora




Sukses Itu Hasil Kerja Keras, Ini Pesan Wagub NTB

Kata wagub, anak yang sukses pendidikannya menjadi kebanggaan orang tua

LOBAR.lombokjournal.com ~ Puncak kesuksesan itu dicapai dengan ketekunan, kerja keras tidak kenal menyerah, dan mampu mencari solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi. 

Wagub NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah mengingatkan itu pada Tasyakuran Penamatan Santiriawan-Santriwatri Kelas IX MTS dan Kelas XII MA Pondok Pesantren As-Sa’idiyah NWDI Tempos Daye, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Kamis (19/05/22).

“Dengan belajar tekun dilandasi nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan, maka apa yang dicita-citakan bersama para peserta didik dan orangtua akan bisa diperoleh dengan baik,” ujarnya. 

Menurutnya, terkait menuntut ilmu yang dibarengi dengan kerja keras, belajar di Pondok Pesantren memiliki nilai plus atau lebih dibandingkan dengan belajar di sekolah umum. 

Belajar di Ponpes disamping memperoleh pelajaran umum juga memperoleh ilmu agama dan pendidikan akhlaq. 

Sebaliknya di sekolah-sekolah umum hanya pelajaran umum yang bisa didapatkan.

Memberi pesan tentang mencapai sukses

“Karena itu para santri haruslah banyak bersyukur, hormat kepada para guru yang telah banyak mendidik dan menyampaikan ilmunya yang bermanfaat,” katanya.

Dan itu menjadi bekal para santri untuk menjadi pedoman hidup bersosialisasi dengan masyarakat dan bekal melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. 

BACA JUGA: Kunjungan Bappenas ke KLU, Bahas Isu Strategis UMKM

“Kecuali itu kesuksesasan kalian dalam menuntut ilmu menjadi kebanggaan orangtua, yang tujuan utama anaknya bisa sukses menempuh pendidikannya,” kata Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi yang juga Pengurus Besar Muslimat NWDI ini juga menginginkan para santri yang telah menamatkan pendidikannya, terus menggelorakan semangat belajarnya dan tidak pernah pupus harapan untuk melanjutkan pendidikannnya. 

Diingatkan, tidak ada istilah tidak mampu melanjutkan pendidikan karena terbentur biaya. Sebab saat ini banyak tawaran-tawaran beasiswa pendidikan dari pemerintah maupun lembaga-lembaga lainnya. 

“Namun syaratnya para santri haruslah punya kemauan dan berprestasi dan unggul di bidang-bidang tertentu. Alumni Ponpes di NTB sudah banyak yang membuktikan keberhasilan itu bisa diraih dengan kemauan dan kerja keras. Banyak alumni-alumni Ponpes yang telah sukses baik di legislatif maupun eksekutif,” kata Wagub memberi contoh.

Terkait dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi melalui media sosial yang ada di Handphone (Hp) saat ini, Wagub mengingatkan para santri untuk memanfaatkannya dengan hal-hal positif termasuk untuk belajar dan memperoleh informasi bermanfaat. 

“Hindari pemanfaatan Hp untuk hal-hal negatif dan merugikan diri sendiri dan mengecewakan orang tua,” terangnya.

Meningkatkan dan selalu memelihara kesehatan juga menjadi perhatian Wagub NTB. 

Ia ingin memastikan, warga masyarakat khususnya ibu-ibu untuk tetap menjaga kesehatan putra-putrinya dengan tetap menjaganya dengan makanan yang bergizi yang tidak mesti harus mahal. 

Sementara itu, Pimpinan Ponpes As-Sa’idiyah NWDI Tempos Daye Ustaz Munawir Said melaporkan, jumlah santri kelas IX MTS dan Kelas XII MA yang menamatkan pendidikannya tahun ini sebanyak 82 orang. 

Ponpes ini berdiri sejak tahun 2019 hampir 19 tahun yang lalu. 

BACA JUGA: Program PKK NTB, Keluarga Sehat Jauh dari Narkoba

Pihaknya bersama seluruh dewan guru dan masyarakat bertekad memajukan pendidikan di Ponpes, dengan berbagai program unggulan yang menjadi kebanggan orangtua dan masyarakat di Tempos Daye ini.

Kegiatan itu juga dihadiri anggota DPRD Provinsi NTB H. Samsu Rizal, Kakandepag Lobar Dr. H. Jalalussayuti, M.Pd anggota Forkompincam Kecamatan Gerung dan sejumlah pengurus NWDI Lombok Barat. 

Wagub NTB juga menyematkan tanda penamatan siswa secara simbolis kepada dua orang perwakilan santri. ***

 

 




Rekrutmen Beasiswa NTB Dilakukan Transparan

Selain rekrutmen Beasiswa NTB dilakukan seadil mungkin, tidak benar beasiswa NTB didominasi pulau tertentu

MATARAM.lombokjournal.com ~ Proses perekrutan penerima atau awardee beasiswa NTB yang selama ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan Provinsi NTB (LPPNTB), dilakukan secara terbuka dan transparan melalui seleksi online dan offline. 

Hal tersebut dijelaskan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddi Amy, Senin (16/05/22) di Mataram. 

Menurutnya, tahapan seleksi dilakukan seadil mungkin dan penerima beasiswa merata berasal dari berbagai kabupaten dan kota di NTB. 

“Selama ini proses rekrutment dilakukan secara transparan didahului pengumuman dan sosialisasi secara online dan offline,” tutur Najam.

BACA JUGA: Sport Tourism Diharapkan Jadi Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Dari 454 awardee yang sudah dikirim ke luar negeri, sebarannya per kabupaten/kota adalah, Mataram: 85, Lobar: 62, Loteng: 58, KLU: 8, Lotim: 98, KSB: 21, Sumbawa: 68, Dompu: 14, Kota Bima: 15, Kab Bima: 25. 

Sehingga, tidak benar jika dikatakan sebaran penerima beasiswa NTB lebih didominasi pulau tertentu.

Lebih jauh dipaparkan, proses penyeleksian beasiswa NTB sendiri melalui beberapa tahapan. 

Di antaranya, Pendaftaran Online yang mana Calon Awardee mendaftarkan diri melalu website resmi LPPNTB https://lppntb.com, maupun melalui link yang sudah disediakan langsung oleh tim Beasiswa NTB.

Setelah itu akan dilakukan Seleksi Berkas. Setiap berkas yang diupload pada form pendaftaran diseleksi dan divalidasi. 

Calon awardee yang lulus seleksi berkas diumumkan melalui laman resmi LPPNTB untuk melanjutkan ke tahap Seleksi Wawancara. 

Calon awardee yang lulus seleksi wawancara diumumkan melalui laman resmi LPPNTB dan dinyatakan sebagai Awardee Beasiswa NTB. 

Hingga tahap Penempatan Kampus, persiapan keberangkatan, dan keberangkatan dilakukan seterbuka mungkin.

Sementara itu, terkait persoalan  program beasiswa yang dikatakan tidak berbasis kewenangan karena urusan pendidikan tinggi adalah kewenangan pusat. 

BACA JUGA: Wisatawan Mulai Berdatangan ke Obyek Wisata Senaru

Najamuddin menanggapi, obyek anggaran Program Beasiswa NTB  adalah masyarakat NTB yang menerima beasiwa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Program beasiswa itu sendiri ada kode rekeningnya yang dibuat berdasarkan persetujuan Kemendagri alias tidak bisa dibuat seenaknya oleh daerah. 

“Jadi yang dibiayai itu bukan lembaga pendidikan tinggi atau penyelenggaraan urusan pendidikan tinggi,” tandasnya. ***

 

 




Peserta Latsitarda Nusantara XLII Disambut di Lombok Utara

Pemda Kabupaten Lombok Utara menyambut kedatangan peserta Latsitarda yang akan melaksanakan program  di seluruh kecamatan di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Bupati Lombok Utara, H.Djohan Sjamsu S.H bertindak sebagai Inpektur Upacara dalam peneriaan peserta peserta Latsitarda Nusantara XLII Tahun 2022, yang tiba di Tanjung Kabupaten Lombok Utara, Senin (16/05/22) sore.

Sebagai komandan upacara Mayor Arm Deby Irawan, dan perwira upacara Kapten Inf. Zainul Fahr.

Dalam upacara penyautan itu Bupati Lombok Utara H.Djohan Shamsu, S.H didampingi Kapolres Lombok Utara AKBP I Wayan Sudarmanta, S.I.K., M.H.

Peserta Latsitarda Nusantara disambut Pemda KLU

Peserta Latsitarda Nusantara XLII Tahun 2022 tiba di Tanjung Kabupaten Lombok Utara sekitar jam 4.00 Wita, jumlahnya untuk Taruna/i 233 orang bersama Pengasuh/Pendamping 41orang.

BACA JUGA: Paranormal dan Arkeolog Dilibatkan, Lacak Situs Kuno Lombok

Mereka turun di depan Pasar Tanjung kemudian berjalan menuju lapangan Tioq Tata Tunaq dengan aksi Parade Drum band dari Latsitarda Nusantara XLII Tahun 2022.  

Titik star dari depan pasar Tanjung dan finish di Lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung KLU.

Asisten I, Drs. H Raden Nurjati menjelaskan, kedatangan 274 orang peserta Latsitarda termasuk pendamping di Kabupaten Lombok Utara, merupakan Taruna Tingkat IV (akhir) Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL) dan Akademi Kepolisian (Akpol) serta Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

“Kita akan mengawal selama kegiatan Latsitarda 2022 yang akan dilaksanakan di wilayah hukum Polres Lombok Utara,” ujar Kapolres.

Mantan Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Bali ini mengatakan, kegiatan Latsitarda akan dimulai dari Tanggal 15 Mei hingga 14 Juni mendatang yang akan dilaksanakan di Empat Kecamatan.

“Yakni, Kecamatan Tanjung, Gangga, Pemenang dan Bayan,” jelas Kapolres.

Peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara yang akan melaksanakan latihan di Lombok Utara yakni Satuan Latihan (Satlat) Tim Macan yang jumlah peserta nya sekitar 227 peserta yang terdiri dari Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Kepolisian (AKPOL), IPDN, dan mahasiswa.

“Di masing-masing Kecamatan, nanti para peserta akan melakukan sejumlah program seperti program pembangunan fisik dan non fisik,” jelas Kapolres.

Sinergitas bersma masyarakat

Bupati Lombok Utara H.Djohan Sjamsu S.H dalam penyambutan itu mengatakan kepada seluruh peserta Latsitarda, atas nama pribadi dan Pemda KLU menyambut dengan baik peserta di Gumi Tioq Tata Tunaq.

Peserta Latsitarda, untuk membangun komunikasi dan sinergitas dengan masyarakat yaitu dengan implementasi dari hasil pendidikan di kewilayahan.

“KLU terdiri dari 5 Kecamatan, dengan jumlah penduduk 288 ribu jiwa, aspek rilegi KLU memeluk 5 agama, mempunyai potensi sumber daya alam terdiri dari Pariwisata, Pertanian,” terang bupati.

Ia mengatakan, program Latsitarda merupakan wujud nyata untuk menumbuh kembangkan serta mengimplementasikan TNI-Polri dengan masyarakat,

“Tantangan yang akan dihadapi oleh Taruna, Taruni dan mahasiswa ke depannya akan semakin komplek , dikarenakan perkembangan zaman yang semakin meningkat. Maka dari itu kita harus siap dengan segala hal,” ujarnya

BACA JUGA: Harga Jagung Anjlog, Gubernur Sarankan Diekspor

Ia berharap kepada Taruna, Taruni dan Mahasiswa, laksanakan dan menjalankan latihan ini dengan sungguh-sungguh, patuhi dan taati peraturan yang berlaku termasuk protokol kesehatan.

“Saya yakin masyarakat Lombok Utara menerima dengan baik. Semoga kita di lindungi Allah SWT ” ungkapnya

Bupati percaya dengan sinergitas dari kita semua bisa membangun NKRI yang maju.  

Selesai diterima di lapangan Umum Tioq Tata Tunaq, seluruh peserta Latsitarda langsung menuju Kecamatan tempat latihan masing-masing dengan dikawal oleh personel Polres Lombok Utara.***

 




Gubernur NTB Ajak Pramuka Beradaptasi di Era Digital

Kata Gubernur NTB, tantangan gerakan Pramuka saat ini bagaimana memanfaatkan kemajuan teknologi, dan memanfaat kecanggihan teknologi agar solid dan kompatibel 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gerakan pramuka saat ini harus mulai beradaptasi di era kemajuan teknologi.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan, tantangan Gerakan Pramuka yang tidak sederhana, tantangannya bagaimana memanfaatkan kecanggihan teknologi, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwatir Gerakan Pramuka NTB Tahun 2022, di Bumi Perkemahan Jakamandala, Mataram, Jumat (13/05/22).

mENYAMBUT KEDATANGAN gUBERNUR ntb

“Untuk membantu kerja-kerja gerakan pramuka sehingga menjadi solid dan mampu kompatibel dengan dinamika kemajuan zaman yang akan datang,” kata gubernur. 

Gubernur NTB selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka NTB, terkesan dengan tema yang diangkat dalam Rakerda kali ini “Mengabdi Tanpa Batas Untuk Mewujudkan NTB Gemilang”.

BACA JUGA: Aksi Blokir Jalan 4 hari, 10 Provokator Ditangkap

Diharapkan, Rakerda Gerakan Pramuka NTB ini mampu menghasilkan konsolidasi organisasi yang baik, dan program-program yang terukur untuk masyarakat sehingga bersinergi dengan tema yaitu “Mengabdi Tanpa Batas”.

“Sehingga Mengabdi Tanpa Batas bukan hanya slogan namun mampu diterapkan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kwarda Pramuka NTB, Drs. H. Fathul Gani, M.Si, dalam laporannya menerangkan, dalam Rakerda kali ini seluruh Kwartir Cabang hadir secara langsung dalam kesempatan kali ini.

Rakerga Kwartie Pramuka Dibuka Gubernur NTB

“Alhamdullilah kali ini seluruh perwakilan Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten/Kota di NTB hadir dalam Rakerda kali ini secara langsung, hal ini sangat kami rindukan. Karena sudah 2 tahun kami mengadakan rakerda secara virtual,” tutupnya. ***

BACA JUGA: Warga Mareje Kembali ke Kampung Halamannya

 




Hardiknas, Bupati KLU Sampaikan Optimisme Hadapi Tantangan 

Optimisme dalam peringatan Hardiknas, kita lebih tangguh dari tantangan yang ada

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini, saya akan menyampaikan amanat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Nadiem Makarim yang berlangsung di Lapangan Kantor Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, Jum’at (13/05/22). 

Dalam amanat itu, Bupati Djohan menyampaikan, selama dua tahun terakhir banyak tantangan yang dihadapi Lombok Utara.

Usai peringatan Hardiknas

“Yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya,” ucap bupati.

Bahkan mungkin tidak pernah membayangkan, kita semua dapat mengatasinya, tambahnya. 

“Hari ini adalah bukti bahwa kita lebih tangguh dari tantangan yang ada. Lebih berani dari rasa ragu dan tudak takut pula mencoba,” kata bupati menyampaikan amanat Menteri Badiem Makarim.

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak Kepala Daerah Prioritaskan Produk Lokal

Bahkan tidak hanya mampu melewati, tapi berdiri di garis depan memimpin pemulihan kebangkitan, tambahnya. 

Di tengah hantaman ombak yang sungguh besar, kita terus melanjutkan di tengah hantaman ombak yang sungguh besar, kita terus melautkan kapal besar bernama merdeka belajar, dimana pada tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau seluruh Indonesia.

“Kurikululm merdeka sesungguhnya berawal dari upaya untuk para guru dan murid pada masa pandemi, telah terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran,” ucapnya

Dalam amanat yang disampaikan Bupati Djohan disampaikan, kini kurikulum merdeka sudah diterapkan pada lebih dari 140 ribu satuan satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Itu berarti ratusan ribu anak Indonesia sudah berlajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan.

Disamping memerdekakan anak-anak kita juga tidak perlu khawatir dengan tes kelulusan karena asesmen nasional yang kita gunakan sekarang tidak bertujuan “menghukum” guru atau murid. 

Hal itu sebagai refleksi agar guru terus terdorong untuk berlajar, supaya Kepala Sekolah terus termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya, menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan.

Dana abadi kebudayaan

Semangat yang sama juga sudah kita dengar dari para seniman dan pelaku budaya, yang sekarang bangkit lagi, mulai berkarya dengan lebih merdeka.

Itu semua berkat kegigihan kita semua dalam melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia. 

Dampalnya sekarang, tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi, untuk terus menggerakkan pemajuan kebudayaan..

Semua perubahan positif yang kita usung secara secara bersama-sana ini tidak hanya dirasakan orang tua, guru dan murif di Indonesia, 

Tapi sudah digaungkan ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia  di Konferensi Tingkat Tinggi G20.

Tahun ini terbukti, Indonesia membuktikan diri bahwa tidak lagi hanya menjadi pengikut saja, tapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia.

“Langkah kita hari ini sudah serentak dan semakin terukur, laju kita sudah semakin cepat, namun kita belum sampai di garis akhir,” kata bupati membacakan amanat menteri.

BACA JUGA: Multipihak Diminta Bersinergi Atasi Stunting di KLU

Penghargaan pada peringatan Hardiknas

Maka, tidak alasan untuk berhenti bergerak sejenak,  ke depan masih akan ada angin kencang dan ombak yang jauh lebih besar, selain pula rintangan yang jauh lebih tinggi. 

“Kita pun akan terus memegang komando, memimpin pemulihan, bergerak bersama untuk merdeka belajar,” ucap Bupati Djohan.. 

Setelah membacakan amat Menteri Pendidikan, Bupati dan Wakil Bupati yang masing-masing didampingi istri, menyerahkan sejumlah penghargaan berprestasi kepada beberapa pejabat Pemda KLU.***