Wagub NTB Ummi Rohmi Sambut baik Kunjungan ISR

Wagub NTB menegaskan literasi terhadap anak sangat terbantu dengan adanya INOVASI

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menyambut kunjungan dari Independent Strategic Review (ISR) Team bersama perwakilan dari INOVASI di Aula Pendopo Wagub NTB pada Kamis (08/09/22).

Wagub NTB mengatakan, literasi terhadap anak sangat terbantu dengan adanya INOVASI

“Kami dari Pemprov sangat menyambut baik ini karena kami melihat hal krusial yang penting khususnya masalah literasi terhadap anak sangat terbantu dengan adanya INOVASI,” tutur Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB.

BACA JUGA: Pencegahan Korupsi di BUMD. yang Rugi Tak Perlu Dipertahankan

Ummi Rohmi mengatakan, bagaimana anak-anak SD yang menyenangi bacaan, cepat bisa membaca dan bisa menjalani fase-fase pembelajaran di sekolah dengan baik, menjadi stressing yang cukup diperhatikan di NTB.

Sebagai Ketua Tim Pengarah INOVASI, Ummi Rohmi melihat dari Program INOVASI yang menonjol adalah kolaborasinya. 

Apa yang dilakukan semuanya tidak bisa sendiri, perlu berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Pemprov dan pihak lainnya, sehingga apa yang dilakukan INOVASI bisa berdampak besar.

Sementara itu, Team Leader ISR, Mr. Simon menyampaikan, ISR selaku tim reviewer melakukan kegiatan ini sebagai praktik rutin dari lembaga yang menangani kerjasama luar negeri dengan Pemerintah Australia untuk program-program yang akan berakhir, contohnya Program INOVASI ini.

“Sebagai salah satu bentuk akuntabilitas terhadap Pemerintah Australia, selain untuk review hal ini juga bertujuan untuk mengetahui praktik-praktik terbaik serta tantangan apa saja yang sudah dialami oleh kegiatan ini,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Provincial Manager Program INOVASI NTB, Sri Widuri juga menjelaskan, Program INOVASI yang sudah berjalan fase kedua ini merupakan program dukungan dari Pemerintah Australia. 

BACA JUGA: Pelaksanaan Registrasi Sos-Ek, akan Validasi Data Kemiskinan

“ISR itu tim review yang berdiri secara independent jadi mereka bukan orang dari pihak INOVASI, artinya kami tidak terlibat ketika review itu berlangsung,” imbuhnya.

Sebagai penutup pada kegiatan ini, Ummi Rohmi berharap bahwa Lembaga ini dapat terus bekerjasama kedepannya dan memberikan impact yang bagus untuk NTB. ***

 

 




Lembaga Pendidikan Qur’an Isyarat NTB Pertama di Indonesia, Diresmikan 

Peresmian Lembaga Pendidikan Qur’an Isyarat (LPQI) NTB merupakan yang pertama di Indonesia, menurut Gubernur NTB memberi harapan bagi yang berkebutuhan khusus untuk mempelajari Al-Qur’an

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. meresmikan Lembaga Pendidikan  Qur’an Isyarat Provinsi Nusa Tenggara Barat (LPQI NTB) di Ballroom Islamic Center NTB, Kamis (08/09/22).

Peresmian ini menjadikan NTB salah satu provinsi pertama yang mengeksekusi dan menangkap peluang dengan cepat.

Inisiator pembuatan LPQI NTB merupakan kerja besar dan hal yang luar biasa bagi NTB. Dengan lahirnya lembaga ini, saudara-saudara berkebutuhan khusus memiliki harapan dalam mempelajari Al-Qur’an, dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. 

BACA JUGA: Selaturahmi Nelayan Tradisional dan Tomas KLU, Gubernur NTB Dipastikan Hadir

Gubernur NTB mengatakan Lembaga Pendidikan Qur'an Isyarat harus segera ada di seluruh NTB

Harapan Bang Zul, lembaga pendidikan Al-Qur’an tersebut tidak hanya di Mataram saja. Namun juga segera ada di seluruh provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Kalau perlu bantuan, ini ada pimpinan baznas kita juga hadir. Pimpinan baznas mudah mudahan bisa membantu lembaga pendidikan kita,” ungkapnya.

Pada momen itu, Gubernur NTB juga bercerita bagaimana orang-orang berkebutuhan khusus di Luar Negeri bisa maju tanpa di beda-bedakan. 

Ternyata yang membedakan negara maju dengan negara tidak maju adalah perlakuan pada saudara-saudara yang punya keterbatasan. 

“Kalau masih ada spontanitas kita ingin membantu teman-teman yang mengalami keterbatasan penglihatan, pendengaran, dan lain lain berarti daerah kita ini masih mengalami keterbelakangan dalam peradaban. Karena ternyata di negara maju orang tunanetra, tunarungu, tunawicara, dan lain sebagainya itu adalah fenomena biasa, yang tidak biasa adalah perlakuan mereka terhadap yang punya keterbatasan,” jelas Bang Zul.

Punya keterbatasan fisik tidak menghalangi orang-orang di negara maju untuk maju, tunanetra tidak menghalangi anak-anak pintar untuk tidak sekolah, disana mereka bisa menjadi wali kota bahkan gubernur. 

Punya keterbatasan fisik tidak menghalangi warga negara untuk menjadi menteri bahkan pimpinan kepala negara sekalipun. 

“Jadi di negara maju itu sudah biasa, orang tunanetra itu jadi gubernur, walikota, menteri. Di tempat kita ini yang belum terbiasa seakan-akan yang punya keterbatasan fisik ini harus dikasihani,” papar Bang Zul.

Menyediakan fasilitas, menyediakan instrumen merupakan tugas bersama, sehingga keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi adik-adik anak-anak tersebut untuk maju. 

Harapan Gubernur juga agar tidak ada lagi saudara-saudara yang punya keterbatasan fisik tidak bisa mencicipi pendidikan yang layak, karena semua berhak akan pendidikan terutama di NTB. 

“Dan selangkah lebih maju jangan sampai dengan keterbatasan fisik menghalangi mereka untuk menikmati indahnya ajaran Islam”, tutupnya.

BACA JUGA: Masyarakat Diajak Sukseskan Gili Festival 2022

Selain itu, dengan hadirnya LPQI di NTB bisa menjadi daerah yang lebih berkah karena do’a mereka, lembaga acara seperti ini juga menjadikan negeri, bangsa, daerah selalu dalam lindungan Allah SWT. Dengan keterbatasan tapi mampu bermunajat kepada Allah SWT mengetuk pintu langit, memohon ampun untuk semua.

Bang Zul juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kanwil Kemenag NTB H Zaidi Abdad atas perhatiannya dan tentu saja inisiator. Semoga Allah memberikan pahala yang sangat besar pada orang-orang hebat yang menginisiasi pekerjaan-pekerjaan besar dan luar biasa. ***

 




Gubernur NTB Bertemu Kembar Tiga Alumni Awardee Beasiswa NTB

Wanita kembar tiga dari Kaki Rinjani memuji Gubernur NTB yang menginvestasikan pendidikan untuk daerahnya, 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Zulkiefliemansyah tanpa disengaja bertemu langsung dengan salah satu Alumni Awarde Beasiswa NTB, Sri Trisna Dewi perempuan kembar Tiga, tamatan Universitas Kebangsaan Malaysia.

Pertemuan tanpa sengaja itu terjadi saat Gubernur Zulkieflimansyah mengunjungi Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah,  

“Saya angkatan Pertama Awarde Beasiswa NTB,” kata  Tiwi sapaan Sri Trisna Dewi.

Ia mengatakan itu  ketika bertemu Gubernur NTB, Minggu (04/09/22), di sirkuit 459 Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Saat itu Gubernur  dalam Kunker untuk melihat kesiapan sirkuit menyambut seri MXGP tahun 2023 mendatang.

BACA JUGA: MXGP Samota Indonesia Raih Best Media Opportunity 2022

Penerima beasiswa juga diperoleh oleh kedua saudara kembarnya. Saudara kembar kedua Sri Trisna Yanti memperoleh beasiswa ke Polandia, Saudara kembar yang ke tiga, Sri Trisna Wati memperoleh beasiswa ke Malaysia bersamanya.

Tidak hanya itu, dikatakannya, ia bersama dua  saudara kembarnya, merupakan wanita pertama dari desa Lantan yang berada di kaki gunung Rinjani, telah mampu menyelesaikan studi jenjang Strata dua, di luar negeri.

“Kami wanita pertama dari desa Lantang,yang mampu menyelesaikan study jenjang S-2 di desa ini, bahkan mampu kuliah hingga keluar negeri,” ujarnya.

Dikatakannya, pengalaman ke Malaysia sangat luar biasa. Apalagi bagi warga desa yang tinggal terpelosok di kaki gunung Rinjani. 

Memiliki kesempatan untuk kuliah ke luar negeri dengan gratis, merupakan hal yang sungguh luar biasa.

Setelah selesai menempuh jenjang S-2 dari luar negeri ketiga saudara kembar ini, berkiprah membangun desanya bersama pemuda dan pemerintah desa, untuk membangun potensi wisata di desa Lantan.

Untuk itu, ia berharap Program beasiswa untuk kuliah ke luar negeri dengan gratis yang di gagas Gubernur NTB terus dilanjutkan. Karena beasiswa untuk pendidikan merupakan investasi jangka panjang.

“Pendidikan ini investasi jangka panjang, yang tidak langsung dapat dilihat seperti bangunan, gedung-gedung, fasilitas, “ujarnya.

Ia mengaku, jarang sekali pemimpin yang ingin menginvestasikan pendidikan. Apalagi menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang. 

Tidak langsung dirasakan atau dilihat manfaatnya,seperti investasi fisik atau pembangunan.

Namun ia yakin, apabila pemuda-pemudi dari pelosok-pelosok desa diberikan kesempatan, untuk belajar ke luar negeri, dapat membuka cara berpikir akan luasnya cakrawala dunia.

“Saya bersama pemuda-pemudi lainnya menyampaikan  ucapan terikamsih banyak, dan program beasiswa ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda-pemudi untuk belajar keluar negeri,” katanya.

Sementara itu, Gubernur NTB. Zulkiefliemansyah, mengatakan, ia sering menyaksikan betapa awardee beasiswa NTB tidak hanya bekerja di luar negeri (LN) dan di kota besar saja, tapi banyak juga yang kembali ke desa dan ke dusun.

“Mereka menjadi penyemangat baru dan obor yang menyalakan harapan dan mencerahkan banyak anak-anak muda yang lain di lingkungannya, What a life,” ujar Gubernur NTB.

BACA JUGA: Ahmad Dani, Masuk Dalam Squad Utama Lombok FC

Gubernur NTB juga memuji, alumni beasiswa NTB, Tiwi yang telah menjadi Ketua Pokdarwis Desa Lantan. 

Kehadirannya membuat Pokdarwis Desa Lantan bergeliat luar biasa. Jadi beasiswa yang menghadirkan visi yang segar dan semangat baru bagi anak-anak muda di daerah untuk membangun negeri.

“Mereka adalah wanita pertama dari desa Lantan yang bisa mengecap pendidikan tinggi, luar biasa,” kata mantan anggota DPR RI ini. ***

 




Rektor Unram: Mimbar Akademik Terbuka untuk Tokoh Mana pun

Kultur Unram menjaga kebebasan mimbar akademik, namun Rektor Unram Prof Bambang menolak menjadi ajang caci maki dan mem-bully pihak lain

MATARAM.lombokjournal.com ~ -Universitas Mataram sedang menyiapkan diri menjadi perguruan tinggi berbasis riset dan berdaya saing internasional pada tahun 2025. 

Perguruan tinggi negeri terbesar di NTB ini pun memastikan, mimbar akademik terbuka untuk tokoh manapun.

Rektor Unram mengatakan, Mimbar akademik adalah mimbar didasarkan kajian-kajian yang ilmiah
Rektor Unram Prof. H. Bambang Hari Kusomo

“Unram tidak pernah menolak tokoh. Siapa saja. Menjadi kultur Unram untuk selalu menjaga kebebasan mimbar akademik,” kata Rektor Universitas Mataram Prof H Bambang Hari Kusomo, melalui Siaran Pers kepada Media,  Senin (05/09/22)

BACA JUGA: Sirkuit 459 Lantan Jadi Alternatif Penyelenggaraan MXGP

Alih-alih melarang-larang, Unram justru kata Prof Bambang, memberikan ruang besar bagi berkembangnya gagasan, kajian, dan pemikiran. Bahkan, Unram menyiapkan karpet merah untuk hal tersebut.

Namun begitu, Guru Besar Fakultas Pertanian ini mengingatkan, mimbar akademik bukanlah kebebasan tanpa tanggung jawab. 

Mimbar akademik Unram memiliki wibawa ilmiah dimana menjadi tempat menyampaikan pikiran dan pendapat secara terbuka yang didasarkan pada data-data dan fakta-fakta yang telah teruji secara ilmiah.

Karena itu, Unram tidaklah mungkin menyiapkan mimbar akademik untuk menjadi ajang caci maki. Tempat mem-bully pihak lain hanya lantaran pihak tersebut berseberangan pemikiran atau cara pandang dengan tokoh yang sedang berbicara di mimbar.

“Jangan ada hidden agenda. Kebebasan mimbar akademik bukan tempat untuk mencemooh figur dan tokoh tertentu. Bukan tempat untuk menjatuhkan pemerintah. Bukan pula tempat untuk mendungu-dungukan pihak lain lalu menempatkan diri sendiri sebagai satu-satunya pemilik kebenaran,” tandasnya.

Kultur kekebasan mimbar akademik yang seperti itu kata Prof Bambang berlaku universal. Bukan hanya di Unram saja. 

Alumnus Massey University, Selandia Baru ini lalu menuturkan, bagaimana negara liberal seperti Australia maupun Selandia Baru, juga menerapkan kultur serupa.

 Sehingga betapa pun liberalnya ruang untuk menyampaikan gagasan dan pandangan di sana, mimbar akademi tidak menjadi ruang menyampaikan caci maki atau memojok-mojokkan figur yang tidak disukai.

Sebagai akademisi yang memiliki rekam jejak panjang di dua negara di selatan bumi tersebut, Prof Bambang tahu persis akan kultur itu. Guru Besar kelahiran Lombok Timur tahun 1965 ini menamatkan pendidikan doktoralnya di Massey University setelah sebelumnya menamatkan pendidikan di Australia. 

Semenjak 2017 hingga saat ini, Prof Bambang pun menjadi Adjunct Lecturer di Massey University. Sebagai Profesor Tamu, salah satu tugasnya adalah sebagai penguji disertasi mahasiswa S3 di perguruan tinggi yang masuk rangking 250 besar dunia tersebut.

“Mimbar akademik adalah mimbar yang bermartabat. Didasarkan pada kajian-kajian yang ilmiah. Bukan atas dasar asumsi-asumsi,” tandasnya.

Bahkan di dalam agama Islam pun kata Prof Bambang, jika ada pemimpin yang keliru, agama tidak menganjurkan umatnya mengkritik pemimpinnya secara vulgar di depan orang banyak. 

Sebab, hal tersebut sama saja memang hendak mempermalukan pemimpin.

“Kalau menutur saya, apa yang diajarkan agama itu adalah nilai yang paling tinggi. Karena datang dari Yang Mahakuasa,” imbuhnya.

Pun begitu, kampus juga bukanlah tempat untuk berpolitik praktis. Kampus hanya tempat untuk belajar politik bagi para civitas akademikanya. Dan oleh karenanya, kampus harus terbebas dari kegiatan politik praktis tersebut.

Karena itu, Prof Bambang menampik dengan tegas pandangan sejumlah pihak yang kini berusaha menggiring opini publik, seolah-olah Unram menolak figur-figur tertentu untuk menghadiri kegiatan yang terkait dengan mimbar akademik.

Tak ada yang keliru manakala mahasiswa mengundang tokoh idola mereka untuk memberikan pencerahan dalam forum ilmiah. 

Begitu halnya, tak ada yang keliru pula manakala pihak kampus menyampaikan pandangannya terhadap rambu-rambu dan kaidah mimbar akademik yang harus sama-sama dijunjung, mengingat otoritas kampus juga berkaca pada pengalaman serupa yang pernah terjadi di masa-masa sebelumnya.

Visi Unram 2025

Sementara itu, terkait dengan Visi Unram 2025, Prof Bambang yang genap enam bulan memimpin Unram ini menegaskan, Unram kini sedang bersiap menjadi Perguruan Tinggi Berbasis Riset dan Berdaya Saing Internasional. 

Saat ini, Unram sedang melompat jauh dengan menggalng banyak kerja sama internasional.

BACA JUGA: Menteri Pendidikan Unram Jajaki Kerjasama dengan NTB

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah Duta Besar negara-negara Eropa telah datang berkunjung secara langsung ke Unram. 

Mulai dari Duta Besar Uni Eropa hingga Duta Besar Swedia di Indonesia. Kerja sama dengan perguruan tinggi ternama di luar negeri pun telah dilakukan. Antara lain dengan perguruan tinggi di Korea Selatan. Juga dengan sejumlah perguruan tinggi di Australia.

“Dalam waktu dekat pula, sejumlah perguruan tinggi dari Jepang juga akan datang untuk kerja sama ini,” kata Prof Bambang.

Unram juga sebelumnya telah mengirimkan delegasi ke Prancis dan Italia, untuk kerja sama serupa. Demikian halnya dengan negara-negara di Asean. Seluruh kerja sama tersebut terkait dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Semenjak memangku jabatan sebagai Rektor Unram, jumlah mahasiswa internasional yang menimba ilmu di Unram pun kini jumlahnya terus bertambah. Jika tahun-tahun sebelumnya, jumlah mahasiswa internasional di Unram paling banter 35 orang, saat ini jumlahnya sudah 191 orang.

“Mereka berasal dari delapan negara,” katanya.

Unram juga menggalang kalangan perbankkan untuk menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa dari luar negeri yang ingin menempuh pendidikan di Unram.

Terkait Merdeka Belajar, yang berkaitan erat dengan salah satu indikator kinerja utama, Unram pun telah membentuk unit kerja yang secara khusus terkait hal tersebut. 

Unram juga kini sedang menyiapkan program percepatan kelulusan yang memberi ruang bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan S1 ke program Magister hanya dalam rentang waktu lima tahun.

Praktiknya, mahasiswa S-1 di tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir di semester tujuh dan delapan dan sudah tak memiliki lagi beban kuliah, secara paralel bisa menempuh pembelajaran untuk mata kuliah semester satu dan semester dua program magister. Sehingga setelah mereka wisuda, sudah langsung bisa melanjutkan kuliah semester ketiga dan keempat di program magister. ***

 

 




Menteri Pendidikan Singapura Jajaki Kerjasama dengan NTB

Program beasiswa dan gelaran event internasional di NTB menarik Menteri Pendidikan Singapura untuk menjajaki kerjasama

KLU.lombokjournal.com ~ Menteri Pendidikan Singapura, Mahmud Maliki mengagumi geliat pariwisata dan event dunia yang digelar di NTB. 

Gubernur NTB menyambut peluang kerjasama dengan Menteri Pendidikan Singapura
Gubernur Zulkieflimansyah dan Menteri Pendidikan Singapura, Mahmud Maliki

Kekaguman Maliki diungkapkan saat bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah di Gili Trawangan, Lombok Utara, Jumat (02/09/22). 

“Reputasi NTB sebagai host event dunia sudah mulai dikenal. Itu sebabnya kami merasa perlu bertemu Gubernur,” ujar Mahmud Maliki. 

Gubernur menyambut baik kehadiran Mahmud Maliki di NTB di sela kegiatan mengikuti event G20 di Bali. 

“Nanti kita bahas apa yang bisa dilakukan kerjasama dengan Singapura,” ujar Gubernur Zul. 

Mahmud Maliki juga mengutarakan hal senada terkait kerjasama dengan NTB. Ia menjajaki peluang kerjasama di bidang pendidikan dan lain lain, setelah mendengar pemaparan Gubernur Zul tentang program beasiswa dan gelaran event internasional. 

Ia berharap, dapat segera    membahas peluang kerjasama dengan NTB dalam waktu singkat selama berada di NTB. ***

 

 




Awardee Beasiswa NTB Diminta Jadi Duta Investasi, Budaya, dan Pariwisata

Sekda NTB menilai para awardee akan lebih efektif untuk mempromosikan berbagai potensi NTB di luar negeri

MATARAM.lombokjournal.com ~ Para Awardee atau penerima beasiswa ke luar negeri diminta menjadi Duta Investasi, Budaya, dan Pariwisata di negara tujuan belajar masing-masing. 

Hrapan itu disampaikan Sekertaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi di hadapan 110 penerima beasiswa, saat mengisi sekaligus membuka acara Pelatihan Kepemimpinan bagi Awardee Beasiswa NTB tujuan Malaysia dan Eropa di Gedung Graha Bhakti Praja, Mataram, Jum’at (02/09/22). 

Sekda NTB mengisi latihan kepemimpinan para awardee
Lalu Gita Ariadi

“Jadilah duta investasi dan budaya untuk NTB,” pesan Miq Gite 

BACA JUGA: Gubernur NTB Buka Rapat Dengar Pendapat bersama KPK

Menurutnya, lebih efektif jika para awardee yang mempromosikan berbagai potensi NTB di luar negeri. Karena, para awardee akan tinggal lebih lama dan membangun relasi dengan banyak pihak. 

Miq Gite meminta para Awardee untuk tidak hanya fokus pada akademik saja. Melainkan juga memperkuat networking yang baik dengan partner yang ada, sehingga tumbuh trust atau kepercayaan. 

“Anda adalah virus-virus yang bermanfaat bagi daerah ini untuk merubah berbagai hal yang akan datang,” pesan Sekda. 

Sementara itu, Muhammad Zaki, Awardee tujuan Malaysia mengaku optimis dengan pesan yang diutarakan Sekda. 

Ia bertekad untuk memberikan kontribusi terbaik, untuk Nusa Tenggara Barat, dengan menjadi duta investasi dan budaya seperti yang diharapkan. 

“Saya berharap lima sampai sepuluh tahun kedepan saya bisa memberikan kontribusi yang lebih wow untuk daerah,” tutur Zaki. 

BACA JUGA: Beasiswa dan Investasi Pendidikan dari Turki, Gubernur NTB Siap Kolaborasi

Total Awardee yang mengikuti pelatihan tersebut sejumlah 110 orang. Dengan pembagian negaja tujuan, di antaranya Malaysia 81 awardee, Ceko 4 awardee, dan sisanya Polandia sebanyak 25. ***

 




Lulusan Hamzanwadi Diminta Berkontribusi untuk Masyarakat

Hadiri acara ngobrol online, Wagub NTB minta lulusan Hamzanwadi berkontribusi kepada masyarakat mulai dari hal-hal kecil

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hadir dalam Acara Ngobrol Online “Kiprah Alumni Universitas Hamzanwadi”, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah berharap lulusan Universitas Hamzanwadi dapat memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat.

Wagub NTB berpesan agar alumni lulusan Hamzanwadi berbujat untuk masyarakat
Wagub NTB, Sitti Rohmi

“Banyak Alumni memiliki potensi jenjang karir yang bagus, cobalah berkontribusi kepada masyarakat mulai dari hal-hal kecil,” tutur Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB melalui Zoom Meeting di Pendopo Wakil Gubernur, Rabu (31/08/22).

BACA JUGA: Pelantikan Waka II DPRD NTB, Ini Pesan Gubernur NTB

Pada sambutannya, Ummi Rohmi yang juga merupakan Rektor Universitas Hamzanwadi ini memberikan apresiasi kepada panitia yang telah membuat acara ini sebagai ajang silahturahmi seluruh Ikatan Alumni Hamzanwadi.

“Saya sangat mengapresiasi acara ini dimana jaringan alumni memang harus diperkuat, jangan lupa tetap tumbuhkan semangat belajar, semangat untuk terus mengembangkan diri kita agar berguna bagi sosial masyarakat di sekitar kita”, pungkasnya.

Sementara itu, sebagai salah satu narasumber, Zainul Yasni, yang merupakan Alumni Hamzanwadi menyampaikan bahwa Ikatan Alumni belum terdata dengan baik sehingga sulit mengetahui track record jenjang karir lulusan Hamzanwadi.

“Alumni terus ada setiap tahun, tetapi secara pendataan kita belum kuat, belum jelas jumlah yang sudah kerja atau pengangguran, kerja dimana, jabatannya apa”, ungkapnya.

BACA JUGA: Geopark Tambora akan Miliki Pusat Informasi Geologi

Harapannya, dengan adanya acara ini, para alumni dapat saling bertukar pengalaman, manfaatkan teknologi saat ini untuk memperkuat jaringan organisasi Ikatan Alumni agar kedepannya bisa saling membantu satu sama lain. ***

 




Seminar Internasional ACECCEP, Partisipan Diminta Berbagi Pengalaman

Dalam seminar Internasional ACECCEP. Gubernur NTB minta narasumber dan peserta sebaiknya berdiskusi dan berbagi pengalaman

LOBAR.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah minta narasumber menyampaikan pengalamannya, bagaimana  mendidik anak-anak usia dini dan berkomunikasi dalam proses pembelajaran.

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan sambutan Forum Internasional Conference atau Seminar Internasional Annual Conference On Early Childhood Care Education and Parenting (ACECCEP)” yang digelar FKIP Universitas Mataram, di Hotel Aruna Senggigi Lombok Barat, Selasa (30/08/22).

BACA JUGA: Puan Maharani Ajak Kolaborasi Bangun Dunia yang Lebih Baik

Gubernur minta pwserta seminar saling berbagi pengalaman

“Semua partisipan, para profesor, yang datang dari New Zealand, Singapura, Kamboja, dan negara lainnya sebaiknya berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait ide berkomunikasi bagaimana mengajar anak usia dini dan mendidik,” ujar Gubernur Zulkieflimansyah. 

Bang Zul sapaan akrab Gubernur juga mengajak partisipan dan narasumber untuk menikmati keindahan pantai Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Dikatakan, peserta dan narasumber boleh serius mempublikasikan paper, berdebat dan berdiskusi tapi jangan lupa menyenangkan hati dan perasaan dengan banyak melihat pantai dan ombak yang berdebur di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Boleh diskusinya berlama-lama untuk membahas hal yang penting untuk kemajuan pendidikan, tetapi jangi lupa untuk menikmati keindahan alam di NTB, Pantai yang bagus, Kuliner dan lain sebagainya,” kata Bang Zul..

Sementara itu, Rektor Universitas Mataram Bambang Hari Kusumo menceritakan pengalaman anaknya dengan gurunya ketika menempuh pendidikan. 

Gurunya berkata kami tidak concern pada pencapaian di Matematika, Sains dan mereka tidak khawatir dengan kemampuan bahasa Inggrisnya.

BACA JUGA: Keunggulan dan Potensi NTB Diungkap pada Peserta PKA

Tapi yang dikhawatirkan adalah ketika anak-anak mulai menunjukkan sikap imorral seperti bullying dan mencuri barang-barang temannya dan lain sebagainya.

“Sikap baik menjadi bagian yang sangat penting dalam proses pendidikan untuk membuat bangsa ini menjadi maju. Sehingga harus mulai menanamkan nilai-nilai kejujuran dan kedisiplinan dalam proses pembelajaran,” kata Bambang.***

 

 




Temu Mahasiswa NTT se-Indonesia, ‘Melihat NTT dari Luar NTT’ 

Saat membuka Temu Mahasiswa NTT se-Indonesia, pesan Gubernur NTB agar bisa menjadi orang Indonesia seutuhnya yang juga tetap bisa menjaga nilai kedaerahan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Paguyuban mahasiswa NTT-Mataram menyelenggarakan acara temu mahasiwa NTT se-Indonesia di Taman Budaya Kota Mataram, Senin (29/08/22), dengan mengangkat tema “Melihat NTT dari Luar NTT”. 

Saat membuka acara temu mahasiwa NTT se-Indonesia tersebut, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan pesan pada seluruh mahasiswa agar tetap membangun hubungan persahabatan dan persaudaraan di level nasional, sehingga yang muncul tidak hanya nilai atau budaya kedaerahannya.

BACA JUGA: Konser Musik ‘Merdeka Tanpa Narkoba’ di Desa Aik Dewa

Gubernur BTV saat emmbuka acara Temu Mahasiswa NTT se Indonesia menyarankan mahasiswa menuntut ilmu hingga ke luar negeri

“Yang terpenting kita harus bisa membangun hubungan persahabatan dan persaudaraan di level nasional, sehingga bisa menjadi orang Indonesia seutuhnya yang juga tetap bisa menjaga nilai kedaerahan,” pesa Gubernur.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB juga menyarankan kepada para mahasiswa untuk menuntut ilmu hingga ke luar negeri, guna menumbuhkan rasa bangganya menjadi warga Indonesia.

“Beasiswa ke luar negeri bukan karena kualitas pendidikan di Indonesia jelek, tetapi untuk menumbuhkan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia. Saya anjurkan untuk tidak kuliah di Mataram saja, cari pengalaman batin baru ke level internasional untuk merasakan betapa kita bangga menjadi bangsa Indonesia, baru kemudian kembali untuk membangun daerah masing-masing,” tambah Bang Zul. 

Ke depan ia berharap, NTB dan NTT dapat semakin kompak, mengingat dua provinsi ini digadang-gadang menjadi tuan rumah PON 2028.

“Mudah-mudahan tambah kompak terutama menyambut NTB –NTT sebagai Tuan Rumah PON 2028!,” tutupnya.

BACA JUGA: Festival Gerabah Masbagik Lotim, Membuka Pasar Gerabah

Turut mendampingi Gubernur pada acara tersebut yaitu Kepala Kesbangpol Provinsi NTB, Lalu Abdul Wahid. ***

 

 




Konser Musik ‘Merdeka tanpa Narkoba’ di Desa Aik Dewa

Gubernur NTB mengapresiasi Pendidikan Desa Bebas Narkoba yang dilakukan dengan konser musik 

LOTIM.lombokjournal.com ~ Konser musik yang mengangkat tema “Merdeka tanpa Narkoba”, yang terselip pesan menuju Pendidikan Desa Aik Dewa yang Bebas dari Narkoba, mendapat apresiasi Gubernur NTB, Zulkiedlimansyah.

BACA JUGA: Festival Gerabak Masbagik Lotim, Membuka Pasar Gerabah

Gubernur NTB mengapresiasi pendidikan desa bebas narkoba melalui konser musik
Gubernur Zulkieflimansyah

Gubernur Zul menghadiri undangan pagelaran musik Konser D’Legenda untuk menyemarakkan HUT RI ke-77 dan menyambut hari jadi Kab. Lombok Timur ke-127 di Lapangan Desa Aik Dewa, Ex SMKN 1 Pringgasela, Kab. Lombok Timur, Sabtu (27/08/22).

“Malam ini memenuhi undangan masyarakat Aik Dewa Pringgasela yang mengadakan Konser Musik dengan pesan Pendidikan Desa Aik Dewa Bebas Narkoba!,” katanya.

Meskipun konser berlangsung dalam cuaca gerimis, namun masyarakat setempat tetap bersemangat.

“Walaupun gerimis tetap semangat,” ujar Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB. 

Sebagai informasi, Konser musik tersebut berlangsung selama 2 hari, yaitu dari tanggal 27 hingga 28 Agustus 2022. 

Penonton tetap menonton konser meski gerimis

Turut dimeriahkan oleh musisi-musisi dangdut Legend Lombok, diantaranya Adi Gondrong & Friends, Udayana Band, Nusantara Band, Matahari Group, Dita Swara Band, Om Permata Band dan lainnya.***

BACA JUGA: Pelangi Nusantara TNI, Diharapkan Jadi Destinasi Olahraga Favorit