Peresmian Tiga Ruang Kelas di Ponpes Darul Atqia, Loteng

Beri perhatian pada Pendidikan para santri, Rachmat Hidayat lakukan peresmian tiga ruang kelas belajar di Ponpes Darul Atqia Lombok Tengah

LOTENG.lombokjournal.com ~ Penggunaan tiga ruang kelas belajar atau RKB di Pondok Pesantren Darul Atqia, Labulia, Jonggat, Lombok Tengah, diresmikan anggota DPR RI dari PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat, Rabu (04/01/23).

Ruang kelas tersebut dibangun melalui dana aspirasi Rachmat Hidayat senilai Rp 354,9 juta, bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan NU Care-LazizNU.

“Pembangunan tiga ruang kelas belajar ini akan menyempurnakan seluruh proses belajar mengajar untuk anak-anak kami para santri di Ponpes Darul Atqia,” kata Rachmat.

BACA JUGA: Perguruan Tinggi Swasta Harus Lebih Berdaya

Dalam peresmian penggunaan ruang kelas, Rachmat Hidayat didaulat menggunting pita menandai peresmian pemanfaatan ruang kelas

Ia didaulat menggunting pita menandai peresmian pemanfaatan ruang kelas, didampingi para petinggi Partai Banteng Moncong Putih. 

Antara lain Anggota DPRD NTB dari Lombok Tengah H Ruslan Turmuzi, Ketua DPC PDIP Lombok Tengah Suhaimi yang hadir bersama Sekretaris dan Bendahara DPC. 

Hadir pula Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Amrullah, yang juga merupakan pengusaha muda putra Rumbuk.

Rachmat berharap, seiring dengan bertambahnya fasilitas, Ponpes Darul Atqia mampu melahirkan lulusan yang berkualitas, yang memberi kemanfaatan besar di tengah-tengah umat.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Atqia TGH Supardi Ramli menyongsong kedatangan Rachmat dan rombongan. Selama peresmian, terasa kegembiraan di kompleks Ponpes yang menyelenggarakan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA ini.

TGH Supardi Ramli menyampaikan terima kasih kepada Rachmat yang membantu pembangunan tiga RKB di Ponpes Darul Atqia dengan kualitas yang luar biasa.

“Kalau boleh jujur, bangunan ruang kelas ini bahkan jauh lebih bagus jika dibanding rumah tempat tinggal tiang,” kata TGH Supardi Ramli.

Menurutnya, insan di Ponpes Darul Atqia bersyukur atas kehadiran tiga ruang kelas baru. 

Selama ini, ruang kelas yang dimiliki Ponpes ini memang tidak mampu menampung seluruh santri untuk seluruh jenjang pendidikan. Pihak Ponpes pun masih harus meminjam dan menyewa ruang kelas di lembaga pendidikan yang lain. 

BACA JUGA: Ekspo Produk UKM-IKM Dihadiri Mahasiswa Singapura

Seluruh santri pun tak bisa serentak masuk pada pagi hari. Sehingga sebagian santri ada yang menempuh proses belajar mengajar sore hari.

TGH Supardi menyebut, Rchmat Hidayat dan para petinggi PDIP adalah orang-orang yang erjasa besar asbab kian sempurnanya fasilitas pendidikan di Ponpes tersebut.

“Ini sungguh kehendak Allah SWT yang patut kami syukuri,” katanya.

Secara khusus, ulama muda Lombok Tengah ini menyebut Rachmat Hidayat adalah senior, mentor, dan guru bagi dirinya. Hingga saat ini, bahkan tiap malam, Rachmat selalu mengirim pesan untuk mengingatkan Salat Tahajjud di sepertiga malam.

“Beliau adalah mentor tiang khususnya tentang tata cara bersikap kepada sesama manusia,” kata TGH Supardi.

Dengan kian bertambahnya fasilitas, TGH Supardi pun memastikan pelayanan kepada para santri akan kian baik. Ke depan, Ponpes pun akan terus dikembangkan. 

Masih ada lahan seluas 50 are untuk area pengembangan. 

Dia menuturkan, salah satu yang dibutuhkan saat ini adalah penambahan bangunan asrama. Sebab, seluruh santri yang menempuh pendidikan di Ponpes ini memang diwajibkan tinggal di asrama.

Saat ini, gedung asrama putri dan putra masih terdiri dari satu bangunan. Lantai satu menjadi asrama putra, sementara lantai dua menjadi asrama putri. Meski berada di satu gedung, pintu masuk ke area asrama putra dan putri terpisah. 

TGH Supardi tak menampik, jika ada omongan masyarakat terhadap asrama yang masih satu gedung tersebut. Sehingga dia berharap, dukungan dapat terus diberikan ke Ponpes dari para pemangku kepentingan.

Rachmat Hidayat saat didaulat bicara minta Ketua DPC PDI Lombok Tengah Suhaimi mewakilinya. Suara Rachmat memang sedang parau dan sedang dalam proses pemulihan.

Suhaimi menjelaskan karir Rachmat Hidayat yang panjang sebagai wakil rakyat. Mulai dari Anggota DPRD di Lombok Timur, lalu Anggota DPRD di Provinsi NTB dan kini di DPR RI. 

Khusus di DPR RI, perkhidmatan Rachmat bahkan kini sudah memasuki periode ketiga.

“Kalau beliau bukan benar-benar figur yang menyayangi dan memperhatikan masyarakat, bukan benar-benar figur yang amanah, maka sangat tidak mungkin bisa menduduki jabatan wakil rakyat sedemikian panjang dan lama,” kata Suhaimi yang disambut tepuk tangan hadirin.

Suhaimi juga menyampaikan, bagaimana Bung Karno, Presiden Pertama Indonesia, saat pidato di depan Sidang Majelis Umum PBB pada 30 September 1960, membuka pidatonya dengan mengutip ayat suci Alquran. 

Itu adalah kali pertama di dunia, seorang presiden mengutip ayat Alquran dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia di Sidang PBB. Apa yang dilakukan Bung Karno kala itu benar-benar menggemparkan.

Bung Karno mengutip Surah Al Hujarat Ayat 13. “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”

Bung Karno membuka mata dunia, keberagaman itu bukanlah kehendak manusia. Tetapi memang menjadi kehendak Sang Pencipta. 

Sehingga manusia ada yang berbeda suku, bahasa, ataupun warna kulit. Namun, di balik keberagaman itu, ada kesetaraan.

Tidak ada ras yang lebih unggul dibanding ras lainnya. Tidak ada suku yang lebih mulia dibanding suku yang lainnya.

Suhaimi pun mengutip khutbah Rasulullah SAW saat Haji Wada yang berpesan bahwa tak ada kelebihan orang Arab dari bukan Arab. “Laa fadhla li-arabiyyin ala ajamiyyin wa laa li-ajamiyyin ala arabiyyin wa laa li-ahmara ala aswada wa laa aswada ala ahmara illa bi-ttaqwa,”. (“Tak ada kelebihan orang Arab dari yang bukan Arab (ajam), yang bukan Arab dari orang Arab, yang berkulit merah dari yang berkulit hitam, dan yang berkulit hitam dari yang berkulit merah, selain dari ketakwaannya,”).

BACA JUGA: Realisasi PAD NTB Meningkat Rp382,84 milyar

Semangat keberagaman dan keseteraan itulah yang kata Suhaimi terus digaungkan Bung Karno. 

Bung Karno mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI) yang kemudian bertransformasi kini menjadi PDI Perjuangan yang didirikan putrinya,  Megawati Soekarnoputri yang merupakan Presiden Indonesia kelima.

“Keberagaman dan semangat kesetaraan ini penting kita pahami. Ini cara satu-satunya, jaminan membuka ruang, sehingga kita semua punya potnesi yang sama untuk berkompetisi di tengah hiruk pikuknya dunia,” kata Suhaimi.

Anggota DPRD Lombok Tengah ini pun menegaskan, inilah sanadnya, atau asal muasalnya, bila PDI Perjuangan kini menjadi amat sangat konsisten menyuarakan dan merawat keberagaman dan kesetaraan.

“Dan betapa beruntungnya kita saat ini, hadir di tengah-tengah kita, salah seorang pendiri PDI Perjuangan, Bapak H Rachmat Hidayat,” katanya.

Suhaimi menegaskan, mereka yang perkhidmatannya bersanad ke Ibu Hj Megawati, kemudian ke Bung Karno, adalah tokoh-tokoh yang memegang prinsip dalam kaidah Ushul Fiqih, “Tasyarauful imam ala roiyah. Manutul bim maslahah”, yakni tindakan pemimpin terhadap rakyat harus didasarkan atas pertimbangan kemaslahatan.

“Jadi kalau ada yang masih menyebut PDI Perjuangan ini partainya orang-orang kafir, orang-orang PKI, mulem endekn arak pikirm,” tandas Suhaimi.

Suhaimi menjelaskan secara singkat Badan Pengelola Keuangan Haji, yang kini selain mengelola dana haji juga mengelola Dana Abadi Umat. 

Hasil pengelolaan Dana Abadi Umat inilah yang kemudian kini digunakan untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satunya membantu pembangunan ruang kelas di Ponpes Darul Atqia.

Sementara itu, perwakilan BPKH dan NU Care-LazisNU H Mohammad Hasbi menyampaikan, usulan pembangunan tiga ruang kelas ini diajukan pada 21 Juni 2022.

Dengan dikawal oleh H Rachmat Hidayat dari Komisi VIII DPR RI yang merupakan mitra kerja BPKH, maka dalam waktu satu bulan, persetujuan pembangunan tiga ruang kelas ini diterbitkan oleh Kepala BPKH Anggito Abimanyu.

“Total anggarannya Rp 354,9 juta,” kata Ustad Hasbi. (*)

 

 




Gubernur NTB Paparkan Strategi Pembangunan di NTB

Beri kuliah umum di hadapan mahasiswa dari 17 negara, Gubernur NTB paparkan strategi pembangunan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc, memberi kuliah umum pada acara Governor Lecture yang bertemakan “Public Initiative in Sustainability” t di Gedung Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Selasa (03/01/23). 

Kuliah umum tersebut dihadiri puluhan mahasiswa Program Master in Public Administration (MPA) Lee Kuan Yew School Of Public Policy (LKYSPP) dari National Of Singapore (NUS). 

BACA JUGA: NTB Punya Gunung, Pantai dan Semua Wisata yang Dibutuhkan

Gubernur NTB beri kuliah umum yang dihadiri mahasiswa LKYSPP dari National Of Singapore

Gubernur memaparkan berbagai strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam mengakselerasi proses pembangunan di NTB. Di antaranya, menjadi tuan rumah berbagai event internasional, industrialisasi dan memberikan beasiswa.

“Ada beberapa hal yang kami lakukan untuk membangun daerah pasca gempa dan Covid-19, seperti menyelenggarakan event internasional, Industrialisasi serta memberikan beasiswa bagi putra-putri NTB untuk melanjutkan studi di luar negeri,” jelasnya. 

Dengan menyelenggarakan berbagai event internasional, Provinsi NTB menjadi pusat perhatian dunia.

Hal tersebut mendorong Pemerintah Daerah maupun Pusat untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di NTB menjadi lebih baik. 

Berkat hal tersebut, kini NTB telah memiliki berbagai infrastruktur bertaraf internasional, seperti bandara, pelabuhan, jalan raya, rumah sakit internasional, ketersediaan listrik dan telekomunikasi, hotel & resort, dan lain sebagainya.

Proses industrialisasi juga terus digaungkan untuk menjaga pembangunan berkelanjutan di NTB. Dan inovasi adalah kunci dari keberlanjutan tersebut. 

Selain itu, memberikan beasiswa bagi putra-putri NTB untuk melanjutkan studi di dalam dan luar negeri. 

Hal tersebut merupakan salah satu cara terbaik bagi mereka untuk melihat dunia dari berbagai sisi.

Menurutnya, tidak ada hal yang mustahil dalam membangun sebuah daerah, karena selama ada kemauan untuk melakukan sesuatu, maka jalan akan selalu ada.

“Terlihat mustahil, tapi kami telah membuktikannya. Kami selalu percaya where there’s a will, there’s a way. Jika kita percaya kita bisa, maka tidak ada hal yang mustahil,” tutur Bang Zul, sapaan Gubernur. 

Pada kesempatan yang sama, Kartini Binte Rahman selaku Associate Director (Career Services, Alumni Relations and Academic Partnerships) LKYSPP NUS menyampaikan, acara tersebut merupakan kolaborasi antara LKYSPP dan Universitas Teknologi Sumbawa. Ia berharap para mahasiswa dapat belajar dan mendapat pengalaman langsung dari Pemerintah Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Kartu Indonesia Sehat, Ini Cara untuk mendapatkannya

“Program ini merupakan kerja sama kita dengan UTS yang diikuti sebanyak 45 mahasiswa dari 17 negara. Semoga kita bisa belajar dan mendapatkan banyak pengalaman disini sehingga program ini sukses berkat kita semua,” ujar Kartini.

Hadir pada acara tersebut yaitu, Dean of LKYSPP, Rektor UTS, beberapa Kepala OPD Pemprov NTB dan stakeholders terkait. ***

 

 




Kartu Indonesia Pintar, Ini Syarat untuk Mendapatkan 

Hadirnya Kartu Indonesia Pintar merupakan upaya memeratakan pendidikan Indonesia, tiap warga berhak mendapat kesempatan memperoleh pendidikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Program Indonesia Pintar (PIP) diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sejak November 2014 lalu, mewujudkan Kartu Indonesia Pintar. 

Untuk diketahui, PIP merupakan hasil penyempurnaan Program Bantuan Siswa Miskin yang sudah ada sebelumnya. PIP merupakan program pemberian bantuan dalam bentuk simpanan pelajar yang dilengkapi dengan kartu ATM. 

Sasaran PIP diberikan kepada anak usia sekolah, yaitu usia 6-21 tahun yang orang tuanya kurang mampu untuk membiayai anaknya menempuh pendidikan di sekolah.

BACA JUGA: Wagub NTB: Warisan Terbaik adalah Pendidikan

Kartu Indonesia Pintar untuk pemerataan pendidikan

Kartu Indonesia Pintar (KIP) diperuntukkan bukan hanya bagi peserta didik jenjang SD-SMA. Sekarang sudah ada juga KIP Kuliah Merdeka bagi mahasiswa yang kurang mampu. 

Ini merupakan upaya memeratakan pendidikan Indonesia. Selain itu, peserta didik yang memiliki kendala dalam hal ekonomi juga akan tetap memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi.

Program Indonesia Pintar diharap bisa membantu anak-anak terutama dari keluarga tidak mampu untuk bisa mewujudkan mimpinya dengan bersekolah sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi. 

Pemerintah berupaya mencegah meningkatnya putus sekolah karena terkendala biaya. 

Berikut syarat dan manfaat bagi penerima Kartu Indonesia Pintar. 

Syarat-syarat:

  1. Peserta didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan.
  2. Peserta Didik dari keluarga pemegang KartuKeluarga Sejahtera.
  3. Peserta didik yang berstatus yatimpiatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan.
  4. Peserta didik yang terkena dampak bencana alam.

      5.Peserta didik yang tidak sekolah (drop out) yang diharapkan kembali bersekolah.

  1. Peserta didik yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua yang mengalami pemutusan hubungan kerja, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, berada di Lembaga Pemasyarakatan, memiliki lebih dari 3 saudara yang tinggal di serumah.
  2. Peserta pada lembaga kursus.

Manfaat bagi Penerima Kartu Indonesia Pintar

Dengan gadirnya PIP, banyak peserta didik yang merasakan manfaatnya. Program ini bertujuan membantu biaya personal peserta didik. Seperti membeli perlengkapan sekolah/kursus, uang saku, biaya transportasi, dan biaya pendidikan lainnya.

Jumlah besaran dana yang diberikan melalui program ini berbeda sesuai dengan jenjang pendidikan. 

BACA JUGA: Validasi Data Jadi Prioritas dalam Penanggulangan Kemiskinan di NTB

Peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat mendapat bantuan dana sebesar Rp450 ribu, jenjang SMP sederajat mendapatkan dana sebesar Rp750 ribu, dan jenjang SMA sederajat mendapatkan dana sebesar Rp1 juta. 

Kartu Indonesia Pintar juga untuk jenjang kuliah

Untuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah, besaran dana yang diberikan berbeda sesuai dengan akreditasi Perguruan Tinggi, dana yang didapatkan untuk Perguruan Tinggi yang berakreditasi A bisa mencapai Rp12 juta tiap semesternya.

Pemberian bantuan berupa Kartu Indonesia Pintar masih terus dilakukan hingga saat ini. 

Melansir dari kemdikbud.go.id, penyaluran KIP pada jenjang SMA sudah mencapai 110,5 persen, lalu untuk jenjang SMK sudah mencapai 100 persen. 

Berkat program KIP, banyak peserta didik dan orang tua yang terbantu. Jumlah total keseluruhan penerima bantuan KIP sejak pertama kali diresmikan sudah mencapai angka jutaan penerima. ***

BACA JUGA: Perguruan Tinggi Swasta Harus Lebih Berdaya

 




Perguruan Tinggi Swasta harus Lebih Berdaya 

Masa depan generasi muda juga ditentukan perguruan tinggi yang baik, Rachmat Hidayat bantu bangun fasilitas perhuruan tinggi di STIT Palapa Nusantara, Lombok Timur

LOTIM.lombokjournal.com ~ H Rachmat Hidayat, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan meresmikan penggunaan ruang kantor Yayasan Pondok Pesantren Palapa Nusantara di Desa Selebung, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Senin (02/01/22).

Rachmat Hidayat mengatakan, ruang perguruan tinggi ini dibangun dari dana aspirasi

“Pembangunan ruang kantor atau pun ruang kelas baru melalui program dana aspirasi ini sudah menjadi komitmen saya pribadi. Inilah ikhtiar kita agar generasi muda penerus bangsa dapat belajar dengan layak,” kata Rachmat.

BACA JUGA: Hari Guru Nasional, Memuliakan Para Guru di Bumi Gora

Rachmat didaulat menggunting pita menandai peresmian penggunaan ruang kantor tersebut. 

Ruang kantor itu merupakan fasilitas pendidikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Palapa Nusantara, yang dibangun melalui dana aspirasi Rachmat Hidayat senilai Rp 352 juta, bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan NU Care-LazizNU.

Dalam peresmian ini, Rachmat didampingi Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Amrullah, yang juga merupakan pengusaha muda putra Rumbuk.

Rachmat menegaskan, ia akan terus memperhatikan STIT Palapa Nusantara, salah satu institusi penyelenggara pendidikan tinggi di Gumi Patuh Karya. 

Politisi senior NTB ini menegaskan, pada perguruan tinggilah, generasi muda dapat menimba ilmu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Di perguruan tinggi, mereka akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang tidak pernah didapatkan di bangku SD hingga SMA.

“Perguruan tinggilah yang akan membuat masa depan generasi penerus kita menjadi lebih baik. Perguruan tinggi akan memberi anak-anak muda kita pengetahuan dan pengalaman yang luas,” imbuhnya.

Ketua DPD PDIP NTB ini mengungkapkan, dengan melanjutkan pendidikan hingga ke bangku kuliah, generasi muda di NTB akan terhindar sebagai generasi yang hanya memikirkan diri sendiri. 

Menamatkan pendidikan tinggi akan menjadikan mereka sadar betapa pentingnya meneruskan perjuangan bangsa demi banyak orang.

Karena itu, Rachmat ingin agar perguruan tinggi swasta juga berdaya. Bisa menyejajarkan diri dengan perguruan tinggi negeri di NTB. 

Salah satunya dengan membantu dari sisi kesiapan fasilitas yang akan menjadi penopang keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

“Dengan inilah saya ingin berkontribusi agar lulusan perguruan tinggi kita dapat menghadapi persaingan global,” katanya.

Selain sebagai kantor yayasan, ruang kantor baru yang diresmikan Rachmat tersebut juga akan menjadi ruang bagi Ketua Program Studi di STIT Palapa Nusantara. Interior ruang kantor ini pun telah ditata dengan modern, dengan ruang kerja yang dipisahkan oleh partisi-partisi.

BACA JUGA: Prediksi Mi6, 50 Persen Anggota DPD Dapil NTB Bakal Out

Peresmian sendiri dihadiri para dosen dan mahasiswa STIT Palapa Nusantara. 

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Palapa Nusantara yang juga Ketua STIT Palapa Nusantara, Dr HL Moh Fahri menyongsong dengan takzim kehadiran Rahmat dan rombongan. 

Selama peresmian berlangsung, kegembiraan di kompleks kampus perguruan tinggi yang berdiri pada April 2007 ini begitu terasa.

Dalam sambutannya, HL Moh Fahri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih, atas perhatian besar yang diberikan Rachmat Hidayat untuk STIT Palapa Nusantara. Kepada seluruh hadirin. 

Ia memperkenalkan Rachmat sebagai wakil masyarakat Pulau Lombok yang ada di DPR RI dari PDI Perjuangan.

“Kontribusi beliau untuk bidang pendidikan dan relevansinya untuk keberadaan mahasiswa menuju perubahan lebih baik dan positif sugguh luar biasa,” kata Doktor Fahri yang disambut tepuk tangan seluruh dosen dan mahasiswa yang hadir.

Disampaikan pula oleh Doktor Fahri, bahwa Rachmat akan berkhidmat kembali dalam pesta demokrasi tahun 2024. 

Seluruh insan pendidikan di STIT Palapa ingin menjadi bagian yang mewujudkan keberhasilan perkhidmatan tersebut.

“Mudah-mudahan STIT Palapa Nusantara akan terus mendapatkan advice dari beliau. Dan apa yang menjadi kepentingan seluruh mahasiswa, Insya Allah akan terus beliau rekomendasikan dan perjuangkan. Beliau akan terus gaungkan suara pendidikan,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Doktor Fahri juga memperkenalkan Ahmad Amrullah, politisi muda PDIP yang sedang naik daun. Amhad Amrullah sendiri akan maju dalam pemilihan Anggota DPRD Lombok Timur pada 2024.

Sejumlah rencana pengembangan STIT Palapa Nusantara juga disampaikan Doktor Fahril dalam kesempatan yang sama. Ke depan, STIT Palapa menyiapkan diri untuk naik kelas menjadi institut. 

Selain itu, jumlah tenaga pendidik yang menempuh jenjang pendidikan doktoral juga akan ditingkatkan dari yang saat ini baru tiga orang. 

Ia berharap, jumlah mahasiswa STIT Palapa yang bisa memperoleh bantuan beasiswa melalui program Kartu Indonesia Pintar bisa terus bertambah.

Sementara itu,  Mohammad Hasbi dari Perawakilan BPKH dan NU Care-LazisNU menjelaskan, sedianya peresmian dimulainya pemanfaatan ruang kantor di linkungan Pondok Pesantren Palapa Nusantara ini diagendakan pada akhir Desember 2022. 

BACA JUGA: Sekda NTB Klarifikasi Mispersepsi Data Kemiskinan Ekstrem

Namun, terdapat sejumlah kendala teknis, termasuk persoalan cuaca. Sehingga peresmian baru dilakukan hari ini.

Dijelaskan, pembangunan kantor ini diajukan pada 30 Juni 2022. Hanya butuh waktu dua bulan, pada Agustus 2022, Kepala BPKH Anggito Abimanyu menerbitkan persetujuan dengan total anggaran Rp 352 juta. 

Mohammad Hasbi yakin sepenuhnya, keberadaan fasilitas ini akan kian menyempurnakan proses kegiatan belajar mengajar di STIT Palapa Nusantara.***

 

 




Yayasan Ar-Rahman Masbagik Santuni 1000 Anak Yatim Piatu 

Kepada Ketua Yayasan, Gubernur NTB berharap kehadirannya di Yayasan Ar-Rahman Masbagik merupakan bentuk awal untuk bersinergi 

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri acara santunan Anak Yatim Piatu Khotmil Qur’an dan Tabligh Akbar di Yayasan Ar-Rahman Kp. Sukadatu, Desa Masbagik Selatan, Kec. Masbagik, Kab. Lombok Timur, Sabtu (31/12/22).

Pada kesempatan tersebut Gubernur mengapresiasi para pengelola yayasan atas perhatiannya kepada seluruh anak yatim piatu dan lansia, ada di sekitar yayasan.

BACA JUGA: Milad ke 70 Ponpes Darus-Shiddiqien L0teng

Gubernur NTB menyampaikan sambutan pada acara santunan Yatim Piatu di Yayasan Ar-Rahman

Ia juga menyatakan, Pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pihak untuk membantu yayasan.

“Kami berterima kasih pada ibu ketua yayasan karena hatinya begitu lapang telah menampung begitu banyak. Atas nama Pemda, kami akan bersinergi membantu yayasannya. Mudah-mudahan dengan kehadiran kita semua disini merupakan bentuk awal sinergi kita di masa-masa yang akan datang,” kata Bang Zul sapaannya.

Acara santunan tersebut diperuntukkan untuk sekitar 1000 anak yatim piatu di sekitar Yayasan Ar-Rahman. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Yayasan Ar-Rahman, Herni Yuliati, SP., sembari bercerita singkat mengenai profil yayasannya. 

“Kita disini ada beberapa lembaga, yaitu TPQ, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia, SDIT, dan Majelis Ta’lim. Kita juga ada program Bank Sampah dan Eco Bricks. Dan acara santunan hari ini ditujukan untuk sekitar 1000 anak yatim disini,” jelas Herni Yuliati.

Setelah mengunjungi Yayasan Ar-Rahman, Bang Zul, juga turut mendatangi Bazar UMKM bertempat di Pasar Lama Masbagik yang diadakan oleh Kelompok UMKM Kabupaten Lombok Timur.

BACA JUGA: Gubernur NTB bersama Forkompinda Gelar Patroli 

Turut hadir mendampingi Gubernur pada acara tersebut yaitu Kadis Sosial Prov. NTB, Kadis P3AP2KB Prov. NTB, Kadis Kominfotik Prov. NTB, Kadis Sosial Kab. Lombok Timur dan beberapa stakeholders terkait. ***




Milad ke 70 Ponpes Darus-Shiddiqien NW, Loteng

Menghadiri milad Ponpes Darus-Shiddiqien NW, Gubernur NTB, Bang Zul mengajak para santri bersyukur

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah memberikan sambutan pada acara Tasyakur Milad ke-70 Pondok Pesantren Darusshiddiqien NW Mertak Paok dan Tawajjuh Haul Almagfurullah TGKH. Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid, di Aula Pondok Pesantren Darus-Shiddiqien NW Mertak Paok, Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (31/12/22).

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu, mengajak seluruh jamaah pengajian untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT. 

BACA jUGA: Gubernur NTB bersama Forkompinda Gelar Patroli

Pada acara Milda Ponpes Darusshiddiqien NW Mertak Paok, mengajak santri untuk bersyukur

Diutarakannya, belum tentu jabatan tinggi atau memiliki harta yang banyak belum tentu hidupnya bahagia.

“Saya senang pagi ini bisa hadir melihat jamaah kita ini begitu bahagia sekali datang bersilaturahmi,” sanjung Bang Zul.

Mengutip salah satu surat yang dibacakan Qoriah tadi, bahwa pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda kebesaran Allah SWT bagi orang-orang yang berpikir.

“Jadi para mufasir menafsirkan bahwa dalam kehidupan di dunia ini silih berganti, ada waktunya senang, sedih, murung bahagia dan lainnya semuanya akan berlalu,” pungkasnya.

Selain itu, diceritakan Bang Zul sebelum terpilih menjadi Gubernur, pada masa kampanye dulu sering mengunjungi hampir semua desa-desa hingga dusun, menyapa tokoh agama, mengunjungi pondok pesantren. 

Dalam kunjungan tersebut,  permintaan masyarakat tidak ada yang aneh-aneh.

“Mereka hanya menginginkan untuk kembali dikunjungi dan dilanjutkan untuk disapa tidak hanya saat kampanye saja,” tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darus-Shiddiqien Mertak Paok, TGH. M. Burhanuddin QH., S.Ag., menyampaikan terimakasih kepada bapak Gubernur beserta rombongan menyempatkan waktunya untuk memenuhi undangan di pondok pesantren.

“Kami ucapkan terimakasih banyak atas kedatangan pak Gubernur bersama rombongan dalam rangka memperingati hari lahirnya pondok pesantren ini yang ke-70 sejak tahun 1951 mulai dirintis,” ungkapnya.

BACA JUGA: Validasi Data Jadi Prioritas dalam Penanganan Kemiskinan di NTB

Untuk diketahui, pondok pesantren ini mengelola pendidikan mulai dari MI, PGA 4 tahun, kemudian Tsanawiyah, Aliyah, hingga TK bahkan SMK.

“Tidak hanya pada bidang pendidikan melainkan ponpes ini menyediakan panti asuhan, serta bergerak juga pada bidang sosial kemasyarakatan, berdakwah dan lain sebagainya,” tutupnya. ***

 

 




Wagub NTB: Banyak Satuan Pendidikan Paham Manfaatkan Teknologi

Wagub NTB mengimbau kerja sama seluruh stakeholder dalam mengelola data pendidikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memberikan apresiasi terkait banyaknya satuan pendidikan yang paham dalam pemanfaatan teknologi, terbukti dari banyaknya yang sudah masuk kedalam platform Merdeka Belajar.

BACA JUGA: Organisasi Perempuan Punya Kekuatan Hebat

Wagub NTB mengimbau kerja sama seluruh stakeholder untuk memperoleh data by name by adress
Wagub NTB, Sitti Rohmi Jalillah

Sebanyak 3.178 satuan pendidikan di Provinsi NTB telah berhasil masuk dalam platform Merdeka Mengajar yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Platform Merdeka Mengajar dibangun untuk menunjang penerapan Kurikulum Merdeka agar dapat membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. 

Namun, Ummi Rohmi juga mengimbau kepada seluruh stakeholder terkait dapat bekerja sama dalam mengelola data pendidikan, harus by name by adress

Hal ini bertujuan agar data-data tersebut dapat digunakan sesuai dengan sasaran.

“Harus tetap dilakukan kolaborasi antara BPMP, Dikbud NTB, Bappeda NTB dan BPS NTB agar data kita dapat diperbaiki, kerja sama dengan baik semoga dengan kerja sama yang baik mendapatkan data by name by adress,” kata Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB.

Ia mengatakannya saat menerima audiensi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPPM) Provinsi NTB yang berlangsung di Aula Pendopo Wagub NTB, Selasa (27/12/22).

Kepala BPMP NTB, Drs. H. Muh. Irfan, MM menjelaskan, satuan pendidikan di NTB tidak gaptek, bahkan NTB menempati urutan ke 3 secara nasional yang terbanyak masuk ke dalam platform Merdeka Mengajar.

BACA JUGA: Hari Guru Nasional 2022, Guru Kunci Sukses Kejayaan Bangsa

“Banyak Kepala Sekolah, guru-guru kita dengan jumlah 3.178 tidak gaptek, buktinya semua masuk platform dan masuk melalui handphone masing-masing,” katanya.*** 

 




Wagub NTB Apresiasi Assesment Sasaran Program GEN NTB 

Wagub NTB minta Program GEN NTB dilanjutkan untuk mewujudkan NTB sehat dan cerdas 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi hasil Assesment Tingkat Kecerdasan Anak Program Generasi Emas GEN NTB. 

Pasalnya, hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar (83,2 persen) anak-anak sasaran GEN memiliki kecerdasan yang tinggi (cerdas sampai superior).

Dalam kesempatan tersebut, Ummi Rohmi meminta kepada GEN NTB untuk melanjutkan gerakan yang telah dimulai sejak tahun 2017 yang lalu tersebut. 

BACA JUGA: Organisasi Perempuan Punya Kekuatan Hebat

Koordinator Program GEN NTB Rosiady Sayuti, Ph.D beraudensi dengan Wagub NTB
Rosiady Sayuti, Ph.D

Dengan terus mengoptimalkan kolaborasi serta sinergitas bersama berbagai stake holder terkait, demi mewujudkan NTB yang Sehat dan Cerdas dan bebas dari stunting seperti yang dicita-citakan.

“Walaupun penelitian ini tidak mencerminkan seratus persen balita kita, tapi menunjukkan bahwa progress ini ada,” ungkap Wagub saat menerima audiensi Tim GEN NTB di Aula Pendopo Wagub NTB, Mataram, (27/12).

Pendampingan PARANA

Sementara itu, Koordinator Program GEN NTB Rosiady Sayuti, Ph.D. menjelaskan, GEN sendiri telah melakukan kegiatan pendampingan  Pasangan Ramah Anak (PARANA) dan telah dilaksanakan di 100 Desa/Kelurahan se-NTB tahun 2017-2018. Sasarannya sebanyak 8.366 pasangan. 

Genap 1000 hari  implementasi (periode 1000 HPK). Pada tahun 2019 dan 2020 dilakukan penilaian atau sertifikasi PARANA di 100 Desa/Kelurahan tersebut.

Berangkat dari kegiatan pendampingan tersebut, dijelaskan Rosiady, assessment pun dilakukan. 

Kegiatan Assesment  dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2022, berlokasi di 50 Desa/ Kelurahan lokasi program GEN di 5 Kabupaten/Kota se-Pulau Lombok.  

Lokasi intervensi (assessment dan edukasi) adalah di desa atau kelurahan di Pulau Lombok. 

Desa/Kelurahan yang dimaksud (sebagai populasi) adalah Desa/Kelurahan lokasi program GEN, yaitu 10 Desa/Kelurahan per Kabupaten/Kota, atau 50 Desa/kelurahan se-Pulau Lombok.  

Dari 50 Desa/kelurahan tersebut kemudian dipilih sampel, yaitu Desa/Kelurahan yang sudah melaksanakan kegiatan Sertifikasi PARANA. Daftar kerangka sampel disusun dengan kriteria, Anak balita berusia 3-4 tahun yang lahir dari PARANA. 

Nama balita diperoleh dari data PARANA yang masuk ke Sekretariat GEN Provinsi.

Sampai dengan bulan Desember 2021,  jumlah sampel yang terpilih sebanyak 95  anak balita dari 100 anak yang direncanakan.

Untuk perkembangan, yang diukur adalah kecerdasan (skor IQ), menggunakan alat ukur TES BINET, GESTALt , dan HTP  yang dimodifikasi untuk memudahkan pengambilan data.

Penyuluhan atau edukasi dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan individu dan kelompok, dengan penyampaian hasil pengukuran dan edukasi pentingnya pemantauan tumbuh kembang secara dini.

Assesment atau pengukuran dilaksanakan mulai tanggal 11-15 Juli 2022 di 5 lokasi, yaitu masing-masing 1 lokasi per kabupaten/kota. 

BACA JUGA: Monitoring dan Ketersediaan Pangan di NTB

Pengukuran IQ dilaksanakan oleh Psikolog dengan sejumlah instrument/alat bantu berupa gambar-gambar dan formulir.

“Kabar bahagianya, dari 95 orang anak yang dites IQ-nya sebanyak 16 orang atau 16,8 persen termasuk kategori Superior, dan 63 orang atau 66,3 persen termasuk kategori Cerdas. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar (83,2 persen) anak-anak sasaran GEN memiliki kecerdasan yang tinggi,” katanyanya.***

 




Belajar ke Luar Negeri, Membangun Kampung Halaman

Menghadiri perayaan hari jadi Desa Kekait ke-164, Gubernur NTB mengungkapkan, belajar ke luar negeri akan dinikmati lima belas sampai dua puluih tahun ke depan 

LOBAR.lombokjournal.com ~ Kampung halaman yang berkembang bukan saja mengenang kegemilangan masa lalu, namun memiliki generasi yang sanggup merubah kampung halaman. 

BACA JUGA: Menteri Pendidikan Singapura Jajaki Kerjasama dengan NTB

Gubernur NTB mengatakan, berlajar ke luar negeri juga berguna untuk daerah dan negara

“Beasiswa belajar keluar negeri tidak saja untuk mereka yang dikirim keluar negeri, tapi juga untuk daerah bahkan Indonesia,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah.

Ia mengatakan itu saat menghadiri acara penutupan rangkaian perayaan Hari Jadi Desa Kekait ke-164.

Pada kesempatan itu Gubernur NTB sekaligus Silaturrahim dengan Masyarakat Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Ahad (25/12/22). 

Pemprov NTB sudah mengirimkan ratusan mahasiswa  NTB ke berbagai negara Asia sampai Eropa dan Amerika. 

Menurut Gubernur Zul, keberhasilan program unggulan 1000 Cendekia akan dinikmati oleh NTB bahkan Indonesia limabelas sampai duapuluh tahun ke depan. 

Sejak para lulusan dan mereka yang sekarang sedang belajar di luar negeri memiliki cara pandang yang berbeda, keluar dari keterbatasan dan memanfaatkan kesempatan yang terbuka. 

“Optimisme ini akan membuat kita mensyukuri segala keterbatasan sambil berikhtiar lebih keras,” tambahnya. 

BACA JUGA: RSUD NTB Jadi Rumah Sakit Kelas Dunia

Sementara itu, Bupat Lombok Barat, H Fauzan Halid berharap Desa Kekait tetap memelihara kerukunan, keharmonisan dan tetap membangun generasi penerusnya dengan pendidikan. 

Hadir pula tokoh agama TGH Muhlis dan pimpinan OPD Pemkab Lobar dan Pemprov NTB.*** 

 

 




Peran Orang Tua Penting dalam Pengembangan Anak Usia Dini

Bunda Niken ingatkan peran orang tua dalam pendidikan anak khususnya di usia dini, jangan hanya diserahkan ke sekolah

LOBAR.lombokjournal.com ~ Peran orang tua masih sangat penting dalam pengembangan anak usia dini. Di sekolah ini pasti diberikan simulasi, pendidikan, hapalan dan lain sebagainya. 

Oleh karena pada masa dini jangan sampai hal-hal ang tidak baik diperlihatkan atau diperdengarkan karena itu akan merusak otak dan jiwanya.

BACA JUGA: Gerak Jalan Sehat Sambut HKSN dan HUT NTB ke 64

Bunda Niken ingatkan pentingnya peran orang tua, terutama di fase pengembangan usia dini anak

Hal ini disampaikan Bunda Niken Hj. Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada acara Uji Publik dan Launching Lombok Islamic School (LIS) Mineral, bertempat di Gedung Putih Lombok Islamic School, Pondok Buak Lingsar Lombok Barat, Kamis (15/12/22).

“Mudah-mudahan, generasi anak didik kita ini kedepan menjadi lebih baik dan menjadi pengganti kita selaku orangtunya,” 

Bunda Niken mengingatkan kepada orangtua bahwa dalam pendidikan tidak hanya diserahkan kepada sekolah apalagi dalam pengembangan anak-anak usia dini masih banyak waktunya dengan orang tua. 

Sehingga peran orang tua masih sangat penting dalam pengembangan anak usia dini.

“Pendidikan usia dini ini adalah masa-masa yang sangat penting untuk mulai menanamkan dasar-dasar karakter yang baik,” ungkapnya.

BACA JUGA: Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru tahun 2022

Tak lupa Bunda Niken menyampaikan terimakasih kepada guru-guru semuanya atas dedikasi dalam dunia pendidikan. Semoga sekolah ini lebih berkembang lagi kedepannya sukses melahirkan dan mencetak anak-anak yang unggul. ***