Kemenpar Dukung Sirkuit MotoGP di Mandalika

Rencana pembangunan sirkuit MotoGP berkelas internasional di kawasan KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, mendapat dukungan Kementerian Pariwisata.

DENPASAR,lombokjournal.com — Sekretaris Menpar, Ukus Kuswara mengatakan, keberadaan sirkuit MotoGP di Mandalika akan menjadi nilai tersendiri dan branding potensial bagi pariwisata Lombok dan NTB secara umum.

“Rencananya sirkuit ini akan dibangun di Mandalika, kawasan yang dikelola ITDC di Lombok Tengah. Ini akan menjadi nilai tersendiri bagi pariwisata di NTB,”kata Ukus, Jumat (7/4) pada Lombok Journal di Kuta, Bali.

Ia mengatakan, NTB merupakan kawasan wilayah yang cukup indah dan menarik bagi wisatawan, baik dari segi budaya dan keindahan alamnya.

Namun, perkembangan wisata saat ini juga membutuhkan inovasi dalam hal atraksi dan destinasi buatan.

“Buatan itu diantaranya dengan atraksi semacam pembuatan sirkuit Moto GP ini,” paparnya.

Seperti diketaui MotoGP merupakan branding yang dikenal seluruh dunia. Sehingga pariwisata juga akan bisa mendukung dengan promosinya.

“Jika dibangun di NTB maka orang luar akan menganggap itu suatu yang sangat Luar biasa. Dan akan mendatangkan banyak orang, banyak wisatawan ke depan,”katanya.

AYA




Kemenpar Gelar Workshop Jurnalis Pariwisata di Bali

Kementerian Pariwisata menggelar “Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Greater Bali”, Jumat (7/4), di Hotel Rani, Kuta, Bali.

DENPASAR.lombokjournal.com —  Kegiatan workshop diikuti sedikitnya 50 peserta terdiri dari jurnalis dari media cetak, online, dan elektronik, dari Provinsi Bali, NTB, NTT, Forum Wartawan Great Bali, Pengurus Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) Jakarta, serta perwakilan media asing di Bali.

Sekretaris Menpar, Ukus Kuswara mengatakan, workshop dilakukan untuk memperkuat semangat dan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan pariwisata Indonesia.

Menurut Ukus Kuswara, kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional adalah kolaborasi pentahelix atau lima stakeholder yang solid, yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media.

“Kerjasama  Indonesia Incorporated menjadi spirit kekuatan untuk mewujudkan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional,” kata Ukus Kuswara pada wartawan Lombok Journal yang menjadi peserta workshop..

Program pemerintah dalam pembangunan lima tahun ke depan akan fokus pada sektor infrastruktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata.

Penetapan kelima sektor ini dengan pertimbangan signifikansi perannya dalam  jangka pendek, menengah, maupun panjang  terhadap pembangunan nasional.

AYA

 

 




Gubernur NTB Dinilai Paling Komit Membangun Pariwisata

TGH. M. Zainul Majdi dinilai sebagai sosok gubernur yang paling komit membangun pariwisata.

Hj Erica Zainul Majdi bersalaman dengan Menpar Arief Yahya

MATARAM.lombokjournal.com — Menteri Pariwisata RI, Dr. Ir. Arief Yahya mengatakan hal itu saat membuka Musyawarah Rencanan Pembangunan (Musrenbang) 2017 di Hotel Lombok Raya, Kamis (06/04).

“Kalau saya mau berterus terang, saya hanya akan bantu provinsi, kabupaten/kota yang gubernur atau bupati/walikota yang komit dan konsisten membangun pariwisata,” ungkap Menpar.

Selain komitmen, Menteri yang pernah menjabat CEO Telekomunikasi Indonesia tbk. menilai pariwisata NTB saat ini tengah tumbuh dan menjadi perhatian dunia. Salah satu indikatornya adalah makin meningkatnya angka kunjungan wisatawan yang memenuhi destinasi-destinasi wisata di NTB.

Namun, menurut Menpar, NTB belum dijadikan sebagai tempat tujuan utama (primary destination) bagi wisatawan. NTB masih menjadi pilihan kedua (secondary destinastion) bagi pelancong untuk berwisata, kalah dengan Bali yang sudah tenar di manca negara.

Menurutnya, saat ini Indonesia menempati posisi ke-empat di Global Muslim Travel Index, untuk wisata halal, setelah Malaysia, Uni Emirat Arab dan Turky. NTB merupakan satu-satunya destinasi wisata halal Indonesia yang masuk dalam posisi 4 tersebut.

Karena itu, untuk menjadi NTB sebagai destinasi utama di dunia, perlu penguatan branding. Saat ini, NTB sudah dikenal dunia sebagai salah satu destinasi hala dunia. “Saya berbicara dengan Gubernur bagaimana NTB itu punya identitas. Dari itu, branding halal tourism kita kenalkan. Branding inilah yang harus kita perkuat,” ungkapnya saat itu.

Selain branding, faktor keamanan dan kebersihan harus menjadi perhatian dalam membangun pariwisata. “Hanya saja, tempat-tempat wisata itu perlu dijaga kebersihannya. Kebersihan itu akan menghadirkan kenyamanan bagi siapa saja yang berkunjung,” tutur pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur itu.

Terkait kebersihan distinasi wisata dan sejumlah ruang publik, Gubernur Majdi menjelaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan perilaku. Perilaku tersebut menurutnya perlu waktu untuk merubahnya. Namun, ia meyakini bahwa masyarakat NTB yang reiligious ini mampu menjadi contoh perilaku hidup bersih.

“Itu menurut saya merupakan potret bahwa masih banyak yang harus kita benahi, khususnya dari sisi perilaku,” jelas Gubernur hadapan sejumlah wartawan usai pembukaan Musrenbang.

Karenanya, Gubernur yang akrab disapa TGB itu meminta dukungan semua pihak untuk menjaga kebersihan, terutama di destinasi wisata. Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan agar tercipta NTB yang bersih.

“Kita bangunlah bersama pariwisata kita ke depan, Lombok-Sumbawa bersih, NTB bersih. Kita ajak semua elemen masyarakat,” pungkas gubernur.

Rr

 

 




5 ribu Wisatawan Per Bulan Kunjungi Islamic Center NTB

Kehadiran masjid megah Hubbul Wathan Islamic Center Nusa Tenggara Barat (NTB) seluas 3,6 hektar yang berada di jantung Pulau Lombok mulai menyedot perhatian ribbuan wisatawan

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Nusa Tenggara Barat (NTB) Abdul Mukthi mengatakan, tak kurang dari 300 ribu wisatawan berkunjung ke masjid yang pernah menjadi pusat acara Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) pada tahun lalu.

“Februari kemarin hampir 5 ribu wisatawan, sedangkan Maret sekitar 3 ribu,” ujar dia di Mataram, NTB, Jumat (24/3).

Masjid Hubbul Wathan Islamic Center yang memiliki fasilitas ballroom dan ruang meeting, diyakininya akan menjadi ikon utama branding wisata halal Pulau Lombok. Sejumlah turis asing asal Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Maroko, Afrika Barat, Singapura, Mesir, dan Turki pernah singgah di masjid ini untuk beribadah.

Meski berlabel wisata halal, Masjid ini juga menarik minat turis non Muslim dari Belanda, Irlandia Utara, Inggris, Australia, hingga Perancis yang ingin melihat lebih dekat kemegahan masjid tersebut.

“Ada juga turis asal Swiss yang masuk Islam di Islamic Center ini,” ucap dia.

Tak hanya turis asing, wisatawan domestik pun tak melewatkan momen untuk merasakan kemegahan masjid yang memiliki kapasitas 15 ribu jamaah untuk beribadah dan juga mengabadikan momen melalui telepon selularnya kala berkunjung ke Lombok.

Meski begitu, pengembangan Islamic Center NTB juga masih terus dilakukan. Diantaranya penggunaan tulisan masjid dengan ragam bahasa seperti bahasa Arab, Inggris, dan Melayu.

“Ke depan akan dirancang videotron sebagai papan informasi bagi pengunjung akan kegiatan masjid Ada rencana tiket khusus bagi pengunjung yang ingin naik ke menara,” katanya menambahkan.

AYA




Listrik PLN di Gili Gede Untuk Menunjang Pariwisata

Pembangunan kabel listrik bawah laut yang tengah dilakukan PT PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik di Gili Gede, Lombok Barat, juga dilakukan untuk menunjang potensi pulau itu sebagai kawasan pariwisata.

MATARAM.lombokjournal.com —  Potensi pengembangan wisata Gili Gede ini dinilai bagus. “Dengan pembangunan kabel bawah laut ini PLN berupaya mendukung ketersediaan listrik di sana agar perkembangan sektor pariwisata di sana semakin maju,” kata Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri, Rabu (22/3) di Mataram.

Gili Gede yang secara administratif masuk ke dalam wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, dihuni oleh sekitar 450 Kepala Keluarga (KK) yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan budidaya ikan.

Namun, sudah sejak belasan tahun lalu, pulau di kawasan pantai Selatan Lombok itu menjadi destinasi wisata mancanegara.

Sebagian masyarakat di sana juga membangun homestay sebagai sarana menginap tamu yang didominasi wisatawan asing. Hanya saja, selama ini kebutuhan listrik di pulau tersebut masih dipenuhi secara swadaya oleh masyarakat menggunakan mesin jenset.

Machnizon mengatakan, selain untuk melistriki penduduk Gili Gede, dengan adanya kabel bawah laut ini membuat listrik di Gili Gede sangat andal dan akan cukup untuk melistriki bisnis pariwisata di sana.

“Sehingga investor yang ingin investasi di pulau itu tidak perlu khawatir lagi dengan masalah listrik di Gili Gede,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT-SP) Provinsi NTB,  H Lalu Gita Aryadi  menyatakan dukungannya kepada PLN untuk membangun kabel bawah laut di Gili Gede.

Gita  menilai, pembangunan kabel laut ini akan meningkatkan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat NTB.

“Listrik ini penting untuk percepatan realisasi investasi, sehingga ekonomi masyarakat sekitar bisa meningkat juga, angka kemiskinan berkurang,” kata Gita.

GRA

 




Kapal Pesiar Seabourn Encore, Wisata Setengah Hari di Lombok

Lebih dari 600 orang wisatawan penumpang kapal pesiar MV Seabourn Encore, menghabiskan waktu setengah hari untuk berwisata di Lombok, NTB, Selasa (21/3).

LOMBOK BARAk lombokjournal.com  —  Kapal pesiar itu mengangkut 556 orang wisatawan dan 410 orang crew kapal.  “Data arus penumpang yang turun sekitar 624 orang. Ya, mereka berwisata ke beberapa destinasi di Lombok,” kata General Manager PT Pelindo III Pelabuhan Lembar, Baharuddin, Selasa sore (21/3).

Kapal jenis cruise berbendera Bahamas, itu tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Selasa pagi sekitar pukul 09.00 Wita, setelah sebelumnya singgah di pulau Komodo, Flores, NTT.

Dari data manifest penumpang kapal, tercatat para wisatawan itu berasal dari beragam negara, namun di dominasi Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Baharuddin menjelaskan, para penumpang yang turun diangkut menggunakan bus dan mobil travel yang disediakan travel agent lokal, menuju sejumlah destinasi wisata di Lombok Barat dan pusat souvenir kerajinan Mutiara di Kota Mataram.

“Mereka berkesempatan setengah hari menikmati keindahan destinasi wisata di Lombok. Rute kapalnya memang dari Komodo kemudian singgah di Lombok dan dilanjutkan ke Bali via pelabuhan Benoa,” katanya.

Kapal pesiar MV Seabourn Encore, kemudian meninggalkan pelabuhan Lembar, Selasa malam sekitar pukul 19.30 Wita, menuju pelabuhan Benoa Bali.

Baharuddin mengatakan, kedatangan kapal pesiar MV Seabourn Encore, itu diharapkan memberi dampak positif bagi sektor pariwisata di Lombok dan NTB secara umum.

“Secara langsung terdapat nilai yang didapat oleh mitra dan masyarakat kita, baik mitra Pelindo III Lembar terutama travel agent dan biro perjalanan serta pengusaha lainnya,” kata Baharuddin.

Selain itu, tambahnya, secara tidak langsung akan mempromosikan Lombok dan NTB secara umum ke negara asal para wisatawan, jika kesan baik mereka terima selama berwisata di Lombok.

AYA




Lombok Travel Mart Dimanfaatkan Asosiasi Pelaku Pariwisata Untuk Eksplor Potensi NTB

Penyelenggaraan Lombok Travel Mart dijadikan  momentum para pelaku pariwisata untuk mengeksplor potensi pariwisata yang dimiliki NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Assosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB terus berupaya mengeksplor dan mempromosikan potensi wisata di NTB. Salah satunya melalui kegiatan rutin tahunan, Lombok Travel Mart (LTM).

“Lewat LTM kami ingin eksplore NTB, jadi lokasi pun kami gelar berpindah-pindah tiap tahun. Tahun ini merupakan tahun ke empat LTM kami gelar, dan tahun ini kita eksplore kawasan Gili dan Lombok Utara secara umum,” kata Ketua ASPPI NTB, JN Wirajagat.

Dijelaskannya, LTM pertama kali digelar pada 2014 silam dengan mengambil lokasi di Museum Negeri NTB di Mataram. Saat itu ASPPI mengeksplor potensi wisata di kawasan Kota Mataram.

Kemudian LTM II tahun 2015, ASPPI mencoba mengeksplore potensi wisata di kawasan Lombok Barat terutama di kasawan Sekotong dan pulau-pulau di selatan. Pada LTM III, ASPPI mengeksplor keindahan dan potensi wisata di kawasan selatan Lombok Timur, terutama di sekitar Tanjung Ringgit dengan ikon eksotik, pantai Pink.

Lebih lanjut Wirajagat menjelaskan, hal ini dilakukan ASSPI NTB agar para peserta LTM yang sebagian besar merupakan buyers dari luar negeri dan domestik bisa mengenal dan memiliki informasi yang cukup untuk mempromosikan NTB di negara atau daerah mereka.

“Makin banyak buyers terutama travel agent luar negeri yang tahu tentang potensi NTB maka akan semakin bagus, mereka bisa menawarkan paket-paket wisata di negaranya,” kata Wirajagat.

AYA




Lombok Travel Mart di Gili Air Akan Diisi Aksi Bersih-bersih Pantai

Aksi peduli bersih pantai para pelaku pariwisata akan mewarnai penyelenggaraan Lombok Travel Mart (LTM) yang akan berlangsung minggu akhir bulan

MATARAM.lombokjournal.com  — Bukan semata urusan bisnis, gelaran Lombok Travel Mart (LTM) IV yang akan berlangsung di Gili Air, Lombok Utara, 24-26 Maret mendatang, juga akan diisi dengan kegiatan bersih-bersih pantai (beach clean up).

Ketua Assosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi NTB, JN Wirajagat mengatakan, aksi beach clean up ingin menunjukan bahwa para pelaku pariwisata tidak hanya melulu berpikir soal bisnis semata, tetapi juga peduli pada lingkungan.

“Pesan lainnya adalah kegiatan bersih pantai itu akan mengedukasi masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga kebersihan,” kata Wirajagat, di Mataram.

Ia menjelaskan, kegiatan bersih pantai itu akan dilaksanakan usai pertemuan bisnis table top LTM di Hotel Ombak Paradise, Gili Air, Kabupaten Lombok Utara.

Para peserta yang terdiri dari ratusan buyers dan sellers, dipastikan ikut dalam kegiatan tersebut.

BACA : Lombok Travel Mart Dimanfaatkan  Pelaku Pariwisata Untuk Eksplor Potensi NTB

AYA




Lombok Travel Mart di Gili Air Akan Dibuka Menteri Pariwisata

Lombok Travel Mart (LTM) IV  yang akan digelar di Hotel Ombak Paradise, Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, pada 24 Maret hingga 26 Maret, dipastikan akan dibuka oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya.

MATARAM.lombokjournal.com  —  “LTM IV akan dibuka Pak Menteri (Pariwisata) di Gili Air,” kata Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB, JN Wirajagat, Senin (20/3) di Mataram.

Ia menjelaskan, LTM IV akan diikuti oleh 254 buyers dari dalam dan luar negeri, dan sekitar 40 sellers dari hotel dan travel agent di NTB.

Buyers luar negeri antara lain 10 travel agent dari Australia, 10 India, 19 Singapura, dan 10 Malaysia.

Sementara buyers domestik sekitar 204 berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Batam, Bali dan sebagainya.

“Tahun ini LTM IV kita targetkan menciptakan transaksi hingga Rp60 Miliar,” kata Wirajagat.

AYA




Standarisasi Pelayanan, TNGR Latih 100 Porter Rinjani

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melatih sekitar 100 orang porter dan pemandu wisata di jalur pendakian Rinjani guna standarisasi pelayanan di kawasan wisata tersebut.

MATARAM.lombokjournal.com –– Kepala Balai TNGR, Raden Agus Budi Santoso  mengatakan,  untuk gelombang pertama sudah dilakukan pelatihan untuk 100 orang. “Gelombang selanjutnya akan menyusul,” katanya, Minggu (19/3) di Mataram.

Agus menjelaskan, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Forum Citra Wisata Alam Rinjani saat ini tercatat sedikitnya 860 orang porter dan pemandu wisata  yang sudah terdaftar menjadi pemandu wisata di jalur pendakian Rinjani.

“Jadi mereka ini akan kami latih bertahap, kami ingin dari situ dulu basicnya. Jadi kalau sudah ikut standarisasi pelayanan diantara mereka nanti pengunjung akan teredukasi dengan sendirinya oleh mereka,” katanya.

Menurut Agus, pelatihan standarisasi pelayanan dilakukan untuk memenuhi standar dasar bagi pemandu wisata minat khusus berupa pendakian gunung, khususnya Rinjani.

“Menjadi pemandu wisata untuk pendakian itu harus punya kompetensi misalnya kemampuan dan skil mendaki, termasuk juga  dalam mengelola sampah,”katanya.

AYA