Friendly Lombok dan Pesona Sumbawa, Branding Pesona Indonesia

Friendly Lombok dan Pesona Sumbawa disosialisasikan  menjadi Branding Pesona Indonesia, di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Rabu (12/7)

MATARAM.lombokjournal.com — Branding Pesona Indonesia merupakan Program Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk memperkenalkan keragaman dan keindahan Pariwisata Indonesia di kancah internasional.  Caranya dengan  mempromosikan daya tarik potensi unggulan pariwisata tiap-tiap daerah.

Dalam sosialisasi branding itu, NTB mengangkat daya tarik wisata halal dengan Lombok  friendly dan  pesona  Sumbawa sebagai branding.

“Melalui program ini, daya tarik dan arus kunjungan wisatawan  nasional dan internasional ke NTB akan mencapai target 3 juta orang, bahkan lebih,” kata Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin, SH, M.Si saat membuka acara penegasan branding sangat penting  untuk meningkatkan citra dan daya tarik destinasi wisata daerah.

Kata wagub, dengan tumbuh berkembangnya industri pariwisata di NTB, akan  menumbuhkembangkan ekonomi kreatif dan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sektor pariwisata telah berkontribusi nyata untuk membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan menurunkan ngka kemiskinan. Pemerintah pusat dan daerah bersinergi mengembangkan sektor pariwisata sebagai prioritas utama.

“Semua ikhtiar yang pernah dilakukan tentu harus didukung oleh semua pihak,” tegas wagub.

Dipaparkannya, potensi  pariwisata di  Pulau Sumbawa tidak kalah dengan Pulau Lombok. Namun penanganan dan promosinya, perlu disesuaikan dengan potensi lokal yang dimiliki.

“Sosialisasi branding ini bagus juga, ketika kita sama sama mau memperkuat sehingga tidak terjadi disparitas atau kesenjangan,” tuturnya.

Peran Kepala Daerah sangat penting membangun pariwisata. Kepala daerah harus pro aktif dan pro investasi dalam berbagai kebijakan-kebijakan di daerahnya.

Ditegskan wagub, Kepala Daerah bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), merumuskan program pembangunan pariwisata.  Peran Pemerintah Provinsi tidak lebih dari fasilitator, dinamisator, motivator, dan juga regulator. Sebab yang mengeksekusi nantinya pemerintah kabupaten/kota.

“Hal ini nantinya akan menjadi motivasi bagi kepala daerah dan pelaku pariwisata,” kata wagub.

Dalam kesempatan itu wagub menegaskan pentingnya penguatan atraksi-atraksi, infrastruktur, aksesibilitas, dan transportasi. “Ini merupakan tugas dari pada pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” tegas Wagub

Kegiatan itu dihadiri, Danlanud Rembiga, FKPD Provinsi NTB, Asisten Deputi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Tujuh orang mahasiswa Universitas Pendidikan Sultan Idris, Malaysia jurusan seni persembahan juga tampak hadir.

AYA




Pengen Berfoto Serba Terbalik, Datanglah di ‘Rumah Terbalik’ Di Kute, Lombok Tengah

Obyek wisata ‘Rumah Terbalik’ merupakan salah satu obyek wisata yang saat ini makin diminati di Indonesia. Sekarang di Kute, Lombok Tengah sudah ada obyek wisata rumah terbalik itu.

Lombok Tengah.lombokjournal.com —  Berfoto atau selfi dengan latar belakang eksterior dan interior yang dilengkapi dengan furnitur terbalik, tentu menarik. Karena itu, datanglah ke Kute, Lombok Tengah

Pengelola obyek wisata itu ingin membuat suasana baru di Kute, sebab selama ini banyak pengunjung atau wisatawan datang ke Kute hanya ingin melihat keindahan pantainya.

“Kita mau buat hal yang kekinian/hits untuk anak muda. Kita buat susana yang baru selain surfing,” ungkap Eti Hindmarch, pemilik wisata foto rumah terbalik, Pipe Dream Villas Kute, Minggu(9/7).

Pantai Kute di Lombok Tengah memang sangat indah. Namun hadirnya obyek wisata ini bisa memberi nuansa yang lain selain hanya pantai

“Disini memang pantainya bagus, tapi mestinya harus dilengkapi dengan obyek wisata yang membuat pengunjung ingin berfoto,”cetusnya

Etik Purwanti memilih konsep rumah terbalik, karena menginginkan dan memilih  sesuatu yang   yang benar- benar berbeda dengan apa yang sudah ada. Apalagi obyek wisata ini  baru satu-satunya yang ada di Lombok .

“Ini kan baru satu-satunya rumah terbalik yang ada di Lombok ” tegasnya

Obyek wisata ini mullai dikunjungi sejak 30 Juni, yang didatangi banyak pengunjung usai lebaran. Untuk berfoto ria di obyek ruma terbalik  yang saat masih promosi biaya masuknya  Rp60 ribu untuk dewasa, dan Rp30 ribu untuk anak-anak.

“Setelah lewat promosi, biaya masuknya nanti Rp80 ribu untuk dewasa dan Rp40 ribu untuk anak- anak.  Sekarang masih promosi ,” terang Etik Purwanti.

Obyek wisata rumah terbalik, aAda 9 studio/ tema yaitu kamar tidur, office, salon , ruang tamu, penjara, pom bensin, dokter gigi, dapur, dan Toilet.  Hingga saat ini kunjungan per hari untuk mencapai sekitar 80 orang, padahal belum benar-benar dipasarkan.

“Belum apa-apa pun, hanya kita baru buat saja sudah segitu banyak minat pengunjung. Karena banģunan juga belum selesai,” kata Etik yang mengaku mendatangkan furnitur dari jogja.

Diungkapkannya, sebelumnya selama 6 tahun obyek wisata itu merupakan hotel. Namun sekarang dibuat lain. Saat ini pengunjung masih pengunjung lokal, dan memang difokuska ke tamu lokal. Banyak tamu dari Mataram datang ke Kute ini untuk berfoto ria di rumah terbalik

Kunjungan ke satu studio itu dibatasi paling lama 3 menit. Kalau pengunjung mencapai 500 sehari, sudah kewalahan. “Nanti juga akan dibangun kolam renang anti basah,” kata Etik.  jug.

Desain rumah terbalik itu tidak lebih tiga bulan. konsepnya dibuat berbeda- beda tiap studio. Bahan furniturnya harus yang ringan, spesial.

“Kita harus bongkar plaponnya,” jelas Etik.

AYA




Replika Piala Pariwisata Halal 2016 Diserbu Pengunjung

Pesona Khazanah Ramadhan Lombok yang dibuka sejak Kamis (25/5) langsung mengundang antusiasime warga.

MATARAM.lombokjournal.com — Ribuan masyarakat “mengepung” Islamic Center Mataram, sebagian besar menyerbu stand Media Centre yang memampang piala World Halal Tourism Award (WHTA) 2015 dan 2016 berukuran dua meter.

Desain trofi yang dikawal Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Lombok Sumbawa itu mirip seperti aslinya. Warna, bentuk hingga lekuk trofi, semua dibuat sangat mirip. Satu-satunya yang membedakan, trofi yang dipajang di Pesona Khazanah Ramadhan Lombok itu adalah ukuran super jumbonya dengan tinggi mencapai dua meter.

Koordinator Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lombok Sumbawa, Siti Chotijah mengatakan, Jumat (26/5) lalu, trofi World Halal Tourism (WHAT) Award ini sudah menambah kepercayaan diri Indonesia sebagai bangsa. Ini juga mengangkat kredibilitas sebagai negara.

“Dua tahun kita menjadi nomor satu. Kebanggaan ini kami pamerkan ke semua pengunjung Pesona Khazanah Ramadhan Lombok,” ujarnya, Senin (5/6) di Mataram.

Itulah sebabnya GenPi Lombok Sumbawa ingin konsisten menggunakan desain ini di semua gelaran yang mempromosikan family friendly tourism mereka.

Dimulai dari Pesona Khazanah Ramadhan Lombok, di Media Center di halaman utama Islamic Center NTB yang disulap menjadi stand mereka. Stand dengan tema hutan dan wisata ini tak pernah sepi didatangi pengunjung.

Selain itu dari pusat informasi Pesona Khazanah Ramadhan hingga replika piala WHAT Award, menjadi menu wajib yang harus disambangi dan diabadikan pengunjung.

Koordinator Media Center, Ajie mengatakan acara yang buka dari jam 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, ini tidak pernah sepi. Terutama area replika piala Workd Halal Tourism Award 2015 dan 2016. Selalu saja ada yang berswa foto dan mengunggahnya ke dunia maya.

“Untuk teman teman yang akan mengupdate berita, ingin posting keseruan Pesona Khazanah Ramadhan Lombok, kami telah siapkan free wi-fi di Media Center,” ujar Ajie.

Salah seorang team leader GenPI Lombok Sumbawa, Arasy, menambahkan GenPI siap mengawal berbagai lomba. Dari mulai lomba foto, lomba blog, lomba vlog dan berbagai lomba lainnya, semua akan dikawal langsung oleh pasukan digital bentukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu.

AYA




Sepanjang April, 6.400 Wisatawan Malaysia Berwisata ke Lombok

Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi destinasi wisata paling diminati wisatawan dari negeri Jiran, Malaysia.

MATARAM.lombokjournal.com — Sepanjang April 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat sekitar 6.431 orang wisatawan asal Malaysia yang datang ke Lombok.

“Dalam bulan April lalu, wisatawan Malaysia menjadi kelompok terbanyak untuk wisatawan mancanegara, dari sisi kewarganegaraan. Tercatat sebanyak 6.431 orang,”  kata Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Ni Kadek Adi Madri, Jumat (2/6) di Mataram.

Menurut Kadek, peningkatan jumlah wisatawan negeri Jiran itu didukung oleh ketersediaan akses penerbangan langsung Kuala Lumpur – Lombok melalui Lombok International Airport (LIA).

Maskapai penerbangan Air Asia, saat ini melayani rute KL – Lombok sebanyak tiga kali dalam sehari.

Selain wisatawan asal Malaysia, pada April lalu BPS NTB juga mencatat sebanyak 672 orang wisatawan Inggris, 643 orang wisatawan China, 504 orang wisatawan Singapura, dan 359 orang wisatawan Jerman.

Wisatawan mancanegara dari negara-negara lainnya juga tercatat, namun dengan jumlah yang tidak banyak.

AYA




KOREAN AIR Segera Buka Penerbangan Langsung ke Lombok

Maskapai penerbangan Korean Air akan membuka rute baru penerbangan langsung dari Bandara Incheon di Kota Seoul, Korea, menuju Lombok International Airport (LIA) di Lombok Tengah, NTB.

MATARAM.lombokjournal.com — Penerbangan langsung Korea-Lombok sudah dalam perencanaan. General Manager PT Angkasa Pura I LIA, I Gusti Ngurah Arditha, hari Senin ini merupakan pertemuan kedua pihaknya dengan Korean Air.

“Hari ini merupakan pertemuan kedua kami dengan Korean Air,” katanya Senin (29/5) usai pertemuan dengan pihak Korean Air dan Dinas Pariwisata NTB di Kantor Dinas Pariwisata NTB.

Menurut Arditha, untuk rencana tahap awal rute penerbangan langsung akan diujicoba dengan penerbangan carter. “Planning awal menggunakan Carter Flight, yang diperkirakan akan mulai Juli sampai Oktober nanti,” katanya.

Jika dalam perkembangan ternyata minat pasar memenuhi, maka bisa segera diproses penerbangan regularnya. Dalam penerbangan langsung Korea-Lombok ini, Korean Air akan menggunakan pesawat jenis Air bush 330 200.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal mengatakan, pihaknya akan menyiapkan destinasi yang ada sesuai prosedur .

“Kita akan siapkan destinasi yang baik-baik untuk wisatawan Korea nantinya, agar dari carter flight bisa menjadi regular dan berkelanjutan,” kata Faozal.

AYA




Bazar dan Kampung Ramadhan Sambut Ramadhan di Bumi Seribu Masjid

Bazar dan Kampung Ramadhan yang diisi stand stand sembako, ta’jil, perbankan syariah dan stand ekonomi kreatif, mengawali rangkaian kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan menyambut tibanya bulan suci Ramadhan

MATARAM.lombokjournal.com — Bazar dan Kampung Ramadhan dibuka Wakil Gubernur NTB, H.Muh. Amin SH. M.Si di jalan Udayana Mataram, depan Gedung Pendidikan Islamic Center Nusa Tenggara Barat, Kamis (25/5)

Masyarakat diajak menjadikan Bulan Ramadhan sebagai sarana menjaga dan merawat kebhinekaan dan memberikan kesempatan bagi semua pemeluk agama menjalankan ibadahnya masing-masing.

Wagub mengatakan, saat ini Pemprov NTB memajukan beberapa sektor unggulan, seperti pariwisata dan pertanian. Sehari sebelumnya wagub menerima kunjungan 4 menteri di Sembalun. Kunjungan itu untuk membangun sentra bawang putih di Sembalun yang sempat jaya.

“Ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat membangun Provinsi NTB,” kata wagub seraya berharap kegiatan bulan Ramadhan yang dikemas dalam Pesona Khazanah Ramadhan dapat membawa berkah.

Bazar bertujuan mengembangkan ekonomi kreatif. “Berkembangnya ekonomi kreatif akan membuka peluang kerja bagi masyarakat, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan, serta mengurangi angka kemiskinan yang masih menjadi PR kita bersama,” pungkasnya.

Pembukaan Bazar dihadiri Sekda Prov. NTB Ir. H. Rosiady H. Sayuti, Ph.D, Ketua BKOW Prov. NTB Hj. Syamsiah M. Amin, dan Kepala SKPD lingkup Prov. NTB.

Kepala Dinas Pariwisata, Faozal mengatakan, rangkaian Pesona Khazanah Ramadhan Tahun 2017 akan berlangsung selama 25 hari. Di stand yang ada menyediakan kebutuhan warga yang mencari kebutuhan berbuka puasa. Sealain itu, ada stand ekonomi kreatif seperti fashion bagi yang ingin makin cantik dan gagah.

“Bazar diisi stand-stand yang menjual sembako dan ta’jil, stand perbankan syariah, dan stand ekonomi kreatif,” jelasnya.

AYA




Aplikasi Halal Tourism Lombok Sumbawa Diluncurkan

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meluncurkan aplikasi yang diberi nama ‘APPS Lombok Sumbawa’ yang memudahkan wisatawan menemukan letak Mesjid, rumah makan dan destinasi wisata terdekat.  Aplikasi tersebut, merupakan kerjasama antara PT. Telkomsel dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si saat penandatanganan MoU dan Lounching APPS di Pendopo Wagub NTB, Kamis (25/5) menegaskan, kreativitas anak bangsa di bidang teknologi informasi telah berdampak pada kemajuan pada banyak sektor, termasuk di sektor pariwisata.

Ia menjelaskan seiring dengan majunya berbagai sektor industri di NTB, efek yang diterima oleh masyarakat adalah terbukanya lapangan kerja, berkurangnya angka pengangguran dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Ini merupakan momentum bagi kita untuk menumbuh kembangkan ekonomi kreatif di NTB. Kita semua di pulau sumbawa dan pulau lombok patut bersyukur,” tambahnya

Di tempat yang sama, Ririn Widaryani, Excecutive Vice President (EVP) Telkomsel Area Jawa-Bali menyampaikan, kerjasama antara Telkomsel dengan NTB insyallah akan terwujud sebentar lagi.

“Ini merupakan kerjasama yang luar biasa antara Telkomsel dengan NTB”, ungkapnya.

Dalam kerjasama tersebut, Telkomsel mempersembahkan aplikasi terbarunya, yakni aplikasi Halal Tourism “Pesona Lombok Sumbawa”. Secara teknis, aplikasi ini dapat memudahkan wisatawan domestik dan mancanegara, dalam menemukan lokasi masjid terdekat, letak rumah makan, letak hotel yang berada di pusat kota dan lainnya.

“Mudah-mudahan apa yang kami persembahkan bisa meningkatkan pariwisata di NTB”, tambah Ririn.

Di kesempatan sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. L. M. Faozal menyatakan, proses kerjasama ini sudah berjalan hampir tiga sampai empat bulan, aplikasi dan dukungan untuk pariwisata sangat membantu.

Diharapkannya, aplikasi ini dengan beragam kemudahannya dapat meningkatkan antusiasme kunjungan wisatawan ke NTB.

AYA




WEC Siapkan SDM Untuk Bekerja Di Perhotelan dan Kapal Pesiar

Mengadopsi Royal Ocean International, Wernes Education Center (WEC) menjaring bibit sumber daya manusia (SDM) muda yang berintegritas untuk bekerja di Perhotelan dan Kapal Pesiar.

Direktur Operasional Wernes Education Center, Kartiko Nurohman (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Wernes membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk program perkuliahan International Training Center of Hotel and Cruiseline, sejak Kamis (27/4) lalu. Jaminannya, penempatan kerja di Hotel bintang 4 dan 5 atau bekerja sambil berkeliling dunia di sebuah Kapal Pesiar.

Wernes Education Center hingga saat ini telah sukses menyuplai lulusan terbaiknya untuk bekerja dibidang administrasi perkantoran pada perusahaan swasta maupun negeri diberbagai daerah.

Berangkat dari kesuksesannya itu, hadirlah Royal Ocean International, sebuah lembaga pendidikan professional di bidang training center kapal pesiar dan perhotelan dengan dibekali ilmu computer.

Direktur Operasional Wernes Education Center, Kartiko Nurohman mengatakan, Royal Ocean International hadir sebagai jawaban atas tingginya permintaan dari perusahaan mitra kerja terhadap sumber daya manusia yang professional di industri pariwisata, perhotelan dan kapal pesiar.

Dikatakan, di NTB pihaknya sudah berkerja sama dengan jaringan Hotel Seraton, Aston, Santika, Ibis, dAtria dan beberapa lagi.

“Kerjasama itu berupa Memorandum of Understanding (MOU) untuk perekrutan SDM dan magang kerja,” kata Kartiko, usai memantau langsung proses interview calon mahasiswa baru di Mataram, Sabtu (29/4).

Kerja sama lain, juga dilakukan dengan jaringan kapal pesiar, seperti Royal Carribean International, Carnival Cruise Lines, Norwegian Cruise Lines, Disney Cruise Lines, Pullmantur Cruises, Star Cruises dan lain sebagainya pada jalur pelayaran Asia, Amerika dan Eropa.

Terdapat 17 posisi pekerjaan yang ditawarkan bagi mahasiswa baru untuk mengembangkan karir di insustri global. Tiap tahun kebutuhan pekerja berkisar 3000 sampai 3500 SDM, namun yang terpenuhi sebanyak 1500 sampai dengan 1800 orang.

“Ini peluang yang sangat besar bagi masyarakat, jadi bersama kami masyarakat memiliki kesempatan yang sangat luas dalam berkarir di industry global,” ucapnya.

Tahun ini di seluruh Indonesia, Wernes akan melakukan 8 kali sleksi penerimaan mahasiswa baru. Seleksi ke 4 digelar di NTB dengan animo masyarakat yang cukup luar biasa dari pendaftar berbagai jurusan. Dimana menurut data yang dihimpun, kapasitas penerimaan mahasiswa baru sebanyak 250 orang namun yang mendaftar telah mencapai 400 orang lebih.

Hari Sabtu (29/4) merupakan tes terakhir penerimaan mahasiswa baru. Dalam data, sebenarnya  telah mendaftar sebanyak 400 orang

“Namun kami batasi sesuai kapasitas yang kami terima sebanyak 250 orang. Ini membuktikan animo masyarakat di NTB ini sangat luar biasa,” tandas Kartiko.

AYA

 




Mekaki Marathon Bakal Diikuti 2000 Pelari

Lebih 2000 peserta dipastikan meramaikan event Mekaki Marathon 2017, event sport tourism yang digelar Pemkab Lombok Barat.

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – Marathon ini diselenggarakan Pemkab Lobar bekerjasama dengan PT Archipelago Strategic Solution (ArchiSS),  PT Tempo Inti Media dan PT Tempo Impresario, dengan dukungan Bank Rakyat Indonesia, yang akan digelar pada Minggu (30/4) di Sekotong, Lombok Barat.

“Targetnya 2000 peserta, tapi kami perkirakan peserta bisa melebihi target itu karena pendaftaran masih berlangsung. Saat ini saja sudah lebih dari 1.978 peserta yang mendaftar, baikdaridomestik maupun luar negeri,” kata perwakilan ArchiSS, Rumi, Jumat (28/4) di Giri Menang, Lombok Barat.

Rumi menjelaskan, Mekaki Marathon 2017 akan terbadi menjadi empat kategori lari, antara lain Full Marathon 42 Km, Half Marathon 21 Km, Medium Marathon 10 Km, dan Short Marathon 5 Km.

Semua kategori akan mengambil titik start dan finish di Teluk Mekaki, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

“Rutenya akan melintasi spot-spot wisata menarik, antara lain pantai Tawun, Tembowong, Pelangan, dan tentu saja teluk . Mekaki,”katanya.

Selain akan dimanjakan dengan panorama alam sepanjang lintasan Marathon, Mekaki Marathon juga menawarkan tantangan medan baru dengan tanjakan dan turunan yang menantang.

GRA




Mekaki Marathon untuk Promosikan  Keindahan Sekotong 

Mekaki Marathon 2017 bakal dihelat di Kabupaten Lombok Barat, Minggu (30/4) mendatang, yang tujuannya untuk mempromosikan keindahan wilayah Sekotong

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Event sport tourism yang melibatkan lebih dari 2 ribu peserta itu, dihajatkan untuk menjual keindahan gugusan pantai di Kecamatan Sekotong, termasuk teluk Mekaki yang dijadikan lokasi core event balap lari semi profesional itu.

“Selain untuk meningkatkan angka kunjungan wisata ke Lombok Barat, Mekaki Marathon ini juga digelar untuk mempromosikan potensi wisata di Sekotong yang akan didorong menjadi destinasi baru di Lombok Barat,” kata Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, Jumat (28/4) di Giri Menang, Lombok Barat.

Fauzan mengatakan, di sektor pariwisata Lombok Barat memiliki banyak potensi destinasi baru untuk dikembangkan, baik dari sisi kunjungan wisatawan, maupun minat investasi.

Selain destinasi yang sudah mapan seperti Senggigi, di bagian Selatan Lombok Barat juga ada Sekotong,yang keindahan pantai dan potensi baharinya tak kalah menarik.

“Lewat Mekaki Marathon ini, kita upayakan agar Sekotong bisa menjadi destinasi baru di Lombok Barat,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Lalu Ispan Junaedi mengatakan, Mekaki Marathon merupakan bentuk promosi pariwisata di Lombok Barat yang selalu mengikuti trend gaya hidup dan kebutuhan pasar wisatawan sesuai perkembangan kekinian.

“Trend sekarang ini pariwisata itu bukan sekedar keindahan alam dan budaya saja. Tapi juga gaya hidup dan minat khusus, seperti sport tourism yang salah satunya kami kemas dalam Mekaki Marathon ini,” kata Ispan.

Menurut Ispan, Mekaki Marathon secarakeseluruhan akan mengeksplorasi keindahan pantai di kawasan Teluk Mekaki dan sepanjang pantai Sekotong, yang selama ini seolah masih terpendam.

“Para peserta akan menikmati keindahan Sekotong. Bagi kami Sekotong ini ibarat “the sleeping giant”, raksasa yang masih tertidur. Nah dengan event ini diharapkan potensi Sekotong bisa lebih terekspose keluar,” katanya.

GRA