Masih Optimis, Peningkatan Kunjungan ke Kota Mataram

Tingkat hunian dan penyelenggaraan MICE di Mataram akan meningkat

Ernanda Dewobroto (Foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com – Optimisme itu disampaikan General Manager Golden Palace Hotel Lombok yang juga menjadi  ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Ernanda Dewobroto. City hotel yang memiliki spesifikasi sebagai tempat tinggal perjalanan dinas dan penyelenggaraan MICE, masih bisa bersinar seperti tahun ini.

Memang tahun ini banyak acara di NTB khususnya di Kota Mataram.  “Kami masih optimistis besar peluang. Baik itu event pemerintah atau pun dari swasta,” ujar Ernanda kepada media di Mataram, Senin (31/7)

Akupensi Hotel dikota sedang tinggi semenjak lebaran. “Sekarang meningkat sebanyak 25 persen jadi masing- masing hunian hotel dimataram naik menjadi 65 persen,” ungkapnya.

Lama menginap masih di angka dua hari untuk hotel, karena memang hotel di Mataram rata- rata dipersiapkan untuk kepentingan MiCE.

“Di bulan ini memang bulan rame, walaupun kunjungan tamu masih dari tamu lokal, dan dari Wisatawan nusantara, serta dari wisatawan asing yang ada walaupun tidak banyak,” tegasnya

Total akupensi masih di angka 65 sampai 70 persen, yang paling banyak mix yaitu liburan dan yang menggunakan untuk acara formal dan meeting.

Tiap hotel memiliki budget berbeda, dikota hanya mampu 65 sampai 75 persen. Beda dengan hotel yang di Senggigi atau Gili Trawangan yang jelas menawarkan keindahan alamnya,” tuturnya.

Ernanda mengatakan, jika pada bulan-bulan ini tingkat hunian hotel di NTB dan di Mataram khususnya mengalami peningkatan hingga 25 persen, salah satu penyebabnya nanyaknya turis lokal maupun mancanegara yang mengunjungi Lombok pada umumnya.Selain itu banyak kegiatan di hotel yang diadakan pemerintah di hotel yang ada di Mataram.

arapannya, selama high season rekan-rekannya yang tergabung dalam AHM yang fokusnya di wisata MICE, perlu diingat kota Mataram ini ada di Lombok.

“Kota mataram ini tetap di daerah wisata,  jadi kita tidak harus semata-mata fokus di wisata MICE. Juga harus tetap memperkuat leasure,” Tutupnya

AYA

 




Menstandarkan Usaha Pariwisata Halal

Pelaku pariwisata diharapkan punya pemahaman sama tentang destinasi wisata halal

MATARAM.lombokjournal.com —  Sosialisasi standarisasi usaha pariwisata halal dilakukan Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Mataram, Senin (31/7).

Kegiatan itu diharapkan bisa menyatukan pemahaman konsep wisata halal antara industri, pemerintah, dan regulator. Meski nama NTB terutama Pulau Lombok sudah dikenal dunia sebagai destinasi wisata halal melalui penghargaan destinasi wisata halal terbaik dunia.

“Namun penghargaan wisata halal harus dibarengi kesatuan langkah dan pemahaman yang sama,” Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan

Sosialisasi kepada pelaku industri pariwisata NTB untuk melengkapi usaha dengan sertifikasi halal, baik hotel maupun restoran. Sebab masih banyak hotel yang bergantung pada sektor pariwisata konvensional seperti industri perhotelan.

Dikatakannya, para industri perhotelan harus menyiapkan pelayanan halal bagi wisatawan muslim. Misalnya, hotel menyediakan memberikan layanan halal seperti tempat untuk bersuci, dan perlengkapan ibadah.

Di tempat sama, LPPOM MUI NTB, Teti Indrawati mengatakan, sosialisasi sertifikasi halal sudah digaungkan LPPOM MUI. Namun, trennya terus meningkat seiring keberhasilan NTB ditetapkan sebagai destinasi wisata halal terbaik.

Teti menyampaikan, produk halal ialah makanan, minuman, obat, kosmetik yang tersusun dari unsur yang halal dan melalui proses produksi produk halal sesuai dengan syariah.

“Adanya sertifikasi halal, guna memberikan kenyamanan, keamanan, ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan suatu produk,” kata Teti.

Dalam perkembangan teknologi pangan, ada beberapa bahan terlarang yang bisa jadi bahan pangan dan kosmetik. Makanya perlu dilakukan penelitian atau pengecekan.

Tren sertifikasi halal di NTB terus meningkat tiap tahun. Pada 2016 tercatat ada 644 usaha yang sudah melengkapi diri dengan sertifikasi halal, dengan rincian UMKM sebanyak 269, rumah makan sebanyak 200, restoran hotel sebanyak 75, dan restoran non hotel sebanyak 100.

Angka tersebut melonjak signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 175 sertifikasi dari empat kategori usaha tersebut.

Teti meminta para pelaku industri pariwisata di NTB menjaga kualitas usai mendapat sertifikasi halal. Bagi yang belum melengkapi, Teti berharap para pelaku usaha segera untuk melengkapinya.

Penerapan sertifikasi halal belum berjalan maksimal lantaran masih rendahnya kesadaran para pelaku usaha sektor pariwisata dan UMKM untuk mengurusnya.

“Ada juga asumsi yang katakan kalau setiap produksi yang dilakukan orang muslim pasti halal sehingga enggan mengurusnya,” kata Tetti.

AYA




Korean Air Mendarat Perdana di Lombok Tengah

Pendaratan pertama kalinya Korean Air diapresiasi pemkab Lombok tengah

Sekda Loteng mengalungi wisatawan Korea dengan selendang tenunan lokal (foto: Gilang)

LOTENG.lombokjournal.com — Sekda Lombok Tengah, HM. Nursiah, S. Sos. M. Si menyambut dan mengalungi wisatawan asal Korea Selatan dengan kain selendang tenunan asal Skarara, Sabtu (29/7) di Bandara Internasional Lombok ( BIL), Lombok Tengah.

Penyambutan itu dilakukan sebagai salah wujud penghormatannya,

Pesawat Korean Air yang membawa 185 orang wisatawan itu melakukan pendaratan pertamanya di Lombok Internasional Airport.

Kehadiran wisatawan ini tentu merupakan salah satu indikator kesiapan Lombok Tengah menyambut wisatawan mancanegara. Selain itu Lombok Tengah akan menyuguhkan Wisata Alam dan Wisata Baharinya yang akan memikat siapa pun yang berkunjung.

“Kondisi daerah tentu jadi perhatian Pemerintah guna memancing wisatawan agar lebih terpikat berkunjung ke Lombok Tengah. Karena itu kita mesti meningkatkan rasa aman dan nyaman” kata Sekda Loteng, yang mempersiapkan penyambutan pendaratan Pesawat Korean Air.

GILANG




Disiapkan Satgas Rinjani Bersih, Tangani Menangani Sampah di Rinjani

Penanganan Sampah di Gunung Rinjani yang tak pernah beres, sekarang dibentuk Satgas Rinjani Bersih

MATARAM.lombokjournal.com — Secara rutin Satgas Rinjani Bersih membersihkan empat titik, mulai dari Plawangan, areal danau, pintu masuk Sembalun, dan pintu masuk Senaru yang merupakan titik awal pendakian.

Itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Fauzal.  Pihaknya bersama dengan Balai TNGR serta Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi melaunching Satgas Rinjani Bersih, Senin (24/7) di kantor Dinas Pariwisata NTB.

Faozal mefokuskan dan menyelesaikan masalah tata kelola destinasi khususnya gunung Rinjani “Untuk permasalahan sampah di Rinjani, sekarang sudah kita bentuk Satgas Rinjani Bersih untuk menyelesaikannya,” ucapnya.

Selain melakukan pembersihan sampah di Rinjani, Satgas nantinya akan elakukan colecting  sampah-sampah dan juga memberikan edukasi atau pemahaman terhadap semua pendaki tentang pentingnya menjaga kebersihan gunung Rinjani.

Nanti konsentrasi satgas ini akan dipusatkan di Pelawangan yang merupakan titik kumpul dari pintu Senaru dan pintu Sembalun. Sehingga potensi sampah dan kerusakan alam di situ sangat besar.

Selain di Pelawangan, tim satgas juga akan ditempatkan di areal danau. Karenatujuan akhir semua pendaki pasti menuju danau, sehingga potensi sampah juga sangat besar terjadi.

Untuk menunjang kinerja tim satgas, Dinas Pariwisata NTB akan memberikan tunjangan atau reward kepada personil tim satgas. “Tim satgas ini hanya bekerja untuk mengumpulkan sampah saja, untuk evakuasi turunnya sampah akan dilakukan oleh TNGR,” katanya.

Kasubag TU TNGR, Mustafa Imam Lubis sangat mendukung program pembentukan Satgas Rinjani Bersih oleh Dinas Pariwisata tersebut. Ini merupakan kabar baik bagi proses pembersihan gunung Rinjani yang memang selalu memiliki masalah sampah yang sulit untuk ditanggulangi setiap tahunnya.

“Mudah-mudahan dengan dibentuknya satgas ini, bisa menyelesaikan permasalahan- permasalahan yang ada di Rinjani khususnya masalah sampah,” harap Imam Lubis.

AYA




NTB Surganya Paraglider Dunia

Variasi keindahan NTB sangat cocok untuk aero sport berkelas dunia. Dengan keindahan tersebut,  NTB berpeluang  menjadi surganya para penggemar paraglider dunia.

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin,SH.,M.Si menyampaikan hal itu pada pembukaan Kejuaraan Paralayang International Mantar Paragliding XC Open di Desa Mantar, Kecamatan Poto Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa, (18/7)

Kejuaraan paralayang ini akan diikuti 14 negara.  Juga diikuti sekitar 50 pilot paralayang dari berbagai klub di Indonesia untuk kategori fun dan pemula. Sebagai kegiatan tahunan NTB, kejuaraan paralayang merupakan sport tourism yang ketiga kalinya dilaksanakan.

Wagub menegaskan, mengenalkan keindahan dan keramah tamahan  pariwisata  NTB ke seluruh dunia bisa dilakukan melalui berbagai event, termasuk  dunia olah raga paralayang.

“Event ini sekaligus memajukan dunia paragliding Indonesia,” ujarnya.

Diharapkannya, kejuaraan ini membangun semangat berkompetisi, persaudaraan yang semakin erat antar sesama penggemar paragliding.

Nixon Ray, Wakil Presiden Asian Continental Paragliding Association (ACPA), yang juga perwakilan dari FASI Pusat mengatakan, kegiatan ini  akan mengangkat nama Mantar ke dunia internasional.

Selain itu, meningkatkan kualitas para pilot Paralayang Indonesia, termasuk menambah jam terbangnya.

“Spot di Mantar ini sangat bagus sekali, world class. Di Indonesia baru ada dua lokasi seperti ini, Mantar, dan satunya lagi di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti yang  hadir berharap, kerja sama dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) ini terus berjalan dengan baik demi pengembangan sport tourism di Indonesia.

“Kami berharap di dalam Mantar Paragliding XC Open ini kita bisa bersama-sama melakukan promosi. Kami juga memiliki media yang bisa dimanfaatkan untuk mengekspos program sport tourism,” ujar Esthy.

Ia menyampaikan pesan Menteri Pariwisata Arief Yahya, kejuaraan di Desa Mantar KSB ini merupakan kesempatan emas buat promosi destinasi KSB dan NTB secara keseluruhan.  Even berkelas dunia ini bisa mengekspos Mantar.  Diingatkannya, pentingnya upaya terus meningkatkan aksesibilitas Wilayah KSB dan pulau Sumbawa umumnya.

AYA

 

 




Berkunjung Kampung Ekowisata Kerujuk, Destinasi Primadona Baru di Lombok Utara

Ide kreatif pemuda Kampung Kerujuk berhasil mengubah hamparan sawan dan tempat pemancingan menjadi kampung ekowisata yang menyajikan berbagai spot menarik.

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com —

Lukmanul Hakim, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kerujuk Lestari

Ini contoh kekuatan ide dan kreatifikas para pemuda. Di kampung Kerujuk Desa Menggale Kecamatan Pemenang, berkat ide kreatifnya berhasil merubah kawasan yang semula hanya hamparan sawah dan tempat pemancingan, menjadi tempat wisata yang kini jadi primadona baru di Lombok Utara.

Menuju kawasan ekowisata Kerujuk, pengunjung harus melewati jalan setapak yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Di sepanjang perjalanan pengunjung disuguhkan pemandangan hamparan sawah serta gunung yang menjulang tinggi.

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disuguhkan dengan sejuknya pemandangan. Di tempat ini terdapat berbagai spot-spot menarik, yang menjadi primadona wisatawan untuk mengabadikan momen, seperti replika kupu-kupu berukuran 1, 5 meter dan terdapat “taman cinta” yang menjadi tempat favorit para wisatawan untuk mengabadikan momen.

Di lokasi ini terdapat rumah pohon, serta replika pesawat terbang yang terbuat dari kayu. Dan juga menarik, terdapat beberapa spot outbond yang cukup antimainstrem lainnya.

Lukmanul Hakim, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kerujuk Lestari, selaku pengelola menuturkan, kampung ekowisata tersebut merupakan kolam pemancingan. Kolam tersebut dibangun dari dana PNPM. Meski hanya kolam pemancingan, namun ternyata antusias pengunjung semakin tinggi.

“Akhirnya kami perkumpulan anak muda berdiskusi mencari kegiatan lain yang mendukung kolam pemancingan tersebut,” ujarnya.

Dirinya mengaku, Setelah melakukan pemetaan selama 6 bulan, akhirnya mulai terbentuk desain kampung ekowisata. Dirinya tak ingin seperti destinasi wisata kebanyakan lainnya yang hanya mengembangkan hiburan dan rekreasi. Kampung ekowisata Kerujuk juga mengembangkan wisata berbasis lingkungan dan budaya. Selain itu juga pengembangan ekonomi masyarakat lokal.

Pengembangan berbasis lingkungan yang dimaksud adalah pengunjung dapat membawa pohon dan menanamnya di lokasi ekowisata. Sementara budaya dengan melestarikan aneka permainan rakyat yang mulai memudar. Seperti permainan egrang, terompah, dan lainnya.

Sedangkan pengembangan ekonomi masyarakat lokal, di lokasi ini menyediakan aneka kuliner yang dijual masyarakat sekitar. “Ada beragam kuliner juga disediakan,” jelasnya.

Penghasilan dari ekowisata ini terbilang cukup besar. Hal ini dikarenakan pengunjungnya yang cukup banyak, terutama pada Sabtu dan Minggu.

Lukman mengaku, jika dirata-ratakan pengunjung sehari mendekati 100 orang untuk wisatawan lokal. Sementara wisatawan asing per hari bisa mencapai 10 orang.

Terkait pendapatan, ia mengaku pendapatan dari penjualan tiket masuk dan paket wisata yang ditawarkan bisa mencapai Rp 6 juta. Bila saat liburan panjang bisa meningkat dua kali lipatnya.

wisata yang ditawarkan di lokasi ini berupa permainan rakyat, makan, snack dan kopi.

“Sementara ini pendapatan belum masuk pades, tapi kedepannya akan mengarah kesana,” jelasnya.

AYA

 

 

 




Ahmad Ziadi Nahkodai ASPPI NTB

52 peserta Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (NTB) dalam Musda di Mataram untuk akhirnya memilih Ahmad Ziadi sebagai nahkoda baru

MAtARAM.lombokjournal.com —  Dalam persaingan ketat merebut suara anggota, Ahmad Zuhaedi terpilih untuk menahkodai ASPPI NTB selama empat tahun ke depan. Ahmad Zuhaedi terpilih menjadi ketua dengan memperoleh 21 suara,, disusul Badrun 17 suara, dan Suhaely hanya mendapatkan satu suara.

Pada periode pertama berdiri, ASPPI NTB telah berhasil menggelar Lombok Travel Mart (LTM) sebanyak empat kali dengan jumlah buyer mencapai 250 orang.

“Buyer ini berasal dari domestik maupun luar negeri,” kata JN Wirajagat.

Diharapkannya, di periode kedua kepengurusan ASPPI NTB lebih mampu meningkatkan jumlah buyer, dan membantu pemerintah menaikkan angka kunjungan pariwisata.

Apalgi, mengingat pesatnya perkembangan pariwisata di NTB. Wirajagat optimis target pemerintah mendatangkan lima juta wisatawan ke NTB tercapai.

Kepengurusan baru diharapkan akan memberikan dampak yang signifikan terhadap iklim pariwisata di NTB.

“Selama ini kita cukup bangga dengan mampu melaksanakan LTM empat kali, jangan sampai kendor, harus bisa memberikan dampak yang lebih dari sebelumnya,” tuturnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua DPD BPPD Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Afan Ahmad yang membuka Musda mengatakan,  kehadiran ASPPI sebagai organisasi yang masih baru cukup memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan dunia pariwisata NTB.

Menurutnya, para pelaku dan praktisi yang tergabung dalam organisasi ini turut serta membantu pemerintah meningkatkan angka kunjungan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Afan Ahmad mengapresiasi pagelaran LTM yang menurutnya sukses di gelar di Lombok. Namun ia minta, agar pengurus DPD ASPPI NTB bekerja lebih keras lagi guna mendongkrak angka kunjungan wisatawan sesuai target NTB mencapai 5 juta orang.

“Prestasi yang luar biasa pada periode pertama, tapi jangan terlena masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai. Apalagi, pemerintah sudah menargetkan angka kunjungan wisatawan, jadi bergerak dan lakukan yang terbaik,” cetusnya.

AYA

 




Musda ASPPI NTB Mengutamakan Regenerasi Kepemimpinan Asosiasi

JN Wirajagat

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) menyelenggarakan Musda untuk menentukan calon pemimpin baru, karena asosiasi ini menginginkan adanya regenerasi

MATARAM.lombokjournal.com —  Dalam Musda kali peridoe kedua DPD ASPPI Nusa Tenggara Barat (NTB) memunculkan tiga kandidat yang mempunyai potensi besar, yakni pak Badrun, Suhaili, dan ibu Nunik.

“Ada tiga orang calon yang akan maju, dan saya tidak mencalonkan dirinya, sebab perlu dilakukan regenerasi di asosiasi,” kata Ketua Demisioner ASPPI, JN Wirajagad.

ASPPI NTB memang menekankan pentingnya regenerasi disebuah asosiasi agar berjalan benar . Wirajagat ingin memeberikan contoh kepada asosiasi serupa, regenerasi itu penting supaya ada penyegaran ide-ide kreatif kemudian kerja kreatif.

Proses pergantian pengurus yang berlangsung di ASPPI NTB ingin dijadikan contoh asosiasi lain, untuk memilih calon ketua melalui mekanisme Musda yang regular hingga 4 sampai 5 tahun.

“Mudah- mudahan ASPPI ini menjadi salah satu Asosiasi yang melaksanakan semua amanah ADRTnya dengan baik,” terangnya.

Musda ASPPI tahun ini diikuti 51 orang yang terdiri dari para pelaku pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

BACA : Ahmad Ziadi Nahkodai ASPPI NTB

“Saya berharap nantinya ketua terpilih bisa menginisiasi program-program kreatif yang punya potensi baik,” tegasnya.

AYA




Masyarakat Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur Pariwisata

Komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat dan membangun infrastruktur  dasar dan pendukung di kawasan kawasan  dan destinasi pariwisata ditagih masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com –  Permintaan masyarakat itu muncul dalam dialog interaktif  opini publik pembangunan pariwisata NTB bersama Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, SH., M.Si  di RRI Mataram, Jumat (14/7) pagi.

Sebagai narasumber, wagub mendapat pertanyaan masyarakat yang mengeluhkan kondisi infrastruktur di sejumlah destinasi pariwisata. Masyarakat minta  perhatian Pemprov NTB  dan Pemkab Lombok Barat agar memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan pada kawasan wisata Narmada menuju Suranadi, Lombok Barat.

Ada juga yang mempertanyakan kelanjutan rencana pembangunan pariwisata di  kawasan SAMOTA (Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Tambora ), dan pengembangan KEK Mandalika di Lombok Tengah. Selain itu, munul  usulan kepada wagub agar ruang interaksi masyarakat dengan para pemimpinnya diperbanyak.  Salah satunya melalui dialog interaktif pada radio publik.

Merespon harapan masyarakat, Wagub H. Muh Amin mengatakan, merupakan hal baik yang masyarakat memiliki keperdulian dan berperan aktif dalam pembangunan pariwisata.

Menurutnya, membangun pariwisata, selain memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, juga harus didukung dengan faktor keamanan dan kenyamanan.

Wagub menegaskan komitmennya melakukan percepatan sesuai skala prioritas. Mengingat kemampuan fiskal pemerintah yang terbatas, maka Pemprov NTB membuka peluang seluas-luasnya bagi para investor untuk menanamkan modalnya di bidang pariwisata.

“Disinilah pentingnya sinergitas antar pemangku kepentingan pembangunan pariwisata,” kata wagub. Berbagai regulasi yang dikeluarkan di Pemprov maupun kabupaten/kota harus saling bersinergi dan diarahkan memberi kemudahan investor.

Investasi sangat penting, NTB welcome terhadap para investor melalui kebijakan-kebijakan yang pro terhadap investosi, jelasnya.

Wagub berharap, berbagai potensi dan peluang pengembangan pariwisata, dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Membangun itu tidak pernah selesai, terus berkesinambungan, siapa pun yang memimpin NTB. Itu harapan saya bersama pak Gubernur”, tuturnya.

AYA

 

 




Senggigi Dikiritisi Pelaku Pariwisata

Senggigi di Lombok Barat yang semula primadona Lombok, kini mengalami kemunduran. Digantikan resort Mandalika yang maju pesat juga berskala nasional, dan infrastrukturnya lebih bagus

Wirajagat

MATARAM.lombokjournal.com – Kritik untuk Senggigi itu diungkapkan Ketua DD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia NTB, JN Wirajagat. “Senggigi sekarang kalah dengan pantai yang ada di selatan,” cetusnya.

Menurutnya, selain infrastruktur akan lebih bagus, wilayah pantai selatan itu juga maintenance-nya akan lebih bagus. Faktor skala multinasional, infrastuktur dan maintenance,  wilayah pantai Mandalika yang lebih unggul maka Senggi tinggal gigit jari.

“Sekarang sudah mulai di level orange atau bahkan hampir merah, tapi tidak berbuat apa- apa, maka Sennggigi akan ditinggalkan oleh investor,” ungkapnya

Sejak Mandalika jadi salah satu destinasi di Indonesia dan masuk kawasan ekonomol khusus (KEK), sudah pasti memberikan dampak bagi Senggigi yang lebih dulu populer di Lombok.

“Jadi begini, pasar itu punya kecendrungan pasar, salah satu fakror penting adalah aksestabilitas, ” terang JN Wirajagat.

Sejak bandara internasional pindah ke selatan, jadi faktor potensial mengurangi daya tarik Senggigi. Tapi selain itu, keindahan pantai-pantai di bagian selatan itu tak tertandingi oleh Senggigi.

Pantai di wilayah selatan di Lombok Tengah pantainya lebih indah warna pasirnya, juga tak kalah menarik jadi dari sisi potensi alam yang sudah kuat .

Faktor lainnya terkait masalah pemeliharaan pengelolaan destinasi .

“Kadis Pariwisata NTB sendiri menilai, lima tahun terakhir maintenance  infrastruktur dan lain-lain di Senggigi  menurun. Saya khawatir Senggigi akan lebih cepat ditinggalkan dari apa yang saya prediksikan,” tegasnya

Senggigi Dibangun Lagi

Melihat kondisi seperti itu, Wirajagat menyarankan, Bupati Lombok Barat perlu segera pembenahan Senggigi lagi.  Di Senggigi kalau hujan airnya tidak bisa nyebrang ke laut, dan itu jadi penyebab banjir.

“Lebih jauh lagi, faktor perizinan yang diobral-obral. Vila vila bukit di Senggigi  menyebabkan  longsor berkali kali,” kata Wirajagat.

Ini masalah lingkungan. Mereka membangun vila maei potong tebing- tebing, kemudian  diuruk, mereka babat habis dan membuat talut dan tanggul sesukanya . Tanpa ada kajian kondisi lereng bukit, kemiringan dan potensi longsornya .

“itu seharusnya ada di perizinan, ada kajian geotehniknya.  Jika syaratnya tidak dipenuhi maka gak boleh dibangun vila-vila yang ada di atas bukit,” katanya. Senggigi yang makin tak terkontrol dapat mempercepat mundurnya Senggigi dari dunia wisata.

Sekarang Senggigi lesu,  tiga Gili di utara bukan lagi jadi faktor pendukung tapi ancaman bagi Senggigi .

“Tapi ini tergantung pemerintah setempat.  Berdiam diri saja atau melakukan pembenahan sebagai komitmen PAD yang besar ,” tegas Wirajagat.

AYA