Sail Moyo Tambora Diharapkan Bangkitkan Pariwisata NTB

Bencana gempa Lombok membuat sebagian wisatawan meninggalkan NTB karena takut, tapi kondisi tersebut sekarang sudah kembali membaik, wisatawan sudah mulai berdatangan kembali ke NTB

Kepala Dinas Pariwisata NTB L.Faozal Rabu (29/08) menjelaskan, persiapan event bertaraf Internasional yakni Sail Moyo Tambora 2018 (Foto; AYA/Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com — Pelaksanaan even Sail Moyo Tambora 2018 diharapkan bisa memulihkan dan membangkitkan kembali pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, pasca diguncang bencana gempa bumi.

Bencana gepa bumi  di Lombok sejak akhir Juli hingga bulan Agustus membuat sebagian kawasan wisata Pulau Lombok sepi, karena ditinggal wisatawan.

“Bencana gempa, kita tau telah membuat sebagian objek wisata seperti tiga Gili di Lombok Utara dan Senggigi sepi, Iven festival Sail Moyo diharapkan bisa menjadi pemulihan pariwisata NTB bangkit kembali” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu. Mohammad Faozal, Rabu (29/08)

Berbagai kegiatan akan dilaksanakan untuk memeriahkan pelaksanaan Sail Moyo Tambora, termasuk menampilkan berbagai kesenian dan budaya masyarakat Sumbawa untuk menarik minta wisatawan

Beberapa kegiatan dilaksanakan antara lain, Maritim Expo, Culture Performance Moyo Tambora, Festival Budaya, International Tenun Festival, Barapan Kebo, International Surfing, Dialog Budaya Maritim, Parade 1000 Perahu Tradisional, Moyo Tambora Fun Run, Investment Forum, serta Bersih Pantai.

Festival Sail Moyo Tambora Sumbawa juga akan menjadi ajang dan upaya menggalang empati terhadap masyarakat korban gempa Lombok, dengan menggelar panggung amal, kegiatan bhakti dan kegiatan kemanusiaan lain

“Jadi selain sebagai upaya pemulihan kembali pariwisata, Sail Moyo Tambora menjadi ajang menggalang aksi kemanusiaan korban gempa,” terangnya.

Faozal pun menepis anggapan sebagian orang kalau kegiatan festival Sail Moyo Tambora tidak berempati kepada masyarakat korban gempa

Diakuinya bencana gempa Lombok membuat sebagian wisatawan meninggalkan NTB karena takut, tapi kondisi tersebut sekarang sudah kembali membaik, wisatawan sudah mulai berdatangan kembali ke NTB

Sekjen Direktorat Hubungan Laut, Kemenhub RI, Arif Toha Tjahjagama berharap, pelaksanaan even festival Sail Moyo Tambora, selain sebagai ajang membangkitkan kembali pariwisata NTB pasca gempa, juga diharapkan bisa semakin menggaungkan sektor pariwisata Pulau Sumbawa

“Pariwisata Pulau Sumbawa memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi destinasi wisata maupun potensi ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kilah Faozal.

AYA

 




Sail Moyo Tambora Siap Digelar

Kegiatan bertaraf internasional itu juga rencananya akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo

MATARAM.lombokjournal.com — Event bertaraf internasional yakni Sail Moyo Tambora yang merupakan agenda tahunan pemerintah  daerah NTB dalam waktu dekat siap digelar

“Event yang akan menampilkan keindahan pulau Moyo, gunung Tambora dan  potensi yang dimiliki teluk Saleh sebagai potensi maritim serta kebudayaan pulau sumbawa menjadi nilai jual yang akan ditonjolkan dalam gelaran Event tahunan tersebut,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB, L.Faozal Rabu (29/08).

Fozal menjelaskan,  dalam rangka mempersiapkan Event bertaraf Internasional yakni Sail Moyo Tambora 2018 Dinas Pariwisata Provinsi NTB terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk mensukseskan kegiatan yang akan di gelar tanggal 9 hingga  13 September 2018 mendatang.

Faozal mengatakan, event yang akan menampilkan keindahan pulau Moyo,  gunung Tambora  dan  potensi yang dimiliki teluk Saleh sebagai potensi maritim serta kebudayaan pulau sumbawa menjadi nilai jual yang akan ditonjolkan dalam gelaran even tahunan tersebut.

“Event bertarap internasional yang akan di pusatkan di pulau Sumbawa ini juga akan menampilkan sejumlah pertunjukan menarik lainnya, di antaranya barapan kebo dan pacuan kuda,parade 1000 perahu tradisional,moyo fun run,serta sejumlah kegiatan menarik lainya,” terangnya.

Selain itu dalam kegiatan bertaraf internasional itu juga rencananya akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

AYA




Gubernur Pastikan Lombok Masih Aman Dikunjungi

Saat ini dilakukan pembenahan sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan, yaitu pembersihan terhadap puing-puing bangunan di sebagian daerah wisata

MATARAM.lombokjournal.com — Bencana gempa bumi di Pulau Lombok memang mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak di beberapa daerah. Namuntidak mengakibatkan kerusakan di seluruh wilayah Lombok.

Sebagian besar wilayah-wilayah strategis Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), seperti tempat wisata di Lombok, masih normal. Dan masih aman untuk dikunjungi siapa pun.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menegaskan itu, saat menerima bantuan dari Media Grup dan Pemeritah Kota Bandung, di Kantor Camat Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (16/08).

Karena itu, Gubernur mengajak seluruh warga  dunia untuk tetap berkunjung ke NTB. Sebab, saat ini tidak ada yang perlu di khawatirkan tentang keamanan dan kenyamanan saat berada di NTB, termasuk Lombok..

“NTB, tetap aman, nyaman dan kondusif untuk dikunjungi,” tegas gubernur di hadapan Pimpinan Redaksi Media Grup, Don Bosco, Walikota Bandung, Ridwan Kamil, Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalik dan sejumlah pejabat lingkup Pemprov NTB.

Saat ini, lanjut Gubernur, sedang dilakukan pembenahan sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan. Yaitu pembersihan terhadap puing-puing bangunan. Seperti di sebagian daerah wisata, seperti Gili.

Namun, menurut Gubernur hanya, infrastruktur yang mengalami kerusakan itu hanya sebagian kecil.  Sebab, daerah-daerah wisata seperti Kek Mandalika, Kute, masih normal dan tidak ada masalah.

AYA/hms NTB




Bupati Najmul Akhyar Pastikan Tiga Gili Sudah Pulih dan Aman Untuk Wisatawan

Kepala Dinas Pariwisata diminta segera melakukan rapat bersama semua pelaku wisata di tiga gili. untuk memulihkan image tiga gili ini paska bencana gempa yang berdampak kerusakan di Lombok Utara.

lombokjournal.com —

LOMBOK UTARA — Tiga gili (Trawangan, Meno dan Air) Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang Lombok Utara tak luput dari goncangan gempa bumi berkekuatan 7,0 SR yang terjadi pada minggu (5/8).

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, menyampaikan itu saat berkunjung ke tiga pulau andalan pendapatan daerah Lombok Utara, Rabu (15/8).

Tiga gili yang menjadi  andalan utama pendapatan daerah Lombok Utara lumpuh total. Namun, kerusakan yang diakibatkan gempa bumi tidak semasif yang ada di daratan. Sekitar 10 bangunan industry pariwisata di tiga gili mengalami rusak ringan.

Bupati Bersama unsur TNI dan Polri serta jajaran pejabat pemerintahan dalam kunjungannya mengatakan, kerusakan infrasetruktur yang ada di tiga gili tidak separah kerusakan yang ada di daratan. Hanya sekitar 10 persen saja, artinya masih banyak bangunan yang bisa dimanfaatkan.

Menurut bupati, untuk membangkitkan kembali sector pariwsata  di Lombok Utara merupakan pekerjaan yang memang tidak mudah. Namun tidak terlalu banyak kesulitan yang dihadapi.

Yang penting sekarang bagaimana cara menyampaikan kepada wisatawan maupun masyarakat bahwa kondisi di tiga gili sudah sangat aman. Kenyamanan seperti biasa dan sangat aman.

“Tidak perlu kawatir adanya kejahatan yang biasa terjadi paska bencana alam karena sudah banyak apparat yang ditugaskan menjaga tiga gili,”ujarnya.

Dijelaskannya, tanggal 19 Agustus 2018 nanti pihaknya akan mendatangkan wisatawan, bekerjasama dengan perusahaan tranportasi wisatawan seperti Eka Jaya dan para pelaku wisata. sekaligus mendeklarasikan,pulau wisata tiga gili sudah pulih paska bencana.

Demikian juga dengan destinasi wisata yang ada di daratan.

“Saya berharap kepada masyarakat khususnya tiga gili untuk tidak  terus-terusan larut dalam kesedihan. Mari kita bangkit kembali membangun sector pariwisata kita kedepan. Kita ingin tiga gili kembali normal, karena kita tau bahwa tiga gili adalah merupakan sector terpenting dari roda perekonomian kita di Lombok Utara,” terangnya.

Dikatakannya, Kepala Dinas Pariwisata diminta segera melakukan rapat bersama semua pelaku wisata di tiga gili. Bupati berharap memulihkan image tiga gili ini paska bencana gempa yang berdampak kerusakan di Lombok Utara.

bih lanjut bupati menyampaikan, kondisi tiga gili bisa pulih dengan kerjasama semua pihak terlebih para pelaku wisata. “Saya yakin wisatawan akan datang kembali ke tiga gili. Bahkan akan menjadi daya Tarik tersendiri ketika rasa keingintahuan wisatawan yang ingin mengetahui kondisi tiga gili paska becana gempa terjadi,”tandasnya.

Salah seorang pemilik usaha di tiga gili Matteu kepada bupati mengaku siap membangkitkan kembali pariwisata di tiga gili. Namun, untuk tahap awal ini pihaknya akan memulihkan bangunan yang mengalami kerusakan.

“Dalam waktu dekat kita akan kembali mempromosikan dan memastikan tiga gili sudah normal kembali,” tandasnya.

Me

 




Lombok Astoria Tetap Buka Saat Gempa

Pihak hotel sudah memberikan satu himbauan kepada semua klien,  secara struktur kondisi bangunan hotelnya aman tidak ada masalah. dantetap melayani tamu-tamu baik wisatawan asing maupun lokal

Muhammad ikhsan. GM lombok Astoria

MATARAM.lombokjournal.com —  Hotel  Lombok Astoria, salah satu yang  tingkat hunian kamarnya  tidak terlalu berdampak gempa bumi yang melanda Lombok beberapa waktu lalu..

Hotel tersebut tingkat hunian kamarnya masih normal dan tidak ada gangguan sama sekali meski sebelumnya gempa melanda.

“Bahkan jumlah okupansinya masih berada berkisaran 25 persen per harinya, jadi tingkat huniannya tetap ada,” ujar General Manager Lombok Astoria  Muhammad Ikhsan ,Rabu (15/08), usai menghadiri Rakor di Dinas Pariwisata.

Ikhsan menyatakan, pasca gempa pertama itu pihknya tidak pernah menutup dan tetap buka, sampai sekarang pun Hotelnya masih dibuka

Ia menambahkan, secara building 85 persen hunia kamar masih  dijual dikarenakan 25 persen hanya kerusakan minor saja. Seperti hal-hal kecil, karena beberapa kamar hanya rusak retak kecil seperti retakan rambut saja, jadi tidak ada yang terlalu signifikan besar rusaknya.

Menurut  Ikhsan, musibah gempa bumi tidak terlalu berpengaruh di Lombok Astoria .

Memang ada beberapa event yang ke depan untuk sementara ini belum dicancel atau dibatalkan, tetapi masih menunggu karena melihat kondisi saat ini.

Namun pihaknya sudah memberikan satu himbauan kepada semua klien,  secara struktur kondisi bangunan hotelnya aman tidak ada masalah. Ia pun tetap melayani tamu-tamu baik wisatawan asing maupun lokal.

“Alhamdulillah kita tetap stabil masih menerima. sejauh ini kunjungan hotel itu masih ada karena dampak dari hari pertama pun, kita menerima tamu-tamu yang di evakuasi dari sengigi dan bangsal,” jelasnya.

Lebih lanjut Ikhsan menerangkan, setelah adanya rapat koordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, akhir bulan  sudah dapat kembali lagi aktifitas hotel dan hunian kamar

juga 100 persen dapat terisi penuh. karena kerusakan yang terjadi pada hotelnya tidak terlalu parah dan saat ini dalam tahap perbaikan. ia menyakinkan jika gedungnya aman.

 

“jadi secara gedung kita aman. saya yakinkan aman, malah ada yang long stay guest itu ada sampai saat ini,” pungkasnya.

AYA (*)




Rakor Di Halaman Kantor,   Dispar Bersama StakeHholder Pariwisata Lombok Siap Bangkit

Disetujui adanya tim recovery pariwisata Lombok, tapi meng gunakan nama yang lebih positif, misalnya . Tourism Hospitality atau nama Lombok Bangkit

MATARAM.lombokjournal.com – Rapat Koordinasi (RAKOR) Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  bersama pemangku kepentingan (stake holder)  pariwisata di NTB pasca gempa Lombok, Rabu (15/08) pagi.

Pelaksanaan Rakor yang berlangsung di halaman Kantor Dispar itu didukung Kementerian Pariwisata itu, dengan mendengarkan pemaparan Kepala Dispar NTB serta Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia.

Pemaparan keduanya terkait proses pemulihan pariwisata NTB, khususnya Lombok.

Lalu Moh. Faozal selaku Kadispar NTB mengungkapkan, rapat koordinasi ini untuk memetakan keadaan Amenitas, Atraksi dan Aksesibilitas pariwisata Lombok pasca gempa yang berlangsung beberapa waktu lalu.

“Kami ingin agar 3A (Amenitas, Atraksi dan Aksesibilitas) kita bisa dipetakan secepat mungkin agar dapat mengetahui langkah strategis pemulihan,” ucap Faozal

Setidaknya terdapat delapan langkah jangka panjang yang akan dilakikan Dispar NTB untuk memulihkan keadaan 3A.

“Kita punya delapan langkah sejauh ini yang telah dan sedang berlangsung. Pertama, kami melakukan pengecekan terkait kondisi dermaga penyebrangan baik di Teluk Nare maupun Gili Trawangan. Kedua, inventarisasi amenitas pariwisata, inventarisasi daya tarik pariwisata, serta pemulihan citra melalui promosi pariwisata”, ungkap Kadispar mendeskripsikan empat poin awal.

Selanjutnya, diharapkan adanya renovasi amenitas dan daya tarik yang berdampak, adanya kebijakan terkait perpajakan bagi para pelaku industri pariwisata, memfasilitasi dan mengawasi pinjaman lunak selama proses recovery.

“Dan yang terakhir diharapkan adanya program pelatihan dalam rangka peningkatan SDM Pariwisata di daerah yang berdampak” lanjut Faozal.

Sebelum menutup presentasinya, Kadispar NTB a menyepakati adanya tim recovery seperti halnya yang pernah diberlakukan di Bali beberapa waktu lalu, yang sakan bertugas k membantu pemulihan pariwisata Lombok.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata juga memberikan pemaparannya setelah penyampaian dari Kadispar NTB.

Dalam pemaparannya, pihak Kemenpar sepakat akan hadirnya tim recovery seperti yang diharapkan oleh Kadispar NTB, namun menggunakan istilah yang terkesan lebih positif, seperti halnya tim recovery di Bali.

“Kami menyetujui adanya tim recovery pariwisata Lombok. Tapi mungkin, kita gunakan nama yang lebih positif. Jika berkaca dari Bali, maka istilah yang digunakan adalah Tourism Hospitality. Atau bagus juga jika menggunakan nama yang digunakan oleh Pak Kadis, yaitu Lombok Bangkit,”, ungkapnya.

Pemaparan perwakilan Kemenpar menekankan pada tahap-tahap mitigasi pariwisata yang berlaku sejauh ini.

“Terdapat tiga tahap dalam mitigasi pariwisata. Pertama, tahap tanggap darurat. Kedua, tahap rehabilitasi dan ketiga tahap normalisasi. Kita harus lakukan secara bertahap dan Dispar NTB sudah memikirkan semua ini,” lanjut Ricky.

Setelah pemaparan dari Kadispar dan Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar, para tamu undangan dan peserta rapatp un sepakat untuk berkolaborasi.

Dan Pariwisata Lombok Siap untuk Bangkit kembali sebelum selanjutnya rapat koordinasi dilanjutkan dengan diskusi antara narasumber dengan para stakeholder pariwisata.

AYA




Kantor Imigrasi Di Mataram Siap Fasilitasi, 3 WNA Malaysia Yang Paspornya Hilang  

Pihak Imigrasi di Mataram juga  terus memonitor keberadaan dan kegiatan  warga negara asing  yang disinyalir menjadi korban gempa, dengan membentuk tim  Satgas penanganan warga negara asing

Azhan Miraza

MATARAM.lombokjoournal.com — Gempa berkekuatan 6.4 SR  yang terjadi di Kabupaten Lombok Timur pekan lalu, tak hanya menimbulkan korban jiwa serta menimbulkan ratusan bangunan rusak.

Para wisatawan yang tengah berkunjung di Lombok juga terdampak.  sejumlah wisatawan asing  yang tengah berada di lokasi gempa, baik di Sembalun maupun di Gunung Rinjani  ada yang kehilangan paspor.

Menyikapi hal ITU, Kantor  Imigraai kelas 1 Mataram siap membantu secara  maksimal dari sisi keimigrasian, dan ijin  tinggl khusus bagi WNA yang mengalami Kehilangan Dokumen, seperti Paspor.

Kepala Informasi dan Komunikasi (Insarkom) Kantor Imigrasi  Kelas Satu Mataram,  Azhan Miraza menyampaikan itu pada media.

“Info yang kami dengar, ada 3 warga negara Malasya yang kehilangan paspornya. Kami selaku Pihak imigrasi akan memfasilitasi WNA yang pada saat terjadi gempa i kehilangan paspor,” ujarnya pada media, Selasa (31/07)

Azhan mengatakan,  proses penggantian  dokumen keimigraain milik ketiga  WNA asal Malaysa yang hilang dilokasi  gempa bumi, akan secepatnya di urus oleh imigrasi

“Imgrasi berkomitmen  membantu secara maksimal dari sisi keimigrasian dan ijin tinggal khusus warga negara  asing,” ungkapnya.

Azhan menmbahkan, pihak Imigrasi mataram juga  terus memonitor keberadaan dan kegiatan  warga negara asing  yang disinyalir menjadi korban gempa, dengan membentuk tim  Satgas penanganan warga negara asing.

“Untuk memonitor semuanya, kami sudah membentuk Tim di Sembalun untuk memudahkan kami disini mendapatkan info yang valid tentang WNA di lokasi bencana. Kita juga terus berkoordinasi dengan pihak Dinas pariwisata dan dinas Komuniksi dan informasi,” terangnya.

Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram telah  berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, perihal memfasilitasi pertemuan dengan warga negara malasya  korban gempa

“Kita masih tetap berkoordinasi dengan kedaulatan Malasya terkait hal tersebut,” ujar Azhan.

Jika memang ada paspor WNA Malasya yang hilang, pihak Imigrasi di Mataram meminta  pihak kedutaan Malasya akan  mengeluarkan  emergency  paspor  bagi warga  negara Malasya yang kehilangan dokumennya.

“Dimana emergency pasopr itu merupakan paspor yng digunakan hanya untuk sekali perjalanan,”pungkas Azham.

AYA




Pelaku Pariwisata Di NTB Tangani Wisatawan Korban Gempa

PHRI ( Persatuan Hotrl dan Restaurant) NTB memberikan fasilitas penginapan gratis di lima hotel yang ada di Mataram bagi wisatawan asal Malaysia yang selamat

MATARAM.lombokjournal.com —  Adanya 18 wisatawan asal Malaysia yang menjadi korban dari gempa tektonik tersebut,  satu orang di antaranya meninggal dunia, stakehorder pariwisata di NTB bergerak cepat.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata telah menyatakan sudah mengevakuasi korban meninggal dunia tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal mengatakan itu saat jumpa pers di hotel Golden Palace, Senin (30/07).

“Korban meninggal dunia atas nama Siti Nur Lesmawida Ismail (30). Sekarang posisi jenazah ada di rumah sakit provinsi, karena akan ada proses-proses lanjutan dari keimigrasian dan kedutaan yang akan datang ke Lombok,” ujar Faozal.

Faozal menuturkan, Pemerintah Provinsi NTB dan juga para pelaku pariwisata di NTB juga telah menyiapkan beberapa fasilitas kepada wisatawan asal Malaysia yang menjadi korban dari gempa ini.

“Kami telah menyiapkan peti jenazah untuk yang meninggal dunia. Dan mobil ambulan yang membawa jenazah dari lokasi gempa merupakan sumbangan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur,” ucapnya.

Faozal menyatakan, seluruh biaya perawatan korban di tanggung oleh Pemprov, baik yang luka-luka maupun yang meninggal. Termasuk 17 korban selamat wisatawan asal Malaysia itu diberikan penginapan gratis.

saat ini 17 wisatawan asal Malaysia tersebut sudah berada di Kota Mataram.

“Saat ini teman-teman dari PHRI ( Persatuan Hotrl dan Restaurant) NTB juga memberikan fasilitas penginapan gratis di lima hotel yang ada di Mataram bagi wisatawan asal Malaysia tersebut.  Mereka tersebar di hotel Golden Palace, hotel Lombok Raya, hotel Lombok Plaza, hotel Puri Indah dan hotel Santika,” papar Kadispar NTB.

Sebelumnya, gempa tektonik dengan kekuatan 6,4 SR mengguncang Lombok, Sumbawa dan Bali, pada Minggu (29/07) pukul 05.47 WITA.

AYA




Masih Banyak Pekerjaan Rumah Di Sektor Pariwisata

Diharapkan, Dinas Pariwisata di tingkat kabupaten/kota juga memberikan perhatian lebih terkait penataan destinasi

MATARAM.lombokjournal.com – Masih banyak persoalan-persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah Sektor Pariwisata yang harus segera diselesaikan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal mengungkapkan, meski Sektor Pariwisata tumbuh sangat signifikan bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) namun sejumlah pekerjaan rumah masih perlu menjadi perhatian bersama.

Yang menjadi sorotan pertama yaitu pembenahan tata kelola destinasi. Dicontohkan, adanya wisatawan yang tidak dapat menyeberang ke Gili Trawangan dari Pelabuhan Bangsal karena alasan cuaca.

Alasan cuaca buruk memang harus dipatuhi karena menyangkut keselamatan. Yang menjadi persoalan, tidak adanya kompensasi bagi wisatawan tersebut akibat pembatalan.

Pembenahan tata kelola juga dia harap dilakukan pada sejumlah Pura (tempat persembahyangan umat Hindhu, red) yang menyimpan nilai sejarah dan budaya, seperti Pura Narmada, Pura Suranadi, dan Pura Lingsar di Kabupaten Lombok Barat.

Seperti di Bali, Faozal memandang, sejumlah Pura yang ada di Lombok juga memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata.

“Namun kita lihat, apa parkirnya sudah tersedia, sentra kuliner, dan oleh-olehnya apakah sudah terpadu,” ujar Faozal saat membuka Rapat Koordinasi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB bertajuk “Halal Tourism sebagai Strategi Mencapai Empat Juta Wisatawan di Hotel Astoria, Mataram, NTB”, Senin (23/07).

Dinas Pariwisata NTB mencoba beberapa kali untuk membenahi tata kelola Pura, namun belum menemukan kesepakatan dengan pengelola Pura. Faozal berharap, Dinas Pariwisata di tingkat kabupaten/kota juga memberikan perhatian lebih terkait penataan destinasi.

Poin kedua, terkait penguatan sumber daya manusia (SDM). Hal ini penting karena faktor ini bersentuhan langsung dengan sektor pariwisata.

Faozal menginginkan adanya revitalisasi paket agar lebih menarik, baik dari segi atraksi maupun budget. Memang, kendala terbesar dalam pariwisata, terutama untuk Pulau Sumbawa terletak pada aspek transportasi.

“Kemarin saya tanya sama salah satu agen travel, paket dua hari tiga malam ke Sumbawa itu Rp 6 juta. Paling tinggi cost-nya pada transportasi,” lanjutnya.

Poin ketiga ialah penguatan peran seluruh sektor, baik perangkat pemerintah maupun industri wisata. Ia meminta seluruh pihak juga bersama-sama memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat di sekitar destinasi wisata dalam mendukung tata kelola destinasi.

AYA




Bulan Juni, Penumpang Melalui Bandara Meningkat Signifikan

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tersebut menjadi daya tarik orang datang ke NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Lombok International Airport (LIA) mengalami peningkatan yang cukup signifikan jumlah wisatawan mengunjungi NTB. PT Angkasa Pura I mencatat, pada bulan Juni 2018,  kenaikan penumpang meningkat sebesar 9,8 persen.

“Kunjungan lewat LIA per Juni ini naik,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I,  I Gusti Ngurah Ardita,  (10/7).

Ia menyatakan, kenaikan penumpang sebesar 9,8 persen tersebut merupakan gabungan dari dalam dan luar negeri. Persentase tersebut dengan rata-rata penumpang per harinya mencapai 12 ribu lebih orang.

Jumlah ini dinilainya lebih tinggi dibandingkan jumlah penumpang tahun lalu.

“Dibandingkan tahun lalu, ini lebih tinggi,” sambungnya.

Kenaikan tersebut diakui Ardita disebabkan predikat Lombok sebagai destinasi wisata. Hal ini terlihat dari karakteristik penumpangnya lebih condong ke wisatawan. Khususnya wisatawan domestik atau dalam negeri.

Selain itu juga dipengaruhi libur lebaran yang bertepatan dengan liburan sekolah. Ini membuat kesempatan orang berlibur menjadi lebih panjang. Hal inilah yang membuat rata-rata pergerakan penumpang per hari relatif tinggi hingga 12 ribu orang.

“Sehingga total penumpang hingga Juni 2018 sebanyak 1,8 juta lebih orang,” ungkapnya.

Ardita mengatakan, setiap tahun jumlah penumpang melalui LIA terus mengalami peningkatan. Di mana 2017 lalu, jumlah penumpang LIA mencapai 3.589.812 orang atau naik 5 persen dari tahun 2016. Sedangkan kapasitas bandara saat ini mencapai 3.250.000 per tahun.

Kenaikan jumlah penumpang tersebut otomatis membuat kunjungan ke NTB khususnya Lombok juga meningkat. Hal ini juga akan berdampak pada pergerakan perekonomian di NTB. Terlebih lagi penambahan infrastruktur sudah dilakukan tidak hanya di LIA namun juga destinasi wisata.

“Salah satunya KEK Mandalika yang juga bergerak,” Cetusnya

Menurutnya, dioperasikan KEK Mandalika tersebut menjadi daya tarik orang datang ke NTB. Sebab itu, untuk menangkap peluang dan mendukung keberadaan destinasi tersebut, LIA juga ikut meningkatkan infrastruktur.

AYA